Tajuk

Catatan Haji: Rumah Nusantara di Tanah Suci

Posted: 30/08/2017 at 08:50   /   by   /   comments (0)

Kerajaan Aceh, Raja Pontianak, dan juga Raja Banten, mereka dulu memiliki rumah-rumah wakaf yang mereka beli di Mekkah untuk rakyatnya yang menunaikan ibadah haji. Ini membuktikan, bukan saja ada haji yang berasal dari wilayah ini, tapi juga nilai-nilai Islam yang tertanam pada sistem kerajaan yang untuk melayani umat Islam.

Rumah wakaf tertua yang dimiliki raja-raja nusantara yang bisa dilacak dalam sejarah adalah rumah wakaf milik Sultan Banjar, Sultan Tahlil Allah. Beliau memiliki rumah yang kelak di jadikan pusat belajar oleh Syaikh Muhammad Arsyad al Banjari, seorang ulama Nusantara yang sangat ternama.

Sultan Palembang juga mendanai pembangunan sebuah zawiyyah tidak saja di Mekkah, tapi juga di Jeddah. Sultan Brunei mengirim ulama tertingginya untuk membeli tanah dan membangun rumah yang bisa digunakan oleh seluruh jamaah haji yang berasal dari Tanah Melayu. Raja Ahmad, dari Pulau Penyengat Kepulauan Riau membeli sebuah kebun dan diwakafkan untuk kepentingan kaum Muslimin dari nusantara. Begitu juga Sultan Hamengkubuwono VII mengutus empat orang ulama Jogja untuk menyiapkan pemondokan haji bagi jamaah haji dari Jawa pada tahun 1879. Bahkan sejak seabad sebelumnya, Hamengkubuwono I mengutus petugas Istana Jogja untuk ke Mekkah guna memperbaiki rumah wakaf yang ada di sana. Artinya, rumah wakaf itu sudah lama ada. Dan ketika utusan ini kembali, Sang Sultan sudah mangkat kembali ke Rahmatullah.

Bahkan yang menarik lagi adalah apa yang dilakukan Raja Bali di Lombok yang beragama Hindu, pada tahun 1874 membangun rumah untuk rakyatnya di Mekkah. Rumah itu disiapkan untuk rakyat Muslimnya yang menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

Maka di Mekkah ada Rumah Aceh, Rumah Pontianak, Rumah Jawa, Rumah Banten, Rumah Batavia, Rumah Banjar, Rumah Makassar dan rumah-rumah yang lainnya. Hal ini sebagai tanda, hati dan jiwa kaum Muslimin Indonesia, sejak lama sudah jatuh cinta pada tanah suci, baik Mekkah ataupun Madinah. SubhanAllah, semoga Allah senantiasa menjaga hati dan jiwa kaum Muslimin Indonesia untuk senantiasa menjadi tanah suci, Mekkah dan Madinah. Amin....

(Visited 67 times, 1 visits today)

Comments (0)

write a comment

Comment
Name E-mail Website

*