Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:03 [Musik] 0:08 Brail TV. 0:15 Bismillahirrahmanirrahim. 0:18 Asalamualaikum warahmatullahi 0:19 wabarakatuh. Ikhwan akhwat 0:21 rahimakumullah. 0:22 Alhamdulillah wasyukurillah di bilangan 0:26 tahun yang masih baru ini kita 0:28 dipertemukan kembali di acara psikologi 0:31 keluarga sepenggal acara yang 0:33 mudah-mudahan mempersuasi kita semua 0:35 untuk bisa menjadi anggota keluarga yang 0:41 sangat sangat dikasihi oleh anggota 0:44 keluarga yang lain sebagai ayah, sebagai 0:46 ibu, sebagai pasangan atau juga sebagai 0:49 anak-anak. 0:50 Seperti biasa yang hadir adalah dua 0:55 narasumber yang akan mempersuasi kita, 0:57 Ustaz Husein Alatas dan juga Ustaz Abu 1:00 Bakar Baraja. Sebelumnya tidak lupa 1:02 salam selawat kita lantunkan untuk 1:04 junjungan umat kekasih kita Muhammad 1:07 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 1:09 Semoga kelak kita mendapatkan syafaat 1:12 beliau. 1:12 Amin. 1:13 Dan dipertemukan di saat yang 1:15 sangat-sangat kita rindukan. 1:18 Asalamualaikum warahmatullahi 1:19 wabarakatuh. Ustaz Husein, Ustaz Abu 1:22 Bakar. Senang sekali karena tadi waktu 1:25 di off air ee Ikhwan Afad kasusnya 1:29 lumayan banyak. Mudah-mudahan semuanya 1:32 bisa membuat kita jauh lebih cerdas 1:34 menyikapi kondisi ya. Baik, sebelum kita 1:38 mulai kita bersama-sama membaca 1:41 al-Fatihah terlebih dahulu. 1:44 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:49 Bismillahirrahmanirrahim. 1:55 Alhamdulillahirabbil 1:58 alamin 2:00 arrahmanirrahim. 2:04 Maiki yaumiddin. 2:08 Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta' 2:14 ihdinasirathal 2:16 mustaqim. 2:21 anamtaaiim 2:23 giril 2:26 alaihim waladin. 2:28 [Musik] 2:33 Amin. 2:35 Ini dari hamba Allah di Bogor. 2:38 seorang istri yang aktif dalam komunitas 2:40 keagamaan, sering ikut kajian tapi 2:44 sering merendahkan suami di rumah 2:48 karena merasa pemahaman agama sang suami 2:53 di bawah dirinya, tidak sedalam dirinya, 2:55 dan juga suka sekali membandingkan 2:58 kesalehan suami ini dengan tokoh-tokoh 3:00 di luar sana. Bagaimana Islam memandang 3:04 seorang istri yang merasa lebih alim? 3:08 sehingga rasa hormat kepada suaminya 3:11 menurun. Apakah ada batasan di dalam 3:15 menuntut kesempurnaan 3:17 ibadah dari pasangan kita? Dan bagaimana 3:22 kalau 3:24 agama dipakai untuk menghindari masalah 3:26 emosional, 3:28 mempengaruhi kedekatan intim pasangan. 3:31 Jadi sebaiknya bagaimana ya, seorang 3:34 suami harus bersikap terhadap kritik 3:37 yang dibungkus oleh dalil. 3:40 Itu yang pertama. Kemudian 3:43 yang kedua, kalau suami menghabiskan 3:46 waktu 5 sampai 6 jam untuk ee bermain 3:51 game online atau apapun juga setelah 3:54 pulang kerja dan mengabaikan serta tidak 3:56 memberikan perhatian emosional kepada 3:59 istri. Dalihnya itu, Ustaz, adalah 4:02 melepaskan stres atau healing dari 4:05 pekerjaan. 4:07 Apakah hukumnya kalau seorang kepala 4:09 keluarga melalaikan waktu untuk istri 4:11 dan anak demi alasan untuk melepaskan 4:15 stres dari pekerjaan tadi? Dan kapankah 4:19 ee 4:21 apa ini? Oh, hiburan seperti itu 4:24 dianggap makruh atau haram di dalam 4:27 konteks di rumah tangga. 4:29 Terus satu lagi nih pertanyaannya, kalau 4:32 ini merupakan pelarian atau kecanduan, 4:34 bagaimana sebagai seorang istri mengajak 4:38 suami untuk kembali ke realitas? Soalnya 4:41 biasa dianggap ngatur atau ngomel. 4:44 Kemudian ada lagi satu kasus di mana 4:47 seorang istri merasa terzalimi. Suaminya 4:50 itu temperamental aja pakai banget, 4:53 Ustaz. Ketika tersinggung sedikit saja 4:56 dia bisa-bisanya menampar. Bahkan bukan 4:59 hanya sekali dua kali, lama-lama saya 5:01 enggak tahan, Ustaz. Untuk kondisi 5:03 seperti ini, bolehkah saya minta cerai 5:07 atau mengajukan cerai? Terima kasih. 5:10 Heeh. 5:11 Nah, bismillahirrahmanirrahim. 5:14 Alhamdulillahi rabbil alamin. Allahumma 5:17 sholli ala Muhammadin wa ali Muhammad. 5:21 Allahumma atina minika rahmah waimna min 5:25 ladunka ilman nafi'. 5:28 Wf' bima alamtana. Allahumdina subulam 5:32 waakrijna minulumati nur wahdinaal 5:38 mustaqim wajirna minzabi jahanam. Ya 5:42 rahman ya rahim ya rabbal alamin. 5:47 Amma ba'du. Menjawab 5:51 beberapa pertanyaan yang masuk di 5:52 seputar rumah tangga. 5:55 Yang pertama, seorang wanita 5:58 yang telah bersuami 6:01 yang mengharapkan kehidupannya untuk 6:03 betul-betul dapat menikmati suasana yang 6:06 penuh dengan mawadah dan rahmah. Tapi 6:09 ternyata yang didapati 6:11 sikap yang kasar, 6:13 yang arogan dari suami. 6:16 Kalau dia meminta sesuatu terlambat ya 6:19 marah-marah, bahkan menggunakan tangan 6:23 dalam berkomunikasi bersama istrinya 6:26 hingga memperlakukan istrinya layak 6:28 seperti perlakuannya terhadap binatang. 6:32 Bahkan binatang pun haram untuk kita 6:34 aniaya. Apalagi 6:37 sesama 6:39 saudara dan saudari kita. 6:44 Lalu wanita ini bertanya, "Apakah boleh 6:46 kalau saya meminta untuk berpisah dari 6:48 suami saya?" 6:51 Jawabannya, 6:53 "Dalam Islam perbuatan zalim haram 6:56 hukumnya. Dari laki-laki terhadap wanita 6:59 atau wanita terhadap laki-laki. 7:02 Begitu juga dari orang tua terhadap 7:04 anak. Apalagi dari anak terhadap orang 7:07 tuanya, begitu juga terhadap sesama 7:10 saudaranya. 7:12 Bahkan terhadap orang nonmuslim pun kita 7:14 haram berbuat anaya kepadanya. 7:18 Jauh lebih dari itu, terhadap binatang 7:21 pun kita diharamkan berbuat aniaya. 7:25 Hingga seorang wanita karena dia 7:27 menganiaya seekor kucing diikat tanpa 7:30 diberikan matkan dengan sebab 7:31 perbuatannya Allah masukkan dia ke dalam 7:33 neraka. 7:36 Sebaliknya, seorang wanita 7:38 yang berlumuran noda dan dosa karena 7:41 memberikan minum seekor anjing yang 7:44 haus, Allah ampuni dia dan berikan dia 7:47 hidayah hingga bertobat kepada Allah. 7:49 Jadi hati-hati terhadap perbuatan zalim. 7:53 Adzulmu dululumatun fid dunya wal 7:55 akhirah. Kezaliman ini kegelapan dalam 7:58 kehidupan dunia maupun di hari akhir 8:00 nanti. 8:02 Jadi kalau seorang wanita dianiaya oleh 8:05 suaminya, 8:06 bahasa suaminya 8:09 dan pendekatannya menggunakan tangan, ya 8:12 hingga menyakiti baik lahir maupun 8:14 batinnya, harapannya pupus. Ya, kalau 8:18 dibiarkan berlarut-larut 8:20 ini bakal menimbulkan akhirnya apa? 8:23 Kebencian 8:26 terhadap agama yang dianggap membenarkan 8:29 laki-laki untuk melakukan perbuatan 8:31 tersebut. 8:33 Oleh karena itu, Ibu sebelum memohon 8:35 untuk bercerai, 8:37 coba Ibu memanggil 8:41 orang-orang yang dipandang oleh 8:42 laki-laki tersebut. 8:44 juga ada wakil dari pihak ibu untuk 8:46 memberikan nasihat pada istrinya untuk 8:49 tidak menggunakan tangan dalam bahasa 8:51 komunikasi 8:53 dan mengingatkan suaminya untuk 8:55 memperlakukan istrinya dengan baik dan 8:57 mulia. 8:59 Kalau diberikan nasihat, teguran, 9:03 dan kesempatan ternyata si laki-laki 9:05 masih mengulangi perbuatannya, maka ibu 9:07 jangan berdiam di hadapan kezaliman. Ibu 9:10 berhak untuk menuntut 9:15 bercerai dari laki-laki semacam ini yang 9:18 hanya akan membawa penderitaan 9:21 dan tidak akan memberikan kebahagiaan. 9:25 Ibu di saat menjumpai laki-laki semacam 9:28 ini, biasanya pada saat bercerai 9:30 perempuan tidak boleh keluar dari rumah 9:32 dan laki-laki tidak boleh mengusir 9:34 istrinya. Tapi pada saat menjumpai suami 9:37 yang perilakunya seperti ini, ibu boleh 9:38 pulang ke rumah orang tua dan menuntut 9:41 untuk bercerai. Kalau suami tidak mau 9:43 menceraikan, ibu boleh mengajukan 9:45 khuluk. Khuluk itu hak wanita yang Allah 9:48 berikan untuk menebus dirinya dari 9:51 ikatan hubungan suami istri karena 9:54 merasa tidak dapat menjalankan agama 9:58 Allah dengan sebaik-baiknya dan tidak 10:00 lagi nyaman bersama pasangan. 10:04 Tapi sayang, budaya di negeri kita ini 10:07 menganggap laki-laki kalau berbuat 10:09 kezaliman itu biasa. Kalau orang Jakarta 10:12 bilang jamak gitu sih 10:14 biasa. 10:16 Kalau laki-laki berbuat dosa menyeleweng 10:18 biasa. Kalau perempuan baru luar biasa. 10:22 Padahal yang namanya perbuatan serong 10:24 dari laki-laki perempuan, kezaliman dari 10:27 laki-laki maupun perempuan tidak dapat 10:29 dibenarkan. 10:31 rumah tangga bukan untuk menjadi apa? 10:33 pajang pertarungan 10:36 bukan juga ee tempat bagi para 10:39 gladiator, tapi agama ee pas berumah 10:42 tangga tujuannya untuk membuat sepasang 10:45 anak manusia bisa mencicipi, merasakan 10:48 rasa tentram, suasana mawaddah untuk 10:50 membantu mereka menjalankan amanat Allah 10:53 sebagai khalifahnya di atas muka bumi. 10:56 Jadi, Ibu hubungi orang tua ibu 11:00 hubungi juga pihak mereka. berikan 11:02 kesempatan kesempatan terakhir. Kalau 11:05 seandainya main tangan lagi, maka apa? 11:09 Maka cerai. 11:12 Ada seorang wanita dilamar oleh seorang 11:14 laki-laki. Laki-lakinya baik sebetulnya, 11:17 cuma emosinya tidak terkendali. 11:21 Dia melamar wanita ini. Si wanita 11:23 tadinya menolak, tapi ternyata orang 11:26 tuanya rupanya 11:29 terpaksa menerima laki-laki ini karena 11:32 orang tua dari orang tuanya sudah 11:34 menerima. 11:37 Jadi kakek wanita ini menerima. Akhirnya 11:39 si anak tidak berdaya, terpaksa 11:41 menyetujui. Tapi pada saat menikah 11:45 ada syarat yang diajukan. Begitu kamu 11:48 menggunakan tangan kamu maka jatuh 11:50 cerai. 11:54 Kalau kamu mau boleh, kalau tidak maka 11:57 tidak ada pernikahan. Si laki-laki 11:59 menerima, laki-laki suka memukul. 12:02 Tapi hidup bersama-sama 12:05 setiap kali emosinya datang, dia ingin 12:08 memukul, dia ingat perjanjian. Kalau 12:10 jatuh tangan cerai. 12:12 Jadi bisa digunakan persyaratan ini 12:14 untuk kesempatan terakhir. Begitu Anda 12:17 main tangan, maka hubungan suami istri 12:19 berakhir. Si perempuan kembali ke orang 12:21 tuanya demi keselamatan dirinya. Jangan 12:23 dibiarkan bersama sua suami. Bisa saja 12:26 suami melakukan berbagai macam 12:28 intimidasi terhadap istrinya. Sudah tiba 12:31 saatnya untuk mengakhiri 12:33 perbuatan-perbuatan laki-laki yang 12:35 sewenang-wenang. Kalau dia kawin lagi 12:37 sama orang lain, berbuat hal yang sama. 12:41 Orang semacam ini sebaiknya tidak 12:42 diizinkan untuk berumah tangga. 12:44 Diisolasi aja sudah jangan berumah 12:46 tangga. Karena kalau berumah tangga 12:48 hanya membawa bencana penderitaan bagi 12:49 orang lain. 12:51 Jadi harus pribadi kita, akhlak kita 12:53 diluruskan. Jangan dibiarkan 12:56 semau-maunya. Seolah-olah tidak ada 12:59 Allah Subhanahu wa taala. 13:02 Maka dalam ucapan Sayidina Utsman, ma 13:05 yazauhul Quran yazauhus. 13:08 di mana apa yang tidak dapat 13:09 diselesaikan oleh Al-Qur'an. Karena 13:11 Al-Qur'an hanya pedoman hidup. Sultan 13:13 turun tangan untuk apa? menyelesaikan 13:16 persoalan tersebut. Jadi seharusnya baik 13:18 itu Pengadilan Agama memberikan 13:20 peringatan kepada laki-laki untuk tidak 13:22 melakukan perbuatan seperti ini. Dan 13:25 seringki yang mendorong laki-laki 13:26 berbuat seperti ini karena punya hobi 13:29 yang tidak baik. Contohnya karena jejet. 13:33 Di saat dia berjanja terganggu emosinya 13:35 mulai muncul karena kesenangannya 13:37 terganggung 13:39 atau katakan suka minum, 13:41 suka main judi, suka keluar malam, 13:45 ditegur sama istrinya, dia merasa 13:47 laki-laki 13:49 bebas, perempuan tidak punya hak untuk 13:51 apa? Mengritik. Sampai ketika ditanya 13:54 oleh istrinya pulang malam, "Dari mana 13:56 buaya kamu?" Suami jawab, "Dari kali, 14:00 dari ka 14:01 atau dari sungai." 14:02 Artinya hal yang tidak harmonis. Oleh 14:05 karena itu, laki-laki jangan semena-mena 14:08 ya ditegur jangan pulang malam. Semakin 14:10 malam dia pulang. Istri juga punya hak. 14:13 Kumpul sama-sama dia menunggu di rumah 14:15 menantikan suaminya menjaga anaknya, 14:17 menyiapkan makanan. Suami pulang taruh 14:19 tas pergi bersama teman-temannya. Nah, 14:22 laki-laki semacam ini kalau melamar anak 14:24 perempuan kita jangan diterima. 14:27 Jangan diterima walaupun bawa mahar yang 14:29 cukup mahal. Karena kita akan serahkan 14:32 anak kita di tangan laki-laki yang tidak 14:34 menjaga amanat Allah dengan 14:35 sebaik-baiknya. Wallahuam. Ustaz Bakar 14:39 satu lagi lanjut langsung apa-satu apa 14:41 gimana? 14:42 Enggak soalnya ditungguin yang aku punya 14:45 belum. 14:47 Yang kedua, 14:49 seorang laki-laki kebetulan dari 14:51 pemahaman agamanya kalah dengan 14:53 istrinya. Ini kebalikannya. 14:56 Si istri merasa 14:58 dia lebih berilmu, 15:00 lebih saleh, lebih bertakwa, akhirnya 15:03 bersikap merendahkan suaminya. 15:08 Seorang wanita seperti ini berarti tidak 15:10 memahami agama. 15:13 Tidak memahami agama. hanya sebatas 15:15 kulit dan permukaan muncul kebanggaan 15:18 menggantikan 15:19 akhlak yang seharusnya dilakukan istri 15:22 di hadapan suami. 15:26 Jadi, bagaimana kalau istri betul-betul 15:27 beragama dia tahu. Allah berfirman, 15:30 "Fasalihatu qonitatun hafidatun lil 15:33 ghaibi bima hafidullah." 15:35 Wanita yang saleh, wanita yang taat pada 15:37 Allah juga taat hormat pada suami. Ini 15:40 ujian dia. Kalau dia mengetahui agama, 15:43 maka ujiannya berarti apa? Berlapis. Dia 15:45 tahu tapi tidak mengamalkan. 15:48 Falihatu 15:51 hafidatun 15:52 hafidatun lil ghaib. Dia menjaga 15:54 kehormatan di saat suami tidak ada. Dia 15:57 juga menjaga harta suaminya. 16:00 Kemudian juga bersikap yang baik, mulia 16:04 sebagai istri maupun sebagai ibu. 16:08 Bima karena dia menjaga Allah. Dia 16:11 berbuat semata-mata karena apa? Karena 16:14 takut dan hormatnya pada Allah. Allah 16:16 menjaga dia. 16:19 Jadi istri walaupun diberikan ilmu yang 16:21 lebih luas, seharusnya dia menunjukkan 16:24 sikap yang baik mulia sebagai wanita 16:27 yang mengenal agama bisa menjadi contoh 16:30 buat suaminya membimbing suaminya untuk 16:32 apa? Untuk menjadi laki-laki yang baik, 16:35 yang bertanggung jawab, kemudian 16:37 mengajak untuk menghadiri majelis 16:39 taklim, ya juga bersikap sopan di 16:42 hadapan suaminya. 16:44 ini baru merupakan wanita yang salhah. 16:48 Tapi karena dia memahami agama lebih 16:50 baik dari suaminya, lalu bersikap juga 16:54 tidak baik di hadapan suami, merasa dia 16:57 lebih apa? Lebih apa? Lebih lebih baik, 17:00 lebih unggul, suaminya mungkin lebih 17:03 inferior di matanya, lalu dia berbuat 17:05 semenama, berarti ini tidak mengetahui 17:07 agama sama sekali. 17:09 Jadi kebalikan dari yang tadi. Yang tadi 17:11 laki-laki memandang remeh istrinya. 17:14 Sedangkan yang satu memandang remeh 17:16 suaminya. 17:18 Dan ini kita jumpai banyak di 17:20 tengah-tengah kita. Ada sebuah kisah, 17:24 kebetulan 17:26 ada pasangan suami istri. Suaminya 17:28 kebetulan dari sisi ekonomi lemah. 17:31 Istrinya justru yang dominan. 17:34 Mereka mendirikan satu perusahaan, 17:38 suaminya ikut bersama-sama dia di 17:39 perusahaan. 17:41 Wanita ini lebih cerdas, lebih pandai 17:44 ya, 17:46 tapi tetap sikapnya di hadapan suami 17:48 hormat. Jadi dalam keputusan-keputusan 17:50 walaupun datang dari istri tapi justru 17:53 si perempuan menyerahkan justru 17:55 keputusan pada suami supaya kesannya 17:57 suaminya apa? 18:00 Suaminya apa? Sebagai pemimpin. Karena 18:03 dia tidak mau sampai suami dipandang 18:04 remeh oleh 18:06 oleh anak buaya. Jadi suami tetap 18:08 menjadi pemimpin walaupun masukan dari 18:11 istri tapi suami yang tampil ke depan. 18:13 Dengan cara seperti ini, suami 18:15 menghargai, mensyukuri kebaikan 18:17 istrinya. 18:19 Hidup mereka penuh keharmonian. Ini 18:21 punya kelebihan, ini punya kekurangan. 18:24 Ini punya kelebihan, di sini punya 18:25 kekurangan. Dengan saling melengkapi 18:28 baru kehidupan akan terasa indah. Hunna 18:31 libas lakum 18:32 waantum libasahum. Kalau wanita dari 18:35 sisi agama lebih tahu si laki-laki pasti 18:37 juga punya kelebihan. 18:39 Betul gak? 18:40 Laki-laki punya kelebihan. Kalau si 18:42 wanita menghormati suaminya 18:43 menghargainya, suaminya betul-betul akan 18:46 menghargai apa? Agamanya. Jangan seperti 18:49 kejadian di satu tempat istri belajar 18:51 agama, belajar di majelis taklim mulai 18:54 ya bukan berbicara sopan terhadap 18:56 suaminya, mulai menggunakan kata-kata 18:59 yang arogan, kasar terhadap suaminya. 19:03 Akhirnya lama-kelamaan suami bilang apa? 19:05 Daripada hadir di pengajian tapi 19:08 akhlaknya seperti ini, mendingan apa? 19:11 Kamu mendingan kamu ikut arisan aja. 19:15 Karena begitu belajar agama sikapnya 19:17 mulai apa? Bersikap arunggan. Ini bukan 19:19 belajar agama. Jangan sampai kesannya 19:22 nanti agama ini dibawa dianggap sebagai 19:25 apa? Sebagai sesuatu yang membuat orang 19:27 angkuh, sombong, berbuat semena-mena. 19:30 Akhirnya benar yang dikatakan Kalmak 19:33 bahwa agama ini merupakan candu bagi 19:36 banyak orang. 19:37 Bagaimana mereka masyarakat umum 19:40 dibodoh-bodohi untuk bersabar menerima 19:42 kezaliman atas nama agama. Kalau tidak, 19:45 kamu tidak akan mencium bau surga. 19:47 Oleh karena itu, laki-laki yang boleh 19:49 mengatakan, "Kalau kamu tidak taat 19:51 suami, kamu tidak akan mencium bau 19:53 surga. 19:54 surga kamu tergantung bagaimana kamu 19:56 meridai suami kamu. 19:59 Ini enggak benar sama sekali. 20:02 Istri punya hak, suami punya hak. Istri 20:05 wajib menggauli istrinya dengan baik. 20:07 Istri juga wajib menghormati suaminya 20:09 dengan baik. 20:11 Kalau istri menjalankan kewajibannya, 20:13 suami tidak melakukan, maka dia akan 20:15 berhadapan dengan tanggung jawabnya di 20:17 hari kemudian nanti. Begitu juga 20:18 sebaliknya, kalau suami menjalankan 20:20 kewajiban dia sebaik-baiknya, istrinya 20:22 hanya menuntut haknya tidak menjalankan 20:24 kewajibannya, Allah tidak akan lihat, 20:26 hargai ilmunya bahkan walaupun dia 20:28 menghafal Al-Qur'an. Jadi yang 20:30 menyebabkan agama sekarang dispelekkan, 20:32 diremehkan, dilecehkan karena 20:34 orang-orang yang beragama justru yang 20:37 pertama melanggar agama Allah Subhanahu 20:39 wa taala. 20:41 Bukan mereka justru menyampaikan 20:42 pesan-pesan Allah yang disampaikan pesan 20:45 pribadi. 20:47 Ini yang menyedihkan, mengerikan. Jadi 20:49 kesimpulannya wanita yang seperti ini 20:52 yang bersikap arogan karena memahami 20:55 agama lebih baik dari suaminya, wanita 20:58 yang belum memahami agama yang tujuannya 21:01 untuk menyempurnakan akhlak manusia. 21:03 Kalau dia berakhlak di hadapan suaminya, 21:06 bersikap mulia, hormat, suaminya akan 21:08 semakin menghargai apa? Agama Allah. 21:12 Jangan mulai belajar agama, mulai 21:15 menghakimi suami setiap saat hingga 21:17 suami terintimidasi 21:19 menggunakan agama Allah hingga suami 21:21 enggak berani membantah. Padahal agama 21:24 Allah tidak pernah mengajarkan apa 21:26 seperti itu. Jadi kalau ada 21:30 wanita-wanita seperti ini tidak merubah 21:33 sikap dan perangainya yang menambah 21:35 penderitaan suami, ya lebih baik suami 21:38 tukar saja sama yang lain. 21:40 Biar wanita ini berpasangan dengan 21:42 laki-laki yang serupa dengan dirinya. 21:45 Dari wanita-wanita salehah banyak 21:48 alhamdulillah wanita-wanita saleh yang 21:50 mendambahkan suami yang saleh. Biar 21:52 wanita ini bertemu dengan pasangan yang 21:54 serupa. 21:57 Biar dia merasakan bagaimana sikap yang 22:00 tidak menghargai suaminya akhirnya 22:02 membuat nikmat Allah diangkat. Tapi juga 22:05 saya ingatkan kepada laki-laki ini, 22:08 jangan Anda kalau diingatkan oleh istri 22:11 dengan tujuan baik, ya, Anda salah, 22:14 melanggar agama, Anda marah. 22:16 Istri menegur baik-baik atau mengajak 22:18 untuk bangun di waktu subuh, suami 22:21 enggak mau bangun, marah-marah. 22:24 Dia merasa diintimidasi oleh istrinya 22:26 istrinya kebetulan belajar agama. Ini 22:28 salah besar. Kalau dia disuruh bangun 22:31 untuk mengerjakan salat tidak mau 22:33 berulang kali, istri punya hak untuk 22:35 berpisah. Karena salat merupakan tiang 22:38 agama. Kalau dia merobohkan tiang agama, 22:43 ya maka agamanya 22:46 hanya sebagai seorang muslim tapi tidak 22:48 salat, tidak menjalankan perintah Allah, 22:50 diingatkan oleh istrinya berulang kali 22:52 untuk salat, dia tersinggung. 22:55 Ini berarti memang kebangetan. 22:59 kebangetan. Yang salah bukan istrinya, 23:02 tapi apa? Suaminya. Padahal istrinya 23:04 bangun kan suaminya pelan-pelan, 23:06 Mas-mas. Salat subuh, mari kita salat 23:09 sama-sama atau salat katakan apa? Di 23:12 masjid. Dia bisa salat di masjid, di 23:14 rumah bisa menjadi imam bagi istrinya 23:16 salat untuk kedua kalinya. 23:19 Karena wanita tuh ada kebanggaan kalau 23:21 selalu didampingi. 23:22 Walaupun katakan nafkah yang diberikan 23:25 ala kadarnya, tapi selalu didampingi 23:27 oleh suami, dilindungi, ya diperhatikan 23:30 itu merupakan kebanggaan buat wanita. 23:32 Tapi walaupun dicukupi semua 23:34 kebutuhannya tapi diabaikan seperti 23:36 layangan putus. 23:38 Seperti layangan fu putus. Nah, ini yang 23:41 banyak dialami oleh wanita-wanita kita. 23:43 Jadi kita ingin ada keadilan, 23:45 keseimbangan antara pria wanita yang 23:48 laki-laki sebelum menuntut haknya 23:50 menjalankan kewajibannya. 23:53 Wanita juga sebelum menuntut haknya dia 23:55 jalankan kewajibannya dan tidak 23:58 dibenarkan salah satu dari mereka 24:00 berbuat kezaliman pada pasangannya. Nabi 24:03 berkata apa? Khairukum khairukum liah 24:07 yang paling baik dari kalian yang paling 24:09 baik pada keluarganya. 24:12 Wa ana kirukum liahli. Dan saya orang 24:14 yang paling baik terhadap keluarga. Nabi 24:17 orang yang sabar, yang bijak, yang 24:19 mengalah, bahkan membantu istrinya. 24:23 Menjahit sendalnya sendiri, berbelanja 24:25 sendiri. Kalau sekarang laki-laki 24:27 seperti dianggap apa? Laki-laki yang 24:28 diperbudak sama istri. 24:30 Laki-laki takut istri. Ini kesalahan 24:32 besar. 24:34 Laki-laki yang melayani istrinya, 24:36 membantu istrinya, meringankan bebannya 24:38 merupakan laki-laki yang mulia. Apalagi 24:41 zaman sekarang gaji UMR, mau bayar 24:43 pembantu enggak mampu. 24:45 Tahu-tahu istrinya kerjaannya cuma 24:47 nonton, jejet, suaminya menyapu, suruh 24:51 minta jagain anak enggak mau. Tugas 24:53 perempuan. 24:54 Ah, laki-laki seperti ini perlu sebelum 24:57 menikah diberikan kursus dulu. I 25:00 apa kewajiban suami dulu? Saya 25:02 bersama-sama ketika masih belum ada 25:04 pembantu, 25:06 kita bantu urusan rumah 25:09 dari mulai mencuci, dari mulai masak, 25:12 dari mulai ke pasar saya enggak izinkan 25:14 istri ke pasar. Bahkan kalau kita jalan 25:16 bersama istri sama anak masih kecil, 25:18 saya enggak biarkan dia gendong. Takut 25:20 kalau dia serimpet jatuh, kita yang 25:22 gendong. Orang bilang, "Ustaz Husein 25:24 takut istri enggak disangka-sangka. 25:26 Pulang dari Mesir takut sama istri." 25:28 Saya bilang ini kalau yang ngomong orang 25:30 enggak waras, kita lari percuma gak? 25:32 Percuma. 25:32 Karena barometernya beda. 25:36 Dia menganggap laki kalau membantu 25:37 istrinya takut istri. Tapi kalau laki 25:40 ngikutin suaminya yang ngajak maksiat 25:42 dianggap itu laki-laki yang apa? Yang 25:44 harmoni. 25:46 Itu baru namanya laki-laki. Takut apa? 25:48 Harusnya 25:48 istri. Kalau istrinya tidak melakukan 25:50 hal yang benar, seharusnya itu yang 25:52 ditegur. 25:54 Tapi membantu, meringankan beban istri, 25:56 menghiburnya. mendampinginya. Ini 25:59 merupakan pekerjaan mulia yang 26:01 dicontohkan oleh Nabi kita Muhammad 26:04 sallallahu alaihi wasallam. Mungkin 26:06 cukup dua dulu. Panjang kan? 26:09 Ya Allah. 26:10 Jadi samarah itu bukan satu kata yang 26:13 mudah ya terwujud ya. Sakinah mawadah 26:16 warahmah. Jadi wahai para pria kalau 26:20 satu tangan jatuh itu berarti talak juga 26:23 jatuh. Heeh. Betapa tidak mudahnya 26:26 menahan diri ya. Tapi kita mau dengar 26:29 lagi dengan telinga jiwa kita apa yang 26:31 sudah kita dapat dari Ustaz Husein 26:33 ditambah dengan apa yang akan 26:35 disampaikan oleh Bapak Abu Bakar Baraja. 26:38 Mari kita simak. Silakan. 26:43 Bismillahirrahmanirrahim. 26:46 Asalamualaikum warahmatullahi 26:50 wabarakatuh. Waalaikumsalam 26:52 warahmatullahi wabarakatuh. 26:55 Alhamdulillah, 26:57 segala puji yang kita aturkan kepada 27:01 Allah 27:03 adalah sesuatu yang mulia. 27:08 Karena kemuliaan itu akan memberikan ke 27:13 dalam kehidupan keluarga. 27:16 Kemuliaan itu bisa memberikan 27:20 warna-warna 27:22 yang menyenangkan. 27:26 Kemuliaan itu pun akan menjadikan suatu 27:30 proses perjalanan yang sejuk. 27:35 Ketika 27:37 kita berhadapan dengan sesuatu yang 27:42 lebih baik, maka kita akan mendapatkan 27:45 kebaikan-kebaikan. 27:48 Waktu kita melakukan sesuatu dengan 27:52 kebaikan, maka kebaikan itu akan terus 27:55 berkembang. Tidak ada satu pun yang 27:59 negatif, yang tidak baik akan datang 28:02 kepada diri kita. 28:05 Karena ketika kebaikan itu ada di dalam 28:08 diri kita, maka dengan sendirinya 28:11 akan ber sebar luas kebaikan-kebaikan 28:16 kebaikan. 28:19 Nah, yang terjadi di dalam proses ini 28:23 ada seorang 28:26 suami 28:27 yang dengan kerasnya dia sayang sama 28:31 istrinya. Sayang. 28:34 Dia begitu sayang tapi dia punya 28:37 kekerasan. 28:39 Pertama dia tidak menggunakan tangannya 28:42 untuk istrinya karena dia sayang. 28:45 Dia melempar 28:48 semuanya itu ke benda-benda. 28:51 Lama-kelamaan enggak kuat hatinya, maka 28:55 dia mukul kepada istrinya. 28:59 Apa yang terjadi ketika seorang langsung 29:02 memukul kepada istrinya? Enggak kuat. 29:07 Dia tidak mampu lagi menahan si istri, 29:10 tidak mampu lagi menahan apa yang 29:14 dilakukan sang suami. 29:17 Perbuatannya kasar, tapi dia sayang. 29:22 Si suami ini sayang memberikan sayang, 29:25 mengeluhkan, membantu, 29:29 memberikan sesuatu yang menyenangkan. 29:33 Tapi sayang. Namun ketika dia sedikit 29:37 saja ada masalah seperti misalnya 29:41 disuruh mengambilkan sesuatu. 29:45 Nah, si istri lagi melakukan sesuatu 29:48 juga lagi mengerjakan sesuatu. 29:52 Dan si istri mengatakan sebentar. 29:56 Apa yang terjadi kepada si suami? 29:59 Langsung dia marah. 30:03 Nah, perbuatan ini apa yang terjadi pada 30:08 si suami? Kok dia sedikit saja marah? 30:14 Apa yang terjadi pada dirinya? Nah, 30:16 kalau kita melihat seperti ini, ada 30:20 sesuatu yang terjadi pada si suami. 30:27 Mungkin latar belakangnya dia yang tidak 30:32 karuan 30:33 seperti misalnya pada waktu itu 30:38 harus menentukan, harus melakukan, harus 30:42 begitu. dia mau dia menurutin 30:48 dia perintah 30:51 diperintah pada waktu SMA waktu kuliah 30:55 dengan tegasnya dia diperintah 30:59 dengan perintah akhirnya si suami itu 31:03 memerintah 31:06 dengan memerintahnya dia itu karena dia 31:11 mendapatkan perint Perintah dari mana? 31:14 Perintah itu dari lingkungannya. 31:17 Siapa saja? Baik itu orang tuanya maupun 31:21 pengasuhnya. 31:24 Sang suami ini diberikan, diperintah 31:28 sejak kecil dia perintah. Tapi ada juga 31:32 yang si suami ini ya main tangan karena 31:36 dari kecil dia enggak bisa diam. 31:41 Dia selalu melempar. 31:43 membuat sesuatu gaduh karena 31:46 diperlakukan 31:48 ketika dia misalnya mau minta sesuatu 31:51 ditunda dulu dia lempar dia melakukan. 31:56 Nah, itu perbuatan si suami sejak belum 32:00 menikah. 32:03 Jadi waktu dia belum menikah itu sudah 32:06 punya problem. 32:10 Problematika yang dia dapatkan ini terus 32:14 berlanjut ketika dia sudah punya istri. 32:20 Dengan mudahnya, dengan enaknya, dengan 32:23 gampangnya, tapi tetap sayang sama 32:26 istri. Namun tindakan-tindakannya 32:30 itu kasar. 32:33 tindakan-tindakannya 32:35 itu kasar. Nah, kalau seorang seperti 32:39 ini tidak kita selesaikan 32:44 kalau tidak bisa diselesaikan 32:47 permintaan untuk cerai itu boleh. 32:50 Tapi ketika sang suami itu mau 32:56 diselesaikan, 32:58 mau diusahakan untuk bisa berubah, 33:03 insyaallah bisa. 33:05 Kalau si suaminya mau. 33:08 Nah, pertama bagaimana 33:11 karena dia punya perlakuan yang luar 33:15 biasa. Karena diperlakukan sejak kecil 33:19 dia diperlakukan seperti 33:22 yang enggak benar. 33:26 Ketika dia menikah, dia lakukan itu 33:29 kepada siapa? Kepada istrinya. 33:33 Kepada siapa? Kepada temannya yang 33:36 kasar. Tapi begitu sayang. Ini akibat 33:40 dari perbuatan-perbuatan. Nah, oleh 33:42 karena itu sang suami yang seperti ini 33:46 harus kita ingatkan. 33:50 Apakah misalnya dia minta sesuatu kita 33:52 harus berikan? Tidak. Kita ingatkan 33:56 bahwa apa yang dibutuhkan itu tidak 33:59 harus segera kita ingatkan. Ketika dia 34:03 mau marah, kita ingatkan sebagai seorang 34:06 istri, ingatkan istigfar. 34:10 Katakan yang sebenarnya. 34:12 dan sampaikan kepada suami bahwa itu 34:16 tidak benar 34:21 kepada suami sebelum dia melempar dia 34:23 melakukan 34:25 tidak benar 34:28 itu tidak boleh. 34:32 Jadi ketika dia minta lagi mengerjakan, 34:34 "Oh, aku sedang melakukan, aku sedang 34:37 mengerjakan ini." Tidak mengatakan 34:40 sebentar. Karena mengatakan sebentar 34:43 teringat pada waktu dulu. Waktu dulu dia 34:47 mau minta makan, ya sudah entar tunggu 34:50 aja sebentar. 34:52 Dia merasa kesal. 34:57 Waktu dia mau minta jajan katakan, 34:59 "Entar dulu, sebentar. 35:01 H kesal orangnya di depan sudah menunggu 35:05 tapi dientarkan dulu. Uh kesalnya. 35:11 Jadi bagaimana dia bisa terpenuhi? 35:16 Nah katakan tunggu sebentar. 35:21 Apa yang dia tunggu? dia harus menunggu 35:24 kalau dia mau dan dia kalau bisa kalau 35:27 bisa ya suami seperti ini harus 35:31 dikonsulkan 35:33 agar supaya proses 35:36 pengembangan dirinya bisa berubah. 35:41 Karena tidak mungkin kalau kita biarkan 35:45 istrinya juga akan tersiksa. Boleh 35:48 enggak dia menuntut cerai? Boleh. 35:53 Lebih baik pisah daripada terus-menerus 35:56 menghadapinya. 35:57 Itu yang lebih baik. Namun kalau 36:01 istrinya juga sayang, suaminya juga 36:05 sayang, hanya perilaku yang kita tidak 36:08 butuhkan itu kita hilangkan. 36:12 Bagaimana kita hilangkan? Tentunya 36:14 dengan berbagai macam apa yang terjadi 36:16 pada dirinya. 36:19 Dan yang kedua 36:23 ada perbandingan. 36:28 Yang kedua, 36:30 kebalikannya. 36:32 Seorang istri merasa dirinya pintar. Si 36:36 suami tidak pintar. Tidak. Benar-benar 36:40 sama. 36:41 Sama. Benar-benar sama. Cuman si istri 36:45 lebih cermat menghadapinya. 36:50 Sang suami tidak. Karena dia punya 36:52 perembangan yang lain, 36:55 punya permasalahan yang dihadapi yang 36:58 lain. 36:59 Jadi, sehingga belajar agama itu tidak 37:03 selalu fokus, 37:06 dia tunggu sebentar. Yang penting yang 37:08 bisa dia lakukan dia kerjakan. Nah, 37:11 kalau istri terus dia membahwa 37:15 menggisahkannya, 37:17 menganalisanya, 37:19 menentukan semua yang dia pikirkan 37:24 dan kemudian dia bandingkan, masok suami 37:27 saya enggak bisa baca Qurannya kayak 37:29 gitu. 37:32 Dia belum bisa. Padahal dia sudah bisa. 37:35 Sudah bisa baca Quran cuman belum 37:38 tajwidnya yang benar-benar. 37:42 Istrinya memaksakan dia, "Coba dong 37:45 belajar. Makanya harus baca, makanya 37:48 harus belajar." Kalau dia belajar terus 37:51 keagamaan, 37:52 dia akan berpikir nanti bagaimana 37:55 usahanya. 37:57 Dia belajar yang benar yang dia bisa 38:00 lakukan. Istri belajar yang benar yang 38:04 harusnya dia lakukan. 38:07 Kalau seperti ini, hidup itu akan 38:10 tenang, seimbang. 38:13 Nah, si istri yang membandingkan ini 38:18 dia membandingkan dirinya dengan suami, 38:23 membandingkan suami pada orang lain itu 38:27 yang tidak benar. 38:30 Karena dirinya sudah merasa yang lebih 38:33 baik, 38:35 maka tidak dibenarkan 38:39 istri yang membandingkan. 38:43 Seperti yang tadi sudah diberikan contoh 38:45 bahwa bagaimana hidup itu bisa 38:48 bersama-sama 38:49 seimbang. Kalau hidup itu seimbang, 38:53 insyaallah kehidupan ini bisa lebih 38:56 baik. Insyaallah. 38:59 Masyaallah. 39:01 Berarti memang banyak yang harus 39:03 dipertimbangkan. Tapi kita masih punya 39:06 sedikit waktu sih. 39:08 S 2 menit. 39:09 Em, ada tambahan closing statement dari 39:12 Ustaz Husein. 39:13 Bismillahirrahmanirrahim. 39:16 Allah Subhanahu wa taala jadikan wanita 39:20 bukan sebagai lawan bagi pria. Begitu 39:25 juga 39:27 pria bukan sebagai lawan bagi kaum 39:30 wanita, tapi Allah jadikan mereka 39:33 berpasang 39:33 berpasang-pasangan. 39:35 Sebagaimana firmannya, wamin ayatihi 39:38 khalaqakum min anfusikum azwajan 39:41 litaskunu ilaiha. Dari tanda-tanda 39:44 kebesaran Allah, Allah ciptakan bagi 39:47 kalian dari diri kalian dari jiwa yang 39:50 sama pasangan-pasangan kalian agar 39:53 kalian betul-betul menikmati dan 39:56 merasakan rasa tentram dan teduh yang 39:59 menaungi kalian berdua. 40:02 Lalu Allah berikan kado dan bingkisan. 40:04 Waja'ala bainakum mawaddatan warahmah. 40:07 Allah jadikan di antara kalian rasa 40:09 mawaddah dan rahmah. 40:11 Kalau kita perhatikan hubungan suami 40:14 istrinya, ada seorang wanita dinikahkan 40:18 orang tuanya tanpa melihat sebelumnya 40:20 suaminya. Pertama dia marah-marah 40:23 alasannya Abah memaksakan dia untuk 40:25 kawin dengan laki-laki yang dia tidak 40:27 kenal. 40:29 Begitu berumah tangga berlalu satu 40:31 malam, 40:33 ternyata si perempuan apa? Merasa lebih 40:36 akrab dengan suaminya. Seolah sudah 40:38 berkenalan sekian lama. 40:41 Demikian juga suami. Bahkan kalau orang 40:44 bertanya mengenai suaminya dari sisi 40:47 ekonomi katakan kurang ya dia enggak mau 40:50 sama sekali apa menunjukkan hal 40:52 tersebut. Orang tua bertanya, "Kamu ada 40:54 uang enggak?" "Ada." "Alhamdulillah, 40:55 Pak." "Ada." "D ada." 40:57 Padahal enggak ada suaminya enggak 40:58 punya. Dia enggak mau sampai suaminya 41:00 jatuh martabatnya di hadapan orang 41:01 tuanya. Begitu juga suami berusaha 41:04 melindungi istrinya di hadapan 41:06 keluarganya. 41:08 Walaupun katakan ada kekurangan istri 41:10 waktu ditanya, "Bagaimana istri kamu?" 41:12 Alhamdulillah baik-baik, shah, thayibah. 41:16 Jadi kita lihat bagaimana Allah jadikan 41:18 hubungan di antara mereka ini. Walaupun 41:20 tidak saling kenal-menengenal, Allah 41:23 tuangkan rasa mawaddah di hati mereka. 41:27 kelengketan yang berasal dari jiwa, 41:30 bukan sebatas fisik. Kemudian warahmah. 41:34 Rahm luar biasa walaupun istrinya sudah 41:36 tua, lanjut usia, 41:40 begitu juga si bapak ternyata bukan 41:42 berkurang, bukan berkuang 41:45 malah kedekatan mereka semakin akrab dan 41:48 dekat. Kalau waktu muda masih bisa 41:51 ditinggalkan lama-lama oleh pasangannya, 41:53 begitu semakin tua 41:55 begitu suaminya sedikit aja menghilang. 41:57 Di mana suami saya? 41:59 Suami juga begitu. 42:01 Dari mana 42:02 dia cari istrinya? Padahal sudah tidak 42:03 terdapat lagi syahwat. Masing-masing 42:05 sudah apa? Renda dan dingin. 42:07 Tapi ada rahmat sebagai penggantinya. 42:10 Tapi kalau sifatnya hanya syahwat 42:12 begitu bosan. 42:15 Katakan dia menikahi 1000 wanita cantik. 42:18 Begitu datang yang baru, yang 1000 42:20 dilupakan. 42:22 Tertarik kepada yang baru. Walaupun 42:24 kecantikannya kurang dibandingkan yang 42:26 lain, tapi mereka bilang yang ini punya 42:28 kelebihan. Begitu didapatkan apa yang 42:31 dia mau kembali ke jeremuan. Ya, 42:33 akhirnya mulai dia berhasrat terhadap 42:35 yang lain. Nah, kalau nafsu diikuti, 42:38 akhirnya kita akan terus menderita dan 42:41 tidak pernah tenteram dalam hidup. Tapi 42:44 kalau kita berumah tangga dengan 42:45 mengikuti petunjuk Allah, tidak 42:47 mengumbar nafsu kita, subhanallah 42:50 hubungan yang penuh dengan mawadah dan 42:52 rahmah memberikan rasa sakinah. 42:55 Ini yang seharusnya kita lakukan dalam 42:57 kehidupan rumah tangga. Adapun 42:59 kecantikan relatif. 43:02 Kecantikan rela 43:03 relatif 43:04 relatif. 43:05 Sekarang cantik, 43:07 besok kita bisa bosan. Tapi ada 43:10 perempuan yang jadi pasangan kita. 43:12 Walaupun puluhan tahun kita berumah 43:13 tangga, kita lihat dia semakin cantik, 43:16 semakin menarik. Kenapa? 43:17 Karena dia bukan berdandan hanya sebatas 43:20 wajahnya. 43:22 Karena ada masanya mukanya keriput, 43:24 perutnya habis melahirkan juga apa? 43:26 Kendor. 43:27 Mulai kendor dan penuh dengan 43:28 bekas-bekas apa? 43:30 Melahirkan. Ya, itu wajar. Tapi kalau 43:33 kecantikan bersumber dari dalam 43:35 kesetiaan, kejujuran, amanat, 43:38 pengabdian, ini akan membuat subhanallah 43:40 apa? 43:41 Wajahnya dari hari ke hari menarik 43:44 menimbulkan kerinduan, rasa akrab dekat. 43:48 Dia selalu terbayang bagaimana istrinya 43:50 yang tadinya cantik, muda, tahu-tahu 43:52 tubuhnya rusak karena melahirkan 43:53 anak-anaknya, 43:55 karena mengurus dirinya, menyediakan 43:57 makanannya. Betul gak? Heeh. 43:59 Dia pulang ke rumah suasana sudah 44:00 bersih. Ini kan patut disyukuri. 44:03 Jadi ada yang lebih indah dari apa? Dari 44:07 kita hanyut bersama syahwat kita. 44:10 Hanyut bersama syahwat membuat tubuh 44:12 kita rapuh, jiwa kita menderita dan 44:15 tidak pernah puas walaupun rambut telah 44:18 memutih, tapi ternyata nafsu kita 44:20 rambutnya semakin hitam. 44:26 Kalau rambut kepala seorang sudah 44:28 memuti, ternyata ini enggak pernah 44:29 berubah nih. Sudah tua bahkan semper 44:32 lagi air liurnya keluar masih mencari 44:34 wanita muda. Ini saya lihat dengan mata 44:36 kepal sendiri. 44:37 Bayangkan di hotel saya datang bertamu, 44:40 saya lihat sudah semper ada 44:43 perempuan-perempuan tiga empat orang 44:45 lagi menggoek dirinya soal mawa sama 44:46 dia. Dia tertawa-tawa air liurnya keluar 44:49 pada sudah enggak berdaya. Kenapa 44:51 syahwat 44:53 hina enggak? 44:54 Hina kanillah. 44:56 Tapi kalau berumah tangga kan tidak. Dia 44:58 enggak merasa direndahkan istrinya 44:59 ketika dia ikut membantu istrinya, 45:01 membersihkan rumahnya. Si istri juga 45:03 tidak merasa dipermudah ketika mengurus 45:05 suaminya. 45:06 Ini yang dikatakan hunna libasul lakum 45:09 wa antum libasun nahw. Mudah-mudahan 45:12 Allah anugerahkan kita insyaallah 45:14 rahmatnya untuk menjadi manusia yang 45:17 bertakwa, yang menegakkan keadilan, 45:19 berlaku baik terhadap keluarga, mendidik 45:21 anak kita, dan tidak berbuat aniaya 45:24 terhadap siapapun juga untuk tutup hidup 45:26 kita dalam keadaan husnul khatimah. 45:28 Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla 45:31 ilahailla anta astagfiruka waubu ilai. 45:36 Masyaallah. Terima kasih sekali Ustaz 45:38 Husein, Ustaz Abu Bakar dan ikhwan 45:41 akhwat. Mudah-mudahan kita bisa genggam 45:44 erat ya kerinduan untuk sakinah, mawadah 45:47 warahmah 45:48 dan 45:50 mudah-mudahan juga apa yang kita dengar 45:53 hari ini benar-benar mampu menjadikan 45:56 kita pasangan yang 45:59 mm masuk ke dalam sanubari enggak bakal 46:02 diabaikan atau dilupakan. Sekali lagi 46:04 banyak terima kasih. Billahi taufik wal 46:06 hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi 46:08 wabarakatuh. 46:09 Waalaikumsalam.