Tajuk

Lahirnya Pancasila

Posted: 01/06/2018 at 08:00   /   by   /   comments (0)

Awal bulan Juni diperingati sebagai Hari Kelahiran Pancasila. Bulan ini Indonesia memberikan penanda bahwa Pancasila bukan hanya simbol belaka. Bukan ini bukan tentang Pancasilanya yang sakti. Tapi tentang muatan-muatan yang terkandung dalam Pancasila sebagai dasar-dasar negara Indonesia.

Kita memiliki Dasar Negara yang sangat kuat dan penting, Pancasila. Dan lima sila yang terhimpun di dalamnya, bukan hanya menjadi lima falsafah dasar negara. Tapi juga menjadi lima tolok ukur dan cita-cita negara dan bangsa besar yang bernama Indonesia.

Sila kelima dalam Pancasila, menetapkan Dasar Negara: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Setiap individu yang mendapatkan amanah, memimpin negara, harus dan wajib, dengan segenap jiwa dan raganya mewujudkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Setiap pribadi, yang mendapatkan tanggungjawab memimpin negara, wajib dengan segala daya menjadi motor penggerak merealisasikan keadilan bagi segenap tumpah darah Indonesia.

Jika hari ini, tujuan besar yang bernama keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia belum terwujud, maka tidak satupun di antara pemimpin bangsa dan pemimpin negara ini yang boleh lelah atau menyerah. Semuanya harus bekerja lebih keras lagi, tidak ada lagi yang memicingkan mata, tidak ada lagi yang menggantung tangan, tidak ada lagi yang berdiam, sampai cita-cita besar ini bisa terwujud dan terlaksana.

Sila keempat: Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan. Rakyat Indonesia, harus dipimpin oleh para pemimpin yang cakap, menggunakan Hikmat dan Kebijaksanaan sebagai jubah kebesarannya dalam menjalankan tugas-tugasnya memimpin negara. Bermusyawarah mewakili segenap kepentingan dan cita-cita Indonesia Raya. Memberikan yang terbaik bagi seluruh rakyat Indonesia, tak pandang bulu, tak kenal lapisan. Negara melalui para pemimpinnya harus dirasakan kehadirannya oleh rakyat di seluruh penjuru tanah air.

Persatuan Indonesia. Sila ketiga sebenarnya bukan hanya menetapkan dasar, tapi juga menyeru tanpa henti. Bahwa negeri ini, hanya bisa besar, jika bersatu. Rakyat dan pemimpinnya. Pemimpin yang satu dengan pemimpin yang lainnua. Rakyat dengan rakyat sesama. Semua putra dan putri Indonesia, harus bersatu untuk mewujudkan segala cita-cita besar bangsa Indonesia.

Sila kedua, sungguh luar biasa. Mengamanahkan kepada semua, seluruh warga negara, seluruh rakyat, seluruh pemimpin, agar terus menerus menjaga kesadaran atas Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Pendidikan tidak pernah selesai, karena amanah agar tetap menjadi manusia, yang mulia keadilannya dan tinggi adabnya adalah dasar dari negara kita.

Pada akhirnya, kita sampai pada sila pertama dalam Pancasila: Ketuhanan yang Maha Esa. Tak perlu penjelasan yang rumit dan panjang. Seluruhnya, pemimpin dan yang dipimpin, harus menjadi manusia-manusia religius yang seutuhnya. Karena hanya dengan itu akan terwujud Indonesia Raya.

Terakhir, kalimat Bhineka Tunggal Ika yang ada dan digenggam oleh Burung Garuda itu, bukan hanya hiasan dan asesoris belaka. Kita hidup bersama di negeri ini. Menjunjung tinggi toleransi. Saling menghormati dan membangun Indonesia dengan kerja keras dan kerja cerdas.

Comments (0)

write a comment

Comment
Name E-mail Website

*