Wanda Hamidah: Perjuangan Palestina Bukan Hanya Soal Politik, Tapi Kemanusiaan dan Keimanan

Jakarta, Rasilnews — Aktivis dan publik figur Indonesia, , menegaskan bahwa perjuangan rakyat Palestina bukan sekadar persoalan politik internasional, tetapi juga menyangkut nilai kemanusiaan dan keimanan umat Islam.

Hal tersebut disampaikan Wanda Hamidah dalam seminar peringatan Nakba bertema “78 Tahun Nakba dan Masa Depan Palestina di Bawah Hukum Internasional Pasca Board of Peace,” di Aula HB Jasin Taman ismail Marzuki, Ahad (17/05/26).

Dalam pemaparannya, Wanda menilai berbagai perjanjian yang selama ini dibuat hanya menjadi kedok untuk terus melanggengkan penjajahan terhadap rakyat Palestina dan Masjidil Aqsa. Menurutnya, berbagai kesepakatan internasional belum mampu menghentikan penderitaan rakyat Palestina yang terus menghadapi kekerasan dan kehilangan hak-hak dasar mereka.

Ia juga menyoroti sikap sejumlah negara di kawasan Timur Tengah yang dinilai belum menunjukkan keberpihakan nyata terhadap rakyat Palestina. Wanda mempertanyakan bagaimana negara yang berbatasan langsung dengan Palestina dapat memilih diam di tengah tragedi kemanusiaan yang terus berlangsung.

“Kita jangan merasa lemah, karena ketika umat merasa lemah, maka akan mudah dihancurkan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Wanda turut mengutip Surah Ali Imran ayat 142 yang berbicara tentang ujian perjuangan dan kesabaran bagi orang-orang beriman. Ia juga mengingatkan isi Surah Al-Baqarah ayat 155 mengenai ujian berupa ketakutan, kelaparan, dan kehilangan harta maupun jiwa.

Menurut Wanda, masih banyak masyarakat yang takut kehilangan pekerjaan atau takut menyuarakan kebenaran terkait Palestina. Padahal, kata dia, rakyat Palestina saat ini menghadapi penderitaan yang jauh lebih besar, mulai dari kehilangan keluarga, tempat tinggal, hingga mengalami kelaparan.

“Allah yang memberi rezeki. Sementara saudara-saudara kita di Palestina kehilangan keluarga, rumah, bahkan hak hidup mereka,” katanya.

Selain menyerukan keberanian untuk menyuarakan dukungan terhadap Palestina, Wanda juga menekankan pentingnya penguasaan bahasa Arab bagi para aktivis Palestina. Ia menyebut bahasa Arab memiliki posisi penting sebagai bahasa Islam dan sarana memahami berbagai sumber utama terkait perjuangan Palestina.

Wanda mengajak masyarakat Indonesia untuk memperkuat solidaritas melalui aksi nyata, termasuk memboikot produk-produk yang terafiliasi dengan zionis.

“Indonesia memiliki lebih dari 280 juta penduduk. Jika umat bersatu dan memiliki kesadaran ekonomi, maka itu akan menjadi kekuatan besar,” tuturnya.

Comments (0)

Your email address will not be published. Required fields are marked *