Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:04 Brail 0:10 [Musik] 0:15 [Musik] 0:22 TV alamin. Allahumma shi ala sayidina 0:25 Muhammad waa ali sayidina Muhammad. 0:27 Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah. 0:29 Subhanahu wa taala. Asalamualaikum 0:31 warahmatullahi wabarakatuh. Jumpa lagi 0:34 kita di ruang dengan Ikhwan dan Akhwat. 0:36 Kali ini setiap hari Jumat, hari siang 0:39 dan penuh barokah ini cerah di rasilan 0:41 sekitarnya fikih wanita bersama guru 0:44 kita Ustazah Herlini Amran. Dan 0:47 insyaallah kita live saya dari studio 0:49 langsung dan Ustazah masih dari 0:51 kediamannya. Mari kita sapa terlebih 0:53 dahulu guru kita Ustazah Herlini Amran. 0:55 Asalamualaikum warahmatullahi 0:57 wabarakatuh Ustazah. 0:59 Waalaikumsalam warahmatullah 1:01 wabarakatuh. 1:02 Masyaallah ngelihat background Ustazah 1:04 tuh ya Alaqsa. Insyaallah mudah-mudahan 1:07 kita semua bisa salat di sana semua 1:10 dalam keadaan sudah dibebaskan dari 1:13 tangan-tangan jahat Yahudi. Insyaallah 1:14 ya. Amin ya Allah ya rabbana amin ya 1:16 Allah. Ya. Baik. dan Ustazah insyaallah 1:20 bukan ee tentang Palestina kali ini tema 1:22 kita insyaallah yang penting juga untuk 1:25 mungkin untuk Ondi, untuk Algi, untuk 1:27 para pendengar yang saat ini menyimak. 1:30 Ee menarik sekali insyaallah tema yang 1:31 akan dibahas sajaah yaitu perihal jodoh 1:35 ya. Jadi tema kita adalah delapan hal 1:37 terkait jodoh. Tapadul Ustazah ya. 1:41 Bismillahirrahmanirrahim. 1:43 Alhamdulillah wasalatu wasalamu ala 1:45 rasulillah wala haula wala quwwata illa 1:48 billah. Allahumma shi wasallim wabarik 1:51 ala sayidina Muhammadin waa alihi wa 1:54 asabi 1:55 aj Allah inaluka wal 2:00 jannahubika. Amin ya rabbal alamin. 2:03 Berbicara mengenai jodoh menarik ya 2:05 Mbak. Konsep jodoh dalam Islam itu 2:09 sangat sempurna ya. Bagaimana tidak 2:12 hanya sekedar mempertemukan antara 2:14 laki-laki dan perempuan yang beda jenis 2:17 saja, tapi juga ini mencakup keyakinan 2:20 akan takdir, usaha untuk mencari 2:22 pasangan, doa, persiapan diri, bahkan 2:25 jodoh ini, pernikahan ini adalah 2:27 penyempurna setengah agama. Nah, oleh 2:30 karena itu pembahasan kita tentang 2:33 delapan hal terkait dengan jodoh ya. 2:35 Karena semuanya juga pengin ya dapat 2:37 jodoh. Kalau yang belum nikah ya, 2:39 siapakah jodohku gitu ya. Nah, kalau 2:40 yang sudah punya anak kan pengin juga 2:42 nanti punya mantu ee yang pasangan 2:46 anaknya menjadi mantu yang diharapkan ya 2:49 yang saleh atau yang salihah. Maka 2:51 delapan hal terkait ee jodoh ini yang 2:55 pertama 2:57 adalah jodoh. Itu adalah takdir dan 3:00 ketentuan Allah. Ya, qada dan qadar. 3:04 Artinya dalam Islam kita tahu bahwa 3:07 bagian dari takdir itu di antaranya 3:10 jodoh. Jodoh yang telah ditetapkan 3:12 Allah. Nah, keyakinan ini kan prinsipnya 3:15 dari prinsip qada dan qada. Takdir ya. 3:17 Takdir yang telah Allah tentukan. Bahkan 3:20 dalam Al-Qur'an kan ee jelas ya Allah ee 3:23 memberikan kita panduan ya. 3:29 Dan segala sesuatu kami ciptakan 3:31 berpasang-pasangan supaya kamu mengingat 3:33 kebesaran Allah. Jadi bukan sekedar 3:37 bertemu pasangan saja, tapi ini adalah 3:39 bagian dari ee kebesaran Allah, 3:42 kekuasaan Allah, dari tanda-tanda ee 3:44 ayat kekuasaan Allah ya. Supaya kita itu 3:47 menemukan pasangan kita dengan pasangan 3:49 itu kita bersama-sama mengabdi 3:51 kepadanya, beribadah kepadanya. Jadi 3:54 sekali lagi bahwa jodoh ini bagian dari 3:58 takdir ya kan kita tahu ya jodoh kan di 4:01 tangan Allah ya. Iya betul jodoh di 4:04 tangan Allah tapi kan tidak berdiam diri 4:06 aja. Makanya yang kedua harus usaha dan 4:09 ikhtiar. Jadi kalau dibilang jodoh kan 4:12 di tangan Allah. Iya betul jodoh tangan 4:13 Allah tapi nyari enggak usaha enggak ya 4:16 enggak akan dapat. Sama seperti rezeki. 4:18 Rezeki kan di tangan Allah tapi dia 4:20 enggak usaha. Dia di rumah aja diam aja. 4:22 bagaimana dia bisa mendapatkan rezeki. 4:24 Jadi walaupun jodoh itu adalah takdir 4:28 Allah bagian dari qada dan qadar, kita 4:30 sebagai umat Islam, umat Muhammad 4:32 sallallahu alaihi wasallam memang 4:34 dianjurkan untuk berusaha dan berikhtiar 4:36 dalam mencari pasangan hidup, mencari 4:38 jodoh itu. Ini kan usaha ini kan usaha 4:40 yang disebut ee secara syari ya, 4:43 berusaha cari yang terbaik gitu ya. Nah, 4:46 kewajiban kita tu adalah berusaha waktu 4:48 lihat malu beramal, berusaha cari gitu 4:51 ya. Nah, mencari jodoh itu usaha dan 4:53 ikhtiar itu kan berbagai macam. Jangan 4:55 sampai kita dalam mendapatkan sesuatu 4:58 yang sudah menjadi takdir Allah, kita 5:00 usahakan dengan cara yang menyimpang, 5:02 dengan cara yang salah, dengan cara 5:04 perbuatan dosa, ya. Ee dengan cara 5:08 perbuatan dosa itu ya arti tidak sesuai 5:10 dengan ketentuan Allah ya. Dimulai 5:12 dengan kemaksiatan. Bukan begitu mencari 5:14 jodoh, bukan begitu usaha atau ikhtiar 5:16 dalam mendapatkan pasangan ya pacaran 5:19 bertahun-tahun gitu ya. Justru ini ee 5:22 bagian dari permulaan yang tidak sesuai 5:25 dengan ketentuan Allah ya. Jadi 5:29 ikhtiar yang di ee perintahkan di dalam 5:33 Islam adalah ikhtiar yang sesuai dengan 5:35 perintah Allah. usaha yang sesuai dengan 5:38 nilai-nilai keimanan, keislaman dari ee 5:42 perintah Rasulullah sallallahu alaihi 5:43 wasallam. Kan enggak boleh tuh laki-laki 5:45 yang bukan mahram dengan perempuan yang 5:47 bukan mahrum 5:48 berdua-duaan. Nah, kalau mencarinya 5:50 dimulai dengan cara yang salah ini awal 5:53 ibadah aja salah. Karena kita tahu kan 5:55 pernikahan itu kan ibadah terpanjang 5:57 seumur hidup kita. Maka perjodohan itu 6:00 kan mencari jodoh itu kan untuk 6:01 pernikahan. Kalau dimulai dengan tata 6:03 cara yang tidak baik akhirnya juga tidak 6:05 baik. Maka berikhtiar dan berusaha untuk 6:08 mencari pasangan hidup ini adalah dengan 6:10 cara yang sesuai dengan ketentuan Allah. 6:13 Jangan ee berpacaran ya apa sampai 6:17 nauzubillah yang namanya syahwat itu 6:19 kalau sudah ketemu tuh setan tuh udah 6:20 deh jadi semuanya jadi halal aja padahal 6:23 sudah melanggar syariat Allah. Nah, itu 6:24 yang tidak diinginkan. Maka oleh karena 6:26 itu usaha atau ikhtiar mencari jodoh itu 6:30 ya pertama tentu kita lewat 6:34 tangan-tangan Allah ya. 6:36 ini ee apa namanya? Masuk yang nomor 6:38 tiga nih, doa dan tawakal ya. Yang tadi 6:41 kan kedua usaha ya. Yang kedua ini kan 6:43 usaha dan ikhtiar. Masuk yang ketiga doa 6:45 tawakal. Doa minta sama Allah ya. Jadi 6:48 kalau ada anak-anak kita yang ingin 6:51 mendapatkan atau adik-adik kita yang 6:53 ingin mendapatkan jodoh atau pasangan, 6:55 salat hajat deh. Minta sama Allah. 6:58 Karena Allahlah yang memberikan kita 6:59 jodoh. Maka minta sama Allah. Ya, salat 7:02 minta kepada Allah, mohon petunjuk 7:04 Allah. Kita ingin mendapatkan pasangan 7:07 yang saleh atau yang salhat, minta 7:09 kepada Allah. Biar Allahlah yang 7:10 memberikannya, 7:11 memudahkannya. Nah, jadi minta kepada 7:14 Allah karena Allahlah yang menciptakan 7:15 semuanya berpasang-pasangan. 7:17 Subhanalladzi khalaqal azwaja kullaha 7:19 gitu ya. Karena Allah telah menciptakan 7:22 makhluknya berpasang-pasangan. Ya, kita 7:24 minta kepada sang pencipta itu sendiri. 7:27 Siapa pasangan kita ya. Ee jadi ada hal 7:31 yang ee apa ee pertanyaan ya yang memang 7:36 ee kan katanya jadi ada yang bertanya 7:38 begini kan Allah ee telah menciptakan 7:41 semuanya 7:43 berpasang-pasangan gitu ya. Lah kok aku 7:45 enggak ada pasangannya gitu ya. Siapa 7:47 pasanganku? Katanya Allah menciptakan ee 7:50 tidak hanya manusia, seluruh makhluk itu 7:52 berpasang-pasangan. Kok aku enggak dapat 7:54 pasangan? Bukan masalah itu ya. Pasangan 7:56 tu artinya Allah ciptakan ada laki-laki, 7:58 ada perempuan, pasangan gitu ya kan. 8:00 Masalah perpasangannya itu tergantung 8:03 usaha dan ikhtiar serta doa kan ya. Ada 8:05 laki-laki ada perempuan, ada jantan, ada 8:07 betina, ada positif, ada negatif. 8:09 Pokoknya berpasang-pasangan. Nah, 8:11 siapakah pasanganku? Ya usaha cari ya 8:15 ikhtiar berdoa kepada Allah dengan cara 8:17 apa? Minta samanya, ya. Jadi itu salah 8:20 satu doa dan usaha itu. Jadi yang ketiga 8:23 ini kan doa dan tawakal ya. Yang kedua 8:25 kan usaha dan ikhtiar itu minta sama 8:27 Allah. Begitu juga orang tua. Orang tua 8:30 tuh minta kepada Allah agar diberikan 8:34 anaknya ee pasangan yang saleh atau yang 8:37 salihat agar mendapatkan menantu yang 8:39 saleh salihat. Minta sama Allah ya. ee 8:43 artinya berusaha semaksimal mungkin 8:45 dengan doa dan ee bisa juga kalau sudah 8:49 ini minta berhajat ya ee atau ada yang 8:52 menyebutkan salat istikharah ya untuk 8:54 memilih gitu ya atau misalnya ee lewat 8:58 orang lain ya minta dicarikan juga bisa 9:00 ya artinya kita bisa punya teman, punya 9:05 sahabat, punya ustaz minta tolong 9:08 carikan, punya guru, punya orang-orang 9:10 yang saleh yang barangkali Mereka punya 9:12 link-link ya tolong ya aku titip. Nah 9:15 tolong carikan yang ya yang ya kayak 9:16 begitu ya. Jadi berusaha jangan diam 9:19 aja. Kalau diam aja gimana mau dapat dan 9:22 aktualisasi diri. Kita harus punya 9:23 komunitas yang beriman. Yang dengan 9:25 komunitas itu orang kenal kita. Lah 9:27 kalau kita enggak ngapa-ngapain, kita 9:29 sudah doa sama Allah, sudah berdoa, tapi 9:32 kita tidak mengaktualisasi, tidak 9:35 memiliki komunitas yang baik, tidak 9:38 meminta tolong kepada ee teman-teman 9:41 orang yang saleh. Bagaimana orang tahu 9:43 kita ya. Jadi perlu ada usaha di sini 9:46 ya. Ee jadi yang ke pertama tadi ini 9:51 jodoh itu bagian dari takdir ya. Yang 9:53 kedua memang harus usaha dan ikhtiar. 9:56 Kemudian berdoa ya tawakal kepada Allah. 9:59 Berdoa pokoknya berusaha. Ee jadi memang 10:02 ee usaha itu kan macam-macam ya. Ya bisa 10:05 dengan minta kepada orang tua tolong 10:07 dicarikan dengan teman yang saleh, 10:09 dengan siapa aja gitu ya. ee kalau orang 10:12 tua misalnya enggak mungkin ee 10:13 mencarikan untuk anaknya ya dia bisa 10:15 minta tolong anaknya atau sadar tolong 10:17 ya anakku aku ini e apa tolong dicarikan 10:20 ya begitu ya. Jadi ee ada upaya, ada 10:23 usaha, ada doa ya ee tawakal setelah itu 10:27 ya berserah diri kepada Allah setelah 10:28 berusaha. Ini penting ya ee bertawakal 10:31 kepada Allah. Jadi jangan mengandalkan 10:34 kemampuan diri kita atau orang lain. Ah 10:37 kan udah diserahin sama ustaz tuh nanti 10:40 tolong carikan anak saya jodoh sudah 10:42 nanti tunggu aja informasi. Enggak 10:44 begitu. Tawakal kepada Allah. Serahkan 10:46 semua urusan kepada Allah setelah kita 10:47 berusaha. Ya, makanya salah satu dari 10:51 doa istikharah itu ya doa minta pilihan 10:54 atau doa hajat ya. Nah, kalau doa 10:56 pilihan itu kan ee doanya tuh mungkin 10:58 pada sudah hafal semua. 11:11 Allah ya. Ya Allah, jika Engkau 11:14 mengetahui bahwa urusan ini baik bagiku 11:18 dalam agamaku, kehidupanku, akibat ee 11:21 urusanku, maka takdirkanlah dia bagiku, 11:24 mudahkanlah dia bagiku. Masyaallah ya. 11:27 Kemudian berkahilah aku di dalamnya. 11:29 Jadi intinya apa? Connect langsung 11:32 kepada Allah. Quatusillah billah. Allah 11:34 yang mentakdirkan kehidupan kita. Allah 11:37 pulalah yang menentukannya. Maka 11:39 mintalah kepada Allah. Nah, 11:41 tentu kalau kita meminta kepada Allah 11:44 kan yang namanya PDKT ya, kalau kita 11:48 minta bantuan orang kan kita 11:49 dekat-dekatin dulu orangnya ya. Kalau 11:51 orang kita sudah dekat sama orang kan 11:52 baru enak ya ngomongnya ya. Begitu juga 11:54 Allah. Baik-baikin dulu gitu. PDKT lah 11:57 ya. Apalagi Allah. Bagaimana kita minta 12:02 sama Allah tapi perintahnya enggak 12:04 dijalani, larangannya dilanggar. Ini 12:07 gimana? Makanya ee dekatilah Allah ya, 12:10 mendekat kepadanya. Nanti semua apa yang 12:13 kita harapkan itu kita mintakan kepada 12:15 Allah, mudah insyaallah. Maka dekatlah 12:18 kepada Allah, minta kepadanya ya. Dan ee 12:22 termasuk salah satu upaya dan ikhtiar 12:24 itu sodqah ya Mbak. 12:26 Artinya ketika kita punya keinginan, 12:28 punya hajat ya bersedekah. Sodekah tuh 12:31 banyak sekali tuh ee 12:33 keutamaan-keutamaannya ya. Bahkan untuk 12:36 kesembuhan saja itu dengan sedqah apa ee 12:40 apa tasadaq ya apa ee sehat apa 12:43 sembuhkanlah orang yang sakit di 12:45 antaramu. Tadawal bisqah ya berobat 12:48 berobatan apa artinya sembuhkan orang 12:50 yang sakit di antaramu dengan sedekah 12:52 ya. Jadi ee kita juga punya hajat kepada 12:55 Allah ya, minta ya banyak sodqah. 12:58 Kemudian kita boleh wasilah dengan ee 13:00 amal kita ya. Ya Allah aku mohon 13:02 dimudahkan. Nah kayak begitu ya. Jadi ee 13:05 takdir jodoh itu memang takdir yang 13:07 telah Allah tentukan. Tapi kita wajib 13:09 berusaha dan berikhtiar. Kemudian jangan 13:11 lupa doa. Nah, kemudian jangan lupa juga 13:15 yang keempat ee dalam delan hal yang 13:18 terkait dengan jodoh itu memilih ya. Ada 13:21 kriteria memilih jodoh. Jadi jangan 13:23 hanya si yang mana aja lah yang penting 13:25 kawin begitu ya. Ya Allah yang kalau 13:28 begitu mah dapatnya siapa tahu ya 13:30 dapatnya tidak sesuai ya dengan kehendak 13:32 kita. Maka ada kriteria memilih jodoh. 13:36 Makanya dalam ee hadis Nabi Rasulullah 13:39 itu kan memberikan arahan tunkahul marah 13:41 liarba. Ya. Dinikahi wanita itu oleh 13:44 empat ya. Apa sebab? Empat. Limaliha 13:47 walihasabiha wa jamaliha. Kemudian 13:50 walidha kemudian 13:56 eh ada empat. Pertama karena keturunan 13:59 harta, keturunan kecantikan, kemudian 14:02 agama. Maka yang menjadi ee standar 14:06 memilih pasangan hidup itu adalah adin, 14:10 agama. Dan itu memang berat ya, Mbak. 14:12 Saya merasakan tuh ya anak lima, empat 14:15 sudah menikah ya. Itu memang kalau milih 14:17 yang agama itu memang ee ya kita ikhlas 14:21 ya. Tapi kan biasanya orang-orang kan 14:23 ada aja omongan kayaknya kerjanya belum 14:26 mapan deh gitu ya. Kayaknya ini deh 14:29 kayaknya sih coba deh yang itu tuh kan 14:31 dia sudah punya pekerjaan tetap gajinya 14:33 gede gitu ya. Masyaallah. Iya betul. 14:37 Gajinya gede, pekerjaan tetap. Tapi 14:38 gimana agamanya ya salatnya? salat sih 14:42 ya. Ya, begitulah. Nah, itu dia. Padahal 14:45 kan dalam memilih ee apa calon mantu ya 14:50 kalau bagi orang tua atau ini buat 14:52 anak-anak kita yang gadis ataupun yang 14:54 perjaka itu yang pertama dan utama tu 14:57 tuh lihat dulu salatnya deh ya. Salat 14:59 ini penting ya. Kalau milih e mau calon 15:02 mantu ya atau mungkin calon suami coba 15:05 lihat salatnya ke masjid enggak ya dia 15:07 gitu ya. Ya Allah aja dijaga apalagi 15:09 kita begitu ya. Masyaallah. Lihat 15:12 salatnya yang begitu juga yang perempuan 15:14 ya salatnya karena dia akan menjadi 15:17 sosok ibu yang akan mendidik 15:18 anak-anaknya. Jadi artinya ee kriteria 15:21 memilih jodoh nih penting banget ya. 15:23 Jadi jangan hanya faktor ganteng ya. Ya 15:27 Allah kalau hanya ganteng aja agamanya 15:29 pas-pasan ya Allah mau dibawa ke mana 15:31 sih kegantengan kecantikan itu? Kita 15:33 kalau kena tabrakan kena wajahnya habis 15:35 juga ya Mbak. Makanya yang abadi, yang 15:39 bagus, yang akan kekal itu kebaikannya 15:41 itu adalah faktor agama. Ya, jadi ee ini 15:46 penting memilih ee kriteria ini. Tidak 15:49 sekedar hanya ee harta, keturunan, 15:54 kecantikan atau ketampangan, tapi adin. 15:57 Cuman yang empat-empatnya kayaknya belum 15:59 ada ya, Mbak yang sempurna, yang ideal. 16:03 Masyaallah. itu kalau ada mungkin yang 16:06 apa namanya yang minta tolong diambil 16:08 duluan gitu ya kan ada tuh kisah ya 16:11 seorang ee pemuda datang ke seorang 16:13 ustaz ya ustaz saya siap untuk menikah 16:16 tolong carikan ya apa kriterianya ya 16:19 agama pastilah ya ya cantik ee 16:21 disebutkan ya yang kutilang katanya 16:25 kutilang kuning tinggi langsing kursing 16:28 tinggi langsing masyaallah ya yang e 16:31 keturunannya yang inilah yang bagus yang 16:33 baik 16:34 dan kemudian ee apa 16:37 ee kaya gitu ya apa kata ustaznya ya. 16:41 Kalau ada mah ni duluan yang 16:43 ngambil tidak ada yang sempurna ya 16:46 minimal ya paling paling pokoknya agama 16:48 itu menentukan insyaallah ya. Nah itu ee 16:53 yang keempat ya kriteria memilih jodoh 16:55 itu yaitu adalah ee standar penilaian 16:58 itu adalah agama. Nah, kalau untuk orang 17:01 tua ya, ya tentu anaknya ketika 17:05 didatangkan calonnya ya itu tadi ya 17:07 faktor agama penting. Kemudian lihatlah 17:10 ya ini memang kalau melihat langsung 17:12 kadang-kadang kan makanya pacaran tuh 17:14 enggak boleh dalam Islam karena orang 17:16 itu semuanya kamu fase aja artinya cuman 17:18 pura-pura, pura-pura baik, pura-pura 17:20 sabar ya kenyataan nikah coba aja lihat 17:23 baru ketahuan wah belangnya. Maka dengan 17:26 ee mediati mediator atau mediasi ini itu 17:31 bisa ditanyakan kepada pihak ketiga 17:33 bagaimana agamanya. Nah, perlu juga 17:35 ditanyakan bagaimana hubungannya dengan 17:37 orang tuanya. Penting. Ee misalnya kalau 17:41 untuk mencari calon suami atau mantu 17:43 laki-laki, bagaimana sikapnya kepada 17:46 ibunya? Bagaimana sikapnya terhadap 17:48 orang tuanya? Nah, nah ini penting. Ini 17:50 kan kalau dia sudah menunjukkan ya 17:53 kesantunannya, kehormat hormatnya kepada 17:56 orang tua, insyaallah dia bisa mampu 17:58 mendidik anaknya menjadi lebih baik 17:59 lagi. Tapi kalau dia tanda kutip berani, 18:03 kasar, durhaka, ya Allah ini dengan 18:08 orang tua jadi begitu, nanti gimana 18:09 dengan istrinya ya dengan wah jadi ini 18:12 perlu ya screening ini penting banget 18:14 ya. termasuk juga bagaimana sikapnya 18:16 dengan anak-anak ya. Dia sayang anak 18:18 atau tidak. Wah nanti kalau dia cuek 18:21 sama anak repot juga ya. Beberapa kasus 18:24 Mbak ya kita temukan keluhan e Mahmud 18:27 Mama Muda ya. Mahmud itu mengeluhkan 18:30 suaminya tuh main game aja anaknya 18:33 dibiarin pada sedang sibuk ya enggak mau 18:36 mantu. Nah kayak kayak begitulah ya. Ee 18:39 kriteria-kriteria ini penting ee sangat 18:41 penting ya. Ini yang keempat. Kemudian 18:44 yang kelima, persiapan diri. Ini penting 18:47 ya, menyiapkan diri menjadi pasangan 18:50 yang baik. Ini bagian dari proses ee 18:54 menanti jodoh ya. Yang terkait dengan 18:56 jodoh ya. Menanti itu persiapkan diri 18:59 ya. Mempersiapkan akhlak, memperdalam 19:02 ilmu ya. Kan ilmu dulu sebelum menikah 19:04 tuh penting ya. Meningkatkan kualitas 19:07 diri kita kepada Allah. Artinya jodoh tu 19:10 kan sebenarnya cerminan pasangannya juga 19:13 ya. Seseorang tuh kan cerminan 19:14 pasangannya walaupun tidak mutlak ya. 19:17 Karena ada juga ee apa tidak sama ya 19:20 artinya yang suami saleh atau sebaliknya 19:23 kok beda banget yaitu ujian dan cobaan. 19:25 Jadi tidak selalu pasangan itu cerminan 19:28 ada juga ujian dan cobaan sebenarnya 19:30 tapi paling tidak persiapkan diri. Nah, 19:33 jadi kalau bagi putra-putri kita yang 19:37 siap untuk menikah, coba deh pantaskan 19:39 diri dulu. Kalau dia seorang laki-laki, 19:42 coba deh mulai ee melatih tanggung jawab 19:45 ya, perbaiki akhlak ya, terus 19:47 memperdalami ee ilmu agama, ilmu 19:50 parenting, ya. Bagaimana menjadi seorang 19:52 ayah yang baik, seorang suami yang baik. 19:54 Jadi jangan dianggap sepele. Ini penting 19:56 banget karena tanggung jawab pernikahan 19:58 ini adalah tanggung jawab bagi seorang 20:00 suami dunia akhirat. dia adalah 20:02 pemimpin, kepala keluarga. Jadi, jadi 20:04 memang harus mempersiapkan diri, tidak 20:06 hanya laki-laki, perempuannya juga, ya. 20:08 Nah, kita sebagai orang tua ya tentu ee 20:12 mengarahkan ya persiapan-persiapan 20:15 tersebut ya kepada anak-anak kita ya, 20:17 mempersiapkan diri ya. Ee kan ada dalam 20:20 Al-Qur'an ya surah Annur ayat 26. alatu 20:25 lilitina 20:32 walitunaat. Wanita yang ee khabis, yang 20:35 jelek, yang keji, yang buruk. Maksudnya 20:38 akhlaknya ya itu untuk laki-laki yang 20:40 keji yang buruk ya dan laki-laki yang 20:43 buruk untuk wanita yang buruk. 20:44 Sebaliknya wanita yang baik untuk 20:46 laki-laki yang baik dan laki-laki yang 20:47 baik untuk wanita yang baik. Jadi 20:49 artinya ee mempersiapkan diri kita, 20:53 memantaskan diri agar nantinya mendapat 20:56 pasangan juga seperti kita. Jadi jangan 20:59 sampai ee menuntut ya kan ada orang 21:01 anak-anak muda tuh ya anak-anak kita 21:03 yang laki-laki apa yang laki-laki 21:05 bilang, "Aku pengin deh dapat istri 21:06 seperti ibunda Khadijah." Katanya. Nah, 21:08 kita balas lagi kepada anak kita, "Kamu 21:10 sudah jadi seperti Rasulullah belum? 21:12 Karena pasangan ya." Jadi jangan hanya 21:15 menuntut, pantaskan diri begitu ya. Jadi 21:19 meningkatkan kualitas diri kita ya dari 21:21 akhlak, pemahaman agama, parenting ya ee 21:26 intelektual, emosional dan segala 21:28 macamnya ya. Makanya memang diharapkan 21:30 memang ee sebaiknya mengikuti kursus 21:34 pranikah ya. Sangat jarang ya Mbak ya 21:36 kursus pramikah Islami ini memang sangat 21:39 jarang adanya di online ya. Nah, kalau 21:42 ya cari bisa cari di situ persiapan ya 21:44 mengikuti ee bimbingan pranikah. Ini 21:47 penting ya. 21:48 Itu yang kelima ya, persiapan diri ya. 21:51 Nah, yang keenam sabar. Masyaallah sabar 21:55 ya. Ya sabar kan udah siap nih, udah 21:57 ikhtiar, udah doa, udah segala-galanya 22:00 udah tanya sini, minta sana pokoknya 22:02 udah upaya maksimal udah dilakuk kok 22:04 belum juga ya jodohku datang atau 22:07 sebagai orang tua kok anakku juga belum 22:08 berjodoh ya gitu ya. Sabar ya. Kesabaran 22:12 itu kunci utama dalam menanti jodoh atau 22:14 mendapatkan mantu gitu ya bagi orang 22:16 tua. Sabar. 22:27 Jadi eh dalam surat Albaqarah 177 ini 22:31 Allah menjelaskan orang-orang yang sabar 22:34 dalam kesempitan, dalam penderitaan ya 22:37 dalam ee kesulitan itulah orang-orang 22:40 yang benar imannya dan merekalah 22:42 orang-orang yang bertakwa. Artinya apa? 22:45 Bisa jadi ketika Allah belum 22:49 mengabulkan permintaan kita, keinginan 22:52 kita, hajat kita, bisa jadi ada itu yang 22:55 terbaik bagi kita. Makanya sabar. Allah 22:57 tuh ingin menguji sejauh mana kita mampu 23:00 bersabar atas ujian-ujian cobaan Allah. 23:02 Ya, artinya bisa jadi Allah ee tidak 23:05 memberikan atau menunda jodoh kita di 23:07 dunia karena ee Allah mempersiapkannya 23:11 nanti di akhirat. Karena bisa jadi di 23:13 dunia ini karena kita sudah banyak 23:15 kegiatan-kegiatan, aktivitas-aktivitas 23:17 yang bermanfaat untuk umat. Nanti kalau 23:20 nanti menikah ya kemudian akan ee 23:23 kegiatan manfaat itu akhirnya terhenti, 23:25 bisa jadi begitu. Maka belum diberikan 23:27 Allah jodohnya. Bisa jadi ya. Bahkan 23:30 kalau kita lihat para ulama dulu dengan 23:31 pilihan sadarnya mereka tidak mau 23:33 menikah ya. Seperti Imam Bukhari 23:36 misalnya itu kan pilihan sadar beliau 23:37 tidak menikah ya. Imam Nawawi ada 23:39 beberapa ulama-ulama dulu. Kenapa? 23:42 Karena mereka paham ya. Apalagi Imam 23:44 Bukhari ya dalam e dalam kutubus 23:47 sihahnya ya ee sahihnya e kitab-kitab 23:50 hadis sahihnya itu kan ada babun nikah 23:53 membahas tentang nikah. Beliau sendiri 23:54 enggak nikah. Itu bukan kabur ya. Bukan 23:57 janganlah engkau ee mengatakan sesuatu 23:59 yang tidak engkau ee apa? Jangan engkau 24:01 melakukan sesuatu yang tidak engkau ee 24:03 katakan. Artinya ee kabur makanan 24:06 indallah. Bukan begitu. Beliau itu sadar 24:09 paham bahwa kalau beliau menikah itu 24:12 bisa jadi zalim. Kenapa? Karena beliau 24:14 sangat ee apa namanya? Konsentrasi dalam 24:18 mengumpulkan hadis-hadis sahih. Kalau 24:20 dulu itu kan susah tuh ya mengumpulkan 24:23 hadis-hadis sahih yang berserakan para 24:25 sahabat sudah ke mana-mana gitu ya. 24:27 Bahkan untuk satu hadis saja tuh bisa 24:29 butuh waktu 1 bulan untuk 24:30 mendapatkannya. Nah, beliau tuh 24:32 konsentrasi fokus untuk mengumpulkan 24:34 hadis-hadis sahih dari Rasulullah. 24:37 alaihi wasallam. Kemudian disatukan 24:39 dalamus ee ee dalam kitab-kitab dalam 24:42 kitab kitab sahihnya. Nah, itu kalau 24:44 sampai beliau menikah punya anak, waduh 24:47 mau ditaruh di mana tuh anaknya bisa 24:49 jadi zalim kan? Maka beliau memilih 24:51 tidak untuk tidak menikah. Nah, artinya 24:53 di sini sabar ya. Sabar. Kunci utama 24:55 yang penting kita berusaha, berdoa, 24:59 memantaskan diri, mempersiapkan diri. 25:02 Kemudian ee setelah semua upaya 25:04 ditempuh, terus aja usaha tapi tetap 25:07 sabar ya. Karena orang-orang yang sabar 25:09 itu itulah orang-orang yang benar 25:11 imannya dan itulah orang-orang yang 25:12 bertakwa. Kita ambil hikmahnya ya. Bisa 25:15 jadi bisa jadi apa? Ee ini yang terbaik 25:19 buat kita. Bisa 25:21 jadi menikah itu bukan yang terbaik 25:24 untuk kita. Jadi setiap ujian cobaan 25:27 yang Allah berikan kepada kita itu yang 25:28 terbaik buat kita. Allah maha tahu. Maka 25:31 semua usaha dikerahkan dengan doa dan 25:35 segala macamnya. Kemudian hasilnya 25:37 serahkan kepada Allah. Ketika belum juga 25:39 menemukan jodoh ya barangkali itu yang 25:41 terbaik. Allah menginginkan kita mungkin 25:43 beraktivitas ee di bidang-bidang yang 25:46 lain. Artinya jangan berhenti untuk 25:48 beramal saleh karena tidak mendapatkan 25:51 jodoh. Jangan sampai nauzubillah stres, 25:54 depresi, akhirnya mengurung diri, 25:56 akhirnya kecewa, sedih. Enggak. Itu 25:58 menunjukkan lemahnya iman. Ya, maka 26:01 sekali lagi, kesabaran itu adalah kunci 26:04 utamanya. Ya, sabarlah, ya. Ada beberapa 26:07 kasus, Mbak, ya. Ee setelah lama 26:10 penantian ee jodoh ini, akhirnya 26:12 mendapatkan jodoh di usia 46 46 tahun 26:15 misalnya, enggak ada masalah. Kalaupun 26:17 enggak dapat dunia meninggal nanti juga 26:19 nanti dapat jodohnya juga nanti di di 26:21 surga insyaallah. Jadi sabar. Kemudian 26:24 yang ketujuh ya, Mbak. 26:27 Yang ketujuh ini ee yang perlu dipahami 26:30 oleh orang tua itu. Orang tua tuh 26:32 bertanggung jawab sebenarnya mencarikan 26:34 jodoh anaknya ya, terutama yang 26:36 perempuan ya. Jadi yang perempuan itu 26:40 menjadi tanggung jawab orang tua. 26:42 Makanya dalam surat apa? Ee Annur ya, 26:46 surah Annur itu ayat 32 kalau enggak 26:49 salah ya. 26:58 Jadi di situ Allah 27:01 memerintahkan 27:03 nikahkanlah. 27:05 Jadinikahkanlah itu kan berarti untuk 27:06 orang tua. Bahkan para ee ulama 27:09 menjelaskan ya sebenarnya untuk 27:10 menikahkan rakyat itu menjadi tanggung 27:13 jawab pemerintah katanya begitu. Jadi 27:15 pemerintah bertanggung jawab untuk ee 27:18 mencarikan pasangan ee rakyatnya begitu 27:21 supaya tidak menyebar ee zina dan 27:23 keburukan kerusakan akhlak dan moral. 27:25 Nah, mereka melihat misalnya ee 27:27 bagaimana Rasulullah menyegerakan 27:29 pernikahan anak laki-laki ya. Ee jadi 27:32 banyak beberapa riwayat itu menjelaskan 27:33 misalnya ee ketika Rasul itu berkata 27:35 kepada seorang ayah yang bekerja ee 27:38 dalam mengurus rampasan perang itu 27:40 namanya ee Muthalib ee bin Rabiah itu 27:44 mengatakan kawinkan anak ee dia kan ee 27:48 punya anak perempuan, coba kawinkan anak 27:49 perempuanmu dengan Fadol Fadol bin Abbas 27:52 ya dengan dengan putrimu. Coba kawinkan 27:54 dia dengan Pokoknya Rasul tu 27:56 menjodoh-jodohkan ya. coba kamu e ke 27:59 rumah sahabat itu, kamu lamar anaknya 28:01 untukmu." Jadi Rasulullah tuh tidak 28:03 membiarkan ee sahabatnya yang 28:06 ee bujang belum menikah bujang lapuk ya 28:10 tidak membiarkan juga perawan tua itu 28:12 dijodohkan datangkan coba kamu ini coba 28:14 kamu. Jadi Rasulullah itu mengusulkan ee 28:17 dari kalangan sahabat yang masih 28:19 sendirian ya baik ngomong ke bapaknya 28:21 atau ke anaknya. Misalnya ketika 28:24 Rasulullah pernah mengusukkan pada 28:25 Fatimah binti Qais ya coba kamu nikah 28:27 dengan Usama, kawinlah dengan Usama. 28:30 Nah, akhirnya kan Fatimah itu nurut ya 28:31 kepada Rasulullah. Akhirnya dia menikah 28:33 dengan Usamah dan dia menjelaskan bahwa 28:35 aku diberikan Allah kebaikan dan 28:37 kesenangan dengan pernikahan ini. 28:39 Masyaallah. Itu contoh ya. Jadi 28:41 artinya bahwa orang tua bertanggung 28:44 jawab untuk menikahkan putra atau 28:48 putrinya ya. Kalau apalagi anak 28:50 perempuan ya sekarang ya kita tahu ee 28:53 jangan disuruh anak perempuan tuh 28:55 mencari jodohnya sendiri. Ini orang tua 28:57 termasuk tidak bijak juga mengatakan, 28:59 "Kamu kok belum nikah juga? Mana calon 29:01 kamu? Bawalah ke sini yaok pacaran." 29:03 Nauzubillah minzalik. Ya, kalau udah 29:05 begitu astagfirullahalazim ya. kita 29:07 tidak ingin anak-anak gadis kita itu di 29:09 ee direndahkan ya kehormatannya ya. Jadi 29:13 orang tualah yang mencarikan pasangan 29:16 untuk ee putrinya terutama ya. Bahkan 29:20 kalau kita lihat misalnya Umar bin 29:21 Khattab ya, ketika Hafsah binti Umar ya 29:26 suaminya wafat ya meninggal itu kan Umar 29:30 yang ee mencarikan jodoh untuk Hafsah ya 29:33 radhiallahu anha. datang kepada Abu 29:35 Bakar ya menawarkan putrinya diam aja 29:38 tuh datang kepada Utsman diam aja terus 29:41 akhirnya ee mengadu kepada Rasulullah ya 29:44 mengadu kepada Rasulullah itu bukan ya 29:46 mungkin barangkali Umar Umar ini nyadar 29:48 diri kali ya dia tidak menawarkan 29:50 Rasulullah hanya ya saya tawarkan Hafsah 29:53 kepada Abu Bakar sama Utsman enggak ada 29:55 responnya gitu ya Rasulullah kan senyum 29:57 insyaallah putrimu akan mendapatkan yang 30:00 lebih baik yang lebih baik dari mereka 30:02 gitu ya dan Utsman akan mendapatkan yang 30:04 lebih baik dari putrimu. Nah, kayak 30:05 gitu. Akhirnya Rasulullah yang melamar 30:07 ee Hafsah radhiallahu anha. Nah, seperti 30:09 itu. Jadi orang tua yang ee mencarikan 30:13 pasangan untuk putra atau putri untuk 30:15 putrinya ya. Bahkan janji Allah ya tadi 30:18 dalam surat Annur tadi ya dikatakan 30:21 inakunu fuqar yumullah. Kalau mereka itu 30:25 eh miskin, fuqara ya tidak miskin ya, 30:29 tidak memiliki apa Allah akan mampukan 30:32 mereka dengan karunianya. Yang penting 30:34 usaha, yang penting kerja. Makanya kan 30:37 Rasulullah kepada pemuda 30:41 yaab yang punya baah itu e kemampuan 30:46 artinya punya e keinginan artinya tidak 30:50 terus berusaha gitu ya, Allah nanti akan 30:52 kayakan. Jadi di sinilah ee apa namanya? 30:56 Bagaimana ee orang tua itu memiliki 31:00 tanggung jawab untuk mencarikan jodoh 31:02 anaknya. Ya. J kalau ada orang tua lihat 31:04 anaknya sudah lama pacaran, ya Allah 31:06 suruh nikah aja deh. Khawatir nanti 31:08 terpeleset kepada jurang perzinahan. 31:11 Karena zina itu adalah dosa besar ya. 31:13 Lebih baik dinikahkan ya. Nah itu yang 31:15 keetujuh. 31:17 Yang 31:18 terakhir, yang kedelapan ee jodoh itu 31:22 tergantung menjaganya ya. Maksudnya apa? 31:25 Konsep jodoh itu kan ee tergantung 31:27 sejauh mana kita menjaga jodoh kita. Kan 31:29 ada orang yang bertanya, "Jodohku itu 31:32 sampai kapan ya? Apakah sampai maut 31:35 memisahkan kita atau hanya berapa 31:37 tahun?" Ya kan itu kita enggak tahu, ya. 31:40 Jadi yang namanya jodoh itu tergantung 31:42 sejauh mana kita menjaganya, sejauh mana 31:45 kita bertahan dengannya. Kan hidup itu 31:47 pilihan. Kita milih jodoh sepanjang 31:49 terus sampai maut memisahkan atau jodoh 31:52 kita hanya sekian tahun semua ee hanya 31:54 beberapa tahun atau hanya beberapa bulan 31:56 tergantung kita. Maka jodoh itu 31:59 tergantung bagaimana kita menjaganya. 32:01 Dan kita harapkan sih sebenarnya ya 32:03 jodoh itu sampai nanti sampai di surga 32:06 nanti ya ketika Allah mempertemukan 32:09 semua ya pasangan, keluarga, anak, 32:11 cucunya itu bersama-sama di surganya. 32:13 Itulah yang kita harapkan. Begitu Mbak. 32:15 Wallahuam bawab. 32:17 Insyaallah, telah tadi kita dengarkan 32:20 ustazah memaparkan perihal delapan yang 32:23 berkaitan dengan jodoh. Catatan yang 32:26 secara pribadi saya garis bawahi ada 32:28 yang nomor tujuh, Ustazah. Bahwa orang 32:30 tua yang mencarikan jodoh untuk putra 32:33 atau putrinya. Karena terkait dengan 32:35 perkembangan zaman saat ini di mana ee 32:38 sangat tabu bagi orang tua untuk ee 32:41 tanda kutip menjodohkan anaknya karena 32:43 sangat apa ya? ee gaya anak sekarang 32:47 yang ingin cari sendiri, tidak suka 32:49 dijodoh-jodohkan itu kental sekali. 32:50 Padahal sebenarnya dalam Islam menjadi 32:53 tanggung jawab untuk orang tua 32:55 mencarikan jodoh untuk putra atau 32:57 terutama putrinya, Ustazah. Betul ya? 33:00 Iya. Ini kan gini, Mbak. Ee semua kan 33:03 kembali dengan pola asuh. Sejauh mana 33:06 orang tuanya mampu mengkomunikasikan hal 33:09 ini kepada anak-anaknya. He. Nah, ini 33:11 kan selama ini kan kadang-kadang orang 33:13 tua itu secara tidak langsung mengambil 33:15 pola asuh seperti orang barat. Ya, 33:17 betul. Jadi diserahkan kepada mereka. 33:20 Padahal kita tahu ya kehidupan anak itu 33:22 dengan usianya itu kan belum memiliki 33:25 pengalaman-pengalaman hidup sebagaimana 33:27 orang tua. Jadi kalau semuanya 33:29 diserahkan kepada anak ya repot juga ya. 33:33 Maka kembali kepada ee sebenarnya 33:35 mengkomunikasikan dan pola asuh ya. 33:37 Artinya kan juga menjodohkan tuh kan 33:39 juga tidak seperti membeli kucing dalam 33:42 karung ya. Enggak begitu juga bukan 33:44 seperti zaman Siti Nurbaya. Enggak juga. 33:47 Orang tua kan hanya berikhtiar ini ada 33:49 yang bagus ini ya takaruflah ya kenalan 33:51 dulu mungkin biodata e itu ya sudah 33:54 komplit ya dipelajari. Perkenalkan itu 33:57 taaruf itu bukan berarti langsung jadi 33:59 kan mereka mempelajari karakternya 34:01 mereka berdialog membicarakan tentang 34:04 visi misi kehidupan mereka. rumah tangga 34:06 mau dibawa ke mana, seperti apa yang 34:08 mereka inginkan. Nanti rumah tangga 34:09 nanti ketika terjadi taaruf ya tentu 34:12 saja taaruf itu di ee difasilitasi 34:15 dengan pihak ketiga, orang tua atau 34:17 siapapunlah artinya yang mampu ee 34:19 menengahi. Nanti kan ketika terjadi 34:21 dialog dalam takf itu ada yang enggak 34:23 strok misalnya pihak perempuannya enggak 34:25 strok dengan laki-laki atau sebaliknya 34:26 kan bisa enggak jadi bisa batal enggak 34:28 ada masalah. He ya. Jadi tidak menerima 34:31 oh dijodohkan langsung menikah ya 34:33 enggaklah. Bahkan ada di masa Nabi 34:35 seorang ee perempuan ngadu kepada Rasul, 34:37 "Ya Rasulullah, itu ee apakah boleh 34:40 orang tua menikahkan tanpa setahu 34:41 anaknya?" Ya enggak boleh. Harus seizin 34:43 anaknya. Kalau anak perempuan, anak 34:45 gadis ditanya dia diam, berarti dia mau 34:46 kan? Dimintalah pendapatnya. Nah, saya 34:49 enggak begitu dinikahin aja langsung. 34:51 Model model kita dulu, Mbak yang zaman 34:53 Siti Nur Mbak ya. Ya, enggak begitu 34:54 dalam Islam anaknya dimintai 34:56 pendapatnya. Kalau anaknya tidak mau, ya 34:58 sudah enggak jadi. Tidak boleh 35:00 dipaksakan juga. Tidak bisa dipaksakan 35:02 gitu. Iya. Baik, Ustazah. Kita akan ee 35:06 undang Ikhwan dan Akhwat untuk 35:08 menyampaikan pertanyaan yang seputar 35:09 jodoh ini. Baik untuk putra atau 35:12 putrinya atau mungkin ee yang masih 35:15 single yang ada depan saya juga 35:16 senyum-senyum oni. Baik, kami undang dan 35:19 silakan sampaikan masih seperti biasa 35:21 nomornya di 35:25 0811999 35:27 720 yang ingin disampaikan insyaallah 35:31 seputar delan hal yang terkait dengan 35:33 jodoh dan ustazah akan membahasnya tapi 35:35 nanti setelah nasyid bertanya. Baik ini 35:38 saya akan ee mengawalinya pertanyaan 35:41 dari Bapak Yuman di Gunung Putri. 35:43 Asalamualaikum warahmatullahi 35:45 wabarakatuh, Ustazah. 35:47 Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakat 35:50 wabarakatuh. Ustazah, bagaimana ya anak 35:52 saya sudah usia 38 tahun belum 35:55 mendapatkan jodoh. Apakah itu merupakan 35:57 bagian dari takdir? Anak saya laki-laki 36:00 dan dia bilang kebanyakan wanita-wanita 36:02 yang dia temui pada mat atau 36:05 materialistis, Ustazah. 36:07 Mm. Iya. Ini laki-laki padahal ya. Adik. 36:11 Betul. Jadi begini. ee itu barangkali 36:15 trauma ya dari putra Bapak kali ya 36:18 bertemunya dengan ee gadis atau 36:21 perempuan yang matre ya yang materialis. 36:24 Jadi sebenarnya gini ee orang tua hanya 36:28 memfasilitasi membantu. Tidak semua kok 36:30 perempuan itu materialis tidak semua kok 36:33 ee perempuan itu hanya harta semata yang 36:37 dia cari. Nah, sekarang kepada putra 36:39 Bapak katakan ya maksudnya coba diajak 36:42 bersama-sama untuk mempersiapkan diri, 36:44 memantaskan diri, mensalehkan diri, 36:46 mendekatkan diri kepada Allah. 36:48 Mudah-mudahan ketika kita telah dibekali 36:51 ya ee dengan 36:53 keimanan, ilmu, pemahaman, insyaallah 36:56 deh ketika ee Bapak bisa mencarikan ya 36:59 ee gadis-gadis atau perempuan-perempuan 37:03 apakah yang masih banyak kok sekarang ee 37:05 anak-anak kita, adik-adik kita yang 37:07 perempuan yang di usia-usia 30 ke atas 37:09 belum menikah. Nanti dilihat akhlaknya 37:11 kemudian dikomunikasikan di apa 37:15 istilahnya tuh musyawarahkan ya. apa sih 37:17 yang diinginkan? Jadi taaruf itu itu 37:19 salah satunya yang dibahas dalam taaruf 37:23 itu seputar tiga. Yang terkait masalah 37:25 wawasan ya atau fikrah, masalah ee hati 37:30 dan spiritual dalam artinya ee termasuk 37:32 fisik itu juga dibahas. Nah, kalau jadi 37:34 kalau dalam hal ee anggapan bahwa 37:38 perempuan itu semuanya matrek ya itu 37:40 kita bisa diskus bisa diskusikan. Jadi 37:43 dirumuskan bersama nih rumah tangga nih 37:45 mau dibawa ke mana, seperti apa dan 37:47 bagaimana. Misalnya kondisi pihak suami 37:50 begini bagaimana itu dibicarakan dari 37:52 hati ke hati. Jadi, jadi kalau anggapan 37:55 semua perempuan kebanyakan matre itu kan 37:58 karena anggapan secara umum, kesimpulan 38:00 secara umum. Enggak semua kok. Betul ada 38:03 betul banyak kita temukan ya 38:05 perempuan-perempuan tuh matre. Saking 38:06 materainya itu mau cari jalan pintas, 38:09 mau jadi kedua enggak apa-apa deh. Yang 38:10 penting kayak walaupun tua gitu ya 38:13 diporotin semua itu ada yang begitu tapi 38:15 tidak semua. Maka yang seperti ini tentu 38:19 kita lihat di mana kita dapatkan, kita 38:21 temukan yang model-model begini ya. Bisa 38:23 jadi ya di kalangan pengajian ya artinya 38:25 kita lihat keluarganya. Insyaallah 38:28 ketika sudah ditemukan kita ajak 38:30 bersama-sama kemudian dirumuskan maka 38:34 ee boleh ya. dalam rumah tangga itu 38:38 perjanjian pranikah tuh boleh ya. 38:40 Maksudnya dirumuskan bersama-sama 38:42 keinginan pihak laki-laki itu bagaimana. 38:44 Saya ingin istri yang mau menerima suami 38:46 apa adanya. Pokoknya disebut istri juga 38:48 begitu. Saya ingin suami walaupun ada 38:50 apa adanya tapi jangan bertingkah, 38:51 jangan selingkuh. Boleh dirumuskan ya. 38:54 Ah itu dibuat semacam perjanjian ee 38:56 pranikah ya. Jadi almukmin maasyurutim 38:59 boleh itu mesti di apa namanya? Mesti 39:02 ditepati. Nah, insyaallah dengan hal 39:05 seperti ini bisa terbantahkan bahwa 39:09 tidak semua perempuan itu matre. Ya, 39:12 belum ketemu aja kali, Pak. Ya, dicoba 39:14 dicarikan yang penting anaknya mau 39:16 enggak dijodohin, mau enggak dikenalkan 39:18 ya, coba dikenalkan, diinikan di jadi si 39:21 orang tualah nanti yang ee menstreaming 39:24 ya. Artinya anak-anaknya tidak mau yang 39:26 materai, berarti ee perlu dicari yang 39:29 kira-kira mau enggak hidup seperti 39:31 kondisi seperti suaminya seperti ini. 39:33 Jadi harus terbuka. Bahkan, Mbak, dalam 39:35 taaruf itu ee dalam membicarakan 39:39 penghasilan juga boleh, enggak tabu. 39:41 Harus terus terang, harus jujur. Berapa 39:44 penghasilannya, seperti apa nanti ee 39:47 menghidupi rumah tangga, sakit apa yang 39:48 dia dapatkan itu yang dia yang dia punya 39:51 apa yang penyakit keturunan itu perlu 39:53 terbuka semuanya. Jangan seperti tadi 39:55 ya, seperti membeli kucing dalam karung 39:58 ya. Orang berpacar, orang berpacaran aja 40:00 bertahun-tahun juga masih ada yang belum 40:02 terungkap ya. Apalagi yang takaruf. Nah, 40:04 itu dia. Insyaallah, Pak. Didoakan terus 40:07 mudah-mudahan suatu saat putra Bapak 40:09 mendapatkan yang salhah. Insyaallah. 40:11 Amin ya Allah. Eh, saya akan ke 40:14 pertanyaan berikutnya, Ustazah. Ini dari 40:17 ee Bapak Hono di Cijantung. Ee 40:20 asalamualaikum warahmatullahi 40:21 wabarakatuh, Ustazahini Amranda. 40:23 Waalaikumsalam warahmatullahi 40:25 wabarakatuh. Saya memiliki anak 40:27 perempuan usia 39 tahun ee pegawai 40:30 negeri. Cantiknya sedang, Ustazah. Saya 40:33 ayahnya sering salat tahajud meminta 40:35 jodoh untuk anak saya. Namun dia terlalu 40:38 cuek dengan cowok e dan alhamdulillah 40:42 sudah umrah. Bagaimana caranya agar anak 40:45 saya bisa dapat segera mendapatkan jodoh 40:47 di usia yang sudah menjelang 40? 40:51 Iya. Jadi begini Pak ee artinya banyak 40:54 juga ya 40:56 ee dari kalangan kita ya yang 40:59 muslimahnya tuh yang sudah kondisinya 41:01 mapan. Hm. yang kondisinya sudah mandiri 41:05 ya. Kadang-kadang dalam kondisi mandiri 41:08 itu kadang-kadang dia juga cuek karena 41:09 memang dia enggak butuh gitu ya. Jadi 41:11 gini, sebagai orang tua kadang-kadang 41:14 ngomong sama anak yang sudah usianya itu 41:15 kadang-kadang enggak enak ya. Ya, jadi 41:17 ini memang butuh ee apa pendekatan yang 41:21 lebih dalam lagi ya. ee kita bisa kalau 41:24 memang memungkinkan, Pak, ya ajak 41:26 anaknya dari hati ke hati berbicara 41:29 di apa namanya? Apa sih kriteria? Jadi 41:32 memang di usia-usia yang sudah demikian 41:36 matang ya tentu kriterianya tidak sama 41:40 seperti di usia-usia yang masih di bawah 41:42 30 ya. Karena memang tentu agan akan ee 41:47 sulit ya mencari yang masih perjaka yang 41:49 masih apa walaupun ada. Nah, dibicarakan 41:53 dengan putri Bapak dari hati ke hati 41:56 kriterianya seperti apa? Ya, cuek itu 41:59 sebenarnya bisa jadi untuk pengalihan 42:01 ya, bisa jadi ya sekarang ngobrol aja, 42:04 Pak, berdua dari hati ke hati biar Bapak 42:06 tahu apa yang diinginkan oleh putri 42:08 Bapak. Kadang-kadang orang tua berat loh 42:09 ngomongnya ya. Kadang-kadang anak juga 42:12 karena komunikasinya enggak lancar, 42:13 akhirnya yang terjadi diam-diaman. 42:15 Akhirnya apa? anaknya menarik diri 42:17 enggak mau bergabung dengan keluarga 42:19 besar karena takut disindir gitu ya, 42:21 takut diomongin. Akhirnya dia cuek 42:23 enggak mau lagi ee bersama-sama dengan 42:25 keluarga besar. Ada yang begitu. Nah, 42:27 sekarang sebagai orang tua enggak ada 42:30 salahnya kita ngajak ngomong anak kita 42:32 dari hati ke hati. Jangan dituntut, 42:34 jangan di ee apa istilahnya tuh anak 42:37 merasa kok saya kok dituntuk. Jadi itu 42:40 sem ini masalah kita bersama. Jadi 42:42 jangan ditekan ya. Mungkin ada anak yang 42:45 merasa kok orang tuanya kok 42:46 nuntut-nuntut terus. Kapan kamu 42:48 nikahnya? Pengin pengin punya cucu deh. 42:50 Kamu mana sih orang kayak itu? Kan nam 42:52 anak dituntut. Sementara kan untuk 42:54 mencari pasangan kan enggak mudah ya. 42:56 Apalagi yang sudah mapan gitu yang sudah 42:58 mandiri gitu kan sulit untuk jadi tidak 43:01 begitu. Ayo kita sama-sama berusaha. 43:03 Kamu mau enggak percaya dengan orang 43:04 tua? Kita sama-sama mencarikan. Nanti 43:06 dari komunikasi itu tentu butuh proses. 43:09 Siap ee Pak ya dengan putri kita ini ee 43:13 dari hati ke hati kriterianya seperti 43:15 apa. Kita ee orang tua ingin berusaha ya 43:18 nanti kalau kamu ada yang ee bertanya 43:21 nanti bisa kita sama-sama kita ee 43:24 carikan solusinya jalan keluarnya 43:26 begitu. Jadi diajak dulu ngomong anaknya 43:28 ya. Karena kalau keinginan orang tua 43:30 belum tentu sama dengan keinginan anak 43:32 ya kalau tidak 43:33 dikomunikasikan ya. Jadi ee miskunikasi 43:37 ini sangat sangat ee dampaknya itu 43:39 sangat berat. Artinya anak enggak respek 43:42 dengan orang tuanya. Seakan-akan orang 43:44 tuanya menuntut, orang tua juga kasihan 43:46 anaknya. Seakan anak-anaknya itu tidak 43:48 peduli, enggak mau ee dengar saran orang 43:50 tua. Nah, ini kan enggak bagus. Mari 43:52 sama-sama kita jadikan jalan keluar. Dan 43:54 saya pernah mendapatkan kasus seperti 43:56 ini di mana usia ee anak gadisnya itu 44:00 sudah cukup ya artinya sudah ya mungkin 44:04 kalau dia punya saudara sudah punya 44:06 sudah mau saudaranya sudah punya cucu 44:08 gitu ya belum juga nikah dan dia ketika 44:10 ditanya itu dia mengatakan ya memang 44:12 saya enggak enggak berniat lagi saya mau 44:13 begini saja saya sudah nyaman dengan 44:16 seperti ini. Biar saya juga bisa ee apa 44:19 namanya memperhatikan ponakan-ponakan 44:21 saya, sepupu saya ya kalau itu 44:23 pilihannya silakan. Artinya ee tidak 44:26 tanyakan terus, tidak kita desak, tidak 44:29 kita tekan. Artinya kalaupun ada kita 44:31 mendapatkan ee informasi kita bisa 44:34 komunikasikan. Nah, itu bisa ee dengan 44:36 cara itu. Bisa juga kita berusaha ikut 44:39 ee biro jodoh. Kan ada saat ini biro 44:42 jodoh. Biro jodoh yang islami ya, Mbak 44:44 ya. Ada saya enggak usah sebutkanlah. 44:46 Alah ya. nanti ee nanti bisa ee apa 44:50 komunikasikan juga dengan anak kita 44:52 apakah ee orang tuanya yang akan ee 44:55 memfasilitasi atau bagaimana itu teknis 44:58 ya intinya kembali kepada komunikasi 45:01 dengan putri kita karena dialah yang 45:03 akan melaksanakan dialah yang akan 45:04 mengalami dia yang akan 45:06 menjalankan apa yang di itu sama seperti 45:10 apa yang kita harapkan. 45:12 He iya. Baik. Jadi diawali dengan 45:14 komunikasi, dicari waktu yang tepat dan 45:17 mudah-mudahan ee dengan pembicaraan dari 45:19 hati ke hati bisa menemukan solusi. 45:21 Baik, saya akan ke pertanyaan 45:23 berikutnya, Ustazah, dari Pak Warno di 45:25 Bogor. Asalamualaikum warahmatullahi 45:27 wabarakatuh, Ustazah. 45:29 Waalaikumsalam war warahmatullahi 45:31 wabarakatuh. Saya ingin sedikit 45:33 bercerita. Dulu saya sempat dekat dengan 45:36 seorang wanita. sempat ingin mengikat 45:38 dia dengan cincin dan orang tua pun 45:41 setuju. Namun entah ada angin apa, dia 45:44 akhirnya memutuskan untuk tidak lanjut 45:47 dan gagal ee hubungan kami. Sekian lama 45:50 tidak komunikasi, akhirnya kita 45:53 komunikasi lagi. Namun dengan versi yang 45:55 berbeda, orang tua sudah tidak setuju. 45:58 Namun saya tetap jalin komunikasi 45:59 ustazah. Menurut ustazah, saya harus 46:02 bagaimana? Terima kasih sebelumnya atas 46:04 jawab. Ini usia-usia berapa ya? Enggak 46:05 disebut kan, Ustazah? kayaknya 46:08 udah untuk kedua kalinya ketemu lagi. 46:11 Ini cinta lama enggak maksud enggak 46:13 maksudnya gini ini yang di pihak 46:15 laki-laki sudah menikah atau belum nih? 46:17 Nah, ini belum enggak didetailkan 46:18 mungkin nanti yang menanyakan Pak Warno 46:21 bisa melengkapi datanya. 46:23 Soalnya sekarang ini banyak 46:25 godaan-godaan CLK ya, cinta lama bersemi 46:28 kembali ya. He. Nah, jadi ee sekarang 46:31 gini, ketika orang tua tidak setuju, 46:33 tanyakan penyebab tidak setujunya apa. 46:36 Itu pertama ya. Karena kita enggak tahu 46:37 nih ee Bapak ini sudah menikah atau 46:39 belum. Maksudnya sudah menikah atau 46:41 belum kan kita enggak tahu ya. Jadi 46:43 kalau sudah menikah tentu orang tuanya 46:45 enggak setuju gitu ya. Ini mau diduakan 46:47 istri pertamanya sudah istri pertamanya 46:49 sudah setuju atau belum. Kan banyak 46:50 kasus seperti itu ya Mbak ya. Betul. 46:52 Betul. Tapi kalau belum belum menikah 46:56 kemudian ketemu lagi ya orang tua tidak 46:58 setuju ditanyakan ya orang tua ini 47:02 kenapa tidak setujunya kemudian ee 47:05 solusinya seperti apa ya kalau belum 47:07 nikah ya tentu perlu ee atau mesti 47:10 mencari pasangan ya seperti apa. Jadi 47:13 ini masalah komunikasi sebenarnya ini. 47:16 cuman kalau memang ee sudah berkeluarga. 47:20 Pakno tadi Bu, Mbak siapa, Mbak? Betul, 47:22 Pak Warno. Pak Warno kalau kalau memang 47:26 Pak Warnonya sudah menikah kemudian 47:28 ketemu lagi dengan mantan, segera 47:31 tinggalkan. Itu adalah godaan setan yang 47:34 akan menghancurkan rumah tangga kita. 47:36 Ini setan nih kerjanya nih dibuat 47:37 indah-indah padahal belum tentu seindah 47:39 apa yang kita bayangkan. Betapa banyak 47:42 kasus terjadi ya, menjandakan istri 47:44 dengan menikahi janda misalnya. 47:46 Nauzubillahzalik ya. Jangan sampai itu 47:48 terjadi ya. Ini kita enggak tahu nih 47:49 posisi Pak Warno ini apakah sudah 47:51 menikah atau belum ya. Sudah, sudah 47:53 menjawab lagi nih, Ustazah. Sudah 47:54 WhatsApp lagi. Pak Warno dan wanita 47:56 sama-sama single Ustazah. Orang tua Pak 47:59 Warno merasa kecewa. N. Terima kasih, 48:01 Pak Warno atasjutan WhatsApp-nya. Oh, 48:03 sama-sama single, Ustazah. Baik. Kalau 48:05 begitu komunikasinya perlu diperpanjang 48:07 dengan orang tua. Kalau orang tua 48:09 misalnya kecewa dengan gadis itu, coba 48:12 di ee jelaskan kepada orang tua dulu 48:14 kenapa menolak gitu ya sampai sekarang 48:18 sudah mau. Jadi artinya bujuk deh orang 48:20 tua ya, perbaik-baikan. Insyaallah 48:22 mudah-mudahan ketika anak berusaha untuk 48:25 mendekati orang tua ya memberikan 48:28 alasan-alasan insyaallah mudah-mudahan 48:31 ee dibolehkan. Tapi kalau orang tua juga 48:35 tidak mau, tidak setuju dengan alasan 48:38 itu dibatalkan dulu ee yang yang dulu 48:42 dibatalkan, sekarang orang tua tetap 48:43 tidak setuju. Kalau saya mengambil 48:45 pandangan, sebaiknya ikutilah orang tua. 48:49 Artinya selama orang tua itu ee masih 48:53 bis masih bisa memberikan kita contoh 48:55 yang baik, ya artinya selama orang itu 48:57 masih orang tua kita yang pasti 48:59 mengharapkan kebaikan kita, ikuti ya. 49:02 Artinya enggak mungkinlah ya orang tua 49:04 itu ee memberikan yang terburuk untuk 49:07 anaknya ya. Bisa jadi orang tua ee kita 49:10 enggak tahu ya penilaian atau mungkin 49:11 alasan orang tua menolak yang sekarang 49:13 dulu aja ditolak sekarang baru mau. Bisa 49:16 jadi mungkin orang tua merasa nih anak 49:18 saya sekarang sudah mapan loh. Dulu lagi 49:20 enggak mapan, enggak mau. Sekarang sudah 49:21 mapan mau gitu ya. H ya insyaallahlah ee 49:25 apapun yang orang tua sampaikan kita 49:28 ikuti karena Allah. He begitu. 49:30 Wallahualam. Begitu, Pak. He. 49:33 Masyaallah. Ini kita ee sedang 49:35 membicarakan kondisi di mana anaknya 49:36 taat pada orang tua, orang tuanya 49:38 bijaksana, kondisi ideal. Masyaallah, 49:40 Ustazah yang ee rasanya ini 49:42 mudah-mudahan ee apa namanya ee generasi 49:46 saat ini anak-anak ee mengerti bahwa 49:49 yang paling utama adalah pertimbangan 49:51 orang tua dan tadi Ustazah sampaikan 49:53 bahwa tidak ada orang tua yang 49:54 menjerumuskan anak dalam keburukan, 49:56 Ustazah, ya. Dan subhanallah, Ustazah. 49:58 Ini ada tanggapan dari ee tadi yang 50:02 WhatsApp pertama Pak Yuman ini ternyata 50:04 ada ee tanggapan dari Pak Tatang Hidayat 50:07 yang menyampaikan bahwa tadi yang 50:09 WhatsApp anak laki-laki usia 38 tahun 50:13 belum punya istri. Kalau boleh tahu 50:14 kontaknya saya pengin karena saya punya 50:17 keponakan perempuan usia 33 tahun belum 50:20 punya. 50:21 Masyaallah. Masyaallah. 50:24 Yang meny ee wanita semua matrik kalau 50:26 enggak salah ya. Pak Yuman ini bagaimana 50:28 saya berikan nomor telepon Pak Yuman 50:30 atau tidak nih dilanjutkan enggak nih? 50:32 Lanjut Pak Tatang Mbak Mbak Mbak Olin 50:35 dan pendengar yang dirahmati Allah. 50:37 Mempertemukan orang yang baik ya 50:39 mudah-mudahan menjadi wasilah untuk bisa 50:42 berjodoh dan menikah itu pahalanya 50:43 besar. He masyaallah. Jadi artinya ee 50:47 mudah-mudahan ya ini ee bagian dari 50:50 keberkahan ee acara kita ya Mbak ya. 50:53 Mudah-mudahan kayaknya ee harus ada sesi 50:55 khusus langsung tentang perjodohan. 50:57 Mudah-mudahan dimudahkan Allah ya buat 50:59 semua ya. Insyaallah. Amin. Masyaallah. 51:02 Baik ee sebelum kita melihat apa 51:05 kelanjutan antara Pak Yuman dan Pak 51:07 Tatang, saya akan ke pertanyaan 51:08 berikutnya dari hamba Allah ini. 51:09 Ustazah. Asalamualaikum warahmatullahi 51:11 wabarakatuh. 51:12 Waalaikumsalam warahmatullah 51:14 warahmatullahi wabarakatuh. Tentang 51:15 jodoh yang harus diikhtiarkan untuk 51:17 dipertahankan. Ustazah, sampai batas 51:20 mana selama kita menikah itu harus 51:22 mentoleransi pasangan kita? Sifat-sifat 51:25 apa yang harus kita ee toleransi 51:28 sehingga kita tetap harus ikhtiar 51:30 mempertahankannya walaupun mungkin 51:32 kondisinya saat ini saya tidak bahagia. 51:37 Jadi begini, kalau kita berbicara 51:40 bahagia 51:42 itu enggak akan ada yang bahagia karena 51:45 orang lain. Bahagia itu ada pada diri 51:48 kita. Bahagia itu ada pada saat kita 51:53 mencari ee rida Allah, mencinta Allah. 51:56 Itulah bahagia ada di situ. Kepada orang 52:00 itu enggak kekal. Bahagia itu enggak 52:02 bisa sempurna. Jadi bahagia itu bukan di 52:05 tangan suami, bukan di tangan anak-anak. 52:08 Bahagia itu ada pada diri kita, ada pada 52:11 ee meraih cinta Allah. Nah, sejauh mana 52:14 kita menjaga rumah tangga kita ini ya, 52:17 sejauh mana kita menjaga keluarga kita 52:19 ini sampai kita bertahan ee 52:22 mempertahankan rumah tangga ini? 52:24 Sebenarnya gini, ee jika kita menyadari 52:28 bahwa hidup ini hanya sementara, bahwa 52:31 hidup ini adalah ujian dan cobaan, bahwa 52:34 hidup 52:35 iniakumukum ahsanu amala itu ajang ee 52:40 untuk melihat ya ee mana yang terbaik 52:44 amalan seseorang di dunia ini, maka kita 52:47 akan bisa bersabar selama pasangan kita 52:50 masih dalam kategori ee sebagai hamba 52:54 Allah umat Muhammad sallallahu alaihi 52:55 wasallam masih bisa artinya masih ee 52:59 tapi kan dia bermaksiat tapi kan selama 53:01 dia mau memperbaiki dirinya selama dia 53:05 ee masih bertanggung jawab selama dia 53:08 tidak berbuat maksiat selama itu kita 53:13 boleh ya ini saya katakan boleh ya untuk 53:16 menjaga rumah tangga ini dengan 53:18 keikhlasan pasti pahala akan berlipat 53:21 kita dapatkan. Nah, kecuali kalau 53:23 pasangan ini ee akan membawa madarat 53:26 dalam kehidupan kita ya. Seperti 53:28 misalnya udah KDRT enggak menafkahi, 53:32 enggak salat pula, kerjanya berzina, 53:35 mabok-mabokan, enggak ada satuun 53:37 kebaikannya. Ini buat apa rumah tangga 53:39 seperti ini? Ya. Tapi ketika misalnya 53:43 ada mungkin kesalahannya, kemaksiatan 53:45 yang dia lakukan, kemudian dia bertobat, 53:47 dia berjanji untuk memperbaiki dirinya, 53:49 dia masih bertanggung jawab kepada anak 53:51 dan istrinya, dia masih pulang ke rumah. 53:54 Kita maafkan walaupun kita enggak 53:56 bahagia, kita hanya minta balasan dari 53:58 Allah. Karena nanti di yaumil akhir, di 54:01 yaumil hisab, kita hanya 54:04 mempertanggungjawabkan apa yang menjadi 54:06 kewajiban kita. Adapun orang lain, suami 54:09 misalnya, dia akan 54:11 mempertanggungjawabkan seluruh 54:13 amal-amalnya di hadapan Allah. 54:15 Pekerjaannya, perbuatannya, perilakunya, 54:17 dosanya itu bukan tanggung jawab istri. 54:19 Jadi artinya di sini selama terikat tali 54:22 akad nikah, pernikahan ya masih dalam 54:25 ikatan nikah. Selama itu sebagai seorang 54:28 istri kita wajib menjalankan semua 54:31 kewajiban-kewajiban kita. 54:34 Dan artinya di sini terlepas dari apapun 54:37 yang dilakukan suami, dia melakukan 54:41 perbuatan-perbuatan ya yang terkait 54:43 dengan ee perilakunya yang bertentangan 54:46 dengan nilai-nilai atau ajaran Allah itu 54:49 dia bertanggung jawab di hadapan Allah. 54:51 Nah, jadi artinya di sini sampai kapan 54:53 kita mempertahankan pernikahan ini? 54:57 sampai kita kuat, sampai kita ikhlas, 55:00 sampai kita ya kalau memang mampu ya 55:02 sampai ajal dikandung badan. 55:04 Artinya kematian yang memisahkan kita. 55:07 Itu kalau sanggup. Tapi kalau tidak 55:09 sanggup lagi, tidak ikhlas lagi misalnya 55:11 ya, gak karena perbuatannya ya, artinya 55:14 kita bisa timbang-timbang mana yang 55:16 baik, mana yang buruk. Artinya 55:18 perceraian itu boleh tapi itu pintu 55:21 pintu keluar jalan keluar itu bukan 55:23 satu-satunya jalan. Harus ada 55:25 pertimbangan yang matang. Bagaimana anak 55:27 kita? Ini penting ya. Masa depan anak ya 55:30 kan ada istri yang nekad ya ketika dia 55:33 tahu suaminya selingkuh padahal dia 55:36 masih punya anak-anak yang kecil-kecil. 55:38 Padahal suaminya selingkuh ya masih 55:39 tanggung jawab, masih menafkahi ya masih 55:41 pulang ke rumah tapi karena dia sudah ee 55:44 sudah tidak sanggup lagi dia minta cerai 55:46 ya. Dia dalam posisi dia tidak ee 55:49 memiliki pekerjaan. Anak masih 55:50 kecil-kecil. Coba lihat ini kan 55:52 anak-anak ini masyaallah tanggung 55:55 jawabnya luar biasa. Biasanya laki-laki 55:57 tuh kalau sudah jauh dari anaknya itu ya 56:01 sangat sedikit yang bisa masih 56:02 bertanggung jawab ya. Jadi sekali lagi 56:04 kitalah yang ee berpikir ee dengan 56:08 pertolongan Allah dengan doa ya 56:10 bagaimana mau lanjut atau tidaknya. 56:12 banyak hal yang kita pikirkan ya itu 56:14 kalau memang sanggup bertahan, kalau 56:15 tidak sanggup tidak ada jalan ee 56:18 halangan ya untuk ee selesai ya artinya 56:21 tidak kuat lagi ya tapi perlu 56:23 pertimbangan ke depannya. Jadi sekali 56:26 lagi Ibu jangan sampai kita menyebutkan 56:30 saya demi anak berkorban biarlah saya 56:32 menderita itu jangan begitu. Itu nanti 56:35 amal pahalanya habis karena demi 56:37 anak-anak saya bertahan. Jangan demi 56:40 anak-anak. Demi Allah. Begitu ya. Karena 56:43 Allah. Demi Allah aku bertahan agar aku 56:46 bisa ikhlas dalam menghadapinya. Jadi 56:48 jangan karena Allah. Allahlah yang 56:51 karena aku mengharapkan cinta Allahlah. 56:52 Karena aku mengharapkan rida Allahlah. 56:54 Karena aku mengharapkan pahala balasan 56:56 dari Allahlah dari ujian-ujian ini agar 56:59 aku sabar. Karena Allahlah aku melakukan 57:01 ini. Jadi bukan karena anak. Kalau 57:03 karena anak bukan karena Allah nanti 57:04 habis pahalanya. sayang ya 57:07 ibadah-ibadahnya yang sebenarnya dapat 57:08 pahala yang sangat banyak akhirnya bisa 57:12 seperti debu yang berterbangan ya kita 57:15 sudah lelah capek hati capek pikir capek 57:19 tenaga, kemudian menderita pula enggak 57:22 dapat pahala lagi. Ya Allah rugi banget. 57:24 Maka kita lakukan semuanya karena Allah. 57:27 Bertahan karena Allah. Kalaupun lepas 57:29 juga karena Allah. Jadi seperti itu ya. 57:32 Jangan melihat ee kebahagiaan itu pada 57:34 suami atau kepada orang lain. Bahagia 57:36 itu ada pada diri kita pada saat kita 57:38 meraih, mencoba menggapai cintanya 57:41 Allah. Hanya cinta Allah yang dapat 57:43 membahagiakan kita. Begitu ya, Bu ya. 57:46 Kalau mempertahankan peringatan ini, 57:47 saya selalu teringat ee pengingat 57:49 Ustazah di beberapa tausiah Ustazah 57:52 tentang tauladan Ummu Asiah, istri dari 57:55 Firaun. Ustazah selalu mengingatkan ee 57:57 Ummu Asia tentang perjuangannya 57:59 mempertahankan ee pernikahannya sampai 58:02 titik darah penghabisan dan meninggalnya 58:04 juga karena disiksa oleh suaminya, 58:06 Ustazah ya. Ee dan ustazah selalu 58:09 bilang, "Ibu emang suaminya Firaun bukan 58:13 kan?" Nah, itu itu luar biasa sih itu 58:15 sesuatu yang ee apa ya harusnya menjadi 58:18 pemicu dan penguat bahwa selama suami 58:21 kita tidak lebih kejam dari Firaun, 58:24 harusnya kita bisa menauladani kekuatan 58:26 ummu Asia. Mudah-mudahan kita semua 58:28 diberi kekuatan insyaallah ya. Amin ya 58:31 rabbal amin. Baik, ee pertanyaan 58:33 selanjutnya ini. Wah, jadi ramai nih. 58:35 Saya harus memilih sebentar, Ustazah. 58:37 Oke, ini dari Dewi. Ibu Dewi, usia 35 58:42 tahun. Asalamualaikum warahmatullahi 58:43 wabarakatuh, Ustazah. Waalaikumsalam. 58:45 Waalaikumsalam warahmatullahi 58:47 wabarakatuh. Saya ini selalu menurut 58:50 sama ibu saya, Ustazah. Sampai saat ini 58:52 belum menikah, ibu yang mencarikan suami 58:55 untuk saya. Laki-lakinya tapi harus kaya 58:58 dan harus menunjukkan rekeningnya 59:00 minimal R00 juta. Kata Ibu untuk ee saya 59:05 save nanti setelah saya menikah. Namun 59:08 saya tidak pernah s dengan pilihan ibu 59:10 karena menurut saya semua laki-laki yang 59:13 diajukan oleh ibu saya hanya melikat eh 59:15 maaf hanya melihat ee kecantikan atau 59:18 fisik saya saja, Ustazah. Bagaimana 59:21 saran Ustazah? 59:24 Iya. 59:25 Begini ee memang orang tua walau 59:30 bagaiman pun ya wawasannya, latar 59:33 belakangnya, apapun kondisinya pasti 59:36 menginginkan yang terbaik untuk ee 59:38 anaknya ya. Nah, sekarang begini ketika 59:40 Ibu mengajukan pas calon ya untuk ee 59:44 mantunya ya, calon suami ee Mbak Dewi 59:47 ya. He itu ee dilihat karena dia melihat 59:51 kecantikan. Coba deh nanti diminta 59:53 kepada Ibu, Bu, tolong ee dicek 59:56 bagaimana agamanya, bagaimana salatnya, 1:00:00 bagaimana sikapnya. Jadi artinya 1:00:03 neterima calon dari ee yang diajukan 1:00:06 orang tua, tapi pesan gitu ya pakai 1:00:09 tolong di dikasih tahu juga ya. Jadi, 1:00:12 Ibu ini tentu nanti akan berusaha 1:00:14 mencari informasi ya kepada siapa yang 1:00:18 dia mungkin pihak ee ketiga atau yang 1:00:21 dari mana dia dapat ini, Ibu ini dapat 1:00:23 ee calon ini ya. Nanti tolong dicek ya, 1:00:25 Bu salatnya gimana, agamanya gimana 1:00:28 karena aku ingin yang agamanya baik 1:00:32 karena ini akan ee membawaku kepada ee 1:00:36 kebahagiaan. Jadi pesan-pesan begitu. 1:00:39 Saya rasa orang tua sebagaim seapun dia 1:00:44 pesan-pesan anak pasti di didengerin 1:00:47 ya. Jadi coba dulu deh ya. Mudah-mudahan 1:00:50 ketika didatang ini bagus ya bismillah 1:00:52 sudah bismillah aja mudah-mudahan inilah 1:00:54 yang terbaik begitu ya Mbak Dewi. He itu 1:00:56 dia. Baik ee Ibu Dei mudah-mudahan 1:00:59 terjawab ee dari penjelasan Ustazah 1:01:01 karena saya akan beralih ke ini 1:01:04 namanya Kisya Aisyah ya. Baik, Ibu 1:01:08 Kisya, saya akan membacakan pertanyaan. 1:01:10 Asalamualaikum warahmatullahi 1:01:11 wabarakatuh, Ustazah. 1:01:13 Waalaikumsalikumsalam warahmatullahi 1:01:14 wabarakatuh. Gimana ya, Ustazah? Saya 1:01:16 bingung. Anak saya masih usia 19 tahun. 1:01:20 Sudah ada yang mendekati dan 1:01:22 laki-lakinya ingin serius. Saat ini dia 1:01:25 umur 26 tahun. Minggu ini mau ke rumah, 1:01:28 Ustazah. Tapi anak saya tidak suka 1:01:31 dengan cowoknya. Gimana ya, Ustazah? Dia 1:01:33 mau menikah cepat tapi tidak dengan 1:01:36 cowok yang ini. Cara cara istikharah 1:01:39 tapi kalau lagi halangan bagaimana 1:01:41 Ustazah? Oh itu ada dua pertanyaan 1:01:42 Ustazah. 1:01:44 Jadi gini kalau ada laki-laki datang 1:01:48 ibunya setuju enggak nih dengan calon 1:01:50 yang datang? Nampaknya setuju makanya 1:01:52 bersedia untuk didatangkan ya. Betul. 1:01:54 Betul ya Bu ya. Anaknya enggak setuju. 1:01:57 Kenapa? Anaknya enggak mau. Enggak tahu 1:01:58 enggak dijelaskan ee alasannya di sini. 1:02:02 Jadi gini, Ibu. Ini Ibu yang bertanyakan 1:02:04 ya tentang anaknya ya. Iya. Ya. Ee kita 1:02:08 enggak bisa memaksakan anak kita untuk 1:02:10 menerima siapa yang datang itu ya. 1:02:12 Karena yang akan mengalami, yang akan 1:02:15 menjalani itu anak kita. Coba diajak ee 1:02:18 berbicara dari hati ke hati. Kenapa Ibu 1:02:22 ee menghadirkan calon untuk anaknya 1:02:25 laki-laki ini? Sebutkan alasannya apa 1:02:27 gitu ya. Nah, setelah itu ketika anaknya 1:02:31 ee jadi ini butuh ini butuh ee 1:02:34 komunikasi Bu ya. Kita enggak bisa 1:02:36 maksakan anak ya. Kalau kita memaksakan 1:02:38 anak nanti terpaksa dia menikah nanti ya 1:02:41 ketika dia menghadapi suaminya tidak 1:02:44 sesuai dengan kehendak ee dalam seperti 1:02:47 dalam ajaran Islam dia mungkin nanti 1:02:49 banta banyak ini kan aku dijodoh nanti 1:02:51 kan kecewalah suaminya ya. Kalau suami 1:02:53 kecewa kan nanti repot juga ya anak kita 1:02:55 nanti jadi sengsara ya. Jadi kasih 1:02:58 pengertian anak kita kenapa dia tidak 1:03:00 setuju. Ketika dia tidak setuju, ya 1:03:02 sudah Bu, enggak usah dipaksakan ya. 1:03:05 Persiapkan aja anak kita ini dengan ee 1:03:08 bekal-bekal ilmu, bekal-bekal ee akhlak, 1:03:12 keimanan, kewajiban bagaimana menjadi 1:03:14 seorang istri yang baik dan seterusnya. 1:03:16 Dibekali dulu usia 19 itu kan masih muda 1:03:18 ya, Bu ya. konsekuensinya seperti apa, 1:03:21 bekali dulu kalau perlu misalnya belajar 1:03:23 lagilah ya untuk menambah skill. Saya 1:03:26 enggak tahu nih putri Ibu nih kuliah 1:03:28 atau apa kerja saya enggak tahu ya. 1:03:30 Paling tidak ee berusaha untuk ee 1:03:34 memberikan wawasan ya kemandirian ya 1:03:37 tidak terpaku atau bergantung kepada 1:03:40 nantinya suami. Jadi coba diinikan dulu 1:03:43 dibekali ya. Jadi kalau memang putrinya 1:03:45 tidak setuju ya ya memang mau bagaimana 1:03:48 lagi enggak bisa dipaksa. Kecuali kalau 1:03:50 memang yang datang ini akhlaknya bagus, 1:03:54 agamanya masyaallah luar biasa, 1:03:56 keluarganya juga keluarga yang ee tumbuh 1:03:59 dalam keluarga agamis gitu ya. Nah, itu 1:04:02 perlu dibuduk gitu ya, diproses. Saya 1:04:05 kasih waktu ya sampai ee putri ibu tu 1:04:07 menerima dengan ee keikhlasan bukan 1:04:10 dengan paksaan gitu ya Bu ya. Nah, 1:04:12 sekarang istikarahnya gimana? He. Ketika 1:04:15 anak ini sedang haid, ee orang tua bisa 1:04:18 salat istikharah karena ini kan juga 1:04:20 kepentingan orang tua juga. Jadi ketika 1:04:23 putrinya tidak bisa salat, orang tuanya 1:04:25 bisa membantu dengan salat juga dengan 1:04:27 mendoakan anaknya. Kalau memang ini 1:04:29 jodoh untuk anakku, ya Allah permudah. 1:04:31 Ya Allah permudahlah ee pernikahan 1:04:34 mereka. Ee kemudian karniakan mereka 1:04:37 keberkahan dalam pernikahan itu. 1:04:39 Lembutkan hati. Pokoknya itu ya orang 1:04:40 tua bisa untuk ee berdoa kepada Allah. 1:04:43 Dan anak ketika dia tidak bisa salat 1:04:45 istikharah, dia kan bisa 1:04:46 berdoa. Berdoa itu kan kapan saja ya. 1:04:50 Lagi dalam kondisi apap pun enggak ada 1:04:52 masalah. Doa ya doa min anaknya berdoa 1:04:54 kepada Allah dalam kondisi dia dalam itu 1:04:57 bisa ya doa itu kan kita e memang 1:04:59 hubungan kita dengan Allah itu kan 1:05:00 dengan doa ya. Doa yang formal, doa 1:05:02 nonformal. Doa yang formal itu ya dengan 1:05:05 berwudu ya ketika salat. Selesai salat 1:05:07 itu kan formal ya. Ada adab, ada etika. 1:05:10 Kalau kita berdoa nonformal, ya bisa aja 1:05:12 kita lagi duduk gini langsung hati itu 1:05:14 kan ngomong pada Allah, "Ya Allah." 1:05:16 Kayak gitu ya. Anaknya suruh doa, "Ya 1:05:18 Allah, ini jodohku atau bukan?" Ya, 1:05:20 kalau jodoh, ya Allah mudahkan, 1:05:21 lembutkan hatiku. Kayak gitu ya 1:05:23 diajarkan anaknya seperti itu. Nah, 1:05:24 orang tua boleh membantu untuk ee salat 1:05:27 ya istikharah. Apakah ini memang ee 1:05:31 calon mantuk yang diridai Allah ya atau 1:05:34 tidaknya? Kalau memang diridai Allah 1:05:35 dimudahkan. Kalau tidak ya apa? 1:05:37 dipersulit begitu, Bu. He. Baik ya. 1:05:41 Mudah-mudahan jelas ya, Ibu. Saya akan 1:05:43 ke pertanyaan berikutnya. Masih ada 1:05:45 waktu ini dari hamba Allah. 1:05:47 Asalamualaikum warahmatullahi 1:05:48 wabarakatuh, Ustazah. 1:05:49 Waalaikumsalikumsalam warahmatullahi 1:05:51 wabarakatuh. Ustazah, bagaimana 1:05:54 meluruskan pendapat dari anak saya yang 1:05:57 5 tahun lalu menikah karena kami 1:05:59 jodohkan. Kalau mereka berdua berantem 1:06:02 kemudian curhat kepada saya, karena saya 1:06:04 itu suka membubuhkan kalimat ini kan 1:06:08 gara-gara pilihan ibu atau paksaan 1:06:11 Bapak. Dan ee kami jadi kelu kalau 1:06:14 misalnya hal tersebut keluar dari 1:06:16 lidahnya. Walaupun alhamdulillah sampai 1:06:18 saat ini mereka masih bersama. Namun 1:06:21 yang harus ee saya jawab atau kami jawab 1:06:24 apabila dia berkata seperti itu baiknya 1:06:26 atau benarnya bereaksi seperti apa, 1:06:28 Ustazah? bimbingannya. Iya. Jadi 1:06:32 begini, ee memang untuk meningkatkan 1:06:36 ilmu dan keimanan itu tidak stuck ya, 1:06:38 harus terus ya. Jadi ee mestinya kita 1:06:44 sebagai orang tua dan anak-anak kita 1:06:45 yang telah menikah terus menambah 1:06:48 meningkatkan ilmu dan keimanan. Artinya 1:06:51 kita beritahu anak-anak kita 1:06:52 mudah-mudahan mereka juga punya 1:06:54 komunitas untuk menuntut ilmu ya supaya 1:06:56 mereka memiliki ee ee ilmu keimanan dan 1:06:59 mampu menghadapi kenyataan pujian dan 1:07:01 cobaan. Nah, kita sebagai orang tua bisa 1:07:03 menyampaikan kepada anak kita bahwa ee 1:07:07 orang tua menjodohkan anak. Ya, 1:07:08 sampaikan aja maksudnya baik. Karena 1:07:11 pada saat itu kami ee memandang bahwa 1:07:14 ini yang terbaik untuk anak-anak kami, 1:07:16 maka kami nikahkan dia dengan kamu. Nah, 1:07:18 ketika terjadi pernikahan itulah takdir 1:07:21 ya. Artinya tidak ada manusia yang 1:07:23 sempurna ya. Jadi bukan berarti ee jodoh 1:07:27 yang dari orang tua itu adalah yang 1:07:29 sempurna. Pasti ada kelebihan dan 1:07:30 kekurangan. Nah, kita sebagai hamba 1:07:33 Allah itu wajib untuk ee beriman kepada 1:07:36 takdir. Jadi kalau ee perkataan misalnya 1:07:39 menyesali takdir ini kan gara-gara orang 1:07:42 tua yang jodoh. Itu tidak ee perkataan 1:07:44 keimanan. Jadi untuk menunjukkan kita 1:07:47 beriman kepada Allah itu adalah beriman 1:07:48 kepada takdir. Jadi kamu bersyukurlah 1:07:50 dapat suami yang seperti ini. Walaupun 1:07:53 dari orang tua yang menjodohkan pasti 1:07:54 ada ee kebaikan-kebaikan di dalamnya. 1:07:57 Sabar ya. Nah, jadi itu kita nasihatin 1:07:59 anak-anak kita seperti itu. Jadi kalau 1:08:01 ee dari 1:08:03 awal kita memberikan ee nilai-nilai 1:08:07 keimanan ya kepada anak-anak kita bahwa 1:08:10 takdir yang sudah terjadi ya masal 1:08:14 masalah masa-masa lalu yang sudah 1:08:16 terjadi itu enggak boleh lagi disesali 1:08:18 ya. Jadi kita bisa ya ini kan 1:08:20 kadang-kadang anak kalau orang tuanya 1:08:23 yang menasihati kadang-kadang anak itu 1:08:24 enggak nerima ya biasanya begitu. He. 1:08:26 Nah, kita ajak ya barangkali pihak 1:08:28 ketiga ajak pengajian atau siapalah yang 1:08:30 pihak ketiga yang kita berikan tolong 1:08:33 deh dinashati anak saya ya. Ya, kalau 1:08:35 ada pengajiannya enak ya anak tu kalau 1:08:37 ikut ngaji itu bagus ya. Nanti di 1:08:39 situlah diberikan ee nilai-nilai 1:08:41 keimanan. Nah, jadi kita menjodohkan 1:08:44 anak kita itu tidak dilepaskan begitu 1:08:47 saja, mesti dibekali. Jadi pada saat 1:08:50 anak itu sudah mau menikah, nah itu kita 1:08:53 bekali itu kita ajak bicara ya, kita 1:08:54 bertikan nilai-nilai. Nak, ini kan usaha 1:08:57 orang tua untuk menjodohkan untuk yang 1:08:59 terbaik. Kalau nanti terjadi hal-hal 1:09:01 yang tidak diinginkan, ya ini berarti 1:09:03 ujian dari Allah. Jadi kita bekali. Jadi 1:09:05 bukan jangan dikatakan pilihan orang 1:09:07 tualah yang terbaik. Enggak, belum tentu 1:09:09 juga kan. Nah, jadi ini ee butuh proses 1:09:12 yang panjang sehingga anak kita itu rida 1:09:15 dengan takdirnya. Ya kadang-kadang ada 1:09:17 yang begini loh, Mbak. He awalnya bagus 1:09:20 dinikahkan bagus. Eh setelah sekian 1:09:23 lama, setelah beberapa tahun kemudian 1:09:25 ternyata berulah h menyakiti anak kita 1:09:29 ya suaminya tuh yang padahal kita yang 1:09:30 jodohin dulu nikah lagi selingkuh apa 1:09:33 segala macam. Nah kita bisa katakan 1:09:35 kepada anak kita ini bahwa ini kan 1:09:37 takdir kan kita enggak bisa ee menjamin 1:09:40 orang itu baik terus. Iman tuh kan naik 1:09:42 turun naik karena dia ee beriman ee 1:09:45 beramal saleh, bertakwa kepada Allah 1:09:46 turun karena maksiat. Jadi kan seorang 1:09:48 itu kan tergantung lingkungan. Jadi 1:09:50 artinya kita membesarkan anak kalau 1:09:52 sudah terjadi pernikahan itulah takdir. 1:09:55 Ya, kalau terjadi hal yang tidak 1:09:56 diinginkan ya ini berarti ee memang 1:09:59 sedang diuji. Nah, sekarang kita 1:10:00 sama-sama dengan anak ya. Apa yang dapat 1:10:03 kita bantu? Jadi ketika anak menyesali 1:10:05 orang tuanya, kita sampaikan ini kan 1:10:07 sudah takdir, Nak. Dia enggak boleh 1:10:09 enggak boleh kita ee mengingkari takdir. 1:10:11 Protes terhadap takdir Allah itu suatu 1:10:13 hal yang tidak baik. Ya, ini kan iman 1:10:15 kita jadi cacat gitu ya. Artinya ee kita 1:10:19 tidak lagi menjadi orang yang bersyukur 1:10:21 ya. Kita besarkan hati anak kita ya. 1:10:23 Kemudian kepada mantu ya dinasehhati. 1:10:27 Jadi ini intinya gini kita berusaha 1:10:30 bertanggung jawab juga terhadap pilihan 1:10:31 kita. Jadi jangan dibiarkan begitu saja. 1:10:34 Mereka sudah menikah ya udah tuh kan 1:10:36 resiko kamu. Kenapa kamu mau jangan 1:10:38 begitu juga kan orang tua yang jodohin 1:10:39 kamu mau? Kenapa kamu mau kan jangan 1:10:42 begitu itu enggak baik ya. He. Nah, jadi 1:10:44 kita sama-sama ee membantu rumah tangga 1:10:47 anak kita ketika kita memilihkan mereka 1:10:49 pasangan, ketika terjadi masalah kita 1:10:52 berusaha untuk mendamaikannya, tidak 1:10:54 saling menyalahkan di antara mereka. Dan 1:10:56 tentu saja doa ya, Bu ya. Kita berdoa 1:10:58 kepada Allah agar rumah tangga kita, 1:11:00 rumah tangga anak-anak kita adalah rumah 1:11:02 tangga yang diridai Allah. Insyaallah 1:11:04 mudah-mudahan Allah berikan ee 1:11:07 keberkahan ya dalam hal ini. Anak yang 1:11:11 taat sama orang tua Allah berkahi ya. 1:11:12 Mudah-mudahan dengan keberkahan itu 1:11:14 Allah berikan kebahagiaan ya. Kalau 1:11:16 bertengkar dalam hal rumah tangga biasa 1:11:17 itu ya namanya juga ketemu gede ya. 1:11:20 Kakak adik aja suka berantem gitu entar 1:11:22 baik lagi. Ini dari kecil Ustazah ya. 1:11:25 Gimana yang ketemu gede? 1:11:28 Betul. Iya. Baik. Ee hamba Allah 1:11:30 mudah-mudahan putrinya atau putranya 1:11:32 diberkahi dengan pernikahan yang sakinah 1:11:35 mawadah warahmah. Insyaallah. Baik 1:11:37 Ustazah. namanya kita di penghujung 1:11:38 waktu. Ee mohon kiranya kesimpulan dari 1:11:42 topik kita yaitu delapan hal terkait 1:11:44 jodoh. 1:11:45 Ya, pendengar yang dirahmati Allah bahwa 1:11:48 jodoh ini adalah kombinasi antara takdir 1:11:51 yang telah ditentukan Allah dan usaha 1:11:53 manusia dalam mencari pasangan hidup. 1:11:55 Maka perlu kita berdoa, ikhtiar, 1:11:58 tawakal, mempersiapkan diri, berusaha, 1:12:02 ya. Kemudian ee dari usaha itu kita 1:12:05 perlu berserah diri kepada Allah. Yakin 1:12:08 bahwa Allah akan memberikan yang terbaik 1:12:09 untuk kita. Mudah-mudahan Allah 1:12:12 mempertemukan pasangan yang tepat bagi 1:12:14 kita dan nanti sama-sama berjumpa, 1:12:16 berkumpul kembali di surganya 1:12:19 insyaallah. Astagfirullahi wakum. 1:12:21 Asalamualaikum warahmatullahi 1:12:23 wabarakatuh. Waalaikumsalam 1:12:25 warahmatullahi wabarakatuh. 1:12:27 Walhamdulillah, ikhwan dan akhwat, 1:12:29 demikian telah kita ikuti bersama fikih 1:12:32 wanita bersama Ustazah Helini Amran yang 1:12:34 topiknya luar biasa mengundang banyak 1:12:36 pertanyaan yang masuk hari ini. Oleh 1:12:38 karena itu kami ucapkan terima kasih 1:12:40 atas urun serta Ikhwan dan Awat dalam 1:12:43 menyimak kajian hari ini. Untuk yang 1:12:45 belum terjawab, yang baru saja masuk, 1:12:46 mohon maaf. Mudah-mudahan di kesempatan 1:12:49 lain kita diberikan usia dan kesempatan 1:12:51 lebih leluasa untuk membahas tema jodoh. 1:12:53 Nanti Ustazah nanti ada rencana khusus 1:12:56 untuk jodoh-jodohan ya Ustazah ya. Ondi 1:12:58 mau jadi hostnya. Baik kita doakan 1:13:01 mudah-mudahan Ustazah juga keluarga 1:13:03 diberkahi dengan kesehatan, usia 1:13:05 panjang. Mudah-mudahan kita diberikan 1:13:06 kesempatan untuk menuntut ilmu bersama 1:13:08 kembali. yang bertugas pada hari ini 1:13:10 saya Carolin didampingi oleh Ondi juga 1:13:13 Algi. Kami berterima kasih dan juga 1:13:15 mohon maaf apabila ada ketidaknyamanan 1:13:17 selama acara berlangsung. 1:13:20 Subhanakallahumma wabihamdika ashadu 1:13:22 alla anta astagfiruka wa atubu ilaik. 1:13:25 Wabillahi taufik walhidayah. 1:13:26 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:13:28 wabarakatuh. 1:13:30 Waalaikumsalam.