Tajuk

Umat Menginginkan Persatuan

Posted: 04/12/2017 at 10:00   /   by   /   comments (0)

Setelah semua yang kita lalui. Setelah semua yang kita alami. Semua pengalaman itu mengajarkan kita agar Umat Islam bersatu. Itulah yang kita saksikan pada Reuni 212 yang lalu. Kaum Muslimim berkumpul karena mereka berharap. Dan itu pula yang sejak awal menjadi cita-cita berdirinya Radio Silaturahim. Karena itu, kami akan mendukung siapapun yang menyeru persatuan ini. Jadilah Islam yang Satu!

Kata Islam yang Satu ini bukanlah kata dan kalimat yang baru. Bukan kalimat yang kita ada-adakan. Dan bukan pula hal yang dibangun oleh manusia. Kalimat Islam yang Satu ini adalah sesuatu yang menjadi pokok ajaran seluruh Rasul dan Nabi-nabi yang diutus Allah SWT.

Pesan yang disampaikan Allah kepada para nabi dan rasul-Nya untuk diteruskan dan diserukan kepada umatnya, semuanya adalah pesan yang sama yaitu menegakkan agama Allah SWT dalam seluruh aspek kehidupan manusia, bersatu, tidak bercerai berai.

Dalam Al Quran ada kisah tentang wasiat Ibrahim kepada anak-anaknya, agar semua betul-betul berpegang teguh atas apa yang diwasiatkan Allah kepada umatnya, agar mereka tidak mati kecuali dalam keadaan Muslim. Janganlah kalian tergolong dalam golongan musyrikin. Siapakah mereka?

Mereka adalah orang-orang yang suka berpecah belah, suka memecah belah agama Allah. Seolah-olah bersatu di bawah agama Allah tapi masing-masing dengan sangat teguh memegang bendera masing-masing, dengan loyalitas pada doktrin-doktrin dan membawa kefanatikannya masing-masing. Setiap kelompok bangga dalam membawa benderanya masing-masing.

Di tengah-tengah pertentangan semua kelompok dan golongan yang menyerang kaum Muslimin ini, kita perlu memiliki terapi yang mampu mengobati dan menyembuhkan. Satu-satunya jalan untuk membersihkan umat dari fanatisme ini adalah kembali kepada Islam yang Satu.

Dan sebenarnya, tambahan kalimat yang satu setelah kata Islam hanya sebuah penegasan bahwa kita harus kembali kepada Islam. Yaitu Islam yang dibawa oleh nabi terdahulu sampai dengan nabi kita, Muhammad SAW. Bahkan di dalam akhir surah al An’am:161:

قُلْ إِنَّنِى هَدَىٰنِى رَبِّىٓ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ دِينًا قِيَمًا مِّلَّةَ إِبْرَٰهِيمَ حَنِيفًا ۚ وَمَا كَانَ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ

Katakanlah: “Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus, dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang musyrik.”

قُلْ إِنَّ صَلَاتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.

Ini merupakan baiat yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim, baiat semua orang yang beriman kepada Allah, bahwa hidupnya, amalnya, ibadahnya, hanya untuk Allah semata. Dengan ini kita menyeru kepada semua kaum Muslimin untuk kembali kepada seruan Islam yang satu.

Barangkali bersatu pada pendapat yang satu, adalah hal yang mustahil. Karena sudut pandang setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda. Tapi kita menyeru agar setiap kaum Muslimin memiliki sudut pandang yang lebih luas, lebih lebar dan bermusyawarah dengan baik dalam Islam sehingga kita mampu mengambil kesimpulan yang lebih luas.

Khilafiyah adalah proses yang sangat manusiawi. Justru dengan berbeda pendapat, maka manusia bisa memberikan pendapat kepada yang lainnya. Dengan syarat lapang dada dan tidak memiliki hasad dihatinya.

Islam hanya satu. Nabi SAW mengajak kita untuk berserah diri kepada Allah. Tidak mengajak kita menyembah kelompok atau golongan. Jadikan kehidupan Rasul sebagai contoh dan acuan bagi kehidupan kita. Tapi kalau kita masuk dalam perangkap golongan, kita akan menjadi kerdil dan kecil. Bukan sungai-sungai yang masuk ke dalam samudera, tapi menjadi air yang masuk ke dalam saluran-saluran yang lebih kecil.

Tugas kita tidak hanya mencerdaskan manusia agar menggunakan ilmunya untuk kebaikan dan memberikan manfaat kepada seluruh alam. Kita juga perlu membantu manusia lainnya untuk mensucikan dirinya, jiwanya. Menjadikan manusia sebagai makhluk yang beradab.

Radio Silaturahim membawa sesuatu yang jelas, gamblang dan terang benderang. Islam yang Satu. Kita tidak mengajak kaum Muslimin menuju perpecahan. Kita tidak mengajak kaum Muslimin kepada perselisihan. Kita tidak mengajak kaum Muslimin dalam kebencian. Maka semoga Allah menguatkan dan melindungi kita. Memudahkan dan mengangkat derajat kita. Menggembirakan kita dengan kabar baik dan akhir yang baik. Sebagai orang-orang yang berdiri menyeru persatuan umat ini, jangan lemah, jangan sedih, jangan risau dan jangan berputus asa. Karena Insya Allah kita berada di jalan yang benar.

Comments (0)

write a comment

Comment
Name E-mail Website

*