Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Bismillahirrahmanirrahim. [musik]
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Allahumma sholli ala
- sayyidina Muhammad waa ali sayyidina
- Muhammad. Berjumpa lagi hari ini, hari
- Kamis [musik] tanggal e 26 Rajab 144
- Hijriah atau tanggal [musik] 15 Januari
- 2026. Malari 15 Januari.
- Ingat ya Malari [musik] ya. Oke, kita
- jumpa lagi dalam acara Bincang Wakaf.
- Silakan ee [musik]
- siapkan pertanyaan Anda. Untuk masalah
- wakaf ini. Kita akan mengambil tema ee
- dana wakaf menopang kebun sayur mayurik
- [musik] dengan pola setiap hari menanam,
- setiap hari memanen. Waduh, mantap.
- setiap hari [musik] eh menanam, setiap
- hari memanen. Di sini juga kami ditemani
- tentu saja oleh Ondi Saputra, Algi,
- kemudian juga ada dari SMK4 [musik]
- yang sedang PKL, Sela dan Vina. Selamat
- datang Sela dan Vina. Selamat datang
- ilmu [musik] ya. Asalamualaikum Mas
- Afril.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Masil adalah ketua lembaga wakaf [musik]
- silaturahim.
- Jadi seperti biasa kita akan
- mendengarkan Pakil membaca surah
- Albaqarah ayat 261
- Auzubillahiminasyaitanirjim
- bismillahirrahmanirrahim
- [musik]
- [musik]
- [musik]
- Wallahuun
- perumpama
- Orang [musik] yang menginfakkan hartanya
- di jalan
- seperti
- biji [musik]
- yang menumbuhkan tujuh tangkai.
- Pada setiap tangkai ada 100 biji. Allah
- melipat gandakan bagi siapa yang Dia
- kehendaki. Dan Allah maha luas, maha
- mengetahui.
- Masyaallah,
- Mas Krisna. Ayat ini, Mas Krisna.
- Heeh.
- Adalah salah satu
- pola perhitungan ganjaran dari Allah. 1
- 700 tadi dijelaskan ringkas. Ada satu
- biji butir bibit.
- He.
- Kemudian tubuh tumbuh tujuh tangkai.
- Setiap tangkai ada 100.
- Dan masih ditambah lagi dengan ganjaran
- kebaikan pahala sekehendaknya Allah
- tergantung kepada kita. Oh,
- jadi dahsyat sekali
- ayat ini menggambarkan betapa kalau kita
- cernak kita rasanya tidak akan mungkin
- akan segera
- untuk beramal jari termasuk di
- srulang-ulang ya karena bagus sekali ya
- karena luar biasa
- untuk motivasi kita
- di mana ada penggantian yang satu
- diganti 700
- tentu 700 ini bukan uang diganti uang
- tapi bermacam-macam
- kita akan dengar dari guru-guru kita
- tentang hal itu. itu bahwa
- penggantiannya bisa kesehatan, rumah
- tangga yang rukun, anak-anak yang saleh
- salehah
- dan seterusnya. Kesehatan bagian dari
- penggantian di Bri luar biasa.
- Ngomong-ngomong soal tangkai. Iya.
- Ngomong-ngomong soal tangkai jadi ingat
- kebun ini ya. Karena kita hari ini kita
- mengambil tema dana wakaf. Jadi
- menggunakan dana wakaf untuk menopang
- kebun sayur mayurik dengan pola setiap
- hari menanam, setiap hari memanen.
- Itu bagaimana? Setiap hari menanam,
- setiap hari memanen.
- Iya. Tapi sebelum bicara tentang setiap
- hari menanam, setiap hari memanen, saya
- mau jelaskan dulu Mas Krishna tentang
- peran wakaf uang dalam menggerakkan
- usaha, membangun usaha. Jadi semua
- wakaf, semua wakaf yang diwakafkan oleh
- wakif
- kepada khususnya lembaga-lembaga wakaf
- atau yayasan wakaf, maka
- nazir wakaf itu yang mengelola wakaf itu
- berkewajiban menjaga nilai dari wakaf
- itu. Wakaf uang dalam hal ini tidak
- boleh turun.
- Hm. Kalau dipakai harus kembali.
- H
- ya. Dan tentu saja suka-suka ada bagi
- hasilnya bukan riba ya, bukan bunga. Dan
- dengan begitu wakaf itu menjadi
- bermanfaat.
- Nah, dalam konteks ini Mas Krishna
- ee
- banyak usaha-usaha kecil itu tidak
- dilakukan karena keterbatasan modal
- kerja awal ya. Nah, atau pada sisi lain
- uang wakaf
- karena tidak digunakan
- untuk kegiatan produktif, nongkronglah
- di bank.
- Hm.
- Dan sebagian besar itu kita tidak mau
- mengambil manfaat atau bunga dari situ,
- ya.
- Nah, akibatnya dana wakaf itu tidak
- produktif. Nah, dengan pola ee
- menggunakan dana wakaf itu untuk
- kegiatan produktif,
- maka kita bisa turut
- menanggulangi kemiskinan. Contoh,
- membuka lapangan kerja. Nah, jadi yang
- seperti ini wakaf peran peran wakaf uang
- khususnya bisa menjadi lebih luas kalau
- penggunaannya itu untuk kegiatan ekonomi
- produktif. Hari ini kita mau cerita
- salah satu contoh dari ee
- kegiatan usaha produktif itu adalah
- kebun-kebun kecil
- H
- yang dibuat setiap hari menanam, setiap
- hari menanam
- panam. Masyaallah.
- Dan itu sesuatu yang sudah kita terapkan
- di lingkungan saya.
- setiap hari menanam, setiap hari menanam
- walaupun dalam konteks yang lebih kecil
- skalanya ya. Nah, nanti kita cerita
- tentang kebun rasil, Mas Krisna.
- Hm.
- Ya. Oke. Baik, silakan yang mau bertanya
- kami tunggu di 0811
- 999720.
- Ee oh ini ada yang langsung ada yang
- bertanya tapi berat juga pertanyaan nih.
- Mengapa potensi wakaf besar tetapi belum
- optimal?
- Nah.
- Heeh.
- Ini kita bisa bandingkan Mas Krishna di
- Indonesia.
- He.
- Di Malaysia. Kemudian di Bangladesh,
- He.
- Pakistan dan sebagainya. Indonesia punya
- potensi paling besar itu ribon triliun
- ya,
- tetapi
- ee masih kurang terkumpul, baru potensi
- saja pengumpulannya belum terealisasi.
- Sedangkan di Bangladesh, Bangladesh itu
- secara
- ee apa namanya? penghasilan per orang
- nasional produk itu lebih rendah dari
- Indonesia. Mereka condong
- lebih bagus kita ya lebih ke Indonesia
- ya. Tetapi
- peran wakaf dalam pembangunan di
- Bangladesh
- atau di Malaysia jauh lebih tinggi dari
- di Indonesia. Nah, kemudian pemerintah
- mengintensifkan peran dari Badan Wakaf
- Indonesia untuk mendorong tumbuhnya
- lembaga-lembaga wakaf atau
- yayasan-yayasan wakaf. Nah, permasalahan
- utama adalah literasi, pemahaman
- tentang wakaf, khususnya wakaf uang.
- Selama ini, Mas Krisna, kesan wakaf itu
- pertama ada tanah. Saya mau tanah ini
- dibuat untuk masjid. Tidak ada yang
- salah dengan itu.
- H
- cuman waktu tanahnya dibuat bangun
- masjidnya kan biayanya lebih besar. He.
- Jadi cenderung lama baru produktif.
- Bahkan zaman dulu sekali tanah wakaf itu
- cenderung diartikan sebagai tanah
- pemakaman. Kan kita sering bilang tanah
- wakaf yang di Kebun Jeruk misalnya gitu
- ya. Nah, jadi
- pemahaman bahwa wakaf itu orientasinya
- adalah menyerahkan tanah, kemudian tanah
- itu diolah sesuai dengan kehendaknya
- wakif. Nah, akibatnya adalah pemanfaatan
- tanah-tanah yang diberikan itu tidak
- bisa segera.
- H
- misalnya begini, ada wakih penyerahkan
- tanah 2000 m
- ke lembaga wakaf silaturahim atau
- lembaga wakaf mana saja. dengan syarat
- bahwa di situ dia ingin dibangunkan
- pesantren.
- Nah, oke kita bisa terima. Tetapi kan
- kita harus menghimpun dana yang cukup
- untuk membangun bangunan pesantren itu
- sendiri. Katakanlah tanahnya mungkin
- nilainya ee 1 atau 2 miliar. Tapi untuk
- membangun pesantren dengan ukuran
- dikehendaki boleh jadi dananya itu bisa
- 10 miliar. He.
- Nah, tentu lembaga wakaf itu kalau sudah
- mau menerima dia wajib mencari tambahan
- dana itu sehingga
- terealisasilah
- niat dari wakif.
- Dalam konteks pembicaraan kita kali ini,
- Mas Krishna, lingkupnya lebih sederhana.
- Kalau seorang wakif
- berniat untuk berwakaf, ya yang berwakaf
- itu namanya wakif, penerimanya namanya
- nazir, ya. Kalau dia berniat berwakaf,
- maka dia bisa mewakafkan uang. Dan uang
- ini digunakan untuk kegiatan produktif,
- tidak hanya disimpan di bank,
- tapi misalnya contoh yang kita mau
- bicarakan hari ini adalah bagaimana
- membangun kebun-kebun kecil.
- Saat ini ee pemirsa pendengar sekalian
- Rasil ee Lembaga Wakaf Silaturahim itu
- sedang membuat kebun-kebun kecil ya kita
- sebut dengan kebun Rasil. Ini ada kebun
- Rasil satu
- di kompleks silaturahim 1 apa namanya?
- Komplek Silaturahim Residen 1. Di situ
- ada tanah perumahan yang tidak kunjung
- dibangun bertahun-tahun.
- kemudian tumbuh pisang segala macam yang
- tidak produktif. Nah, ini kita olah
- menjadi kebun sayur ya. Nah, ini
- contohnya bagaimana pemanfaatan dari
- dana wakaf itu untuk membuka kebun
- sayur. Itu barangkali ada contohnya bisa
- dilihat. Ini
- tanamannya baru ditanam kira-kira 10
- hari.
- Sudah mulai tumbuh tuh 2 cent ada tuh
- ya.
- Ada yang 2 cent ada di situ salah
- satunya sawi
- marakat namanya. Itu sawi pahit yang
- enak sekali Mas Krisna.
- Sawi. Lalu apa lagi sebelah sana? Apa
- itu? Kemudian ada bayam merah, ada
- kangkung, ada caisim. Nanti macam-macam.
- Ini baru kita tanam kira-kira
- kurang lebih 10 hari yang lalu ya, 10 12
- hari. Dan
- ini sekarang baru dipindahkan karena
- terlalu rapat dipindah nanti perlu waktu
- kira-kira 20 hari lagi panen. Itu
- tanaman yang umur 30 atau 40 hari.
- He.
- Nah, gulutan kita itu jumlahnya di sini
- kira-kira nantinya sekitar 45 gulutan.
- Hm.
- Jadi satu hari bisa panen
- h
- 1 seteng gulutan kurang lebih gitu ya.
- Dan itu sudah cukup untuk ee
- memberi hasil kira-kira antara 25 sampai
- 40 kilo sayuran.
- Hm. ya. Nah, jadi pendengar pemirsa
- sekalian, contoh pemanfaatkan
- pemanfaatan dana wakaf yang para wakif
- tempatkan di ee Lembaga Wakaf
- Silaturahim
- yang berada di bawah Yayasan Wakaf Rumah
- Quran Silaturahim. antara lain kita
- ingin gunakan untuk mendorong tumbuhnya
- kebun-kebun ee sayur-mayur organik ini
- seperti yang kita lihat ya biayanya itu
- tidak terlalu banyak. Misalnya satu
- kebun ini ya kira-kira 25an juta
- membukanya aja.
- He.
- Karena pembukaannya itu yang akan mahal.
- Tapi yang kita ingin ee
- pemirsa pendengar sekalian memahami
- adalah bahwa kalau pemirsa
- pendengar berwakaf
- kemudian wakaf itu kita gunakan untuk
- kebun sayur seperti ini, bolehkah mereka
- ikut ee misalnya ada dua orang atau tiga
- orang atau lima orang bahkan
- mengumpulkan dana wakaf? Heeh.
- Kami dana wakaf sekian. Silakan buka
- kebun sayur yang itu. Tapi kami ingin
- juga menikmati sayurnya ee sebagian.
- Boleh saja.
- Hm.
- Boleh menikmati
- ya wakif boleh menikmati
- hasil dari uang wakaf yang mereka
- tempatkan. Contohnya seperti ini. Kalau
- ada kebun sayur kemudian nanti sayurnya
- dipanen, bolehkah sebagian dari
- headsilnya di ee
- serahkan ke mereka? Boleh ya. Nah, jadi
- sangat fleksibel. Tetapi kalau para
- wakif mempercayakan kepada lembaga wakaf
- silaturahim untuk pemanfaatannya,
- insyaallah kita akan jaga dengan
- sebaik-baiknya. Ini ada satu kebun lagi
- yang kita akan buka. biayanya kira-kira
- juga kurang lebih R juta aja di mana
- tetap di di depan kebun Rasil satu
- ya karena itu kebun apa namanya ee
- tanam-tanaman yang enggak produktif di
- situ sudah dibersihkan. Kalau kebun
- rasil satu yang pertama itu harus pakai
- ekskavator kecil membongkar
- bonggol-bonggol pisang baru bersih.
- Nah, yang ini yang sekaligus yang kedua
- ini juga sudah kita bersihkan tinggal
- diolah.
- menjadi kebun rasil seperti tadi yang
- kita perlihatkan. Pendengar nanti kalau
- ada yang mau lihat tunggu kira-kira 15
- hari lagi
- boleh lihat datang kemari
- itu sudah bisa panen belum?
- Atau belum kira-kira 20 hari lagi panen.
- Tapi kalau mau panen sekalian ingin
- panen boleh juga ya. Pendengar yang mau
- ingin memanfaat menikmati sayur panen
- sendiri petik sendiri boleh datang ke
- kebun Rasil.
- Hm.
- Bayarnya berapa seikhlasnya? Nah,
- seikhlasnya
- boleh enggak enggak bayar? Boleh juga
- cuma tega enggak sih gitu?
- Masa tega enggak bayar?
- Nah, atau mau bayar lebih banyak? Ya
- tentu itu akan kita gunakan.
- Uang yang diperoleh dari kebun sayur ini
- itu sebagian untuk membayar pinjaman
- wakaf. Kemudian sebagian digunakan
- menopang dakwah termasuk ke silaturahim
- e ke rasil. Kemudian juga untuk kegiatan
- bagi hasil untuk dua apa dan sebagainya
- dan nanti kita cadangkan supaya bisa
- berkembang lebih lanjut.
- Jadi insyaallah dikelola.
- Oke. Baik. Silakan yang mau mencatat
- nomor Pak Safril. Pak Safril adalah
- ketua lembaga wakaf silaturahim. Silakan
- dicatat nomornya. Nomornya 0816
- kemudian 855
- 488.
- 0816
- 855
- 488.
- Salam Pak Sapril. Pak Sapril, kalau kami
- punya tanah dan ingin dibuat kebun
- seperti Derasil, apakah bisa?
- Baik. Dari siapa, Mas Krishna?
- Dari Bu Tuti.
- Bu Tuti. Asalamualaikum Bu Tuti. Tentu
- saja bisa, tapi dengan pertimbangan
- begini. Misalnya
- kebun ibu tidak terlalu jauh. Walaupun
- jauh sebetulnya bisa ya.
- Nanti saya ceritakan sedikit tentang
- bagaimana sekarang karena kesulitan
- lahan di daerah Brebes dan sebagainya
- untuk tanam bawang ke beberapa daerah di
- ee di luar Garut itu orang mulai datang
- bahkan bukit juga bisa diolak gitu kan.
- Jadi jawabannya bisa Bu Tuti.
- Dan kita contoh tadi itu adalah tanah
- seluas 740
- m.
- Ya. Tetapi kalau Ibu punya lahan itu
- hanya 300 400 m, tentu saja juga bisa.
- Sebetulnya kalau ibu berminat, kita bisa
- latih ibu mengelola sendiri atau ada
- orang yang ibu tempatkan untuk
- mengelolanya, kita bisa latih sehingga
- nanti ibu bisa
- ee memanfaatkan kebun itu. Tetapi
- intinya begini, kalau Ibu memang suatu
- waktu ingin berwakaf
- panah untuk dibikadkan kebun sayur,
- tentu saja sangat bisa. He.
- Tetapi kalau Ibu hanya ingin berwakaf,
- saya berwakaf uang jumlahnya sekian
- untuk digabungkan dengan wakif-wakif
- lain cukup untuk membiayai satu kebun
- sayur kecil.
- Tentu saja kita bisa atur.
- Heeh.
- Katakanlah misalnya Bu Ibu apa, Bu? Bu
- Tuti Tuti
- dengan teman-teman berwakaf, "Oh,
- uangnya terkumpul Rp20 juta ya. Walaupun
- jumlah kurang pun tetap saya bisa. Tapi
- kalau uang Ibu Tuti dan teman-teman
- mengumpulkan, tolong dong buatin kami ee
- kebun model kebun Rasil. Kita bantu
- buatkan itu ya. Nah, Ibu sudah berwakaf
- uang di tootal jumlahnya katakanlah
- misalnya Rp20 juta. Kita gunakan itu
- untuk membangun satu kebun ee sayur.
- Apakah uang ibu itu hilang? Tidak.
- Oh, tidak. Tidak hilang ya?
- Tidak. Tidak hilang. Uang itu nanti akan
- diambil kembali
- dari hasil kebunnya. Sebagian dari hasil
- kebun. Contoh ini untuk kebun rasil ya.
- Dari kurang lebih hasilnya per bulan itu
- kita hitung kurang lebih ee 12 jutaan.
- Kemudian nanti netnya itu kira-kira R
- juta itu 30%-nya mengembalikan pinjaman
- wakaf tadi. 15%-nya bagi hasil menopang
- dakwahnya 25% dan ada cadangan lagi.
- Nah, Ibu kalau berwakaf, mengumpulkan
- wakaf dengan teman-temannya seperti
- tadi, kemudian kita bukakan satu
- kegiatan wakaf di lahan yang Ibu buat
- tadi, maka
- uang wakaf yang Ibu kumpulkan itu tetap
- akan di lengkapi kembali
- dari hasil kebun yang sudah ee
- sudah Ibu sediakan. Jadi gini, Bu Tuti,
- lahannya enggak perlu Ibu wakafkan.
- H
- lahannya masih tetap lahan Ibu.
- Uang saja,
- wakaf uang saja untuk membukanya menjadi
- kebun sayur.
- Tapi kalau Ibu mau mewakafkan lahannya,
- tentu saja dengan segala senang hati
- Rasil ee lembaga wakaf silaturahmi akan
- menerimanya.
- Cuman mungkin ee kita perlu lihat boleh
- enggak Bu Tuti kirim WA lagi di mana
- daerahnya itu gitu ya. gambarannya
- seperti itu, Mas.
- Oke,
- silakan yang mau bertanya atau memberi
- masukan, kami tunggu di 08111999
- 7
- 20.
- Pak
- Sari, silakan.
- Ini ada yang bertanya, "Mengapa ee
- potensi wakaf?" Oh, tadi sudah ya
- sudah.
- Ee apa konsekuensinya jika wakaf diolah
- ee di salah salah apa nih ya?
- Enggak subur gitu misalnya
- disalah
- disalahgunakan.
- Nah, disalahgunakan. Oke.
- Jadi ee pendengar pemirsa, tentu saja
- lahan-lahan wakaf yang mau dijadikan
- kebun itu
- tidak serta-merta begitu saja kita olah
- tanpa lebih dulu diteliti, diperiksa ya.
- Sehingga dalam memilih
- misalnya kebun yang akan kita ee olah
- menjadi kebun model kebun hasil ini,
- kita tuh lihat dulu apakah layak, apakah
- pemasaran di sekitarnya baik ya. Kalau
- sudah layak maka kita akan buka dalam
- mengelola usaha ini. Khususnya
- kebun-kebun kecil ini, itu diterapkan
- konsep manajemen penuh Mas Krishna.
- perencanaan, planning ya,
- pengorganisasian atau penataan,
- kemudian pelaksanaan pengawasan itu kita
- akan terapkan sebagaimana layaknya
- manajemen. Jadi tidak hanya sekedar
- dibuka, dibiarkan begitu saja, tetapi
- aspek manajemennya juga akan kita ee
- terap terapkan dalam pengelolaannya.
- Kemudian marketingnya kita sudah siapkan
- juga kalau mau ditanam ke mana, siapa
- pembelinya. He.
- Karena ini adalah tanaman-tanaman khas
- organik dan ini adalah produk dari
- pemanfaatan
- uang wakaf. Sehingga idealnya
- konsumennya juga konsumen di samping
- menikmati sayur dia juga bisa berinfak
- walaupun sedikit ya. Katakanlah misalnya
- ee sawi marokot
- itu kalau sekilonya kira-kira Rp2.000.
- Kalau satu ikat itu kira-kira 3 atau
- 4.000-an itu 1 kilo bisa atau bahkan
- tiga atau empat lima ikat gitu ya.
- Nah, kalau beli di pasar 1 kilo
- katakanlah atau satu ikat R.000 mungkin
- kalau wakaf dia mau saya beli R5.000
- yang 1.000 saya berwak berinfak ya.
- Belinya R.000 infaknya 1.000 misalnya.
- Tapi kalau mau bayar juga 4.000-an
- misalnya enggak apa-apa. Kalau mau
- datang ke kebun mau panen juga tidak
- apa-apa. Kalau mengajak teman-teman
- untuk ikut panen bersama-sama sekalian
- berwakaf tidak apa-apa. Karena kebun ini
- menjadi nantinya lingkungannya itu
- sehat, Mas Krishna. Nyaman, indah lagi
- gitu
- ya. Jadi, Ibu-ibu khususnya yang ingin
- berwakaf, silakan berwakaf. Uang himpun.
- kita akan bukakan ee lahan wakaf yang
- Ibu seperti tadi Bu Tuti punya tanah
- kita bisa gunakan sebagai model kebun
- rasil yang setiap hari menanam setiap
- hari membanun.
- Hm.
- Oke, silakan yang mau bertanya kami
- tunggu di 0811999720.
- Pak Sapril, tanaman di kebun Rasil ee
- pohon apa saja yang ditanam?
- Ya, konsepnya memang setiap hari
- menanam, setiap hari memanen, tetapi itu
- pada gulutan-gulutan seperti yang tadi
- diperlihatkan Mas Ondi ya, di kebun
- rasil itu ada diatur gulutan-gulutan.
- Satu gulutan ada boleh kita antara lain
- ini kita tanam
- dengan sawi pahit ee merokat namanya.
- Ada bayam merah,
- ada apa namanya? Ada kangkung dan
- sebagainya. Itu yang digulutan. Tetapi
- di samping gulutan nanti akan ada
- terong, ada cabai, ada kecipir.
- Kita bahkan mau tanam macam-macam
- sayuran. He.
- Ee boleh jadi ada tennikir, ada
- macam-macam.
- Hm.
- sehingga semua bagian dari lahan itu
- termat.
- Yang dipilih yang usianya pendek atau
- yang laku dijual atau yang bagaimana?
- Pilihan pertama adalah yang
- permintaannya tinggi.
- H
- ternyata di di Jakarta khususnya yang
- permintaan tinggi itu adalah salah satu
- sawi
- ee sawong,
- kemudian ee kangkung. kangkung itu
- menjadi sayur yang demandnya paling
- tinggi
- ya. Nah, jadi itu Mas Krishna yang kita
- akan tanam. Yang pertama permintaannya
- tinggi. Yang kedua umurnya tidak terlalu
- panjang.
- Ya, kalau dia umurnya seperti cabe atau
- terong, dia baru berbuah kira-kira usia
- 50 atau 60 hari. Tetapi dia dapat
- berbuah selama 2 atau 3 bulan gitu.
- Heeh.
- Tomat. Jadi di samping itu menghasilkan
- semuanya indah sekali, Mas.
- Dan pendengar sekalian, bagi yang ingin
- ee misalnya berpartisipasi,
- saya berwakaf sekian ingin ikut ee ikut
- menjadi bagian dari
- kebun rasil yang nomor dua gitu ya.
- Boleh ikut. Kita akan sertakan
- wakaf Bapak itu bagian dari kebun rasil
- nomor dua. Wakaf itu sesudah dipakai
- nanti untuk membuat mengelola dan
- menumbuhkan kebun akan kita kembalikan
- lagi ke rekeningnya Rasil sehingga siap
- dipakai untuk kebun yang ketiga, kebun
- yang keempat dan seterusnya gitu.
- Hm.
- Jadi,
- jadi ee pemirsa pendengar sekalian yang
- ingin berwakaf, kalau Bu Tuti mau
- berwakaf tanah tentu dengan segala
- senang hati. Tapi kalau Ibu mau berwakaf
- uang untuk mengelola kebun-kebun yang
- lain juga dengan segala senang hati.
- Oke,
- sambil menunggu Mas Krishna, saya ingin
- singgung sedikit. Bulan lalu kita
- berbicara tentang warung komunitas
- Rasil.
- Heeh. Ya, itu peminatnya banyak sekali.
- Saat ini kita sedang merancang skemanya
- dengan Aman Maret. Bagaimana
- konteks konsep e warung komunitas Rasil
- itu akan dikelola. Jadi itu kan
- mirip-mirip Warung Madura, Mas Krishna.
- Hm.
- Warung Madura itu kan 24 jam. Tapi kalau
- ini tidak. Tapi di dalam komunitas kecil
- juga akan sudah bisa hidup. Nanti
- bagaimana skemanya kita masih belum
- tuntas kita siapkan tapi insyaallah akan
- kita siapkan.
- Dan nanti kalau pemirsa ingin berwakaf
- silakan ditransfer ke rekening Bangsari
- Indonesia, Mas.
- Iya. Di tujuh eh 27 22 ya.
- Iya.
- Di mana tadi? Dua.
- Ini rekeningnya ini, Mas.
- 2 duanya empat kali. I.
- Kemudian 30307
- ya
- 2 2nya
- 4 kali. Kemudian 300 307
- BSI atas nama lembaga
- Wakaf Silaturahim.
- Wakaf silaturahim atas nama LWS lembaga
- wakaf silaturahim.
- Pak Sapril ee jadi semangat nih. Saya
- pengin lihat e kebunnya di YouTube saya
- lihat. Wah, bagus sekali. Eh, ini saya
- baru ambil shootnya itu tadi pagi, Mas
- Kris. Nah, Ibu ee itu baru dipindah
- 2 hari yang lalu ya karena terlalu
- padat. Tapi yang sudah dipindahkan itu
- sekarang sudah tumbuh lagi. Dia
- kira-kira tingginya hanya sekitar 4
- centtian gitu ya. Dan nanti kalau itu
- sudah menjelang umur panen
- itu insyaallah akan bagus kelihatan. Dan
- sayurnya ini sayur organik. Benar ya.
- Kita tidak menggunakan bahan-bahan yang
- berbasis kimia apapun.
- Hm.
- Pupuknya kita gunakan kotoran kambing
- yang difermentasi.
- He.
- Untuk pupuk organik cair kita gunakan
- kencing kambing yang juga difermentasi.
- Dan kalau ada nanti ee hama, maka kita
- juga akan gunakan pestisidanya nabati.
- Ada mungkin ada cabai di situ, ada
- macam-macam dicampur sehingga itu yang
- kita semprotkan insyaallah akan organik.
- Oke. Tadi Pak Sapril mengatakan organik.
- Apakah sama sekali tidak menggunakan
- pupuk kimia?
- Ya, barusan saya jawab kita sama sekali
- tidak menggunakan pupuk kimia.
- mulai dari pengolaan pengolahan pertama
- ya itu diolah secara manual tanahnya
- dicampur dengan dedak dicampur dengan
- ee pupuk
- h
- apa namanya pupuk organik kotoran
- kambing yang sudah difermentasi
- nanti begitu sayurannya tumbuh kita akan
- semprot dengan pupuk organik cair dari
- kencing kambing juga ya kencing kambing
- itu kita fermentasi kemudian kita
- semprotkan dengan campuran 1 lit kencing
- kambing sudah fermentasi ditambah dengan
- 10 L air.
- Hm.
- Ya. Jadi itu insyaallah murni ee
- organik.
- I
- kalau ada hama kita akan semprot juga
- dengan pestisida nabati.
- Pakai daun pepaya.
- Campuran ada daun pepaya, ada cabai
- tergantung hamanya apa gitu.
- Oh gitu ya.
- Ya kalau dia kutu dicabai kita kasih di
- kita kasih
- apa namanya yang organiklah insyaallah.
- Oke, dari Bapak Muhammad.
- Asalamualaikum, Pak Safril. Saya ada
- beberapa kavling tanah kosong. Ada yang
- 500 m, ada yang 200 m. Totalnya 5.000 m.
- Di lokasi lokasinya di Kecamatan
- Kelapanunggal, Bojong, Cilengsi. Bisa
- dikelola itu sehingga hasilnya bisa bagi
- hasil dan jadi sebagian wakaf dan
- sedekah dari Bapak Muhammad.
- Muhammad. Bapak Muhammad. Bapak
- Muhammad.
- Iya.
- ee Pak Muhammad
- di Kelapa Nunggal itu
- daerah yang sangat dekat dengan konsumen
- ya. Sehingga dalam analisa dasar itu
- insyaallah bisa kita kelola.
- Kita enggak perlu harus sekaligus
- yang 1000 m atau berapa meter itu pun
- kita pertama siapkan kita bikin satu
- misalnya gulutannya lima saja. Gulutan
- yang kita pakai di kebun Rasil ini
- ukurannya 80 cm * 4 m.
- 80 * 4 m.
- Nah, itu ee
- akan ditambah terus. Kita cukup menanam
- tiga atau empat gulutan satu hari. Bikin
- gulutan baru. Bikin gulutan baru. Sampai
- pada hari ke-30 kita sudah dapat gulutan
- banyak. Gulutan pertama sudah bisa
- dipanen gitu. H.
- Jadi jawabannya adalah bisa Pak
- Muhammad. Kalau boleh setelah ini kita
- nanti berbincang-bincang
- apalagi celengsi itu lingkungannya
- adalah pasar yang sangat potensial.
- Apalagi kalau itu
- adalah organik ya. Insyaallah kita bisa
- kelola bersama-sama ya. Tim Bapak
- disiapkan. kita akan mengedukasi
- bagaimana mengelolanya dan ini walaupun
- kelihatan sederhana tapi kalau Bapak
- menempatkan satu orang atau dua dua
- orang tenaga kerja di situ itu sudah
- bikin buka lapangan kerja baru Mas
- Krisna
- ya
- ini pertama meng apa bagaimana
- ee wakaf dalam pembangunan
- peran dalam pembangunan umat tadi sudah
- dijelaskan ya
- baik mungkin saya tambahkan lagi Mas
- Krishna seperti di
- ee
- di Malaysia mereka fokus sekali untuk
- membangun klinik klinik yang kecil-kecil
- sehingga bisa melayani
- ee yang membutuhkan perawatan kesehatan
- termasuk sampai ke desa-desa. He
- ya. Kalau di Bangladesh mereka membangun
- sekolah-sekolah
- ya sama dengan kalau di Indonesia ee
- organisasi keagamaan Muhammadiyah mereka
- dengan dana wakaf bisa membuat
- bermacam-macam. Mau sekolah kemudian
- sampai ke perguruan tinggi aspek
- pertanian belum terlalu banyak ya.
- Padahal dengan wakaf sedikit saja itu
- aspek pertanian bisa tumbuh dengan
- sangat berkualitas.
- Dalam skala lebih besar, pendengar
- pemirsa, kita bisa memanfaatkan dana
- wakaf ini untuk membangun aspek apa
- namanya? Persawahan yang tingkat
- produktivitasnya
- ee bisa sangat produktif. He.
- Ya, saya beberapa kali sampaikan di
- Bengkulu,
- satu orang yang dari komunitas Total
- Organik Indonesia itu membangun mereka
- sudah bisa ee gabah kering giling itu
- kira-kira
- 8 tahun lebih 9 ton.
- Karena itu kalau gabah kering panennya
- 13,3 ton ya. itu kalau pemirsa pendengar
- punya sawah yang luas, kita bisa
- masukkan skema wakaf ini menjadi wakaf
- produktif yang menopang ee kegiatan
- pertanian persawahan misalnya gitu.
- Oke, ini ada yang tanya nomor telepon
- Pak Sapril. Silakan dicatat ya. Nomor
- telapak Safril Lubis. Beliau adalah
- ketua lembaga wakaf silaturahim.
- nomornya 0816
- kemudian 855
- 488
- 0816
- 858
- ee Pak Sapril berapa ukuran restbed-nya?
- Kita buat yang di sini itu ee 80 cm di*
- 4 m. Kemudian jaraknya kira-kira 50
- centara
- bet yang satu, bet itu gulutan.
- Heeh.
- Antara bet yang satu dengan bet yang
- lain tingginya sekitar 15 cm.
- 15 sampai 20 cm dari permukaan.
- Hm.
- Dan ini kita pagar dengan kalau Mas
- Wandi bisa perlihatkan kita pagar dengan
- genteng bekas.
- He.
- Apakah harus pakai genteng bekas? Enggak
- juga boleh bambu. Bambu itu sederhana
- ya. Ini setelah ini kita mau bikin yang
- pakai bambu sederhana dan itu akan ee
- juga rapi
- karena tanahnya tidak
- tidak
- itu kan dilapis dulu ya. Dilapis dulu
- kan.
- Nah, ini skema yang baru yang akan kita
- buat.
- Kalau nanti kita bikin gulutan atau
- Bapak tadi mengatakan rice bed
- itu
- itu kita taruh dulu di bawah.
- apa namanya? Potongan-potongan kedbak
- pisang
- kasih daun-daunan
- baru ditimbun tanah baru dicampur pupuk
- di atasnya baru boleh dicampur jerami
- bakar seperti itu.
- Apakah mahal semuanya? Enggak mahal.
- H
- ya enggak mahal. Pupuk organik
- padat yang saya ceritakan tadi kalau
- dibeli
- kira-kira mungkin 2.000-an atau 2.500
- per kilo.
- H
- ya. Dan itu 1 m cukup 2 kiloan lah. Jadi
- kalau itu tadi ukuran 80 cent 4 m itu
- kan kira-kira hanya 8
- kilo aja ya.
- E 4 m * 2 8 kilo saja.
- 8 kilo ini sekali dia kita tanam waktu
- panen berikutnya hanya tambah sedikit
- saja. H
- apalagi kalau kita semprot siram dengan
- pupuk organik cair. Jadi kebutuhan untuk
- pupuk padatnya cukup satu kali saja itu
- mungkin dua tiga kali tanam sudah bisa
- cukup tinggal nanti semprot padat
- semprot organik cairnya saja. Nah ini
- semua bisa ditopang oleh uang wakaf Mas
- Kris
- untuk membukanya.
- Jadi membukanya aja agak susah
- tergantung lahannya ya. Kalau lahannya
- sudah relatif bersih, kita tinggal bikin
- guludan. Dan pendengar pemirsa, kita
- ukur dulu kualitas tanahnya. PH-nya
- berapa, haranya berapa, berapa banyak
- rata-rata.
- Sudah diukur belum pH-nya berapa?
- Kita sudah waktu itu pH-nya agak sedikit
- rendah 5 kom sekian.
- Tapi begitu
- idealnya berapa? En
- idealnya adalah paling sedikit 5,5 yang
- idealnya adalah 6 sampai 6,5. Hm. Untuk
- meninggalan pH pakai apa?
- Biasanya pakai kapur. Kapur dolomit.
- Kapur dolom.
- Apakah kapur dolomit itu bahan kimia?
- Bukan.
- Bukan.
- Kapur dolamit itu adalah batu-batuan.
- Kalau Mas Kristina kita ke Bat ke
- Bandung zaman dulu
- itu penuh denganang
- apa? Kapur dolomit dari gunung-gunung
- itu ya.
- Jadi itu dihampar
- ditebar itu tidak banyak juga
- bisa menekan. Kalau rendah sekali 1 m
- itu mungkin kira-kira 12eng kilo juga
- cukup.
- He.
- Dan itu cukup sekali saja. Nanti
- kalau sudah pupuh sudah tumbuh apa
- namanya dihampar tanaman itu maka
- tanaman itu akan menjadi sehat
- ee bisa lebih alami gitu Mas Krisna.
- Hm. Salam Pak Safril. Saya Ibu Titi di
- Citerep Bogor. Izin bertanya. Saya punya
- mesin juki dua dan mesin biasa satu. mau
- saya wakafkan dan lu sudah pernah
- bertanya dikirim ke Radio Rasil dan akan
- dikenarkan wakafnya di Radio Rasil.
- Hanya saya bisa kirim waktu hari Sabtu
- atau Minggu dan akan memberitahu lebih
- dulu apakah bisa Bapak. Saya tidak
- berkeberatan kalau mesin itu dijadikan
- uang untuk keperluan yang lain. Saya
- dulu belinya Rp4.300. Mohon
- penjelasannya.
- Mohon maaf dengan Bu Titi.
- Bu Titi ya.
- di Cerep mesin apa tadi Mas Kris?
- Juki.
- Oke. Baik pendengar pemirsa memang ada
- sejumlah mesin-mesin pengolah tanah.
- Asumsi saya
- yang di ingin diwakafkan oleh Bu Titi
- ini adalah mesin-mesin yang berkaitan
- dengan ee mengolah tanah mungkin
- ini untuk sawah ya biasanya ya.
- Nah, mesin cuki itu ada yang bahkan ada
- bisa pikir dia jalan bikin gulutan
- sendiri.
- H
- ya. Tadinya kita mau pakai seperti itu,
- cuman karena ada beberapa orang yang
- bisa dimanfaatkan tenaganya, dia juga
- dapat penghasilan, kita kerjakan manual.
- Boleh minta nomor telepon Bu Titi, nanti
- kita telepon Bu Titi. Oke. Baik.
- Insyaallah tentu saja kita dengan segala
- senang hati menerimanya, Bu Titi ya.
- Setelah ini insyaallah saya telepon Ibu.
- Oke.
- Dan mudah-mudahan ee niat Ibu untuk
- berwakaf diteguhkan Allah sehingga bisa
- terealisasi. Oke.
- Oh, tadi ini udah yang kelapan sudah,
- Pak Spril. Ee kenapa saya punya pohon
- mangga kok enggak berbuah-buah padahal
- sudah lama. Apa yang kurang itu?
- Baik. Biasanya satu pohon itu
- membutuhkan tiga jenis
- ee kandungan pupuklah ya,
- nutrisi
- namanya ya, NPK. Hm.
- Kalau Ibu lihat
- pohon mangga ibu subur banget, daunnya
- hijau.
- Heeh.
- Ya, subur.
- Boleh jadi dia kebanyakan unsur N.
- N ya,
- dia enggak bisa bunga. H.
- Karena itu masih perlu diberi lagi pupuk
- jenis P.
- P itu untuk mendorong tumbuhnya bunga.
- P itu dari mana diambilnya?
- P itu kalau dari Ibu mau bikin sendiri
- itu dari gedebok pisang aja. Heb dicacah
- direndam airnya itu menjadi P.
- Hm.
- Ya. Jadi ibu rendam apalagi Bu
- fermentasi dalam waktu 12 hari itu
- menjadi P yang sangat.
- Kalau sabuk sabut kelapa itu
- sabut kelapa itu menjadi K.
- Oh K K K untuk apa?
- K-nya itu untuk mendorong bunga tadi
- menjadi buah.
- Jadi Bu bisa cek jangan-jangan dia
- berbunga terus. Berbunga terus tapi
- enggak pernah jadi buah.
- Itu dia kekurangan surka.
- He.
- Jadi, Ibu bisa ee fermentasi sabut
- kelapa direndam
- 12 hari kasih campuran MA1.
- Nanti boleh ditaruh di di apa disiramkan
- ke batangnya.
- Atau sering saya lakukan di rumah
- sabut kelapa itu ditumpuk aja dekat
- batangnya dia dapat K sehingga buahnya
- insyaallah dari bunga menjadi buah.
- Hmm. Hm.
- Sama juga dengan sayur-sayuran misalnya
- tomat.
- Dia kan perlu dari bunga menjadi buah
- sehingga dia harus seimbang NPK.
- Hmm.
- Yang paling sederhana adalah sabut
- kelapa
- difermentasi disu
- direndam gitu
- disuwir-suwiram
- kemudian direndam dicampur dengan M11
- tutup. Sederhana sekali.
- Oh.
- Kapan waktu kita boleh cerita tentang
- membuat suku UNPK Mas Krina. Tapi karena
- hari ini kita bincang wakaf, kita hanya
- ingin mendorong para
- ee pendengar pemirsa untuk berwakaf.
- H
- wakaf sekali Bapak Ibu berwakaf, maka
- Ibu, Bapak, Ibu pada dasarnya
- menyerahkan harta itu berhenti
- kepemilikannya dari Bapak menjadi milik
- Allah. Wakaf itu kan artinya berhenti.
- Hm. Jadi, ibu kalau tadinya memiliki
- uang ya, kemudian ibu berwakaf artinya
- pemilihan atas uang yang Ibu Bapak Ibu
- wakafkan berhenti menjadi milik Allah
- sekarang. Nah, itu yang kita gunakan
- untuk berbagai kepentingan pengembangan
- wakaf. Hari ini kita cerita tentang ee
- kebun kecil, kebun sayur mayurik ya.
- Dengan konsep setiap hari menanam,
- setiap hari memanen.
- Kalau tanahnya 300 m, Bapak Ibu, itu
- sudah bisa sekali membuat 30 gulutan.
- Hm.
- Ya, 30 gutan. Sehingga pada saat kita
- sampai di gulutan paling ujung,
- yang pertama sudah panen. Begitu setiap
- hari. Oh, Pak Sarpil karena tidak
- menanam cabai dan jagung.
- Ah, cabe tetap kita tanam tapi bukan di
- gulutan t bagian pinggir-pinggir.
- Hm.
- Ya. Kenapa kita tidak menanam jagung?
- Karena jagung dalam volume kecil itu
- kurang
- ee dari sisi ekonomisnya tidak
- semenguntungkan tanaman-tanaman
- sayur-semayur. H
- ya.
- Kalau cabai memang dia baru berbuah ada
- yang 45 hari, 50 hari tetapi dia berbuah
- kalau cabai kecil, cabai rawit
- itu bahkan dia berbuah terus-menerus.
- Kalau pohonnya sudah tua, kita potong
- nanti tumbuh lagi tunas. Oh gitu.
- Kita pupuk dia terus-menerus. Tapi kalau
- cabai
- dia bukan semusim ya. Cabai itu
- enggak. Cabai merah keriting semusim.
- Hm.
- Bahkan merah keriting bisa tiga kali
- panen Mas Krus.
- H.
- Tapi kalau cabe rawit terus-menerus.
- Oh gitu.
- Di Banjarmasin sekali waktu ada apa
- namanya? Cabai rawit itu tingginya
- setinggi hampir 2 m. Jadi kalau kita
- berdiri di situ hilang kita ya.
- Oh iya.
- 2 m dan buahnya banyak sekali
- cabe rawit. Dan itu kalau sudah dipotong
- nanti dia tumbuh lagi.
- Oh gitu.
- Tapi kalau cabai merah keriting tidak
- bisa. Cabe-cabe lain enggak bisa.
- H
- ya. Jadi dia kalau sudah habis berbuah
- dua tiga kali dia cenderung akan mati
- gitu.
- Hm.
- Jadi kita harus ganti lagi.
- Cabai merah keriting cabe yang
- besar-besar itu ya.
- Cabai merah keriting cabai yang besar
- yang untuk sayur gule paling utama ya.
- Kalau cabe rawit kan cabe yang pedas
- banget.
- Heeh.
- Nah, itu kita akan juga tanam di bagian
- sisi-sisi non gulutan.
- Hm.
- Jadi, ee semua tanahnya termanfaatkan.
- Jadi, seperti ibu-ibu, bapak-bapak punya
- tanah 300 m itu sangat menyenangkan
- gitu, Bapak, Ibu. Kalau sudah pensiun,
- punya tanah lahan 300 m, mengolah itu
- saja pada dasarnya untuk kebutuhan dapur
- sebulan itu sudah
- hm
- pastikan cukup gitu. Di rumah saya, Mas
- Krishna, istri saya nanam macam-macam.
- Ada merokot, ada tomat, ada ini,
- ada
- caisim. He.
- Nah, dekat rumah kita itu ada apa
- namanya? Ada
- tukang bikin nasi goreng.
- Heeh.
- Dia sekarang pesannya, "Jangan lupa ya
- itu cai simnya untuk saya." [tertawa]
- Karena dia bilang itu lebih kertas,
- lebih enak gitu loh.
- Oh, gitu. Nah, jadi yang seperti itu
- kita bisa ee manfaatkan lahan di depan
- rumah saya itu lahannya hanya lebarnya
- kira-kira
- ee 3 m
- ya kurang lebih 3 m sehingga yang bisa
- dipakai 2 meteran.
- Gulutannya saya buat lebih kecil sedikit
- 75 cm
- ya. Jaraknya tidak sampai 50 cent saja.
- Nah, itu tetap terus-menerus saja keluar
- apa hadir sayurnya. itu istri saya
- mengelola. Jadi, [tertawa]
- jadi pemirsa berdengar sekalian dengan
- lahan kecil 300 m sangat cukup bagi
- Bapak Ibu untuk mengelolanya. Nah,
- sekarang Mas Krisna karena topik kita
- adalah wakaf khususnya wakaf uang
- konteksnya adalah wakaf produktif. Kita
- mendorong pemirsa pendengar berwakaflah.
- ini insyaallah insyaallah akan
- dimanfaatkan dalam program kali ini
- adalah untuk membangun kebun-kebun
- kecil.
- Hm.
- Yang konsepnya adalah setiap hari
- menanam, setiap hari memanen.
- Manen. Mantap.
- Dan itu uangnya kan tiap hari ada gitu
- ya. He.
- Jadi kalau Bapak Ibu di rumah tiap hari
- panen kalau bisa bikin gulutan 30
- walaupun kecil-kecil maka tiap hari
- panen dan menanam cuman satu gulutan,
- dua gulutan kok satu hari tidak
- merepotkan.
- Oke.
- Dari Bu Titi lagi nih. Asalamualaikum
- Pak Safril.
- Saya juga punya mesin jahit bukan mesin
- pertanian. Kalau memang bis ini bisa
- saya mau kalau memang tidak bisa mohon
- penjelasannya dari Bu Titi Citurupp.
- Baik Bu Titi kelihatan Ibu punya banyak
- mesin macam-macam ni ya. [tertawa]
- kita pendengar sekalian. Bagi pendengar
- yang membutuhkan mesin jahit, silakan
- hubungi kita di Rasil dan kalau memang
- sudah ee
- ada peminatnya maka kita akan terima
- apa namanya wakaf mesin jahe dari Bu
- Titi diterima sebagai
- perantara sebagai wakaf.
- Wakaf. Kemudian itu akan dimanfaatkan
- oleh yang memang membutuhkan. Nanti kita
- berikrar dengan membutuhkan itu bahwa
- dia harus jaga apa namanya mesin jahit
- ini untuk tetap bermanfaat.
- He.
- Jadi silakan Bu Titi ya nanti kita
- komunikasi setelah acara ini.
- Waduh senang sekali ternyata wakaf itu
- luas ya cakupannya.
- Iya, Mas Krisna. Sekarang gini satu lagi
- misalnya begini. Saya punya lahan, tapi
- selama ini lahan itu enggak begitu
- produktif.
- He.
- Cuman saya kehidupan saya juga
- ee apa ya? Sederhana. Bolehkah saya
- mengambil sebagian dari manfaat yang
- saya wakafkan itu?
- Heeh. Boleh. Misalnya saya wakafkan
- tanah 400 m, 300 m untuk bikin kebun
- sayur. Ya boleh. Tapi nanti sebagian
- hasil penjualannya saya dibagi juga
- karena saya
- sudah pensiun, saya hidup sendiri
- sehingga saya perlu sumber
- penghasilan, sumber kehidupan misalnya
- gitu. Itu boleh gitu, Mas Krisna
- boleh. Atau ada lagi, saya mau berwakaf
- tapi hanya untuk 3 tahun ya. Silakan
- bikin kebun. Setelah 3 tahun nanti saya
- saya wakaf saya kembali. Ada kontraknya?
- Boleh. Boleh.
- Namanya wakaf berjangka.
- Jadi dia berwakaf hanya jangka waktu 3
- tahun.
- Setelah itu nanti kita kembalikan ke
- berarti harus ada ahli warisnya juga
- untuk mengetahui ya. Nah, kalau sudah
- wakaf seperti itu, kalau itu adalah
- harta waris memang Bapak Ibu sekalian
- harus atas persetujuan dari para ahli
- waris.
- H
- ya, ada hukum-hukum faraidnya silakan
- dipelajari. Karena kalau tanah itu mau
- diwakafkan
- prosesnya melibatkan ee kantor urusan
- agama
- dan itu melibatkan juga serangkaian
- surat-surat. Ada tujuh jenis
- surat-menyurat. yang membuktikan itu
- laha tanah
- baik tanah saja maupun ada rumah di
- atasnya ee melibatkan kepala desa dan
- sebagainya dan harus atas persetujuan
- dari ee istri ya.
- Oke. Baiknya dari Bapak Pepen Supendia.
- Asalamualaikum Pak Safril. Saya Pak
- Pepen pensiunan. Saya mau membantu
- tenaga mengelola kebun. Alhamdulillah
- sedikit bisa mengelola pertanian karena
- saya orang kampung kalau berkenan bisa
- menyumbangkan tenaga sambil belajar
- pertanian di kebun Rasil.
- Iya. Masalahnya Bu Pak PPN Bapak tinggal
- di mana? Ya, idealnya kalau mungkin
- begini justru kalau di dekat tempat
- tinggal Pak Pepen Supendi itu ada tanah
- yang kosong ya, Bapak bisa hubungi
- pemiliknya kemudian ceritakan apa yang
- kita paparkan pada hari ini. Ee itu bisa
- dibuat menjadi kebun model kebun rasil
- ya. Biayanya nanti atas biaya wakaf yang
- dihimpun dari wakif. He.
- Dan hasilnya nanti bisa dimanfaatkan
- bersama-sama. Jadi, Pak Supendi tidak
- harus pindah, tidak harus bepergian jauh
- dan sebagainya. Silakan cari, Pak
- Supendi di dekat Bapak, adakah
- tanah-tanah yang kosong yang pemiliknya
- bersedia itu dijadikan lahan wakaf,
- maaf, lahan kebun. Kebun ee seperti ini
- ya. Nanti kalau memang layak, kita akan
- usahakan bagaimana ee pembiayaan pertama
- itu dibantu oleh wakaf.
- Oke, untuk penjelasan lebih lanjut
- silakan hubungi saja langsung ke Pak
- Safril di 0816
- kemudian 855
- 488. 0816
- 8548.
- Mau yang mau berwakaf uang silakan
- transfer ke BSI di 222nya
- 4 kali 300
- 307 atas nama Lembaga Wakaf Silaturahim
- ini banknya Bank BSI ya Pak Spril
- sepertinya kita sudah dibatasi oleh
- waktu ada yang mau disampaikan ter
- sebagai penutup saja bagi pendengar
- pemirsa yang ingin fokus kepada apa
- namanya pembuatan kebun-kebun produktif
- seperti ini bisa bersama teman-temannya
- menghimpun dana kemudian Bapak wakafkan
- sehingga dana itu menjadi dana abadi
- diwakafkan dan nanti khusus akan kita
- gunakan untuk membangun kebun-kebun
- sayur yang kecil. Kebun-kebun kecil itu
- akan membuka lapangan kerja walaupun
- terbatas. Kemudian hasilnya menjadi
- sayur organik yang sehat. Kemudian dia
- insyaallah akan mampu membayar kembali
- pinjaman dari wakaf dan sebagian juga
- bisa digunakan untuk men ee program
- penanggulangan kemiskinan. Mohon
- pendengar pemirsa ya mohon minta kepada
- Allah agar diikhlaskan niat untuk
- berwakaf.
- Oke. Baik, terima kasih Pak Safril.
- Mudah-mudahan siaran ini bermanfaat.
- Baik, saya Muhammad Krishna. Kemudian
- ada Sela sama
- Vivi eh Sela sama Vina. Sela sama Vina.
- Wandi Saputra dan Algi. Mohon pamit.
- Wabillahi taufik walhidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.