Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:01 [musik] 0:13 [musik] 0:15 Bismillahirrahmanirrahim. 0:16 Asalamualaikum warahmatullahi 0:19 wabarakatuh. 0:20 Alhamdulillahi rabbil alamin. Allahumma 0:23 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 0:25 sayyidina Muhammad. dipancar luaskan 0:28 dari Jalan Masjid Silaturahim nomor 36 0:31 Kalimanggis Cibubur Bekasi. Radio 0:34 Silaturahim untuk Islam yang satu. 0:37 Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah 0:39 subhanahu wa taala, bagaimana kabar Anda 0:41 di pagi hari ini? Semoga dalam keadaan 0:44 sehat walafiat dan selalu dalam 0:46 lindungan Allah Subhanahu wa taala. Di 0:49 hari ini, Ikhwan dan Akhwat, kembali 0:51 kami dapat menjumpai Anda dalam program 0:56 tausiah pagi bersama guru kita Ustaz 0:59 Abul Hidayat Seroji yang mana beliau 1:02 akan membawakan tema ujian datang 1:05 kontras dengan keinginan. 1:09 Baik, ee telah hadir guru kita, kita 1:12 langsung sapa. Asalamualaikum 1:13 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 1:15 Waalaikumsalam warahmatullah 1:17 wabarakatuh. 1:18 Sehat, Ustaz? Ya, 1:19 alhamdulillah. 1:20 Alhamdulillah. Baik, Ikhwan dan Akhwat. 1:24 Saat ini kita ditemani oleh ada Bung 1:27 Neza di meja Switcher Rasil TV, kemudian 1:30 ada Bung Algi di Operator Radio, serta 1:35 adik-adik kita dari SMK Tarunabakti. 1:39 Tafadal, Ustaz. 1:41 [berdehem] 1:43 Bismillahirrahmanirrahim. 1:49 Asalamualaikum warahmatullahi 1:51 wabarakatuh. 1:55 Alhamdulillah 1:58 alladzi 2:00 khalaqal mauta wal hayata liyabluwakum 2:04 ayyukum ahsanu amala. 2:08 Asyhadu alla ilahaillallah wahdahu la 2:11 syarikalah 2:13 wa asyhadu anna muhammadan abduhu 2:16 wa rasuluhu la nabiya ba'dah. 2:20 Allahumma sholli wasallim ala nabina 2:23 Muhammadin wa ala alihi 2:25 wa ashabihi waman tabiahum biisanin ila 2:29 yaumil qiamah. Masyaallahu kan wama lam 2:34 yasya lam yakun. 2:36 La haula wala quwwata illa billah. 2:41 Qallahu taala fil quranil karim. 2:43 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 2:48 Kullu nafsin dqatul 2:50 maut waablukum bisyarri wal khair fitnah 2:54 wailaina turjaun. 2:57 Sadaqallahulzim. 3:00 Maasyiral muslimin. Ayyuhal ikhwah 3:02 rahimakumullah. Alhamdulillah. 3:05 Mari kita panjatkan 3:08 syukur kita ke hadirat Allah Subhanahu 3:10 wa taala 3:12 atas segala nikmat yang Allah curahkan 3:14 pada kita yang tidak terhingga 3:18 dan tidak dapat dihitung dengan hitungan 3:20 apapun. 3:23 Kewajiban kita hanya mensyukuri dengan 3:27 menempatkan segala nikmat pada jalan 3:30 yang diridai oleh Allah Subhanahu wa 3:32 taala dan tidak digunakan untuk maksiat 3:35 apalagi menentang Allah Subhanahu wa 3:38 taala. 3:40 Seperti yang selalu saya ingatkan pada 3:42 diri saya juga untuk antum semua 3:46 ucapan alhamdulillah ternyata 3:50 juga syarat makna 3:52 untuk mengingatkan diri kita menjadi 3:54 hamba yang memiliki alinsofu minafsih, 3:58 sadar diri. 4:00 Karena ketika kita mengucapkan kalimat 4:02 alhamdulillah, artinya segala puji bagi 4:04 Allah, berarti segala kebajikan, 4:07 keutamaan, kemuliaan, kenikmatan, 4:11 ada pangkat, ada jabatan, ada harta, 4:15 ada kekuasaan, 4:17 ada kelebihan-kelebihan lainnya. 4:20 Ternyata itu milik Allah semua. 4:24 Berarti 4:25 yang kita miliki, yang kita sandang, 4:28 yang kita punya adalah titipan dari 4:31 Allah Subhanahu wa taala. Dan sekaligus 4:33 mengingatkan 4:35 berarti sesungguhnya hakikatnya 4:39 setiap kita tidak memiliki sesuatu 4:42 apapun yang patut kita banggakan apalagi 4:45 mau kita sombongkan. 4:48 Dengan demikian akan lebih 4:51 bisa mendorong kesadaran diri itu 4:54 mereposisi diri sebagai hamba di hadapan 4:57 sang pencipta. 4:59 Kita diingatkan bahwa Allah itu sang 5:01 pencipta khaliq yang memberikan 5:03 segalanya kepada kita. Sementara kita 5:06 adalah hamba kawulane Gusti Allah yang 5:10 sudah semestinya 5:12 samina wa atna. Ketika titah dan 5:15 perintah itu datang, sendiko dawuh, 5:19 kita siap melaksanakan titah dan 5:21 perintah. 5:23 Karena titah dan perintah yang diberikan 5:25 oleh Allah bukan untuk Allah, tapi untuk 5:28 kita sendiri. Keselamatan kita, 5:31 kesejahteraan kita, kebaikan kita semua. 5:35 Mudah-mudahan kita terus mendalami 5:38 bertambahnya usia, bertambahnya 5:41 kenikmatan, 5:43 tambah-tambah rasa syukur kita kepada 5:45 Allah Subhanahu wa taala sehingga kita 5:47 menjadi hamba termasuk golongan orang 5:50 yang dijanjikan oleh Allah. Rumah di 5:53 surga yang disebut baitul hamdi, rumah 5:57 pujian. 6:00 Ayyuhal ikhwah rahimakumullah. 6:02 Saudara-saudaraku, kemarin pada pekan 6:04 yang lalu kita bicara soal lapang dan 6:06 sempit dalam kehidupan. 6:10 Memang romantika kehidupan dalam 6:12 kehidupan itu isinya ya problem dan 6:15 masalah. Harapan dan problema silih 6:18 datang, silih berganti, datang dan 6:21 pergi. 6:23 Ada yang tertawa. 6:26 Hari ini tertawa tapi besok menangis. 6:30 Naik turun. 6:33 Ya, yang kaya ada yang miskin, yang ada 6:36 yang senang, ada yang sedih. 6:38 Itu yang terjadi di dunia. Maka 6:41 Al-Qur'an mengingatkan kepada kita, 6:43 kullu nafsin zaqatul maut. Tiap yang 6:46 hidup pasti akan mati. 6:49 Ini maklumat sekaligus ketentuan dari 6:51 Allah bahwa hidup itu akan berakhir 6:53 dengan kematian. 6:55 Hidup diawali dengan kelahiran dan akan 6:57 berakhir dengan kematian. 6:59 rentang waktu sekitar 6070 tahun 7:03 ya. 7:05 Dan peringatan ini supaya kita sadar 7:10 bahwa di dunia tidak selamanya 7:14 waktu itu berjalan terus 7:17 seperti kita sedang berpacu dengan 7:18 waktu. 7:21 Lalu apa esensinya dalam kehidupan? Nah, 7:24 siapa di antara kita yang bisa lulus 7:26 dari ujian? Karena Allah menyatakan 7:29 wablukum bisyarri wal khair fitnah. Kami 7:32 akan menguji kamu dengan kebaikan dan 7:33 keburukan. 7:36 Keburukan dan kebaikan 7:39 yang itu kita jumpai setiap saat dalam 7:41 kehidupan 7:43 dan itu sebagai ujian. 7:46 Wailaina turjaun dan kepada kami nanti 7:48 kamu akan dikembalikan. 7:51 Dari ini ayat ini 7:54 kita mendapatkan satu pengertian bahwa 7:58 ternyata yang kita hadapi, yang kita 8:00 jumpai di dunia ini isinya adalah tes 8:04 kualitas belaka. 8:09 Kita selama ini mempunyai pengertian dan 8:12 persepsi bahwa hujan itu yang susah, 8:18 hujan itu yang miskin. Hujan tuh yang 8:21 sakit, dapat musibah. Waduh kasihan dia 8:25 teruji. 8:26 He. 8:27 Dapat kecelakaan, dapat musibah, dagang 8:29 enggak untung dan seterusnya. Wah, 8:32 sedang teruji ini. Betul. 8:35 Tapi ternyata ujian itu bukan hanya yang 8:39 sifatnya negatif, kesedihan, sakit, 8:42 musibah, bencana. Bukan itu. Ternyata 8:46 baik dan buruk, lapang dan sempit itu 8:48 ujian. 8:52 Dan biasanya ujian itu adalah sesuatu 8:55 yang hampir-hampir semua tidak kita 8:58 sukai. 9:00 Penginnya kaya tapi hidupnya miskin. 9:03 Emang senang? 9:05 Kan enggak suka. Maunya sehat terus. 9:08 Tapi Allah uji datang ujiannya sakit. 9:11 Siapa yang senang dengan sakit? 9:14 maunya sukses tapi 9:18 dilakukan nak mendapatkan kesuksesan itu 9:21 yang seperti yang dia inginkan. Maka 9:23 ujian itu selalu datang dan kontras 9:26 dengan keinginan syahwat dan hawa nafsu 9:28 kita. Malah kadang-kadang kita mengukur 9:32 nasib ini dengan logika dan pikirannya. 9:36 Seolah-olah Allah gak adil. Seolah-olah 9:38 hidup itu harus menurut kita. 9:40 seolah-olah apa yang kita maui itu yang 9:42 terbaik yang harus terlaksana. Nah, ini 9:44 yang jadi masalah dalam hidup ini. 9:50 Dan ketika orang mendapatkan ujian 9:53 kesusahan, sedih, keburukan, 9:57 ini dia merasa betul bahwa itu di sedang 10:00 diuji. 10:02 Dan banyak simpati datang, teman datang, 10:05 Mas. Sampean sabar ya, lagi diuji. 10:10 Datang lagi teman lagi, datang lagi 10:11 orang lagi. Mas, sabar, sabar. 10:14 Ya, orangorang miskin apalagi kalau 10:17 enggak sabar dan dia sudah biasa 10:19 menghadapi masalah. Dia tahu dan pas 10:22 betul berarti memang harus sabar. 10:27 Tapi 10:29 celakanya lagi kalau diuji dengan 10:31 kebaikan. 10:33 Kebaikan itu apa? jadi orang kaya, 10:37 jadi orang sukses, 10:40 keinginan 10:42 ter 10:43 apa? Terlaksana jadi pejabat, jadi orang 10:48 yang dihormati 10:50 itu tidak merasa kalau itu ujian. Dan 10:52 apesnya lagi gak ada orang datang 10:55 mengatakan, "Mas, sampean sekarang 10:57 banyak duitnya. Sabar ya, Mas." Enggak 10:59 ada. 11:01 E gendeng k aku dadi wong sugih kok 11:03 suruh sabar. 11:05 Padahal itu benar kalimat kan orang kaya 11:08 juga diuji. 11:09 Orang miskin karuan diuji dengan 11:12 kemiskinannya susah, keinginannya enggak 11:15 tercapai hidup serba kekurangan. Jelas 11:18 itu harus sabar. 11:22 Tapi jadi orang kaya sabarnya di mana? 11:24 Loh ini malah lebih berat jadi orang 11:26 kaya. 11:28 Orang kaya itu duitnya banyak. 11:32 Apa yang dia maui gampang bisa 11:34 terketurutan. 11:36 Justru sabar mengendalikan keinginan di 11:40 kala duitnya banyak yang bisa membeli 11:43 apa saja. Dia bisa mengendalikan, bisa 11:47 mem-manage, bisa mengatur itu gak mudah. 11:54 Masuk ke mall saja duitnya banyak. Wus. 11:56 Apa-apa pengin dibeli. Apalagi wong 12:00 betino, perempuan, ibu-ibu duitnya 12:03 banyak 12:04 masuk ke mall. Ah, sudah. 12:07 Itu tidak mudah mengendalikan keinginan 12:09 untuk tidak beli sesuatu yang sebenarnya 12:13 bukan hal yang urgen untuk dimiliki. 12:18 Gak mudah. 12:20 Makanya paling senang itu kalau ibu-ibu 12:22 wanita mesti 12:25 diajak belanja. Itu paling senang 12:29 kalau dikasih duit kemudian dia izin 12:31 karena tertib istri yang salehah. 12:34 Izinnya ke mana? Ke mall. 12:37 Kul sudah kalau di mall ya sudah 12:40 keliling dia tawaf dia [mendengus] dari 12:43 pagi sampai sore enggak terasa waktunya. 12:47 Karena semua ingin dibeli dan ada 12:49 duitnya. Itu gak mudah lah. Kalau orang 12:51 miskin punya keinginan mau beli enggak 12:54 punya duit kan enak. Paling cuma diingat 12:57 dingu saja. Pegang barang dilihat 13:01 tarifnya harganya mahal enggak jadi 13:03 besolah enggak jadi malah gampang. Itu 13:05 jadi lebih mudah orang miskin untuk 13:08 menghadapi masalah mengekang keinginan 13:11 untuk tidak perlu. Kalau orang kaya 13:12 duitnya banyak mau apa saja bisa. 13:15 Heeh. 13:16 Dan biasanya kalau laki-laki 13:19 jomblo 13:21 apalagi bujangan atau ya pokoknya 13:23 laki-laki duitnya banyak, orang sukses. 13:25 Wah itu masyaallah 13:28 sanjungan 13:30 betina-betino, perempuan-perempuan pada 13:32 datang. Cuma diceplekin aja pada datang 13:36 tuh perempuan-perempuan nempel dia kayak 13:38 perangko. 13:40 Nah, itu kan enggak mudah untuk tidak 13:42 melakukan maksiat. 13:45 Yang mau ngelencer ke mana, mau makan 13:47 apa, mau berbuat apa, itu lebih berat. 13:50 Maka ujian selalu datang kontras dengan 13:54 selera dan keinginan kita. 13:58 Dari ayat ini maka kita diingatkan, 14:01 jangan kamu lupa diri 14:05 sehebat apapun ingat hidup itu terbatas 14:08 dan dibatasi. 14:10 Dibatasi waktu, dibatasi kemampuan, 14:13 dibatasi segalanya. 14:16 Maka tuntutan kelompok manusia liberal 14:20 yang ingin menuntut kebebasan sampai 14:23 kapan pun gak akan bisa itu hidup bebas 14:25 gak ada. Kita dibatasi oleh 14:28 keterbatasan. 14:30 Jadi ingat 14:32 gunakan waktu hidup kita ini kesempatan 14:37 untuk sesuatu yang bermanfaat. Itulah 14:40 bimbingan agama diturunkan oleh Allah 14:42 kepada kita supaya kita tidak ngawur 14:45 hidupnya, supaya kita tidak semaunya. 14:49 Ada aturan-aturan yang bisa kita tempuh 14:51 dengan baik, menciptakan kebaikan dan 14:54 kemaslahatan hidup. Apalagi yang 14:56 berkaitan dengan berinteraksi kepada 14:59 sesama manusia. 15:01 Bagaimana menciptakan kehidupan yang 15:03 harmonis, yang serasi, yang melahirkan 15:06 kemakmuran, keseimbangan, 15:10 dan tidak melukai, tidak mengganggu yang 15:12 lain, saling menghormati. Itu itu memang 15:17 tugas manusia diciptakan. 15:20 Bahkan disebut oleh Allah sebagai 15:22 khalifatullah fil ard. 15:26 Khalifah Allah yang dipercaya oleh Allah 15:29 Subhanahu wa taala menjadi mengatur bumi 15:32 ini. 15:33 Mengayu-ayu harjaning bawono 15:37 untuk menciptakan kondisi kehidupan yang 15:40 sejahtera, makmur. Itu tugas kita. Jadi 15:44 kalau manusia membuat gendromo, buat 15:47 masalah, buat nah ini masalah namanya. 15:51 Itu kesalahan besar manusia. Maka Allah 15:53 turunkan agama. 15:56 Di dalam buku meniti jalan ke surga yang 15:59 sedang kita bahas ini masih pada bab 4. 16:04 Dari ayat ini disebutkan bahwa setiap 16:07 yang hidup pasti akan mati 16:10 kecuali Allah yang maha hidup kekal. 16:15 Ya. Jadi hanya Allah yang kekal. Selain 16:18 Allah makhluk akan binasa. Kulluin 16:21 halakun illa wajhahu. 16:25 Setiap 16:27 tiap-tiap sesuatu makhluk ini pasti akan 16:29 binasa. Yang tidak akan binasa hanya 16:32 Allah. Dia kekal dan abadi. Yang kedua, 16:36 setiap manusia akan diuji dengan dua 16:38 hal, yaitu 16:41 keburukan dan kebaikan, kesempitan dan 16:44 kelapangan, 16:46 musibah atau keberuntungan. kesusahan 16:50 atau kesenangan. 16:52 Jadi semua isinya. 16:55 Lalu apa yang dikehendaki dengan ujian? 16:58 Ketika Allah Subhanahu wa taala 17:00 memberikan ujian seseorang umpamanya 17:02 kemiskinan, kekurangan, 17:05 itu bukan berarti Allah me membuat 17:09 manusia menjadi sengsara. 17:12 Karena disebut dalam Quran itu sudah 17:14 disebut bahwa dunia ini tempat ujian, 17:18 bukan tempat untuk kebahagiaan 17:20 selamanya. 17:22 Allah sudah mengingatkan dunia sementara 17:25 isinya adalah ujian. Suka dan duka, 17:28 lapang dan sempit, problem dan masalah. 17:31 Itu sudah dikasih tahu oleh Allah 17:32 Subhanahu wa taala. Kalau mau kekal 17:34 hidup di akhirat nanti. Hidup sesudah 17:38 kematian itu yang kekal dan abadi. Di 17:42 sanalah diraih Allah memberikan arahan 17:44 wabtagal 17:46 akhirah. Raih oleh kamu kehidupan yang 17:49 kekal. Kampung halaman 17:51 yang oleh Allah sudah disiapkan darul 17:55 akhirat. Kampung akhirat 17:58 ini kalau mau dijadikan the ultimate 18:00 goal. Akhir daripada kehidupan. 18:03 Kalau dunia sementara mataul gurur 18:06 kesenangan sedikit 18:09 semua sudah sem serba terbatas 18:14 jadi 18:16 bupati juga paling 5 tahun 18:19 kalau terpilih lagi ya 10 tahun kalau 18:22 enggak keburu ketangkap KPK 18:25 jadi presiden ya 5 tahun kurang lagi ya 18:28 tambah 5 tahun ada yang kurang lagi 18:31 kepenginnya seumur umur hidup ya enggak 18:33 mungkin. 18:35 Karena 5 tahun itu akan dinilai oleh 18:37 rakyatnya yang memilih. 18:41 Walaupun 10 tahun 18:43 tetap aja itu terbatas. 18:47 Di kalangan 18:50 tentara punya pangkat dari prajurit 18:53 sampai kopral sampai sersan dan 18:55 seterusnya 18:56 sampai perwira tinggi bintang di pundak 19:00 satu. 19:03 Tambah lagi duut karena hebat dia sukses 19:06 naik pangkat bintang dua bintang tig 19:11 bintang empat sudah mentok kan 19:13 bintang tujuh 19:14 mau masa mau bintang tujuh [tertawa] 19:17 udah mentok selesai kalau sudah selesai 19:19 apa 19:20 ya purna purnawirawan 19:24 pangsiun 19:26 mau pakai bintang juga [tertawa] 19:28 selesai sudah 19:31 nah Nah, kalau sudah purnawirawan 19:32 apalagi ya almarhum 19:35 pangkat terting. 19:36 Nah, kalau mau sukses yang sebenarnya 19:39 satu jabatan pangkat, kedudukan yang 19:42 paling tinggi bagi manusia kalau dia 19:44 bisa mencapai dengan kesuksesan adalah 19:47 husnul khatimah. Nah, itu baru sukses. 19:51 Heeh. 19:53 Kalau baru di dunia ya sukses, tapi 19:56 sukses sementara 19:59 terbatas oleh dibatasi oleh 20:01 keterbatasan. 20:03 Maka Allah mengarahkan hidup ini. 20:06 Jadikan dunia ini adunya mazratul 20:09 akhirah. Tempat menanam, 20:12 tempat berjuang, 20:14 medan perjuangan 20:16 [mendengus] amal yang tunjukkan 20:19 kreativitas amal kita. 20:22 Itu dunia 20:24 yang akan diperoleh. Apa? Apa yang kita 20:26 lakukan. Bukan fisik, 20:29 bukan rumah yang kita banggakan, pangkat 20:32 yang kita banggakan, bukan. Tapi amal 20:34 perbuatan. Innallaha la yanzuru ila 20:37 atsamikum wala ila suarikum walqi yzuru 20:40 ila qulubikum wa amalikum. Allah menilai 20:44 manusia bukan dari pakaiannya, 20:46 dari jabatannya, bukan dari hartanya, 20:49 bukan dari cantiknya. gantengnya 20:53 secara fisik bukan, tapi nilai manusia 20:56 itu akan dinilai oleh Allah Subhanahu wa 20:58 taala hati dan amalnya. Kalau hati 21:01 berarti hati yang beriman. 21:03 Iman adalah yang bersemayam di artinya 21:06 adalah Al-Qur'an memberikan cahaya 21:09 sehingga iman itu tumbuh subur, 21:12 mampu mengekspresikan 21:16 keimanan dalam dadanya dalam wujud amal 21:19 kebaikan dengan dua dimensi nilai. 21:24 Pertama, dimensi vertikal adalah 21:25 bagaimana dia hubungannya kepada Allah, 21:29 rasa syukurnya kepada Allah, terima 21:31 kasihnya. 21:33 ketaatannya, kesetiaannya, 21:36 keridaannya, kesabarannya, dan 21:39 seterusnya itu dinilai oleh Allah. 21:43 Yang kedua, dimensi horizontal, dimensi 21:46 sosial adalah akan dinilai setiap hari 21:50 kita ketika kita berinteraksi kepada 21:53 sesama. 21:55 Maka sebaik-baik manusia adalah bukan 21:57 yang paling banyak temannya, bukan yang 22:00 paling banyak pengikutnya. 22:03 Bukan yang paling populer di tengah 22:05 masyarakatnya, bukan. Tetapi [berdehem] 22:08 khairun nas anfuhum linnas. 22:11 Sebaik-baik manusia adalah yang mereka 22:13 bisa banyak memberi manfaat terhadap 22:16 manusia lain. Berarti amal, berarti itu 22:20 satu pengorbanan. 22:22 Berarti hidup itu memberi. 22:25 Apa yang di bisa diberikan? 22:28 Allah sudah memberikan modal kita 22:29 masing-masing dibagi oleh Allah 22:31 Subhanahu wa taala. 22:33 Ada yang diberi kemudahan usaha sehingga 22:35 sukses menjadi pengusaha sukses jadi 22:37 orang kaya raya sebenarnya tersirat di 22:41 dalam kekayaan yang ada. Jadikan itu 22:44 pendorong penopang yang mampu mengangkat 22:48 harkat martabatmu di Allah Subhanahu wa 22:50 taala. 22:52 Nah, coba diukur sekarang 22:55 berapa kekayaannya, seberapa jauh rasa 22:58 syukurnya, 23:00 berapa modal yang Allah berikan pada 23:02 dia. Dia menjadi orang yang beruntung, 23:04 dagang untung, usaha untung, dan 23:06 seterusnya. Tapi sejauh di mana dia 23:08 banyak memberi manfaat terhadap banyak 23:10 orang. 23:11 Itu kalau mau ngukur diri 23:15 Allah ada soal tidak diberikan harta 23:17 tapi diberikan kemudahan. sukses dia 23:19 menjadi orang-orang sukses, pejabat 23:21 segala macam. 23:24 Allah akan melihat 23:26 bagaimana kiprahnya ketika menjadi orang 23:29 sukses. 23:32 Itu akan dilihat 23:34 apa yang dia lakukan. 23:38 Begitu selanjutnya lah. Bagaimana kalau 23:41 enggak diberi modal sehingga dia tidak 23:43 jadi orang kaya, menjadi orang yang 23:45 biasa, bahkan orang serba kekurangan? 23:48 Dari yang Allah berikan sebagai ujian 23:51 kekurangan, Allah ingin mendengar 23:53 keluhan hatinya. Bagaimana sabarnya, 23:55 bagaimana keikhlasannya, bagaimana 23:58 prasangka terhadap Allah, itu juga diuji 24:00 oleh Allah. Walaupun dia tidak banyak 24:02 memberikan manfaat secara zahir, tapi 24:05 toh dia tetap menjadi hamba yang selalu 24:07 rida kepada Allah dan yakin bahwa Allah 24:09 itu tidak pernah menganiaya hamba-Nya, 24:12 maka dia tetap sabar. Dengan sabar itu 24:15 jauh lebih baik dibanding kalau dia 24:17 diberikan 24:19 limpahan 24:21 harta dibanding dengan orang yang sabar 24:26 karena kekurangan. 24:28 Jadi sebenarnya intinya adalah ujian. 24:31 Maka Allah mengarahkan wabagi fima 24:34 ataqallah darol akhirah. Wala tansa 24:38 nasibaka minad dunya. Tapi jangan kamu 24:41 lupakan nasibmu di dunia ini. Jadi Islam 24:45 diturunkan bukan untuk anti dunia. Kalau 24:48 begitu enggak boleh kaya raya. Boleh. 24:50 Silakan jadi kaya raya. Para sahabat 24:52 juga kaya raya kok. Tapi kekayaannya 24:55 tidak di simpan. terpatri di hatinya, 25:01 tidak disimpan di hati dan tidak pernah 25:04 dijadikan idola kekayaannya, tidak 25:08 jadikan satu yang menjadi tujuan utama, 25:14 dijadikan sarana instrumen belaka yang 25:19 bisa menopang terhajat martabat di sisi 25:22 Allah. 25:25 Itu hakikat kehidupan antara syukur dan 25:28 sabar seperti itu. Jadi kalau begitu 25:31 kita sebenarnya sedang bermain watak, 25:34 bersikap 25:36 yang Allah nilai setiap hari kepada 25:38 kita. Silakan mau didapuk dadi wong suke 25:41 yo monggo dengan kiprahnya dia menjadi 25:44 orang kaya yang syukur kepada Allah, 25:46 yang berbuat baik pada sesama itu yang 25:49 berkualitas. Berarti akingnya bagus di 25:51 dunia ini. Kalau dia jadi pejabat, Allah 25:54 lihat bagaimana dia jadi pejabat. Apa 25:57 sombong, apa petita-petiti, apa 26:01 gembelang-gembeleng apa menyakiti rakyat 26:03 atau sebaliknya mengayomi beri manfaat. 26:09 Ingas ngarso asung tulod mady 26:13 ing madun karso tutwuri 26:17 handayani. 26:18 Jadi bukan tutwuri bebayani tapi 26:21 handayani berikan semangat berikan 26:24 contoh keteladanan. Ketiadaannya 26:28 itu sangat diperlukan. 26:31 Maksudnya kalau dia tidak ada itu 26:33 dirasakan ada suatu yang hilang. Tapi 26:36 keberadaan di tengah-tengah 26:37 masyarakatnya yang dipimpin dia sangat 26:40 diperlukan sekali rasa nikmat, rasa rasa 26:43 sangat-sangat diperlukan di masyarakat. 26:46 Nah, itu baru manusia yang sukses 26:48 namanya. 26:50 Maka wala tansa nasibaka minad dunya. 26:54 Jangan kamu lupakan nasibmu di dunia. Wa 26:57 ahsin kama ahsanallah. Berbuat baiklah 27:00 kamu seperti Allah telah berbuat baik 27:02 kepadamu. 27:05 Jadi intinya itu 27:09 berbuat baik. Jadi manusia yang baik 27:12 yang utama yang berkualitas yang mana? 27:15 Yang berbuat baik. 27:18 Walaupun mungkin orangnya tidak setampan 27:20 atau tidak seganteng para bintang film. 27:23 Orangnya bisa sederhana 27:25 tapi ternyata akhlaknya baik. 27:27 Unggah-ungguhnya. tata kramanya, 27:31 pergaulannya dan seterusnya 27:33 itu baik. Maka itu menjadi manusia baik, 27:37 manusia yang dicintai oleh Allah. 27:40 Waktunya ibadah-ibadah salat dia 27:42 utamakan. Bahkan dia bangun malam 27:46 untuk syukur, tahajud, berdoa, zikir. 27:51 Kalau dia diberikan kekayaan, 27:54 dialoman, dermawan, pengasih, penyayang, 27:59 care, peduli terhadap nasib orang lain. 28:03 Ada anak-anak yatim, anak-anak duafa 28:06 yang tidak sekolah di menjadi 28:08 kepedulian. 28:10 Kenapa kamu gak sekolah? Kenapa kamu 28:14 gak belajar dan seterusnya? Karena dia 28:17 diberikan kemampuan banyak uang. Sudah 28:19 kamu sekolah. Jadikan bapak ini sebagai 28:22 bapak asuh kamu. Bapak yang akan ngurus 28:25 kamu. Itu orang baik namanya. Walaupun 28:28 mungkin orangnya jelek. 28:30 Maka ada ungkapan orang Jawa mengatakan, 28:33 "Ojo ngino poo tanpo rupo. 28:37 Sopo ngiro ular biso gawe sutra. 28:41 Jangan suka meremehkan terhadap manusia 28:43 karena penampilan, 28:46 karena pakaian, 28:48 karena mungkin fisiknya dan seterusnya. 28:52 Sopo ngiro ular bisogra? Siapa yang 28:56 menyangka 28:57 ulat yang jelek begitu? Enggak jelas 28:59 rupanya kayak apa? geremat-geremet, 29:02 kelar-kelelar seperti itu. Tapi justru 29:05 yang mengeluarkan produk benang sutra 29:08 itu dari ulat yang kelelar-kelelar itu. 29:11 Jadi jangan diremehkan itu. 29:14 Walaupun kebo banteng, 29:17 matanya merah umpamanya, gagah, perkasa, 29:20 hebat, lain yang keluar dari belakang, 29:23 bukan benang sutra. 29:26 Jadi memang masing-masing oleh Allah 29:27 sudah diberi kelebihan. Parameter 29:30 kemuliaan manusia adalah ketika dia 29:33 lulus dari ujian. Ketika lapang dia 29:36 lulus ujian sebagai orang yang dermawan, 29:39 sebagai orang yang baik, sebagai orang 29:41 yang bersyukur, sebagai orang yang 29:43 banyak memberi manfaat. Kalau dia 29:45 diberikan kekurangan, kemiskinan, dan 29:48 sebagainya, dia tetap tidak pernah 29:50 berprasangka buruk kepada Allah. 29:53 Dia sabar, dia ikhlas, dia rida, dia 29:56 jalani. Bahkan selalu walaupun dalam 29:59 ketiadaan kekurangan, dia selalu ingin 30:02 berbuat baik. Masih juga dia bisa 30:05 menolong orang lain. Masih dia 30:08 bersedekah padahal hartanya tidak 30:10 seberapa. 30:11 Nah, itu baru manusia. Oleh karenanya, 30:15 karena hidup ini memang ujian, 30:18 maka ujian itu datang selalu. Tidak 30:22 selalu. Artinya hampir-hampir semua 30:25 ujian itu gak cocok dengan selera kita. 30:30 Kadang-kadang Allah uji dengan 30:32 kekurangan, kemiskinan, kurang sehat dan 30:36 sebagainya. Cuci sakit saja 2 hari, 3 30:39 hari aja sudah keluh kesah. Padahal 30:41 sehatnya bertahun-tahun. 30:45 diuji dengan kekurangan padahal 30:47 kelebihannya sudah tiap hari dirasakan, 30:49 dinikmati dan seterusnya. 30:52 Oleh karenanya, mari kita 30:56 gunakan kesempatan hidup ini 31:00 yang kita sudah tahu 31:02 bahwa hidup ini adalah medan ujian tes 31:05 kualitas. 31:07 Maka dengan sikap mental siap dalam 31:11 keadaan apapun 31:13 itu hanya bisa 31:15 kalau kita bekali dalam hidup ini 31:18 memandang kehidupan 31:22 mindset berpikir kita didasar didasari 31:26 kepada keimanan dan ketakwaan kepada 31:29 Allah. 31:31 Saya berkali-kali dalam beberapa 31:33 kesempatan saya sampaikan 31:36 kita bisa belajar dari filosofi bunga 31:40 berkembang 31:41 h 31:42 untuk bisa menjadi buah. 31:46 Karena fenomena alam itu juga ngemusura. 31:51 Banyak pelajaran yang bisa kita 31:52 dapatkan. Ternyata sekuntum bunga itu 31:57 tidak sekedar indah dipandang. 32:00 dia punya tugas harus menjadi buah 32:05 mangga misalnya 32:07 ketika musim 32:09 bunga, 32:11 musim buah 32:13 penuh mangga itu cabang dan rantingnya 32:18 dengan bunga 32:23 dan bunga tugas utamanya adalah dia 32:26 harus untuk menaikkan grade-nya nya 32:30 derajatnya dia harus merubah diri dari 32:32 bunga menjadi buah. 32:35 Apa yang harus dilakukan? Dia harus 32:37 melakukan penyerbukan. 32:40 Allah kirim bantuan 32:43 berhembus angin atau ada serangga atau 32:47 apa untuk membantu penyerbukan. 32:51 Tapi apa yang terjadi ketika angin 32:54 berhembus? Yang terjadi adalah justru 32:55 banyak bunga yang berguguran. 32:58 berserakan, berantakan di tanah, 33:02 akhirnya menjadi sampah diinjek-injek 33:04 oleh orang. 33:06 Kenapa? Rupanya dia bunga yang tidak 33:08 berkualitas, 33:10 yang tidak menunaikan kewajibannya untuk 33:13 melakukan penyerbukan. 33:17 Tinggal berapa persen yang masih ada? 33:19 Lebih banyak yang berguguran, 33:22 berhamburan, berserakan menjadi sampah 33:24 dibanding dengan tetap bertengger dan 33:26 dia melakukan satu penyerbukan sehingga 33:29 dia menjadi buah 33:31 buah yang kecil. 33:33 Kalau orang Jawa bilang pentil, 33:36 salah nyebut makhrajnya bisa berubah 33:39 maknanya. 33:40 Heeh. [berdehem] 33:41 Dan ternyata buah kecil itu juga belum 33:45 jadi jaminan. 33:48 Apakah buah kecil itu akan bisa menjadi 33:50 buah yang bisa dimakan? Belum tentu. 33:52 Tergantung kualitasnya. 33:56 Maka Allah turunkan hujan. 34:00 Hujan memang diperlukan untuk 34:02 membesarkan buah, 34:05 menghidupkan pohon dan seterusnya. 34:07 Lagi-lagi yang terjadi karena itu ujian 34:10 tes kualitas. Mana buah yang kuat 34:13 berpegang teguh pada tangkainya biar 34:16 kualitas atau tidak berkualitas? 34:18 Ternyata justru sekalipun dia sudah 34:20 menjadi buah, ketika hujan turun banyak 34:24 yang rontok berhamburan berguguran. 34:28 Tambah banyak yang rontok sedikit yang 34:32 masih t bertengger dengan masih tetap 34:34 bertengger karena hujan itu menjadi buah 34:37 itu menjadi buah besar 34:39 matang. 34:40 Nah, cukup belum 34:44 proses pematangan perlu hujan, perlu 34:46 matahari panas, sinar matahari. Ternyata 34:51 ada juga di antara buah yang kemudian 34:53 layu, rontok, bercatuhan. Dari satu 34:57 tangkai yang isinya ratusan mungkan 34:59 puluhan dan ratusan butir buah, ternyata 35:04 tinggal berapa? Dalam hitungan jari 35:07 saja. Dompolan itu terbatas yang 35:10 berkualitas sehingga dia mampu menjadi 35:13 buah yang matang yang ranum. 35:17 Selesai belum ujian terakhir belum. Ini 35:20 yang paling berat. 35:22 Ternyata ada buah 35:25 yang setiap orang melihat dia mengatakan 35:27 itu buah segar, itu buah ranum, itu buah 35:30 matang. 35:34 Tapi 35:36 ketika 35:38 dikupas di antara buah ada yang busuk. 35:44 Ada buah yang busuk kena bosok njerone 35:46 ada ulatnya, ada penyakitnya 35:50 tentu tidak dimakan, 35:53 dibuang sama nasibnya dengan yang 35:56 berserakan berjatuhan itu. Masyaallah. 35:59 Ini sudah tingkat tinggi nih. Soal 36:00 keikhlasan. Ada orang yang kelihatan, 36:03 "Oh, dermawan. Oh, itu ustaz orang alim, 36:06 oh itu orang baik." Ternyata hatinya 36:08 tidak ikhlas karena Allah. Karena riak, 36:10 karena bangga, karena sombong, jatuh. 36:13 Itu gambaran sederhana. Kita bisa 36:16 belajar hari proses perjalanan sebuah 36:19 sekuntum bunga untuk menjadi buah. 36:21 Ternyata juga sebenarnya hampir sama 36:23 dengan kehidupan kita di dunia sebagai 36:26 ujian. 36:31 Di sisi Allah kita akan kembali dan akan 36:33 dinilai. Apakah kita menjadi manusia 36:35 yang berkualitas? Apakah kita menjadi 36:37 manusia seperti bunga-bunga dan buah 36:40 yang rontok, berantakan, tidak 36:42 berkualitas, akhirnya menjadi sampah. 36:45 Kalau sampah pohon bisa jadi pupuk. Tapi 36:47 kalau sampah masyarakat menjadi penyakit 36:50 dalam kehidupan bermasyarakat. 36:52 Nauzubillah minzalik. Mudah-mudahan ada 36:55 manfaatnya. Wabillahi taufik wal 36:56 hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi 36:59 wabarakatuh. 37:02 Waalaikumsalam warahmatullahi 37:03 wabarakatuh, Ikhwan dan Akhwat. Demikian 37:05 tadi telah kita simak pemaparan tausiah 37:09 disampaikan oleh guru kita Ustaz Abul 37:12 Hidayat Siroji tentang ee 37:16 keinginan yang terkadang tidak sesuai 37:20 dengan ee kehidupan. Kami [berdehem] 37:23 akan segera kembali setelah jeda berikut 37:26 ini. Tetaplah bersama kami. 37:39 [musik] 37:42 Silaturahim untuk Islam yang satu. 37:45 Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah 37:47 subhanahu wa taala. Terima kasih Anda 37:49 masih bersama kami dalam program tausiah 37:52 pagi bersama Ustaz Abul Hidayat Saroji. 37:55 Kami ingin menyapa ada Bapak Budi di 37:58 Jakarta, Bapak Fajar, Bapak Budi 38:01 Hartono, Pak Yudi, Ibu Ani Khani 38:04 Hudaifah, lalu ada 38:09 Pak Eja, kemudian ada Eyang Sri, dan ada 38:14 Oma Asraf. Pertanyaan pertama dari ee Om 38:18 Asraf, Ustaz. Asalamualaikum 38:19 warahmatullahi wabarakatuh. 38:21 Waalaikumsalam warahmatullah 38:23 wabarakatuh. 38:24 Ustaz, sudah 2 bulan ini saya mengurus 38:26 keponakan yang anaknya sebatang kara. 38:30 Maksud dia ponakan ini anaknya sebatang 38:32 kara dan wara-wiri masuk ICU. 38:35 Allahu Akbar. 38:36 Alhamdulillah Allah Subhanahu wa taala 38:38 maha pengasih dan penyayang. Sekarang 38:40 sudah dirawat di rumah. Mau tanya, 38:43 Ustaz. Apakah ini salah satu ujian 38:45 terhadap saya? Saya sekarang ini sudah 38:48 75 tahun dan selalu berdoa agar Allah 38:52 Subhanahu wa taala memberikan keikhlasan 38:54 dan keimanan yang kafah untuk mengurus 38:57 keponakan saya ini. Terima kasih, Ustaz. 38:59 Mohon penjabarannya. 39:01 Iya, alhamdulillah. 39:04 Ee 39:06 kalau anak sebenarnya kewajiban adalah 39:09 orang tuanya 39:11 tidak langsung dibankan pada 39:15 keponakan berarti 39:16 tantenya. 39:17 Tantenya tante. Ini muslimin, ibu-ibu 39:19 atau 39:19 muslimat? 39:20 Muslimat. 39:21 Muslimat. Jadi bukan tantenya, bukan 39:23 apa, tapi kalau orang tuanya tidak ada, 39:26 tidak ada kemampuan, kemudian kita 39:29 sebagai saudara memang ada kewajiban 39:31 dalam arti punya arti punya tanggung 39:33 jawab sebagai ikatan sebagai keluarga 39:36 itu masyaallah kemuliaan. 39:39 Kemuliaan yang luar biasa. 39:42 Jangankan sampai merawat, sampai sehat, 39:46 mengunjungi orang sakit saja. Rasul 39:49 mengatakan, 39:50 "Kita duduk 39:53 takziah dalam arti mengunjungi orang 39:55 sakit 39:56 selama duduk di situ sama dengan dia 39:59 duduk di taman surga." 40:02 Ini luar biasa. J. Itu suatu kemuliaan. 40:05 Berarti Allah takdirkan ibu merawat 40:09 ponakan. Saya tidak tahu sebabnya kenapa 40:11 kok jadi ibu yang urus. 40:15 Walaupun itu kewajiban orang tua, tapi 40:18 kalau orang tuanya tidak mampu atau 40:19 apalagi sudah meninggal dunia, ini satu 40:23 luar biasa anugerah Allah. Allah 40:25 memberikan kesempatan 40:27 pintu terbukanya pintu surga bagi ibu 40:30 merawat ponakan. 40:32 He heeh. 40:33 Jadi saya kira ini luar biasa ya. 40:35 Sekaligus merupakan ujian tes 40:37 kepedulian. Iya, 40:39 memang tidak mudah. 40:40 Iya, Ustaz. 40:41 Tidak mudah ngurus orang lain, apalagi 40:43 yang sakit ya membiayai ya segala macam 40:47 menunggunya dan seterusnya. Insyaallah 40:50 menurut saya ini sekaligus peluang bagi 40:53 ibu untuk bisa meraih surga karena 40:56 memberikan pertolongan pada orang yang 40:58 sakit yang luar biasa. Insyaallah akan 41:01 mengampuni dosa-dosa kita dan Allah akan 41:03 mengganti dan tidak sia-sia. Maka 41:06 berarti ini sekaligus ujian dan tapi 41:09 juga peluang 41:10 Heeh. 41:11 pintu masuk terbukanya pintu surga. 41:14 Insyaallah. Amin. 41:15 Amin ya rabbal alamin. Pertanyaan 41:17 selanjutnya, Pak Ustaz ee dari Jakarta, 41:22 Ibu Dewi. Asalamualaikum warahmatullahi 41:24 wabarakatuh. 41:25 Waalaikumsalam warahmatullahi 41:26 wabarakatuh. Bagaimana cara membedakan 41:30 antara nikmat yang menjadi rahmat dengan 41:33 nikmat yang justru merupakan istiraj, 41:37 yaitu kenikmatan yang membuat seseorang 41:39 semakin jauh dari Allah. 41:41 Iya, 41:43 masyaallah. 41:45 Kenikmatan yang anugerah dari sebagai 41:48 syukur bertambah nikmat. Nikmat itu 41:50 adalah 41:52 sesuatu yang keadaan yang bisa 41:54 memberikan kebahagiaan, kebaikan. itu 41:57 baru nikmat namanya. 42:00 Bermanfaat 42:02 tidak hanya untuk diri kita, bermanfaat 42:03 untuk orang lain yang kita dapatkan. 42:07 Misalnya rezeki 42:09 untuk anak-anak, bisa sekolah, 42:12 bisa membantu, bisa bersedekah, 42:16 dan seterusnya. Jadi itu nikmat memberi 42:19 manfaat, banyak memberikan manfaat bukan 42:22 hanya untuk dirinya. 42:24 Nah, sedangkan harta yang disebut tadi 42:28 sebagai 42:30 apa? Ee pemberian yang Allah tidak rida 42:34 itu nampak bisa lihat. Pertama, 42:38 karena yang kita lakukan sebenarnya 42:41 bukan hal-hal yang diridai oleh Allah 42:43 Subhanahu wa taala 42:45 dalam mencari rezeki 42:48 atau sikap kita yang kurang syukur pada 42:50 Allah. Kemudian Allah berikan harta 42:52 dagang untung dan sebagainya. Tetapi itu 42:55 sebagai satu 42:58 bukan sesuatu yang nikmat. Karena bisa 43:01 saja justru harta itu bisa membawa 43:03 malapetaka 43:05 karena tidak kita syukuri, 43:08 malah menimbulkan ketamakan 43:11 bahkan problem dan masalah yang 43:14 berkepanjangan. 43:15 Jadi bisa dilihat dari pertama cara 43:18 mendapatkannya harta itu. Kemudian yang 43:20 kedua ee 43:23 hal dari harta itu, dampak dari harta 43:26 itu. Itu bisa dilihat apakah ini adalah 43:29 harta yang anugerah Allah yang Allah 43:30 rida ataupun tidak. 43:33 Nah, oleh karenanya 43:35 kalau kita minta pada Allah, "Ya Allah 43:39 berikan pada kami harta yang barokah, 43:41 jangan yang banyak." 43:42 Heeh. Belum tentu harta yang banyak 43:45 kemudian bisa membawa kebaikan. Belum 43:47 tentu. Malah justru banyak orang yang 43:50 harta istidrat itu justru dia makin 43:54 sibuk, makin pusing ngurusi harta. Heeh. 43:57 Tenaganya, pikirannya siang gak cukup 44:00 sore, sore sampai malam terus dia 44:02 diperkuda oleh hartanya. Padahal dia 44:04 sendiri belum tentu menikmati apa yang 44:07 dia urus. Bisa menjadi rezeki kita. 44:13 malah hatinya kurang tentram, pikirannya 44:15 terganggu. Ahah. Itu bisa jadi itu 44:17 adalah harta yang istidr dari Allah 44:20 Subhanahu wa taala. Karena kita kurang 44:22 syukur dan tidak menempatkan pada 44:24 tempatnya. Jadi kalau nikmat yang Allah 44:27 berikan pada kita, harta walaupun 44:28 sedikit tapi barokah, ketentraman di 44:30 hati, banyak memberi manfaat pada orang 44:33 banyak. Kita tidak lupa pada Allah, 44:35 makin tekun ibadahnya itu insyaallah 44:37 nikmat anugerah yang dinikmati. Tapi 44:39 kalau akan bawa masalah mungkin juga itu 44:42 adalah istidraj yang tidak membawa 44:44 berkah. Wallahuam. 44:46 Baik, Ustaz. 44:48 Ada Bapak Dedi di Sukabumi. 44:51 Asalamualaikum warahmatullahi 44:52 wabarakatuh, Ustaz. 44:53 Waalaikumsalam warahmatullahi 44:55 wabarakatuh. 44:56 Ustaz tadi mencontohkan orang kaya yang 44:58 dermawan dan peduli kepada sesama. Lalu 45:01 apa indikator bahwa seseorang itu 45:03 benar-benar tulus, benar-benar lulus 45:06 dalam ujian kekayaan menurut Quran dan 45:09 sunah. 45:12 Kalau kita lihat perjalanan para sahabat 45:15 ya, sahabat itu kan banyak yang kaya 45:18 raya. Bukan hanya kaya saja, kaya raya. 45:22 Utsman bin Affan, Abu Bakar Assiddiq, 45:26 Abdurrahman bin Auf dan lain-lain. 45:28 [mendengus] 45:29 Dia kaya tapi hati kekayaannya tidak 45:33 mengikat hatinya. 45:37 Hatinya selalu terikat kepada Allah dan 45:40 selalu mendudukkan harta itu sebagai 45:44 satu alat, sebagai instrumen, sebagai 45:47 sarana, tidak menjadi tujuan utama. 45:52 Nah, jadi 45:55 tanda-tanda bahwa dia harta yang akan 45:58 bisa membawa 45:59 itu hati makin khusyuk, makin syukur 46:03 ya, makin tunggu kedudukan makin peka 46:06 terhadap sesama. 46:09 Kalau dia makin kaya makin pelit, makin 46:12 kaya makin merasa kurang, makin kaya 46:15 makin capek mengurusnya. Kemudian ada 46:18 problem dan masalah yang tidak tuntas. 46:21 Nah, berarti ada sesuatu. 46:25 Karena dalam satu riwayat disebutkan 46:28 setiap hari itu terjadi transaksi sikap 46:31 manusia. 46:34 Pertama, orang yang 46:37 punya motivasi hidup untuk ibadah. Dia 46:40 sadar bahwa hidup itu diciptakan manusia 46:42 untuk ibadah. 46:44 Maka dijadikan satu 46:47 mindset berpikirnya bahwa hidup itu 46:49 adalah ibadah. Bagaimana menjadikan 46:52 dinamika, aktivitas kita, kegiatan kita 46:54 menjadi beribadah. baik ibadah mahd 46:57 maupun ibadah ghairu mahdah. 47:00 Jadi kegi gerak langkahnya, sikapnya, 47:03 capeknya, kerjanya 47:06 sepanjang dia 47:09 bangun tidur sampai pergi tidur lagi, 47:11 bagaimana itu suai bernilai ibadah. Dan 47:15 itu menjadi motivasi bahwa hidup itu 47:16 memang ibadah. Kalau ibadah berarti 47:19 memang perjuangan. 47:20 Kalau perjuangan berarti memang 47:22 diperlukan pengorbanan. 47:25 Dia memberi hidup itu mempersembahkan 47:27 sesuatu kepada Allah. 47:30 Nah, terhadap orang yang hidup ini 47:32 motivasinya adalah sebuah perjalanan 47:34 ibadah, 47:37 pengabdian, maka tiga hal yang 47:39 diperoleh. 47:41 Satu, ketentraman di hati. Coba 47:44 dirasa-rasa. 47:45 Heeh. 47:46 Ada orang kaya tapi hatinya tenang, 47:50 anteng, berkah, 47:52 keluarganya manut. anak-anak pada nurut 47:55 tidak buat masalah ya. Masyaallah. 47:59 Ketika 48:00 ada saja pertolongan Allah, jadi hatinya 48:04 tentram. Yang kedua, 48:07 ketika menghadapi problem, karena hidup 48:09 itu memang problem, siapapun akan 48:10 menghadapi problem. 48:13 Makin kaya, makin banyak problem, makin 48:15 banyak problem. Makin tinggi jabatan, 48:17 makin banyak problem, masalah. 48:19 [mendengus] Nah, Allah memberikan 48:20 pertolongan. 48:22 Iya. 48:23 tidak dibiarkan kita berkutat dengan 48:25 problem dan masalah. 48:27 Ada [berdehem] saja solusi yang 48:28 diberikan oleh Allah. 48:30 Dan solusi yang diberikan oleh Allah itu 48:32 adalah solusi yang terbaik. 48:35 Ada aja. Kenapa dia dapat solusi? Karena 48:38 dia selalu bersandar kepada Allah, 48:41 selalu mendekat diri pada Allah ketika 48:43 menghadapi. Maka Allah sendiri akan 48:45 memberikan pertolongan. Kadang-kadang 48:47 pertolongan itu di luar dugaan kita. 48:50 Tahu-tahu selesai dengan baik. 48:52 menentramkan lagi tidak menjadi masalah. 48:55 Dan yang ketiga, rezekinya tidak akan 48:58 bisa ditolak oleh siapapun. 49:01 Tidak akan keliru, pasti datang juga. 49:03 Heeh. Rezeki itu yang kita gunakan, 49:06 yang kita nikmati, 49:09 keluarganya tentram, anak-anak, 49:11 anak-anak yang berbakti, istri yang 49:14 setia, masyaallah banyak sahabat, banyak 49:18 teman, 49:19 itu rezeki 49:21 i 49:21 hartanya tentram digunakan untuk ibadah 49:24 dan seterusnya. Ini kalau motivasinya 49:27 ibadah. Yang kedua, ada orang yang 49:30 motivasi hidup tanya ke dunia saja. Oh, 49:33 dunia aja. Bangun tidur pelototnya itu 49:36 mesti dunia. Uang, uang, uang. Bagaimana 49:39 hidup itu mengumpulkan kekayaan dan 49:42 sebagainya. Ini kaum materialisme yang 49:44 menjadikan materi segala-galanya bahkan 49:47 sebagai 49:48 berhala baru. Neopaganism, berhala baru. 49:52 Duit, duit duit. Menilai kebenaran pun 49:55 dari duit. Berpikir pragmatis. 49:58 Hidup itu yang menyenangkan. Hidup itu 49:59 yang menguntungkan. Kalau enggak untung 50:01 berarti tidak benarah. 50:04 Ini kelompok manusia seperti ini yang 50:06 mayoritas dalam kehidupan ini pun akan 50:09 diberikan tiga hal. Satu, 50:12 pandangan kemiskinan. Menurut matanya 50:15 apa yang sudah dicapai walaupun harta 50:17 sudah berlimpah, 50:19 pangkat sudah ada, umpama kekayaan di 50:21 mana, tapi merasa kurang terus. 50:25 Wah, ini makin merangsang. 50:28 Akhirnya bahkan sampai pada tomak. Tomak 50:32 itu serakah, gak punya kenyang. Kalau 50:35 orang Jawa bilang kantong bolong. Diisi 50:37 berapa aja bolong gak pernah enggak 50:39 pernah penuh. Satu. Yang kedua 50:42 problemnya makin banyak. 50:45 Waktu enggak punya apa-apa ya enggak ada 50:47 banyak problem. 50:49 Punya sepeda ya paling urusannya 50:51 problemnya pentil aja, bannya kempes. 50:54 Tapi begitu punya motor problem banyak. 50:57 Harus SIM, harus bengkel, harus bayar 51:00 pajak, harus pakai helm, harus harus 51:02 harus harus. Punya mobil begitu apalagi 51:06 punya perusahaan, bayar karyawan, bayar 51:09 listrik. Karo ini macam-macam apalagi 51:12 pabriknya 10. Bayangkan tuh 51:14 pajak 51:15 bayar pajak dikejar-kejar pajak oleh 51:17 pemerintah ngadapi macam-macam lah. 51:20 Masyaallah banyak problem. Dan apesnya 51:23 lagi Allah tidak memberikan pertolongan 51:28 dibiarkan dia berkuta dengan problem dan 51:31 masalah. pusing tujuh keliling. 51:35 Dan yang ketiga, rezekinya tidak lebih 51:39 dari porsi yang telah ditetapkan oleh 51:41 Allah. 51:42 Dari makan aja yang dimakan sedikit, 51:44 enggak doyan makan karena mikirnya duit. 51:46 Terus pagi-pagi gak sempat sarapan 51:49 paling ngopi doang. Mau ngerokok, pergi 51:51 ke kantor sampai jam .00 karena harus 51:54 ini tanda tangan, ini harus ada 51:56 pertemuan ini dan sebagainya. Enggak 51:58 sempat makan. 52:00 Jam . sudah lapar, "Ya Allah, peri makan 52:02 sedikit nanti sudah pertemuan ini, 52:04 pertemuan itu sampai malam 52:08 ya. Malam mau makan sudah enggak enak. 52:11 Memang itu rezekinya. 52:15 Walaupun punya villa di puncak itu belum 52:18 tentu dia nikmati sebulan sekali belum 52:19 tentu. Oh, sibuk kok urusan dalam negeri 52:24 apalagi usahanya berkembang ke luar 52:26 negeri. Wah, masyaallah pertemuan ini 52:28 penting, pertemuan itu dan seterusnya. 52:30 boro-boro nyemplung ke kolam renang. 52:34 Sesekali aja pergi ke puncak jam 09.00 52:37 berangkat sampai sana jam .00 baru aja 52:40 lihat-lihat sudah ada telepon, "Pak, 52:42 kami ingatkan Bapak nanti malam ada 52:44 pertemuan penting gak bisa diwakili 52:47 balik maning ke Jakarta." 52:50 Jadi itu rezekinya kenapa memang bukan 52:52 rezeki rezeki dia. Jadi beli vila itu 52:55 untuk siapa? Untuk rezeki si mamang yang 52:57 nunggu itu. Dia mandi pagi-pagi sama 53:00 istrinya ada di kolam renang 53:02 kejebar-kejebur. 53:03 Heeh. 53:04 Kamarnya ada 17 kamar har malam Senin di 53:07 kamar satu nanti Selasa kamar dua. Orang 53:10 dia sendiri siapa yang nungguin enggak 53:12 ada. 53:13 Nah, berarti rezekinya tetap dibatasi 53:15 sesuai dengan ketentuan Allah. Nah, oleh 53:18 karenanya mari dalam hal hidup ini kalau 53:21 kita atur dengan akidah, dengan 53:23 keimanan, manut aturan Allah dan Rasul, 53:25 hidup menjadi berkah. 53:29 Jaminan hidup itu jaminan Allah. Sudah, 53:31 enggak usah dicari juga tetap ada. 53:33 Mencari rezeki itu adalah ibadah, bukan 53:35 menentukan. Banyak orang kerja keras 53:37 tapi dapatnya sedikit. Memang itu 53:39 jatahnya. 53:40 Kalau orang pintar itu yang menjadi 53:45 seolah-olah syarat menjadi orang kaya, 53:48 banyak orang pintar yang hidupnya tetap 53:49 aja sederhana. 53:51 Malah orang bodoh malah pintar, pintar 53:53 usaha, enggak sekolah, enggak apa. 53:56 Ya, jadi memang hidup ini sudah diatur 53:59 oleh Allah. Cuma kita tetap harus 54:01 ikhtiar sebagai kewajiban niatnya ibadah 54:03 kepada Allah. Jadi orang kaya disertai 54:06 dengan kaya hati. 54:08 Jangan kaya harta, miskin jiwa. Jangan 54:10 repot kita nanti silakan jadi orang kaya 54:13 tapi juga perkaya hati dengan iman, 54:15 dengan kasih sayang, dengan kepedulian 54:18 insyaallah nikmat berkah ya. Jadi tugas 54:22 utama kita di tidak diciptakan jin dan 54:24 manusia kecuali ibadah itu yang pokok 54:26 baru yang lain-lain insyaallah. 54:28 Wallahualam. 54:29 Wallahuamab. Dan itu menjadi 54:32 jawaban terakhir untuk pertanyaan dari 54:36 Pak Dedi. Ustaz 54:38 sebelum kita berpisah. Ustaz, ada 54:40 kesimpulan. 54:42 Ayyuhal ikhwah rahimakumullah, maka mari 54:45 insyaallah romantika kehidupan 54:49 berbagai peristiwa yang kita hadapi, 54:51 hadapi dengan tenang, dengan iman. 54:54 Melihat dalam hidup ini tidak cukup 54:56 dengan mata kepala tapi dengan mata hati 54:59 dan mata iman. 55:01 Hanya dengan mata imanlah kita bisa 55:03 melihat hikmah di balik peristiwa. 55:06 sehingga dikagumi oleh Rasulullah orang 55:09 beriman luar biasa. Kenapa? Kalau diberi 55:12 kebaikan, berikelapangan 55:14 bertambah-tambah kebaikannya, tambah 55:16 syukurnya, tambah tawadunnya, tambah 55:19 ikhlasnya, 55:20 tambah banyak ibadahnya. 55:23 Berarti sudah diberikan nikmat kemudian 55:26 bertambah-tambah kualitasnya, derajatnya 55:28 naik. Allah Allah sayang pada dia. 55:30 Manusia juga mencintai dia. 55:33 Keberadaannya memang diperlukan di 55:35 masyarakat karena kebaikannya. 55:39 Dan kalau diberikan ujian kemiskinan, 55:41 kekurangan, dia tetap tabah dan sabar. 55:44 Dia bisa tersenyum 55:47 di tengah kekurangannya. 55:51 H 55:51 dia tetap sabar. Dan lebih penting lagi, 55:53 tidak pernah berprasangka buruk kepada 55:56 Allah. 55:58 Tetap yakin Allah maha pengasih 55:59 penyayang. Allah tidak menganiaya 56:02 hamba-Nya. Allah tidak akan menzalimi 56:04 hamba-Nya. Setiap kebaikan atau 56:07 keburukan yang dihadapi oleh manusia 56:09 pasti di balik peristiwa itu ada hikmah. 56:12 Dan apa yang terjadi itu adalah yang 56:15 terbaik. Wah, ini sikap seperti ini gak 56:17 mudah. Hanya dengan iman yang mantap. 56:20 Insyaallah kita bisa melihat hikmah, 56:22 butiran-butiran hikmah di balik setiap 56:24 peristiwa yang terjadi. 56:27 Mudah-mudahan 56:28 kita dijadikan hamba-hamba yang 56:30 senantiasa mengerti kehidupannya tidak 56:32 cukup dengan mata kepala, tapi melihat 56:34 dengan mata iman, mata Al-Qur'an 56:37 sehingga insyaallah kita bisa melihat 56:39 hikmah di balik peristiwa. Mohon maaf 56:41 segala kekurangan 56:42 dan kesalahan. Wabillahi taufik wal 56:44 hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi 56:46 wabarakatuh. 56:47 Waalaikumsalam warahmatullahi 56:48 wabarakatuh. Jazakallah ustaz atas 56:51 tausiahnya. 56:53 Terima kasih ikhwan dan akhwat atas 56:56 perhatian dari Anda semua. Kami di yang 56:59 ada di studio mohon undur diri. 57:01 Subhanakallahumma wabihamdika ashadu 57:04 alla ilaha illa anta astagfiruka wa 57:06 atubu ilaik. Ilalq wabillahi taufik wal 57:08 hidayah. Wasalamualaikum warahmatullah 57:11 wabarakatuh.