Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan akhwat
- rahimakumullah.
- Syukur alhamdulillah ya kita
- dipertemukan kembali di acara tausiah
- pagi bersama Ustaz Abul Hidayah Saioji.
- Mudah-mudahan semua sehat, bugar, penuh
- semangat dan seperti biasa mudah-mudahan
- juga bahasan kali ini akan mempersuasi
- kita semua untuk bisa melangkah dengan
- jauh lebih mantap menuju destinasi yang
- kita rindukan di yaumil akhir bersama
- Rasulullah, junjungan umat kekasih kita
- yang semogalah juga memberikan syafaat
- untuk kita semua. Ikhwan akhwat,
- sekarang ini kita tengah menerima
- musibah di Sumatera yang semakin miris.
- Sebelum hari ini informasi yang kita
- terima pengungsinya lebih dari R.600
- orang
- yang meninggal lebih dari 961
- orang yang hilang belum ditemukan itu
- sekitar 295 orang. itu 2 hari yang lalu
- informasinya. Entah bagaimana kondisi
- hari ini. Semoga Allah memudahkan segala
- sesuatunya, mengangkat
- derita yang mendera, dan memberi
- ketabahan bagi saudara-saudara kita yang
- terdampak. Amin.
- Mudah-mudahan
- dukungan ikhwan akhwat dan doa untuk
- anak negeri yang mengalami musibah
- sangat berarti.
- Baik, ikhwan akhwat. Ustaz Abul Hidayah
- Saioji sudah siap di sini.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullah
- wabarakatuh.
- Sehat bugar ya, Ustaz?
- Alhamdulillah sehat insyaallah.
- Jadi masih terus nih meniti jalan ke
- surga.
- Iya insyaallah. Bab 3 yang terakhir.
- Heem.
- Dari bab 3 insyaallah. dari bab 3 tadi
- waktu di off air ada sedikit
- yang disentuh
- tentang rezeki nih yang halal tuh
- pengaruhnya apa yang haram ee bahayanya
- apa persisnya
- ya insyaallah
- ok mari ikhwan akhwat dan semua yang
- sedang bersama-sama radio silaturahim
- kita simak bahasan kali ini bagaimana
- emm bahayanya rezeki yang haram dan
- pengaruh rezeki yang halal untuk ke
- depan kita menjadi jauh lebih aware.
- Silakan, Ustaz.
- Ya. Baik.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.
- Alhamdulillah
- nahmaduhu wa nasta'inuhu wa nastagfiruh
- wa naudubillahi min syururi anfusina
- wamin sayiati a'malina
- may yahdillahu fala mudilalah wam yudlil
- fala hadiyaalah.
- Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la
- syarikalah wa asyhadu anna muhammadan
- abduhu wa rasuluhu la nabiya ba'dah.
- Allahumma sholli wasallim ala nabiyina
- Muhammadin wa ala alihi wasohbihi
- waman tabiahum bisanin ila yaumil
- qiamah. Masyaallahu kan wama lam yasya
- lam yakun la haula wala quwwata illa
- billah. Amma ba'd.
- Ayyuhal ikhwah rahimakumullah.
- Alhamdulillah bisa berjumpa kembali pada
- pagi hari ini. Walaupun hanya melewati
- udara, tidak berjumpa langsung.
- Mudah-mudahan tidak mengurangi
- silaturahim kita dalam keberkahan dan
- rida Allah subhanahu wa taala.
- Teriring doa semoga antum semuanya
- dalam keadaan sehat walafiat,
- dimudahkan segala urusan, dimantapkan
- iman Islamnya,
- dan dijauhkan dari berbagai macam
- bencana dan malapetaka.
- Lebih penting dari itu, lebih mantap
- lagi iman Islamnya sehingga akan banyak
- kebaikan-kebaikan yang bisa kita
- lakukan. Amin. Allahum amin.
- Teriring doa ataupun dengan peristiwa
- musibah yang
- luar biasa mengingatkan pada kita semua
- betapa lemahnya kita, betapa diifnya
- kita,
- betapa tidak berdayanya kita ketika kita
- menghadapi
- gejola bumi dengan segala kekuatannya.
- Dan seperti biasa, alladzina idza
- asobathum musibah qolu inna lillahi wa
- inna ilaihi rojiun.
- Sebagai orang beriman tentu kita
- kembalikan segala sesuatunya kepada
- Allah Subhanahu wa taala.
- Dan ketika musibah datang kita ucapkan
- kalimat innillahi
- wa inna ilaihi rojiun.
- Allahummajurna fi musibatina wakluf lana
- khair minha.
- Innalillahi sesungguhnya kita semua
- adalah milik Allah.
- Jadi kadang kita merasa milik dirinya
- sendiri, merasa memiliki, merasa hebat
- dan seterusnya. Dengan zikir musibah ini
- kita diingatkan bahwa kita ini punya
- Allah
- yang ngatur, Allah yang menciptakan
- Allah yang memelihara Allah.
- Sesuatu yang menimpa kita itu adalah
- kehendak Allah.
- Kita hanya ya pasrah diri kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Wa inna ilaihi
- rojiun. Dan sesungguhnya kita semuanya
- kepadanya kita akan kembali.
- Jadi dari Allah kita
- diciptakan oleh Allah,
- dihidupkan oleh Allah, diberi kemampuan
- oleh Allah.
- diberi kesempatan waktu di dunia oleh
- Allah, difasilitasi dengan segala macam
- dan dipercayakan bumi untuk kita. Tapi
- nanti kita akan kembali kepada Allah.
- Kembali kepada Allah dengan segala
- konsekuensi dan tanggung jawabnya.
- Kita akan ditanya untuk apa umur kita
- kita gunakan sepanjang 50 tahun, 60
- tahun, 70 tahun.
- Artinya karya apa? kontribusi apa,
- keimanan yang bagaimana, amal yang
- bagaimana, itu semua akan ditanya oleh
- Allah. Yang kedua, soal harta
- dari mana diperoleh,
- kemudian sesudah dapat dikemanakan
- belanja,
- dan yang ketiga masa muda ditanya oleh
- Allah Subhanahu wa taala ke mana saja
- waktu muda?
- He.
- Penuh energi, potensi, kesempatan
- banyak.
- Kalau hanya digunakan untuk hanya
- hura-hura habis, tentu akan merugikan
- diri kita sendiri. Apa yang kita
- persiapkan untuk berjuang ke depan,
- tanggung jawab ke depan sebagai seorang
- pemuda? Itu akan ditanya
- dan tentang ilmu agamanya.
- Kenapa kamu berdosa? Kalau dia bilang,
- "Saya enggak ngerti hukumnya, enggak
- ngerti agama, tentu akan menjadi salah."
- Akan ditanya kita tentang ilmu agama.
- ngerti wajib mengenal Allah, ngerti
- sunah, ngerti ibadah, ngerti muamalah
- dan seterusnya itu dari ilmu.
- Kemudian kita akan kembali kepada Allah.
- Maka dalam hal musibah seperti ini
- kembali kita Allah sedang berkehendak
- tetapi
- juga perlu evaluasi.
- Karena kadang-kadang perbuatan
- yang tidak kita harapkan itu sebab
- perilaku kita yang lalai.
- ya, apa yang kita kerjakan, apa yang
- kita peroleh, apa yang menimpa kita, itu
- hasil dari karya yang kita perbuat.
- Dalam hal ini gak boleh putus asa ya.
- Karena ketika Allah menurunkan musibah
- bukan karena Allah benci pada hambanya,
- tapi bisa jadi musibah itu sebagai
- ujian.
- Ujian untuk yang orang yang lupa diri
- supaya kembali.
- yang banyak dosa mudah-mudahan
- terkurangi dan taubat.
- Kemudian untuk orang yang menimpa
- orang-orang saleh, orang baik
- itu adalah percepatan
- masuk ke dalam surga. Karena musibah
- yang menimpa itu akan menggugurkan semua
- dosa.
- Masyaallah.
- Dan akan mengangkat derajat dan pahala
- Allah asal dasarnya iman
- rida kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Kemudian dalam doa itu pun Rasulullah
- mengajarkan Allahumma jurna fi
- musibatina wakluflana khair min. Ya
- Allah berikan pahala kepada kami atas
- musibah ini dan berikan ganti yang jauh
- lebih baik daripada sebelumnya.
- Amin ya rabbal alamin.
- Maasyiral muslimin, ayyuhal ikhwah
- rahimakumullah.
- Pagi ini kita masih membahas tentang
- masih bab 3 yang terakhir dari buku
- Meniti
- Jalan Ke Surga, Agenda harian Seorang
- Muslim. Kalau pekan yang lalu kita
- bicara soal tanggung jawab suami
- H
- bekerja dengan segala kesungguhan. Untuk
- apa? Untuk
- mencukupi, menafkahi
- keluarga yang menjadi tanggung jawab
- dirinya.
- Di atas pundak seorang suami, seorang
- laki-laki, seorang bapak. Itulah
- kesejahteraan, kecukupan daripada hidup
- anak,
- istri, dan keluarga. Maka di dalam Islam
- upaya susah payahnya tenaga pikiran
- mencari nafkah bagi seorang suami adalah
- sebagai perjuangan di jalan Allah.
- Allah menilai sebagai satu tugas mulia
- dan akan dihitung tidak hanya
- pahala
- pahala yang besar tetapi sampai
- keringatnya, capeknya,
- lelahnya, debunya,
- sakitnya, deritanya, itu semua tidak
- sia-sia.
- Menggugurkan dosa, mengangkat derajat
- dan bermartabat. Allah Subhanahu wa
- taala mulia. Belum lagi menjadi pahala
- yang mengalir, pahala jariah
- ketika diberikan pada keluarga, anak,
- istri
- itu menjadi sedekah. He
- ketika digunakan untuk putra-putranya
- menuntut ilmu,
- setiap huruf, setiap kalimat, apalagi
- ilmu agama, Al-Qur'an, tiap huruf
- Al-Qur'an yang dibaca, tiap amal ibadah
- yang dilakukan sekalipun orang tuanya
- akan terus mengalir pahala kepada
- dirinya. dari ilmunya diajarkan lagi
- pada cucunya, diajarkan bagi orang lain.
- Apalagi menjadi seorang guru yang guru
- itu mengajarkan terus-menerus, diajarkan
- lagi, diajarkan lagi, itulah pahala yang
- akan terus mengalir.
- Luar biasa. Oleh karenanya kehormatan
- seorang suami yangendani
- dia tanggung jawab urusan keluarga.
- Adapun banyak sedikit itu ya relatif
- tergantung apa yang Allah berikan dan
- usaha kita insyaallah Allah berikan pada
- kita. Kita harus terima karena kemuliaan
- tidak diukur
- daripada banyak dan sedikitnya tapi
- usaha dengan sungguh-sungguh.
- Jadi
- yang kedua,
- kewajiban seorang suami adalah
- mempersiapkan generasi
- berikutnya.
- menjadi orang-orang yang berguna,
- menjadi orang-orang yang
- memiliki wawasan ke depan,
- menjadi orang yang juga ikut bertanggung
- jawab terhadap lingkungan, masyarakat,
- bangsa,
- dan
- manusia pada umumnya. Ini luar biasa.
- Maka pada
- pelaksana walimatul urus akad nikah itu
- baginda Nabi menyampaikan
- tidak ketinggalan empat ayat dalam tiga
- surat.
- Surat Al Imran ayat 100
- 2 tentang peringatan agar kita bertakwa
- dengan sungguh-sungguh
- dan sepanjang hidup sampai mati tetap
- bertakwa.
- Surat Annisa ayat 1. Ya
- ayyuhanasuttaqubakumulladzi
- khalaqokum. Bertakwalah kamu pada
- Tuhanmu yang menciptakanmu.
- Walaq minha zaujaha w minhuma rijalan
- kasir waisa. Dan telah menciptakan istri
- dari diri yang sama dan darinya dari
- keduanya berkembang biak jadi laki-laki
- dan wanita yang banyak. Artinya apa?
- Seorang laki-laki yang membangun rumah
- tangga dengan beranak pinak itu bagian
- dari masyarakat dan peradaban.
- Baik buruknya masyarakat, baik buruknya
- suatu bangsa, baik buruknya peradaban
- akan sangat terpengaruh. Dimulai dari
- cikalbakalnya yaitu masyarakat kecil
- yang disebut dengan keluarga. Maka ini
- beban ini diberikan tanggung jawab pada
- suami. Tuh hebatnya suami di situ tuh.
- Jadi bukan lanangan. Kalau hanya sekedar
- lanangan ya laki-laki doang mengandalkan
- kelaki-lakiannya. Sudah itu lainnya
- enggak tanggung jawab lah. Ini karena
- buruknya
- pengaturan rumah tangga, warna rumah
- tangga yang dibangun, yang dipandegani,
- yang dipimpin, yang dinakhodai oleh
- suami. Kalau buruk
- itu berarti akan berpengaruh. Turut
- andil buruknya satu kaum, buruknya satu
- masyarakat. Kalau masyarakat itu
- kumpulan dari keluarga-keluarga yang
- buruk perangainya apalagi akhlaknya,
- bisa dibayangkan yang berkembang biak
- adalah kejahatan dan keburukan.
- Ini ya jarang sekali dijadikan satu
- perhatian. Jadi cikal bakalnya itu soko
- gurunya itu adalah dari suami.
- Maka suami itu menjadi apa? Laki-laki
- itu bukan sebagai laki-laki saja.
- tanggung jawaban nakada akan turut serta
- mewarnai peradaban
- dari rumah tangga. Nah, suami dibebankan
- melahirkan putra-putra terbaik yang
- berakhlakul karimah yang bisa memikul
- tanggung jawab peradaban.
- Woh, ini luar biasa. Jadi akad nikah itu
- bukan sekedar seremonial
- ya, kemudian senang-senang, joget-joget,
- pertemuan laki-laki perempuan. Kemudian
- luar biasa meriahnya kumpulan
- orang-orang pada dandan, pada ganteng,
- pada cantik. Bukan sekedar itu. Weh, ini
- luar biasa peristiwa luar biasa. Maka di
- dalam Quran disebutnya misaqon golidon,
- ikatan agung, ikatan suci, ikatan yang
- kuat. Dari ikatan itulah
- kita harus bertanggung jawab. Dan pada
- saat itu ada satu peristiwa yang
- kadang-kadang kita lupa.
- Yang pada datang itu yang pada
- cantik-cantik dandan biasanya bangun jam
- 08.00 ini jam .00 sudah bangun mandi
- bolak-balik putar-putar dandan. Yang k
- laki-laki juga begitu. kumpul hanya
- bengong aja lihat pengantennya. Yang
- kedua lihat lihat perasmanannya
- tapi ternyata hari itu ada peristiwa
- luar biasa.
- Pada saat yang sama dalam hitungan detik
- terjadi perubahan yang dahsyat.
- Apa itu?
- Perubahan
- situasi hukum, suasana hukum yang
- tadinya haram menjadi halal.
- Oh.
- dengan nama Allah
- yang tadinya dosa menjadi pahala,
- yang tadinya maksiat menjadi ibadat.
- Kalau belum ada ijab kabul laki-laki
- walaupun itu pacarnya nyenggol aja haram
- gak boleh apalagi yang lain lebih dari
- itu.
- Tapi begitu halal, begitu ada ijab kabul
- menjadi halal. Silakan.
- Bahkan disebut sebagai pakaian laki-laki
- dan suami. Suami istri adalah pakaian
- silakan kapan mau dipakai dan
- seterusnya.
- Nah, ini luar biasa. Jadi tugas seorang
- suami bekerja dengan penuh tanggung
- jawab mempersiapkan menyelenggarakan
- kesejahteraan keluarga dan keperluan
- yang sesuai dengan kemampuan. Dan tidak
- hanya itu, mempersiapkan generasi yang
- terbaik karena menjadi bagian dari
- masyarakat dan peradaban. Baiknya
- peradaban dimulai dari peradaban dari
- mulai keluarga.
- Keluarga nakhodanya adalah seorang suami
- yang kopilotnya adalah seorang istri.
- Tuh hebat tuh rumah tangga.
- Jadi bukan hanya sekadar penganten haha
- hehe cengar-cengir laki-laki
- senyam-senyum apa enggak tahu yang
- disenyumi itu perempuannya malu-malu
- kucing. Kalau perempuan zaman pengantin
- dulu. Kalau sekarang mah
- bukan hanya itu, ada yang lebih dahsyat
- dan itu ada tanggung jawab peradaban.
- Karena manusia diciptakan sebagai
- khalifatullah di muka bumi.
- Ayuhal ikhwah rahimakumullah. Nah, kali
- ini kita bahas pada halaman 74.
- Judulnya
- pengaruh rezeki yang halal
- dan bahayanya makanan yang haram.
- Masyaallah.
- Nih perhatikan di bapak-bapak nih yang
- nyari nafkah jangan wal-wal kedual bal
- asal dapat kotok kadal ungkal bantal
- diuntal aspal. Jadi mesti seleksi
- di dua ayat yang saya bacakan. Pertama
- surat Al-Maidah ayat 88
- atau dimulai dari surah Albaqarah 168.
- Allah berfirman,
- auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Ya ayyuhannasu kulu mimma fil ardhi
- halalan thyyibah
- wala tattabiu khutuati siton innahu
- lakum aduwu mubin.
- Yang artinya wahai sekalian manusia
- makanlah yang halal lagi baik halalan
- thyibah.
- halal dan baik dari apa-apa yang
- terdapat di bumi. Allah ciptakan bumi
- ini dengan segala isinya. Tanam tumbuh
- yang beraneka macam itu diserahkan untuk
- manusia. Silakan dimakan dan jangan kamu
- mengikuti langkah-langkah setan karena
- sesungguhnya setan itu adalah musuh yang
- nyata bagimu.
- Jelas ini perintah Allah. Yang kedua
- surah al-Maidah ayat 88.
- Waulu mimma rozaqokumullahu halalan
- thyibah
- wattaqulahzi
- antum bihi mukminun.
- Dan makanlah makanan yang halal lagi
- baik dari apa yang telah Allah rezekikan
- kepadamu.
- Dan bertakwalah kepada Allah yang kamu
- beriman kepadanya.
- Allah yang tak ada Tuhan kecuali dia.
- Tidak ada Tuhan di dunia ini selain
- hanya Allah. Selain Allah makhluk yang
- memegang seluruh urusan dan mengatur
- rezeki semua makhluknya.
- Yang maha mengetahui seluruh rahasia
- alam semesta. Telah menetapkan apa-apa
- yang halal dan baik untuk dimakan. Semua
- yang dinyatakan halal dan baik adalah
- makanan pilihan yang menyehatkan jasmani
- maupun rohani.
- Dan tidak akan membahayakan. Sebaliknya
- segala sesuatu yang ditetapkan sebagai
- makanan yang haram adalah membahayakan
- jasmani juga rohani. Sementara setan
- akan menyesatkan manusia dari syariat
- yang diturunkan Allah dengan
- mengharamkan yang halal dan menghalalkan
- yang diharamkan oleh Allah.
- Nah, ini kan jadi mesti kita lihat dalam
- kehidupan ini kalau makanan halal pasti
- akan menyehatkan jasmani dan rohani.
- Tapi kalau makanan yang haram pasti
- berakibat buruk pada diri kita.
- sebuah hadis Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam
- pada satu saat
- Ibnu Abbas radhiallahu anhu berkata,
- "Ketika saya membaca ayat ini
- di hadapan Nabi sallallahu alaihi
- wasallam, tiba-tiba Saad bin Abi Waqqas,
- ini sahabat besar yang masih hidup sudah
- disebut sebagai ahli surga. Dia berkata,
- "Ya Rasulullah, doakan kepada Allah agar
- aku menjadi orang yang mustajab doanya."
- Kita juga pengin kan?
- Iya.
- Kepengin kalau kita berdoa itu
- dikabulkan ya, insyaallah. Jadi
- kadang-kadang kita sudah berdoa terus
- enggak enggak terkabul juga,
- muring-muring, marah-marah apa, sudah
- berdoa sudah apa. Nah, mungkin ada sebab
- kenapa doanya tidak dikabulkan.
- Kemudian Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam bersabda, "Ya Saad, jagalah
- makananmu."
- Maksudnya jagalah makananmu itu adalah
- makanan yang halal. Jangan asal makan,
- asal lebok baik semua yang pokoknya yang
- dianggap enak.
- J sikat, jaga, seleksi, pilah-pilih,
- niscaya kamu menjadi orang yang mustajab
- atau dikabulkan doa.
- Nah, ini antara lain satu rahasia. Kalau
- ingin doanya dikabulkan oleh Allah,
- seleksi dalam makan. Cari makanan yang
- halal dan jangan sekali-kali kita makan
- makanan yang haram.
- Demi Allah yang jiwa Muhammad dalam
- genggamannya.
- Sesungguhnya ada kalanya seseorang
- memasukkan makanan yang haram dalam
- perutnya lalu tidak diterima selama 40
- hari amalnya.
- Nauzubillah.
- Kita salat salat tapi gak diterima.
- Kenapa? Makanannya haram. Ya. Dan setiap
- orang yang dengannya daging tumbuh dan
- dari makanan yang haram
- bisa haram zatnya atau haram hukumnya.
- Huruf haram hukumnya itu misalnya yang
- dimakan ya daging kambing makan biasa
- halal bukan yang haram. Tapi caranya
- ngambil dari nguntet, [tertawa]
- ngambil dari nyopet, ngambil dari
- maling, ngambil dari korupsi. Nah, itu
- haram juga namanya. Haram hukmuknya.
- Atau riba, maka neraka lebih tepat untuk
- tempat tinggalnya. Aula
- anaru aula bih. Neraka tempat
- tinggalnya. Nauzubillah. Karena daging
- dan darahnya terdiri dari makanan yang
- haram. Masyaallah.
- Surga tempat suci tentu mengharamkan
- yang kotor dan najis.
- Maka harus dicuci lebih dahulu. Kalau
- dia orang beriman melakukan itu,
- mencucinya dengan si api biru, bukan
- tenda biru. Kalau tenda biru ya enggak
- lumayanlah.
- Tentang masalah ini, Sayidina Ali
- radhiallahu anhu meriwayatkan bahwa
- Rasul sahu alaihi wasallam pernah
- bersabda,
- "Barang siapa hidup dari makanan yang
- serba halal,
- cerahlah agamanya." Ee jadi ada orang
- kok
- kayaknya salat tuh ringan aja enak,
- kecenderungannya itu pada kebaikan
- dan seterusnya. Ini karena antara lain
- penyebabnya karena yang dimakan itu
- adalah makanan yang halal.
- Gampang bersedekah, suka berbuat baik,
- ya lembutlah hatinya dan tidak ada
- dinding penghalang bagi doanya.
- Masyaallah.
- Ni jadi kita mawas diri ya. Karena ngaji
- itu mengkaji diri. Coba kita ini
- termasuk yang mana?
- Yang bebal berbuat kebaikan apa enggak?
- Yang berat rasanya untuk ibadah atau
- tidak? yang gak ada perasaan terhadap
- penderitaan orang lain atau gimana, gak
- ada care dan peduli. Yang ada adalah
- egonya semua kalau bisa untuk saya,
- orang lain peduli amat. Gak ada belas
- kasihan dan seterusnya. Atau sebaliknya,
- alhamdulillah kita termasuk orang yang
- cenderung kepada kebaikan. gampang apa
- namanya nelongso lihat penderitaan orang
- lain, hibah melihat derita orang lain,
- care dan peduli, simpati dan empati,
- altruisme,
- isariah, suka menolong walaupun dia
- bersusah payah, rela berkorban untuk
- kebaikan orang lain, kebahagiaan orang
- lain. Wis ini kalau sudah begini,
- masyaallah ibarat benda ini mutiara ini
- namanya. Insyaallah.
- Dan barang siapa yang makan dari makanan
- yang syubhat,
- subhat itu antara halal dan haram.
- Samarlah agamanya
- dan gelaplah hatinya.
- Kalau samar ya kadang-kadang teka di itu
- teka dia, ragu-ragu,
- rasa berat, rasa kumaha ya malaslah,
- macam-macam. Ya namanya
- samar, agamanya gelap. Nah, kalau gelap
- hatinya setan itu bersemayam di tempat
- yang gelap dan penjahat orangnya buruk
- itu mesti senangnya sembunyi tempat yang
- gelap. Lah, kalau hatinya gelap, tempat
- bersemayam setan. [tertawa] Kalau di
- hatinya itu adalah setan, maka yang
- muncul pada pandangannya pandangan
- setan. Kemudian muncul di
- pikiran-pikiran setan. War rusa ini.
- Maka ada orang memandang kebaikan itu
- buruk, dia benci, dia gak suka. Bahkan
- dia musuh memusuhinya padahal tidak ada
- alasan apa-apa. Dia menjadi benci dan
- musuh. Hanya orang karena ibadah kok dia
- sakit hati. Tetangga yang banyak uang
- kok dia yang meriang. Nah, ini antara
- lain tributanya setan ini pikiran setan.
- Dan melihat orang senang dia susah.
- Melihat orang susah dia senang.
- Itulah kerjaan setan. Nauzubillah
- minzalik.
- Dan barang siapa yang makan dari makanan
- yang haram.
- Haram tadi ada haram zatnya dan haram
- hukumnya. hukmi haram zatnya ya
- makanannya jenis misalnya daging-daging
- babi atau yang diharamkan
- atau dapat mencu ee kemudian hukumnya
- walaupun yang dimakan itu zatnya halal
- tapi dapat dari mencuri, dari korupsi
- maka itu menjadi haram. Bagaimana
- akibatnya? Matilah hatinya,
- ringanlah agamanya,
- lemahlah keyakinannya. Dan Allah menutup
- doanya setelah sedikit ibadahnya.
- Bebel kalau suruh ibadah lah. Ada
- ganjelan di hatinya itu. Yang dimakan
- haram, yang diminum haram,
- baju bagus tapi dapat nyopet,
- rumah bagus dapat korupsi. We itu enggak
- akan-akan berkah.
- Susah diajak berbuat baik,
- tidak ada kepekaan.
- yang ada egonya, keserakannya yang
- muncul.
- Nafsunya terb bergejola, keinginannya
- buruk.
- Jadi untuk diajak berbuat baik itu
- masyaallah yang muncul kesombongan,
- takabur, merasa dirinya hebat. Yang
- benar jadi salah, yang salah jadi benar.
- Maka
- cukup jelas ayat dan hadis di atas
- dan bisa kita ambil kesimpulan sebagai
- berikut.
- Satu,
- Allah memerintahkan agar kita memakan
- atau menggunakan apa-apa yang telah
- dihalalkan Allah dan menjauhi apa yang
- telah diharamkan baik pada zat maupun
- sifatnya.
- Kurang apa? Makan makanan yang halal.
- Kenapa sampai nyeberang ke yang haram
- disikat juga?
- Rakus. Benar ya. Daging itu banyak mau
- apa aja yang ada. Allah sediakan halal
- yang makanan rezeki yang halal. Yang
- kedua, jangan mengikuti tipu daya setan
- sehingga kita mengharamkan yang halal
- dan menghalalkan yang diharamkan
- hanya karena mengikuti selera adat atau
- kehendak orang banyak yang sekuler dan
- cenderung permisif society. Yaitu serba
- boleh. Dan masyarakat serba boleh.
- Pokoknya yang enak ya sudah sikat aja.
- Yang ketiga, hal-hal yang diharamkan
- baik zat, sifat, maupun hukumnya akan
- berdampak negatif terhadap fisik maupun
- rohani. Secara fisik merusak kesehatan
- badan, sedang secara rohani akan
- menjadikan hati kehilangan kepekaan
- nurani. Rusaknya fitrah dan sulitnya
- menerima dan menjalankan kebenaran agama
- dengan tekun dan khusyuk. bahkan
- cenderung mudah kepada hal-hal yang
- dilarang oleh agama.
- Empat, setiap makanan dan minuman yang
- haram hanya akan menumbuhkan darah dan
- daging yang kotor menyebabkan doa
- terdindingi dan tidak diterimanya salat
- dan amal ibadah. Kemudian tempat yang
- utama naudubillahimzalik adalah di
- neraka jahanam.
- Astagfirullah. Nauzubillahzalik kita
- berlindung pada Allah. Surga itu tempat
- yang bersih, yang suci.
- Gak akan masuk surga kecuali yang suci.
- Makanya kalau orang beriman tapi masih
- kotor dibersihkan dulu ya. Dibersihkan
- dulu. Lama sebentarnya waktu di neraka
- hukumannya tergantung kesalahan yang dia
- lakukan. Tapi kalau masih ada kalimat
- lailahaillallah, dia beriman pada Allah,
- beriman pada malaikat-malaikatnya, iman
- pada kitab-kitabnya, iman pada
- rasul-rasulnya dan seterusnya yang rukun
- iman itu dia masih mengakui ada surga,
- ada neraka, dan seterusnya. Hanya dia
- melakukan perbuatan dosa. Nah, ini tentu
- insyaallah masih ada
- tiket untuk masuk ke dalam surga.
- Yang kelima, sebaliknya makanan yang
- halal akan menjadikan hati yang bersih,
- agama yang cerah, kecenderungan hatinya
- mudah kepada hal-hal yang baik dan
- positif dan menjadikan doanya makbul,
- mudah diijabah.
- Mungkin bisa kita rasa-rasakan sendiri.
- Ada orang yang berlimpah ya, rezekinya
- banyak tapi kok gemerah ae. Gak ono
- ayeme.
- Ora Jawa Timur bilang gitu kok gume. Gak
- ono tentreme blas.
- Sibuk ribut melulu
- punya uang banyak ribut. Mereka mau beli
- ini, suaminya bilang beli ini untuk ini,
- untuk itu. Acara ribut
- dapatnya banyak tahu tahu enggak ke
- mana, enggak hilangnya habis. Karena dia
- belanjakan dan tanpa hitungan selera.
- Rumahnya bagus tapi seperti di neraka.
- Gak betah di rumah.
- Suami ke mana istri ke mana, anak ke
- mana enggak jelas.
- Jadi enggak ada ketentraman,
- enggak ada keberkahan.
- Dan orang yang niatnya dunia untuk
- memuaskan dunia semata-mata akan
- bersemayam tiga hal.
- Satu
- tidak pernah tentram hatinya.
- Ada orang-orang yang dia kaya, tapi
- justru kekayaannya itu yang memperbudak
- dia.
- Heeh.
- Jadi dia budak dunia
- diperbudak oleh
- kesenangan kesenangan nafsu
- terus saja
- jadi capek sehari gak cukup waktunya
- tahu-tahu umur 50 tahun 60 tahun kok
- sudah mulai pegal-pegal nih blue
- trucknya naik ini segala macam tapi
- keinginannya masih angan-angan dorongan
- syahwat lebih panjang daripada umurnya
- nya akhirnya materinya bisa dinikmati
- ya, makan dibatasi
- ya terbatas
- hartanya menjadi raya, menjadi rebutan
- oleh keluarganya jadi fitnah sana fitnah
- sini. Sudah tua masih dirongrong masalah
- dan problem. Nauzubillah. Ini yang
- pertama. Jadi enggak pernah tentram
- hatinya. Gelisah.
- Yang kedua
- problemnya bertambah
- lah. Iya. Kalau enggak punya apa-apa ya
- punya motor aja paling urusannya bensin,
- servis
- ya paling jaket
- sim itu aja.
- Tapi begitu punya pabrik, pabriknya
- lima. W Allah ya Rabb. Masyaallah
- urusannya ngabrak dari pagi sampai
- malam.
- Duduk di kantor turusan ini menerima
- laporannya banyak sekali begini begitu
- mikirin gaji karyawan, mikirin bayar
- pajak mikiri
- lailahaillallah sampai enggak enggak
- sempat makan.
- Astagfirullah.
- Dan yang lebih buruk lagi karena dia
- niatnya menganggap
- enggak ada campur tangan Allah ndak
- sedikit pun bersandar kepada Allah. Saya
- mampu, saya kan hebat, saya kan apa oleh
- Allah dibiarkan berkutat dengan problem
- dan masalah. Allah tidak memberikan
- pertolongan dan solusi.
- Nauzubillah minzalik. Dan yang ketiga,
- rezekinya tidak lebih dari porsi yang
- telah ditetapkan oleh Allah.
- Rezeki itu yang dimakan,
- rezeki itu yang dipakai.
- Rezeki itu yang digunakan, rezeki itu
- yang disedahkan,
- rezeki itu yang ditempati, yang
- dipergunakan.
- Itu rezeki namanya. Depositonya gimana?
- Uang kekayaan itu atas nama,
- tapi belum tentu pakai mobil 10, mobil
- mewahnya lima. Mobil tiap hari dipakai
- lima di rumah. Rezeki siapa?
- sopir.
- Oh, mobil itu dibeli untuk di kendarai.
- Yang sering banyak mengendarai sopirnya.
- Ngantar bos ke kantor.
- He.
- Duduk di sana mau rapat, mau apa
- dipanggil sini. Ayo jangka di kamu dari
- sini nanti kamu ke sana ya. Sana urus
- ini gini gini dari sana ke sana ke sana
- sampai nanti sore baru kamu susul Bapak
- sini. Ya udah seharian itu pakai Mercy,
- gaya pakai riband segala macam begak.
- Kalau sudah lepas dari boseng kan
- seolah-olah punya dia tuh. Kenapa?
- Rezeki dia
- meser ente bayar pajak moal,
- servis apalagi pokoknya dia tinggal gaya
- aja. Itu rezeki dia.
- Itu baru mobil satu. Mau beli yang lain
- apalagi
- rumah.
- Rumahnya mewah segalanya ada. Makanan di
- seluruh dunia disiapkan.
- Ada taman,
- ada kebun binatang mini. Piaranya buaya,
- ular, harimau.
- Tapi di rumah enggak betah.
- Di rumah enggak betah. Ya, pergi
- Singapura, pergi Hongkong. Di luar
- negeri pulang ke rumah. Ah, enggak enak
- di rumah. Buat villa
- harganya miliaran.
- Buat villa yang nunggu saha? Si Mamang
- sama si Bibi dari kampung. Mang K di
- Mang
- kerja nih. Mau enggak kamu kerja? Tunggu
- Vila nanti digaji berapa? Minta berapa
- kau?
- Ya kumaha Bapak we cenah. He
- nunggu dia dasar penganten baru.
- Tadinya duda ceramah istri dapat janda
- berdua. Aduh dapat kerjaan baru di vila
- kamar ada 17
- di jadwal Senin di kamar nomor satu,
- Selasa di kamar dua. Terus
- pagi-pagi jam . Kejebur-kejebur di kolam
- renang
- sekeluar itu terus keliling taman
- lihat-lihat dan seterusnya. Nikmati
- bayar enggak beli enggak. Bosnya sebulan
- sekali juga tara sibuk.
- Sesekali ini ke
- villa
- pas libur atau apa
- berangkat jam 09.00 sampai sana macet
- jam .00 baru nyampai
- baru lihat-lihat begitu sambil tolak
- pinggang
- si mamangnya dipanggil nih ini chatnya
- diganti ya besok ini lampu apa semua
- terus apaagi yang perlu sudah eh baru
- begitu ditelepon sama asistennya
- sekretarisnya
- Pak mengingatkan nanti malam ada
- pertemuan penting karena direktur
- perusahaan dari Jepang itu datang yang
- oh iya betul
- balik Dei ira nyemplung ka kolam
- renangna.
- Rezeki siapa? Vila. Rezeki si mamang
- sama bibi itu. Jadi kita kadang-kadang
- tertipu. Mulutnya kecil tapi penginnya
- makan gunung.
- Perutnya tipis tapi semuanya segala mau
- dilebok k mana semuanya kalau bisa punya
- aku. Sudah punya pabrik satu pengin dua.
- Sudah dua pengin tiga. Begitu terus
- kalau bisa dunia diserah.
- Allahu Akbar.
- Itulah orang yang lepas diri dari
- kontrol ilahi.
- Orang yang lepas diri dari iman.
- Seolah-olah hidup itu lepas tidak ada
- pengaruhnya dari Allah. Padahal dia
- diciptakan jadi orang pintar. Itu siapa
- yang menciptakan?
- Tidak kaya siapa yang memberi kekayaan.
- Nah, inilah kalau sudah begini, maka
- pandangannya
- bukan pandangan iman yang memotivasi itu
- sentralnya adalah sentral hati yang
- gelap
- yang dihuni oleh setan. Kendaraannya
- hawa nafsu. Hawa nafsu terus mau
- memberikan bunga-bunga indah hal yang
- buruk. Hujibatil jannah bil makari w
- hujibatinar bisahwat. Jalan ke surga itu
- yang nampak kesulitan-kesulitan.
- Wah, kaya orang ibadah pada miskin
- katanya. Ngapain nih? Enggak ibadah nih.
- Saya ini pintar, hebat.
- Nah, malah pertemuan minum-minuman
- yang diharamkan, makanan yang ah.
- Nah, inilah nauzubillah minzalik. Oleh
- karenanya silakan menikmati dunia. Nah,
- dunia diciptakan memang untuk manusia,
- tapi seleksi dipilih dan dibela. Mana
- yang baik, mana yang tidak baik, mana
- yang halal, mana yang haram. Silakan
- mencari rezeki, mencari karunia
- diperintah
- bahkan diberikan apresiasi oleh Allah
- menjadi laki-laki mulia.
- Rasul pernah bertemu seorang pekerja
- keras mungkin pemecah batu tangannya itu
- tebal kapalan apa oleh Rasulullah
- disalam dipegang diciumin oleh
- Rasulullah sallah alai wasallam
- masyaallah
- ini
- ahli surga tangan dari tangannya itu
- jadi bekerja keras itu kalau dasarnya
- iman dan tujuannya rida Allah itu luar
- biasa sudah dapat dunia bisa dia menjadi
- orang kaya yang sebada Tapi hatinya
- tidak pernah terikat pada materi. Dia
- kaya harta juga kaya jiwa.
- Keterikatannya hanya kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Dan iman memberikan
- guide pada kita bahwa dunia itu
- sementara.
- Raja-raja mati, rakyat jelata mati,
- orang kaya mati, orang miskin apalagi?
- Jadi jelas dia ngerti
- dengan iman itulah dia menjadi mengerti
- sangkan paraning tumati makrifatu
- gayatil wujud. Dia ngerti ke mana
- endingnya kehidupan dan apa yang harus
- dia lakukan. Kalau dia menjadi orang
- kaya, bagaimana dia memperlakukan
- kekayaan untuk meniti kehidupan ini
- untuk menjadi yang terbaik di sisi
- Allah. Kalau dia menjadi orang yang
- cerdas, piawai, hebat, kecerdasannya itu
- dia gunakan sebagai alat penopang yang
- mampu mengangkat derajat martabatnya
- menjadi manusia yang beriman bertakwa
- kepada Allah dan seterusnya. Nah, inilah
- kesimpulannya adalah
- mari
- kita mencoba introspeksi diri.
- Termasuk yang ngomong nih, yang
- mendengarkan. Jika hati kita sulit untuk
- khusyuk dalam ibadah
- atau jika terasa berat hati untuk
- memenuhi seruan kebaikan,
- seruan ibadah, jihad fisabilillah,
- atau ada kecenderungan hati kepada
- hal-hal yang maksiat
- yang dilarang agama dan sebagainya.
- Mungkin hal itu bisa terjadi karena apa
- yang kita makan dan minum atau yang kita
- pakai ada tercampur barang-barang yang
- diharamkan Allah. Sehingga yang muncul
- di hati kita bukan ketulusan dan
- kedamaian, tetapi kejengkelan, iri,
- dengki, sumpek, sempit, bahkan kemarahan
- emosional yang muncul tanpa ada sebab
- dan yang rasional.
- Mudah-mudahan ada manfaatnya sebagai
- renungan. Inilah
- subjudul yang terakhir di bab 3 dari
- buku Meniti Jalan Surga. Wallahuam
- bisawab.
- Masyaallah. Alhamdulillah, Ustaz.
- benar-benar mempersuasi kita semua yang
- dengar ya. Kalau koreksi hati yang bisa
- jadi beku dan pikiran yang kelam,
- berantakan,
- mudah-mudahan
- bisa menjadikan kita jauh lebih jernih
- berpikir. Tapi gampang-gampang susah
- nih, Ustaz. Ada yang nanya, "Ustadz,
- bagaimana kalau untuk makan kami sudah
- lansia dikirim anak angkat yang non
- muslim? Tidak apa-apakah, Ustaz? Terima
- kasih." Heeh.
- Alhamdulillah.
- Kalau yang dikirim itu barang yang
- makannya halal, ya enggak apa-apa.
- Tapi kalau yang dikirim itu adalah gulai
- apa yang menjadi kesenangan mereka?
- Padahal itu haram ya jangan dimakan.
- Jadi makan yang haram yang halal jangan
- makan yang haram.
- Saya kira jelas. Wallahualam.
- Meskipun haram bagi yang kita pahami
- dengan yang ee di luar kita.
- Iya. Maka ukurannya adalah ukuran kita,
- bukan ukuran orang. Ukuran agama kita.
- Oleh Al-Qur'an diharamkan,
- oleh hadis diharamkan. Ya, kita
- tinggalkan.
- Ya,
- Pak Anto ini bertanya, "Ustaz, rumah
- kami kontrakkan untuk biaya hidup, tapi
- dengar-dengar yang ngontrak rentenir.
- Gimana dong, Ustaz? Padahal enggak
- gampang mau cari penghuni baru sebagai
- penggantinya." Heeh.
- Iya. Yang kita kontrakkan kan bukan
- itu kan milik kita halal. Jadi berusaha
- pada semua orang. Apakah uang dia
- misalnya kita punya toko terus ada orang
- beli yang beli itu garong apa copet kita
- enggak persoalan itu urusan dia. Tapi
- kita menjual yang har yang halal itu.
- Jadi urusannya kita itu adalah rumah
- dengan kontrak perjanjian yang jelas
- yang tidak me apa namanya
- meng mengganggu usaha mereka tidak licik
- dan sebagainya. itu itu halal. Adapun
- yang ngontrak itu merentenir kayak
- bajingan kayak koruptor itu bukan urusan
- kita, itu urusan dia.
- Hm. Jadi kebimbangannya untuk mencari
- pengganti pengontrak yang sekarang susah
- jangan terlalu dikhawatirkan.
- Itu kita ini mengontrakkan rumah
- harganya sekian jelas waktunya sekian
- itu aja. Nah itu halal. Siapa yang beli
- itu kan urusan kita urusan siapa yang
- makai mau puang dari mana. Masa kita
- tanya dulu ini uang yang mana yang mau
- kau bayarkan ke saya kan gak enggak
- boleh itu
- jadi damai aman ya. Aman berhukum dengan
- yang zahir yang
- He Mbak Retno terima kasih sudah nyimak
- juga ee untuk Bung Sofyan serta Ibu Ani
- Hudaifah dan mm Mbak Fani bertanya,
- "Mengapa sih, Ustaz kita kok harus
- banyak mengingat kematian?"
- Terima kasih. Heeh.
- Iya.
- Pertama,
- kematian itu sendiri diingatkan kepada
- kita tentu supaya kita tidak lupa.
- He.
- Karena manusia itu sering lupa, gampang
- lupa.
- Diingatkan bahwa hidup itu akan berakhir
- dengan kematian. Maksudnya apa? Karena
- kematian itu bukan akhir segala-galanya.
- Persepsi kita tentang kematian itu
- jangan persepsi menurut selera,
- menurut teori mater materi semata-mata.
- Tetapi kita lihat bahwa kematian itu
- menurut guid Al-Qur'an, petunjuk
- Rasulullah itu awal kehidupan yang kekal
- dan abadi.
- Dengan ingat mati itu berarti kita
- mengingat, "Oh, dunia ini sementara,
- nikmatnya semu, relatif.
- Kemudian kamu akan memasuki kehidupan
- yang kekal dan abadi. Maka jangan lupa
- kematian itu menjadi penting dengan
- persiapan.
- Bukan ingat mati kemudian kita menjadi
- loyo, menjadi drop, menjadi kemudian
- masa bodoh, enggak mau mikir, bukan.
- Tapi justru memberikan semangat,
- dorongan. Hidup cuma waktunya sebentar,
- sedangkan kita akan hidup untuk
- selamanya. Kapan lagi kita berbekal
- kalau bukan ayuna itu? Gitu kira-kira.
- Jadi bukan untuk menjadikan kita menjadi
- terpojok, menjadi kemudian menjadi lesu,
- tak bersemangat dan sebagainya. Justru
- karena kesempatan hidup itu sebentar,
- kita akan pindah alam kepada kehidupan
- yang kekal dan abadi selamanya. Sedang
- bekal itu akan kita cari di waktu yang
- sangat ringkas. Itulah antara lain inti
- daripada mengapa kita selalu diingatkan
- dengan kematian. Dan kematian itu bukan
- akhir segalanya, tapi justru awal
- kehidupan yang kekal dan abadi. Orang
- bijak akan menjadikan hari kematian itu
- adalah pintu gerbang emas keabadian yang
- harus kita ukir. Kita menjadi seorang
- wisudawan, wisudawati yang bisa
- mendapatkan satu titel yang terhormat
- adalah husnul khatimah.
- Wallahuam.
- Kalau ditanya terkait dengan husnul
- khatimah yang tidak mudah, kebetulan ini
- hampir sama bekal untuk perjalanan abadi
- nanti itu, Ustaz. Kalau saya pikir saya
- baru cuma bawa sebotol air, kira-kira
- apaagi ya yang bisa ditambah untuk ee
- husnul khatimah selain salat wajib?
- Heeh.
- Iya.
- yang bisa kita lakukan karena agama itu
- tidak memaksa.
- Karena Allah itu wamallahu yuridu
- dululman lil alamin. Allah menurunkan
- agama syariat itu bukan dimaksud itu
- menzalimi alam semesta, menzalimi
- manusia, menjadi orang menjadi susah.
- Agama itu bukan menjadi susah. Justru
- agama itu kita menjadi supaya senang,
- bahagia,
- dan diamalkan sesuai dengan kemampuan.
- Maka
- Islam ciri khasnya adalah aljam'u bainas
- subuti wal murunah. Islam itu adin agama
- adalah syariatnya himpunan dari yang
- pasti dan bisa menerima perubahan.
- Zakat hukumnya wajib. Masuk rukun Islam.
- Namanya wajib itu dosa kalau enggak
- melakukan. Tapi bagi yang mampu.
- Kalau enggak mampu gimana? Apakah harus
- maksa diri harus berzakat? Tidak. Dia
- tidak zakat malah harus dizakati. Tuh
- haji itu wajib hukumnya. Kalau tidak
- dilakukan, dia berada pada simpang
- Nasrani dan Yahudi. Dan dianggap dia
- bukan tidak meni sandar sebagai seorang
- muslim, tapi bagi yang mampu.
- Mampu aja duitnya banyak tapi fisiknya
- tidak mampu. Gugur kewajiban itu.
- Jadi Islam itu indah sekali.
- Puasa
- gak mampu sakit-sakitan terus. Boro-boro
- sehari 2 jam enggak makan aja gemeter
- kemudian sakit ya diganti hari lain.
- Hari lain juga masih begitu karena usia
- misalnya ganti dengan fidyah.
- Jadi Islam itu agama yang rahmatan lil
- alamin dan kita beramal sesuai dengan
- kemampuan kita. Kalau kita bisa memberi,
- bersedekah, berinfak, ber jariah dengan
- harta karena kita punya mangga.
- Kalau gak punya ilmu,
- He.
- Ilmu gak punya tenaga. Tenaga enggak
- punya doa. Doa enggak punya senyum.
- Senyum enggak punya tahan dirimu untuk
- tidak melakukan sesuatu yang merugikan
- orang lain. Diam glehem aja sudah kalau
- enggak bisa ngapa-ngapain.
- Begitulah Islam. Dan insyaallah yang
- bisa kita lakukan kita lakukan walau
- hanya mengangkat duri dari jalan.
- Masyaallah. ketemu saudaranya tunjukkan
- wajah yang ramah.
- Ibadah yang bisa kita lakukan kalau bisa
- salat fardu lima ditambah salat sunah
- rawatibnya.
- Kalau gak mampu ya dan seterusnya
- lakukan sesuai dengan
- kemampuan mastatum insyaallah Allah Maha
- Kaya. Dan balasan dari Allah itu tidak
- bisa dikalkulasi dengan matematika
- manusia karena akan hidup untuk
- selama-lamanya
- di surga dengan segala kebaikan
- kebahagiaan. Wallahuam.
- Ustaz ini yang terakhir tidak ada
- namanya bertanya terkait dengan tadi
- tersandra doa tidak dikabulkan selama 40
- hari kalau kita makan yang enggak halal.
- Seandainya tidak kita ketahui halal dan
- enggaknya bisa ditebus dengan apa,
- Ustaz? Apakah ada doa tertentu agar
- tidak tersandra doa kita?
- Iya.
- Pertama, kita tetap teliti
- terhadap segala sesuatu. Kita lihat
- halal apa tidak.
- Kalau meragukan, tinggalkan yang ragu.
- Ini apa daging apa nih? nih mau makan
- tapi kok ragu ya tinggalkan
- ya tinggalkan tapi gak usah nanya-nanya
- nih ayamnya dipotong siapa yang motong
- bismillah apa tidak terus apa enggak
- usah pokoknya kita lihat ciri-ciri
- berhukum dengan hukum yang zahir
- kemudian kalau tidak tahu ya memang kita
- tidak tahu betul bukan pura-pura tidak
- tahu itu ya terangkat Angkat.
- Kalau itu salah itu terangkat namanya
- enggak tahu.
- He.
- Tapi kalau dia tahu, ngerti ragu tapi ah
- biasa ajaalah biarin kita sikat saja.
- Nah itu jadi kalau tidak tahu Allah akan
- mengangkat kalam karena orang tidak
- tahu. Yang terangkat kalam tidak
- tertulis sebagai dosa. Satu karena
- terpaksa dipaksa orang kalau dia lakukan
- dia akan dibunuh. Nah itu jadi halal
- haram jadi halal. Orang karena dalam
- situasi darurat gak ada makanan apapun
- yang ada cuma daging babi. Makanlah
- daging babi itu. Tapi itu ya namanya
- satu ruksah dari Allah Subhanahu wa
- taala. Tapi jangan makannya seiring
- nanti nambah lagi misalnya. Ah itu jadi
- memang karena darurat situasi darurat
- ya. Kemudian orang yang lupa, orang
- tertidur, orang kehilangan akal, orang
- yang tidak tahu itu akan terangkat
- kalam.
- Tetapi kalau kita melakukan sesuatu
- perbuatan baru kemudian kita sadar dan
- tahu bagaimana caranya ikuti perbuatan
- buruk itu dengan perbuatan baik.
- Insyaallah perbuatan baik itu akan
- menutup ke kekeliruannya.
- Maka dianjurkan kita berbuat baik.
- Misalnya salat menggugurkan dosa. Ketika
- wudu kita bersama tetesan air wudu
- itulah berguguran dosa. Kita bersedekah
- itu juga menggugurkan dosa. Kita berbuat
- baik sama orang lain juga menggugurkan
- dosa. Luar biasa banyak. Jadi imbangi
- perbuatan buruk yang kita lakukan dengan
- perbuatan yang baik. Wallahuam
- bisawab.
- Masyaallah. Ustaz, em rangkuman bahasan
- pagi ini
- ingin sekali didengar terkait dengan
- pengaruh rezeki yang halal dan ee
- bahayanya rezeki yang haram. Silakan,
- Ustaz.
- Alhamdulillah.
- Ayah al ikhwah rahimakumullah.
- Agama pada dasarnya adalah
- yang dibawa oleh Rasul Sallahu Alaihi
- Wasallam adalah diajarkan kepada kita,
- diberikan kita bimbingan dan syariat
- yang diperintahkan
- yang kita lakukan itu adalah mensucikan
- diri dan jiwa kita.
- Itu hakikat agama.
- Dalam salat Jumat disebutkan, "Hualladzi
- ba fil umiyina rasulam minhum yatlu
- alaihim ayatihi wauzakkihim
- untuk membersihkan mereka, membersihkan
- kita yang dibimbing oleh rasul wimuhumul
- kitab wal hikmah dan mengajarkan ilmu
- dan hikmah dan seterusnya. Jadi semua
- agama yang kita lakukan itu hakikatnya
- membersihkan jiwa kita. Kemudian secara
- isyarat tersirat di dalam setiap ibadah
- kita itu ada satu makna yang harus kita
- terjemahkan dalam kehidupan sehari-hari.
- Kita mau salat harus bersih dari
- apa namanya? Ee hadas baik hadas besar
- maupun hadas kecil. bersih suci, wudu
- suci, mandi suci,
- bertasbih kita, zikir kita, istigfar
- kita, itu semua memerintahkan kepada
- kita yang harus kita praktikkan dalam
- kehidupan
- serba bersih
- dan tidak
- atau menghindari dari hal-hal yang bisa
- mengotori jiwa, apalagi terhadap masalah
- makanan, minuman, halal, rezeki dan
- seterusnya. Dan setiap sesuatu yang
- halal yang diberikan oleh Allah pasti
- akan memberi manfaat kepada kita. Tapi
- kalau setiap yang dilarang oleh Allah,
- yang diharamkan oleh Allah pasti akan
- bawa maaf saja. Itulah hakikat beragama.
- Maka melaksanakan perintah, meninggalkan
- larangan akan bawa kepada kebahagiaan
- kita. Mohon maaf segala kekurangan.
- Wabillahi taufik wal hidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullah wabarakatuh.
- Emm untuk
- ikhwan akhwat yang ingin memiliki buku
- Meniti Jalan Surga bisa hubungi Rizal di
- 0899
- 0073991.
- Sekali lagi 08990073991.
- Oh ya, sebelum kita akhiri kebersamaan
- kita, informasi terkait dengan bencana
- di Sumatra yang begitu memprihatinkan.
- Kalau kita sudah tahu berapa banyak
- orang-orang yang mengungsi sampai jutaan
- ya, yang meninggal juga hampir menembus
- angka ribu. Yang hilang belum diketahui.
- Ini ada informasi yang juga perlu kita
- doakan adalah R1.500 579.000
- rumah yang rusak.
- Iya,
- sementara 1,2.000
- fasilitas umum. Kemudian 584
- fasilitas pendidikan dan rumah ibadah
- yang hancur ada 423
- untuk jembatan 498
- untuk gedung-gedung yang lainnya
- perkantoran ada 287.
- Ini informasi terakhir hari ini ya dan
- fasilitas kesehatan ada 215. Masyaallah.
- Entah bagaimana kondisi berikutnya.
- Semoga sekali lagi Allah memudahkan
- segala sesuatunya, mengangkat derita
- yang mendera, memberi ketabahan bagi
- saudara-saudara kita yang terdampak.
- Dukungan ikhwan akhwat. Doa untuk anak
- negeri
- yang mengalami musibah akan menjadi
- sangat berarti. Terima kasih sekali
- lagi. Subhanakallahumma wabihamdika
- ashadu alla ila anta astagfiruka wa
- atubu ilai. Asalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh.