Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Brail TV [musik]
- [musik]
- [musik]
- alhamdulillah wasalatu wasalam ala
- rasulillah waa ali maul asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh ikhwan-akhwat
- Yang dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Apa kabar? Selamat datang di dalam acara
- renungan di bawah naungan Al-Qur'an.
- Kali ini live bersama Alfagqir Isa
- Alkaf, ada Ondi kameramen dan juga Mas
- Algini meja operator. [terkesiap] Dan
- hari ini alhamdulillah ikhwan akhwat Isa
- ditemani oleh guru kita bersama di ruang
- studio. Alhamdulillah sudah membersamai
- kita Ustaz Husein bin Hamid Alat.
- Asalamualaikum Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Semoga dalam keadaan sehat walafiat
- Ustaz. Ya, semoga Allah jaga kesik.
- Amin. Insyaallah.
- Amin ya rabbal alamin. Semoga ikhwanat
- yang mendengarkan juga dalam lindungan
- dan kesehatan dari Allah Subhanahu wa
- taala. Dan ikhwanat ee sekali lagi
- Alfagir ingatkan bahwa pagi hari ini
- kita live tanya jawab. Ustaz Husin akan
- menjawab langsung pertanyaan ikhwan
- akhwat sekalian dalam live. Langsung
- ditanya langsung dijawab ketika ikhwan
- akhwat bertanya. Kalau ingin bertanya
- silakan kirimkan pertanyaan melalui
- pesan WhatsApp. Nomornya adalah
- 0811999720.
- Sekali lagi nomor WhatsApp-nya 08.
- 1-nya 3 kali, 9-nya 3 * 720 atau bisa
- telepon langsung di 0218451512.
- Namun dengan catatan kalau telepon harap
- menunggu Ustaz Husin selesai menjawab
- atau ee menunggu jeda setelah bacaan
- surah al-Fatihah. Kita buka dulu agar
- Allah bukakan pintu rahmat kita, pintu
- hidayah buat kita agar Allah mudahkan
- hidup kita agar Allah mudahkan pemahaman
- kita untuk memahami ilmu-ilmu yang akan
- diberikan oleh guru kita bersama. Kita
- mulai dengan membaca ummul Quran surah
- al-Fatihah. Tafadul Ustaz.
- Auzubillahimyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim.
- Maiki yaumiddin.
- Iyaka na'budu wa iyyaka nasta
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina
- an'amta alaihim
- ghairil maghdubi alaihim waladin.
- Amin. Amin ya rabbal alamin.
- Allahumarhamna bil Quran. Masyaallah.
- Semoga dari bacaan surat Al-Fatihah tadi
- Allah bukakan pintu rahmat, pintu
- hidayah untuk kita semua. Senantiasa
- kuat berada di jalan Allah Subhanahu wa
- taala. Amin ya rabbal alamin. Ustaz, ini
- ada beberapa yang masuk. Ada dari Kak
- Vivi, ada Ibu Haidar Sumarni, ada Budi
- Hartono, akan tetapi oh belum ada yang
- ee bertanya nih. Oh, ada telepon dari
- Ria Azhari. Barangkali bisa diangkat. Ee
- Mas Algi.
- Asalamualaikum.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Asalamualaikum, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Dengan Ibu Ria Azhari. Betul.
- Iya, betul.
- Baikbaik. Dari mana, Ibu?
- Sama dengan Ibu Ria Azhari. Ee dari
- Pondok Labu.
- Masyaallah. Silakan pertanyaannya, Bu.
- I Afan. Ustaz, ana mau tanya ee
- menyangkut dengan permasalahan ee
- Kanjeng Rasul ya
- dengan ee apa ee selama ini kita ini ee
- apa ya lebih banyak memperingati hari
- kelahiran Rasulullah sallallahu alaihi
- wa
- tapi ketika wafatnya Kanjeng Rasul ee
- terutama para yang mereka
- kita sebagai mengaku umat raidah
- tidak
- halnya Rasulullah, Ustaz. Nah, kenapa
- ini
- umat rasul tidak pernah memperingati hal
- daripada Kanjeng Rasul? Hanya
- memperingati
- hari lahirnya aja.
- Afan, Ustaz, begitu aja pertanyaan Ana.
- Syukron. Asalamualaikum warahmatullah.
- Waalaikumsalam. Mungkin supaya tadi
- putus-putus kenapa Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam hanya
- dirayakan kelahirannya sementara
- kematiannya tidak diperingatkan, Ustaz?
- Syukran. Jazakumullah khair.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- [berdehem]
- Alhamdulillahi rabbil alamin.
- Hamdan katsiran thayyiban mubarokan fih.
- Kama yuhibbu rabbuna waard.
- Ya rabbana lakal hamdu kama yambag
- jalali wajhikal karim waliadimi sultanik
- subhanak lahsianaan
- alaika anta kamaita nafsik falakal hamdu
- hatta tard wakal hamdu idza radit
- wakal hamdu ba'dar ridumma sholli ala
- muhammadin wa ali muhammad allahumma
- atina minika rahmah waimna min ladunka
- Alalamualaika ya Rasulullah. Asalamuala
- ibadillah shihin. Wasalamualaikum
- warahmatullah wabarakatuh.
- Waalaikumsalam war.
- Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah.
- Kita mendengarkan tadi pertanyaan dari
- Ibu Ria dari Pondok Labu. Mengapa
- kita hanya memperingati lahirnya Rasul,
- tapi tidak memperingati wafatnya Nabi
- kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam.
- Padahal masyarakat di sana sini mereka
- memperingati haul,
- yaitu peringatan kematian
- dari kiai-kiai
- atau habib-habib yang terkemuka.
- Lalu kenapa Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam tidak diperingati hari
- wafatnya?
- Kita semua tahu kehidupan Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- wasallam seluruhnya adalah tauladan.
- Apabila kita betul-betul berhati bersih,
- terbuka untuk menerima kebenaran
- dan mendambahkan betul-betul hidup kita
- sejalan dengan tuntunan dan ketauladan
- Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam, kita akan mengambil pelajaran
- dari seluruh kehidupan Rasul.
- Kita memperingati Maulid Rasul. Seringki
- sebagian orang bertanya-tanya,
- "Mengapa
- [mendengus] kita memperingati Maulid
- Rasul padahal para sahabat tidak
- memperingati maulidnya?"
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- sebagai ungkapan syukurnya setiap hari
- Senin beliau berpuasa. Sewaktu ditanya
- mengapa. Dia bilang, "Pada hari Senin
- ini saya dilahirkan." Dia berpuasa
- sebagai ungkapan syukurnya kepada Allah
- Subhanahu wa taala.
- Para sahabat Nabi mereka tidak
- memperingati Maulid Rasul bukan karena
- mereka tidak menyambutnya,
- tapi mereka akrab dengan rasul, mereka
- akrab dengan kehidupannya. Para sahabat
- juga saling menceritakan
- apa-apa yang dilakukan Rasul.
- Nah, tujuan dari peringatan Maulid
- sebagai ungkapan syukur juga kita kepada
- Allah yang telah mengutus rasul-Nya
- sebagai rahmatan lil alamin juga untuk
- mengenal beliau. Oleh karena itu,
- peringatan Maulid ya apabila diisi
- dengan cerita kisah mengenai kehidupan
- beliau, akhlak beliau yang merupakan
- suri tauladan yang Allah perintahkan
- untuk kita ikuti. Bagaimana kita akan
- meneladani beliau kalau tidak mengenal
- beliau. Jadi para sahabat masih dekat
- dengan rasul. Begitu pula para tabiin.
- Sedangkan kita lebih akrab dengan pemain
- sepak bola terkenal. Kita kenal pemain
- sepak bola Spanyol, Inggris, Perancis,
- Belanda, Brazil. Tapi sewaktu ditanya
- mengenai Rasul dan kehidupannya,
- ternyata apa? kita hampir dikatakan
- sebagian besarnya buta.
- Oleh karena itu, peringatan Maulid Rasul
- bukan ritual. Jadi, jangan dianggap
- peringatan Maulid ini ritual,
- tapi peringatan [mendengus]
- Maulid tujuannya untuk memperkenalkan
- Rasul kepada umat yang jauh ya. Jauh apa
- masanya ya? Dari kehidupan Rasul
- sallallahu alaihi wasallam untuk
- ditauladani
- bukan hanya untuk dinyanyikan.
- dengan pujian-pujian tidak Rasulullah
- tidak butuh ini. Tapi untuk ditauladani
- akhlak dan kehidupan beliau. Nah, karena
- umat terlalu jauh dari ketauladanan
- Rasul, akhirnya mereka lebih banyak
- mencontoh ustaz dari Rasul.
- Sedangkan ustaz ini tidak semuanya
- mengikuti Rasul. Di antara sebagian
- ustaz ya, mereka menjadikan agama
- sebagai kendaraan untuk tujuannya
- akhirnya menimbulkan fitnah karena
- mengotak-ngotak kaum muslimin untuk apa?
- Untuk membuat para pengikutnya
- berfanatik kepadanya, memuja dirinya.
- Nah, yang kita inginkan bagaimana kita
- mengenal Rasul agar melalui sunah Rasul
- kita membedakan siapa orang yang berada
- pada sunah Rasul dan siapa orang yang
- jauh dari tuntunan Rasul. Sekarang
- kehidupan masyarakat kita, pergaulan
- pria wanita, kemudian juga kehidupan.
- Kehidupan apa? Berbangsa, bernegara kita
- jauh dari tuntunan Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam.
- Oleh karena itu memperingati kelahiran
- beliau, mengenal beliau, kemudian
- mempelajari ketauladanan beliau
- merupakan satu keharusan. Karena Allah
- berfirman, "Laqadana lakum fi
- rasulillahi uswatun
- hasanah." Di sekolah-sekolah kita tidak
- mempelajari.
- Begitu juga ya kita di tengah-tengah
- masyarakat kita kalau Rasulullah tidak
- diingatkan, orang lebih akrab dengan
- artis-artis, penyanyi-penyanyi,
- aktor-aktor apalagi sekarang zaman ee
- selepgram ya, youtuber. Kita lihat
- bagaimana idola masyarakat bukan lagi
- kepada rasul.
- Iya.
- Tapi idola mereka ya ternyata tertuju
- pada mereka-mereka ini yang sedang
- tampil di permukaan media pada saat ini.
- Begitu juga wafat Rasul juga merupakan
- ketauladan.
- Oleh karena itu, sebagaimana Ibu Ria
- saya juga bertanya-tanya kenapa mereka
- memperingati haul kiai-kiai,
- ulama-ulama, habib-habib, tapi tidak
- memperingati wafat Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Dan di sana
- terdapat ketauladan yang amat indah bagi
- kita semua.
- Cuma sebagian orang pada saat
- mempelajari
- Maulid Rasul, kehidupan Rasul, maupun
- wafat Rasul, ada sebagian mereka yang
- hatinya tidak bersih. Akhirnya mereka
- jadikan sebagai ajang fitnah,
- pertentangan, perpecahan di antara umat.
- Nah, kita ingin kita lebih dewasa dalam
- menyikapi perbedaan. Kita tahu mana yang
- boleh, mana yang tidak boleh. Dan kita
- di saat mempelajari kisah masa lalu,
- ambil yang bermanfaat untuk kita.
- Tinggalkan
- kenangan-kenangan yang buruk, hal-hal
- yang tidak benar yang dilakukan oleh
- para pendahulu. Jangan kita ulangi.
- Karena kita akan dihisab dengan amal
- kita, bukan dengan amal mereka. Dan
- banyak cerita-cerita sejarah sebetulnya
- merupakan sejarah opini yang dibuat ya
- oleh para penguasa atau mereka yang
- mendukung kekuasaan atau yang fanatik
- kepada kelompok dan golongan. Mereka
- membuat sejarah palsu bukan sejarah
- faktual.
- Oleh karena itu, jangan kita menghakimi
- apa-apa yang tidak kita ketahui secara
- jelas apalagi berdasarkan cerita
- sejarah. Kita tahu penulis sejarah
- seperti Ibn Ishaq, Ibn Hisyam dan para
- penulis yang lain kebanyakan referensi
- mereka dari alqassasin, tukang cerita,
- tukang dongeng yang berkembang setelah
- wafatnya Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam. Oleh karena itu, khudfa
- watruk ma kadar, ambil yang jernih
- jadikan sebagai pelajaran. Sedangkan
- yang keruh tinggalkan. Jangan kita
- menjerumuskan diri kita ke dalam air
- keruh. Akhirnya enggak bisa membedakan
- mana benar, mana salah. Terbawa oleh
- emosi, oleh hawa nafsu yang butakan mata
- dan membuat hati kita kehilangan rasa.
- Jadi berkaitan dengan peringatan wafat
- Nabi ini merupakan usulan yang baik dari
- Ibu Ria. Mudah-mudahan di masa akan
- datang kita bersama-sama akan
- memperingati Maulid Rasul juga kehidupan
- Rasul juga mengenai wafat Rasul.
- Kalau orang bertanya, "Apakah perlu kita
- memperingati Maulid Rasul setiap tahun?"
- Saya bilang, "Jangankah setiap tahun,
- setiap hari
- kita menghadirkan rasul dan kehidupannya
- dalam diri kita." Kita berbicara
- mengenai Rasul. Kemudian jangan lupa
- kita harus selalu kaitkan dengan pedoman
- hidup kita yang suci, murni, agung, yang
- tidak pernah tercemar dan tidak akan
- dicemarkan itu Al-Qur'an karena dialah
- merupakan sumber dari sunah Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
- Wallahuam. Masyaallah, Ustaz. Karena
- baginda Nabi lahirnya hingga kematiannya
- adalah mulia ya, Ustaz ya. Masyaallah.
- Luar biasa mulianya.
- Masyaallah. Ee banyak
- pertanyaan-pertanyaan ini, Ustaz. Ada
- pertanyaan sambungan, Ustaz, dari
- pertanyaan barusan. Bahwa kan terhadap
- hari kelahiran banyak perbedaan
- pendapat, terhadap peringatan hari
- kematian banyak perbedaan pendapat.
- Bagaimana cara kita menghadapi perbedaan
- pendapat, Ustaz? Terlebih kita saat ini
- mendapatkan informasi banyak sekali,
- melalui sosial media.
- dalam waktu 3 detik saja atau dalam
- waktu 1 menit saja mungkin kita bisa
- menerima 10 informasi yang berbeda yang
- membentuk persepsi dan pendapat kita
- masing-masing sehingga tiap manusia
- pasti punya pendapat yang berbeda.
- Bagaimana Islam, Ustaz, ngajarin kita
- supaya berhadapan dengan perbedaan
- pendapat Ustaz Syukran. Jazakumullah
- khair.
- Baik. Memang tanggal lahirnya
- Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam begitu juga wafatnya ada
- sedikit perbedaan.
- Tapi bukan satu keharusan bagi kita
- untuk tahu dengan tepat kapan beliau
- dilahirkan.
- Kita hanya mengira-ngira. Tapi bagi kita
- setiap hari, setiap hari itu ya patut
- kita menghadirkan rasul dalam hidup
- kita.
- Karena beliau membawa risalah dari Allah
- bersama keluarga kita. Jangan lupa apa
- yang harus kita lakukan bersama pasangan
- kita, bersama anak kita, bersama kedua
- orang tua kita, bersama masyarakat kita
- sesuai dengan tuntunan Rasul. Kalau kita
- tidak menghadirkan Rasul di hati kita,
- Heeh.
- Bagaimana? Oleh karena itu, setiap hari
- seharusnya kita selalu mengingat Rasul.
- Iya.
- Berzikir kepada Allah, bertasbih
- kepadanya sebagai Tuhan kita.
- Mengenal Rasul, mengenang Rasul sebagai
- tauladan kita. Nah, kalau setiap muslim
- berpegang teguh kepada Al-Qur'an,
- kemudian Rasul sebagai tauladannya dalam
- seluruh aktivitas hidupnya, mungkin
- enggak kita menyimpang?
- Ya,
- sekarang kita salat menghadap ke hadapan
- Allah, pada saat perayaan Maulid kita
- berselawat, di luar itu kita hidup semau
- kita. Naubillah.
- Ini yang terjadi pada saat ini. Jadi
- tidak penting apakah tanggal 12 Rabiul
- Aal apakah di bulan yang lain tidak
- penting bagi kita masalah ini. Yang kita
- inginkan adalah kita menghadirkan Rasul,
- memperkenalkan Rasul kepada diri kita,
- keluarga kita, masyarakat kita. Bukan
- hanya kita sekedar melantunkan selawat
- memuji beliau, tapi kita hidup dengan
- mengikuti sunahnya
- dalam perdagangan, dalam kehidupan
- sosial. Nah, kalau setiap muslim
- memahami hal ini, betapa indahnya.
- Nah, menyikapi perbedaan pendapat,
- kita harus memahami bahwa sumber dan
- referensi agama kita ini terbagi dua.
- Terbagi dua.
- Dua. Pertama, yang berasal dari Allah.
- Langsung
- yang berasal dari
- Allah
- yang dinamakan syariat.
- Dan syariat ini bukan hanya wajib
- dipatuhi diikuti oleh kita, bahkan rasul
- pun diperintahkan untuk mengikutinya.
- Ibrahim
- jaalnaka
- minal amri fattabiarakum
- minadin. Kita lihat
- syariah yang menjadi fa'il, yang
- menetapkan adalah Allah. Rasul tidak
- menetapkan sesuatu tanpa izin Allah.
- Yang Rasulullah sampaikan adalah apa?
- Pesan-pesan dari Allah. [mendengus]
- Jadi, sumber referensi kita ya yang satu
- ya berasal dari Allah secara langsung
- yaitu kitab sucinya atau yang
- disampaikan oleh Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam melalui sunahnya yang
- selaras dengan Al-Qur'an dan
- diriwayatkan secara pasti dan
- disepakati.
- Artinya ini bersifat qat'i dan pasti.
- Maka dengan sendirinya berhadapan dengan
- syariat Allah kita hanya mengatakan
- samna wahanna.
- Kalau kita belum memahami hikmahnya
- ya tetap kita karena iman kita pada
- Allah yakin akan kebijaksanaan Allah
- Taala yang belum kita pahami hikmahnya
- tetap kita patuhi, kita ikuti. Contoh
- jangan jauh-jauh.
- Ada perintah agama sebagiannya
- belum kita pahami di masa lampau.
- Sekarang kita pahami. Ada yang sampai
- saat ini belum kita pahami, belum kita
- hikmahnya Allah menetapkan sesuatu ya,
- tapi hikmahnya sampai saat ini belum
- kita pahami. Tapi karena datang dari
- Allah, ya datang dari Allah secara yakin
- dan pasti, apakah kita menunggu memahami
- hikmahnya baru kita ikuti?
- Seperti seorang pasien datang ke dokter.
- Dokter memberikan resep
- tanpa ragu-ragu kita beli kemudian kita
- minumkan untuk kita atau anak kita.
- Sudah tahu belum hikmah setiap obat?
- Tahu belum? Tidak. Tapi karena kita
- percaya kepada dokter yang ahli dalam
- bidangnya, ya
- kita membeli obat kita berikan buat anak
- kita tanpa ragu-ragu. Apalagi Allah
- pencipta kita semuanya.
- Betul gak?
- Betul.
- Dalam amalan-amalan salat,
- orang melaksanakan salat sebelum
- memahami makna hikmah dari gerak-gerik
- salat. Betul gak?
- Betul.
- Betul. He.
- Begitu juga dalam kewajiban-kewajiban
- yang Allah wajibkan. Begitu juga
- berkaitan dengan larangan-larangan yang
- dilarang oleh Allah. Banyak larangan
- yang Allah Subhanahu wa taala larang.
- Pada masa itu orang belum memahami
- hikmahnya. Tapi di belakang hari mulai
- terkuak, terungkap. Di balik larangan
- Allah ternyata terdapat ancaman dan
- bahaya. [mendengus] Oleh karena itu yang
- datang dari Allah, yang pasti dari
- Rasul-Nya naquulu sam'na wa atna. kami
- dengar dan kami patuhi.
- Jadi apa yang datang dari Allah secara
- pasti melalui kitab sucinya, apa yang
- datang dari Rasul-Nya secara pasti
- disepakati dan sejalan dengan Al-Qur'an
- itu dinamakan syariat.
- Dinamakan
- syariat.
- Syariat yang menjadi fa'il adalah Allah.
- Tapi yang kedua
- adalah yang bersumber dari ijtihad, dari
- interpretasi manusia, pemahaman mereka
- yang tidak lepas dari apa? Pengaruh
- situasi, kondisi, tempat dan lain
- sebagainya.
- Maka yang bersumber dari fikih manusia,
- pemahaman manusia ini dengan sendirinya
- tidak apa tidak mungkin tidak terjadi
- perbedaan.
- Tidak mungkin terjadi
- perbedaan karena sudut pandang
- seseorang, karena latar belakangnya,
- keberadaan di tempat tertentu juga pada
- waktu yang berbeda bisa melahirkan
- perbedaan pendapat. Nah, kita dalam
- menyikapi apa yang datang dari Allah
- secara pasti, kita mengatakan sami naw.
- Di sini tidak ada sama sekali hak bagi
- seorang alim, seorang fakih, seorang
- mujtahid untuk berijtihad. La ijtihada
- ba'da nasin shi. Tidak dibolehkan
- berijtihad pada nas yang sudah tegas.
- [mendengus]
- Tapi dalam ranah ijtihad itu ranah di
- mana Allah tidak sama sekali ya apa
- menegaskan sesuatu secara eksplisit
- dikembalikan kepada ijtihad manusia.
- Contoh,
- kalau seorang berada di daerah ekstrem
- seperti Finlandia
- di mana terkadang
- sepanjang waktu gelap gorita selama 2
- bulan di Finlandia di negara Skandinavia
- itu gelap gorita.
- Kemudian pada sebagian waktu lagi ya di
- musim panas
- terang benderang sepanjang waktu.
- Sedangkan waktu malamnya paling hanya
- setengah jam 1 jam.
- Nah, bagaimana orang mengerjakan salat?
- Bagaimana orang berpuasa?
- [mendengus] Bagaimana orang salat?
- Bagaimana berpuasa? Sedangkan ketetapan
- Allah itu pada keadaan yang normal.
- Iya.
- Kalau dia salat subuh tunggu sampai apa?
- Terbitnya siang.
- Heeh. [berdehem]
- 2 bulan enggak salat subuh
- bisa-bisa.
- Kemudian bagaimana salat yang lain?
- Zuhur asar yang berada pada waktu yang
- berbeda.
- Kalau kita ditandai dengan
- tergelincirnya matahari, betul gak?
- Betul.
- Kemudian magrib dengan terbenamnya
- matahari, subuh dengan terbitnya fajar.
- Nah, di sana sepanjang waktu gelap
- gurita atau sepanjang waktu terang
- benerang.
- Maka dalam kondisi ekstrem seperti ini,
- para ulama berijtihad
- sebagaimana Ka'bah kiblat kaum muslimin
- menghadapkan wajah mereka ke sana. Pada
- situasi ekstrem seperti ini, mereka
- mengikuti salat puasa dengan waktu
- Makkah. Waid ja'alnal baita matabatan
- linasi wa amna. Ketika kami jadikan
- rumah sebagai tempat kembali dan tempat
- aman bagi manusia, maka mereka bersahur
- seperti waktu Makkah.
- Heeh.
- Jamnya
- berbuka seperti waktu Makkah.
- Jamnya live atau sesuaikan dengan waktu
- mereka, Ustaz?
- Sesuai dengan waktu Makkah.
- Oh, misalnya nih sekarang di Skandinavia
- jam .00, di Makkah masih jam . Begitu.
- Itu jamnya bagaimana, Ustaz? Mudah
- sekali. Jadi kita tidak mengikuti waktu
- setempat karena waktu setempat kan siang
- terus atau malam terus.
- Oke.
- Maka kita ikuti waktu Makkah. Katakan
- azan subuh di Makkah
- langsung
- kita salat.
- Oke.
- Walaupun terangmenerang.
- Baik.
- Atau walaupun gelap ggelita.
- Baik. Ustaz
- pada saat zuhur di Makkah kita salat.
- Begitu juga puasa mengikuti waktu
- Makkah. Berbuka mengikuti waktu Makkah.
- Karena kita berada bukan dalam situasi
- yang normal tapi situasi ekstrem. Oleh
- karena itu apa?
- yang berlaku pada saat normal tidak
- berlaku pada saat abnormal. Seperti
- hukum emergensilah. Apa yang diharamkan
- pada saat normal bisa dibolehkan pada
- saat abnormal seperti orang tidak
- menjumpai makan kecuali hanya
- bab.
- Nah, ijtihad ini ijtihad yang
- dipengaruhi oleh situasi keadaan ekstrem
- yang berbeda dengan keadaan normal. Oke,
- contoh yang lain. Seorang hidup di ibu
- kota Jakarta
- sekali makan katakan dia makan sebanyak
- 25.000. Ada yang makan Rp50.000 per kali
- makan.
- Lalu satu orang dari kampung di
- pedalaman tanya, "Saya kebetulan tidak
- berbuka tidak berpuasa karena saya dalam
- kondisi sakit dan saya sudah tua. Sudah
- tu tua atau ibu yang mengandung atau ibu
- yang menyusui. Berapa fidyah setiap
- harinya yang saya harus bayar?" Yang
- ditanya orang yang alim yang dari
- Jakarta. Dengan sendirinya dia enggak
- boleh putuskan fidyah yang diwajibkan
- itu sama dengan
- dengan apa
- jumlahnya?
- Dengan kebiasaan makan di Jakarta.
- Makan Jakarta. Iya. Benar.
- Si ulama harus bertanya berapa berapa
- kira-kira setiap kali kamu makan? Dia
- mengatakan kami tuh makan
- kalau pagi satu gelas beras, sore
- segelas beras dengan lauk alakad. Berapa
- kira-kira? Rp5.000.
- Rp5.000, maka yang wajib dikeluarkan
- sebesar Rp5.000. Yang di Jakarta mungkin
- Rp50.000. He. [berdehem]
- Jadi, perbedaan tempat ya, perbedaan
- waktu dan kondisi bisa melahirkan
- perbedaan ijtihad. Oleh karena itu,
- dalam menyikapi perbedaan pendapat
- hendaknya kita di antara sesama kaum
- muslimin
- berlapang dada. Berlapang da
- dada.
- Asal perbedaan tersebut memiliki dasar
- hukum yang jelas. Oleh karena itu, yang
- berhak untuk terlibat di sini para
- ulama.
- Nah, kita berharap para ulama jangan
- menanamkan kefanatikan pada pengikutnya.
- Yang berfanatik kepada mazhab A atau
- ustaz A, kiai A. Kemudian mengingatkan
- pengikutnya waspada dari ustaz yang
- lain. Ini bahaya sekali.
- Karena Rasul mengajak kepada Allah,
- mengajak kepada Islam, bersatu di
- dalamnya. Dan agama yang Allah ridai
- Islam jangan justru pengikut kita di
- bawah ini tanamkan kefanatikan.
- Mazhab kamu mazhab Syafi'i.
- Hati-hati terhadap mazhab yang lain.
- Dalam akidah mazhab kamu Asy'ari. Ini
- berbahaya sekali. Tapi guru-guru
- mengajarkan ajaran yang benar kepada
- para pengikutnya.
- Bertemu dengan saudaranya sesama muslim.
- seharusnya dia menyambut dengan penuh
- rasa cinta. Kalau ada perbedaan di
- bawah, ingatkan kepada para jemaah di
- bawah untuk tidak berdebat dalam urusan
- yang mereka tidak tahu. Biar ulama
- bersama ulama bertemu, berdialog di
- antara mereka. Oleh karena itu, Imam
- Tajuddin Assubki
- yang merupakan seorang fqih yang banyak
- mengacu kepada mazhab Syafi'i,
- beliau mengatakan, "Alila mazhabalah."
- Orang awam tidak punya mazhab, tapi
- tergantung
- apa yang diajarkan oleh gurunya. Jadi
- kalau saat dia berguru kepada seorang
- ustaz yang dia lihat saleh, baik dan
- berilmu, dia mengikuti apa yang
- diajarkan gurunya. Gurunya menjelaskan
- sambil membawakan dalil.
- Tapi jangan sekali-kali apa murid ini
- kita racuni dengan fanatisme.
- Akhirnya bertahun-tahun antara katakan
- pengikut mazhab Syafi'i tidak dapat
- duduk bersama-sama dengan pengikut
- mazhab yang lain. Kita saksikan
- bagaimana sebagian kalangan seperti
- Salafi, ekstremis Salafi ini bersikap
- keras dengan gampang menyesatkan,
- membidahkan, bahkan mentahdir lagi
- mentahdir pengikut mereka dari
- ulama-ulama yang berbeda mazhab dengan
- mereka. Ini bahaya sekali. Nah,
- mereka-mereka bukan mengajak kepada
- Allah, tapi mereka mengajak kepada diri
- mereka. Dan di balik diri mereka
- sebenarnya setan.
- Seharusnya tanamkan kecintaan di hati
- umat terhadap sesama saudara mereka. Ada
- perbedaan duduk sama-sama. Tapi jangan
- ulama berdebat dengan awam. Ulama dengan
- ulama duduk berdialog hasilnya
- kasih awam
- baru kita tapi tanpa meracuni mereka
- dengan pro dan kontra. Jadi berkaitan
- dengan perbedaan ijtihad yang merupakan
- ee fikih ya dan interpretasi manusia
- jangan disamakan dengan hasil yang
- dihasilkan disimpulkan dari syariat
- Allah.
- Syariat Allah merujuk kepada kitab
- sucinya, kepada apa yang datang dari
- Nabi yang disepakati. Contohnya yang
- datang dari Nabi yang disepakati. Kita
- menerima rukun-rukun salat.
- Iya.
- Dari mana? Dari Quran apa dari Nabi?
- Dari Nabi.
- Siapa yang meriwayatkan?
- penduruk kota Madinah
- yang meriwayatkan bukan satu orang.
- Iya.
- Tapi sunah amaliah ini generasi
- meriwayatkan kepada generasi berikutnya.
- Oleh karena itu dalam rukun-rukun salat
- disepakati.
- Iya. Baik.
- Betul gak? Enggak ada yang rukuk ke
- belakang.
- Betul [tertawa] gak?
- Disepakati. Nah, kalau ada perbedaan
- pendapat katakan dalam salat kita,
- perbedaannya sedikit dibandingkan apa
- yang disepakati dari Rasul. Oke.
- Contohnya dalam salat subuh mazhab
- Syafi'i qunut bakda rukuk. Dalam mazhab
- Malik qunutnya qabl rukuk. Sebagian
- mazhab tidak qunut
- tapi salatnya mengikuti mazhab A atau
- Rasulullah?
- Rasulullah
- mengikuti Rasulullah sebagaimana yang
- diajarkan Allah kok. Kenapa? Hanya
- karena perbedaan qunut. Ini mazhab
- Syafi'i, ini Maliki. Jadi seolah
- sebagian besar amal salat itu mengacu
- kepada Syafi'i atau Maliki. Padahal
- Syafi'inya, Malikinya, Hambalinya,
- Hanafinya, Jafarinya, kita semua mengacu
- kepada Rasul, mengacu kepada Al
- Allah.
- Yang berbeda sedikit. Kenapa? Yang
- berbeda dijadikan sebagai apa?
- Patokan, pegangan.
- Patokan.
- Heeh. [berdehem]
- Syafi'i enggak pernah sama sekali
- menisbatkan salat sesuai dengan mazhab
- Syafi'i. Enggak ada. Enggak.
- Syafi'i mengajak kepada Allah, mengajak
- kepada Rasul-Nya. Tapi sayang sungguh
- sayang yang di bawah ini berjiwa kerdil.
- Mereka mengedepankan fanatisme yang
- membutakan daripada membangun kecintaan
- sebagaimana perintah Allah.
- Kecuali kalau orang merubah yang baku
- dari Allah, yang baku dari Rasul-Nya,
- mengubah yang haram menjadi halal, yang
- halal menjadi haram, berlawanan dengan
- nas, itu tidak mungkin kita berdiam
- dalam hal ini.
- Sebagaimana orang yang mahalkan LGBT,
- menafsirkan ayat bukan pada tempatnya,
- kita enggak boleh diam. Ini
- jelas-jelasan mungkar. Allah perintahkan
- apa?
- Iya,
- untuk kita mencegah dari yang mungkar.
- Tapi kalau perbedaan pendapat bukan
- mungkar.
- Selagi ada perbedaan pendapat maka itu
- termasuk ujian dari Allah untuk menguji
- kebersihan hati.
- Batasnya apa, Ustaz?
- Antara mungkar dan perbedaan pendapat
- itu baktasnya
- kalau yang mungkar itu yang
- jelas-jelasan satu hal yang diingkari
- atas dasar nas yang tegas.
- Oke. Baik.
- Tapi kalau perbedaan pendapat contohnya
- sebagian qunut ya. Sebagian menurut
- pendapatnya tidak qunut. Nah, yang qunut
- jangan menyerang yang tidak qunut.
- Karena semua sepakat salatnya tidak
- batal kalau tidak qunut.
- Kemudian yang tidak qunut jangan
- mengatakan yang qunut bidah.
- Kemudian kadang-kadang sebagian orang
- ini tidak bisa membedakan mafhum sunah.
- H
- sunah kan artinya tariqah.
- Oke.
- Ya. Sunah itu tariqah, bukan hadis.
- Baik.
- Hadis yang meriwayatkan bisa benar, bisa
- salah. Nah, sunah ini terbagi. Ada yang
- wajib, ada yang mustahab. Yang wajib itu
- yang memang ditegaskan keharusannya.
- Contohnya salat 5 waktu itu merupakan
- satu kewajiban dengan rukun-rukunnya.
- Tapi kalau selawat rawatib qabliah
- ba'diah wajib gak
- sunah?
- Kalau orang meninggalkannya
- enggak apa-apa.
- Ini namanya sunah mustahabbah dilakukan
- Rasul. H.
- Tapi alabil istihbab sebagai amal yang
- dicintai. Baik,
- bukan al sabil alijab.
- Iya.
- Tapi kalau mereka mengatakan bahwa ini
- sunah yang meninggalkannya mubtadi, ini
- kan bahaya sekali. Jadi mereka
- [berdehem] mencampuradukan di antara
- yang wajib dan mustahab.
- Istri istri jenggot kemudian celana.
- Ini juga jenggot [berdehem] merupakan
- hal yang mustahab. Nah, berkaitan dengan
- celana. Kenapa mereka meriwayatkan hadis
- tanpa menyebutkan ilat yang disebutkan
- Rasul?
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- mengatakan Rasul sebutkan man asbala
- izarahu ya finar
- i [berdehem]
- yang memanjangkan pakaian melebihi mata
- kakinya fin.
- Lalu Abu Bakar Assiddiq radhiallahu anhu
- bertanya, "Ya Rasulullah, saya ini kan
- perut saya kecil jadi kalau saya pakai
- celana seringkiali celana saya turun
- hingga melintasi mata kaki."
- Dijawab, "Lasta minhum ya Abu Bakr, kamu
- tidak termasuk dari mereka. Yang saya
- maksudkan man asbala izarahu huyala
- yang memanjangkan celananya karena
- sombong. Karena pada zaman dulu orang
- susah rata-rata pakaian mereka tidak
- sampai apa tidak sampai ke mata kakinya
- di atas.
- Bukan seperti saat ini di mana kita ya
- bahan-bahan begitu murah kan
- pada zaman dulu merupakan hal yang
- mahal. Nah, orang-orang kaya
- untuk menunjukkan kekayaan mereka,
- mereka flexing dengan apa? Dengan
- memanjangkan pakaian mereka melebihi
- mata kaki. Nah, ada orang pakaiannya
- cingkrang tapi flexing. Paham
- gak? Flexingang.
- Dia banggakan apa? Banggakan sunahnya
- bukan mengikuti sunah. Dia banggakan
- dirinya mengikuti sunah. Gayanya angkuh
- memandang remeh orang lain. Ya.
- Dan sekarang celana yang panjang enggak
- dipotong lebih murah, Ustaz.
- Iya, [tertawa] lebih murah. Iya.
- Kemudian satu lagi,
- kadang-kadang orang flexing dengan
- kerudungnya, mereknya
- Iya.
- Itali.
- Heeh.
- atau flexing dengan tasnya ya.
- [mendengus]
- Atau flexing dengan acara perkawinan
- yang megah, besar-besaran di hotel ini
- dengan itu.
- Ini semuanya perbuatan yang dimurkai
- Allah. Dalilnya wallahu la yuhibbu ka
- mukhtarin fakur.
- Allah paling tidak suka orang yang
- mukhtal, yang bangga ya dengan bahasa
- tubuhnya. Fakhur, suka membanggakan
- diri. Apa yang dilakukan dalam acara
- perkawinan yang berlebih-lebihan itu
- bagian dari ikhtial dan fakr.
- Coba uangnya gunakan untuk membangun
- membantu saudara kita di Gaza.
- Hm.
- Uangnya digunakan untuk membantu
- saudaranya, kerabatnya yang sakit, yang
- butuh biaya sekolah lebih bermanfaat.
- Adapun perkawinan kita umumkan asal
- orang tahu bahwa kita sudah menikah.
- Bukan dengan sekarang ini. Sampai pagar
- ayunya saja bajunya bisa jutaan. pagar
- ayunya dan subhanallah yang berdandan
- ini bukan hanya pengantennya
- sampai tamu-tamunya masing-masing dandan
- pamer pergi ke salon dikeluarkan bukan
- hanya ratusan ribu jutaan
- eh ratusan juta, Ustaz
- enggak orang yang datang ke undangannya
- iya iya
- kalau baju pengantennya bisa sampai ada
- 500 juta ada semiliiar ya
- bahkan orang-orang miskin juga
- ikut-ikutan akhirnya ngutang sana
- ngutang sini karena budaya flexing yang
- mengerikan ini umat terjerum tumus dalam
- fitnah. Dia enggak sadar bahwa ini cara
- hidup bukan cara hidup orang yang
- beriman, cara hidupnya orang-orang yang
- tidak beriman.
- Nah, kalau ini jelas-jelasan mungkar.
- Kalau ulama berdiam menyaksikan
- pergaulan bebas antara pria wanita,
- kemudian juga budaya flexing yang
- berkembang di tangan masyarakat, berarti
- agama akan hancur.
- Baik.
- Bukan qunut tidak qunut.
- Bukan baca Yasin malam Jumat yang
- merusak. Bukan baca suratul Kahfi di
- hari Jumat.
- Bukan juga mengenai tasyahud
- menggerakkan tangan yang merusak ini apa
- yang berlangsung di tengah masyarakat.
- Ist
- wallahuam.
- Dampak sosial lebih parah
- besar.
- Jadi flexing bukan hanya menjulurkan
- pakaian, tapi bisa dengan barang-barang
- mewah atau dengan event yang kita adakan
- itu bisa jadi bentuk flexing atau
- kendaraan yang kita kendarai ya, Ustaz
- ya. Dan ada lagi yang unik Aisyah orang
- beranggapan bahwasanya dilarang
- berpakaian melebihi mata kaki itu pada
- saat salat
- iya
- ibadah.
- Adapun di luar ibadah sama sekali tidak.
- Iya.
- Mereka berdalil kita kalau tidur malam
- selimutan kan ketutup kaki kita.
- Iya.
- Ini istintaq yang tidak memiliki dasar.
- Hukum harus dipahami dengan ilatnya.
- Alhukmu yaduru maati wujudan wa adama.
- Hukum itu berkaitan dengan ilatnya.
- Kalau ilatnya hilang, hukumnya juga
- berubah. Contohnya
- kham kalau berubah menjadi cuka, berubah
- dari haram menjadi halal.
- Iya,
- betul gak?
- Betul.
- Tapi kalau seandainya makanan yang halal
- berubah menjadi alkohol seperti katakan
- umpamanya ketan hitam,
- ketan hitam
- yang kita bikin ketan hitam
- tape ketan.
- Kalau sudah berubah jadi alkohol, maka
- hukumnya dari halal menjadi haram.
- Oke.
- Jadi hukum itu terkait dengan ilatnya.
- Diharamkan khamar karena memabukkan.
- Apabila tidak memabukkan dan dia berubah
- menjadi sesuatu yang halal seperti cuka,
- maka dia halal walaupun asalnya
- khamar. Lalu orang bertanya, "Bagaimana
- minuman-minuman dengan nama bir, Wesky,
- Johnny Walker tapi tidak mengandung
- alkohol hukumnya haram? Kenapa? Dariah
- ila almunkar." Ini merupakan jalan
- menuju ke mungkar. Karena pertama di
- buat dia mencicipi aroma whisy, aroma
- Johnny Walker, aroma bir kan.
- Oke.
- Nah, lama kelamaan di saat dia
- menghadapi situasi tinggal masukkan
- alkohol sedikit.
- Oke.
- Lakukan fermentasi. Bir yang halal
- berubah menjadi bir yang haram.
- Jadi kebiasaannya dibentuk dulu ya.
- Jadi dibentuk dulu orang dengan
- kebiasaan dan suka terhadap hal
- tersebut.
- Nauzubillahz.
- Orang kalau sudah terbiasa berjudi ya
- itu berat ditinggalkan. Maka dilatih
- melalui undian-undian.
- kita kalau ada undian saya enggak pernah
- memasang sama sekali.
- Dulu zaman telepon dari grup Bakri itu
- selalu ee gunakan poin Anda untuk
- mendapatkan hadiah. Ya, jadi kita bayar
- poin untuk sama aja mendidik kita untuk
- memiliki naluri berjudi.
- Iya. Iya.
- Benar.
- Jadi apa yang membawa kita ke sana haram
- hukumnya.
- Termasuk sekarang tuh yang sering Ustaz
- di toko-toko mesin capit Ustaz
- di warung-warung bahkan warung-warung di
- kampung. He.
- Jadi kita masukin koin terus permainan
- mesin capit kita untung-untungan kalau
- kita dapat mesin ee dapat mainannya,
- dapat bonekanya kita dapat. Kalau enggak
- ya duitnya itu hilang. Itu kan termasuk
- itu jelas-jelasan bahagian dari Maisir.
- Maisir jelas-jelasan dan jangan
- jauh-jauh ya kita saksikan kadang-kadang
- permainan yang dilakukan anak-anak juga
- mendidik anak kita ke arah tersebut.
- Itu seharusnya kita jauhkan.
- Iya, Ustaz. Masyaallah. sampai kita
- lihat dulu permainan gafle atau domino
- itu ya enggak menggunakan apa-apa.
- Dibilang kurang seru.
- Tadi cuma jepit kuping, jepit hidung,
- dicoleket muka, lama-kelamaan uang
- keluar. Iseng-iseng cuma main-main muka
- berjudi sampai lama-kelamaan terjerumus
- dalam perjudian yang lebih dahsyat lagi.
- Jadi semua ma yuaddi ilal haram wain
- kanana halal asli fahua haram. Karena
- dari al fasad.
- Baik, Ustaz,
- Ustaz. Ee berarti Ustaz ini lanjutan
- pertanyaannya adalah ee apakah halal
- memberi barang mewah atau barang yang
- harganya jauh di atas rata-rata seperti
- jam yang harganya ratusan juta ataupun
- tas yang harganya puluhan bahkan ratusan
- juta setelah dia melakukan kewajibannya
- seperti zakat, sedekah dan bantu
- keluarga sekitar dan tetangganya. Apakah
- tetap haram membeli barang mewah ini?
- Ustaz
- kira-kira dia membeli barang-barang
- tersebut tujuannya apa?
- Oke.
- Tujuannya apa? He.
- Kalau tujuannya untuk pamer
- di tengah-tengah masyarakat bahwa dia
- ya untuk menunjukkan prestisnya, untuk
- menunjukkan penampilan dia ya
- dengan sendiri kan kita khawatir masuk
- dalam firman Allah tadi wallahu la
- yuhibbu mukhtalin fakhur. Baik.
- Kalau seandai itu uang digunakan untuk
- bekal akhiratnya. Karena dunia kan yang
- dikumpulkan, yang dibangun, yang
- dibanggakan bakal hilang semuanya. Tapi
- tanggung jawabnya kalau diberikan di
- tempat yang halal itu lebih utama
- daripada apa?
- Iya.
- Daripada di tempat-tempat yang tak
- berguna. Dan jam itu enggak lama
- kemudian jatuh harganya.
- Iya.
- Betul gak?
- Betul.
- Tapi kalau dia manfaatkan katakan dia
- simpan untuk keperluan tertentu, dia
- beli katakan keluarga mulia, mungkin ada
- kebutuhan untuk katakan biaya
- keluarganya sekolah atau untuk
- perjuangan di jalan Allah. Tapi kalau
- kita pamer penampilan dengan mobil mewah
- yang harganya sekian miliar, kita
- menggunakan mobil yang nyaman, yang enak
- untuk kebutuhan kita, dibolehkan, enggak
- ada yang mengharapkan.
- Tapi kalau jam
- atau tas, Ustaz? Karena ada juga yang ee
- beralasan begini, Ustaz, untuk
- berinvestasi karena kan harga rupiah
- inflasi terus-terusan. Kalau dia bekukan
- dalam bentuk ee tas dan lain sebagainya
- yang bisa diolarkan atau dan lain
- sebagainya, dia
- hartanya itu enggak berkurang.
- Kalau dia investasi dalam bentuk tas
- jam, itu harganya penyusutannya luar
- biasa. Jangan jauh-jauh. Kalau dibeli
- mobil mewah aja R miliar, kalau dia mau
- jual sebulan kemudian jatuhnya bukan
- lagi tanggung-tanggung.
- H [berdehem]
- jatuhnya bisa sampai 2 miliar
- gitu ya, Ustaz ya.
- Tapi kalau dia beli logam mulia,
- katakan emas dia mau simpan investasi
- lebih enak. Betul enggak? Lebih ringan
- kan?
- Betul.
- Contoh jangan jauh-jauh.
- Kita ingat pada tahun 2004
- emas itu harga cuma Rp500.000an.
- He.
- Bahkan di bawah itu sekarang berapa
- sudah? 2,4.
- Iya. beras R juta lag.
- Kemudian apa? Kalau kita di pasar gelap,
- Iya.
- Bawa loga mulia bisa sampai 3,2 juta.
- Iya.
- Karena orang lagi memburum sekarang
- karena kepercayaan terhadap rupiah
- merosot.
- Iya.
- Orang juga takut kalau sampai diawasi.
- Heeh.
- Dia lebih suka beli emas walaupun mahal.
- Berbondong-bondong para koruptor ini
- yang menyimpan uang. Berbondong-bondong
- mereka membeli emas.
- Allahu Akbar.
- Kalau emas itu kita simpan nilainya
- jelas kan?
- Iya.
- Tapi kalau pegang dolar nilainya
- berubah-rubah gak?
- Iya. Artinya kalau kita sobek dua hilang
- harganya. Tapi kalau emas kita potong
- dua tetap nilainya sama.
- Benar.
- Nah, orang berpegang kepada yang labil,
- yang tidak stabil, mengabaikan yang
- stabil. Kalau dia simpan logam mulia,
- enggak jadi pameran, enggak jadi kalung,
- enggak jadi gelang. Betul gak? Oleh
- karena itu, pamer atau memerkan kekayaan
- hanya kadang-kadang menimbulkan
- kesombongan bagi dirinya dan rasa minder
- di hati orang lain. Dan Rasul memberikan
- contoh yang sebaik-baiknya. Katanya
- memperingati Rasul. Kalau diperingati
- hanya untuk mendengarkan lagu dan
- lantunan yang indah, enggak ada gunanya
- buat Rasul. Tapi selawat yang amat indah
- itu yang kita baca untuk mempererat
- hubungan kita, hati kita kepada Rasul
- dan mendekat kepada sunahnya. Di
- mana-mana orang membaca peringatan
- Maulid Rasul tapi jauh dari ketahuan
- Rasul. Jadi berpakaian mewah
- jam harga R miliar, 2 miliar bahkan
- dibanggakan lagi. Berapa tuh harganya
- tuh? Harganya coba berapa? 1,2.
- Kalau 1,2 ana beli tiga sekalian
- dengan penuh kebanggaan dia banggakan J.
- Jadi semua itu yang bersifat pamer
- akan membawa kecelakaan buat dirinya.
- Tapi yang diinfakkan di jalan Allah
- Subhanahu wa taala atau disimpan untuk
- persiapan bekal dan perjuangan setelah
- melaksanakan kewajibannya dapat diterima
- dengan akal sehat.
- Baik, Ustaz. Masih ada waktu, Ustaz. Ee
- satu lagi ini dari IM, Ustaz.
- Asalamualaikum, Ustazin. Ibu dari Ibu
- Hajah Iim mau tanya di luar tema
- sedikit, Ustaz. Ee mengenai anak
- sambung. Apakah anak sambung doa-doa dan
- sedekahnya yang ditunjukkan untuk orang
- tua bapak sambungnya apabila meninggal
- diterima oleh Allah subhanahu wa taala?
- Syukran. Jazakumullah khair.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Bapak sambung atau Ibu sambung mendidik
- anak sambungnya dirawat diajarkan
- kebaikan.
- Setiap anak tersebut berbuat kebaikan,
- mengerjakan perbuatan yang mulia dari
- hasil pendidikan ayah sambung dan ibu
- sambung tanpa dia mengatakan, "Ya Allah,
- sampaikan
- itu langsung otomatis
- mereka dapat saham."
- Mendapatkan sa
- saham
- karena itu tanaman mereka.
- Baik,
- jadi oleh karena itu orang walaupun
- tidak punya anak, kalau dia mendidik
- anak angkatnya dibesarkan, dirawat
- menjadi anak yang baik ya yang saleh,
- itu menjadi investasi besar. Dan Allah
- berfirman dalam surat Yasin, inna nahnu
- nuhyil mauta. Kami akan menghidupkan
- yang mati.
- Waktubu ma qaddamu. Kami juga mencatat
- semua apa-apa yang mereka lakukan secara
- langsung.
- I
- kemudian waaro ar di sini
- eh bekas-bekas yang mereka tinggalkan,
- anak yang mereka didik,
- kemudian murid-murid yang mereka
- ajarkan, investasi di tempat kebaikan
- seperti membuat sumur atau wakaf. Maka
- tanpa orang mengatakan, "Ya Allah,
- sampaikan itu investasinya."
- Baik,
- anak didiknya termasuk anak angkatnya
- tanpa mereka berdoa Allah sampaikan.
- Apalagi kalau mereka juga bersyukur
- kepada kedua orang tua yang
- mengangkatnya mendoakan mereka itu akan
- lebih indah lagi. Jadi, mari
- bersama-sama kita berinvestasi di tempat
- kebaikan yang akan membawa manfaat bagi
- kita. Jauhkan kebiasaan flexing,
- kebiasaan pamer, akhirnya memberatkan
- kehidupan kita dan menjadi beban juga
- bagi kehidupan masyarakat lain yang
- ingin mencontoh kita.
- Mudah-mudahan ini bermanfaat buat kita
- semuanya. Subhanakallahumma wabihamdik
- ashadu alla ilahailla anta astagfiruka
- wa atubu ilaik walu minkum.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Jazakumullah khairan jaza
- userta di atas jawaban
- pertanyaan-pertanyaannya. Masyaallah,
- bagus-bagus sekali pertanyaannya dari Bu
- Iim, ada dari Pak Rahman, Bu Tini, ada
- dari Wahyu Kalisari ee Sunan Batam dan
- tadi yang bertelepon ada dari Ibu
- Suyati eh Bu eh Allahum Muhammad Ria
- Azhari. Masyaallah, jazakumullah khair
- pertanyaannya, kontribusinya untuk acara
- ini. Bagi yang belum terjawab, mohon
- bersabar. Insyaallah nanti ada
- kesempatan lagi Ustaz Husin live doakan
- supaya Allah jaga terus kesehatannya,
- Allah panjangkan umurnya karena kuwat
- insyaallah hari Senin Ustaz ya.
- Insyaallah hari Senin kita live kembali
- ee siapkan pertanyaannya. Hari Senin
- pagi jam .00 diajukan pertanyaannya.
- Alfakir Isa Alkaf ada Ondi Mas Algi
- beserta seluruh kru yang bertugas mohon
- undur diri. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.