Tajuk

Pelajaran dari Dunia Komik

Posted: 13/04/2017 at 07:00   /   by   /   comments (0)

Ada seorang komikus asal Indonesia yang pekan ini menggerakkan dunia komik dunia. Wabil khusus para pembaca komik Marvel Comics. Ardian Syah, komikus Indonesia itu menyisipkan pesan dan semangat 212 dalam gambar-gambarnya yang beredar di seluruh dunia dalam bentuk buku komik maupun digital.

Dalam seri komik terbaru “X-Men Gold #1” Ardian Syah memasukkan beberapa pesan terselubung seperti 212, QS 5:51, ke dalam gambar-gambarnya. Komik Marvel terbaru “X-Men : Gold #1” yang digarap Ardian Syah berdasarkan “Arrow and Legends of Tomorrow” yang ditulis oleh Marc Guggenheim, mulai beredar di pasaran awal pekan ini.

Angka-angka tersebut muncul dalam gambar pada baju yang dikenakan tokoh dalam komik tersebut, tertempel digedung, spanduk dan beberapa gambar lainnya. Dan ternyata gambar-gambar ini memicu alarm para pembaca komik yang langsung ramai membahas. Bahkan ada yang menyebut Ardian Syah telah memasukkan pesan-pesan anti semitic, anti yahudi, di dalam gambarnya.

Kontak Marvel Comics mengumumkan akan segera mengambil tindakan disiplin untuk Ardian Syah atas karya dan komik yang dibuatnya. Karya Ardian Syah ini akan dihapus dari buku komik cetak, komik versi digital, dan barang-barang cetak yang diperdagangkan lainnya dan Marvel Comics akan mengambil tindakan disiplin atas perbuatan ini.

Bisa saja ini akan membuat karir Ardian Syah berakhir di dunia komik Internasional. Meski lewat akun Facebooknya Ardian Syah mencoba menjelaskan, "M LMaksud surat Al Maidah ayat 51 yang diselipkannya dalam komik karyanya, disertai pernyataan, “nomor itu adalah soal keadilan. Itu adalah nomor cinta kasih. Cinta kasih saya pada Nabi saya.”

Lihat betapa terasa sikap mereka yang tak setuju dengan nilai-nilai, simbol-simbol Islam yang disampaikan Ardian Syah. Langsung muncul punishment pada Ardian Syah. Mereka solid dan kuat, cepat dan tanpa kompromi. Munculnya angka 5:51, 212 disebut dan dianggap sebagai simbol-simbol anti semitic dan anti yahudi. padahal yang terjadi sungguh jauh dari itu semua.

Sungguh betul, orang-orang kuffar itu saling memberi pertolongan, saling menjaga punggung dan saling memberikan tangan. Itu memang sudah menjadi semangat bersama mereka. Yang salah adalah saat kita, orang-orang Islam, justru saling menikam, saling berkhianat, saling serang antar sesama, maka sesungguhnya yang salah adalah kita. Semoga menjadi pelajaran.

(Visited 47 times, 1 visits today)

Comments (0)

write a comment

Comment
Name E-mail Website

*