Tajuk

Revolusi Budaya Membaca Indonesia

Posted: 08/08/2017 at 09:00   /   by   /   comments (0)

UNESCO mencatat pada 2012 indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001. Artinya dalam setiap 1.000 orang, hanya ada satu orang yang punya minat membaca. Sedangkan UNDP merilis angka melek huruf orang dewasa Indonesia hanya 65,5 %, sementara Malaysia sudah mencapai 86,4 %.

Hanya 1 dari 1000 orang Indonesia yang punya minat baca. Jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2013 diperkirakan sebanyak 250 juta jiwa. Artinya hanya ada sekitar 250.000 orang yang membaca.

Jumlah perpustakaan yang ada di Indonesia saat ini hanya 2.585 perpustakaan. Jika dihitung secara rasio dengan jumlah penduduk Indonesia, maka satu perpustakaan umum harus sanggup melayani 85 ribu penduduk. Menurut data Badan Penelitian dan Pengembangan Perpustakaan Nasional, dari 64.000 desa yang ada di Indonesia, ternyata yang mempunyai perpustakaan hanya 22%.

Sedangkan Jumlah unit perpustakaan di berbagai departemen dan perusahaan baru sekitar 31%. Rendahnya minat baca di kalangan siswa pun tidak terlepas dari persoalan perpustakaan sekolah yang tidak mencukupi dan memadai. Hal ini terlihat dari 110 ribu sekolah yang ada di Indonesia teridentifikasi hanya 18% yang mempunyai perpustakaan.

Dari 200 ribu unit Sekolah Dasar di Indonesia, hanya 20 ribu yang memiliki perpustakaan standar. Demikian pula dengan SLTP, dari 70 ribu unit SLTP, hanya 36% yang memenuhi standar.

Untuk SLTA, hanya 54% yang punya perpustakaan berkualitas standar.Sementara itu, dari 4 ribu Perguruan Tinggi di Indonesia, hanya 60% yang memenuhi standar.

Sedangkan dari sekitar 1.000 instansi diperkirakan baru 80-90% yang memiliki perpustakaan dengan kualitas standar. Badan Penelitian dan Pengembangan Perpustakaan Nasional menyebutkan bahwa dari 3.000 jumlah SD dan SLTP di Indonesia, hanya 5% yang memiliki perpustakaan. Memang banyak masalah yang menganggu minat baca masyarakat kita.

Sementara, jika dibandingkan, budaya literasi di dunia barat, khususnya Amerika, dalam satu tahun, rata-rata warga Amerika berusia 18 tahun ke atas menghabiskan 11 – 20 buku dalam setahun. Bahkan, 25 persen warga Negeri Paman Sam menghabiskan lebih dari 21 buku setahun.

Harga buku pun juga luar biasa, terhitung murah. Untuk buku dengan tebal hingga 200 lembar, harganya berkisar $15 hingga $40. Bila sekali makan standar dan sederhana di Amerika menghabiskan $10, berarti harga buku di Amerika sekitar 2 hingga 4 kali lipat harga makanan.

Harga e-book bisa jadi jauh lebih murah, hingga 50-80 persen dari harga buku konvensional. Perpustakaan mudah dijumpai, ramah dan nyaman dikunjungi. Toko buku juga luar biasa jumlahnya.

Kita mendambakan negeri yang gemar membaca, tinggi ilmunya, sehingga dengna demikian akan mengundang pertolongan Allah untuk meninggikan derajatnya sebagai orang-orang yang berilmu. Dan orang-orang yang berilmu, maka manfaat dan amalnya juga sangat luas dan tinggi.

Maka yang harus dibangun oleh Indonesia, tidak hanya insfrastruktur, bangunan dan jalannya. Tapi lebih dari itu, Indonesia harus berhasil dan mampu membangun jiwanya, Indonesia harus mampu membangun manusianya. Manusia Indonesia, agar kita bisa berucap dengan bangga Indonesia Raya. Insya Allah...

(Visited 20 times, 1 visits today)

Comments (0)

write a comment

Comment
Name E-mail Website

*