Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.
- Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad
- ali sayyidina Muhammad. Alhamdulillah
- kita berjumpa lagi hari ini dalam acara
- renungan di bawah naungan Al-Qur'an
- dalam edisi tanya jawab. Silakan kirim
- pertanyaan Anda ke kami. Kami tunggu di
- 0811999720.
- Nanti insyaallah akan dijawab oleh Ustaz
- Husin bin Hamid Alatas.
- Hari ini juga ada tentu saja Oni Saputra
- dan Algi.
- 3 April 2026 16 Syawal 1447
- hari Jumat.
- Silakan kirim pertanyaan Anda. Baik. E
- asalamualaikum Ustazin.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Baik kita mulai acara ini dengan membaca
- al-Fatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim.
- iki yaumiddin
- iyaka na'budu wa iyyaka nasta'
- ihdinasirat
- mustaqim
- shathalladzina
- an'amta alaihim
- ghairil maghdubi alaihim walad
- Amin. Alhamdulillah dengan kita membaca
- alfitah mudah Allah mudahkan kita dalam
- memahami jawaban-jawaban yang diberikan
- oleh Ustaz Husein bin Hamid Alattas.
- Baik, pertanyaan pertama datang dari
- hamba Allah di Purwakarta.
- Asalamualaikum, Ustaz Husein.
- Waalaikumsalam warahmatullahi.
- Ustaz, seorang suami yang ingin menikah
- lagi, apakah harus minta izin dulu
- kepada istri pertamanya? Karena kalau di
- dia dia PNS harus seizin. Bila tidak ada
- izin itu dianggap pelanggaran berat. Itu
- kalau di PNS. Demikian.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- abdika
- wa rasulika sayyidina wa nabina
- Muhammadin wa alihi wasohbihi wasallim.
- Allahumma atina minika rahmah waimna min
- ladunka ilman nafi' unfaana bimaamtana.
- Allahumma inna naudubika an nadilla au
- nudol au nazilla au nuzal au nadlima
- nudlama najhala yuj alma ba'du.
- Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah.
- Allah Subhanahu wa taala menjadikan
- perkawinan sebagai ikatan
- di antara seorang muslim dan muslimah
- agar mereka dapat mengarungi kehidupan
- yang penuh dengan cobaan dan tanggung
- jawab ini
- dalam suasana yang penuh dengan rahmah
- dan sakinah yang akan membantu mereka
- untuk dapat menjalankan kan tugas
- mereka.
- Oleh karena itu,
- Allah Subhanahu wa taala
- memerintahkan kita untuk menjaga
- betul-betul
- rumah tangga kita dengan sebaik-baiknya.
- Di samping kita melindungi diri kita,
- melindungi juga keluarga kita dari azab
- api neraka.
- menciptakan suasana yang penuh dengan
- keharmonian dengan menggauli pasangan
- kita dengan
- pergaulan yang akan dapat betul-betul
- memupuk rasa cinta, rasa percaya di
- antara sesama
- keluarga.
- Maka apa saja yang dapat merusak
- kehidupan perkawinan merupakan hal yang
- harus kita jauhkan
- yang merusak ketentramannya,
- yang akan dapat merusak juga
- keharmoniannya.
- Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa
- taala haramkan atas kita perbuatan keji
- dan mungkar.
- Karena kedua perbuatan ini dapat merusak
- kehidupan rumah tangga kita dan merusak
- juga generasi manusia.
- yang lahir dari keluarga-keluarga
- yang hidup mereka
- dalam suasana yang tidak nyaman dan
- tidak berada di atas jalan Allah
- Subhanahu wa taala.
- Seorang laki-laki
- bila menikahi seorang wanita,
- dia telah menjalankan tugasnya
- memperlakukan istrinya dengan baik dan
- mulia. Kemudian dia merasa bahwa
- kebutuhannya masih belum terpenuhi. Dia
- khawatir dirinya akan terjerumus dalam
- perzinaan. Ya, kalau dia bertahan hanya
- dengan satu istri. Dia dibolehkan
- dalam Islam untuk menikah lebih dari
- satu, tapi dengan persyaratan
- dia mampu untuk betul-betul menjaga
- keseimbangan di antara kedua istrinya.
- Tapi kalau dia tidak mampu untuk menjaga
- keseimbangan di antara kedua istrinya,
- perkawinan tersebut membawa mabrurat
- baginya, bagi keluarganya, maka dengan
- sendirinya perbuatan ini perbuatan yang
- diharamkan.
- Allah berfirman dalam suratun nisa, wain
- khiftum alla tuqsitu fil yatama
- fkihu maakum minanisa matnaulata warub.
- Allah subhanahu wa taala memberikan
- bimbingan
- kepada kita semua dengan bimbingan yang
- sebaik-baiknya.
- Apabila kalian
- menikahi
- wanita yang berstatus sebagai yatim,
- kalian tidak dapat memperlakukan dirinya
- dengan cara yang adil dalam hak-haknya,
- maka dalam hal ini lebih baik kalian
- memilih wanita lain yang tidak berstatus
- yatim, ya, yang tidak dalam keadaan
- lemah hingga kalian dapat memperlakukan
- dirinya secara semenang.
- maka hendaknya kalian kawin dengan
- wanita yang kalian sukai.
- Baik itu ya memiliki dua istri, tiga
- istri atau empat istri.
- Ayat ini menanggapi tradisi kebiasaan di
- tengah masyarakat
- Islam yang masih belum terbebas dari
- budaya jahiliah.
- Di mana kalau seorang laki-laki
- meninggal dunia memiliki anak perempuan,
- maka anak perempuan ini begitu pula
- hartanya ya berada di bawah apa? di
- bawah ee tanggungan dari saudara
- almarhum itu paman anak ini. Jadi paman
- ini yang memegang hartanya begitu juga
- yang mengurus anak perempuannya.
- Nah, terkadang
- si paman berpikir daripada wanita ini
- menikah dengan pria lain,
- hartanya akan pindah kepada mereka,
- lebih baik dinikahkan wanita ini yang
- merupakan kemenakannya dengan putranya.
- Tapi tanpa diberikan haknya, baik itu
- maharnya bahkan hartanya bisa juga
- diambil alih.
- Maka untuk menghindari terjadinya
- kezaliman pada harta anak yatim
- atau memperlakukan mereka dengan
- perlakuan yang tidak adil, tidak
- memberikan mahar maupun hak mereka,
- Allah ingatkan daripada kalian berlaku
- aniaya, tidak memberikan hak wanita yang
- berstatus yatim, sebaiknya kalian
- menikah dengan wanita lain yang kalian
- sukai daripada menikah dengan tujuan
- yang tidak baik.
- Maka menikahlah dengan wanita lain, baik
- ee dengan memiliki dua istri, tiga istri
- atau empat istri.
- Tapi setelah itu Allah ingatkan, "Fain
- khiftum alla tadilu." Kalau kalian tidak
- mampu untuk berlaku adil, menjaga
- keseimbangan di antara dua istri,
- membuat kalian berat sebelah, fawahidah
- a ma malakat aimanukum.
- Fawahidatanakatukum
- wahidah. Hendaknya kalian cukup beristri
- satu
- atau kalian ya menyerukan kebutuhan
- kalian terhadap hamba-hamba sahaya
- kalian yang kalian miliki.
- Pada masa dahulu kala seorang istri
- tidak akan cemburu apabila suaminya
- memiliki hamba sahaya. Kemudian
- digaulinya ya sesuai dengan aturan
- Islam. [berdehem]
- Dan wanitanya dengan sendiri menjadi
- milik tuannya, bukan milik atau tidak
- dapat dimiliki oleh orang lain. Karena
- si tuannya menggaulinya apabila dia
- memiliki anak itu menjadi anak tuanya
- dari si wanita dengan sendirinya menjadi
- wanita merdeka karena dia telah
- melahirkan anak bagi tuannya.
- Jadi kalau seandainya kalian tidak mampu
- berlaku adil maka cukup satu istri.
- Jangan kalian menikah lebih daripada
- satu. Aakatimanukum
- atau terhadap hamba-hamba sahaya kalian.
- Ini untuk menjaga keseimbangan
- keharmonian rumah tangga kalian juga
- untuk tidak memberatkan kalian hingga
- kalian terjerumus dalam kezaliman.
- Jadi kalau seandainya seorang laki-laki
- mampu
- untuk menjaga keseimbangan dengan
- beristri dua atau tiga, itu menjadi
- haknya. Dan yang terbaik memang dia
- beritahukan pada istrinya supaya
- istrinya siap hingga dia tidak harus
- sembunyi-sembunyi.
- Cuma ada sebagian orang mengatakan,
- "Ustaz, kalau saya sampaikan secara
- terang-terangan, pasti istri tidak akan
- menerima. Bisa-bisa dia akan minta
- cerai. Sedangkan saya punya kebutuhan
- yang tidak mampu dipenuhi oleh istri
- saya. Bisa saja istrinya ee sudah tidak
- mampu lagi digauli oleh suaminya karena
- ada penyakit, ada kendala, atau mungkin
- dia menopaus enggak untuk digauli oleh
- suaminya.
- Kalau saya bercerita buka bukaan, istri
- saya tidak akan menerima dan dia akan
- meminta cerai. Sedangkan sudah memiliki
- anak. Saya tidak menginginkan keributan
- dalam rumah tangga. Maka saya menikah
- secara sembunyi-sembunyi.
- Menikah secara sembunyi-sembunyi memang
- dibolehkan tanpa harus ada izin dari
- istri. Tapi ini beresiko untuk
- terjadinya apa? Terjadinya keributan di
- belakang hari. Tapi yang paling penting
- kita pahami kalau Anda menikah lebih
- dari satu, hendaklah pernikahan tersebut
- tujuannya bukan untuk tujuan hanya
- sekedar untuk mengumbar nafsu,
- tapi untuk menjaga diri dari apa yang
- diharamkan Allah dan kewajiban Anda
- memperlakukan istri-istri Anda dengan
- cara yang adil.
- Nah, dalam ayat ini Allah sebutkan di
- sini dua kata ya yang diterjemahkan
- dalam bahasa Indonesia
- dengan arti keadilan yaitu aqsat ysitu.
- Yang kedua adalah adala yadilu.
- Sebetulnya kedua kata ini menunjukkan
- keadilan dalam arti yang berbeda. Kalau
- aksat yuksi itu artinya keadilan dalam
- pemberian.
- Apabila kalian khawatir tidak dapat
- berlaku adil pada anak-anak yatim dengan
- memberikan hak mereka secara apa? Secara
- benar,
- maka kalian cukup menikah dengan satu
- istri.
- Kalau kalian tidak mampu menikahi, tidak
- mampu berlaku adil dengan memberikan hak
- anak-anak yatim, ya sebagaimana haknya,
- lebih baik kalian menikah dengan wanita
- lain. Karena biasanya seorang laki-laki
- kalau menjumpai wanitanya lemah, tidak
- ada pembelanya, diperlakukan secara
- semena-mena.
- Jadi kadang-kadang gilirnya
- semau-maunya, begitu juga nafkahnya
- sekehendak hatinya, tidak memberikan
- nafkah yang wajar baginya. Nah, kalau
- kalian bisa seperti ini, sebaiknya
- kalian menikah dengan wanita lain yang
- kalian sukai dan kalian perlakukan
- mereka dengan cara yang semestinya
- sebagai seorang istri.
- Adapun kata ada laadilu menggambarkan
- keseimbangan.
- Kalau orang punya dua istri, dengan
- sendiri dia mesti jaga keseimbangan di
- antara keduanya.
- Tapi kalau dia hanya punya satu istri,
- dengan sendirinya kewajiban dia untuk
- memenuhi haknya ya sebagaimana mestinya.
- Jangan dianiaya, jangan diperlakukan
- secara tidak benar. Jadi kata Aqsat
- menunjukkan keadilan dalam pemberian.
- Sedangkan adalah ya adil menggambarkan
- keadilan dalam apa? Dalam menjaga
- keseimbangan tidak berat sebelah di
- antara keduanya atau di antara tiga
- istrinya. Jadi pertanyaan tadi ya
- jawabannya secara singkat. Dia boleh ya
- menikah sembunyi-sembunyi.
- Tapi resikonya
- apabila
- ketahuan di kemudian hari akan
- menimbulkan persoalan. Bahkan bisa saja
- dengan sembunyi-sembunyi dia tidak
- memberikan hak yang kedua sepenuhnya
- karena takut pada istri yang pertama.
- Nah, sebaiknya kalau Anda ingin menikah
- lebih dari satu atau tiga, hendaknya
- Anda bercerita pada istri Anda,
- menjelaskan keadaannya supaya dia siap.
- Mungkin dia sakit hati, tapi apabila
- Anda perlakukan dia dengan cara yang
- mulia, insyaallah dia akan menerima.
- Seandainya Anda sebagai PNS kalau dia
- sudah menerima setuju, dia bisa apa?
- Bisa menandatangani persetujuan hingga
- Anda tidak dianggap melakukan
- pelanggaran.
- Sepertinya ada sebagian pegawai negeri
- yang menikah lebih dari satu, istrinya
- bisa menerima. Bahkan di hadir di
- hadapan pengadilan, si istri menjelaskan
- bahwa saya setuju suami saya menikah
- dengan wanita lain. Ini sebetulnya lebih
- aman dengan syarat si laki-laki
- harus memperlakukan
- istrinya dengan cara yang adil, penuh
- keseimbangan. Ini intinya. Karena kalau
- mereka merasa bahwa suami mereka
- memperlakukan mereka dengan adil,
- pertama-tama terasa berat tapi
- lama-kelamaan tidak ada satuun yang
- dirugikan. Semua dicintai, diperlakukan
- dengan cara yang mulia. Tapi kezaliman
- ini yang dapat merusak kehidupan rumah
- tangga kita. Wallahuam.
- Baik, pertanyaan selanjutnya
- apa nih?
- Dari
- Ibu Purnawa Purnamawati, Cikarang
- Selatan. Asalamualaikum, Ustaz Husin.
- Waalaikumsalam warahmatull.
- Saya punya kambing dipelihara di Lampung
- dengan sistem bagi hasil. Bila kami
- ingin berkorban, bagaimana mekanismenya,
- Ustaz?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Ibu yang [berdehem]
- memiliki kambing yang diserahkan kepada
- orang untuk mengembang biakkannya,
- merawatnya dengan cara bagi hasil dengan
- sendirinya kalau ibu ingin berkorban,
- yang ibu korbankan itu merupakan
- kambing yang menjadi hak ibu.
- Jadi kalau seanda ibu memiliki katakan
- empat ekor kambing
- ya dirawat dan dibesarkan ya oleh orang
- yang merawatnya melahirkan 8 ekor
- kambing.
- Berarti
- dua kambing ya yang tumbuh dari hasil
- empat kambing tersebut milik yang
- merawat dua kambing milik ibu. Jadi
- kalau ibu ingin berkorban, ibu korbankan
- yang menjadi hak ibu ya. Adapun yang
- menjadi hak yang merawat kambing
- tersebut, kalau dia ingin juga
- berkorban, itu menjadi hak dia. Tapi
- jangan korbannya ibu ya dengan mengambil
- yang menjadi hak orang lain.
- Jadi tetap yang ibu korbankan yang
- menjadi hak ibu. Bahagian ibu itu ibu
- korbankan.
- Baik.
- Adapun yang merawat [berdehem]
- tergantung ke bawahnya. Apakah dia mau
- berkorban atau tidak itu kembali
- kepadanya. Jangan kita memaknakan
- kehendak kita atas dirinya. Wallahuam.
- Baik, selanjut Ibu Tari di Bali.
- Asalamualaikum, Ustaz Husein.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Ustaz, apa batas antar toleransi dan
- mempertahankan prinsip dalam Islam?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- [berdehem]
- Rabbana zidna ilman wa alhikna
- bisolihin.
- Kita sebagai kaum muslimin,
- umat yang berserah diri kepada Allah,
- dengan sendirinya kita
- dengan
- mengaku sebagai seorang muslim dan
- muslimah, kita wajib tunduk berserah
- diri kepada Allah sepenuhnya mengikuti
- apa yang Allah perintahkan dan menjauhi
- apa-apa yang dilarang oleh Allah
- Subhanahu wa taala.
- Dan kita sebagai kaum muslimin, Allah
- perintahkan untuk selalu betul-betul
- bersikap adil dan berbuat kebajikan
- terhadap sesama manusia. Bukan hanya
- terhadap sesama kaum muslimin, tapi
- terhadap sesama manusia. Kita bekerja
- sama bersama kaum muslimin maupun dengan
- orang-orang di luar Islam dalam beramar
- makruf, bernahi mungkar, mengajak kepada
- setiap kebaikan. kemudian dapat bekerja
- sama mencegah dari setiap keburukan.
- Adapun keyakinan masing-masing.
- Jadi kita dapat bekerja sama dengan umat
- Nasrani, begitu juga dengan umat
- Yahudinya.
- Dalam kebajikan dan kebaikan kita
- bersama-sama.
- bersama-sama juga dalam memberantas yang
- mungkar, dalam memberantas segala hal
- yang dapat merusak kehidupan
- ee kita satu dengan lainnya.
- Tetapi kalau menyangkut hal-hal yang
- sifatnya prinsip
- yang berkaitan dengan keimanan,
- keyakinan, dan tuntunan
- agama yang mengatur kehidupan kita, maka
- dalam hal ini kita tidak dibenarkan
- melakukan toleransi.
- Contoh umpamanya seorang muslim
- diperintahkan Allah subhanahu wa taala
- untuk betul-betul menjalankan perintah
- Allah mendirikan salat ya juga
- mengeluarkan zakat menjalankan ibadah
- siam berhaji ke tanah suci kemudian
- wanita-wanita diperintahkan untuk
- menutupi aurat mereka
- kemudian kita diajak untuk menghadiri
- acara menghadiri
- acara
- acara bersama
- nonmuslim.
- Karena mereka tidak menutupi aurat
- mereka dengan baik. Menutupi apa? Tubuh
- mereka. Sebagaimana aturan Islam, kita
- juga melakukan hal yang sama dengan
- alasan toleransi.
- Ini tidak dibenarkan dalam agama.
- Berarti kita mengorbankan ya atau kita
- membelakangi Allah demi mencarikan
- mencari keridaan manusia.
- Oleh karena itu, orang-orang yang
- beriman mereka akan lebih mengutamakan
- keridaan Allah dari keridaan siapun.
- Lebih mengutamakan apa yang datang dari
- petunjuk Allah dari petunjuk siapapun.
- Selagi ada pertentangan antara petunjuk
- Allah, apa yang datang dari Allah dengan
- kehendak manusia, maka kita sebagai
- mukmin, kita wajib untuk mengutamakan
- dan mematuhi kehendak Allah Subhanahu wa
- taala. sebagai bukti bahwa kita lebih
- mencintai Allah, lebih mengutamakan
- Allah dari selainnya. Tapi dalam urusan
- yang bersifat umum ya, yang kembali
- kepada hal-hal yang bersifat makruf ya.
- Kemudian kita diajak bekerja sama untuk
- apa? Untuk menaburkan, menyebarkan yang
- makruf, kita harusnya terdepan.
- Demikian pula dalam memerangi yang
- mungkar seperti narkoba, pergaulan
- bebas, juga menyebarnya kejahatan. Kita
- diajak bekerja sama dengan nonmuslim,
- kita menyambutnya dengan baik. Kita akan
- tampil di depan untuk melakukan hal
- tersebut.
- Tapi kalau sudah berkaitan dengan urusan
- iman, keyakinan dan agama kita, maka
- jawabannya lana a'aruna wakum
- a'malarukum atau lakum dinukum
- waliyadin. Kita tidak memaksakan mereka
- untuk mengikuti keyakinan kita. Kita
- juga apa? Tidak dapat menerima
- kalau mereka memaksakan kehendak mereka
- atas kita.
- Oleh karena itu Allah berfirman dalam
- surah almumtahanah,
- lahakumullah.
- Allah tidak melarang kalian. Anilladzina
- lam yuqatilukum fiddin walam yukhrijukum
- min diarikum anabarruhum tuqsitu ilaihim
- inallaha yuhibbulidin.
- Allah tidak melarang kalian
- untuk menggauli dan berlaku baik,
- berlaku adil.
- terhadap orang-orang yang tidak
- memerangi kalian dalam agama kalian,
- tidak juga mengusir kalian dari
- rumah-rumah kalian. Allah tidak melarang
- kalian untuk memperlakukan mereka dengan
- bajik. Ya, menolong mereka, membantu
- mereka, berbuat kebaikan kepada mereka.
- Watsitu ilaihim dan berlaku adil
- terhadap mereka. Inallah yuhibbulin.
- Sungguh Allah amat mencintai orang yang
- berbuat kebajikan dan menegakkan
- keadilan.
- Innama yanakumullah alilladina qatalukum
- fiddini wa akhrajukum min diarikum. Tapi
- yang dilarang oleh Allah
- untuk bekerja sama berbuat kebajikan
- yaitu terhadap mereka-mereka yang
- memerangi kalian. dalam agama kalian,
- mengusir kalian dari rumah-rumah kalian
- atau mereka membantu musuhmusuh kalian
- yang memerangi kalian.
- Membantu musuh-musuh yang memerangi
- kalian, yang mengusir kalian. An
- tawallauhum.
- Allah larang kalian untuk menjadikan
- mereka sebagai wali kalian, bekerja sama
- dengan mereka.
- Waman yatawallahum faulaika humudolimun.
- Siapa yang menjadikan mereka sebagai
- walinya? Ya, maka mereka adalah
- orang-orang yang zalim. Jadi innama
- yanhakumullahina
- qatalukum fiddin waakjukum min diarikum
- waharu al ikjikumwallahum
- waman yatawallahum faulaika humimun.
- Nah, sebagai contoh Mas Krishna,
- Zionis yang memerangi saudara-saudara
- kita di Palestina.
- Amerika yang bekerja sama juga dengan
- kaum Zionis. H
- dalam
- memerangi saudara kita di Gaza,
- menghancurkan rumah-rumah mereka,
- membantai bahkan anak-anak kaum sipil
- yang tidak ikut berperang. Juga
- memerangi saudara-saudara kita kaum
- muslimin di Iran. Nah, kira-kira
- bagaimana hukumnya kalau kita melakukan
- hubungan kerja sama dengan Amerika? H
- hubungan kerja sama dengan Israel di
- mata Allah kira-kira ini dibenarkan apa
- tidak?
- Jawabannya tidak.
- Karena mereka memerangi saudara kita,
- mengusir mereka dari rumah-rumah mereka
- dan mereka juga bekerja sama terhadap
- orang-orang yang memerangi kita. Maka
- kita merasa heran bagaimana mungkin
- negara teluk seperti Emirat Arab
- kemudian Saudi Arabia dapat dikatakan
- sebagai apa?
- sebagai pemerintahan ya yang dipimpin
- oleh orang-orang Islam. Sedangkan mereka
- bekerja sama dengan Zionis, bekerja sama
- dengan Amerika, bahkan menyediakan
- negeri mereka sebagai
- pangkalan-pangkalan untuk Amerika
- melakukan serangan terhadap apa?
- Saudara-saudara kita kaum muslimin.
- Jadi, apakah dapat dikatakan mereka
- beriman? Jawabannya tidak. Nah, para
- pemimpin yang melakukan perbuatan
- semacam ini adalah pemimpin-pemimpin
- yang kafir.
- Yang kafir. Yang kafir. Seandainya
- mereka mati maka mereka mati al ghairil
- iman. Kenapa? Karena mereka melakukan
- pelanggaran terhadap larangan Allah
- bekerja sama dengan satu kaum yang
- memerangi saudara kita kaum muslimin
- ikut membantu
- musuh-musuh kaum muslimin dalam mengusir
- dan melakukan pembantaian. terhadap kaum
- muslimin.
- Ini merupakan hal yang diterangkan dalam
- Al-Qur'an berulang kali. Tapi ternyata
- negara-negara Arab telah berkhianat.
- Para pemimpin mereka bukan hanya tidak
- membantu saudara mereka yang diperangi,
- bahkan mereka bekerja sama dengan
- musuh-musuh Islam. Alaihim laknatullahi
- wal malaikati wasasi ajmain. Allah akan
- menimpakan laknat atas mereka. Begitu
- pula malaikat-malaikatnya.
- Demikian pula manusia yang beriman
- mengutuk perbuatan mereka kecuali mereka
- bertobat. Oleh karena itu, tidak heran
- kita menjumpai
- ulama-ulama yang berasal dari negara
- tersebut mendapatkan pendidikan
- doktrin-doktrin ya yang bertentangan
- dengan ajaran Islam. Bukan mereka
- mengecam tindakan Zionis, bukan mereka
- juga memberikan dukungan paling tidak
- suara mereka, malah mereka justru
- berpihak kepada Zionis. Mereka melakukan
- serangan terhadap
- mereka-mereka
- saudara kita kaum muslimin yang
- memerangi Zionis dan membantu
- saudara-saudara kita yang teraniaya.
- Maka mereka juga akan menjadi
- antek-antek Zionis. Baik mereka akui,
- sadari atau tidak. Kalau mereka tidak
- bertobat maka mereka merupakan
- orang-orang yang kelak akan dikumpulkan
- bersama Zionis. Oleh karena itu, kenapa
- kita mengingatkan kepada Bapak Presiden
- Prabowo
- agar tidak bergabung dalam bop? Karena
- kita tahu Trump siapa?
- Seorang yang betul-betul tidak waras,
- tangannya berlumuran darah, bekerja sama
- dengan Zionis melakukan pembantaian
- terhadap saudara kita di Gaza. Dan
- sekarang juga Trump bersama Zionis
- memerangi saudara kita di Iran.
- Bagaimana mungkin kita berharap Trump
- bisa menegakkan keadilan? Negara-negara
- Arab sekarang telah menjadi pangkalan
- Amerika untuk melakukan serangan
- terhadap negara-negara yang tidak tunduk
- pada Amerika. Oleh karena itu, kita bisa
- terlibat dalam dosa besar dan terjerumus
- dalam murka Allah yang akan menurunkan
- azabnya pada kita kalau kita bekerja
- sama dengan manusia-manusia
- yang jelas-jelasan merupakan musuh Allah
- dan musuh dari kaum muslimin.
- Mudah-mudahan ini membuka kesadaran bagi
- presiden kita dan jangan kita berharap
- melalui ee keikutsertaan kita dalam bop
- ini bisa membantu saudara kita di
- Palestina. Saksikan bagaimana tindakan
- Israel terhadap
- anggota TNI kita yang bekerja bersama
- PBB di Libanon kemarin. Bagaimana mereka
- begitu kejam melakukan serangan terhadap
- tentara yang bekerja untuk menegakkan
- perdamaian di Libanon.
- Jadi, bagaimana mungkin kita berharap
- Israel akan berbelas kasihan, akan
- memiliki rasa rahmat
- terhadap kita.
- Kalau kita ikut serta bergabung bersama
- mereka, Israel punya kecondongan atau
- Zionis punya kecondongan untuk
- menganggap hanya diri mereka manusia.
- Adapun di luar mereka adalah
- makhluk-makhluk yang Allah ciptakan
- sebagai domba-domba dan pelayan mereka.
- Membunuh mereka, membakar rumah mereka
- dianggap merupakan satu hal yang biasa.
- Dan ternyata sejarah membuktikan hal
- ini. Nah, mudah-mudahan
- bangsa Indonesia kita, terutama sekali
- kaum muslimin menyadari bahwa apabila
- kita bersikap baik, bekerja sama dengan
- musuh-musuh Allah yang memerangi kaum
- muslimin akan mengundang azab dari Allah
- subhanahu wa taala. Semoga Allah jauhkan
- azabnya dan kembalikan kesadaran kita
- kaum muslimin untuk menyadari bahwa
- saudara kita adalah sesama orang yang
- beriman, yang bertakwa kepada Allah,
- yang tidak melakukan kezaliman. Adapun
- musuh-musuh kita adalah mereka-mereka
- yang melakukan kerusakan di atas muka
- bumi ini. Jadi kesimpulannya kita dapat
- toleransi
- bekerja sama dalam hal-hal yang kembali
- kepada kebaikan umum ataupun dalam
- memerangi hal yang tidak benar. Tapi
- haram bagi kita untuk bekerja sama
- dengan nonmuslim atau bahkan dengan
- sesama kaum muslimin dengan mengorbankan
- prinsip-prinsip agama kita dengan
- melakukan pelanggaran terhadap
- larangan-larangan Allah Subhanahu wa
- taala atau kita bekerja sama bersama
- nonmuslim dengan membekukan sebagian
- ayat-ayat Allah Subhanahu wa taala untuk
- mencari keridaan mereka. Ini merupakan
- hal yang tidak dibenarkan oleh agama
- Allah Subhanahu wa taala. Wallahuam.
- Baik, selanjutnya dari Bapak Maulana
- Iwan Jakarta. Asalamualaikum, Ustaz
- Husein.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Ustaz, bagaimana memahami konsep rezeki
- dalam Islam agar tidak mudah iri
- terhadap orang lain?
- Bismillahirrahmanirrahim. [berdehem]
- Rbana zidna ilman waikna bisolihin.
- Rezeki yang Allah Subhanahu wa taala
- bagikan kepada hamba-hamba-Nya.
- merupakan
- bahagian dari rahmat dan kemurahan Allah
- Subhanahu wa taala. Allah tidak pernah
- sama sekali ya bermaksud untuk menzalimi
- hamba-Nya.
- Orang yang diberikan keluasan,
- Allah ingatkan mereka agar mereka
- berbagi terhadap saudara-saudara mereka
- yang membutuhkan. Karena
- apa yang Allah berikan kepada mereka
- bersifat amanat.
- Sedangkan yang dicoba dengan kesempitan,
- Allah ingatkan mereka untuk bersabar.
- Kedua-duanya diuji. Yang diberikan
- kelebihan Allah menguji apakah mereka
- bersyukur atau kufur. Sedangkan yang
- diberikan kesempitan Allah menguji
- kesabaran mereka dan istiqamah mereka di
- jalan Allah walaupun dalam keadaan
- sempit.
- Kemudian Allah Subhanahu wa taala dengan
- rahmatnya Mas Krishna membuka pintu doa.
- Di samping usaha kita untuk mendapatkan
- rezeki, Allah membuka pintu doa agar
- kita berkomunikasi langsung dengan
- Allah. Dan Allah berjanji untuk
- mengabulkan doa-hambanya yang berdoa.
- Dan Allah amat dekat dari hambanya.
- Tidak perlu dia mengangkat suara
- tinggi-tinggi.
- Bisikan hati kita, rintihan kita,
- ratapan kita terdengar oleh Allah. Dan
- sekejap pun Allah tidak pernah
- meninggalkan kita, tapi kita yang lupa
- dan meninggalkan Allah. Dan Allah juga
- kaitkan, Mas Krishna, kemurahan rezeki
- dan kelapangannya dengan ketakwaan
- seseorang.
- H
- sedangkan kesempitan rezeki, kesusahan
- hidup, kebuntuhan dengan kemaksiatan,
- kezaliman yang kita lakukan. Allah
- berfirman, "Waman yattaqillah yaj'alahu
- makhraja." Orang kalau bertakwa pada
- Allah, Allah berikan baginya jalan
- keluar.
- Wararzuqhu min haitu la yahtasib. Allah
- juga berjanji untuk menganugerahkan
- baginya rezeki dari cara yang tak
- terduga-duga.
- Waman yatawakal alallah fahua hasbu.
- Orang kalau bersandar pada Allah,
- mempercayakan hidupnya kepada Allah,
- Allah yang akan memberikan jaminan yang
- akan mencukupi semua kebutuhannya.
- Dalam ayat berikutnya, waman yattaqillah
- yaj'allahu min amrihi yusro. Siapa yang
- bertakwa kepada Allah, Allah akan
- mudahkan segala urusannya.
- Ayat yang lain, waman yattaqillah yukir
- anhu sayiatihi wazim lahu ajr. Orang
- kalau bertakwa pada Allah, Allah akan
- hapuskan dosanya. Allah juga akan
- besarkan dan lipat gandakan
- balasan-balasan kebaikan yang dilakukan.
- Lalu Allah jelaskan keadaan satu kaum
- yang tadinya hidup sejahtera, hidup
- berkecukupan disebabkan karena mereka
- ingkar kepada Allah, ingkar kepada
- nikmatnya. Mereka melakukan kemaksiatan,
- bersenang-senang, lupa diri. Allah rubah
- yang tadinya hidup mereka aman, damai,
- sentosa, sejahtera. Hidup dalam
- ketakutan dan kesempitan.
- [berdehem]
- Dalam surah An-Nahl Allah berfirman,
- "Daraballahualan
- qatanat
- aminatan mutmainah rizquli makam."
- Fakafarat bianumillah faqallahu libasal
- ju wal khaufi bimau yasmaun. Bimau
- yasnaun. Allah berikan perumpamaan satu
- kota yang tadinya damai, sentosa,
- sejahtera, rezekinya mengalir dari
- berbagai macam penjuru. [berdehem] Tapi
- ternyata penduduk negeri tersebut ingkar
- dan ingkar dan kafir terhadap nikmat
- Allah. Bukan mereka syukuri nikmat
- Allah, tapi mereka gunakan untuk
- melakukan kerusakan di muka bumi untuk
- berbuat kemaksiatan.
- Faqallahu libasal ju walfi bima bimau
- yasnaun. Maka Allah mengubah kehidupan
- mereka yang tadinya aman serba cukup.
- Allah Subhanahu wa taala gantikan
- pakaian mereka dengan pakaian kelaparan
- dan pakaian ketakutan.
- Jadi yang tadinya mereka hidup dalam
- suasana aman dan sejahtera, tahu-tahu
- berganti. Sebagaimana orang yang
- berganti pakaian dari suasana lapang,
- damai, mereka berubah menggunakan
- pakaian, kelaparan dan ketakutan.
- Nah, kalau mereka kembali bertobat
- kepada Allah, Allah akan ganti kembali
- pakaian tersebut dengan suasana aman dan
- sejahtera. Nah, kejadian ini semua
- akibat dari ulah perbuatan mereka. Jadi
- kesimpulannya Mas Krishna, kalau orang
- keadaannya sempit, hidupnya susah,
- jangan dia iri terhadap apa yang Allah
- berikan pada orang lain. Belum tentu apa
- yang ada pada orang lain merupakan
- kebaikan baginya. Tapi mohon pada Allah.
- Nah, untuk membuat dirinya mengalami
- kemudahan
- setelah dia susah, kelapangan keluar
- dari kesempitan, maka cara yang terbaik
- dia banyak beristigfar, kemudian
- memperbaiki diri, bertakwa kepada Allah
- dan berdoa kepadanya, insyaallah Allah
- akan berikan buat dirinya yang terbaik.
- Allah yang maha pengasih lagi maha
- penyayang menantikan kita untuk berdoa
- padanya, membuka pintu rahmatnya sebelum
- datang saat-saat sakaratul maut. Oleh
- karena itu, jangan pernah kita iri,
- jangan pernah kita berkecil hati, jangan
- kita berkeluh kesah atau kita
- menyalahkan takdir Allah. Ketahuilah
- susahnya hidup kita, sempitnya hidup
- kita, itu juga ada hubungan dengan
- perbuatan-perbuatan kita yang lupa
- kepada Allah.
- Begitu kita lupa kepada Allah, Allah
- juga akan lupa atau melupakan kita. Tapi
- kalau kita ingat Allah bersandar
- kepadanya, insyaallah tidak akan ada
- ketakutan, kegelisahan, keresahan atau
- kebingungan menghadapi cobaan hidup ini.
- Allah bersama kita di mana pun kita
- berada. Wallahuam.
- Baik, saya lanjut dari Bu Tati di Batam.
- Asalamualaikum, Ustaz Husin.
- Waalaikumsalam.
- Maaf, Pak Ustaz, saya sekarang
- benar-benar dalam keadaan bingung
- sebenarnya bukan karena masalah yang
- saya lakukan. Tapi berhubungan dengan
- keluarga kandung saya yang terjadi lagi
- dan lagi perbuatan yang tidak jauh-jauh
- dari maksiat oleh salah satu adik
- kandung saya yang sekarang menimpa anak
- perempuan 10 pula. Saya sudah banyak
- mencoba minta pertolongan kepada banyak
- orang dan saya juga telah minta berdoa
- kepada Allah. Tapi sekarang semuanya
- membentur tembok yang tinggi dan tebal.
- Saya berusaha untuk tidak berputus asa.
- Tapi sekarang ada sewaktu masa saya
- merasa benar-benar tidak berdaya dan
- menyerap ustaz. Saya tidak tahu lagi
- harus berbuat apa. Demikian dari babu
- Ibu Tati.
- Dari
- Ibu Tati di Batam.
- Bismillahirrahmanirrahim. Ibu Tati,
- kita
- orang-orang yang beriman pada Allah
- Subhanahu wa taala diperintahkan oleh
- Allah untuk
- hidup
- dengan mengikuti petunjuk Allah dan
- mengajak manusia juga untuk kembali
- kepada Allah, mengerjakan amalan-amalan
- saleh dan menjauhkannya dari apa-apa
- yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa
- taala.
- Di samping kita hidup dalam kebenaran
- dan kebajikan, kita diperintahkan untuk
- beramar makruf, bernahi mungkar. Tapi
- ingat,
- tugas kita hanya mengajak, tugas kita
- memberikan peringatan.
- Tugas kita betul-betul apa? Untuk
- menyampaikan pesan-pesan Allah. Demikian
- pula pesan Rasul. Itu tanggung jawab
- kita. Adapun diterima tidak diterima,
- disambut tidak disambut itu bukan
- merupakan tanggung jawab kita.
- Jangankan kita butati Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam
- dia tidak berdaya terhadap pamannya Abu
- Lahab. Walaupun pamannya saudara
- ayahnya, dia tidak kuasa untuk
- memasukkan hidayah ke dalam hatinya.
- Tapi tugasnya menyampaikan hidayah Allah
- kepada mereka. Tinggal pilihan mereka.
- Famanyaa falyukmin waman syaa falyakfur.
- Begitu juga Nabi Nuh tidak berdaya
- terhadap istrinya.
- Nabi Luth juga tidak berdaya terhadap
- istrinya.
- Walaupun dua-duanya merupakan nabi dan
- rasul, tapi mereka tidak berdaya untuk
- memasukkan istri-istri mereka ke dalam
- golongan orang yang beriman. Bahkan Nabi
- Nuh putranya pun berlawanan dengan
- dirinya.
- Dia tidak berdaya sama sekali untuk
- menyelamatkan putranya. Begitu pula Siti
- Asiah tak mampu untuk apa? Untuk juga
- menolong suaminya Firaun.
- Padahal dia merupakan istri tercinta.
- Dia mengajak suaminya. Suaminya bukan
- hanya menolak, bahkan suaminya mengancam
- untuk menyalib dirinya,
- memerangi orang-orang yang beriman.
- Jadi kalau kita perhatikan
- tugas manusia atau tugas para nabi dan
- tugas orang-orang yang beriman itu bukan
- memasukkan hidayah ke dalam hati
- manusia, tapi menyampaikan hidayah
- Allah, ayat-ayatnya, petunjuknya,
- petunjuk Rasul-Nya kepada umat manusia.
- Mengajak berbuat kebajikan dan
- mengingatkan mereka untuk menjauhkan
- diri dari hal-hal yang tidak benar.
- Adapun
- penerimaan Allah yang akan menentukan
- siapa yang berhak mendapatkan
- hidayahnya. Jadi kalau Ibu berhadapan
- dengan persoalan
- yang ganjil, yang janggal dari keluarga
- ibu yang berbuat kemaksiatan baik itu
- ayah maupun anaknya, tugas ibu berikan
- peringatan.
- Ibu tidak akan ditanya
- tentang mereka kalau ibu telah
- memberikan peringatan kepada mereka.
- Tapi kalau kita berpangku tangan berdiam
- menyaksikan mereka berbuat kemaksiatan,
- maka kita akan ditanya oleh Allah. Jadi,
- Ibu sampaikan saja pesan-pesan Allah,
- Rasulnya berikan peringatan,
- mudah-mudahan mereka menerima. Kalau
- hari ini belum menerima, mungkin besok
- mereka akan menerima. Sambil berdoa agar
- Allah memberikan hidayah kepada mereka.
- Sampaikan dengan cara yang santun dan
- baik. Dan ini merupakan kewajiban kita.
- Adapun diterima tidak diterima itu
- menjadi tanggung jawab Allah Subhanahu
- wa taala. Wallahuam.
- Baik, selanjutnya dari Bu Lena Aka di
- Banten. Asalamualaikum Ustaz Husin.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Apakah amal kecil tapi rutin dilakukan
- lebih utama daripada amal besar tapi
- jarang? Dari Bu Lena.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Dalam sebuah riwayat kita tahu
- bahwasanya
- amal-amal
- saleh ya yang kita lakukan secara dawam,
- secara rutin ya kita istikamah dalam
- mengamalkannya itu lebih baik daripada
- sekali-sekali kita melakukan amal yang
- besar. Tapi ingat ya, kalau berkaitan
- dengan hal-hal yang wajib yang Allah
- perintahkan baik itu salat ya, baik itu
- berzakat, baik itu berpuasa dengan
- sendirinya apa? Ini merupakan hal yang
- wajib kita lakukan tanpa tawar-menawar.
- Tapi yang dimaksudkan dengan amal yang
- terbaik itu yang dawam walaupun apa?
- Walaupun katakan kecil, ahabbul a'alihi
- madama wainqal. Amal yang dicintai Allah
- ini amal-amal yang kita lakukan secara
- dawam. Walaupun katakan amal-amal yang
- kecil dan sedikit daripada sekali kita
- melakukan kebaikan kemudian jauh kita
- tinggalkan baru nanti melakukan kembali.
- Tapi membiasakan diri dengan kebajikan
- dan kebaikan secara istiqamah ini
- merupakan hal yang betul-betul akan
- mampu untuk meluruskan hati kita,
- mensucikan jiwa kita, dan membiasakan
- diri dalam perbuatan-perbuatan baik dan
- menjauh dari segala macam bentuk
- perbuatan-perbuatan yang tidak baik.
- Ya. Selanjutnya dari Roni Yogyakarta.
- Asalamualaikum, Ustaz Husin.
- Waalaikumsalam.
- Saya seorang mualaf. kami ee di kami
- dulu ada konsep kematian Isa. Bagaimana
- di dalam Islam masalah Isa ini?
- Bismillahirrahmanirrahim. Kita sebagai
- orang yang beriman meyakini bahwa Isa
- alaihialatu wasalam putra Maryam yang
- dilahirkan tanpa melalui hubungan suami
- istri. Tapi kehendak Allah Subhanahu wa
- taala ya yang menciptakan Isa hanya dari
- seorang ibu, dari rahim seorang ibu
- tanpa hubungan
- seorang laki-laki dan wanita sebagai
- bukti akan kekuasaan Allah Subhanahu wa
- taala.
- Isa sebagai makhluk hidup yang Allah
- ciptakan, ada pula saat kematiannya.
- Sebagaimana firman Allah waq waidqallahu
- ya isa
- inni mutawaika warofiuka ilai. Ketika
- Tuhanmu berkata wahai Isa, aku akan
- mewafatkan kamu mutawafika dalam surah
- Alimran
- warofiuka ilai dan aku akan mengangkat
- engkau ke sisi aku. Jadi Allah wafatkan
- Isa kemudian diangkat Isa ke sisi Allah
- Subhanahu wa taala.
- Dan Allah jadikan orang-orang yang
- mengikuti kamu di atas orang-orang yang
- kafir hingga hari kiamat nanti.
- Siapa pengikut Isa? Yang beriman kepada
- Isa dengan mengikuti petunjuk Allah,
- yang tidak mempersekutukan Allah dengan
- sesuatu, mengerjakan amalan saleh. Nah,
- kita juga termasuk pengikut Isa
- alaihialatu wasalam. Kita pengikut Nabi
- kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- juga kita pengikut Isa dan pengikut
- nabi-nabi sebelumnya yang semuanya
- diutus oleh Allah untuk menyampaikan
- pesan yang sama. Beribadah kepada Allah,
- tidak mempersekutukan Allah dengan
- sesuatu dan kita hidup dengan berbuat
- kebajikan dan kemuliaan.
- Jadi berkaitan dengan wafatnya Isa
- Almasih alaihialatu wasalam.
- Dalam Al-Qur'an disebutkan ya, bahkan
- dengan menggambarkan bagaimana setelah
- Allah mewafatkan beliau, Allah
- mengangkat beliau ke sisinya.
- Nah, kalau di tengah-tengah masyarakat
- Nasrani pada saat ini atau umat Katolik
- memperingati ya ee wafatnya Isa Almasih
- alaihialatu wasalam,
- ini sebetulnya merupakan bukti bahwa Isa
- bukan Tuhan juga bukan anak Tuhan. masa
- Tuhan wafat.
- Dia bukan anak Tuhan, bukan juga Tuhan.
- Arti memperingati hari ini bukan satu
- hal yang satu hal yang kita anggap
- merupakan bertentangan dengan agama
- kita. Tapi memperingati hari Natal ini
- yang menjadi persoalan. Karena hari
- Natal itu ya kata Natal merupakan bahasa
- Portugis itu menggambarkan kelahiran
- Yesus sebagai anak Tuhan, Mas Krishna.
- H.
- Jadi enggak mungkin kita memperingati
- lahirnya Yesus sebagai anak Tuhan. Tapi
- kalau lahirnya Yesus atau Isa sebagai
- hamba Allah, sebagai Rasulullah dan
- putra Maryam, itu merupakan hal yang
- tidak apa? Yang tidak dilarang. Jadi
- sebetulnya kita kaum muslimin tidak ikut
- serta memperingati Natal bukan karena
- ketidaksukaan kepada Almasih.
- Karena Almasih merupakan nabi dan rasul
- yang wajib untuk kita imani. Kalau kita
- beriman kepada Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam tapi tidak beriman
- kepada Almasih maka kita tidak termasuk
- orang yang beriman. Kita beriman kepada
- Rasulullah dan nabi-nabi, rasul-rasul
- yang diutus oleh Allah. La nufarqu baina
- ahadin mir rasulih. Kami tidak
- membeda-bedakan satuun di antara utusan
- Allah.
- Tetapi kalau kita diharuskan untuk
- mengakui bahkan merayakan lahirnya Yesus
- sebagai anak Tuhan, ini yang tidak dapat
- dibenarkan. Nah, ini merupakan apa?
- Merupakan satu pelajaran buat kita
- bahwasanya toleransi ya dalam hal-hal
- yang bersifat umum, bekerja sama dalam
- kebajikan itu merupakan hal yang
- dianjurkan baik bersama kaum muslimin
- maupun orang di luar Islam.
- Tetapi toleransi dalam hal ini ya kita
- ikut serta merayakan Natal bahkan
- mengucapkan Natal kepada ee
- saudara-saudara kita umat Kristian ini
- tidak dibenarkan karena kata Natal itu
- memperingati lahirnya Yesus sebagai anak
- Tuhan. Sedangkan dalam iman kita dia
- sebagai nabi dan rasul. Maka dalam hal
- ini tidak boleh kita melakukan
- toleransi, tapi dalam hal-hal yang lain
- yang bersifat umum yang kembali
- manfaatnya kepada umat, kepada bangsa,
- bekerja sama dalam menegakkan keadilan,
- dalam memerangi kezaliman. Ini merupakan
- hal yang dianjurkan.
- Artinya kita sekali-kali tidak membenci,
- memusuhi orang yang berbeda agama dengan
- kita.
- Kita diperintahkan untuk mengajak mereka
- dengan cara yang baik. Kalau mereka
- terima, alhamdulillah. Kalau tidak,
- kewajiban kita selesai. Tapi tidak
- dibolehkan sama sekali kita bertoleransi
- dalam urusan yang berkaitan dengan
- keimanan, yang berhubungan dengan
- syariat yang datang dari Allah. Dalam
- hal ini kita wajib untuk berpegang teguh
- kepadanya.
- Wallahuam.
- Baik, mungkin ini pertanyaan terakhir
- dari Kun ni ya, Mas Kun. Saya
- berkeinginan mengawini wanita janda
- Palestina. Apakah keinginan saya ini
- berlebihan, Ustaz?
- Tidak berlebihan. Kalau seandainya
- saudara [berdehem] punya channel ke arah
- tersebut, mau menikah dengan seorang
- janda atau seorang wanita yang katakan
- kehilangan keluarganya dari Palestina,
- itu merupakan hal yang baik, yang mulia.
- Dengan tujuan yang baik, tujuan yang
- mulia, Anda berbuat kebaikan bagi apa?
- Bagi saudari Anda yang sedang mengalami
- cobaan. Jadi kalau Anda punya channel,
- punya hubungan dan wanitanya juga dengan
- hati yang lapang siap untuk menikah
- dengan Anda, saya katakan
- barakallahuakum. Semoga Allah
- melimpahkan keberkahannya bagi kamu dan
- semoga Allah membalas kebaikan kamu yang
- mengulurkan tangan untuk menolong
- saudari-saudari kita yang mengalami
- kesusahan di Palestina. Dan yang paling
- penting Anda ingat, perlakukan mereka
- dengan baik dan mulia. hibur mereka atas
- kehilangan mereka dengan pergaulan yang
- baik yang membuat dia merasa betul-betul
- kehilangannya digantikan dengan
- kehadiran Anda sebagai seorang suami. J
- baik itu janda atau Anda menikahkan
- putra Anda katakan dengan gadis dari
- Palestina ya seandai Anda memiliki
- channel ke arah tersebut itu fabiha
- wikwat kita doakan mudah-mudahan ini
- merupakan kebaikan yang dicatat di sisi
- Allah subhanahu wa taala.
- Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla
- ilaha illa anta astagfiruka wa atubu
- ilaik wal afu minkum. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillah insyaallah
- sudah terjawab semuanya. Mohon maaf
- tidak semuanya dapat kami bacakan
- pertanyaannya karena keterbatasan waktu.
- Baik insyaallah kita jumpa lagi pada
- Jumat depan. Saya Muhammad Krishna Oni
- Saputra dan juga Algi mohon pamit.
- Wabillahi taufik walamikum
- warahmatullahi wabarakatuh.