Yogyakarta, Rasilnews – Takmir Masjid Jogokariyan mengajak manajemen Radio Silaturahim (RASIL) Jakarta untuk meninjau sejumlah aset wakaf produktif yang dikelola masjid tersebut di wilayah Bantul dan Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kunjungan diawali di wilayah Wukirsari, lokasi berdirinya Masjid Jogokariyan II. Di tempat ini, Takmir Masjid Jogokariyan bertindak sebagai nazir yang mengelola pondok sekaligus program wakaf produktif berupa peternakan bebek.
“Alhamdulillah, saat ini peternakan bebek di Wukirsari mampu menghasilkan sekitar 150 hingga 180 butir telur per hari. Hasilnya kami manfaatkan untuk mendukung program pemberdayaan dan dakwah berbasis wakaf produktif,” jelas Hantiar, DKM Masjid Jogokariyan bagian Pengembangan Usaha dan UMKM.
Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke Pondok YDSF di kawasan Singlar, Cangkringan. Aset wakaf tersebut dipersiapkan sebagai pusat pembinaan dan pengkaderan dai muda serta pejuang dakwah yang nantinya akan berkontribusi di berbagai masjid dan komunitas.
Di lokasi tersebut juga dikembangkan peternakan bebek dengan populasi sekitar 300 ekor. Saat ini, sebagian bebek tengah memasuki masa pemulihan pasca pergantian bulu (molting), sehingga produksi telur belum maksimal.
“InsyaAllah setelah masa pemulihan selesai, produksi akan kembali optimal dan hasilnya bisa dimanfaatkan untuk mendukung keberlanjutan wakaf produktif,” tambah Hantiar.
Selain peternakan bebek, terdapat pula peternakan kambing dengan jumlah sekitar 30 ekor yang sementara ini difokuskan pada program pengembangbiakan (breeding).
Hantiar menegaskan, seluruh aset wakaf tersebut dikelola dengan prinsip amanah dan profesionalitas. Sebagai nazir, pihaknya berkewajiban menjaga serta mengoptimalkan aset wakaf agar memberikan manfaat seluas-luasnya bagi umat.
Perlu diketahui, wakaf merupakan tindakan melepaskan sebagian harta milik pribadi untuk dimanfaatkan bagi kepentingan umum atau ibadah, baik secara abadi maupun dalam jangka waktu tertentu, guna mendekatkan diri kepada Allah SWT. Wakaf termasuk salah satu bentuk amal jariyah yang pahalanya terus mengalir meskipun wakif telah meninggal dunia.
Melalui pengelolaan wakaf produktif ini, Masjid Jogokariyan terus berupaya menghadirkan model kemandirian ekonomi berbasis masjid yang berdampak nyata bagi dakwah dan pemberdayaan masyarakat.