Tajuk

Menjaga Amanah

Posted: 04/12/2018 at 08:00   /   by   /   comments (0)

Sayyidina Umar bin Khattab dikenal sebagai khalifah yang peduli dengan rakyat. Dia adalah seorang pemimpin yang tegas. Tidak hanya itu, Umar juga suka menolong rakyatnya.
Pada suatu hari, Umar bin Khattab melakukan perjalanan seorang diri ke luar kota. Dia ingin melihat langsung kondisi rakyat yang dipimpinnya. Diriwayatkan oleh Abdullah bin Dinar, bahwa dia berjalan dengan Khalifah Umar bin Khattab ra. Dari Madinah menuju kota Mekah, di tengah perjalanan mereka berjumpa dengan seorang anak gembala, yang sedang turun dari tempat pengembalaan dengan kambing-kambingnya yang banyak.

Khalifah Umar bin Khattab ra. Ingin menguji anak tersebut, sampai dimana anak gembala tersebut bersifat amahah. Lalu Khalifah Umar bin Khattab menyapa anak gembala tersebut. Dan antara keduanya terjadi percakapan

Khalifah Umar berkata, "Wahai pengembala, banyak sekali kambing-kambingmu. Bersediakah kamu menjual seekor kambingmu itu kepadaku?"
"Maaf tuan, kambing-kambing ini bukan milikku. Aku hanya pengembala yang bekerja menerima upah saja. Kambing-kambing yang banyak ini adalah milik tuanku," jawab pengembala itu.

Khalifah Umar pun terus membujuk pengembala itu untuk menjual kambing-kambing yang digembalakannya. Dia pun berkata, "Wahai pengembala, majikanmu tidak akan tahu jika kamu menjualnya kepadaku seekor saja. Karena tidak ada orang yang tahu jika kamu menjual seekor kambing milik majikanmu kepadaku."

Si pengembala menatap wajah Umar. Dia pun berkata, "Wahai tuan, engkau benar tidak ada satu pun orang yang tahu jika aku menjual seekor kambing milik majikanku. Tapi, di mana Allah, tuan? Dia selalu melihat apa yang diperbuat oleh makhluk-Nya."

Khalifah Umar bin Khattab langsung gemetar mendengar ucapan si anak gembala. Rasa takut menjalari seluruh tubuhnya, persendian tulangnya terasa lemah saat itu. Khalifah menangis mendengar kalimat tauhid yang mengingatkannya pada keagungan Allah SWT dan tanggung jawabnya di hadapan-Nya kelak kemudian hari. Dia sangat kagum dengan kejujuran si pengembala yang tidak mau melakukan tindakan yang tidak terpuji.

Kemudian khalifah Umar bin Khattab pun meminta kepada si pengembala untuk mengantarkannya kepada sang pemilik kambing-kambing itu. Setelah sampai di tempat yang dituju, maka Umar bin Khattab bertanya kepada pemilik kambing tersebut, "Apakah saya boleh menebus budak pengembala ini, dengan maksud untuk saya merdekakan?" Jawab sang majikan, " Boleh saja, asal cocok saja tebusannya."

Setelah terjadi tawar menawar, khalifah Umar bin Khattab pun membeli si pengembala itu. Selain itu, dia pun membeli beberapa ekor kambing milik majikan si pengembala. Kemudian dia pun pun berkata anak ( si pengembala), "Sekarang kamu sudah saya tebus dan kamu akan saya merdekakan. Saya kagum dengan keteguhanmu dalam memegang amanah." Umar bin Khattab pun menyerahkan beberapa ekor kambing yang dibelinya kepada si pengembala.

Anak itu (pengembala), sangat senang sekali mendengar perkataan Umar bin Khattab. Dia merasa takjub terhadap kebaikan Umar yang baik hati, dan barulah kemudian dia tahu bahwa ia sedang berhadapan dengan seorang khalifah. Si pengembala itu pun menngucapkan terima kasih atas kebaikan Umar yang telah membebaskan dirinya dan memberikan beberapa ekor kambing.

Tidak diragukan lagi, pemimpin kita sepantasnya meneladani kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab yang arif, bijaksana dan adil. Kebijaksanaan dan keadilan Umar bin Khattab ini dilandasi oleh kekuatirannya terhadap tanggung jawabnya kepada Allah SWT.

Dari kisah ini juga semoga kita termasuk orang-orang yang bisa mengemban amanah, dan menjunjung tinggi kejujuran. Amanah dan Jujur adalah nilai yang paling tinggi yang harus di pegang oleh kita semua. Walau ada kesempatan si penggembala tadi untuk menjual kambingnya tanpa sepengetahuan dari majikanya tetapi Allah SWT maha tahu atas segala apa yang kita kerjakan didunia.

Wallahu’Alam ...

Comments (0)

write a comment

Comment
Name E-mail Website