Tajuk

Waktunya “Wukuf”

Posted: 20/08/2018 at 08:00   /   by   /   comments (0)

Jutaan Jamaah haji hari senin 20 Agustus 2018 atau 9 Zulhijah 1439 H mulai melakukan wukuf di Arafah, Mekah Arab Saudi, Ritual ini juga kerap disebut sebagai puncak ibadah haji. Mereka bermunajat di tempat dipertemukannya Nabi Adam dan Siti Hawa. Tempat di mana Nabi Ibrahim menjalankan perintah Allah SWT untuk menyembelih putranya, Ismail alaihissalam. Allah SWT kemudian mengganti Ismail dengan seekor domba yang kemudian disyariatkannya ibadah qurban.

Menurut Ibnu Abbas, dinamakan dengan Arafah karena di tempat itulah manusia mengakui dosa dan kesalahan-kesalahannya, lalu mereka bertobat. Karena, nabi Adam dan Hawa setelah keduanya dikeluarkan dari surga ke bumi, di Arafah-lah keduanya insyaf menyadari kesalahan dan dosanya kepada Allah, lalu memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya. "Keduanya berkata: 'Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi'." (Qs. Al-A'raf ayat 23).

Jamaah haji melaksanakan wukuf dengan mendengarkan khutbah Arafah kemudian shalat Dhuhur dan Ashar jamak takdim qashar, dengan satu azan dan dua kali iqamat, disusul dengan lantunan doa-doa kepada Allah SWT. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Haji adalah Arafah”. Allah SWT berfirman dalam Quran Surat Al Baqarah ayat 198, Artinya "Maka apabila kamu telah bertolak dari Arafah, berdzikirlah kepada Allah di Masy'aril Haram. Dan berdzikirlah dengan menyebut Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat”.

Secara amaliyah, wukuf berbeda dengan thawaf, sai, atau shalat yang membutuhkan gerakan-gerakan dan aktifitas tertentu. Namun, tidak ada aktifitas dalam wukuf kecuali dengan duduk memperbanyak istighfar, dzikir dan bermunajat kepada Allah SWT. Wukuf artinya berhenti atau berdiam diri. Wukuf mengajarkan bahwa ia harus mampu merenungi dan menyadari dosa-dosa masa lalunya, kemudian bertobat kepada Allah SWT. Allah ingin mengajarkan kepada kita bahwa setiap orang memerlukan terminal-terminal pemberhentian di tengah-tengah kesibukan duniawiahnya.

Maka, bisa dipahami bahwa shalat pun, bagi orang beriman merupakan wukuf harian. Di saat orang sedang sibuk dan larut dalam pekerjaan duniawiahnya, tiba-tiba Allah memanggilnya untuk shalat. Dengan demikian, shalat lima waktu adalah wukuf-wukuf harian yang telah Allah tentukan agar kita mampu berhenti sejenak dari hiruk pikuk duniawiah untuk mengingat Allah dan memohon petunjuk-Nya.

Wukuf di Arafah adalah kesempatan untuk bermunajat dan memohon rahmat-Nya. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Doa yang paling utama adalah doa pada Hari Arafah. Dan perkataan yang paling utama yang aku dan para nabi sebelumku selalu mengucapkannya adalah 'Lâ Ilâha illaLlâh, wahdaHû lâ syarīka laHu'.” (HR. Malik dan Tirmidzi).

Dalam sebuah riwayat Ibnu Hibban menjelaskan “Ketika para hamba-Nya sedang berwukuf, Allah SWT membanggakannya di hadapan seluruh malaikat-Nya. "Apabila ada seorang yang sedang wukuf di Arafah, Allah SWT turun ke langit dunia, dan berkata (kepada para malaikat): Lihatlah hamba-hamba-Ku itu, mereka datang kepada-Ku dari berbagai penjuru dengan tubuh penuh debu dan rambut kusam, saksikanlah bahwa Aku telah mengampuni dosa-dosa mereka, meskipun dosa-dosa mereka itu sebanyak bintang-bintang di langit atau sebanyak pasir di pesisir pantai. Jika seseorang dari mereka melempar jumrah, maka Allah akan memberinya pahala hingga Hari Kiamat kelak. Jika ia memotong rambutnya, maka pada setiap helai rambut yang jatuh dari kepalanya akan menjadi cahaya di Hari Kiamat kelak. Dan apabila mereka akhiri hajinya dengan thawaf (ifadhah), maka dia akan kembali suci layaknya seperti baru dilahirkan oleh ibu kandungnya”.

Lalu, bagaimana dengan orang yang belum atau tidak sempat menunaikan wukuf di Arafah? Melalui Sifat Adil dan Bijaksana-Nya, Allah dan Rasul-Nya menetapkan ibadah puasa sunnah Arafah pada 9 Dzulhijah. Puasa sunnah ini ditegaskan oleh Rasulullah SAW dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Maka, puasa sunnah Arafah adalah 'wukuf'nya orang-orang beriman yang tidak menunaikan haji.

Semoga para jamaah haji yang telah wukuf di Arafah, termasuk orang-orang yang pandai memelihara kesucian itu sekembalinya di tanah air kelak, dan tidak lagi dinodai dengan perbuatan-perbuatan dosa. Itulah hakekat haji mabrur.
Wallahu;Alam Bishshowwab ...

Comments (0)

write a comment

Comment
Name E-mail Website

*