Tajuk

Belajar dari Seorang Ali Banat

Posted: 31/05/2018 at 08:00   /   by   /   comments (0)

Siapa sosok ali Banat ini? Dia adalah seorang Pemuda muslim kaya dari kota besar Sydney Australia.

Kisah Ali Banat sangat mengharukan jutaan muslim dunia terutama bagi warga muslim di Australia. Sebuah kisah nyata yang sangat emosional dan membuat air mata mengalir tanpa disadari tentang kehidupan seorang pemuda yang dikaruniai harta yang berlimpah. Sebetulnya kisah ini termuat dalam video yang cukup viral di media sosial pada 2016 lalu ketika dia diwawancarai oleh sahabatnya.

Ali adalah orang yang kaya raya, dia masih muda bahkan belum menikah. Yang membuat kita semua terkejut adalah jika kita melihat cara hidup mewahnya. Ia mempunyai mobil Ferrari Spider yang harganya 600 ribu US dollar atau seharga lebih dari 8,4 miliyar rupiah, gelang berlian seharga 60 ribu US dollar, sepatu Louis Vuitton seharga 1,300 US dollar, bahkan sendal jepit yang digunakan untuk ke toilet saja seharga 700 US dollar atau seharga 9 juta rupiah, serta masih banyak lagi hartanya yang lain.

Pada tahun 2015, dia divonis kanker stadium 4 dan oleh dokter dikatakan bahwa peluang hidupnya hanya tinggal 7 bulan lagi . Ia pun langsung terpukul dan menangis tersedu-sedu. Hingga akhirnya kehidupannya pun berubah sangat drastis.

Setelah itu semua, justru akhirnya ia menganggap penyakit kanker yang dideritanya sebagai ‘anugerah dari Allah’.

“Ini adalah sebuah anugerah sebab Allah telah memberi saya kesempatan untuk berubah,” tuturnya dengan mata yang berkaca-kaca.

Ketika ditanya apa yang dirasakannya setelah mengidap penyakit kanker, Ali mengatakan bahwa ia kini bisa menyadari dan mensyukuri berbagai hal, bahkan yang tak terlihat sekalipun seperti udara yang ia hirup.

Atas kenyataan penyakit kanker yang dideritanya itu, ia kini menjual dan memberikan semua kekayaan yang ia miliki. Sahabatnya yang mewawancarai kemudian masuk ke dalam kamar dan melihat apa saja yang Ali miliki. Dan ternyata memang kehidupan Ali sangatlah glamor dan mewah. Terbukti sandal jepit yang ia miliki berharga 9 jutaan, sedangkan sepatunya berharga 17 juta.

Setelah dia tahu bahwa ajal sangat dekat untuknya dia telah sadar bahwa semua materi keduniaan yang dia miliki hanyalah sampah dan tidak akan menyelamatkannya ketika dia berhadapan dengan Allah nanti. Oleh sebab itu Ali melakukan hal yang bermanfaat dengan menggunakan seluruh hartanya untuk disumbangkan ke muslim di daerah miskin di Afrika yang bertujuan untuk mendirikan masjid dan program sosialisasi di Afrika. Sejak itu pula ia pun banyak membantu orang lain.

Programnya diberi nama dengan “Muslims Around The World Projects” (MATW Project) yang sampai hari ini telah banyak melakukan partisipasinya di afrika. Dan jika kita melihat social media, Facebook, maka kita akan melihat perjalanan Ali di Afrika. Dan Ali juga pernah batuk berdarah dan langsung direkam olehnya, kemudian Ali menunjukkan kepada dunia bahwa dunia, uang, kekayaan, jabatan tidak akan mampu menolong kita ketika tahu bahwa beberapa bulan lagi anda akan meninggal.

Masih dari video wawanacara denga Ali Banat, saat berada di parkiran dan melihat mobil Ferrari yang dimilikinya, Ali sudah tidak menginginkannya lagi. Baginya kendaraan tersebut seperti layaknya sebuah sandal bagi orang Afrika yang dilanda kemiskinan.

Kesadaran untuk membagikan semua hartanya tersebut semakin begitu jelas ketika ia mendatangi sebuah kuburan sahabatnya yang lain dan juga terkena kanker. Ia menyadari bahwa tak ada harta yang akan ia bawa selain amal shaleh dan tak ada keluarga yang menemani selain amal shaleh.

Di akhir wawancara, ketika ditanya apakah ia ingin bertemu Allah, ia pun menyatakan keinginannya bertemu Allah dalam keadaan yang sebaik-baiknya.

Dan akhirnya selasa lalu Ali Banat dikabarkan meninggal dunia dan rencannya akan disalatkan di Masjid Lekemba, masjid terbesar di Sydney Australia. Dia salah satu tokoh dan pengusaha muda yang menjadi inspirasi muslim dunia.

Innalillahi wa inna ilaihi rajiiun. Semoga Allah tempatkan Ali Banat ditempat sebaik-baik tempat di sisi Allah subahanahu wataala. Aamiin
Walllahualam bish shawab

Comments (0)

write a comment

Comment
Name E-mail Website

*