
Tausiah Sore Bersama Ustaz Yakhsyallah Mansur
Narasumber
Ustaz Yakhsyallah Mansur
Materi yang disampaikan oleh KH Yaksallah Manshur, MA dalam tayangan tersebut merupakan sebuah tausiah keagamaan yang disampaikan di hadapan jajaran pimpinan daerah Kota Bekasi, termasuk Walikota Dr. Rahmat Effendi, Dandim, Kapolresta, serta para alim ulama. Dalam pembukaannya, narasumber menekankan pentingnya bagi umat Islam di seluruh dunia untuk mulai melihat dan mencontoh umat Islam di Indonesia. Hal ini dikarenakan umat Islam di Indonesia dinilai telah berhasil mengimplementasikan dan mengamalkan firman Allah SWT mengenai konsep rahmatan lil 'alamin, yaitu menjadi pembawa kemaslahatan dan kedamaian bagi seluruh semesta alam. Lebih lanjut, narasumber menjelaskan esensi dari kata "rahmat" dengan merujuk pada definisi dari ulama Ahmad Mustofa al-Maraghi, yang mengartikannya sebagai gejolak jiwa yang dipenuhi perasaan untuk berbuat kebaikan kepada siapa saja tanpa memandang bulu, suku, maupun agama. Berdasarkan pengalaman pribadinya saat berkunjung ke luar negeri seperti Arab Saudi, Turki, dan Malaysia, KH Yaksallah Manshur secara aktif memanfaatkan perjalanan tersebut untuk mempromosikan wajah Islam Indonesia yang ramah dan toleran. Beliau juga memuji keharmonisan di Indonesia, di mana hari-hari besar dari berbagai agama dihormati dan diakui secara resmi oleh negara, sebuah bentuk toleransi nyata yang dikagumi oleh dunia internasional. Dalam tausiahnya, narasumber memaparkan lima keistimewaan utama umat Islam di Indonesia yang ia bagikan kepada para ulama di Timur Tengah. Pertama, Islam masuk ke Indonesia secara damai tanpa melalui jalur peperangan (bidunil harbi). Kedua, tidak pernah terjadi perang komunal atas nama agama di Indonesia meskipun sebelum Islam datang sudah ada pemeluk agama Hindu dan Buddha yang kuat. Ketiga, jumlah populasi umat Islam di Indonesia sangat masif, bahkan melampaui gabungan populasi beberapa negara di Timur Tengah. Keempat, wilayah geografis umat Islam di Indonesia sangat luas, membentang dari Sabang sampai Merauke. Kelima, Islam di Indonesia memiliki daya tahan yang luar biasa karena tetap bertahan dan berkembang kokoh hingga saat ini meskipun telah melewati masa penjajahan selama ratusan tahun. Sebagai penutup materi, KH Yaksallah Manshur mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa menjaga persatuan dan menghindari perpecahan yang dipicu oleh perbedaan minor dalam masalah furu'iyah (cabang agama), seperti perkara khilafiyah seputar qunut, tahlil, ataupun jumlah rakaat salat tarawih. Beliau mengingatkan bahwa dengan keluasan ilmu, umat Muslim akan memahami bahwa keragaman mazhab adalah hal yang lumrah dan setiap pandangan memiliki landasan kebenarannya masing-masing. Dengan memegang teguh tali agama Allah secara bersama-sama sesuai perintah Al-Qur'an, diharapkan Indonesia dapat menjadi pelopor kesatuan umat Islam global yang membawa berkah tidak hanya bagi bangsanya sendiri, tetapi juga bagi seluruh umat manusia di dunia.
Arsip audio
Rekaman siaran program ini ada di arsip Program Radio bila judul program cocok dengan data arsip.
Belum ada playlist YouTube untuk narasumber ini. Isi kolom youtube_list_id pada anggota tim di Supabase.
Tim Produksi
Agus Susilo
Host
Rizal Al-Haque, M.I.Kom
Produser
Atep
Kreatif Visual
Usup Subangkit
Kreatif Audio
Setia Budi S.Kom (Atep)
Media & Humas
Taufik Seff
Music Director

