Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi
- rabbil alamin. Masih dipancarkan dari
- jalan Masjid Silaturahim nomor 36
- Kalimagis Jubur Bekasi, Radio
- Silaturrahim dan juga Rasil TV untuk
- Islam yang satu. Alhamdulillah ikhwan
- akhwat di kesempatan pagi hari ini kami
- bisa kembali menjumpai ikhwan akhwat
- dalam program acara renungan di bawah
- naungan Al-Qur'an untuk edisi Senin ya
- di hari pertama untuk pekan ini.
- Alhamdulillah Iwan Hawat sudah memasuki
- hari yang ketiga di bulan Jumadil Akhir
- 1447 Hijriah. Bertepatan juga dengan
- hari yang ke-24 di bulan November
- 2025. Alhamdulillah ya. Semoga kita
- semua di hari Senin ini dalam keadaan
- baik, dalam keadaan sehat selalu dalam
- lindungan Allah Subhanahu wa taala.
- Tidak lupa kami mendoakan bagi ikhwan
- akhwat yang tengah diuji sakit ataupun
- keluarganya semoga diberikan kesembuhan
- oleh Allah subhanahu wa taala dan ee
- sakitnya menjadi kafarat bagi
- dosa-dosanya. Dan semoga di hari ini
- juga diberikan kemudahan dan kelancaran
- untuk Ikhwan akhwat beraktivitas,
- bekerja, dan berikhtiar ya mencari
- nafkah mungkin. dan juga ibu-ibu yang
- mungkin pagi hari ini setengah
- menyiapkan ee sarapannya untuk anak-anak
- dan keluarganya. Ikhwan akhwat,
- alhamdulillah guru kita telah hadir
- selusen yang akan kembali melanjutkan
- renungan di bawah naungan Al-Qur'an di
- kesempatan ini. Kita sapa terlebih
- dahulu. Asalamualaikum wabarakatuh,
- Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Kabar baik dan sehat?
- Alhamdulillah wasyukrillah.
- Sebelumnya nampaknya masih isak-srak
- juga, Ustaz. Alhamdulillah sekarang.
- Tapi alhamdulillah serak-serak sehat.
- Insyaallah.
- Serak-sakrak sehat insyaallah ya. Baik
- ikhwan akhwat, kita awali seperti biasa
- dengan pembacaan al-Fatihah yang akan
- dibimbing langsung oleh guru kita
- ustaz-ustaz. Kami persilakan Ustaz.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim
- maiki yaumiddin.
- Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqim.
- Shathalladzina
- an'amta alaihim
- ghairil magdubi alaihim waladin.
- Amin.
- Amin. Amin ya rabbal alamin. Ikhwan
- akhwat telah kita buka bersama dengan
- pembacaan ee ummul Quran al-Fatihah yang
- dibimbing langsung oleh Ustaz US atas.
- Di kesempatan ini kita akan mendengarkan
- dulu renungan di bawah Al-Qur'an tafsir.
- Mengenai apa, Ustaz? Sekarang, Ustaz,
- kemarin pekan sebelumnya mengenai
- bismillah ya.
- Kita akan merenungkan
- alhamdu
- alhamdu baik.
- Sebagaimana
- istikmal dan penggunaannya dalam
- Al-Qur'an.
- Baik ikhwan akhwat. Dan nanti setelah
- pemaparan beliau, setelah kajian beliau,
- kita juga mengundang partisipasi dari
- Ikhwan Awat yang mungkin nanti masih ada
- waktu untuk kita jawab Ustaz ya.
- Insyaallah. Baik, kami silakan untuk
- mengirimkannya di 0811999720.
- Kami persilakan Ustaz untuk renungan.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillah
- lakal hamdu ya rabbana kama yambag
- lijalali wajhikal karim waliim.
- Subhanaka la nuhsi tsanaan alaika anta
- kamaita ala nafsik. Falakal hamdu hatta
- tard. Wakal hamdu rit.
- Wakal hamdu ba'dar rid.
- Allahumma sholli ala Muhammadin wa ali
- Muhammad.
- Allahumma atina minika rahmah waimna min
- ladunka ilman nafi unfa bimaamtana
- rbana zidna ilman waikna
- allahumdina subulasam
- waakrijna minadulumati ilan nur wahdina
- ilaatikal mustaqimu
- ya rasulullah
- asalamualaina waa ibadillah
- Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Ikhwan Akhwat yang dirahmati Allah.
- Pada renungan yang lalu kita
- bersama-sama merenungkan
- nama-nama Allah Subhanahu wa taala yang
- terdapat dalam Albas.
- Apabila kita memahami dan merenungkan
- dengan baik
- makna dari nama-nama yang terdapat
- dalam basmalah
- itu nama Allah Subhanahu wa taala.
- Maha Allah subh, nama Allah Subhanahu wa
- taala yang maha terpuji.
- Nama
- yang penuh dengan keagungan, keindahan,
- rahmat dan kasih.
- Siapa-siapa yang ingin memahami
- nama Allah Subhanahu wa taala,
- dia dapat memahami
- penjelasannya melalui al-asmaul husna
- yang berkedudukan sebagai bayan dan
- penjelasan yang menerangkan siapa itu
- Allah subhanahu wa taala.
- Allah Subhanahu wa taala berfirman,
- walahul asma walillahil asmaul husna.
- Kepunyaan Allah seluruh nama-nama
- yang terindah.
- Fad'uhu biha. Bila kalian ingin
- berkomunikasi dengan Allah, memanggil
- Allah, panggil Allah melalui namanya.
- Dalam suratul Israidullah aidur rahman.
- Katakan kepada mereka wahai Rasulullah
- di saat mereka ingin ber komunikasi
- dengan Allah panggil ya Allah atau ya
- Rahman. Falahul asmaul husna. Dia
- memiliki nama-nama yang terindah
- yang akan menentramkan jiwanya,
- yang akan betul-betul mencerahkan
- wawasannya,
- yang akan memperkenalkan kepada Allah
- yang maha terpuji, yang maha agung, yang
- maha indah, yang maha bijaksana, yang
- maha pengasih lagi maha penyayang
- terhadap hamba-hamba-Nya.
- Tapi bagi mereka-mereka yang melakukan
- kezaliman dan kejahatan di atas muka
- bumi,
- Allah ingatkan mereka. Mereka akan
- berhadapan dengan Aziz, Aljabbar,
- Al-Mutakabbir yang tidak akan membiarkan
- mereka-mereka yang berbuat kezaliman
- atas hamba-hamba-Nya.
- Bila kita memahami nama-nama Allah
- Subhanahu wa taala
- secara menyeluruh dalam satu kesatuan,
- kita akan betul-betul dapat mengenali
- keagungan, kebesaran Tuhan kita yang
- maha terpuji.
- Tapi sayang, sungguh sayang, kaum
- muslimin kurang mendalami
- dan meresapi nama-nama Allah. Seandainya
- mereka memahaminya, memahaminya secara
- terpisah. Padahal seluruh nama-nama
- Allah Subhanahu wa taala yang begitu
- indah menjelaskan kepada kita siapa
- Allah Tuhan kita, pencipta kita.
- Oleh karena itu, perlu kita memahami
- ucapan yang Allah Subhanahu wa taala
- ajarkan kepada kita pada setiap kali
- kita memulai pekerjaan kita
- agar selalu betul-betul
- menjadi ingatan dalam hati kita agar
- dapat menjadi bekal hidup kita.
- Bismillah. Dengan nama Allah.
- Ba di sini ya lil istisab
- artinya
- seluruh perjalanan hidupnya selalu
- hatinya teriring dengan Allah Subhanahu
- wa taala.
- Arrahmanirrahim.
- Dengan nama Allah Subhanahu wa taala
- yang rahman yang rahmat yang meliputi
- segala sesuatu yang meliputi seluruh
- makhluknya. baik yang beriman maupun
- yang tak beriman dalam kehidupan dunia.
- Begitu juga rahmat-Nya
- yang Allah limpahkan kepada hewan-hewan
- dan makhluk-makhluk yang lainnya.
- Alam semesta dan seluruh istrinya
- merupakan manifestasi dari nama Allah
- Subhanahu wa taala Ar-Rahman.
- Sebagaimana yang diterangkan Allah
- secara panjang lebar dalam suraturahman
- dan telah kita bacakan pada kajian yang
- lalu di mana Allah menjelaskan
- manifestasi dari namanya Arrahman secara
- panjang lebar. Arrahmanu alamal Qur'an,
- khalaqal insan, alamahul bayan dan
- seterusnya.
- diri kita,
- saudara-saudara kita, seluruh makhluk
- hidup dan seluruh nikmat yang Allah
- limpahkan kepada kita, baik yang lahir
- maupun yang batin yang kita ketahui
- maupun yang tidak kita ketahui,
- seluruhnya merupakan manifestasi dari
- namanya Ar-Rahman.
- Kemudian Ar-Rahim. Walaupun dua nama ini
- berasal dari akar kata yang sama itu
- rahmat, tapi nama yang pertama
- menunjukkan rahmat Allah yang meliputi
- segala sesuatu. Sedangkan arrahim,
- rahmat khusus yang Allah anugerahkan
- bagi mereka yang bertakwa. Sebagaimana
- dalam firman Allah pada suratul A'raf
- ketika Allah mengisahkan doa Nabi Allah
- Musa waktub lana fi hadihid dunya
- hasanah. Ya Allah, tuliskan dan tetapkan
- bagi kami kebaikan dalam kehidupan dunia
- ini wafil akhirah. Dan tetapkan juga
- tuliskan bagi kami dalam kehidupan
- akhirat. Inna hudna ilaik. Sesungguhnya
- kami kembali bertauat kepada-Mu. Dalam
- bahasa Arab kata tabayatubu ya merupakan
- ee kata yang menunjukkan arti kembali
- kepada Allah setelah tadinya dalam
- keadaan
- tersesat di luar jalannya. Begitu juga
- kata hadah yang berasal sebetulnya dari
- bahasa Hibru ya. Kemudian beralih ke
- dalam bahasa Arab.
- H yaudu artinya juga taba yatubu inna
- hudna ilaik. Sesungguhnya kami kembali
- kepadamu.
- Lalu Allah menjawab renungkan ayat ini.
- Qabi usibu bihi man asya warahmati
- wasi'at kullai.
- Allah menjawab bahwasanyanya rahmatku
- meliputi segala sesuatu
- tapi rahmat khususnya
- aku akan tuliskan, tetapkan. Lilladzina
- yattaquun. Bagi mereka yang bertakwa
- kepada Allah. Wunazaka dan mereka
- mengeluarkan zakat. Walladina hum
- biayatina yukminun. Dan mereka-mereka
- yang beriman kepada ayat kami.
- Jadi Allah Subhanahu wa taala berikan
- bimbingan kepada kita dalam memulai
- pekerjaan kita agar selalu hati kita
- betul-betul apa? Hati kita bersama Allah
- yang Rahman dan Rahim. Dengan nama Allah
- yang maha pemurah lagi maha penyayang.
- Coba renungkan bagaimana kira-kira
- keadaan orang yang selalu ya dalam
- seluruh perjalanan hidupnya bersama
- Allah
- arrahman arrahim
- maka dia akan menerima rahmat Allah
- Subhanahu wa taala yang merupakan
- manifestasi daripada namanya Ar-Rahman.
- juga menerima rahmat Allah dari
- manifestasi namanya Arrahim. Betapa
- indahnya, betapa betul-betul mulianya
- dan damainya orang semacam ini yang
- tidak akan pernah ditinggalkan oleh
- Allah arrahman arrahim.
- Oleh karena itu, dalam seluruh
- perjalanan hidupnya dia selalu memuji
- Allah karena apa yang datang kepadanya
- baik itu kebaikan maupun keburukan. Dia
- betul-betul meyakini bahwa ini
- betul-betul merupakan apa? Merupakan
- kebijakan Allah yang terbaik buat
- dirinya.
- Di saat dia menerima nikmat, dia
- bersyukur Allah tambahkan nikmatnya. Di
- saat dia dicoba dengan cobaan seperti
- penyakit, kesempitan, ya
- dia melihatnya sebagai karunia Allah
- Subhanahu wa taala yang akan memberikan
- kepadanya ganjaran yang tak terbatas
- dan juga menambahkan kedekatan dirinya
- kepada Allah. Karena Allah berfirman,
- "Wasbir wobruka illa billah."
- Bersabarlah. Kesabaranmu akan membuat
- kamu bersama Allah. Wallahu
- yuhibbusirin. Allah amat mencintai orang
- yang bersabar. Begitu juga innama
- yuwairuna ajrohum bighiri hisab.
- Sesungguhnya orang-orang yang bersabar
- mereka akan menerima ganjaran mereka
- tanpa hisab. Oleh karena itu, saksikan
- nabi yang merupakan manusia yang amat
- dicintai Allah, dimuliakan Allah, tidak
- luput dari cobaan sepanjang perjalanan
- hidupnya.
- Orang yang disayangi Allah bukan berarti
- orang yang terbebas dari ujian. Tidak.
- Justru orang yang disayang oleh Allah
- Subhanahu wa taala yang ditempah oleh
- Allah dengan berbagai macam cobaan.
- Kemudian menerima rahmatnya pada saat
- dicoba dia bersabar. Pada saat dia
- menerima nikmat dia bersyukur. Selalu
- hatinya tidak pernah melupakan dan
- meninggalkan Allah.
- Oleh karena itu, setelah kita diajarkan
- dalam komunikasi kita bersama Allah
- melalui suratul fatihah yang dikenal
- dengan nama asabul matsani,
- Allah mengajarkan kita setelah kita
- memulai dengan bismillahirrahmanirrahim,
- Allah mengajarkan kita untuk betul-betul
- memuji Allah subhanahu wa taala yang
- maha terpuji dalam seluruh
- af'alnya, baik dalam namanya, dalam
- perbuatan dan kebijakannya.
- Begitu pula pada zat yang maha suci,
- Allah Subhanahu wa taala merupakan Tuhan
- yang maha terpuji.
- Orang yang meresapi hal ini dan
- menyadarinya tidak akan pernah berburuk
- sangka pada Allah.
- Dia akan selalu berpikir positif,
- bekerja dan bertindak juga secara
- positif dan yakin akan janji Allah.
- Cobaan di perjalanan tidak akan menjadi
- kendala. malah menjadi betul-betul apa?
- Pelajaran yang menempah dirinya yang
- akan menghasilkan keberuntungan dan
- panen yang tak terhingga dari ampunan
- dan ganjaran Allah Subhanahu wa taala.
- Jadi bismillahirrahmanirrahim
- ini merupakan
- pengakuan
- kesadaran manusia bahwa dirinya berasal
- dari Allah, kembali kepada Allah dan
- demi keselamatan yang hanya bergantung
- kepada Allah.
- Sedangkan alhamdulillahi rabbil alamin
- merupakan pengakuan atas dasar penuh
- kesadaran bahwa Allah Subhanahu wa taala
- maha terpuji dalam segala sesuatu. Oleh
- karena itu, Akhirizal, kalau kita ingin
- memahami kata alhamdu dalam Al-Qur'an
- sebetulnya kita dapat
- mengikutinya melalui penempatan
- dari kalimat alhamdu dalam Al-Qur'an.
- Contohnya dalam suratul fatihah.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillah.
- Segala puji seluruhnya hanya teruntuk
- Allah. Lalu Allah jelaskan mengapa
- Rabbil alamin
- dia merupakan Tuhan pencipta,
- pemelihara, pengatur dan penjaga semesta
- alam.
- Jadi rububiyah Allah Subhanahu wa taala
- terhadap alam raya dan seluruh isinya
- menunjukkan bahwa Allah Subhanahu wa
- taala maha terpuji. Maaro fi khalqir
- rahmani min tafaud. Kau tak akan
- menjumpai adanya kepincangan, adanya
- ketidakseimbangan dalam ciptaan Allah
- yang maha pemurah. Seandainya ada cacat
- kembali kepada ulah perbuatan manusia.
- Sebagai contoh
- bayi yang tumbuh dalam kandungan ibunya
- dalam keadaan cacat. Begitu lahir,
- bayi tersebut tidak sempurna. Bukan
- karena Allah,
- tapi karena perbuatan manusia. Baik itu
- perbuatan suami yang tidak menjaga
- dirinya, bergauluh liar dengan wanita,
- menimbulkan akhirnya penyakit buat istri
- dan anak dalam kandungan. Atau ibu yang
- tidak menjaga dirinya, mengkonsumsi
- obat-obatan yang bisa menimbulkan
- kerusakan pada kandungannya. Oleh karena
- itu kebaikan semua dari Allah maka Dia
- yang maha terpuji. Sedangkan keburukan
- kembali kepada ulah kita. Karena
- kandungan ada pada rahim seorang wanita.
- Mau tidak mau perilaku wanita tersebut,
- perilaku juga suaminya berpengaruh
- terhadap kandungan.
- Alhamdulillahiabbilamin.
- Segala puji bagi Allah. Mengapa? Rabbil
- alamin dia Rabb dari seluruh alam
- semesta melalui betul-betul apa?
- rububiyahnya kita bisa menyaksikan
- betul-betul bahwa Allah Subhanahu wa
- taala maha terpuji.
- Betul-betul kita kalau mau merenung,
- meresapi kebesaran Allah dalam diri kita
- yang terdapat di langit dan di bumi,
- seluruhnya ayat-ayat yang takkan pernah
- berakhir dan tak terperikan. Lalu
- kembali Allah ulangi, arrahmanirrahim.
- Rabbil alamin yang maha pengasih
- penyayang dalam menjaga, memelihara alam
- semesta dan termasuk seluruh isinya di
- antaranya kita semua. Begitu juga kalau
- kita membaca ayat yang lain.
- Alhamdulillahilladzi
- lam yattakhidz walada. Waqulil
- hamdulillah alladzi lam yattakhid
- walada. Walam yakun lahu syarikun fil
- mulk. Walam yakun lahu waliyu minadulli
- wakabbirhu takbir.
- Segala puji bagi Allah yang tidak sama
- sekali apa? Memiliki atau mengangkat
- anak dan dia tidak memiliki syarik
- sekutu dalam kekuasaannya dalam
- kerajaannya.
- Walam yakun lahu syarikun fil mulk.
- Walam yakun lahu waliyun minadzul. Dan
- Allah juga tidak butuh wali penolong,
- pembantu ya dari kehinaan hati dalam
- menghadapi segala sesuatu. Allah tidak
- tidak membutuhkan pembantu, tapi segala
- sesuatu semua butuh kepadanya. Dia Maha
- Kaya, sedangkan segala sesuatu butuh
- kepadanya.
- dalam menciptakan langit, bumi tanpa ada
- pembantu. Menciptakan malaikatnya,
- menciptakan jinnya, menciptakan
- manusianya, kemudian mengatur kehidupan
- mereka, menempatkan potensi
- masing-masing. Semua dilakukan oleh
- Allah la syarikalah tanpa sekutu.
- Wakabbirhu takbir. Maka atas dasar ini
- takbirkan dan besarkan serta agungan
- agungkan Allah subhanahu wa taala.
- Karena selain dari Allah, hamba-hambanya
- yang butuh kepadanya.
- Coba bayangkan, Kang Rizal, kalau
- seandainya Tuhan kita memiliki anak,
- memiliki istri, memiliki juga apa?
- Pembantu-pembantu yang membantunya, apa
- yang akan terjadi?
- Hati kita tak akan murni tertuju pada
- Allah. Di samping kita takut dan
- mengharapkan rida Allah, kita juga takut
- dan berharap kepada selainnya. Tapi
- dengan rahmat Allah sebagaimana diri
- kita berasal daripadanya, Allah
- kembalikan kita sepenuhnya kepada Allah
- Subhanahu wa taala di dunia untuk
- seluruh kebutuhan kita. Begitu pula
- harapan dan perlindungan kita di hari
- akhirat. Dialah yang akan mengadili kita
- dengan penuh keadilan dan kebijaksanaan.
- Kita lihat dalam apa? Dalam ayat ini
- Allah tempatkan pujian wailhamdulillah
- alladzi lam yattakhid warada kepada
- urusan yang amat besar. ya kepada
- hakikat yang betul-betul apa
- rahmatnya
- kembali kepada seluruh makhluk di langit
- maupun di bumi. Karena kalau tidak
- adanya tuhan-tuhan selain Allah atau
- bersama Allah, langit bumi akan
- mengalami kekacauan.
- Tapi dialah sang pencipta, dia sang
- pemelihara, dan dia juga yang apabila
- tiba saatnya menentukan akhir dan
- kehancurannya.
- Begitu juga dalam firman Allah pada
- surah Alanam. Alhamdulillah alladzi
- khalaqas samawati wal ard. Segala puji
- bagi Allah yang telah menciptakan langit
- dan bumi.
- Alhamdulillahilladzi
- khalaqos samawati wal ard wa'aladulumati
- wur. Dan dia yang mengadakan kegelapan
- dan cahaya.
- Alhamdulillahilladzi khalaqas samawati
- wal ard wa'aladulumati wur tummalladina
- kafaru birabbihim ya'dilun. Tapi
- kemudian orang-orang kafir yang telah
- menerima karunia dan anugerah Allah yang
- begitu agung dan mulia ternyata mereka
- berpaling dari Allah mempersekutukan
- Allah dengan lainnya.
- Kita lihat bagaimana alhamdulillah
- dikaitkan dengan penciptaan langit bumi
- mengadakan cahaya dan kegelapan yang
- semuanya manfaatnya kembali kepada kita.
- Bagaimana kalau sepanjang hidup kita
- terang? Bagaimana kalau sepanjang hidup
- kita dalam keadaan gelap gulita. Tapi
- dengan rahmat Allah menggilir antara
- siang dan malam. silih berganti. Allah
- lakukan semua itu sendiri tanpa sekutu.
- Seharusnya orang-orang atau semua
- makhluk kembali kepada Allah
- mengungkapkan syukurnya, puja-pujinya
- kepadanya. Ternyata mereka
- mempersekutukan Allah dengan
- makhluk-makhluk bahkan yang lebih rendah
- dari mereka.
- Kemudian kita perhatikan secara khusus
- ya apa yang terjadi pada Ibrahim yang
- membuat Ibrahim memuji Allah.
- Alhamdulillah alladzi wahabali alal
- kibari Ismail.
- Alhamdulillah alladzi wahabali alal
- kibari ismaila wa ishaq inna rabbi
- lasamiud dua. Segala puji bagi Allah
- yang telah menganugerahkan bagiku di
- hari tua Ismail dan Ishak. Sungguh
- Tuhanku maha pengabul doa, maha
- mendengar doa hamba-hambanya. Nah,
- puja-puji di sini yang Ibrahim ungkapkan
- juga sebagai pendidikan bagi semua
- manusia di saat mereka ingin berdoa
- memohon mohon kepada Allah walaupun hal
- yang mustahil menurut hitungan manusia
- bagi Allah subhanahu wa taala merupakan
- hal yang mudah.
- Dan kalau kita ikuti
- ayat-ayat yang berisikan puja-puji dan
- penempatan kata alhamdu dalam Al-Qur'an
- menunjukkan semua kepada apa? Kepada
- Allah yang maha terpuji di langit, di
- bumi, di seluruh alam semesta.
- Semua yang dilakukan Allah betul-betul
- melambangkan keagungan, kebijaksanaan,
- ilmu, juga rahmat dan kasih-Nya. Lalu
- mengapa manusia masih banyak yang
- bercuriga kepada Allah? Dikuasai oleh
- syak dan sangka.
- Dalam surah
- pada akhir surah aljafiyah Allah
- berfirman, "Falillahilhamdu."
- Bagi Allah atau kepunyaan Allah puja dan
- puji. Rabbis samawati warabbil ardhi
- rabbil alamin. Yaitu Rabb ya dari apa?
- Langit dan bumi. Pencipta, penguasa,
- pemelihara, penjaga langit dan bumi.
- Rabbis samawati waabbil ardhi. Rabbil
- alamin dan penguasa semesta alam.
- Walahul kibriya fis samawati wal ard.
- Dan kepunyaannya miliknya seluruh
- kebesaran dan keagungan di langit maupun
- di bumi. Wahuwal azizul hakim.
- Sesungguhnya Dia maha perkasa lagi maha
- bijaksana. Kita lihat alhamdu dikaitkan
- dengan apa? Rububiyah Allah Subhanahu wa
- taala terhadap langitnya, buminya dan
- seluruh semesta alam. Dan dialah
- satu-satunya
- pemilik alkibria, kebesaran dan
- keagungan baik di langit dan di bumi.
- Dan dia maha perkasa lagi maha
- bijaksana. Ini ayat memberikan kabar
- gembira buat kita. Di saat kita
- mengharap atau takut dari sesuatu
- berlindung, kita datang kepada Allah,
- kita akan berada dalam suasana aman.
- Siapa yang kuasa untuk membahayakan
- orang yang dilindungi Allah?
- Siapa yang kuasa untuk mencelakakan
- menutup pintu rahmat dari orang yang
- Allah buka pintu rahmatnya.
- Jadi puja-puji yang Allah sebutkan dalam
- Al-Qur'an hanyalah milik Allah. Karena
- Allahlah subhanahu wa taala yang maha
- terpuji. Nah, kalau Anda ingin lebih
- jelas lagi, buka ayat-ayat yang
- berisikan puja-puji. Kita akan temukan
- semuanya menerangkan kepada kita.
- Allah Subhanahu wa taala maha terpuji
- dalam segala sesuatu. Oleh karena itu,
- Ibrahim yang mendapatkan anak di hari
- tua, dia memuji Allah. Kenapa? Dia sadar
- keterlambatan ini sebetulnya kembali
- kebaikannya pada dirinya yang membuat
- rasa syukurnya yang tak terhingga kepada
- Allah melimpah. Dan juga pendidikan bagi
- kita semua yang menyaksikan keadaan
- Ibrahim
- bersama Allah. Begitu pula dia
- mendapatkan anak di hari tua di saat
- istrinya dalam keadaan menopaus sudah
- tidak mampu untuk mengandung dan
- melahirkan anak. Tapi Ibrahim yakin
- dengan doanya kepada Allah. Begitu pula
- yang dihadapi Zakaria. Begitu pula yang
- dihadapi Yunus dalam perut ikan.
- Mengajarkan kepada kita
- untuk kembali kepada Allah. Sebagaimana
- Allah memerintahkan kita, mengajak kita
- waqal rbukum ud'uni astajib lakum
- innalladzina yastakbiruna ibadatiuna
- jahannamaakilin. Oleh karena itu, ikhwan
- akhwat yang dirahmati Allah,
- kenapa dalam doa kita menunjukkan doa
- kita kepada selain Allah? Kenapa
- dalam menerima pengajaran dan wahyu
- Allah mengutus rasulnya melalui malaikat
- ya yang membawa wahyunya kepada
- rasulnya. Ini merupakan makam alkibriya,
- kebesaran dan keagungan. Tidak semua
- orang berhak untuk diajak bicara oleh
- Allah. Tapi dalam doa, Allah tidak
- pernah sama sekali memerintahkan kita
- untuk menuju Allah melalui perantara.
- Tapi kita mendekatkan diri kepada Allah
- dengan tulus memohon kepadanya dengan
- wasilah amal saleh yang Allah ridai.
- Jadi kata bertawasul kepada Allah
- natawassalu ilallah bil a shihat. Kita
- bertawasul kepada Allah dengan amal-amal
- saleh yang Allah cintai. Contohnya
- sehabis kita salat, baik yang wajib dan
- sunah kita berdoa. Kita bertawasul
- kepada Allah dengan amal saleh yang
- Allah cintai. Begitu juga dengan kita
- bersedekah kemudian kita berdoa
- atau katakan kita bersilaturahmi
- atau berbuat kebaikan pada kedua orang
- tua kita, menolong sesama kita. Ini
- merupakan amal saleh. Kalau kita lakukan
- kemudian kita berdoa kepada Allah
- Subhanahu wa taala, doa kita akan lebih
- mustajab
- karena Allah mencintai amalan-amalan
- saleh. Oleh karena itu, ikhwan akhwat
- yang dirahmati Allah, jangan sekali-kali
- kamu tunjukkan harapan dan doamu kepada
- selain Allah yang akan menjerumuskan
- kamu ke dalam golongan orang-orang yang
- mempersekutukan Allah yang tidak akan
- membuka pintu rahmat dan ampunan bagi
- dirimu. Seandainya kamu mohon kepada
- selain Allah lalu apa yang kamu dapatkan
- tercapai, ketahuilah itu bahagian dari
- perbuatan setan.
- Allah Subhanahu wa taala akan membiarkan
- setiap orang dengan pilihannya. Yang
- memilih setan sebagai walinya, Allah
- akan biarkan setan memenuhi apa yang dia
- inginkan. Tapi akan semakin jauh dari
- Allah. Tapi yang menjadikan Allah
- sebagai walinya, Allah yang akan
- mengurus seluruh urusannya. Sebagaimana
- ucapan Rasul, inna waliyallah.
- Sesungguhnya waliku adalah Allah. Begitu
- juga Allahu waliyuladzina amanu
- yukhrijum minulumatiur.
- Allah walinya orang yang beriman yang
- akan mengeluarkan mereka dari kegelapan
- menuju cahaya.
- Nah, pilih apakah Anda ingin menjadikan
- Allah sebagai walinya yang mengurus
- urusan Anda yang tidak bisa sama sekali
- dihalangi oleh siapapun.
- Tapi sebaliknya bila Anda
- menjadikan makhluk-makhluk Allah sebagai
- walinya baik itu jin maupun manusia,
- maka Allah akan meninggalkan Anda. Dan
- makhluk-makhluk
- tersebut yang Anda jadikan sebagai wali
- Anda takkan kuasa menolong Anda kecuali
- sesuai dengan apa yang diizinkan Allah
- subhanahu wa taala.
- Oleh karena itu, melalui pelajaran pada
- pagi hari ini
- dikaitkan dengan pelajaran yang lalu,
- bismillahirrahmanirrahim
- ini merupakan pembukaan orang yang
- beriman
- dalam setiap aktivitas hidupnya. Tak
- pernah dia melupakan Allah. Bahkan dia
- penuh harap agar Allah yang maha
- pemurah, yang maha pengasih selalu
- mengiringi dan melindungi serta membelai
- dirinya dengan rahmat dan kasih-Nya.
- Sedangkan alhamdulillah merupakan
- puja-puji syukur yang tak terhingga yang
- dipersembahkan kepada Allah Tuhan
- semesta alam. Kebaikannya bukan hanya
- terasa untuk dirinya, tapi di seluruh
- alam semesta. Begitu pula keindahannya.
- Nah, inilah Kang Rizal yang membedakan
- di antara alhamdu wasyukur.
- Alhamdu begitu meluas ya. bukan hanya
- terbatas pada nikmat yang dia terima ya,
- tapi mencakup seluruh nikmat karunia
- Allah di seluruh alam semesta. Sedangkan
- asyukru di saat kita menerima kebaikan
- kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Tapi belum tentu seorang di saat
- dicoba oleh Allah dengan ujian yang akan
- mengangkat dirinya dia akan bersyukur.
- Tapi seorang mukmin dia akan memuji
- Allah. Alhamdulillah alasar wadar.
- Segala puji bagi Allah atas kebaikan
- yang Allah Subhanahu wa taala berikan
- kepadanya. Begitu juga pada saat dia
- menghadapi marah, bahaya dan ujian.
- Karena kedua-duanya
- merupakan apa? Merupakan rahmat dan
- kasih Allah serta pendidikan dari Tuhan
- yang maha pengasih dan maha penyayang
- yang tidak mungkin dia akan curiga
- terhadap Allah. Jadi kalau alhamdu
- bersifat meluas, menyeluruh, sedangkan
- asyukru dari seorang hamba yang
- bersyukur atas nikmat yang Allah
- karuniakan atas dirinya. Maka dalam kita
- menghadapi cobaan hidup ini atau kita
- menerima nikmat Allah, jangan lupa bahwa
- Allah Subhanahu wa taala melakukan semua
- ini terhadap Anda dengan tujuan untuk
- mendidik Anda, mengajak Anda kembali
- kepada Allah. Terkadang dengan penyakit
- seorang sebelumnya sehat lupa.
- Hm.
- Dia hanyut bersama syahwat dan
- angan-angannya. Tahu-tahu dia terkena
- penyakit. Begitu terkena penyakit dia
- tersadar selama ini dia telah lupa
- kepada Tuhannya.
- Akhirnya mulai saat itu dia berubah
- dengan cobaan dia kembali pada Allah.
- yang tadinya seorang laki-laki
- walaupun sudah beristri, memiliki anak
- seringkiali berganti-ganti pasangan
- merayu sana, merayu sini, dia bangga
- dirayu sana, dirayu sini, dia
- beranggapan karena kelebihan keutamaan
- yang pada yang ada padanya.
- Tapi begitu dia sakit, dia menyadari
- ternyata yang setia mendampingi dirinya,
- yang merawatnya pada saat dia sakit,
- istri yang selama ini diabaikan dan
- dilupakan.
- Begitu juga terkadang orang sibuk dengan
- kesibukannya lupa kepada anak-anaknya.
- Pada saat dia sakit baru dia menyadari
- bahwa ternyata anak-anak yang setia
- mendampingi dirinya selama ini
- diabaikan. Nah, sebagai penutup ada
- sebuah cerita menarik Kang Rizal.
- Seorang ayah kebetulan dari suku bangsa
- Arab yang amat-amat apa? fanatik kepada
- anak laki-laki. Dianggap anak perempuan
- membawa kehinaan.
- Subhanallah. Ini merupakan tradisi di
- tengah bangsa Arab. Bahkan juga di
- sebagian bangsa Cina juga punya tradisi
- yang seperti ini. Di tengah-tengah orang
- Indonesia juga ada yang punya
- kefanatikan terhadap apa? Anak
- laki-laki. Anak perempuan dianggap
- mengurus dapur, mengurus anak-anak. Kamu
- perempuan tahu apa?
- Subhanallah.
- Begitu dia mendapatkan kabar gembira
- satu hari bahwa istrinya melahirkan
- anak, dia bertanya, "Laki atau
- perempuan?"
- Dibilang perempuan. Dia mengatakan, "Ya
- lailatis sauda ini merupakan malamku
- yang gelap gurita."
- Tapi begitu mendapatkan anak laki-laki,
- dia mengatakan ini betul-betul cahaya
- hidupku, kebanggaan hidupku.
- Dengan bangga dia mengatakan wa naim.
- Orang Arab bilang w naim sebagai
- gambaran apa? Kebanggaan.
- Menyambut kemuliaan. W naim.
- H.
- Tapi biasanya kalau mereka menerima
- kabar buruk, mereka katakan mm
- sebagai gambaran apa yang tidak
- menyenangkan. Heeh.
- Allah kasih. Subhanallah. Dia memiliki
- anak laki-laki yang dibanggakan,
- memiliki juga anak perempuan.
- Subhanallah. Yang laki-laki yang
- dibanggakan ini, yang diberikan modal
- maju, tapi jarang menengok orang tuanya.
- Si orang tua banggakan anak yang sukses
- di sini, sukses di sana, dibanggakan di
- tengah-tengah teman-temannya.
- Subhanallah. Satu hari dia jatuh sakit.
- yang cukup parah hingga akhirnya kedua
- matanya buta.
- Yang memandikan, membersihkan, dan
- memberikan makan buat dirinya anak
- perempuannya.
- Karena matanya tidak melihat, dia tidak
- sadar. Tapi dia selalu memperhatikan
- bagaimana dirinya dimandikan,
- dibersihkan, tempat tidurnya diberikan
- pengakan.
- Akhirnya satu hari si ayah bertanya pada
- ini, "Man anti ya binti?" Siapa kamu
- wahai? Wahai anakku? Dia bilang, "Ana
- lailatuk sauda ya abi. Aku malam yang
- gelap gulitamu wahai ayah."
- Maksudnya pada saat aku lahir, kamu
- mengatakan,
- "He
- saya merupakan malam gelap gulitmu."
- Si ayah menangis sambil mengatakan apa?
- Ya laita layali kullaha sauda. Coba
- seluruh malamku hitam.
- Coba seluruh malamku. Ternyata yang
- peduli perhatian terhadap dirinya anak
- perempuannya.
- H.
- Ini kejadian Subhanallah terjadi juga
- pada orang yang saya kenal. Kalau tadi
- merupakan kisah bahasa lampau.
- Terjadi pada seorang yang saya kenal.
- Seorang ayah kelahiran Hadramut juga
- dia selalu banggakan anak laki-lakinya.
- Anak perempuannya disepelekan.
- Subhanallah. Di hari tua, di saat dia
- stroke
- air liurnya bercucuran dari mulutnya
- yang bersihkan anaknya, mandikan yang
- selalu duduk di sampingnya.
- Lalu si istri bilang apa?
- Waktu anaknya menjauh, kamu lihat ke
- mana anak laki-laki kamu pergi, siapa
- yang memandikan kamu, siapa yang
- mengurus kamu. Kalau kamu tidak diurus
- anak perempuan, kamu akan berubah
- menjadi sesuatu yang sama sekali
- menjijikkan.
- Si bapak dalam keada struk air matanya
- berlinang-linang.
- Nah, kalau kita lihat di sini
- dulu mereka menganggap preme anak
- perempuan. Ternyata apa? Yang peduli
- padanya justru anak perempuan. Oleh
- karena itu, sikap Rasul terhadap anak
- perempuan berbeda.
- He.
- Datang Sayidah Fatimah disambut oleh
- ayahnya berdiri dikecupkan didudukkan di
- tempat duduknya. Lalu dia memanggilnya,
- "Ya Umma Abiha, wahai ibu dari ayahnya.
- Kalau Rasulullah akan berangkat musafir,
- rumah Sayidah Fatimah yang terakhir
- ditinggalkan. Pulang dari safar setelah
- masjid, rumah pertama bukan istrinya,
- rumah putrinya Sayidah Fatimah.
- Jadi kalau kita perhatikan kita ini
- sering tidak menghargai nikmat Allah
- padahal di situ terdapat nikmat dan
- rahasia yang tersembunyi. Jadi baik pada
- sakit, pada saat senang, pada saat
- sempit susah, sebetulnya Allah yang maha
- terpuji sedang mendidik kita tapi kita
- lengah dan lalai. Jadi
- bismillahirrahmanirrahim
- jangan pernah Anda lupakan dia pembuka
- pintu rahmat Allah.
- Alhamdulillahi rabbil alamin merupakan
- apa yang seharusnya diucapkan setiap
- orang yang beriman
- memuji Tuhan yang maha terpuji dan
- menjauhkan rasa syakw sangka di hatinya.
- Syakwa sangka di hatinya terhadap Allah.
- Allah yang tak mungkin sama sekali
- menzalimi hambanya. Bagaimana mungkin
- yang maha terpuji? Yang maha kaya, yang
- maha kuasa butuh kepada kita.
- Perbuatan orang zalim itu karena apa?
- Karena dia butuh atau takut dari
- sesuatu. Sedangkan Allah maha kaya dari
- seluruh makhluknya. Maka ingat
- hendaknya Anda hadapkan wajah Anda
- kepada Allah Subhanahu wa taala
- sepenuhnya. Jangan gantungkan hidup Anda
- kepada selainnya. Kalau tidak, Anda akan
- menyesal di hari tak bermanfaat anak
- keluarga, kecuali hanya yang datang
- kepada Allah dengan hati yang bersih dan
- murni. Wallahuam.
- Baik. Nah, demikianlah ikwan akhwat
- renungan yang disampaikan oleh guru kita
- Ustaz Husein tadi terkait ee lanjutan
- pekan sebelumnya mengenai basmalah,
- Ustaz. Ya.
- Iya.
- Bismillah. Dan di kesempatan ini
- mengenai alhamdul ya. ini mengenai
- nikmat dan karunia Allah yang cukup
- luas, sangat luas dan ee tidak terbatas,
- Ustaz, ya. Dan Ikhwan Awat kita
- lanjutkan masih ada waktu untuk sesi
- tanya jawab. Ee Kang Algi nampaknya ada
- yang sudah terhubung di laine telepon
- bisa diangkat ya? Kita angkat terlebih
- dahulu.
- Halo.
- Asalamualaikumalaikumalam
- wabarakatuh. Dengan Ibu siapa? Di mana
- Ibu?
- Iya dari Ibu Ria Pondok Labu. Ibu Ria
- silakan Ibu.
- Iya. Afan Ustaz tadi Ustaz menjelaskan
- tentang
- putri daripada Rasulullah
- Sayidah Fatimatuz Zahra
- mengenal ee apa ee seorang perempuan ee
- anak ya anak perempuan.
- Coba Ibu suara radionya dikecilkan
- sedikit Bu supaya jangan feedback.
- Iya iya Ustaz. Jadium,
- jadi ee mengenai Sayidah Fatimatuz Zahra
- itu ee bahwasanya putri daripada
- Rasulullah itu ee satu-satunya
- yang diambil dari keturunan Rasul itu
- adalah dari perempuan dari perempuan.
- Tapi setelah ee kembali lagi kepada ee
- apa ee topik yang dijelaskan oleh Ustaz
- cerita di negeri Arab sana bahwasanya
- anak perempuan itu bla bla bla seperti
- pada zaman ee dahulu kala gitulah ya,
- Ustaz ya. Nah,
- di sini kami berpikir, Ustaz, setelah
- mendengarkan ceramah daripada tausiah
- daripada Ustaz tadi, saya berpikir
- ee bagaimana sosok Sayidah Fatimatuz
- Zahra itu ee ketika Rasulullah
- dan istrinya Sayidah Khadijah alkubra
- itu membentuk suatu putri atau anak yang
- sangat dicintai oleh Allah.
- Kemudian di sini dijadikan sebagai suri
- tauladan
- bagi kalangan kaum perempuan.
- Tetapi di sini anehnya kenapa dari
- kalangan perempuan itu tidak pernah mau
- merujuk kepada ee akhlak daripada ee
- Sayidah Fatimatuz Zahra. Nah, di
- sekarang ini kalau enggak salah sekarang
- tanggal 3 Jumadil Akhir ada
- riwayat-riwayat yang mengatakan
- bahwasanya ini adalah hari syahadah ya,
- Ustaz ya kalau enggak salah.
- Heeh. Terus
- hari syahadah daripada ee putri
- Rasulullah, Sayidah Fatimatuz Zahra. Ini
- bagaimana, Ustaz? Sehingga ee
- Sayidah Fatimatuz Zahra itu begitu mulia
- di mata Allah. Karena
- kemuliaannya itulah
- daripada kamu
- merujuk kepada akhlak
- Syidah Fatimatuz Zahra. Padahal sudah
- dijelaskan jelas gitu loh ya, Ustaz ya.
- Baik Bu saya pahami ini punya ini
- pertanyaannya.
- Iya.
- Baik Ibu.
- Baik. Terima kasih, Ibu Ria. Ya,
- Rabbana zidna ilman walhikna shihin.
- Saya bertanya, bagaimana mungkin orang
- akan mengikuti Sayidah Fatimah bila
- tidak mengenal dirinya?
- H.
- Wanita-wanita sekarang lebih banyak
- mengenal artis-artis
- ya, youtuber,
- selebgram ya, pemain bola daripada
- mengenal Rasul.
- ataupun keluarga rasul maupun
- sahabat-sahabat Rasul yang mulia.
- Jangankan orang lain, Ibu,
- orang-orang yang berasal dari keturunan
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam,
- dari wanita-wanita yang berasal dari
- keluarga Rasul, bahkan tidak kenal
- Sayidah Fatimah. Tidak mengenal Sayidah
- Fatimah.
- Mereka lebih suka mengenali siapa?
- Selebgram yang sedang apa? yang sedang
- ramai di TikTok, di mana-mana tempat
- tiktoker ya,
- baik dalam urusan make up, urusan
- busana, seni dan lain sebagainya. Bahkan
- mereka begitu bangga.
- Seolah-olah mereka merasa jijik terhadap
- cara hidup yang ditunjukkan Sayidah
- Fatimah Az-Zahra alaihialatu wasalam.
- Padahal ini merupakan cucu dan darah
- dagingnya.
- Hm.
- apalagi orang lain.
- Padahal kalau kita belajar sejarah
- kehidupan Sayidah Fatimah Azzahra ya
- yang selalu menjaga kesuciannya bahkan
- menghindar untuk bergesekan dengan kaum
- pria.
- Dia mengurus rumah tangganya dengan
- betul-betul penuh pengabdian kepada
- Allah.
- Mentaati suami karena Allah. Begitu juga
- melayani orang tuanya. Wanita yang mulia
- ini
- muda tapi tidak dimanjakan oleh Rasul.
- Sampai ketika suaminya memohon agar
- diberikan seorang pembantu, Rasul tidak
- berikan buat dirinya. Digantikan dengan
- tasbih azzahra yang selalu kita baca
- setelah setelah dikenal dengan nama
- tasbihuz zahra. 33 subhanallah, 33
- alhamdulillah dan 34 kita membaca
- takbir. Itu dikenal dengan tasbih.
- ini akan menggantikan kamu lebih baik
- daripada pembantu.
- Dia menggiling gandum sendiri, dia juga
- membuat roti, memasak untuk keluarganya.
- Ya, hingga di masa mudanya tubuhnya
- sudah mulai apa? membungkuk.
- He.
- Dia melayani ayahnya, hidup dalam
- perjuangan dan di saat dia katakan
- meninak bobokan anaknya, bahkan dalam ke
- selalu bertasbih memuji Allah subhanahu
- wa taala, dia mendampingi sang ayah.
- dalam perjuangan-perjuangannya.
- Dan sang ayah betul-betul amat-amat
- berbahagia sekali di saat didampingi
- oleh putrinya.
- Dan Rasulullah mengatakan, "Fatimah
- bidatun minni yasurruni maarahani
- maahas." Fatimah bahagia dari diriku.
- Membahagiakan aku, apa yang
- membahagiakan dirinya? Menyakiti aku apa
- yang menyakiti dirinya?
- Dia menjadi contoh di antara wanita di
- samping istri-istri rasul, di samping
- sang ibu juga, Sayidah Khadijah yang
- mengabdikan hidupnya untuk Rasulullah.
- Dia melamar Rasulullah. Rasul tidak
- memiliki apa-apa. Tapi yang dilihat dari
- Rasul kepribadian dan akhlaknya. Ketika
- selesai menikah masuk ke dalam rumah,
- apa ucapan sang istri Sayidah Khadijah?
- Ya zauji uluril bait. Wahai suamiku
- masuk ke dalam rumah. Al bait baituk.
- Rumah ini rumahmu. Wa ana amatuk. dan
- aku adalah hamba-Mu.
- Tapi Rasulullah tidak pernah sama sekali
- apa merendahkan dirinya. Selalu dalam
- segala sesuatu sebutan yang jadi sebutan
- Sayidah Khadijah sang istri. Hingga
- Sayidah Aisyah cemburu karena seringnya
- Rasulullah menyebutkan apa? Sayidah
- Khadijah ketika Aisyah cembur Rasulullah
- mengatakan kamu takkan dapat
- dibandingkan.
- Dia membela aku di saat orang memusuhi
- aku. Dia mempersembahkan hartanya
- hidupnya. untuk mendukung aku ketika
- orang semua meninggalkan aku.
- Jadi orang yang menggambarkan bahwa
- wanita itu terbuat dari iga laki-laki
- yang bengkok itu merupakan riwayat
- israiliat yang terbiasa merendahkan kaum
- wanita. Kalau Islam tidak memandang
- wanita lebih inferior dibandingkan
- dengan kaum pria.
- Jadi bagaimana
- mereka akan mencontoh Sayidah Fatimah
- kalau tidak mengenalnya? Jangankan orang
- lain, darah dagingnya, cucu-cucunya,
- wanita dari keluarga Rasul berpakaian
- tidak mengikuti contoh Sayidah Fatimah.
- Menonjolkan bahagian-bahagian tubuhnya
- dengan bangga, bercampur dengan pria,
- berjoget juga di tengah-tengah mereka.
- Bagaimana mungkin mereka layak untuk
- dikumpulkan bersama Sayidah Fatimah?
- Tapi walaupun bukan dari keluarga
- Sayidah Fatimah, bukan dari darah
- dagingnya, tapi yang mengikuti ijaknya,
- akhlaknya, kepribadiannya, dia akan
- dikumpulkan bersama Fatimah. Karena yang
- menyatukan manusia bukan nasab. Yang
- menyatukan manusia iman dan amal saleh.
- Oleh karena itu, kita ingatkan kepada
- asyarifat
- yang menganggap dirinya berasal dari
- keluarga Rasul,
- kembalilah kepada Allah, bertobatlah,
- jaga kesucian kalian. Ikuti ketauladan
- nenek anda dan kakek Anda. Baru Anda
- kelak layak dikumpulkan bersama mereka.
- Kalau tidak ini bukan basa-basi, bukan
- seperti angan-angan Bani Israil. Apapun
- yang mereka lakukan, mereka merupakan
- anak kesayangan Allah. Nahnu abnaullah
- wa ahibbauh. Kita anak-anak kesayangan
- Allah dan kekasih-Nya. Ini semua
- khayalan Bani Israil. Dijawab oleh
- Allah, "Qul falima yuadzibukum
- bidzunubikum."
- Kalau betul seperti yang kalian ucapkan,
- kenapa Allah menyiksa kalian dengan
- dengan dosa-dosa kalian? Ada yang
- menjadi monyet, ada yang menjadi babi,
- ya kemudian diburu di sana maupun di
- sini karena kejahatan mereka. Padahal
- mereka orang-orang yang berasal dari
- keluarga nabi-nabinya.
- Oleh karena itu, apa yang saya sampaikan
- di sini ya, tujuannya untuk menyentak
- dan mengingatkan karena sudah
- terang-terangan dilakukan perbuatan yang
- tidak sesuai dengan petunjuk Allah,
- tidak sesuai dengan apa yang dilakukan
- keluarga Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam yang Allah janjikan
- untuk mensucikan mereka. Innama
- yuridullahum
- ahlitium
- dengan bimbingan yang Allah perintahkan.
- Allah perintahkan pada wanita dari
- keluarga Rasul berdiam di rumah. Jangan
- keluyuran. Jangan bersoleh berdanda
- dengan dandanan jahiliah menunjukkan
- lekuk tubuhnya.
- Kemudian dirikan salat, keluarkan zakat.
- Kenapa Allah perintahkan ini? untuk
- mensucikan kalian, menjauhkan kalian
- dari kotoran-kotoran jahiliah.
- Kemudian wadkurna ma yutla fi
- buyutikunna min ayatillahi wal hikmah.
- Dan hendaklah kalian selalu mengingat,
- membaca, menyebutkan apa yang Allah
- turunkan,
- yang dibacakan di rumah-rumah kalian
- dari ayat-ayat Allah dan hikmah.
- Kenapa bukan ini yang jadi ikutan? Jadi
- ibu ri kalau enggak salah tadi ya.
- Ibu ria. Betul. Jadi, Ibu Ria, kalau
- wanita-wanita muslimah saat ini tidak
- mencontoh Sayidah Fatimah karena mereka
- tidak tahu, apalagi orang takut.
- Sekarang kalau disebutkan keluarga Rasul
- akan dibilang Syiah.
- H
- Ahlul Bait. Kalau sebutkan keluarga
- rasul, pada keluarga Rasul ini ya yang
- seharusnya kita cintai mereka-mereka
- yang di atas sebagai contoh ini kita
- hormati, kita cintai, kita ikuti. Tapi
- sekarang orang menyebutkan Imam Ali
- Syiah, menyebutkan keluarga Rasul Syiah.
- Saya bingung bagaimana mereka mengaku
- sebagai orang yang beriman, mencintai
- Allah dan Rasul-Nya bisa apa khawatir
- dan takut terhadap hal ini. Beda antara
- Syiah sama Ahlul Bait. Syiah ada yang
- lurus, ada yang bengkok. Ada yang
- mengikuti keluarga Rasul, ada yang
- menyimpang. Tapi kalau Ahlul Bait,
- gambaran yang Allah Subhanahu wa taala
- berikan untuk kita sebagai contoh
- tauladan dari rumah tangga Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Dan kata
- Ahlul Baitir Rajul yang berdiam bersama
- apa? Bersama rajul tersebut. Ahlul baiti
- Rasulillah adalah Sayidah Fatimah
- bersama suaminya
- alhan wal Husin. Mereka yang berada di
- bawah pendidikan Nabi kita Muhammad
- menyerap betul-betul apa? ketauladanan
- yang amat indah. Mereka yang menegakkan
- betul-betul pilar kemanusiaan, keadilan
- tidak membeda-bedakan di antara manusia.
- Tapi yang terjadi pada saat ini,
- waliyadubillah,
- keadilan dirobohkan, digantikan dengan
- kezaliman.
- Persamaan di antara manusia sebagaimana
- yang Allah jelaskan sekarang dirobohkan,
- diganti dengan penyekatan dan
- kasta-kasta, sekte-sekta, mazhab-mazhab
- hingga orang terkotak-kotak tidak lagi
- merasakan kesatuan dalam iman dan
- persaudaraan. Jadi, Ibu Ria, pertanyaan
- tadi cukup menarik dan saya harapkan apa
- yang saya sampaikan ini terdengar oleh
- mereka-mereka baik dari kaum muslimat
- maupun wanita dari keluarga rasul-Nya.
- Ingat bahwa nasab kita tidak akan
- menyelamatkan kita, tapi iman dan amal
- saleh kita yang akan menyelamatkan kita.
- Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan
- ini membebaskan amanat tanggung jawab
- saya di hadapan Allah dan menyampaikan
- apa adanya. Bukan memberikan janji-janji
- dan angan-angan yang muluk, tapi
- mengingatkan kita bahwa kita sekarang
- berada dalam kehidupan serius yang kita
- akan pertanggungjawabkan di hari
- kemudian nanti. Wallahuam.
- Baik ya, semoga terjawab cukup jelas
- tadi Ustaz Husein menjawab pertanyaan
- dari Ibu Ria ya. Selanjutnya ini dari
- Pak Salehuddin di Bogor, Ustaz
- terkait mengenai keterkantungan kita
- kepada
- makhluk.
- Nah, Ustaz, apa batasan yang memisahkan
- antara meminta bantuan kepada sesama
- manusia yang masih diperbolehkan
- dengan bentuk ketergantungan yang
- menjurus pada syirik katanya. Nah,
- selanjutnya juga bagaimana Al-Qur'an
- mengajarkan kita untuk mengatasi
- ketakutan yang berlebihan terhadap
- makhluk.
- Seperti juga takut miskin, takut celaan
- manusia, atau takut kehilangan jabatan
- yang dapat merusak yang dapat merusak
- tawakal kita kepada Allah. Nah,
- bagaimana juga seorang muslim seharusnya
- bersikap terhadap harta, kekayaan atau
- koneksi yang dimiliki agar tidak
- menjadikannya sandaran utama yang
- mengalahkan sandaran kita kepada Allah.
- Demikian.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Allah Subhanahu wa taala menjadikan
- sebagian manusia butuh kepada sebagian
- yang lain. Artinya mereka saling
- membutuhkan.
- Hingga Allah perintahkan watawanu alal
- birriqwa.
- Bekerjamalah kalian tolong menolong
- gotongroyong dalam albir
- perbuatan baik dan mulia dan ketakwaan
- kepada Allah. Wala taawanu alal ismi
- walwan. Jangan kalian bekerja sama
- gotong-royong dalam perbuatan dosa
- maupun apa? Melakukan udwan, pelanggaran
- terhadap hak-hak orang lain. Ini
- perintah Allah.
- Arti kalau kita bekerja sama dengan
- sesama manusia dalam perbuatan bir dan
- takwa itu merupakan ibadah kepada Allah.
- Tapi bekerja sama dalam perbuatan dosa
- dan pelanggaran terhadap hak orang lain.
- Ini perbuatan yang dilarang oleh Allah.
- Satu hari seorang berdoa di hadapan Imam
- Ali.
- Allahumma agnina aninas. Ya Allah
- jadikan aku tak butuh kepada manusia.
- Imam Ali bilang, "Hakta, kalau kamu
- bilang begitu, kamu berarti apa?
- Siap-siap untuk mati."
- H.
- Karena selagi kamu hidup, kamu
- membutuhkan satu sama lain.
- He.
- Kalau seandainya kita mencukupi
- kebutuhan kita dari kemampuan kita,
- sebagian besar kebutuhan kita di tangan
- orang lain. Contoh, yang menjadi baju
- kita siapa?
- Yang memintal siapa? Yang menanam padi
- siapa? Bisa kita
- tidak butuh kepada manusia?
- Tidak. Dijawab, "Innallaha ja'alas
- ba'bahum." Allah jadikan sebagian
- manusia butuh kepada sebagian yang lain.
- Oleh karena itu, Allah perintahkan untuk
- bekerja sama dalam kebajikan dan takwa
- yang dilarang bekerja sama dalam
- perbuatan dosa maupun pelanggaran. Kalau
- kamu berdoa jangan bilang Allahumma
- agnina anas,
- tapi katakan Allahumma agninair khqik.
- Ya Allah selamatkan aku agar aku tidak
- bergantung butuh kepada hamba-hamba-Mu
- yang bobrok.
- Fain aau qalilan. Kalau ngasih sedikit
- wamanu alaika katsir nyungkitnya
- panjang. Wadammu alaikailah.
- Belum lagi nyela kamu
- karena dia merasa dia memberi. Padahal
- sebetulnya dia juga butuh. Contoh jangan
- jauh-jauh. Seorang majikan butuh enggak
- pada pembantunya?
- Sangat butuh.
- Begitu pembatunya pulang kampung gimana?
- Kalangkabut. Enggak.
- Kalang kabut. anaknya nangis di rumah
- enggak kangen sama bapak ibunya, kangen
- sama pembantunya. Ini jangan hina
- pembantu kita.
- Iya.
- Kita butuh pada mereka sebagaimana
- mereka butuh pada apa? Pada apa yang
- Allah berikan kepada kita. Jadi
- pekerjakan mereka, muliakan mereka.
- Jangan kita rendahkan mereka.
- Heeh.
- Jadi di saat kita memohon bantuan kepada
- teman kita dan bantuan tersebut berada
- pada ranah kebajikan dan ketakwaan itu
- bukan merupakan satu dosa.
- Tapi bukan dengan anggapan bahwasanya
- dia yang memonopoli, menguasai kebutuhan
- kita. Tidak. Karena satu waktu bisa saja
- dia butuh kepada kita. Nah, bekerja sama
- dalam kebajikan, ketakwaan diperintahkan
- Allah.
- Jangan kebalikannya bekerja sama dalam
- perbuatan dosa maupun
- dalam apa? Dalam perbuatan yang sifatnya
- pelanggaran. Beda dengan doa.
- Beda dengan do
- doa
- yang mendengarkan doa kita, yang
- menyaksikan dan mengetahui kebutuhan
- kita.
- Bahkan bisikan hati kita diketahui hanya
- Allah Subhanahu wa taala.
- Allah bertanya dalam suratul ahqaf. Qul
- aritum mauna minunillah.
- Katakan
- tunjukkan padaku apa yang kalian mohon
- selain dari Allah.
- Ituitabi minq
- arituna
- minunillahi.
- Qul ataduna minunillahi.
- Astagfirullahalim. lupa
- ikhwan akhwat ee sambil kita menunggu
- ayat Quran ya
- inilah manusia
- menggambarkan bahwa dia tidak sempurna
- suka lupa
- aritumunil
- khalaqu minal ard amahumirkum famawati
- bikitabi minqtum
- tanyakan pada mereka wahai rasulullah
- tanyakan kepada mereka tentang apa-apa
- yang mereka mohon selain dari Allah
- h
- apakah mereka punya nya andil dalam
- penciptaan langit
- atau andil dalam penciptaan buminya.
- Kalau kalian mengatakan mereka punya
- andil, coba bawa ke hadapanku bukti dari
- kitab Quran ini atau kitab sebelumnya.
- Mana buktinya?
- Ituuni bikitabi minqli au min ilm. Bawa
- ke hadapanku dengan sebuah kitab sebelum
- Al-Qur'an atau fakta-fakta ilmiah yang
- menunjukkan bahwa apa? bahwa mereka
- memiliki andil dalam mengatur langit
- bumi atau dalam menciptakannya.
- Inuntum sodiqin kalau klaim kalian
- benar.
- Waman adu mimman yadu minunillah.
- Siapakah yang lebih sesat dari orang
- yang memohon kepada selain Allah?
- Yang tak kuasa untuk mengabulkan doanya
- walaupun dia menjerit hingga hari
- kiamat. Wahum gofilun. Sedangkan mereka
- apa?
- tidak tahu-menu tentang doa yang
- dipanjatkan pada mereka.
- Aneh tidak, Kang Rizal, kalau Rasul
- mengajak kita kembali pada Allah, mohon
- pada Allah. Quran juga doa-doanya
- mengajak kita mohon pada Allah. Doa
- Ahlul Bait dalam sahifah sejadiyah
- seluruhnya mengajak kita untuk selalu
- mohon pada Allah, merendah di
- hadapannya. Tahu-tahu doa sahabat Rasul
- pun demikian. Tahu-tahu kita sekarang
- memanjatkan doa kita kepada selain
- Allah. mengalami kesulitan panggil ya
- Syekh Abdul Qadir Jailani atau ya Syekh
- Saman ya
- tawasul
- itu bukan tawasul itu jelas-jelasan
- mohon kepada selain Allah begitu juga ya
- Syekh Abu Bakar bin Salim ya Syekh Umar
- Muhbor aneh luar biasa kalau kalian
- beranggapan mereka punya kemampu kalau
- seandainya benar kenapa enggak manggil
- Rasul aja
- langsungah
- betul gak nah yang mengherankan mereka
- di atas nih baik itu siapa Apa? Baik itu
- Rasul, baik itu keluarga Rasul di atas,
- semuanya memohon kepada selain Allah.
- Kemudian sahabat Rasul memohon kepada
- selain Allah. Bahkan termasuk Syekh Abu
- Bakar bin Salim ya yang sering dipanggil
- namanya dengan penuh kerendahan mohon
- pada Allah. Allahumma lakal hamdu syukro
- wakal manu fadla wa antabunaq wahnu
- abiduq waamalika
- ahla. begitu penuh kerendahan ya mohon
- kepada Allah. Tapi ternyata yang di
- belakang hari manusia-manusia yang tidak
- sama sekali mengenal pendidikan Allah
- dari Al-Qur'an maupun sunah rasulnya
- maupun ajaran keluarga rasul-nya maupun
- sahabatnya mereka disimpangkan oleh
- setan bukan mohon pada Allah mohon
- kepada selain Allah Subhanahu wa taala.
- Ini bukan tawasul
- ini namanya
- istighhatah bighirillah. Ini perbuatan
- syirik yang mengerikan luar biasa. Oleh
- karena itu jangan sampai kita tertutup
- dari rahmat Allah dan ampunannya.
- Innallaha la yagfiru yusraka bihifiruika
- liman yasya. Allah tidak akan mengampuni
- di saat dirinya dipersekutukan,
- tapi akan mengampuni dosa-dosa yang lain
- bagi siapa yang dikehendaki. Jadi jangan
- sampai Anda menutup pintu rahmat Allah,
- berputus asa dari ampunannya karena Anda
- mempersekutukan Allah. Yang heran siapa
- yang diikuti?
- Siapa yang mau diikuti? Rasulnya tidak,
- Quran juga tidak, keluarga Rasul juga
- tidak. Begitu juga sahabat-sahabat
- Rasul. Begitu pura-para aulia dahulu
- kalah mereka semua mohon kepada Allah.
- Mohon kepada allah
- dan itulah yang diajarkan Al-Qur'an.
- Tapi sayang sungguh sayang yang di
- belakang hari ini karena tidak belajar
- dari Al-Qur'an, belajar dari rasul dan
- keluarga rasulnya maupun sahabat
- rasulnya. Kemudian yang paling aneh
- mereka mengatakan, "Kami mengikuti salaf
- kami. Salaf yang kalian ikuti siapa?"
- Sebetulnya kita bingung siapa? Coba
- tunjukkan.
- Kalau salaf sahabat, sahabat enggak
- pernah mengajarkan seperti ini. Kalau
- salafnya keluarga Rasul di atas,
- tunjukkan mana doa keluarga Rasul yang
- mengajarkan kita minta kepada selain
- Allah Subhanahu wa taala. Saya sampaikan
- ini tanpa ada emosi sedikit pun, tapi
- karena khawatir kalau sampai kita ini
- akan masuk dalam perangkap setan
- tertutup dari pintu ampunan karena kita
- mempersekutukan Allah Subhanahu wa
- taala. Akhirnya karena pemujaan terhadap
- manusia kita penuh ketergantungan.
- Sampai satu orang bilang, "Kalau ana
- mohon kepada Allah enggak talke.
- Tapi kalau ana datang ke kuburan fulan
- minta kepada mereka langsung
- dikabulkan." Itu merupakan tipu daya
- setan. itu istidraj, uluran dari Allah
- hingga kamu lupa kepada Allah akibat
- kamu berpaling daripadanya.
- Jadi benar salah enggak dilihat dari
- apa? Dari
- keuntungan yang cepat yang datang pada
- kita. Benar salah diukur dengan
- standarnya yang datang dari Allah. Rasul
- dengan segala cobaan dihadapi bukan
- berarti beliau salah. pada akhirnya
- meraih kemuliaan Imam Husein ketika
- terbunuh di Karbala bukan karena dia
- salah tapi itulah pengorbanan di jalan
- Allah tidak selamanya kebenaran itu
- menang karena orang-orang yang zalim
- bersatu sedangkan orang yang benar tidak
- bersatu. Jadi ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah untuk menghindari
- ketakutan kita dari selain Allah,
- berharap kepada selain Allah, coba
- lepaskan semua apa ikatan kita kepada
- selain Allah. Hadapkan sepenuhnya kepada
- Allah. Perbanyak salat. Kemudian pada
- saat salat resapi, pada saat doa dengan
- penuh kekhusyuan minta kepada Allah
- Subhanahu wa taala agar melindungi
- dirinya dari syirik. Sebagaimana
- Rasulullah berdoa, "Allahumma inni
- azubika an usrik bikaanamu astagfiru
- kalimum." Ya Allah, aku berlindung
- kepadamu untuk mempersekutukan Engkau
- dengan sesuatu yang aku ketahui dan
- apa-apa yang tidak aku sadari. Jadi hati
- kita kalau selalu kita panjatkan pada
- Allah, insyaallah kita akan terbebas
- dari penjajahan makhluk. Orang kalau
- selamanya naik sepedah roda tiga,
- bergantung enggak?
- Enggak.
- Dia penuh ketergantungan karena
- menggunakan roda tiga kan.
- Iya. Iya.
- Pertama roda tiga anak kecil begitu
- mulai apa?
- Mulai mampu mengendalikan keseimbangan
- roda tiganya dibuang yang ketiga dengan
- roda dua lebih lincah kan. Betul gak?
- Iya.
- Nah, kalau kita enggak mau sama sekali
- apa? Enggak mau sama sekali melepaskan
- ketergantungan kita pada makhluk, kita
- hadapkan wajah kita kepada Allah dan
- mohon, "Ya Allah, jadikan hajatku hanya
- padamu,
- jadikan perlindunganku hanya kepadamu
- dan aku mohon engkau lindungi aku dari
- apa? Syirik-syirik yang akan menutup
- pintu rahmatMu di dunia maupun di hari
- akhir nanti." Mohon pada Allah. Saya
- merasakan pada saat salat, pada saat
- sujud, pada saat rukuk, pada saat berdoa
- memanjatkan pada Allah dan berlepas
- tangan dari selain Allah. Rasul
- merupakan tauladan kita yang mengajarkan
- kita mohon pada Allah. Bukan kita datang
- minta pada Rasulullah, kita berziarah
- Rasul. Assalamualaika ya Rasulullah.
- Assalamualaika ya Habiballah.
- Assalamualaika ya Khalilallah.
- Assalamualaika ayyuhal mabutu rahmatan
- lil alamin. Kita ucapkan salam. Kemudian
- mohon Allahumma ati Muhammadan al wasil
- waladil
- mahmud.
- Kita berkunjung pada keluarga rasul,
- sahabat rasul dengan penuh kerinduan
- agar dikumpulkan bersama mereka bukan
- minta kepada mereka. Karena mereka
- sendiri mengajarkan kita minta pada
- Allah. Mudah-mudahan ini dapat dipahami.
- Jangan-jangan disikapi sebagai apa?
- Sebagai sikap. ee mereka bakal
- mengatakan, "Ustaz Husein Wahabi.
- [tertawa]
- Saya bukan Wahabi, bukan Syiah, bukan
- sunah. Saya Muslim dan ingin mengikuti
- apa yang ditunjukkan oleh Allah dalam
- kitabnya maupun diajarkan oleh Rasul
- dalam sunahnya pada keluarga nabinya.
- Begitu pula sahabat-sahabat Nabi yang
- mulia." Fadal.
- Baik, Ustaz. Terakhir satu, Ustaz, ya.
- Ee mungkin ini ada pertanyaan dari hamba
- Allah, Ustaz, mengenai
- yang lagi ee hangat nih diberitakan
- Ustaz. Ustaz, mohon tanggapan Ustaz
- mengenai kondisi dinamika PBNU saat ini,
- Ustaz. Sebagai saya sebagai warga NU
- kultural merasa perlu nasehat dari Ustaz
- katanya mengenai ee ketua PBNU yang ya
- menolak mundur dan sebagainya katanya.
- Mohon tanggapannya Ustaz singkat saja
- mungkin.
- Bismillahirrahmanirrahim. Rbanaidna
- ilman
- bicara secara jujur orang tua saya itu
- keluarga saya turun-menurun. tumbuh di
- kalangan NU.
- Orang tua kita dekat dulu dengan Kiai
- Hasyim Asy'arinya. Kek-kaki kita dekat
- dengan mereka.
- Dan hampir dikatakan keluarga dari ayah,
- ibu semua tumbuh di keluarga NU. Tapi
- bukan berarti agama kita NU.
- Bukan agama kita N
- NU.
- Bukan Tuhan kita juga Rais am NU. Tuhan
- kita
- Nabi kita Muhammad agama kita Islam. NU
- juga berafiliasi ke Islam. Oleh karena
- itu, kalau kita melihat ada tokoh NU
- yang keluar dari jalur,
- dari petunjuk Allah maupun sunah
- Rasul-Nya, warga NU jangan fanatik buta.
- Warga NU harus diberikan edukasi
- pendidikan yang diikuti itu yang hak
- bukan yang batil.
- Jangan kalau batil dari NU karena kita
- warga NU kita ikuti. Sedangkan hak yang
- berasal dari kelompok lain kita ingkari.
- Kita selalu bersama kebenaran. Itu yang
- akan mengangkat martabat NU. Pada saat
- warga NU sadar, terbuka matanya yang
- mereka ikuti kebenaran, bukan sosok dan
- tokoh yang diagungkan atau NU-nya itu
- sendiri, maka mereka akan mengangkat
- martabat mereka dan juga ulama ya
- betul-betul mengalami kebangkitan sesuai
- dengan kata Nahdlatul Ulama. Tapi kalau
- mereka berfanatik buta mengikuti tokoh
- mereka walaupun dalam keadaan salah,
- maka mereka menjadikan tokoh mereka
- sebagai Tuhan yang mereka sembah selain
- dari Allah Subhanahu wa taala. Oleh
- karena itu, kita ingin warga NU
- membersihkan kotoran-kotoran
- yang telah mencemarkan apa? Yang telah
- mencemarkan ya nama baik NU dan
- pendiri-pendiri NU yang mulia. Siapa
- yang tidak mengenal Kiai Hasyim
- Asy'arinya? Ya.
- Kemudian juga tokoh-tokoh NU termasuk di
- antaranya Kiai Khalil Bisri.
- Ayah dari apa? Dari Rais Tanfidiyah
- sekarang. Ayahnya Kiai Khalil Bisri
- termasuk tokoh yang masyaallah. Dan
- sekian banyak tokoh-tokoh NU yang
- betul-betul menunjukkan kewaroan,
- kejujuran, kebersihan hidup ya yang
- patut menjadi contoh. Nah, yang di
- belakang hari ini banyak seperti yang
- Allah katakan fakalafa m ba'dihim
- khalfun
- wattabausahwatalqya.
- Mereka digantikan bukan oleh khalifah,
- oleh khalfun, penerus-penerus yang
- menyimpang, menyia-nyiakan salat,
- mengikuti hawa nafsu mereka. Akhirnya
- mereka akan mengalami penyimpangan dan
- penyelewengan. Jadi kita ingatkan warga
- NU, jangan kalian dikuasai oleh
- kefanatikan yang buta. Tapi berikan
- dukungan pada apa? Yang benar dan
- salahkan yang salah. Seperti yang Abu
- Bakar Assiddiq radhiallahu anhu katakan
- ketika beliau naik diangkat sebagai
- khalifah. Saya terpilih bukan karena
- saya yang terbaik. Di saat saya benar,
- bantu dan dukung saya. Di saat saya
- salah, luruskan saya. Itu ucapan seorang
- pemimpin.
- Jangan kita dikuasai oleh rasa kagum
- kita pada kiai, pada ustaz atau pada
- habib. Kita anggap dia keramat. Akhirnya
- kita lihat minuman keras di mulut
- mereka, kita bilang susu.
- Susu ada pada mulut orang lain, kita
- anggap khamr. Ini salah besar. Imam Ali
- mengatakan, "Innal haqqa wal baila laani
- biakil rijal."
- Hak dan batil jangan diukur dengan
- manusia. Tapi hak, pelajari yang hak
- takrif ahla. Kamu akan tahu siapa yang
- benar. Wifil batil. Pelajari yang batil
- takrif ahla. Kamu akan tahu siapa yang
- berada dalam kebatilan. Jadi ukuran yang
- datang dari all. Jadi kita berharap
- NU-nya akan bangkit kembali
- ulama-ulamanya. Begitu pula tokoh-tokoh
- Muhammadiyah bekerja sama bersama yang
- lain dalam membangun Indonesia yang taat
- kepada Allah, yang berserah diri
- kepadanya, yang bersih dari noda-noda
- jahiliah. Itu yang kita harapkan. Dan
- saya punya harapan besar ya kepada
- tokoh-tokoh NU karena saya kenal dari
- mereka orang-orang yang saleh
- yang bertakwa tapi tidak berdaya, tidak
- punya peran. Mereka disisihkan karena
- tidak punya uang. He.
- Sedangkan yang bekerja pada saat ini
- yang didukung oleh kekuatan finansial,
- tapi jauh dari ketauladanan orang-orang
- terdahulu. Jadi kita berharap
- mudah-mudahan NU akan bangkit kembali,
- Muhammadiyah juga bangkit bekerja sama
- dalam perjuangan di jalan Allah
- Subhanahu wa taala. Dan loyalitas kita
- wala,
- Rasul-Nya dan orang yang beriman.
- yatawallallahaulahuadina
- amanuallahi humun siapa yang menjadikan
- Allah sebagai walinya begitu pula
- rasulnya dan orang yang beriman maka
- hizbullah akan meraih kemuliaan
- mudah-mudahan Anda sebagai warga NU bisa
- berperan walaupun kecil dalam mengajak
- melakukan perbaikan kembali kepada Allah
- kepada sunah rasul-Nya jangan dibutakan
- oleh fanatisme terhadap NU tapi serahkan
- loyalitas Anda kepada Allah rasulnya nya
- dan orang yang beriman.
- Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla
- ilaha illa anta astagfiruka wa atubu
- ilaik walu minkum wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikianlah ikhwan akhwat
- program acara naungan di bawah naungan
- di bawah naungan Al-Qur'an bersama guru
- kita Ustaz Husin Alatas. Terima kasih
- Ustaz
- atas kehadiran dan juga kajiannya di
- kesempatan hari ini dan juga
- jawaban-jawaban dari pertanyaan ikhwan
- akhwat. Iwan Awat saya Rizal Alhaq dan
- juga teman-teman yang bertugas ada Kang
- Algi, Bang Ondi dan juga Kang Fahri
- undur diri. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.