Nuim Khaiyath: Dunia Masuki Fase Ketidakpastian, Konflik Global Kian Kompleks

Cibubur, Rasilnews – Penyiar senior Radio Australia, Nuim Mahmud Khaiyath, menilai situasi dunia saat ini berada dalam kondisi yang semakin tidak stabil, baik dari sisi politik, keamanan, maupun ekonomi global. Hal ini disampaikannya dalam Dialog Topik Berita Radio Silaturahim, Senin (11/05/25), dirinya menilai hal ini terjadi di tengah berbagai ketegangan internasional yang melibatkan Eropa, Amerika Serikat, dan Timur Tengah.

Sebagai sosok senior di dunia penyiaran Indonesia dan kini berdomisili di Melbourne, Australia, Nuim menyoroti mulai munculnya sikap kritis dari sejumlah negara Eropa terhadap dinamika konflik internasional, khususnya terkait Israel dan Timur Tengah. Salah satu yang disorot adalah Polandia.

“Kalau kita lihat misalnya Polandia, negara ini memiliki sejarah panjang dalam Perang Dunia Kedua,” ujar Nuim. Ia menjelaskan bahwa pengalaman sejarah tersebut turut membentuk sensitivitas politik Polandia terhadap isu kemanusiaan dan konflik bersenjata.

“Sekarang Polandia juga mulai menunjukkan sikap yang lebih kritis terhadap perkembangan politik Israel yang dianggap kurang kompromistis,” tambahnya. Nuim juga menilai bahwa konflik Palestina–Israel merupakan salah satu konflik paling kompleks dalam sejarah modern.

“Ada seorang sejarawan bernama Arthur Koestler yang pernah mengatakan bahwa terbentuknya Israel itu tidak lepas dari janji politik Inggris yang diberikan tanpa berkonsultasi dengan penduduk asli di wilayah tersebut,” jelasnya.

Menurutnya, hal tersebut menjadi salah satu akar panjang konflik yang belum terselesaikan hingga kini. “Jadi inilah sekarang yang terjadi, dan nampaknya ini akan terus menyebar,” katanya.

Di dalam Israel sendiri, Nuim menilai Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menghadapi tekanan politik yang tidak ringan. “Netanyahu juga agak terjepit karena dia menghadapi berbagai kritik internal, termasuk terkait peristiwa 7 Oktober,” ujarnya.

Sementara itu, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran juga masih belum mereda. “Trump mengatakan sama sekali tidak bisa menerima sikap Iran. Ini totally unacceptable,” kata Nuim.

Ia menilai bahwa proses diplomasi antara kedua negara masih jauh dari kata selesai karena masing-masing pihak tetap pada posisi yang keras. Nuim juga menyoroti dampak konflik geopolitik terhadap ekonomi global, termasuk sektor investasi dan industri internasional.

“Keadaan sekarang ini betul-betul agak centang-perenang di mana-mana,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa ketegangan global juga mulai memengaruhi sektor-sektor non-politik, termasuk olahraga dan investasi internasional.

Secara umum, Nuim menilai dunia saat ini tengah berada dalam fase ketidakpastian yang cukup serius. “Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di Selat Hormuz,” katanya menyinggung salah satu titik krusial energi dunia.

Ia menegaskan bahwa berbagai konflik yang terjadi saat ini masih saling berkaitan dan berpotensi memengaruhi stabilitas global. Di bagian lain, Nuim juga menyoroti perbedaan gaya kepemimpinan di berbagai negara, termasuk soal kesederhanaan pemimpin.

“Ini menarik karena mencerminkan kesederhanaan pemimpin. Kesederhanaan itu mencerminkan bahwa dia adalah abdi rakyat, bukan tuan rakyat,” ujarnya. Ia kemudian menyinggung contoh sejarah kepemimpinan Islam. “Kita lihat Umar bin Khattab bagaimana beliau hidup sederhana meski memimpin besar,” katanya.

Di luar aktivitas siaran, Nuim Khaiyath dikenal menjalani kehidupan yang sederhana. Ia rutin berenang dan membaca sebagai bagian dari kesehariannya di Melbourne. Ia juga telah menerbitkan buku berjudul “Dunia Di Mata Nuim Khaiyath”, yang berisi refleksi dan pandangannya selama puluhan tahun berkecimpung di dunia jurnalistik internasional.

Comments (0)

Your email address will not be published. Required fields are marked *