Kampung Ramadan Jogokariyan Digelar, Ketua DKM Ungkap Toko Roti Tutup 61 Persen Biaya Operasional

Yogyakarta, Rasilnews — Kampung Ramadan Jogokariyan kembali digelar di kawasan Masjid Jogokariyan, Yogyakarta. Tahun ini, kegiatan tersebut diikuti oleh 413 lapak, dengan 248 lapak di antaranya diisi oleh keluarga besar Kampung Jogokariyan.

Ketua Takmir Masjid Jogokariyan Yogyakarta periode 2023–2026, M. Rizqi Rahim, menyampaikan bahwa jumlah UMKM yang ikut meramaikan Kampung Ramadan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah, tahun lalu ada 220 lapak. Tahun ini bertambah menjadi 248 lapak dari warga asli Kampung Jogokariyan, artinya ada 28 pedagang baru yang bergabung. Sisanya diisi oleh pedagang dari luar kampung,” ujar Rizqi saat membuka kegiatan Kampung Ramadan Jogokariyan, Rabu (19/02/2026).

Ia menegaskan bahwa Kampung Ramadan tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga momentum penguatan nilai-nilai keislaman. Rizqi berpesan kepada para pedagang, khususnya yang beragama Islam, agar tetap menjaga kewajiban ibadah di tengah kesibukan berdagang.

“Kami berpesan agar para pedagang tetap menjaga salatnya. Sebab Allah SWT telah menjanjikan keberkahan bagi negeri yang penduduknya beriman dan bertakwa. Semoga negeri kita senantiasa dilimpahi keberkahan dari langit dan bumi,” tuturnya.

Rizqi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, Kampung Ramadan merupakan hasil kerja kolektif yang mengedepankan semangat kebersamaan dan keberkahan berjamaah.

“Ini adalah hasil kerja bersama. Semoga setiap kebaikan yang lahir dari acara ini menjadi pahala yang mengalir bagi kita semua, juga bagi para pendahulu kita,” katanya.

Di sisi lain, ia memaparkan perkembangan unit usaha masjid. Tahun lalu, pihak takmir melaunching toko roti sebagai upaya menopang biaya operasional yang terus meningkat seiring bertambahnya aktivitas dan fasilitas masjid.

“Alhamdulillah, setelah dibukanya toko roti, saat ini hasil usaha margin mampu menutup sekitar 61 persen biaya operasional. Harapannya ke depan bisa tertutup sepenuhnya,” jelas Rizqi.

Takmir juga berencana mengakuisisi rumah di sebelah selatan masjid yang akan dimanfaatkan untuk kegiatan sosial. Ia memohon doa dan dukungan masyarakat agar rencana tersebut dapat segera terealisasi.

Menutup keterangannya, Rizqi mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum perbaikan diri.

“Semoga kita semua lulus Ramadan tahun ini, menjadi hamba yang diampuni dosa-dosanya, kembali fitri, semakin dekat kepada Allah SWT, serta menjadi pribadi yang semakin bersyukur dan bertambah ilmunya,” pungkasnya.

Comments (0)

Your email address will not be published. Required fields are marked *