Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Innalhamdalillah nahmaduhu
- wasastainuhu wastagfiruh wa naudubillahi
- anfusina winatialina
- yahdillah fala mudillah wudilu fala
- hadillah. Masyaallah.
- yakata
- illa billah. Allahumma shalli ala
- Muhammad wa ali Muhammad. Masih
- dipancarkan dari masjid dari jalan
- Masjid Silaturahim nomor 36 Kalimanggis,
- Cibubur, Bekasi. Inilah radio
- silaturahim dan Rasil TV untuk Islam
- yang satu. Apa kabarnya Iwan Ahwat di
- mana pun Anda berada? Senang sekali
- rasanya pada kesempatan sore hari ini.
- Saya Fajar Hidayat ditemani Yusuf
- Cibangkit di meja operator dan Muhammad
- Neza dari meja SC TV. bisa kembali
- menemani ruang dengar Iman akhwat
- semuanya dalam program acara TOSIA sore
- yang pada kesempatan sore hari ini diisi
- oleh guru kita Ustaz Ahmad Saleh dan
- alhamdulillah guru kita sudah berada di
- tengah-tengah kita Imanwat kita sapa
- saja asalamualaikum Pak Ustaz
- waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh
- kabar sehat hari ini Ustaz
- alhamdulillah sehat walafiat atas doa
- dari semua ikhwan dan akhwat semuanya
- alhamdulillah [mendengus]
- Jumat lalu, Ustaz sedang ada safar Ustaz
- Oh iya
- saya safar ke Jambi berada berada di
- bulan Muharam ya Iwan Nawat
- dan nanti bagi Iwan Nawat yang mungkin
- ada pertanyaan ataupun ingin
- menerimainya [mendengus]
- bisa dikirimkan ke layanan masa perasil
- di 0811999720
- atau menyaksikan via YouTube Rasul TV
- bisa dikirimkan pertanyaannya via kolom
- live chat Rasil TV. Baik, sebelum kita
- mengawali kajian sore hari ini, mari
- kita buka saja dengan membaca doa
- thabul. Bismillah.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Allah,
- Pak Ustaz.
- Alhamdulillahi
- hamdan katiban mubarokan f kama yuhibuna
- waard ashadu alla ilahaillallah. Wahdahu
- la syarikalah wa ashadu anna muhammadan
- abduhu wa rasuluhu wa innahu la nabiya
- ba'dah.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- nabiyina Muhammadin waa alihi wa
- ashabihi waman tabiahum biihsanin ila
- yaumilqiamah. Amma ba'd. Qala tabaraka
- wa taala.
- Wam yuhajir fiilillahi
- fil ard murahujitii
- muhajirallahiulihi
- maut faqruhuallah
- wallahu rahima waqallahu alaihi wasallam
- al muhajiru hajar
- Qallahulimulahu
- minyahidin.
- Ikhwan dan akhwat, pendengar
- ee radio silaturahim serta pemirsa Rasil
- Visual di mana pun berada.
- Segala puji bagi Allah azza wa jalla
- yang senantiasa memberikan kepada kita
- kesempatan atau fursah
- untuk sama-sama mengkaji, mendalami
- pesan-pesan Ilahi dan arahan-arahan atau
- taujih dari Rasulillah Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Baik melalui
- Al-Qur'an maupun melalui hadis-hadisnya
- yang sahih atau melalui sunah-sunahnya.
- tidak terasa kita masuk ke pertengahan
- bulan Muharram gitu ya. Ah, tidak
- terasa. Kenapa tidak terasa? Kok
- tiba-tiba ingatnya sudah setengah bulan
- Muharram. Nah, padahal ada beberapa hal
- yang harus kita senantiasa renungi,
- ambil pelajaran atau ambil ibrahnya
- dalam setiap peristiwa. Nah, dalam
- kesempatan ini kita akan membahas
- substansi hijrah. Jadi kalau dulu ketika
- Rasulullah dan para sahabatnya tidak
- bisa mengaplikasikan syariat Islam
- secara sempurna,
- mereka ingin segera berpindah mencari
- teman yang aman. Namun kemudian mereka
- menunggu arahan dari Allah azza wa jalla
- melalui wahyu, melalui ee petunjuk
- kepada Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Maka ditetapkanlah hijrah.
- Hijrah itu hajaro ya. Pindah. Pindah
- bukan tapi bukan berarti eksodus, bukan
- berarti ngungsi. Ah gitu ya. Beda tuh.
- Kalau kalau ngungsi itu ya ngungsi gitu.
- Kalau ini masyaallah ya. Ee belakangan
- para muarih meneliti bahwa pindahnya
- bukan pindah karena kalah, bukan pindah
- karena ngungsi, tapi pindah dalam bahasa
- sekali yang sekarang pindah karena e
- tuntutan strategis gitu loh. Ah e kalau
- misalnya jadi masalah kalimat itu ya
- anggap sajalah ee tidak pernah diucapkan
- kalau memang seperti itu ya. Jadi atas
- arahan dari Allah azza wa jalla untuk
- berpindah. Jadi Rasul kemudian dengan
- para sahabat pindah dari Makkah ke
- Yasrib bukan ke Madinah karena waktu itu
- Madinah belum ada ke Yasrib. Nah jadi ee
- dari negeri yang tidak aman ke negeri
- yang damai. Darul Islam di situ
- maksudnya negeri yang damai. Bukan darul
- Islam itu negara Islam bukan ya. Karena
- kalau negara Islam mesti ee Madinah itu
- sudah terbentuk. Nah, ini kan baru
- pindah dari Makkah ke Yasrib. Yasrib
- belum jadi Madinah, belum jadi ee apa
- namanya orang menyebutnya daulah
- islamiah.
- Masih apa namanya ee satu daerah kawasan
- gitu kan yang dihuni orang Yahudi dan
- yang lainnya gitu kan. Nah, maka oleh
- sebab itu kemudian perpindahan
- ee dari Makkah ke Madinah sementara
- muari dan ahli ee strategi, ahli tarikh
- meneliti sifat-sifat
- ee syariat Islam di Makkah. Oh, syariat
- ee apa namanya? Syariat di Makkah itu
- masih dibinanya kebanyakan. Itu masih
- akidi, masih bersifat akidah. masih
- bersifat teoritis,
- masih bersifat ee apa namanya? Ilmiah
- gitu ya. Masih bersifat idea, gitu.
- Sampai kemudian nanti hijrah. Nah,
- hijrah ini menjadi tonggak sejarah dari
- apa? dari sifat karakteristik syariat
- Islam yang akidi berpindah menjadi
- syariat Islam yang tatbiqi
- praktis aplikatif gitu. Praktik dan
- diaplikasikan
- sudah membumi. Nah, itu tonggaknya
- dengan hijrah. Kalau di Makkah
- kebanyakan itu syariatnya berbicara
- tentang akidah. Kalaupun ada
- syariat-syariat yang berhubungan dengan
- akidah gitu ya, salat gitu kan. Nah,
- tapi kalau sudah di apa di Yasrib itu
- adalah tatanan kemasyarakan dan lain
- sebagainya. Nah, maka oleh sebab itu
- Nabi mengganti Yasrib setelah beberapa
- lama menjadi Madinah almunawarah.
- Madinah yang ee disinari, dicahayai
- gitu. Diterangi cahaya.
- Nah, perlu saya ingatkan kembali
- merreview kembali loh kan lampu
- ditemukan 12 abad kemudian setelah
- hijrah ya abad 19 Thomas Alfa Edison
- menemukan bola lampu. Berarti ini bukan
- diterangi bola lampu. Nah, maka
- diteranginya oleh Annur,
- diterangi oleh Alqur'an. Karena
- Al-Qur'an diaplikasikan, maka terlihat
- dari dari langit di bumi Yasrib itu
- bercahaya
- gitu ya. Nah, maka bisa jadi rumah kita
- yang diberi lampu 7 watt kalau e dia 7
- watt. Kalau 7 watt sekarang sudah terang
- ya kan? Kalau dulu 25 watt itu masih ah
- masih karena memang cahayanya kuning.
- Kalau sekarang 7 watt aja cahayanya
- sudah putih gitu ya. Oke. Nah, maka
- tujuh W dan sudah terang. Nah, munawarah
- yang diterangi,
- yang bercahaya
- munawar gitu ya. Bisa munawar itu adalah
- bisa yang diterangi, diberi cahaya, tapi
- juga bisa berkilau gitu. Munawarah. Oke.
- Baik.
- perubahan-perubahan ini. Jadi kalau Nabi
- itu hijrahnya dari Makkah ke Yasrib itu
- disebut dengan hijrah makan, hijrah
- tempat, hijrah fysikli. Nah, nah yang
- masih berlaku sampai hari kiamat adalah
- hijrah maknawi.
- Sejak awal tuh, sejak awal syariat Islam
- sampai hari kiamat tetap ada itu hijrah
- maknawi. Perpindahan hijrah secara
- maknawi. Ya, tadi salah satunya
- disebutkan hijrah maknawi itu
- almuhajiru. Orang yang berhijrah itu
- adalah man hajar nahallahu anhu. orang
- yang meninggalkan apa-apa yang Allah
- cegah, yang Allah larang darinya. Ah,
- jadi meninggalkan segala larangan kan
- ini sejak lahir sampai hari kiamat itu
- tetap berlaku tuh ya. Nah, maka oleh
- sebab itu meninggalkan sesuatu yang
- dilarang oleh Allah Subhanahu wa taala,
- maka itu hijrah yang senantiasa dituntut
- baik dalam keadaan di negeri yang masih
- kacau balau maupun di negeri yang aman
- sejahtera. Semuanya dituntut hijrah
- maknawi
- gitu ya. Nah, kalau hijrah makan ah itu
- zaman Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam di di Makkah. Maka dituntut ee
- hijrah makani. Setelah di Yasrib sudah
- di Madinah tetap harus hijrah. Yaitu
- hijrahnya hijrah maknawi. Meskipun tidak
- pindah
- gitu ya. Tidak pindah itu tidak pindah
- secara tempat, secara fisik. Tapi
- pindahnya adalah dari buruk menjadi
- baik, dari baik menjadi lebih baik. Nah,
- begitu. Nah, saya kemudian tertarik
- untuk membahas almuhajiru man hajar
- nahallahu anhu. Apa yang dilarang oleh
- Allah? Misalnya di dalam Al-Qur'an.
- Oh, berselisih
- dan berpecah belah. Wala takunuina
- tafarroqu.
- Ikhtilaf dan tafaru itu dilarang. Nah,
- orang yang hijrah atau muhajir adalah
- orang yang meninggalkan
- tafaruk. Ya, terutama tafaruknya
- ikhtilaf. Tafaruk dan ikhtilaf. Nah,
- kalau ikhtilaf, ikhtilaf itu
- bermacam-macam. Ada ikhtilaf yang
- dibolehkan dan ada ikhtilaf yang tidak
- dibolehkan. Ikhtilaf yang dibolehkan
- adalah ikhtilaf yang tidak mendatangkan
- tafaruk. Kalau ikhtilaf yang dilarang
- adalah ikhtilaf yang mendatangkan
- tafaruk, mendatangkan permusuhan,
- mendatangkan dendam,
- mendatangkan ketidakuran gitu. Nah, itu
- yang disebut ee tafaruk yang dilarang.
- Ah, tafarroku. Nah, maka oleh sebab itu
- hijrahnya apa dari tafaruk dan ikhtilaf
- gitu ya? Berkasih sayang, bersatu padu,
- berjamaah gitu. ya. Nah, ini adalah
- hijrahnya dari tafaruk, dari firkah ke
- jemah, dari bermusuhan kepada saling
- menyayangi, dari dengki, saling
- mendoakan kebaikan. Tuh, itu hijrah.
- Nah, sekarang kita tanya apa kita sudah
- hijrah? Apakah kita masih membenci umat
- Nabi Muhammad?
- Jelas kita akan teruji. Beda harokah
- saja. Ah, sudah jadi catatan tuh. Oh dia
- mah harakah a kaza kaza kza yang suka
- begini begini begini kan. Nah makanya
- aduh mohonfallah ya Allah bersihkanlah
- jadikanlah saya muhajir yang kafah yang
- menyeluruh. Nah maka oleh sebab itu kita
- meskipun kita berada di harakah apapun
- kita berada kita menganggap semua umat
- Nabi Muhammad adalah saudara. bahwa
- perbedaan itu sekali lagi perbedaan
- pemahaman itu memang sudah dari sononya.
- Sekali lagi kalau ikhtilaf yang tidak
- tafaru ini mah boleh.
- Bahkan sampai sekarang sejak zaman
- sahabat sampai sekarang gitu ikhtilaf
- itu bahkan di zaman Nabi pun bahkan para
- nabi pun ada yang ikhtilaf.
- Bahkan malaikat pun ada yang ikhtilaf
- kan begitu. Nah, yang tidak boleh
- kemudian tafaruk ikhtilaf yang
- mengakibatkan tafaruk atau tafaruk itu
- sendiri.
- Nah, maka oleh sebab itu saya kira
- kedewasaan kita memahami syariat sudah
- mulai teruji.
- Nah, maka ee klaim kita yang paling
- benar sendiri. Yakin boleh, tapi
- menyalahkan orang lain entar dulu, kan
- begitu. Itu yang menarik. Kenapa?
- Sekarang semakan dikaji, dikaji, dikaji,
- dikaji lah. [tertawa] Ternyata semua ada
- dasar hukumnya. Para sahabat yang oleh
- Quran disebut dengan radhiallahu anhum
- waraduan.
- Allah rida kepada mereka dan mereka pun
- puas dengan ketetapan Allah pun.
- Asabiquunal awaluna minal muhajirina wal
- anshar. Muhajirin dan ansar juga
- ditemukan perbedaan pendapat gitu. Maka
- kalau kita lihat, saya ingin mengulang
- kembali
- dalam masalah yang sederhana. Oh, mohon
- maaf. Kalimat sederhana itu saya
- memandangnya sesungguhnya kalaupun ini
- tidak ada masalah, maka saya sebut
- sederhana, persoalan sederhana. Tapi di
- kalangan sahabat itu bukan persoalan
- sederhana.
- Sekarang begini,
- mimbar dibawa ee apa? Ketika salat Idul
- Adha atau Idul Fitri, mimbar dibawa ke
- lapangan atau tidak dibawa ke lapangan
- bermasalah? Tidak. Tentu tidak.
- Sesungguhnya gitu ya analisa kita
- sekarang tidak. Tapi di zaman sahabat
- ramai.
- Kenapa? Pertanyaannya siapa yang bawa
- mimbar ke lapangan?
- Jawabannya adalah sahabat.
- Siapa yang menentang mimbar itu tidak
- boleh dibawa apa? Siapa yang menentang
- bahwa mimbar itu
- harus disimpan di masjid, tidak boleh
- dibawa ke lapangan sehingga menentangnya
- ketika dibawa ke apa? Ke lapangan.
- Sahabat juga
- yang membawa mimbar sahabat yang mentang
- juga sahabat lain. Sahabat dengan
- sahabat.
- Kenapa? karena pemahamannya, pola
- pikirnya pemahamannya tidak sama.
- Ah, tapi kan para sahabat ee apa ini
- juga menunjukkan sebagai bukti bahwa
- pemahaman para sahabat bisa saja berbeda
- terhadap Al-Qur'an. Ya, tapi kan Quran
- diturunkan dalam bahasa Arab. Para
- sahabat ngerti betul kepada bahasa Arab.
- Naam. Para sahabat ngerti bahasa Arab.
- Tapi untuk memahami Quran kadang mereka
- pun masih memerlukan tafsir dari
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Tuh gitu loh. Karena belakangan
- ditemukan loh di Quran itu ada kalimat
- apa? Ada ayat-ayat mujmal yang perlu
- penjelasan, perlu bayan dari Rasulullah.
- Maka para sahabat bertanya kepada
- Rasulullah
- gitu. Maka Rasul jelaskan nih meskipun
- sekali lagi ngerti mereka karena bahasa
- Arab, tetapi ada ee hal-hal tertentu
- yang para sahabat tanyakan kepada Nabi.
- Nah, maka muncullah tafsir Rasulillah
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam gitu
- kan. Ketika misalnya ee ayat yang
- menyatakan
- ee tentang kezaliman gitu kan,
- kezaliman. Aduh. Siapa di antara kita?
- Kata para sahabat. Merasa berat para
- sahabat. Siapa di antara kita ini yang
- terbebas dari kezaliman?
- Maka kemudian mereka bertanya,
- "Rasulullah, di antara kita siapa yang
- terbebas dari kezaliman?" Oh,
- zulmun di situ maksudnya asyirqu kata
- Nabi. Sebagaimana nasihatnya Luqman
- kepada putranya. Ya kan? Ya bunayya la
- tusyrik billah inn syirka ladulmun
- adzim.
- Kezaliman yang sangat besar. Maka
- kezaliman di situ yang dimaksud adalah
- syirik. Oh syirik. Begitu kata para
- sahabat. Para sahabat tadinya putus asa
- karena aduh mana ada di antara kita yang
- terbebas dari ke kezaliman. Padahal yang
- dimaksud adalah ee kezaliman di situ
- adalah syirik. Nah itu ya. Jadi ee oleh
- sebab itu sekali lagi
- pertentangan-pertentangan
- yang diperbesar itu dilarang.
- Nah, maka hijrahnya kepada saling
- menghargai, saling menghormati
- sebagaimana para pendiri mazhab.
- Saling menghormati. Imam Abu Hanifah
- misalnya yang satu zaman misalnya
- maksudnya satu pernah ketemu Imam Malik
- dengan Imam Syafi'i
- saling menghormati gitu loh. Imam
- Syafi'i dengan Imam Ahmad. Imam Ahmad
- kan muridnya saling menghormati meskipun
- pemahamannya ber berbeda. Nah, maka oleh
- sebab itu kita kalau kembali kemudian
- ada slogan kembali kepada salaf, jika
- salaf yang dimaksud adalah sahabat maka
- pemahamannya kembali kepada pemahaman
- salaf kepada pemahaman variatif.
- tuh. Jadi pemahamannya variatif bukan
- kepada pemahaman mono, pemahaman yang
- kaku.
- Karena tadi ya sahabat juga ada yang
- bicara membolehkan apa mimbar dibawa ke
- lapangan tapi ada sahabat yang
- menentangnya.
- Ah kemudian yang lebih asyik lagi ketika
- meneliti hadis ee la yusolana ahadun
- ahadunil asro illa fi bani quraidah. Ini
- cikal bakal. pemahaman tekstual dan
- kontekstual. Nah, maka oleh sebab itu
- hendaknya kita saling menjaga. Kalau
- kemudian apa namanya diyakini betul dari
- berbagai kajian bahwa itu syirik,
- tinggalkan. Nah, nanti ada ee ikhtilaf.
- Ada yang menyebut itu syirik, ada yang
- menyebut itu bukan syirik. Nah,
- ikhtilaf-ikhtilaf ini saya kira biar
- para ulama yang menuntaskan. Adapun kita
- amalkan apa yang kita pahami. Alikum
- bima arum min kitabillah.
- Rasulillah sallallahu alaihi wasallam.
- Wajib bagi kita untuk mengamalkan
- syariat dari apa yang kita pahami dari
- Al-Qur'an dan sunah Rasulillah Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Nah, kalau
- kita bodoh berarti harus hijrah ke
- pintar.
- Meskipun pintar ini bukan tuntutan ee
- mutlak. Jadi maksudnya upaya untuk
- pintar itu wajib, tapi pintar sendiri
- itu relatif.
- Allah tetap akan kasih pahala kepada
- orang yang dengan ikhlas mencari ilmu
- tapi enggak pintar-pintar.
- Jadi ya kalau begitu eh berarti usahanya
- dong gitu. Adapun hasilnya itu urusan
- Allah. Nah gitu ya. Dari bodoh kepada
- pintar. dari acuh cuek
- tidak peduli kepada peduli.
- Kita tidak peduli kepada pembatean
- genocide di Gaza. Nah, hijrahnya peduli
- donasi kalau tidak bisa datang ke sono
- kayak gitu kan donasi. Kalau bisa juga
- donasi biddua
- dengan doa. Nah, itu hijrah gitu ya.
- Nah, maka oleh sebab itu hijrah itu
- orang yang berhijrah itu adalah mereka
- yang meninggalkan dari apa-apa yang
- dilarang oleh Allah Subhanahu wa taala.
- Atau dalam riwayat lain, orang yang
- berhijrah itu adalah mereka yang
- meninggalkan apa-apa yang alkhatayah,
- apa-apa yang dikategorikan
- dosa ya, dikategorikan apa? keburukan ee
- wadzunub dan dosa-dosa. Jadi intinya
- sama saja meninggalkan yang dilarang,
- meninggalkan yang dibenci oleh Allah,
- meninggalkan dosa-dosa. Jika ini dosa
- berarti harus ditinggalkan baru muhajir.
- Tapi kalau kita sudah bersyahadat tapi
- tidak ada upaya-upaya meninggalkan apa
- yang dilarang oleh Allah, maka itu
- perhitungannya kepada Allah. bisa jadi
- kita masih diragukan syahadatnya, masih
- diragukan perjuangannya, gitu ya. Nah,
- maka oleh sebab itu, ikhwan dan akhwat
- sekalian, mari kita tingkatkan upaya
- hijrah kita. Kita sudah pasca apa
- namanya? Pasca hijrah saja 1447
- ya. Dan itu sesungguhnya ee masih
- ditambah satu sekian tahun karena tidak
- langsung hijrah kemudian kalender Islam
- tahunnya itu gak. Tapi setelah Umar bin
- al-Khattab ee memutuskan.
- Nah, dihitungnya adalah hitungan hijrah
- gitu loh. Nah, maka saya kira ini yang
- cukup menarik. Jadi pemahamannya bisa
- saat hijrah itu tahun pertama atau ee
- apa namanya? Ee ya berarti seperti itu
- pemahamannya ya. Pemahamannya adalah
- saat hijrah itulah tahun pertama tetapi
- ditetapkannya oleh Umar setelah
- kepemimpinan Umar. Berarti sudah
- kepimpinannya beberapa tahun pasca
- hijrah baru ditetapkan kalendernya gitu.
- Nah, kalau seperti itu berarti paling
- tidak sudah 15 abad sudah 1446
- tahun gitu ya. kita telah ee berkati
- tahun tapi mer-review kembali me apa
- memahami kembali pengertian-pengertian
- hijrah itu merupakan sebuah keniscayaan
- karena hijrah akan senantiasa berkembang
- apa akan senantiasa
- menuntut lebih dari apa yang telah kita
- pahami. Nah, ini saja saya kira sebagai
- pengantar pada kajian sore hari ini.
- kurang dan lebihnya saya mohon maaf.
- Wasallallahu ala nabiina Muhammadin.
- Wallahuam
- biswab.
- Ya. E baik Ustaz sebelum jeda mungkin
- saya agak tertarik soal yang tadi yang
- hijrah tentang Palestina gitu ya.
- Saya ada kenalan. Jadi yang mana dia tuh
- kalau dibahas
- tentang Palestina dia bisa dibilang dia
- cuek dan agak enggak peduli karena dia
- sendiri ah lebih ee urusan diri
- sendirinya banyak gitu. Urusan diri
- sendiri aja udah udah susah gitu.
- [tertawa]
- Nah, tapi ee tapi dia kalau misalkan ada
- yang menjelek-jelekkan Palestina dia
- membela. Nah,
- nah apakah hal kayak gitu? Termasuk
- pijah juga, Ustaz.
- Iya. Iya. pertama tadi dia sesungguhnya
- ee begini dalam pandangan dia saya akan
- mencoba menghargai ya dalam pandangan
- dia fikih prioritasnya ada menyelesaikan
- persoalan-persoalan yang dekat.
- Nah jadi e buktinya apa? Buktinya ketika
- Palestina di apa dihina dia bangkit
- meskipun dia ketika ini dia tidak
- menjadi sof pertama
- gitu ya. Dia tidak menjadi barisan
- pertama. dalam pembelaan terhadap rakyat
- Palestina. Nah, tetapi dia peduli. Hanya
- saja pemahamannya, oh saya masih punya
- apa? Punya urusan yang harus
- dituntaskan. Maka menurut saya itu
- adalah sesuatu yang apa namanya? Sesuatu
- yang boleh dipahami sebagai ee apa?
- Sebagai apa ya? sebagai sebagai orang
- yang ee mencoba menggunakan fikih
- prioritas, tetapi sebaiknya ee apa
- namanya? Kita pun tetap harus peduli.
- Maka paling tidak kita diajak dia
- betul-betul peduli. Bukan hanya apa?
- Bukan hanya dari sisi pembelaan lisan,
- tetapi harus meningkat dari pembelaan
- lisan kepada pembelaan hal gitu. Dan dia
- tidak dituntut apa, tidak harus tidak
- harus meninggalkan jihadnya yang
- terdekat. tidak juga. Tetapi paling
- tidak bisa dikembangkan kembali jihadnya
- dari jihad dari lisan, jihad kepada
- perbuatan gitu ya. Ah, jadi saya kira
- bukan sesuatu yang salah juga tidak 100%
- salah. Ah, demikian yang dapat saya
- jawab. Wallahuam bisawab.
- Masyaallah. Demikian Iwan Nawat
- penyampaian materi yang disampaikan oleh
- guru kita Ustaz Mash yang tadi ustaz
- menyampaikan temanya yaitu tentang
- substansi hijrah dan mungkin bagi wad
- yang memiliki pertanyaan ataupun atensi
- bisa dikirimkan ke layanan WASA berhasil
- di 0811999720
- atau bisa berinteraktif di nomor
- tersebut ya nomor WhatsApp. Jangan ke
- mana-mana Iwan Awat kita akan kembali
- setelah nada takwa berikut ini tetap di
- radio silaturahim danil TV untuk Islam
- yang satu.
- Radio Silaturahim dan Rasil TV untuk
- Islam yang satu Iwanawat. Kita kembali
- dalam program acara tausiah sore yang
- pada kesempatan sore hari ini diisi oleh
- guru kita Ustaz Ahmad Saleh yang
- menyampaikan temanya yaitu tentang
- substansi hijrah. Tadi Ustaz sudah
- menyampaikan materi cukup panjang dan
- sudah banyak atensi dan juga pertanyaan
- yang masuk ke T berhasil. Bagi Wawat
- yang mungkin ingin mengirimkan
- pertanyaannya bisa dikirimkan ke layanan
- masa berhasil di 0811999720.
- Ini sudah ada yang ikut hadir dari Ibu
- Nanai, Ibu Fatimah. Semoga Ustaz, Ustaz
- Amad Saleh, Kak Fajar Kurasil selalu
- sehat walafiat.
- Fatimah ini pendengar
- Setia Rasil koordinator Kopdar Tahsin
- masyaallah barakallahu fik.
- Jadi juga ada ini dari Ibu Alya Yahya.
- Heeh.
- Bapak Ibu Ani Hudaifah.
- Masyaallah menyimak hadir ee tausiah
- sore pada sore ini. Pak Ustaz terima
- kasih atas ilmunya. Semoga Ustaz sehat
- walafiat. Amin.
- Amin. Amin.
- Dan juga ada dari Ibu Tini di
- Jatirangga. Waalaikumsalam, Pak Ustaz
- menyimak via radio. Masyaallah. Ada Ibu
- Retno, Bapak Muhandri, Ibu Triut Utami
- dan juga masih banyak yang lagi yang
- menyampaikan salam-salamnya. Pak Ustaz
- hadir menyimak tausiah pada sore hari
- ini.
- Nah,
- dan kita langsung ke pertanyaan
- ini. Pertanyaan pertama.
- Pertanyaan pertama datang dari Ibu Yuni
- di Tangerang. Asalamualaikum Pak Ustaz
- Mas Saleh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Pak Ustaz, bagaimana cara menumbuhkan
- niat hijrah yang kuat? Soalnya kadang
- semangatnya cuma pas dengar kajian aja,
- besoknya udah loyo lagi. Mohon
- pencerahannya, Pak Ustaz Syukra. Nam.
- Masyaallah. Barakallahu fikum. Eh, naam.
- Masyaallah. Untuk apa? Menanamkan,
- membangkitkan upaya cinta kepada hijrah
- memang tidak mudah.
- Itu sesungguhnya diawali apa? Diawali
- dengan makrifatullah,
- dengan pengenalan kita kepada Allah azza
- wa jalla. Yang paling dasar bahwa Allah
- pencipta kita.
- Allahlah yang maha berkuasa.
- Allahlah yang punya kewenangan mengatur
- segalanya. Maka sudah semestinya dan
- seharusnya kita tunduk kepada
- arahan-arahan Allah azza wa jalla.
- Karena Allah akan mengarahkan kepada
- hidup bahagia. Tidak mungkin Allah akan
- mengarahkan kepada hidup sengsara. Itu
- enggak mungkin. Itu dulu. Ya. Maka apa
- yang diperintahkan oleh Allah itu arahan
- berarti agar kita menempuhnya. Maka
- biidzibina
- dengan izin Tuhan kita, maka kita harus
- menempuhnya. Bismillah gitu ya. Maka
- berupaya makanya kemudian tetap segala
- sesuatu itu tidak bisa dipisahkan dari
- memohon pertolongan Allah azza waalla.
- Untuk bisa istiqamah dalam hijrah itu
- juga kita mesti harus memperbanyak doa.
- Ya muqibalubi
- ya muqalibal qulub ya musifal qulub.
- Wahai yang membolak-balikkan hati.
- Shb qolbi gitu ya. Tetapkan atau apa
- namanya ya? ee ee sabit tetapkan,
- kokohkan hatiku dalam ketaatan kepadamu,
- dalam agamamu dan ketaatan kepadamu.
- Nah, ini itu ada modal hijrah didawamkan
- tuh doa itu ya. Anda boleh menentukan
- berapa yang penting diperbanyak ya
- muqalibalubitbi
- terus kemudian ditambah laula wala
- quwwata illa billahil aliyil adzim
- dengan penuh penghayatan perbanyak
- kalimat itu insyaallah maka sekali lagi
- kalau zikir ya zikir atau misalnya ee
- apa istilahnya wirid jadi anda boleh
- memilih bacaan manaun Enggak usah ribut,
- enggak usah ragu. Misalnya, "Udah kalau
- gitu saya akan memperbanyak kalimat ini
- saja." Yaqibalubiq
- khas
- lanjutkan. Atau misalnya saya
- mencukupkan dengan ee apa namanya? Doa
- yang lain
- gitu ya. Rabbana atina fid dunya hasanah
- wafil akhirati hasanat waqinazabanar.
- sudah perbanyak yakini gitu ya. Bahkan
- saya merekomendasikan
- ketika Anda tidak banyak hafalan, satu
- doa saja. Satu doa gitu ya. Misalnya
- mohon maaf ya setiap habis salat
- kemudian setelah apa baca tasbih apa
- kemudian masuk ke bab doa. Maka diawali
- dengan pujian kepada Allah selawat atas
- Rasulullah. Rabbana atina fid dunya
- hasanah wafil akhirati hasanah
- waqinaabanar
- rbana atina fid dunya hasanah wafil
- akhirati hasan waqinaabanarbana
- atina fid dunya hasanah wafil akhirat
- hasanah waqinaabanar
- wasallallahu ala nabiina muhammadin
- walhamdulillahiabbil
- alamin doanya cumaana fid dunya hasanah
- wafil ak
- diulang tiga kali diundang berapa kali
- terserah.
- Maka dengan doa itu pun cukup gitu loh
- atau ah sayaakbana atina fid dunya
- hasanah misalnya apa?
- Allahumma inna nasaluka hubbak wub
- yuhibbuk walad yubigub. Allahum ya Allah
- sesungguhnya kami memohon kepada Engkau
- kecintaan kepada-Mu, kecintaan kepada
- orang-orang kecintaan orang-orang yang
- mencintaimu
- dan kami memohon kepada engkau amalan
- yang dapat mengantarkan kepada kecintaan
- kepadamu.
- Perbanyak itu. Atau
- misalnya doa apaagi? Misalnya doanya
- Allahumma inna nasalukal jann w qaiha
- wauban
- wai.
- Allahum ya Allah hamba memohon kepada
- Engkau surgamu dan apa-apa yang dapat
- mendekatkan kepada surgamu baik dari
- ucapan maupun dari amalan. Dan saya
- hamba berlindung kepada Engkau dari azab
- neraka dan dari apa-apa yang dapat
- mendekatkan kepada neraka tersebut.
- Perbanyak. Jadi saya kira ketika Anda
- mencukupkan satu doa juga tidak mengapa.
- Kalau Anda terbatas memahami doa-doa
- banyak gitu ya. Ah maka kemudian nanti
- ada keutamaan-keutamaannya tuh ya. Siapa
- yang memperbanyak misalnya doanya Nabi
- Yunus ya gimana itu?
- Ee
- doa Nabi Yunus itu gimana? La ilahailla
- anta subhanaka inni kuntu minzalimin.
- Perbanyak.
- Tetapi keyakinan meyakini doa-doa itu
- merupakan sebuah keniscayaan.
- Lailahailla
- anta. Tidak ada Tuhan yang sempurna,
- yang memiliki asmaul husna yang wajib
- diibadahi dengan benar kecuali Engkau ya
- Allah.
- Lailahailla anta subhanaka. Maha suci
- Engkau yang tidak memiliki kekurangan,
- yang tidak memiliki cacat. Itu subhanaka
- gitu ya. Eh, jadi la ilahailla anta
- subhanaka inni kuntu minim. Sesungguhnya
- aku ini termasuk orang-orang yang zalim.
- Zalim di situ bisa zalim yang kecil
- maupun sampai kepada zalim yang besar.
- Zalim yang kecil misalnya lalai dalam
- melaksanakan perintah Allah atau lupa
- dalam menjalankan perintah Allah atau
- syirik gitu kan. inni kuntu minimin yang
- asalnya itu sesungguhnya pengakuan
- sebagai ketawaduan seorang hamba gitu
- loh. Kalau dalam konteks Nabi Yunus bisa
- jadi Nabi Yunus menyatakan dirinya zalim
- karena meninggalkan dakwah kan begitu.
- Nah, oleh sebab itu maka saya kira bisa
- kita amalkan gitu ya. Jadi sekali lagi
- wirid apapun, doa apapun, zikir apapun
- perbanyak satu saja enggak masalah gitu
- ya. Heeh. Nah, jadi saya kira kembali
- lagi ee untuk menghidupkan kecintaan
- kepada hijrah mulai dari pemahaman itu,
- maka kita merasa perlu betul bimbingan
- dan pertolongan Allah. Maka hijrah
- senantiasa dilakukan tiap saat. Hijrah
- dari satu, kedua, dari dua ketiga, dari
- tiga keempat dan seterusnya gitu ya.
- Dari ketaatan ke hal-hal yang wajib
- sampai sempurna yang wajib. Kemudian
- evaluasi untuk mengamalkan hal-hal yang
- sunah setelah lebih awal setelah
- melaksanakan perintah-perintah yang
- wajib. Wamazalika bersama dengan itu
- juga berupaya meninggalkan hal-hal yang
- dilarang oleh Allah subhanahu wa taala.
- Tidak mungkin kita tahu apa yang
- dilarang oleh Allah kecuali ikut kajian
- gitu ya, ikut pengajian mana yang
- dilarang oleh Allah tuh apa saja gitu
- ya. Oke, demikian saya kira yang dapat
- saya ee jawab. Wallahu aam biswab.
- [berdehem] Masyaallah. Masyaallah. Ini
- Pak Ustaz ada satu
- ada satu atensi dari Bapak Arwin.
- Asalamualaikum. Terima kasih atas
- tausiah dan nasihatnya Pak Ustaz tentang
- hijrah.
- Semoga Pak Ustaz dan di dan pejuang
- dakwah serta para pendengar radio Rasil
- selalu dalam lindungan sehat lindungan
- Allah dan sehat walafiat serta. Amin.
- Allahum amin. Masyaallah.
- Dari Bapak Arwin di Lenteng Agung.
- Terima kasih Bapak Arwin.
- Dan juga ini ada atensi lagi dari Ibu
- Nurjanah binti Madio. Ini penanggar kita
- di Singapura, Pak Ustaz.
- Ada dari Ibu Ida di Bekasi.
- Barakallah fikum.
- Alhamdulillah sudah menyimak. Terima
- kasih, Pak Ustaz atas tausiahnya.
- Sungguh luar biasa, Pak Ustaz. Terima
- kasih. Jazak. Barakallahu fikum.
- Dan kita kembali ke pertanyaan, Pak
- Ustaz. Ee pertanyaan selanjutnya,
- pertanyaan datang dari Bapak Agung di
- Depok. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz Mas Saleh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Semoga Ustaz sehat selalu.
- Amin. Allahum amin.
- Izin bertanya, Pak Ustaz. Kalau sudah
- hijrah tapi masih sering lalai terus
- mengulangi kesalahan yang sama, apakah
- masih dianggap sebagai hijrah istikamah,
- Pak Ustaz? Terima kasih.
- Nah, masyaallah. Jadi, evaluasi harus
- dilakukan terus-menerus.
- Selama kita masih hidup, evaluasi harus
- dilakukan. Termasuk tadi mengevaluasi
- hijrah. Saya sudah hijrah, tapi saya kok
- masih ah berarti hijrahnya belum total.
- Belum totalitas ya. Jadi totalitas dari
- keseluruhan yang dilarang oleh Allah,
- totalitas dari keseluruhan yang
- diperintahkan oleh Allah atau bahkan
- totalitas dalam hijrah tertentu.
- Misalnya begini, ah saya hijrah untuk
- tidak mabok-mabok.
- Hijrah tuh betul-betul ditinggalkan. Ah,
- minuman-minuman e apa keras itu
- tinggalkan. Tapi kemudian ketika Anda
- ketemu teman lama ee Anda dipaksa
- sehingga kemudian Anda minum lagi. Nah,
- kalau dipaksa Anda segera tobat gitu
- kan. Ah, kalau kemudian Anda tergiur ah
- sekali lagi sama-sama juga harus
- bertobat. Tetapi kalau dipaksa oleh
- teman, dipaksa itu ada
- batasan-batasannya gitu ya. Jadi sekali
- lagi kalau kita masih melakukan hal-hal
- yang apa namanya yang dilarang oleh
- Allah dari sekian banyak larangan,
- insyaallah mudah-mudahan Allah memaafkan
- gitu ya. Mudah-mudahan kita termasuk
- kategorinya tetap yang hijrah. Karena
- yang lainnya betul-betul yang diharamkan
- oleh Allah kita dijauhi, jauhi jauhi
- jauhi. Tinggal satu larangan nih yang
- kita belum bisa. Nah, maka kita mohon
- kepada Allah misalnya mohon maaf
- sebagian ulama ada menyatakan merokok
- itu haram meskipun sebagian juga
- mengatakan makruh. Kalau kita
- berkeyakinan bahwa itu larangan, nah
- sekali lagi larangan, kategorinya
- larangan, maka kita berupaya untuk
- meninggalkannya. Kalau kalau di zaman
- Nabi itu kalau larangan betul-betul
- ditinggalkan. Jadi tidak diketemukan
- dalil wajib eh dalil haram atau makruh.
- gitu ya. Ee haram atau makruh. Kalau ada
- larangan jauhi. Kalau ada perintahnya
- lakukan. Tidak dikenal wajib atau
- mustahab atau mandub
- gitu. Nah, baru kemudian ada pembagian
- lima status hukum. Ada wajib, ada
- mandub, ada mubah, ada makruh, ada
- haram. Itu setelah kemudian syariat
- boleh dipahami sudah sempurna. Kemudian
- untuk mendudukkan persoalan satu dengan
- persoalan maka dibuatlah tadi gitu ya.
- Itu di zamannya di antaranya yang saya
- tahu di zamannya Imam Syafi'i mulai ada
- gitu ya. Ah jadi seperti itu ya. Jadi
- sekali lagi mudah-mudahan Allah
- memberikan kekuatan kepada kita untuk
- betul-betul ya menjadikan hijrah kita
- kafah totalitas gitu ya. Apa yang belum
- kita mampu kita mohon pertolongan kepada
- Allah. Ya Allah, saya kok belum bisa
- meninggalkan ini? Kalau bukan karena
- pertolongan Engkau, tentu aku akan
- senantiasa begini, ya Allah. Jadi,
- senantiasa ngadu kepada Allah, gitu loh.
- Kita ini butuh kepada Allah. Allahus
- Somad. Allah tempat bergantung
- segalanya. Maka apa-apa ngadu sama
- Allah. Apa-apa ngadu sama Allah. Ketika
- kita tidak mampu ngadu sama Allah.
- Ketika kita tidak senantiasa kasar sama
- istri atau senantiasa tidak menghormati
- suami, ngadu sama, "Ya Allah, tolong
- hambamu ini. Hamba belum bisa bersikap
- lembut kepada istri hamba atau ampuni
- hamba, tolonglah hamba untuk senantiasa
- bisa menghormati suami hamba. Hamba tahu
- diaah pejuang, pejuang rezeki untuk
- kami, gitu." Nah, itu di ayat betul.
- Karena memang ada orang ngerti hukum,
- tahu ini salah tapi masih dilakukan,
- tahu ini wajib harus dilakukan tapi dia
- enggak itu mesti ada. Nah, itu makanya
- tidak boleh kita memutuskan
- koneksi
- ya dengan Allah azza waalla. Hablum
- minallahnya harus dibangun terus gitu
- loh. Jadi ke apa itu menunjukkan bahwa
- kita sangat butuh kepada Allah Subhanahu
- wa taala gitu ya. Nah, demikian saya
- kira yang dapat saya jawab. Wallahu aam
- bisawab.
- [mendengus]
- Baik, Ustaz. Kita ke pertanyaan
- selanjutnya datang datang dari Ibu Citra
- di Tangerang Selatan. Pak Ustaz,
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Pak Ustaz, saya sangat ingin hijrah.
- Namun sejujurnya saya masih belum
- sanggup untuk hijrah secara total atau
- secara besar-besaran. Apakah hijrah itu
- ee harus ninggalin secara total ee semua
- yang buruk pernah kita lakukannya, Pak
- Ustaz? Atau bisa pelan-pelan
- melakukannya? Terima kasih, Pak Ustaz.
- Nam. Masyaallah.
- Namun konsisten. Iya.
- Iya. Begini
- kan syariat itu syamil, kamil, mutakamil
- ya. Sempurna dan saling menyempurnakan.
- Jadi ee mencakup dan sempurna serta
- saling menyempurnakan. Itu syariat. Kata
- karakteristik syariat Islam itu
- syumuliyah.
- Kita memiliki karakter yang ee apa
- namanya? Terbatas,
- juziah, parsial.
- Maka oleh sebab itu hendaknya kita
- tadarrujan, tadaruj bertahap ya. Mana
- yang lebih penting dulu? W bertahap
- sampai kemudian menjadi akhlak yang
- baik. Kemudian fokus kepada yang lain,
- jadi akhlak yang baik, kemudian fokus
- kepada yang lain, gitu ya. Jadi, Anda
- tidak dituntut sekaligus seluruh syariat
- Anda harus lakukan. Gak
- oh. Kita memahami kenapa ada fase
- makiah, ada fase madaniah.
- Kenapa Al-Qur'an diturunkan ke Baitul
- Izzah mubasyaratan?
- Kenapa dari Baitul Izzah kepada Nabi
- Muhammad tadarrujan?
- Kenapa tidak sama-sama sekaligus?
- Ternyata kata para ahli Quran, "Oh,
- kenapa tadarus diturunkan kepada Nabi
- Muhammad?" Pertama, agar mudah
- menghafal, agar mudah melaksanakannya,
- tidak terasa berat dalam
- melaksanakannya. Tuh, kan begitu. Maka
- oleh sebab itu juga pelajaran dari Allah
- ketika Allah menurunkan Al-Qur'an yang
- mubasyaratan dan tadarujan itu
- menunjukkan bahwa kalaupun kita memahami
- seluruh syariat ini, katakanlah seluruh
- syariat sudah kita paham, tapi
- mengajarkannya tetap harus bertahap,
- tidak boleh sekaligus.
- Karena kalau sekaligus bisa apa? Ee bisa
- enggak tahan itu orang. Maka oleh sebab
- itu bertahap ya, bertahap bertahap. Nah,
- oleh sebab itu ini yang menarik ya.
- Kenapa Rasul saja bertahap ya kan ee
- baik misalnya larangannya maupun ee
- perintahnya misalnya ee apa namanya ee
- ziarah kubur kan dilarang terlebih
- dahulu. Dilarang kemudian sampai pada
- akhirnya disuruh.
- Ah, itu perbedaan dari dilarang sampai
- disuruh itu proses pembinaan.
- Sehingga Nabi katakan sekiranya kaumu
- bukan dari kehidupan jahiliah, tentu
- Ka'bah ini aku rumbak.
- Tetapi khawatir salah persepsi Nabi
- tidak memperbaiki dulu Ka'bah, dibiarkan
- aja dulu Ka'bah. Nah, jadi ada pemahaman
- kondisional. Maka oleh sebab itu hukum
- pun bisa kondisional
- gitu loh. Bisa dipahami ya. Nah, bahkan
- kemudian kan begini [berdehem]
- menurut Quran ini yang saya sering
- kemukakan. Wasariquun wasariqat.
- Wasariqu wasariqat. Pencuri lelaki dan
- pencuri perempuan hendaknya dipotong ke
- e tangan mereka berdua yaitu ee pencuri
- lelaki dan perempuan. Itu kata Quran.
- Tapi Nabi kemudian melarang memotong
- apa? Tangan. Jangan kau potong tangannya
- pencuri di saat berperang.
- Kalau pendekatannya dari sisi ushul
- fikih, berarti hadis itu adalah taksis,
- pengecualian atau pengkhususan. Jadi
- kalau di saat perang mah enggak boleh
- gitu loh. K pendekatannya apa? Ushul
- fikih. Kalau pendekatannya maqasid, ah
- mesti ada alasan kenapa Nabi melarang.
- Oh, bisa jadi kalau sedang berperang
- orang yang mencuri dipotong tangannya
- gitu kan, maka bisa jadi dia akan belot
- ke musuh,
- maka dia akan membuka rahasia-rahasia
- perjuangan kita. Ah, itu lebih
- membahayakan dibanding menerapkan potong
- ta potong tangan. Nah, itu dari ee sisi
- maqasidnya. Maka Nabi melarang gitu loh.
- Nah, Umar bin Khattab juga pernah tidak
- melaksanakan potong tangan di saat musim
- paceklik
- gitu ya. Padahal Quran tidak
- membicarakan musim paceklik atau tidak
- musim paceklik. Pokoknya laki-laki
- pencuri dan perempuan pencuri potong
- tangannya gitu. Bahkan tidak disebutkan
- nisabnya berapa dia dipotong tangannya.
- itu Quran tidak menjelaskan. Tapi
- kemudian nanti para ahli ilmu membahas
- menghubungkan, "Oh, ini taksis nih hadis
- ini." Nah, begitu juga pembatasan nisab.
- Oh, kalau sudah 4 dinar gitu ya, kalau 4
- dinar eh 4 dia 4 dinar ke atas baru kena
- apa? Kena potong tangan. Kalau di bawah
- 4 dinar berarti tidak ee apa? Tidak ee
- potong tangan gitu ya. Heeh. Nah, maka
- oleh sebab itu sekali lagi maka
- persoalan-persoalan hukum,
- persoalan-persoalan itu menarik untuk
- dikaji bahwa kemudian ada perbedaan
- perbeda wajar karena bisa jadi
- referensinya berbeda-beda.
- Ada referensinya sempurna, ada
- referensinya lengkap, ada yang
- referensinya hampir lengkap, dan ada
- referensinya yang kurang. Kan begitu.
- Maka wajar pemahamannya, kesimpulannya
- juga berbeda-beda. Demikian saya kira
- yang dapat saya ee jelaskan. Wallahuam
- bisawab.
- Ya. Baik. Ee Pak Ustaz sebelumnya kita
- akan ee ingin menyapa nih ada juga yang
- menyaksikan via YouTube TV. Pak Ustaz
- namam
- di sini alhamdulillah hadir ada dari
- Bapak Muhammad Acid Tangara Selatan
- hadir menyimak.
- Masyaallah. Ada dari Ibu Retno.
- Alhamdulillah hadir menyimak tausiah
- tausiah sore bersama Ustaz Amad Saleh.
- Selalu. Amin.
- Ada dari Bapak Odi Anazali. Ada juga
- dari Ibu Bapak Muhammad Rizki
- apa nih? Oh apa namanya? Oke. Ini ada
- yang mohon doa Ustaz karena
- dari Ibu Rukmini.
- Pak Ustaz tolong doakan saya agar saya
- cepat sembuh. Dengkul saya sakit, Pak
- Ustaz. Sudah 3 minggu saya merasakan ini
- dengkul saya yang sebelah dengkul saya
- sebelah kiri sakit jika dipakai
- berjalan. Tolong balas tolong doakan,
- Pak Ustaz.
- Naam. Langsung saja ya. Allahumbanasibil
- ba isfi wafi la siifa illa syifauka
- syifaa la yqadiruq
- thurun warahmatun. Insyaallah sebagai
- mudah-mudahan sebagai pembersih dan
- kasih sayang Allah buat Anda yang
- merasakan sakit itu ya. Barakallahu
- fikum. Nah,
- baik. Terima kasih banyak Pak Ustaz ee
- dan Iwan Nawat. Mungkin nanti bagi Iwan
- Nawat yang ada pertanyaan ataupun ingin
- mengirimkan atensinya bisa dikirimkan ke
- lanyaan berhasil di 0811999720.
- Kita akan kembali setelah Anda takwa
- berikut ini tetap di radio silaturahim
- dan S TV untuk Islam yang satu.
- [musik]
- Ikhwan akhwat penengar radio silaturahim
- di mana pun Anda berada. Kita kembali
- dalam program acara TOSIA sore bersama
- guru kita Ustaz Ahmad Saleh yang pada
- kesempatan sore hari ini Ustaz
- menyampaikan temanya yaitu tentang
- substansi hijrah. Masyaallah. Dan Ustaz
- tadi sudah ee menjawab beberapa
- pertanyaan dari di sesi kedua. Mungkin
- bagi Iwan Nawat yang ada pertanyaan bisa
- dikirimkan ke layanan Masa Berhasil di
- 0811999720.
- Dan kamu pun kami pun ingin menyapa para
- pendengar kami ya yang mendengarkan dari
- Radio Sela FM Batam dan juga dari Radio
- Latansa Sukabumi dan juga Radio Serahim
- Jogja. Ee semoga kita semua seluruh
- dalam kesehatan sehat walafiat dan kita
- kembali ke pertanyaan Pak Ustaz. Namun
- sebelumnya saya bacakan ada beberapa
- atensi ini dari Bapak Tuan dari Bapak
- Baron Betawi. Masyaallah. Tuan Baron di
- petir utama Cipondok Tangerang hadir
- menyiwak. Pak Ustaz
- barakallahu fikum. juga dari Ibu Tati.
- Asalamualaikum. Alhamdulillah menyimak.
- Hatur nuhun, Pak Ustaz. Sangat
- bermanfaat pencerahannya pada
- Masyaallah. Barakallah fikum. Sami-sami.
- Masyaallah.
- Ada dari Ada dari ini juga hadir dari
- Ibu Kiswati, ada juga dari Ibu Aisyah.
- Semuanya menyimak tosia sore pada hari
- ini, Pak Ustaz.
- He.
- Dan Ibu Aisyah juga ini ada pertanyaan.
- Semoga Ustaz Saleh. Semoga Ustaz Saleh
- dan para pejuang Rasil senantiasa sehat
- walafiat. Amin.
- Amin. Allah.
- Izin bertanya, Pak Ustaz. Bacaan doa-doa
- saat sujud di salat sunah dan wajib
- membaca doa yang ada di zikir-zikir pagi
- atau petang. Bagaimana? Apa doanya harus
- yang ada di sesuai Al-Qur'an? Dan peran
- kedua, adab membaca doa saat nyetir
- mobil atau motor, tangan harus diangkat.
- Mohon pencernya, Pak Ustaz. [tertawa]
- Masyaallah. Barakallahu fikum. Baik.
- Saya
- freestyle, Ustaz. [tertawa]
- Iya. Baik, saya e jawab yang pertama
- dulu ya. di saat sujud. Jadi doa apa
- saja? Selama itu diniatkan doa imma
- minal Quran wa imma minas sunah wa imma
- minal ulama
- falyaf'al. Maka lakukan gitu ya. Selama
- itu kategorinya doa seperti begini.
- Rbana atina fid dunya hasanah wafil
- akhirati hasanah waqinaabanar. itu
- diambil dari ayat Quran tapi dibaca saat
- sujud dengan diniatkan bahwa itu doa
- falyammal lakukan karena niatnya berdoa
- bukan membaca Al-Qur'an.
- Nah, begitu juga bacaan yang lain
- misalnya doa dari hadis yang sahih atau
- dari sunah Nabi, doa dari ulama gitu ya.
- Ee doa ulama itu begini. Kadang kita
- menganggap doa itu dari ulama, padahal
- ada dasarnya dari Quran dan sunah gitu
- loh. Itu seringkiali begitu. Karena
- keterbatasan kita menjelajahi Quran dan
- sunah sehingga dikasih doa oleh dari
- ulama. Oh, ini doa dari ulama ini.
- Padahal susunnya loh tertera ternyata di
- Quran tertera juga di sun di sunah.
- Hanya kemudian redaksinya gitu kan.
- Redaksinya kemudian di apa namanya?
- Disesuaikan oleh ulama. Misalnya begini.
- [batuk]
- Kan ada yang ee selawat itu begini,
- Allahumma sholli ala Muhammad satu gitu
- ya. Tapi ada yang kemudian Allahumma
- sholli ala sayyidina
- Muhammad dua itu sudah dua macam. Nah,
- kemudian ini ribut nih enggak pakai
- sayidina ya pakai gitu kan. Nah,
- ternyata itu di dalam riwayat lain, an
- sayidun libani adama. Aku ini sayidnya
- bagi bani Adam yaumalqiamah pada hari
- kiamat. Oh, berarti sayid itu boleh gitu
- kan. Jadi kemudian menjadi tidak ada
- masalah antara yang pakai sayidina
- dengan yang tidak pakai sayidina gitu.
- Itu di antaranya. Kemudian Allahumma
- sholli ala kalau tadi Allahumma sholli
- ala Muhammad. Kalau ini Allahumma sholli
- ala sayyidina Muhammad. Kemudian
- ditambah lagi Allahumma sholli ala
- sayyidina Muhammadin
- abdika. Betul enggak? Nabi Muhammad itu
- hamba hamba Allah.
- Iya.
- Nah, abdika ee wabika dan nabimu.
- Waasulika dan rasulmu. Nabiil ummi nabi
- yang umi. Betul enggak?
- Iya.
- Nah, berarti ini ee boleh dibilang ee
- seakan-akan itu tambahan ulama tetapi
- rujukannya ada.
- Jadi tidak salah. Jadi abdika wa nabika
- wa rasulika nabiyil ummii wa ala alihi
- wa ashabihi gituah dan seterusnya. Nah,
- maka oleh sebab itu ya Allah ya kadang
- kita ribut karena keterbatasan
- pengetahuan kita ribut padahal ternyata
- lah ada ternyata.
- Maka kemudian beberapa kali saya
- menelaah e pada akhirnya ah ternyata
- keributan-keribatan ini kata
- keterbatasan pengetahuan kita gitu ya.
- Maka oleh sebab itu syariat Islam yang
- begitu menyeluruh kita baru mengenal
- satu titiknya saja seakan-akan kita
- mengklaim bahwa pengetahuan kita telah
- mewakili seluruh syariat Islam.
- Padahal baru setitik gitu. Apalagi
- kemudian ee dihubungkan dengan semua
- ilmu-ilmu Allah Subhanahu wa taala. Ilmu
- Allah tidak terbatas, tidak ada
- dasarnya. Tidak dasarnya itu maksudnya
- tidak kalau didalami ke bawah tuh
- [berteriak] terus saja ke bawah enggak
- sampai-sampai gitu maksudnya tidak
- berdasar tu dan tidak bertepi. Kalau
- kemudian kita mencarinya melebar terus
- aja melebar enggak ketemu tepinya. Maka
- tak berdasar dan tak bertepi. Diphami
- oleh pemahaman yang terbatas.
- Bagaimana bisa bisa menjangkau
- seluruhnya? Maka oleh sebab itu sekarang
- nah gitu tidak ada lagi dikotomi ilmu
- agama dan ilmu lain. Sekarang tafsir
- saja sudah membahas tafsir sains dan
- sosial. Tuh
- dulu mah gak ada tafsir sains, tafsir
- sosial. Enggak ada dulu. Maka ada
- pemisahan saentis dengan ulama. Oh dia
- mah ulama. Oh dia mah saentis. Kalau
- sekarang ya ulama ya saentis
- gitu loh. Kata para ulama ah enggak
- ngaji mereka gitu kepada sacientis. Kata
- saintis eh enggak neliti. Cuma baca
- kitab kuning doang. Akhirnya sekarang
- sama-sama menyadari bahwa ternyata ilmu
- Allah tuh luas. Sekarang sudah dicombine
- digabung.
- Ya, ahli tafsir, ya, ahli fikih. Nah,
- bagaimana bisa memahami tafsir?
- Bagaimana bisa memahami fikih kalau
- enggak ngerti matematik?
- Loh, apa hubungannya dengan matematik?
- Loh, iya itu pembagian waris 1/6 1/8
- berarti harus pintar tuh matematiknya.
- Iya.
- Kalauak ngerti tentang pecaahan desimal
- mana tahu. Jadi akhirnya kesadaran
- penguasaan ee IPTEK, Sains, dan sosial.
- Selain juga memahami tafsir, memahami
- syarah, itu semuanya menjadi sebuah
- keperluan bagi umat gitu ya. Apalagi
- kemudian ya Allah memperlihatkanlah ya
- memperlihatkan
- ee kekuasaannya kepada orang-orang yang
- mau membaca ayat-ayat Allah di alam
- mayafada ini. Kenapa? Mohon maaf ya,
- negeri-negeri Islam itu seakan-akan di
- bawah jajahan orang-orang kafir, di
- bawah ketiak orang kafir. Karena
- teknologinya
- kita berkiblat ke awalnya tuh. Karena
- ekonominya dikendalikan.
- Kita dibohongi sama Barat. Mohon maaf
- Barat yang kafir maksud saya. Barat yang
- memang begitu karena Barat juga ada yang
- saleh banyak gitu ya. Tetapi maksud saya
- ketika saya menyebut etnis tentu etnis
- yang saya maksudkan adalah etnis yang
- seperti itu bukan etnis yang tidak
- seperti itu. Gitu loh ya. Oh dasar dia
- mah bangsa A. Bangsa A memang begini
- begini begini. Tentu yang maksudnya
- bangsa A begini itu yang begini. Iya.
- Nah, adapun yang tidak begini ya tidak
- saya sebutkan gitu loh maksudnya ya.
- Jangan sampai terjadi fitnah saya mendak
- yang saya maksudkan adalah yang seperti
- itu gitu. Nah, maka oleh sebab itu,
- Ikhwatul iman ee tafsir, syarah, hadis,
- semua sekarang itu
- bahkan kemudian ee hadis-hadis Nabi
- sekarang itu digali dari perspektif
- sains dan sosial
- ya, dari sisi sains. Dari bukan hanya
- dari sisi knowledge ya, knowledge itu
- belum terbukti, bisa saja pengetahuan
- tetapi ini sampai bukti-buktinya gitu
- loh ya. eh knowledge ee apa namanya? Ada
- ilmu ilmu ee ada pengetahuan gitu ya ee
- ada knowledge, ada sains. Nah, jadi ee
- oleh sebab itu saya kira anak-anak kita
- sudah tidak boleh lagi dikotomi. Dia
- sudah hafal Quran, hafal hadis ribuan
- sudah ini
- sekolahkan di jurusan teknik, sekolahkan
- di jurusan ekonomi, sekolahkan di
- jurusan hukum. yang semuanya itu
- sesungguhnya ada hubungannya erat dengan
- agama gitu loh gitu ya. Ee maka oleh
- sebab itu saya kira alhamdulillah ee
- kita bersyukur kepada Allah ternyata
- semakin tersingkap ya hubungan-hubungan.
- Jadi akhirnya seluruh pengetahuan,
- seluruh sains, seluruh pengetahuan
- sosial itu muaranya Quran. Pada akhirnya
- begitu. H. Jadi Quran itu ternyata
- bicara bicara sains, bicara nonsent. E
- maksudnya bicara sains, bicara sosial,
- bicara humaniora.
- Humaniora itu humanisme juga
- kemanusiaan. Jadi selain ee apa namanya?
- Ee ketuhanan, ketuhanan itu ada yang
- disebut dengan apa istilah lupa lagi ya.
- Ketuhanan juga bicara humanisme,
- kemanusiaan. Quran bicara
- dan universal gitu ya. Bukan hanya
- bicara tentang kemanusiaan yang sifatnya
- terbatas. Gak Quran itu universal.
- Bahkan sekarang seperti begini,
- mohon maaf kan kita mengakui
- kelebihan apa namama akufungcure.
- Kan kita tidak anti. Wah akuungcur kan
- dari negeri anu yang begini begini
- begini. Sekarang mah gak aku puncur
- manfaatnya begitu begitu bekam gitu ya.
- bekam sekarang orang semua menggunakan
- bukan hanya umat Islam, bukan hanya
- orang Kristen, bukan hanya orang Cina
- pakai bekam gitu ya. Hanya metodologinya
- berbeda-beda. Ada yang disedot, ada yang
- pakai apa dibakar, ada yang tapi intinya
- adalah membuang ee darah kotor.
- Heeh. Dan itu sekarang sudah tidak lagi
- ini, wah ini tuh dari Islam. Oh, ini tuh
- dari bukan Islam. Gak.
- Iya. Pokoknya akupungcur dipakai oleh
- semua orang, baik orang Islam maupun non
- Islam gitu ya. Ee bekam juga dipakai
- oleh umat Islam apa dipakai juga oleh
- non Islam. Nah, seperti itu itu adalah
- kebenaran, itu adalah ilmu. Nah, ilmu
- itu dari Allah. Kalau dari Allah tidak
- bisa diklaim oleh satu agama saja atau
- satu etnis saja.
- Iya. Nah, maka oleh sebab itu
- sesungguhnya eh kaya Islam itu
- sesungguhnya gitu ya dengan ilmu-ilmu
- pengetahuan universal maupun ilmu
- pengetahuan yang bersifat ee spesifik
- gitu loh. Kalau ilmu spesifik ya salat.
- Tapi faktanya salat sekarang diperlukan
- oleh orang kafir.
- Enggak percaya orang-orang Korea Ramadan
- tuh pada puasa padahal bukan muslim.
- Orang Korea itu saya di Mos eh kenapa
- mereka rupanya mereka mendidik karena
- ternyata banyak manfaatnya
- sehat badan menjadi sehat katanya begini
- [tertawa] loh saya bilang masyaallah tuh
- itu padahal ee itu syariatnya umat Islam
- tapi kemudian bisa jadi salat nanti
- mereka ikut salat bukan hanya karena dia
- muslimah bukan hanya karena dia muslim
- karena dia mendapatkan manfaat dari
- salat karena salat setelah diteliti
- kalau sujudnya lebih dari sekian detik
- maka aliran darah kan begini begegini ke
- otak maupun ke jantung.
- Nah, maka bisa jadi salat pun bisa
- universal nanti.
- Iya,
- insyaallah itu gitu. Jadi orang yang
- salat jadi kemudian nanti
- yang membedakannya adalah yang satu
- salatnya ibadah kepada Allah, yang satu
- olahraga.
- Mencari manfaatnya saja, manfaat duniawi
- gitu ya. Oke, demikian saya kira yang
- dapat saya jelaskan. Wallahuam
- bisawab.
- Mudah-mudahan setelah melaksanakan salat
- mereka dapat hidayah.
- Amin. Amin. Amin. [tertawa]
- Iya. Heeh.
- Ada pertanya sudah terjawab dulanya
- belum?
- Oh belum. Ada satu lagi Ustaz
- yang di saat kita sedang menyetir atau
- harus angkat tangan?
- Oh iya iya. Baik baik. Masyaallah.
- Mengangkat tangan. Ah sekarang ee jadi
- begini. Sunah dalam berdoa itu pertama
- memuji Allah. ya kan selawat atas
- Rasulillah tidak makan makanan haram
- pakaiannya yang halal dan ee memanggil
- Allah ya memanggil nama Allah atau ee
- sifatnya. Yang keenam mengangkat tangan.
- Oke. Itu nah dalam rangkaian apa
- namanya? Simbolistis.
- Simbolistis itu oh harus begitu berdoa
- tuh memuji Allah. Nah, dalam kondisi
- tidak memungkinkan boleh saja memuji
- Allah, berselawat kepada Rasulillah,
- pakaian harus bersih. Maksudnya bersih
- itu bukan hasil nyuri, pakaiannya halal.
- Perut kita juga diisi dengan makanan
- yang halal. Memanggil nama Allah sambil
- megal seti, "Ya Allah, ya Rah, Ya Rahim,
- Ya Malik, Ya Qudus" misalnya begitu.
- Atau ketika naik, megang setir motor. Ya
- Allah, ya Allah, ya Allah tidak harus
- ngangkat tangan. Kalau memang tidak
- memungkinkan untuk ngangkat ngangkat
- tangan. Jadi tangan kategorinya
- simbolistis, simbol ya. Kalau bisa
- dilakukan, lakukan. Tapi ketika tidak
- bisa laabih tidak apa-apa gitu ya.
- Demikian yang dapat saya jelaskan.
- Wallahuam
- bisawab.
- Iya. Dari pertanyaan Ibu Aisyah kita
- sekarang pertanyaan ke pertanyaan Bapak
- Abdullah di Depok, Pak Ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Semoga Pak Ustaz dan kru Rasil dalam
- keadaan sehat walafiat.
- Amin. Allahum amin.
- Izin bertanya mengenai istikamah. Ketika
- kita setiap hari melakukan salat duha
- empat rakaat, namun pada suatu waktu
- kita melakukannya hanya dua rakaat.
- Apakah ini termasuk tidak istikamah, Pak
- Ustaz? Mohon penjelasannya. C.
- Nah, saya ingin nanya penginnya
- jawabannya apa? Istikamah apa tidak
- istikamah? [tertawa]
- Begini, Anda bisa dinyatakan tetap
- istiqamah, istiqamah melaksanakan salat
- duha.
- Tapi kem anda tidak disebut istiqamah.
- Kenapa? Biasanya Anda empat rakaat
- sekarang dua. Kan begitu. Maka jawabnya
- boleh bisa istikamah, boleh bisa juga
- tidak istiqamah. Jadi penilaian itu
- kadang general, kadang tafsili, detail.
- Kalau penilaiannya untuk mendapatkan
- nilai detail, Anda tidak istikamah.
- Tapi kalau penilaiannya general, Anda
- termasuk orang yang istiqamah. Misalnya
- begini,
- tiap malam Anda salat tahajud dan salat
- witir, katakanlah saya ngambil yang
- masyhur saja 11 rakaat.
- Kemudian Anda ngantuk karena habis
- begadang
- ya. Anda keburu tidur, bangun-bangun
- menjelang subuh. yang biasanya 11 rakaat
- kemudian Anda jadi 5 rakaat. Nah, itu
- masih dapat pujian dari Allah
- insyaallah. Hmm. Masyaallah. Hambaku itu
- meskipun dia punya keengganan,
- masih ngantuk, masih saja dia
- melaksanakan tahajud dan witir. Ah, maka
- istikamah.
- Jadi kita menilai Allah, maka Allah
- menilai kita itu sangat tergantung
- penilaian kita.
- Jadi kalau di oh kita masih dianggap
- istikamah insyaallah tadi penilaiannya
- oh Allah akan menilai hambaku itu masih
- tetap salat tahajud dan witir meskipun
- bangunnya menjelang subuh kan masih ada
- aduh tanggung saya ah udah tidur lagi
- aja lah enggak usah salat malam kan ada
- juga yang begitu
- jangankan yang salat yang tidak salat
- kemudian dia melek menjelang apa
- menjelang subuh Dia baca doa
- alhamdulillahilladzi ahyana ba'da ma
- amatana wa ilahinul.
- Astagfirullahalazim.
- Astagfirullahalazim.
- Astagfirullahalazim.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- nabiyina Muhammadin wa ala alihi
- wasahbihi wasallim taslima. Misalnya
- begitu. Itu pun tetap masih punya nilai
- di sisi Allah. Maka oleh sebab itu
- hendaknya kita berbaik sangka kepada
- Allah. Asal kita jangan menyepelekan.
- Itu aja. Selama kita baik sangka pada
- Allah. Ya Allah sayang bangun kesiangan
- cuma bisanya satu rakaat witir. Satu
- rakaat witir.
- Kita berharap kepada Allah agar Allah
- menerima witir kita dan kemudian
- besoknya kita tingkatkan lagi untuk
- meningkatkan pendekatan diri kepada
- Allah Subhanahu wa taala. Demikian ya.
- Jadi jawabannya Anda bisa dikatakan
- tetap istiqamah meskipun dari sisi
- rakaat Anda kategorinya tidak istiq
- istiqamah. Wallahuam
- bisawab.
- Ada satu tanggapan dari Ibu Nur Jannah
- binti Madio, Pak Ustaz.
- Nam ustaz, saya kalau sujud selalu
- berselawat dan mendoakan Allahfiri buat
- kedua orang tua saya.
- Seperti itu. Itu boleh ya, Pak Ustaz?
- Ah, namam. Masyaallah. Jadi setelah baca
- doa yang diajarkan Nabi, subhana
- rabbiyal a'la wabihamdih subhana
- rabbiyal a'la wabihamdih subhana
- rabbiyal a'la wabihamdih allahumfirli
- waliwalidaiya warhamhuma kama rabbayani
- shir allahumagfirli waliwalidaiya
- warhamhuma kama rabbayani shir
- allahumagfirli waliwalidai warbayanira
- Allahumma sholli ala sayyidina Nah yang
- ketiga ini yang kemudian mengundang
- perdebatan itu mah bukan doa tapi
- selawat gitu ya bagi yang memisahkan
- antara apa selawat dan doa
- Kata yang berdoa, ih kan selawat juga
- doa.
- Maka kemudian laisa hunaka musykilah,
- tidak ada persoalan. Karena juga ke
- berselawat itu berdoa untuk Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam dan
- keluarganya dan para sahabatnya.
- Paling tidak untuk Nabi dan keluarganya
- atau paling kalau mah selawatnya buntung
- untuk Nabi sallallahu alaihi wasallam
- saja. gitu ya. Allahumma sholli ala
- sayyidina Muhammad. Ah, itu selawat
- buntung namanya karena tidak diikut
- sertakan keluarganya. Ah, maka oleh
- sebab itu sebaiknya ditambahkan
- keluarganya dan para sahabatnya. Ya,
- demikian saya kira ya. Wallahuam
- bisawab.
- Satu pertanyaan terakhir
- dibatasi waktu. Pertanyaan dari Bapak
- Sayan Rohili
- di Pulau Gebang. Asalamualaikum, Pak
- Ustaz. Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Izin bertanya, Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam mengganti kota Yastrib
- menjadi Madinah. Tidak ditentang
- orang-orang kafir. Quraisy, mohon
- penceranya.
- Ah, masyaallah. Barakallah. Begini
- [mendengus]
- ee
- orang yang berpengaruh,
- orang ya berpengaruh itu punya
- kedudukan. Orang yang pintar seringki
- pernyataan-pernyataannya
- tidak ada yang menentang. Itu sangat
- disesuaikan dengan kondisi apa? Kondisi
- masyarakatnya.
- Nabi Muhammad, mohon maaf ya, Nabi
- Muhammad menurut Quran di Makkah itu ya
- meskipun Nabi Muhammad tidak memiliki
- harta
- gitu ya, tidak memiliki harta tapi
- kemudian mendapatkan ilmu dari Allah
- azza wa jalla maka Nabi Muhammad
- didengar. Padahal Nabi Muhammad ya yatim
- ya apa namanya dan juga tidak memiliki
- kekayaan.
- ailagna
- ya e dia Allah menemukan engkau dalam
- keadaan fakir lalu memberikan kekayaan
- ketika engkau apa namanya e yatim fakir
- ya kemudian Allah memberikan pengetahuan
- maka Nabi Muhammad kemudian diangkat
- derajatnya oleh Allah Subhanahu wa taala
- maka kemudian banyak orang yang
- mengikuti Nabi Muhammad karena
- statement-statementnya yang namanya
- bimbingan wahyu gitu ya bimbingan dengan
- wahyu itu menggugah hati orang-orang
- yang mendengarnya. Maka kemudian
- orang-orang musyrik mengatakan, "Ah, dia
- sudah kena sihir Muhammad." Karena
- seakan-akan menerima dakwah Nabi
- Muhammad itu seperti orang kena sihir.
- Tuh, gitu ya. Kenapa? Karena saking
- membiusnya dalam tanda petik, saking
- membiusnya maksudnya
- saking berdampak kepada hati yang dalam.
- Kemudian dia menerima dakwah Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Maka
- seringkiali ee Nabi Muhammad dituduh
- tukang sihir. Kenapa sihir itu? Ciri
- sihir menurut Albaqarah 102 bisa
- memisahkan antara suami dari istrinya
- dan istri dari suaminya. Nabi Muhammad
- dakwah tersentuhlah suaminya. Istrinya
- tidak minta cerai. Nah, tersentuh
- istrinya sehingga masuk Islam. Suaminya
- enggak dicerai.
- Nah, karena Nabi Muhammad dengan
- dakwahnya bisa memisahkan antara suami
- dari istri dan istri dari suami, maka
- Nabi Muhammad digelari sair. Tukang
- tukang sihir gitu loh. Maka dibantah
- oleh Allah gitu loh. Beda tukang sihir.
- Kalau tukang sihir mah begini-begini.
- Kalau Nabi Muhammad mengajak kepada
- kebenaran, mengajak kepada taat kepada
- Allah Subhanahu wa taala. Nah, jadi saya
- kira [berdehem]
- apa namanya? Kenapa tidak ditentang?
- pertama
- ee para peneliti sejarah sudah memberi
- penilaian Nabi Muhammad sudah memiliki
- kedudukan yang kuat di Madinah.
- Maksudnya di Yasrib sudah mendapatkan
- kedudukan, sudah mengakar. Maka orang
- mau membantah pun siapa? Dia mikir juga.
- Aduh, kalau saya bantah saya cuma
- seorang diri, cuma sekelompok saya aja.
- Orang-orang sudah mendukung kepada Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
- Apalagi kan kabilah ini apa namanya? Ada
- perjanjian damai. Kabilah ini perjanjian
- damai dengan Nabi Muhammad. Sehingga
- Nabi Muhammad dari sisi penilaian
- strategiknya itu sudah kokoh, sudah kuat
- gitu loh. Itu sekali lagi dari sisi
- strategik. Hakikatnya semua Allah sudah
- menguatkan menguatkan Nabi Muhammad dan
- para sahabatnya. Itu inti dalam bahasa
- agamanya.
- Karena Nabi Muhammad oleh Allah sudah
- dikokohkan begitu kuat, maka Nabi
- Muhammad mengganti Yasrib jadi Madinatul
- Munawarah. Enggak akan enggak ada yang
- protes gitu ya. Ah demikian saya kira
- yang dapat saya jelaskan. Wallahu aam
- bisawab.
- Ya, masih ada tiga atensi nih, Pak Ustaz
- dan Ibu Nur Sumatio. Alhamdulillah kami
- menyimak tausiah Ustaz Ahmad Saleh sore
- ini. Terima kasih, Pak Ustaz.
- Nam
- ada dari Ibu Rina di Depok hadir
- menyimak. Ada juga dari Bapak Yuman
- Gunung Putri, Pak Ustaz.
- Dari Bapak Yuman jemah Masjid Alamin
- hadir. Masyaallah. Barakallah fikum.
- [tertawa]
- Terima kasih, Pak Ustaz atas tausiahnya
- pada sore hari ini.
- Dan mungkin Ustaz ada kesimpulan dari
- tema kita substansi hijrah pada.
- Iya. Kesimpulannya, hijrah itu adalah
- perpindahan dari kondisi yang buruk
- menuju kondisi yang baik. Dari kondisi
- yang baik menuju kondisi yang lebih
- baik. Baik dari sisi fisik, baik dari
- sisi fisik, maupun baik dari sisi
- psikis,
- dari sisi ee ee apa namanya? ee jasmani,
- begitu juga dari sisi rohani, dari sisi
- zahiri juga dari sisi batini.
- Jadi batinnya semakin tenang, semakin
- ini jadi peningkatan-peningkatan
- sehingga kemudian yang asalnya jauh dari
- Allah semakin dekat, semakin dekat
- kepada Allah Subhanahu wa taala. Kalau
- semakin dekat, semakin dekat, semakin
- dekat, semakin dekat dalam bahasa suluk,
- sekali lagi dalam bahasa suluk maka ia
- telah sampai kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Karena mendekat, mendekat,
- mendekat, mendekat. Maka dalam bahasa
- suluk sekali lagi dia kemudian dekat
- dengan Allah azza wa jalla maka mengenal
- betul siapa Allah Subhanahu wa taala.
- Demikian yang dapat saya simpulkan.
- Wasallahu ala nabiina Muhammadin.
- Walhamdulillahiabbil alamin.
- Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Jazakallah khair ustaz pas
- pada sore hari ini. Dan kita selalu
- doakan e Iwan Nawat agar Ustaz dan Mas
- selalu diberikan kesehatan agar bisa
- terus menyampaikan ilmunya bagi kita
- semua.
- Dan saya juga mengucapkan terima kasih
- kepada Iwan Awat semua yang sudah
- menyampaikan pertanyaannya,
- atensi-atensinya. Semoga Allah membalas
- dengan kebaikan yang berlipat ganda.
- dari studio saya Fajar Hidayat, Yusuf
- Zangkit dan juga Muhammad Neza mohon
- undur diri. Mari kita akhiri saja dengan
- membaca doa kafaratul majelis.
- Subhanakallah
- billahi [berdehem] taufik walhidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.