Cibubur, Rasilnews – Jelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, mantan penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abdullah Hehamahua, mengajak umat Islam untuk kembali menghidupkan semangat berkurban dan berbagi kepada sesama. Menurut Abdullah, ibadah kurban tidak semata-mata tentang menyembelih hewan. Lebih dari itu, kurban merupakan wujud keikhlasan dan kepedulian sosial terhadap orang lain.
“Dalam Al-Quran disebutkan bahwa Allah telah memberikan banyak karunia kepada manusia, karena itu sholatlah dan berkurbanlah,” ujarnya dalam Dialog Topik Berita Radio Silaturahim , Jumat (15/05/26).
Ia menjelaskan, hewan seperti kambing, domba, sapi, maupun unta memang menjadi simbol dalam ibadah kurban. Namun, yang paling penting adalah semangat pengorbanan dan keinginan untuk berbagi yang tumbuh dalam diri setiap Muslim.
Abdullah kemudian menceritakan pengalamannya saat tinggal di Malaysia, ketika kondisi ekonominya belum memungkinkan untuk membeli kambing atau domba.
“Waktu itu saya belum mampu beli kambing atau domba. Saya beli ayam saja, lalu dimasak dan dibagikan kepada tetangga,” katanya.
Dari pengalaman itu, ia menilai bahwa esensi kurban bukan terletak pada besar kecilnya hewan yang disembelih, melainkan pada niat tulus dan rasa peduli terhadap sesama.
Ia juga mengaku sering melihat masyarakat sederhana tetap berusaha berkurban setiap tahun meski hidup dalam keterbatasan.
“Saya sering melihat ada nenek-nenek penjual makanan kecil, tetapi tetap bisa membeli seekor kambing untuk berkurban,” tuturnya.
Karena itu, Abdullah mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan diri berbagi sejak dini, sesuai kemampuan masing-masing. Baginya, Idul Adha merupakan momentum penting untuk memperkuat solidaritas sosial dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
“Kadang kita bisa membeli banyak kebutuhan lain, tetapi untuk berkurban justru terasa berat. Padahal inti dari kurban adalah keikhlasan dan kepedulian,” pungkasnya.