Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:02 warahmatullahi wabarakatuh. 0:06 Alhamdulillahirabbil alamin. Wasalatu 0:08 wasalamu ala asrofil iyaaiya w mursalin. 0:12 Bismillahirrahmanirrahim. 0:15 Alhamdulillahirabbil alamin. 0:18 Ee hari ini kita bersama dengan guru 0:23 kita Habib Abdullah 0:26 bin Yahya Lc. M.Si. si ya ee yang 0:30 kebetulan hari ini adalah temanya adalah 0:35 tantangan 0:37 tarbiyah Islam di era digital kali ini 0:40 ya. Seperti biasa bahwa ee 0:45 kajian minggu ini adalah interaktif. 0:47 Jadi bisa saja nanti ditanya seperti apa 0:51 sehingga ini manfaat buat kita sebagai 0:54 orang tua terhadap anak-anak kita dan 0:56 juga kita bagaimana menyikapi 0:59 ee perkembangan digital era digital saat 1:02 ini. Sebelumnya mari kita bersama-sama 1:05 berdoa dulu ya supaya kita mendapatkan 1:09 apa yang memang kita harapkan hari ini. 1:11 Ilmunya adalah subhanakal ilma lana illa 1:14 ma alamtana innaka antal alimul hakim. 1:21 Baik, tanpa berlama-lama 1:23 ee kebetulan 1:25 Habib sudah siap ya. 1:52 Ya. Baik. Ee 1:55 segera saja kita mulai ee untuk kajian 1:59 pagi hari ini bersama Habib Abdullah bin 2:03 Yahya, Lc, MSI. Apa? 2:20 Baca istigfah dulu biar lebih fresh. 2:23 Sama-sama. Astagfirullah 2:28 rabbal baraya. 2:32 Astagfirullah 2:36 minal khataya. 2:40 Rabbi zidni 2:45 ilman nafi' 2:49 wawafiqni 2:53 amalan shihah. 2:57 Astaghfirullah. 3:03 baraya 3:06 astagfirullah 3:10 minal khatayat 3:14 rabi zidni 3:18 ilma nafi' 3:23 wawafiqni 3:27 amalan 3:28 shihah 3:32 Alhamdulillah 3:35 wasalatu wasalam ala sayyidina 3:36 rasulillah wa ala alihi wasahbihi 3:39 wamanwalah. Allahumma sholli ala 3:42 sayyidina Muhammadin wa ala ali 3:44 sayyidina Muhammad. Subhanaka la ilma 3:47 lana illa ma alamtana innaka antal 3:50 alimul hakim. Watub alaina innaka ant 3:53 tawwabur rahim. Rbisrohli sodri 3:57 waassirli amri wahlul uqdatan min lisani 4:01 yafqohu qauli ya fatahu ya alim iftah 4:04 aluhal arifin. Amin ya rabbal. 4:08 Beli sekoteng di depan taman 4:11 bapak-bapak bukan hanya wajahnya yang 4:14 ganteng. Mudah-mudahan langkah dan 4:17 hatinya terus makin beriman. Amin ya 4:19 rabbal. 4:21 Burung gelatik bertengger di bunga 4:23 taman. 4:25 Ibu-ibu nih bukan hanya wajah yang 4:27 cantik, tapi langkahnya dan hatinya 4:30 semoga terus makin beriman. Amin ya 4:33 rabbal 4:35 alamin. 4:36 Alhamdulillah 4:38 para hadirin hadirat wabil khusus jemaah 4:43 pengurus DKM Masjid Raya Cibur Kri Rasel 4:47 TV. Kita doakan mudah-mudahan kita semua 4:51 yang hadir maupun yang menyaksikan 4:53 mudah-mudahan senantiasa Allah berikan 4:55 sehat. 4:57 Yang sedang sakit Allah berikan 4:58 kesembuhan. Amin ya rabbal. 5:01 Alhamdulillah kita bersyukur kepada 5:03 Allah Subhanahu wa taala. Sekarang pada 5:08 awal Agustus ini kita akan mengkaji 5:12 daripada tentang tema tantangan tarbiah 5:16 ya tarbiyah Islam. 5:19 di era digital. Karena semua sekarang 5:22 zaman di digital. 5:26 Ini adalah artinya daripada bahsun ilmi 5:29 daripada artinya skripsi penelitian 5:34 daripada guru kami Profesor Asayid 5:37 Abdullah Baharun. Jadi beliau itu rektor 5:39 daripada Universitas Al-Ahqaf di Yaman 5:43 yang mana beliau itu ibaratnya punya 5:46 lughah Injiliziah artinya punya daripada 5:49 kemampuan berbahasa Inggris. 5:53 Jadi beliau ini ketika di 2 tahun 5:56 kemarin ketika Rikhlada Wakil Indonesia 5:59 itu bahasnya ya tentang bagaimana 6:03 terkait 6:04 artificial intelligence atau yang 6:07 dikatakan dengan AI itu selama ke 6:09 mana-mana pasti itu yang dibahas ya 6:12 artinya pasti nyambungnya ke situ. Nah 6:15 di antaranya apa kata beliau? Di 6:17 antaranya tentang bagaimana tantangan 6:19 tarbiah sekarang di era di digital. 6:24 Lalu bagaimana kata beliau? Dikatakan di 6:26 sini hayatuna tanqosimu ilal qismain. 6:30 Ya, kata beliau, hidup kita ini di dunia 6:33 ini terbagi ya sekarang menjadi apa? 6:37 Menjadi dua bagian 6:39 yang melalui bagaimana keadaan zaman 6:42 sekarang. alawal yaitu alhayah ya 6:46 al-waqi yang pertama adalah kehidupan 6:50 yang yang nyata yang real life ya 6:52 kehidupan nyata. Yang kedua adalah 6:56 al-hayah arraqamiah yaitu dikatakan 6:59 dunia maya artinya di dalam permetosan. 7:05 Kalau kita mungkin ya punya Facebook, 7:08 Instagram ya trad 7:10 ya. Kalau sekarang mungkin WhatsApp, 7:12 Telegram, macam-macamlah. Itu adalah 7:14 dunia maya. Kata beliau ada dua. Kita 7:17 ini sekarang berada di hidup ini apa? 7:20 Ada yang dunia nyata yang kita alami 7:22 sehari-hari ini dan juga kita selalu apa 7:25 namanya? Bermuamalah dengan dunia maya. 7:30 Nah, kata beliau di sini 7:32 artinya ya bagaimana kaitannya dengan 7:35 tarbiah ya. Kalau kita melihat daripada 7:38 makna tarbiah itu, jadi kata rba 7:41 tarbiatan artinya apa? Mendidik. Artinya 7:44 mendidik di sini bukan hanya mengajar 7:46 saja ya kita taklim ya kita apa tapi 7:50 harus yang namanya alhudur. Harus ada 7:53 yang namanya rasa rasa hadir itu 7:56 mendidik tarbiah dan juga apa ya 7:58 almahabbah. 8:00 Ada yang namanya rasa cinta, kasih 8:02 sayang ya. Dan juga apa? Attasji ada 8:06 yang namanya motivasi, disupport dan 8:09 juga apa? Almaah. Dan ada yang namanya 8:12 selalu kebersamaan di dalam setiap apa 8:16 namanya tarbiahnya. Itu makna daripada 8:19 tarbiyah. Kalau hanya sekedar mengajar 8:22 ya dari saya kitab ke fulan itu namanya 8:25 taklim. Tapi tarbiah itu adalah 8:27 benar-benar mendidik secara total. Itu 8:31 kata-katakan tarbiah. Jadi intinya 8:35 bagaimana sih dengan kita zaman sekarang 8:37 ini kan ya kata beliau intinya sekarang 8:40 itu artinya dunia maya ini ya kita ada 8:44 sekarang timbul yang namanya teknologi 8:46 apalagi munculnya AI. AI ini ya aplikasi 8:51 yang dibuat oleh orang-orang ada 8:52 Amerika, ada dari Cina, dari 8:54 macam-macam. 8:55 Kalau kita download aplikasi itu, Pak, 8:58 Bu, ya. Kita bisa nanya apa aja bisa 9:01 muncul hukum. Nanya kita punya penyakit 9:04 apa muncul tuh obatnya apa, ininya apa 9:07 ya. Atau juga apaak zaman sekarang ada 9:09 kemarin di Majelis Ulama Indonesia di 9:11 kongres kemarin di akhir Juli itu bahas 9:14 tentang di antaranya AI ada yang namanya 9:17 Ustadah AI lagi viral sekarang. Di mana? 9:20 Di TikTok atau di real Instagram. Jadi 9:24 benar-benar ya persis kayak orang lagi 9:27 ceramah konten dakwah. Ternyata setelah 9:30 teliti ternyata ini adalah konten e 9:33 artinya bukan ustazah asli ya. Ternyata 9:37 dicek ada kesalahan di dalam melafazkan 9:40 Al-Qur'an dan juga daripada makna makna 9:42 hadis. Artinya kata kemarin di sana 9:46 hasil daripada kongres itu artinya 9:49 teknologi ini seperti AI, seperti dunia 9:52 maya ini artinya bukan musuh bukan ya. 9:56 Arti ini dijadikan sebagai kita nikmat 9:59 dari Allah Subhanahu wa taala. Artinya 10:01 apa? Kita punya teknologi adalah sebagai 10:05 alat kita ya untuk digunakan untuk dalam 10:08 hal-hal ke kebaikan. 10:11 Artinya seperti pisau ya, Pak ya. Pisau. 10:14 Pisau itu kalau digunakan ya oleh yang 10:18 tukang masak ya pasti akan menjadikan 10:20 masakan yang yang enak. Tetapi pisau 10:23 kalau digunakan oleh orang yang ingin 10:26 apa? Ingin membes tangannya pasti akan 10:28 berbahaya. Seperti itu yang namanya apa? 10:32 Tekno teknologi. Arti tergantung 10:34 bagaimana orang tersebut ketika ada 10:37 iman, ketika ada apa namanya? pendidikan 10:40 ada tarbiah yang bagus, maka insyaallah 10:42 akan digunakan teknologi tersebut ke 10:45 dalam hal-hal yang keba yang kebaikan 10:47 yang bersifat bisa di situ kita 10:50 mendapatkan atau mencari rida Allah 10:52 subhanahu wa taala. Artinya teknologi 10:56 ini adalah alat bukan musuh kita ya, 10:59 tetapi sebagai wasilah perantara kita di 11:03 dalam hidup kita. Tetapi kata guru kami 11:06 ya, jangan sampai ya alhayah arraqamiah 11:09 ini kehidupan digital ini artinya 11:12 Bapak-bapak semua pasti punya Facebook 11:14 ya, punya apa Instagram pasti punya 11:17 punya Twitter artinya boleh ya tapi 11:20 jangan sampai banyak sekarang kan orang 11:23 yang mungkin di Facebook-nya, 11:24 Twitter-nya, Instagram-nya tulis ya dia 11:28 fotonya paling bagus rapi, statusnya 11:30 rapi ya Pak kontennya rapi semua ya. itu 11:34 mungkin kalau dia benar-benar bagus 11:36 secara hakikat ya masyaallah bagus. Tapi 11:40 zaman sekarang kan ada yang namanya apa? 11:42 Settingan dibuat-buat ya padahal 11:46 kehidupan nyata dia tidak seperti itu. 11:49 Nah kata beliau artinya jangan sampai 11:52 kehidupan digital ini kita dibuat-buat 11:55 tetapi bertolak belakang dengan 11:56 kehidupan nyata kita, kehidupan sehari 11:59 kita. Artinya harus sinkron. Kalau bisa 12:02 yang paling afdal kehidupan kita sehari 12:04 yang nyata ini ya bermuamalah dengan 12:07 anak, dengan istri, dengan apa sesama di 12:10 tetangga di sini harus itu yangjadikan 12:13 apa keadaan yang ter yang terbaik. 12:15 Jangan sampai kita malah apa kita fokus 12:18 dengan apa dunia maya. Karena zaman 12:20 sekarang kata beliau annas fi had zaman 12:24 ya artinya yuhibbu apa? Alfower kata 12:27 beliau apa? Apa? Pengikut viewer siapa 12:31 yang dilihat ya senang dia ada follower 12:34 banyak dia senang. Viewer banyak dia 12:36 senang ya. Kata beliau ini bukan yang 12:39 kita cari ya. Arti yang kita cari adalah 12:43 bagaimana muamalah kita kepada orang 12:46 lain secara langsung yang memberikan 12:48 manfaat jangan sampai memberikan 12:50 madarat. Karena ada orang itu kalau 12:53 ketika oh follower saya banyak nih 12:55 akhirnya timbul nama sifat apa? Alkibar. 12:58 Sifat sombong, viewernya banyak, timbul 13:01 sifat angkuh, timbul lagi merasa lebih 13:03 baik, merasa tidak ingin disalahkan, 13:06 merasa lebih benar ya, atau bahkan 13:09 menyalahkan orang lain. Ini efek 13:11 daripada fokus kepada follower dan juga 13:15 viewer. Jangan sampai seperti itu. Kata 13:17 guru kami, fokuslah kepada hidup yang 13:20 nyata ya. Tapi gunakanlah dunia maya itu 13:24 sebagai wasilah apa? dakwah kita untuk 13:27 mencari karunia Allah Subhanahu wa 13:29 taala. Artinya bukan tidak boleh dunia 13:32 maya boleh tetapi digunakan asal ada 13:35 arahan yang sesuai dengan rida Allah dan 13:38 arahan Nabi Muhammad sallallahu alaihi 13:42 wasallam. Jadi kita ini ada dunia maya 13:45 dan juga dunia nyata. 13:51 Lalu kata beliau, "Lalu bagaimana ya 13:54 kaitannya lagi dengan tarbiah kepada 13:56 anak-anak kita?" Kata beliau, "Karena 14:00 beliau banyak muridnya daripada Ponpes 14:03 besar, ada Ning Ning, Gusgus itu kita 14:05 setiap berapa bulan tuh ada kajian zoom 14:08 itu bagaimana selalu pertanyaannya 14:10 terkait keadaan sekarang. Entah terkait 14:13 santri, santriwati, terkait pelanggaran 14:16 sekarang yang ada di Indonesia ini. 14:17 Artinya bagaimana ke di lapangan? Beliau 14:20 menjawab katanya. Artinya beliau ingat 14:23 firman Allah Subhanahu wa taala. Ya 14:26 ayyuhalladzina amanu qu anfusakum wa 14:29 ahlikum naro waquduhanasu wal hijarah. 14:33 Allah Taala berfirman, "Wahai 14:35 orang-orang yang beriman, ya jagalah 14:38 diri ka diri kalian." 14:41 dan juga apa? Wa ahlikum dan keluarga 14:44 kalian dari nara dari api neraka. 14:49 Maksudnya api neraka apa? Artinya ma 14:51 yusabbib ya annas lidhul ilaiha. Artinya 14:55 perkara-perkara yang kita amalin ini 14:58 baik zahir maupun batin kita yang bisa 15:02 masuk ke dalam nerakanya Allah Subhanahu 15:04 wa taala. 15:06 Artinya diri di sini kata beliau ini 15:08 maknanya luas buat pribadi ya, buat yang 15:12 berkeluarga, buat pribadi yang punya 15:15 majelis, buat pribadi yang punya pondok 15:18 pesantren, yang punya sekolahan, yang 15:20 punya komunitas, yang punya 15:23 macam-macamlah, punya organisasi harus 15:25 jaga diri kalian itu dan juga keluarga 15:29 dalam lingkup itu. Lingkup keluarga 15:31 kita, lingkup apa organisasi komunitas. 15:34 Artinya harus dijaga dari apa? Dari 15:37 hal-hal yang bisa menyimpang atau 15:40 menyebabkan hal tersebut membuat kita 15:43 masuk ke dalam nerakanya Allah Subhanahu 15:45 wa taala. Waquduhanasu wal hijarah. 15:48 Kenapa? Karena dikatakan di sini kata 15:51 Allah Subhanahu wa taala bahan bakarnya 15:54 api neraka itu apa? Annas ya. Yaitu manu 15:57 manusia wal tijarah dan juga bebatuan. 16:01 Ya, artinya 16:03 ini kata beliau artinya ketika mohon 16:07 maaf ada kasus di mana-mana ya apalagi 16:09 sekarang banyak apa mohon maaf 16:11 pencabulan di mana-mana ya ada mungkin 16:14 keluarga tingkat komunitas kampus ya 16:18 kita sekarang berita seperti itu kata 16:20 beliau ini pertama jangan disalahkan apa 16:24 pesantrennya atau komunitasnya tapi 16:26 disalahkan mungkin di situ adalah 16:28 pelakunya ya dari segi perbuatannya. 16:32 Kadang orang kan ketika banyak berita 16:34 seperti ini ya, banyak aduh Pak Ustaz, 16:37 oh saya jadi enggak mau pesantren lagi 16:39 ya. Padahal pesantrennya bagus tetapi 16:42 pelakunya ya perbuatannya tidak tidak 16:45 bagus. Artinya diajarkan kita untuk 16:48 pilah memilih mana pondok peserantren 16:51 yang jelas-jelas artinya tidak ada 16:53 ikhtilat ya, ada terpisah arti antar 16:55 laki perempuan benar-benar ada batasan 16:58 ya. programnya jelas, sanad ilmunya 17:01 jelas seperti ini ya, baik dalam 17:04 pesantren maupun komunitas ya. Artinya 17:07 jangan sampai kita ini menyalahkan hal 17:10 yang berkait dengan Islam tetapi yang 17:12 salah adalah bagaimana pelakunya itu. 17:15 Itu adalah sebuah kesa kesalahan. 17:18 Tapi ini pasti kata beliau sebabnya apa? 17:22 Karena kekurangan kita, kelalaian kita. 17:26 Ya, mungkin banyak yang terjadi. 17:28 Contoh, kenapa kata beliau anak kita 17:31 kadang suka susah dinasehatin, suka 17:34 tiba-tiba emosian terus ya. Padahal kita 17:38 sudah ngasih apa? Sudah menyekolahkan 17:40 ya, sudah ngasih uang jajan. Apa yang 17:43 dia mau kita minta tetapi kata beliau, 17:45 apa yang kurang? Kata beliau, yaitu al 17:49 almahabbah. Ya, rasa rasa cinta. 17:52 Bagaimana rasa cintanya? Rasa cinta di 17:55 sini kata beliau, mahabbah laatil 17:58 madiah. Artinya mengungkapkan rasa cinta 18:01 kita kepada anak kita, kepada istri 18:03 kita, kepada apa komunitas atau 18:06 santri-santriwati kita. Rasa kasih 18:08 sayang itu bukan hanya dengan sekedar 18:11 materi. Arti kalau kita ngasih ke istri 18:14 kita, anak kita pas lagi doang, oh 18:18 berarti cintanya cuma setahun sekali. 18:21 Pasers. 18:23 Artinya apa? Kata beliau, "Jadikanlah 18:25 ungkapan rasa cinta itu setiap hari, 18:27 ya." Setiap hari. Setiap hari kita 18:29 harus, jang kata beliau harus jangan 18:32 sampai apa? Mudah untuk bilang apa? 18:34 Artinya mudah, gampang bilang ke istri 18:36 kita, "Kamu apa? Jamilah, kamu cantik 18:39 ya, ke anak kita, kamu pintar, kamu 18:42 rajin, kamu semangat." Seperti itu. 18:45 Jangan sampai dengan apa kata beliau? 18:47 Kata-kata kita ketika ada anak bandel, 18:49 "Oh, kamu mah bandel, nakal, enggak 18:51 bakal berhasil, enggak sukses." Jangan 18:54 sambil marah. Jangan seperti itu. Kata 18:55 beliau harus apa? Harus kita menjaga 18:59 ucapan kita. Sebagaimana sabda Nabi, 19:02 sabda Nabi, "Jangan sampai kita ini 19:04 ngucapkan kepada anak kita atau kepada 19:06 siapapun dengan doa-doa yang bu yang 19:09 buruk. Bagaimana kalau kita lihat di 19:12 Timur Tengah itu kalau orang marah di 19:14 sana, Pak, itu bukan dibilangin kamu 19:16 anak nakal, kamu anak bandel, kamu 19:18 enggak sukses. Apa mereka dengan doa 19:20 marahnya? Allahu yahdika. Apa artinya? 19:24 Semoga Allah memberimu petunjuk, 19:27 membuimu hidayah. Artinya kan do doa 19:30 sambil marah tapi Allahu yahdik seperti 19:32 itu. Atau Allah yuwafiq. Semoga Allah 19:36 memberi taufik. Allah yusliha. Semoga 19:38 Allah memperbaikimu. 19:40 Artinya seperti 19:42 perkataan kita yang baik maka insyaallah 19:45 akan menjadi doa 19:47 daripada kita selalu dengan apa? Hal-hal 19:50 yang buruk. Jadi penting yuk menanamkan 19:53 selalu menghadirkan rasa cinta kita 19:54 setiap hari ya. Setiap hari ini kata 19:57 beliau perlu ada yang apa? Wabitali 20:00 alhudur. Di samping mahabbah kita ada 20:03 yang namanya rasa rasa hadir. Hadir di 20:06 sini artinya bukan sekedar ketemu. Pagi 20:08 ketemu malam ketemu, tapi apa artinya 20:11 orang tua ya punya yang namanya 20:14 membersamai, 20:16 memberikan perhatian yang khusus. 20:18 Meskipun ada sibuknya tapi sediakan 20:21 waktu khusus untuk anak kita. Artinya 20:24 waktu bertua lagi santai gitu kan dengan 20:27 apa? dengan merangkul bagaimana dia 20:29 belajarnya dengan siapa dia berteman. 20:32 Perlu nih dicek dia belajarnya apa, 20:34 bagaimana apa kesulitannya, 20:36 kemudahannya. Di-support terus ya. 20:39 Jangan sampai kita, "Oh, kamu enggak 20:40 bisa." Jangan support kamu pasti bisa 20:43 ya. Dan juga apa bagaimana dengan siapa 20:45 dia berteman? Sebagaimana sabda Nabi, 20:48 "Almaru alini kholilih." Orang 20:50 tergantung bagaimana agama temannya. 20:52 Temannya baik pasti terbawa baik. 20:55 temannya buruk, khawatir nanti terbawa 20:57 buruk. 20:58 Apalagi di zaman sekarang ya. Sekarang 21:01 anak perempuan ya dari dulu memang sudah 21:03 bahaya kalau kita main dengan yang bukan 21:05 mahram tapi sekarang anak laki-laki 21:07 khawatir lagi sekarang ya. Mohon maaf 21:10 kita sebagaimana MUI kemarin sampai 21:13 memfatwakan bahwasanya apa? LGBT itu 21:16 udah benar-benar pelaku yang sangat 21:18 menyimpang. Artinya bukan hak asal 21:21 manusia bukan. Itu adalah perilaku yang 21:23 me yang menyimpang. Bahkan kemarin di 21:25 pemerintah sampai apa? nonmiliter ya. 21:28 Alhamdulillah mudah-mudahan diberikan 21:30 undang-undang. Artinya apa? Itu zaman 21:33 dulu kata beliau itu beliau sudah bilang 21:35 zaman dulu nanti akan timbul ya LGBT itu 21:39 sudah terang-terangan mau di komoditas 21:41 di grup di Facebook. Mungkin masih apa 21:44 ibaratnya tertutup sekarang sudah bebas 21:47 sudah berani mereka. Artinya apa? Sudah 21:50 mengatasamakan. Oh ini hak asasi manusia 21:53 ya. Artinya perlu didukung perlu di apa? 21:56 di jangan sampai kita didiskriminasi. 21:59 Jangan. Nah, ini kata beliau jaa 22:02 minasyaitan datang daripada setan ya 22:05 yang mana ingin merusak bagaimana umat 22:08 Nabi Muhammad sallallahu alaihi 22:11 wasallam. Apa kata beliau? Ini sebabnya 22:13 daripada tontonan kita di dalam apa? 22:17 komunitas di digital kita daripada 22:19 Instagram, scrolling di Facebook ya atau 22:22 di mana di TRCH itu macam-macam isinya 22:25 di YouTube. Kata beliau jangan sampai 22:28 kita ini apa banyak waktu kita ini 22:31 muamalah dengan dunia digital ya. Bahkan 22:34 coba zaman sekarang kita sering banyak 22:37 istikamah baca Quran ya atau istikamah 22:39 baca pesan WhatsApp grup ya atau real 22:43 video scroll kita crossek sendiri kata 22:46 beliau kalau kita sekarang banyaknya 22:48 dunia maya ya pasti nanti lambat lambat 22:51 ke laun khawatir nanti ada pengaruh 22:53 dalam diri kita artinya kamu belum apa 22:56 namanya masih diperbudak oleh yang 22:58 namanya tekno teknologi artinya harusnya 23:01 apa tusitir ala teknologi kamu yang bisa 23:04 mengatur tekneknologi. 23:06 Sebagaimana kata beliau di Inggris itu 23:09 di salah satu sekolah ada yang namanya 23:11 apa? Beberapa jam tanpa handphone, tanpa 23:14 internet. Fokus belajar dengan alam, 23:17 dengan diskusi. Mereka benar-benar 23:19 merasakan bagaimana sangat besarnya efek 23:23 daripada internet. Kata beliau, 23:26 "Usahakan kita yang ngatur handphone 23:28 kita. Handphone enggak salah, internet 23:29 enggak salah, tapi kita ngatur agar 23:31 supaya ini terarah. Ya, jangan sampai 23:34 kata beliau kita yang malah ibaratnya 23:37 diperbudak dengan handphone atau 23:39 internet. Ada orang viral ini, kita 23:42 ikutan viral ini. Viral beli emas, kita 23:44 ikutan beli beli emas. Belum istrinya, 23:47 "Pak, beli emas ikut beli emas repot 23:48 lagi." Ya, artinya jangan sampai 23:51 keikutan fous 23:53 viral itu apa? Viral yang ada orang 23:56 masyaallah khatam Quran 1 hari 30 juz. 23:58 Nah, itu ya kita harus semangat. Dia 24:00 sering selawat, sering istigfar. Nah, 24:02 yang seperti ini harus kita tiru. 24:05 Mungkin kita ada yang bilang, "Pak Ustaz 24:07 ya, oh sekarang agak repot nih mendidik 24:10 anak ya, banyak tantangan digital ya 24:13 pasti ya terpengaruhlah. Justru bisa 24:17 tergantung bagaimana orang tuanya atau 24:20 yang punya pimpinan dalam apa pesantren 24:22 komunitas bisa mengatur terutama dalam 24:25 apa hal digital. 24:26 Contoh guru kami Profesor e Syid Segab 24:29 Baharun itu rektor UI Dalalwa di Bangil 24:32 itu kemarin acara ada Ruben Onsu ada 24:34 Daus Mini dalam acara apa sate akbar itu 24:38 ada anaknya beliau yang paling kecil 10 24:39 tahun atau 11 tahun ditanya ya sudah 24:43 hafal berapa juz sekitar sudah 20 20 juz 24:47 ya lalu kata belia mau enggak ya wahai 24:50 anakku putriku kalau sudah hafal 30 juz 24:54 abah belikan HP yang paling mahal Mahal 24:56 apa? Jawab dia ya enggak mau Abah ya. 24:59 Saya ingin hanya sekedar pengin dapat 25:03 senyuman dari Abah aja. Udah rasa cinta 25:05 dari Abah itu sudah cukup. Enggak mau HP 25:07 yang paling mahal. Kapan sudah kata 25:10 beliau? Nanti kan kata Abah dibelikan HP 25:14 ketika sudah mau menikah. Artinya kan 25:17 bisa zaman sekarang ya. Artinya 25:20 mengarahkan anak kita agar tidak fokus 25:22 dengan handphone seperti itu. Artinya 25:26 setiap zaman ini pasti berkembang. Kita 25:28 bagaimana supaya selamat? Kata guru 25:30 kami, "Yuk, bagaimana kita mengatur ya 25:32 teknologi ini, internet ini ya supaya 25:36 tidak kita diperbudak oleh tekno 25:38 teknologi." Artinya kita yang mengatur 25:40 ini itu bisa contohnya ada ya. Artinya, 25:44 yuk pertama kita timbulkan rasa cinta 25:46 kita, rasa hadir kita, kita rangkul 25:49 dengan anak kita. Kadang jangan sampai 25:51 kata beliau banyak apa anak ini kadang 25:54 merasa nyaman di luar tetapi pas di 25:57 rumah ya dia enggak enggak nyaman ya. 25:59 Karena mohon maaf anak kali kadang sudah 26:02 dikasih up materi tapi dia kurang kasih 26:04 sayang, kurang sentuhan ya dengan 26:07 semangat suportif seperti itu ya dengan 26:10 ibaratnya diajak apa hadir dan juga apa 26:14 teladan. Kita pengin anak kita sering 26:17 salat jamaah ajak salat jemah. Anak kita 26:19 pengin baca Quran, kita di rumah baca 26:21 Al-Qur'an kita baca apa? Baca hal yang 26:24 baik. Kita harus menjadikan apa? Ton 26:26 tontonan. Artinya tontonan yang teladan. 26:29 Jangan sampai kita nyuruh tetapi kita 26:31 tidak mencontohkan. Jadi perlu yang 26:34 namanya cinta setiap hari itu dengan 26:36 selalu membuat kata-kata yang indah dan 26:39 juga hadir ya. Dan juga kata beliau 26:41 at-tasj memberikan supportif ya. Dan 26:46 juga yang keempat kata beliau di dalam 26:49 mendidik anak ini ada yang namanya apa? 26:51 Astobr ya. Ada yang namanya sa sabar ya. 26:56 Sebagaimana fir Allah Taala, "Wur ahlaka 27:00 wastoir alaiha." Dan perintahkanlah kata 27:03 Allah keluargamu untuk melaksanakan 27:05 salat ya wasbir aliha dan sabarlah ya di 27:09 dalam ketika memerintahnya. Ini 27:11 contohnya dalam salat aja kita nyuruh 27:13 anak kita suruh perintahkan salat ya dan 27:16 juga harus sabar meskipun anak kita agak 27:19 ya namanya anak-anak ya ya apalagi dalam 27:21 hal lain kita harus sabar dengan 27:24 anak-anak kita yang penting tadi rasa 27:27 cintanya hadirnya semangatnya 27:31 ya dan juga sabarnya dan juga apa selalu 27:34 menjaga lisannya daripada ucapan-ucapan 27:38 yang yang buruk kenapa Apa? 27:42 Karena 27:43 kita ini sebagaimana sabda Nabi ya, 27:46 setiap orang ini masul arti roinumati. 27:51 Setiap kalian kita ini adalah pemimpin 27:53 kata Nabi. Pemimpin dalam keluarga, 27:56 dalam komunitas, dalam pesantren, dalam 27:58 majelis, dalam apapun sebagainya. Kita 28:01 adalah pemimpin dan kalian akan dimintai 28:05 pertanggungjawaban atas yang dia pimpin. 28:08 Kita yang paling kecil nih keluarga dulu 28:09 nih. Makanya kita sebagai pemimpin dalam 28:11 keluarga harus lihat bagaimana anak 28:13 kita, istri kita. Jangan sampai ya kita 28:17 fokus kepada dunianya tapi agamanya ber 28:20 berantakan, salatnya beran berantakan. 28:23 Sebagaimana ada kisah ya di Yaman itu 28:26 ada kisah seorang ulama besar dapat info 28:29 ya dari apa namanya pembantunya datang 28:33 ke masjid. Wahai Syekh ya ini anakmu 28:37 jatuh ya anakmu jatuh ya. Lalu kata 28:41 Syekh 28:42 entar dulu ya kamu jangan bicara dulu 28:45 kamu pulang saja. Saya sekarang lagi di 28:47 salat apa? Di mana di masjid lagi bainal 28:50 isyain antara magrib dan isya. Setelah 28:52 itu saya akan pulang. Pulang ke rumah. 28:55 Kenapa tadi ini anakmu jatuh ya sampai 28:58 sakit kakinya? Lalu kata beliau 29:01 bukan di situ masalahnya. Apa kata 29:03 beliau? Hari ini ada enggak yang enggak 29:06 salat atau terlambat salatnya? Mepet 29:09 waktunya kata beliau. Coba siapa dicek? 29:12 Apakah istrinya, apakah adiknya atau 29:14 anaknya dicek. Oh, ternyata pembantunya 29:17 telat salat itu. Padahal gara-gara telat 29:20 salat. Itu beliau yang jadi sebab oh ini 29:22 gara-gara kamu telah salat anak saya 29:24 jadi jatuh jadi luka kena musibah. Bukan 29:27 disalahkan anak. Artinya sebab daripada 29:30 kelayan kita dalam apa-apa seperti telat 29:33 salat saja ini khawatir nanti menjadi 29:36 musibah. Artinya kita harus punya 29:39 namanya apa? Tanggung jawab terhadap 29:41 siapa yang kita pimpin. Ya, jangan 29:44 sampai kita asal-asalan. Kenapa? Makalah 29:47 pernikahan ini bukan hanya sekedar kita 29:50 qabiltu saja, tapi apa? Itu adalah 29:52 perjanjian yang sangat kuat, yang sangat 29:54 agung kita dengan Allah Subhanahu wa 29:57 taala, dengan Nabi Muhammad sallallahu 29:59 alaihi wasallam. Msaqon golid. Artinya 30:02 apa? Penting kita ketika sudah menikah 30:05 ya harus yang namanya apa kata beliau? 30:07 Benar-benar konsisten ibaratnya. Bahkan 30:10 dalam sabda Nabi apa? Seperti kita ini 30:12 sudah setengah daripada agama agama kita 30:15 dengan kita menikah. 30:17 Makanya kenapa banyak di Mesos ini 30:19 konten-konten ada married is carry 30:22 pernikahan itu apa? Sangat menakutkan. 30:24 Kata beliau, "Ini bukan nikahnya yang 30:26 bahaya bukan. Tetapi banyak ditontonkan 30:29 kata beliau apa? Influencer yang selalu 30:32 ekspektasinya apa dengan hal-hal yang bu 30:34 yang buruk." Kata beliau, "Di antara 30:36 penyakit zaman sekarang ini jangan 30:39 sering ngelihat scrolling ya. Karena 30:41 apa? Nanti khawatir kita fokus terhadap 30:44 ekspektasi yang di luar. Oh, ini 30:45 keluarga yang baik tuh begini dibeliin 30:48 ini, dibeliin emas atau begini atau 30:50 pernikahan tuh yang buruk tuh kayak gini 30:52 nih. Nah, jadi kan tontonnya seperti 30:54 itu. Akhir terekam dalam diri kita, 30:55 dalam anak-anak kita. Oh, enggak mau 30:57 nikah ya harus begini, kalau nikahnya 30:59 harus besar ya. Padahal secara apa 31:03 syariat itu tidak seperti itu. Artinya 31:05 apa kata beliau? Fokuslah dengan dunia 31:08 nyatamu ya, dengan apa yang kamu 31:10 kerjakan ini. Yang penting sesuai dengan 31:13 arahan syariat, sesuai dengan rida Allah 31:16 dan rida Nabi Muhammad sallallahu alaihi 31:19 wasallam. Ya, artinya jadikan yuk mulai 31:21 sekarang keluarga kita ini keluarga yang 31:24 yang nabawi. Selalu dengan perhatian, 31:27 kasih sayang, rasa hadir tadi, rasa 31:29 mahabbah, rasa sabar dengan selalu 31:32 mendoakan yang yang baik. Artinya kita 31:36 ini harus yang mengkontrol ya, artinya 31:40 yang mengatur teknologi ini ya. Jangan 31:43 sampai kita yang diperbudak oleh tekno 31:46 teknologi kita punya pondasi ya. Artinya 31:49 seapun nanti kan kita ada sekarang zaman 31:51 apa gen alfa gen Z ya sekarang 31:54 tantangannya agak berat ya. Kalau dulu 31:55 kan zaman nenek-nenek kita didik orang 31:59 tua kita karena belum ada handphone. 32:01 Zaman masih Nokia yang kecil artinya 32:03 enggak terlalu berat. Tapi sekarang 32:05 mungkin bagi saya ya yang punya anak 32:07 masih kecil ke depan nanti gimana 32:09 perkembangan nanti digitalnya ya mungkin 32:12 nanti udah kalau nelepon itu sudah 32:14 langsung kelihatan orang bisa seperti 32:15 itu. Artinya mulai sekarang teknologi 32:19 semakin berkembang bukan jadi masalah, 32:21 bukan jadi musuh tetapi bagaimana kita 32:23 punya iman. punya pondasi yang kuat itu 32:26 apa? Dengan agama kita, dengan apa? 32:29 Panutan kita yaitu Rasulullah sallallahu 32:31 alaihi wasallam. Ini cara-cara agar kita 32:35 bisa menghadapi tantangan di dalam apa? 32:37 Tarbiyah di era digitali di lisan. 32:40 Karena zaman semakin berkembang ya 32:43 artinya kita digunakan ke arah-arah yang 32:46 baik yang diridai oleh Allah dan 32:49 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 32:52 Ya, mungkin daripada ee materi terkait 32:55 tantangan tarbiah di era digital. 33:08 Baik ee Bapak Ibu mungkin di sini ada 33:12 yang ingin ditanyakan terkait dengan 33:16 tema kita tadi, tantangan tarbiyah Islam 33:19 di era digital. 33:24 Yuk, Bapak-bapak, ya. Oke. 33:34 Asalamualaikum warahmatullahi 33:35 wabarakatuh. 33:36 Waalaikumsalam warahmatullahi 33:37 wabarakatuh. 33:39 Iya, nih sebenarnya temanya luar biasa 33:43 menarik dan sangat sesuai dengan kondisi 33:46 saat ini 33:48 ya. 33:50 Pasti banyak sekali tantangan tarbiah 33:53 dalam kondisi saat ini yang kehidupan 33:56 digital begitu 33:59 semakin banyak 34:00 dialami oleh 34:02 kita. 34:04 yang mungkin ingin saya sampaikan adalah 34:08 mungkin bukan hanya kita 34:12 harus mewaspadai atau 34:15 memilah-milah 34:17 ee 34:19 dunia digital yang kita 34:22 lakukan atau kita sentuh, tapi juga 34:25 mungkin banyak 34:27 kebiasaan baru yang harus kita tanamkan 34:30 di dalam diri kita, bahkan mungkin 34:31 keluarga kita. 34:33 Seperti misalkan pagi ini tausiah yang 34:37 disiarkan secara live. 34:40 Saya kadang sedih, mungkin bukan sedih 34:43 karena apa-apa 34:45 hampir di setiap masjid itu punya siaran 34:48 live. Kalau kita tengok viewernya 34:52 yang nonton pada saat live itu begitu 34:56 ya, mungkin belum memenuhi harapan 34:58 kadang-kadang ya. Mungkin karena sudah 35:01 mungkin perlu membiasakan diri karena 35:05 kita yang sudah hadir mungkin tidak 35:07 perlu nonton. Tetapi keluarga kita yang 35:10 ada di rumah, saudara 35:13 kan sebenarnya ini sebuah kesempatan 35:15 yang luar biasa. Banyak sekali di 35:18 saat seperti sekarang ini yang 35:21 bermanfaat tetapi yang menikmatinya itu 35:24 sangat minim. 35:26 Kita mungkin perlu membiasakan diri pada 35:29 saat misalkan kita ada di sini, keluarga 35:31 kita di dong nyalain TV-nya di rumah 35:34 live tuh sekaligus menikmati 35:38 memanfaatkan 35:41 nilai-nilai yang mungkin disampaikan di 35:44 dalam sebuah tausiah. Yait mungkin yang 35:47 juga perlu dibiasakan. perlu di ada 35:50 kebiasaan baru barangkali di dalam 35:52 keluarga kita untuk memanfaatkan ini kan 35:56 dunia digital 35:57 salah satunya adalah 36:00 tausiah digital lah boleh dibilang 36:02 begitu 36:03 tetapi belum banyak yang memanfaatkan 36:05 secara maksimal barangkali itu yang ini 36:08 salah satu contoh saja ya barangkali di 36:10 dalam tausia banyak sekali yang lain 36:12 mungkin hal yang bisa kita lihat kalau 36:15 saya pribadi 36:18 kita bisa lihat Bagaimana 36:20 ibu-ibu belajar masak itu banyak sekali 36:24 yang dulu enggak bisa masak, sekarang 36:25 mencoba sesuatu resep yang baru. Artinya 36:28 di dari dunia digital ada manfaatnya. 36:31 Tentu kalau ini diarahkan kepada atau di 36:34 dilakukan dalam hal yang kaitannya 36:36 dengan 36:37 pendidikan 36:40 ataupun keislaman, saya saya yakin ini 36:44 akan jauh punya manfaat karena banyak 36:46 sekali ibu-ibu juga yang punya 36:48 pengalaman lebih baik lagi. Mencoba ini, 36:50 mencoba ini bermanfaat. Tentu di dalam 36:52 yang lain yang sifatnya 36:57 di dalam dunia pendidikan dan khususnya 36:59 pendidikan Islam ini akan lebih berasa 37:01 gitu bahwa dunia digital bermanfaat 37:04 untuk perbaikan diri dan keluarga. 37:06 Mungkin itu ya, Pak. Jadi intinya 37:08 kayaknya kita juga harus menyeimbangkan. 37:10 Betul 37:10 ada ya kontennya begitu banyak. 37:13 Jemah juga harus membiasakan sesuatu 37:14 yang baru supaya lebih optimal apa yang 37:18 sudah 37:22 bagus. 37:23 Jadi begini Pak, saya ada kaidah dari 37:26 guru kami melihat bagaimana sih keadaan 37:29 sekarang kok pada ya lihat video atau 37:31 keadaan pada enggak jelas malas lihat 37:34 viewer video kajian itu malah video 37:37 ketawa komedi. Ya artinya ada sebuah 37:41 kaidah shail usrah shal mujtama sh 37:46 mujtama shahti daulah. Kata beliau, 37:49 "Pertama kalau misalkan keluarga kita 37:52 baik, pasti masyarakat pun akan baik. 37:56 Karena masyarakat itu daripada keluarga, 37:58 keluarga, keluar, keluarga jadilah masya 38:01 masyarakat." Dan juga ketika masyarakat 38:03 sudah baik ya pasti negaranya pun akan 38:06 baik. Jadi jangan sampai kita fokus ke 38:08 negara dulu, tapi keluarga dulu kita 38:11 bagaimana. Kayak tadi contohnya 38:12 membiasakan hal yang baik. Artinya 38:16 seperti dalam ketika kajian. Kenapa 38:18 perton sedikit? Ya mungkin perlu 38:19 daripada kisim bagian medianya zaman 38:23 sekarang kebetulan saya pengedit juga 38:25 pengedit e short dakwah. Karena zaman 38:28 sekarang orang itu enggak betah lihat 40 38:30 menit itu pikirannya udah-udah ngantuk, 38:32 enggak fokus. Tapi kita bikin yang 38:34 namanya apa? Shot pendek. Bikin semenit, 38:37 2 menit, 3 menit. Itu tontonannya cepat. 38:40 Yang penting nasihat singkat. Contoh 38:42 hari ini dalam tarbiyah harus hadir ada 38:45 ayat, ada hadis. itu orang langsung 38:47 masuk. Karena apa? Mungkin zaman 38:49 sekarang apa cara berpikirnya enggak 38:52 beda kayak dulu. Kenapa? Sudah banyak 38:54 ibaratnya tontonan-tontonan yang masuk. 38:57 Artinya perlu dibikin video-video 38:58 singkat atau dibikin yang namanya kita 39:01 tulisan-tulisan yang singkat ya di rumah 39:03 kita bikin buku catatan singkat di-share 39:06 ya itu sebagai ilmu yang manfaat sebagai 39:08 jariah kita. Yang penting kita mulai 39:11 daripada keluarga kita. kita terapkan 39:13 kepada anak-anak kita tadi harus 39:14 mahabbah, harus hadir, support ya. Kita 39:18 misalkan pengin nyontoh, ayo kita 39:20 sama-sama baca videonya. Tadi kita 39:22 kajiannya baca, oh catatan tadi ayah 39:24 nulis ngaji di masjid dibaca seperti 39:27 itu. Itu insyaallah dibiasakan maka 39:30 insyaallah akan nama terbiasa. 39:33 Sebagaimana contoh ada di podcast itu 39:35 Bapak sering lihat mungkin ruang akademi 39:38 olimpiade yang bergengsi itu. Itu isinya 39:41 orang-orang pintar dalam ilmu umum. Ada 39:43 yang juara satu ini bilang saya ini 39:46 ketika ujian sebelum ujian sama mama 39:48 saya yang pertama emang dari ibu nih 39:50 pengaruh benar ibu nih ya harus jadi 39:53 apa? Pertama emang madrasatul ula 39:55 pendidikan pertama sekolah pertama bagi 39:57 anaknya apa? Saya ini kalau ujian sama 39:59 mama ya selalu baca apa ketika sebelum 40:02 ini ujian baca alfa alfatihah itu setiap 40:05 hari dipaksain kamu harus baca baca 40:08 apalagi inna fatahna laka fatham mubina 40:11 biar dibukakan ilmunya biar mudah juga 40:14 apa baca rbisrohli sodri waassirli amri 40:18 biar hatinya tenang urusannya mudah 40:20 awalnya saya bingung kok mama saya 40:22 nyuruh seperti ini tapi awal dipaksakan 40:25 ya lama-lambat launlambat laut Saya 40:27 merasakan kok hatinya tenang ketika 40:30 ujian enggak was-was, mengerjakan mudah 40:32 ya, kok gampang terus gitu. Oh, ketika 40:35 sudah terbiasa akhirnya jadi apa? Jadi 40:37 benar-benar menjadi prinsip dia. Saya 40:39 harus baca doa nih, doa ini seperti itu. 40:42 Artinya benar dari efek terutama ibu ini 40:45 tanamkan kepada anaknya meskipun awal 40:48 dipaksakan tetapi ibunya mencontoh juga 40:50 sama-sama baca lama-kelamaan hasilnya 40:53 anak akan terserap sendiri. Akhirnya 40:55 kita lihat sekarang masyaallah ya jadi 40:57 juara satu. Bahkan beliau bilang sampai 41:00 nilai IPK-nya nanti 4 terus 400. Bahkan 41:02 kalau 399 itu saya dianggap gagal sudah 41:06 itu berkurang. Artinya dimulai daripada 41:08 keluarga dulu memberikan contohkan 41:11 insyaallah nanti masyarakat itu akan 41:14 menjadi masyarakat yang baik. Dari 41:15 masyarakat yang baik masing-masing 41:17 insyaallah akan menghasilkan 41:19 pemimpin-pemimpin yang yang baik. Jadi 41:21 kita fokuslah kepada yang kecil dulu ya. 41:24 Kalau yang besar itu kita doakanlah ya. 41:26 Mudah-mudahan yang namanya mohon maaf 41:28 kata guru kami asiasah khosasah namanya 41:31 politik itu ya seperti itu kotor. Kalau 41:34 antum ya ada hajat seperti kayak ke 41:36 kamar mandi seperti itu. Masuk ada butuh 41:39 hajat udah kamu menggunakan dengan enak. 41:42 Tapi kalau kamu di kamar mandinya 41:44 kotor-kotoran ya pasti kotor. Artinya 41:46 masuk ke politik itu boleh ada hajat 41:49 menolong umat tapi kalau enggak mampu 41:51 kamu malah terbawa. Maka jangan jangan 41:53 masuk. Jadi beliau ini bukan anti 41:55 politik. Karena di dalam kitab para 41:57 ulama ada yang bahas tentang asiasah 42:00 syariah politik secara syariat. Artinya 42:02 mulai sekarang mulai dari keluarga kita 42:05 dibiasakan maka insyaallah akan menjadi 42:07 terbi terbiasa dan selalu apa? Selalu 42:09 berdoa ya. Sebagaimana kilat para nabi 42:12 itu ya doanya apa? Di antaranya rbi 42:15 ja'alli muqimati wriyati. Ya Allah 42:19 mudahkan apa? Jadikanlah anak-anak muda 42:21 yang selalu menegakkan salat. Kenapa 42:23 contohnya salat? Ya, kenapa kata orang, 42:25 kata para ulama ketika salatnya benar ya 42:28 insyaallah yang lain juga ikut ikut 42:30 benar. Salatnya berantakan. Karena salat 42:32 itu hubungan kita dengan Allah Subhanahu 42:35 wa taala. Artinya hubungan dengan Allah 42:37 sudah benar, insyaallah perkara yang 42:39 lain juga benar. Itu mungkin seperti 42:41 itu. Mudah-mudahan manfaat. 42:43 Baik. ini. Jadi 42:45 ya 42:49 ya sambil minta tolong mik-nya 42:52 ya. Jadi ee ini juga tantangan buat kita 42:54 ya sebagai pengurus DKM di sini 42:57 bagaimana ke depan itu enggak hanya 42:59 sekedar live streaming mungkin kita bisa 43:01 edit dengan short video gitu Ustaz ya. 43:03 Iya. kita bisa nanti banyak guru kita 43:05 kasih quote-quote yang memang ee baik 43:08 sehingga akan lebih banyak yang 43:10 menyaksikan lagi di YouTube channel kita 43:12 atau di channel kita. 43:16 Ee 43:18 sudah silakan 43:19 Bapak 43:21 Asalamualaikum warahmatullahi 43:23 wabarakatuh. 43:23 Waalaikumsalamumsalam warahmatullahi 43:25 wabarakatuh. 43:27 ee mengenai anak-anak, Pak. Sampai saat 43:30 ini terus terang aja kami sebagai orang 43:32 tua masih agak kesulitan untuk 43:37 mengarahkan anak-anak itu. 43:40 Kadang-kadang kita arahkan ke hal yang 43:44 terbaik gitu, Pak. Ya, tapi karena 43:47 perkembangan teknologi ini cepat sekali 43:50 dalam hal satu 1 minggu atau paling 43:53 enggak 1 bulan aja perkembangannya sudah 43:55 pesat sekali. Kalau anak-anak kita 43:57 kadang-kadang diarahkan ke ee ke arah 44:00 yang terbaik bagi kita kadang-kadang 44:02 kalau dengan ketemu anak yang lain tuh 44:05 kadang-kadang ketinggalan, Pak. Jadi 44:07 orang tua kita nih kadang-kadang merasa 44:09 bingung harus seperti apa gitu. Kalau 44:11 kita didikan yang lain, tapi di hal lain 44:14 mereka itu lebih canggih, lebih cepat. 44:17 Kadang-kadang anak ketinggalan gitu, 44:19 Pak. Jadi saya mohon saran aja mungkin 44:22 bukan tanya seperti apa ee caranya ee 44:27 hal itu supaya kita tuh imbang gitu. 44:29 Seimbang itu Pak. Jadi tidak ketinggalan 44:32 anak-anak yang lain gitu. Terus terang 44:34 aja memang perkembangan kita sangat 44:36 cepat sekali, Pak. Kadang-kadang 44:37 seminggu aja anak-anak kita dididik di 44:40 rumah gini, kadang-kadang di luar begitu 44:42 ketemu 44:44 jauh sekali mereka ketinggalan. 44:46 Kadang-kadang merasa minder kita ini. 44:48 Itu aja, Pak. Mungkin terima kasih. 44:50 Wasalamualaikum warahmatullahi 44:52 wabarakatuh. 44:54 Jadi, jadi itu pertanyaan yang sangat 44:56 bagus. Intinya kita berinteraksi dengan 44:58 anak kita ketika sudah ibaratnya manjak 45:02 SMP, SMA itu ya jadikanlah seperti 45:05 sahabat ya arti kita rangkul. Jadi kita 45:09 ini bukan kayak nasehhatin terus kamu 45:11 harus gini gini gini bukan. Kita kata 45:13 guru kami ajaklah dengan santai dengan 45:16 rasa cinta ya kita keluar refreshing ke 45:19 mana ya ajak ke tempat-tempat yang 45:21 indah. Nah, baru di situ kita cerita 45:22 nih. Oh, dulu Nabi Muhammad begini, 45:25 sahabat begini, begini, begini. Kita 45:28 dengan kisah itu insyaallah artinya 45:31 tanamkan dengan kisah-kisah Rasulullah 45:33 dan sahabat, tabiin sebagainya dan juga 45:35 masuk lihat kita lihat para ulama di 45:37 sarang bagaimana ya dengan teknolog 45:39 ibaratnya kayak cerita. Jadi pengin 45:41 nasihat tapi dengan jalur cerita. Tapi 45:44 kalau kita langsung kamu begini begini 45:45 begini itu anak pasti masih mental kok 45:48 ini bapak gue bahasanya begini mulu nih. 45:50 Tapi kalau dengan cerita kan enak 45:52 insyaallah dengan rangkulan dengan 45:53 sahabat ya. Artinya untuk zaman sekarang 45:57 kita enggak salah tapi yang namanya 45:59 mungkin kita karena ketidaktahuan kita 46:01 artinya dirangkul dengan rasa cinta dan 46:03 juga hadir. Yang penting anak tuh zaman 46:05 sekarang butuh rasa hadir Pak. Rasa 46:08 cinta di-support terus ya hadirnya kita 46:11 ya. Maka insyaallah pasti akan lambat 46:14 laut anak kita akan ibaratnya terbawa 46:16 dengan arah yang kita kita inginkan. 46:18 Meskipun di luar banyaknya macam-macam 46:21 tadi bisa ini bisa ini. Kita tap support 46:23 gimana perkembangan di luar tadi. Oh 46:25 bisa ini bisa ini. Tapi kamu apa kita 46:28 arahkan oh sudah sesuai belum? Kalau 46:29 bisa ini jangan ya karena begini-begini 46:32 tidak sesuai itu insyaallah ya 46:34 pelan-pelan maka akan berubah. Walaupun 46:36 ada perubahan, tapi kita ibaratnya 46:38 menanggapinya bukan dengan panik, tapi 46:41 dengan kita dengan rangkul gitu. Oh, ini 46:43 ee enggak baik, Nak. Kita begini begini 46:45 begini. Itu insyaallah maka anak-anak 46:47 lambat laun bisa memilih walaupun sudah 46:50 tercounter bagaimana banyak 46:52 pemacam-macam apa macam-macam ya 46:54 pergaulan. Insyaallah dengan rasa hadir 46:57 itu dan rasa cinta support terus ya. 47:00 Insyaallah anak kita lambat laut akan 47:02 sesuai dengan apa yang kita inginkan. 47:04 Artinya enggak ada kata telat ya untuk 47:07 mendidik anak. Tapi insyaallah selagi 47:09 kita ada usaha dan juga kita selalu 47:11 berdoa ikhtiar kepada Allah insyaallah 47:14 hidayah pasti bakal da bakal datang. 47:16 meskipun anak sebejat apapun ahli 47:19 narkoba ya, tapi kita sudah usaha nih 47:21 direp kita berdoa. Alhamdulillah ada 47:25 teman saya sekarang sudah sudah hijrah 47:27 bahkan sudah menikah sekarang jadi ahli 47:29 majelis. Ya, mohon maaf teman saya itu 47:32 tatawanya full sebadan di mana? Di 47:34 Majalengka dari ujung ujung. Tapi kita 47:38 dengan rangkul gitu. Dia bilang, "Oh, 47:40 ini ustaz kok enggak menghukumi kita 47:42 nih. Kamu begajulan tapi dia dirangkul 47:45 begini begini begini." pertama kita 47:46 enggak ngajak salat dulu, ngajak nyaman 47:48 dulu. Kisah Rasul begini akhirnya 47:50 tersentuh, "Ustaz, saya mau salat, mau 47:52 ngaji." Seperti itu. Pertama dengan rasa 47:55 kita ceritakan bagaimana tentang 47:56 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 47:59 itu pada manfaat. 48:01 Pak Haji Utsman. 48:05 Asalamualaikum warahmatullahi 48:05 wabarakatuh. 48:06 Waalaikumsalam warahmatullahi 48:07 wabarakatuh. ya terkait dengan era 48:10 digitalisasi ini memang ee 48:14 sangat 48:16 kompleks gitu ya tadi ya bahkan 48:18 dari orang tua sampai dengan anak-anak 48:22 gitu ya juga sudahudah memanfaatkan 48:24 digitalisasi ini gitu edita. Nah, cuma 48:28 kadang kita berusaha untuk memanfaatkan 48:31 ini menjadi hal yang positif ustaz. Jadi 48:35 ee dengan handphone kita, kita bagaimana 48:37 bisa menyimak kajian-kajian yang ada 48:40 dari sharing-sharing 48:42 islami yang di-share oleh teman-teman di 48:44 grup apa gitu. Cuma kadang kita juga ada 48:49 ee hal pada saat kita menyimak kajian 48:52 ini kok ada beda pemahaman gitu ya. 48:55 Terus ee kok dari yang kita pelajari ada 48:59 sedikit perbedaan gitu. Nah, bagaimana 49:02 sih kita bisa menyikapi atau memilih 49:05 gitu ya kajian-kajian dari ustaz yang 49:08 menjadi referensi gitu supaya tidak 49:11 menjadi menyimpang. Dikhawatirkan juga 49:13 anak-anak kita mengkaji dari ee 49:17 media-media sosial yang tidak didasari 49:20 dengan pemahaman yang utuh dari guru ee 49:25 khusus gitu. mana mereka hanya menyimak 49:27 dari kajian-kajian yang notab ini 49:29 sebenarnya ee agak menyimpang atau perlu 49:33 pemahaman lebih detail gitu. Jadi, nah 49:36 ini kita bagaimana memilihmilih ee 49:38 kajian yang memang menjadi ustaznya atau 49:42 kajian-kajian yang sesuai dengan yang ee 49:47 kajian inilah apa yang kita menjadikan 49:50 referensi gitu ya. Terus juga kita juga 49:53 bisa melihat atau menyimak ee 49:57 respon-respon ya dari para 50:02 viewer gitu atau memberikan komen gitu 50:04 ya. Nah, mungkin ada adab atau apa gitu 50:07 yang mereka asal bicara gitu, kita juga 50:09 jadi melihat ini komennya asal seperti 50:11 ini gitu. Nah, itu kita perlu memastiin 50:14 bahwa kita juga memanfaatkan 50:15 digitalisasi secara bijak gitu. Terus 50:19 juga anak-anak kita juga bagaimana bisa 50:20 ter ee pilah mana yang baik, mana yang 50:25 memang perlu di kita perdalami gitu. 50:28 Demikian Ustaz. Asalamualaikum 50:29 warahmatullahi wabarakatuh. 50:31 Pertanyaan yang sangat bagus. 50:33 Betul. Di media ini kan macam-macam ya, 50:36 berbeda pendapat. Intinya kalau kita 50:39 yang pelajari daripada para ulama itu 50:42 selalu mengajarkan kepada kita kalau 50:45 kita ada melihat ulama lain atau kiai 50:48 lain ya pendapat lain itu jadikan punya 50:52 kita punya prinsip laisaid wa innama nit 50:56 bukanlah apa lawan bukanlah apa lawan 51:00 tanding perselisihan bukan tapi apa need 51:03 artinya apa saling membantu-membantu 51:06 di dalam kebaikan di dalam memberi 51:09 pemahaman kepada umat. Jadi kalau 51:11 misalkan kita bingung nih kok ada yang 51:13 bilang ini halal, ini haram, ya kita 51:16 lihat dulu kata beliau. 51:18 Karena hakikatul ulama hakikat bagaimana 51:22 sifat para ulama itu pertama kata beliau 51:25 pertama 51:26 alladzi yuaddi ila wihdatul ummah. yang 51:29 mana ketika dalam pendapatnya itu ya 51:31 meskipun ada halal tapi ada yang haram 51:34 tapi mereka benar-benar pertama dengan 51:36 dalil yang kuat ya Quran dan hadis ada 51:39 ijma ada iias dan juga mereka selalu 51:42 memberikan kesimpulan yang mana selalu 51:45 mengajak kepada persatuan um umat 51:48 artinya contoh ketika mereka ngasih yang 51:51 halal ya artinya bagi yang ada pendapat 51:54 beda yang lain ada yang membolehkan maka 51:57 tidak memaksakan gitu Gu selagi dalilnya 51:59 jelas, bukan dalil yang akal-akalan. Oh, 52:02 kata saya begini, kata saya begini. Ini 52:04 bukan dalil. Ini kalau dalil itu dari 52:06 Quran, dari hadis, dari ijma, dari iias. 52:09 Ya, ada ilmu usulnya ada jelas. Bukan 52:12 kata saya, bukan. Jadi, para ulama itu 52:14 ketika menukil, kita lihat perdebatan 52:16 para ulama itu ya mohon maaf enggak 52:18 kayak zaman sekarang ini salah, mohon 52:21 maaf ini masuk neraka. Bukan kayak gitu 52:23 sifat ula ulama. Artinya apa? Oh, 52:26 mungkin. Oh, saya yang kurang paham 52:28 mungkin dalam memahami dalilnya. Jadi 52:30 bukan salah dalilnya zaman sekarang 52:32 salah apa? Memahami dalilnya. Ada yang 52:35 mungkin dengan hanya terjemahan saja 52:37 karena baru belajar. Ada yang mungkin 52:40 dengan benar-benar memahami bagaimana 52:42 lukhah arabiahnya, ilmu ushulnya, ilmu 52:44 balagahnya seperti itu. Artinya cari ya 52:48 konten-konten ulama yang benar-benar 52:49 menyejukkan kepada apa? menyeru kepada 52:52 persatuan umat. Artinya kalau ada 52:54 pendapat tidak memaksakan. Oh, selagi 52:56 itu dalilnya jelas maka boleh. Artinya 52:59 yang meringankan umat seperti itu ya. 53:03 Dan juga e di zaman sekarang ya artinya 53:07 ya bagi kita punya pegangan tadi ya 53:09 harus kita menyeru kepada persatuan 53:12 umat. Makanya dalam ayat Quran kan 53:14 walika jaalakum umat wasat. Jadi kami 53:17 jadikan kata Allah umat yang wasat. Apa? 53:19 Wasata itu yang tengah-tengah, yang 53:21 moderat. Artinya tidak berlebihan juga 53:24 dalam amalan. Tidak juga apa yang 53:26 namanya fanatik juga tidak. Selagi ada 53:29 pendapat yang membolehkan dalilnya jelas 53:31 maka lakukan. Atau sayang kurang srek 53:34 nih ya. Ya sudah saya amalin. Itu 53:36 pendapat fikih ini ibaratnya kalau kita 53:39 nyaman dengan ininya bismillah nyaman. 53:41 Tapi jangan sampai kita orang lain 53:43 paksakan untuk ikuti kita. Bukan seperti 53:45 itu. Makanya fikih kan ada mazhab 53:47 Hambali, ada Hanafi, ada Maliki ya. Tapi 53:50 kita di sini Syafi'iyah ya ketika dalam 53:53 apa dalam hal ibadah fokus kepada Syafi 53:56 Syafi'iyah. Tapi dalam hal muamalah, 53:58 transaksi ya atau dalam hal yang 54:01 sebagainya itu mazhab ada luas ya. Ada 54:04 solusi yang luas. Mungkin seperti itu. 54:07 Intinya menyeru kepada persatuan umat. 54:11 artinya sama-sama saling menghargai 54:15 ya. Ee baik, sudah masuk waktu suruk ya. 54:19 Mungkin ee kita akhiri saja. Mohon maaf 54:23 jika yang belum sempat bertanya. Ee 54:26 mungkin ditutup dengan saran aja, Pak 54:29 Ustaz. Saran buat kami, Pak DKM nih ee 54:33 takmir masjid kita ke depannya untuk 54:36 menghadapi era ini apa, Pak Ustaz? 54:38 Sebagai penutup. Terima kasih. 54:41 Intinya nasihat buat kita semua tidak 54:44 ada kata terlambat dalam mendidik. 54:48 Artinya semua itu ketika dilaksanakan 54:51 dengan usaha dan doa insyaallah Allah 54:53 bakalan bantu. Tapi kita harus ada yang 54:56 namanya usaha dulu. Usaha kita tadi 54:59 bikin video shot ya, bikin quotes. Yang 55:01 penting timbulkan rasa mahabbah, rasa 55:04 hadir, rasa support, doa, menjaga lisan 55:07 kita. Intinya selalu lisan kita ini 55:09 damai terus. hal yang baik terus jangan 55:12 sampai kita dengan hal yang buruk dan 55:14 juga kita masing-masing diri kita harus 55:17 menjadi tuntunan, teladan, uswah, 55:20 panutan. Jangan sampai kita hanya bicara 55:23 mohon maaf tapi tidak mencontohkan 55:25 seperti itu. Artinya kita semua ini yuk 55:27 ajarkan kita semua ini adalah bersu 55:30 bersaudara. kita pengin tenang, hidup 55:32 damai ya. Artinya masalah pendapat ini 55:35 adalah ranahnya para ulama. 55:38 Seperti itu. Mudah-mudahan manfaat. 55:40 Baik. Jadi kita contohkan kita sebagai 55:42 role model ya dalam hal ini. 55:44 Baik. Ee terima kasih atas kehadirannya 55:46 untuk kajian Ahad pagi ini. 55:48 Mudah-mudahan ilmu ini bisa kita serap 55:50 dan bisa kita amalkan untuk orang-orang 55:53 yang belum datang ke atau jemaah yang 55:55 belum datang ke masjid ini. 55:56 Subhanakallahumma wabihamdika asadu alla 55:59 ilahailla anta astagfiruka waubu ilaik. 56:01 Wasalamualaikum warahmatullahi 56:03 wabarakatuh. 56:08 Muhammad 56:09 sallallahu alaihi wasallam. 56:13 Sallallah ala Muhammad sallallahu alaihi 56:19 wasallam. 56:20 Sallallah ala Muhammad sallallahu 56:26 wasallam. Sallallahu ala Muhammad.