Tajuk

Apa Arti Negara bagi Rakyat?

Posted: 07/11/2017 at 08:00   /   by   /   comments (0)

Apa arti negara sesungguhnya? Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia, penjelasan kata negara hampir menghabiskan satu halaman penuh. Satu dari sekian banyak penjelasan itu menyebutkan; negara adalah organisasi di suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya.
 
Kekuasaan tertinggi dan ditaati oleh rakyatnya. Di sini masalahnya. Kekuasaan tertinggi sebuah negara bisa lahir dan ada hanya dengan satu cara: Berdaulat penuh atas bangsa dan negaranya. Berdaulat artinya bebas dari tekanan, mampu berdiri di atas dua kaki sendiri, merdeka secara hakiki dan mandiri.
 
Tapi sayangnya, syarat dasar berdaulat sebagai negara, kian hari kian jauh saja dari sebuah negara yang menyebut dirinya Indonesia. Kian hari, tekanan semakin besar, tapi parahnya negara ini kian tak punya daya untuk menahan. Berdiri di atas dua kaki sendiri pun, jangan-jangan kita sudah tak mampu lagi. Salah satu buktinya, betapa susah negara ini keluar dari cengkeraman tentakel Dana Moneter Internasional yang kian kuat menyekat. Merdeka secara hakiki dan mandiri pun dalam tanda tanya besar. Benarkah Indonesia sudah merdeka?
 
Mungkin 17 Agustus 1945, telah dibacakan proklamasi kemerdekaan. Mungkin setiap tahun kita merayakan kemerdekaan. Tapi apakah kita benar-benar sudah merdeka? Bukankah kian hari hidup kian payah. Bukankah tambah waktu tambah pula kesengsaraan kita sebagai bangsa. Bukankah kita semakin tak berdaya sebagai negara. Lalu di mana letak kemerdekaan? Ketika kekuatan asing dan kekuatan modal besar menjajah Indonesia.
 
Lalu penjelasan kedua; sebuah negara yang ditaati oleh rakyatnya. Ketaatan rakyat pada negara hanya bisa hadir hanya dengan cara menyelenggarakan kesejahteraan. Sejahtera artinya terselenggaranya rasa aman dan terwujudnya kemakmuran. Hilangnya rasa takut berkait erat dengan kemapanan secara psikologis seluruh rakyat di sebuah negara. Sedangkan kemakmuran berkait erat dengan hajat hidup secara ekonomi yang memadai.
 
Apakah rakyat negara bernama Indonesia ini sudah merasa aman? Justru sebaliknya, setiap hari kita selalu dihantui ketakutan. Penduduk yang bermukim di bantaran sungai, setiap hari selalu takut pada penggusuran. Petani gabah di Jawa Tengah, setiap musim panen selalu ngeri hasil padi mereka tak terjual. Buruh-buruh dibanyak perusahaan, setiap hari selalu bertanya-tanya kemana mereka pergi jika terjadi PHK.
 
Apa arti negara bagi seorang rakyat Indonesia yang tinggal di Gunung Kidul? Apa arti negara bagi suku pendalaman di lembah Baliem? Apa arti negara bagi nelayan-nelayan di Pantai Utara? Apa arti negara bagi orang-orang miskin yang terancam diusir dari kota-kota besar tempat mereka mengais nafkah? Tak ada.
 
Negara tak berarti apa-apa bagi mereka. Jikapun ada, negara hanya berarti selembar KTP dan pendataan semata. Bahkan, seringkali negara berarti monster bagi mereka. Negara tak menolong atau memberi solusi saat mereka terusir dan tergusur. Negara tak punya jalan keluar saat perusahaan-perusahaan yang menampung puluhan ribu tenaga kerja ditutup. Bahkan, terkadang negara sendiri yang berubah menjadi ancaman. Jika demikian, bagaimana ketaatan bisa lahir dari rakyat sebuah negara. Bagaimana mungkin kepatuhan bisa hadir dari rakyat yang selalu disengsarakan. Maka jangan salahkan jika suatu saat rakyat datang untuk melawan.

Comments (0)

write a comment

Comment
Name E-mail Website

*