Tajuk

MENASIHATI PENGUASA

Posted: 29/03/2018 at 09:20   /   by   /   comments (0)

Lengkap sudah predikat tidak baik yang diberikan oleh sebagian rakyat Indonesia ini kepada para pejabat atau pemerintahnya. Kadang sering muncul kata-kata mulai dari "maling" alias koruptor, tidak adil, tidak pro terhadap wong cilik, tidak menepati janji-janji saat kampanye dulu menurut sebagaian orang. Sebagiannya lagi mengatasnamakan agama dengan mengatakan bahwa pemerintah kita itu zhalim, thoghut, antek amerika, dan sebagainya.

Dalam Islam, menasehati Pemimpin pun Ada adab atau akhlak yg diajarkan oleh Rasul Dan para sahabatnya. Menasehati atau mengkritik dengan niat perbaikan itu merupakan sesuatu yang baik. Bahkan hal ini diperintahkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam dalam haditsnya:
"Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda, “Barang siapa di antara kamu yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia merubah dengan tangannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah dengan lisannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah dengan hatinya, dan itulah keimanan yang paling lemah.” [HR. Muslim no. 49]

Hadits di atas termasuk juga kemungkaran yang ada pada pemerintah kita.

Pada era ini adanya ketersediaan berbagai jenis saluran untuk mengkritik kinerja dan kebijakan-kebijakan pemerintah dengan ruang kebebasan yang terbuka dengan sangat besar dan setiap orang warga negara Indonesia mempunyai kesempatan untuk melakukan kritik tersebut. Namun sangat disayangkan jika kebebasan kritik ini malah menjadi ajang untuk meremehkan dan mencari-cari kesalahan pemerintah. Hal-hal yang ditakutkan akan memunculkan “perang” antar sesama kita, bila proses dalam mengkritik tidak santun.

Kebebasan mengkritik seharusnya dibarengi dengan niatan untuk merubah suatu hal yang salah menjadi lebih baik yang berkaitan dengan kritikan yang dapat membuat semua pihak terakomodasi kepentingannya, kritikan juga harus berfokus pada tujuan untuk menegaskan nilai-nilai demokrasi, keadilan dan kesejahteraan dan tentunya suatu kritikan harus disertai dengan alasan-alasan atau argumentasi yang masuk akal, jelas dan juga bijak, sertakan juga solusi-solusi dan gagasan-gagasan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut.

Utarakan ktirik dan nasehat tersebut pada pemerintah dengan santun, berkritik atau bernasehat dengan santun tentu bukan hanya dengan pemerintah saja tetapi juga pada semua pihak yang kita kritik. Hal ini akan menjaga stabilitas sistem kebebasan kritik di Indonesia agar tidak melampaui batas-batas yang akhirnya akan membuat adanya perpecahan, memang semua individu memiliki pendapat dan pandangannya masing-masing terhadap suatu permasalahan apalagi menyangkut dengan kebijakan-kebijakan pemerintah karena pada nantinya masyarakatlah yang akan menjalankan dan merasakan dampak dari kebijakan yang dibuat oleh pemerintah. Sehingga untuk berkritik memang sangat dibebaskan tentunya harus selalu berpegang pada nilai demokrasi, keadilan dan kesejahteraan selain itu juga harus tertib dengan menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa, jangan sampai kritik dan nasehat yang kita utarakan malah akan menjadi awal mula perpecahan dan akan membawa kita ke meja hijau karena telah salah dalam berktitik yang pada akhirnya berujung pada kritikan yang dianggap oleh orang lain seperti pencemaran nama baik.

Bila kritik dan nasehat yang kita sampaikan tidak diterima pemerintah, dan pemerintah tetap melenceng, maka kita sebagai umat telah memenuhi kewajiban dalam hal mengingatkan. bersabarlah dan berdoalah agar Allah swt merubah hati penguasa. Dan usaha kita sudah terpenuhi dalam hal mengingatkan.

Comments (0)

write a comment

Comment
Name E-mail Website

*