Tajuk

Ingin Bahagia?

Posted: 30/11/2017 at 08:00   /   by   /   comments (0)

Bahagia ternyata bisa diukur. Ada semacam happymeter yg bisa lihat meski seseorang menyembunyikan perasaannya dgn baik. Salah satu indikatornya adalah seorang yg bahagia ternyata cenderung memulai perbincangan dan membuka obrolan dgn orang lain.

Salah satunya lagi orang yg bahagia cenderung memberikan respon positif atas berbagai topik obrolan. Hayo siapa yg sering respon negatif?

Respon negatif adalah salah satu tanda unhappy. Padahal yg sedang ditwit positif, #eh reaksinya negatif. Majalah Newscientist menerbitkan laporan. Orang afrika ternyata penduduk paling bahagia dan gembira di dunia.

Sementara warga eropa timur adalah penduduk yang paling tidak bahagia di dunia. Padahal pencapaian materialnya beda jauh ya sama afrika. Nigeria adalah negara dengan persentasi penduduk yang paling bahagia dan paling gembira di benua afrika.

Sementara Inggris berada di urutan ke 24. Indonesia urutan ke berapa ya, nggak muncul nih di penelitian happy numbers. Kita semua sepakat menjadi kaya tidak selalu berarti menjadi lebih bahagia. Tapi pikiran kita ttg bahagia justru selalu berkelindan dgn kaya.

Seorang peneliti suku masai di afrika dr univ illinois justru merasa lebih sering bahagia di banding penduduk new york. Jepang pasca perang dunia II adalah salah satu negara miskin di dunia. Sekarang jepang termasuk negara tertinggi dalam industri dan kaya.

Dalam journal happiness nation justru pada masa lalu rakyat jepang merasakan kebahagiaan di banding sekarang. Dalam 50 tahun terakhir pendapatan penduduk jepang meningkat 10 kali lipat. Tapi angka bunur diri juga sangat tidak terkendali tinggi.

Pekerja amerika yg menerima gaji 40K dalam setahun malah justru cenderung lebih sering murung. Padahal sebelumnya cita2 adalah gaji tinggi. Fakta ini banyak dibahas dalam The American

Paradox: spiritual hunger in an Age of Plenty.
Ternyata gaya hidup atau hidup gaya adalah penyumbang ketidakbahagiaan terbesar dalam kehidupan manusia modern.

Para pejabat inggris juga melaporkan hasil kekayaannya setiap tahun. Tapi BBC melaporkan semakin tinggi semakin #galau pejabat ini.

Prof Peter Ubel dari Michigan Univ malah berani sekali menyimpulkan hubungan kebahagiaan dengan materi koneksinya cuma 1% saja paling tinggi.

Bagaimana dengan pemenang undian, lotere atau rejeki tiban, apakah mereka juga lebih bahagia? Ternyata tidak. Banyak yg setelah menang undian kehidupannya jadi tidak terkawal. Orang Kaya Baru cenderung jadi korban diri sendiri.

Belanja, makan, minum dan berfoya-foya menjadi kebiasaan OKB yang akhirnya berdampak pada kesihatan jiwa dan jasmaninya. Ternyata kata kuncinya sederhana, merasa cukup atas anugerah. Dalam islam ajaran ini disebut dengan qanaah.

Jadi orang kaya itu susah, karena dia akan selalu berada dalam situasi memilih. Misalnya minum teh, orang kaya selalu ditawari hal lain yg berkaitan dengan minum teh. Hot tea, lemon tea, ginger tea atau apa? Setelah diputuskan, misalnya lemon tea, maka akan ada tawaran baru? Panas atau dingin? Bahkan setelah di diputuskan dingin selalu ada pertanyaan lagi, manis atau kurang manis, atau plain just lemon tea?

Orang yg bahagia kadar kortisol dalam darahnya bagus, rendah, tidak mengganggu kesehatannya. Degup jantungnya juga normal, biasa. Sebuah penelitian mendapatkan hasil para ekskutif muda kadar kortisolnya tinggi, tambah alkohol, tambah junkfood maka jadilah malapetaka.

Tambah juga nikotin, rokok, dan macem-macem yang sering dikonsumsinya semakin membuatnya tidak sehat dan tidak bahagia. Padahal obat bahagia itu sederhana, mengaji misalnya, terbukti meningkatkan kebahagiaan.

Hasil penelitian tentang authentic happiness adalah ketika seseorang bisa membantu dan menolong orang lain maka dia akan bahagia. Maka betul semata sabda Rasulullah tercinta. Manusia yg paling baik adalah manusia yg paling banyak manfaatnya. Dalam hal ini bisa ditafsir, manusia paling baik bisa pula diartikan kebaikan pada kehidupannya sendiri. Niscaya ia lebih sehat, lebih bahagia.

Comments (0)

write a comment

Comment
Name E-mail Website