Tajuk

Panggung yang Disiapkan Setan

Posted: 18/04/2017 at 07:40   /   by   /   comments (0)

Jika berguru dan mempelajari syahwat, maka akan tajam nafsu. Dan kelak di hari berkumpul dia akan di satukan bersama sang tuan guru: iblis namanya!

Setan dan iblis tak pernah berhenti menggelincirkan kita dari jalan yang benar. Agar memiliki teman di dalam siksa pedih! Iblis mengajarkan pada manusia untuk menutup mata dari jalan terang dan menuju jelaga peradaban yang hina.

Lalu manusia-manusia rendah menyebutnya kebebasan dan hak berpikir yang mulia, sungguh itu semua hanya sebutan untuk nafsu dan syahwat belaka. Melalui syahwat dan subhat, kelalaian dan nyayian, iblis mengirimkan lagu dan pemikiran, menyesatkan manusia dari jalan benar nan mulia.

Iblis menggoda para pemikir dan cendekia, dengan cara yang luar biasa, menolak nasihat bijak dan mendengar fatwa dari orang bodoh nan jahil! Iblis mengajarkan, menghina iman dan menista ulama adalah jalan keberanian dan gagah perkasa, kita lihat siapa yg akan tersenyum di akhir sana. Dan jangan bergabung bersama iblis durjana.

Setan mengajarkan pada kita untuk meninggalkan perintah dan melaksanakan tegah, atas nama kebebasan dan keunggulan manusia. Dengan cara, halus atau kasar, elegan atau menjijikkan mereka menarik paksa kita untuk tinggalkan syariat dan laksanakan maksiat. Tuan guru iblis berkata pada murid-murid jahanam, jangan sia-siakan masa mudamu, isi dengan gembira dan pikiran terbuka, jangan lugu dan kaku.

Tuan guru iblis mengatakan, pintu kebenaran dan kebaikan tidak tunggal, tapi beragam. Jangan jumud terimalah sudut mata yang terkembang. Begitu katanya pada murid teladan.

Setan merapal mantra dan mengajari ritual: beriman dengan rasa takut hanya dilakukan orang kampungan. Intelektual tak memelihara ketakutan dalam iman. Lalu dia akan mengajukan contoh dalam peradaban, para pemberani yg menantang: mulai dari Firaun, Qarun dan Hammam.

Abu Lahab, Abu Jahal, Ubay Salul muncul dalam bentuk baru, mengusung kerusakan, keingkaran, dan adu domba, dengan kemasan lebih intelektual dan menawan.

Yang mereka puja: pembuat kerusakan, penghancur akhlak dan moral, tapi disebut dengan halus sebagai intelektual, kemajuan dan tak perlu dilarang. Yang mereka benci: para alim yg menghalangi kejahiliyahan, orang zuhud yg menolak godaan, dan mujahid yg disebut para pelanggar HAM.

Orang awam disesatkan dengan gemar membincangkan keburukan saudara, menelikung dengan hiburan, mengelabui dengan tipuan.

Para pemikir digoda popularitas semu, tepuk tangan palsu, guyuran dolar untuk semua program, membanggakan diri dan kehilangan rasa malu. Para peniaga ditipu dengan gaya hidup riba, menolak zakat dan sedekah, dan hidup berlebihan dalam tabzir yang membinasakan.

Pemuda dijauhkan dr agama, dibuat benci pada jihad-Nya, dibuat abai pada perintah, dibangun jarak agar tak kenal quran dan sunnah. Syahwat ditiupkan dgn berbagai cata utk menjerat pemuda, mulai dari syahwat seksual tingkat rendah, sampai syahwat tinggi rakus kuasa.
Pemuda kembalilah!

Panggung dan lampu akan disiapkan, sebagai tempat untuk mengusung pemikiran sesat. TV dan koran siap mendukung, menyebut para penentang, sebagai radikal, militan dan fundamental!

Mereka sebenarnya takut dan rapuhnya tak alang di depan kaum beriman. Maka jangan mundur meski sejengkal, lawan saja dengan gagah. Semoga kita berada di jalan yang baik dan benar. Selamat berjuang!

(Visited 72 times, 1 visits today)

Comments (0)

write a comment

Comment
Name E-mail Website

*