Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:15 Bismillahirrahmanirrahim. 0:17 Asalamualaikum warahmatullahi 0:18 wabarakatuh. 0:20 Allahumma sholli ala Muhammad wa ala ali 0:22 Muhammad. Masih dipancarkan dari jalan 0:24 Masjid Silaturahim nomor 36 Kalimanggis, 0:27 Cibubur, Bekasi. Inilah Radio 0:29 Silaturahim dan Rasil TV untuk Islam 0:32 yang satu. Apa kabarnya Iwan Ahmad di 0:35 mana pun Anda berada? Senang sekali 0:37 rasanya pada kesempatan sore hari ini 0:39 saya Fajar Hidayat ditemani Yusuf 0:41 Subangkit dan juga Muhammad Neza bisa 0:44 kembali menemani ruang dengan Iman Ahmad 0:46 semuanya dalam program acara atau sih 0:48 sore kajian syarah kitab Radus Solihin 0:51 yang setiap hari Jumat diisi oleh guru 0:52 kita Ustaz Ahmad Shoh dan alhamdulillah 0:55 guru kita sudah berada di tengah-tengah 0:57 kita Iwan Awat kita sapa saja. 0:58 Asalamualaikum Pak Ustaz. 1:00 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:02 wabarakatuh. 1:03 Kabar sehat hari ini, Ustaz? 1:04 Alhamdulillah lebih baikan. 1:06 Alhamdulillah lebih sehat, lebih 1:08 semangat. Alhamdulillah. 1:09 Alhamdulillah. Terapi jalan terus, 1:11 Ustaz, ya. 1:11 Iya, alhamdulillah terapi jalan terus. 1:13 Alhamdulillah. 1:14 Alhamdulillah. Sekarang aktivitas sudah 1:16 mulai kembali normal, Ustaz, ya. Jadi 1:18 sudah bisa mengisi ke banyak tempat 1:20 gitu, Ustaz, ya. 1:20 Sudah. Iya. Iya, betul. Hanya saja harus 1:22 selalu didampingi kalau sekarang. Kalau 1:24 dulu sendiri aja ber barber ke sana 1:26 kemari. Sekarang harus selalu 1:28 didampingi. Alhamdulillah. Masih 1:31 didampingi. Iya. Karena biasanya kalau 1:32 yang stroke itu biasanya lama, Ustaz. 1:36 Itu ininya apa ee proses penyembuhannya. 1:38 Tapi Ustaz alhamdulillah termasuk cepat 1:39 Ustaz sudah bisa aktivitas lagi, sudah 1:41 bisa berdakwah lagi. Masyaallah. 1:42 Alhamdulillah. Iya. Pertolongan Allah 1:44 saja dan karunia Allah. Alhamdulillah. 1:47 Sehingga dalam waktu kurang dari 2 bulan 1:50 saya sudah bisa beraktivitas, sudah 1:52 mulai ini lagi ngisi-ngisi lagi gitu. 1:55 Alhamdulillah atas doa dan apa nam 1:58 dukungan dari semua pendengar radio 2:00 silaturahim, pemirsa TV visual apa ee 2:05 rasil visual. Alhamdulillah saya semakin 2:08 baik, semakin baik, semakin baik. 2:10 Alhamdulillah. Masyaallah. 2:11 Alhamdulillah insyaallah Allah berikan 2:13 kesehatan yang yang maksimal, Ustaz, 2:15 untuk ustaz. Amin. Allah amin. 2:16 Dan ikhwan akhwat sudah berapa pekan ya 2:18 Ustaz Mas Salh sudah bisa kembali siaran 2:20 live di Rasil. Bagi. Jadi bagi I wan 2:22 akhwat yang ingin bisa bertanya nanti ke 2:25 Ustaz Mas Salh dipersilakan. I. 2:26 Dan pada kesempatan sore hari ini kita 2:29 masih akan melanjutkan tema seperti 2:30 pekan sebelumnya yaitu tentang 2:33 gibah yang 2:33 gibah yang diperbolehkan di sekarang 2:36 hadis dimulai dari hadis keempat 2:38 atau hadis ke-1535 2:40 dari syarah kitab Shihin. 2:42 Dan bagi Wawat yang mungkin nanti ingin 2:44 bertanya bisa dikirimkan ke layanan 2:46 WhatsApp Prasil di 0811999720 2:51 atau berinteraktif di nomor tersebut 2:53 juga sama. Baik, ee sebelum mengawali 2:56 kajian sore hari ini, mari kita buka 2:58 saja dengan membaca doa thabul ilmi. 3:00 Bismillahirrahmanirrahim. Rabbiidni 3:02 Allahumfni bimaamtani waimni mafuni 3:06 warzuqni ilman yangfa. Amin. Baik, 3:09 tafad, Pak Ustaz. 3:10 Bismillahirrahmanirrahim. 3:12 Alhamdulillahi hamdan katsiron thyiban 3:16 mubarokan fih kama yuhibuna waard. 3:21 Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la 3:25 syarikalah wa ashadu anna muhammadan 3:28 abduhu wa rasuluhu wa innahu la nabi 3:31 ba'da. Allahumma sholli wasallim wabarik 3:34 ala nabiyina Muhammadin waa alihi wa 3:38 ashabihi wam tabiahum biihsanin ila 3:42 yaumiddin. 3:43 Amma baad. Ikhwan dan akhwat pendengar 3:46 Radio Silaturahim serta pemirsa Rasil 3:49 Visual di mana pun berada. Alhamdulillah 3:53 pada kesempatan hari ini kita 3:55 dipertemukan kembali dalam upaya 3:58 memperdalam kajian syarhu kitab syarhu 4:02 riyadus shihin. Kitabus syarhi riyadus 4:06 shihin. Ee kemarin kita sudah membahas 4:10 gibah yang diperbolehkan sampai hadis 4:13 ketiga wal hadir. Sekarang kita akan 4:17 melanjutkan kajian kita mulai ee apa 4:20 namanya ee hadis keempat. Mudah-mudahan 4:24 apa yang telah kita pelajari Allah 4:26 jadikan ilmu yang bermanfaat, ilmu yang 4:29 sedikit demi sedikit kita laksanakan. 4:32 Ilmu yang jika isinya adalah mencegah 4:37 dari apa yang diharamkan, mudah-mudahan 4:39 Allah beri kekuatan kita untuk 4:41 menjauhinya. Ah, maka oleh sebab itu 4:43 ilmu yang bermanfaat tadi ya, ilmu yang 4:47 didapat kemudian diamalkan gitu ya. Ilmu 4:51 yang dipahami kemudian diamalkan. Bukan 4:54 hanya sampai diamalkan maka harus ada 4:56 tanggung jawab untuk didakwahkan untuk 4:59 diteruskan. 5:01 Karena ada empat kewajiban kita terhadap 5:04 syariat Islam atau ada empat kewajiban 5:07 terhadap Al-Qur'an. Yang pertama 5:09 kewajiban menghadiri 5:12 kajian-kajiannya. 5:14 Jadi kewajiban menghadiri kajiannya. 5:17 Halaqah Quran, halaqah syariah itu wajib 5:21 dihadiri ya. Ee kemudian yang kedua, 5:25 bukan hanya wajib menghadiri. Setelah 5:28 dihadiri wajib dipahami. 5:31 Meskipun tadi wajib itu adalah ee apa 5:35 namanya? fardu kifayah gitu ya, wajib 5:37 dipahami. 5:39 Tetapi kalau ada orang yang kemudian 5:41 ngantuk gitu ya, sebaiknya memang ee apa 5:45 namanya? Pertama kalau ngantuk tidak 5:47 harus dibangunkan, hanya rugi saja dia 5:50 tidak mendapatkan ilmu gitu ya. Setelah 5:53 mendapatkan ilmu pemahaman maka 5:56 diamalkan. 5:58 Setelah diamalkan, sampai di situ 6:01 selesai tidak? Tidak. 6:03 harus juga di didakwahkan. Jadi ada 6:05 empat kewajiban ya terhadap syariat atau 6:08 terhadap Al-Qur'an. Okeyib kita 6:12 lanjutkan hadis keempat ya untuk tidak 6:15 memperpanjang percakapan. 6:17 Wa zaid ibni arq radhiallahu anhu q 6:22 khjna ma rasulillahi shallallahu alaihi 6:25 wasarin 6:28 asidatun 6:30 faq abdullah ibnuillahi 6:39 waqinal 6:48 Rasulullahi shallallahu alaihi 6:50 wasallamakbuhuika 6:54 faasala abdillah ibni ubay ftahada 6:58 yaminah ma faala faqala kadaba zaidun 7:03 rasulallahi shallallallahu alaihi 7:06 wasallam fawaqoa fi nafsi mimma quhu 7:11 syiddatun hatta anzallahu taala tasdiqi 7:23 alaihi wasallam liastagfirlahumalau 7:29 falawau falawau ruusahum muttafaqun 7:33 alaih. Jadi dari Zaid bin Tsabit 7:38 eh dari Zaid dari Zaid bin Arqam semoga 7:41 Allah meridainya. Ia berkata, "Ketika 7:44 kami berada dalam perjalanan bersama 7:47 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, 7:50 tiba-tiba rombongan itu mendapat 7:52 kesulitan, syiddah, kesulitan." 7:56 Kemudian Abdullah bin Umar ee kemudian 7:59 Abdullah bin Ubay berkata, "Janganlah 8:02 kalian membantu ya tunfiqumaknai 8:07 membantu ya. Janganlah kalian membantu 8:09 orang-orang yang bersama dengan 8:12 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 8:13 agar mereka terpencar-pencar. 8:17 Abdullah bin Ubay juga berkata, 8:19 "Seandainya kami telah sampai kepada ee 8:22 terpencar kembali di Madinah, niscaya 8:25 orang-orang yang terhormat itu akan 8:28 mengusir orang-orang rendah. Kemudian 8:31 aku datang kepada Rasulullah," kata Zaid 8:33 bin Arqam. Kemudian aku datang kepada 8:37 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 8:39 untuk menyampaikan hal itu. 8:42 Ee 8:44 apa? Untuk menyampaikan hal itu kepada 8:46 beliau. Lalu beliau mengutus seorang 8:48 untuk memanggil Abdullah bin Ubay. 8:52 Tetapi ia tidak mengakui perbuatannya. 8:55 Jadi Abdullah bin Ubay mengingkarinya 8:58 ee mengakir yang demikian itu dan 9:00 menguatkan dakwaannya. 9:03 Ya, fajta yaminahu. Ah, itu menguatkan 9:06 dakwaannya dengan bersumpah. Sehingga 9:10 orang-orang berkata akhirnya Zaid telah 9:13 berdusta kepada Rasulullah sallallahu 9:16 alaihi wasallam. Zaid telah berdusta 9:18 kepada Rasulullah sallallahu alaihi 9:19 wasallam. Maka hatiku gelisah, kata Zaid 9:22 akibat apa yang mereka katakan itu. 9:25 Hingga akhirnya Allah Taala menurunkan 9:28 wahyu untuk membenarkanku 9:31 apabila orang munafik apabila 9:33 orang-orang munafik itu telah datang 9:36 kepadamu. Itu di dalam surat almunafiqun 9:39 ayat 1. Kemudian Rasulullah sallallahu 9:41 alaihi wasallam mengajak mereka untuk 9:43 berhenti berbuat munafik agar Rasulullah 9:47 memintakan ampunan bagi mereka. Tetapi 9:50 mereka menggelengkan kepala muttafaqun 9:54 alaih. 9:56 Ini kalau di zaman Nabi ada sahabat yang 9:59 dizalimi langsung dibela oleh 10:02 Rasulullah, oleh Allah turun ayat. Nah, 10:05 gimana kalau sekarang ayat sudah tidak 10:08 turun lagi? Maka apa? Maka ee apa kita 10:12 menghukumi secara zahir? 10:15 Tidak apa-apa. Kemertian tadi misalnya 10:18 seperti sekelas Zaid bin Arqam 10:20 didustakan 10:22 ya karena memang tidak pernah saksi 10:24 misalnya. Ah kemudian siapa? Ee Abdullah 10:28 bin Ubay bersumpah. Memang orang yang 10:30 menuduh bersumpah. Adapun yang 10:32 melaporkan harus mengajukan bukti gitu 10:35 loh. Nah tetapi yang melaporkan tidak 10:38 mengajukan bukti sementeri dia berani 10:41 bersumpah gak apa-apa. Kenapa enggak apa 10:43 nanti di pengadilan Allah diselesaikan 10:47 gitu. Kalau di zaman Rasul turun ayat. 10:50 Nah, karena sekarang ayat sudah tidak 10:52 turun lagi gitu loh ya. Ee padahal 10:56 meskipun demikian ada sesungguhnya 10:58 upaya-upaya yang bisa diketahui dengan 11:02 kesungguhan dengan ya berbanyak banyak 11:05 ciri ya banyak ee isyarat yang dilakukan 11:09 orang. nya bersusta begini biasanya. Ee 11:13 nah maka hakim itu kalau berijtihad 11:15 masyaallah gitu ya. Tetapi sekali lagi 11:18 kalau kembali kepada normatifnya kepada 11:21 standarnya tadi sumpah ya yang menolak 11:25 itu bersumpah yang menuduhnya mengajukan 11:28 bukti. 11:29 He. 11:30 Bukti itu di antaranya saksi. Oh itu 11:32 saksinya si anu. Nah ini tidak ada saksi 11:35 ada dan dia berani bersumpah. Maka 11:38 sesungguhnya yang dimenangkan yang 11:40 bersumpah. 11:41 Ah, tapi kemudian turun ayat ya yang 11:45 mengatakan bahwa orang-orang munafik itu 11:47 mengatakan kaz kaz sebagaimana surah 11:50 almunafiqun 11:51 ayat 1. Nah, itu di zaman Nabi enak tuh 11:55 ya diclear persoalannya. Kenapa? Karena 11:58 di apa? Dibenarkan atau disalahkan. 12:02 dibenarkan atau disalahkan oleh w oleh 12:04 wahyu. Tapi kalau zaman sekarang ya 12:07 berdasarkan 12:08 dohir ini zir apa? Zhir hukum. Kalau dia 12:14 berani bersumpah berarti dibenarkan. 12:17 Makanya kenapa sumpah palsu itu dosanya 12:21 besar? 12:24 Kalau orang sudah bersumpah demi Allah 12:26 sudah dibenarkan. 12:28 Iya 12:28 dibenarkan. Itulah sebabnya Nabi Adam 12:31 kenapa mempetik buah? Karena iblis 12:34 bersumpah atas nama Allah. Tuh, 12:37 makanya tuh dosa besar sekali itu iblis 12:40 tuh. Kenapa? Karena bersumpah atas nama 12:43 Allah dengan berdusta sehingga 12:46 menggelincirikan Nabi Adam. Nabi Adam 12:48 salah apa enggak? Ahah. Para ulama 12:50 berbeda pendapat ya. Adam kan melakukan 12:53 itu karena percaya kepada sumpah iblis. 12:57 Hm. Ya, gitu. Makanya orang kalau sudah 13:00 bersumat demi Allah dibenarkan. Kalau 13:03 sampai terbukti nanti, oh ternyata 13:05 sumpahnya bohong, ada buktinya. Nah, 13:08 kalau tidak terbukti kedustaannya tetap 13:11 dibenarkan sumpahnya. 13:12 Heeh. 13:13 Nah, kalau di zaman Nabi sumpahnya 13:15 salah, langsung turun ayat kasih tahu 13:18 gitu. Kalau zaman sekarang enggak gitu 13:21 ya. Tapi tetap sabar gitu. Ah, itulah 13:25 makanya kehidupan itu nilai. Maka 13:28 sebagian ulama salaf mengatakan, "Kita 13:31 tidak mungkin masuk surga kalau tidak 13:33 diuji gitu loh." Jadi mereka kalau diuji 13:37 itu senang karena punya peluang untuk 13:39 masuk surga, untuk diampuni dosa-dosa 13:43 gitu loh ya. Nah, kalau kita kan aduh 13:46 meratap aduh kenapa kok orang begitu 13:49 enggak percaya saya. Masa sih kalian 13:51 enggak percaya sama aku? ya karena kamu 13:54 tidak bisa ngajikan bukti gitu loh ya. 13:57 Masa saya juga harus mengetahui 13:59 sebagaimana perasaan hatimu tidak. Maka 14:03 tetap gitu ya. Nah, jadi bagi 14:06 orang-orang yang dizalimi di dunia gitu 14:09 ya kan jelas tuh orang-orang durjana 14:12 mesti bersumpah palsu. Sumpah palsu 14:14 dijadikan tapi ingat sumpah palsu itu 14:18 dosanya besar. 14:21 Ah, terus yang bersabar, yang dizalimi. 14:24 Ah, makanya orang yang sabar, yang 14:25 ikhlas itu e ng enggak bil pusing. Ya, 14:28 serahkan aja pada Allah lah. Ya Allah, 14:30 terserah Engkau gitu loh. Ah, saya ini 14:32 diterima terima gitu loh. Kalau tidak 14:36 ada hal yang membela membela dirinya 14:40 gitu loh. Nah, maka tetap kembali kepada 14:43 hukumnya. Kalau hukumnya tidak tidak 14:45 terbukti ya tidak terbukti. masa ia juga 14:48 hakim juga harus tahu ee perasaan 14:50 orang-orang gitu loh. Ee tak masa juga 14:54 si hakim harus tahu, oh dia orang 14:57 berdusta atau kecuali ada tanda-tandanya 15:00 yang mengarah kepada kedustaan. 15:03 Kan mohon maaf ee hakim juga tidak 15:06 semuanya mampu mengetahui sebagaimana 15:09 mengetahuinya orang-orang yang 15:10 mengetahui kan begitu ya. Itu jadi 15:13 begitu ya. Nah ini ee apa namanya? 15:17 Eh, 15:19 yang fadu mereka terpeca fajta yamin 15:22 bersungguh-sungguh dalam sumpahnya. 15:24 Maksudnya meneguhkan sumpahnya dengan 15:26 mengulang-ulang gitu ya. Yamin itu 15:29 sumpah. Nah, kemudian ikhwan mutiar yang 15:34 dapat kita lihat dari hadis ini boleh 15:37 menyebarkan rahasia orang-orang mukmin 15:40 dan para pengkhianat. Dan hal itu tidak 15:43 dianggap gibah. Jadi menceritakan 15:46 Abdullah bin Ubay seperti ini itu bukan 15:49 gibah. Boleh itu ya. Heeh. Karena apa? 15:53 Karena ini suatu kasus yang harus 15:56 diselesaikan 15:57 gitu loh. Nah, jadi ee Ubay ee apa nama? 16:02 Ubay ee Abdullah bin Ubay sampai sumpah 16:05 diceritakan. 16:08 Kemudian tadi apa? Eh, Zaid bin Arqam 16:12 dikhianati boleh dibilang gitu ya. Boleh 16:15 diceritakan gitu ya. Oke ya. 16:19 Baik kita lanjutkan pada hadis kelima. 16:22 Waan Aisyah radhiallahu anha qat qolat 16:26 hindun imroatu Abi Sufyana lin nabii 16:31 shallallahu alaihi wasallam. Inna aba 16:34 sufyana rulun sahihunini 16:40 ma yakfini waadi illa ma aktu minhu 16:45 wahua la ylam q 16:49 ma yakfiki 16:52 wawaladaki bil maruf muttafaqun alaih. 16:55 Dan dari Aisyah semoga Allah meridainya. 16:59 Ia berkata, 17:02 "Telah berkata qalat Hindun." Telah 17:05 berkata Hindun. Imroatu Abi Sufyan 17:08 istrinya Abu Sufyan kepada Nabi 17:11 sallallahu alaihi wasallam. Kata Hindun, 17:13 "Inna Abu Sufyan." Sesungguhnya Abi 17:16 Sufyan rajulun sahihun. 17:19 Syahih. Bukan shahih. Tapi sahih. 17:24 Sahih itu pelit gitu ya. Kikir ya. 17:29 Dia tidak memberikufini 17:32 apa mencukupiku 17:34 waadi dan anak-anakku 17:37 ma aku. Kecuali aku mengambil minhu 17:40 darinya. 17:42 Wahua la y'lam dan dia tidak 17:44 mengetahuinya ketika saya ngambil. Loh. 17:47 Jadi ini bagi para istri yang tidak 17:50 dikasih uang belanja 17:53 ya. Padahal suaminya kaya [terkesiap] 17:56 bahkan juga tidak diberi nafkah. 17:58 Anak-anaknya juga tidak dicukupi, boleh 18:00 ngambil tanpa semengetahuan suaminya. 18:03 Tuh dengan catatan apa? Tidak diberi 18:07 nafkah, tidak diberi uang dapur gitu loh 18:11 ya. Tidak diahi layak wahua lay. Padahal 18:14 dia tidak mengetahuinya. Qala. Maka Nabi 18:16 mengatakan, "Khudi ambillah ma yakfiki." 18:21 Apa yang membuatmu cukup? Wawaladaki dan 18:25 anak-anakmu. Jadi, ambillah apa-apa yang 18:28 mencukupkanmu dan anak-anakmu bil marruf 18:31 dengan cara yang baik. Hza hadisun 18:35 rawahu Bukhari wa Muslim. Hadis ini 18:37 riwayat Bukhari dan dan Muslim. Jadi 18:41 ee apa namanya? bukan kategori mencuri. 18:46 Seorang istri yang tidak dinafkahi, 18:49 anak-anak yang tidak dinafkahi. 18:52 Dinafkahi tapi enggak cukup 18:55 gitu ya. Padahal suaminya kaya, suaminya 18:58 mampuh. 19:00 Ah, sementara istri dan anaknya tidak 19:03 tersantuni dengan benar. Ya, tersantuni 19:06 tapi pas-pasan. 19:08 Kadang dia harus puasa misalnya pagi 19:11 makan. 19:13 siang enggak, 19:14 malam enggak, besok pagi lagi makan gitu 19:18 loh. Ee siang enggak, sore makan, pagi 19:21 enggak, siang makan dan seterusnya gitu. 19:25 Nah, itu padahal sekali lagi dia mampu, 19:28 suaminya mampu untuk menyantuni, memberi 19:31 nafkah, tapi suaminya tidak 19:33 melakukannya. Maka ini Hindun ini 19:37 ngambil tuh dari sakunya Abu nama Abu 19:41 Sufyan. tanpa sepengetahuan Abu Sufyan. 19:45 Maka kata e apa? Kenapa? Karena Nabi 19:47 menyuruhnya gitu ya. Khud ma yakfiki 19:52 wawadaki bil maruf. Tuh gitu ya. Jadi 19:56 boleh dengan catatan tadi. Tapi kalau 19:59 sudah kasih cukup jangan coba-coba gitu 20:02 loh ya. Minta izin tetap sama suaminya. 20:06 Atau atau ada kesepakatan, Mas. Kalau 20:09 engkau sedang tidur atau engkau sedang 20:10 mandi, aduh kebetulan mendesak ya aku 20:13 boleh ngambil enggak? Nanti aku laporan 20:14 ya boleh gitulah. Tapi kalau tidak ada 20:18 kesepakatan seperti itu, jangan 20:20 coba-coba. Meskipun untuk sodqah. 20:25 Misalnya 20:27 ada petugas dari masjid narikin infak ke 20:31 rumah-rumah gitu loh. Suami kita sedang 20:34 tidur, bilang aja, "Mohon maaf ya, suami 20:37 sayanya lagi tidur gitu. Saya belum 20:40 dikasih untuk itu gitu loh. Terus terang 20:43 aja enggak masalah gitu loh ya. Nah, 20:46 jadi ee tapi kalau misalnya diduga kelas 20:49 suaminya akan rida ya ambil aja." 20:52 Kemudian dia laporan, "Mas, tadi aku 20:54 ngambil Rp100.000 20:56 untuk apa namanya? Ada acara di masjid 21:00 gitu loh. Mendadak gini gini gini harus 21:03 sehari ini." K enggak apa-apa gitu. Tapi 21:06 kalau diduga akan tidak rida suami kita 21:10 jangan gitu ya. Oke. Nah, ini saya kira 21:14 ee hadis kelima dengan mutiara dapat 21:16 kita pahami dari hadis kelima. 21:21 Salah satu dari suami dan istri boleh 21:23 menyebut kejelekan pasakannya pada saat 21:26 meminta fatwa. Jadi kalau mau minta 21:29 fatwa, minta diselesaikan urusannya, 21:31 boleh tuh menceritakan 21:34 bukan ya kekurangan atau apa ya apa yang 21:39 dilakukanlah yang dianggap aib oleh 21:42 pasangannya gitu ya. Karena tindakan 21:44 tersebut mengimplikasikan hukum syariat 21:48 gitu loh. Kemudian yang kedua, seorang 21:50 istri boleh mengambil haknya dari harta 21:53 suaminya tanpa seizin suaminya apabila 21:56 suaminya tidak memberi haknya tanpa 22:00 alasan yang benar. Itu digaris bawahi 22:02 tuh ya, tanpa alasan yang benar. Kalau 22:05 suaminya tidak memberi haknya tanpa 22:08 alasan yang benar. Kalau suaminya punya 22:11 alasan yang benar, jangan coba-coba 22:14 gitu. Misalnya suaminya setiap kebutuhan 22:18 diurai gitu, makaasih prioritas. Oh, ni 22:21 untuk anaknya nih. 22:23 Pendidikan anaknya didahulukan. Oh, ini 22:26 oh untuk makan mah bisa bisa diirit 22:29 misalnya gitu. mestinya kali cukup dua 22:32 kali makan gitu loh. Jadi ketika dua 22:35 kali makan kan kita nanya sebagai istri, 22:37 "Loh, kenapa dikasih jatah cuma untuk 22:40 dua kali makan?" Padahal kan biasanya 22:43 begini, "Karena kan anakmu minta uang 22:45 SPP ini begini begini, sementara 22:48 penghasilanku bulan ini begini begini 22:50 begini." Ya, itu berarti ada alasan yang 22:52 benar. Tapi kalau tidak ada alasan yang 22:55 benar, istri boleh mengambil kekurangan 22:58 kebutuhan itu gitu. Nah, ini hal yang 23:02 dibolehkan dalam rumah tangga. Nah, ini 23:05 saya kira apa namanya? Gibah yang 23:08 diperbolehkan sampai hadis kelima. 23:11 Demikian saya kira sebagai pengantar 23:13 kajian ee sore hari ini. Ee wasallallahu 23:17 ala nabiina Muhammadin walhamdulillahi 23:20 rabbil alamin. [berdehem] 23:21 Wallahu aam bisawab. 23:26 Ya, Iwan akhwat. Ee demikian penyampaian 23:29 materi yang disampaikan oleh guru kita 23:30 Ustaz Dam Saleh yang tadi Ustaz 23:32 menyampaikan temanya yaitu tentang gibah 23:34 yang diperbolehkan. Ada dua hadis tadi 23:36 yang disampaikan dan bagi Iwan Wan 23:38 Akhwat yang ingin bertanya dipersilakan 23:41 dikirimkan ee WA-nya di 0811999720. 23:48 Jangan ke mana-mana Iwan Ahmad. Kita 23:50 akan kembali setelah n takwa berikut 23:52 ini. Tetap di radio silaturahim dan 23:53 hasil TV untuk Islam yang satu. 23:59 [musik] 24:11 Radio Silaturahim dan Rasil TV untuk 24:13 Islam yang satu para pendengar kami yang 24:16 ada di Sela Batam, Tansa FM Sukabumi dan 24:19 juga di Bondowoso, di Banyuwangi dan 24:22 juga di Sigli Aceh dan juga di Radio 24:24 Surhim Yogyakarta saat ini. Ini kita 24:26 kembali dalam program acara tausiah sore 24:28 kajian syarah kitab Riyadus Shihin 24:30 bersama guru kita Ustaz Ahmad Saleh yang 24:32 pada kesempatan sore hari ini Ustaz 24:35 Ahmad Saleh menyampaikan temanya yaitu 24:37 tentang gibah yang diperbolehkan. Tadi 24:39 ada dua hadis yang disampaikan dari bab 24:42 gibah dan sekarang kita sudah memasuki 24:45 sesi tanya jawab. Bagi WNW yang ada 24:47 pertanyaan bisa dikirimkan ke WhatsApp 24:49 berhasil di 0811999720 24:52 [mendengus] 24:54 ataupun berinteraktif di nomor yang 24:56 sama. Ikhwan akhwat. Dan sekarang kita 24:58 sudah memasuki ee tanya jawab. Kita 25:01 bacakan saja Ustaz. 25:03 Iya. 25:03 Ini ada selain ada ee bertanya ada juga 25:07 atensi-atensi yang mendoakan Ustaz Ahmad 25:08 Saleh. Masyaallah. 25:10 Dari Ibu Sundari. Masyaallah. 25:12 Alhamdulillah. Semoga Ustaz Ahmad Saleh 25:14 selalu sehat, selalu dalam lindungan 25:16 Allah. Sukses selalu untuk Rader Rasil 25:18 sedang. 25:18 Amin. Allahum amin. Barakallahu fikum. 25:21 Alhamdulillah. Ada juga dari Ibu Darma 25:23 di Bekasi. Alhamdulillah Ustaz sudah 25:25 sehat kembali. Kita hanya bisa mendoakan 25:28 juga selalu nunggu-nunggu tausiah juga 25:30 ilmunya, Pak Ustaz. 25:31 Alhamdulillah. Jazakumullahu khairan. 25:34 Alhamdulillah. 25:34 Alhamdulillah. Ini tadi yang habis hadir 25:37 pengajian di lingkungan. Alhamdulillah 25:39 bisa menyimak tausiah ustaz pada sore 25:40 hari ini. 25:41 Barakallahu fikum. Ada juga dari Ibu Nan 25:43 Fatimah. Alhamdulillah menyimak tausiah 25:46 Ustaz Amad Saleh. Semoga Ustaz Amh Kak 25:49 Fajar dan kru Rasil sehat sehat walafiat 25:52 selalu dalam lindungan Allah subhanahu 25:54 wa taala. Amin. Amin. Terima kasih Ibu 25:56 Ibu Fatimah 25:57 ini rajin salah satu koordinator kopdar 26:00 tahsin Pak Ustaz. 26:01 Oh masyaallah barakallah fik. 26:02 Jadi ee tahsin pagi Al-Qur'an yang jam 26:04 5. subuh itu setiap bulan sebelum 26:06 mengadakan 26:07 kopdar kumpul para pendengarnya dengan 26:09 Masyaallah. Masyaallah. sebagai 26:11 koordinatornya. 26:12 Nam. Namam. Barakallahu fikum. 26:14 Masyaallah. 26:15 Alhamdulillah. Dan sekarang kita ke 26:17 pertanyaannya, Pak Ustaz. 26:18 Naam. 26:18 Pertanyaan pertama datang dari Bapak 26:21 Joko di BSD. Asalamualaikum, Ustaz Dam 26:24 Saleh. 26:25 Waalaikumsalam [berdehem] warahmatullahi 26:27 wabarakatuh. 26:28 Kita lihat para pembantu presiden alias 26:31 menteri-menteri dan juga presiden itu 26:33 kan sudah disumpah di atas Al-Qur'an, 26:36 tapi sudah sumpah di atas Quran, namun 26:39 masih menjalankan kejahatan. 26:42 juga misalnya seperti korupsi dan 26:44 berarti melanggar sumpahnya di atas 26:46 Al-Qur'an. Maka para menteri dan itu ee 26:50 kena azab ya, Pak Ustaz Syukron. 26:52 Masyaallah. Barakallahu fikum. Semoga 26:55 Allah merahmati orang yang bertanya dan 26:59 membimbing orang yang akan menjawabnya. 27:01 Masyaallah. Naam. Maka sesungguhnya di 27:05 zaman kepemimpinan Islam, di zaman 27:08 kekhalifahan 27:10 ya mereka tidak mau dianggap apa 27:13 diangkat jadi pejabat. 27:15 Ribut dulu marah-marah mau diangkat jadi 27:18 pejabat itu gitu loh. Kenap takut siksa 27:22 Allah, takut tidak adil. Nah, sekarang 27:26 zaman berubah. 27:28 Keimanan semakin menipis. 27:31 Keimanan kepada Allah dan hari akhir 27:33 sudah semakin menipis. Maka sekarang 27:37 sumpah palsu pun dijadikan alat untuk 27:40 mendapatkan jabatan. Padahal dulu para 27:43 sahabat disodorkan jabatan menolak. 27:47 Sehingga Abu Bakar ketika mau mendujuk 27:50 Bilal bin Rabah, "Ya Bilal, 27:53 apa engkau akan melihat aku, membiarkan 27:56 aku mengurus umat ini seorang diri? Aku 28:01 hendaknya engkau jadi gubernur di sana. 28:03 Disebutkan satu tempat lah ya Abu 28:06 Bakrin. Tidak wahai Abu Bakar kata Pilad 28:09 bin Rabah. Apakah engkau akan membiarkan 28:12 aku ngurus umat ini seorang diri? 28:15 Tidak ya Abu Bakar. Kata siapa? Kata 28:19 Bilal bin Romah. Apakah karena engkau 28:21 dulu membebaskan aku sehingga engkau 28:23 menunjuk aku seenaknya jadi gubernur? 28:26 Tuh [tertawa] siapa? debat dulu ramai 28:29 itu gitu loh ya. Karena dulu paradigma 28:33 dulu kepemimpinan dulu itu amanah. 28:38 Kalau sekarang bukan amanah 28:42 apa paradigmanya ya. Jadi pemahamannya 28:45 oh jabatan itu adalah alat kekuasaan, 28:50 alat untuk meraup keuntungan. Itu 28:53 paradigma sekarang. 28:55 Maka meskipun sudah disumpah atas nama 28:58 Allah berdasarkan kitab sucinya, 29:02 ya ini saya menyebutnya kitab suci ya. 29:06 Kitab sucinya ada yang dengan Quran dan 29:09 lain sebagainya maka kemudian tetap saja 29:12 dia melakukan hal-hal yang tidak 29:14 diinginkan. Sangat jarang kalau enggan 29:17 mengatakan tidak ada 29:20 yang jujur, yang amanah itu. Kenapa? 29:23 Karena tadi, oh ini alat kekuasaan. Oh, 29:27 ini alat untuk begini. Pernah di zaman 29:30 ee apa namanya ee 29:33 kepemimpinan-kemimpinan sebelumnya ada 29:35 menteri yang tidak punya rumah, tidak 29:38 punya mobil, ada. Itu masih masyaallah 29:41 masih zaman keemasan. Zaman keemasan tuh 29:44 itu ketika kejujuran menjadi nomor satu. 29:48 Tapi sekarang orang jujur di depak. 29:51 Iya. Orang jujur itu malah dipecat. 29:55 Bagaimana bisa berkah gitu loh. Bagi 29:58 mereka mungkin berkah. [berteriak] 29:59 Mereka dalam tanda petik, numpuk harta 30:02 tapi dia tidak tahu anak dan 30:04 keturunannya besok-besok akan merasakan 30:07 akibat-akibat yang tidak didukanya. Tuh 30:11 gitu loh. Maka oleh sebab itu saya 30:14 menyeru dan mengajak kepada orang yang 30:16 diberi kekuasaan entahnya jujur dan 30:18 amanah sebelum azal menimpanya. 30:22 Kalau sudah azan menimpa sementara dia 30:24 masih mengkhianati rakyatnya, 30:27 nauzubillah. Dia haram mencium baunya 30:29 surga bersama rakyat. Rakyatnya sudah 30:32 masuk surga, dia masih dihisab pada 30:35 bahkan harus mampir dulu ke neraka. 30:37 Nauzubillah tumma. Nauzubillah. Nah, 30:40 maka oleh sebab itu saya kira kepada 30:42 para pemangku kekuasaan, para pejabat ya 30:47 tadi 30:49 bagaimana caranya gitu loh ya. Bahwa 30:53 kemudian ah nanti saya kalau jujur nanti 30:55 saya didpak. Gak apa-apa didepak karena 30:59 jujur lebih baik, lebih utama dibanding 31:02 bertahan di dalam kemaksiatan, berdaham 31:05 dalam komunitas 31:07 durhak kedurhakaan. 31:10 Masyaallah. La haula wala quwwata illa 31:12 billah. Nah, maka oleh sebab itu saya 31:14 kira ee ya evaluasi sajalah. Saya tidak 31:18 harus nunjuk pejabat pejabat B gitu. 31:20 Karena saya tidak ngerti 100% karena 31:23 saya bukan malaikat gitu loh. Nah, hanya 31:26 saja evaluasi diri semuanya. Semua pihak 31:28 evaluasi diri, 31:31 semua pejabat evaluasi diri, termasuk 31:34 ustaz-ustaz yang ini juga evaluasi juga 31:36 sama gitu loh, evaluasi diri. Mumpung 31:40 Allah masih memberikan kesempatan. Nah, 31:43 jadi yang bersumpah atas nama Allah 31:46 kemudian melanggarnya maka di apa? 31:50 Diancam dengan siksaan yang sangat 31:52 berat. Paham ya? Saya kira tidak harus 31:55 dijelaskan lebih detail lah. Paham? 31:57 Justru gitu loh ya. Maka oleh sebab itu 31:59 hendaknya kita bertobat, perbaiki diri 32:02 gitu loh ya. Baik sembunyi-sembunyi 32:05 maupun terang-terangan memperbaiki diri. 32:08 Nah, kita istikamah dalam kejujuran 32:11 siapa tahu jadi contoh dan teladan. 32:14 Bukan hanya ditakuti akan dipecat bahkan 32:16 bisa menjadi contoh dan teladan. Loh, di 32:20 saat orang-orang durhaka, di saat 32:22 orang-orang korupsi, di saat kok dia 32:25 malah jujurnya seorang diri. 32:27 bertahan lagi gitu loh. Ketika mau di 32:30 apa? Mau didepak, mau dipecat, yang 32:32 mecatnya dipecat duluan. Nah, gitu. Itu 32:35 pya gantungkan kepada Allah. 32:39 Gantungkan kepada Allah. Nanti kalau 32:42 kemudian Anda tidak bisa bertahan di 32:44 dalam ee apa namanya? dalam lingkungan 32:48 kepemimpinan, maka Anda ditempatkan di 32:50 tempat lain untuk bisa membentuk 32:52 kepemimpinan baru. 32:55 Nah, di kepemimpinan sini komunitasnya 32:58 komunitas durhaka. 33:00 H 33:00 kemudian Anda jujur, kemudian Anda 33:03 dipecat, maka Anda oleh Allah akan 33:05 ditempatkan di tempat dengan komunitas 33:08 orang-orang taat, orang-orang saleh gitu 33:10 loh. Bisa? Bisa. Kenapa tidak? Lihat 33:13 saja nanti gitu loh. Banyak sekarang itu 33:16 harokah-harokah 33:18 ya, ormas-ormas yang bisa membentuk 33:20 seperti itu. Meskipun juga tidak bisa 33:22 dipungkiri. Ada ormas-ormas juga sama 33:25 jadi ikut durhaka karena dekat dengan 33:27 para pejabat durhaka gitu. Tapi ada 33:30 ornas yang itu istikamah dia menghindari 33:36 interaksi dengan kedurhakan kedurhakan 33:38 istikamah menyeru kepada kebaikan terus 33:41 berkembang berkembang diuji sama orasi 33:43 ini juga diuji 33:45 dengan di mana tawaran tawaran 33:47 macam-macam tapi dia sebab tidak saya 33:50 tidak akan mengkhianati hati nurani 33:52 rakyat saya tidak akan mengkhianati hati 33:56 nurat umat biarkanlah ee organisasi 34:00 ormas saya seperti ini berjalan apa 34:02 adanya sampai begitu dia tidak tertarik 34:06 dengan perkembangan organisasi yang 34:08 begitu hebat tetapi kalau kemudian dia 34:12 didapat dengan cara yang curang gitu loh 34:14 maka banyak sekali lagi sekarang sudah 34:17 mulai banyak kesadaran terutama dari 34:19 para mahasiswa gituah para 34:21 aktivis-aktivis yang jenius-jenius lah 34:24 saya bersyukur kepada Allah banyak 34:26 sekali para muharrik para penggarak 34:28 organis ASI para penggerak umat sekarang 34:31 bermunculan juga. Di satu sisi kita 34:34 sedih dengan komunitas kedurhakaan. Tapi 34:38 di sisi lain kita juga berharap kepada 34:40 Allah lahir dari mahasiswa lahir dari 34:43 para pemikir yang membentuk komunitas 34:46 yang lebih kuat bahkan menguntungkan. 34:48 Bahkan negara pinjam 34:51 pinjam duitnya ke mereka gitu loh. Paham 34:54 negara gitu loh. Nah, maka oleh sebab 34:56 itu kita tetap optimis kepada Allah 34:59 bahwa bangsa ini meskipun diprediksi 35:02 tahun 2030 akan hilang, 35:06 tetapi kita masih punya harapan gitulah 35:09 lahirlah orang-orang para muharrik e 35:12 para pembaharu. Insyaallah ya. Ya, kita 35:15 juga tidak harus tidak harus curiga ya 35:18 dari mana munculnya pembaharu itu. 35:19 Pokoknya mohon kepada Allah para 35:21 pembaharu yang baik, yang positif gitu 35:23 loh dari lingkungan kita atau dari 35:26 tetangga kita. Maksudnya lingkungan kita 35:29 misalnya dari tempat pengajian kita atau 35:31 dari tempat pengajian tetangga gitu loh. 35:34 Selama dia mengarah kepada perbaikan, 35:38 mengarah kepada islah, kita mendukungnya 35:41 gitu ya. Heeh. Masyaallah. Ee misalnya 35:44 kan e digadang-gadang tahun 2029 calon 35:48 pemimpin kita doakan yang terbaik gitu. 35:50 Meskipun kemarin juga keputus itu 35:52 terbaik 35:54 meskipun tidak kita harapkan 35:57 tapi ketahuilah itu pun yang terbaik. 36:00 Karena terbaik bagi seseorang bisa 36:03 terburuk bagi orang lain. Terburuk bagi 36:05 orang lain terbaik bagi komunitas yang 36:07 lain gitu loh. Jadi apa namanya? Saling 36:11 mempengaruhi gitu loh ya. ee sistemik 36:14 gitu loh, saling mempengaruhi. Maka 36:16 semua kita senantiasa berprasangka baik 36:19 kepada Allah Subhanahu wa taala. Jadi 36:22 begitu ya, kalau tidak disumpah kemudian 36:25 melanggar sumpahnya maka itu diancam 36:28 oleh Allah dengan siksa yang pedih. 36:31 Demikian wallahuam 36:34 bisawab. 36:37 Insyaallah mudah-mudahan di negeri bukan 36:38 negeri kita, Ustaz yang seperti itu, 36:39 Ustaz. Di negeri [tertawa] lainya 36:41 mudah-mudahan. Iya. Kita selalu 36:43 diberkahi Allah subhanahu wa taala. 36:45 Amin. Amin. 36:46 Dan ada satu atensi dari Ibu Retno. 36:49 Alhamdulillah menyimak hadir Pak Ustaz 36:51 tausiah Ustaz ee mendengarkan tausiah 36:53 Ustaz pada sore hari ini. Terima kasih 36:54 Pak Ustaz. 36:57 Dan kita ke pertanyaan selanjutnya 36:59 datang dari Bapak Rohili. 37:02 Dari Bapak Rohili Pulau Gebang. 37:04 Asalamualaikum warahmatullahi 37:05 wabarakatuh, Pak Ustaz. 37:06 Waalaikumsalam [berdehem] 37:07 warahmatullahi wabarakatuh. 37:10 Izin bertanya, bagaimana orang yang 37:12 enggak mau jadi saksi di persidangan 37:15 sedangkan orang tersebut mengetahui 37:17 kejadiannya? Apakah orang tersebut sudah 37:20 termasuk terbuat berbuat zalim, Pak 37:22 Ustaz? 37:22 Iya. Baik. Jadi, kalau kita melihat 37:26 kezaliman dan kita mampu merubahnya, 37:30 sementara kita tidak merubahnya, maka 37:32 kita seperti setan besok gitu loh. Tidak 37:36 ada manfaatnya. 37:38 tujuan hidup kita tidak tercapai. Nah, 37:41 maka oleh sebab itu saksi karena 37:44 mengetahui kejadiannya 37:46 persis apa yang terjadi dia paham betul 37:49 kemudian tidak mau menjadi saksi. Sama 37:52 seperti itu, seperti orang yang tidak 37:54 mau mengadakan perbaikan 37:57 gitu loh. Padahal ee justru saksi itu 38:01 ditunjuk jadi saksi karena diduga keras 38:04 dia mengetahui. 38:06 Makanya sekarang kan ada saksi ahli 38:08 berdasarkan teori-teori ahli itu begini 38:11 begini begini dan seterusnya. Itu saksi 38:13 ahli. Tapi kalau saksi yang mengetahui 38:16 peristiwa kronologis kronologis 38:19 kejadian, ah itu juga penting. Nah, jadi 38:22 sekali lagi ee jika kita melihat 38:25 kemungkaran kemudian kita tidak 38:27 merubahnya pada kita mampu sama dengan 38:31 setan bisu. Kita ada di situ tapi diam 38:34 aja gitu loh. Nah, kita juga tahu tapi 38:38 diminta jadi saksi enggak mau. Itu juga 38:40 sama. Padahal juga persoalan tidak hanya 38:44 akan menimpa orang lain, bisa jadi 38:46 persoalan akan menimpa dirinya. ketika 38:48 dirinya memerlukan saksi, bisa jadi 38:50 banyak saksi yang tidak mau. Jadi bisa 38:53 dibalik gitu loh. Ketika dia tidak bisa 38:56 memberikan kesaksian, maka bisa jadi 38:59 ketika dia punya masalah tidak akan ada 39:02 saksi meskipun banyak yang memperhatikan 39:05 yang melihatnya gitu loh. Maka oleh 39:07 sebab itu hendaknya kita kalau diminta 39:09 jadi saksi ya kita kemukakan jadi saksi 39:13 kan tidak harus ngada-ngada. Kalau yang 39:15 tahu kita kan tahu ya saya tahu 39:19 mengatakan apakah Anda melihatnya? Ya, 39:21 saya melihatnya apakah Anda mendengarnya 39:23 apa tidak? Tidak saya tidak 39:25 mendengarnya. Kan tinggal begitu 39:27 kan. Saksi mah masyaallah ya tidak harus 39:30 berbelit-belit saksi mah kan begitu. 39:33 Hanya yang harus pintar-pintar 39:35 pengacaranya kan begitu gitu loh. Iya. 39:38 Nah, maka oleh sebab itu sekali lagi ee 39:41 apa namanya? Keberadaan saksi itu sangat 39:43 diperlukan. 39:45 Ya, karena tidak mungkin kebenaran akan 39:47 terungkap kecuali ada saksi di 39:50 antaranya. Demikian yang bisa saya 39:52 jawab. Wallahu aam biswab. [mendengus] 39:58 Ustaz, selanjutnya ada satu komentar 40:00 dari Ibu Tini. Asalamualaikum 40:02 warahmatullahi wabarakatuh, Pak. 40:03 Waalaikumsalam warahmatullahi 40:04 wabarakatuh, 40:05 Pak Ustaz Saleh. Kang Fajar 40:07 alhamdulillah senang dengar tausiah live 40:09 Ustaz juga hostnya sehat terus ya, 40:12 Ustaz. 40:13 Alhamdulillah. 40:15 Kalau zaman dulu zaman Rasulullah dan 40:17 khalifah jabatan adalah amanah. Takut 40:19 menerima jabatan. Kalau sekarang jabatan 40:22 adalah aman. 40:24 [tertawa] 40:24 Iya. Iya. Masyaallah. Barakallah. Iya. 40:27 Iya. 40:28 Oke, kita ke pertanyaan selanjutnya, 40:31 Ustaz. Datang dari Bapak Komarudin di 40:33 Karawang. Nih, Ustaz. 40:34 Namam. 40:35 Asalamualaikum, Pak Ustaz. Amad Saleh. 40:37 Waalaikumsalam [berdehem] warahmatullahi 40:39 wabarakatuh. 40:40 Pak Ustaz izin bertanya, maaf di luar 40:42 tema. tolong diberikan penjelasan 40:44 tentang apa yang dimaksud dengan nafkah 40:47 lahir batin. Terima kasih, Pak Ustaz. 40:48 Oh, iya. Nafkah lahir batin. Nafaqoh 40:52 lahir batin. Nafaqah itu bantuan 40:56 santunan gitu ya. santunan, bantuan, 40:59 pemenuhan terhadap kebutuhan batin sama 41:04 lahir. Kebutuhan lahir misalnya sekarang 41:07 misalnya nafaqah dari seorang suami 41:10 kepada istrinya, lahir batinnya, 41:12 lahirnya pakaiannya 41:14 gitu ya. Pakaiannya dibeliin, perlu 41:17 jilbab dibeliin jilbab, perlu makan 41:20 dikasih makan. Perlu minum dikasih 41:22 minum. Itu kebutuhan lahir. Kebutuhan 41:25 batin, kebahagiaan. 41:27 pemenuhan ilmu diberikan tuh ilmu 41:31 diajari ilmu agamanya. Oh, saya enggak 41:34 bisa ngasih ilmu agama. Nyari ustazah, 41:38 ustazah tolong bimbing istri saya karena 41:40 saya gak bisa. Nah, nanti apa misalnya, 41:43 nah nanti setiap akhir bulan ngasih sama 41:46 ustazahnya. 41:47 Tapi juga ada ustazah yang enggak mau 41:49 dikasih tapi ya iyalah tawanu alwat 41:52 takwa kan begitu. Ustazah juga kan harus 41:55 ngasih makan sama anak-anaknya dan lain 41:57 sebagainya. Meskipun juga tidak boleh 41:59 nyekit. 42:01 Ya, aku kan gurunya katol tanpa saya, 42:04 tanpa guru. Ah, istrimu tidak akan tahu 42:07 apa-apa. Bayar sekian. Enggak juga 42:09 begitu gitu loh. Jadi tambah tambun 42:12 saling tolong-menolong. Kan ilmu juga 42:14 amanat. 42:15 Iya. 42:16 Bagi ustazah ilmu itu amanat. Bagi bagi 42:19 suami harta itu amanat. 42:22 untuk menyelesaikan amanat lain yaitu 42:25 istri gitu loh. Maka kita mengeluarkan 42:28 amanat berupa kekayaan. Si ustazah 42:32 mengeluarkan kekayaan ilmunya sehingga 42:35 tersebar kan gitu. Nah, jadi begitu ya. 42:39 Itu apa? Kebutuhan ee batin. Nah, batin 42:42 itu kebahagiaan ya, mohon maaf ya. 42:45 Kebahagiaan. batin itu kebahagiaan, 42:48 kesenangan itu juga harus dipenuhi 42:51 ya ilmu pengetahuannya ya kepuasan 42:54 batinnya. Mohon maaf dalam 42:56 masalah-masalah biologis saja harus 42:58 diperhatikan 43:00 ya. Misal oh saya punya penyakit 43:02 usahakan cari seilmu sambil ya Allah 43:06 saya ini sakit tidak bisa nafkahi istri 43:09 istri saya nangis terus gitu. Ah, 43:12 pikirkan tuh gimana supaya kita jadi 43:15 sehat kembali, bisa memberi nafkah 43:18 kepada istri gitu loh. Jadi persoalan 43:21 itu juga oleh Islam diperhatikan. 43:24 Jadi bukan hanya pakaian lahir, bukan 43:27 makanan dan minuman saja, bahkan ilmu 43:30 pengetahuan, kebahagiaan juga. Nah, jadi 43:32 itu ya nafkah lahir itu berhubungan yang 43:35 apa yang nampak-nampak Allah subhanahu 43:37 wa taala. Amin. 43:38 Amin. Allahum amin. 43:40 Dan Ustaz Mas diberikan kesehatan ya 43:41 Allah subhanahu wa taala. Amin. 43:42 Amin. Allahum 43:43 dan sempurna oleh Allah. 43:44 Amin. Allahum amin. Masyaallah. 43:47 Terima kasih Bapak Kiai tausiahnya. 43:49 Mohon maaf semoga Allah balas kebaikan 43:51 Bung Fajar, Ustaz Salh dan juga seluruh. 43:53 Amin. 43:54 Barakallahu fikum waakum. 43:56 Terima kasih yang Sri dan ee Cang Sri 43:59 dan ee Iwan Ahmad. Kita akan jeda 44:03 kembali. Bagi wwat yang mungkin nanti 44:06 ada pertanyaan bisa kembali dikirimkan 44:08 ke layanan WhatsApp hasil di 0811999720. 44:13 Jangan ke mana-mana tetap di radio 44:14 Satrahim dan TV untuk Islam yang satu. 44:31 Masih dipancarkan dari Jalan Masjid 44:33 Silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibur 44:36 Bekasi, Radio Silaturahim dan Rasil TV 44:38 untuk 1 Iwan Hawat. Kita kembali dalam 44:40 program acara tausiah sore kajian syarah 44:43 kitab Riyadus Shihin bersama guru kita 44:45 Ustaz Ahmad Saleh yang pada kesempatan 44:47 sore hari ini Ustaz menyampaikan temanya 44:50 tentang gibah yang diperbolehkan dan 44:52 [mendengus] kita ee sudah memasuki sesi 44:55 tanya jawab, kita akan kembali 44:57 membacakan pertanyaan-pertanyaan dari 44:58 Iwan Awat semuanya. Bagi Iwan akhwat 45:00 yang ingin bertanya bisa dikirimkan ke 45:02 layanan masuk Prasil di 0811999720. 45:08 Baik, kita langsung Ustaz ke pertanyaan 45:10 selanjutnya Ustaz ya. 45:11 Pertanyaan selanjutnya datang dari 45:14 [berdehem] 45:15 Ibu Hajah Nur di Depok. Asalamualaikum 45:18 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz. 45:19 Waalaikumsalam warahmatullahi 45:22 wabarakatuh. 45:23 Semoga Ustaz selalu sehat dan dalam 45:25 lindungan Allah Subhanahu wa taala. 45:26 Subhanahu wa taala. 45:27 Amin. Allahum amin. Barakallahu fikum. 45:30 Izin bertanya, Pak Ustaz. Di zaman 45:32 sekarang gibah sering dibungkus dengan 45:34 istilah curhat. Sebenarnya batas antara 45:37 curhat yang dibolehkan dan gibah yang 45:40 dilerang itu di mana ya, Pak Ustaz? 45:41 Terima kasih, Pak Ustaz. 45:43 Iya. Baik. Gibah itu menceritakan 45:46 keburukan orang lain dengan menyebutkan 45:50 pelakunya. 45:52 Nah, padahal mereka melakukannya 45:54 apa namanya? Tidak sengaja atau 45:56 terpaksa. 45:58 Adapun ee curhat itu mengemukakan 46:02 persoalan tanpa menyebut pelakunya gitu 46:07 ya. Itu bedanya kalau curhat itu aduh 46:09 saya punya masalah nih ee misalnya 46:12 begini atau begini. Ee akhi menurut 46:16 antum gimana sih jika ada seorang istri 46:18 begini begini sama suaminya? Ah sikap si 46:21 suami itu harus gimana tuh? Ah itu 46:23 curhat gitu loh ya. Tapi kalau gibah itu 46:28 jangan kasih anu tuh siano kazak kaz kaz 46:30 kaz k disebutkan keburukan-keburukannya. 46:33 Padahal dia melakukan itu bahkan 46:35 sembunyi-sembunyi. Bahkan tidak sengaja. 46:38 Adapun tadi kalau dia melakukannya 46:41 terang-terangan bahkan dipublikasi ah 46:44 itu mah apa namanya tanpa kita sebutkan 46:47 juga orang sudah tahu semuanya gitu ya. 46:50 Nah, jadi justru supaya kemaksiatan 46:53 tidak meraja lela tidak dipublikasikan. 46:57 Nah, jadi makanya dicegah. Kalau benar 47:00 dia melakukannya berarti kita gibah. 47:03 Kalau tidak tidak cocok dia tidak 47:06 melakukannya berarti kita dusta. 47:08 Dua-duanya salah gitu loh. Jadi kalau 47:11 curhat tadi pelakunya tidak disebutkan, 47:13 inti persoalannya aja sampaikan minta 47:16 solusinya gimana. Ah, itu curhat gitu 47:19 ya. Adapun gibah menceritakan keburukan 47:23 orang lain di saat orang lainnya orang 47:26 tersebut tidak ada di hadapan kita itu 47:28 gibah. Ah gitu ya. Demikian yang dapat 47:31 saya jelaskan. Wallahuam 47:35 bisawab. 47:37 Ya. Baik Ustaz kita ke pertanyaan 47:39 selanjutnya. Datang Ibu datang dari Ibu 47:42 Nanda di Jakarta di Jakarta Timur. 47:45 Asalamualaikum Ustaz Amad Saleh. 47:47 Sehat selalu [batuk][berdehem] Ustaz. 47:48 Bagaimana hukum membahas kesalahan 47:51 public figure di media sosial? Apakah 47:53 itu otomatis termasuk kibah? Karena di 47:55 zaman sekarang ini emang kalau karena 47:58 zaman media sosial, Ustaz, ya, jadi 47:59 public figure melakukan apapun apalagi 48:01 yang jelek-jelek, wah langsung ramai 48:03 gitu. Semua, semua netizen tuh 48:04 berkomentar gitu. 48:05 Iya. 48:06 Dan kebanyakan tuh kalau tentang public 48:08 figure yang dia enggak suka negatif 48:10 semua tuh ininya komentar gimana, Ustaz? 48:13 Ya, public figure. Public figure itu 48:17 publik itu masyarakat ya. Banyak orang 48:20 figur ya figur bisa artis gitu ya, bisa 48:26 ustaz, bisa ulama, bisa tokoh 48:29 masyarakat, banyak itu public figure. 48:30 Nah, bagaimana membahas kejelekannya 48:33 sekarang? Dampaknya apa membahas 48:35 kejelekannya? 48:37 Akan apakah bisa memperbaikinya atau 48:40 bagaimana? Nah, gitu loh. Jika kita 48:43 menceritakan public figure itu sehingga 48:46 dapat solusi maka enggak ada masalah. 48:49 Tapi kalau kita cuma ngomongan, 48:51 ngomongin aja keburukan-keburukannya 48:53 [tertawa] 48:54 tanpa ada apa misalnya tidak ditatangi 48:57 publik tersebut sehingga kita ngomongin 49:00 dia tetap saja melakukan keburukan maka 49:03 itu tidak ada manfaatnya. Nah, kemudian 49:06 public figure yang melakukan 49:08 kekurangan-kekurangan itu ada yang 49:09 disengaja, ada yang tidak. 49:11 ada yang menjadi akhlak, ada yang 49:13 menjadi insiden. Itu tidak bisa 49:15 disamakan. Maka oleh sebab itu, syariat 49:19 Islam membatasi itu supaya tidak 49:22 tersebar berita-berita yang ee apa 49:25 namanya menjadi pokok menjadi pusat 49:28 perhatian yang tidak benar. Makanya 49:30 dilarang gibah gitu. Dilarang ini 49:33 sekarang ngapain sih kita sambil ngopi 49:36 ngebahas persoalan gini? Kecuali memang 49:40 kita misalnya nulis tulisan memang 49:42 sengaja untuk mempengaruhi agar orang 49:45 tahu. Agar orang tahu apa? Agar dia bisa 49:48 berhati-hati, 49:50 agar dia bisa menghindarinya. Ah, itu 49:53 tidak ada masalah. Maka sangat 49:55 tergantung kepada niatnya gitu loh ya. 49:59 Kalau kemudian dan lagi niatnya juga 50:01 tidak harus tidak harus disebut batang 50:04 hidungnya. Persoalannya aja 50:06 diketemukakan. Oh, ini banjir itu ee 50:09 pakayu gelondongan. Ini mesti ada campur 50:13 tangan antara penguasa dan para 50:15 konglomerat gitu aja tanpa disebutkan 50:18 batang hidungnya si anu, si anu, si 50:20 gitu. kecuali memang sudah fakta bukti 50:24 mengarah betul betul-betul mengarah gitu 50:27 agar orang menjadi hati gitu loh. Maka 50:31 kemudian kan sekarang 50:33 banyak juga kalau dulu persoalan itu 50:36 tanah negara diserobot oleh rakyat 50:40 kalau sekarang tanah negara diserobot 50:42 oleh konglomerat 50:44 gitu kan. Akhirnya rakyat bahkan yang 50:47 sudah dimiliki oleh rakyat gitu karena 50:50 dia tidak punya kekuasaan direbut tuh 50:53 oleh para konglomerat. 50:55 Nah, ini jadi persoalan yang harus 50:57 diperjuangkan oleh seluruh anak bangsa 50:59 gitu. Gimana caranya tuh? Eah gimana ni 51:02 hutan yang sudah gundul ini solusinya 51:05 gimana? Ini ada e apa namanya tugas kita 51:08 bersama gitu ya. tidak harus mencari 51:11 kambing hitam tapi bagaimana solusinya 51:14 ya tetap apa namanya 51:18 apa mengajukan ke meja hijau terus 51:20 dilakukan tapi yang jelas agar semuanya 51:23 bisa tuntas gitu ya bahwa kemudian 51:26 sampai kepada tuntas tidak mungkin iya 51:28 tapi paling tidak diminimalisir 51:31 akibatnya gitu loh bagaimana apa namanya 51:34 orang yang terdampak banjir punya dapat 51:37 santunan misalnya apa 51:40 dari orang-orang yang membabat hutan 51:43 yang menjadikan apa? Hutan menjadi 51:46 perkebunan yang ah gitu loh. Jadi ini 51:49 tetap ada analisa-analisa. Jadi berbagai 51:51 analisa dilakukan kemudian disatu 51:54 padukan. Ini tentu kita juga tidak tahu 51:57 kepada siapa harus mengadu. 52:01 Kalau masih dipercaya ya kepada DPR gitu 52:04 loh. Kalau masih dipercaya gitu loh. 52:07 Kalau masih dipercaya ya kepada penegak 52:10 hukum. 52:11 Tetapi sekarang nah sekali lagi ini ya 52:15 asumsi. Kalau sekarang sudah susah, bisa 52:18 di bisa dipercaya, maka harus ada apa 52:23 namanya gerakan baru, gerakan cadangan 52:27 gitu loh ya agar supaya nanti bisa 52:30 dilakukan perbaikan-perbaikan 52:33 gitu loh. Jadi sekali lagi ya masyaallah 52:36 semuanya menjadi tanggung jawab kita 52:38 bersama ya. Baik, saya kira itu ya yang 52:40 dapat saya jawab. Wallahuam 52:43 bisawab. 52:45 Demikian Mbak Nanda jawaban dari Ustaz 52:47 Amad Shoh dan kita ke pertanyaan 52:49 selanjutnya datang dari Bapak Arwin Pak 52:51 Ustaz di Lenteng Agung. Asalamualaikum 52:54 warahmatullahi wabarakatuh. 52:55 Waalaikumsalam [berdehem] warahmatullahi 52:57 wabarakatuh. 52:57 Terima kasih atas tausiah dan 52:59 nasihatnya. Semoga Pak Ustaz dan pejuang 53:01 dakwah serta para pendengar Radio Rasil 53:03 selalu dalam keadaan sehat walafiat 53:05 serta dalam lindungan Allah Subhanahu wa 53:07 taala. Amin. 53:07 Amin. Allahum amin. Barakallahu fikum. 53:10 Pak Ustaz, mohon izin izin bertanya. 53:12 Saya ingin bertanya. Namun di luar tema, 53:15 apa yang dimaksud dengan salat iadah dan 53:18 bagaimana pelaksanaannya? Terima kasih, 53:20 Pak Ustaz. 53:20 Iya. Salat iadah itu adalah salat yang 53:25 dilakukan kembali. 53:28 Misalnya saya sudah salat magrib, tapi 53:32 kemudian saya ngulangi lagi gitu loh. 53:35 Nah, ngulangi lagi ada dua niat. 53:38 Macam-macam niat bukan ada dua niat. 53:40 pertama ingin mengganti. Jadi saya 53:44 menggugurkan 53:45 ee salat magrib yang sudah saya lakukan. 53:48 Karena misalnya oh saya salat magrib 53:50 sendirian 53:52 sudah salam. Asalamualaikum 53:53 assalamualaikum. Datanglah jemah lain. 53:56 Allahu akbar. Allahu akbar. Asadu lain. 53:58 Ah kemudian saya ikut salat magrib lagi 54:00 berjamaah. 54:02 Nah kemudian saya membatalkan salat yang 54:04 sudah saya lakukan. Maka niatnya niatnya 54:08 nih kalau banyak pakai talafuzun niat n 54:11 itu usoli fard magribi ya salas rakaatin 54:16 badlan sebagai pengganti gitu lillahi 54:20 taala makmuman lillahi taala Allahu 54:23 akbar kalau jadi makmum gitu ya itu 54:26 mengulang namanya tapi bisa juga 54:29 mengulangkan itulang itu karena sodqah 54:32 saya sudah salat isya sendirian eh 54:35 berjamaah. Kemudian ada orang sendirian. 54:38 Kalau tadi kan kita salat sendirian, 54:41 kemudian diganti dengan salat berjamaah. 54:44 Kalau ini sudah salat berjamaah, ada 54:47 orang datang sendirian mau salat magrib 54:50 kemudian kita temeni. Nah, kita 54:52 mengulang sebagai upaya sodqah kepada 54:57 yang salat sendirian. Kalau ini hukumnya 55:00 sunah. Ah, artinya sunah. Jadi sunatan 55:03 gitu ya, sunatan lillahi taala. Makmuman 55:06 sunatan lillahi taala. Allahu Akbar gitu 55:09 loh ya. Jadi salat magribnya sebagai 55:12 sunah mendampingi orang yang munfarid 55:17 gitu ya. Jadi kalau tadi sekali lagi ada 55:20 dua macam. Misalnya ee habis salat 55:23 berjamaah magrib kemudian datang orang 55:26 yang sendirian kita salat lagi ngulang. 55:30 Ngulangnya bukan ngulang merubah. Tapi 55:32 ngulan sebagai sedekah. 55:34 Tapi kalau kemudian tadi salat magribnya 55:36 saya sendirian sudah salam. 55:38 Asalamualaikumam. Datang orang 55:40 ramai-ramai 55:42 terus qat salat magrib kemudian kita 55:44 salat magrib lagi. Nah kalau ini 55:46 misalnya badlan. [berdehem] Badlan itu 55:48 mengganti. Jadi membatalkan salat tadi 55:51 yang sendirian diganti dengan salat 55:53 berjamaah. Loh, kenapa mesti harus di 55:55 kan perubahan ini dari 10 derajat ke 27 56:00 derajat 56:01 gitu loh ya. Jadi yang disetorkan kepada 56:04 Allah gitulah istilahnya ya yaitu yang 56:07 salat berjamaahnya gitu ya. Demikian 56:10 yang saya dapat jawab. Wallahu aam 56:14 bisawab. 56:16 Jadi kalau untuk niatnya sendiri 56:17 misalkan kita ee sudah salat sendiri ah 56:21 ya Allah saya membatalkan salat ini. Itu 56:23 ber 56:23 iya. Makanya diganti 56:24 dalam artian berarti ee gimana ya 56:26 pahalanya jadi berubah gitu? 56:28 Iya berubah pahalanya. Jadi yang dinilai 56:31 yang salat berjamaah 56:33 gitu loh. Karena kan ada e kaidah tidak 56:36 ada salat wajib dilakukan dua kali. 56:38 Hm. 56:39 Dari situ asalnya. Maka kemudian ada 56:41 badlan pengganti gitu loh. Nah sama 56:45 sodqah gitu. Wallahuam bisawab. 56:49 Demikian Bapak Arwin jawaban dari Ustaz 56:52 Saleh dan kami juga selalu mendoakan 56:54 Bapak Arwin dan juga seluruh pendengar 56:55 Rasil agar semoga diberikan kesehatan 56:59 oleh Allah dan juga selalu dilindungi 57:00 oleh Allah subhan. 57:01 Amin. Allahum amin. Amin. 57:03 Dan Ustaz ada pertanyaan kembali Ustaz 57:05 dari Ibu Tini. Asalamualaikum Pak Ustaz. 57:08 Waalaikumsalam warahmatullahi 57:09 wabarakatuh. 57:11 Saya punya keponakan yang kalau main di 57:13 rumah selalu menceritakan masalah dia 57:16 dengan suaminya. lebih banyak yang 57:18 buruknya walaupun cuma sekitar cuman 57:21 sekitar pekerjaan pekerjaan rumah. Kata 57:23 keponakan saya dia melakukan itu cuma 57:26 curhat karena kalau enggak ke 57:28 tante-tante aku ke siapa lagi. Bagaimana 57:31 hal seperti itu, Pak Ustaz? Nasihat. 57:33 Iya. Baik. Pertama kan semestinya kalau 57:35 curhat tidak disebutkan tokohnya 57:39 meskipun tokohnya itu suaminya gitu. 57:42 Tante gimana ya kalau ada orang misalnya 57:45 satu keluarga begini begini suaminya 57:47 begini gimana ya semestinya itu mestinya 57:49 tuh itu curat tapi karena itu sudah 57:52 terjadi sudah dibatasi aja sama kita 57:55 tidak harus dicurah disampaikan lagi ke 57:57 yang lain gitu loh batasi aja sudah 58:00 sampai situ. Lalu nasihati sudahlah kamu 58:03 jangan terlalu banyak menceritakan 58:05 keburukan suamimu karena bisa jadi di 58:08 sisi Allah suamimu lebih baik dibanding 58:10 kamu. Nah. gitu loh. Jadi udah ini aja 58:14 apa namanya dikomunikasikan aja. Kalau 58:16 enggak bisa dikomunikasikan, berdoa 58:18 saja. Ya Allah berilah taufik apa 58:21 hidayah dan taufik kepada suami saya 58:24 karena Engkaulah yang membolak-balikkan 58:26 hati manusia. Gitu aja. Nah jadi sekali 58:30 lagi pertama karena itu sudah terjadi 58:32 batasi oleh kita sebagai tantenya tidak 58:36 lagi menyebarkan termasuk kepada suami 58:39 kita, kepada omnya. Enggak usah 58:41 disampaikan, udah dia biarin aja. 58:43 Kemudian sampaikan kepada keponakan 58:45 kita, "Sudah kamu enggak usah apa 58:48 mencerita-ceritakan keburukan suamimu. 58:51 Doakan saja kepada Allah." Gitu loh ya. 58:55 "Ya Allah, Engkaulah yang 58:56 membalak-balikkan hati manusia. Berilah 58:59 taufik dan hidayah kepada suami saya 59:01 agar suami saya begini begini begini 59:03 begini gitu. 59:05 Atau yang ketiga sampaikan sama suami 59:08 kita, Mas, mohon maaf ya, Mas ya. Kan 59:11 begitu bahasa komunikasi kita. Istri apa 59:14 juga kita malu mohon maaf sama suami. 59:17 Kan ada juga yang mohon mohon mohon 59:19 mohon maaf sama suami malu gitu, Mas. 59:22 Mohon maaf nih. Saya sih cuma ingin 59:25 sama-sama memperbaiki diri. Bagaimana 59:27 kalau begini begini begini? Aku juga sih 59:29 bukan orang sempurna gitu. Nasihati juga 59:33 aku ya kalau engkau melihat aku ada 59:35 kekurangan-kekurangan 59:37 tapi aku dulu sekarang nyampaikan engkau 59:40 oh gitu jeling memahami gitu loh ya jadi 59:44 dalam komunikasi sekarang beda dengan 59:46 komasi zaman dulu zaman dulu mah eh tiap 59:49 habis salat istri gitu apa namanya 59:52 menyerahkan cemeti sama suaminya 59:54 iya 59:56 kakanda 59:58 aku tidak tahu dari ee zuhur ke asar ini 1:00:03 aku tidak tahu kesalahan apa yang aku 1:00:05 perbuat kepada engkau. Pukullah aku jika 1:00:09 engkau menemukan aku ada kekurangan. Tuh 1:00:11 zaman baheula mah begitu gitu loh. Dan 1:00:14 masih ah agak sulit nyarinya perempuan 1:00:16 sekarang seperti itu. Kenapa? Karena 1:00:19 memang sudah ee apa namanya? Kehidupan 1:00:22 kita sudah berubah. 1:00:24 Emansipasi manusia juga mempengaruhi 1:00:27 pola pikir, mempengaruhi juga sikap gitu 1:00:30 loh. Padahal emansipasi juga tidak harus 1:00:33 merubah, tidak harus merubah karakter 1:00:36 menjadi setara dalam pengertian. Padahal 1:00:39 semuanya kan ada makam-makamnya. 1:00:41 Iya. 1:00:42 Kalau orang tua anak-anak dulu ya 1:00:45 masyaallah dinasihati sama ibu bapaknya 1:00:48 ya bah. Iya nya kan gitu ya. Iya. Iya 1:00:52 gitu. Engak bantu. Ah ya apa? Nya 1:00:56 sekarang sih nya enggak pernah kuliah 1:00:58 sih jadi enggak tahu. Oh itu anak 1:01:01 sekarang. Padahal semestinya tidak boleh 1:01:03 begitu. Semakin tinggi pendidikan 1:01:05 mestinya semakin tawadu, semakin salihah 1:01:09 mestinya gitu ya. Tapi faktanya 1:01:12 masyaallah dan memang sekarang ada ee 1:01:15 ada pergeseran-pergeseran 1:01:17 banyak ee apa namanya 1:01:19 perubahan-perubahan pemikiran. Ya, 1:01:22 bahkan anak-anak SMA perkalian saja 8 * 1:01:26 4 berapa? Ee anak SMA tuh. 1:01:29 Iya. Zaman sekarang, Ustaz. 1:01:30 Oh, zaman sekarang tuh wah bayeng aja, 1:01:33 main gadget aja, 1:01:35 tapi pendidikan betul-betul tidak 1:01:37 diperhatikan. Jadi sekolah itu cuma 1:01:40 datang untuk senang-senang, bukan untuk 1:01:42 belajar. 1:01:44 Nah, makanyaitas, Ustaz. 1:01:45 Heeh. Formalitas. Betul. formalitas juga 1:01:48 enggak gitu loh. Cuma apa tuk apa 1:01:51 namanya? Stor muka setor muka doang lah. 1:01:54 Maka kewajiban orang tua mengontrol 1:01:57 pendidikan anak-anaknya ya. Dikontrol 1:01:59 ditanya, "Nak, kamu tadi belajar apa di 1:02:02 sekolah? Jangan-jangan kita juga tidak 1:02:04 peduli pada pendidikan anak gitu ya. Ee 1:02:07 udah ngompi, rumah mainan HP, suaminya 1:02:11 mainan HP, istrinya juga mainan HP, 1:02:14 anak-anak juga main HP. ngumpul tapi 1:02:16 masing-masing gitu. Nauzubillah. 1:02:18 Nauzubillah. Maka oleh sebab itu ya kita 1:02:21 mohon kepada Allah agar diberikan 1:02:23 kekuatan untuk menghidupkan komunikasi. 1:02:28 Bahkan boleh dibuat aturan setelah di 1:02:30 rumah dari jam main HP itu misalnya 1:02:33 bakda isya sampai jam sekian. Setelah 1:02:37 itu dan sebelum itu tidak boleh main HP. 1:02:40 Boleh tuh diterapkan seperti itu ya. 1:02:43 Nah, jadi saya kira itu 1:02:46 apa namanya? Ee kalau orang-orang dahulu 1:02:49 seperti ibu-ibu kita, nenek-nenek kita, 1:02:53 tante-tante kita itu cemeti diserahkan 1:02:56 sama suaminya. Ah, itu mah zaman 1:02:58 penjajahan. Eh, zaman penjahan-jahan 1:03:01 mesti ada kebaikan-kebaikannya. 1:03:04 Kebaikan yang harus diambil. Nah, kita 1:03:06 juga zaman modern keburukannya juga 1:03:08 banyak gitu loh. Nah, keburukannya 1:03:10 diminimis diminimalisir 1:03:14 gitu, diperkecil bahkan kalau bisa 1:03:16 dihilangkan gitu ya. Masyaallah. Nah, 1:03:20 jadi saya kira kita hendaknya 1:03:21 pandai-pandai, pintar-pintar memanage 1:03:24 waktu, membuat aturan-aturan demi 1:03:28 kemaslahatan. Demikian yang dapat saya 1:03:30 jelaskan. Wallahu aam bisawab. 1:03:35 Nampaknya ini jadi ada satu pertanyaan 1:03:37 terakhir, Ustaz. Karena kita sudah 1:03:38 dibatasi waktu pertanyaan dari 1:03:40 barakallahu 1:03:42 ee Nelinda Harun, Jakarta Timur. 1:03:44 Asalamualaikum, Pak Ustaz Mas Salh. 1:03:46 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:03:48 wabarakatuh. 1:03:49 Mohon bertanya, apa boleh anak membayar 1:03:51 hutang puasa orang tua yang telah 1:03:53 meninggal? Terima kasih, Pak Ustaz. 1:03:55 Iya. Bagaimana pendapat kita membayar 1:03:59 hutang duit kepada tetangga? Padahal 1:04:03 yang berhutang ibu kita yang sudah 1:04:05 meninggal. 1:04:07 Ibu kita masa hidupnya ngutang duit R 1:04:09 juta sama tetangga. Setelah matinya 1:04:11 perlu dibayar apa tidak? Jelas wajib 1:04:15 dibayar. Itu hutang kepada manusia 1:04:18 apalagi hutang kepada Allah gitu. Lebih 1:04:22 wajib untuk diba dibayar. Siapa yang 1:04:25 membayar? Ahli warisnya 1:04:28 tuh. Jadi kalau begitu membayar hutang 1:04:32 puasa ibu kita atau bapak kita yang 1:04:36 sudah meninggal dunia harus kita bayar 1:04:40 gitu loh ya. Itu mah tidak harus nak aku 1:04:43 punya tidak harus kan kita tahu si emak 1:04:45 tuh kemarin hutang 10 hari ke 11nya 1:04:49 meninggal dunia jadi 10 hari punya 1:04:52 hutang tuh bayar sama kita setelah kita 1:04:56 tidak punya hutang puasa gitu loh. Jadi 1:04:59 sebaiknya sebelum melaksanakan saum 1:05:02 sunah saum bayar hutang ibu bapak kita 1:05:05 dahulukan gitu ya. Nah jadi seperti itu 1:05:09 ya. Kalau hutang kepada Allah lebih 1:05:11 wajib untuk dibayar gitu loh ya. Wah 1:05:15 termasuk apa nanti kan berarti beremet 1:05:18 tuh ibadah-ibadah yang menjadi hutang 1:05:21 gitu loh. Kan begini ada orang yang 1:05:24 sakit tapi bisa tetap mempertahankan 1:05:27 salatnya, puasanya padahal sakit. Tapi 1:05:30 ada orang yang sakit enggak puasa, 1:05:32 enggak salat. Nah, maka oleh sebab itu 1:05:36 dibayar oleh anak-anaknya gitu loh. 1:05:39 Faidahnya apa? Menambah kesalehan 1:05:42 anak-anaknya 1:05:44 gitu loh. Itu faedahnya. Jadi, 1:05:46 anak-anaknya dituntut semakin saleh 1:05:49 karena bisa membantu kondisi ibu 1:05:52 bapaknya ketika mereka tidak 1:05:54 melaksanakan kewajiban ketika saat uzur. 1:05:58 Kan salat mah tidak boleh ditinggalkan. 1:06:01 Kalau puasa boleh kan boleh ditinggalkan 1:06:05 kalau sakit. Tapi kalau salat tidak 1:06:06 boleh. Nah, tapi ternyata ketika emak 1:06:10 kita sakit gitu karena kondisinya ini 1:06:13 dia tidak salat maka dicatat tuh sama oh 1:06:17 emak tuh ee si bunda tuh apa ee apa 1:06:21 namanya? Tidak salat sekian hari, tidak 1:06:24 puasa sekian hari. bayar 1:06:27 baik dalam bentuk sejenisnya atau dalam 1:06:31 bentuk ee sedqah. 1:06:34 Nah, digantikan misal, "Ya Allah, emak 1:06:37 saya ya Allah tidak puasa 10 hari, maka 1:06:40 bayar tuh pakai pidah atau dibayar 1:06:43 dengan puasa lagi gitu ya." Baik, 1:06:46 demikian yang dapat saya jelaskan. 1:06:48 Wallahuam 1:06:50 biswab. 1:06:52 Baik, Ustaz. kita sudah dibatasi waktu. 1:06:55 Ada kesimpulan dari seluruh kajian kita, 1:06:56 Ustaz, tentang gibah yang diperbolehkan, 1:06:58 Ustaz. 1:06:59 Iya. Jadi ee kesimpulannya gibah yang 1:07:01 dibolehkan itu adalah gibah yang akan 1:07:04 mendatangkan kebaikan. 1:07:07 Ya, karena tadi ada permasalahan, kita 1:07:10 minta fatwa maka diceritakan untuk 1:07:12 kronologis kejadiannya. Nah, 1:07:14 menceritakan kronologis kejadian 1:07:17 diperbolehkan 1:07:18 meskipun itu kategori gibah gitu loh. 1:07:21 Itu satu ya. Yang kedua tadi ee 1:07:25 menyebutkan karena agar orang terbebas 1:07:29 dari kejahatannya. 1:07:31 Hati-hati kalau si anu gini karena dia 1:07:34 kadang suka ngambil gini ya gitu. Karena 1:07:36 dia kita juga tahu dia setiap ada dia 1:07:39 mesti ada yang hilang. Sampaikan tuh 1:07:42 agar dia terbebas dari ancaman atau ke 1:07:45 ee apa namanya? kecelakaan 1:07:48 gitu ya. Jangan sampai dia terkena 1:07:51 musibah. Demikian saya kira yang dapat 1:07:53 saya simpulkan. Wasallallahu ala nabiina 1:07:57 Muhammadin walhamdulillahiabbil 1:08:00 alamin. Wasalamualaikum 1:08:02 warahmatullahi wabarakatuh. 1:08:05 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:08:06 wabarakatuh. Jazakumullah khair ustaz 1:08:08 atas ilmunya pada sore hari ini. Dan 1:08:10 juga kami ucapkan terima kasih kepada 1:08:13 pendengar kami ada Ibu Aminah dan juga 1:08:16 Bapak Baron Betawi. Terima kasih atas 1:08:18 atensinya dan kami mohon maaf kepada 1:08:21 Bapak Dodi di Bapak Dodi di Celangkap 1:08:24 dan juga Ibu Rumini pertanyaan belum 1:08:26 bisa kita bacakan karena keterbatasan 1:08:28 waktu kita selalu membacakan selalu 1:08:31 mendoakan Ustaz Saleh agar selalu 1:08:32 diberikan kesehatan 1:08:34 agar bisa terus memberikan ilmunya bagi 1:08:36 kita semua barakallah 1:08:37 dan juga kami selalu mendoakan agar 1:08:40 ikhwan akhwat semua selalu dilindungi 1:08:42 Allah subhanahu wa taala dan juga 1:08:43 diberikan kesehatan oleh Allah Subhanahu 1:08:44 wa taala. Amin. Amin. 1:08:46 Dari studio kami mohon undur diri. Mari 1:08:48 kita akhiri saja kajian sore hari ini 1:08:50 dengan membaca doa kafaratul majelis. 1:08:52 Subhanaka Allah asadu alla anta 1:08:54 astagfiruka waubu ilaik. Billahi taufik 1:08:57 walhidayah. Wasalamualaikum 1:08:58 warahmatullahi wabarakatuh.