Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Tepuk tangan]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin
- wabihi nastain wa ala umurid dunya
- waddin wasalatu wasalam ala asrofil
- iyaai wal mursalin wa ala alihi
- wasohbihi ajmain. Ashadu alla
- ilahaillallah wa ashadu anna muhammadan
- abduhu wa rasuluh. Allahumma sholli
- wasallim wabarik ala nabina muhammadin
- wa ala alihi wasohbihi ajmain. Qallahu
- taala fil quranil karim.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Q q subhanaka la ilma lana illa ma
- alamtana innaka antal alimul hakim waqid
- innallaha waaikatahu yusuna alan nabi.
- Ya ayyuhalladzina amanu shu alaihi
- wasallimu taslima. Sadaqallahulzim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Masih
- dipancarkan dari jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Cibubur Bekasi.
- Inilah Radio Silaturahim dan Rasil TV
- untuk Islam yang satu. Ikhwan akhwat
- yang dimuliakan Allah Subhanahu wa
- taala, bagaimana kabar Anda di hari
- Jumat terakhir ini? Semoga selalu dalam
- keadaan sehat walafiat. Baik, saya
- senang sekali Fauzi Ridanul Hak ditemani
- oleh Neza dan juga Yusuf Subangkit dapat
- kembali menemani ikhwan akhwat dalam
- program tausiah sore edisi Jumat 3
- Zulqadah.
- 1446 Hijriah dan juga bertepatan dengan
- tanggal 3 Mei afwan bertepatan dengan
- tanggal 2 Mei 2025 bersama guru kita
- almukaram Ustaz Ahmad Shoh.
- Alhamdulillah beliau sudah hadir bersama
- kita di studio. Oleh karena itu kita
- sapa guru kita terlebih dahulu.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Sehat,
- Ustaz? Alhamdulillah sehat walafiat atas
- doa dari ikhwan dan akhwat semuanya.
- Alhamdulillah. Masyaallah. Alhamdulillah
- ee Ustaz Ahmad dalam keadaan sehat
- walafiat. Sekarang suasana sore ini
- sedang diguyur hujan ya, Ustaz ya. Nah,
- masyaallah insyaallah keberkahan dari
- Allah Subhanahu wa taala. Kita berdoa.
- Allahumma siiban nafian. Baik ikhwan
- akhwat. Semoga kajian tausiah sore ini
- dapat menemani ikhwan akhwat di segala
- aktivitas terakhir di hari Jumat
- sore. Karena waktu ini adalah waktu yang
- sangat mustajab untuk memanjatkan doa
- kita kepada Allah subhanahu wa taala.
- Dan
- kita masih membahas tentang doa-doa
- bersama Ustaz Ahmad Saleh. Insyaallah
- sekarang kita akan melanjutkan di hadis
- yang ke 25 dari syarah kitab Riyadus
- Shihin karya Syekh Dib Albugab bersama
- kawan-kawan. Baik, oleh karena itu bagi
- hewan AT yang ingin berpartisipasi
- dengan kajian tausiah sore ini dapat
- WhatsApp di 0811999720.
- Dan bagi Anda yang ingin berinteraksi
- langsung dengan Ustaz dapat menghubungi
- di
- 0218451512. Baik ikhwan akhwat. Kita
- akan mendengarkan ilmu yang akan
- disampaikan oleh Ustaz Ahmad Saleh
- tentang
- doa-doa. Mari kita dengarkan tafadul
- Ustaz.
- Alhamdulillahi hamdan katsiran thyiban
- mubarokan f kama
- yuhibuna waard. Ashadu alla
- ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa
- ashadu anna muhammadan abduhu wa
- rasuluhu wa innahu la nabi ba'dah.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- nabiy muhammadin waa alihi wa ashabih
- waman tabiahum biihsanin yaumilqiamah.
- Amma ba'd. Ikhwan dan
- akhwat, pendengar Radio Silaturahim
- serta pemirsa Rasil Visual di mana pun
- berada. Bersyukur kepada Allah karena
- kita masih dipertemukan oleh Allah,
- diberikan kesempatan untuk mengkaji,
- melanjutkan kajian kita, kajian kitab
- syaruh syarhu riyadus Shihin. Kemarin
- kita sudah membahas tentang doa-doa
- sampai hadis ke-24. Wal hadir
- sanatakallam. Dan sekarang kita akan
- membahas hadis ke-25. Tiib. Untuk tidak
- memperpanjang percakapan kita langsung
- saja. Eh, ana Syahr bin Hausab qal. Dari
- Syahr bin Hausab ia berkata, "Qlu liummi
- Salamata radhiallahu anha."
- Ya umal
- mukminina aks rasulillahi shallallahu
- alaihi
- wasallubitbiik rawahu atirmidziu waqala
- haditun hasanun.
- Syahr bin Hausab berkata kepada Ummi
- Salamah, semoga Allah meridai Ummi
- Salamah. Ya ummal mukminin, wahai ibunya
- orang-orang beriman. Maana aksar du
- rasulillah sallallahu alaihi
- wasallam. Doa apa yang paling banyak
- diucapkan ketika beliau ada di sisimu?
- Qat. Maka ummil mukminin
- menjawab
- aksari adalah doa yang banyaknya itu
- adalah ya
- muqibalubiqbiik yang wahai yang
- membolak-balikkan
- hati tabbit tetapkanlah qolbi hatiku ala
- dinika atas agamamu. Jadi ini riwayat e
- dari Syahr bin Hausabbi ala dinika. Nah,
- kalau di riwayat lain kan e watatik kan
- begitu. Kalau ini apa? Ala dinika tiib.
- Nah, ini eh menurut kesaksian Ummul
- Mukminin Ummu Salamah, doa yang paling
- banyak diucapkan Nabi saat di samping
- Ummi Salamah adalah ya
- muqibalika. Jadi ada beberapa tinjauan
- ya. Pertama memang Nabi banyak membaca
- ya muqallibal qulubbit qolbi alika
- watatik atau bisa saja doa itu saat
- beliau ada di samping Ummi
- Salamah gitu ya ee saat ee ee bersama di
- apa gilir di Ummi Salamah beliau banyak
- doa itu. Iya. Bisa jadi juga Nabi
- ngajarkan kepada Ummi Salamah agar
- senantiasa baca ya muqalibal qulub gitu
- loh. Nabi itu kadang menarik ngajari
- kadang seakan-akan tidak ngajari gitu
- loh. Itu masyaallah makanya oh Nabi
- bacanya. Nah kemudian tiba-tiba ketika
- bersama beliau, beliau baca doa itu
- yaika. Ah Ummi Salamah jadi banyak baca
- doa. Bisa jadi itu. Jadi ini menarik.
- Jadi apa yang dilakukan Nabi seringkiali
- ah maka kenapa seringki bisa
- berbeda-beda
- gitu. Sangat tergantung
- urgensi apa yang diperlukan oleh
- sahabat. Kalau sahabat perlunya ini, oh
- Nabi kasih ini tanpa oh ini saya kasih,
- saya kasih nih agar kamu baik. Enggak
- ngalir aja. Tapi kemudian para sahabat
- kan tahu apa yang dilakukan Nabi adalah
- tuntunan gitu loh. Nah, ini menarik
- sekali. Maka oleh sebab itu bahwa jika
- Anda maka kesimpulannya juga jika Anda
- ingin memperbanyak doa itu perbanyak.
- Karena Ummu Salamah saja juga memberikan
- kesaksian bahwa Nabi membaca doanya
- yaqalubik.
- Atau bisa jadi Ummu Salamah juga banyak
- baca doa itu karena Nabi senantiasa di
- sampingnya membaca doa ya
- muqibalik itu ee di riwayat lain ya. Di
- riwayat lain. Nah, masyaallah. Nah, oke.
- Baik. Kemudian yang dapat kita lihat
- dari hadis
- ini, sikap tunduk dan tawadu Nabi
- sallallahu alaihi wasallam kepada Allah
- dan ajuran beliau terhadap umatnya untuk
- membaca doa ini gitu ya.
- Ah, ini ee analisa para ulama terhadap
- doa Nabi ee yang apa namanya yang kita
- rekam dari Umi Salamah melalui Syaub
- gitu kan. Ee jadi ee menurut Ummi
- Salamah, Nabi banyak doa ini ketika ada
- di sampingku kan begitu. Oke, ini yang
- pertama. Kemudian yang kedua isyarat
- mengenai pentingnya istiqamah dan
- konsistensi.
- Dan yang menjadi tolok ukur adalah
- kondisi seorang di akhir hayatnya. Maka
- oleh sebab itu ini ya istikamah. Maka
- saya sarankan pilih jangan
- semuanya semuanya ingin dibaca. Kalau
- semuanya ingin dibaca bagus dan bisa
- istiqamah bagus. Tapi ketika kita tidak
- mau ee tidak mampu menghafal doa-doa
- Nabi seluruhnya, ya paling tidak pilih
- mana yang paling ini. Karena ternyata
- suruh milih semuanya menarik doa-doa
- Nabi itu gitu semuanya. Masyaallah. Nah,
- maka oleh sebab itu menariklah ya. Ee
- maka
- kemudian ada zikir-zikir itu ya. Makanya
- ada yang di iijazahkan zikirnya ini baca
- ya sama kamu. Nah, bukan berarti
- kemudian tidak boleh baca yang lain.
- Nah, karena hanya senya supaya fokus
- gitu loh. K supaya istiqamah gitu ya. Ee
- masyaallah. Oke. Ti tayib. E hadis
- berikutnya hadis
- ke-26. Eh, an Abi Darda radhiallahu anhu
- qal qala Rasulullahi sallallahu alaihi
- wasallam dari Abu Darda semoga Allah
- meridainya. Nah, ia berkata Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam bersabda,
- "Kana minai dawuda adalah bagian dari
- doa Nabi Daud alaihi salam adalah
- Allahumma inni as'aluka hubbak wahubba
- yuhibbuk wal amalalladzi yuballighuna
- hubbak." Allahumma'al hubbaka ahabba
- ilaiya min nafsi wa ahli waminal mail
- barid.
- yaitu doa tadi ya, doa dari siapa? Nabi
- Daud alaihi salam. Allahumma inni wahai
- Tuhanku sesungguhnya aku asaluka memohon
- kepada engkau hubbaka cintamu wubba ma
- yuhibuk dan kecintaan orang-orang yang
- mencintaimu. Wal amaladzi yuballiguna
- hubbak dan amalan yang dapat
- mengantarkanku kepada kecintaanmu.
- Masyaallah ya. Allahumal hubbaka Allah.
- Ya Allah jadikanlah cintamu habba ilaya
- lebih aku cintai min nafsi daripada
- mencintai diriku wa ahli dan dari
- mencintai keluargaku. Waminal mail barid
- dan dari air yang dingin. Rahu
- at-Tirmidzi waqala hadisun hasan. Hadis
- ini riwayat Imam at-Tirmidzi dan Imam
- at-Tirmidzi mengatakan hadisnya hadis
- hasan. Ah masyaallah ya. Kenapa di sini
- ee waminan mail barid disebut kem dari
- air yang apa? Air yang dingin.
- Karena memang ujian musim panas Arab kan
- terkenal panasnya. Jadi air dingin itu
- yang dicintai. Air dingin bukan air
- kulkas. Dan memang zaman dulu enggak ada
- kulkas. Tapi kalau di kita ini air yang
- ditampung gitu kan, air yang ditampung
- di dalam ee apa namanya? ee Porsel bukan
- porseland ya, Girbah. Eh, buah gibah apa
- namanya? Kalau kendi e botol kendi gitu
- terus di disimpan satu malam. Nah, kalau
- di sana itu ketika ini jangankan di
- tempat ini, di tempat di aliran ini aja
- terasa dingin. Hm. Di aliran air? Di
- Iya, di aliran ininya aliran air. Sungai
- kecil sungai kecil pada jernih apalagi
- gitu ya. Masyaallah. Nah, maka itu yang
- paling disukai oleh orang-orang. Nah,
- jangan sampai saya tergoda oleh itu
- sehingga iman saya dijual gitu loh. Nah,
- maka oleh
- sebitya maka kec yang paling penting
- kecintaan Allahlah yang diraih terlebih
- dahulu. Jangan sampai diri saya e
- kepentingan diri, kepentingan keluarga,
- keinginan untuk meminum air yang ee
- dingin mengalahkan amalan atau
- mengalahkan kecintaan kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Itulah masyaallah
- didikan Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam yang menjadikan Allah prioritas
- utama. Masyaallah. Allah menjadi
- prioritas utama. Maka wajar kalau
- kemudian ee Islam berkembang dan jaya
- melalui tangan-tangan mereka. Karena
- karakteristiknya dapat kita baca dalam
- Al-Qur'an, dapat kita gali dari
- hadis-hadis Nabi sallallahu alaihi
- wasallam. Bagaimana keunggulan,
- kehebatan gitu kan yang Allah
- anugerahkan kepada para sahabat
- ridwanullahi alaihim gitu. Oke. Nah,
- mutiara-mutiara yang dapat kita
- lihat dari hadis ini, pertama dorongan
- untuk mencari cinta kepada Allah dan
- berusaha menggapainya dengan amal saleh
- dan mengikuti Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam. Ya, sebagaimana di
- dalam surah Ali Imran 31. Katakanlah,
- "Ya Muhammad, jika kamu mencintai Allah,
- ikutilah aku. Niscaya Allah mencintaimu
- dan mengampuni
- dosa-dosamu." Ini adalah ayat yang
- sering saya jadikan hujah bahwa semua
- orang punya ee memiliki hak yang sama
- untuk menjadi habib. Iya.
- Jadi, Habib bukan hanya dari ee zuriah,
- jadi ee istilah saya bukan dari darah
- biologis Nabi sallallahu alaihi wasallam
- saja, tetapi kita yang tidak ada sangkut
- pautnya dengan darah biologis Nabi
- sallallahu alaihi wasallam pun memiliki
- kesempatan untuk bisa menjadi habib.
- Yaitu dengan cara ini mengikuti
- karakteristik keimanan Rasulullah.
- Nah, kalau keturunannya ya tetesan
- darahnya ada gitu loh ya. Meskipun kan
- sudah berapa turunan ee tentu ee
- darahnya juga ada
- percampuran-percampuran meskipun
- kemudian ee apa namanya tetesan darah
- itu masih ada gitu. Hanya saja dari
- sekian komposisi gak tahu berapa
- persennya gitu loh gitu kan. semakin
- jauh maka semakin semakin itu juga jauh
- juga apa semakin ee Heeh. campurannya
- juga semakin kompleks gitu. Nah, tetapi
- kemudian yang dipastikan dan tidak
- dilakukan bisa kita ee mendapatkan ee
- apa tadi darah spiritual Rasulullah
- itu dengan murni ya ngikuti Quran gitu
- loh ya. mengikuti Quran yang kemudian
- dijelaskan dalam berbagai hadis-hadis
- yang sahih, hadis-hadis mutawatir. Nah,
- begitu. Maka oleh sebab itu semuanya
- rahasia. Itulah sebabnya para habaib
- yang saya maksudkan habaib itu adalah ee
- yang ada tetesan darah Rasulullahnya
- dengan orang-orang non habaib saling
- menghormati, saling mencintai. Kenapa?
- Karena rahasia gitu loh, rahasia Allah
- Subhanahu wa taala di mana sesungguhnya
- ee tetesan darah itu gitu ya. Sekali
- lagi tetesan darah itu yang melalui
- jalur biologis ada tetesan spiritual
- yang
- menjadi jalur syariah gitu ya. Oke.
- Kemudian mutiara berikutnya perintah
- untuk mujahadatun nafas, yaitu menempa
- diri, mendahulukan ketaatan kepada Allah
- dan ketaatan kepada Rasul-Nya di atas
- diri sendiri, keluarga, dan segala
- sesuatu yang menjadi kecenderungan
- hatinya.
- Jadi,
- mulailah mendahulukan perintah-perintah
- Allah.
- perintah-perintah Rasulullah gitu ya.
- Ini itu istikamah dulu te nanti setelah
- itu baru kategori
- afdaliat,
- keutamaan-keutamaan. Keutamaan-keutamaan
- itu yang datang dari Allah, yang
- dijanjikan Rasulullah maka itu
- didahulukan dibanding diri, keluarga dan
- mail barid gitu loh. Gitu ya. Itu
- setelah apa tadi? Setelah
- kewajiban-kewajiban. Kalau kewajiban
- tidak boleh ee apa namanya? Tidak boleh
- tawar-menawar menghindari larangan
- Allah. Tidak boleh ada tawar-menawar.
- Nah, baru afdaliat. Ada yang mau
- ngambil, ada yang istikamah mencukupkan
- dengan wajibat, kewajiban-kewajiban gitu
- ya. Oke.
- Baik. Jadi ini ee apa namanya? Ilustrasi
- ee yang dapat kita masuk menjadi habi ee
- hubbullah ya. untuk mendapatkan
- hubbullah menjadi
- habiballah. Habiballah tiiball hadis
- ke-27. Anas radhiallahu
- anhu. Ia berkata qala qala Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam
- wasal jalali wal
- iqram. Perbanyaklah kamu mengucapkan ya
- dzal jalali wal ikram. Wahai zat yang
- memiliki keagungan dan
- kemuliaan. Ya. Jadi, jadi begini. Ada
- orang mengatakan, "Ah, yazal jalil wal
- ikrama." Enggak itu bukan bukan apa doa
- bukan ya? Bukan doa, bukan zikir bahkan
- ee misalnya atau ya Allah, ya Allah ya
- Allah itu atau Allah, Allah itu mah
- bukan
- zikir ya.
- Bagi mereka yang menganggap e saya bagi
- mereka yang menganggap itu zikir, maka
- Anda lanjutkan. Masyaallah. Jika
- memanggil ee apa memperbanyak kalimat
- Allah atau ya zal jalali wal ikram. Ya
- zal jalali wal ikram ya itu menjadi
- connectnya semakin kuat. Falymal
- lakukan gitu ya. Karena rahasianya
- begini.
- Ya Allah, makanya ahlusunah dengan
- maksud saya ahlusunah itu adalah orang
- yang berpegang kepada sunah-sunah
- tekstual. Itu istilah saya ya, mohon
- maaf dengan orang yang ee selain selain
- ahlusunah dalam tanda petik. Tapi
- maksudnya bukan bukan terminologis gitu
- ya, tetapi maksudnya adalah orang kan
- yang
- begini ee
- misalnya dia mengucapkan
- sesuatu, melakukan sesuatu tanpa dasar
- yang
- tegas. Tanpa dasar yang tegas bukan
- berarti tidak ada, hanya tidak secara
- tekstual gitu ya. Misalnya seperti tadi
- ee berzikir dengan menyebut nama
- Allahnya misalnya apa tadi? Allah.
- Allah. Nah, kemudian dicari di
- kitab-kitabnya tidak ditemukan sehingga
- disimpulkan bahwa itu keluar dari bagian
- ajaran Islam gituah. Nah, sesungguhnya
- mereka bagi yang
- memaknainya ee apa memaknai dari
- berbagai isyarat-isyarat Quran dan sunah
- kemudian dia menggunakan dan berdoa
- dengan atau dan berzikir dengan Allah,
- Allah dan connect gitu kan. Itu yang
- saya maksudkan ee apa bukan ahlusunah.
- Nah, maksudnya bukan bukan ngikuti sunah
- tekstual gitu loh. Nah, ini di
- masyarakat itu mesti begitu. Heeh. Ada
- di antara kita kekeh kokoh dengan
- isyarat tekstual sehingga dalam tanda
- petik ee ee bukan tanda petik sehingga
- ada yang sejalan bahkan tetapi ada juga
- yang menyalahkan orang yang berpegang
- kepada tidak tekstual kepada sunah tapi
- nonekstual. Ah itu gitu ya. Nah. Ya
- Allah. Jadi memang menarik. Nah, tetapi
- saya kira mesti diakhiri gituah karena
- sesungguhnya makanya perenungan
- penghayatan terhadap Quran dan sunah itu
- menghadirkan
- berbagai menghadirkan variasi
- penghayatan. Kalau ee variasi
- penghayatan, maka oleh sebab itu akan
- muncul berbagai
- tingkatan. Tingkatan amalan maksud saya
- tingkatan amalan.
- Kalau tingkatan amalan, maka ada
- tingkatan sikap. Ee tingkatan amalan
- menghadirkan juga
- bekas-bekas atau
- asar-asar yang apa menunjukkan tingkatan
- keimanan gitu ya. Oke. Maka saya kira ee
- tidak inilah tidak menjadi urgensi untuk
- mempertentangkan tekstual dengan
- kontekstual gitu loh. Lagi-lagi mungkin
- orang bertanya tekstual dengan ah saya
- bahas berkali-kali gitu ya. Tekstual dan
- kontektual rupanya ada.
- Saya sering selalu mencontohkan ee apa
- namanya ee tekstual dan kontekstual itu
- kan
- jelas wadih
- kalimatnya. La yusollianna ahadukumul
- asro. Jelas itu. Janganlah di antara
- kamu salat asar sehingga sampai ke Bani
- Quraidah. Jelas itu. Tapi rupanya ada
- sahabat yang memahami kontekstual dan
- dua-duanya dibenarkan. Baik yang
- berpandangan tekstual maupun
- kontekstual. Masyaallah. Kalau itu ah
- berarti wajar nanti itu kejadian itu
- menjadi cikal bakal variasi
- pemahaman. Dari mana kok bisa jadi cikal
- bakal? Iya karena tadi memahami teks
- dengan kok teks saja jadi betul-betul
- ansih teks gitu. Tidak ada lagi
- penafsiran lain, tidak ada lagi diterima
- oleh Nabi. Apalagi kemudian orang mulai
- memahami masuk tafsir, masuk takwil.
- Iya, gitu loh. Maka itu pemahaman
- kontekstual. Oh iya. Ah, enggak usah
- ributlah kalau gitu. Saya tidak ada
- pentingnya ribut mempersoalkan itu gitu
- loh. Nah, bahwa kemudian meributkan
- karena untuk
- meyakini itu enggak ada masalah.
- meributkan atau mendiskusikan karena
- untuk memperdalam pemahaman tidak ada
- masalah dengan siapapun silakan berdebat
- kan gak masalah asal jangan menjadikan
- mengundang
- friksi mengundang bukan bukan ikhtilaf
- tapi mengundang tafaruk gitu loh. Nah
- kalau mengundang tafaruk maka jatuhnya
- ikhtilafnya jadi haram. Iya. Tapi kalau
- ikhtilafnya untuk memperdalam, memahami,
- untuk bisa berpegang teguh meskipun pada
- akhirnya masing-masing berbeda, tidak
- ada
- masalah. Tidak ada masalah. Ya, makanya
- ikhtilaf dilarang itu ketika bersamaan
- dengan
- tafarruquu. Kalau ikhtilaf saja bahkan
- rahmat gitu loh. Gitu ya. Oke. Ah,
- mungkinlah masa ajaran Nabi ee apa
- namanya? Tidak bisa dipegang inkonsisten
- gitu.
- Iya. Ya, Abah. Saya katakan yang
- betul-betul konsisten, yang betul-betul
- ajeg itu masalah akidah, masalah
- keimanan. Kalau sudah di luar itu,
- maksudnya sudah uraian dari keimanan
- sehingga berbentuk ajarannya
- muamalah, maka menjadi masa, maka
- menjadi bebas. Bebas yang saya maksudkan
- tentu tidak seenaknya juga, tapi bebas
- itu adalah memaknainya bisa
- variasi, mengamalkannya juga bisa
- variasi gitu loh kan. Ada apa namanya?
- Ada kebiasaan sahabat Ansar, ada
- kebiasaan sahabat
- Muhajirin, ada
- kebiasaan apa? Sahabat-sahabat Madinah.
- Bahkan kebiasaan sahabat Madinah
- dijadikan dasar di antaranya oleh Imam
- Malik tuh. Imam Malik itu ee kalau ada
- hadis tapi bertentangan dengan kebiasaan
- orang Madinah enggak diterima. E karena
- menunjukkan bahwa kebiasaan Madinah itu
- mesti dari Nabi turun turunturun dan itu
- bisa mutawatir gitu loh. Ee ya saya
- masyaallah alhamdulillah ini menarik
- sekali kajian-kajian semacam. Ah. Oke.
- Jadi, oleh sebab itu, kemudian di sini
- disarankan
- perbanyaklah biadal jalali wal ikram
- dengan ya dzal jalali wal ikram.
- Biasanya itu ada yang
- mengamalkan mm ya dalal jalali wal iqram
- itu 40 kali tiap bakda
- salat. Berarti sehari semalam 200 kali.
- Nah, gitu ya.
- mengamalkan ya zal jalali wal ikram yaal
- jalali wal ikram atau ya ya zal jalali
- wal ikram cuma ya zal jalil walam aja ya
- jal enggak minta
- cuma nyapa saja ya jalali wal iqram ya
- jal gitu nah di hati kan begini
- maksudnya nyapa terus mengingat terus
- nanti aku kalau ada perlu penuhi ya gitu
- loh tapi mintanya belum sekarang banyak
- yaal jalali wal ikram Yaal jalali wal
- ikram. Ya hambaku ingat
- aku. Kan begitu dong. Iya. Nah kan
- begitu. Hambaku tuh ingat aku. Apalagi
- misalnya ingatnya 200 kali itu dalam
- sehari. Dalam
- sehari. Maka ketika suatu saat dia
- memerlukan ya zal jalil wal Ikram ya
- wahai yang maha agung gitu kan yang maha
- mulia. Terus tak ngucapkan aja yang dia
- minta.
- Maka dipastikan Allah akan mengabulkan.
- Ee makanya zikir itu fungsinya salah
- satu
- tadi untuk ee bahasa kita
- begini. Zikir
- itu semakin banyak zikirnya semakin
- masyhur. Logikanya kan begitu. Semakin
- masyhur semakin dikenal.
- Maka ketika tiba-tiba dia tidak minta,
- tiba-tiba minta, "Oh, ini kan orang yang
- begini begini begini gitu." Karena
- masyhur. Oh, dia orang yang selalu
- nyebut nama Allah berkali-kali itu. Dia
- minta ada apa keperluannya? Ada yang oh
- penuhi. Selama ini dia tidak pernah
- minta. Ah, sekarang dia minta aku
- penuhi.
- Tapi tetap nyapa saya hello gitu loh
- zikir itu saya
- hello. Ah maka oleh sebab itu nih mohon
- maaf ya orang yang
- berinteraksi dengan
- malaikat maka diduga keras dia akan
- dimudahkan urusannya dengan malaikat.
- Amin.
- Masyaallah.
- Siapa
- yang senantiasa berinteraksi dengan Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- diduga keras dia mendapatkan syafaatnya
- gampang. Amin. Masyaallah. W selalu
- interaksi sama Nabi Muhammad kok selawat
- lah. Ke mana interaksi dengan malaikat?
- Ya, paling tidak saya
- hello ya. Itu sekali dalam sehari gitu.
- Asalamualaikum ya Jibril. Asalamualaikum
- ya Jibril.
- Asalamualaikum ya
- Mikail. 10 kelompok malaikat disapa.
- Assalamualaikum. Masa saya salam sama
- antum. Antum enggak kenal ke saya. Tiap
- tiap hari ketemu. Iya. Saya salam sama
- antum. Masa antum eh ustaz ustaz siapa
- itu ya? Masa antum enggak kenal? Saya
- kan selalu salam sama antum.
- Waalaikumsalam sehari sekali masa lupa
- sama saya. Cepat amat kau melupakan
- daku. Kan gitu. Nah, maka lah apa
- kewenangan malaikat? Mempermudah urusan
- hamba Allah yang kenal dengan
- malaikat. Malaikat tentu bukan penentu
- kebijakan.
- Tentu malaikat akan lapor ke Allah.
- Laporan. Laporan gitu. Ya Allah, ini ada
- hambamu berdoa
- begini-begini. Ya, bisa saja dia
- kemudian menjadi membuka referensinya.
- Dia itu selalu menegur saya loh tiap
- hari ya Allah gitu. Mendoakan aku.
- Assalamualaikum.
- Nah, jadi asalnya
- kan salam selawat dan e salam itu kepada
- malaikat di ini satu-satu.
- Asalamualaikum ya Jibril.
- Asalamualaikum. Nah, kemudian ee apa
- namanya? Ada ajaran tadi di dalam
- attahiyat yang sering kita baca. Iya.
- Assalamuala ibadillah
- shihin. Jadi ibadah shihin itu rangkuman
- kepada seluruh makhluk yang
- saleh. Eah. Maka tapi kalau tidak
- mengapa Anda mengurainya? Tiap ini salam
- sama malaikat gitu. Asalamualaikum.
- Asalamualaikum. Ya kan logikanya. Ah
- masa iya dia lupa sama saya. Masa iya RQ
- Atib lupa sama saya. Saya kok tiap malam
- salam sama dia. Masa Munkar Nakir lupa
- sama
- saya. Kan logikanya begini. Nah, itu ini
- syur syur dekat dengan malaikat. Sekali
- lagi kan masa iya sih seorang teman
- meskipun dia tegas ini tetap punya
- perasaan kalau mau menyiksa temannya.
- Aduh teman saya nih mau saya siksa. Aduh
- sudahlah saya ngomong dulu ah. Ya Allah
- dia itu teman saya gitu. dia kenalan
- saya kan begitu. Sekali lagi malaikat
- bukan penentu kebijakan karena seluruh
- seluruh syafaat juga kebijakannya di
- Allah. Syafaat malaikat keputusannya di
- Allah. Syafaat Rasul keputusannya di
- Allah. Syafaat dari
- mujahid syuhada keputusannya di Allah.
- Mereka hanya mengajukan proposal. Ya
- Allah, saya ini punya istri yang telah
- membela saya menyiapkan makan ini ketika
- saya memberangkat jihad, ya gitu. Nah,
- nanti Allah yang ya diterima gitu. ACC
- ah masuk gitu. Nah, maka oleh sebab itu
- kita di diajarkan untuk senantiasa
- mencari tadi mencari pintu-pintu dapat
- syafaat dari manaun. Hm.
- Bacaan Quran juga nanti ngajukan kepada
- Allah, "Ya Allah, nih anak ini atau
- orang ini itu dulu baca Quran tiap malam
- sampai dia menjaga
- tidurnya. Sampai tidurnya terganggu
- gara-gara baca aku." Kata
- Quran kata salat tahajud, "Ya Allah, dia
- tuh tidurnya kurang. Padahal saya tahu
- tidurnya jam 12.
- malam, .30 atau jam . Dia sudah bangun
- lagi. Maka saya memohonkan syafaat
- untuknya ya Allah. Tuh salat itu bacaan
- Quran dan salat. Salat tahajud bers
- salat
- tahajud salat-salat sunah setelah salat
- wajib gitu kan. Nah, maka oleh sebab itu
- saya kira
- begini ee dulu seringki dipertanyakan
- ditanyakan bagaimana untuk menjaga
- kekhusyuan. Saya bilang, "Saya enggak
- tahu. Hanya ulama yang tahu. Hanya saya
- nyampaikan pendapat ulama saja.
- Nah, tetapi kemudian saya baca-baca
- lagi,
- oh ketika kita banyak zikir f Allah,
- sekali lagi banyak zikir f Allah atau
- zikir-zikir yang pada sujud itu dibaca
- ya kan. Paling tidak kan dalam sujud itu
- ada tiga doa tuh yang tidak boleh
- ditinggal. Ya
- muqbalik
- Allahzuqni nasuhal mautama Allah inni
- asaluka husnal.
- Nah, tetapi ada orang yang mengamalkan
- ini doa ini di sujudnya itu
- ya Allah inuka
- hub atau Allahumma inni asaluka hubbak
- wubuhibbuk
- walubuna
- hubbak Allahumma inni as'aluka husnal
- khatimah. Nah, itu biasanya di tahajud
- tuh.
- Sekali lagi ya, ee saran ulama tiga tuh
- yang tidak boleh ditinggalkan. Tetapi
- jika Anda mau tambah doa-doanya gitu ya,
- sampai puas gitu loh, Bu. Sampai puas
- itu maksudnya sampai terpatri dalam jiwa
- doa-doa itu. Nah, kalau sudah terpatri
- doa-doa itu, maka
- salat insyaallah mendekati, saya tidak
- mengatakan khusyuk 100% ya, paling tidak
- mendekati 100% khusyuknya. Masyaallah.
- Amin. Karena baca Al-Fatihah saja
- tiba-tiba maknanya terbesit dalam
- hati. Kadang dia baca baca
- Al-Fatihah tidak berniat untuk nangis,
- enggak. Tapi tiba-tiba langsung ingat.
- Jadi setiap makna-makna itu
- arrahmanirrahim yang maha pemurah, maha
- pengasih. Eh ya
- Allah saya kadang meragukan rahman
- rahimnya engkau tuh.
- Padahal engkau pasti arrahman arrahimnya
- itu pasti. Tapi mengapa saya
- meragukanmu? Ya Allah. Itu baru
- arahmanirrahim tuh. Pertama
- alhamdulillah kan.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Berhenti dia
- mau bacau
- berat. Ingat ya. Kenapa saya masih ingin
- dipuji?
- Padahal cuma Engkau ya Allah yang berhak
- dipuji. Bersihkan hati hamba ya Allah
- untuk minta dipuji kepada makhluk. Tuh.
- Jadi makanya menarik sekali zikir-zikir
- itu. Oh masyaallah
- gitu. Maka kemudian
- bahkan salat sunah yang sederhana.
- Maksudnya saya sederhana itu tidak
- seperti salat tahajud yang serius tadi
- sehingga dalam sujudnya ada doa
- macam-macam. Ini doa biasa, salat salat
- sunah
- biasa. Tetapi lagi-lagi seperti serius.
- Memang serius gitu, tapi seperti serius
- itu maksudnya dia tidak meniatkan untuk
- sampai menangis sampai tapi tiba-tiba
- langsung
- connect lalu ada hubungan gitu loh ya.
- Ah, jadi ada hubungan
- konektivitas. Masyaallah. La haula wala
- quwataillah. Oke, saya kira ini maka
- doa-doa ini menjadi penting ya. Ee
- misalnya tadi dengan ee ya dalal jalali
- wal ikram. Ya jalali wal ikram. Mutiara
- yang dapat kita ambil dari hadis ini
- adalah anjuran untuk banyak membaca doa
- ini dan memulai doa dengan
- kalimat-kalimat yang disebut dalam
- hadis. Karena kalimat tersebut
- menunjukkan pujian yang sempurna kepada
- Allah dan sifat-sifat kesempurnaan
- baginya. Nah, jadi saya kira ee hal yang
- wajar sebelum kita
- meminta dalam tanda
- petik kalau di bahasa kita itu merayu
- gitu bahasa kita. Tetapi kalau dalam
- bahasa ee literatur Islam itu memuji
- memuji
- Allah sepanjang kalau bisa
- sebanyak-banyaknya memuji. Jadi kalau
- tadi pengertian sebanyak-banyaknya tidak
- harus nyari dalil lagi setelah ya dalal
- jalil wal ikram
- apa yang penting pujian tambahkan ya dal
- jalali wal ikram allahum lakal hamdu
- kama yag terus
- setelah itu kemudian selawat atas
- rasulillah Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam pertama sebagai bukti syukur
- kepada Allah selawat itu. Kedua, ucapan
- terima kasih kepada Rasulullah. Ketiga,
- mohon ampun. Jangan lupa itu. Jadi,
- selawat itu juga bisa pengertiannya
- mohon ampun. Bisa juga selawat itu juga
- mohon
- rezeki. Makanya ada ulama-ulama ee
- ditanya itu Syekh apa yang ini saya
- sudah banyak selawat aja gitu ya kan.
- Seperti lailahaillallah juga maknanya
- lailahaillallah itu adalah mohon ampun.
- Dari mana tahunya itu? Orang yang masuk
- Islam mengucapkan apa? Asyhadu alla
- ilahaillallah. Asyhadu anna muhammad
- rasulullah. Dihapus doa-doa sebelumnya.
- Masyaallah. Tuh kan balnya sama dengan
- minta ampun. Ee maka jangan Anda jangan
- merasa tidak aman membaca apapun. Selama
- itu bermuara dari syariat lakukan. Maka
- itu mengandung hal-hal yang bahkan belum
- diketahui oleh orang-orang yang
- mengetahui faedah-faedahnya itu mundel.
- Mundel itu apa ya? Mencakup gitu loh.
- Jadi mohon ampun dengan lailahaillallah.
- Jadi oh saya jarang istigfar tapi saya
- banyak baca lailahaillallah. Yakfi
- cukup. Ah saya mah sekali-kali lah baca
- istigfar. Astagfirullahalim. Ah bagus
- itu juga. Maka oleh sebab itu, bagi
- orang yang memahaminya bukan hanya
- tekstual, sekali lagi kontekstual, maka
- aduh beragama itu menjadi lapang,
- menjadi
- luas. Beragama itu menjadi media betul
- untuk komunikasi dengan Allah dan tidak
- takut salah jadinya. Kalau ini apa-apa
- salah, apa-apa finar, apa-apa bidah
- dolalah. Bukan berarti kemudian saya
- tidak menerima itu, saya juga menerima.
- Tetapi bidah dolalah kan coba tanya ya
- tanya lagi bidah itu kenanya bidah
- dolalah itu kenanya dalam masalah apa
- dalam masalah muamalah ada bidah dolalah
- tidak bingung gitu saya iya oh enggak
- itu maksudnya dalam masalah dalam
- misalnya begini marhabanan boleh gak
- tapi Nabi pernah ngerjakan enggak enggak
- enggak pernah ngerjakan tidak pernah
- ngerjakan marhabanan itu karena memang
- muncul setelah beratus-ratus
- tahun ya. Kalau Nabi tidak melakukan ya
- berarti bidah. Aduh tuh itu
- tekstual. Padahal ulama-ulama mereka pun
- menjelaskan maksudnya ulama mereka ulama
- kita juga gitu loh. Menjelaskan bahwa
- bidah dolalah itu terjadi pada ibadah
- mahdoh. Dalam ibadah saja tidak terkena
- ibadah mahdoh. E tidak terkena dolalah.
- Karena kalau dolalah misalnya kan satu
- contoh maisyah bekerja bekerja itu
- ibadah Bu ibadah atuh tapi kan karena
- bukan mahdoh maka boleh bermacam-macam
- bentuk
- kerjanya. Oh saya jadi tukang parkir
- boleh enggak? Boleh. Bukan bidah
- dolalah. Meskipun Nabi tidak pernah
- mencontohkan jadi tukang
- parkir. Mohon maaf saya tidak dalam
- rangka menjatuhkan ya. Tapi maksudnya
- saya menjelaskan
- variasi-variasi pengacara. Nabi pernah
- jadi pengacara enggak misalnya gitu.
- Iya. Oh, pekerjaan pengecar enggak. Ah,
- berarti bidah dolalah dong. Itu gak
- karena itu bukan ibadah ma mahdal. Nah,
- maka oleh sebab itu sekali lagi orang
- yang memahami itu maka kemudian
- beragamanya semakin apa? Semakin luas,
- semakin longgar. semakin yakin untuk
- senantiasa komunikasi dengan Allah terus
- gitu ya. Demikian yang dapat saya
- kemukakan sebagai pengantar.
- Wasallallahu ala nabiina Muhammadin
- walhamdulillahi rabbil alamin. Wallahu
- aam
- biswab. Alhamdulillahirabbil alamin.
- Wallahuam bisawab. Demikian ikhwan
- akhwat. Jazakumullah khairan kir. Baik
- ikhwan Ahmad, kita akan jedah sejenak
- sekarang ada takwa berikut tetap di
- radio silaturahim dan Rasil TV untuk
- Islam yang satu. Terima kasih.
- [Tepuk tangan]
- Alhamdulillahiabbil alamin. Terima kasih
- Iwan. Masih di tausiah sore bersama
- Ustaz Ahmad Saleh. Saat ini kita
- berlangsung tentang doa-doa. Kita sudah
- masuk ke sesi kedua untuk menjawab
- pertanyaan dari ikhwan akhwat. Baik,
- kita akan bacakan pertanyaan pertama
- dari Bapak Ramli di Tangerang. Ustaz,
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz mohon
- pencerahannya Ustaz. Akhlak dalam berdoa
- dalam Quran surah Ala'raf ayat
- 180 Allah berfirman, "Walillahil asmaul
- husna faduhu biha ustaz." Jazakumullah
- khairan kirsiran. Naam. Masyaallah. La
- haula wala quwwata illa billah. Pertama
- itu kan tadi sudah dijelaskan ya
- urutan-urutannya. Pert memuji Allah.
- Kemudian berselawat atas Nabi. Kemudian
- konten doa, isi doanya. Kemudian ditutup
- lagi dengan selawat atas Nabi dan ee
- pujian kepada Allah azza wa jalla. Nah,
- dalam menyeru kepada Allah gitu kan,
- maka hendaknya menggunakan asmaul husna.
- Karena tadi walillahil asmaul husna
- faduhu biha. Maka berdoalah dengan
- asmaul husna. Maka Nabi ajarkan tadi
- salah satu hadisnya dengan ya dzal
- jalali wal ikram. Ya dzal jalali wal
- ikram. Masuk tuh doa ya. Zal misal ya
- rahman irhamna. Nah ya rahman memanggil
- arrahman asmaul husna itu ya rahim ya
- Allah ya
- rabbi Allahumma gitu. Allahumma itu sama
- dengan ee ya Allah gitu ya atau ya
- Rabbi. Nah, maka oleh sebab itu para
- ulama membuat doa-doa dalam mengajari
- umat tadi misalnya dengan ee ketika
- mohon rezeki ya
- razq gitu ya. Ketika mohon keselamatan
- dunia akhirat ya
- rahim gitu ya. Mohon kemuliaan dunia
- saja misalnya ya rahman.
- Jadi masyaallah itu jadi para ulama
- membuat doa-doa itu mengajari umat itu
- dengan apa? Dengan alasan yang kokoh.
- Salah satunya tadi, oh ternyata ada loh
- ini dalam surah Al-A'raf 180 loh gitu.
- Ada panggil ya. Ah kayaknya enggak ada
- tuh Nabi doa begitu. Ah tadi lagi-lagi
- memintanya yang teks gitu. memintanya
- yang harus dijelaskan oleh Nabi. Begitu.
- Padahal lagi-lagi Nabi mengajarkan juga
- ya Zal Jalali wal
- Ikram gitu ya. Jadi banyak sekali ya
- Latif banyaklah ya. Saya kira ee banyak
- doa-doa yang saya baca juga dari ee
- karya para ulama gitu kan. Ee hanya
- karena tadi sekali lagi karena tidak
- mungkin semua doa kita hafal.
- gitu ya. Tidak mungkin semua doa dihafal
- kemudian dibaca semuanya. Kita juga baca
- doa misalnya dalam kajian kitab Riyad
- Solihin katakanlah ada 30 doa. Paling
- yang diamalkan 10 karena sudah dianggap
- memadai. Karena lagi-lagi memang
- memadai. Jangankan 10, lima saja
- memadai. Tuh gitu ya. Belum doa dan
- zikir do ya. Kadang zikir sekaligus doa.
- Kalau doa juga zikir gitu loh. Jadi
- masyaallah ya Allah ya. Maka kalau orang
- ada orang acuek aja tidak tidak
- terpancing pada
- keributan-keributan ya tetap aja
- berdoa-doa aja amalkan aja tidak ribut
- ini dan itu. Wah apa namanya isu tentang
- bidah dolalah gak ya. Ah, ya udah ente
- ribut-ribut aja. Aneh doa gitu. Nah, itu
- orang-orang justru Oh, iya ya. Saya
- bilang malah mereka yang lebih
- dewasa, merekalah yang lebih ee karena
- memang menghindari perdebatan itu di
- disarankan dianjurkan
- gitu. Kalau mau ribut-ribut aja ya. Aneh
- mau zikir
- sono. E bahkan dia zikir di keramaian
- mereka. Mereka sedang ramai, dia zikir.
- Masyaallah.
- Atau mereka ramai dia berdoa kepada
- Allah azza waalla. Nah, ini tentu ee
- doanya makam yang berbeda ya kan. Kan
- mestinya tadi Nabi juga ngajarkan ya
- makam apa doanya adalah di apa
- dilafazkan. Begitu juga Nabi. Jadi kalau
- kemudian untuk apa doa bersama ngaminkan
- oh enggak ada sunahnya itu ya.
- Ya, Anda bacanya karena Anda membaca
- bacaan yang menunjukkan tidak ada
- sunahnya ngaminkan. Ada
- itu. Nabi pernah mengaminkan doa Abu
- Hurairah. Karena Abu Hurairah dengan
- beberapa sahabat, ada tiga orang sahabat
- di masjid sedang berdoa. Nabi
- datang, "Sedang apa kalian?" "Eh,
- berhenti dulu mereka berdoanya." "Ti
- sayaang berdoa ya Rasulullah." "Sudah
- lanjutkan doanya." Lanjutkan doanya.
- dilanjutkan lalu diaminkan oleh Nabi.
- Amin. Hadza yadullu. Ini menunjukkan
- bahwa mengaminkan doa baik orang lain
- itu
- sunah. Nah, nanti kan kemudian menjadi
- ee debat table ketika doanya misalnya
- sedang
- khotbah apa juga diaminkan juga apa ah
- itulah saya kira ini fikih. Kalau sudah
- masuk fikih itu sekali lagi kembalinya
- kepada ilatnya kembalinya kepada yang
- memahami. Selama belum ada dalil yang
- tegas mengatakan itu tidak boleh, ini
- tidak ini boleh gitu maka kembali pada
- menurut saya sih boleh ya sudah boleh
- sementara gitu sampai kemudian ditemukan
- larangan yang tegas gitu. Nah oleh sebab
- itu saya kira ee apa nam
- persoalan-persoalan ini menjadi penting
- ya. Jadi sekali lagi ya. Jadi pertama
- menyeru
- Allah. Ya
- Allah.
- Allahumma ya
- Rabbi ya Rahman, ya Rahim ya Latif dan
- lain sebagainya ya. Ah jadi menyeru nama
- Allah. Salah satu nama Allah yaitu
- Asmaul Husna. Kemudian minta kepada
- Allah. Demikian saya kira yang dapat
- saya jelaskan.
- Wallahuam
- biswab. Wallahuam bisawab. Demikian Pak
- Ramli semoga dapat menjawab. E
- pertanyaan kedua dari Bapak Hadi
- Rahmawadi. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Saya lebih
- sering kalau setelah salat mengamalkan
- atau berzikir dengan kalimat istigfar
- dengan rujukan surah Nuh ayat
- 10 yaitu yang berfirman
- azubillahiminasyaitanirrajim.
- Faquaggfirbakum innahuana goar
- yursilisamaikum midror itu bagaimana
- Ustaz? Apakah boleh banyak
- kalimat-kalimat istigfar yang paling
- sahih itu istigfar yang bagaimana Ustaz?
- Terima kasih. Iya. Jadi Anda mendawamkan
- istigfar
- fayakfi. Karena istigfar itu juga selain
- memohon ampun gitu kan ada
- dua ya.
- akan dikasih rezeki oleh Allah dan
- dikasih
- keturunan. Makanya ada ulama
- ditanya ee Syekh, saya nih nikah sudah
- bertahun-tahun tapi masih belum punya
- anak. Ah, sudah pulang-pulang banyak
- istigfar.
- Istigfar. Terus datang lagi orang banyak
- hutang. Ah, sudah pulang perbanyak
- istigfar. Gitu. Jadi istigfar itu di
- dalam ayat lain itu digambarkan.
- Jadi dengan orang yang banyak istigfar
- itu akan diberikan e kesejahteraan dan
- keturunan. Nah, jadi ee ketika Anda
- memperbanyak istigfar misal, "Ah, saya
- zikirnya istigfar saya." Oh, ya istigfar
- aja udah enggak usah ribut gitu loh ya.
- Karena istigfar selain memohon ampun
- diil digambarkan tadi memohon keturunan,
- memohon rezeki gitu ya. Jadi saya kira
- tidak ada masalah. Kemudian ee apa
- istigfar? Apa yang ini saya kira
- berbagai macam istigfar selama mohon
- kepada apa? Mohon ampun kepada Allah
- falyamakmal maka lakukan misalnya
- astagfirullahalazim itu yang sederhana.
- Tapi kemudian nanti kalau Anda mendengar
- astagfirullahal gfur
- jangan disalahkan.
- Karena aladzim dengan alghfur itu
- ismullah kan mungkin mungkin jarang
- mendengar tapi pernah mendengar ada yang
- astagfirullahal gfur astagfirullahal
- gfur tidak ada masalah gitu loh. Maka
- tadi kalau mencari teksnya mungkin di
- kitab mana kita tidak menemukan. Tetapi
- karena tadi walillahi asmaul husna
- Allah punya nama-nama yang indah yang
- bagus. Fad'uhu biha. Maka berdoalah
- kepadanya dengan itu. Maka kemudian ada
- yang istigfarnya
- astagfirullahalazim, astagfirullahal
- gfur, kemudian yang lainnya gitu ya.
- Oke. Jadi saya kira ee kemudian istigfar
- e dikenal ada sayyidul istigfar ya.
- Allahumma anta rbi la ilaha illa anta
- khalaqtani wa abduka waana ala ahlika
- waika dan seterusnya gitu ya. Paling
- tidak sayidul istigfar itu dibaca sekali
- ya dalam sehari gitu. Apa bakda subuh
- apa sebelum subuh gitu ya. Sayidul
- istigfar. Nah, biasanya ada orang-orang
- yang mendawamkan sayidul istigfar itu
- dibaca bakda
- tahajud sebelum apa? Ee sebelum salat
- subuh dengan selawat. Ah, selawatnya ya
- rupa-rupa juga. Nah, ada yang baca
- selawatnya. Eh, Allahumma sholli ala
- sayyidina Muhammadin nurikari waadikal
- jari waj bihi fi kulliwari waa alihi
- wasohbihi ya
- nur. Nah, itu selawat ingin meminta agar
- akhlak
- Nabi diberikan kepadanya.
- Jadi maka karena nabi itu cahaya. Ah ya
- Allah berilah cahaya nabi itu padaku.
- Begitu ya. Maka Allahumma sholli ala
- sayyidina Muhammadin nurikari wadadikal
- jari wajmni bihi. Wajmni satukan bihi
- dengannya gitu ya. Ala kulli atwari.
- Masyaallah. Nah, maka kemudian ada orang
- yang ingin meniru Nabi itu dengan
- pendekatan mengkaji kitab-kitabnya, baca
- hadis-hadisnya, membaca sirahnya,
- membaca Qurannya. Tapi ada yang melalui
- selawat
- itu. Karena pemahamannya dia inginnya
- seperti pemahaman
- Nabi. Kan ada mohon maaf ada yang
- terlalu longgar, ada terlalu ketat. Nabi
- itu gimana sih dalam
- memberikan membimbing
- sahabat-sahabatnya, membimbing umatnya
- itu gimana
- sesungguhnya? Nah, maka selawat itu
- gitu. Masyaallah indahlah. Makanya indah
- sekali ya Allah. La haula wala
- quata wajib bihi fiulli atwar wa ali
- washbihi ya
- nur. Nah, jadi e sekali lagi ya. Jadi
- baca istigf ada sayidul istigfar yang
- masyur-masyhur aja enggak apa-apalah.
- Heeh. Misalnya yang rujukannya jelas
- bahwa bukan berarti kemudian yang
- dianggap tidak jelas kemudian tidak
- boleh. Gak. Selama maknanya
- sahih maknanya sejalan dengan tauhid
- falyaqra baca. Sudah.
- Kan banyak ulama membuat ya ee ada
- misalnya Almaurat, ada
- Haddad sudah baca sudah enggak usah
- ribut-ribut. E karena kita orang apalagi
- kita orang awam gitu loh ya. Ya, selama
- kontennya isinya itu baik, selama
- kontennya sejalan dengan ajaran
- Quran dengan sunah yang lainnya,
- falyaqro, maka hendaknya baca gitu aja
- gitu ya. Karena ee nanti kerjaan para
- ulama untuk meneliti meneliti dan
- macam-macamnya gitu ya. Nah, maka oleh
- sebab itu ada kalanya orang awam itu
- tidak boleh diajak berpikir yang
- tinggi-tinggi. Makam orang awam itu
- makamnya
- taklid. Oh, berarti taklid boleh loh.
- Siapa yang melarang
- taklid? Ya, takqlid buta. Lihat namanya
- taklid tuh. Masa harus tahu? Nah, oke
- ya. Nah, kenapa wong kita saja dikasih
- obat sama dokter enggak pernah nanya ini
- 3* 1 ya diminumnya sebelum makan. Dokter
- kenapa ini diminumnya 3*
- 1? Kenapa sebelum makan? Kenapa tidak
- sesudah makan? Kan enggak pernah nanya
- begitu juga. Kalaupun nanya Anda kan
- tidak tahu obat itu apa isinya. Dokter
- komposisinya apa? Ah, kata dokter ini
- apa? Pasen ngantri katanya gitu. Nah,
- jadi memang sudah minum aja obatnya.
- Bismillah minum obatnya gitu. Yakini
- sembuh gitu. Nah, begitu juga ada
- kalanya kita dituntut untuk
- ittiba. Bahkan kalau bisa mah sampai
- mujtahid, ijtihad. Tapi kalau enggak ya
- kita berlapang dada juga kepada
- saudara-saudara kita yang sepuh, enggak
- punya waktu untuk belajar. Hah. Maka
- untuk diperkenankan
- takqlid. Taklid buta lah. Iya. Taklid
- buta tapi
- ditingkatkan menjadi ittiba. Ittiba juga
- kita tidak 100% ittiba. Karena misalnya
- rata-rata kita ini ittibanya enggak
- 100%. Karena beragama karena kita bukan
- ahli tafsir, bukan ahli hadis, bukan
- ahli fikih dan lain sebagainya.
- kita berdebat cet gitu kan. Kata siapa
- itu ya? Kata Quran. Kata Quran. Apakah
- kita ahli tafsir? Bukan. Ah berarti
- taklid kan begitu. Takqlid kepada ahli
- taf ahli tafsir. Hadis ini begini
- argumentasinya. Emang itu hadisnya
- sahih? Sahih. Kata
- siapa? Bingung juga dia mau menjawab
- karena dia juga taklid kepada ahli hali
- hadis. Maka oleh sebab itu saya kira ee
- berharaplah kepada Allah agar
- keberagamaan kita diterima Allah sambil
- tetap meningkatkan
- pembelajaran gitu ya. Ah demikian saya
- kira yang dapat saya jelaskan.
- Wallahuam bisawab.
- Wallahuam bisawab. Demikian Bapak semoga
- dapat menjawab Pak Hadi. Berikutnya
- pertanyaan
- ketiga dari Ibu Darniati. Dua.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Saya punya
- putra 19 tahun. Alhamdulillah suka
- mengerjakan salat. Tetapi ee cepat,
- Ustaz terburu-buru. Saya baru rakaat
- pertama, dia sudah tiga rakaat. Saya
- sudah berkali-kali menasehati, tetapi
- salatnya masih seperti itu. Bagaimana,
- Ustaz, solusinya agar dia salatnya lebih
- baik lagi, Ustaz?
- Iya. Baik. Bisa jadi ketika Ibu masih di
- rakaat pertama, putra Ibu sudah rakaat
- ketiga. Pertama, bisa jadi putra Ibu
- bacaannya bacaan yang wajib-wajib saja.
- Ibu baca subhana rabbiyal adzim
- wabihamdih. Subhana rabbiyal adzim
- wabihamdih. Subhana rabbiyal adzimi
- wabihamdih. Putra Ibu bisa saja bacanya
- subhana rabbiyal adzim wabihamdih satu
- kali. Ibu tiga kali. Maka wajar 1
- banding 3. Ibu masih satu rakaat putra
- ibu sudah 3 rakaat. Itu satu ya. Yang
- kedua, jadi dia bacanya hanya wajibnya
- saja. Kemudian bacaan-bacaannya dia
- ringkas. yang sunah-sunah tidak dia
- baca. Misalnya rakaat pertama dia
- setelah baca Al-Fatihah, kita
- melanjutkan surat yang lain, anak kita
- sudah
- rukuk gitu ya. Itu itu baik sangka kita,
- ya. Nah, dinasehati, sampaikan nasihat.
- Kewajiban kita cuma menasehati bahwa
- kemudian dia tidak berubah juga enggak
- apa-apa.
- Bantu selain nasihat, bantu juga dengan
- doa. Ya Allah, anugerahkan kepada kami
- salat yang
- benar, anugerahkan kepada putra hamba
- salat yang
- benar. Gitu loh. Udah anukan aja pada
- Allah. Ternyata bisa jadi yang benar tuh
- anak kita. Bisa jadi. Masyaallah. Kita
- mah panjang-panjang tapi enggak ngerti.
- Anak kita mah pendek-pendek tapi paham.
- Bisa begitu. Makanya saya selalu
- mengatakan rahasia. Tetapi sekali lagi
- tadi ya Ibu tetap
- nasihati tapi kita hanya sebatas
- menasehati. Enggak bisa
- memaksa, enggak bisa juga memaksa,
- enggak bisa berubah dengan nasihat kita.
- Doakan. Maka semuanya menjadi baik-baik
- saja. Insya insyaallah. Tuh yakin aja
- kepada Allah. Ya Allah, mungkin ketika
- saya di dunia saya tidak melihat anak
- saya salatnya seperti yang saya
- kehendaki. Jadinya begitu kan. Karena
- kan kita tidak tahu persis salat anak
- kita itu di bagus apa tidak. Hanya
- kehendak kita mestinya ya agak
- panjanglah kan begitu.
- Bisa jadi selama hidup saya, saya tidak
- akan pernah melihat salat anak saya
- seperti yang saya kehendaki. Tapi bisa
- jadi ibu setelah ibu wafat misalnya,
- anak kita malah semakin
- khusyuk. Nah, itu apa namanya? Baik
- sangka seperti itu harus dirawat itu.
- Jadi senantiasa baik sangka aja pada
- Allah tapi tetap semuanya harus
- diupayakan. Ya, semuanya diupayakan tapi
- kembalikan kepada Al kepada Allah. Ya,
- saya kira kita juga punya anak kan
- penginnya semuanya saleh. H pengin
- semuanya anaknya salihat. Tapi kaidah
- bukan kaidah ya, ayat kauniah
- menunjukkan tidak semua bambu satu
- rumput itu lurus semuanya. Mesti ada
- yang bengkok kan begitu. Enggak apa-apa
- bengkok ya Allah. Enggak apa-apa tumbuh
- pertama bengkok. Asal nanti dia jadi
- lurus gitu. Amin. Nah, maka jadi
- memaknai itu masyaallah. Nah, tinggal
- evaluasi kenapa dia bengkok ya. Wah,
- jangan-jangan kata Imam Alghazali ketika
- mau meluruskan
- bayangan, kalau ada larang e apa
- bayangan tongkat itu bengkok supaya
- bayangan itu lurus, apa yang harus
- diluruskan? Tongkatnya. Ah,
- jangan-jangan saya sama suami saya yang
- bengkoknya sehingga berdampak kepada
- anak saya bengkok juga. Mulailah kita
- evaluasi, meluruskan diri kita. Setelah
- kita lurus belum tentu bayangan kita
- lurus. Nah, gitu ya. tetapi punya
- harapan. Ya Allah, saya serahkan
- putra-putri saya pada Engkau. Saya
- titipkan putra-putri hamba kepada
- Engkau. Ya Allah, bimbing mereka di
- jalan ridamu, di jalan yang Engkau
- sukai, dalam jalan Engkau
- cintai. Tuh, titipkan aja pada Allah.
- Lah, kita mah manusia masalahnya, tapi
- tetap upaya-upaya harus ditem ditempuh
- gitu. Demikian saya kira yang dapat saya
- jelaskan. Wallahuam bisawab. Wallahuam
- bab. Demikian Ibu Darniati
- mungkin singkat Ustaz ada satu lagi
- Ustaz. Oke boleh. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Afwan, Ustaz di luar tema
- tapi penting. Hm. Saya punya teman
- pacaran, saya bilang di cepat-cepat ke
- penghulu, cepat-cepat nikah. Dia jawab,
- "Nanti habis bulan syo. Karena adik saya
- sudah menikah belum setahun."
- Pertanyaan saya, kalau orang Islam
- apakah anaknya setahun dua kali dalam
- setahun dua kali menikah diperbolehkan
- atau tidak, Ustaz? Iya. Baik.
- Masyaallah. Saya memaknai dulu ee
- begini. Jika dia tidak repot, jangankan
- dua kali menikahkan, empat kali
- menikahkan dalam setahun
- boleh, kemudian ada larangan. Oh, enggak
- boleh menikahkan apa setahun dua kali.
- Itu karena bisa merepotkan.
- hutang belum dibayar untuk yang pertama.
- Lagi-lagi kan mohon maaf di antara kita
- kan ada yang nikahnya syari saja dan itu
- sungnya di kami itu terbiasa nikah syari
- saja itu he ngundang pengulang keluarga
- sudah sah gitu aja kan intinya mah sah
- bahwa kemudian walimah
- semampunya. Nah tetapi karena kita sudah
- kemasukan gengsi.
- Oh, saya enggak gengsi. Tapi masa
- kolega-kolega saya enggak diundang. He.
- Oke, enggak apa-apa. Anda kemudian
- ngutang ya. Masih kalau R0 juta, R juta
- masih wajar. Tapi kalau sudah R juta,
- 200 juta hanya untuk apa tadi? Walimatul
- arusy. Nah, maka kami membiasakan di
- pesantren itu kami
- membiasakan ya. Jadi dulu ya di zaman
- saya aja nikahnya cukup berapa ratus
- ribu yang penting sah. Intinya kan
- ibadah pada Allah hanya kemudian tadi
- dimasuki gengsi, dimasuki wah. Nah, maka
- kemudian menjadi
- bias. Sekali lagi bagi yang mampu mah
- silakan. Walimatul urus mau nyembelah
- apa? Nyembeleh unta, nyembelih sapi,
- nyembelih domba silakan enggak ada
- masalah. Ah, hanya bagi yang tidak mampu
- hendaknya menahan
- diri ya. Yang penting sah saja dulu
- sesuai syariat walimahnya ya tetang apa
- namanya ee keluarga dekat saja dengan
- tetangga. Saya juga kadang mikir gitu
- loh. Aduh iya ya. Masa ini misalnya
- misalnya gini masa narasumber hasil
- enggak diundang.
- masa jamaah ni enggak diundang. Ah, maka
- kemudian desekat tadi. Nah, maka oleh
- sebab itu kita juga jangan heran kalau
- ada orang tidak ngundang. Loh, kenapa
- saya enggak diundang? Ya saya kan
- sahabatnya dia. Itu bisa jadi banyak
- pertimbangan. Dia ngundang tetangganya
- saja sudah ratusan. Karena dia terkenal
- di lingkungannya, masyhur di
- lingkungannya. Sementara dia punya
- persediaan terbatas.
- Jangan sampai kemudian mendesak dia,
- menjerumuskan diri gitu loh. Maka oleh
- sebab itu, sekali pertanyaan, boleh
- enggak nikahkan setahun dua kali?
- Jangankan, saya kira dua kali, empat
- kali pun kalau mampu tidak membebani
- gitu loh, persediaannya tetap ada, tidak
- ada masalah. Misalnya anaknya kembar
- empat kan gitu. Eh, alhamdulillah
- calonnya sudah punya semuanya
- empat-empatnya. nikahin aja bareng gitu
- atau sekali lagi tadi ya cari nafas
- duluah kalau mau mengak mengatakan ini.
- Tetapi yang paling penting sesungguhnya
- tadi penyelamatan ee apa namanya
- statusnya dulu itu yang paling penting.
- Yang penting dinikahkan dulu bawa
- kemudian malimahnya ini yang penting apa
- namanya? Kalau sudah sah mau kuliah
- bareng juga enggak apa-apa. boncengan
- enggak ada apa-apa lu. Nauzubillah
- minzalik. Saya titipkan kepada Allah
- putra-putri saya. Masyaallah gitu.
- Karena tadi bahaya itu. Bisa jadi di
- hadapan kita dia terlihat saleh dan
- salihat karena sudah mulai pergaulan
- gitu ya. Di belakang kita tidak tahu. Ah
- kita lagi-lagi titipkan pada Allah. Ya
- Allah saya titip putra. Saya bukan
- penjaga mereka. Mereka terlihat baik,
- terlihat saleh dan salehah di hadapan
- saya. Tapi di belakang saya, saya tidak
- tahu, maka saya titip buat mereka. Oke,
- kembali kepada pertanyaan. Jadi,
- sesungguhnya ee kalaupun ada larangan
- itu tadi untuk menghindari persoalan
- kalaupun ada larangan gitu ya, biasanya
- itu di adat-adat ada larangan tetapi
- mesti tidak dijelaskan latar belakangnya
- kan gitu. tiba-tiba ada larangan, "Oh,
- enggak boleh kamu nikahkan anak ini."
- Nah, dari situ kita mikir sendiri, nyari
- ini sendiri. Nah, demikian. Jadi, secara
- ini yang saya tahu berdasarkan syariat
- menikahkan 1 tahun dua kali boleh gitu
- ya. Setahun dua e tiga kali boleh,
- setahun empat kali boleh selama mam
- mampu. Kalau tidak mampu minta waktu
- nantilah kalau paling tidak setelah
- panen gitu kan. Nanti ya setelah saya
- dapat gaji
- ke-13 enggak ada masalah. Asal hubungan
- mereka tetap terjaga dibatasi. Jangan
- bebas gitu. Sudah nduk kamu enggak boleh
- dulu banyak bertemu dengan si emasnya
- ya. Karena itu bisa mendorong kamu
- begini begitu. Tahan dulu aja lewat WA
- saja menyapanya. Kalau padahal
- menyapanya saja kalau orang-orang yang
- sangat hati-hati, sekali lagi yang
- sangat hati-hati itu dilarang anaknya
- komunikasi. Tapi kalau ee ee kita lihat
- banyak orang sekarang juga selama tadi
- bisa menjaga diri ini maka komunikasi
- lewat WA tidak ada masalah. Jadi lewat
- WA itu bisa haram, bisa boleh lh atau
- bisa makruh kan begitu. Tergantung
- ilatnya. Kalau si para pelakunya
- sama-sama bisa menjaga diri, menjaga
- kehormatannya, komunikasi seperlunya,
- maka wa-waan boleh.
- Tapi kalau kemudian komunikasi lewat WA
- dan yang lainnya mengundang fitnah,
- bertambah syahwat dan bersamanya dengan
- syahwat, maka
- haram. Tergantung ilat. Makanya kan
- tidak semua orang yang berwa-waan sama
- kondisinya. Iya. Surat-suratan boleh
- enggak? Surat-suratan boleh. Ah, boleh
- gitu. Tapi kalau surat-suratan itu
- mengundang syahwat dan
- waalika bisyahwatin fahukmuhu haram.
- Kalau surat-suratan tidak boleh mesti
- Nabi Sulaiman enggak ngirim surat kepada
- Ratu Saba.
- Tapi kenapa Nabi Sulaiman ngirim surah
- sama Ratu Saba? Karena bukan dengan
- syahwat, tapi
- dakwah. Masa orang mau dakwah enggak
- boleh kan begitu. Nah, maka
- dipilah-pilah hukum itu. Oh, berarti
- hukum bisa jadi berubah, bisa
- berbeda-beda. Iya, hukum itu bisa
- berbeda-beda. Sangat tergantung
- ilatnya gitu. Makanya saya bilang, "Duh,
- saya dulu gak boleh surat-suratan, tapi
- saya biloh kenapa Nabi Sulaiman ngirim
- surat?" Saya bilang gitu, kalau memang
- tidak boleh apa bukan apa namanya ee ee
- bukan mahram eh iya berarti ee iya bukan
- mahram. Kenapa Nabi Sulaiman ngirim
- sunat kepada Ratu Saba? Emang Ratu Saba
- mahramnya? Kan begitu. Nah, itu makanya
- e menarik sekali kajian-kajian tentang
- itu. Saya jadi itu saja yang dapat saya
- jelaskan. Wallahuam bisawab. Wallahuam
- bawab. Masyaallah, Ustaz. Jazakumullah
- khairan kirsir, Ustaz. Baik, Ibu Sri
- semoga dapat menjawab. Baik, Ikhwan.
- Masyaallah ee kami mohon
- maaf dari kami dan kebenaran hanya dari
- Allah. Saya Fauzi Ridwan mohon diri
- wabillahi taufik wal hidayah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam.