Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:07 Amin. Allahumma sholli ala sayyidina 0:10 Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad. 0:13 Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah 0:15 subhanahu wa taala. Para pendengar radio 0:17 silaturahim juga Rasil TV. 0:19 Asalamualaikum warahmatullahi 0:22 wabarakatuh. Bahagia sekali saya Carolin 0:25 didampingi ada Ondi juga Aldi yang 0:27 sedang milad pada hari ini. Kami 0:29 diberkahi pada Jumat yang cerah di 0:33 sekitaran sudor asil dan fikih wanita 0:36 yaitu setiap hari Jumat siang hadir di 0:39 ruang dengar Ikhwan dan Akhwat. 0:41 Alhamdulillah guru kita telah hadir di 0:43 tengah-tengah kita. Mari kita sapa 0:45 terlebih dahulu. Asalamualaikum 0:46 warahmatullahi wabarakatuh, Ustazah. 0:49 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:51 wabarakatuh. 0:54 Alhamdulillah. Ustaz apa kabar? Luar 0:55 biasa. Allahu Akbar. Alhamdulillah 0:58 Mbak. Alhamdulillah kita semua sehat 1:01 ustazah. Allah izinkan ketemu lagi di 1:03 hari Jumat ini. Ya Allah ustazah senang 1:05 sekali kami dapat mendampingi Iwan dan 1:08 akhwat. Insyaallah akan menyerap ilmu 1:10 dari Ustazah Herlini Amran. Dan tema 1:12 yang akan diangkat ustazah yaitu yang 1:15 sedang marak diberita di ee bincangkan 1:18 belakangan hari ini karena ada salah 1:20 satu public figure yang tiba-tiba 1:23 berpulang dipanggil Allah subhanahu wa 1:25 taala. Dan yang terkait dengan tema 1:27 tersebut yaitu delapan hal mensikapi 1:30 kematian. Tafadal ustazah ya. Jazakillah 1:33 khairon mbak olin. 1:35 Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah. 1:38 Alhamdulillahilladzi alafa bainaubina 1:41 faasbahna binikmati ikhwana. Ya rabbana 1:44 lakal hamdu bil iman. Ya rabbana lakal 1:48 hamdu bil islam. Ya rabbana lakal hamdu 1:51 bil quran lakal hamdu bil ahli wal muah. 1:55 Lakal 1:57 hamduin anamta alum shi wasallim wabarik 2:01 ala sayidina Muhammadin waa alihi wa aj. 2:07 Alhamdulillah kita saat ini masih 2:10 merasakan banyak sekali karunia nikmat 2:13 dari Allah yang telah diberikan kepada 2:16 kita. Yang terpenting adalah nikmat 2:19 Islam, nikmat iman, nikmat Quran. 2:21 Mudah-mudahan dengan kenikmatan yang 2:23 Allah berikan ini kita mampu 2:25 mensyukurinya untuk menjadi 2:28 sebaik-baiknya hamba Allah yang siap 2:30 senantiasa menjalan menjalankan semua 2:33 perintahnya dan menjauhi semua larangan. 2:36 Amin. Pembahasan 2:38 kita bagaimana mensikapi kematian. Ya, 2:43 sebenarnya untuk mensikapi kematian kita 2:45 sudah paham ya, tapi tidak ada salahnya. 2:48 Najelis bina min saah. Kita duduk 2:51 sejenak mendengarkan, berbincang, 2:53 berbicara tentang mensikapi kematian. 2:57 Kita tahu dan paham bahwa kematian itu 3:00 tidak mengenal usia, waktu atau penyakit 3:05 tertentu. Manusia itu memang sudah Allah 3:09 tentukan usianya, ajalnya ya. Karena 3:12 memang hidup manusia itu tidak lepas 3:16 dari dua hal yang kontradiksi ya. Apakah 3:19 sedih, bahagia, sempit atau lapang, 3:21 mendapatkan nikmat atau bencana apapun 3:24 ya. ee ada sedih, ada duka, gembira, dan 3:27 seterusnya. Nah, ketika Allah telah 3:30 menentukan takdirnya, siapa pun tidak 3:33 bisa menghindar. Ya. N oleh karena 3:35 itulah ketika Allah memberikan kita 3:38 nikmat, kita mensyukurinya. Ketika Allah 3:41 berikan kita ujian cobaan musibah, kita 3:44 berusaha untuk ee bersabar ya. Agar e 3:49 dengan Allah berikan kita ujian itu 3:52 tentu kita dapat mencegah diri dari ee 3:55 kesombongan ya. Ee itulah orang-orang 3:58 yang beriman ya. Nah, bagaimana mereka 4:01 mensikapi kematian? Tentu saja mereka 4:03 memahaminya bahwa segala sesuatu itu 4:06 sudah ditentukan oleh Allah ya. Nah, 4:08 oleh karena itu kita akan ee 4:11 membincangkan ya bagaimana mensikapi 4:15 kematian bagi kita. Mudah-mudahan 4:17 termasuk ke dalam ee golongan 4:20 orang-orang yang beriman bagaimana bahwa 4:22 kematian itu adalah suatu hal yang pasti 4:24 ya. Nah, ada delapan hal 4:27 mensikapinya. 4:29 Pertama, bahwa ee menerima kematian itu 4:34 sebagai ketetapan Allah. Nah, kita tahu 4:38 bahwa Allah telah memberikan takdirnya 4:41 bagi orang yang hidup suatu saat pasti 4:43 akan meninggal. Oleh karena itulah ee 4:46 seorang muslim tentu harus menerima 4:49 kematian dengan penuh keikhlasan. Ya, 4:51 apakah itu kematian ee menimpa dirinya 4:55 atau menimpa orang lain, apakah orang 4:57 yang terdekat yang dia cintai atau orang 5:00 lain. Karena memang kullu 5:03 nafsinqatul maut tumma ilaina turjaun. 5:07 Tiap-tiap yang berjiwa itu pasti akan 5:09 merasakan mati. Kemudian hanya kepada 5:12 kami kamu dikembalikan. Maka orang-orang 5:14 yang beriman tuh yakin bahwa kematian 5:17 itu pasti nanti akan menghampiri mereka, 5:19 tidak bisa dihindari kapanp ya. Karena 5:22 kematian itu tidak ee mengenal waktu ya, 5:25 tidak karena sakit tapi memang sudah 5:27 takdir Allah. Banyak orang yang 5:29 sehat-sehat, segar bugar tahu-tahu 5:31 informasinya meninggal ya. Sebagaimana 5:33 yang kita ee baca ya atau yang kita ee 5:38 beberapa hari ini kita temukan ya viral 5:40 ya enggak ada sakit apa tiba-tiba ya. 5:42 Ah, itu dari sisi medis mungkin 5:44 mengatakan dengan berbagai mungkin 5:46 jantung apapunlah ya ee dari ee tenaga 5:50 medis, dokter atau apapun siapapun yang 5:53 memperkirakan ini karena ini karena itu 5:55 ya apapun. Kematian itu adalah hak 5:58 preratif Allah. Kematian itu adalah 6:01 ketentuan Allah yang tidak bisa 6:03 dihindari bagi umat, bagi 6:05 hamba-hambanya. Kematian itu pasti akan 6:08 mendatangi kita. mungkin tidak sekarang, 6:10 mungkin nanti. Maka kita tentu perlu 6:12 menerimanya dengan 6:14 keikhlasan. Sikap seorang mukmin ketika 6:18 menerima kenyataan, ya siapapun ya yang 6:21 meninggal itu ee apakah dari keluarga 6:23 yang kita cintai tentu menerimanya 6:26 dengan ikhlas ya. Dan kematiannya adalah 6:29 rencana Allah. Pasti ada hikmahnya. Jadi 6:32 ketika kita mendengar atau mendapatkan, 6:34 menemukan atau menghadapi langsung 6:37 orang-orang yang terdekat yang kita 6:38 cintai kemudian berpulang kembali kepada 6:40 Allah, maka kita terima dengan ikhlas. 6:42 Ini adalah ketentuan Allah. Ini adalah 6:45 takdir Allah. Tidak ada orang yang mampu 6:48 memberontak dengan takdir Allah. Tidak 6:50 boleh ada manusia hamba Allah yang 6:53 menyalahkan takdir Allah. Semuanya sudah 6:55 diatur oleh Allah. Bukankah kita ini 6:57 adalah makhluk ciptaan Allah yang 7:00 semuanya telah ditentukan Allah 7:01 semuanya. Dan kita berada di ee fase 7:05 alam dunia karena perjalanan hidup kita 7:08 masih panjang ya. Jadi kematian itu 7:11 adalah suatu kepastian ketetapan Allah. 7:14 Nah, kita menerimanya dengan ikhlas dan 7:15 tentu kita bersiap-siap ya. Bersiap-siap 7:18 apa ya? Mungkin kitanya yang akan 7:20 dipanggil Allah atau orang yang terdekat 7:22 dengan kita suatu saat pasti akan 7:25 dipanggil Allah, akan pulang kembali 7:26 kepada Allah. Apakah itu suami kita, 7:29 anak kita, orang tua kita, siapapun dia, 7:32 semuanya akan mengalami fase kembali 7:35 berpulang kepada Allah. Maka tentu 7:38 pertama sikap kita dalam ee mendengar 7:42 atau mengalami kematian ini tentu 7:45 menerimanya dengan ikhlas. Ini adalah 7:48 bagian dari sunatullah. Kullu 7:51 nafsinqatul maut. Setiap yang berjiwa 7:54 akan merasakan 7:56 kematian. Tunggu saja pasti akan kita 8:00 alami. Kita akan mendapatkan, kita akan 8:02 merasakan. Mungkin kita sekarang melihat 8:04 orang lain, mungkin public figure atau 8:07 orang-orang yang bisa amalnya baik, amal 8:09 saleh, bisa juga amalnya salah. Ya, ada 8:12 berbagai cara kematian yang bisa yang 8:14 dikategorikan husnul khatimah. Ada cara 8:17 kematian yang itu tergolong suul 8:19 khatimah ya. Kita pasti akan 8:21 mengalaminya yang permasalahannya adalah 8:24 suulkah atau husnulkah. Jadi ini yang 8:26 pertama menyikapi kematian itu kita 8:29 menerimanya dengan ikhlas karena ini 8:31 adalah ketentuan Allah, ini adalah 8:32 takdir Allah. Pasti kita akan 8:34 mengalaminya entah sekarang nanti atau 8:37 tidaknya. Bahkan dalam 8:39 riwayat malaikat maut 8:41 itu mendatangi manusia tuh dalam sehari 8:44 itu 70 kali. 8:46 Ya, jadi ini udah waktunya belum ini 8:49 atau jadi ee kita tinggal bersiap ya 8:53 bagaimana nanti suatu saat ketika 8:55 kematian itu akan mendatangi kita. Itu 8:58 yang pertama menerima ketentuan Allah 9:01 dengan 9:02 keikhlasan karena kita tidak bisa 9:04 berontak kepada Allah terhadap takdir 9:06 ini. Dan jangan sampai kita mengucapkan 9:09 kata-kata kufur. Kenapa 9:11 ya? Kenapa diambil ya? Kayak begitu ya. 9:15 ee atau misalnya ini gara-gara gitu ya. 9:18 Misalnya kalau ada terlambat barangkali 9:21 ee anaknya diselamatkan ya oleh ee 9:24 mungkin dokter atau apalah ya atau 9:26 mungkin terlambat datang ke rumah sakit 9:28 atau apalah penyebabnya ini gara-gara 9:30 macet nih karena terlambat akhirnya. 9:32 Nah, itu tidak semuanya itu sudah 9:34 ketentuan Allah cuman caranya yang 9:36 berbeda-beda ya. Setiap orang tuh tidak 9:38 sama ya. Itu yang pertama menerima dulu 9:41 dengan takdir Allah ini. Ini adalah ee 9:44 ketentuan Allah. Ini adalah sunatullah. 9:46 Setiap yang berjiwa pasti akan mengalami 9:49 kematian. Ee kita enggak tahu kapan kita 9:51 akan dipanggil Mbak Olin ya. Ibaratnya 9:53 kita sedang menunggu menunggu suatu hal 9:56 yang pasti tapi kita tidak pasti kapan 9:58 kita akan 9:59 dipanggil. Itu yang 10:01 pertama. Yang 10:04 kedua, mengingat kematian sebagai 10:06 pengingat hidup. Artinya kita memang 10:10 diperintahkan oleh Rasulullah sallallahu 10:12 alaihi wasallam untuk sering-sering 10:15 mengingat kematian. Karena dengan 10:17 mengingatkan kematian itu kita selalu 10:21 dalam keadaan bertobat. Ya Rasulullah 10:23 kan pernah bersabda ya aktiruikro 10:26 haimilladzat yakni almaut. Perbanyaklah 10:29 mengingat sesuatu yang melenyapkan semua 10:32 kelezatan yaitu kematian. Jadi, seorang 10:35 muslim, seorang hamba Allah yang beriman 10:38 itu menjadikan kematian itu sebagai 10:41 pengingat dirinya agar selalu 10:43 memperbaiki diri dan mempersiapkan bekal 10:45 untuk akhirat. 10:47 kita ketika menyaksikan, mendengar 10:49 kabar, mendapatkan informasi meninggal, 10:52 mendadak misalnya ya, atau ada yang ee 10:55 tertimpa pohon atau misalnya kita lihat 10:57 ee di Palestina ya banyak yang tertimbun 11:00 ee bangunan atau kena bom dan segala 11:02 macam atau ada yang apa yang dibunuh dan 11:06 segala macam bentuk-bentuk aneka rupa 11:08 bentuk kematian. Jadi kita jadi 11:09 mengingat kematian. Maka dengan 11:11 seringnya kita mengingat kematian ini, 11:14 maka kita akan termotivasi untuk berbuat 11:18 kebaikan, untuk menjauhi dosa, untuk 11:21 memperbanyak amal saleh. Karena 11:23 mengingatkan kematian juga kan membuat 11:25 kita jadi rendah ee rendah hati ya, 11:28 tidak terbuai dengan ee kenikmatan dunia 11:30 yang hanya sementara. Kalau kita 11:33 mengingat kematian, kita jadi sadar dan 11:35 paham ya untuk apa sih kita 11:37 bangga-bangga dengan jabatan kita? 11:40 Kenapa sih kita kok mencari yang haram? 11:44 Kenapa sih kok sampai sombong dengan 11:45 pangkat jabatan gelar? Kenapa sih kok 11:48 sampai berbuat zalim, berbohong, 11:49 berdusta? Mau nyari apa sih? Sebentar 11:52 lagi kita juga akan kembali kepada 11:54 Allah. Enggak ingat apa? Bahwa kita ini 11:57 akan dipanggil oleh Allah, bahwa dunia 11:58 ini hanya sementara. Kok masih ada yang 12:00 petantang-petenteng menzalimi orang ya? 12:03 Enggak ingat mati apa? Naubillahzalik. 12:05 Maka ketika Rasulullah 12:08 mengatakan, perbanyaklah mengingat 12:11 sesuatu yang melenyapkan yaitu kematian. 12:13 Itu kita jadi insaf, kita jadi sadar, 12:15 "Ya Allah mau cari apa sih, apa sih mau 12:17 dibanggakan di dunia ini, kenapa sih kok 12:20 sampai kita tuh bela-bela kezaliman 12:22 misalnya gitu ya. Apa sih yang mau 12:24 dicari? Kita nih enggak tahu nih kapan 12:27 kita akan dipanggil Allah. Karena memang 12:30 malaikat maut itu mengintai kita sehari 12:34 itu sampai 70 kali tuh di 1 jam berapa 12:36 kali itu ya? Ya Allah banyak orang yang 12:38 mendadak meninggal ya ketika lagi nyanyi 12:40 ya, ketika lagi berbuat maksiat. Ada 12:42 juga yang meninggal pada saat sedang 12:44 salat, sedang sujud. Ya Allah itu semua 12:46 tergantung bagaimana amalannya. Nah 12:49 dengan kita mengingat kematian ini, ada 12:52 dalam sebuah riwayat ya dalam tazkirah 12:54 itu dijelaskan min aksar ee apa? min 12:57 zikril maut. Barang siapa yang paling 12:59 banyak man akar minikril maut barang 13:01 siapa yang banyak mengingatkan kematian 13:03 itu dia akan dimuliakan dengan tiga 13:05 perkara ya. Jadi tiga perkara itu akan 13:09 dia dia dapatkan ya. Dia akan ee paham 13:12 ya dengan banyak mengingat kematian. 13:14 Ketika dia akan berbuat maksiat dia 13:16 ingat ya Allah ini hidup engak 13:17 selamanya. Jadi enggak akan berani untuk 13:18 berbuat maksiat. Maka yang pertama 13:21 takjilut taubah. Dia pasti segera 13:23 bersegera dalam bertaubat. Ya, karena 13:26 enggak kematian itu kan datang tanpa 13:28 rencana, tanpa kita inginkan. Tiba-tiba 13:31 karena sudah waktunya tiba, malaikat 13:34 maut mengambil kita terus kita menghadap 13:36 Allah dalam keadaan apa? Nah, segera 13:37 kita bertobat, ya. Bertaubat dari semua 13:41 dosa dan kesalahan yang pernah kita 13:43 lakukan. Nah, ini ada yang menarik, Mbak 13:46 ee 13:48 dalam ee apa namanya? Ibnul Qayyim 13:51 Aljauziah itu ee beliau itu menjelaskan 13:56 ya ee ini menjadi perhatian buat kita 13:59 semua ya, pandangan buat kita semua ya, 14:01 bahwa 14:02 ee ini apa namanya? Beliau mengatakan 14:05 ya, jangan tertipu ketika kamu tidak 14:08 melihat dampak dari dosamu pada saat 14:10 kamu melakukannya. Terkadang dampak dosa 14:13 tersebut baru kamu rasakan setelah 40 14:16 tahun. Ya Allah. Artinya apa di sini? 14:19 bahwa efek dosa itu akan ada ya. 14:23 Perbuatan dosa yang dilakukan pada masa 14:26 lalu itu akan berdampak berefek nanti 14:28 bisa kita terima cash di dunia ini 14:31 apalagi juga nanti di akhirat ya. Ada 14:33 yang diberikan DP-nya di dunia. Kalau DP 14:35 di dunia itu misalnya dosa-dosa terkait 14:37 dengan durhaka kepada orang tua ya itu 14:40 tidak hanya di akhirat. Di dunia dikasih 14:41 DP-nya. Maka hati-hati jangan merasa 14:44 aman dengan dosa yang pernah kita 14:45 lakukan. Jangan pernah tertipu dengan 14:48 keterlambatan kita bertobat ya. Karena 14:51 memang setiap dosa itu memiliki 14:52 konsekuensi. Bisa jadi tidak langsung 14:55 terasa oleh kita. Tapi balasan itu pasti 14:58 ada. Ya, bisa jadi muncul di kemudian 15:01 hari setelah bertahun-tahun. Kalau Ibnu 15:03 Qayyim Aljauziyah mengatakan bisa jadi 15:05 40 tahun. Nah, beliau mengisahkan itu 15:07 ya. Ada seorang pengusaha kata beliau 15:10 itu selama bertahun-tahun hidupnya tuh 15:12 penuh dengan kesuksesan. Kesuksesan, 15:14 kejayaan. luar biasa ya. Dia punya usaha 15:17 yang berkembang pesat, kehidupannya, 15:20 kehidupannya nyaman. Luar biasa ya 15:22 dengan kesuksesannya itu. Nah, suatu 15:24 hari tiba-tiba dia mengalami 15:27 kebangkrutan, kebangkutan yang luar 15:29 biasa. Seluruh asetnya habis, jatuh 15:32 miskin dalam sekejap mata. Dia terpukul 15:34 ya pengusaha itu dia menangis ya, 15:37 merenungi nasibnya nih. Kenapa sampai 15:39 seperti ini? Terpuruklah dia. Kemudian 15:42 dia pada saat merenung itu baru dia 15:44 teringat. peristiwa 40 tahun yang tidak 15:47 pernah dia lupakan. Dulu waktu dia masih 15:50 muda dalam masa kejayaannya dia pernah 15:54 melecehkan seseorang yang sedang 15:56 mengalami kebangkrutan. Kemudian dia 15:59 mengatakan, "Hai orang bangkrut." 16:01 Jadi ucapannya itu yang dia lontarkan 16:05 dengan tanpa pikir, dengan kesombongan, 16:08 dengan meremehkan orang di hadapan orang 16:10 banyak itu. Dia tidak menyadari bahwa 16:13 perkataan itu melukai hati orang 16:15 tersebut. Sekarang setelah 40 tahun 16:17 berlalu, dia menyadari bahwa Allah 16:19 menunjukkan kepadanya akibat dari 16:21 kesombongannya itu. Ya, jadi ucapan itu 16:24 ringan tapi ternyata kembali menghantam 16:26 dirinya dalam bentuk kebangkrutan. 16:28 Akhirnya penguasa itu, pengusaha itu 16:30 menangis. Ya, inilah balasan dari Allah 16:33 atas dosa lisan yang aku lakukan 40 16:36 tahun yang lalu. Aku dulu menghina orang 16:38 dengan sebutan bangkrut. Kini aku yang 16:41 merasakan kebangkrutan itu. Nah, jadi 16:45 ini ee dengan mengingatkan kematian, 16:48 setiap dosa yang kita lakukan segera 16:50 kita bertobat gitu ya. Jadi barang siapa 16:52 yang banyak mengingat kematian, maka dia 16:54 akan dimuliakan dengan tiga perkara 16:56 tadi. Yang pertama itu adalah segera di 16:58 bertobat. Jadi kita akan langsung ya ee 17:01 intropeksi diri ya karena kita memang 17:04 suka mengingat kematian. Kita jadi ingat 17:06 ya Allah ini salah ya langsung segera 17:09 bertobat. Karena orang yang bertobat itu 17:10 kan Allah ampuni ya. Ini ada dua bentuk 17:13 dosa. Dosa kepada Allah dan dosa 17:15 terhadap manusia. Kalau dosa kepada 17:17 Allah itu segera bertobat nasuha. Allah 17:19 maha pengampun. Allah lagi maha 17:20 penyayang. Ya, dosa-dosa yang mungkin 17:22 lalai ya itu kepada Allah tuh Allah maha 17:25 pengampun. Tapi ada dosa yang ee 17:28 terhadap manusia itu tidak akan diampuni 17:31 Allah sampai manusia itu memaafkannya. 17:35 Mungkin ada orang yang memfitnah 17:36 temannya di tempat kerja ya mungkin dia 17:39 tidak menyadari apa atau dia menyadari 17:41 itu fitnah tapi dia tidak bertobat. Bisa 17:43 jadi di masa tuanya dia sakit-sakitan, 17:45 hidupnya susah, mati pun susah, di 17:47 akhirat pun dapat bencana. ya. Atau 17:49 mungkin ada suami yang suka selingkuh di 17:51 masa mudanya, lalu tuanya dia itu kena 17:54 stroke ya sampai meninggal ya dia tidak 17:56 atau mungkin lupa kali ya untuk meminta 17:59 maaf ridanya keluarga yang telah dia ee 18:02 zalimi ya atau ada anak yang durhaka 18:04 kepada orang tuanya lalu dia susah cari 18:06 kerja dan akhirnya juga ee hidupnya 18:08 dalam ee berkeluarga agak susah dan 18:10 kemudian ee wafatnya dalam kefakiran. 18:13 Wallahuam. B artinya dosa yang dilakukan 18:15 itu kalau tidak segera bertobat Allah 18:18 akan balas. Ya, tidak sekarang nanti. 18:20 Maka mumpung kita masih di dunia kita 18:23 mensikapi kematian banyak orang yang 18:25 telah pergi lebih dahulu dari kita, kita 18:28 bertobat. Inilah manfaatnya banyak 18:32 mengingat kematian. Kita segera 18:33 bertaubat dari dosa yang pernah kita 18:35 lakukan. sengaja tidak sengaja, besar 18:38 kecil, zahir batin. Artinya kita 18:41 langsung ingat ya bahwa kita akan 18:43 kembali kepada Allah. Kita tobat nasuha. 18:45 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 18:46 saja yang tidak ada dosa pada dirinya, 18:49 yang telah Allah ampuni dosanya yang 18:51 dulu dan yang akan datang, belum berbuat 18:52 sudah Allah ampuni. Itu masih 18:54 mengajarkan kita untuk beristigfar, 18:57 bertobat kepada Allah sehari lebih dari 18:59 70 kali, 100 kali. Apalagi kita di mana 19:02 posisi kita dibandingkan Rasulullah 19:04 sallallahu alaihi wasallam. Nah, itu 19:05 yang pertama. Kemudian hati qanaah. Jadi 19:08 yang banyak manfaat banyak mengingat 19:10 kematian ini. Selain kita bersegera 19:12 untuk bertobat, hati jadi qanaah. 19:15 Qanaatulqbi yaitu ee artinya tidak 19:18 ambisi yang merugikan kita. Kita 19:22 bersyukur dengan apa yang Allah berikan 19:24 gitu ya. Kemudian yang ketiganya tentu 19:27 saja nasyat alibadah. Bersemangat 19:30 melakukan ibadah ya. semangat karena 19:32 kita enggak bisa ada jaminan masihkah 19:34 kita hidup nanti nih sebentar lagi ni 19:37 atau tidaknya. Makanya bersyukur sekali 19:39 ya Allah orang-orang yang Allah panggil 19:42 dengan dalam kondisi beribadah ya sedang 19:45 baca Quran tiba-tiba Allah panggil 19:47 masyaallah itu kehidupan kematian yang 19:49 indah ya akhir dari kehidupannya itu 19:51 luar biasa ya masyaallah. Nah ini 19:53 manfaat ee mengingat kematian. Maka 19:56 sikap kita dalam ee mensikapi kematian 20:00 ini banyak mengingat kematian. Jadi 20:03 supaya kita tidak lupa dan lalai ya. 20:06 Karena memang dunia ini sangat 20:08 melalaikan ya. Apalagi yang terkait 20:09 dengan hawa nafsu ya. Memperturutkan 20:12 hawa nafsu akhirnya lupa untuk mengingat 20:14 kematian gitu ya. Nah, jadi ini 20:17 ee ee apa namanya? ee yang kedua ya dan 20:21 mudah-mudahan kita selalu ee bisa ya ee 20:24 diingatkan oleh ee peristiwa-peristiwa 20:26 kematian itu untuk mengingat kematian. 20:29 Bahkan Rasulullah sallallahu alaihi 20:30 wasallam sendiri mengatakan ya 20:31 menyebutkan itu orang yang mengingat 20:34 kematian itu adalah orang yang pintar, 20:36 yang cerdas. Ya, ketika ditanyakan 20:39 kepada Rasulullah, siapa orang yang 20:41 cerdas itu ya Rasulullah? Rasulullah 20:43 jawab, "Alkaisu mandana nafsahu waila 20:47 lima ba'dal mauti gitu ya. Orang yang 20:49 cerdas itu adalah orang yang selalu 20:52 mengoreksi dirinya, orang yang selalu 20:54 beramal untuk kehidupan setelah 20:55 kematian. Jadi dia mempersiapkan bekal 20:59 kehidupan setelah kematian. Dia mulai 21:01 dari di dunia ini. Itu orang cerdas. 21:03 Jadi bersiap-siap dia. Itu yang kedua 21:05 ya. Ee bagaimana ee apa ee kita 21:09 mensikapi sebuah kematian. 21:11 Yang ketiga ee bagaimana mensikapi 21:15 kematian ya kita menghadapinya dengan 21:18 sabar dan tawakal. Maksudnya apa nih? Ya 21:22 ini kan kematian ini pasti ya pasti akan 21:24 kita alami. Bukan hanya kita, mungkin 21:27 orang terdekat oleh kita. Ketika 21:29 kematian itu mendatangi seseorang atau 21:32 orang yang terdekat dengan kita, maka 21:33 sikap kita dalam menghadapinya itu 21:36 adalah dengan sabar dan bertawakal 21:39 kepada Allah. 21:41 musibah berupa kehilangan orang yang 21:44 paling kita cintai. Orang yang kita 21:46 cintai tentu-tentu sangat menyedihkan, 21:48 sangat menyakitkan, ya. Sangat-sangat 21:51 apa ya 21:53 ee kesedihan yang luar biasa. Memang 21:57 bentuk ujian cobaan yang paling berat 22:01 yang dialami oleh seorang manusia itu di 22:04 antara semua ujian cobaan yang ada itu 22:07 adalah kehilangan. kehilangan orang yang 22:10 dicintainya. Maka oleh karena itulah 22:12 Allah memberikan panduan kepada kita ya 22:14 dalam surat eh Albaqarah itu. 22:18 Wabasyirin alladina asobatum musibah qu 22:23 inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Gitu 22:28 ya. Berilah kabar gembira kepada 22:30 orang-orang yang sabar. yaitu ketika 22:33 orang-orang itu apabila dia ditimpa 22:35 musibah mereka mengucapkan 22:38 innillahi wa inna ilaihi 22:42 rojiun. Innalillah. Kami itu milik 22:46 Allah. Jadi kita ini bukan milik kita 22:48 Allah. Pemilik kita tuh ya Allah. Dan 22:51 kita akan kembali kepada Allah. Maka 22:53 sikap sabar dalam menghadapi kematian 22:56 itu bukan berarti kita enggak boleh 22:58 sedih ya, enggak boleh menangis, bukan. 23:01 Maksudnya sabar di sini adalah kita 23:04 mampu menjaga diri. Ee jangan sampai 23:07 dengan kesedihan, dengan duka yang luar 23:10 biasa tuh kita melakukan 23:12 perbuatan-perbuatan yang bukannya 23:14 menambah pahala sabar, tapi bisa 23:17 mencederai keimanan kita. Ya, tidak yang 23:20 kan dilarang ya. Bagaimana menunjukkan 23:23 kesedihan itu ee dengan ucapan-ucapan 23:26 yang tidak baik, maka ucapkanlah inna 23:28 lillahi wa inna ilaihi rojiun. Itu 23:32 ungkapan kesabaran ya. Itu bagian dari 23:34 akidah yang kuat ya. Meyakini bahwa kita 23:37 itu milik Allah. Nah, ini kan 23:39 menunjukkan kesabaran. Ini menunjukkan 23:41 keimanan kepada Allah. Bahwa kita ini 23:44 milik Allah. Bahwa ini adalah ujian yang 23:47 Allah berikan kepada kita. Dan nanti 23:49 kita sebagai milik Allah akan kembali 23:51 kepadanya. Nah, kematian ini kan berarti 23:53 kita kembali kepada Allah. Yakin bahwa 23:56 kita nanti akan kembali kepada Allah. 23:57 Nanti akan dikumpulkan bersama dengan 24:00 orang yang kita cintai. Nah, ini bentuk 24:03 kesabaran. Jangan sampai mensikapinya ee 24:07 di luar kesabaran ya atau ketawakalan 24:09 itu dengan 24:10 ungkapan-ungkapan. Kenapa kok apa kenapa 24:15 hanya sebentar ee bersama kami? Kenapa 24:18 ini kalimat-kalimat kenapa-kenapa ini 24:20 adalah kalimat yang tidak mencerminkan 24:22 keimanan. Coba seandainya pakai 24:25 seandainya juga jang enggak boleh. Cukup 24:26 innalillah wa inna ilaihi rojiun. Enggak 24:29 usah dibahas lagi coba seandainya begini 24:31 coba begitu. Coba seandainya ini. Coba 24:33 seandainya ya Allah ini kalimat-kalimat 24:35 yang tidak mencerminkan akidah yang 24:38 kuat. Ini mencederai iman kepada takdir 24:41 protes kepada Allah sebagai ee penentu 24:44 kehidupan kita. Itu tidak dibenarkan. 24:46 Ya, makanya mensikapi kematian ini 24:50 adalah dengan sabar dan tawakal. Memang 24:52 berat ya. Ujian itu memang berat. Tapi 24:55 Allah pun memberikan pahala kepada orang 24:57 yang sabar juga lebih dahsyat lagi. 24:59 Bahkan innallah maasobirin. Allah itu 25:02 bersama orang-orang yang sabar. 25:04 Masyaallah ya. Jadi memang ee kehilangan 25:07 orang yang kita cinta itu luar biasa. 25:09 Jadi tapi bukan berarti enggak boleh 25:10 menangis. Boleh. Rasul juga menangis 25:12 kok. Kemarin kita bahas juga tentang air 25:14 mata ya. Jadi artinya kesabaran itu 25:18 adalah dengan mengembalikan semua ujian 25:22 cobaan yang Allah berikan kepada kita 25:23 kepada Allah. Ya artinya ya ini dah 25:26 ketentuan Allah. Ini adalah ujian. Pasti 25:29 ada hikmah di balik ini. Insyaallah kita 25:31 mampu untuk bersabar. Insyaallah kita 25:33 nanti akan ketemu pula, berjumpa pula. 25:35 Insyaallah ini di dunia hanya sementara. 25:37 Semua nanti akan kembali kepada Allah. 25:39 Bersabarlah. Tunggulah saatnya kita bisa 25:41 berjumpa lagi bersama-sama orang yang 25:43 kita cintai di jannahnya, di surganya. 25:45 Nah, itu sikap seorang beriman. Itu yang 25:48 ketiga. Yang keempat, mensikapi 25:52 kematian. Ini adalah menghindari sikap 25:57 berlebihan dalam meratapi kematian, 26:00 dalam kesedihan yang luar biasa. Islam 26:03 tuh melarang jangan sampai 26:05 berlebih-lebihan dalam mengungkapkan 26:08 kesedihan itu dalam meratapi kematian. 26:10 Jangan sampai keluar kalimat-kalimat 26:12 yang mencederai keimanan kita atau 26:15 perbuatan atau perilaku yang menunjukkan 26:17 kita itu tidak terima dengan takdir 26:19 Allah. Ya, seperti misalnya 26:21 berteriak-teriak, memukul diri. Kalau 26:24 itu kan ee disebutkan ya ee di masa apa 26:27 ya ee kalau orang jahiliah dulu itu ya 26:30 memukul pipi, merobek pakaian, pokoknya 26:33 bahasa-bahasa hindari kata-kata 26:35 perbuatan yang menyebabkan pahala 26:38 kesabaran kita itu hilang. Ya, mestinya 26:41 kan ketika ini adalah ketentuan Allah, 26:43 mestinya kita sebagai hamba Allah 26:45 menerimanya dengan lapang dada. Walaupun 26:47 sedihnya luar biasa, tapi kita tetap 26:50 menjaga keimanan, menjaga ketenangan. 26:53 Dalam arti ekspresi yang keluar itu 26:55 tidak merusak ya sampai ee apa namanya? 27:00 Ada yang sampai nauzubillah minzalik 27:01 saking sedihnya dia juga ikut. Aku ikut 27:04 juga akhir dia bunuh diri. Nauzubillah 27:06 minzalik. Ini ya Allah sangat 27:08 disayangkan ya. Ini ee sudah hidupnya 27:11 meninggalnya susah, nanti juga di sana 27:13 juga nanti masuk neraka kan. Maka dalam 27:16 mensikapi kematian kita berusaha untuk 27:21 ee menghindari sikap-sikap yang 27:24 berlebihan ya. Apalagi kalau kita 27:26 membahas kalimat innillahi wa inna 27:28 ilaihi rojiun itu adalah kalimat penuh 27:31 dengan keimanan. Ya, hakikatnya ini juga 27:33 milik Allah. Enggak ada di dunia ini 27:35 yang kita miliki. Anak kita yang kita 27:37 cintai, yang kita besarkan, yang kita 27:39 sayangi, yang kita habiskan waktu kita 27:42 untuk menjaganya. ketika Allah ambil ya 27:45 ini milik 27:46 Allah. Artinya kita ikhlas rida dengan 27:50 ketentuan Allah. Pasti setiap apapun 27:53 yang Allah takdirkan, Allah tentukan 27:56 kepada siapapun hambanya, pasti itu 27:58 adalah takdir yang terbaik. Pasti ada 28:01 hikmahnya. Tinggal kita bagaimana 28:03 berbaik sangka kepada Allah. Itu yang 28:06 keempat. Yang 28:08 kelima, mengimani kehidupan setelah 28:11 kematian. Nah, ini bagian dari keimanan 28:13 kepada hari akhir ya. Sikap hamba Allah 28:16 yang beriman terhadap kematian itu 28:19 didasari oleh keyakinan bahwa kehidupan 28:22 di dunia ini hanya sementara. Kehidupan 28:25 yang sebenar-benarnya itu di akhirat. 28:28 Dunia ini hanya pemberhentian sementara 28:30 waktu. Enggak ada yang enggak ada yang 28:32 abadi. Cobalah kita lihat ya. Mungkin 28:33 yang ada orang tuanya dulu bersamanya 28:35 sekarang sudah enggak ada, sudah tiada. 28:37 Mungkin dulu masih hidup ayahnya 28:40 kemudian disusul ibunya. Terus kita yang 28:42 dulu masih kecil sekarang sudah jadi 28:44 tua. Terus kita punya anak yang dulu 28:46 kecil sekarang sudah dewasa, sudah 28:47 menikah, sudah punya anak. Sekarang kita 28:49 sudah punya cucu. Itulah 28:51 kehidupan. Kehidupan ini hanya 28:54 sementara. Muda kecil, muda tua, 28:57 meninggal terus berputar seperti itu. 29:00 Dan kita tahu bahwa ketika seseorang 29:05 hidup di dunia kemudian mati, meninggal, 29:07 wafat, itu bukanlah akhir dari 29:10 kehidupan. 29:11 Jadi pada prinsipnya kematian itu 29:14 bukanlah akhir melainkan awal dari 29:17 perjalanan menuju kehidupan yang kekal 29:19 abadi di akhirat. Jadi kalau kita di 29:22 dunia ini kan hidup ya terus meninggal 29:24 sudah selesai sudah meninggal bukan 29:25 justru kematian itu awal awal menuju 29:29 perjalanan abadi. Perjalanan yang hidup 29:32 kita nanti itu kekal itu tuh nanti di 29:34 akhirat. Kematian ini hanya pemisahan 29:35 sementara aja. Semua juga akan 29:37 mengalaminya. 29:39 Makanya kalau kita lihat dalam surat 29:40 Alankabut ayat 64 29:49 ya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain 29:52 hanyalah kesenangan yang menipu. Dan 29:54 sesungguhnya akhirat itulah yang 29:56 sebenarnya kehidupan kalau mereka 29:59 mengetahui. Jadi kita sudah diberikan 30:01 oleh Allah rambu-rambu bahwa dunia ini 30:04 sementara. Yang kekal yang abadi itu 30:06 akhirat. Kematian itu bukan apa-apa. 30:08 kehidupan yang sebenarnya itu adalah 30:10 akhirat. Nah, dengan keyakinan inilah 30:13 seorang muslim tidak takut mati. Kita 30:16 mudah-mudahan tidak takut mati ya. 30:17 Justru yang kita perlu persiapkan itu 30:19 adalah amal apa yang akan kita bawa 30:22 nanti untuk mendapatkan kehidupan yang 30:25 lebih baik nanti di akhirat. Jadi 30:27 mengimani kehidupan setelah kematian 30:29 ini, ini rukun iman. Salah satu rukun 30:32 iman ya, beriman kepada hari akhir. Jadi 30:35 Rasulullah banyak mengajarkan kepada 30:37 kita ya dunia ini sementara. Kehidupan 30:40 yang kekal itu adalah di akhirat. Ee 30:42 keyakinan terhadap kehidupan setelah 30:44 mati itu adalah nantinya akan 30:46 mempengaruhi cara kita menjalani hidup. 30:49 Tentu kita akan persiapkan semua apa 30:52 yang bisa kita persiapkan. bahkan dengan 30:54 yang tentu yang terpenting adalah 30:56 bagaimana menuntut ilmu ya menuntut ilmu 30:59 tuh kewajiban kita ee sampai kapanpun ya 31:03 laki-laki atau perempuan dengan ilmu itu 31:05 kita bisa mempersiapkan bekal 31:07 memperbanyak amal saleh ya. bagaimana 31:10 kita mengisi kehidupan ini. Tentu ee di 31:14 antaranya mengimani kehidupan setelah 31:16 kematian itu dengan ilmu, dengan terus 31:19 kita mencari ilmu-ilmu yang ee 31:22 diwajibkan oleh Rasulullah untuk bekal 31:24 nanti itu meyakini ya dengan ilmu itu 31:26 kita yakin adanya kehidupan setelah 31:29 kematian. Misalnya nanti kita dapatkan 31:31 ilmunya kehidupan di alam kubur tuh 31:34 seperti apa di alam barzakh ya setelah 31:36 seorang tu meninggal dia akan masuk alam 31:39 barzakh. Alam barzakh itu kan antara 31:41 kematian dan hari akhirat ya. Dalam alam 31:44 barzakh itu adalah fase sementara 31:46 sebelum manusia dibangkitkan pada hari 31:47 kiamat. Nah, dengan ilmu ini kita akan 31:50 mempersiapkan bekal kita. Jadi, dunia 31:52 ini enggak segala-galanya ya. Makanya 31:55 ketika yang orang-orang yang mengimani 31:58 kehidupan setelah kematian, enggak 32:00 mungkin dia berani petantang-petenteng 32:02 ya ee dengan pencitraan ya. Seakan 32:05 seakan-akan menjadi orang yang saleh ya, 32:07 diliput media, wah kayaknya saleh 32:09 banget. Padahal ya itu hanya kamuflase 32:12 aja, pencitraan enggak akan berani 32:14 seperti itu. Ketika dia mengimani 32:16 kehidupan setelah kematian, dia akan 32:19 insaf, akan sadar bahwa dunia ini hanya 32:22 sementara. nanti akan masuk alam barzakh 32:25 ya. Bahkan eh Rasul juga menyebutkan 32:27 alam barzakh itu ya alqru minyadil 32:30 jannahfratun minfar. Kubur itu adalah 32:33 taman dari taman-taman surga atau jurang 32:36 dari jurang neraka. Jadi dia akan tahu 32:38 dengan keyakinan ini enggak mungkin kita 32:41 berani petantang-petenteng ya. Ya. Tidak 32:44 mentaati Allah ya dengan kesombongan 32:47 kita melanggar larangan Allah ya enggak 32:49 akan berani kita ya berbuat zalim. 32:51 Karena ketika kita 32:52 menzalimi satu orang itu akan menjadi 32:55 berbalik kepada kita ya. Apalagi seluruh 32:57 rakyat dizalimi ya Allah. Jadi ini 33:00 mengimani kehidupan setelah kematian ini 33:02 kita akan tahu ya bagaimana nantinya 33:04 alam barzakh ya bagaimana nanti meyakini 33:07 hari kiamat ya. Karena ini bagian dari 33:09 keimanan ya. Dengan berakhirnya dunia 33:12 nantinya ketika terjadi kiamat maka 33:15 berakhirlah kehidupan. Maka di hari 33:17 kiamat seluruh manusia itu akan 33:19 dibangkitkan dari kuburnya untuk diadili 33:21 oleh Allah. Ya, di mana orang-orang yang 33:24 tidak mendapatkan keadilan di dunia 33:26 nanti pengadilan Allahlah yang akan 33:28 bekerja di hari pembalasan. Setiap orang 33:31 akan menerima balasan atas amal 33:33 perbuatannya selama hidup di dunia ini. 33:35 Ya Allah, ini hari yang sangat 33:38 mendebarkan ya. Hari ketika ditiupkan 33:41 sangkakala itu semuanya akan mati ya 33:43 Allah. Ini luar biasa. Makanya Utsman 33:46 bin Affan tuh ketika melihat jenazah 33:48 masuk kubur tuh nangis, sedih ya. Karena 33:50 di beliau mengatakan inilah awal dari 33:52 kehidupan yang sangat panjang. Jadi 33:55 keyakinan inilah nantinya mendorong kita 33:57 sebagai hamba Allah tidak terjebak dalam 34:00 kehidupan dunia yang panah ini. Kita 34:02 akan siapkan ya diri kita untuk 34:04 menghadapi hari pembalasan. Kemudian 34:07 juga dengan ee mengimani kehidupan 34:09 setelah kematian ini kita akan yakin ya 34:11 perhitungan Allah ya hisab ya amal kita 34:14 akan dihisab sejak kita awal bali sampai 34:17 kita meninggal ya Allah semua akan 34:20 dihisab ya Allah itu penghisabannya tuh 34:23 50.000 Ibu tahun namanya. Ya Allah, 34:25 masyaallah luar biasa. Itu hari 34:26 mendebarkan ya itu. Yaum yaul maru min 34:29 akhi wa ummihi wa abih. Hari di mana 34:32 semuanya akan terpisah. Ya, bapak, anak, 34:34 istri semuanya itu enggak lagi 34:35 mencari-cari di mana anak, istri, 34:37 keluarganya. Dia sibuk dengan dirinya. 34:39 Bahkan kalau perlu dia bisa korbankan 34:41 seluruh keluarganya yang penting dirinya 34:42 selamat. Itu hari pembalasan nanti ya. 34:45 Meyakini surga dan neraka. Ya Allah, 34:48 neraka itu adalah ee tempat orang-orang 34:50 yang di dunia tidak mentaati perintah 34:52 Allah. Surga itu adalah tempat 34:54 kenikmatan orang-orang yang beriman 34:56 ketika di dunia mentaati perintah Allah, 34:58 menjauhi larangannya. Ya Allah. 35:00 Walladina 35:02 amanuhatika asnah fiha khidun. 35:05 Orang-orang yang beriman mengerjakan 35:07 amal saleh itu mereka itu penghuni surga 35:09 kekal di dalamnya. Sedangkan orang kafir 35:12 inina 35:15 kafaru orang yang kafir kepada ayat-ayat 35:18 kami nanti akan dimasukkan ke dalam 35:20 neraka. Nah, ini keyakinan surga dan 35:23 neraka ini akan menyebabkan kita tentu 35:27 ee berusaha keras untuk memperoleh ee 35:31 amal-amal saleh ya, meraih amal-amal 35:33 saleh agar kita bisa selamat nantinya. 35:35 Nah, ini ketika kita mensikapi kematian 35:37 ini, kita mengimani kehidupan-kehidupan 35:40 setelahnya. Ini yang kelima. Kemudian 35:42 yang 35:43 keenam, yang keenam adalah ya bersegera 35:47 untuk memperbanyak amal saleh ya. Jadi 35:51 amal-amal dulu ya. Kita bertobatlah 35:53 kalau ada dosa-dosa masa lalu ya. Enggak 35:55 usah ada lagi dendam. Ya Allah. Ketika 35:58 kita merasa dizalimi ya sudah sudah. 36:01 Artinya orang-orang yang menzalimi itu 36:03 urusan dia dengan Allah. Yang penting 36:05 nih temanya tentang kita nih. Artinya 36:07 kita ingin menyelamatkan diri kita dari 36:10 ee api neraka. Temanya tentang kita. 36:12 Artinya urusan orang yang menzalimi kita 36:14 enggak usah dipikirin. Itu dia dengan 36:16 Allah. Tapi sekarang kita apa yang akan 36:18 kita bawa nanti ke di yaumil akhir? 36:21 Kematian itu datang bisa kapan saja? Ya, 36:24 tentu kita akan berusaha berbuat 36:26 kebaikan dan memperbanyak amal saleh 36:29 untuk bekal kita. Jadi, temanya tentang 36:31 kita nih ya. Orang yang beriman itu dia 36:33 tidak akan ee menjudge orang, tidak akan 36:36 berburuk sangka dengan orang, dia tidak 36:38 akan mikirin amalan orang, dia tidak 36:40 akan menafsirkan apa yang orang 36:42 kerjakan. temanya tentang dia. Bekal apa 36:44 yang akan dia bawa nanti ya. Husnuzzan 36:47 dengan Allah ya. Kemudian dia menjalani 36:50 hidup dengan penuh kesadaran bahwa 36:52 setiap tindakan itu harus memiliki 36:54 tujuan akhirat dan artinya di sinilah ee 36:57 masa hidupnya itu akan diisi dengan 36:58 berkualitas. Ya, sebagaimana sabda Nabi 37:01 ya. Manfaatkan lima perkara sebelum 37:03 datang lima perkara. Masa muda sebelum 37:06 masa tua, masa sehat sebelum masa sakit. 37:10 kaya sebelum miskin, waktu luang sebelum 37:13 sibuk dan hidupmu ee sebelum kematian. 37:16 Jadi orang yang bersegera, orang yang 37:20 mensika kematian, yang mensikapi 37:22 kematian, dia akan bersegera 37:24 memperbanyak amal saleh. Karena dia 37:27 menyadari waktu hidup di dunia ini 37:30 sangat 37:31 singkat. Enggak lama singkat, kayaknya 37:33 cepat berlalu deh. Kita bisa menyadari 37:36 itu. Coba lihat anak kita sekarang yang 37:38 sudah besar ya. Ya Allah, dulu masih 37:39 dalam kandungan kita. Dulu masih kita 37:43 ajak ke mana-mana, kita genok sekarang 37:45 diajak enggak mau. Iya. Hidup itu 37:47 singkat di dunia ya. Oleh karena itulah 37:50 fastabiquul khairat. Berlomba-lomba 37:52 dalam kebaikan, memohon ampunan atas 37:55 dosa-dosa yang pernah kita perbuat. 37:57 Banyak banget dosa kita yang tanpa kita 38:00 sadari 38:01 ya. Lisan yang ee mengucapkan kata-kata 38:05 yang kita tidak tahu. Mungkin orang yang 38:06 kita ajak bicara itu sakit. dalam banget 38:09 ya. Waduh tergores. Ya udahlah sekarang 38:13 kita tidak kita dalam hal ini kita tidak 38:14 memikirkan orang yang menggores yang 38:16 menggores hati kita ya. Mungkin ada 38:18 orang-orang yang luka batin gitu ya 38:20 dengan orang lain. Udahlah enggak urusan 38:22 kita amal orang. Yang penting kita ini 38:24 lisan kita ini apakah menggores hati 38:27 orang sehingga menyebabkan orang itu 38:28 luka batin. Ya, bagaimana kita e 38:31 mempersiapkan diri dan amal kita. Jadi 38:33 tema kita bukan orang lain. Karena kita 38:35 akan berhadapan dengan Allah. akan 38:39 mempertanggungjawabkan seluruh apa yang 38:41 kita perbuat di dunia ini. Adapun kita 38:44 dizalimi itu nanti orang tersebut yang 38:46 akan mendapatkan apa yang dia tanam. 38:49 Nah, oleh karena itu bersegera dalam 38:51 memperbanyak amal saleh ya. Artinya ya 38:53 sudah kalau mau banyak amal saleh ya 38:55 kita belajar ya menuntut ilmu. Kemudian 38:57 berusaha bersabar memaafkan ya Allah itu 39:01 luar biasa ya. Kemudian mendoakan orang, 39:03 kemudian mencari amalan semua amal kita 39:06 laksanakan. Yang amalan ringan tapi 39:09 berat pahalanya semuanya dikerjakan. 39:11 Masyaallah ya. Nah, ini Mbak nanti kita 39:13 sambung lagi ya. He. 39:18 Baik, Ikhwan dan tadi kita simak ee di 39:24 kematian di antaranya dengan menerima 39:25 kematian itu sebagai ketetapan dari 39:27 Allah. Kemudian mengingat kematian 39:29 sebagai pengingat hidup. Kemudian juga 39:32 menghindari sikap berlebihan dalam 39:34 meratapi kematian, mengimani kehidupan 39:36 setelah kematian dan selanjutnya. Kami 39:39 akan melanjutkan ee sisa catatan tentang 39:44 mensikapi kematian. Namun saya akan 39:46 ambil jeda nasyid. Kami undang Ikhwan 39:49 dan Awat untuk menyampaikan 39:50 pertanyaannya di nomor WhatsApp seperti 39:51 biasa 0811999720. 39:59 Insyaallah kami akan kembali sesaat 40:02 [Musik] 40:12 lagi. Saat ini sedang menyimak fikih 40:14 wanita bersama Ustazah Herlini Amran. 40:17 Tema yang diangkat oleh Ustazah yaitu 40:18 delapan hal mensikapi kematian. Sudah 40:22 ada enam ee hal yang menjadi catatan 40:25 penting sebelum kita benar-benar 40:27 menghadapnya. kita persiapkan, kita 40:28 aplikasikan dan ada dua lagi insyaallah 40:31 akan dipaparkan oleh Ustazah Tafadul 40:32 Ustazah. Iya. 40:34 Bismillahirrahmanirrahim. Yang ketujuh. 40:36 Jadi sebenarnya kalau kita hitung-hitung 40:38 banyak ini hanya sebagai kesimpulan yang 40:41 merangkum semuanya ya. Jadi delapan. 40:44 Yang ketujuh itu tidak takut berlebihan 40:46 dalam kematian. Karena memang 40:48 kadang-kadang ada yang merasa ihut mati 40:50 belum siap apa gitu ya. Jadi meskipun 40:53 setiap manusia secara alami itu takut 40:56 akan kematian. ya. Apalagi barangkali 40:59 mendengarkan ee bagaimana sakratul maut 41:01 itu sangat sakit sekali ya barangkali 41:04 ya. Tapi ini kan bukan berarti kita 41:07 dikuasai oleh rasa takut yang 41:09 berlebihan. Jadi artinya ketakutan pada 41:11 kematian itu mestinya mendorong kita 41:14 untuk lebih giat beramal dan memperbaiki 41:17 diri. Jadi bukan sebaliknya membuat 41:18 takut menjalani hidup, takut ini, takut 41:21 apa bukan. Jadi di sini yang ketujuh ini 41:23 kita tidak ya tidak tidak berlebihan ya 41:26 dalam ee takut kepada kematian ya. Ya 41:28 misalnya gini deh contohnya ya. Ketika 41:31 ada seorang ibu yang hamil ya Mbak ya. 41:33 Ibu-ibu yang hamil itu kan dia tidak 41:35 akan memikirkan aduh nanti melahirkannya 41:37 gimana ya kan enggak begitu ya. yang dia 41:40 pikirkan adalah bagaimana janin dalam 41:42 rahimnya itu sehat nanti melahirkan 41:45 dengan selamat kan ee tidak kurang 41:48 sesuatu apapun gitu kan yang dipikirkan 41:50 kan enggak mikirin aduh nanti apa 41:52 melahirkannya katanya sakit banget ya 41:55 katanya melahirkan itu bisa wah nanti 41:57 ada yang dibedah pasti bukan itu yang 41:59 dipapikirkan nah seperti itulah dalam 42:02 hal kematian begitulah seperti itulah 42:04 dalam hal kematian jadi kita tidak 42:07 berlebihan takut dalam menghadapi 42:10 kematian yang secara alami itu memang 42:13 sangat apa memang wajar ya, tapi bukan 42:15 itu yang kita khawatirkan ya, bukan itu 42:17 yang kita takutkan ya. Jadi artinya ee 42:20 bagaimana ada dalam sebuah ee apa 42:22 riwayat ya inna nafsan 42:32 laut. Tidak ada yang mati di antara 42:35 kalian kecuali Allah sudah menentukan 42:38 ajalnya. dan telah ditetapkan rezekinya, 42:41 maka bertakwalah kepada Allah dan 42:44 perbaguslah dalam mencari rezeki. Jadi, 42:46 artinya apa? Artinya ee kematian itu 42:51 enggak perlu lagi ya jalani. Artinya 42:53 pasti Allah akan menentukan ajal. Rezeki 42:56 sudah ditetapkan. Artinya setiap orang 42:58 tuh enggak akan ketukar rezekinya. Maka 43:01 bertakwalah kepada Allah. Carilah 43:03 bagaimana mendapatkan rezeki yang halal. 43:05 Jadi artinya perbaguslah eh wailuab itu 43:09 jangan sampai kita mencari rezeki itu 43:11 yang haram. Nah, jadi orang beriman tuh 43:13 yakin bahwa ajal itu sudah ditentukan 43:15 oleh Allah. Tidak ada yang bisa 43:17 dimajukan, tidak ada yang bisa 43:19 dimundurkan, enggak bisa ditunda, enggak 43:21 bisa. Ya, tentu dengan ketentuan ini 43:26 membuat kita menjadi tenang ya. Karena 43:28 sudah sudah ada alamatnya kapannya itu 43:31 sudah jelas. Yang justru yang kita 43:34 persiapkan saat ini adalah bagaimana 43:36 ketika kita bertemu dengan Allah dalam 43:38 keadaan diridai. Ya, karena memang 43:42 kematian itu pasti menemui kita akan 43:44 kita hadapi. Qul inal maut tafiruna 43:47 minhuahu 43:48 mulaikum. Kematian yang kita itu lari 43:51 daripadanya itu pasti akan menemui kita. 43:53 Jadiak enggak ada yang perlu ditakuti 43:55 lagi ya. Artinya yang kita takut tu 43:57 adalah bekal apa yang harus kita bawa 43:59 nih. Makanya hati-hati banget ya nih 44:01 yang masuk ke dalam tubuh kita, makanan 44:03 kita yang kita berikan kepada keluarga 44:05 kita ini halal enggak ya? Cara 44:07 mencarinya itu ada yang subat atau 44:09 tidak. Itu yang perlu kita yang kita 44:11 persiapkan. Kira-kira perilakuku dengan 44:14 orang tuaku menyakitinya enggak ya 44:16 sehingga aku ditulis sebagai anak 44:18 durhaka atau misalnya seorang suami 44:20 kira-kira ee perbuatan perlakuanku 44:23 kepada keluargaku ini kezaliman enggak 44:25 ya? atau istri, kira-kira perlakuanku 44:27 ini durhaka enggak ya? Atau kepada yang 44:29 lain-lainnya ya. Jadi yang perlu 44:31 dipertimbangkan dan dipikirkan, 44:33 dipersiapkan tu adalah sudahkah amal 44:36 kita itu menjadi amal yang terbaik? 44:39 Bukankah Allah menciptakan kehidupan dan 44:41 kembatian? Ini adalah ayyikum ahsanu 44:44 amala. Mana di antara kalian yang 44:46 amalannya terbaik? Jadi, hakikatnya 44:48 hidup di dunia ini adalah perlombaan. 44:50 Jadi, enggak perlu kita takut berlebihan 44:52 menghadapi kematian itu sendiri. Nanti 44:54 gimana ya mati jangan-jangan ketabrak 44:56 nih. Jangan-jangan sakit. Jangan. Itu 44:58 bukan itu yang kita pikirkan. Tapi 44:59 adalah bagaimana kita membekali diri. 45:02 Kematian itu kita enggak tahulah. Kita 45:03 sih berharapnya kematian itu ee baik ya. 45:07 Ee kematian itu kita hadapi dengan 45:10 sebaik-baiknya kematian husnul khatimah. 45:12 Nah, ini yang kedelapan. Yang kedelapan 45:14 itu adalah 45:15 berdoa. Yang terakhir ya dari pembahasan 45:17 kita ini. Berdoa agar kematian kita itu 45:21 kematian yang baik. husnul khatimah. 45:24 Tentu saja sebagai seorang yang beriman, 45:27 insyaallah ya kita berdoa kepada Allah 45:30 agar diberikan kematian yang baik, 45:33 husnul khatimah, meninggal dalam keadaan 45:35 iman, ketaatan kepada Allah, meninggal 45:39 dalam keadaan sebaik-baik akhir ya. Ya 45:41 Allah, luar biasa ya. Kita ingin ya pada 45:45 saat kita nanti berjumpa dengan Allah ya 45:47 kembali kepada Allah itu enggak ada yang 45:50 direpotkan, enggak ada yang ee 45:52 mentertawakan atau mensyukuri 45:54 alhamdulillah dia sudah mati. 45:55 Nauzubillah minzalik ya. Tapi kita ingin 45:57 meninggalnya kita itu betul-betul 46:00 mendapatkan doa dari orang lain yang 46:03 pernah kita berbuat baik kepadanya. 46:05 Makanya berdoa kepada Allah untuk husnul 46:07 khatimah itu adalah suatu hal yang 46:09 merupakan keniscayaan. Di antaranya 46:11 misalnya doanya Allahumma inni asaluka 46:13 husnaltimah. Ya Allah aku mohon padamu 46:16 husnul ktimah. Atau misalnya 46:19 anun 46:23 aklin. Wahai Allah engkaulah pembelaku, 46:26 engkaulah waliku dalam kehidupan dunia 46:28 ini. Wafatkanlah aku dalam keadaan 46:30 muslim yang ya. Jadi, tawafani musliman 46:33 wa alqni bisihin dan eh pertemukan aku 46:37 dengan orang-orang yang saleh. Ya, atau 46:39 misalnya doa yang kita kalau biasanya 46:42 tuh dalam Al-Qur'an itu kan di akhirnya 46:44 itu kan ee salah satu doa khatamnya itu 46:46 ada ya di di paling akhir di Al-Qur'an 46:48 tuh ya ketika selesai kita membaca 46:50 Al-Qur'an kan ada doa-doa khatamul 46:52 Qurannya itu ya. Nah, di antaranya itu 46:54 ada doa Allahumalir umri 46:58 akiru 47:01 amaliimahu alq. Ya Allah, jadikanlah 47:05 sebaik-baik umurku pada penghujungnya, 47:08 sebaik-baik amalku juga pada akhirnya. 47:11 Sebaik-baik hariku adalah hari ketika 47:13 aku berjumpa denganmu. Masyaallah. Atau 47:16 doa misalnya ya allahumim lana bil islam 47:20 waktimlana bil iman waktim lana bilhair 47:23 wtim lanaadah wtim lana bihusnil 47:27 khatimah. Ya Allah akhirilah hidup kami 47:30 dengan Islam, dengan iman, dengan 47:32 kebaikan, dengan kebahagiaan, dan dengan 47:36 husnul khatimah. Nah, itulah Mbak Olin 47:38 ya, bahwa kita mensiki, mensikapi 47:42 kematian ini dengan apan hal ini 47:44 mudah-mudahan kita mampu untuk 47:46 mengamalkannya insyaallah dan Allah 47:48 karuniakan kita sebaik-baik akhir yang 47:51 ada yang kita harapkan husnul khatimah 47:54 insyaallah. 47:56 Wallahuam. Masyaallah. Baik, ikhwan dan 47:59 akhwat. Ah, kita simak rampung delan hal 48:02 dalam mensikapi kematian dan tetap kami 48:05 undang Ikhwan dan Awat untuk 48:06 menyampaikan pertanyaannya di nomor 48:08 WhatsApp 48:12 0811999720. Insyaallah saya akan 48:14 langsung membacakannya ini dari hamba 48:16 Allah, Ustazah ya. Saya akan bacakan. 48:18 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 48:20 warahmatullahi wabarakatuh ustazah. 48:22 Waalaikumsalamsalam warahmatullahi 48:24 wabarakatuh. tentang poin yang tidak 48:27 perlu takut berlebihan terhadap 48:28 kematian, Ustazah. Ee kami, saya dan 48:31 suami apabila mengingat kematian itu 48:33 sampai dua-dua berduaan menangis di 48:36 pojokan, Ustazah, sampai kadang-kadang 48:38 saya tidak bisa bernafas. Ketakutan kami 48:42 akan kematian menjadi-jadi karena kami 48:45 membayangkan tempat yang gelap. Kami 48:48 hanya sendiri dan ee seperti tidak 48:51 menyangka bahwa suatu hari kami 48:54 akan meninggal, Ustazah. Apakah ini 48:57 merupakan pertanda bahwa iman kami belum 49:01 tebal, Ustazah? 49:03 Ee jadi ee barangkali ini bukan ini ya 49:08 maksudnya bukan masuk dalam kategori 49:11 takut menghadapi kematian, tapi 49:13 mengingat kematian sepertinya ya. Itu 49:16 beda ya. Kalau tadi mengingat kematian 49:18 itu kan nomor dua ya pembahasan kita. 49:21 Kalau yang takut ee berlebih-lebihan ini 49:25 itu kan ee apa namanya ee yang nomor 49:29 tuuh itu ya takut berlebihan. Heeh. 49:32 Takut. Tidak perlu takut berlebihan 49:33 terhadap kematian. Iya. Jadi takut e 49:35 tidak. Jadi artinya gini, itu suatu hal 49:37 yang berbeda. Jadi kalau yang ketujuh 49:40 yang ini yang apa? Takut berlebihan 49:42 kepada kemati itu nanti mikirin nanti 49:44 gimana nanti sakaratul mautnya nanti 49:45 kayak gitu ya. Jadi akhirnya jadi apa ee 49:49 pasif jadi apalah ya paranoid dan itu 49:52 pesimis gitu ya. Beda dengan yang tadi 49:55 disebutkan tadi saya rasa itu termasuk 49:58 yang nomor dua ya mengingat kematian ya 50:01 kan. Jadi bagaimana nanti ya Allah itu 50:03 jadi itu perintah 50:07 Rasulullah perbanyaklah mengingat 50:09 sesuatu yang melenjapkan itu kematian. 50:11 Jadi artinya dengan itu kan nanti muncul 50:13 ya tadi bertobat ya, insaf ya dengan 50:16 diri kita. Kemudian kita berusaha 50:19 menjadi insan yang terbaik, membersihkan 50:22 hati itu ya memperbaiki amal itu itu 50:24 yang positif mengingat kematian. Tapi 50:27 kalau yang tadi takut berlebihan 50:29 akhirnya dia pasif, dia enggak beramal 50:31 saleh, dia jadi tadi kayak tadi 50:33 dikatakan Mbak Olin paranoid, dia 50:35 akhirnya jadi stres. Bukan itu ya. Jadi 50:38 itu yang dilakukan tadi ee hamba Allah 50:41 tadi. Masyaallah ya. Itu yang kita 50:44 harapkan. Jadi dengan kita ee mengingat 50:46 kematian tentu kita termotivasi untuk 50:49 berbuat kebaikan, termotivasi untuk 50:52 menjauhi dosa kemaksiatan. Tentu kita 50:54 akan ee memperbanyak amal saleh kita. 50:57 Kita akan menjadi manusia yang terbaik. 50:59 itu yang yang sebaik-baik manusia adalah 51:01 yang bermanfaat bagi orang lain. Ketika 51:03 kita memiliki harta, kita ee 51:05 mendonasikannya untuk sebanyak banyaknya 51:07 manfaat bagi umat. Nah, seperti itu yang 51:09 mengingat kematian ya. 51:13 Kalau ee beliau juga bertanya bagaimana 51:15 caranya supaya tidak mengalami ketakutan 51:18 yang berlebihan seperti yang belakangan 51:21 ini ee kami alami, Ustazah. 51:24 Ee jadi gini, ada saatnya ya. Jadi ee 51:27 kalau tadi yang ketakutan-ketakutan itu 51:29 menyebabkan jadi pasif. Jadi akhirnya 51:31 nangis ketakutan mojok sendiri apa gitu. 51:34 Akhirnya enggak enggak bersemangat untuk 51:35 beribadah. Nah, jadi itu ee bisa kita 51:39 gantikan ya dengan ketakutan itu dengan 51:42 berusaha menjadi sebaik-baiknya manusia. 51:44 Kalau dia adalah seorang ibu menjadi ibu 51:46 yang terbaik bagi anak-anaknya ya. 51:48 Seorang ayah dia menjadi ayah yang 51:50 terbaik. Jadi menjadi ee tetangga yang 51:53 terbaik. Jadi berusaha untuk menjalankan 51:55 seluruh ee apa yang ada di dalam Islam 51:58 itu ya menjadi sebaik-baik manusia yang 52:00 akhlaknya baik. Jadi ada action ya. Jadi 52:03 ketika kita mengingat kematian ini ada 52:06 ee pembuktiannya. Tadi kan ada saya 52:08 sebutkan ya kalau orang yang 52:09 mengingatkan kematian itu manfaatnya tuh 52:12 pertama apa? Dia segera bertobat ya. 52:15 Jadi mohon ampun dia ingat-ingat dulu 52:17 pernah berbuat apa ya dosa apa. Bahkan 52:19 hutang kepada Allah berusaha untuk dia 52:21 bayar. misalnya dia ee mengingat masa 52:24 lalu kayaknya dulu ee belum bayar qada 52:27 puasa gitu ya. Jadi dengan mengingat 52:30 kematian itu dia akan intropeksi diri 52:32 dia ada apa ya hutang dengan Allah yang 52:35 belum dia bayar. Mungkin ada 52:36 salat-salatnya yang belum yang dia 52:38 tinggalkan. Jadi tidak hanya sekedar 52:39 ketakutan dengan prosesnya, tidak itu. 52:42 Jadi manfaat mengingatkan kematian ini 52:44 yang nomor dua tadi kita bahas itu dia 52:46 akan segera bertobat. Ketika dia 52:48 menyakiti orang tua, hati orang tuanya, 52:50 temannya, kakak, adik, tetangga, dia 52:52 minta maaf. Dia berusaha ee minta 52:55 diridakan. Kemudian hatinya jadi qanaah, 52:57 tidak ambisi keduniaan dengan ee berbuat 53:01 semaunya ya apapun artinya menghalalkan 53:04 segala cara dia tidak akan seperti itu 53:07 dan dia semangat untuk melakukan ibadah. 53:09 Nah, itu maksudnya. Jadi ee takut di 53:11 sini adalah mengingat kematiannya adalah 53:14 positif ya. Jadi segera kita bangkit ya 53:18 beramal saleh menjadi manusia yang 53:20 terbaik yang menjaga akhlak ibadah. Itu 53:23 yang dimaksudkan di sini. Tapi kalau 53:25 yang kita maksudkan takut berlebihan 53:27 dengan kematian sampai apa ya tadi ya? 53:29 Ketakutan berlebihan itu maksudnya 53:31 nangis saja enggak ngapa-ngapain nangis. 53:34 Nah, itu jadi stres sama-sama ya. 53:36 Akhirnya apa di rumah aja enggak mau 53:38 bergaul, enggak apa bersosial ya. Akhlak 53:42 terhadap masyarakat tuh kan itu yang 53:44 terbaik ya amalnya ya. Eh akhirnya dia 53:46 hanya mengurung diri. Jadi itu jadi 53:48 stres itu bukan itu yang dimaksud ya. 53:50 Begitu Mbak ya. Baikbaik. Mudah-mudahan 53:53 hamba Allah sudah terjawab dan diberikan 53:55 ketenangan. Untuk selanjutnya saya masih 53:58 akan membacakan ini masih dari hamba 54:01 Allah. Asalamualaikum warahmatullahi 54:02 wabarakatuh, Ustazah dan Mbak Karolin. 54:05 Waalaikumsalam. Waalaikumsalam 54:06 warahmatullahi wabarakatuh. 54:09 Ustazah, ibu saya sepeninggal adik 54:12 bungsu kami selalu berharap segera 54:14 dipanggil Allah karena kematian adik 54:18 bungsu saya memang cukup tragis. Adik 54:21 dan ibu saya hanya tinggal berdua pada 54:23 saat itu di rumah karena kami semua 54:26 sudah menikah. Pada suatu hari adik saya 54:29 mengeluh perutnya sakit. Namun karena 54:32 memang adik saya suka ee sakit perut, 54:36 mungkin ibu saya menyangka itu hanya 54:37 sakit biasa atau sakit karena datang 54:41 bulan. Namun seiring dengan hari 54:44 berganti, sakitnya makin jadi dan adik 54:46 saya meninggal di kamarnya. Ee dokter 54:49 mengatakan bahwa ia memiliki asam 54:53 lambung angkut yang menyerang 54:55 jantungnya. Akhirnya adik saya 54:56 meninggal. Ibu saya merasa bersalah dan 54:59 sampai saat ini jadi tidak semangat 55:01 hidup. Dan ketika kami menjenguknya, 55:03 yang ia lakukan hanyalah meratap dan 55:07 berharap dipanggil Allah karena dia 55:09 merasa tidak layak untuk hidup. Ustazah, 55:12 apa yang harus kami katakan atau lakukan 55:15 untuk beliau e agar kembali memiliki 55:20 semangat hidup dan lepas dari perasaan 55:22 bersalah? 55:24 Iya. Ee pertama doa ya, kita doakan 55:28 orang tua kita ini semoga Allah berikan 55:30 ee Allah tuntun ya, Allah berikan 55:32 hidayahnya, Allah berikan yang terbaik 55:35 ya. Itu yang pertama didoakan ya. 55:37 Kemudian berikutnya adalah coba deh ee 55:40 berganti suasana. 55:42 Ya. Jadi ajak barangkali tinggal bersama 55:44 anak di rumah anaknya. Jangan di rumah 55:46 yang penuh dengan kenangan itu. Jadi 55:49 akan apa ya? Akan teringat lagi. 55:51 Teringat lagi. Kemudian ajak pengajian 55:53 ya. Artinya ajaklah pergi dalam tanda 55:56 kutip jalan gitu ya ke tempat yang 55:59 bermanfaat. Misalnya 56:00 pengajian-pengajian. Jadi rihlanya tuh 56:02 rihlah pengajian. Datang ke masjid ini 56:04 dengar kajian gitu ya. ke mana? Jadi 56:07 mempersibuk diri dengan kajian atau 56:09 mungkin dengan belajar tahsin atau 56:11 sibuklah dengan Al-Qur'an ya. Ini kan 56:14 diupayakan, diajak ya diusahakan ee 56:18 dicoba dulu lah ya. Jadi kalau kita 56:20 lihat seperti ini misalnya ini kalau 56:22 kita mau ambil ee ibrah dari apa yang 56:25 terjadi pada masa Rasulullah misalnya 56:28 beliau kehilangan sekaligus ya dalam 56:30 tahun yang sama itu ee berdekatan 56:33 jaraknya istri tercinta dengan pamannya 56:36 yang mendukung dakwahnya. Ini kita kalau 56:38 kita bisa ee apa namanya? Sebagai 56:40 perbandingan ya, betapa Rasulullah itu 56:43 sangat terpukul ya, sedih banget sampai 56:45 namanya Amul Hazni ya, Amul Husni tahun 56:48 dukacita. Kita bisa bayangkan istri 56:51 tercinta 25 tahun bersama penuh suka dan 56:55 duka. Seluruh pengorbanan istri tercinta 56:57 membantu Rasul itu luar biasa. Enggak 56:59 bisa terkatakanlah dengan dengan ucapan 57:01 ya bagaimana Rasul itu sangat 57:03 kehilangan. Maka dikenallah dengan nabi 57:06 di pada saat ee itu pada saat-saat amal 57:08 hazan itu enggak lama kemudian itu Allah 57:11 isra mikrajkan Nabi ya dari Masjidil 57:14 Haram ke Masjidil Aqsa ke Sidratul 57:16 Muntaha mendapatkan perintah salat ya 57:19 itu kan suasana kan jadi jadi luas gitu 57:22 ya artinya wawasan ya yang asedi yang ya 57:25 Allah ini ee bagaimana teror intimidasi 57:28 kafir Quraisy itu waduh kalau enggak 57:29 kuat-kuat kayak gimana Allah berikan 57:31 artinya ee buat Rasulullah tuh sebagai 57:34 penguat itu ya dengan ee salat gitu ya. 57:37 Diajaklah menyaksikan surga dan neraka. 57:39 Jadi ketika wawasan kita luas, tqova 57:43 kita luas, pengalaman kita luas, apa 57:44 yang kita lihat tu luas, itu masalah 57:46 kita bisa teratasi. Ya, ini hanya duka 57:48 sementara, entar juga ketemu di surga. 57:50 Nah, begitu. Mesti ada sesuatu yang baru 57:54 ya, yang menjadi ee apa penambahan 57:57 penguatan gitu ya. Jadi bisa jadi ibu 58:00 itu karena sejak meninggal enggak ke 58:02 mana-mana. enggak menambah ilmu yang 58:06 baru atau bersosialisasi atau artinya 58:09 jadi begitulah ya. Jadi coba sebagai 58:11 anak ya diajak misalnya ee menambah 58:15 kembali ke Al-Qur'an. Al-Qur'an tuh juga 58:17 penguat ya baca Al-Qur'an niatkan untuk 58:20 ee kesembuhan lahir batin itu diberikan 58:23 ee rasa apa namanya? diberikan 58:26 ketabahan, kesabaran semuanya itu ya. 58:29 Jadi ini penting masukan ini. Jadi coba 58:32 dulu ya atau jangan biarkan sendiri ya. 58:36 Ajak didapat dengan cucunya dibuat 58:39 kesibukan. Kemudian kalau memang belum 58:42 ada kesempatan menghadiri pengajian ya 58:45 kan bisa misalnya di rumah itu tadi 58:47 radio rasil bisa di 24 jam bisa 58:49 dihidupkan ya atau misalnya YouTube atau 58:51 apalah ya televisi. Jadi diupayakan ada 58:54 sesuatu yang baru ilmu-ilmu masuk buat 58:57 Ibu. Mudah-mudahan dengan doa, dengan 58:59 usaha ini semoga Ibu insyaallah memiliki 59:02 semangat hidup yang lebih ee beda ya 59:05 dari semula. Mudah-mudahan ya dicoba 59:07 dulu begitu. He. Iya. Baik, semoga Ibu 59:11 Ananda dikuatkan ya. Saya akan ee sampai 59:15 ke pertanyaan mungkin pertanyaan penutup 59:17 ya. Ini dari Bapak Adnan bertanya. 59:19 Asalamualaikum warahmatullahi 59:20 wabarakatuh, Ustazah. Waalaikumsalam. 59:22 Waalaikumsalam warahmatullahi 59:24 wabarakatuh. Ustazah, ada istri teman 59:26 yang ditinggal meninggal dunia suaminya. 59:28 Dia mengatakan bahwa saya belum siap 59:31 untuk ditinggal wafat oleh suami. 59:33 Memangnya ada saja ee persiapan kita 59:36 untuk bisa ditinggal orang yang kita 59:38 kasihi supaya tidak terlalu kehilangan 59:41 Ustazah? 59:42 Ee pada dasarnya sebenarnya bukan 59:45 persiapan untuk ee bisa ditinggalkan 59:48 dengan bukan itu, tapi sebenarnya 59:50 persiapan keimanan sebenarnya ya. 59:53 Artinya ee sebenarnya persiapan keimanan 59:56 itu ya dimulai dengan tadi ya ee ilmu ya 1:00:00 mendalami ilmu, mempelajari ilmu, 1:00:02 bekal-bekal ya artinya rutin deh 1:00:05 menuntut ilmu, membaca itu ya. Jadi 1:00:07 dengan seiring penambahan ilmu itu kita 1:00:10 akan siap. Sebab kalau ditanya seluruh 1:00:13 manusia pasti enggak akan siap. Enggak 1:00:16 akan siap. Pasti enggak akan siap. 1:00:17 Kadang-kadang takdir Allah itu akan 1:00:19 hadir tanpa persiapan kita. apa yang 1:00:22 Allah berikan itulah yang terbaik. Maka 1:00:23 oleh karena itu untuk kesiapan-kesiapan 1:00:26 itu dimulai dari tadi ya pemahaman ilmu 1:00:28 ya. Artinya inilah hidup ya. Hidup itu 1:00:30 kan enggak enggak enggak akan apa 1:00:32 namanya enggak nunggu kita apa siap dulu 1:00:35 ya. Semua takdir Allah pasti akan 1:00:37 terjadi. Maka yang perlu dipersiapkan 1:00:39 adalah ilmu kita, iman. Terus kemudian 1:00:43 ya ya artinya gini loh, Mbak. Kalau kita 1:00:46 lihat dakwahnya Rasulullah di Makkah itu 1:00:49 kan 13 tahun. Itu prioritas ee yang 1:00:54 diberikan pondasi yang diberikan kepada 1:00:56 sahabat saat itu adalah prioritas akidah 1:00:58 dan tauhid. Akidah. Jadi itu dulu 1:01:01 mempertajam, memperdalam, mempertebal 1:01:05 akidah dan tauhid itu sangat penting 1:01:07 dalam kehidupan ya. Keyakinan tadi rukun 1:01:09 iman itu ya kalau diringkas jadi rukun 1:01:11 iman. keyakinan akan makrifatullah ya, 1:01:14 keberadaan Allah, bagaimana 1:01:17 kekuasaannya, pencipta. Jadi semuanya 1:01:19 itu dulu. Jadi ketika kita memulai dari 1:01:23 ee tauhid akidah itu jadi semua ujian 1:01:27 cobaan itu kita akan menerimanya dengan 1:01:28 baik. Coba kita lihat misalnya ya para 1:01:30 sahabat ya karena imannya sudah kokoh 1:01:32 ya, pondasinya sudah kuat ya tauhid dan 1:01:35 akidahnya itu ketika dikabarkan suaminya 1:01:37 syahid, bapak apa bapak anaknya pamannya 1:01:41 semua itu di anggota keluarga sudah 1:01:42 meninggal itu dia yang ditanya apa 1:01:44 waaifa birasulillah rasulullah gimana? 1:01:46 Nah kayak gitu ya. Jadi akidah tauhid 1:01:48 itu penting itu dulu kayak kita lihat 1:01:50 misalnya bagaimana akidah dan tauhidnya 1:01:52 saudara kita di Palestina ya. Ya Allah 1:01:54 itu kuat banget ya. rumahnya hancur, 1:01:57 keluarganya mungkin enggak ada, tapi dia 1:01:58 masih kokoh, masih kuat. Kami tetap ada 1:02:00 di sini, kami tidak itu dari akidah. 1:02:03 Jadi, kita tidak bisa ee saya belum 1:02:06 siap. Ya, kalau memang akidahnya itu 1:02:08 belum disiapkan ya memang selamanya 1:02:10 tidak akan pernah siap manusia itu 1:02:12 mendapatkan ujian ee kematian ini. Jadi, 1:02:15 sekali lagi buat kita semua itu akidah 1:02:19 tauhid, iman keimanan kepada Allah itu 1:02:21 yang dipertebal ya. Ketika kita sudah 1:02:24 mempertebalnya, insyaallah semua yang 1:02:27 Allah berikan ini qada ya, takdir yang 1:02:29 Allah berikan itu kan bisa baik bisa 1:02:31 buruk. Kita akan siap roditu billahi rba 1:02:34 kita akan rida ya karena kita juga akan 1:02:36 kembali kepadanya dan kita akan 1:02:38 dikumpulkan juga bersama-sama karena 1:02:41 kehidupan dunia ini hanya sementara. 1:02:43 Nanti kita juga akan ee menjalani ya 1:02:46 hari-hari abadi kita nanti setelah 1:02:48 kematian. Nah, itulah keimanannya. 1:02:52 Baik, Ustazah nampaknya pertanyaan tadi 1:02:54 dari Bapak Adnan merupakan pertanyaan 1:02:55 penutup. Kiranya kesimpulan kita pada 1:02:57 siang hari ini, Ustaz. Ya, pendengar 1:03:00 yang dirahmati Allah. Ini buat nasihat 1:03:02 buat saya, kita semua. Kita ingin ee 1:03:07 sikap kita terhadap kematian ini tentu 1:03:09 dengan ee keikhlasan ya. Penerimaan 1:03:12 dengan sepenuh keikhlasan kita, 1:03:15 kesadaran kita dan kita berharap 1:03:17 mudah-mudahan kita mampu mempersiapkan 1:03:20 kematian yang indah karena kematian ini 1:03:22 adalah bagian dari takdir Allah yang 1:03:24 harus dihadapi dengan keimanan, dengan 1:03:27 ketenangan. ya. Karena kita paham ya 1:03:29 memahami bahwa kematian itu adalah untuk 1:03:32 pengingat diri kita untuk selalu 1:03:34 memperbaiki diri, berusaha untuk 1:03:37 memperbanyak amal saleh, tidak terbuai 1:03:39 oleh dunia yang sementara ini. Dengan 1:03:42 keyakinan kita bahwa ada kehidupan 1:03:45 setelah kematian ini, tentu kita akan 1:03:48 berusaha membawa bekal iman dan takwa. 1:03:51 Ya, kita berharap mudah-mudahan bisa 1:03:53 husnul khatimah kita berkumpul bersama 1:03:55 keluarga kita, kerabat kita, kita bisa 1:03:58 bertetangga dengan Rasulullah sallallahu 1:04:00 alaihi wasallam, dengan keluarganya dan 1:04:02 para sahabat. Mudah-mudahan kita selamat 1:04:04 dari api neraka. Aulu had astagfirullah 1:04:07 wakum. Asalamualaikum warahmatullahi 1:04:09 wabarakatuh. 1:04:11 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:04:14 wabarakatuh. Masyaallah, ikhwan dan 1:04:15 akhwat. Delapan hal mensikapi kematian 1:04:18 telah kita ikuti bersama. Ee 1:04:20 mudah-mudahan ini menguatkan langkah 1:04:23 kita ke depan di mana kematian adalah 1:04:25 suatu hal yang pasti karena tertulis 1:04:27 dalam Al-Qur'an bahwa semua yang hidup 1:04:29 pasti akan mati. Iwan dan akhwat, kami 1:04:32 berterima kasih untuk para pendengar 1:04:34 yang telah berpartisipasi tadi 1:04:36 menyampaikan pertanyaannya lewat 1:04:37 WhatsApp dan menyimak kami dari awal 1:04:40 hingga akhir siaran. Mudah-mudahan 1:04:42 bermanfaat besar. Saya Karolin yang 1:04:45 mendampingi Iwan dan Ahwat. Mohon maaf 1:04:47 dan mohon undur diri. Juga didampingi 1:04:49 oleh ada Atep tadi juga ada Ondi dan ada 1:04:51 Algi. Kami e akan tutup dengan doa 1:04:55 kafaratul masjid. Subhanaka Allahumma 1:04:57 wabihamdika ashadu alla illa anta 1:04:59 astagfiruka wa atubu ilaik. Wabillahi 1:05:02 taufik walhidayah. Wasalamualaikum 1:05:04 warahmatullahi wabarakatuh.