Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:02 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:04 warahmatullahi wabarakatuh. 0:07 Alhamdulillahiabbil alamin wabihi 0:09 nastain waa umurid dunya waddin wasalatu 0:12 wasalam ala asrofil iyaai wal mursalin 0:15 wa ala alihi wasohbihi ajmain. Ashadu 0:18 alla ilahaillallah wa ashadu anna 0:21 muhammadan abduhu wa rasuluh. Allahumma 0:24 sholli wasallim wabarik ala nabiyina 0:26 Muhammadin wa ala alihi wasohbihi 0:29 ajmain. Qallahu taala fil quranil karim. 0:32 Auzubillahiminasyaitanirjim. 0:35 Innallaha wa malaikatahu yusuna alan 0:38 nabi. Ya ayyuhalladzina amanu shu alaihi 0:42 wasallimu taslima. Sadaqallahulim. 0:45 Alhamdulillahiabbil alamin. Masih 0:46 dipancarkan dari jalan Masjid 0:48 Silaturahim nomor 36 Cibubur Bekasi. 0:52 Radio Silaturahim dan Rasil TV untuk 0:55 Islam yang satu. Ikhwan akhwat yang 0:57 dimuliakan Allah Subhanahu wa taala, 1:00 bagaimana kabar Anda di sore Jumat ini? 1:04 Semoga selalu dalam keadaan sehat 1:07 walafiat. Senang sekali saya Fauzi 1:10 Ridwanul Haq ditemani oleh Atep dan juga 1:13 Yusuf Subangkit dapat kembali menemani 1:15 ikhwan akhwat dalam program tausiah sore 1:19 edisi Jumat 25 Syakban. 1447 1:24 Hijriah juga bertepatan dengan tanggal 1:27 13 Februari 2026 bersama guru kita 1:32 almukaram Ustaz Ahmad Shoh MA. 1:35 Alhamdulillah beliau sudah hadir bersama 1:37 kita. Kita sapa guru kita terlebih 1:39 dahulu. Asalamualaikum warahmatullahi 1:41 wabarakatuh, Ustaz. 1:42 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:44 wabarakatuh. 1:45 Alhamdulillah berjumpa lagi, Ustaz. 1:46 Sehat? 1:47 Alhamdulillah. Lebih baikan. 1:49 Alhamdulillah. 1:50 Ustaz e Ustaz pakaiannya berbeda, Ustaz. 1:53 Ah, masyaallah. I 1:55 seperti imam yaallah. [tertawa] 1:58 Iya, iya. 1:59 Iya. Biasanya kan ustaz pakai gamis 2:03 pakai peci putih. 2:04 Iya. [tertawa] 2:05 Alhamdulillah. 2:06 Masyaallah. Iya. Baik, Ikhwan Ahmad. 2:09 Semoga kesehatan juga dirasakan oleh 2:11 hewan akhwat di mana pun Anda berada. 2:14 Kami doakan semoga Allah subhanahu wa 2:16 taala memberikan kesehatan dan 2:18 kebahagiaan 2:19 seperti yang dirasakan oleh Ustaz Ahmad 2:22 Saleh kita. 2:23 Baik ikhwan akhwat, semoga kajian ini 2:25 dapat menemani ikhwan akhwat di 2:28 penghujung Jumat untuk selalu 2:31 mendekatkan diri kepada Allah, 2:33 mempersiapkan bulan Ramadan, berzikir, 2:36 berselawat kepada Nabi Muhammad 2:38 sallallahu alaihi wasallam dan tentunya 2:41 ditemani oleh siaran bersama Ustaz Ahmad 2:44 Saleh. Insyaallah pada sore kali ini 2:48 Ustaz Ahmad Saleh akan membahas tentang 2:51 haramnya berdusta. Insyaallah ini bekal 2:54 ikhwan akhwat dalam menghadapi bulan 2:57 Ramadan dan kehidupan setelahnya. 3:02 Menarik sekali tentang haramnya berdusta 3:05 ini. Karena setiap lisan kita selalu 3:07 berkata. Berkata itu ima bisa jujur dan 3:12 ima bisa berdusta. Namun kita harus 3:15 selalu 3:16 berkata dalam kejujuran dan ber ber 3:20 menghindari dari segala kedustaan. Nanti 3:23 akan diisi ilmunya oleh Ustaz Ahmad 3:26 Saleh. Namun sebelumnya bagi ikhwan 3:28 akhwat yang ingin bertanya, 3:29 berpartisipasi kirimkan pertanyaan di 3:32 0811999720. 3:37 Dan bagi Anda yang ingin berinteraksi 3:39 langsung dengan ustaz dapat menghubungi 3:41 di 0218451512. 3:45 Mari kita dengarkan ilmu yang akan 3:46 disampaikan oleh Ustaz Ahmad Saleh 3:48 tentang haram berdusta. Tafadol Ustaz. 3:55 Alhamdulillahi 3:56 hamdan katsiron thayiban mubarokan fih 4:00 kama yuhibuna waard. Ashadu alla 4:05 ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa 4:08 ashadu anna muhammadan abduhu wa 4:11 rasuluhu wa innahu la nabiya ba'dah. 4:15 Allahumma sholli wasallim wabarik ala 4:18 nabiyina Muhammadin waa alihi wa 4:21 ashabihi waman tabiahum biihsanin ila 4:24 yaumil qiamah. Amma ba'd. Ikhwan 4:29 pendengar radio silaturahim serta 4:31 pemirsa Rasil Visual di mana pun berada. 4:35 Alhamdulillah pada sore hari ini pujian 4:38 tetap tertuju kepada Allah karena Allah 4:41 masih memberikan kesempatan kepada kita 4:44 untuk melanjutkan kajian kita kajian 4:47 kitab Syarhu Riyadus Shihin wal hadir 4:52 sanataqallam. 4:53 Sekarang kita akan membahas anil ee apa 4:58 namanya? Haramnya berdusta. Ya, kemarin 5:01 kita sudah membahas tentang namiman dan 5:04 lain sebagainya. Ini sebagai bekal agar 5:08 kita tidak ee apa? Tidak melakukan 5:12 bahkan menjauhi hal-hal yang dilarang 5:14 tersebut. Terutama di bulan Ramadan. 5:17 Karena bulan Ramadan adalah betul-betul 5:21 perkuliahan gitu ya. yang mana tujuannya 5:24 bukan hanya lapar dan dahaga saja, 5:28 tetapi kita mendapatkan 5:30 kompetensinya, yaitu kompetensi 5:33 kesalehan pribadi dan kesalehan sosial 5:36 yang dalam bahasa Al-Qur'an dirangkum 5:39 menjadi ketakwaan. Jadi, ketakwaan itu 5:43 membentuk karakter saleh pribadi dan 5:45 saleh sosial. Kemudian menjauhi hal-hal 5:48 yang diharamkan oleh Allah dan oleh 5:51 Rasulnya. wal hadir. Dan sekarang kita 5:54 akan membahas tentang hal yang 5:56 diharamkan ee tentang haramnya berdusta. 5:59 Tiib. Kita mulai dengan ee ayat yang 6:03 dinukil oleh Imam ee an-Nawawi di dalam 6:07 kitab Riyadus Shihin yaitu surah al-Isra 6:11 ayat 36. 6:14 Auzubillah samil alim minasyaitanirjim 6:19 min hamzihi 6:22 wfu maaka bihi inalika 6:32 w takfu dan janganlah kamu mengikuti 6:35 malai salaka 6:37 sesuatu yang tidak kamu bihi ilmun yang 6:41 tidak kamu ketahui. 6:43 ini menjadi pijakan ya. Jadi kita tidak 6:46 boleh mengikuti sesuatu bidunil ilmi 6:49 tanpa ilmu gitu ya. Kemudian ditegaskan 6:53 oleh beberapa hadis di antaranya hadis 6:56 pertama an ibni Mas'udin radhiallahu 6:59 anhu 7:01 qala 7:02 qala Rasulullahi sallallahu alaihi 7:05 wasallam 7:06 inidqahdial 7:09 birri. Sesungguhnya kejujuran sidqo 7:13 yahdi memberikan petunjuk ilal birri 7:17 kepada kebaikan wa inal bir dan 7:20 sesungguhnya kebaikan 7:22 yahdi ilal jannah akan menunjuki ke 7:25 jalan surga wa innarula 7:29 lasduqu hatta yuktaba ya sesungguhnya 7:34 seseorangas 7:36 benar-benar dia berbuat jujur 7:41 sehingga dia dicatat 7:45 sehingga ia dicatat di sisa Allah 7:47 sebagai orang yang jujur. 7:55 Sementara kedustaan memberikan petunjuk 7:58 akan mengantarkan memberi petunjuk ilal 8:02 fujur kepada kejahatan 8:05 ya. Wa inal fujur yahdianar. 8:09 Sementara kejahatan akan menunjukkan 8:12 menuntun ke jalan neraka. Wa inajula 8:16 yaqdibu. Sesungguhnya seorang lelaki 8:18 benar-benar berdusta. Hatta yuktaba. 8:22 Sehingga dia dicatat indallahi di sisi 8:24 Allah kadzaban. 8:27 Sebagai benar-benar orang perdusta. 8:30 Kadzaban 8:31 ya dengan kadiban. Kadziban berdusta. 8:35 Kalau kadzaban benar-benar dusta. Nah, 8:38 maka inilah ee pentingnya kita berkata 8:42 jujur, sidqo atau sidqu 8:46 ya. Mulai dari persoalan-persoalan yang 8:49 kecil, persoalan apalagi 8:51 persoalan-persoalan yang besar. Karena 8:54 sekali lagi dengan kita berlatih berlaku 8:57 jujur terus-menerus 8:59 yuktabu indallah dicatat dia di sisi 9:01 Allah. 9:03 Siddiqan. 9:05 Soddiq itu orang yang jujur. Tapi kalau 9:08 siddiqan 9:10 benar-benar berlaku jujur. Nah, begitu 9:14 juga berdusta. Jangan coba-coba berdusta 9:17 gitu loh ya. Jangan coba-coba berdusta. 9:20 Gimana ini rahasia? 9:22 Cari aja rahasia juga yang sepadan. 9:25 meskipun tidak dimaksudkan seperti itu. 9:29 Orang cerdas itu mesti dibimbing oleh 9:31 Allah gitu loh ya. Misalnya 9:35 ee 9:37 misalnya ee misalnya katakanlah saya 9:41 saya mau izin ya misalnya mohon maaf ya 9:45 karena saya mau izin karena ada pilihan 9:49 ada beberapa pilihan. pertama saya harus 9:51 ngajar. 9:52 Iya. 9:53 Ee kedua saya harus ngisi taklim di 9:55 mana? Di Rasil. 9:57 Iya. 9:57 Kemudian lain-lain sebagainya. Nah, saya 10:01 ee kan kalau saya misalnya memilih 10:05 ngajar sama-sama ngajar juga dihasil 10:08 tapi menjadi tidak enak, menjadi tidak 10:10 nyaman. 10:11 Nah, gimana alasannya? Alasannya tidak 10:14 berdusta tapi menyelesaikan persoalan. 10:18 Aduh, maaf Aki saya enggak datang ke 10:20 Rasil karena saya ada keperluan tidak 10:23 disebutkan saya ngajar 10:25 gitu loh. Karena kalau oh sini juga kan 10:28 ngajar juga sama umat menunggu misalnya 10:30 gitu. Nah, sampai saya ada keperluan. 10:35 Keperluan dengan ngajar kan sama 10:37 sesunggnya. Nah, itulah gambarannya 10:38 kurang lebih seperti itu agar tidak 10:41 memancing ee fitnah gitu loh, tetapi 10:45 kita tidak berdusta gitu loh. Ini ya. 10:47 Baik, yang pertama itu ya. Nah, ee 10:51 mutian-mutian yang dapat kita gali dari 10:54 hadis pertama ini anjuran untuk menjaga 10:57 dan memperhatikan kejujuran. Apabila 11:00 seseorang memperhatikan kejujuran, maka 11:03 ia banyak melakukannya dan mengenalinya. 11:06 Nah, itu yang pertama. Yang kedua, 11:08 peringatan untuk tidak berdusta dan 11:11 menyepelekan masalah dusta. 11:13 Dusta merupakan perkara yang paling 11:15 berbahaya dan jujur merupakan perilaku 11:18 yang paling besar manfaatnya. 11:21 Jadi, sebagai bagaimanapun sebisa 11:24 mungkin jujur termasuk kepada musuh. 11:28 Masyaallah. Banyak para pejuang itu, 11:31 para pejuang itu bahkan jujur. Misalnya 11:37 begini, 11:39 dia ee misalnya ada di rumah digerebeg 11:45 kemudian ditanya yang jawab anak buahnya 11:48 tidak ada di rumah. Pergi dia nongol ada 11:52 di sini ada apa perlu apa? [tertawa] 11:55 Malah dia datang tuh nongol mengampahnya 12:02 mengatakan tidak ada tapi dia lebih 12:05 milih jujur gitu loh ya Imam Assyafi'i 12:08 ya dikasih bekel sama ibunya mau ke Phan 12:11 mau ke P dok lah bahasa kita dibegal 12:15 gitu ya 12:16 kamu bawa apa bawa ini bawa ini bawa ini 12:19 dijelaskan tuh bahwa ibu saya apa begini 12:23 loh si perampoknya nya heran ini anak 12:27 ini malah ini kok terus belak-belakan 12:29 ada apa gitu loh. Nah, jadi ada kalanya 12:34 memang kejujuran itu solutif 12:37 kejujuran itu solusi gitu loh ya. Ada 12:40 kalanya tuh ya. Nah, tapi kemudian Allah 12:43 memberikan pilihan-pilihan kepada kita 12:46 gitu ya. Baik ya. Kemudian yang ketiga, 12:50 kejujuran menunjukkan keberanian untuk 12:52 menghadapi realitas. Sementara 12:55 kebohongan menunjukkan sifat pengecut, 12:58 ragu, dan tidak memiliki keyakinan dalam 13:00 menghadapi realitas. Benar itu ya. Jadi 13:04 memang orang jujuri itu apa namanya? No 13:07 problem, enggak ada masalah gitu loh. 13:10 Ya, ini jujur aja dia. Ya, bahkan itu 13:14 tadi sekelas Imam Syafi'i dibekali sama 13:17 ibunya. Ini ceritanya begal. [tertawa] 13:21 Iya. Saya bawa ini bawa duit sekian sama 13:23 ibu saya dikasih sekian gitu. 13:25 Masyaallah. Justru orang lain mah tidak 13:27 menginformasikan. Tapi beliau mengambil 13:31 kejujuran. Heeh. Wah. Tapi kan nanti 13:34 resikonya kalau jujur bisa begini dan 13:36 begitu. Iya memang bisa begini dan 13:39 begitu resikonya. Tapi dia paling tidak 13:42 menempak dirinya sebagai orang jujur 13:45 gitu loh. Ah nanti saya akan diraampok 13:47 ya. Enggak apa-apa dirampok juga. begitu 13:49 kata dia karena dia berani bertanggung 13:51 jawab gitu. Paling juga dirampok, paling 13:54 juga diambil kekayaan saya kan begitu. 13:57 Tapi saya beraya berupaya untuk jujur 14:01 gitu ya. Baik. Yang keempat kebiasaan 14:04 untuk melakukan suatu perkara itu 14:06 menjadi watak untuk mengenali seseorang. 14:09 Nah, maka oleh sebab itu 14:13 kejujuran itu mendidik kita memiliki 14:16 sebuah karakter gitu loh. Jadi 14:19 orangorang yang sudah jujur itu susah ma 14:23 berdusta tuh gitu loh. Karena dusta itu 14:26 malah jadi beban. H 14:27 beda dengan orang yang masih belajar, 14:29 masih ini berdusta itu masih 14:32 sesuatu Heeh. Sesuatu yang gampang gitu. 14:34 Tetapi orang jujur itu enggak, enggak 14:37 lah. Saya enggak apa enggak dusta. Saya 14:39 ngomong mending terus terang. Enggak ada 14:42 beban kan begitu ya. Baik. Baik. Kita 14:45 lanjutkan kepada hadis kedua. An 14:47 Abdillah bin Amr ibnil radhiallahu 14:51 anhuma anna Nabi shallallahu alaihi 14:53 wasallamq arbaun man kunna fihiana 14:57 munafiqon kholison. 15:00 Empat perkara yang ada jika ada di 15:03 dalamnya. 15:06 Maka dia munafiknya khis 15:10 gitu. Munafiknya benar-benar khison 15:13 mukhlis 15:15 murni 15:18 khunat 15:20 fiatun 15:22 minfaqinataha 15:28 wahaj. 15:37 Jadi barang siapa memiliki sebagian dari 15:40 keempat sifat itu, maka ia memiliki 15:43 sebagian dari sifat-sifat munafik. Jadi 15:46 kalau ada empat-empatnya dia munafiknya 15:48 ikhlas, kholis, bersih, murni. Tapi 15:51 kalau ada sebagian berarti nifaknya 15:53 sebagian 15:55 sehingga ia meninggalkannya. Yaitu bila 15:58 dipercaya ia berkhianat. Tu satu 16:01 dipercaya malah berkhianat. Bila berkata 16:03 ia berdusta. ee bila berjanji ia tidak 16:07 menepati dan bila berdebat ia 16:09 keterlaluan ingin menang sendiri gitulah 16:12 kalau debat itu kan rata-rata begitu 16:14 kalau debat itu ya 16:16 pengin menang sendiri padahal belum 16:18 tentu itu adalah sebuah kebenaran. Ah 16:21 tapi yang jelas saya pokoknya menanglah 16:22 ngomong sama dia mah gitu bukan bukan 16:26 menang nanti antum menang juga kalau 16:30 salah kan bahaya gitu. Maka orang jujur 16:33 itu yang penting teliti berdebatnya itu 16:36 adalah kebenaran yang disampaikan. Jadi 16:39 kalaupun dia menang betul-betul itu 16:40 kebenaran bukan hanya mendominasi orang 16:44 bicara dipotong gitu loh dia apa 16:47 kemudian dia nyerocos ngomong ketika dia 16:51 orang lain mau bicara lagi dipotong lagi 16:53 supaya tidak ada kesempatan memberikan 16:56 kesaksian supaya tidak ada kesempatan 16:59 untuk mengemukakan keb kebenaran nah 17:03 maka oleh sebab itu sekali lagi orang 17:05 jujur itu bahkan kalau dia sedang 17:07 ngomong dipotong Diam dulu, didengarkan 17:09 dulu. 17:10 Sudah kamu ngomongnya sudah. Ah, 17:12 sekarang gilen aku ya. Kamu dengerin ya 17:15 itu loh. Nabi itu sendiri begitu. 17:18 Masyaallah. 17:19 Berdebat dengan orang musyrik ya. Orang 17:21 musyrik nyerocut didengerin sama Nabi. 17:24 Dengerin sama Nabi. 17:26 Masyaallah. 17:26 Sampai puas itu. Sudah engkau bicaranya 17:30 ya. Sudah ya Muhammad. Ah sekarang 17:32 giliran aku yang ngomong. [tertawa] 17:34 Masyaallah gitu ya. Baik gitu ya. Nah. 17:37 Maka oleh sebab itu kemudian muti yang 17:39 dapat kita lihat kewajiban menjauhi 17:42 sifat-sifat tersebut karena termasuk 17:44 sifat-sifat munafik. Nah, ini saya kira 17:48 apa namanya ee satu hal yang menarik 17:51 buat kita ya untuk memperhatikan ya 17:55 kejujuran. 17:57 Nah, dia kejujuran itu jadi orang jujur 18:00 itu menang atau kalah enggak ada 18:02 masalah. 18:04 Enggak ada masalah. 18:04 Enggak ada masalah. Bahkan kemudian 18:05 menangnya dia kemudian tidak ada 18:07 kesempatan untuk dikemukakan. Enggak 18:09 apa-apa. 18:10 Ketika ngomong dibanta di apa dipotong. 18:14 Ketika ngomong dip dia diam aja 18:17 sampai acaranya selesai acara debatnya 18:20 dia belum mengemukakan enggak ada 18:21 masalah. Oh salah kamu kok. Saya mau 18:24 ngomong enggak boleh gitu. Ah nanti 18:26 suatu saat ini kan enggak enggak begitu 18:29 loh. Kamu kan waktu itu kan debat ini 18:31 acara debat kamu enggak membantahnya. 18:33 bukan tidak membantah, tapi kamu tidak 18:35 ngasih kesempatan ngomong kepada saya 18:37 kan gitu ya. Jadi makanya orang yang 18:41 jujur itu baik dia diberi kesempatan 18:45 atau tidak diberi kesempatan dia lapang 18:48 aja dadanya ya. Tidak merasa kalah, 18:51 tidak merasa ee apa namanya? Merasa 18:55 terhina gitu gak gitu ya. Ya, jadi dia 18:58 sopan debatnya dia sopan. Kalau kita kan 19:01 yang penting menang gitu loh. Maka 19:04 perdebatan-perdebatan itu, kemenangan 19:06 debat itu seakan-akan kita mendapatkan 19:09 supremasi yang hebat. Padahal enggak 19:12 juga gitu loh ya. Heeh. Baik. Kemudian 19:16 ee ikhwan sekalian 19:20 ee hadis ketiga 19:23 dari Ibnu Abbas radhiallahu anh ee dari 19:26 Nabi sallallahu alaihi wasallam 19:28 bersabda, "Man tahallama 19:32 lam yarahu 19:34 bairrain 19:38 wali 19:42 hadi wahu 20:01 Albuki. Barang siapa mengaku bermimpi 20:04 dengan suatu impian yang sebenarnya ia 20:07 tidak memimpikannya, 20:09 maka ia nanti akan dituntut untuk 20:11 menyambung dua biji gandum. 20:16 Padahal ia tidak mungkin bisa 20:17 melaksanakannya. Barang siapa 20:20 mendengarkan pembicaraan sekelompok 20:22 orang di mana seb sebenarnya mereka 20:25 tidak senang bila pembicaraannya itu 20:27 didengar, maka pada hari kiamat nanti 20:31 akan dituangkan ke dalam telinganya 20:33 cairan timah. 20:36 Dan barang siapa menggambar suatu benda 20:39 yang hidup, maka ia nanti akan disiksa 20:42 dan dituntut. untuk meniupkan roh ke 20:45 dalam gambar itu. Padahal ia tidak akan 20:49 mampu untuk meniupkannya. 20:52 Nah, ini maka para ulama berbeda 20:53 pendapat tuh kepada apaapa hukum para 20:56 pelukis gitu ya. Sebagian ada yang 21:00 mengharamkan dengan dasar hadis ini di 21:03 antaranya karena dia akan diminta ahyu 21:07 ma qolqtum. Hidupkanlah apa yang kamu 21:10 ciptakan, apa yang kamu gambar, apa yang 21:12 kamu paham. Kemudian para ulama berbeda 21:15 pendapat. Yang dimaksud adalah 21:17 menggambar patung. Kalau menggambar itu 21:21 tidak apa-apa gitu loh. Karena gambar 21:24 itu kan dua dimensi. 21:26 Iya 21:27 gitu loh. Maka tidak apa-apa. Yang 21:28 diminta untuk ahyu ma khalaqtum adalah 21:31 mereka yang membuat tiga dimensi 21:35 ya, yaitu patung. Nah, kenapa? Karena 21:39 memang wajar kalau patung itu ada 21:42 kemungkinan diibadahi. 21:45 Nah, maka kemudian kalau gambar tidak 21:48 mungkin. Maka kalau gambar itu yang 21:50 penting dipotong aja ee kepalanya gitu 21:54 loh. Maka gambar dengan tanpa kepala 21:57 maka kan tidak mungkin hidup. Nah, jadi 22:00 dia tidak mungkin diperintah untuk 22:03 menghidupkan karena dia gambarnya gambar 22:05 mati meskipun gambar hi hidup. Adapun 22:10 tiga dimensi ya seakan-akan dia tapi 22:14 kemudian sekarang apa namanya ee hal-hal 22:18 semacam itu sudah diabaikan 22:21 dengan dikembangkannya robot ya bahkan 22:26 menyerupai manusia gitu loh. Maka ada 22:30 penelitian teman saya itu apa namanya ee 22:35 digeksual. 22:37 dig seksual ada seks. 22:40 Nah, gimana seks digital? Nah, sekarang 22:43 dia hubungannya dengan robot 22:45 gitu. Jadi berhubungan dengan robot. 22:47 Bagaimana hukumnya? Ah, itu menarik tuh 22:50 kajian-kajian itu ya. Oke. Digi seksual 22:54 karena sekarang sudah menghasilkan objek 22:58 pelampiasan itu dengan ee apa? Robot. 23:02 Berbentuk robot. Nah, ee maka kemudian 23:04 apakah itu termasuk dalam larangan hadis 23:07 ini atau bagaimana? Wallahuam gitu ya. 23:10 Oke. Baik. Kemudian ee 23:13 faedah yang dapat kita lihat atau 23:15 mutiara-mutiara yang dapat kita lihat 23:18 ancaman keras bagi orang yang berbohong 23:20 dengan mimpi karena itu adalah 23:22 kebohongan terhadap Allah dan manusia. 23:25 Ancaman tidak memata-matai dan mencuri 23:28 dengar untuk mengetahui apa yang 23:30 dibicarakan manusia. Kemudian ketiga, 23:33 balasan setimpal dengan perbuatan. Yang 23:36 keempat, ancaman keras bagi para 23:39 pelukis. Karena mereka dianggap 23:42 menyaingi sang khali dalam kekuasaannya. 23:46 Gitu loh, ya. Baik, kemudian kita ee apa 23:50 kepada ee hadis yang keempat, hadis 23:54 terakhir dalam bab ini. 23:58 Oh, gak masih banyak ya. Baik, saya kira 24:00 itu saja sebagai pengantar kajian kita. 24:04 Tiga hadis ya untuk apa namanya? Ee kita 24:08 hendaknya berhati-hati untuk tidak 24:10 berdusta, kemudian tidak menyawingi ee 24:14 perbuatan Allah dalam hal ini yaitu 24:17 mencip apa? Menggambar makhluk hidup 24:20 atau menciptakan makhluk hidup. Demikian 24:22 wasallallahu ala nabiyina Muhammadin. 24:26 Wallahu aam bisawab. 24:30 Wallahuam bab. Alhamdulillahiabbil 24:32 alamin. Jazakumullah kir ustaz. Demikian 24:35 ikhwan akhwat yang tiga hadis yang sudah 24:38 disampaikan oleh Ustaz Ahmad Saleh. 24:40 Semoga bermanfaat untuk ikhwan akhwat. 24:43 Tetap di radio silaturahim. Kami akan 24:45 segera kembali di sesi kedua insyaallah 24:49 menjawab pertanyaan-pertanyaan dari 24:50 ikhwan akhwat. Terima kasih. 25:07 Alhamdulillahiabbil alamin. Terima kasih 25:08 ikhwan akhwat masih bersama Radio 25:10 Silaturahim. Saat ini Anda sedang 25:13 menyaksikan siaran langsung siaran live 25:16 tausiah sore bersama Ustaz Ahmad Saleh 25:19 tentang 25:21 haramnya berdusta. 25:25 Kami mengundang Anda untuk bergabung 25:27 mengirimkan pertanyaan Anda di 25:29 0811999720. 25:33 Dan bagi Anda yang ingin berinteraksi 25:35 langsung dengan ustaz dapat menghubungi 25:37 di 0218451512. 25:42 Kita bacakan atensi dari 25:45 pertama dari 25:47 Ibu Fiza Fitriana. Asalamualaikum 25:50 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 25:51 Waalaikumsalam warahmatullah. 25:55 Alhamdulillah menyimak Ustaz. Semoga 25:56 Ustaz dan Kurasil selalu dalam lindungan 25:59 Allah Subhanahu wa taala. 26:00 Amin. Allahum amin. 26:02 Kemudian Bapak 26:06 Sayan Rohili juga biasanya beliau 26:08 bertanya kali ini hanya menyapa Ustaz di 26:11 Pulau Gebang. Asalamualaikum 26:12 warahmatullahi wabarakatuh. 26:14 Waalaikumsalam warahmatullahi 26:15 wabarakatuh. 26:16 Alhamdulillah Ustaz terima kasih 26:18 tausiahnya. Kami sedang menyimak tausiah 26:20 sore hari ini. 26:21 Masyaallah. Barakallahu fikum. 26:24 Kemudian Bapak Fajar Alfatih, 26:27 Bapak Arwin. Asalamualaikum 26:30 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 26:32 Waalaikumsalam warahmatullahi 26:33 wabarakatuh. 26:35 Terima kasih atas tausiah, nasihat, dan 26:37 pencerahannya. 26:37 Masyaallah. Barakallah fikum. 26:39 Semoga ustaz dan pejuang dakwah serta 26:41 pendengar Rasil selalu dalam keadaan 26:44 sehat walafiat dan dalam lindungan Allah 26:46 subhanahu wa taala. Amin. Allahum amin. 26:50 Kemudian 26:52 ada dari Ibu Ani Hani Hufaidah. 26:54 Bismillahirrahmanirrahim. 26:56 Asalamualaikum warahmatullahi 26:58 wabarakatuh. 26:59 Waalaikumsalam warahmatullahi 27:00 wabarakatuh. 27:02 Semoga Ustaz Ahmad Saleh dan pejuang 27:04 dakwah Rasil sehat walafiat. 27:06 Alhamdulillah hadir menyimak tausiah 27:09 sore di radio Ustaz. Jazakumullah. 27:11 Barakallahu fikum. 27:14 Kemudian Bapak Lukman di Jakarta 27:16 Selatan. Alhamdulillah hadir menyimak 27:18 Ustaz. 27:18 Barakallahu fikum. 27:21 Kemudian Ibu Retno juga alhamdulillah 27:24 hadir menyimak tausiah sore Ustaz Ahmad 27:26 sore. 27:26 Barakallahu fikum. 27:28 Kemudian pertanyaan 27:31 pertama kita bacakan dari 27:35 Bapak Abdullah. 27:37 Asalamualaikum warahmatullahi 27:38 wabarakatuh Ustaz. 27:39 Waalaikumsalam warahmatullahi 27:42 wabarakatuh. 27:43 Terima kasih, Ustaz atas tausiahnya. 27:46 Tiga hadis yang ustaz sampaikan 27:48 berkenaan dengan haram berdusta. 27:52 Ustaz izin bertanya. 27:53 Naam. 27:55 Tadi Ustaz menyampaikan tentang debat. 27:58 Bagaimana sesungguhnya debat itu apakah 28:01 diperbolehkan atau dihindarkan? 28:05 Kalau diperbolehkan seperti apa? Kalau 28:07 dihindarkan apakah lebih baik 28:09 dihindarkan untuk menghindari pertikaian 28:12 Ustaz? Demikian jazakumullah khairan 28:14 katsiran. 28:15 Naam. Masyaallah. Barakallahu fikum. 28:18 Jadi perdepatan itu bisa terjadi ketika 28:21 masing-masing tidak memberikan 28:24 narasi-narasi yang sesuai dengan yang 28:27 diharapkan gitu loh. Maka dikejar terus 28:30 gitu yang menjelaskan maupun yang terus. 28:33 Nah, tapi kalau sudah clear tidak harus 28:35 debat lagi gitu loh. Yang persoalan itu 28:39 yang e apa namanya? yang 28:41 pemikiran-pemikiran radikal itu tidak 28:43 dipakai. Pemikiran radikal maksudnya 28:46 adalah pemikiran yang terus 28:49 dipertanyakan sampai tidak ada lagi 28:51 pertanyaan. Nah, gitu. Itu pendapatan 28:54 itu sampai di situ tuh. Kalau sudah 28:56 tidak sudah jawabannya sudah terjawab 29:00 tidak ada lagi yang harus diperdebatkan. 29:02 Ya, jadi apalagi kalau penjelasan sekali 29:05 sudah clear, sudah paham, udah enggak 29:07 usah debat lagi. Tapi kan sekarang itu 29:11 harus harus debat gitu loh. Persoalannya 29:14 gitu. Apalagi acaranya debat gitu loh. 29:18 Kalau debat kok enggak ada debatnya kan 29:20 menjadi tidak menarik. Nah, maka oleh 29:22 sebab itu ee persoalan debat itu 29:25 biasanya persoalan yang ambigu 29:29 gitu loh. Nah, maka berbagai macam 29:32 ijtihad digunakan gitu. Ijtihad itu 29:35 dicoar lagi dengan ijtihad lain. 29:38 Sesungguhnya biasa aja itu kalau apa 29:41 namanya ee narasinya narasi-narasi biasa 29:44 tidak akan terjadi seheboh seperti 29:46 sekarang. Tetapi karena acaranya memang 29:49 harus debat sehingga harus heboh. Kalau 29:51 tidak heboh enggak asyik gitu loh. 29:54 Persoalannya jika memang itu dalam 29:56 tataran yang diperbenarkan dalam syariat 29:59 itu batasan-batasan yang tidak 30:01 mengakibatkan gil, tidak mengakibatkan 30:04 kebencian, enggak ada masalah. silakan 30:07 debat aja enggak apa-apa gitu lah. Tapi 30:10 kalau kemudian sampai e debatnya sampai 30:12 di luar forum dilanjutkan di luar forum 30:16 sudah begitu kemudian pakai ancaman 30:18 macam-macam itu yang tidak boleh gitu 30:20 loh ya. Jadi memang tetap diselesaikan 30:24 dengan kepala dingin gitu loh, dengan 30:27 narasi-narasi penjelasan yang bisa 30:30 dipahami, tidak menyinggung perasaan 30:34 lawan. Itu yang dikehendaki ya. Tapi 30:37 kalau kemudian ee ketika narasi itu 30:40 dikemukakan dan tidak mendapatkan 30:43 kepuasan dari lawan bicara, maka silakan 30:46 lanjutkan debat. Tapi tadi batasannya 30:49 tidak menyinggung gitu loh, tidak 30:51 menyindir, tidak menyerang pribadi gitu 30:54 loh. Tapi menyerangnya ada persoalannya 30:57 aja dibahas gitu loh ya. Seperti itulah 31:00 kurang lebih. Wallahuam 31:03 bisawab. 31:05 Wallahuam bisawab. Demikian Bapak 31:07 Abdullah semoga dapat menjawab. 31:10 Berikutnya pertanyaan dari 31:16 kita bacakan pertanyaan dari Bapak 31:19 Baron. 31:21 Asalamualaikum warahmatullahi 31:22 wabarakatuh, Ustaz. 31:23 Waalaikumsalam warahmatullahi 31:25 wabarakatuh. 31:26 Jazakumullah kiran, Ustaz, ilmunya. 31:29 Wumakallahu 31:30 khairan. 31:31 Semoga Ustaz selalu diberikan kesehatan, 31:33 Ustaz. 31:33 Amin. Allahum amin. 31:36 Ustaz, izin bertanya. Kalau untuk bulan 31:40 puasa Ramadan, kalau misalnya seseorang 31:43 batal puasa, apakah dia boleh makan dan 31:47 minum di siang hari atau harus menunggu 31:50 sampai magrib tiba, Ustaz? Jazakumullah. 31:52 Naam. Masyaallah. Pertama harus ditinjau 31:54 kenapa dia batal puasanya? 31:57 He. 31:57 Kalau dia batal puasanya, jelas tidak 32:00 ada qada menunjukkan dosa besar gitu loh 32:04 ya. Jadi dia membatalkan dengan sengaja 32:06 tanpa uzurrin, tanpa uzur maka dosa 32:10 besar. Bahkan tidak ada qada tuh ya 32:13 maksudnya tidak ada qada tu ancaman. 32:16 Bisa saja dia mengqada hanya tidak 32:18 sepadan karena dia menyengaja tidak 32:20 menghormati bulan Ramadan. Seperti 32:24 kita sebagai suami ee apa? Mendatangi 32:28 istri 32:30 di bulan Ramadan di siang hari. Jinah 32:32 tidak? Tidak. Karena suami dengan istri. 32:36 Iya. 32:36 Tapi kenapa harus puasa 2 bulan 32:38 berturut-turut? 32:40 Padahal sah kan? 32:41 Iya. 32:42 Nih suami istri kok ee kenapa apa tidak 32:45 dihukumi zina tapi harus puasa dua bulan 32:48 berturut-turut? Karena itu yadullu ala 32:52 bahwa dia menunjukkan tidak menghormati 32:55 bulan Ramadan kan gitu sampai dihukum 32:59 itu ya. Padahal sah suami istri kok gitu 33:02 loh ya. Nah, itu ya. Maka oleh sebab itu 33:06 ini yang batal puasanya kenapa batal 33:08 puasanya musafir? Ya kalau musafir mah 33:11 silakan aja makan minum sekeperluannya 33:15 gitu loh. Kan di perjalanan tidak selalu 33:17 makan minum terus enggak paling minum 33:20 sekali gitu makan saatnya makan kan gak 33:23 masalah. Jadi kalau uzurnya karena apa? 33:26 Kemudian sakit. Sekali lagi fikih itu 33:29 begini. 33:31 fikih itu meskipun kita boleh makan dan 33:33 minum karena kita sakit, maka tidak 33:37 tidak boleh atraktif. 33:40 Misalnya karena kita sakit, menyengaja 33:44 dia hadapan cucu kita yang sedang 33:46 belajar puasa. Hm. Dek, makan enak de, 33:49 Dek. Aduh, masyaallah. Nah, jangan. 33:52 Meskipun kita boleh makan, tetapi jangan 33:55 mancing, gitu loh, ya. Jadi, kondisional 33:59 jadinya. ya ee boleh makan boleh tidak 34:02 itu sangat tergantung ke situasi. 34:06 Meskipun kita boleh makan karena sakit, 34:08 meskipun kita boleh makan karena apa 34:11 namanya? Karena bepergian, tidak 34:14 selamanya orang mengambil rusah itu. Ada 34:17 juga orang yang bepergian tidak tidak 34:19 ngambil rusah itu, tetap dia puasa gitu 34:22 loh. Saya pergi ke Surabaya, saya tetap 34:24 puasa. Boleh tuh, tapi saya pergi ke 34:28 Bandung. 34:29 gitu loh ya. Di Cianjur atau di 34:32 Padalarang saya sudah buka gitu loh. 34:35 Kenapa? Karena saya hak ee apa namanya? 34:39 Hak musafirnya saya ambil. Tapi jangan 34:42 mentang-mentang karena saya ngambil hak 34:45 musafir. Kemudian makan dan minum 34:47 seenaknya di hadapan anak-anak yang 34:51 sedang belajar gitu loh. Mereka tidak 34:54 oleh ibu bapaknya tidak diberi ruksah 34:56 untuk berbuka puasa. gitu. Karena memang 35:00 pendidikan untuk menjaga. Tapi kita 35:04 jangan mancing-mancing. 35:06 Dek, kenapa, Dek? Puasa kan kita sedang 35:08 bepergian, Dek. Boleh makan, Dek. Gitu 35:10 loh. Iya, bagi mereka mah boleh. Tapi 35:12 nanti untuk mengqadanya bagi mereka mah 35:15 berat. 35:17 Lebih baik menderita bersama daripada 35:19 menderita sendirian. [tertawa] 35:22 Kalau menderita bersama sama wah, kenapa 35:25 dia haus? Oh, orang lain juga haus sama 35:28 He. 35:29 Orang Oh, lapar, Pak. Orang lain juga 35:31 lapar sama. Jadi, penderitaan 35:33 bersama-sama itu bisa lebih meringankan 35:37 dibanding penderitaan seorang diri gitu 35:40 loh. 35:41 Ya, bagi kita bisa mengqada, gampang 35:43 mengqada gitu loh. Meskipun orang lain 35:46 pada istilah orang Sunda balak kecrakan, 35:49 bala kecrakan makan, minum kemudian kita 35:51 puasa enggak ada masalah karena kita 35:53 sudah biasa. Tapi anak-anak kita yang 35:56 baru baru belajar, berat itu untuk 35:59 mengqada. Jangankan untuk mengqada, 36:01 untuk puasa Ramadan saja berat gitu loh 36:04 ya. Jadi oleh sebab itu sekali lagi ya 36:08 kondisional lah gitu, conditioning 36:10 gituah ya. Jadi disesuaikanlah lagi pula 36:13 untuk apa kita makan terus gitulah atau 36:16 minum terus kalau kemudian bisa 36:19 mengganggu yang lain. Demikian saya 36:21 kira. Wallahu aam bisawab. 36:26 Wallahuam bisawab. Demikian Bapak Baron 36:29 semoga dapat menjawab. Kemudian 36:31 berikutnya pertanyaan dari Bapak Mahfud 36:34 Rafif. Ustaz 36:35 nam 36:35 masih tentang bulan Ramadan juga Ustaz. 36:37 Namam. 36:38 Asalamualaikum warahmatullahi 36:39 wabarakatuh Ustaz. 36:40 Waalaikumsalam warahmatullahi 36:42 wabarakatuh. 36:43 Jazakumullah khairan kiran, Ustaz 36:44 ilmunya. 36:46 Wyakum jazakallahu khairon. 36:49 Ustaz yang dihormat, yang dirahmati 36:52 Allah. Batalkah puasa kalau saya 36:56 mencabut gigi? Kebetulan dapat jadwal 36:59 dari dokternya jam .00 siang. Terima 37:01 kasih, Ustaz, penjelasannya. 37:03 Oh, iya. Iya. Cabut aja gigi enggak apa 37:05 salah. Kalau tidak mengakibatkan 37:08 ee apa namanya ya? Kalau sekarang kan 37:10 teknologinya sudah sudah maju ya. Mau 37:13 jam .00, mau jam .00, mau jam 10. Enggak 37:15 ada masalah. cabut aja giginya gitu loh. 37:18 Kalau sekali lagi kalau tidak berdampak 37:21 kepada kesehatan yang lebih parah gitu 37:23 loh. Tapi kalau kemudian ee apa namanya? 37:26 Jadwalnya jati jam berapa? Jam . gitu 37:29 ya. Eak enggak masalah sekali lagi ya 37:32 tidak membatalkan puasa gitu loh kalau 37:35 dicabut gigi. Kecuali kalau dicabut gigi 37:38 kumur-kumurnya pakai pakai apa? Pakai 37:41 sirup kemudian ditelan. Nah itu beda 37:44 gitu ya. Kalau kemudian ngumur-kumur 37:46 pakai ini biasa enggak masalah gitu loh 37:49 ya. Bahkan nanti dalam tanda petik bisa 37:52 diabaikan. 37:54 Jadi kumur-kumur 37:57 gitu loh. Kumur-kumur itu sesungguhnya 37:59 tidak boleh tuh kalau dikhawatirkan 38:03 ketelen. 38:05 Maka wudu-wudunya juga harus 38:07 harus diatur. Tidak boleh kumur-kumur 38:09 telukang. 38:11 Mm gitu doang gitu loh. Jadi itu ada 38:15 hadis memperingatkan maksudnya supaya 38:18 tidak tidak batal, tidak ketelen gitu 38:21 loh. Tapi kemudian kadang itu diabaikan 38:25 ya. Jadi tidak masalah apalagi kalau 38:28 kemudian harus merata kumur-kumurnya 38:31 gitu loh ya. Yang tidak boleh 38:33 kumur-kumur dalam wudu itu ee 38:37 kumur-kumur beneran. itu dikhawatirkan 38:40 karena 38:41 tertelan gitu loh. Maka kalau misalnya 38:45 itu terjaga tidak tertelan menjadi tidak 38:49 masalah. Tetapi sekali lagi ya ini bagi 38:53 kita yang menelitinya atau yang 38:57 memperhatikannya 38:59 tentang ee hal yang membatalkan puasa. 39:03 Jadi hati-hati kumur-kumur harus 39:06 hati-hati. Tapi nanti kalau orang sudah 39:08 pandangannya kepada bukan fikih lagi ya 39:13 sekali lagi pandangannya bukan fikih 39:15 ansikh, maka tadi tidak ada masalah. 39:19 Misalnya kan begini 39:22 ee obat tetes mata. Sebagian ulama 39:26 mengatakan batal. 39:28 Kenapa? Karena takut masuk ke 39:30 tenggorokan kan. THT tuh ya, telinga apa 39:35 ee apa THT ya. Jadi ada hubungannya tapi 39:39 kalau kemudian tidak ada tidak ada 39:42 kekhawatiran enggak ada masalah maka ada 39:44 orang bolehkan disuntik boleh enggak? 39:47 Boleh 39:49 gitu loh. Kenapa kok boleh disuntik 39:53 satu gitu loh. Karena tidak melalui apa 39:56 mulut 39:57 ee mulut 39:58 ya gitu loh. Ah sementara ee tadi yang 40:02 pakai tetes apa? Tetes mata itu masuknya 40:06 ke kerongkongan. 40:08 Jadi masuknya lewat ini juga. Nah, maka 40:10 sebagai perdebatan ulama menarik tuh. 40:12 ada yang batal, ada yang tidak, gitu 40:14 loh. Nah, padahal dasarnya adalah kalau 40:17 kita kembali kepada tujuan puasa, 40:21 tujuan puasa itu adalah menciptakan ee 40:26 mengkader ee ee membentuk karakter saleh 40:29 pribadi dan saleh sosial. Itu intinya. 40:32 Maka kadang sekali lagi kadang jadi 40:35 diabaikan hal semacam itu gitu loh. Tapi 40:39 bukan berarti kita boleh seenaknya. gitu 40:42 loh ya. Ah, bahkan tetap diperhatikan 40:45 jangan sampai ke makan, jangan sampai ke 40:47 minum gitu loh. Maka orang berenang 40:51 makruh jadinya. 40:52 Iya. 40:53 Kenapa makruh? Khawatir 40:55 tertelan. 40:55 Heeh. Ketelan airnya gitu loh. Nah, jadi 40:59 itu jadi ee dasar-dasar pemahamannya 41:02 seperti itu. Kenapa ini makruh? Kenapa 41:04 ini? Oh, karena ditakutkan ketelen gitu. 41:07 Maka nyikat gigi juga enggak pakai odol. 41:11 Kenapa? Karena pakai odot nanti takut 41:13 ketelan ada rasa. 41:16 Kumur-kumur juga makruh kalau 41:18 kumur-kumurnya beneran karena takut 41:21 keinum gitu loh. Itu dalam pikiran kita 41:25 dalam pendekatan fikihnya. Fikih ee apa 41:30 ya? ya permulaan fikih gitu loh. Nah, 41:34 tapi kan kalau sudah terbiasa itu bahkan 41:36 nyaris tidak pernah terjadi maka itu 41:39 seakan-akan dalam t petik diabaikan 41:42 fokusnya kepada pembentukan karakter 41:46 saleh pribadi dan saleh sosial jadinya. 41:49 Jadi tidak lagi kepada hal-hal yang ee 41:52 mohon maaf ya dalam pandangan 41:54 remeh-temeh 41:56 syari seperti itu. 41:57 Tapi fokusnya adalah kepada pencapaian 42:01 gitu loh. Maka bagi mereka 42:03 menahan lapar dan dahaga itu bukan 42:06 tujuan 42:08 gitu. Bahkan mereka kan terbiasa bahkan 42:10 makan sahur aja enggak. Mereka mah puasa 42:14 buka puasa sekedarnya. Karena nanti 42:16 kalau sudah biasa itu lapan dan dahaga 42:20 tuh enggak terasa. 42:23 Bagi pemula itu hari kesatu sampai hari 42:26 kelima tuh merasakan lapar dan dahaga. 42:30 Nanti kalau sudah hari keenam ke haus 42:33 enggak? Lapar enggak. Bahkan kalau yang 42:36 sudah biasa puasa, rasa lapar, rasa 42:39 dahaga itu sudah tidak terasa 42:42 gitu loh. Saya mohon maaf saya tidak e 42:45 jarang berpuasa tapi jarang makan 42:48 tuh gitu loh. Ee ngemil aja gitu loh ya. 42:52 Ngemil tuh apa aja? Tapi kemudian 42:54 menjadi tidak fokus makan dan minumnya. 42:58 Nah, jadi oleh sebab itu tidak makan dan 43:00 tidak minum tidak mengakibatkan lemas. 43:04 Nah, maka oleh sebab itu dapat kita 43:06 pahami bahwa dibangunkan oleh Nabi agar 43:10 kita bangun untuk sahur itu bukan untuk 43:13 makan sesungguhnya, tapi untuk salat, 43:17 untuk istigfar gitu loh ya. Tapi juga di 43:21 awal-awal memang bangun untuk apa? 43:23 Makan. 43:24 Untuk makan meskipun kita paham inna fi 43:26 sahuri barokah. Sesungguhnya dalam sahur 43:28 itu ada berkah. Berkah apa coba? Makan. 43:33 Tapi besoknya enggak puasa, berkah apa 43:35 gitu loh. Maka oleh sebab itu berkah itu 43:38 jika diisi mohon ampun, diisi salat. 43:41 Sekali lagi itu bukan berarti yang makan 43:43 itu tidak ber bukan, bukan bukan itu 43:45 maksudnya perbandingan-perbandingan gitu 43:47 loh. Jadi kita dibangunkan untuk salat 43:51 apa? Untuk sahur itu utamanya adalah 43:54 untuk istigfar. Karena ciri orang 43:56 bertakwa itu wal mustagfirina 44:00 bil ashar. Dan orang-orang yang memohon 44:03 ampun di waktu sahur gitu loh ya. Jadi 44:06 sekali lagi ee apa namanya? Hindari bagi 44:10 kita yang pemula puasanya hal-hal yang 44:13 bisa membatalkan puasanya secara fikih 44:17 ya harus dihindari gitu. Maka ketelen 44:20 apa keminum itu hindari gitu ya. seperti 44:24 tadi. Kenapa wudunya kumur-kumurnya 44:27 tidak boleh ini. Maka oleh sebab itu 44:29 pertanyaan ee cabut gigi enggak ada 44:32 masalah. 44:33 Ini ada informasi tambahan, Ustaz. 44:35 Heeh. 44:35 Setelah itu kumur-kumurnya setelah cabut 44:37 gigi kumur-kumurnya pakai air dingin. 44:40 Oh iya. Mau air dingin, air hangat 44:42 enggak ada masalah. K [tertawa] gitu. 44:44 Yang tidak mas yang jadi masalah itu 44:46 begini. Habis dicabut gigi kemudian 44:50 kumur-kumur pakai sirup. 44:54 itu godaan itu gitu ya sedikit aja 44:57 ketelan. Ah gitu. Maka maka oleh sebab 45:00 itu kumur-kumurnya mau pakai air dingin, 45:02 mau pakai air hanget tidak ada masalah 45:05 gitu ya. Hanya tadi yang di hati harus 45:09 dijaga jangan sampai punya niat untuk 45:11 meminumnya gitu ya. Demikian saya kira 45:14 wallahuam bisawab. 45:17 Wallahuam bawab. Demikian Bapak Mahfud 45:21 Rafif semoga dapat menjawab. 45:23 Berikutnya 45:25 ada 45:28 pernyataan Ustaz mungkin bisa disinggung 45:31 Ustaz. Asalamualaikum warahmatullahi 45:33 wabarakatuh Ustaz. 45:33 Waalaikumsalam warahmatullahi 45:35 wabarakatuh. 45:36 Alhamdulillah Ustaz menyimak. Saya 45:38 pernah bangun sahur. 45:42 E la sahur pas lagi sahur itu qat di 45:47 masjid. 45:48 Hm. He. 45:49 Enggak dengar. Enggak dengar azan. 45:50 Heeh. Heeh. 45:51 Dengarnya komat. Tapi waktu berbuka saya 45:54 tambah jamnya, Ustaz. Setelah [tertawa] 45:57 magrib saya baru saya berbuka. Itu 45:59 bagaimana, Ustaz? 46:00 Iya. Kan ini persoalan menerik. 46:04 Ketika kita sahurnya sedang komat gitu 46:07 loh ya. 46:09 Ini tinjauannya sebenarnya komand itu 46:11 begini. 46:13 dia menjadi batal ketika dia tahu bahwa 46:17 itu sudah masuk e waktu subuh ya 46:21 gitu ya. Tapi kalau dia tidak mengetahui 46:24 itu waktu subuh sedang makan tiba-tiba 46:26 qat. Nah, maka diperbolehkan dilanjutkan 46:30 sampai habis tuh 46:32 sebagian ulama habiskan sampai e ulama 46:36 lain mengatakan berhenti tuh ketika tahu 46:39 tuh itu pemahaman tuh fikih. 46:43 Nah, tapi kemudian sekali lagi ya, 46:46 ketika sudah tahu bahwa itu sudah waktu 46:48 subuh maka berhenti. 46:52 Tapi kalau dia sudah apa ngambil satu 46:56 centong nasi, lagi makan terdengar azan 46:59 Allah ee teran qat habiskan tuh gitu ya 47:03 habiskan makannya gitu. Nah, tetapi ada 47:06 ulama tetap ketat enggak kalau sudah 47:08 tahu qat berhenti meskipun nyisanya 47:11 banyak berarti ada yang mubadir kan 47:14 begitu. Ah, itu ulama yang menganut 47:17 kehati-hatian gitu loh. Nah, sementara 47:21 puasa pun tidak boleh dinanti-nanti. 47:24 Kalau kita berkeyakinan sampai gurub, 47:27 sampai matahari terbenam, ya sampai 47:30 matahari terbenam tidak harus ditambah 47:32 lagi. Kecuali kita nganutnya puasanya 47:35 sampai malam, yaitu waktu-waktu isya. 47:39 Kalau kita nganutnya dalam waktu Isya, 47:41 ya berarti isya buka puasanya. Karena 47:44 ada yang ee memulai puasanya mulai dari 47:46 terbit fajar hingga malam. Mulai terbit 47:50 fajar hingga terbenam matahari. Kalau 47:53 berpemahaman sampai terbenam matahari 47:56 berarti magrib. Tetapi bagi mereka yang 47:59 memahami malam kemudian memahami malam 48:01 itu adalah isya. Karena kata mereka 48:04 kalau magrib itu cahaya masih ada. Nah, 48:07 sementara lail itu gelap gulita. 48:10 Ada, Ustaz. 48:11 Ada gitu loh, Mak. itu dengan mengambil 48:13 ayat. Kalau dia ya sampai malam, maka 48:16 dia sampai isya ya. Kalau kita sampai 48:19 terbenam mentarik. Karena malam itu bagi 48:23 kita pemahamannya diawali dengan 48:25 gurubnya matahari. Namanya perdebatan 48:29 gitu. Mana yang benar? Nanti terserah 48:31 kepada Allah mana yang [tertawa] 48:34 enggak usah ribut sekarang gitu. Anta 48:36 mana sekarang? Oh, sambil matahari 48:38 terbenam. Ya sudah sampai matahari 48:40 terbenam biarkan mereka sampai isya 48:42 karena pemahamannya sampai isya gitu 48:44 loh. Jadi 48:45 kata ee siapa ya? Ya ya ya ee Imam Ibnu 48:50 Katsir kalau tidak salah. Jadi takwa itu 48:53 wala tamutunna illa wa antum muslimun 48:56 yaitu puasa kalau mulainya mulai terbit 48:58 fajar hingga terbena matahari itu 49:01 definisinya itu aturannya ya berarti 49:03 mulai terbit fajar hingga terbang 49:05 matahari. He. 49:06 Jadi tidak harus ditambah-tambah atau 49:08 dikurangi gitu loh. Jadi pas aja sesuai 49:11 ukuran gitu takwa gitu loh ya. Jadi 49:15 kalau kemudian kita berijtihad sudahlah 49:17 karena saya sahurnya sudah qat maka 49:19 puasanya mestinya jam .00 saya 49:21 tambahilah jam .4 ya sama gitu loh. 49:25 Bahkan harus disegerakan berpuasa. buka 49:28 puasa itu tuh sampai ada anjuran untuk 49:32 berbuka puasa dengan se dengan segera 49:35 gituah ya demikian wallahuam 49:38 biswabu 49:40 bisab kalau di Al-Qur'an ini kan ustaz 49:42 ayatnya watimusiama ilil 49:46 itu gelap gulita gelap gulita 49:49 heeh jadi makanya dimaninya oleh mereka 49:51 ilal lail itu waktu isya 49:54 karena kalau magrib belum gelap gulita 49:57 gitu kata mereka gitu ya. Jadi namanya 50:00 pemahaman fikihlah gitu. Maka wallahuam 50:04 bisawab ya. Nah nanti mana yang benarnya 50:07 di sisi Allah lah nanti. Wah salah itu 50:09 mestinya begini. Iya menurut kita salah 50:12 itu benar ya. Menurut kita benar itu kan 50:15 gitu. Makanya karena ada kasus-kasus 50:18 yang tidak terjadi di zaman Nabi tapi 50:21 terjadi di zaman kita gitu loh. Seperti 50:25 begini. 50:27 Ketika kami umrah, itu kami ketika 50:30 menyangka sudah masuk magrib salat 50:32 magrib itu sudah salat magrib di daerah 50:35 mana gitu, negara mana. Enggak lama 50:37 kemudian kok terang lagi gitu loh. 50:41 [tertawa] 50:42 Apa kemudian harus diulang lagi salat 50:44 salat magribnya? Kan begitu 50:46 pertanyaannya. Nah, ada ikhwan kita yang 50:49 hati-hati salat magrib lagi. Ah, saya 50:50 mah karena sudah tadi sudah salat magrib 50:53 ngapain salat dua kali? Kan begitu. Nah, 50:56 jadi maka sekali lagi dikembalikan 50:58 kepada 51:00 dikembalikan kepada ee dihen 51:03 dikembalikan kepada pemikiran kita, 51:05 pemahaman kita. Ya, kalau dianggap saya 51:08 sudah salat magrib, ya udah enggak usah 51:10 salat magrib lagi kan gitu. Apalagi 51:12 [tertawa] 51:13 masyaallah sudah salat magrib dijamak 51:16 lagi isya gitu loh. Ah, gitu kok masih 51:19 terang ya ng itu terjadi itu ketika kami 51:22 umrah. Masyaallah ya. Akhirnya ee apa 51:26 namanya ini kan ee Heeh ya men ijtihad 51:30 fikhiah yang belum pernah terjadi di 51:33 zaman para ulama kan begitu. [tertawa] 51:36 Masyaallah lah gitulah ya. Wallahuam 51:39 bisawab. 51:41 Wallahuam bisawab. Ini yang bertanya ee 51:44 menambahi. Maklum ustaz saya di rumah 51:46 sendiri ustaz. 51:47 Oh masyaallah. Barakallahu fikum. Iya ya 51:49 enggak ada mengingatkan. Oke. Baik. Ini 51:52 bagi yang hidupnya sendiri di rumah gitu 51:55 loh, 51:56 pakai timer aja 51:58 ya. Misalnya, oh bangun saya ee apa 52:01 namanya sekarang subuh setengah berapa? 52:05 Ya, jam . L jangan lama-lama kan ada 52:08 setengah jam tuh katakanlah kurangi wudu 52:10 dan macam-macam 10 menit masih ada waktu 52:13 15 menit kalau mau disisakan 5 menit ke 52:16 subuh gitu loh ya. Heeh. Jadi pakai 52:19 timer. Maka oleh sebab itu saya tidak 52:22 menyatakan 52:24 bidah kepada mereka yang bangunkan waktu 52:27 sahur. 52:29 Meskipun sebagian orang merasa 52:31 terganggu, tapi kebanyakan mereka merasa 52:35 dibangunkan. Asal jangan terlalu malam 52:38 bisa gitu ya. Tadi kan misalnya .30 lah 52:42 bangunkannya. Heeh. Ya, tetapi juga 52:46 tidak masalah mereka juga tidak tiap 52:48 hari kok. Tapi lagi-lagi kan namamannya 52:51 manusia beda-beda ya gitu. Maka kemudian 52:54 saya mendukung juga kepada tim yang 52:57 membangunkan sahur. 52:59 Wah, saya tidak mengatakan bidah dolalah 53:02 nak saya gitu. Bahkan bersyukur, 53:04 berterima kasih. Saya kadang sering 53:06 terganggu karena baru jam atau .30 T 53:10 bahkan dia sudah nabuh apa? Dulang 53:13 keliling sambil baca selawat. 53:16 Awal-awalnya kesal. Tapi saya pikir 53:18 kembali, "Oh, iya ya. Lebih baik apa ee 53:22 bangun lebih awal daripada kesiangan, 53:24 kan begitu gitu ya." Nah, nanti kemudian 53:27 nyesal ketika bangun kesiangan, nyesel. 53:29 Duh, kok enggak ada yang bangunkan. 53:32 Dibangunkan marah-marah ketika kesiangan 53:34 kok enggak ada yang bangunkan kan gitu. 53:37 Itulah manusia gitu ya. Ya. Baik. Saya 53:39 kira seperti itu. Wallahuam 53:42 bisawab. 53:44 Wallahuam bisawab. Demikian semoga dapat 53:47 menjawab. Baik, Ikhwan akhwat. Kami akan 53:51 istirahat sejenak. Terima kasih. Ee 53:53 tetap di radio silaturahim. Kami akan 53:55 segera kembali. 54:14 Terima kasih. Terima kasih ikhwan akhwat 54:16 masih bersama Radio Silaturahim. Saat 54:19 ini Anda sedang menyaksikan siaran live 54:21 tausiah sore bersama Ustaz Ahmad Saleh. 54:24 Alhamdulillah kita masih melanjutkan 54:28 diskusi menjawab pertanyaan-pertanyaan 54:30 dari ikhwan akhwat. 54:32 Kemudian selanjutnya dari Ibu Sundari. 54:38 Asalamualaikum warahmatullahi 54:39 wabarakatuh, Ustaz. 54:40 Waalaikumsalam warahmatullahi 54:42 wabarakatuh. 54:43 Terima kasih, Ustaz, atas tausiahnya. 54:46 Kami alhamdulillah menyimak melalui 54:48 radio. 54:49 Masyaallah. Barakallahu fikum. 54:51 Kemudian 54:53 Ibu Fani. 54:56 Alhamdulillah, Ustaz, saya menyimak. 54:58 Terima kasih. E saya sedang 55:02 sakit badan sakit panas, Ustaz. Ma 55:05 masyaallah. Syafaqillah tabaraka wa 55:07 taalaurun warahmatun. Insyaallah. 55:11 Amin. Jazakumullah khairan kasir. Ini 55:13 saya lagi otw ke rumah sakit, Ustaz. 55:17 Masyaallah. Maasalamah. H. 55:20 Kemudian pertanyaan berikutnya dari 55:25 Ibu Asma di Jakarta Selatan. 55:27 Asalamualaikum warahmatullahi 55:29 wabarakatuh, Ustaz. 55:30 Waalaikumsalam warahmatullahi 55:32 wabarakatuh, 55:34 Ustaz. Ee untuk bulan Ramadan 55:37 kemudian kita mau umrah di bulan 55:39 Ramadan. Kita naik pesawat dari 55:42 Indonesia ke Makkah. Berarti 55:45 bukanya tambah 9 jam ya, Ustaz. Juga 55:49 sebaliknya dari Makkah ke Indonesia 55:53 kurang 9 jam, Ustaz. Demikian, Ustaz, 55:55 pencerahannya. 55:57 Iya, itu 55:58 iya. Masyaallah. Jadi, paling tidak 56:01 memang ada deviasi dari 0 sampai 4 jam 56:05 itu selisihnya baik bertambah. Karena 56:09 nanti biasanya berangkat jam 12.00 56:11 magribnya itu di daerah Bangladesh kalau 56:14 enggak salah gitu loh. Jadi belum ke 56:17 Makkah, magribnya sudah dapat di jalan 56:20 tapi tetap ada tambahan gitu. Tapi 56:22 sebaliknya dari Makkah juga kembali ke 56:25 Indonesia jadi berkurang. puasanya gitu 56:27 loh. Jadi berkurang puasanya 0 sampai 4 56:31 jam gitu loh. E sampai 4 jam kan gitu. 0 56:34 sampai 4 jam. Jadi 0 sampai 4 jam tuh 56:36 berkisar kekurangannya, kecepatannya. 56:40 Kalau apa namanya? Kalau konstan itu 56:43 berarti 4 jam kan. Serihnya kita dengan 56:45 Saudi kan 4 jam. Tetapi karena magribnya 56:49 di tengah jalan ya sudah keluar dari 56:52 Saudi. Kemudian magribnya itu di mana 56:55 gitu loh. Jadi memang apa namanya bisa 56:57 berkurang. Nah, tapi memang Allah ma 57:00 adil gitu biasanya. Nah, tetapi 57:03 bagaimana dengan yang ee memulai 57:06 puasanya 57:08 seperti tadi mulai puasanya di Saudi. 57:10 Nah, pulangnya juga setelah selesai 57:12 puasa kan enggak ada masalah itu mah. 57:14 Tapi jangankan Saudi dengan Indonesia, 57:17 misalnya saya waktu ke Kupang gitu ya, 57:21 berangkat dari sini ee apa namanya? Jam 57:24 . Gitulah ya, jam .00 malam. Jam .00 57:28 malam sampai sana jam 0.00. Berarti saya 57:32 sudah apa namanya? Sudah ee boleh 57:36 dibilang sudah melampaui du eh melampaui 57:40 2 jam, melampaui 1 jam. Jadi berkurang 1 57:43 jam karena saya mulai nahannya hanya 57:46 lebih lebih dulu mulai nahannya. Jadi 57:49 boleh dibilang mulai nahannya ee apa ni 57:52 seakan-akan kalau misalnya puasanya 57:54 katakan 6 jam jadi 7 jam tapi saat 57:58 pulang begitu juga berkurang gitu loh 58:01 ya. Jadi memang karena ada selisih waktu 58:04 ya, ada selisih waktu. Tapi sekali lagi 58:07 kan itu menjadi diabaikan karena memang 58:10 tujuannya itu bukan lapar, bukan dahaga, 58:13 tapi tujuannya adalah kompetensinya 58:16 adalah karakter ketakwaan gitu loh. Jadi 58:20 menjadi tidak ada masalah. Ongkok tetap 58:23 ada menjadi ya sudah bagi mereka yang 58:25 memahami fikihnya masih fikihnya fikih 58:28 seperti itu ya enggak apa-apa 58:29 dipelajari. Betul gitu loh ya. Hanya 58:32 sekali lagi pokoknya kita mulai nahan 58:36 mulai terbit fajar gitu lah. Kalau 58:39 berangkat dari Soekarno jam .00 terbit 58:41 fajarnya misalnya misalnya kan ee jam 58:45 0.30 mestinya waktu Indonesia Barat. 58:48 Iya. 58:48 Tapi kemudian karena sudah masuk waktu 58:50 Indonesia Timur bukan lagi jam 0.30 30 58:54 gitu loh. Bisa jadi lebih awal ya, bisa 58:58 jadi jam ee jam .00 misalnya gitu kan. 59:02 Terus berkurang, berkurang, berkurang. 59:04 Nanti buka puasanya bisa lebih cepat 1 59:07 jam gitu loh ya. Karena mah waktunya 59:11 menggunakan waktu Indonesia Tengah gitu 59:14 loh, tidak lagi waktu Indonesia Barat 59:17 gitu loh ya. Jadi kalau memang kita 59:20 masih terikat dengan fikih itu ya tetap 59:23 dilaksanakan. 59:25 Tapi yang jelas adalah bagaimana 59:27 pencapaian ketakwaan itu yang semestinya 59:30 kita perhatikan gitu ya. Demikian 59:34 wallahuam 59:36 bisawab. 59:38 Wallahuam bisawab. Demikian Ibu Asma 59:42 semoga dapat menjawab. 59:45 Berikutnya 59:47 pertanyaan 59:49 dari Bapak Ridwan. Asalamualaikum 59:52 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 59:54 Waalaikumsalam warahmatullahi 59:56 wabarakatuh. 59:58 Ustaz dalam berdusta 1:00:02 ketika kita 1:00:04 menggunakan media atau pembuatan film 1:00:08 banyak menggunakan 1:00:10 ee misalnya green screen, Ustaz. 1:00:13 Bagaimana hukumnya menggunakan media 1:00:15 yang bisa memperindah visualisasi atau 1:00:17 gambar seperti itu, Ustaz? Jazakullah 1:00:19 khairan k. 1:00:20 Baik. Baik. Kalau film gitu loh, kan 1:00:23 film mah bohong. 1:00:24 Meskipun itu apa? true story. Meskipun 1:00:28 judulnya cerita benar, tapi karena film 1:00:31 ya berarti bohong gitu loh. 1:00:35 Bikin film atau sandiwara 1:00:38 itu pada dasarnya dibenarkan. 1:00:41 Kenapa? Karena ada hadisu Jibril. Karena 1:00:44 ada hadis Jibril. Jibril pun pura-pura 1:00:48 berderama. 1:00:50 Pura-pura nanya kepada Rasulullah. 1:00:52 Akbirni anil iman. Kabarkan kepadaku 1:00:55 tentang iman. Pertanyaan memang Jibril 1:00:58 enggak tahu iman tuh apa gitu. Islam tuh 1:01:01 apa? Ihsan tuh apa. Tapi kenapa 1:01:03 pura-pura nanya? Oh, ternyata Nabi 1:01:06 jelaskan 1:01:07 ee apa namanya? Hua Jibrilu atakum 1:01:11 yuallimu dinukum. Itu Jibril datang 1:01:14 kepadamu mengajarkan agama kamu. Oh, 1:01:17 jadi sandiwaranya Jibril itu dalam 1:01:20 rangka mengajarkan. Kita pun buka buat 1:01:24 cerita. Tapi di dalamnya ada unsur 1:01:28 pembelajaran, ada unsur edukasi. Maka 1:01:32 setiap yang terjadi di dalamnya itu 1:01:35 ditujukan untuk edukasi termasuk 1:01:38 penipuan dalam tanda petik e green 1:01:41 screen kan gitu loh ya. Karena tujuannya 1:01:45 untuk mengajari enggak ada masalah gitu 1:01:47 loh ya. E tapi yang jelas tadi tujuannya 1:01:51 ee green screen itu untuk mendukung 1:01:54 nilai cerita gitu ya. Jadi sekali lagi 1:01:57 meskipun itu true story, kalau sudah 1:02:01 jadi film berarti bohong. Nah kita harus 1:02:04 ngambil bisa ngambil manfaatnya. Tadinya 1:02:07 saya ragu, 1:02:09 ah film bohong, drama bohong, e gitu ya. 1:02:14 Tapi kemudian saya baca hadis Jibril di 1:02:17 antara di antara pensyarahnya dia 1:02:20 katakan inilah dalil bolehnya 1:02:23 bersandiwara gitu loh ya. Karena tadi 1:02:27 Jibril pura-pura nanya kepada Nabi. 1:02:29 Memang Jibril enggak tahu apa gitu gitu 1:02:31 loh. Oh itu pura-puranya pura-pura 1:02:35 mengajarkan agama kepada para saha para 1:02:39 sahabat. Maka dijadikanlah rujukan, 1:02:42 dijadikan dalil bolehnya membuat derama 1:02:47 atau 1:02:48 sandiw. 1:02:48 Heeh. Gitu. Demikian. Wallahuam 1:02:52 bisawab. 1:02:55 Wallahuam bisawab. Demikian semoga dapat 1:02:57 menjawab. M ada para pejuang. Oh ini 1:03:02 yang tadi sudah tadi bertanya tentang 1:03:05 sakit gigi, Ustaz. 1:03:06 Oh iya. Kemudian 1:03:12 Bapak Fajar alhamdulillah menyimak, 1:03:15 Ustaz. 1:03:16 Ibu Fani masih dalam perjalanan menuju 1:03:19 rumah sakit. 1:03:20 Masyaallah. Masyaallah. 1:03:21 Baik, Ikhwan Akhwat. Demikian, Ustaz, 1:03:24 kita sebagai penutup kesimpulan atas 1:03:28 tentang haram berdusta. Tafadul Ustaz 1:03:30 Nam. Jadi kesimpulannya hendaknya kita 1:03:33 belajar untuk berkata jujur. 1:03:36 Karena jujur itu akan menunjukkan 1:03:39 kepada kebaikan. 1:03:41 Kebaikan akan menunjukkan ke dalam 1:03:43 surga. Jadi boleh dibilang pintu surga 1:03:46 itu dimulai dengan jujur. Pintu surga 1:03:48 gitu loh. Begitu juga dengan kedustaan. 1:03:52 Kedustaan itu menunjukkan kepada 1:03:54 kefajiran. Kefajiran menunjukkan kepada 1:03:58 neraka. Jadi seakan-akan neraka itu 1:04:00 dimulainya dengan kedustaan. 1:04:03 Maka oleh sebab itu meskipun dusta itu 1:04:06 boleh dalam satu kondisi sebaiknya jujur 1:04:09 gitu loh. Sekali lagi tuh meskipun dusta 1:04:12 itu boleh dalam satu kondisi, tapi 1:04:14 diupayakan tetap jujur, khawatir nanti 1:04:17 kalau kita mengambil ruksah gitu ya. 1:04:21 Ruksah bolehnya jujur, bolehnya dusta, 1:04:24 akhirnya nanti jadi terbiasa. Kan kita 1:04:26 mah begitu ya. Rush, rusoh, ruso kita 1:04:30 banyak pinjam karena lama pinjam 1:04:32 kemudian nanti ngaku gitu loh ya. Pinjam 1:04:35 ya lama pinjamnya akhirnya diaku jadi 1:04:37 milik kita. Nah, begitu juga tadi ya 1:04:41 berdusta itu kan pinjam boleh saya 1:04:44 dusta, dusta dusta dusta. Akhirnya kamu 1:04:47 dia karakter. 1:04:48 Nah, itu lebih berbahaya ya. Tetapi oleh 1:04:51 sebab itu tetap kita semaksimal mungkin 1:04:55 mengutamakan kejujuran. Demikian yang 1:04:59 dapat saya simpulkan. Wasallallahu ala 1:05:02 nabiyina Muhammadin. Wasalamualaikum 1:05:05 warahmatullahi wabarakatuh. 1:05:08 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:05:10 wabarakatuh. Jazakumullah khairan 1:05:11 khairan. Ustaz sudah hadir 1:05:15 mengajarkan kita syarah riyadus shihin 1:05:18 tentang haram berdusta. Demikian ikhwan 1:05:21 akhwat tiga hadis yang sudah disampaikan 1:05:23 oleh Ustaz Ahmad Saleh tentang haram 1:05:26 berdusta semoga menjadi bekal untuk 1:05:29 menyambut bulan Ramadan. Saya Fauzi 1:05:31 Ridwanul Ha mohon maaf dan mohon diri. 1:05:35 Subhanakallahumma wabihamdika ashadu 1:05:38 alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu 1:05:40 ilaik. Asalamualaikum warahmatullahi 1:05:42 wabarakatuh. Waalaikumsalam 1:05:44 warahmatullahi.