Cibubur, Rasilnews — Tekanan terhadap Iran melalui berbagai langkah, termasuk isu blokade Selat Hormuz, dinilai tidak akan mudah melemahkan negara tersebut. Hal ini disampaikan oleh Dr. Sarbini Abdul Murad, aktivis kemanusiaan sekaligus pemerhati politik Timur Tengah, dalam Dialog Topik Berita Radio Silaturahim.
Menurutnya, Amerika Serikat kerap mengabaikan satu hal penting: Iran sudah sangat lama hidup dalam tekanan. “Lebih 70 tahun Iran menghadapi sanksi dan blokade. Mereka bukan negara yang mudah ditekan, justru sudah terbiasa dan mampu beradaptasi,” ujarnya.
Ia juga menyinggung peran Israel dalam memanaskan situasi kawasan. Dorongan kepentingan, termasuk dari intelijen seperti Mossad, disebut turut memperkeruh konflik. Namun hingga kini, Iran dinilai masih mampu bertahan dan terus menunjukkan perlawanan.
Dalam dialog tersebut, Dr. Sarbini turut mengingatkan Arab Saudi agar meninjau kembali hubungan keamanannya dengan Amerika Serikat. Menurutnya, terlalu bergantung pada kekuatan luar tidak selalu membawa stabilitas jangka panjang.
Selain itu, ia menyoroti langkah Uni Emirat Arab yang keluar dari OPEC sebagai tanda adanya perubahan arah kepentingan di kawasan Teluk. Perkembangan ini dinilai bisa berdampak pada keseimbangan politik dan energi di wilayah tersebut.
Lebih jauh, ia mengajak negara-negara Teluk untuk mulai melihat Iran dengan perspektif berbeda. “Selama ini Iran diposisikan sebagai musuh, padahal persoalan utama di kawasan justru tidak lepas dari peran Israel,” jelasnya.
Dr. Sarbini juga menekankan pentingnya kemandirian negara-negara di kawasan, agar tidak terus bergantung pada pihak eksternal dalam menentukan kebijakan strategis.
Di tengah situasi tersebut, ia mengingatkan agar perhatian dunia tidak teralihkan dari krisis kemanusiaan di Gaza. “Sering kali kita terfokus pada dinamika konflik besar, tapi penderitaan warga Gaza masih terus berlangsung,” katanya.
Ia pun menyoroti kehadiran Global Sumud Flotilla sebagai salah satu bentuk nyata solidaritas internasional untuk Palestina. Menurutnya, gerakan ini bisa menjadi pengingat bagi masyarakat dunia untuk tetap peduli terhadap kondisi di Gaza.