Tajuk

Memenangkan Iman

Posted: 15/02/2017 at 07:00   /   by   /   comments (0)

Hari ini, insya Allah akan berlangsung pilkada serentak di 101 wilayah di seluruh Indonesia. Dari 101 wilayah tersebut, wilayah-wilayah lain jarang terekspose. Berita pilkada, rasanya adalah berita tentang Jakarta, yang lain seolah nyaris tak ada.

Padahal, memenangkan iman tak hanya urusan di Ibukota. Memilih dengan iman juga harus terjadi, dilakukan dan diperjuangkan di 101 wilayah, di seluruh daerah dan Indonesia.

Pilkada DKI Jakarta menjadi penting karena sekurang-kurangnya dia menjadi ukuran tiga hal. Pertama, Pilkada DKI Jakarta menjadi barometer dan alat ukur politik nasional terutama pemilihan dan peta politik secara nasional. Kedua, Pilkada DKI Jakarta menjadi penting karena Gubernur DKI Jakarta kerap kali disebut pula sebagai “Presiden Kedua” Republik Indonesia. Hal ini mengingat posisi politik Jakarta yang sangat penting secara nasional. Ketiga, Pilkada DKI Jakarta menjadi sangat penting karena ini bukan saja pertarungan antar kekuatan politik yang diwakili oleh partai-partai politik yang ada, tapi juga ini pertarungan modal dan kekuatan finansial yang menjadi back-up politik di Indonesia.

Meski ada tiga wajah baru yang tampil di panggung politik Pilkada DKI Jakarta, sesungguhnya ketiganya masih mewakili dan menjadi representasi kekuatan politik lama, gajah-gajah politik seperti Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono dan Prabowo Subianto. Pilkada DKI Jakarta menjadi semacam pemanasan untuk Pemilu 2019 dan Pilpres 2019.

Pada saat paslon Agus-Sylvi serta Anies-Sandi muncul, team suksesnya faham bahwa mereka menghadapi paslon Ahok-Djarot yang sudah mapan baik popularitas dan elektabilitasnya. Ahok jauh di atas, tidak tertandingi, dan sangat kuat. Tapi perjalanan waktu membuktikan, beberapa survei independen yang muncul mendapatkan hasil, suara dan dukungan Ahok terdegradasi.

Dari hasil survei lima lembaga survei yang kami amati antara tanggal 25 September - 11 November 2016, pasangan Ahok-Djarot berada pada rentang angka terendah 24,6 persen dan tertinggi 45,5 persen. Sementara Agus-Sylvi dalam waktu yang sama elektabilitasnya berkisar antara terendah 15,8 persen dan tertinggi 22,4 persen. Untuk pasangan Anies-Sandi terendah 18,8 persen dan tertinggi 25,4 persen.  Kemudian terlihat dalam dua bulan berjalan, Ahok berada pada posisi elektabilitasnya rata-rata terendah, sementara dua pasangan lainnya posisinya naik cukup tinggi.

Pilkada Jakarta menjadi salah satu pilkada yang harus kita menangkan dengan iman. Begitu juga 100 wilayah lainnya harus pula pemimpin-pemimpin beriman yang memenangkan. Jangan gentar dengan ancaman untuk memenangkan iman. Jangan goyah oleh bujuk rayu untuk memenangkan iman. Sebab, ancaman dan rayuan, hanya bertahan sesaat. Sementara iman yang akan menjadi sandaran.

Masuklah bilik suara hari ini, dengan membaca bismillah. Minta pertolongan kepada Allah SWT. Pilih yang paling beriman, setelah itu, lanjutkan perjuangan!

Comments (0)

write a comment

Comment
Name E-mail Website

*