Tajuk

Jangan Lupakan Yaman

Posted: 13/09/2018 at 08:00   /   by   /   comments (0)

Ada pepatah Arab yang menyebutkan Yaman itu sebagai Umm al-Arab, Ibunya bangsa Arab. Al Alquran sempat menyebut secara implisit Yaman dalam surah al-Quraisy. Jadi, dalam surah itu menjelaskan Nabi Muhammad SAW kalau musim dingin berdagang ke Yaman kalau musim panas beliau berdagang ke Syam sehingga Yaman ini sejak dulu sudah dikenal di dunia Islam sebagai kota perdagangan, termasuk di sana ada pelabuhan besar Aden.

Jadi, posisi strategis Yaman di dunia Islam, sebagai wilayah yang penuh nilai sejarah Islam, wilayah perdagangan utama. Di samping itu, Yaman itu pada masa Rasulullah pernah memiliki gubernur tertua dan termuda dari para sahabat yang diangkat langsung oleh Rasul. Gubernur Yaman tertua dari sahabat Rasulullah adalah Abu Dzar al-Ghifari yang berusia 75 tahun, dan gubernur termuda, yaitu Muadz bin Jabal, yang ketika diangkat jadi gubernur berusia 19 tahun. Ini artinya negeri Yaman itu memiliki posisi penting dalam sejarah dunia Islam.
Orang-orang keturunan Arab di Indonesia sebagian besar berasal dari satu-satunya negara yang berbentuk republik di timur tengah yaitu Yaman. Idrus Alwi al-Masyhur dalam “Sejarah, Silsilah dan Gelar Keturunan Nabi Muhammad SAW” mengatakan pada abad ke-11 M, para keturunan Rasul yang berasal dari jalur anak-cucu Imam al-Muhajir, banyak yang berhijrah ke luar Yaman.

Banyaknya pendatang ke Indonesia dari Yaman, termasuk Habib Abubakar bin Ali Shahab adalah tokoh keturunan Arab-Indonesia yang aktif dalam pergerakan dan pendidikan Islam pada masa pra-kemerdekaan Indonesia. Dia juga tercatat sebagai pendiri Jamiat Kheir dan Malja Al Shahab. Dalam situasi dan tekanan kolonial yang keras, Habib Abu bakar tampil untuk mendirikan sebuah perguruan Islam, yang bukan hanya mengajarkan agama, tetapi juga pendidikan umum.

Tak hanya Habib Abubakar yang memiliki darah hadramaut berjuang bersama dalam barisan pejuang kemerdekaan. Bersambung setelahnya, muncul pula seorang tokoh keturunan Yaman yaitu Abdurrahman Baswedan yang memiliki nasab Abdullah Baswedan, adalah merupakan generasi awal marga Baswedan yang menginjakkan kaki di Surabaya dari Hadramaut, Yaman. Abdurrahman Baswedan (AR Baswedan) yang saat itu menjabat sebagai Wakil Menteri Muda Penerangan RI pada Kabinet Sjahrir, bersama H. Agus Salim, Nasir Sutan Pamuntjak, HM Rasjidi, oleh Soekarno dikirim ke Mesir untuk mencari pengakuan kedaulatan republik secara de jure dan de facto dari negara-negara Arab.

Yaman, dengan segala kesedihannya hari ini, seperti kala hari raya Idul Adha lalu, saat jutaan orang Muslim di seluruh dunia menyembelih hewan merayakan Hari Raya Kurban, namun jutaan orang di Yaman tak mampu memperoleh satu kali makan dalam sehari. Menurut laporan PBB baru-baru ini, 22,2 juta orang Yaman tergantung pada bantuan, dan 8,4 juta orang dari 29 juta warga Yaman berjuang untuk memperoleh makanan.

Negara Arab miskin tersebut telah dirongrong perang saudara sejak 2014, ketika gerilyawan Syiah dukungan Iran, Al-Houthi, merebut sebagian besar wilayah negeri itu dan menguasai seluruh provinsi Yaman Utara, termasuk Ibu Kotanya, Sana'a. Pasukan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi mencampuri perang Yaman untuk memerangi petempur Al-Houthi sejak Maret 2015 sebagai reaksi atas permintaan resmi dari Presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour Hadi, yang diakui masyarakat internasional, untuk merebut kembali negeri itu.

Pada 2016, Pemerintah Hadi menuduh gerilyawan Al-Houthi menggunakan uang Bank Sentral Yaman untuk membiayai pembangunan militernya, dan memindahkan bank tersebut dari Sana'a (yang dikuasai gerilyawah Al-Houthi) ke Aden, Ibu Kota sementara pemerintah di Yaman Selatan. Namun tuduhan itu dibantah oleh milisi Al-Houthi.

Pada 8 September 2018 lalu, Upaya perundingan perdamaian di Yaman berakhir dengan kegagalan. Perwakilan dari kelompok Houthi tidak menghadiri undangan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa. Meski Houthi tidak memenuhi undangan berunding, bahkan setelah ditunggu tiga hari, Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa Martin Griffiths mengatakan, upaya perdamaian belum berakhir.

Perang dan konflik telah mengakibatkan kemerosotan ekonomi yang sangat tajam di negeri itu yang sudah guncang dan memicu kenaikan harga. situasi kemanusiaan Yaman terus memburuk karena blokade ekonomi mencekik, yang menyebabkan kekurangan sejumlah besar bahan pokok seperti makanan, obat-obatan dan bahan bakar. Meskipun semua itu, yang paling sangat menyakiti rasa keadilan adalah karena kegagalan Dewan HAM PBB dalam membentuk sebuah komite untuk menyelidiki pelanggaran dan kejahatan yang dilakukan oleh koalisi Saudi terhadap warga sipil di Yaman.

Kita berharap konflik ini harus segera selesai, jangan sampai dampak pergolakannya ini sampai ke Indonesia. Sedini mungkin juga Indonesia harus berhati-hati mengambil sikap terhadap konflik yang terjadi dengan menjadi juru damai. Dan atas nama kemanusiaan, kita harus membantu warga yang tertindas dan menderita dengan segala upaya yang kita bisa lakukan.

Waallahu’alam

Comments (0)

write a comment

Comment
Name E-mail Website

*