Tajuk

Membela Muslim Uighur

Posted: 11/12/2018 at 08:00   /   by   /   comments (0)

Satu per satu kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah Cina belakangan ini dianggap berpotensi semakin menyudutkan umat Islam dan mendiskriminasikan komunitas Muslim di negara berjuluk Negeri Tirai Bambu itu. Setelah pihak berwenang memulai kampanye berskala besar dan sistematis untuk menghilangkan kepercayaan yang mereka anut. Pernah ada seorang warga Uighur yang mengatakan bahwa, “apa yang sedang terjadi di Myanmar memang menyakitkan, tapi apa yang kami lalui jauh lebih pahit dari itu, hanya saja tidak banyak orang yang tahu.”

Otoritas China mengirim warga Uighur ke kamp-kamp penahanan. Mereka yang ditangkap adalah orang-orang yang menunjukkan kepatuhan terhadap ajaran Islam, seperti salat, berpuasa, tidak mengkonsumsi alkohol atau babi, menumbuhkan jenggot, dan mengenakan pakaian tertutup. Warga Muslim Uighur diperlakukan sebagai orang yang menderita penyakit mental. Setelah dikirim ke pusat penahanan, para tahanan dipaksa untuk mematuhi propaganda Partai Komunis. Mereka diperintahkan menyanyikan lagu-lagu kebangsaan dan slogan komunis.

Sedih dan sangat mengerikan membaca berita-berita bagaimana kondisi saudara muslim kita di Cina. Mereka susah payah menjalankan syariat Islam. bahkan, pemaksaan sudah sampai menyentuh anak-anak usia sekolah. Anak-anak yang di negeri kita, Indonesia menjadi para pejuang cilik yang semangat untuk berpuasa. Tapi, di Uighur sana, mereka tak bisa mendapatkan kesempatan untuk menikmati rasanya bebas beribadah.

Presiden World Uyghur Congress, Dolkun Isa mengatakan “Atas nama menghilangkan “ekstrimisme” agama, muslim Uighur tak diberi ijin untuk bebas menjalankan ajaran Islam dan memakmurkan masjid. Bertahun-tahun, hak menjalankan keyakinan agama telah berubah menjadi salah satu ketakutan dan kecemasan karena peningkatan pembatasan, yang telah menyebabkan gangguan dalam kehidupan sehari-hari orang-orang Uighur,”

Sampai saat ini pun kita ketahui rumah-rumah warga Uighur diatur sedemikian rupa agar ditinggali oleh satu orang warga China non Muslim yang terkadang seorang inteligen, untuk ditempatkan di rumah-rumah warga yang tak berdosa itu. Anak - anak gadis dipisahkan secara paksa dari keluarga mereka dan ditempatkan di sebuah tempat yang sangat jauh dari kampung mereka, dan entah apa yang terjadi pada gadis-gadis tersebut. Pemangkasan pakaian Islami secara paksa, pelarangan penamaan bayi sesuai budaya mereka, pelarangan penggunaan bahasa lokal, dilarangnya berkomunikasi dengan keluarga di luar negeri, penetapan pajak yang tidak masuk akal sudah menjadi pemandangan yang terjadi terlalu sering di tanah muslim Xinjiang.

Mungkin bagi masyarakat Uighur saat ini tergambar mengenai hadits Nabi Muhammad SAW yang mengatakan suatu waktu di mana memegang teguh ajaran agama Islam bagaikan memegang bara api itu sudah terjadi. Dan sampai kapan kita akan diam? Tidakkah kita takut bahwa jika kita diam, maka hal itu perlahan tapi pasti akan juga kita atau anak anak kita alami dikemudian hari?

Kemarin baru saja diperingat hari HAM. Apakah kita tidak malu dengan penindasan terhadap HAM yang semena-mena yang terjadi terhadap begitu banyak manusia, dan begitu banyak umat Islam? Haruskah cerita Muslim selalu menjadi sebuah cerita yang sedih dan penuh air mata? Apa artinya hari HAM ketika hak bertuhan sekalipun dihinakan dan membuat pelakunya menjadi korban penyiksaan?

Ghirah 212 belum lama ini pastinya telah mencengangkan dunia. Dan kekuatan seperti inilah, yang pasti, pasti dapat membuat perubahan. Apalagi di negara demokrasi, karena hak rakyat untuk didengar merupakan hak yang dimuliakan di sistem ini. Apabila kita sebagai umat Islam dapat senantiasa mengumpulkan kekuatan, mengesampingkan perbedaan-perbedaan remeh, kuat dan tangguh memanggul satu tujuan bersama, maka sesungguhnya kita dapat saja menyelamatkan begitu banyak nyawa sesama saudara kita di mana pun mereka berada di belahan bumi ini.

Allah SWT berfirman dalam alquran bahwa menyelamatkan satu orang akan dihargai Allah bagaikan menyelamatkan seluruh manusia, bayangkan, seluruh manusia. Bagaimana Allah SWT akan memuji kita di langit kekita kita pun berupaya menolong saudara2 kita bangsa Uighur, semata-mata karena Tuhan kita sama?

HAM adalah hak yang lahir berbarengan ketika seorang manusia lahir ke dunia, dan hak untuk memiliki keyakinan merupakan hak yang mendasar dan harus dihormati. Kita sebagai saudara seiman, harus melakukan sesuatu untuk mereka, kita bersama-sama harus bersuara kepada semua pihak yang terkait, kita bersama-sama harus berbuat apa yang kita bisa, sehingga paling tidak Allah SWT menyaksikan, bahwa kita telah sanggup untuk bersatu, bahwa kita, telah sanggup untuk dimenangkan.

Wallahu’Alam bisawab…

Comments (0)

write a comment

Comment
Name E-mail Website