Tajuk

Salahuddin, Maafkan Kami

Posted: 20/09/2018 at 09:32   /   by   /   comments (0)

Penaklukan masjid Al Aqsa di Yerusalem Palestina oleh Salahuddin Al Ayubi digambarkan seorang penulis terkenal Karen Amstrong dalam bukunya Perang Suci, tak ada satu orang Kristen pun yang dibunuh. Tak ada pula perampasan harta benda. Salahuddin menangis tersedu-sedu melihat Yerussalem karena keadaan mengenaskan akibat keluarga-keluarga yang hancur terpecah-belah. Dan ia pun membebaskan banyak dari mereka, sesuai imbauan Alqur'an.

Keadilan dan kenegarawanan Salahuddin pun membuat umat Nasrani yang tinggal di Yerusalem saat itu berdecak kagum. Seorang tua penganut Kristen pun bertanya kepada Salahudin. ''Kenapa tuan tidak bertindak balas dendam terhadap musuh-musuhmu?''. Salahuddin menjawab, ''Islam bukanlah agama pendendam bahkan sangat mencegah dari melakukan perkara diluar perikemanusiaan, Islam menyuruh umatnya menepati janji, memaafkan kesalahan orang lain yang meminta maaf dan melupakan kekejaman musuh ketika berkuasa walaupun ketika musuh berkuasa itu umat Islam ditindas.''

Mendengar jawaban itu, bergetarlah hati orang tua itu. Ia pun kemudian berkata, ''Sungguh indah agama tuan! Maka diakhir hayatku ini, bagaimana untuk aku memeluk agamamu?'' Salahuddin pun berkata, ''Ucapkanlah dua kalimah syahadah”.

Hingga kini, kemuliaan hati dan keberanian Salahuddin masih tetap dikenang umat Islam dan orang-orang Barat. Menurut Dr Jonathan Phillips, pengajar di University of London dan penulis beberapa buku tentang Perang Salib, Salahudin merupakan pahlawan utama bagi umat Islam.

Ikhwan Akhwat....
Lihatlah pelataran Palestina hari ini, menjadi catatan pilu bagi lebih dari 1,8 miliar atau setara dengan 24% dari populasi muslim global yang menduduki proporsi terbesar kedua didunia. Namun dengan sebegitu banyaknya muslimin hari ini, mereka tidak mampu membebaskan secuil tanah seluas 365 km², yaitu tanah Gaza penuh duka.

Tanah sempit yang selalu dihujani roket-roket buta, dan telah merenggut nyawa rakyat jelata tak terhitung jumlahnya. Blokade selama 12 tahun, tidak hanya makan, minum serta aliran listrik yang diatur, hingga banyaknya balita yang tidak mengenal ayah bundanya karena telah syahid, dari beringasnya moncong-moncong senjata Zionis Israel.

Ingatkah kita, semangat perjuangan 831 tahun lalu, tepatnya hari ini 20 September menjadi hari dimulainya pembebasan Palestina oleh Yusuf bin Najmuddin al-Ayyubi atau yang dikenal dengan Salahuddin Al Ayubi. Kala itu, Setelah 88 tahun dikuasai serdadu Salibis, dimulailah oleh Salahuddin untuk merebut kembali kota Yerussalem, Palestina yang diduduki. Pasukan tentara Islam yang dipimpin Salahudin Al-Ayubi berhasil menaklukan dan membebaskan Palestina beserta seluruh pelatarannya termasuk Gaza dari kedzaliman dan kebiadaban.

Sekali lagi, lihatlah pelataran Palestina hari ini, tanah yang rindu sosok langkah kaki gegap gempita mu wahai Salahuddin Al Ayubi. Wahai ruh Salahuddin, dengarlah, tanah suci yang Allah berikan keberkahan di sekelilingnya, yang pernah engkau bebaskan kala itu atas kehendak-Nya. Kini sudah sekian lama tergenang kembali oleh darah kaum muslimin yang tak berdosa atas jajahan Zionis Israel ditanah Gaza, Palestina.

Sejak 30 Maret lalu, setidaknya 183 warga Palestina telah tewas akibat tembakan tentara-tentara Israel di Gaza. Tak puas membunuh dengan senjata, pesawat tempur pun dikerahkan sehingga dua warga Palestina menjemput syahidnya. Bukan hanya itu saja, tindakan-tindakan secara sistematis termasuk menutup dana bantuan, menjadikan warga Gaza diambang kematian. Pendidikan bagi sekitar 500 ribu anak di hampir 700 sekolah dan penyediakan fasilitas kesehatan bagi 9 juta pasien di hampir 150 klinik kesehatan terancam tutup, sebab sang sekutu utama Israel Donald Trump telah menutup keran sumbangan dengan sumbatan keberingasannya.

Jika kau saat ini mengetahuinya, jika kau saat ini menyaksikannya, apakah yang akan engkau lakukan wahai Salahuddin?. Maafkan kami yang kadang melupakan, maafkan kami yang penuh kesibukan, semoga kita dan kaum muslimin menjadi barisan Salahuddin, dan segera membebaskan Al Aqsa, Yerussalem, Gaza, Palestina.

Wallahu’Alam Bishshowwab...

Comments (0)

write a comment

Comment
Name E-mail Website

*