Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Brail
- [Musik]
- [Musik]
- TV alamin. Allahumma shi ala sayidina
- Muhammad waa ali sayidina Muhammad.
- Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah.
- Subhanahu wa taala. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Jumpa lagi
- kita di ruang dengan Ikhwan dan Akhwat.
- Kali ini setiap hari Jumat, hari siang
- dan penuh barokah ini cerah di rasilan
- sekitarnya fikih wanita bersama guru
- kita Ustazah Herlini Amran. Dan
- insyaallah kita live saya dari studio
- langsung dan Ustazah masih dari
- kediamannya. Mari kita sapa terlebih
- dahulu guru kita Ustazah Herlini Amran.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustazah.
- Waalaikumsalam warahmatullah
- wabarakatuh.
- Masyaallah ngelihat background Ustazah
- tuh ya Alaqsa. Insyaallah mudah-mudahan
- kita semua bisa salat di sana semua
- dalam keadaan sudah dibebaskan dari
- tangan-tangan jahat Yahudi. Insyaallah
- ya. Amin ya Allah ya rabbana amin ya
- Allah. Ya. Baik. dan Ustazah insyaallah
- bukan ee tentang Palestina kali ini tema
- kita insyaallah yang penting juga untuk
- mungkin untuk Ondi, untuk Algi, untuk
- para pendengar yang saat ini menyimak.
- Ee menarik sekali insyaallah tema yang
- akan dibahas sajaah yaitu perihal jodoh
- ya. Jadi tema kita adalah delapan hal
- terkait jodoh. Tapadul Ustazah ya.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillah wasalatu wasalamu ala
- rasulillah wala haula wala quwwata illa
- billah. Allahumma shi wasallim wabarik
- ala sayidina Muhammadin waa alihi wa
- asabi
- aj Allah inaluka wal
- jannahubika. Amin ya rabbal alamin.
- Berbicara mengenai jodoh menarik ya
- Mbak. Konsep jodoh dalam Islam itu
- sangat sempurna ya. Bagaimana tidak
- hanya sekedar mempertemukan antara
- laki-laki dan perempuan yang beda jenis
- saja, tapi juga ini mencakup keyakinan
- akan takdir, usaha untuk mencari
- pasangan, doa, persiapan diri, bahkan
- jodoh ini, pernikahan ini adalah
- penyempurna setengah agama. Nah, oleh
- karena itu pembahasan kita tentang
- delapan hal terkait dengan jodoh ya.
- Karena semuanya juga pengin ya dapat
- jodoh. Kalau yang belum nikah ya,
- siapakah jodohku gitu ya. Nah, kalau
- yang sudah punya anak kan pengin juga
- nanti punya mantu ee yang pasangan
- anaknya menjadi mantu yang diharapkan ya
- yang saleh atau yang salihah. Maka
- delapan hal terkait ee jodoh ini yang
- pertama
- adalah jodoh. Itu adalah takdir dan
- ketentuan Allah. Ya, qada dan qadar.
- Artinya dalam Islam kita tahu bahwa
- bagian dari takdir itu di antaranya
- jodoh. Jodoh yang telah ditetapkan
- Allah. Nah, keyakinan ini kan prinsipnya
- dari prinsip qada dan qada. Takdir ya.
- Takdir yang telah Allah tentukan. Bahkan
- dalam Al-Qur'an kan ee jelas ya Allah ee
- memberikan kita panduan ya.
- Dan segala sesuatu kami ciptakan
- berpasang-pasangan supaya kamu mengingat
- kebesaran Allah. Jadi bukan sekedar
- bertemu pasangan saja, tapi ini adalah
- bagian dari ee kebesaran Allah,
- kekuasaan Allah, dari tanda-tanda ee
- ayat kekuasaan Allah ya. Supaya kita itu
- menemukan pasangan kita dengan pasangan
- itu kita bersama-sama mengabdi
- kepadanya, beribadah kepadanya. Jadi
- sekali lagi bahwa jodoh ini bagian dari
- takdir ya kan kita tahu ya jodoh kan di
- tangan Allah ya. Iya betul jodoh di
- tangan Allah tapi kan tidak berdiam diri
- aja. Makanya yang kedua harus usaha dan
- ikhtiar. Jadi kalau dibilang jodoh kan
- di tangan Allah. Iya betul jodoh tangan
- Allah tapi nyari enggak usaha enggak ya
- enggak akan dapat. Sama seperti rezeki.
- Rezeki kan di tangan Allah tapi dia
- enggak usaha. Dia di rumah aja diam aja.
- bagaimana dia bisa mendapatkan rezeki.
- Jadi walaupun jodoh itu adalah takdir
- Allah bagian dari qada dan qadar, kita
- sebagai umat Islam, umat Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam memang
- dianjurkan untuk berusaha dan berikhtiar
- dalam mencari pasangan hidup, mencari
- jodoh itu. Ini kan usaha ini kan usaha
- yang disebut ee secara syari ya,
- berusaha cari yang terbaik gitu ya. Nah,
- kewajiban kita tu adalah berusaha waktu
- lihat malu beramal, berusaha cari gitu
- ya. Nah, mencari jodoh itu usaha dan
- ikhtiar itu kan berbagai macam. Jangan
- sampai kita dalam mendapatkan sesuatu
- yang sudah menjadi takdir Allah, kita
- usahakan dengan cara yang menyimpang,
- dengan cara yang salah, dengan cara
- perbuatan dosa, ya. Ee dengan cara
- perbuatan dosa itu ya arti tidak sesuai
- dengan ketentuan Allah ya. Dimulai
- dengan kemaksiatan. Bukan begitu mencari
- jodoh, bukan begitu usaha atau ikhtiar
- dalam mendapatkan pasangan ya pacaran
- bertahun-tahun gitu ya. Justru ini ee
- bagian dari permulaan yang tidak sesuai
- dengan ketentuan Allah ya. Jadi
- ikhtiar yang di ee perintahkan di dalam
- Islam adalah ikhtiar yang sesuai dengan
- perintah Allah. usaha yang sesuai dengan
- nilai-nilai keimanan, keislaman dari ee
- perintah Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Kan enggak boleh tuh laki-laki
- yang bukan mahram dengan perempuan yang
- bukan mahrum
- berdua-duaan. Nah, kalau mencarinya
- dimulai dengan cara yang salah ini awal
- ibadah aja salah. Karena kita tahu kan
- pernikahan itu kan ibadah terpanjang
- seumur hidup kita. Maka perjodohan itu
- kan mencari jodoh itu kan untuk
- pernikahan. Kalau dimulai dengan tata
- cara yang tidak baik akhirnya juga tidak
- baik. Maka berikhtiar dan berusaha untuk
- mencari pasangan hidup ini adalah dengan
- cara yang sesuai dengan ketentuan Allah.
- Jangan ee berpacaran ya apa sampai
- nauzubillah yang namanya syahwat itu
- kalau sudah ketemu tuh setan tuh udah
- deh jadi semuanya jadi halal aja padahal
- sudah melanggar syariat Allah. Nah, itu
- yang tidak diinginkan. Maka oleh karena
- itu usaha atau ikhtiar mencari jodoh itu
- ya pertama tentu kita lewat
- tangan-tangan Allah ya.
- ini ee apa namanya? Masuk yang nomor
- tiga nih, doa dan tawakal ya. Yang tadi
- kan kedua usaha ya. Yang kedua ini kan
- usaha dan ikhtiar. Masuk yang ketiga doa
- tawakal. Doa minta sama Allah ya. Jadi
- kalau ada anak-anak kita yang ingin
- mendapatkan atau adik-adik kita yang
- ingin mendapatkan jodoh atau pasangan,
- salat hajat deh. Minta sama Allah.
- Karena Allahlah yang memberikan kita
- jodoh. Maka minta sama Allah. Ya, salat
- minta kepada Allah, mohon petunjuk
- Allah. Kita ingin mendapatkan pasangan
- yang saleh atau yang salhat, minta
- kepada Allah. Biar Allahlah yang
- memberikannya,
- memudahkannya. Nah, jadi minta kepada
- Allah karena Allahlah yang menciptakan
- semuanya berpasang-pasangan.
- Subhanalladzi khalaqal azwaja kullaha
- gitu ya. Karena Allah telah menciptakan
- makhluknya berpasang-pasangan. Ya, kita
- minta kepada sang pencipta itu sendiri.
- Siapa pasangan kita ya. Ee jadi ada hal
- yang ee apa ee pertanyaan ya yang memang
- ee kan katanya jadi ada yang bertanya
- begini kan Allah ee telah menciptakan
- semuanya
- berpasang-pasangan gitu ya. Lah kok aku
- enggak ada pasangannya gitu ya. Siapa
- pasanganku? Katanya Allah menciptakan ee
- tidak hanya manusia, seluruh makhluk itu
- berpasang-pasangan. Kok aku enggak dapat
- pasangan? Bukan masalah itu ya. Pasangan
- tu artinya Allah ciptakan ada laki-laki,
- ada perempuan, pasangan gitu ya kan.
- Masalah perpasangannya itu tergantung
- usaha dan ikhtiar serta doa kan ya. Ada
- laki-laki ada perempuan, ada jantan, ada
- betina, ada positif, ada negatif.
- Pokoknya berpasang-pasangan. Nah,
- siapakah pasanganku? Ya usaha cari ya
- ikhtiar berdoa kepada Allah dengan cara
- apa? Minta samanya, ya. Jadi itu salah
- satu doa dan usaha itu. Jadi yang ketiga
- ini kan doa dan tawakal ya. Yang kedua
- kan usaha dan ikhtiar itu minta sama
- Allah. Begitu juga orang tua. Orang tua
- tuh minta kepada Allah agar diberikan
- anaknya ee pasangan yang saleh atau yang
- salihat agar mendapatkan menantu yang
- saleh salihat. Minta sama Allah ya. ee
- artinya berusaha semaksimal mungkin
- dengan doa dan ee bisa juga kalau sudah
- ini minta berhajat ya ee atau ada yang
- menyebutkan salat istikharah ya untuk
- memilih gitu ya atau misalnya ee lewat
- orang lain ya minta dicarikan juga bisa
- ya artinya kita bisa punya teman, punya
- sahabat, punya ustaz minta tolong
- carikan, punya guru, punya orang-orang
- yang saleh yang barangkali Mereka punya
- link-link ya tolong ya aku titip. Nah
- tolong carikan yang ya yang ya kayak
- begitu ya. Jadi berusaha jangan diam
- aja. Kalau diam aja gimana mau dapat dan
- aktualisasi diri. Kita harus punya
- komunitas yang beriman. Yang dengan
- komunitas itu orang kenal kita. Lah
- kalau kita enggak ngapa-ngapain, kita
- sudah doa sama Allah, sudah berdoa, tapi
- kita tidak mengaktualisasi, tidak
- memiliki komunitas yang baik, tidak
- meminta tolong kepada ee teman-teman
- orang yang saleh. Bagaimana orang tahu
- kita ya. Jadi perlu ada usaha di sini
- ya. Ee jadi yang ke pertama tadi ini
- jodoh itu bagian dari takdir ya. Yang
- kedua memang harus usaha dan ikhtiar.
- Kemudian berdoa ya tawakal kepada Allah.
- Berdoa pokoknya berusaha. Ee jadi memang
- ee usaha itu kan macam-macam ya. Ya bisa
- dengan minta kepada orang tua tolong
- dicarikan dengan teman yang saleh,
- dengan siapa aja gitu ya. ee kalau orang
- tua misalnya enggak mungkin ee
- mencarikan untuk anaknya ya dia bisa
- minta tolong anaknya atau sadar tolong
- ya anakku aku ini e apa tolong dicarikan
- ya begitu ya. Jadi ee ada upaya, ada
- usaha, ada doa ya ee tawakal setelah itu
- ya berserah diri kepada Allah setelah
- berusaha. Ini penting ya ee bertawakal
- kepada Allah. Jadi jangan mengandalkan
- kemampuan diri kita atau orang lain. Ah
- kan udah diserahin sama ustaz tuh nanti
- tolong carikan anak saya jodoh sudah
- nanti tunggu aja informasi. Enggak
- begitu. Tawakal kepada Allah. Serahkan
- semua urusan kepada Allah setelah kita
- berusaha. Ya, makanya salah satu dari
- doa istikharah itu ya doa minta pilihan
- atau doa hajat ya. Nah, kalau doa
- pilihan itu kan ee doanya tuh mungkin
- pada sudah hafal semua.
- Allah ya. Ya Allah, jika Engkau
- mengetahui bahwa urusan ini baik bagiku
- dalam agamaku, kehidupanku, akibat ee
- urusanku, maka takdirkanlah dia bagiku,
- mudahkanlah dia bagiku. Masyaallah ya.
- Kemudian berkahilah aku di dalamnya.
- Jadi intinya apa? Connect langsung
- kepada Allah. Quatusillah billah. Allah
- yang mentakdirkan kehidupan kita. Allah
- pulalah yang menentukannya. Maka
- mintalah kepada Allah. Nah,
- tentu kalau kita meminta kepada Allah
- kan yang namanya PDKT ya, kalau kita
- minta bantuan orang kan kita
- dekat-dekatin dulu orangnya ya. Kalau
- orang kita sudah dekat sama orang kan
- baru enak ya ngomongnya ya. Begitu juga
- Allah. Baik-baikin dulu gitu. PDKT lah
- ya. Apalagi Allah. Bagaimana kita minta
- sama Allah tapi perintahnya enggak
- dijalani, larangannya dilanggar. Ini
- gimana? Makanya ee dekatilah Allah ya,
- mendekat kepadanya. Nanti semua apa yang
- kita harapkan itu kita mintakan kepada
- Allah, mudah insyaallah. Maka dekatlah
- kepada Allah, minta kepadanya ya. Dan ee
- termasuk salah satu upaya dan ikhtiar
- itu sodqah ya Mbak.
- Artinya ketika kita punya keinginan,
- punya hajat ya bersedekah. Sodekah tuh
- banyak sekali tuh ee
- keutamaan-keutamaannya ya. Bahkan untuk
- kesembuhan saja itu dengan sedqah apa ee
- apa tasadaq ya apa ee sehat apa
- sembuhkanlah orang yang sakit di
- antaramu. Tadawal bisqah ya berobat
- berobatan apa artinya sembuhkan orang
- yang sakit di antaramu dengan sedekah
- ya. Jadi ee kita juga punya hajat kepada
- Allah ya, minta ya banyak sodqah.
- Kemudian kita boleh wasilah dengan ee
- amal kita ya. Ya Allah aku mohon
- dimudahkan. Nah kayak begitu ya. Jadi ee
- takdir jodoh itu memang takdir yang
- telah Allah tentukan. Tapi kita wajib
- berusaha dan berikhtiar. Kemudian jangan
- lupa doa. Nah, kemudian jangan lupa juga
- yang keempat ee dalam delan hal yang
- terkait dengan jodoh itu memilih ya. Ada
- kriteria memilih jodoh. Jadi jangan
- hanya si yang mana aja lah yang penting
- kawin begitu ya. Ya Allah yang kalau
- begitu mah dapatnya siapa tahu ya
- dapatnya tidak sesuai ya dengan kehendak
- kita. Maka ada kriteria memilih jodoh.
- Makanya dalam ee hadis Nabi Rasulullah
- itu kan memberikan arahan tunkahul marah
- liarba. Ya. Dinikahi wanita itu oleh
- empat ya. Apa sebab? Empat. Limaliha
- walihasabiha wa jamaliha. Kemudian
- walidha kemudian
- eh ada empat. Pertama karena keturunan
- harta, keturunan kecantikan, kemudian
- agama. Maka yang menjadi ee standar
- memilih pasangan hidup itu adalah adin,
- agama. Dan itu memang berat ya, Mbak.
- Saya merasakan tuh ya anak lima, empat
- sudah menikah ya. Itu memang kalau milih
- yang agama itu memang ee ya kita ikhlas
- ya. Tapi kan biasanya orang-orang kan
- ada aja omongan kayaknya kerjanya belum
- mapan deh gitu ya. Kayaknya ini deh
- kayaknya sih coba deh yang itu tuh kan
- dia sudah punya pekerjaan tetap gajinya
- gede gitu ya. Masyaallah. Iya betul.
- Gajinya gede, pekerjaan tetap. Tapi
- gimana agamanya ya salatnya? salat sih
- ya. Ya, begitulah. Nah, itu dia. Padahal
- kan dalam memilih ee apa calon mantu ya
- kalau bagi orang tua atau ini buat
- anak-anak kita yang gadis ataupun yang
- perjaka itu yang pertama dan utama tu
- tuh lihat dulu salatnya deh ya. Salat
- ini penting ya. Kalau milih e mau calon
- mantu ya atau mungkin calon suami coba
- lihat salatnya ke masjid enggak ya dia
- gitu ya. Ya Allah aja dijaga apalagi
- kita begitu ya. Masyaallah. Lihat
- salatnya yang begitu juga yang perempuan
- ya salatnya karena dia akan menjadi
- sosok ibu yang akan mendidik
- anak-anaknya. Jadi artinya ee kriteria
- memilih jodoh nih penting banget ya.
- Jadi jangan hanya faktor ganteng ya. Ya
- Allah kalau hanya ganteng aja agamanya
- pas-pasan ya Allah mau dibawa ke mana
- sih kegantengan kecantikan itu? Kita
- kalau kena tabrakan kena wajahnya habis
- juga ya Mbak. Makanya yang abadi, yang
- bagus, yang akan kekal itu kebaikannya
- itu adalah faktor agama. Ya, jadi ee ini
- penting memilih ee kriteria ini. Tidak
- sekedar hanya ee harta, keturunan,
- kecantikan atau ketampangan, tapi adin.
- Cuman yang empat-empatnya kayaknya belum
- ada ya, Mbak yang sempurna, yang ideal.
- Masyaallah. itu kalau ada mungkin yang
- apa namanya yang minta tolong diambil
- duluan gitu ya kan ada tuh kisah ya
- seorang ee pemuda datang ke seorang
- ustaz ya ustaz saya siap untuk menikah
- tolong carikan ya apa kriterianya ya
- agama pastilah ya ya cantik ee
- disebutkan ya yang kutilang katanya
- kutilang kuning tinggi langsing kursing
- tinggi langsing masyaallah ya yang e
- keturunannya yang inilah yang bagus yang
- baik
- dan kemudian ee apa
- ee kaya gitu ya apa kata ustaznya ya.
- Kalau ada mah ni duluan yang
- ngambil tidak ada yang sempurna ya
- minimal ya paling paling pokoknya agama
- itu menentukan insyaallah ya. Nah itu ee
- yang keempat ya kriteria memilih jodoh
- itu yaitu adalah ee standar penilaian
- itu adalah agama. Nah, kalau untuk orang
- tua ya, ya tentu anaknya ketika
- didatangkan calonnya ya itu tadi ya
- faktor agama penting. Kemudian lihatlah
- ya ini memang kalau melihat langsung
- kadang-kadang kan makanya pacaran tuh
- enggak boleh dalam Islam karena orang
- itu semuanya kamu fase aja artinya cuman
- pura-pura, pura-pura baik, pura-pura
- sabar ya kenyataan nikah coba aja lihat
- baru ketahuan wah belangnya. Maka dengan
- ee mediati mediator atau mediasi ini itu
- bisa ditanyakan kepada pihak ketiga
- bagaimana agamanya. Nah, perlu juga
- ditanyakan bagaimana hubungannya dengan
- orang tuanya. Penting. Ee misalnya kalau
- untuk mencari calon suami atau mantu
- laki-laki, bagaimana sikapnya kepada
- ibunya? Bagaimana sikapnya terhadap
- orang tuanya? Nah, nah ini penting. Ini
- kan kalau dia sudah menunjukkan ya
- kesantunannya, kehormat hormatnya kepada
- orang tua, insyaallah dia bisa mampu
- mendidik anaknya menjadi lebih baik
- lagi. Tapi kalau dia tanda kutip berani,
- kasar, durhaka, ya Allah ini dengan
- orang tua jadi begitu, nanti gimana
- dengan istrinya ya dengan wah jadi ini
- perlu ya screening ini penting banget
- ya. termasuk juga bagaimana sikapnya
- dengan anak-anak ya. Dia sayang anak
- atau tidak. Wah nanti kalau dia cuek
- sama anak repot juga ya. Beberapa kasus
- Mbak ya kita temukan keluhan e Mahmud
- Mama Muda ya. Mahmud itu mengeluhkan
- suaminya tuh main game aja anaknya
- dibiarin pada sedang sibuk ya enggak mau
- mantu. Nah kayak kayak begitulah ya. Ee
- kriteria-kriteria ini penting ee sangat
- penting ya. Ini yang keempat. Kemudian
- yang kelima, persiapan diri. Ini penting
- ya, menyiapkan diri menjadi pasangan
- yang baik. Ini bagian dari proses ee
- menanti jodoh ya. Yang terkait dengan
- jodoh ya. Menanti itu persiapkan diri
- ya. Mempersiapkan akhlak, memperdalam
- ilmu ya. Kan ilmu dulu sebelum menikah
- tuh penting ya. Meningkatkan kualitas
- diri kita kepada Allah. Artinya jodoh tu
- kan sebenarnya cerminan pasangannya juga
- ya. Seseorang tuh kan cerminan
- pasangannya walaupun tidak mutlak ya.
- Karena ada juga ee apa tidak sama ya
- artinya yang suami saleh atau sebaliknya
- kok beda banget yaitu ujian dan cobaan.
- Jadi tidak selalu pasangan itu cerminan
- ada juga ujian dan cobaan sebenarnya
- tapi paling tidak persiapkan diri. Nah,
- jadi kalau bagi putra-putri kita yang
- siap untuk menikah, coba deh pantaskan
- diri dulu. Kalau dia seorang laki-laki,
- coba deh mulai ee melatih tanggung jawab
- ya, perbaiki akhlak ya, terus
- memperdalami ee ilmu agama, ilmu
- parenting, ya. Bagaimana menjadi seorang
- ayah yang baik, seorang suami yang baik.
- Jadi jangan dianggap sepele. Ini penting
- banget karena tanggung jawab pernikahan
- ini adalah tanggung jawab bagi seorang
- suami dunia akhirat. dia adalah
- pemimpin, kepala keluarga. Jadi, jadi
- memang harus mempersiapkan diri, tidak
- hanya laki-laki, perempuannya juga, ya.
- Nah, kita sebagai orang tua ya tentu ee
- mengarahkan ya persiapan-persiapan
- tersebut ya kepada anak-anak kita ya,
- mempersiapkan diri ya. Ee kan ada dalam
- Al-Qur'an ya surah Annur ayat 26. alatu
- lilitina
- walitunaat. Wanita yang ee khabis, yang
- jelek, yang keji, yang buruk. Maksudnya
- akhlaknya ya itu untuk laki-laki yang
- keji yang buruk ya dan laki-laki yang
- buruk untuk wanita yang buruk.
- Sebaliknya wanita yang baik untuk
- laki-laki yang baik dan laki-laki yang
- baik untuk wanita yang baik. Jadi
- artinya ee mempersiapkan diri kita,
- memantaskan diri agar nantinya mendapat
- pasangan juga seperti kita. Jadi jangan
- sampai ee menuntut ya kan ada orang
- anak-anak muda tuh ya anak-anak kita
- yang laki-laki apa yang laki-laki
- bilang, "Aku pengin deh dapat istri
- seperti ibunda Khadijah." Katanya. Nah,
- kita balas lagi kepada anak kita, "Kamu
- sudah jadi seperti Rasulullah belum?
- Karena pasangan ya." Jadi jangan hanya
- menuntut, pantaskan diri begitu ya. Jadi
- meningkatkan kualitas diri kita ya dari
- akhlak, pemahaman agama, parenting ya ee
- intelektual, emosional dan segala
- macamnya ya. Makanya memang diharapkan
- memang ee sebaiknya mengikuti kursus
- pranikah ya. Sangat jarang ya Mbak ya
- kursus pramikah Islami ini memang sangat
- jarang adanya di online ya. Nah, kalau
- ya cari bisa cari di situ persiapan ya
- mengikuti ee bimbingan pranikah. Ini
- penting ya.
- Itu yang kelima ya, persiapan diri ya.
- Nah, yang keenam sabar. Masyaallah sabar
- ya. Ya sabar kan udah siap nih, udah
- ikhtiar, udah doa, udah segala-galanya
- udah tanya sini, minta sana pokoknya
- udah upaya maksimal udah dilakuk kok
- belum juga ya jodohku datang atau
- sebagai orang tua kok anakku juga belum
- berjodoh ya gitu ya. Sabar ya. Kesabaran
- itu kunci utama dalam menanti jodoh atau
- mendapatkan mantu gitu ya bagi orang
- tua. Sabar.
- Jadi eh dalam surat Albaqarah 177 ini
- Allah menjelaskan orang-orang yang sabar
- dalam kesempitan, dalam penderitaan ya
- dalam ee kesulitan itulah orang-orang
- yang benar imannya dan merekalah
- orang-orang yang bertakwa. Artinya apa?
- Bisa jadi ketika Allah belum
- mengabulkan permintaan kita, keinginan
- kita, hajat kita, bisa jadi ada itu yang
- terbaik bagi kita. Makanya sabar. Allah
- tuh ingin menguji sejauh mana kita mampu
- bersabar atas ujian-ujian cobaan Allah.
- Ya, artinya bisa jadi Allah ee tidak
- memberikan atau menunda jodoh kita di
- dunia karena ee Allah mempersiapkannya
- nanti di akhirat. Karena bisa jadi di
- dunia ini karena kita sudah banyak
- kegiatan-kegiatan, aktivitas-aktivitas
- yang bermanfaat untuk umat. Nanti kalau
- nanti menikah ya kemudian akan ee
- kegiatan manfaat itu akhirnya terhenti,
- bisa jadi begitu. Maka belum diberikan
- Allah jodohnya. Bisa jadi ya. Bahkan
- kalau kita lihat para ulama dulu dengan
- pilihan sadarnya mereka tidak mau
- menikah ya. Seperti Imam Bukhari
- misalnya itu kan pilihan sadar beliau
- tidak menikah ya. Imam Nawawi ada
- beberapa ulama-ulama dulu. Kenapa?
- Karena mereka paham ya. Apalagi Imam
- Bukhari ya dalam e dalam kutubus
- sihahnya ya ee sahihnya e kitab-kitab
- hadis sahihnya itu kan ada babun nikah
- membahas tentang nikah. Beliau sendiri
- enggak nikah. Itu bukan kabur ya. Bukan
- janganlah engkau ee mengatakan sesuatu
- yang tidak engkau ee apa? Jangan engkau
- melakukan sesuatu yang tidak engkau ee
- katakan. Artinya ee kabur makanan
- indallah. Bukan begitu. Beliau itu sadar
- paham bahwa kalau beliau menikah itu
- bisa jadi zalim. Kenapa? Karena beliau
- sangat ee apa namanya? Konsentrasi dalam
- mengumpulkan hadis-hadis sahih. Kalau
- dulu itu kan susah tuh ya mengumpulkan
- hadis-hadis sahih yang berserakan para
- sahabat sudah ke mana-mana gitu ya.
- Bahkan untuk satu hadis saja tuh bisa
- butuh waktu 1 bulan untuk
- mendapatkannya. Nah, beliau tuh
- konsentrasi fokus untuk mengumpulkan
- hadis-hadis sahih dari Rasulullah.
- alaihi wasallam. Kemudian disatukan
- dalamus ee ee dalam kitab-kitab dalam
- kitab kitab sahihnya. Nah, itu kalau
- sampai beliau menikah punya anak, waduh
- mau ditaruh di mana tuh anaknya bisa
- jadi zalim kan? Maka beliau memilih
- tidak untuk tidak menikah. Nah, artinya
- di sini sabar ya. Sabar. Kunci utama
- yang penting kita berusaha, berdoa,
- memantaskan diri, mempersiapkan diri.
- Kemudian ee setelah semua upaya
- ditempuh, terus aja usaha tapi tetap
- sabar ya. Karena orang-orang yang sabar
- itu itulah orang-orang yang benar
- imannya dan itulah orang-orang yang
- bertakwa. Kita ambil hikmahnya ya. Bisa
- jadi bisa jadi apa? Ee ini yang terbaik
- buat kita. Bisa
- jadi menikah itu bukan yang terbaik
- untuk kita. Jadi setiap ujian cobaan
- yang Allah berikan kepada kita itu yang
- terbaik buat kita. Allah maha tahu. Maka
- semua usaha dikerahkan dengan doa dan
- segala macamnya. Kemudian hasilnya
- serahkan kepada Allah. Ketika belum juga
- menemukan jodoh ya barangkali itu yang
- terbaik. Allah menginginkan kita mungkin
- beraktivitas ee di bidang-bidang yang
- lain. Artinya jangan berhenti untuk
- beramal saleh karena tidak mendapatkan
- jodoh. Jangan sampai nauzubillah stres,
- depresi, akhirnya mengurung diri,
- akhirnya kecewa, sedih. Enggak. Itu
- menunjukkan lemahnya iman. Ya, maka
- sekali lagi, kesabaran itu adalah kunci
- utamanya. Ya, sabarlah, ya. Ada beberapa
- kasus, Mbak, ya. Ee setelah lama
- penantian ee jodoh ini, akhirnya
- mendapatkan jodoh di usia 46 46 tahun
- misalnya, enggak ada masalah. Kalaupun
- enggak dapat dunia meninggal nanti juga
- nanti dapat jodohnya juga nanti di di
- surga insyaallah. Jadi sabar. Kemudian
- yang ketujuh ya, Mbak.
- Yang ketujuh ini ee yang perlu dipahami
- oleh orang tua itu. Orang tua tuh
- bertanggung jawab sebenarnya mencarikan
- jodoh anaknya ya, terutama yang
- perempuan ya. Jadi yang perempuan itu
- menjadi tanggung jawab orang tua.
- Makanya dalam surat apa? Ee Annur ya,
- surah Annur itu ayat 32 kalau enggak
- salah ya.
- Jadi di situ Allah
- memerintahkan
- nikahkanlah.
- Jadinikahkanlah itu kan berarti untuk
- orang tua. Bahkan para ee ulama
- menjelaskan ya sebenarnya untuk
- menikahkan rakyat itu menjadi tanggung
- jawab pemerintah katanya begitu. Jadi
- pemerintah bertanggung jawab untuk ee
- mencarikan pasangan ee rakyatnya begitu
- supaya tidak menyebar ee zina dan
- keburukan kerusakan akhlak dan moral.
- Nah, mereka melihat misalnya ee
- bagaimana Rasulullah menyegerakan
- pernikahan anak laki-laki ya. Ee jadi
- banyak beberapa riwayat itu menjelaskan
- misalnya ee ketika Rasul itu berkata
- kepada seorang ayah yang bekerja ee
- dalam mengurus rampasan perang itu
- namanya ee Muthalib ee bin Rabiah itu
- mengatakan kawinkan anak ee dia kan ee
- punya anak perempuan, coba kawinkan anak
- perempuanmu dengan Fadol Fadol bin Abbas
- ya dengan dengan putrimu. Coba kawinkan
- dia dengan Pokoknya Rasul tu
- menjodoh-jodohkan ya. coba kamu e ke
- rumah sahabat itu, kamu lamar anaknya
- untukmu." Jadi Rasulullah tuh tidak
- membiarkan ee sahabatnya yang
- ee bujang belum menikah bujang lapuk ya
- tidak membiarkan juga perawan tua itu
- dijodohkan datangkan coba kamu ini coba
- kamu. Jadi Rasulullah itu mengusulkan ee
- dari kalangan sahabat yang masih
- sendirian ya baik ngomong ke bapaknya
- atau ke anaknya. Misalnya ketika
- Rasulullah pernah mengusukkan pada
- Fatimah binti Qais ya coba kamu nikah
- dengan Usama, kawinlah dengan Usama.
- Nah, akhirnya kan Fatimah itu nurut ya
- kepada Rasulullah. Akhirnya dia menikah
- dengan Usamah dan dia menjelaskan bahwa
- aku diberikan Allah kebaikan dan
- kesenangan dengan pernikahan ini.
- Masyaallah. Itu contoh ya. Jadi
- artinya bahwa orang tua bertanggung
- jawab untuk menikahkan putra atau
- putrinya ya. Kalau apalagi anak
- perempuan ya sekarang ya kita tahu ee
- jangan disuruh anak perempuan tuh
- mencari jodohnya sendiri. Ini orang tua
- termasuk tidak bijak juga mengatakan,
- "Kamu kok belum nikah juga? Mana calon
- kamu? Bawalah ke sini yaok pacaran."
- Nauzubillah minzalik. Ya, kalau udah
- begitu astagfirullahalazim ya. kita
- tidak ingin anak-anak gadis kita itu di
- ee direndahkan ya kehormatannya ya. Jadi
- orang tualah yang mencarikan pasangan
- untuk ee putrinya terutama ya. Bahkan
- kalau kita lihat misalnya Umar bin
- Khattab ya, ketika Hafsah binti Umar ya
- suaminya wafat ya meninggal itu kan Umar
- yang ee mencarikan jodoh untuk Hafsah ya
- radhiallahu anha. datang kepada Abu
- Bakar ya menawarkan putrinya diam aja
- tuh datang kepada Utsman diam aja terus
- akhirnya ee mengadu kepada Rasulullah ya
- mengadu kepada Rasulullah itu bukan ya
- mungkin barangkali Umar Umar ini nyadar
- diri kali ya dia tidak menawarkan
- Rasulullah hanya ya saya tawarkan Hafsah
- kepada Abu Bakar sama Utsman enggak ada
- responnya gitu ya Rasulullah kan senyum
- insyaallah putrimu akan mendapatkan yang
- lebih baik yang lebih baik dari mereka
- gitu ya dan Utsman akan mendapatkan yang
- lebih baik dari putrimu. Nah, kayak
- gitu. Akhirnya Rasulullah yang melamar
- ee Hafsah radhiallahu anha. Nah, seperti
- itu. Jadi orang tua yang ee mencarikan
- pasangan untuk putra atau putri untuk
- putrinya ya. Bahkan janji Allah ya tadi
- dalam surat Annur tadi ya dikatakan
- inakunu fuqar yumullah. Kalau mereka itu
- eh miskin, fuqara ya tidak miskin ya,
- tidak memiliki apa Allah akan mampukan
- mereka dengan karunianya. Yang penting
- usaha, yang penting kerja. Makanya kan
- Rasulullah kepada pemuda
- yaab yang punya baah itu e kemampuan
- artinya punya e keinginan artinya tidak
- terus berusaha gitu ya, Allah nanti akan
- kayakan. Jadi di sinilah ee apa namanya?
- Bagaimana ee orang tua itu memiliki
- tanggung jawab untuk mencarikan jodoh
- anaknya. Ya. J kalau ada orang tua lihat
- anaknya sudah lama pacaran, ya Allah
- suruh nikah aja deh. Khawatir nanti
- terpeleset kepada jurang perzinahan.
- Karena zina itu adalah dosa besar ya.
- Lebih baik dinikahkan ya. Nah itu yang
- keetujuh.
- Yang
- terakhir, yang kedelapan ee jodoh itu
- tergantung menjaganya ya. Maksudnya apa?
- Konsep jodoh itu kan ee tergantung
- sejauh mana kita menjaga jodoh kita. Kan
- ada orang yang bertanya, "Jodohku itu
- sampai kapan ya? Apakah sampai maut
- memisahkan kita atau hanya berapa
- tahun?" Ya kan itu kita enggak tahu, ya.
- Jadi yang namanya jodoh itu tergantung
- sejauh mana kita menjaganya, sejauh mana
- kita bertahan dengannya. Kan hidup itu
- pilihan. Kita milih jodoh sepanjang
- terus sampai maut memisahkan atau jodoh
- kita hanya sekian tahun semua ee hanya
- beberapa tahun atau hanya beberapa bulan
- tergantung kita. Maka jodoh itu
- tergantung bagaimana kita menjaganya.
- Dan kita harapkan sih sebenarnya ya
- jodoh itu sampai nanti sampai di surga
- nanti ya ketika Allah mempertemukan
- semua ya pasangan, keluarga, anak,
- cucunya itu bersama-sama di surganya.
- Itulah yang kita harapkan. Begitu Mbak.
- Wallahuam bawab.
- Insyaallah, telah tadi kita dengarkan
- ustazah memaparkan perihal delapan yang
- berkaitan dengan jodoh. Catatan yang
- secara pribadi saya garis bawahi ada
- yang nomor tujuh, Ustazah. Bahwa orang
- tua yang mencarikan jodoh untuk putra
- atau putrinya. Karena terkait dengan
- perkembangan zaman saat ini di mana ee
- sangat tabu bagi orang tua untuk ee
- tanda kutip menjodohkan anaknya karena
- sangat apa ya? ee gaya anak sekarang
- yang ingin cari sendiri, tidak suka
- dijodoh-jodohkan itu kental sekali.
- Padahal sebenarnya dalam Islam menjadi
- tanggung jawab untuk orang tua
- mencarikan jodoh untuk putra atau
- terutama putrinya, Ustazah. Betul ya?
- Iya. Ini kan gini, Mbak. Ee semua kan
- kembali dengan pola asuh. Sejauh mana
- orang tuanya mampu mengkomunikasikan hal
- ini kepada anak-anaknya. He. Nah, ini
- kan selama ini kan kadang-kadang orang
- tua itu secara tidak langsung mengambil
- pola asuh seperti orang barat. Ya,
- betul. Jadi diserahkan kepada mereka.
- Padahal kita tahu ya kehidupan anak itu
- dengan usianya itu kan belum memiliki
- pengalaman-pengalaman hidup sebagaimana
- orang tua. Jadi kalau semuanya
- diserahkan kepada anak ya repot juga ya.
- Maka kembali kepada ee sebenarnya
- mengkomunikasikan dan pola asuh ya.
- Artinya kan juga menjodohkan tuh kan
- juga tidak seperti membeli kucing dalam
- karung ya. Enggak begitu juga bukan
- seperti zaman Siti Nurbaya. Enggak juga.
- Orang tua kan hanya berikhtiar ini ada
- yang bagus ini ya takaruflah ya kenalan
- dulu mungkin biodata e itu ya sudah
- komplit ya dipelajari. Perkenalkan itu
- taaruf itu bukan berarti langsung jadi
- kan mereka mempelajari karakternya
- mereka berdialog membicarakan tentang
- visi misi kehidupan mereka. rumah tangga
- mau dibawa ke mana, seperti apa yang
- mereka inginkan. Nanti rumah tangga
- nanti ketika terjadi taaruf ya tentu
- saja taaruf itu di ee difasilitasi
- dengan pihak ketiga, orang tua atau
- siapapunlah artinya yang mampu ee
- menengahi. Nanti kan ketika terjadi
- dialog dalam takf itu ada yang enggak
- strok misalnya pihak perempuannya enggak
- strok dengan laki-laki atau sebaliknya
- kan bisa enggak jadi bisa batal enggak
- ada masalah. He ya. Jadi tidak menerima
- oh dijodohkan langsung menikah ya
- enggaklah. Bahkan ada di masa Nabi
- seorang ee perempuan ngadu kepada Rasul,
- "Ya Rasulullah, itu ee apakah boleh
- orang tua menikahkan tanpa setahu
- anaknya?" Ya enggak boleh. Harus seizin
- anaknya. Kalau anak perempuan, anak
- gadis ditanya dia diam, berarti dia mau
- kan? Dimintalah pendapatnya. Nah, saya
- enggak begitu dinikahin aja langsung.
- Model model kita dulu, Mbak yang zaman
- Siti Nur Mbak ya. Ya, enggak begitu
- dalam Islam anaknya dimintai
- pendapatnya. Kalau anaknya tidak mau, ya
- sudah enggak jadi. Tidak boleh
- dipaksakan juga. Tidak bisa dipaksakan
- gitu. Iya. Baik, Ustazah. Kita akan ee
- undang Ikhwan dan Akhwat untuk
- menyampaikan pertanyaan yang seputar
- jodoh ini. Baik untuk putra atau
- putrinya atau mungkin ee yang masih
- single yang ada depan saya juga
- senyum-senyum oni. Baik, kami undang dan
- silakan sampaikan masih seperti biasa
- nomornya di
- 0811999
- 720 yang ingin disampaikan insyaallah
- seputar delan hal yang terkait dengan
- jodoh dan ustazah akan membahasnya tapi
- nanti setelah nasyid bertanya. Baik ini
- saya akan ee mengawalinya pertanyaan
- dari Bapak Yuman di Gunung Putri.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustazah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakat
- wabarakatuh. Ustazah, bagaimana ya anak
- saya sudah usia 38 tahun belum
- mendapatkan jodoh. Apakah itu merupakan
- bagian dari takdir? Anak saya laki-laki
- dan dia bilang kebanyakan wanita-wanita
- yang dia temui pada mat atau
- materialistis, Ustazah.
- Mm. Iya. Ini laki-laki padahal ya. Adik.
- Betul. Jadi begini. ee itu barangkali
- trauma ya dari putra Bapak kali ya
- bertemunya dengan ee gadis atau
- perempuan yang matre ya yang materialis.
- Jadi sebenarnya gini ee orang tua hanya
- memfasilitasi membantu. Tidak semua kok
- perempuan itu materialis tidak semua kok
- ee perempuan itu hanya harta semata yang
- dia cari. Nah, sekarang kepada putra
- Bapak katakan ya maksudnya coba diajak
- bersama-sama untuk mempersiapkan diri,
- memantaskan diri, mensalehkan diri,
- mendekatkan diri kepada Allah.
- Mudah-mudahan ketika kita telah dibekali
- ya ee dengan
- keimanan, ilmu, pemahaman, insyaallah
- deh ketika ee Bapak bisa mencarikan ya
- ee gadis-gadis atau perempuan-perempuan
- apakah yang masih banyak kok sekarang ee
- anak-anak kita, adik-adik kita yang
- perempuan yang di usia-usia 30 ke atas
- belum menikah. Nanti dilihat akhlaknya
- kemudian dikomunikasikan di apa
- istilahnya tuh musyawarahkan ya. apa sih
- yang diinginkan? Jadi taaruf itu itu
- salah satunya yang dibahas dalam taaruf
- itu seputar tiga. Yang terkait masalah
- wawasan ya atau fikrah, masalah ee hati
- dan spiritual dalam artinya ee termasuk
- fisik itu juga dibahas. Nah, kalau jadi
- kalau dalam hal ee anggapan bahwa
- perempuan itu semuanya matrek ya itu
- kita bisa diskus bisa diskusikan. Jadi
- dirumuskan bersama nih rumah tangga nih
- mau dibawa ke mana, seperti apa dan
- bagaimana. Misalnya kondisi pihak suami
- begini bagaimana itu dibicarakan dari
- hati ke hati. Jadi, jadi kalau anggapan
- semua perempuan kebanyakan matre itu kan
- karena anggapan secara umum, kesimpulan
- secara umum. Enggak semua kok. Betul ada
- betul banyak kita temukan ya
- perempuan-perempuan tuh matre. Saking
- materainya itu mau cari jalan pintas,
- mau jadi kedua enggak apa-apa deh. Yang
- penting kayak walaupun tua gitu ya
- diporotin semua itu ada yang begitu tapi
- tidak semua. Maka yang seperti ini tentu
- kita lihat di mana kita dapatkan, kita
- temukan yang model-model begini ya. Bisa
- jadi ya di kalangan pengajian ya artinya
- kita lihat keluarganya. Insyaallah
- ketika sudah ditemukan kita ajak
- bersama-sama kemudian dirumuskan maka
- ee boleh ya. dalam rumah tangga itu
- perjanjian pranikah tuh boleh ya.
- Maksudnya dirumuskan bersama-sama
- keinginan pihak laki-laki itu bagaimana.
- Saya ingin istri yang mau menerima suami
- apa adanya. Pokoknya disebut istri juga
- begitu. Saya ingin suami walaupun ada
- apa adanya tapi jangan bertingkah,
- jangan selingkuh. Boleh dirumuskan ya.
- Ah itu dibuat semacam perjanjian ee
- pranikah ya. Jadi almukmin maasyurutim
- boleh itu mesti di apa namanya? Mesti
- ditepati. Nah, insyaallah dengan hal
- seperti ini bisa terbantahkan bahwa
- tidak semua perempuan itu matre. Ya,
- belum ketemu aja kali, Pak. Ya, dicoba
- dicarikan yang penting anaknya mau
- enggak dijodohin, mau enggak dikenalkan
- ya, coba dikenalkan, diinikan di jadi si
- orang tualah nanti yang ee menstreaming
- ya. Artinya anak-anaknya tidak mau yang
- materai, berarti ee perlu dicari yang
- kira-kira mau enggak hidup seperti
- kondisi seperti suaminya seperti ini.
- Jadi harus terbuka. Bahkan, Mbak, dalam
- taaruf itu ee dalam membicarakan
- penghasilan juga boleh, enggak tabu.
- Harus terus terang, harus jujur. Berapa
- penghasilannya, seperti apa nanti ee
- menghidupi rumah tangga, sakit apa yang
- dia dapatkan itu yang dia yang dia punya
- apa yang penyakit keturunan itu perlu
- terbuka semuanya. Jangan seperti tadi
- ya, seperti membeli kucing dalam karung
- ya. Orang berpacar, orang berpacaran aja
- bertahun-tahun juga masih ada yang belum
- terungkap ya. Apalagi yang takaruf. Nah,
- itu dia. Insyaallah, Pak. Didoakan terus
- mudah-mudahan suatu saat putra Bapak
- mendapatkan yang salhah. Insyaallah.
- Amin ya Allah. Eh, saya akan ke
- pertanyaan berikutnya, Ustazah. Ini dari
- ee Bapak Hono di Cijantung. Ee
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustazahini Amranda.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Saya memiliki anak
- perempuan usia 39 tahun ee pegawai
- negeri. Cantiknya sedang, Ustazah. Saya
- ayahnya sering salat tahajud meminta
- jodoh untuk anak saya. Namun dia terlalu
- cuek dengan cowok e dan alhamdulillah
- sudah umrah. Bagaimana caranya agar anak
- saya bisa dapat segera mendapatkan jodoh
- di usia yang sudah menjelang 40?
- Iya. Jadi begini Pak ee artinya banyak
- juga ya
- ee dari kalangan kita ya yang
- muslimahnya tuh yang sudah kondisinya
- mapan. Hm. yang kondisinya sudah mandiri
- ya. Kadang-kadang dalam kondisi mandiri
- itu kadang-kadang dia juga cuek karena
- memang dia enggak butuh gitu ya. Jadi
- gini, sebagai orang tua kadang-kadang
- ngomong sama anak yang sudah usianya itu
- kadang-kadang enggak enak ya. Ya, jadi
- ini memang butuh ee apa pendekatan yang
- lebih dalam lagi ya. ee kita bisa kalau
- memang memungkinkan, Pak, ya ajak
- anaknya dari hati ke hati berbicara
- di apa namanya? Apa sih kriteria? Jadi
- memang di usia-usia yang sudah demikian
- matang ya tentu kriterianya tidak sama
- seperti di usia-usia yang masih di bawah
- 30 ya. Karena memang tentu agan akan ee
- sulit ya mencari yang masih perjaka yang
- masih apa walaupun ada. Nah, dibicarakan
- dengan putri Bapak dari hati ke hati
- kriterianya seperti apa? Ya, cuek itu
- sebenarnya bisa jadi untuk pengalihan
- ya, bisa jadi ya sekarang ngobrol aja,
- Pak, berdua dari hati ke hati biar Bapak
- tahu apa yang diinginkan oleh putri
- Bapak. Kadang-kadang orang tua berat loh
- ngomongnya ya. Kadang-kadang anak juga
- karena komunikasinya enggak lancar,
- akhirnya yang terjadi diam-diaman.
- Akhirnya apa? anaknya menarik diri
- enggak mau bergabung dengan keluarga
- besar karena takut disindir gitu ya,
- takut diomongin. Akhirnya dia cuek
- enggak mau lagi ee bersama-sama dengan
- keluarga besar. Ada yang begitu. Nah,
- sekarang sebagai orang tua enggak ada
- salahnya kita ngajak ngomong anak kita
- dari hati ke hati. Jangan dituntut,
- jangan di ee apa istilahnya tuh anak
- merasa kok saya kok dituntuk. Jadi itu
- sem ini masalah kita bersama. Jadi
- jangan ditekan ya. Mungkin ada anak yang
- merasa kok orang tuanya kok
- nuntut-nuntut terus. Kapan kamu
- nikahnya? Pengin pengin punya cucu deh.
- Kamu mana sih orang kayak itu? Kan nam
- anak dituntut. Sementara kan untuk
- mencari pasangan kan enggak mudah ya.
- Apalagi yang sudah mapan gitu yang sudah
- mandiri gitu kan sulit untuk jadi tidak
- begitu. Ayo kita sama-sama berusaha.
- Kamu mau enggak percaya dengan orang
- tua? Kita sama-sama mencarikan. Nanti
- dari komunikasi itu tentu butuh proses.
- Siap ee Pak ya dengan putri kita ini ee
- dari hati ke hati kriterianya seperti
- apa. Kita ee orang tua ingin berusaha ya
- nanti kalau kamu ada yang ee bertanya
- nanti bisa kita sama-sama kita ee
- carikan solusinya jalan keluarnya
- begitu. Jadi diajak dulu ngomong anaknya
- ya. Karena kalau keinginan orang tua
- belum tentu sama dengan keinginan anak
- ya kalau tidak
- dikomunikasikan ya. Jadi ee miskunikasi
- ini sangat sangat ee dampaknya itu
- sangat berat. Artinya anak enggak respek
- dengan orang tuanya. Seakan-akan orang
- tuanya menuntut, orang tua juga kasihan
- anaknya. Seakan anak-anaknya itu tidak
- peduli, enggak mau ee dengar saran orang
- tua. Nah, ini kan enggak bagus. Mari
- sama-sama kita jadikan jalan keluar. Dan
- saya pernah mendapatkan kasus seperti
- ini di mana usia ee anak gadisnya itu
- sudah cukup ya artinya sudah ya mungkin
- kalau dia punya saudara sudah punya
- sudah mau saudaranya sudah punya cucu
- gitu ya belum juga nikah dan dia ketika
- ditanya itu dia mengatakan ya memang
- saya enggak enggak berniat lagi saya mau
- begini saja saya sudah nyaman dengan
- seperti ini. Biar saya juga bisa ee apa
- namanya memperhatikan ponakan-ponakan
- saya, sepupu saya ya kalau itu
- pilihannya silakan. Artinya ee tidak
- tanyakan terus, tidak kita desak, tidak
- kita tekan. Artinya kalaupun ada kita
- mendapatkan ee informasi kita bisa
- komunikasikan. Nah, itu bisa ee dengan
- cara itu. Bisa juga kita berusaha ikut
- ee biro jodoh. Kan ada saat ini biro
- jodoh. Biro jodoh yang islami ya, Mbak
- ya. Ada saya enggak usah sebutkanlah.
- Alah ya. nanti ee nanti bisa ee apa
- komunikasikan juga dengan anak kita
- apakah ee orang tuanya yang akan ee
- memfasilitasi atau bagaimana itu teknis
- ya intinya kembali kepada komunikasi
- dengan putri kita karena dialah yang
- akan melaksanakan dialah yang akan
- mengalami dia yang akan
- menjalankan apa yang di itu sama seperti
- apa yang kita harapkan.
- He iya. Baik. Jadi diawali dengan
- komunikasi, dicari waktu yang tepat dan
- mudah-mudahan ee dengan pembicaraan dari
- hati ke hati bisa menemukan solusi.
- Baik, saya akan ke pertanyaan
- berikutnya, Ustazah, dari Pak Warno di
- Bogor. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustazah.
- Waalaikumsalam war warahmatullahi
- wabarakatuh. Saya ingin sedikit
- bercerita. Dulu saya sempat dekat dengan
- seorang wanita. sempat ingin mengikat
- dia dengan cincin dan orang tua pun
- setuju. Namun entah ada angin apa, dia
- akhirnya memutuskan untuk tidak lanjut
- dan gagal ee hubungan kami. Sekian lama
- tidak komunikasi, akhirnya kita
- komunikasi lagi. Namun dengan versi yang
- berbeda, orang tua sudah tidak setuju.
- Namun saya tetap jalin komunikasi
- ustazah. Menurut ustazah, saya harus
- bagaimana? Terima kasih sebelumnya atas
- jawab. Ini usia-usia berapa ya? Enggak
- disebut kan, Ustazah? kayaknya
- udah untuk kedua kalinya ketemu lagi.
- Ini cinta lama enggak maksud enggak
- maksudnya gini ini yang di pihak
- laki-laki sudah menikah atau belum nih?
- Nah, ini belum enggak didetailkan
- mungkin nanti yang menanyakan Pak Warno
- bisa melengkapi datanya.
- Soalnya sekarang ini banyak
- godaan-godaan CLK ya, cinta lama bersemi
- kembali ya. He. Nah, jadi ee sekarang
- gini, ketika orang tua tidak setuju,
- tanyakan penyebab tidak setujunya apa.
- Itu pertama ya. Karena kita enggak tahu
- nih ee Bapak ini sudah menikah atau
- belum. Maksudnya sudah menikah atau
- belum kan kita enggak tahu ya. Jadi
- kalau sudah menikah tentu orang tuanya
- enggak setuju gitu ya. Ini mau diduakan
- istri pertamanya sudah istri pertamanya
- sudah setuju atau belum. Kan banyak
- kasus seperti itu ya Mbak ya. Betul.
- Betul. Tapi kalau belum belum menikah
- kemudian ketemu lagi ya orang tua tidak
- setuju ditanyakan ya orang tua ini
- kenapa tidak setujunya kemudian ee
- solusinya seperti apa ya kalau belum
- nikah ya tentu perlu ee atau mesti
- mencari pasangan ya seperti apa. Jadi
- ini masalah komunikasi sebenarnya ini.
- cuman kalau memang ee sudah berkeluarga.
- Pakno tadi Bu, Mbak siapa, Mbak? Betul,
- Pak Warno. Pak Warno kalau kalau memang
- Pak Warnonya sudah menikah kemudian
- ketemu lagi dengan mantan, segera
- tinggalkan. Itu adalah godaan setan yang
- akan menghancurkan rumah tangga kita.
- Ini setan nih kerjanya nih dibuat
- indah-indah padahal belum tentu seindah
- apa yang kita bayangkan. Betapa banyak
- kasus terjadi ya, menjandakan istri
- dengan menikahi janda misalnya.
- Nauzubillahzalik ya. Jangan sampai itu
- terjadi ya. Ini kita enggak tahu nih
- posisi Pak Warno ini apakah sudah
- menikah atau belum ya. Sudah, sudah
- menjawab lagi nih, Ustazah. Sudah
- WhatsApp lagi. Pak Warno dan wanita
- sama-sama single Ustazah. Orang tua Pak
- Warno merasa kecewa. N. Terima kasih,
- Pak Warno atasjutan WhatsApp-nya. Oh,
- sama-sama single, Ustazah. Baik. Kalau
- begitu komunikasinya perlu diperpanjang
- dengan orang tua. Kalau orang tua
- misalnya kecewa dengan gadis itu, coba
- di ee jelaskan kepada orang tua dulu
- kenapa menolak gitu ya sampai sekarang
- sudah mau. Jadi artinya bujuk deh orang
- tua ya, perbaik-baikan. Insyaallah
- mudah-mudahan ketika anak berusaha untuk
- mendekati orang tua ya memberikan
- alasan-alasan insyaallah mudah-mudahan
- ee dibolehkan. Tapi kalau orang tua juga
- tidak mau, tidak setuju dengan alasan
- itu dibatalkan dulu ee yang yang dulu
- dibatalkan, sekarang orang tua tetap
- tidak setuju. Kalau saya mengambil
- pandangan, sebaiknya ikutilah orang tua.
- Artinya selama orang tua itu ee masih
- bis masih bisa memberikan kita contoh
- yang baik, ya artinya selama orang itu
- masih orang tua kita yang pasti
- mengharapkan kebaikan kita, ikuti ya.
- Artinya enggak mungkinlah ya orang tua
- itu ee memberikan yang terburuk untuk
- anaknya ya. Bisa jadi orang tua ee kita
- enggak tahu ya penilaian atau mungkin
- alasan orang tua menolak yang sekarang
- dulu aja ditolak sekarang baru mau. Bisa
- jadi mungkin orang tua merasa nih anak
- saya sekarang sudah mapan loh. Dulu lagi
- enggak mapan, enggak mau. Sekarang sudah
- mapan mau gitu ya. H ya insyaallahlah ee
- apapun yang orang tua sampaikan kita
- ikuti karena Allah. He begitu.
- Wallahualam. Begitu, Pak. He.
- Masyaallah. Ini kita ee sedang
- membicarakan kondisi di mana anaknya
- taat pada orang tua, orang tuanya
- bijaksana, kondisi ideal. Masyaallah,
- Ustazah yang ee rasanya ini
- mudah-mudahan ee apa namanya ee generasi
- saat ini anak-anak ee mengerti bahwa
- yang paling utama adalah pertimbangan
- orang tua dan tadi Ustazah sampaikan
- bahwa tidak ada orang tua yang
- menjerumuskan anak dalam keburukan,
- Ustazah, ya. Dan subhanallah, Ustazah.
- Ini ada tanggapan dari ee tadi yang
- WhatsApp pertama Pak Yuman ini ternyata
- ada ee tanggapan dari Pak Tatang Hidayat
- yang menyampaikan bahwa tadi yang
- WhatsApp anak laki-laki usia 38 tahun
- belum punya istri. Kalau boleh tahu
- kontaknya saya pengin karena saya punya
- keponakan perempuan usia 33 tahun belum
- punya.
- Masyaallah. Masyaallah.
- Yang meny ee wanita semua matrik kalau
- enggak salah ya. Pak Yuman ini bagaimana
- saya berikan nomor telepon Pak Yuman
- atau tidak nih dilanjutkan enggak nih?
- Lanjut Pak Tatang Mbak Mbak Mbak Olin
- dan pendengar yang dirahmati Allah.
- Mempertemukan orang yang baik ya
- mudah-mudahan menjadi wasilah untuk bisa
- berjodoh dan menikah itu pahalanya
- besar. He masyaallah. Jadi artinya ee
- mudah-mudahan ya ini ee bagian dari
- keberkahan ee acara kita ya Mbak ya.
- Mudah-mudahan kayaknya ee harus ada sesi
- khusus langsung tentang perjodohan.
- Mudah-mudahan dimudahkan Allah ya buat
- semua ya. Insyaallah. Amin. Masyaallah.
- Baik ee sebelum kita melihat apa
- kelanjutan antara Pak Yuman dan Pak
- Tatang, saya akan ke pertanyaan
- berikutnya dari hamba Allah ini.
- Ustazah. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullah
- warahmatullahi wabarakatuh. Tentang
- jodoh yang harus diikhtiarkan untuk
- dipertahankan. Ustazah, sampai batas
- mana selama kita menikah itu harus
- mentoleransi pasangan kita? Sifat-sifat
- apa yang harus kita ee toleransi
- sehingga kita tetap harus ikhtiar
- mempertahankannya walaupun mungkin
- kondisinya saat ini saya tidak bahagia.
- Jadi begini, kalau kita berbicara
- bahagia
- itu enggak akan ada yang bahagia karena
- orang lain. Bahagia itu ada pada diri
- kita. Bahagia itu ada pada saat kita
- mencari ee rida Allah, mencinta Allah.
- Itulah bahagia ada di situ. Kepada orang
- itu enggak kekal. Bahagia itu enggak
- bisa sempurna. Jadi bahagia itu bukan di
- tangan suami, bukan di tangan anak-anak.
- Bahagia itu ada pada diri kita, ada pada
- ee meraih cinta Allah. Nah, sejauh mana
- kita menjaga rumah tangga kita ini ya,
- sejauh mana kita menjaga keluarga kita
- ini sampai kita bertahan ee
- mempertahankan rumah tangga ini?
- Sebenarnya gini, ee jika kita menyadari
- bahwa hidup ini hanya sementara, bahwa
- hidup ini adalah ujian dan cobaan, bahwa
- hidup
- iniakumukum ahsanu amala itu ajang ee
- untuk melihat ya ee mana yang terbaik
- amalan seseorang di dunia ini, maka kita
- akan bisa bersabar selama pasangan kita
- masih dalam kategori ee sebagai hamba
- Allah umat Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam masih bisa artinya masih ee
- tapi kan dia bermaksiat tapi kan selama
- dia mau memperbaiki dirinya selama dia
- ee masih bertanggung jawab selama dia
- tidak berbuat maksiat selama itu kita
- boleh ya ini saya katakan boleh ya untuk
- menjaga rumah tangga ini dengan
- keikhlasan pasti pahala akan berlipat
- kita dapatkan. Nah, kecuali kalau
- pasangan ini ee akan membawa madarat
- dalam kehidupan kita ya. Seperti
- misalnya udah KDRT enggak menafkahi,
- enggak salat pula, kerjanya berzina,
- mabok-mabokan, enggak ada satuun
- kebaikannya. Ini buat apa rumah tangga
- seperti ini? Ya. Tapi ketika misalnya
- ada mungkin kesalahannya, kemaksiatan
- yang dia lakukan, kemudian dia bertobat,
- dia berjanji untuk memperbaiki dirinya,
- dia masih bertanggung jawab kepada anak
- dan istrinya, dia masih pulang ke rumah.
- Kita maafkan walaupun kita enggak
- bahagia, kita hanya minta balasan dari
- Allah. Karena nanti di yaumil akhir, di
- yaumil hisab, kita hanya
- mempertanggungjawabkan apa yang menjadi
- kewajiban kita. Adapun orang lain, suami
- misalnya, dia akan
- mempertanggungjawabkan seluruh
- amal-amalnya di hadapan Allah.
- Pekerjaannya, perbuatannya, perilakunya,
- dosanya itu bukan tanggung jawab istri.
- Jadi artinya di sini selama terikat tali
- akad nikah, pernikahan ya masih dalam
- ikatan nikah. Selama itu sebagai seorang
- istri kita wajib menjalankan semua
- kewajiban-kewajiban kita.
- Dan artinya di sini terlepas dari apapun
- yang dilakukan suami, dia melakukan
- perbuatan-perbuatan ya yang terkait
- dengan ee perilakunya yang bertentangan
- dengan nilai-nilai atau ajaran Allah itu
- dia bertanggung jawab di hadapan Allah.
- Nah, jadi artinya di sini sampai kapan
- kita mempertahankan pernikahan ini?
- sampai kita kuat, sampai kita ikhlas,
- sampai kita ya kalau memang mampu ya
- sampai ajal dikandung badan.
- Artinya kematian yang memisahkan kita.
- Itu kalau sanggup. Tapi kalau tidak
- sanggup lagi, tidak ikhlas lagi misalnya
- ya, gak karena perbuatannya ya, artinya
- kita bisa timbang-timbang mana yang
- baik, mana yang buruk. Artinya
- perceraian itu boleh tapi itu pintu
- pintu keluar jalan keluar itu bukan
- satu-satunya jalan. Harus ada
- pertimbangan yang matang. Bagaimana anak
- kita? Ini penting ya. Masa depan anak ya
- kan ada istri yang nekad ya ketika dia
- tahu suaminya selingkuh padahal dia
- masih punya anak-anak yang kecil-kecil.
- Padahal suaminya selingkuh ya masih
- tanggung jawab, masih menafkahi ya masih
- pulang ke rumah tapi karena dia sudah ee
- sudah tidak sanggup lagi dia minta cerai
- ya. Dia dalam posisi dia tidak ee
- memiliki pekerjaan. Anak masih
- kecil-kecil. Coba lihat ini kan
- anak-anak ini masyaallah tanggung
- jawabnya luar biasa. Biasanya laki-laki
- tuh kalau sudah jauh dari anaknya itu ya
- sangat sedikit yang bisa masih
- bertanggung jawab ya. Jadi sekali lagi
- kitalah yang ee berpikir ee dengan
- pertolongan Allah dengan doa ya
- bagaimana mau lanjut atau tidaknya.
- banyak hal yang kita pikirkan ya itu
- kalau memang sanggup bertahan, kalau
- tidak sanggup tidak ada jalan ee
- halangan ya untuk ee selesai ya artinya
- tidak kuat lagi ya tapi perlu
- pertimbangan ke depannya. Jadi sekali
- lagi Ibu jangan sampai kita menyebutkan
- saya demi anak berkorban biarlah saya
- menderita itu jangan begitu. Itu nanti
- amal pahalanya habis karena demi
- anak-anak saya bertahan. Jangan demi
- anak-anak. Demi Allah. Begitu ya. Karena
- Allah. Demi Allah aku bertahan agar aku
- bisa ikhlas dalam menghadapinya. Jadi
- jangan karena Allah. Allahlah yang
- karena aku mengharapkan cinta Allahlah.
- Karena aku mengharapkan rida Allahlah.
- Karena aku mengharapkan pahala balasan
- dari Allahlah dari ujian-ujian ini agar
- aku sabar. Karena Allahlah aku melakukan
- ini. Jadi bukan karena anak. Kalau
- karena anak bukan karena Allah nanti
- habis pahalanya. sayang ya
- ibadah-ibadahnya yang sebenarnya dapat
- pahala yang sangat banyak akhirnya bisa
- seperti debu yang berterbangan ya kita
- sudah lelah capek hati capek pikir capek
- tenaga, kemudian menderita pula enggak
- dapat pahala lagi. Ya Allah rugi banget.
- Maka kita lakukan semuanya karena Allah.
- Bertahan karena Allah. Kalaupun lepas
- juga karena Allah. Jadi seperti itu ya.
- Jangan melihat ee kebahagiaan itu pada
- suami atau kepada orang lain. Bahagia
- itu ada pada diri kita pada saat kita
- meraih, mencoba menggapai cintanya
- Allah. Hanya cinta Allah yang dapat
- membahagiakan kita. Begitu ya, Bu ya.
- Kalau mempertahankan peringatan ini,
- saya selalu teringat ee pengingat
- Ustazah di beberapa tausiah Ustazah
- tentang tauladan Ummu Asiah, istri dari
- Firaun. Ustazah selalu mengingatkan ee
- Ummu Asia tentang perjuangannya
- mempertahankan ee pernikahannya sampai
- titik darah penghabisan dan meninggalnya
- juga karena disiksa oleh suaminya,
- Ustazah ya. Ee dan ustazah selalu
- bilang, "Ibu emang suaminya Firaun bukan
- kan?" Nah, itu itu luar biasa sih itu
- sesuatu yang ee apa ya harusnya menjadi
- pemicu dan penguat bahwa selama suami
- kita tidak lebih kejam dari Firaun,
- harusnya kita bisa menauladani kekuatan
- ummu Asia. Mudah-mudahan kita semua
- diberi kekuatan insyaallah ya. Amin ya
- rabbal amin. Baik, ee pertanyaan
- selanjutnya ini. Wah, jadi ramai nih.
- Saya harus memilih sebentar, Ustazah.
- Oke, ini dari Dewi. Ibu Dewi, usia 35
- tahun. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustazah. Waalaikumsalam.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Saya ini selalu menurut
- sama ibu saya, Ustazah. Sampai saat ini
- belum menikah, ibu yang mencarikan suami
- untuk saya. Laki-lakinya tapi harus kaya
- dan harus menunjukkan rekeningnya
- minimal R00 juta. Kata Ibu untuk ee saya
- save nanti setelah saya menikah. Namun
- saya tidak pernah s dengan pilihan ibu
- karena menurut saya semua laki-laki yang
- diajukan oleh ibu saya hanya melikat eh
- maaf hanya melihat ee kecantikan atau
- fisik saya saja, Ustazah. Bagaimana
- saran Ustazah?
- Iya.
- Begini ee memang orang tua walau
- bagaiman pun ya wawasannya, latar
- belakangnya, apapun kondisinya pasti
- menginginkan yang terbaik untuk ee
- anaknya ya. Nah, sekarang begini ketika
- Ibu mengajukan pas calon ya untuk ee
- mantunya ya, calon suami ee Mbak Dewi
- ya. He itu ee dilihat karena dia melihat
- kecantikan. Coba deh nanti diminta
- kepada Ibu, Bu, tolong ee dicek
- bagaimana agamanya, bagaimana salatnya,
- bagaimana sikapnya. Jadi artinya
- neterima calon dari ee yang diajukan
- orang tua, tapi pesan gitu ya pakai
- tolong di dikasih tahu juga ya. Jadi,
- Ibu ini tentu nanti akan berusaha
- mencari informasi ya kepada siapa yang
- dia mungkin pihak ee ketiga atau yang
- dari mana dia dapat ini, Ibu ini dapat
- ee calon ini ya. Nanti tolong dicek ya,
- Bu salatnya gimana, agamanya gimana
- karena aku ingin yang agamanya baik
- karena ini akan ee membawaku kepada ee
- kebahagiaan. Jadi pesan-pesan begitu.
- Saya rasa orang tua sebagaim seapun dia
- pesan-pesan anak pasti di didengerin
- ya. Jadi coba dulu deh ya. Mudah-mudahan
- ketika didatang ini bagus ya bismillah
- sudah bismillah aja mudah-mudahan inilah
- yang terbaik begitu ya Mbak Dewi. He itu
- dia. Baik ee Ibu Dei mudah-mudahan
- terjawab ee dari penjelasan Ustazah
- karena saya akan beralih ke ini
- namanya Kisya Aisyah ya. Baik, Ibu
- Kisya, saya akan membacakan pertanyaan.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustazah.
- Waalaikumsalikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Gimana ya, Ustazah? Saya
- bingung. Anak saya masih usia 19 tahun.
- Sudah ada yang mendekati dan
- laki-lakinya ingin serius. Saat ini dia
- umur 26 tahun. Minggu ini mau ke rumah,
- Ustazah. Tapi anak saya tidak suka
- dengan cowoknya. Gimana ya, Ustazah? Dia
- mau menikah cepat tapi tidak dengan
- cowok yang ini. Cara cara istikharah
- tapi kalau lagi halangan bagaimana
- Ustazah? Oh itu ada dua pertanyaan
- Ustazah.
- Jadi gini kalau ada laki-laki datang
- ibunya setuju enggak nih dengan calon
- yang datang? Nampaknya setuju makanya
- bersedia untuk didatangkan ya. Betul.
- Betul ya Bu ya. Anaknya enggak setuju.
- Kenapa? Anaknya enggak mau. Enggak tahu
- enggak dijelaskan ee alasannya di sini.
- Jadi gini, Ibu. Ini Ibu yang bertanyakan
- ya tentang anaknya ya. Iya. Ya. Ee kita
- enggak bisa memaksakan anak kita untuk
- menerima siapa yang datang itu ya.
- Karena yang akan mengalami, yang akan
- menjalani itu anak kita. Coba diajak ee
- berbicara dari hati ke hati. Kenapa Ibu
- ee menghadirkan calon untuk anaknya
- laki-laki ini? Sebutkan alasannya apa
- gitu ya. Nah, setelah itu ketika anaknya
- ee jadi ini butuh ini butuh ee
- komunikasi Bu ya. Kita enggak bisa
- maksakan anak ya. Kalau kita memaksakan
- anak nanti terpaksa dia menikah nanti ya
- ketika dia menghadapi suaminya tidak
- sesuai dengan kehendak ee dalam seperti
- dalam ajaran Islam dia mungkin nanti
- banta banyak ini kan aku dijodoh nanti
- kan kecewalah suaminya ya. Kalau suami
- kecewa kan nanti repot juga ya anak kita
- nanti jadi sengsara ya. Jadi kasih
- pengertian anak kita kenapa dia tidak
- setuju. Ketika dia tidak setuju, ya
- sudah Bu, enggak usah dipaksakan ya.
- Persiapkan aja anak kita ini dengan ee
- bekal-bekal ilmu, bekal-bekal ee akhlak,
- keimanan, kewajiban bagaimana menjadi
- seorang istri yang baik dan seterusnya.
- Dibekali dulu usia 19 itu kan masih muda
- ya, Bu ya. konsekuensinya seperti apa,
- bekali dulu kalau perlu misalnya belajar
- lagilah ya untuk menambah skill. Saya
- enggak tahu nih putri Ibu nih kuliah
- atau apa kerja saya enggak tahu ya.
- Paling tidak ee berusaha untuk ee
- memberikan wawasan ya kemandirian ya
- tidak terpaku atau bergantung kepada
- nantinya suami. Jadi coba diinikan dulu
- dibekali ya. Jadi kalau memang putrinya
- tidak setuju ya ya memang mau bagaimana
- lagi enggak bisa dipaksa. Kecuali kalau
- memang yang datang ini akhlaknya bagus,
- agamanya masyaallah luar biasa,
- keluarganya juga keluarga yang ee tumbuh
- dalam keluarga agamis gitu ya. Nah, itu
- perlu dibuduk gitu ya, diproses. Saya
- kasih waktu ya sampai ee putri ibu tu
- menerima dengan ee keikhlasan bukan
- dengan paksaan gitu ya Bu ya. Nah,
- sekarang istikarahnya gimana? He. Ketika
- anak ini sedang haid, ee orang tua bisa
- salat istikharah karena ini kan juga
- kepentingan orang tua juga. Jadi ketika
- putrinya tidak bisa salat, orang tuanya
- bisa membantu dengan salat juga dengan
- mendoakan anaknya. Kalau memang ini
- jodoh untuk anakku, ya Allah permudah.
- Ya Allah permudahlah ee pernikahan
- mereka. Ee kemudian karniakan mereka
- keberkahan dalam pernikahan itu.
- Lembutkan hati. Pokoknya itu ya orang
- tua bisa untuk ee berdoa kepada Allah.
- Dan anak ketika dia tidak bisa salat
- istikharah, dia kan bisa
- berdoa. Berdoa itu kan kapan saja ya.
- Lagi dalam kondisi apap pun enggak ada
- masalah. Doa ya doa min anaknya berdoa
- kepada Allah dalam kondisi dia dalam itu
- bisa ya doa itu kan kita e memang
- hubungan kita dengan Allah itu kan
- dengan doa ya. Doa yang formal, doa
- nonformal. Doa yang formal itu ya dengan
- berwudu ya ketika salat. Selesai salat
- itu kan formal ya. Ada adab, ada etika.
- Kalau kita berdoa nonformal, ya bisa aja
- kita lagi duduk gini langsung hati itu
- kan ngomong pada Allah, "Ya Allah."
- Kayak gitu ya. Anaknya suruh doa, "Ya
- Allah, ini jodohku atau bukan?" Ya,
- kalau jodoh, ya Allah mudahkan,
- lembutkan hatiku. Kayak gitu ya
- diajarkan anaknya seperti itu. Nah,
- orang tua boleh membantu untuk ee salat
- ya istikharah. Apakah ini memang ee
- calon mantuk yang diridai Allah ya atau
- tidaknya? Kalau memang diridai Allah
- dimudahkan. Kalau tidak ya apa?
- dipersulit begitu, Bu. He. Baik ya.
- Mudah-mudahan jelas ya, Ibu. Saya akan
- ke pertanyaan berikutnya. Masih ada
- waktu ini dari hamba Allah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustazah.
- Waalaikumsalikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustazah, bagaimana
- meluruskan pendapat dari anak saya yang
- 5 tahun lalu menikah karena kami
- jodohkan. Kalau mereka berdua berantem
- kemudian curhat kepada saya, karena saya
- itu suka membubuhkan kalimat ini kan
- gara-gara pilihan ibu atau paksaan
- Bapak. Dan ee kami jadi kelu kalau
- misalnya hal tersebut keluar dari
- lidahnya. Walaupun alhamdulillah sampai
- saat ini mereka masih bersama. Namun
- yang harus ee saya jawab atau kami jawab
- apabila dia berkata seperti itu baiknya
- atau benarnya bereaksi seperti apa,
- Ustazah? bimbingannya. Iya. Jadi
- begini, ee memang untuk meningkatkan
- ilmu dan keimanan itu tidak stuck ya,
- harus terus ya. Jadi ee mestinya kita
- sebagai orang tua dan anak-anak kita
- yang telah menikah terus menambah
- meningkatkan ilmu dan keimanan. Artinya
- kita beritahu anak-anak kita
- mudah-mudahan mereka juga punya
- komunitas untuk menuntut ilmu ya supaya
- mereka memiliki ee ee ilmu keimanan dan
- mampu menghadapi kenyataan pujian dan
- cobaan. Nah, kita sebagai orang tua bisa
- menyampaikan kepada anak kita bahwa ee
- orang tua menjodohkan anak. Ya,
- sampaikan aja maksudnya baik. Karena
- pada saat itu kami ee memandang bahwa
- ini yang terbaik untuk anak-anak kami,
- maka kami nikahkan dia dengan kamu. Nah,
- ketika terjadi pernikahan itulah takdir
- ya. Artinya tidak ada manusia yang
- sempurna ya. Jadi bukan berarti ee jodoh
- yang dari orang tua itu adalah yang
- sempurna. Pasti ada kelebihan dan
- kekurangan. Nah, kita sebagai hamba
- Allah itu wajib untuk ee beriman kepada
- takdir. Jadi kalau ee perkataan misalnya
- menyesali takdir ini kan gara-gara orang
- tua yang jodoh. Itu tidak ee perkataan
- keimanan. Jadi untuk menunjukkan kita
- beriman kepada Allah itu adalah beriman
- kepada takdir. Jadi kamu bersyukurlah
- dapat suami yang seperti ini. Walaupun
- dari orang tua yang menjodohkan pasti
- ada ee kebaikan-kebaikan di dalamnya.
- Sabar ya. Nah, jadi itu kita nasihatin
- anak-anak kita seperti itu. Jadi kalau
- ee dari
- awal kita memberikan ee nilai-nilai
- keimanan ya kepada anak-anak kita bahwa
- takdir yang sudah terjadi ya masal
- masalah masa-masa lalu yang sudah
- terjadi itu enggak boleh lagi disesali
- ya. Jadi kita bisa ya ini kan
- kadang-kadang anak kalau orang tuanya
- yang menasihati kadang-kadang anak itu
- enggak nerima ya biasanya begitu. He.
- Nah, kita ajak ya barangkali pihak
- ketiga ajak pengajian atau siapalah yang
- pihak ketiga yang kita berikan tolong
- deh dinashati anak saya ya. Ya, kalau
- ada pengajiannya enak ya anak tu kalau
- ikut ngaji itu bagus ya. Nanti di
- situlah diberikan ee nilai-nilai
- keimanan. Nah, jadi kita menjodohkan
- anak kita itu tidak dilepaskan begitu
- saja, mesti dibekali. Jadi pada saat
- anak itu sudah mau menikah, nah itu kita
- bekali itu kita ajak bicara ya, kita
- bertikan nilai-nilai. Nak, ini kan usaha
- orang tua untuk menjodohkan untuk yang
- terbaik. Kalau nanti terjadi hal-hal
- yang tidak diinginkan, ya ini berarti
- ujian dari Allah. Jadi kita bekali. Jadi
- bukan jangan dikatakan pilihan orang
- tualah yang terbaik. Enggak, belum tentu
- juga kan. Nah, jadi ini ee butuh proses
- yang panjang sehingga anak kita itu rida
- dengan takdirnya. Ya kadang-kadang ada
- yang begini loh, Mbak. He awalnya bagus
- dinikahkan bagus. Eh setelah sekian
- lama, setelah beberapa tahun kemudian
- ternyata berulah h menyakiti anak kita
- ya suaminya tuh yang padahal kita yang
- jodohin dulu nikah lagi selingkuh apa
- segala macam. Nah kita bisa katakan
- kepada anak kita ini bahwa ini kan
- takdir kan kita enggak bisa ee menjamin
- orang itu baik terus. Iman tuh kan naik
- turun naik karena dia ee beriman ee
- beramal saleh, bertakwa kepada Allah
- turun karena maksiat. Jadi kan seorang
- itu kan tergantung lingkungan. Jadi
- artinya kita membesarkan anak kalau
- sudah terjadi pernikahan itulah takdir.
- Ya, kalau terjadi hal yang tidak
- diinginkan ya ini berarti ee memang
- sedang diuji. Nah, sekarang kita
- sama-sama dengan anak ya. Apa yang dapat
- kita bantu? Jadi ketika anak menyesali
- orang tuanya, kita sampaikan ini kan
- sudah takdir, Nak. Dia enggak boleh
- enggak boleh kita ee mengingkari takdir.
- Protes terhadap takdir Allah itu suatu
- hal yang tidak baik. Ya, ini kan iman
- kita jadi cacat gitu ya. Artinya ee kita
- tidak lagi menjadi orang yang bersyukur
- ya. Kita besarkan hati anak kita ya.
- Kemudian kepada mantu ya dinasehhati.
- Jadi ini intinya gini kita berusaha
- bertanggung jawab juga terhadap pilihan
- kita. Jadi jangan dibiarkan begitu saja.
- Mereka sudah menikah ya udah tuh kan
- resiko kamu. Kenapa kamu mau jangan
- begitu juga kan orang tua yang jodohin
- kamu mau? Kenapa kamu mau kan jangan
- begitu itu enggak baik ya. He. Nah, jadi
- kita sama-sama ee membantu rumah tangga
- anak kita ketika kita memilihkan mereka
- pasangan, ketika terjadi masalah kita
- berusaha untuk mendamaikannya, tidak
- saling menyalahkan di antara mereka. Dan
- tentu saja doa ya, Bu ya. Kita berdoa
- kepada Allah agar rumah tangga kita,
- rumah tangga anak-anak kita adalah rumah
- tangga yang diridai Allah. Insyaallah
- mudah-mudahan Allah berikan ee
- keberkahan ya dalam hal ini. Anak yang
- taat sama orang tua Allah berkahi ya.
- Mudah-mudahan dengan keberkahan itu
- Allah berikan kebahagiaan ya. Kalau
- bertengkar dalam hal rumah tangga biasa
- itu ya namanya juga ketemu gede ya.
- Kakak adik aja suka berantem gitu entar
- baik lagi. Ini dari kecil Ustazah ya.
- Gimana yang ketemu gede?
- Betul. Iya. Baik. Ee hamba Allah
- mudah-mudahan putrinya atau putranya
- diberkahi dengan pernikahan yang sakinah
- mawadah warahmah. Insyaallah. Baik
- Ustazah. namanya kita di penghujung
- waktu. Ee mohon kiranya kesimpulan dari
- topik kita yaitu delapan hal terkait
- jodoh.
- Ya, pendengar yang dirahmati Allah bahwa
- jodoh ini adalah kombinasi antara takdir
- yang telah ditentukan Allah dan usaha
- manusia dalam mencari pasangan hidup.
- Maka perlu kita berdoa, ikhtiar,
- tawakal, mempersiapkan diri, berusaha,
- ya. Kemudian ee dari usaha itu kita
- perlu berserah diri kepada Allah. Yakin
- bahwa Allah akan memberikan yang terbaik
- untuk kita. Mudah-mudahan Allah
- mempertemukan pasangan yang tepat bagi
- kita dan nanti sama-sama berjumpa,
- berkumpul kembali di surganya
- insyaallah. Astagfirullahi wakum.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Walhamdulillah, ikhwan dan akhwat,
- demikian telah kita ikuti bersama fikih
- wanita bersama Ustazah Helini Amran yang
- topiknya luar biasa mengundang banyak
- pertanyaan yang masuk hari ini. Oleh
- karena itu kami ucapkan terima kasih
- atas urun serta Ikhwan dan Awat dalam
- menyimak kajian hari ini. Untuk yang
- belum terjawab, yang baru saja masuk,
- mohon maaf. Mudah-mudahan di kesempatan
- lain kita diberikan usia dan kesempatan
- lebih leluasa untuk membahas tema jodoh.
- Nanti Ustazah nanti ada rencana khusus
- untuk jodoh-jodohan ya Ustazah ya. Ondi
- mau jadi hostnya. Baik kita doakan
- mudah-mudahan Ustazah juga keluarga
- diberkahi dengan kesehatan, usia
- panjang. Mudah-mudahan kita diberikan
- kesempatan untuk menuntut ilmu bersama
- kembali. yang bertugas pada hari ini
- saya Carolin didampingi oleh Ondi juga
- Algi. Kami berterima kasih dan juga
- mohon maaf apabila ada ketidaknyamanan
- selama acara berlangsung.
- Subhanakallahumma wabihamdika ashadu
- alla anta astagfiruka wa atubu ilaik.
- Wabillahi taufik walhidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.