Warta Rasil

Sejahrawan : PKI melakukan Pemberontakan sebanyak 5 Kali terhadap NKRI

Posted: 02/10/2012 at 12:04   /   by   /   comments (0)

CIBUBUR, WARTARASIL – ada banyak sisi sejarah yang tersembunyi, terutama sejarah yang terjadi pada tahun 1965. Dalam dialog Halaqoh Kebangsaan yang di adakan di Kantor MUI dengan tema “Mengungkap Fakta dan Peristiwa Kelam 1965 (G30S-PKI) “, hadir beberapa tokoh masyarakat diantaranya adalah Fahmi Idris (Tokoh Politik), Alfian Tandjung (Pengamat Pergerakan Komunis), Taufiq Islamil (budayawan), Hary Tjan Silalahi dan Ahmad Manysur Suryanegara (sejarawan).

Dalam dialog menurut Ahmad Mansyur Suryanegara (sejarawan) mengungkapkan  bahwa sedikitnya PKI telah melakukan 5 kali pemberontakan terhadap NKRI. Pertama, dilakukan oleh kelompok Sosialis Soetan Sjahrir yang melakukan Kudeta Tak Berdarah pada tanggal 16 oktober 1945. Yang kemudian membatalkan seluruh keputusan komite Nasional Indonesia Pusat- KNIP, 22 Agustus 1945. Dan menggeser dan menggantikan pimpinan nasioanl yang pernah bekerja sama dengan pemerintah balatentara Jepang, kecuali Presiden dan Wakil Presiden.

Kedua, PKI di bawah mohammad Joesoep dengan menggunakan Laskas Pesindo (Pemuda Sosialis Indonesia) melancarkan kudeta di Cirebon, 12 februari 1946 denga pertimbangan Rusia di bawah Stalin sebagai kelompok sekutu dalam perang dunia II. Setelah perang dunia II berakhir, Belanda merasa berhak menerima kembali daerah jajahannya. PKI sebagai anggota Komintern berpihak kepada Sekutu, bersikap tidak membenarkan Proklamasi 17 Agustus 1945, Indonesia merdeka tanpa Belanda.

Ketiga, kelompok Komunis Nasional di bawah pimpinan DatukTan Malaka, melancarkan kudeta terhadap pemerintah yang di pimpin oleh Soetan Sjahrir, 3 Juli 1946. Menuntut testamen politik bahwa presiden dan wakil presiden pernah berjanji akan meyerahkan kepemimpinan nasional kepada Tan Malaka.

Keempat, PKI dibawah kepemimpinan Amir Sjarifoeddin dan moeso, didukung oleh Pesindo dan Front Demokrasi Rakyat – FDR, Melancarkan Kudeta PKI di Madiun, 19 September 1948 berupaya menumbangkan Kabinet Hatta. Dengan adanya kudeta PKI di madiun, Presiden Soekarno menyatakan PKI sebagai Teroris.

Setelah perang Dunia II berakhir dan melahirkan Perang Dingin antara blok barat dan timur atau blok Demokrasi dan Komunis. Perang Kemerdekaan Indonesia 1945-1950 M, melahirkan perjuangan membebaskan irian Barat dan Konfrontasi Indonesia – Malaysia. Kelanjutan dari konsep demokrasi Terpimpin, menjadikan PKI yang pada awalnya di cap sebagai teroris oleh Presiden Soekarno pada saat terjadinya kudeta PKI di madiun, mendapat kesempatan menduduki Lembaga-lembaga Tinggi Negara dan Front Nasional yang pernah didirikan pada masa kudeta PKI di Madiun.

Dan pada kondisi inilah, PKI kembali melancarkan Kudetanya yang kesekian kali yang dikenal dengan nama G 30 S/PKI di Jakarta. Dampaknya, partai politik dinilai tidak mampu menciptakan kkesatuan Bangsa. (akh)

(Visited 1,486 times, 67 visits today)

Comments (0)

write a comment

Comment
Name E-mail Website

*