Tajuk

“Dakwahnya” Khabib

Posted: 11/10/2018 at 10:36   /   by   /   comments (0)

Beberapa hari ini jagat media sosial indonesia diramaikan dengan berita tentang petarung muslim asal Dagestan Rusia, Khabib Nurmagomedov. Mendadak masyarakat yang sebelumnya jarang mengikuti bahkan tidak pernah mengetahui informasi mengenai UFC ( Ultimate Fighting Championship), menjadi penasaran karena Khabib. Penasaran karena dia seorang muslim yang cukup fenomenal di dunia bisnis perusahaan promosi MMA (Mix Martial Art ) terbesar di dunia.

Berawal dari viralnya video pertarungan Khabib yang dinilai tampil superior usai menaklukkan McGregor melalui submission atau teknik kuncian di leher pada duel yang digelar di Las Vegas, Minggu lalu. Juga yang membuat gempar dunia olahraga tersebut adalah insiden setelah pertarungan. Tim khabib dan tim McGregor rusuh dan tidak terkendali sehingga menimbulkan keributan adu jotos antar kedua kubu.

Kericuhan itu disebabkan provokasi tim McGregor terhadap Khabib. Dia diintimidasi mengenai agama, negara dan ayahnya, dan itu membuatnya murka. Khabib mengatakan ketika mereka menghina saya dari sejak sebelum pertandingan, saya masih diam, tapi ketika mereka menghina agama, negara dan ayah saya harus bertindak. Namun tak berselang lama, dalam konferensi pers akhirnya Khabib meminta maaf kepada semua pihak berwenang mengenai kerusuhan setelah pertandingan tersebut.

Muslim dunia merasa bangga dengan apa yang telah dilakukan oleh Khabib ketika harga dirinya sebagai muslim dihina dan tidak dihormati. Sebagai seorang petarung profesional yang taat mengikuti semua aturan dan bersikap baik pada semua kompetitornya di dunia Mix Martial Art, ternyata Khabib sangat patuh pada orang tuanya, lebih khusus ayahnya muslim taat yang juga seorang pelatih bela diri Sambo ( gulat ala Rusia). Bahkan pengalamannya pernah menjadi pelatih bela diri militer Rusia.

Ikhwan Akhwat,,

Berbicara gulat yang menjadi salah satu teknik bela diri andalan Khabib Nurmagomedov, kita teringat masa Rasulullah SAW. Olahraga ini juga cukup populer di masa Rasulullah masih hidup dan berinteraksi dengan masyarakat Arab kala itu.

Dalam sebuah riwayat, Di masa beliau ada seorang pegulat yang dikenal sebagai juara. Ia sangat sulit ditaklukkan. Tidak ada seorang pun yang berhasil menempelkan perutnya ke tanah saat bergulat. Namanya adalah Rukanah bin Abdu Yazid. Ia masih dalam kemusyrikan di awal-awal datangnya risalah Islam. Ototnya yang kekar tidak menghalangi Rasulullah untuk membuka hatinya tentang kebenaran Islam. Dan di antara variasi dakwah Rasulullah adalah beliau menempuh pendekatan dalam bidang olahraga. Beliau berduel gulat dengan Rukanah.

Dalam riwayat al-Baladzuri disebutkan bahwa Rukanah-lah yang menantang Rasulullah bergulat. Ia dikabarkan tentang Nabi Muhammad. Lalu Rukanah menemui beliau di salah satu bukit di Mekah. Rukanah mengatakan, "Wahai anak saudaraku karena sama-sama bani Abdu Manaf, telah sampai kabar tentangmu kepadaku. Aku tidak mengenal engkau kecuali sebagai pembohong. Jika engkau mengalahkanku (dalam gulat), maka aku yakin engkau orang yang benar". Nabi pun bergulat dengannya sebanyak tiga kali dan menang. Subhanallah

Beberapa pelajaran yang bisa kita telaah dari kisah ini adalah metode dakwah Rasulullah yang variatif. Beliau berdakwah berceramah. Beliau berdakwah dengan cara bersedekah. Dengan akhlak yang mulia. Dengan pendekatan kultural/budaya. Sampai dengan pendekatan dalam bidang olahraga. Namun pendekatan dakwah beliau tidak menerabas sesuatu yang Allah SWT larang.

Pelajaran lainnya, Nabi tidaklah menginginkan harta dunia dari hasil duelnya dengan Rukanah akan tetapi beliau menginginkan hidayah. Dan yang harus menjadi penyemangat kita juga, betapa pun orang-orang musyrik sombong dalam menolak Islam, Rasulullah tidak menyerah mendakwahi mereka dengan berbagai cara. Fitrah mereka tetap ingin keluar dari gelapnya kesyirikan. Meskipun orang-orang musyrik berlaku sombong dan kasar terhadap Nabi, namun beliau tetap berlaku ramah. Sehingga mereka tidak segan mengajukan pertanyaan bahkan mengajak adu gulat sekalipun.

Semangat Khabib harus bisa menyemangati kita juga sebagai muslim untuk mengambil peran dalam dakwah Islam. Terkadang seseorang malu menerima dakwah dengan metode ceramah. Namun ia akan mengakui keunggulan dan kebenaran yang dibawa orang lain apabila bisa mengalahkannya dalam bidang yang ia geluti. Oleh karena itu, terkadang seseorang lebih menerima orang yang seprofesi dengannya ketika mendakwahinya. Dosen dengan dosen. Pegawai pabrik dengan pegawai pabrik. Mantan artis dakwah kepada artis, pengusaha dengan pengusaha dan lainnya.

Wallahu ‘Alam....

Comments (0)

write a comment

Comment
Name E-mail Website

*