Tajuk

Hak dan Kewajiban Asasi Manusia

Posted: 03/11/2016 at 07:00   /   by   /   comments (0)

Dalam Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999, Pasal 1, diatur tentang Hak Asasi Manusia. Disebutkan dalam undang-undang tersebut, “Hak asasi manusia adalah seperangkat hak yang melekat psa hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah dan setiap orang, demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.”

Jenis-jenis hak asasi yang dimiliki manusia antara lain; hak untuk hidup, hak untuk berkeluarga dan mempunyai keturunan, hak mengembangkan diri, hak atas kebebasan informasi, hak atas keamanan dan hak atas kesejahteraan.

Di dalam rincian-rincian detil hak-hak di atas, ada point-point lain yang diterangkan tentang hak mendapatkan pendidikan, hak memeluk dan menjalan ibadah sesuai agama masing-masing, hak untuk mendapatkan perlindungan dan rasa aman, dan banyak lagi.

Kita ini, pandai dalam hal penyusunan hak-hak yang sepatutnya dan seharusnya kita dapatkan. Kita bisa membuat list yang panjang. Kita bisa menerang-uraikan. Kita bisa menjelaskan dengan detil dan rinci tentang hak asasi manusia.

Tapi sebenarnya, ada juga sisi lain, yakni kewajiban asasi manusia. Hak seseorang, adalah kewajiban bagi orang lain. Hak warga negara, adalah kewajiban bagi pemerintah. Dan hak pemerintah adalah kewajiban bagi warga negara.

Maraknya pungli dari tingkat atas hingga bawah, yang saat ini sedang dikejar-kejar oleh Operasi Tangkap Tangan yang dilakukan oleh polisi, adalah bentuk menyimpangnya kita dari hak dan kewajiban. Korupsi yang seolah tak ada habisnya di negeri ini, adalah hasil dari keserakahan yang berawal dari penyelewengan kita dari hak dan kewajiban. Lobby sana, lobby sini, suap sana, suap sini, karena kita memanipulasi hak dan kewajiban yang semestinya dilakukan tanpa pungli.

Semua terjadi karena para pelakunya, seolah-olah tidak akan bertemu dengan Allah dan akan diperiksa nanti kewajiban-kewajibannya setelah mendapatkan seluruh haknya. Kita menjadi makhluk yang pandai menuntut hak, dan menghindari dari kewajiban yang semestinya ditunaikan.

Negeri ini harus kita semai, menjadi negeri tempat tinggal para pejuang yang menunaikan kewajiban-kewajibannya. Kita harus menjadi orang-orang yang bertanya lebih dulu tentang kewajiban yang semestinya kita kerjakan, bukan menuntut hak yang harus didapatkan. Karena kewajiban asasi akan menjamin hak asasi yang didapatkan. Jadilah pandai menunaikan kewajiban, bukan hanya menuntut hak.

“Siapa yang mengerjakan amal kebajikan maka balasannya untuk dirinya sendiri dan siapa uanh berbuat jahat, maka kejahatan itu akan menimpa dirinya sendiri, dan sekali-kali tidaklah Tuhanmu menganiaya hamba-hamba-Nya.” (QS Fushilat: 46)

(Visited 503 times, 5 visits today)

Comments (0)

write a comment

Comment
Name E-mail Website

*