Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan dan
- akhwat, pendengar ada silaturahim dan
- juga pemirsa Rasil TV yang dirahmati
- Allah. Alhamdulillah kita kembali
- berjumpa Iwan Akhwat di Rabu sore hari
- ini tanggal 19 Julidah 1447 Hijriah atau
- tanggal 6 Mei 2026 kita kembali hadir di
- acara tausiah sore bersama Ustaz Ahmad
- Zazuli Khalil yang alhamdulillah telah
- bergabung bersama kami dan kita live
- aplikasi Zoom Iwan Ahmad. Kita sapa
- Ustaz terlebih dahulu. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Kabar sehat, Ustaz? Ya,
- alhamdulillah.
- Alhamdulillah. Tema yang akan Ustaz
- sampaikan kita ya ee bersama-sama simak
- tema tidur yang menyibak atau membuka
- keadaan orang yang sudah mati.
- Kita akan bersama-sama simak dan nanti
- yang ingin bergabung bertanya silakan
- Anda bisa kirimkan melsapp kami di
- 0811999720.
- Ustaz
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alfadil hadrati sayidina
- Abdillah sallallahu alaihi wasallam waa
- alihi wawalinabiidinar
- bin Abdurahman humaidullah Irfan Haji
- Marid
- Rais Kiai Syafi
- K Ahmad Halwani Nawawi Rais Akbar
- Kiai Haji Muhammad Hasyim Asari Waris
- Akbal Jam Muhammad KJ Ahmad Dahlanwaj
- Muslimin muslimat [mendengus] wal
- mukmininah
- fatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirjim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbilikiin [mendengus]
- iyaka na'budu wa iyaka nasta'
- ihdinasiratal mustaqimathalladzina
- anamta alaihim ghairil magdubi alaihim
- waladin.
- Amin. Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu
- wasalamu ala asrofil mursalin sayyidina
- wa maulana Muhammadin
- wa ala alihi wasohbihi ajmain. Amma ba'd
- taala wakha wiral hadi hadi Muhammadin
- shallallahu alaihi wasallamarul
- umur muhdatha waulla muhdatin bidah
- waulla bidatin dolalah wa dolatin finar.
- Para pendengar radio silaturahim dan
- pemirsa Rasil TV rahimakumullah.
- Alhamdulillah kembali kita dipertemukan
- Allah Subhanahu wa taala dalam keadaan
- sehat walafiat
- dalam rangka menjalankan salah satu
- kewajiban kita menuntut ilmu yang
- insyaallah pada ee sore ini kita akan
- membahas tentang tidur yang bisa
- menyibak, mengungkap atau membuka
- keadaan orang yang mati setelah kita
- sebelumnya nya
- menerangkan tentang ee keadaan tentang
- kematian dan dilanjutkan di
- apa namanya alam kubur.
- ee ini perlu disampaikan karena tidak
- sedikit ya jangankan e di antara kita
- kaum muslimin itu ada yang tidak percaya
- adanya adab gugur siksa kubur atau
- nikmat kubur dengan alasan karena apa?
- bahwa bagaimana orang mau disiksa,
- mau diberikan
- adilan Allah belum ada. Ya, jadi untuk
- menentukan orang ini disiksa atau
- mendapat kenikmatan itu kan setelah
- diponis oleh Allah ini banyak dosanya
- atau banyak pahalanya surga atau neraka.
- Demikian. Nah, selanjutnya juga ee
- apa namanya? bagaimana kita bisa ee
- tambah
- kehidupan sesudah ee kematian ini.
- Selawat dan salam semoga selalu tercurah
- atas junjungan kita Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam beserta
- keluarganya, para sahabatnya, para
- pengikut dan pengamal sunahnya.
- Para pendengar hadia silaturahim
- rahimakumullah.
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- bersabda,
- "Ya Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam ber
- a fi naumihi
- faqod roani haqon fainnya la yatamsalu
- bi."
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- bersabda, "Barang siapa yang melihat aku
- dalam tidurnya,
- sesungguhnya dia benar-benar melihat
- aku.
- Karena setan itu tidak bisa menjelma
- wujudku."
- Saya pernah menyampaikan
- di forum ini bahwa
- menjelang datangnya hari kiamat
- [berdehem]
- itu akan muncul makhluk yang namanya
- Dajjal,
- ya. Kemudian Dajjal ini digambarkan dia
- bahwa dia ini mempunyai mata satu.
- Yang dimaksud mata satu itu bukan
- matanya satu
- kemudian keningnya seperti mungkin
- pendengar pernah melihat di YouTube itu
- bohong. Itu enggak benar.
- Ya, yang dimaksud matanya satu itu
- adalah matanya sama dengan kita begini.
- mukanya cuma matanya picek sebelah
- sehingga yang melihat itu cuma satu.
- Mungkin karena
- ee
- [berdehem] salah paham
- lihat matanya satu itu adalah matanya
- cuma satu padahal enggak demikian. Sama
- saja dengan mata kita begini ya karena
- dajal itu adalah manusia
- ya. Nah, kemudian ee cuma matanya sekali
- lagi picek sebelah.
- Dajjal itu sendiri artinya adalah
- kadzab, pembohong besar, pendusta besar.
- Itu dajal.
- Nah, selanjutnya para ulama
- insyaallah itu dijelaskan bahwa di
- manaun
- ya permukaan bumi yang di situ ada
- penduduknya
- maka akan didatangi oleh Dajjal.
- Timbul kemudian orang ini bertanya tanya
- lalu memandangnya dengan logikanya. Apa?
- Iya, seperti itu.
- Sehingga kemudian orang
- sehingga ada yang mengatakan dajal itu
- katanya ada dua, ada dajal kecil, ada
- dajal besar.
- Dajal kecil itu adalah ya siapa saja
- tukang bohong itu namanya Dajjal.
- Artinya berarti bahwa kebohongan itu
- bukan hanya ada di kota-kota, tapi juga
- ke pelosok pelosok. Itu pembohong itu
- ada.
- Dajjal masuk ke setiap pelosok.
- Ni dajal kecil. Adapun dajal besar nanti
- menjelang hancurnya alam semesta ini.
- Kemudian dajal ini
- bersamanya ada setan yang menjelma
- wujud
- orang-orang yang sangat di
- ditaati dijadikan panutan.
- Misalnya di wilayah ee Fahri ya,
- diwilayah Fahri itu orang yang ee orang
- yang menjadi panutan masyarakat adalah
- ente Fahri. Apapun kata Fahri masyarakat
- itu akan ikut karena memang menjadi
- panutian. Nah, itu nanti Dajjal itu
- kalau mau datang ke
- setan itu menjelma wujud NT.
- Sehingga orang-orang di kampung situ
- melihat ente masuk apa namanya ikut
- mengikuti Dajjal, maka mereka juga pada
- ikut. Kenapa? Panutannya ada di sana.
- Berarti benar itu.
- Inilah makanya saya sering katakan
- ya, fanatik Islam itu wajib.
- Tapi fanatik
- ni ya asobiah atau taasub itu akan
- menjadi hijab.
- Jadi kita jangan fanatik kepada mazhab,
- jangan fanati kepada kiai, fanati kepada
- guru.
- Kita ikuti guru kita, kiai kita, habib
- kita kalau mereka berada di jalan yang
- benar.
- Ya, kita tinggal
- kalau mereka sudah menyimpang dari jalan
- yang benar. Jadi, kita ngikut habib,
- ngikut kiai, ngikut ustaz bukan karena
- dia habib,
- bukan karena dia kiai, bukan karena dia
- ustaz, tapi karena dia benar.
- Jadi berarti yang diikutinya adalah
- benarnya.
- Ya, saya ngikuti Kiai NU bukan karena
- kiainya,
- karena benarnya
- kiai-kiai Muhammadiyah. Bukan karena dia
- orang Muhammadiyah, tapi karena
- benarnya.
- Saya ngikuti Habib
- walaupun banyak orang sekarang ini
- enggak suka Habib, bagi saya enggak ada
- urusan.
- Saya tetap akan ikuti itu Habib kalau
- habib itu benar.
- Tapi kalau enggak benar, mau habib mau
- siapa, ya tidak akan saya ikuti
- seorang. Sebab ini ni nanti fitnahnya
- menjadi besar sekali. Fanatik mazhab
- ya. Kita enggak mau sekarang mendukung
- apa namanya Iran. Kenapa? Karena dia
- adalah mazhab Syiah.
- Syiah itu adalah begini begini begini.
- Ya, kalau saya sih sederhana saja. Syiah
- itu
- Tuhannya,
- nabinya sama, kitab sucinya sama,
- kiblatnya juga sama.
- Ya, saudara kitalah. Adapun kemudian
- nanti bagaimana dia itu urusan dia
- ya. Sementara sekarang Donald Trump
- ya Benyam
- Tuhannya dengan kita beda, Nabinya beda,
- kitab sucinya beda,
- mengikuti orang kafir
- terlepas dari itu semua, ya. Makanya
- tadi saya katakan jangan fanatik mazhab.
- Nah, setan itu bisa menjelma siapapun.
- Sebagaimana malaikat bisa menjelma
- siapapun dan bisa menjelma apapun.
- Hanya satu yang tidak
- wujudnya rupanya yaitu Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Fainnasitana
- la yatamalu bi. Kata Nabi, karena setan
- itu
- tidak bisa menjelma wujudku.
- Namun para pendengar rahimakumullah
- ya, awas hati-hati harus kita bedakan
- nabi dengan orang yang mimpi melihat
- orang yang ngaku nabi. Jelas itu berbeda
- ya. Nah, sekali lagi orang yang mimpi
- melihat Nabi dengan mimpi melihat orang
- yang ngaku nabi itu jelas berbeda.
- Kita ini bisa ditipu semuanya oleh iblis
- ya, bisa
- ditipu.
- Nah, kalau iblis kemudian masuk ke dalam
- mimpi kita, lalu dia berpakaian serba
- putih.
- sorbannya, gamisnya, udeng-udengnya,
- mukanya muka Arab, ganteng sekali ya.
- Lalu kemudian kalimat ngajarin yang
- baik,
- pesan kepada kita, wasiat kepada kita
- yang luar biasa.
- Anda ini siapa, Syekh? Lalu dia
- mengatakan, "Saya adalah Muhammad bin
- Abdillah, Rasulullah." Ya, saya
- Rasulullah Muhammad bin Abdillah itu
- namanya Bapak mimpi ketemu orang yang
- ngaku Rasulullah.
- Apakah pasti itu Rasulullah? Belum
- tentu.
- Tapi kalau orang mimpi ketemu
- Rasulullah, pasti Rasul. Bagaimana?
- Di sinilah makanya [berdehem]
- kita itu wajib harus mengenal Allah.
- Harus mengenal malaikat, harus mengenal
- para rasul. Harus juga kita wajib
- mengenal setan.
- Sekarang setan bisa menjelma Ahmad
- Jazuli.
- Malaikat juga bisa menjelma Ahmad
- Jazuli.
- Pendengar bisa enggak membeda
- setan dengan Ahmad Jazuli jelmaan
- malaikat?
- Ya, kalau orang-orang yang benar-benar
- beriman bisa dia membedakannya.
- bisa membedakan saat melihat rupanya
- enggak, tapi nanti dia akan bisa
- mengetahui. Nah, begitulah setan yang
- menjelma panutan kita
- ketika bersama dengan apa namanya dengan
- ini dengan
- orang-orang yang beriman tahu kalau itu
- bukan gurunya, tapi itu setan yang
- menjelma gurunya menjadi orang menjadi
- panutannya.
- Makanya kita kalau belajar dulu di
- pondok awalu wajibin alal insani
- makrifatul
- ilahi bilqon
- yang pertama wajib diketahui oleh
- manusia mengenal Tuhan
- kalau sudah
- nabi mengenal malaikat mengenal para
- rasul
- para jemaah dirahimakumullah jadi kita
- Semua bisa dibohong, bisa dibohongi oleh
- iblis dalam mimpi. Bagaimana Lia Eden?
- Dia yakin betul yang bersamanya itu
- malaikat Jibril. Kenapa? Karena dia
- tidak kenal malaikat Jibril.
- Musoddiq sampai kemudian ngaku menjadi
- nabi karena
- menerima wahyu. Ya, kenapa bisa begitu?
- Karena dia tidak kenal Jibril.
- Nah, tidak kenal malaikat.
- Saya mungkin pernah cerita ya, saya itu
- punya murid eh punya teman. Dia ahli
- hikmah.
- Dia punya murid, muridnya digembleng
- sama dia dalam bidang hikmah. Hikmahnya
- ini hikmah tibiyah. Karena ada hikmah
- tibiyah, ada hikmah.
- Jadi khusus dalam masalah pengobatan
- ya, dia menggunakan metode mentransfer
- penyakit itu ke kelinci
- ya. Satu hari dia datang ke saya
- ya, datang ke saya kata saya, "Tumben,
- ada apa nih?" "Saya kena musibah,"
- katanya Mat Jazuli.
- Kata musibah kenapa?
- Ya, anak saya, murid saya
- enggak salat, enggak puasa. Maka saya
- candain, "Wah, cakep itu kalau gitu
- berarti murid ente sudah lebih hebat
- dari Rasulullah."
- Ya memang salah saya juga sih. Katanya
- saya gembleng dia di bidang apa namanya?
- Hikmah tibiahnya tapi akidahnya
- ya tidak. Nah,
- bagaimana ceritanya kata saya
- kalau anak saya ini apa nam dalam
- bahaya.
- Karena itu makanya saya segera meluncur
- ya dari Brebes itu ke sini ke Jakarta
- begitu ketemu dengan anaknya.
- Kapan kamu terakhir? Katanya masuk
- khalwat.
- Ya, sebutkan bapa.
- Apakah ketika kamu berkhalwat itu aku
- datang? Kata gurunya, "Iya, Syekh.
- Apa pesanaku?
- Engkau katanya Syekh berkata begini,
- anak itu namanya Kamali. Kamali
- e aku bangga, aku bahagia karena Allah
- sudah rida kepadamu.
- Nah, karena Allah sekarang sudah rida,
- maka kamu boleh enggak salat, enggak
- puasa. Cukup salatnya di dalam hati
- saja.
- Cuma ya ini bukan harus boleh kamu salat
- di hati saja tapi awas kamali kamu
- jangan cerita-cerita sama orang lain
- sebab ini bisa menjadi fitnah buat
- orang-orang awam jadi sudah kamu diam
- aja coba pintarnya kan begitu itu setan
- jadilah dia enggak salat enggak puasa.
- Oh, jadi begitu aku ngomong kepada kamu.
- Artinya aku ini adalah menyuruh kamu
- berbuat maksiat kepada Allah. Nah, kalau
- sudah seperti itu, jelmaan malaikat apa
- jelmaan setan?
- Di sini maksud saya kita bisa tahu kalau
- ini jelmaan setan atau jelmaan malaikat
- itu apa yang disuruh, apa yang dilakukan
- ya sesuai dengan perintah Allah atau
- justru bertentangan dengan perintah
- Allah
- itu menjadi tolok ukurnya.
- Maka beliau kemudian mengatakan, "Qadain
- puasamu, qadain [berdehem] salat kamu.
- Karena yang datang itu adalah setan dan
- menjelma wujud akhir."
- Begitu jugalah contohnya siapa? Ali Eden
- lain dia lain Syekh Abdul Qadir Jailani.
- Syekh Abdul Qadir Jailani ketika beliau
- ini safar jalan, awan itu menaungi
- beliau.
- ya awan terus menungi jalan beliau. Nah,
- ini namanya karamah.
- Para pendengar yang saya hormati,
- Anda yang mendengar boleh tidak percaya
- karamah yang saya ceritakan ini,
- tapi Anda wajib percaya adanya karamah.
- Tapi percaya terhadap karamahnya seorang
- wali tidak wajib.
- Ya, tidak wajib dan tidak berbahaya.
- Tapi kalau saudara tidak percaya adanya
- karamah, ah ini bisa berbahaya terhadap
- akidah saudara. Karena apa? Al-Qur'an
- bicara. Al-Qur'an menyontohkan bagaimana
- karamahnya Siti Maryam,
- karamahnya Nabi Hidir, karamahnya siapa
- lagi ya?
- Banyak sekali.
- Nah, menaungi
- kemudian
- ee tiba-tiba awan itu menurunkan hujan.
- Ah, beliau tu tengadah pengin minum.
- pengin minum. Begitu dilihat di bawah
- awan itu ada sinar yang ya cahaya yang
- luar biasa. Dari cahaya itu keluar
- kemudian kalimat Abdul Qadir
- menggema suara itu. Abdul Qadir
- kamu.
- Karena itu mulai saat ini aku halalkan
- kepada kamu apa yang dulu aku haramkan.
- Ya,
- begitu mendengar kalimat ini, Syekh
- Abdul Qadir Jalilin langsung mengatakan,
- "Menyingkirlahlah wahai makhluk yang
- dikutuk, yang dilaknat oleh Allah."
- Ya, kaget juga rupanya itu sinar itu
- adalah jelmaan dari iblis.
- Lalu iblis itu berkata,
- "Abdul Qadir, bagaimana kau bisa tahu
- kalau ini aku?
- Padahal dengan cara ini puluhan ratusan
- orang yang model kamu aku sudah
- sesatkan.
- Ya, bagaimana kamu bisa tahu kalau ini
- adalah kalau ini adalah aku? Kata Syekh
- Abdul Qari Jailani, pertama
- Allah itu kalau berfirman tidak
- bersuara, tidak berhuruf.
- nih ketika pendengar sekarang tiba-tiba
- mendengarkan apa namanya tausiah ini
- sebelumnya kan saudara sudah diingatkan
- oleh Allah heh ini hari Rabu jam .00 ada
- taliahnya Ahmad Jazili Khalil itu Allah
- yang mengilhamkan yang bicara kepada
- jiwa Anda. Faalhamaha fujuroha wa
- taqwaha. Apakah saudara dengar suara itu
- dari Allah? Tidak. Tapi saudara jadi
- tahu. Siapa yang memberitahu? Allah.
- Karena Allah berfirman.
- Ya.
- Nah, jadi Allah berfirman, "Tidak
- bersurat, tidak berhuruf sementara
- kamu." Jelas sekali suara itu terdengar
- ya
- rangkaian huruf-huruf.
- Berarti kau bukan Allah.
- Yang pertama. Yang kedua, Allah itu
- tidak berhubungan dengan arah. Allah
- enggak di atas, Allah enggak di bawah,
- enggak di samping, enggak di kanan,
- enggak di kiri.
- Ya, mukhalafatun lil hawadis.
- Itu Allah tidak hubungan dengan arasy.
- Allah tidak di arasy, tidak di langit.
- Ya.
- Lalu bagaimana dengan firman Allah yang
- mengatakan sendiri Allah itu ada di aras
- Allah ada di langit? Itu ditakwil.
- Dalam ikat ahli sunah wal jamaah berbeda
- dengan pemahaman orang Wahabi Salafi.
- Kalau orang Wahabi Salafi memang Allah
- ada di Arasy tapi Allah juga ada di
- langit.
- ya. Nah, kenapa orang-orang ahli sunah
- wal jamaah itu tidak tidak ee sejalan
- dengan Wahabi? Karena Allah itu adalah
- laisa kamlihi saai.
- Hm. Kalau Allah di arasy, arasy itu yang
- menciptakan Allah.
- Lalu sebelum arasy itu diciptakan, Allah
- ada di mana?
- Allah di langit. Langit itu adalah
- makhluk.
- yang menciptakan Allah sebelum
- diciptakan langit enggak ada. Jadi
- sebelum Allah menciptakan langit, Allah
- menciptakan arasy, Allah ada di mana?
- Lalu kapan mulai pindah ke arasy dan
- pindah ke langit ahli sunah wal jamaah?
- Tidak seperti itu. Yang ketiga,
- laudrikul absor wahua yudrul absar wah
- latiful khir. Allah itu tidak bisa
- dilihat
- dengan mata ini. Sedangkan kamu jelas
- sekali kelihatan berarti kamu bukan
- Allah.
- Yang keempat dan Allah itu tidak
- menyerupai sesuatu tidak diserupai.
- Sedangkan kamu itu cahaya serupa dengan
- pelita, dengan lampu, cahaya yang ada di
- rumahku,
- di tempat-tempat lain. Berarti engkau
- adalah bukan Allah. Yang kelima, Allah
- itu kalau sudah mengharamkan sesuatu ya
- selamanya haram.
- Enggak. Allah enggak akan menghalalkan
- apa yang diharamkan. Begitu juga
- sebaliknya.
- yang suka menghalalkan apa yang
- diharamkan Allah atau sebaliknya itu
- adalah kamu iblis. Nah, di sinilah
- namanya kenal iblis.
- Walaupun dia itu mengaku Allah tapi
- menghalalkan apa yang diharamkan, jelas
- ini bukan bukan sifatnya Allah, itu
- sifatnya iblis
- ya. mengajak kepada kejahatan
- itu bedanya yang tidak kenal Allah
- dengan yang kenal Allah, yang tidak
- kenal malaikat dengan yang kenal
- malaikat.
- Baik, [berdehem] para pendengar
- silaturahim
- rahimakumullah.
- Nah, jadi kita ini mungkin saja kalau
- kita mimpi ketemu dengan orang yang
- ngaku nabi, boleh jadi itu sebenarnya
- bukan nabi.
- Hanya dua orang yang tidak bisa ditipu
- oleh iblis dalam masalah ini. Yang
- pertama adalah sahabat.
- Jadi kalau iblis menjelma
- ya wujud seseorang
- lalu masuk ke dalam mimpi sahabat Nabi
- dan dia mengaku nabi ditertawakan oleh
- para sahabat. Kenapa? Karena sahabat
- pernah melihat Rasulullah.
- kayak apa mukanya Rasul,
- tubuhnya Rasul lah. Sekarang iblis
- apa namanya? Niru-niru yang enggak
- mungkin bisa wujud Rasul dipinjam. Jelas
- malaikat enggak mungkin bisa dibohongi
- karena pernah melihat Rasul. Lalu kita
- pernah melihat Rasul.
- Nah, yang kedua adalah ulama.
- yang tahu persis ciri-ciri Rasulullah.
- 2 tahun setelah wafatnya Rasulullah,
- sahabat Bilal pergi ke Saf ikut
- berjuang, berdakwah ya, berjihad
- fisabilillah.
- Suatu malam dia ditemui oleh Rasulullah.
- Rasulullah kemudian kenapa kamu tidak
- mengunjungi aku? Ya Allah, Bilal takut.
- dikira enggak mau apa namanya enggak mau
- nemuin rasul.
- Takut ditinggal rasul, dijai rasul, maka
- dia menangis buru-buru bergegas dia
- berangkat ke Madinah.
- Ya,
- satu tujuan
- yaitu mau bertemu Rasulullah. Pada saat
- itu Rasulullah sudah wafat.
- Sudah wafat ya. Apa yang siapa yang
- ditemui oleh Bilal? Ya, kuburnya Rasul.
- Dipeluknya kuburan Rasul.
- Sahabat Umar melihat pemandangan ini,
- "Wah, ini berbahaya. Ini berbahaya kata
- sahabat Umar." Maka beliau segera
- ngambil cambuk.
- Ambil cambuk. Mau dicambuk karena apa?
- Itu adalah perbuatan mungkar.
- Ya, perbuatan mungkar.
- Begitu beliau mau mencambuk, dilihat
- ternyata sahabat Bilal.
- Maka enggak jadi sahabat Umar mencabuk.
- Kenapa? Enggak mungkin,
- ya. Enggak mungkin orang sekelas Bilal
- melakukan perbuatan syirik.
- Walaupun perbuatan seperti itu bisa jadi
- berbahaya kalau dilakukan oleh orang
- lain. Makanya sahabat Umar bawa cambuk.
- Tapi kalau sahabat Bilal yang melakukan
- enggak mungkin sampai ke arah sana.
- Manusia yang alim yang didik yang
- dididik langsung oleh sang maha guru
- yang luar biasa. Enggak. Jadi
- [berdehem]
- di sini juga makanya kita ini begini,
- Pak.
- Kalau ada satu kebaikan dilakukan oleh
- orang,
- maka
- kita jangan ngelihat
- yang melakukan siapa.
- Yang jelas itu baik.
- Maka kita hargai, kita hormati, kita
- dukung.
- Kalau itu adalah kebaikan sekalipun yang
- melakukan itu adalah orang gila. Kalau
- kebaikan harus kita katakan baik. Karena
- yang kita lihat bukan siapa yang
- melakukannya tapi lihat apa yang
- dilakukannya.
- Bukan siapa yang mengucapkan tapi apa
- yang diucapkannya.
- Ini yang kata Sayidina Ali. Unzur maqola
- wala tandur manqola.
- Tapi kalau yang dilakukan itu adalah
- satu kemungkaran dalam pandangan kita,
- apakah kalau kita menganggap itu
- kemungkaran? Pasti mungkar.
- Kalau seseorang memandang bahwa ini
- sebuah kemungkaran, apakah pasti itu
- suatu kemungkaran? Belum tentu.
- Maka jika itu kemungkaran, kita harus
- lihat siapa yang melakukannya.
- Ya, sebab perbuatan tadi
- dalam pandangan sahabat Umar apa yang
- dilakukan oleh apa oleh Bilal ini itu
- berbahaya ini kemungkaran ini. Tapi
- ketika sahabat Umar melihat yang
- melakukannya
- yaitu Bilal, diam enggak jadi menghukum.
- Kenapa? Enggak mungkin sahabat Bilal
- melakukan perbuatan yang bisa merusak
- akidah.
- Nah, kenapa? Karena dia tahu kualitas
- keilmuan sahabat Bilal.
- Nabi Musa alaihialatu wasalam
- bertanya kepada Allah subhanahu wa
- taala, "Ya Allah, apakah di bumi ini, di
- muka bumi ini ada orang yang lebih alim
- dari saya, lebih pintar dari saya?
- Sebenarnya kalimat itu kan kalimat ee
- kalimat takabur ya.
- Kalimat-kalimat. Kalau saya umpamanya
- mengatakan begini
- ya, apa ada ya di apa namanya
- ee guru-guru yang di apa itu yang
- dihasil ini yang lebih pintar dari saya.
- Ah, pasti orang kan bereaksi sombong
- amat itu orang. Nah, [berdehem] kenapa
- ya?
- Ayo, apa bedanya dengan yang diucapkan
- oleh Nabi Musa?
- Ya, apakah berarti Nabi Musa itu
- takabur? Tidak.
- Nabi juga pernah mengatakan, "Adakah
- yang lebih ngerti tentang Al-Qur'an
- daripada kitab?"
- Ya, apa nabi takabur begitu? "Tidaklah.
- Nabi Musa itu
- orang yang sangat cinta ilmu.
- Dia minta petunjuk kepada Allah. Kalau
- ada
- tunjukkan beritahu siapa orangnya, di
- mana orangnya. Karena Nabi Musa pengin
- [mendengus] belajar.
- Ya, bagaimana mau belajar kalau orangnya
- tidak lebih pintar dari Nabi Musa? Buat
- apa belajar sama orang yang lebih bodoh?
- Harus yang lebih pintar. Dan yang tahu
- itu cuma Allah.
- Makanya Nabi Musa bertanya seperti itu.
- Walaupun sepintas kayanya takabur gitu
- ya,
- tapi itu bukan takabur buat dia. Tapi
- kalau ada orang lain mengucapkan kalimat
- seperti itu, bisa jadi itu adalah
- merupakan ee apa? Tanda-tanda takabur.
- Maka diunjukkan oleh Allah Subhanahu wa
- taala
- di tempat anu. Maka berangkatlah Nabi
- Musa bersama Nabi Yusa. Rupanya yang
- ditemui oleh beliau ini adalah Nabi
- Khidir. Fawaajada abdan min ibadina
- atainahu rahmatan minina faallamnahu
- ladunna ilma. Bertemulah Nabi Musa ini
- dan Nabi Yusa ini bersama ee bertemu
- dengan seorang hamba Allah yang telah
- dikaruniai oleh Allah rahmat dan
- dikaruniakan kepadanya ilmu,
- yaitu Nabi Hidir.
- Maka Nabi Musa minta kepada Nabi Hidir
- ya hal attaquimani
- mimmaimusta.
- Maukah boleh? Apakah boleh aku mengikuti
- engkau? Maksudnya kan ingin belajar
- ya. Untuk apa? Agar engkau mengajarkan
- kepadaku ilmu yang Allah karuniakan
- kepadamu.
- Yang Nabi Musa berarti enggak tahu. Nabi
- Musa adalah ulama pada waktu itu ulama
- syariah.
- Nabi Hidir bukan ulama syariah. Nih
- hakikah nih ya.
- hakikat.
- Maka kata Nabi Khidir begini,
- innaka tastati mayobro
- kamu ya engkau tidak akan sanggup sabar
- bersamaku.
- Waifa tasbiru alam.
- Dan bagaimana engkau akan dapat bersabar
- atas sesuatu sedang kau belum mempunyai
- pengetahuan yang cukup tentang hal itu.
- Tu mau mempelajari ilmu yang belum
- pernah dipelajari.
- Tapi kata Nabi Musa, satajudun
- insyaallah shobiro wa asilak amro.
- Insyaallah sabar katanya saya. Baik kata
- Nabi Idir, kau boleh mengikuti aku ya.
- Tapi ada satu syarat, jangan engkau
- bertanya menanyakan apapun yang aku
- lakukan
- sampai nanti aku beritahukan kepadamu.
- Ya. Baik. Kata Nabi Musa.
- Maka berangkat ya pantolaqo hatta idiba
- fisfinati khoroqoha.
- Ya. Naik perahu
- ya. Begitu sudah tinggal sedikit lagi ke
- apa namanya? Ke pantai yang dituju itu
- perahu dilubangi oleh Nabi Hidir.
- Nih perbuatan Nabi Hidir ini adalah
- perbuatan mungkar.
- Sudahlah Nabi Idi itu naik perahu enggak
- bayar.
- Kata Nabi Musa lah ini malah ngerusak
- lagi.
- Makanya Nabi Musa langsung berkata,
- "Ahalahaqan
- imro." Ya, apa kamu pengin supaya apa
- namanya? penumpang ini pada tenggelam
- semua kok benar-benar sudah melakukan
- perbuatan yang salah.
- Apa kata Nabi Hidir? Alam inakro.
- Bukankah sudah saya bilang, sudah saya
- katakan, "Kamu enggak akan sabar
- mengikuti saya. Wong yang kamu saksikan
- ini itu kamu enggak ngerti.
- Padahal itu ilmu yang sedang ditunjukkan
- oleh Nabi Hidir.
- Tapi Nabi Musa itu wajib berbuat seperti
- itu." Kenapa? Kata Nabi, minkumkaru
- biyadi faillamati
- waamatiqih.
- Karena di mata Nabi Musa sebagai ulama
- syariat atau nabi syariat waktu itu
- perbuatan mungkar maka harus dirobah,
- harus dicegah.
- Nah, sementara di balik itu kemungkaran
- ada apa?
- Beliau tidak tahu kayak model politik
- begitu
- karena belum mempelajari ilmu hakikat
- tadi.
- Dan ini tidak sedikit di antara kita.
- Bahkan justru orang-orang yang kayak
- Nabi ini dianggap mempelajari ilmu yang
- tidak ada di dalam Islam dan itu syirik
- dan itu kafir keluar dari Islam. Ya,
- Nabi Idin senyum aja ya. orang yang
- mengkafir-kafirkan beliau
- atau orang yang kayak Nabi Khidir.
- Jadi itu perbuatan kemungkaran.
- Oke. Jalan lagi bertemu dengan anak
- kecil dicek.
- Wuh ini lebih lebih buruk lagi. Muat
- selagi Nabi Musa.
- Ya sampai beberapa contoh tigal lah
- kalau dalam Al-Qur'an dicontohkan ya.
- Nah.
- Akhirnya Nabi Hidir alaihi salam
- menjelaskan, "Musa
- tuh
- yang punya perahu itu orangnya sudah
- mati. Jadi sekarang ini tu yang membawa
- adalah anak tertua.
- Jadi dia sekarang dia ini menjadi
- pengganti bapaknya
- untuk menafkahi ibunya dan adik-adiknya
- ya. Dan itulah satu-satunya kekayaan dia
- perahu.
- Sementara tadi di sana kita berlabu
- ya, di situ ada malikun yaudu kulla
- safinatin gasba.
- Di sana ada seorang tuan tanah atau raja
- ya yang dia enggak boleh melihat perahu
- bagus. Kalau dia lihat ada perahu bagus
- akan dirampasnya.
- Nah, Musa,
- kalau perahu itu dirampas,
- maka anak muda si tukang perahu ini
- untuk mendapatkan perahu kembali,
- berarti dia membutuhkan biaya yang
- besar.
- Tapi kalau saya lubangi enggak dirampas
- dia, si tukang perahu cukup hanya
- menambalnya saja.
- Sekarang aku bertanya, [berdehem]
- hukum aku melubangi itu apa?
- Menurut ilmu syariat atau menurut fikih?
- Apa kata Nabi Musa? Wajib. Yang tadinya
- mungkar, sekarang justru kemungkaran itu
- wajib dilakukan setelah tahu di balik
- kemungkaran itu ada apa.
- Ini nih, jemaah raimullah ya.
- Baiklah.
- Jadi lalu yang berikutnya dari dari
- sahabat ee begitu sahabat ee sahabat ee
- Bilal ya ee datang memeluk perbuatan itu
- karena tidak salah.
- Kemudian
- ee
- beliau ini didatangi oleh sahabat Umar.
- Sahabat Umar minta kepada sahabat Bilal
- ni mumpung mumpung ada Bilal
- minta di ya pakai aja tapi jangan di
- ee sahabat Bilal lagi
- ee diminta untuk azan tapi sahabat Bilal
- enggak mau.
- Tiba-tiba datang dua cucunya Nabi,
- Sayidina Hasan dan Sayidina Husein.
- Begitu datang Sayidina Hasan dan
- Sayidina Husein, dipeluknya dua cucu
- Nabi itu oleh sahabat Bilal.
- Ditatapnya wajah Sayidina Hasan.
- Dilihatnya kaki Sayidina Husein.
- Karena dari puser ke atas Rasulullah itu
- sama dengan Sayidina Hasan. Jadi
- Sayidina Hasan itu wajahnya kayak wajah
- Rasulullah. Makanya sahabat Bilal terus
- menatap wajahnya Sayidina Hasan. Begitu
- juga para sahabat.
- Ya, kalau memandang wajah Sayidina Hasan
- kayak memandang wajahnya Rasulullah.
- Tapi kalau Sayidina Husein yang sama tuh
- dari puser ke bawah. Makanya kakinya
- Sayidina Husein tuh sama persis kayak
- kakinya Rasulullah. Kalau Bapak-bapak
- sudah pernah melihat makam Ibrahim, di
- sana ada dua telapak kaki ya Nabi
- Ibrahim ya. Begitu napak semuanya.
- Seperti itulah kakinya Nabi Muhammad dan
- juga kaki telapak kakinya Sayidina
- Husein.
- Nah, ini artinya apa marimullah?
- Artinya bahwasanya
- orang itu punya ciri-ciri
- termasuk Rasulullah. Ciri-cirinya maka
- dijelaskan di dalam buku-buku kitab,
- buku-buku tarikh maupun hadis. Bagaimana
- rambutnya Rasul, alisnya Rasul,
- keningnya Rasul, matanya Rasul,
- kupingnya semuanya giginya Rasul. Sampai
- saya pernah baca ada yang menyebutkan
- bahwa jenggot Rasulullah itu jumlahnya
- ada 124.000.
- Saya waktu itu merenung, kata saya ini
- siapa yang kurang ajar ngitung-ngitung
- jenggotnya Rasul ya [berdehem] begitu
- ya.
- Tapi ya enggak apa-apalah namanya
- namanya siapa tahu ada orang yang
- ngitung jenggotnya Nabi. Cuma kata saya
- kalau kalau ada ini sombong banget
- jenggot Nabi pakai dihitung-hitung
- ya. Ciri-cirinya ada.
- He ya Allah. Maka sekali lagi, satu
- orang yang tidak bisa dibohongi oleh
- setan lewat mimpi tadi adalah pertama
- adalah sahabat Nabi. Yang kedua para
- ulama yang tahu ciri-cirinya Rasulullah.
- Bagaimana rambutnya, bagaimana
- keningnya, bagaimana ya?
- Ya, banyak yang cerita ya.
- Orang kalau mimpi ketemu Rasulullah,
- begitu dia bangun ruangan itu
- ya bau minyak kasturi, minyak misik
- ya. ruangan tempat tempat orang yang
- mimpi tadi.
- Kalau saat dia mimpi bertemu Rasul,
- kemudian dia sempat bersalaman dengan
- Rasulullah, begitu bangun dicium
- tangannya, tangannya akan wangi minyak
- misik, minyak kasturi.
- Ada tanda-tandanya.
- Jadi kalau sampean umpamanya mimpi
- ketemu
- ya ketemu ngakunya ketemu Rasulullah
- apalagi sampean sempat salamat cium.
- Kalau ternyata wangi kasri iya
- Rasulullah
- tapi kalau ternyata bau terasi ah tukang
- gado-gado kali itu
- ya. Ah iya
- ada tandanya.
- Kemudian para ulama itu kalau mimpi
- ketemu Rasulullah
- biasanya enggak mau cerita.
- Justru para kiai ini suka mempertanyakan
- kalau ada orang cerita ngimpi ketemu
- Rasulullah.
- Sebab kebiasaan para ulama enggak
- begitu.
- Enggak begitu. Enggak mau cerita kalau
- mimpi ketemu Rasulullah.
- [berdehem]
- Ya enggak saya enggak tahu ya. Mungkin
- karena tawadunnya mereka menganggap apa?
- Iya, saya ini pantes ketemu Rasulullah
- gitu ya. Selanjutnya para pendengar
- hadiah silaturahim dan pemirsa Rasil TV
- rahimakumullah.
- [berdehem] Karena itu hati-hati kalau
- kita mimpi ketemu seseorang yang mengaku
- rasul. Awas jangan dulu kita ger ya.
- Nah, coba intropeksi
- ya. Kemudian bertanya kepada ulama.
- Imam Aljauzi di dalam kitab Arruhnya
- beliau mengatakan
- roh orang yang hidup
- itu bisa bertemu dengan roh orang yang
- hidup.
- Ya.
- Nah, saya bertemu dengan Fahri. Ya, ruh
- saya ketemulah dengan rohnya Fahri.
- Ini cara pertama.
- Cara yang kedua sekarang
- satu hari seorang ulama namanya Syekh
- Hisyam. Beliau mendengar Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam bersabda
- kepada sahabat Umar bin Khattab dan Ali
- bin Abi Thalib radhiallahu anhuma.
- Umar Ali bahasa bebasnya nih ya. Kalau
- kalau kalian ketemu dengan anak muda
- dari Yaman,
- ciri-cirinya begini begini begini
- begini. Namanya Uwais al-Qarni.
- Maka mintalah
- didoakan olehnya, minta doa kepadanya.
- Karena doa dia dengan aras itu tidak ada
- hijab.
- Luar biasa ini ya. Orang sekelas sahabat
- Umar dan Ali suruh minta doa kepada
- Uwais Alqarni.
- Ya, luar biasa. Jangan lantas kemudian
- mengatakan, "Berti Sayidina Ali ini
- kelasnya di bawah US." Ya, enggak
- begitu. Rasulullah juga pernah minta doa
- kepada sahabat Umar ya. Ketika sahabat
- Umar mau pergi umrah, "Ya Umar syarikni
- fiddua." Umar libatkan aku di setiap
- doa. Kata
- gitu. Itu ngajarin kepada kita agar kita
- ini ya jangan merasa udah udah hebat
- kemudian enggak butuh doa dari orang
- lain.
- Nah,
- karena itulah makanya UES mencari
- informasi. Akhirnya ditemukanlah
- pas waktu itu Uwais Alqarni ini lagi
- salat,
- lagi duduk tahiyat tahiyat akhir.
- Dia enggak tahu mengucapkan salam. Ya
- enggak dijawab boleh wis. Begitu selesai
- salat langsung dijawab waalaikumsalam.
- Ya, Uwais bin Kullan. Disebutin bapaknya
- kaget itu ya. Kaget ini Hisyam ini
- kok bisa tahu nama saya dari mana?
- Makanya dia nanya, "Wahai Syekh,
- bagaimana engkau bisa tahu katanya
- namaku?
- Padahal kan kita baru pertama ini kita
- bertemu.
- Kata beliau,
- "Aku mengetahui namamu,
- nama bapakmu, nama kakekmu, tempat
- tinggalmu, pekerjaanmu. Orang kayak aku
- tahu."
- Bagaimana itu bisa tahu? Katanya Syekh,
- "Jadi sebelum fisik kita bertemu, roh
- aku sudah bertemu dengan rohmu." Lalu
- rohku bertanya kepada rohmu, "Siapa
- namamu? Ya, orang tuamu, tinggalnya di
- mana?" Ah, tahu semua. Nah, itu
- pertemuan roh orang yang hidup dengan
- orang yang hidup ya. Tapi dalam versi
- yang kedua,
- yang ketiganya
- eh maaf yang keduanya adalah roh orang
- yang hidup bisa bertemu kata beliau
- dengan roh orang yang sudah mati.
- Ya, yang pertama bisa karena lewat
- mimpi. Kita bertemu dengan roh kita
- bertemu dengan roh bapak kita dalam
- mimpi
- atau seperti tadi dengan Rasulullah.
- Ya. Yang keduanya, nah ini ada kisah
- yang menarik versi yang keduanya
- di ya kita tahu ya ketua
- Jamiah
- ini Triqoh Qadiriah Naksqsabandiyah. Kek
- beliau itu namanya
- Kiai Zarkasi.
- Beliau ini pergi haji.
- Pergi haji. Kemudian di sana ketemu
- dengan seorang
- ya dari kampung Ngadi Wongso, Ngadirejo,
- Salaman
- apa namanya? Ee Magelang,
- Kecamatan Salaman, Magelang.
- Namanya Kiai Nur Muhammad.
- Nah, ya namanya dari apa namanya? Dari
- tempat beliau ini ke Salaman enggak
- jauh. Tetanggalah walaupun tetangga
- kabupaten ya karena ini kan Purworejo
- beliau ini.
- Nah, ngobrol
- akhirnya menceritakanlah
- beliau Kiai Zar Kasih ini beliau pengin
- punya pondok. Kata Kiai Nur Muhammad,
- "Ya kalau kamu pengin punya pondok,
- datang aja ke rumah."
- Kira-kira begitulah obrolan itu.
- Bebahasa bebasnya. Mungkin dalam
- anggapan beliau, "Oh, ini orang berarti
- ini orang kaya nih."
- Sepulang haji, beliau minta diantar oleh
- anaknya, "Ayo, aku pengin ketemu dengan
- sahabatku yang bertemu waktu haji."
- Berangkat ke Salaman, ditemui oleh
- anaknya, ngobrol dengan anaknya, tapi
- bapaknya enggak keluar-keluar.
- Akhirnya karena sudah lama, beliau
- kemudian bertanya, "Bisakah saya bertemu
- dengan Abah Jenengan?"
- Oh, katanya mohon maaf ya. Iya, Abah
- saya kan sudah meninggal udah lama
- lah. Jadi kalau gitu yang di yang
- ngobrol dengan dia waktu di Makkah itu
- siapa
- ya?
- di kalangan orang-orang NU sudah enggak
- enggak apa namanya enggak asing lagi.
- Bagaimana ceritanya tentang Gusni
- yang menyadarkan para preman di Tanjung
- Periuk padahal orangnya sudah lama
- wafat.
- Ya,
- kalau kita melihat sabda Nabi sallallahu
- alaihi wasallam, "Man roani
- fil manam fasayaroni fil yaqd." Barang
- siapa yang melihat aku di waktu tidur,
- nanti dia akan bisa melihat aku di waktu
- jaga, di waktu sadar, enggak tidu. Tapi
- enggak pernah mimpi dulu ketemu Rasul.
- Apakah khususnya hal-hal yang begini ada
- hanya pada rasul? Kalau rasul saja bisa,
- apalagi yang bukan rasul.
- Nah, ini namanya roh orang yang hidup
- bertemu dengan roh orang yang sudah
- mati. Dalam versi yang kedua.
- Yang ketiganya adalah roh orang yang
- mati bertemu dengan ruh orang yang sudah
- mati. Nanti di sana
- apa namanya di alam surga ya.
- Baik, saya para pendengar ini dulu.
- Nanti selanjutnya kita akan bahas pada
- pertemuan yang akan datang masih
- kaitannya dengan tema ini ya.
- Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan
- ini bisa dipahami dan ee ada manfaatnya.
- Wallahuam.
- Baik, jazak ustaz atas tausiahnya di
- sore hari ini dan alhamdulillah telah
- kita bersama-sama simak Iwan akhwat dan
- yang ingin bergabung bertanya silakan
- Anda bisa pergunakan WhatsApp kami di
- 0811999720.
- Kami segera kembali
- dulu, Pak. kita. Jadi
- hasil untuk Islam yang satu masih
- bersama kami ikhwan akhwat di acara
- tausiah sore bersama Ustaz Ahmad Zazuli
- Kholil. Tema yang disampaikan adalah
- mengenai tidur yang menyibak atau
- membuka keadaan orang yang sudah mati.
- Sudah banyak yang masuk, Ustaz, di
- WhatsApp Rasil yang menyapa dan juga
- yang bertanya. Ini sapan-sapaan yang
- masuk datang dari Ibu Saidah yang sedang
- menyimak. Terima kasih Ustaz atas
- tausiah dan nasihatnya. Juga ada Ibu
- Anicani Hudaifah yang setia menyimak
- hasil. Pak Arwin juga ada Bapak Yudi di
- Bogor, Ibu Retno ada juga Bapak Apandi,
- Ibu Sundari juga sedang menyimak. Ibu L
- juga ya menyimak rahasil Pakahian
- Rohili, Tuan Barwi juga sedang menyimak.
- Ada Ibu Yuli Lestari, Bapak Ansori,
- Bapak Ruskandar, Bapak Fajar, Ibu
- Maryati, dan masih banyak lagi.
- Pertanyaan pertama yang masuk Ustaz saya
- bacakan ini datangnya
- dari
- Pak Sahyan Rohili dan juga Bapak Yudi
- karena sama ini pertanyaannya.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz, bagaimana jika kita bermimpi
- ketemu orang yang sudah meninggal dunia?
- Apakah benar orang yang dimimpikan itu
- meminta didoakan? Dan yang kedua, kalau
- kita mimpi ketemu orang tua kita yang
- sudah meninggal, apakah itu dari jin
- ataukah dari makhluk lain? Demikian,
- Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Ee
- kalau kita mimpi bertemu dengan
- seseorang dalam mimpi kita, apakah itu
- dari jin atau dari setan
- atau itu adalah
- memang rukbiyah atau ee merupakan
- jelmaan malaikat?
- Heeh.
- tadi begini ya,
- malaikat itu sudah dijelaskan oleh Allah
- yaitu
- la ya'sunallah ma amarahum waaf'aluna ma
- yukmarun. Malaikat itu enggak pernah
- durhaka kepada Allah.
- Malaikat selalu melakukan apa yang Allah
- perintahkan
- itu malaikat
- patuh
- ya. Jadi selalu beliau ini mereka ini
- adalah ee taat kepada Allah.
- Maka kalau sekarang malaikat menjelma
- wujud seseorang entah dalam mimpi atau
- bukan
- kemudian menyuruh kita pasti yang
- disuruhnya itu kebaikan.
- Iya
- ya. Pasti kebaikan.
- Nah, sekarang tadi saya katakan juga
- setan juga bisa menjelma bapak kita yang
- sudah meninggal. Ya,
- maka kita lihat sekarangah
- kalau dia berpesan pesannya apa
- itu? Jadi jangan melihat
- ee
- jelmaannya,
- tapi pesannya apa?
- Kalau sekarang menjelma ibu kita, lalu
- ibu kita ini pesan.
- Nah, umpamanya gitu ya.
- Hm.
- Nyuruh berbuat maksiat.
- Nah, itu berarti jelas itu bukan bukan
- apa namanya orang tua kita bukan jelmaan
- malaikat. Itu setan yang menjelma orang
- tua kita
- ya.
- pesan kalau nanti Bapak mati jangan
- dikubur tapi dibakar aja lalu abunya
- lemparkan ke mana jangan seperti itu
- dilaksanakan
- ya jadi begitulah kayak tadi itu
- bagaimana Syekh Abdul Qadir Jailani
- ketika ya mendengar ucapan dari iblis
- aku halalkan kepadamu apa yang selama
- ini haramkan Kan jelas ngerti kalau ini
- adalah setan gitu. Jangan karena dia
- ngaku Allah lalu wga
- ya pede banget gitu. Aku sudah ditemui
- oleh Allah langsung Allah berfirman. Nah
- inilah nanti nasibnya bagaimana Eden
- Heeh.
- Musaddiq itu seperti itu.
- Nah tinggal sekarang minta didoakan.
- Kalau minta didoakan itu bagus.
- Doakan.
- Heeh.
- Walaupun tidak minta didoakan,
- kewajiban bagi seorang anak itu adalah
- mendoakan orang tuanya.
- Iya.
- Ya. Kewajibannya. Sudah.
- Memang ada yang matan begini, kalau kita
- enggak pernah mimpi ketemu dengan ee
- orang tua, itu tandanya karena kamu
- sering doain mereka,
- bacain Fatihah umpamanya ya. Tapi kalau
- tiba-tiba datang itu berarti kamu enggak
- pernah
- apa namanya hati-hati
- dasarnya.
- itu ya.
- Jadi begitu ya ee Pak penanya tadi
- kalau kita jangan ngelihat jelmaan
- siapa, tapi kalau dia menyuruh
- nah suruhannya pesannya apa? Itu yang
- harus kita lihat.
- Wallahualam.
- Dan apakah setiap kita bermimpi itu
- apakah sebuah pertanda dia itu minta
- didoakan atau bagaimana, Ustaz?
- Oh, enggak
- enggak selalu ya?
- Enggak enggak apa namanya? Enggak
- seperti itu. Kalau mungkin sih mungkin
- saja.
- Heeh.
- Kalau bicara seperti ini gitu kan ya ee
- apa ee ya perlu ada petunjuk ya. Saya
- juga sama mendengar yang seperti itu.
- He
- ya. Tapi saya tidak mengatakan itu
- sebagai pertanda bahwa dia minta didoa
- minta didoakan. Seolah-olah kan kalau
- enggak pernah ketemu
- itu dia enggak minta didoakan.
- Heeh.
- Ya. Padahal minta enggak minta sudah
- menjadi kewajiban kita sebagai anak
- adalah
- iya gitu ya. Jadi kita itu mendoakan
- bukan karena diminta, karena memang
- kesadaran kita sebagai anak untuk
- berbuat baik kepada orang tua gitu ya.
- Allah
- dari Bapak Hendra di Sukabumi. Ustaz,
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz, kenapa ada orang yang tidurnya
- itu nyenyak sekali, ada juga orang yang
- sering gelisah bahkan mimpi buruk.
- Apakah itu ada kaitannya dengan
- amalan-amalan ataukah kondisi hati
- seseorang tersebut, Pak Ustaz? Mohon
- pencerahannya. Demikian.
- Baik. Bismillahirrahmanirrahim.
- Saya rasa kalau itu adalah kaitannya
- dengan masalah kesehatan,
- baik kesehatan fisik maupun kesehatan
- rohani, terutama kesehatan fisik ya.
- Orang kalau sudah lanjut usia ya kayak
- saya begini ee tidur enggak bisa lama,
- bangun lagi gitu kan.
- Bangun lagi e sejam 2 jam sudah bangun.
- Padahal dulu lagi muda. Kalau sekali
- tidur bisa berjam-jam ya.
- Nah, ini sudah menjadi ee menjadi
- fitrahnya manusia lah karena fisiknya
- juga sudah lain.
- Iya. Nah, namun saya ingin menyampaikan
- begini. Mimpi itu
- ada tiga ya. Satu, mimpi yang baik dari
- Allah
- gitu. Mimpi yang baik dari Allah. Yang
- keduanya mimpi yang buruk itu dari
- setan.
- H.
- Nah, yang ketiga mimpi dari pikiran.
- Jadi sebelum kita tidur kita ini
- mengkhayal dan kebawa tuh ke dalam tidur
- ya.
- Tapi juga kadang kita ini punya
- pandangan bahwa
- punya ee apa namanya? Bisa jadi kita
- keliru bahwa apa yang kita anggap buruk
- itu
- ee belum tentu buruk.
- Sebagaimana apa yang kita anggap baik
- belum tentu itu mimpi baik.
- Bagi anak muda mungkin kalau
- ya padahal kan pacaran itu jelas itu
- perbuatan maksiat itu dari dari setan
- yang begitu.
- Heeh.
- Ee ketika
- Sayidah Fatimah lagi hamil Sayidina
- Hasan,
- nah ini pembantunya ini nangis. Ummu
- Aiman itu menangis kepada Rasulullah. Ya
- Rasulullah, celaka katanya celaka. Saya
- mimpi buruk sekali.
- Kenapa? Kata Rasulullah, saya mimpi
- bagian daging bagian dari tubuhmu itu
- jatuh ke pangkuan saya.
- Itu jatuh ke pangkuan saya. Ya, coba
- dagingnya Rasul copot gitu jatuh ke
- pangkuan ee Umiman.
- Ya, makanya dia nangis kok mimpi begini.
- Rasulullah senyum
- ya, Aiman katanya ya ee daging itu
- adalah bagian dari aku. Fatimah itu
- adalah bagian dari aku. Sekarang Fatimah
- itu lagi hamil.
- Tah itu anaknya itu nanti akan lahir
- lepas dari tubuhnya Siti Fatimah.
- Nanti yang mangku bayi itu adalah kamu.
- Katanya apa kamu enggak mau? Katanya
- mangku cucuku. Cucuku itu Hasan itu
- bagian dari aku. Kata Rasulullah begitu.
- Jadi ee akhirnya senang sekali tuh si
- Ummu Aiman ini
- ya girang sekali karena dia diberi
- kehormatan yang memangku Sayidina Hasan
- nantinya. Dan memang kenyataannya
- seperti itu. Nah, jadi di sini menurut
- Ummu Aiman tuh mimpi itu jelek
- padahal itu mimpi bagus gitu.
- Dan kata Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam, mimpinya seorang mukmin itu
- adalah satu bagian dari 40 eh dari 46
- nubuwah.
- Heeh.
- Gitu ya. Dibagi ya. Jadi satu juz dari
- 46 juz nubuwah.
- Makanya mimpinya orang mukmin ini banyak
- benarnya ya. Tidak semuanya benar, ada
- juga yang enggak benar. Nah, apalagi
- kalau umpamanya biasanya orang yang
- benar ini yang tidurnya kita ngikuti
- sunah-sunah Rasul ya. Yang dalam agama
- gimana sih? dalam keadaan wudu.
- He
- lah mimpi saya kok seram begini-gini.
- Nah, itu karena ee kalau kita ngikuti
- petunjuk Rasulullah insyaallah enggak
- ya. Ya. Ada orang mimpi katanya mimpi
- seram karena tidur di bawah balok.
- He.
- Saya pernah tuh dulu tuh dengan apa
- sepupu saya ya direb-erep karena
- tidurnya di bawah balok.
- ya. Akhirnya kata saya begini, ini bukan
- masalah sampean di tidurnya di bawah
- balok atau ee tidak dibawa balok ya.
- Tapi karena sampean mau tidur enggak
- ingat Allah sudah saya sekarang mau
- tidur di bawah balok
- ya. Akhirnya saya tidur di bawah balok.
- Ya enggak apa-apa.
- Iya
- ya. Karena kita baca dulu ini ini nih
- ya. Sebagaimana petunjuklah sunahnya
- orang kalau mau tidur gitu ya. Jadi
- jangan balok disalah-salahin ya.
- Wallahualam.
- Dari Bapak Yusman. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- He
- bagaimana agar kita mimpi bertemu Nabi
- Muhammad Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam? Apakah ada doa-doa dan amalan
- tertentu, Pak Ustaz? Saya ingin sekali
- jumpa Rasulullah.
- Demikian.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- memang ada amalan-amalan
- yang seperti itu ya. Bagaimana supaya
- mimpi ketemu Rasulullah dulu juga ee
- saya pengin sekali ya.
- He.
- Cuma akhirnya saya mikir kalau saya
- mimpi ketemu Rasulullah kemudian
- Rasulullah merengut melihat saya.
- [tertawa]
- Kemudian apakah pantas saya ini bertemu
- dengan Rasulullah? saya itu akhirnya
- saya enggak enggak mau ya. Banyak amalan
- untuk itu tuh banyak. Bapak coba lihat
- di dalam kitab ee Sawahidul Haq ya. Itu
- di dalam kitab Sawahidul Haq itu banyak
- sekali amalan-amalan
- agar kita bisa mimpi ketemu Rasulullah.
- Ya, saya enggak mau ee apa namanya
- mengajarkan kepada Bapak karena begini.
- Tentu kan nanti akan Bapak bertanya ya.
- He
- bertanya gimana nih Ustaz Jazulinya
- sudah ngimpi belum?
- Ya belum orang belum pernah mimpi ketemu
- Rasul sudah ngajarin orang supaya ketemu
- Rasul.
- Ya saya enggak mau kayak orang apa
- namanya orang botak jualan ee apa
- namanya obat penumbuh rambut.
- Ya. Jadi, Bapak mintanya kepada
- orang-orang saleh yang pernah ketemu
- Rasulullah
- misalnya ya kepada Habib Husein itulah
- orang-orang saleh, Ustaz Abul Hidayah
- jangan ke saya ya salah alamak mintanya
- kepada saya.
- Wallahuam.
- Baik, Ustaz.
- Ya, satu lagi
- ini di luar tema Pak Ustaz ya. Dari
- Bapak Apandi mohon maaf Ustaz di luar
- tema. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. mengenai
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ibadah korban, Pak Ustaz, kalau kita
- kurban satu kambing niatnya untuk diri
- kita sendiri apakah untuk sekeluarga?
- Demikian, Pak Ustaz.
- Baik.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Sahabat Abi Said Alkudri radhiallahu
- anhu
- itu beliau mengatakan ya
- dari dulu di zaman Nabi sallallahu
- alaihi wasallam
- itu kalau korban itu satu kambing untuk
- satu keluarga.
- Hm.
- Ya begitulah. Terus sampai sekarang ini
- kalian lihat orang bermegah-megahan
- dalam berkorban.
- Ya. Jadi [berdehem]
- kalau umpamanya nih tadi pernah siapa
- namanya Pak itu?
- Pak Apandi.
- Apandi.
- Pak Apandi.
- Iya.
- Iya. Ya. Pak Apandi punya anak misalnya
- ya lima
- masih ee istri satu berarti kan tujuh
- tuh ya.
- Heeh. Nah, itu Pak Fandi kalau mau
- korban ya cukup satu kambing itu untuk
- tujuh orang.
- Hm.
- Ya. Nah, jadi enggak
- I.
- Halo, Ustaz.
- Mohon maaf sepertinya terputus
- jaringannya
- karena kita live di aplikasi Zoomi.
- Wwat.
- Halo. Halo. Ada
- ya? Ada. Ada lagi ya. Alhamdulillah
- tergabung ya. Ada, ada, Ustaz. Baik,
- Ustaz. Lanjut, Ustaz.
- Jadi, jangan ee enggak usah sapi, cukup
- satu kambing saja.
- Hm.
- Ya. Nah, itu begitu. Jadi, satu kambing
- ini untuk bapak, istri, dan lima anak.
- Namanya mau bapak boleh, mau nama istri
- boleh, mau nama anak boleh. dengan
- catatan atau saran yang ditanggung yang
- di apa digabungkan ini
- satu adalah orang-orang yang nafkahnya
- masih menjadi tanggung jawab bapak.
- Iya.
- Ya. Nih yang lima anak ini masih
- tanggung jawab Bapak. Yang keduanya
- hidup seatap dengan bapak
- serumah ya
- gitu. Maka kalau lima anak ini sudah
- pada berkeluarga ya misa sudah masak
- sendiri atau ngumpul satu atap tapi
- masaknya sudah sendiri karena sudah
- punya anak punya punya istri lah itu
- enggak bisa digabungkan tadi dia sendiri
- nantinya korbannya
- gitu ya. Nah kemudian jadi cukup satu
- gitu enggak enggak harus sapi enggak ya.
- Nah, kamu selanjutnya
- kalau umpamanya saya penginnya sapi,
- bagaimana, Pak Ustaz? Silakan. Kalau
- penginnya sapi, kalau rezekinya ada, ah
- penginnya sapi. Tapi niatnya,
- niatnya adalah bukan pengin apa namanya
- ee wah gitu ya.
- Iya.
- Sapi gitu. Tidak.
- Niatnya memang pengin lebih banyak lagi
- saya bisa membantu orang lain. H.
- Jadi awas niatnya yang yang lurus ya.
- Sebab bisa jadi sekarang begini
- orang pada korban kambing misalkan lalu
- kita ngelihat ya kata istri kita, "Pak,
- kambing kita tuh ya yang paling gede
- katanya Pak ya." Hah? Nah, itu kalimat
- itu hati-hati
- kalimat seperti itu. Enggak salah
- ngomong paling gede itu. Tapi ketika
- merasa dengan mengucapkan kambing kita
- yang paling gede, yang paling bagus itu
- adalah ada semacam ujub gitu ya. Nah,
- ini bisa menghancurkan nilai-nilai
- korban kita.
- Mungkin itu saja
- ee kepada para pendengar. Mudah-mudahan
- Allah Subhanahu wa taala panjangkan umur
- kita dalam taat kepadanya. Amin.
- Allah kita ke jalan yang dictainya.
- Allah [mendengus]
- kita dengan akhlak yang mulia. Allah
- bersihkan hati kita dari akhlak yang
- hina. Allah limpahkan rahmat, taufik,
- dan hidayah kepada kita anak cucu kita
- sehingga selama hidup kita istikamah
- menjalankan perintahnya menjadi
- larangannya. Dan manakala wafat semoga
- Allah wafatkan kita semua dalam keadaan
- husnul ktimah. Am amahilanafana
- maanaid
- muhammadin
- wasamhamdulillahaminalamualaikum
- warahmatullah wabarakatuh
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikian telah kita
- bersama-sama simak tausiah sore yang
- telah disampaikan oleh Ustaz Ahmad
- Zazuli Kholil. Tidur yang menyibak atau
- membuka keadaan orang yang sudah mati.
- Semoga apa yang telah tadi ustaz
- sampaikan banyak manfaat untuk Iwan
- Awat. Saya yang bertugas pahri ditemani
- Neza dan juga Yusuf Subamit.
- Subhanakallahum wabihamdika asadu alla
- ilahailla anta astagfiruka waubu ilaik.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.