Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Allahumma sholli ala Muhammad wa ala ali
- Muhammad. Masih dipancarkan dari jalan
- Masjid Silaturahim nomor 36 Kalimanggis,
- Cibubur, Bekasi. Inilah Radio
- Silaturahim dan Rasil TV untuk Islam
- yang satu. Apa kabarnya Iwan Ahmad di
- mana pun Anda berada? Senang sekali
- rasanya pada kesempatan sore hari ini
- saya Fajar Hidayat ditemani Yusuf
- Subangkit dan juga Muhammad Neza bisa
- kembali menemani ruang dengan Iman Ahmad
- semuanya dalam program acara atau sih
- sore kajian syarah kitab Radus Solihin
- yang setiap hari Jumat diisi oleh guru
- kita Ustaz Ahmad Shoh dan alhamdulillah
- guru kita sudah berada di tengah-tengah
- kita Iwan Awat kita sapa saja.
- Asalamualaikum Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Kabar sehat hari ini, Ustaz?
- Alhamdulillah lebih baikan.
- Alhamdulillah lebih sehat, lebih
- semangat. Alhamdulillah.
- Alhamdulillah. Terapi jalan terus,
- Ustaz, ya.
- Iya, alhamdulillah terapi jalan terus.
- Alhamdulillah.
- Alhamdulillah. Sekarang aktivitas sudah
- mulai kembali normal, Ustaz, ya. Jadi
- sudah bisa mengisi ke banyak tempat
- gitu, Ustaz, ya.
- Sudah. Iya. Iya, betul. Hanya saja harus
- selalu didampingi kalau sekarang. Kalau
- dulu sendiri aja ber barber ke sana
- kemari. Sekarang harus selalu
- didampingi. Alhamdulillah. Masih
- didampingi. Iya. Karena biasanya kalau
- yang stroke itu biasanya lama, Ustaz.
- Itu ininya apa ee proses penyembuhannya.
- Tapi Ustaz alhamdulillah termasuk cepat
- Ustaz sudah bisa aktivitas lagi, sudah
- bisa berdakwah lagi. Masyaallah.
- Alhamdulillah. Iya. Pertolongan Allah
- saja dan karunia Allah. Alhamdulillah.
- Sehingga dalam waktu kurang dari 2 bulan
- saya sudah bisa beraktivitas, sudah
- mulai ini lagi ngisi-ngisi lagi gitu.
- Alhamdulillah atas doa dan apa nam
- dukungan dari semua pendengar radio
- silaturahim, pemirsa TV visual apa ee
- rasil visual. Alhamdulillah saya semakin
- baik, semakin baik, semakin baik.
- Alhamdulillah. Masyaallah.
- Alhamdulillah insyaallah Allah berikan
- kesehatan yang yang maksimal, Ustaz,
- untuk ustaz. Amin. Allah amin.
- Dan ikhwan akhwat sudah berapa pekan ya
- Ustaz Mas Salh sudah bisa kembali siaran
- live di Rasil. Bagi. Jadi bagi I wan
- akhwat yang ingin bisa bertanya nanti ke
- Ustaz Mas Salh dipersilakan. I.
- Dan pada kesempatan sore hari ini kita
- masih akan melanjutkan tema seperti
- pekan sebelumnya yaitu tentang
- gibah yang
- gibah yang diperbolehkan di sekarang
- hadis dimulai dari hadis keempat
- atau hadis ke-1535
- dari syarah kitab Shihin.
- Dan bagi Wawat yang mungkin nanti ingin
- bertanya bisa dikirimkan ke layanan
- WhatsApp Prasil di 0811999720
- atau berinteraktif di nomor tersebut
- juga sama. Baik, ee sebelum mengawali
- kajian sore hari ini, mari kita buka
- saja dengan membaca doa thabul ilmi.
- Bismillahirrahmanirrahim. Rabbiidni
- Allahumfni bimaamtani waimni mafuni
- warzuqni ilman yangfa. Amin. Baik,
- tafad, Pak Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi hamdan katsiron thyiban
- mubarokan fih kama yuhibuna waard.
- Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la
- syarikalah wa ashadu anna muhammadan
- abduhu wa rasuluhu wa innahu la nabi
- ba'da. Allahumma sholli wasallim wabarik
- ala nabiyina Muhammadin waa alihi wa
- ashabihi wam tabiahum biihsanin ila
- yaumiddin.
- Amma baad. Ikhwan dan akhwat pendengar
- Radio Silaturahim serta pemirsa Rasil
- Visual di mana pun berada. Alhamdulillah
- pada kesempatan hari ini kita
- dipertemukan kembali dalam upaya
- memperdalam kajian syarhu kitab syarhu
- riyadus shihin. Kitabus syarhi riyadus
- shihin. Ee kemarin kita sudah membahas
- gibah yang diperbolehkan sampai hadis
- ketiga wal hadir. Sekarang kita akan
- melanjutkan kajian kita mulai ee apa
- namanya ee hadis keempat. Mudah-mudahan
- apa yang telah kita pelajari Allah
- jadikan ilmu yang bermanfaat, ilmu yang
- sedikit demi sedikit kita laksanakan.
- Ilmu yang jika isinya adalah mencegah
- dari apa yang diharamkan, mudah-mudahan
- Allah beri kekuatan kita untuk
- menjauhinya. Ah, maka oleh sebab itu
- ilmu yang bermanfaat tadi ya, ilmu yang
- didapat kemudian diamalkan gitu ya. Ilmu
- yang dipahami kemudian diamalkan. Bukan
- hanya sampai diamalkan maka harus ada
- tanggung jawab untuk didakwahkan untuk
- diteruskan.
- Karena ada empat kewajiban kita terhadap
- syariat Islam atau ada empat kewajiban
- terhadap Al-Qur'an. Yang pertama
- kewajiban menghadiri
- kajian-kajiannya.
- Jadi kewajiban menghadiri kajiannya.
- Halaqah Quran, halaqah syariah itu wajib
- dihadiri ya. Ee kemudian yang kedua,
- bukan hanya wajib menghadiri. Setelah
- dihadiri wajib dipahami.
- Meskipun tadi wajib itu adalah ee apa
- namanya? fardu kifayah gitu ya, wajib
- dipahami.
- Tetapi kalau ada orang yang kemudian
- ngantuk gitu ya, sebaiknya memang ee apa
- namanya? Pertama kalau ngantuk tidak
- harus dibangunkan, hanya rugi saja dia
- tidak mendapatkan ilmu gitu ya. Setelah
- mendapatkan ilmu pemahaman maka
- diamalkan.
- Setelah diamalkan, sampai di situ
- selesai tidak? Tidak.
- harus juga di didakwahkan. Jadi ada
- empat kewajiban ya terhadap syariat atau
- terhadap Al-Qur'an. Okeyib kita
- lanjutkan hadis keempat ya untuk tidak
- memperpanjang percakapan.
- Wa zaid ibni arq radhiallahu anhu q
- khjna ma rasulillahi shallallahu alaihi
- wasarin
- asidatun
- faq abdullah ibnuillahi
- waqinal
- Rasulullahi shallallahu alaihi
- wasallamakbuhuika
- faasala abdillah ibni ubay ftahada
- yaminah ma faala faqala kadaba zaidun
- rasulallahi shallallallahu alaihi
- wasallam fawaqoa fi nafsi mimma quhu
- syiddatun hatta anzallahu taala tasdiqi
- alaihi wasallam liastagfirlahumalau
- falawau falawau ruusahum muttafaqun
- alaih. Jadi dari Zaid bin Tsabit
- eh dari Zaid dari Zaid bin Arqam semoga
- Allah meridainya. Ia berkata, "Ketika
- kami berada dalam perjalanan bersama
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam,
- tiba-tiba rombongan itu mendapat
- kesulitan, syiddah, kesulitan."
- Kemudian Abdullah bin Umar ee kemudian
- Abdullah bin Ubay berkata, "Janganlah
- kalian membantu ya tunfiqumaknai
- membantu ya. Janganlah kalian membantu
- orang-orang yang bersama dengan
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- agar mereka terpencar-pencar.
- Abdullah bin Ubay juga berkata,
- "Seandainya kami telah sampai kepada ee
- terpencar kembali di Madinah, niscaya
- orang-orang yang terhormat itu akan
- mengusir orang-orang rendah. Kemudian
- aku datang kepada Rasulullah," kata Zaid
- bin Arqam. Kemudian aku datang kepada
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- untuk menyampaikan hal itu.
- Ee
- apa? Untuk menyampaikan hal itu kepada
- beliau. Lalu beliau mengutus seorang
- untuk memanggil Abdullah bin Ubay.
- Tetapi ia tidak mengakui perbuatannya.
- Jadi Abdullah bin Ubay mengingkarinya
- ee mengakir yang demikian itu dan
- menguatkan dakwaannya.
- Ya, fajta yaminahu. Ah, itu menguatkan
- dakwaannya dengan bersumpah. Sehingga
- orang-orang berkata akhirnya Zaid telah
- berdusta kepada Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam. Zaid telah berdusta
- kepada Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Maka hatiku gelisah, kata Zaid
- akibat apa yang mereka katakan itu.
- Hingga akhirnya Allah Taala menurunkan
- wahyu untuk membenarkanku
- apabila orang munafik apabila
- orang-orang munafik itu telah datang
- kepadamu. Itu di dalam surat almunafiqun
- ayat 1. Kemudian Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam mengajak mereka untuk
- berhenti berbuat munafik agar Rasulullah
- memintakan ampunan bagi mereka. Tetapi
- mereka menggelengkan kepala muttafaqun
- alaih.
- Ini kalau di zaman Nabi ada sahabat yang
- dizalimi langsung dibela oleh
- Rasulullah, oleh Allah turun ayat. Nah,
- gimana kalau sekarang ayat sudah tidak
- turun lagi? Maka apa? Maka ee apa kita
- menghukumi secara zahir?
- Tidak apa-apa. Kemertian tadi misalnya
- seperti sekelas Zaid bin Arqam
- didustakan
- ya karena memang tidak pernah saksi
- misalnya. Ah kemudian siapa? Ee Abdullah
- bin Ubay bersumpah. Memang orang yang
- menuduh bersumpah. Adapun yang
- melaporkan harus mengajukan bukti gitu
- loh. Nah tetapi yang melaporkan tidak
- mengajukan bukti sementeri dia berani
- bersumpah gak apa-apa. Kenapa enggak apa
- nanti di pengadilan Allah diselesaikan
- gitu. Kalau di zaman Rasul turun ayat.
- Nah, karena sekarang ayat sudah tidak
- turun lagi gitu loh ya. Ee padahal
- meskipun demikian ada sesungguhnya
- upaya-upaya yang bisa diketahui dengan
- kesungguhan dengan ya berbanyak banyak
- ciri ya banyak ee isyarat yang dilakukan
- orang. nya bersusta begini biasanya. Ee
- nah maka hakim itu kalau berijtihad
- masyaallah gitu ya. Tetapi sekali lagi
- kalau kembali kepada normatifnya kepada
- standarnya tadi sumpah ya yang menolak
- itu bersumpah yang menuduhnya mengajukan
- bukti.
- He.
- Bukti itu di antaranya saksi. Oh itu
- saksinya si anu. Nah ini tidak ada saksi
- ada dan dia berani bersumpah. Maka
- sesungguhnya yang dimenangkan yang
- bersumpah.
- Ah, tapi kemudian turun ayat ya yang
- mengatakan bahwa orang-orang munafik itu
- mengatakan kaz kaz sebagaimana surah
- almunafiqun
- ayat 1. Nah, itu di zaman Nabi enak tuh
- ya diclear persoalannya. Kenapa? Karena
- di apa? Dibenarkan atau disalahkan.
- dibenarkan atau disalahkan oleh w oleh
- wahyu. Tapi kalau zaman sekarang ya
- berdasarkan
- dohir ini zir apa? Zhir hukum. Kalau dia
- berani bersumpah berarti dibenarkan.
- Makanya kenapa sumpah palsu itu dosanya
- besar?
- Kalau orang sudah bersumpah demi Allah
- sudah dibenarkan.
- Iya
- dibenarkan. Itulah sebabnya Nabi Adam
- kenapa mempetik buah? Karena iblis
- bersumpah atas nama Allah. Tuh,
- makanya tuh dosa besar sekali itu iblis
- tuh. Kenapa? Karena bersumpah atas nama
- Allah dengan berdusta sehingga
- menggelincirikan Nabi Adam. Nabi Adam
- salah apa enggak? Ahah. Para ulama
- berbeda pendapat ya. Adam kan melakukan
- itu karena percaya kepada sumpah iblis.
- Hm. Ya, gitu. Makanya orang kalau sudah
- bersumat demi Allah dibenarkan. Kalau
- sampai terbukti nanti, oh ternyata
- sumpahnya bohong, ada buktinya. Nah,
- kalau tidak terbukti kedustaannya tetap
- dibenarkan sumpahnya.
- Heeh.
- Nah, kalau di zaman Nabi sumpahnya
- salah, langsung turun ayat kasih tahu
- gitu. Kalau zaman sekarang enggak gitu
- ya. Tapi tetap sabar gitu. Ah, itulah
- makanya kehidupan itu nilai. Maka
- sebagian ulama salaf mengatakan, "Kita
- tidak mungkin masuk surga kalau tidak
- diuji gitu loh." Jadi mereka kalau diuji
- itu senang karena punya peluang untuk
- masuk surga, untuk diampuni dosa-dosa
- gitu loh ya. Nah, kalau kita kan aduh
- meratap aduh kenapa kok orang begitu
- enggak percaya saya. Masa sih kalian
- enggak percaya sama aku? ya karena kamu
- tidak bisa ngajikan bukti gitu loh ya.
- Masa saya juga harus mengetahui
- sebagaimana perasaan hatimu tidak. Maka
- tetap gitu ya. Nah, jadi bagi
- orang-orang yang dizalimi di dunia gitu
- ya kan jelas tuh orang-orang durjana
- mesti bersumpah palsu. Sumpah palsu
- dijadikan tapi ingat sumpah palsu itu
- dosanya besar.
- Ah, terus yang bersabar, yang dizalimi.
- Ah, makanya orang yang sabar, yang
- ikhlas itu e ng enggak bil pusing. Ya,
- serahkan aja pada Allah lah. Ya Allah,
- terserah Engkau gitu loh. Ah, saya ini
- diterima terima gitu loh. Kalau tidak
- ada hal yang membela membela dirinya
- gitu loh. Nah, maka tetap kembali kepada
- hukumnya. Kalau hukumnya tidak tidak
- terbukti ya tidak terbukti. masa ia juga
- hakim juga harus tahu ee perasaan
- orang-orang gitu loh. Ee tak masa juga
- si hakim harus tahu, oh dia orang
- berdusta atau kecuali ada tanda-tandanya
- yang mengarah kepada kedustaan.
- Kan mohon maaf ee hakim juga tidak
- semuanya mampu mengetahui sebagaimana
- mengetahuinya orang-orang yang
- mengetahui kan begitu ya. Itu jadi
- begitu ya. Nah ini ee apa namanya?
- Eh,
- yang fadu mereka terpeca fajta yamin
- bersungguh-sungguh dalam sumpahnya.
- Maksudnya meneguhkan sumpahnya dengan
- mengulang-ulang gitu ya. Yamin itu
- sumpah. Nah, kemudian ikhwan mutiar yang
- dapat kita lihat dari hadis ini boleh
- menyebarkan rahasia orang-orang mukmin
- dan para pengkhianat. Dan hal itu tidak
- dianggap gibah. Jadi menceritakan
- Abdullah bin Ubay seperti ini itu bukan
- gibah. Boleh itu ya. Heeh. Karena apa?
- Karena ini suatu kasus yang harus
- diselesaikan
- gitu loh. Nah, jadi ee Ubay ee apa nama?
- Ubay ee Abdullah bin Ubay sampai sumpah
- diceritakan.
- Kemudian tadi apa? Eh, Zaid bin Arqam
- dikhianati boleh dibilang gitu ya. Boleh
- diceritakan gitu ya. Oke ya.
- Baik kita lanjutkan pada hadis kelima.
- Waan Aisyah radhiallahu anha qat qolat
- hindun imroatu Abi Sufyana lin nabii
- shallallahu alaihi wasallam. Inna aba
- sufyana rulun sahihunini
- ma yakfini waadi illa ma aktu minhu
- wahua la ylam q
- ma yakfiki
- wawaladaki bil maruf muttafaqun alaih.
- Dan dari Aisyah semoga Allah meridainya.
- Ia berkata,
- "Telah berkata qalat Hindun." Telah
- berkata Hindun. Imroatu Abi Sufyan
- istrinya Abu Sufyan kepada Nabi
- sallallahu alaihi wasallam. Kata Hindun,
- "Inna Abu Sufyan." Sesungguhnya Abi
- Sufyan rajulun sahihun.
- Syahih. Bukan shahih. Tapi sahih.
- Sahih itu pelit gitu ya. Kikir ya.
- Dia tidak memberikufini
- apa mencukupiku
- waadi dan anak-anakku
- ma aku. Kecuali aku mengambil minhu
- darinya.
- Wahua la y'lam dan dia tidak
- mengetahuinya ketika saya ngambil. Loh.
- Jadi ini bagi para istri yang tidak
- dikasih uang belanja
- ya. Padahal suaminya kaya [terkesiap]
- bahkan juga tidak diberi nafkah.
- Anak-anaknya juga tidak dicukupi, boleh
- ngambil tanpa semengetahuan suaminya.
- Tuh dengan catatan apa? Tidak diberi
- nafkah, tidak diberi uang dapur gitu loh
- ya. Tidak diahi layak wahua lay. Padahal
- dia tidak mengetahuinya. Qala. Maka Nabi
- mengatakan, "Khudi ambillah ma yakfiki."
- Apa yang membuatmu cukup? Wawaladaki dan
- anak-anakmu. Jadi, ambillah apa-apa yang
- mencukupkanmu dan anak-anakmu bil marruf
- dengan cara yang baik. Hza hadisun
- rawahu Bukhari wa Muslim. Hadis ini
- riwayat Bukhari dan dan Muslim. Jadi
- ee apa namanya? bukan kategori mencuri.
- Seorang istri yang tidak dinafkahi,
- anak-anak yang tidak dinafkahi.
- Dinafkahi tapi enggak cukup
- gitu ya. Padahal suaminya kaya, suaminya
- mampuh.
- Ah, sementara istri dan anaknya tidak
- tersantuni dengan benar. Ya, tersantuni
- tapi pas-pasan.
- Kadang dia harus puasa misalnya pagi
- makan.
- siang enggak,
- malam enggak, besok pagi lagi makan gitu
- loh. Ee siang enggak, sore makan, pagi
- enggak, siang makan dan seterusnya gitu.
- Nah, itu padahal sekali lagi dia mampu,
- suaminya mampu untuk menyantuni, memberi
- nafkah, tapi suaminya tidak
- melakukannya. Maka ini Hindun ini
- ngambil tuh dari sakunya Abu nama Abu
- Sufyan. tanpa sepengetahuan Abu Sufyan.
- Maka kata e apa? Kenapa? Karena Nabi
- menyuruhnya gitu ya. Khud ma yakfiki
- wawadaki bil maruf. Tuh gitu ya. Jadi
- boleh dengan catatan tadi. Tapi kalau
- sudah kasih cukup jangan coba-coba gitu
- loh ya. Minta izin tetap sama suaminya.
- Atau atau ada kesepakatan, Mas. Kalau
- engkau sedang tidur atau engkau sedang
- mandi, aduh kebetulan mendesak ya aku
- boleh ngambil enggak? Nanti aku laporan
- ya boleh gitulah. Tapi kalau tidak ada
- kesepakatan seperti itu, jangan
- coba-coba. Meskipun untuk sodqah.
- Misalnya
- ada petugas dari masjid narikin infak ke
- rumah-rumah gitu loh. Suami kita sedang
- tidur, bilang aja, "Mohon maaf ya, suami
- sayanya lagi tidur gitu. Saya belum
- dikasih untuk itu gitu loh. Terus terang
- aja enggak masalah gitu loh ya. Nah,
- jadi ee tapi kalau misalnya diduga kelas
- suaminya akan rida ya ambil aja."
- Kemudian dia laporan, "Mas, tadi aku
- ngambil Rp100.000
- untuk apa namanya? Ada acara di masjid
- gitu loh. Mendadak gini gini gini harus
- sehari ini." K enggak apa-apa gitu. Tapi
- kalau diduga akan tidak rida suami kita
- jangan gitu ya. Oke. Nah, ini saya kira
- ee hadis kelima dengan mutiara dapat
- kita pahami dari hadis kelima.
- Salah satu dari suami dan istri boleh
- menyebut kejelekan pasakannya pada saat
- meminta fatwa. Jadi kalau mau minta
- fatwa, minta diselesaikan urusannya,
- boleh tuh menceritakan
- bukan ya kekurangan atau apa ya apa yang
- dilakukanlah yang dianggap aib oleh
- pasangannya gitu ya. Karena tindakan
- tersebut mengimplikasikan hukum syariat
- gitu loh. Kemudian yang kedua, seorang
- istri boleh mengambil haknya dari harta
- suaminya tanpa seizin suaminya apabila
- suaminya tidak memberi haknya tanpa
- alasan yang benar. Itu digaris bawahi
- tuh ya, tanpa alasan yang benar. Kalau
- suaminya tidak memberi haknya tanpa
- alasan yang benar. Kalau suaminya punya
- alasan yang benar, jangan coba-coba
- gitu. Misalnya suaminya setiap kebutuhan
- diurai gitu, makaasih prioritas. Oh, ni
- untuk anaknya nih.
- Pendidikan anaknya didahulukan. Oh, ini
- oh untuk makan mah bisa bisa diirit
- misalnya gitu. mestinya kali cukup dua
- kali makan gitu loh. Jadi ketika dua
- kali makan kan kita nanya sebagai istri,
- "Loh, kenapa dikasih jatah cuma untuk
- dua kali makan?" Padahal kan biasanya
- begini, "Karena kan anakmu minta uang
- SPP ini begini begini, sementara
- penghasilanku bulan ini begini begini
- begini." Ya, itu berarti ada alasan yang
- benar. Tapi kalau tidak ada alasan yang
- benar, istri boleh mengambil kekurangan
- kebutuhan itu gitu. Nah, ini hal yang
- dibolehkan dalam rumah tangga. Nah, ini
- saya kira apa namanya? Gibah yang
- diperbolehkan sampai hadis kelima.
- Demikian saya kira sebagai pengantar
- kajian ee sore hari ini. Ee wasallallahu
- ala nabiina Muhammadin walhamdulillahi
- rabbil alamin. [berdehem]
- Wallahu aam bisawab.
- Ya, Iwan akhwat. Ee demikian penyampaian
- materi yang disampaikan oleh guru kita
- Ustaz Dam Saleh yang tadi Ustaz
- menyampaikan temanya yaitu tentang gibah
- yang diperbolehkan. Ada dua hadis tadi
- yang disampaikan dan bagi Iwan Wan
- Akhwat yang ingin bertanya dipersilakan
- dikirimkan ee WA-nya di 0811999720.
- Jangan ke mana-mana Iwan Ahmad. Kita
- akan kembali setelah n takwa berikut
- ini. Tetap di radio silaturahim dan
- hasil TV untuk Islam yang satu.
- [musik]
- Radio Silaturahim dan Rasil TV untuk
- Islam yang satu para pendengar kami yang
- ada di Sela Batam, Tansa FM Sukabumi dan
- juga di Bondowoso, di Banyuwangi dan
- juga di Sigli Aceh dan juga di Radio
- Surhim Yogyakarta saat ini. Ini kita
- kembali dalam program acara tausiah sore
- kajian syarah kitab Riyadus Shihin
- bersama guru kita Ustaz Ahmad Saleh yang
- pada kesempatan sore hari ini Ustaz
- Ahmad Saleh menyampaikan temanya yaitu
- tentang gibah yang diperbolehkan. Tadi
- ada dua hadis yang disampaikan dari bab
- gibah dan sekarang kita sudah memasuki
- sesi tanya jawab. Bagi WNW yang ada
- pertanyaan bisa dikirimkan ke WhatsApp
- berhasil di 0811999720
- [mendengus]
- ataupun berinteraktif di nomor yang
- sama. Ikhwan akhwat. Dan sekarang kita
- sudah memasuki ee tanya jawab. Kita
- bacakan saja Ustaz.
- Iya.
- Ini ada selain ada ee bertanya ada juga
- atensi-atensi yang mendoakan Ustaz Ahmad
- Saleh. Masyaallah.
- Dari Ibu Sundari. Masyaallah.
- Alhamdulillah. Semoga Ustaz Ahmad Saleh
- selalu sehat, selalu dalam lindungan
- Allah. Sukses selalu untuk Rader Rasil
- sedang.
- Amin. Allahum amin. Barakallahu fikum.
- Alhamdulillah. Ada juga dari Ibu Darma
- di Bekasi. Alhamdulillah Ustaz sudah
- sehat kembali. Kita hanya bisa mendoakan
- juga selalu nunggu-nunggu tausiah juga
- ilmunya, Pak Ustaz.
- Alhamdulillah. Jazakumullahu khairan.
- Alhamdulillah.
- Alhamdulillah. Ini tadi yang habis hadir
- pengajian di lingkungan. Alhamdulillah
- bisa menyimak tausiah ustaz pada sore
- hari ini.
- Barakallahu fikum. Ada juga dari Ibu Nan
- Fatimah. Alhamdulillah menyimak tausiah
- Ustaz Amad Saleh. Semoga Ustaz Amh Kak
- Fajar dan kru Rasil sehat sehat walafiat
- selalu dalam lindungan Allah subhanahu
- wa taala. Amin. Amin. Terima kasih Ibu
- Ibu Fatimah
- ini rajin salah satu koordinator kopdar
- tahsin Pak Ustaz.
- Oh masyaallah barakallah fik.
- Jadi ee tahsin pagi Al-Qur'an yang jam
- 5. subuh itu setiap bulan sebelum
- mengadakan
- kopdar kumpul para pendengarnya dengan
- Masyaallah. Masyaallah. sebagai
- koordinatornya.
- Nam. Namam. Barakallahu fikum.
- Masyaallah.
- Alhamdulillah. Dan sekarang kita ke
- pertanyaannya, Pak Ustaz.
- Naam.
- Pertanyaan pertama datang dari Bapak
- Joko di BSD. Asalamualaikum, Ustaz Dam
- Saleh.
- Waalaikumsalam [berdehem] warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Kita lihat para pembantu presiden alias
- menteri-menteri dan juga presiden itu
- kan sudah disumpah di atas Al-Qur'an,
- tapi sudah sumpah di atas Quran, namun
- masih menjalankan kejahatan.
- juga misalnya seperti korupsi dan
- berarti melanggar sumpahnya di atas
- Al-Qur'an. Maka para menteri dan itu ee
- kena azab ya, Pak Ustaz Syukron.
- Masyaallah. Barakallahu fikum. Semoga
- Allah merahmati orang yang bertanya dan
- membimbing orang yang akan menjawabnya.
- Masyaallah. Naam. Maka sesungguhnya di
- zaman kepemimpinan Islam, di zaman
- kekhalifahan
- ya mereka tidak mau dianggap apa
- diangkat jadi pejabat.
- Ribut dulu marah-marah mau diangkat jadi
- pejabat itu gitu loh. Kenap takut siksa
- Allah, takut tidak adil. Nah, sekarang
- zaman berubah.
- Keimanan semakin menipis.
- Keimanan kepada Allah dan hari akhir
- sudah semakin menipis. Maka sekarang
- sumpah palsu pun dijadikan alat untuk
- mendapatkan jabatan. Padahal dulu para
- sahabat disodorkan jabatan menolak.
- Sehingga Abu Bakar ketika mau mendujuk
- Bilal bin Rabah, "Ya Bilal,
- apa engkau akan melihat aku, membiarkan
- aku mengurus umat ini seorang diri? Aku
- hendaknya engkau jadi gubernur di sana.
- Disebutkan satu tempat lah ya Abu
- Bakrin. Tidak wahai Abu Bakar kata Pilad
- bin Rabah. Apakah engkau akan membiarkan
- aku ngurus umat ini seorang diri?
- Tidak ya Abu Bakar. Kata siapa? Kata
- Bilal bin Romah. Apakah karena engkau
- dulu membebaskan aku sehingga engkau
- menunjuk aku seenaknya jadi gubernur?
- Tuh [tertawa] siapa? debat dulu ramai
- itu gitu loh ya. Karena dulu paradigma
- dulu kepemimpinan dulu itu amanah.
- Kalau sekarang bukan amanah
- apa paradigmanya ya. Jadi pemahamannya
- oh jabatan itu adalah alat kekuasaan,
- alat untuk meraup keuntungan. Itu
- paradigma sekarang.
- Maka meskipun sudah disumpah atas nama
- Allah berdasarkan kitab sucinya,
- ya ini saya menyebutnya kitab suci ya.
- Kitab sucinya ada yang dengan Quran dan
- lain sebagainya maka kemudian tetap saja
- dia melakukan hal-hal yang tidak
- diinginkan. Sangat jarang kalau enggan
- mengatakan tidak ada
- yang jujur, yang amanah itu. Kenapa?
- Karena tadi, oh ini alat kekuasaan. Oh,
- ini alat untuk begini. Pernah di zaman
- ee apa namanya ee
- kepemimpinan-kemimpinan sebelumnya ada
- menteri yang tidak punya rumah, tidak
- punya mobil, ada. Itu masih masyaallah
- masih zaman keemasan. Zaman keemasan tuh
- itu ketika kejujuran menjadi nomor satu.
- Tapi sekarang orang jujur di depak.
- Iya. Orang jujur itu malah dipecat.
- Bagaimana bisa berkah gitu loh. Bagi
- mereka mungkin berkah. [berteriak]
- Mereka dalam tanda petik, numpuk harta
- tapi dia tidak tahu anak dan
- keturunannya besok-besok akan merasakan
- akibat-akibat yang tidak didukanya. Tuh
- gitu loh. Maka oleh sebab itu saya
- menyeru dan mengajak kepada orang yang
- diberi kekuasaan entahnya jujur dan
- amanah sebelum azal menimpanya.
- Kalau sudah azan menimpa sementara dia
- masih mengkhianati rakyatnya,
- nauzubillah. Dia haram mencium baunya
- surga bersama rakyat. Rakyatnya sudah
- masuk surga, dia masih dihisab pada
- bahkan harus mampir dulu ke neraka.
- Nauzubillah tumma. Nauzubillah. Nah,
- maka oleh sebab itu saya kira kepada
- para pemangku kekuasaan, para pejabat ya
- tadi
- bagaimana caranya gitu loh ya. Bahwa
- kemudian ah nanti saya kalau jujur nanti
- saya didpak. Gak apa-apa didepak karena
- jujur lebih baik, lebih utama dibanding
- bertahan di dalam kemaksiatan, berdaham
- dalam komunitas
- durhak kedurhakaan.
- Masyaallah. La haula wala quwwata illa
- billah. Nah, maka oleh sebab itu saya
- kira ee ya evaluasi sajalah. Saya tidak
- harus nunjuk pejabat pejabat B gitu.
- Karena saya tidak ngerti 100% karena
- saya bukan malaikat gitu loh. Nah, hanya
- saja evaluasi diri semuanya. Semua pihak
- evaluasi diri,
- semua pejabat evaluasi diri, termasuk
- ustaz-ustaz yang ini juga evaluasi juga
- sama gitu loh, evaluasi diri. Mumpung
- Allah masih memberikan kesempatan. Nah,
- jadi yang bersumpah atas nama Allah
- kemudian melanggarnya maka di apa?
- Diancam dengan siksaan yang sangat
- berat. Paham ya? Saya kira tidak harus
- dijelaskan lebih detail lah. Paham?
- Justru gitu loh ya. Maka oleh sebab itu
- hendaknya kita bertobat, perbaiki diri
- gitu loh ya. Baik sembunyi-sembunyi
- maupun terang-terangan memperbaiki diri.
- Nah, kita istikamah dalam kejujuran
- siapa tahu jadi contoh dan teladan.
- Bukan hanya ditakuti akan dipecat bahkan
- bisa menjadi contoh dan teladan. Loh, di
- saat orang-orang durhaka, di saat
- orang-orang korupsi, di saat kok dia
- malah jujurnya seorang diri.
- bertahan lagi gitu loh. Ketika mau di
- apa? Mau didepak, mau dipecat, yang
- mecatnya dipecat duluan. Nah, gitu. Itu
- pya gantungkan kepada Allah.
- Gantungkan kepada Allah. Nanti kalau
- kemudian Anda tidak bisa bertahan di
- dalam ee apa namanya? dalam lingkungan
- kepemimpinan, maka Anda ditempatkan di
- tempat lain untuk bisa membentuk
- kepemimpinan baru.
- Nah, di kepemimpinan sini komunitasnya
- komunitas durhaka.
- H
- kemudian Anda jujur, kemudian Anda
- dipecat, maka Anda oleh Allah akan
- ditempatkan di tempat dengan komunitas
- orang-orang taat, orang-orang saleh gitu
- loh. Bisa? Bisa. Kenapa tidak? Lihat
- saja nanti gitu loh. Banyak sekarang itu
- harokah-harokah
- ya, ormas-ormas yang bisa membentuk
- seperti itu. Meskipun juga tidak bisa
- dipungkiri. Ada ormas-ormas juga sama
- jadi ikut durhaka karena dekat dengan
- para pejabat durhaka gitu. Tapi ada
- ornas yang itu istikamah dia menghindari
- interaksi dengan kedurhakan kedurhakan
- istikamah menyeru kepada kebaikan terus
- berkembang berkembang diuji sama orasi
- ini juga diuji
- dengan di mana tawaran tawaran
- macam-macam tapi dia sebab tidak saya
- tidak akan mengkhianati hati nurani
- rakyat saya tidak akan mengkhianati hati
- nurat umat biarkanlah ee organisasi
- ormas saya seperti ini berjalan apa
- adanya sampai begitu dia tidak tertarik
- dengan perkembangan organisasi yang
- begitu hebat tetapi kalau kemudian dia
- didapat dengan cara yang curang gitu loh
- maka banyak sekali lagi sekarang sudah
- mulai banyak kesadaran terutama dari
- para mahasiswa gituah para
- aktivis-aktivis yang jenius-jenius lah
- saya bersyukur kepada Allah banyak
- sekali para muharrik para penggarak
- organis ASI para penggerak umat sekarang
- bermunculan juga. Di satu sisi kita
- sedih dengan komunitas kedurhakaan. Tapi
- di sisi lain kita juga berharap kepada
- Allah lahir dari mahasiswa lahir dari
- para pemikir yang membentuk komunitas
- yang lebih kuat bahkan menguntungkan.
- Bahkan negara pinjam
- pinjam duitnya ke mereka gitu loh. Paham
- negara gitu loh. Nah, maka oleh sebab
- itu kita tetap optimis kepada Allah
- bahwa bangsa ini meskipun diprediksi
- tahun 2030 akan hilang,
- tetapi kita masih punya harapan gitulah
- lahirlah orang-orang para muharrik e
- para pembaharu. Insyaallah ya. Ya, kita
- juga tidak harus tidak harus curiga ya
- dari mana munculnya pembaharu itu.
- Pokoknya mohon kepada Allah para
- pembaharu yang baik, yang positif gitu
- loh dari lingkungan kita atau dari
- tetangga kita. Maksudnya lingkungan kita
- misalnya dari tempat pengajian kita atau
- dari tempat pengajian tetangga gitu loh.
- Selama dia mengarah kepada perbaikan,
- mengarah kepada islah, kita mendukungnya
- gitu ya. Heeh. Masyaallah. Ee misalnya
- kan e digadang-gadang tahun 2029 calon
- pemimpin kita doakan yang terbaik gitu.
- Meskipun kemarin juga keputus itu
- terbaik
- meskipun tidak kita harapkan
- tapi ketahuilah itu pun yang terbaik.
- Karena terbaik bagi seseorang bisa
- terburuk bagi orang lain. Terburuk bagi
- orang lain terbaik bagi komunitas yang
- lain gitu loh. Jadi apa namanya? Saling
- mempengaruhi gitu loh ya. ee sistemik
- gitu loh, saling mempengaruhi. Maka
- semua kita senantiasa berprasangka baik
- kepada Allah Subhanahu wa taala. Jadi
- begitu ya, kalau tidak disumpah kemudian
- melanggar sumpahnya maka itu diancam
- oleh Allah dengan siksa yang pedih.
- Demikian wallahuam
- bisawab.
- Insyaallah mudah-mudahan di negeri bukan
- negeri kita, Ustaz yang seperti itu,
- Ustaz. Di negeri [tertawa] lainya
- mudah-mudahan. Iya. Kita selalu
- diberkahi Allah subhanahu wa taala.
- Amin. Amin.
- Dan ada satu atensi dari Ibu Retno.
- Alhamdulillah menyimak hadir Pak Ustaz
- tausiah Ustaz ee mendengarkan tausiah
- Ustaz pada sore hari ini. Terima kasih
- Pak Ustaz.
- Dan kita ke pertanyaan selanjutnya
- datang dari Bapak Rohili.
- Dari Bapak Rohili Pulau Gebang.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam [berdehem]
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Izin bertanya, bagaimana orang yang
- enggak mau jadi saksi di persidangan
- sedangkan orang tersebut mengetahui
- kejadiannya? Apakah orang tersebut sudah
- termasuk terbuat berbuat zalim, Pak
- Ustaz?
- Iya. Baik. Jadi, kalau kita melihat
- kezaliman dan kita mampu merubahnya,
- sementara kita tidak merubahnya, maka
- kita seperti setan besok gitu loh. Tidak
- ada manfaatnya.
- tujuan hidup kita tidak tercapai. Nah,
- maka oleh sebab itu saksi karena
- mengetahui kejadiannya
- persis apa yang terjadi dia paham betul
- kemudian tidak mau menjadi saksi. Sama
- seperti itu, seperti orang yang tidak
- mau mengadakan perbaikan
- gitu loh. Padahal ee justru saksi itu
- ditunjuk jadi saksi karena diduga keras
- dia mengetahui.
- Makanya sekarang kan ada saksi ahli
- berdasarkan teori-teori ahli itu begini
- begini begini dan seterusnya. Itu saksi
- ahli. Tapi kalau saksi yang mengetahui
- peristiwa kronologis kronologis
- kejadian, ah itu juga penting. Nah, jadi
- sekali lagi ee jika kita melihat
- kemungkaran kemudian kita tidak
- merubahnya pada kita mampu sama dengan
- setan bisu. Kita ada di situ tapi diam
- aja gitu loh. Nah, kita juga tahu tapi
- diminta jadi saksi enggak mau. Itu juga
- sama. Padahal juga persoalan tidak hanya
- akan menimpa orang lain, bisa jadi
- persoalan akan menimpa dirinya. ketika
- dirinya memerlukan saksi, bisa jadi
- banyak saksi yang tidak mau. Jadi bisa
- dibalik gitu loh. Ketika dia tidak bisa
- memberikan kesaksian, maka bisa jadi
- ketika dia punya masalah tidak akan ada
- saksi meskipun banyak yang memperhatikan
- yang melihatnya gitu loh. Maka oleh
- sebab itu hendaknya kita kalau diminta
- jadi saksi ya kita kemukakan jadi saksi
- kan tidak harus ngada-ngada. Kalau yang
- tahu kita kan tahu ya saya tahu
- mengatakan apakah Anda melihatnya? Ya,
- saya melihatnya apakah Anda mendengarnya
- apa tidak? Tidak saya tidak
- mendengarnya. Kan tinggal begitu
- kan. Saksi mah masyaallah ya tidak harus
- berbelit-belit saksi mah kan begitu.
- Hanya yang harus pintar-pintar
- pengacaranya kan begitu gitu loh. Iya.
- Nah, maka oleh sebab itu sekali lagi ee
- apa namanya? Keberadaan saksi itu sangat
- diperlukan.
- Ya, karena tidak mungkin kebenaran akan
- terungkap kecuali ada saksi di
- antaranya. Demikian yang bisa saya
- jawab. Wallahu aam biswab. [mendengus]
- Ustaz, selanjutnya ada satu komentar
- dari Ibu Tini. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Pak.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh,
- Pak Ustaz Saleh. Kang Fajar
- alhamdulillah senang dengar tausiah live
- Ustaz juga hostnya sehat terus ya,
- Ustaz.
- Alhamdulillah.
- Kalau zaman dulu zaman Rasulullah dan
- khalifah jabatan adalah amanah. Takut
- menerima jabatan. Kalau sekarang jabatan
- adalah aman.
- [tertawa]
- Iya. Iya. Masyaallah. Barakallah. Iya.
- Iya.
- Oke, kita ke pertanyaan selanjutnya,
- Ustaz. Datang dari Bapak Komarudin di
- Karawang. Nih, Ustaz.
- Namam.
- Asalamualaikum, Pak Ustaz. Amad Saleh.
- Waalaikumsalam [berdehem] warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Pak Ustaz izin bertanya, maaf di luar
- tema. tolong diberikan penjelasan
- tentang apa yang dimaksud dengan nafkah
- lahir batin. Terima kasih, Pak Ustaz.
- Oh, iya. Nafkah lahir batin. Nafaqoh
- lahir batin. Nafaqah itu bantuan
- santunan gitu ya. santunan, bantuan,
- pemenuhan terhadap kebutuhan batin sama
- lahir. Kebutuhan lahir misalnya sekarang
- misalnya nafaqah dari seorang suami
- kepada istrinya, lahir batinnya,
- lahirnya pakaiannya
- gitu ya. Pakaiannya dibeliin, perlu
- jilbab dibeliin jilbab, perlu makan
- dikasih makan. Perlu minum dikasih
- minum. Itu kebutuhan lahir. Kebutuhan
- batin, kebahagiaan.
- pemenuhan ilmu diberikan tuh ilmu
- diajari ilmu agamanya. Oh, saya enggak
- bisa ngasih ilmu agama. Nyari ustazah,
- ustazah tolong bimbing istri saya karena
- saya gak bisa. Nah, nanti apa misalnya,
- nah nanti setiap akhir bulan ngasih sama
- ustazahnya.
- Tapi juga ada ustazah yang enggak mau
- dikasih tapi ya iyalah tawanu alwat
- takwa kan begitu. Ustazah juga kan harus
- ngasih makan sama anak-anaknya dan lain
- sebagainya. Meskipun juga tidak boleh
- nyekit.
- Ya, aku kan gurunya katol tanpa saya,
- tanpa guru. Ah, istrimu tidak akan tahu
- apa-apa. Bayar sekian. Enggak juga
- begitu gitu loh. Jadi tambah tambun
- saling tolong-menolong. Kan ilmu juga
- amanat.
- Iya.
- Bagi ustazah ilmu itu amanat. Bagi bagi
- suami harta itu amanat.
- untuk menyelesaikan amanat lain yaitu
- istri gitu loh. Maka kita mengeluarkan
- amanat berupa kekayaan. Si ustazah
- mengeluarkan kekayaan ilmunya sehingga
- tersebar kan gitu. Nah, jadi begitu ya.
- Itu apa? Kebutuhan ee batin. Nah, batin
- itu kebahagiaan ya, mohon maaf ya.
- Kebahagiaan. batin itu kebahagiaan,
- kesenangan itu juga harus dipenuhi
- ya ilmu pengetahuannya ya kepuasan
- batinnya. Mohon maaf dalam
- masalah-masalah biologis saja harus
- diperhatikan
- ya. Misal oh saya punya penyakit
- usahakan cari seilmu sambil ya Allah
- saya ini sakit tidak bisa nafkahi istri
- istri saya nangis terus gitu. Ah,
- pikirkan tuh gimana supaya kita jadi
- sehat kembali, bisa memberi nafkah
- kepada istri gitu loh. Jadi persoalan
- itu juga oleh Islam diperhatikan.
- Jadi bukan hanya pakaian lahir, bukan
- makanan dan minuman saja, bahkan ilmu
- pengetahuan, kebahagiaan juga. Nah, jadi
- itu ya nafkah lahir itu berhubungan yang
- apa yang nampak-nampak Allah subhanahu
- wa taala. Amin.
- Amin. Allahum amin.
- Dan Ustaz Mas diberikan kesehatan ya
- Allah subhanahu wa taala. Amin.
- Amin. Allahum
- dan sempurna oleh Allah.
- Amin. Allahum amin. Masyaallah.
- Terima kasih Bapak Kiai tausiahnya.
- Mohon maaf semoga Allah balas kebaikan
- Bung Fajar, Ustaz Salh dan juga seluruh.
- Amin.
- Barakallahu fikum waakum.
- Terima kasih yang Sri dan ee Cang Sri
- dan ee Iwan Ahmad. Kita akan jeda
- kembali. Bagi wwat yang mungkin nanti
- ada pertanyaan bisa kembali dikirimkan
- ke layanan WhatsApp hasil di 0811999720.
- Jangan ke mana-mana tetap di radio
- Satrahim dan TV untuk Islam yang satu.
- Masih dipancarkan dari Jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibur
- Bekasi, Radio Silaturahim dan Rasil TV
- untuk 1 Iwan Hawat. Kita kembali dalam
- program acara tausiah sore kajian syarah
- kitab Riyadus Shihin bersama guru kita
- Ustaz Ahmad Saleh yang pada kesempatan
- sore hari ini Ustaz menyampaikan temanya
- tentang gibah yang diperbolehkan dan
- [mendengus] kita ee sudah memasuki sesi
- tanya jawab, kita akan kembali
- membacakan pertanyaan-pertanyaan dari
- Iwan Awat semuanya. Bagi Iwan akhwat
- yang ingin bertanya bisa dikirimkan ke
- layanan masuk Prasil di 0811999720.
- Baik, kita langsung Ustaz ke pertanyaan
- selanjutnya Ustaz ya.
- Pertanyaan selanjutnya datang dari
- [berdehem]
- Ibu Hajah Nur di Depok. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Semoga Ustaz selalu sehat dan dalam
- lindungan Allah Subhanahu wa taala.
- Subhanahu wa taala.
- Amin. Allahum amin. Barakallahu fikum.
- Izin bertanya, Pak Ustaz. Di zaman
- sekarang gibah sering dibungkus dengan
- istilah curhat. Sebenarnya batas antara
- curhat yang dibolehkan dan gibah yang
- dilerang itu di mana ya, Pak Ustaz?
- Terima kasih, Pak Ustaz.
- Iya. Baik. Gibah itu menceritakan
- keburukan orang lain dengan menyebutkan
- pelakunya.
- Nah, padahal mereka melakukannya
- apa namanya? Tidak sengaja atau
- terpaksa.
- Adapun ee curhat itu mengemukakan
- persoalan tanpa menyebut pelakunya gitu
- ya. Itu bedanya kalau curhat itu aduh
- saya punya masalah nih ee misalnya
- begini atau begini. Ee akhi menurut
- antum gimana sih jika ada seorang istri
- begini begini sama suaminya? Ah sikap si
- suami itu harus gimana tuh? Ah itu
- curhat gitu loh ya. Tapi kalau gibah itu
- jangan kasih anu tuh siano kazak kaz kaz
- kaz k disebutkan keburukan-keburukannya.
- Padahal dia melakukan itu bahkan
- sembunyi-sembunyi. Bahkan tidak sengaja.
- Adapun tadi kalau dia melakukannya
- terang-terangan bahkan dipublikasi ah
- itu mah apa namanya tanpa kita sebutkan
- juga orang sudah tahu semuanya gitu ya.
- Nah, jadi justru supaya kemaksiatan
- tidak meraja lela tidak dipublikasikan.
- Nah, jadi makanya dicegah. Kalau benar
- dia melakukannya berarti kita gibah.
- Kalau tidak tidak cocok dia tidak
- melakukannya berarti kita dusta.
- Dua-duanya salah gitu loh. Jadi kalau
- curhat tadi pelakunya tidak disebutkan,
- inti persoalannya aja sampaikan minta
- solusinya gimana. Ah, itu curhat gitu
- ya. Adapun gibah menceritakan keburukan
- orang lain di saat orang lainnya orang
- tersebut tidak ada di hadapan kita itu
- gibah. Ah gitu ya. Demikian yang dapat
- saya jelaskan. Wallahuam
- bisawab.
- Ya. Baik Ustaz kita ke pertanyaan
- selanjutnya. Datang Ibu datang dari Ibu
- Nanda di Jakarta di Jakarta Timur.
- Asalamualaikum Ustaz Amad Saleh.
- Sehat selalu [batuk][berdehem] Ustaz.
- Bagaimana hukum membahas kesalahan
- public figure di media sosial? Apakah
- itu otomatis termasuk kibah? Karena di
- zaman sekarang ini emang kalau karena
- zaman media sosial, Ustaz, ya, jadi
- public figure melakukan apapun apalagi
- yang jelek-jelek, wah langsung ramai
- gitu. Semua, semua netizen tuh
- berkomentar gitu.
- Iya.
- Dan kebanyakan tuh kalau tentang public
- figure yang dia enggak suka negatif
- semua tuh ininya komentar gimana, Ustaz?
- Ya, public figure. Public figure itu
- publik itu masyarakat ya. Banyak orang
- figur ya figur bisa artis gitu ya, bisa
- ustaz, bisa ulama, bisa tokoh
- masyarakat, banyak itu public figure.
- Nah, bagaimana membahas kejelekannya
- sekarang? Dampaknya apa membahas
- kejelekannya?
- Akan apakah bisa memperbaikinya atau
- bagaimana? Nah, gitu loh. Jika kita
- menceritakan public figure itu sehingga
- dapat solusi maka enggak ada masalah.
- Tapi kalau kita cuma ngomongan,
- ngomongin aja keburukan-keburukannya
- [tertawa]
- tanpa ada apa misalnya tidak ditatangi
- publik tersebut sehingga kita ngomongin
- dia tetap saja melakukan keburukan maka
- itu tidak ada manfaatnya. Nah, kemudian
- public figure yang melakukan
- kekurangan-kekurangan itu ada yang
- disengaja, ada yang tidak.
- ada yang menjadi akhlak, ada yang
- menjadi insiden. Itu tidak bisa
- disamakan. Maka oleh sebab itu, syariat
- Islam membatasi itu supaya tidak
- tersebar berita-berita yang ee apa
- namanya menjadi pokok menjadi pusat
- perhatian yang tidak benar. Makanya
- dilarang gibah gitu. Dilarang ini
- sekarang ngapain sih kita sambil ngopi
- ngebahas persoalan gini? Kecuali memang
- kita misalnya nulis tulisan memang
- sengaja untuk mempengaruhi agar orang
- tahu. Agar orang tahu apa? Agar dia bisa
- berhati-hati,
- agar dia bisa menghindarinya. Ah, itu
- tidak ada masalah. Maka sangat
- tergantung kepada niatnya gitu loh ya.
- Kalau kemudian dan lagi niatnya juga
- tidak harus tidak harus disebut batang
- hidungnya. Persoalannya aja
- diketemukakan. Oh, ini banjir itu ee
- pakayu gelondongan. Ini mesti ada campur
- tangan antara penguasa dan para
- konglomerat gitu aja tanpa disebutkan
- batang hidungnya si anu, si anu, si
- gitu. kecuali memang sudah fakta bukti
- mengarah betul betul-betul mengarah gitu
- agar orang menjadi hati gitu loh. Maka
- kemudian kan sekarang
- banyak juga kalau dulu persoalan itu
- tanah negara diserobot oleh rakyat
- kalau sekarang tanah negara diserobot
- oleh konglomerat
- gitu kan. Akhirnya rakyat bahkan yang
- sudah dimiliki oleh rakyat gitu karena
- dia tidak punya kekuasaan direbut tuh
- oleh para konglomerat.
- Nah, ini jadi persoalan yang harus
- diperjuangkan oleh seluruh anak bangsa
- gitu. Gimana caranya tuh? Eah gimana ni
- hutan yang sudah gundul ini solusinya
- gimana? Ini ada e apa namanya tugas kita
- bersama gitu ya. tidak harus mencari
- kambing hitam tapi bagaimana solusinya
- ya tetap apa namanya
- apa mengajukan ke meja hijau terus
- dilakukan tapi yang jelas agar semuanya
- bisa tuntas gitu ya bahwa kemudian
- sampai kepada tuntas tidak mungkin iya
- tapi paling tidak diminimalisir
- akibatnya gitu loh bagaimana apa namanya
- orang yang terdampak banjir punya dapat
- santunan misalnya apa
- dari orang-orang yang membabat hutan
- yang menjadikan apa? Hutan menjadi
- perkebunan yang ah gitu loh. Jadi ini
- tetap ada analisa-analisa. Jadi berbagai
- analisa dilakukan kemudian disatu
- padukan. Ini tentu kita juga tidak tahu
- kepada siapa harus mengadu.
- Kalau masih dipercaya ya kepada DPR gitu
- loh. Kalau masih dipercaya gitu loh.
- Kalau masih dipercaya ya kepada penegak
- hukum.
- Tetapi sekarang nah sekali lagi ini ya
- asumsi. Kalau sekarang sudah susah, bisa
- di bisa dipercaya, maka harus ada apa
- namanya gerakan baru, gerakan cadangan
- gitu loh ya agar supaya nanti bisa
- dilakukan perbaikan-perbaikan
- gitu loh. Jadi sekali lagi ya masyaallah
- semuanya menjadi tanggung jawab kita
- bersama ya. Baik, saya kira itu ya yang
- dapat saya jawab. Wallahuam
- bisawab.
- Demikian Mbak Nanda jawaban dari Ustaz
- Amad Shoh dan kita ke pertanyaan
- selanjutnya datang dari Bapak Arwin Pak
- Ustaz di Lenteng Agung. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam [berdehem] warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Terima kasih atas tausiah dan
- nasihatnya. Semoga Pak Ustaz dan pejuang
- dakwah serta para pendengar Radio Rasil
- selalu dalam keadaan sehat walafiat
- serta dalam lindungan Allah Subhanahu wa
- taala. Amin.
- Amin. Allahum amin. Barakallahu fikum.
- Pak Ustaz, mohon izin izin bertanya.
- Saya ingin bertanya. Namun di luar tema,
- apa yang dimaksud dengan salat iadah dan
- bagaimana pelaksanaannya? Terima kasih,
- Pak Ustaz.
- Iya. Salat iadah itu adalah salat yang
- dilakukan kembali.
- Misalnya saya sudah salat magrib, tapi
- kemudian saya ngulangi lagi gitu loh.
- Nah, ngulangi lagi ada dua niat.
- Macam-macam niat bukan ada dua niat.
- pertama ingin mengganti. Jadi saya
- menggugurkan
- ee salat magrib yang sudah saya lakukan.
- Karena misalnya oh saya salat magrib
- sendirian
- sudah salam. Asalamualaikum
- assalamualaikum. Datanglah jemah lain.
- Allahu akbar. Allahu akbar. Asadu lain.
- Ah kemudian saya ikut salat magrib lagi
- berjamaah.
- Nah kemudian saya membatalkan salat yang
- sudah saya lakukan. Maka niatnya niatnya
- nih kalau banyak pakai talafuzun niat n
- itu usoli fard magribi ya salas rakaatin
- badlan sebagai pengganti gitu lillahi
- taala makmuman lillahi taala Allahu
- akbar kalau jadi makmum gitu ya itu
- mengulang namanya tapi bisa juga
- mengulangkan itulang itu karena sodqah
- saya sudah salat isya sendirian eh
- berjamaah. Kemudian ada orang sendirian.
- Kalau tadi kan kita salat sendirian,
- kemudian diganti dengan salat berjamaah.
- Kalau ini sudah salat berjamaah, ada
- orang datang sendirian mau salat magrib
- kemudian kita temeni. Nah, kita
- mengulang sebagai upaya sodqah kepada
- yang salat sendirian. Kalau ini hukumnya
- sunah. Ah, artinya sunah. Jadi sunatan
- gitu ya, sunatan lillahi taala. Makmuman
- sunatan lillahi taala. Allahu Akbar gitu
- loh ya. Jadi salat magribnya sebagai
- sunah mendampingi orang yang munfarid
- gitu ya. Jadi kalau tadi sekali lagi ada
- dua macam. Misalnya ee habis salat
- berjamaah magrib kemudian datang orang
- yang sendirian kita salat lagi ngulang.
- Ngulangnya bukan ngulang merubah. Tapi
- ngulan sebagai sedekah.
- Tapi kalau kemudian tadi salat magribnya
- saya sendirian sudah salam.
- Asalamualaikumam. Datang orang
- ramai-ramai
- terus qat salat magrib kemudian kita
- salat magrib lagi. Nah kalau ini
- misalnya badlan. [berdehem] Badlan itu
- mengganti. Jadi membatalkan salat tadi
- yang sendirian diganti dengan salat
- berjamaah. Loh, kenapa mesti harus di
- kan perubahan ini dari 10 derajat ke 27
- derajat
- gitu loh ya. Jadi yang disetorkan kepada
- Allah gitulah istilahnya ya yaitu yang
- salat berjamaahnya gitu ya. Demikian
- yang saya dapat jawab. Wallahu aam
- bisawab.
- Jadi kalau untuk niatnya sendiri
- misalkan kita ee sudah salat sendiri ah
- ya Allah saya membatalkan salat ini. Itu
- ber
- iya. Makanya diganti
- dalam artian berarti ee gimana ya
- pahalanya jadi berubah gitu?
- Iya berubah pahalanya. Jadi yang dinilai
- yang salat berjamaah
- gitu loh. Karena kan ada e kaidah tidak
- ada salat wajib dilakukan dua kali.
- Hm.
- Dari situ asalnya. Maka kemudian ada
- badlan pengganti gitu loh. Nah sama
- sodqah gitu. Wallahuam bisawab.
- Demikian Bapak Arwin jawaban dari Ustaz
- Saleh dan kami juga selalu mendoakan
- Bapak Arwin dan juga seluruh pendengar
- Rasil agar semoga diberikan kesehatan
- oleh Allah dan juga selalu dilindungi
- oleh Allah subhan.
- Amin. Allahum amin. Amin.
- Dan Ustaz ada pertanyaan kembali Ustaz
- dari Ibu Tini. Asalamualaikum Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Saya punya keponakan yang kalau main di
- rumah selalu menceritakan masalah dia
- dengan suaminya. lebih banyak yang
- buruknya walaupun cuma sekitar cuman
- sekitar pekerjaan pekerjaan rumah. Kata
- keponakan saya dia melakukan itu cuma
- curhat karena kalau enggak ke
- tante-tante aku ke siapa lagi. Bagaimana
- hal seperti itu, Pak Ustaz? Nasihat.
- Iya. Baik. Pertama kan semestinya kalau
- curhat tidak disebutkan tokohnya
- meskipun tokohnya itu suaminya gitu.
- Tante gimana ya kalau ada orang misalnya
- satu keluarga begini begini suaminya
- begini gimana ya semestinya itu mestinya
- tuh itu curat tapi karena itu sudah
- terjadi sudah dibatasi aja sama kita
- tidak harus dicurah disampaikan lagi ke
- yang lain gitu loh batasi aja sudah
- sampai situ. Lalu nasihati sudahlah kamu
- jangan terlalu banyak menceritakan
- keburukan suamimu karena bisa jadi di
- sisi Allah suamimu lebih baik dibanding
- kamu. Nah. gitu loh. Jadi udah ini aja
- apa namanya dikomunikasikan aja. Kalau
- enggak bisa dikomunikasikan, berdoa
- saja. Ya Allah berilah taufik apa
- hidayah dan taufik kepada suami saya
- karena Engkaulah yang membolak-balikkan
- hati manusia. Gitu aja. Nah jadi sekali
- lagi pertama karena itu sudah terjadi
- batasi oleh kita sebagai tantenya tidak
- lagi menyebarkan termasuk kepada suami
- kita, kepada omnya. Enggak usah
- disampaikan, udah dia biarin aja.
- Kemudian sampaikan kepada keponakan
- kita, "Sudah kamu enggak usah apa
- mencerita-ceritakan keburukan suamimu.
- Doakan saja kepada Allah." Gitu loh ya.
- "Ya Allah, Engkaulah yang
- membalak-balikkan hati manusia. Berilah
- taufik dan hidayah kepada suami saya
- agar suami saya begini begini begini
- begini gitu.
- Atau yang ketiga sampaikan sama suami
- kita, Mas, mohon maaf ya, Mas ya. Kan
- begitu bahasa komunikasi kita. Istri apa
- juga kita malu mohon maaf sama suami.
- Kan ada juga yang mohon mohon mohon
- mohon maaf sama suami malu gitu, Mas.
- Mohon maaf nih. Saya sih cuma ingin
- sama-sama memperbaiki diri. Bagaimana
- kalau begini begini begini? Aku juga sih
- bukan orang sempurna gitu. Nasihati juga
- aku ya kalau engkau melihat aku ada
- kekurangan-kekurangan
- tapi aku dulu sekarang nyampaikan engkau
- oh gitu jeling memahami gitu loh ya jadi
- dalam komunikasi sekarang beda dengan
- komasi zaman dulu zaman dulu mah eh tiap
- habis salat istri gitu apa namanya
- menyerahkan cemeti sama suaminya
- iya
- kakanda
- aku tidak tahu dari ee zuhur ke asar ini
- aku tidak tahu kesalahan apa yang aku
- perbuat kepada engkau. Pukullah aku jika
- engkau menemukan aku ada kekurangan. Tuh
- zaman baheula mah begitu gitu loh. Dan
- masih ah agak sulit nyarinya perempuan
- sekarang seperti itu. Kenapa? Karena
- memang sudah ee apa namanya? Kehidupan
- kita sudah berubah.
- Emansipasi manusia juga mempengaruhi
- pola pikir, mempengaruhi juga sikap gitu
- loh. Padahal emansipasi juga tidak harus
- merubah, tidak harus merubah karakter
- menjadi setara dalam pengertian. Padahal
- semuanya kan ada makam-makamnya.
- Iya.
- Kalau orang tua anak-anak dulu ya
- masyaallah dinasihati sama ibu bapaknya
- ya bah. Iya nya kan gitu ya. Iya. Iya
- gitu. Engak bantu. Ah ya apa? Nya
- sekarang sih nya enggak pernah kuliah
- sih jadi enggak tahu. Oh itu anak
- sekarang. Padahal semestinya tidak boleh
- begitu. Semakin tinggi pendidikan
- mestinya semakin tawadu, semakin salihah
- mestinya gitu ya. Tapi faktanya
- masyaallah dan memang sekarang ada ee
- ada pergeseran-pergeseran
- banyak ee apa namanya
- perubahan-perubahan pemikiran. Ya,
- bahkan anak-anak SMA perkalian saja 8 *
- 4 berapa? Ee anak SMA tuh.
- Iya. Zaman sekarang, Ustaz.
- Oh, zaman sekarang tuh wah bayeng aja,
- main gadget aja,
- tapi pendidikan betul-betul tidak
- diperhatikan. Jadi sekolah itu cuma
- datang untuk senang-senang, bukan untuk
- belajar.
- Nah, makanyaitas, Ustaz.
- Heeh. Formalitas. Betul. formalitas juga
- enggak gitu loh. Cuma apa tuk apa
- namanya? Stor muka setor muka doang lah.
- Maka kewajiban orang tua mengontrol
- pendidikan anak-anaknya ya. Dikontrol
- ditanya, "Nak, kamu tadi belajar apa di
- sekolah? Jangan-jangan kita juga tidak
- peduli pada pendidikan anak gitu ya. Ee
- udah ngompi, rumah mainan HP, suaminya
- mainan HP, istrinya juga mainan HP,
- anak-anak juga main HP. ngumpul tapi
- masing-masing gitu. Nauzubillah.
- Nauzubillah. Maka oleh sebab itu ya kita
- mohon kepada Allah agar diberikan
- kekuatan untuk menghidupkan komunikasi.
- Bahkan boleh dibuat aturan setelah di
- rumah dari jam main HP itu misalnya
- bakda isya sampai jam sekian. Setelah
- itu dan sebelum itu tidak boleh main HP.
- Boleh tuh diterapkan seperti itu ya.
- Nah, jadi saya kira itu
- apa namanya? Ee kalau orang-orang dahulu
- seperti ibu-ibu kita, nenek-nenek kita,
- tante-tante kita itu cemeti diserahkan
- sama suaminya. Ah, itu mah zaman
- penjajahan. Eh, zaman penjahan-jahan
- mesti ada kebaikan-kebaikannya.
- Kebaikan yang harus diambil. Nah, kita
- juga zaman modern keburukannya juga
- banyak gitu loh. Nah, keburukannya
- diminimis diminimalisir
- gitu, diperkecil bahkan kalau bisa
- dihilangkan gitu ya. Masyaallah. Nah,
- jadi saya kira kita hendaknya
- pandai-pandai, pintar-pintar memanage
- waktu, membuat aturan-aturan demi
- kemaslahatan. Demikian yang dapat saya
- jelaskan. Wallahu aam bisawab.
- Nampaknya ini jadi ada satu pertanyaan
- terakhir, Ustaz. Karena kita sudah
- dibatasi waktu pertanyaan dari
- barakallahu
- ee Nelinda Harun, Jakarta Timur.
- Asalamualaikum, Pak Ustaz Mas Salh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Mohon bertanya, apa boleh anak membayar
- hutang puasa orang tua yang telah
- meninggal? Terima kasih, Pak Ustaz.
- Iya. Bagaimana pendapat kita membayar
- hutang duit kepada tetangga? Padahal
- yang berhutang ibu kita yang sudah
- meninggal.
- Ibu kita masa hidupnya ngutang duit R
- juta sama tetangga. Setelah matinya
- perlu dibayar apa tidak? Jelas wajib
- dibayar. Itu hutang kepada manusia
- apalagi hutang kepada Allah gitu. Lebih
- wajib untuk diba dibayar. Siapa yang
- membayar? Ahli warisnya
- tuh. Jadi kalau begitu membayar hutang
- puasa ibu kita atau bapak kita yang
- sudah meninggal dunia harus kita bayar
- gitu loh ya. Itu mah tidak harus nak aku
- punya tidak harus kan kita tahu si emak
- tuh kemarin hutang 10 hari ke 11nya
- meninggal dunia jadi 10 hari punya
- hutang tuh bayar sama kita setelah kita
- tidak punya hutang puasa gitu loh. Jadi
- sebaiknya sebelum melaksanakan saum
- sunah saum bayar hutang ibu bapak kita
- dahulukan gitu ya. Nah jadi seperti itu
- ya. Kalau hutang kepada Allah lebih
- wajib untuk dibayar gitu loh ya. Wah
- termasuk apa nanti kan berarti beremet
- tuh ibadah-ibadah yang menjadi hutang
- gitu loh. Kan begini ada orang yang
- sakit tapi bisa tetap mempertahankan
- salatnya, puasanya padahal sakit. Tapi
- ada orang yang sakit enggak puasa,
- enggak salat. Nah, maka oleh sebab itu
- dibayar oleh anak-anaknya gitu loh.
- Faidahnya apa? Menambah kesalehan
- anak-anaknya
- gitu loh. Itu faedahnya. Jadi,
- anak-anaknya dituntut semakin saleh
- karena bisa membantu kondisi ibu
- bapaknya ketika mereka tidak
- melaksanakan kewajiban ketika saat uzur.
- Kan salat mah tidak boleh ditinggalkan.
- Kalau puasa boleh kan boleh ditinggalkan
- kalau sakit. Tapi kalau salat tidak
- boleh. Nah, tapi ternyata ketika emak
- kita sakit gitu karena kondisinya ini
- dia tidak salat maka dicatat tuh sama oh
- emak tuh ee si bunda tuh apa ee apa
- namanya? Tidak salat sekian hari, tidak
- puasa sekian hari. bayar
- baik dalam bentuk sejenisnya atau dalam
- bentuk ee sedqah.
- Nah, digantikan misal, "Ya Allah, emak
- saya ya Allah tidak puasa 10 hari, maka
- bayar tuh pakai pidah atau dibayar
- dengan puasa lagi gitu ya." Baik,
- demikian yang dapat saya jelaskan.
- Wallahuam
- biswab.
- Baik, Ustaz. kita sudah dibatasi waktu.
- Ada kesimpulan dari seluruh kajian kita,
- Ustaz, tentang gibah yang diperbolehkan,
- Ustaz.
- Iya. Jadi ee kesimpulannya gibah yang
- dibolehkan itu adalah gibah yang akan
- mendatangkan kebaikan.
- Ya, karena tadi ada permasalahan, kita
- minta fatwa maka diceritakan untuk
- kronologis kejadiannya. Nah,
- menceritakan kronologis kejadian
- diperbolehkan
- meskipun itu kategori gibah gitu loh.
- Itu satu ya. Yang kedua tadi ee
- menyebutkan karena agar orang terbebas
- dari kejahatannya.
- Hati-hati kalau si anu gini karena dia
- kadang suka ngambil gini ya gitu. Karena
- dia kita juga tahu dia setiap ada dia
- mesti ada yang hilang. Sampaikan tuh
- agar dia terbebas dari ancaman atau ke
- ee apa namanya? kecelakaan
- gitu ya. Jangan sampai dia terkena
- musibah. Demikian saya kira yang dapat
- saya simpulkan. Wasallallahu ala nabiina
- Muhammadin walhamdulillahiabbil
- alamin. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Jazakumullah khair ustaz
- atas ilmunya pada sore hari ini. Dan
- juga kami ucapkan terima kasih kepada
- pendengar kami ada Ibu Aminah dan juga
- Bapak Baron Betawi. Terima kasih atas
- atensinya dan kami mohon maaf kepada
- Bapak Dodi di Bapak Dodi di Celangkap
- dan juga Ibu Rumini pertanyaan belum
- bisa kita bacakan karena keterbatasan
- waktu kita selalu membacakan selalu
- mendoakan Ustaz Saleh agar selalu
- diberikan kesehatan
- agar bisa terus memberikan ilmunya bagi
- kita semua barakallah
- dan juga kami selalu mendoakan agar
- ikhwan akhwat semua selalu dilindungi
- Allah subhanahu wa taala dan juga
- diberikan kesehatan oleh Allah Subhanahu
- wa taala. Amin. Amin.
- Dari studio kami mohon undur diri. Mari
- kita akhiri saja kajian sore hari ini
- dengan membaca doa kafaratul majelis.
- Subhanaka Allah asadu alla anta
- astagfiruka waubu ilaik. Billahi taufik
- walhidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.