Tajuk

Tunjukkan Empati

Posted: 07/08/2018 at 06:31   /   by   /   comments (0)

6 Agustus 1945 diperingati oleh Jepang sebagai hari terperih dalam sejarah mereka. Di hari ini 73 tahun yang lalu, sebuah pesawat Bomber 29 Siperfortress bernama Enola Gay yang dikemudikan Letkol Paul W Tibbets dikirim untuk menjatuhkan bom atom peluluh lantak pertama kalinya dalam sejarah dunia ke atas kota Hiroshima.

Ledakan ini memakan korban 90 persen dari populasi kota di mana lebih dari 80.000 nyawa harus melayang dalam sekejap. Meski puluhan ribu nyawa lainnya tak langsung meninggal, namun akhirna menderita efek radiasi yang dampakna tak kalah megerikan hingga harus meregang perlahan-lahan.

Tiga hari setelahnya, bagai tak puas dengan hasil dari bom atom pertama, pesawat Bomber B29 sekali lagi menjatuhkan bom atomnya di kota Nagasaki. Ledakan maha dahsyat itu menciptakan bola api besar yang suhunya mencapai 3.900 derajat Celcius. Efek ledakan menghasilkan angin yang bertiup hingga 1.000 km/jam, menyapu bangunan rata dengan tanah, dan menyeret nyawa 40.000 penduduk Nagasaki.

Bagi Indonesia, di tahun itu, apapun yang dapat menjadi sebab bagi kemerdekaan rakyat Inndonesia akan kita syukuri. Akan tetapi, sebagai manusia yang memiliki hati nurani, tetap tak akan tega kita melihat potongan daging dari tubuh anak-anak Jepang harus meleleh, sedangkan ia tidak tahu apa-apa.

Ikhwan akhwat, semoga perasaan yang sama dirasakan oleh banyak orang ketika mereka melihat Lombok porak poranda. Sekitar 400-an gempa disusul dengan gempa terakhir berskala 7 skala richter telah meratakan Lombok kota seribu masjid itu dengan tanah. Kurang lebih 100 orang tercatat meninggal dunia, dan korban luka-luka begitu banyaknya, sehingga pengobatan terhadap mereka harus dilakukan di lapangan parkir rumah sakit di kota tersebut.

Banyak yang langsung mengaitkan antara gempa yang terjadi sebagai teguran Allah. Sebagaimana diceritakan bagaimana Umar bin Khattab ketika Madinah tergucang gempa, beliau langsung mengetukkan tongkatnya ke bumi dan berkata, “Wahai bumi adakah aku berbuat tidak adil?” Lalu berkata lantang, “wahai penduduk Madinah. Adakah kalian berbuat maksiat? Tinggalkan perbuatan itu, atau aku akan meninggalkan kalian.”

Memang betul kisah itu ada. Tapi tolong jangan kita kerahkan energi dan waktu kita untuk itu, setidaknya tidak sekarang. Apabila dengan sejarah Hiroshima dan Nagasaki saja, hati kita bisa terenyuh, apalagi dengan saudara setanah air kita? Jangan kaitkan apa yang terjadi dengan apapun. Kita kerahkan bantuan kita dengan apapun yang kita punya, berbuat apapun yang kita bisa, dan doakan mereka, agar Allah SWT selalu ampuni, rahmati, memberi pertolongan dan kemudahan.

Kami mengundang ikhwan dan akhwat untuk mengulurkan tangan kepada penduduk Lombok, kota seribu masjid, lewat organisasi manapun yang ikhwan dan akhwat inginkan. Agar kiranya menjelang hari raya Idul Adha nanti, anak-anak di sana dapat tersenyum walau harus duduk di antara puing-puing rumah mereka.

Dengan tanggung jawab Bersama, kita dapat bernapas lega karena kita sudah termasuk ke dalam golongan manusia-manusia penyayang. Dan Allah yang maha Penyayang, pasti akan mencurahkan rahmatnya kepada siapapun yang penyayang.
Tinggalkan banyak berkomentar, Jangan saling menyalahkan dan apalagi mengaitkan bencana ini dengan politik. Hentikan perselisihan, Mari bersatu kita sibukkan diri dengan membantu sesama.
WallahuA’lam Bishshowwab…….

Comments (0)

write a comment

Comment
Name E-mail Website

*