Jakarta, Rasilnews – Kepergian aktivis Disabilitas sekaligus mantan anggota MPR RI periode 1998–1999 , Fikri Thalib, meninggalkan kesan mendalam bagi banyak kalangan. Dalam tausiyah sebelum pelaksanaan shalat jenazah di Masjid Silaturahim, Cibubur, Sabtu (30/8/2025), Ustaz Husein Alattas mengenang almarhum sebagai sosok pejuang tangguh yang tidak pernah menyerah meski mengalami keterbatasan fisik sejak kecil akibat polio.
“Beliau berjuang dengan tubuh yang tak sempurna, namun semangatnya justru melampaui kita semua. Beliau selalu membela kaum mustadh’afin dan menolak berpihak kepada orang-orang zalim meskipun ada kesempatan untuk itu,” ujar Ustaz Husein.
Ia menambahkan, meski dengan kondisi fisik terbatas, Fikri Thalib tetap mengemudi sendiri, menempuh perjalanan jauh, dan hadir dalam berbagai agenda perjuangan. “Kita sering merasa malu, karena dengan kesempurnaan fisik yang kita miliki, belum tentu kita bisa menandingi semangatnya,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Ustaz Husein juga mengingatkan jamaah bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara, dan amal perbuatanlah yang kelak dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Ia mengajak umat menjadikan keteladanan almarhum sebagai pelajaran berharga dalam hidup.
Selain itu, Ustaz Husein menyinggung kiprah almarhum sejak era 1990-an ketika aktif dalam gerakan mahasiswa. Salah satu jasanya adalah turut mengundang Sheikh Ikrimah Sabri, Imam Masjid Al-Aqsa, ke Indonesia. Kehadiran Fikri Thalib dalam berbagai forum, kata Ustaz Husein, selalu menjadi pengobar semangat perjuangan untuk membela kebenaran dan keadilan.
Sebelumnya, Fikri Talib meninggal dunia pada Jumat (29/8/2025) pukul 17.05 WIB di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, pada usia 65 tahun. Ia dikenal sebagai anggota MPR RI, bagian dari parlemen pasca-Reformasi.
Jenazah almarhum disemayamkan di Masjid Silaturahim, Cibubur, untuk disalatkan, sebelum dimakamkan di TPU Menteng Pulo, Jakarta Selatan, usai salat Zuhur. Doa-doa mengiringi kepergiannya, dengan harapan amal kebaikan almarhum diterima Allah SWT, diampuni segala khilafnya, dan ditempatkan bersama orang-orang saleh.