Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Tepuk tangan]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil
- alamin wabihi nasta'in wa ala umurid
- dunya waddin wasalatu wassalamu ala
- asrofilyaai wal mursalin wa ala alihi
- wasohbihi ajmain. Ashadu alla
- ilahaillallah wa ashadu anna muhammadan
- abduhu wa rasuluh. Allahumma sholli
- wasallim wabarik ala nabiyana muhammadin
- waa alihi wasohbihi ajmain. Qallahu
- taala fil quranil karim.
- Azubillahiminasyaitirjim.
- inaka antalimul
- waqid
- inallaha waaikatahu
- yusuna alan nabi ya ayyuhalladzina amanu
- shu alaihi wasallimu taslima
- sadaqallahulzim
- alhamdulillahiabbil alamin masih
- dipancarkan dari jalan masjid
- silaturahim nomor 36 Cibubur Bekasi
- inilah radio silaturahim dan rasil untuk
- Islam yang satu. Ikhwan akhwat yang
- dimuliakan Allah subhanahu wa taala,
- bagaimana kabar Anda di hari Jumat sore
- ini? Semoga selalu dalam keadaan sehat
- walafiat. Senang sekali saya Fauzi
- Ridanul Ha ditemani oleh Neza dan juga
- Yusuf Subangkit dapat kembali menemani
- ikhwan akhwat dalam program tausiah sore
- edisi Jumat 5 Rabiul Aal 1447
- Hijriah dan juga bertepatan dengan
- tanggal 29 Agustus 2025 bersama guru
- kita almukarram Ustaz Ahmad Saleh.
- Alhamdulillah beliau sudah hadir bersama
- kita. Maka kita sapa guru kita terlebih
- dahulu. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Bagaimana kabarnya, Ustaz?
- Alhamdulillah sehat walafiat atas doa
- dari semua ikhwan dan akhwat.
- Alhamdulillah. Masyaallah. Baik, Ikhwan
- Ahmad, Ustaz Ahmad Saleh dalam keadaan
- sehat walafiat. Semoga kesehatan juga
- dirasakan oleh ikhwan akhwat di mana pun
- Anda berada. Kami doakan selalu dalam
- keadaan sehat walafiat. Semoga kajiannya
- dapat menemani ikhwan akhwat di segala
- aktivitas di Jumat sore. Semoga
- akhir-akhir hari Jumat ini penuh
- keberkahan dan penuh pahala, penuh
- balasan kebaikan daripada Allah
- Subhanahu wa taala.
- Yaitu diisi oleh ee berdoa, berselawat,
- dan amal kebaikan yang lainnya.
- Baik, Ikhwan Awat. Insyaallah pada Jumat
- sore kali ini Ustaz Ahmad Shh akan
- membahas tentang kemuliaan dan keutamaan
- para waliullah bagian keempat kajian
- kitab syarah Riyadus Shihin Syekh karya
- Syekh Dib Albugha dan kawan-kawan.
- Bagi ikhwan akhwat yang ingin
- berpartisipasi dalam kajiannya dapat
- mengirimkan di nomor WhatsApp
- 0811999720.
- Dan bagi Anda yang ingin berinteraksi
- langsung dengan ustaz dapat menghubungi
- di 0218451512.
- Mari kita dengarkan ilmu yang akan
- disampaikan oleh Ustaz Ahmad Saleh
- tentang kemuliaan dan keutamaan para
- wali Allah bagian keempat. Tafadul
- Ustaz.
- Alhamdulillahi
- hamdan katsiran thayiban mubarokan fih
- kama yuhibuna
- waard.
- Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la
- syarikalah wa ashadu anna muhammadan
- abduhu wa rasuluhu wa innahu la nabiya
- ba'dah.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- nabiyina Muhammadin wa ala alihi wa
- ashabihi waman tabiahum biihsanin ila
- yaumilqiamah. Amma ba'd.
- Ikhwan dan akhwat pendengar radio
- silaturahim serta pemirsa rasil visual
- di mana pun Anda berada.
- Alhamdulillah segala puji senantiasa
- kita tujukan kepada Allah Subhanahu wa
- taala yang telah menciptakan kita yang
- telah memberikan berbagai macam potensi
- baik tenaga, kesehatan, ilmu
- pengetahuan,
- rezeki yang tiada terhingga dan
- yang telah mengatur seluruh alam jagat
- raya ini
- senantiasa tertuju kepada Allah. Pujian
- dan syukur karena Allah telah membimbing
- kita ee dalam memahami syariat-syariat
- Allah Subhanahu wa taala.
- Ikhwan
- jangan menyangka bahwa bimbingan Allah
- itu tidak berguna
- meskipun levelnya berbeda-beda.
- Ah, ini di sini ketika menyatakan
- levelnya berbeda-beda, akhirnya juga ada
- kajian lebih mendalam.
- Kajian sendiri. Ada orang awam diberi
- pengetahuan
- yang dinyatakan bisa jadi salah oleh
- orang yang lebih tinggi.
- Padahal itu adalah bimbingan Allah tuh.
- Nah, begitu. Dia memahami syariat dengan
- keterbatasannya
- itu bimbingan Allah. Namun oleh orang
- lain yang berbeda pandangan disalahkan
- padahal dia dibimbing oleh Allah.
- Ee
- orang yang memahami syariat berdasarkan
- mazhab A tidak sejalan dengan mazhab B.
- Akhirnya yang mengikuti mazhab A
- disalahkan oleh mazhab B. Begitu juga
- sebaliknya. Padahal memahami mazhab itu
- pun bagian dari hidayah Allah Subhanahu
- wa taala.
- Apalagi ijtihad kan tidak boleh dibantah
- oleh ijtihad lagi. Nah, ini ini saya
- ingin memahaming mengajak agar kita
- senantiasa menghargai orang lain sesama
- muslim. Itu intinya
- bahwa menurut kita salah. Iya menurut
- kita salah. Menurut pemahaman mereka
- dengan kacamata yang berbeda yang
- dipakainya dengan titik poinnya, turning
- point-nya berbeda gituah ya. Maka
- seringki mengakibatkan menimbulkan
- friksi, perbedaan-perbedaan pendapat
- yang tajam. Padahal beda pendapat ya
- enggak apa-apa beda pendapat. Oh, nanti
- yang yang menilaikan Allah nanti kan
- begitu. Nah, jadi ada syariat yang tegas
- gitu ya. Ah, ada syariat yang telah bisa
- dipahami salah betulnya, tapi ada
- syariat-syariat
- yang
- kalau dikaji lebih mendalam itu pada
- akhirnya dalam pandangan kita ambigu
- hakikatnya kebenarannya di sisi Allah
- gitu loh. Nah, gitu ya. Maka oleh sebab
- itu hendaknya kita saling menghormati,
- menghargai ya. Ah, karena kita apalagi
- sebagai orang awam tidak bolehlah ikut
- campur gitu loh. Biar urusan orang-orang
- alim saja ee meluruskan mana yang benar,
- mana orang alim juga kan ada
- tingkatannya.
- Ada yang referensinya 300 kitab, ada
- yang referensinya 500 kitab, ada yang
- referensinya cuma 10 kitab.
- Nah, maka oleh sebab itu semuanya kita
- pasrahkan kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Maka ketika kita memandang umat
- Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam, yang ada adalah harapan. Ya
- Allah, dia adalah umat Nabi Muhammad.
- Terimalah pengabdiannya ya Allah,
- maafkan dan ampuni
- kesalahan-kesalahannya.
- Rbana la tuakhidna inn nasina a akhna.
- Tuh, kita punya doa itu.
- Jadi, kalau kita salah atau lupa mohon
- diampuni oleh Allah. Tuh, masa kita
- menghukuminya. Allah ngajarin doa kepada
- kita seperti itu. Masa kita
- mengklaimnya, "Wah, dia ahlun nar." Kok
- di sisi Allah diampuni? Gimana? Nah,
- maka oleh sebab itu kita jangan jangan
- mendahului keputusan Allah gitu loh ya.
- Oke. Baik. Nah, maka sekali lagi
- serahkanlah kepada Allah Subhanahu wa
- taala hakikat kebenaran. bahwa sekali
- lagi bahwa menurut kita benar atau salah
- itu dalam pandangan kita. Kita yakini
- benar, maka kata Imam Syafi'i, "Ah
- inilah aku yakini kebenarannya." Tapi
- bisa jadi yang benar kamu, gitu. Kamu
- ada kebenaran, gitu. Begitu juga
- sebaliknya, gitu loh. Apa yang kami
- nyatakan salah, bisa jadi ee dalam
- pandanganmu itu benar atau sebaliknya.
- Nah, ini ini sesungguhnya adab para
- ulama gitu ya. Adab para ulama tuh
- selalu husnudan. baik sangka gitu ya.
- Nah, aku yakinnya begini ya. Ini yang
- aku yakini kebenaran tapi bisa jadi kamu
- benar tapi ee itu yang kamu yakini.
- Menurut kamu itu benar tapi menurut aku
- itu salah gitu loh. Nah, ini ee kenapa
- itu yang bersifat izjtihad?
- Tayib. Kita lanjutkan kajian kita
- kemuliaan dan keutamaan para waliullah.
- Sekarang kita menginjak hadis ketujuh.
- Hadisnya panjang ya, tetapi gak apa-apa
- kalaupun kita cuma satu hadis gak
- apa-apa ya.
- An Abi Hurairat radhiallahu anhu qal
- baasa Rasulullahi shallallahu alaihi
- wasallama asrhtin ainan sariyatan.
- Saya baca hadisnya aja dulu ya. Nanti
- kita terjemahkan atau nanti ee
- pelan-pelan kita ee apa terjemah per per
- harfiah. Ba'a telah mengutus siapa?
- Rasulullah. Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Asyarata rohtin
- 10 orang. Rohtin itu sekelompok.
- Sekelompok orang. 10 orang gitu. Ainan
- syariatan.
- Ainan ini bimakna ainan itu mata. Tapi
- di sini maksudnya adalah mata-mata gitu
- loh. Ainan sariyatan. Mata-mata dalam
- peperangan.
- Wa amaro alaihim. Dan yang mengamiri
- atas mereka.
- Yang mengamiri siapa? 10 orang tadi.
- Jadi memang sunah ketika bepergian atau
- sudah mulai tiga orang itu harus ada
- amirnya, ada ketuanya, ada pimpinannya
- gitu. Jadi hidup tanpa amir itu fitnah
- gitu loh. Ee menyimpang dari sunah.
- Apalagi ini 10 orang wa amaro dan
- menunjuk amir alaihim atas mereka. Yaitu
- siapa? Wa amaro. Wa amarohua. Ya waamaro
- Rasulullah sallahu alaihi wasallam.
- Rasulullah sahu alaihi wasallam
- mengangkat amir atas mereka. Asim asima
- bni tsabit. Asimna tsabit. Asim ibn
- tsabit. al-Anshari. Jadi amirnya adalah
- Asim bin Tsabit al-Anshari radhiallahu
- anhu.
- Semoga Allah meridai Asyim ibn Tsabit.
- Fantqu.
- Maka mereka bertolak. Nah, maka mereka
- pergi. Hatta
- kanu bil hudati bainafan wa Makkah. Maka
- setelah sampai di hudah e hudah itu
- baina usfan wa Makkah antara Usfan wa
- Makkahukiru
- min Hudzail yuqahum banu Lihyan.
- Nah, maka kemudian disebut juga itu apa
- namanya? Hudah itu tempatnya. Tempatnya
- juga bisa disebut ee apa? Ada hai. Hai
- itu ee apa? Gak bukan gang ya. Apa ya?
- ya eh lembahlah tetapi bukan lembah ya
- jadi seperti sejenis gang gitu sejenis
- lihayin min hudzail
- eh yuqahum banuah
- itu disebutnya banihum
- kalau gitu saya baca ininya dulu Ya
- falamma ahas bihim asimuhu
- maimul
- faq anzilu faidikum
- wakumul ahdu walqu allum
- ahadan.
- Jadi ini apa namanya? Intinya adalah ee
- disergap dikepung oleh apa namanya? ahli
- panah 100 ee 100 orang miatin rojulin
- rin jadi 100 orang yang ahli panah gitu.
- Kemudian angkat tanganmu dan bernyalah
- kami tidak akan membunuh salah satu di
- okeidikum
- wakumulahum
- ahada faqqibit
- telah berkata asib binabit ayyuhal amma
- kafir
- demi Allah saya wahai kaum wahai pasukan
- Saya tidak rela di apa di bawah ee
- pengaturan orang kafir. Jadi aku tidak
- akan menyerah. Begitu kurang lebih ya.
- Allahumma akbir anna nabiaka. Allahum ya
- Allah kabarkan tentang kami kepada
- nabimu. Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasam faruhum binili e bin nabli faqalu
- asiman. Maka kemudian mereka dihujat di
- panah dan e mereka membunuhnya membunuh
- Asim berarti siapa? Amirnya terbunuh.
- Oke, kalau gitu saya langsung ke ini aja
- ya ke terjemahannya saja.
- Jadi ee kemudian melakukan 100 orang
- ahli fanah untuk meny rombongan Asim.
- Ketika Asim dan teman-temannya merasakan
- adanya bahaya yang mengancam, maka
- mereka bersembunyi di sebuah tempat.
- Namun akhirnya mereka dikepung oleh Bani
- Lihyan serai berkata, "Angkat tanganlah
- kalian dan kami berjanji tidak akan
- membunuh seorang pun di antara kalian."
- Nah, kemudian Asim bin Tsabit berkata,
- "Wahai kaum muslimin, ya kaum." Nah, ini
- satu panggilan ya kaum itu artinya wahai
- wahai kelompok lelaki bisa wahai kaum
- wahai kaum muslimin. Bisa begitu
- maknanya. Aku tidak rela berada di bawah
- kekuasaan orang kafir.
- Ya Allah, beritakanlah keadaan kami ini
- kepada Nabiu Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Kemudian mereka diserang
- dengan anak panah dan terbunuhlah Asim.
- Asim terbunuh dan ada tiga orang yang
- menyerah mau menerima perjanjian, yaitu
- Khubaib, Zaid Ibnu eh Dinah dan ada
- seorang lagi. Jadi tiga yang ee
- menyerah. Dua namanya diketahui, satu
- orang tidak diketahui.
- Ketika mereka telah menyerah, lantas
- lepaslah tari busur bani Luhyan
- ee dan diikatlah ketiga orang itu. Salah
- seorang di antara ketiga orang itu
- berkata, "Ini adalah awal mula dari
- suatu pengkhianatan. Demi Allah, aku
- tidak akan mau berdamai dengan kalian
- dan bagi aku lebih baik mengikuti jejak
- kawan-kawan yang telah gugur. Meskipun
- sudah ditawan, tetap dia tidak menyerah.
- Tidak menyerah itu maksudnya tidak buka
- mulut, tidak buka rahasia. Lebih baik
- saya mati gitu loh. Saya lebih suka
- mengikuti jejak saudara-saudaraku yang
- telah syahid dibanding saya berkhianat
- kepada kaum muslimin. Masyaallah. Tuh
- itu loh itu ini. Aduh
- keutamaan.
- E iya masyaallah itu. Masyaallah ini
- kehebatan para sahabat.
- Gak ada damai enggak ada nego-nego gitu.
- Padahal alarb khudah perang itu budaya.
- Bisa saja pura-pura damai ini bisa. Tapi
- sahabat ini lebih mengambil hitam putih.
- Tidak, saya tidak akan nyerah gitu.
- Masyaallah.
- Nah, jadi ia berpendapat lebih baik
- dibunuh daripada berdamai dengan mereka.
- Kemudian mereka menyiksa dan
- membunuhnya. Sedang Hubaib dan Zaid Ibnu
- Dinah dibawa ke Makkah. Dan setelah
- sampai di Makkah, kedua orang itu
- dijual.
- Peristiwa ini terjadi setelah perang
- Badar. Ya. Kemudian Bani Al-Harit bin
- Amr bin Abdul Manaf membeli Khubaib.
- Khubaib adalah orang yang membunuh
- Al-Harit. Jadi Al-Harit itu adalah ayah
- mereka pada perang Badar. Ayah mereka
- itu ayah musuh-musuh ee para sahabat
- ini. Khubaib menjadi tawanan mereka
- sehingga akhirnya mereka bersepakat
- untuk membunuhnya.
- Pernah pada suatu hari, nah sekarang di
- peristiwa lain. Pernah pada suatu hari
- Hubaib meminjam pisau kepada salah
- seorang putri Ar Haris.
- Maka putri pun meminjaminya. Kemudian
- ada seorang anak kecil yang lalai tidak
- diawasi merangkak ke pangkuan Hubebulkan
- rasa cemas kalau-kalau anak kecil itu
- dibunuh oleh Hubib.
- Ini ini masyaallah. Masyaallah. Ini
- kehebatan para sahabat. Sekali lagi kan
- tadi Nabi pernah mengatakan alarb
- khud'ah perang itu tipu daya.
- Anak itu ke pangkuannya kebakuan Hubebu
- padahal ada di tangannya gitu kan. Kan
- bisa jadi sandra sesungguhnya.
- Ah kemudian kata Hubeb. Hubeb lantas
- berkata, "Apakah kamu merasa khawatir
- kalau aku membunuh anak ini? Kamu takut
- ya anak ini aku bunuh katanya.
- Dan saya tidak mungkin melakukan seperti
- itu. Kata Hubeb, enggak mungkin aku
- membunuh anak ini. Tuh, sekali lagi tuh.
- Ini Islam
- kan sesungguhnya bisa jadi nego tuh anak
- itu.
- Iya.
- Sudah kalau gitu janji kita kamu
- lepaskan saya, saya lepaskan anak ini.
- Kan bisa begitu. Tapi dia katakan, "Kamu
- takut ya anak ini saya bunuh?" Tidak.
- Saya tidak akan melakukan yang demikian
- itu karena itu kecurangan. Begitu kurang
- lebih ya. Masyaallah. Ya Allah.
- Ah, kemudian putri Alharis itu berkata,
- "Demi Allah, aku belum pernah melihat
- ada tawanan yang lebih baik daripada
- Hubebto."
- Musuhnya aja mengakui kebaikan tawanan.
- Enggak pernah ada itu tawanan yang
- sebaik Hubeb.
- Masyaallah. Masyaallah. Dia lepaskan
- anak itu ya. Tidak dibunuh atau tidak
- disandra.
- Ee demi Allah pernah pada suatu hari aku
- mendapatkan Hubaib sedang makan buah
- anggur di tangannya. Padahal tangannya
- diikat dengan rate besi. Dan waktu itu
- di Makkah tidak ada buah anggur. Tuh
- dari mana itu dia makan anggur? Saya
- pernah lihat dia makan anggur padahal
- tangannya diikat.
- H
- padahal di Makkah pada saat itu enggak
- ada anggur katanya tuh. Nah ini tidak
- dijelaskan oleh perawi gitu ya.
- Masyaallah nih. Itu kan bisa memaknainya
- Allah memberi makan sama Hubeb.
- Heeh.
- Nah, kan. Jadi pengertian ee pengertian
- seperti makanan yang diberikan kepada
- Maryam. Dari mana ini Maryam? Makannya
- minallah. Dari Allah. Bisa. Minallah itu
- memang bisa Allah yang memberi
- tanpa perantara. Bisa juga ada perantara
- yang tidak dikenali gitu. Tapi kan Quran
- tidak menjelaskan begitu. Maka kita
- memaknai, oh bisa jadi dia dimerbakan
- langsung oleh Allah Subhanahu wa taala
- gitu ya. Heeh.
- Selanjutnya putri itu berkata yaitu
- putri Alhari, "Sesungguhnya itu adalah
- rezeki yang dikaruniakan Allah kepada
- Hubeb."
- Kemudian setelah Hubeb dibawa keluar
- dari bumi Haram untuk dibunuh, Hubaib
- berkata kepada mereka, "Lepaskanlah aku
- sebentar. Aku akan salat dua rakaat. ya
- minta izin salat dulu dua rakaat.
- Ee maka mereka pun melepaskannya dan ia
- mengerjakan salat dua rakaat. Padahal
- dia juga bisa kabur setelah dilepaskan
- itu wudu salat dua rakaat. Setelah itu
- Hubai berkata, "Demi Allah, sekiranya
- bukan karena sangkaanmu bahwa aku merasa
- takut mati,
- sekiranya aku tidak menyangka kamu
- menilai aku takut mati, aku mau salatnya
- lebih lama." Kan gitu. Namun kemudian
- Hubeb ee sengaja mempersingkat dan
- menyederhanakan rakaatnya. Jangan sampai
- musuh-musuhnya menilai dia takut mati,
- gitu loh. Nah, ee kemudian dia berkata,
- "Ya Allah, hitunglah mereka ee bunuhlah
- mereka dengan secara terpisah-pisah dan
- janganlah engkau sisakan satu dari
- mereka." Tuh, jadi sebelum apa? Sebelum
- mati itu juga mendoakan kehancurannya.
- Kemudian Khubaib mendendangkan syair
- yang artinya kurang lebih aku tidak
- memedulikan ketika dibunuh dalam keadaan
- muslim.
- Walau bagaimana bentuk kematianku
- asalkan karena Allah. Dan hal yang
- demikian itu adalah dalam rangka membeli
- kalimah Allah, kalimah Tuhan. Dan kalau
- Tuhan berkenan, niscaya ia akan
- memberkahi potongan-potongan anggota
- yang berserakan. Masyaallah. Jadi apa ya
- ee harapannya pasti kepada Allah. Jadi
- mati aja jangankan menggetarkan,
- jangankan menakutkan, seakan-akan mati
- itu ada sesuatu yang disambutnya,
- disongsongnya gitu loh. Aduh, gimana
- menggambarkannya gitu loh. Nah, jadi
- betapa indahnya, betapa kangen dan
- rindunya dia ingin bertemu dengan Allah
- tapi kemudian tadi dia salat dua rakaat.
- Izinkan lepaskan aku. Aku mau salat dulu
- dua rakaat.
- Sekiranya aku tidak menyangka kamu
- menyangka aku takut mati, aku salatnya
- agak lama. Tapi karena kamu khawatir
- menduga aku ini, maka salatku aku
- sederhanakan. Tuh, gitu. Masyaallah. La
- haula wala quwwata illa billah. Heeh.
- Nah, Khubaib adalah orang yang bisa
- dicontoh oleh setiap muslim di mana ia
- merasa sabar dan mengerjakan salat pada
- waktu akan dibunuh dan diberitakan
- kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam
- tentang sahabat-sahabat yang tertimpa
- musibah. Nah, jadi kemudian Nabi
- sallallahu di sini diberitakan ini
- majhul. Majhul itu tidak disebutkan
- pelakunya. diberitakan tuh bisa jadi
- rasul dapat wahyu
- atau ada orang yang menyaksikan
- peristiwa itu kemudian melapor kepada
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Kalau ada melapor biasanya ada
- riwayatnya diceritakan ini tidak ada
- riwayatnya.
- Oh, bisa jadi ee Rasul mendapat wahyu
- dari Allah Subhanahu wa taala
- mendapatkan kabar tentang kondisi
- sahabat-sahabatnya yang tertawan. gitu
- ya.
- Kemudian kafir Quraisy mengutus beberapa
- orang untuk mengambil jenazah Asim bin
- Tsabit ketika mereka mendengar bahwa ia
- dibunuh oleh Banu Lihyan. Jadi kafir
- Quraisy yang mau ngambil gitu ya. Karena
- ia adalah orang membunuh salah seorang
- dari tokoh-tokoh mereka. Jadi karena
- saking bencinya tokoh mereka dibunuh
- oleh Asim maka dia mau mengambil jasad
- ya jenazah siapa?
- asim.
- Nah, tetapi kemudian Allah mengutus
- lebah yang seperti payung untuk
- melindungi jenazah Asim. Jadi lebah
- ngitari terus tuh ya. Iya. Yang mana
- lebah itu menutup orang-orang yang
- mengantup orang-orang yang diutus untuk
- mengambil jenazah itu sehingga akhirnya
- mereka tidak bisa mengambil sebagian pun
- dari anggota tubuh Asim. Ini kemuliaan
- waliullah.
- dijaga
- ee gitu ya. Dijaga oleh Allah dengan
- diutusnya lebah.
- Kan logikanya enggak ada orang tuh yang
- bisa melindungi. Ah, lebah diutus oleh
- Allah. Nah, jadi oleh sebab itu sya
- kemenangan itu, Ikhwan,
- ee para sahabat ee sahabat ketika
- diwajibkan perang pertama kali,
- kemudian ada seorang sahabat menyeru
- kepada sahabat-sahabat yang lainnya, "Ya
- kaum, wahai kaum, inilah
- hal yang ditunggu-tunggu ketika
- diwajibkan perang nih.
- Sesungguhnya Allah telah menawarkan ee
- satu di antara dua kemenangan atau telah
- menawarkan dua hal yang menarik. pertama
- kita akan menang gitu kan atau kita akan
- mati syahid. Menang artinya akan bebas,
- akan beribadah dengan penuh atau mati
- syahid. Dua-duanya pilihan yang bagus.
- Kita memerangi mereka bukan karena kita
- banyak persenjataan.
- Kita memerangi mereka bukan juga banyak
- pasukan.
- Kita akan memerangi mereka karena Allah
- memerintahkan tuh.
- Jadi mereka ya sekedarnya saja.
- Sekedarnya itu artinya tidak bergantung
- kepada kekuatan alat,
- tidak bergantung kepada kekuatan
- pasukan, tapi dia bergantungnya kepada
- kepada perintah Allah Subhanahu wa
- taala.
- Masyaallah. Itulah para sahabat itu.
- Makanya ah kenapa kita harus takut?
- Meskipun kita enggak punya pasukan
- khusus, pasukan elit, meskipun kita
- enggak punya persenjataan, sehebat
- persenjataan mereka, demi Allah tidak
- mengapa. Mau mati juga kita mati syahid
- kok, gitu. Aduh, logika-logika sahabat
- itu. Masyaallah. Oke. Jadi, jadi ini ya.
- Jadi, oleh sebab itu kemudian
- ee pertolongan Allah itu seperti itu.
- Maka oleh sebab itu hendaknya kita
- berbaik sangka
- selama syariat Allah dikerjakan.
- Kita berkaca kepada saudara-saudara kita
- di Gaza. Masyaallah,
- mereka juga perlu makan. Tapi mereka
- mengutamakan tawanan-tawanannya.
- Tawanannya dikasih makan. Masyaallah.
- Kenapa? Karena mereka takut Allah murka.
- Takut mereka tidak memanusiakan manusia
- tuh. Jadi bukan hanya memanusiakan orang
- Islam, bahkan orang kafir pun dia
- manusiakan.
- Diperlakukan sebagaimana mestinya
- sebagai tawanan. Masyaallah. Nah, ini ee
- apa namanya? Banyak pelajaran ya. Di
- antaranya tadi para waliullah itu
- jasadnya dilindungi oleh Allah subhanahu
- wa taala dengan diutus lebah ya gitu ya.
- Jadi banyak ee apa namanya
- isyarat-isyarat tentang ee mukjizat
- bukan mukjizat karamah ya karamah
- tentang para sahabat atau waliullah yang
- lain. Ada yang terbunuh tapi menarik
- jasadnya dilindungi gitu loh. Bahkan ada
- yang dilindungi tidak mati gitu ada juga
- tapi semua rahasianya terletak pada
- Allah azza wa jalla gitu ya. Nah, ini
- saya kira para ikhwan sekalian ee apa
- namanya? Sebagai pengantar ya dari
- mutiara-mutiara yang dapat kita lihat
- dalam hadis ini. Pertama, keutamaan
- sekelompok sahabat yang disebut dalam
- hadis serta penjelasan tentang
- keberanian dan kesabaran mereka. Jadi
- mereka begitu yakin kalau sudah perintah
- Allah itu enggak ragu lagi. Enggak ragu
- lagi. Sudah samina wathna. Kalau Nabi
- sudah mengutus gitu, sudah memutuskan
- karamah Khubaib dan Asim, penjelasan
- tentang seberapa besar kesabaran
- keduanya dalam menerima siksaan
- orang-orang musyrik dan perlindungan
- Allah terhadap keduanya setelah
- meninggal dunia.
- Seorang mukmin tidak boleh bersikap
- lunak terhadap musuh-musuhnya dan ia
- harus berpegang teguh pada
- prinsip-prinsip dan akhlaknya saat
- ditawan dan disiksa oleh musuh-musuhnya.
- Masyaallah. anjuran salat ee dua rakaat
- sebelum mati syahid karena Khubaib
- melakukannya dan Nabi sallallahu alaihi
- wasallam menginformasi
- mengafirmasi perbuatan itu. Nah, itu
- hadis yang pertama ya. Kemudian hadis
- terakhir dalam bab ini, an ibni Umar
- radhiallahu anhu qala dari Abdullah bin
- Umar
- eh dia mengatakan maitu Umar radhiallahu
- anhu yaquulu lyain qtun inni laadunnuhu
- kad illa kama yadunnu rahul bukhari. Aku
- tidak pernah mendengar Umar radhiallahu
- anhu mengatakan terhadap suatu perkara,
- "Aku kira akan terjadi begini, melainkan
- perkara tersebut terjadi sesuai yang
- diperkirakannya."
- Ya, ini kalau ini berarti ya kategorinya
- karamah tapi firasat, firasat bahasa
- kita. Wah, nanti gini ini betul terjadi
- gitu ya. itu menunjukkan kedekatan Umar
- bin al-Khattab radhiallahu anhu. Nah,
- saya kira itu sebagai pengantar kajian
- kita pada sore hari ini. Ee
- mudah-mudahan mendorong kita, memotivasi
- kita untuk senantiasa sabar, jujur dalam
- melaksanakan syariat Allah Subhanahu wa
- taala. Demikian wasallallahu ala nabiina
- Muhammadin. Walhamdulillahiabbil
- alamin. Wallahuam.
- Bisawab.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Wallahuam
- bisawab. Jazakumullah khairan kirsiran
- ustaz.
- Wumakumullah khair.
- Baik ikhwan. Demikian pengantar dari
- Ustaz Ahmad Saleh satu hadis yang
- ketujuh dalam bab kemuliaan dan
- keutamaan para wali Allah. Baik, kami
- akan segera kembali tetap bersama Radio
- Silaturahim. Terima kasih.
- [Tepuk tangan]
- [Tepuk tangan]
- Alhamdulillahi rabbil alamin. Terima
- kasih Iwan Wan Ahmad masih setia bersama
- Radio Silaturahim. Saat ini Anda masih
- menyimak siaran langsung tausiah sore
- bersama Ustaz Ahmad Saleh dengan tema
- kemuliaan dan keutamaan para wali Allah
- bagian keempat.
- Ee baik ikhwan Ahmad sebelum kami
- bacakan pertanyaan e kami bacakan
- apresiasi dari ikhwan akhwat sekalian.
- Yang pertama dari
- Ibu Anggit. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillah, Ustaz, kami menyimak
- tausiah soreh dari Ustaz Ahmad Saleh.
- Barakallahu fikum.
- Kemudian
- Ibu Darni. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Terima kasih, Ustaz atas ilmunya.
- Kemudian dari Ibu Ani Hani Hufaidah.
- Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah
- kami hadir menyimak tausiah sore dari
- radio dari awal Ustaz.
- Ee dari awal Ustaz insyaallah semoga
- pejuang
- rasil sehat-sehat walafiat. Amin.
- Barakallahu fikum.
- Kemudian Ibu Tati. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillah menyimak Ustaz.
- Barakallahu fikum Ustaz untuk
- pencerahannya Ustaz Ahmad.
- Allahuikum. Masyaallah.
- Kemudian Ibu Bapak Abdul Rasyid
- menyimak.
- Kemudian
- Ibu Juni menyimak.
- Kemudian Ibu Aliah Yahya juga menyimak.
- Barakallah fik.
- Ibu Arfah menyimak.
- Barakallah. Kemudian sekarang kita akan
- membacakan
- ini dari Pak Arwin. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Terima kasih Ustaz atas tausiah dan
- nasihat dan pencerahan tentang keutamaan
- para wali Allah.
- Barakallahu fikum.
- Semoga ustaz dan pejuang dakwah serta
- para pendengar radio silaturahim dalam
- keadaan sehat walafiat. Amin. Allahum
- amin.
- Kemudian kita akan membacakan pertanyaan
- pertama dari Bapak Yudi bin Hafid.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz Ahmad Saleh, saya Yudi di Masjid
- Arrahman Cibubur. Ustaz
- izin bertanya, bagaimana bisa Hubaib
- seberani itu, Ustaz? Padahal dia mau
- dihukum mati dan menjadi tawanan.
- Jazakumullah khairan k.
- Masyaallah. Barakallah.
- Yang pertama itu adalah karunia Allah.
- Itu yang pertama. Yang kedua itu hasil
- binaan Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam.
- Jadi taalumnya, taklimnya itu berbekas
- sampai seperti itu, gitu loh. Hah.
- Apalagi kan ee jika ini masih kategori
- fase Mekah berarti proses ee apa
- namanya? Pengokohan akidah
- gitu ya. Nah, maka kemudian terpancar
- hasilnya seperti tadi Khubaib gitu. Jadi
- itu adalah pertama karunia Allah sudah
- barang tentu. Yang kedua adalah hasil
- binaan Rasulillah Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam. Jadi binaan Rasulullah
- itu jadi Rasulullah itu kalau membina
- itu ee sampai masuk ke jiwa, ke hati
- gitu ya. Baligh. Maka ee apa namanya?
- Beliau ee senantiasa mengaplikasikan
- kaulan baligh ee perkataan yang
- menyentuh gitu loh. Nah, ini tentu ee
- dengan penghayatan Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam dan pemahaman yang Allah
- berikan kepada Rasulullah kemudian
- sahabat-sahabat assabiquunal awwalun
- maupun yang lainnya kategori sahabat
- yang ketemu dengan Rasulullah itu
- seperti itu gitu ya. Nah, mudah-mudahan
- ini juga mendorong kajian-kajian kita,
- kajian-kajian akidah itu betul-betul
- mencintai Allah, mencintai Rasul-Nya,
- mencintai jihad fisabilillah, mencintai
- orang-orang beriman.
- Kadang kalau kita, mohon maaf ya, kadang
- mencintai Allah, mencintai Rasul-Nya,
- tapi tidak mencintai umatnya.
- Kadang kita begitu. Nah, kalau para
- sahabat itu utuh
- ya meskipun sekali lagi ya para sahabat
- juga punya kapasitas memahami
- yang bisa jadi variasi juga di antara
- sahabat satu dengan sahabat yang lain.
- Tapi yang jelas ee itulah keberhasilan
- pembinaan yang dilakukan oleh Rasulullah
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
- Demikian saya kira yang dapat saya
- jelaskan. Wallahu aam bisawab.
- Wallahuam bisawab. Demikian Bapak Yudi
- semoga dapat menjawab. Pertanyaan kedua
- dari Bapak Sayan Rohili. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Saya Rohili di Pulau Gebang, Ustaz.
- Masyaallah. Barakallahu fikum.
- Ustaz izin bertanya. Apakah para
- penafsir Al-Qur'an itu disebut juga
- dengan waliullah, Ustaz? Jazakumullah
- khairan.
- E naam. Jika yang dimaksud adalah para
- penafsir Al-Qur'an
- sehingga dia bersungguh-sungguh
- mengeluarkan segala bentuk pemahamannya
- ilmu yang ia miliki agar supaya manusia
- mendapatkan petunjuk yang bisa dipahami
- gitu ya, maka dia kategorinya juga
- waliullah.
- Tapi sekali lagi, tapi jika di antara
- mereka menafsirkan dengan cara yang
- tidak benar dengan sengaja
- agar orang bisa memahaminya salah, agar
- orang bisa jadi salah jalan, berarti itu
- bukan bukan waliullah, tapi
- hizbus setitan. Tuh, memang ada yang ini
- ahli tafsir yang begitu. Saya tidak
- harus mengatakan menunjuk orangnya, tapi
- paling tidak ada gitu ya. Paling tidak
- ada. Meskipun saya dugaan keras saya,
- saya belum menemukan orang yang
- menafsirkan Quran dengan tujuan seperti
- itu gitu loh ya. Jadi katakan insyaallah
- para penafsir Quran ketika dia
- bersungguh-sungguh
- memeras ilmu pengetahuannya untuk
- menafsirkan Quran sehingga orang-orang
- awam khususnya dapat mengerti
- tujuan-tujuan Al-Qur'an. Maka
- penafsirnya kategorinya waliyullah gitu
- loh ya. Nah, bukan hanya penafsir Quran,
- segala setiap orang yang
- bersungguh-sungguh mengaplikasikan
- syariat Islam, bersungguh-sungguh untuk
- memahaminya, bersungguh-sungguh untuk
- mendakwahkannya, bersungguh-sungguh
- untuk mengaplikasikannya, hua waliullah.
- Itulah wali wali Allah, gitu ya.
- Demikian yang dapat saya jawab. Wallahu
- aam bissawab.
- Wallahuam bawab. Demikian. Pak Rohili
- semoga dapat menjawab. Berikutnya
- pertanyaan ketiga dari Ibu Sri.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Semoga Ustaz selalu sehat walafiat,
- Ustaz.
- Amin. Allahum amin.
- Ustaz, izin bertanya. Saya selalu berdoa
- agar Zionis Yahudi, Amerika dan
- sekutu-kutunya segera Allah hancurkan,
- Ustaz.
- Naam.
- Mohon ee mohon saya ingin bertanya kata
- segera yang saya panjatkan ini
- untuk memahaminya seperti apa, Ustaz?
- Jazakumullah khairan katon.
- Masyaallah.
- Ya, segera dihancurkan gitu agar supaya
- fitnah tidak muncul gitu ya. Di dalam
- salah satu hadis
- Nabi pun berdoa dalam peperangannya.
- Allahumma munzilal kitab sarial hisab.
- Wahai yang zat yang menurunkan Al-Qur'an
- alkitab syari hisab yang cepat
- perhitungannya. Ihzimil ahzab. Ihzimhum
- walzilhum. Porporandakan mereka,
- hancurkan mereka. Eh gitu ya. Jadi
- memang hal yang wajar. Apalagi kita
- melihat kezalimannya sudah melampaui
- batas pri kemanusiaan gitu ya. Maka ya
- asalnya di awal-awal kalau melakukan
- kesalahan itu kan doanya juga apa?
- Doanya mudah-mudahan Allah memaafkan,
- Allah memberikan hidayah dan petunjuk.
- Tapi ketika itu sudah keterlaluan, boleh
- berdoa seperti tadi gitu loh ya. Ee agar
- segera dihancurkan, agar segera
- dibinasakan. Kenapa? Karena ini menjadi
- fitnah ya. dia telah melakukan hal-hal
- di luar kemanusiaan
- gitu. Jadi, makanya e misalnya kan doa
- azjab itu kan misalnya ee doanya kan
- Allahumansur ikhwananal muslimal
- muwahidina fiilestin. Allahum ya Allah
- tolonglah saudara-saudara kami
- orang-orang ahli tauhid dan mujahidin
- fialestin di negeri Palestina gitu kan.
- Ee kemudian di situ banyak sekali jadi
- memohon kepada Allah agar menyelamatkan
- orang-orang beriman dan memohon kepada
- Allah agar menghancurkan apa?
- Orang-orang yang ee berlebihan yang
- telah melampaui batas kemanusiaan gitu
- ya. Ee itu baik itu bisa dibaca di dalam
- ee apa namanya? Doa azab ataupun
- kemudian bisa juga di dalam qunut
- nazilah
- ya. Doaab itu misalnya berarti dibacanya
- bukan dalam salat. Kalau dalam salat
- berarti ee qunut nazilah. Kalau di di
- luar salat berarti doa ahzab gitu ya.
- Jadi misalnya ee apa namanya
- e tadi Allah ikhwan musliminal muahidina
- fiilin
- Allah isal muslimin
- musrikin
- dan seterusnya. gitu ya. Jadi saya kira
- ini meskipun tidak kita sudah berhenti
- misalnya membaca doa apa ee doa qunut
- nazilah maka doa ahzab tetap boleh
- dipanjatkan gitu ya. Meskipun sebagian
- ulama mengatakan sudahlah serahkan
- kepada Allah itu biar urusan Allah saja.
- Iya terlepas dari itu semua, semua boleh
- diambil gitu ya. Jadi ee
- peristiwa-peristiwa itu kan terekam kan
- ee doa apa namunut nazillah kan oleh
- Allah ditegur tuh ya kan sehingga Nabi
- hanya sebulan ee doa qunut nazilahnya
- karena itu urusan urusan Allah lah gitu
- loh intinya. Tetapi kemudian
- peristiwa-peristiwa tadi karena direkam
- maka boleh diambil oleh kita. Apakah
- kita tetap baca apa doa ee qunut nazilah
- atau doa azab atau kita mengembalikan
- kepada Allah mohon pertolongan untuk
- kaum muslimin? Demikian yang dapat saya
- jelaskan. Wallahuam
- bisawab.
- Wallahuam bisawab. Demikian Ibu Sri
- semoga dapat menjawab. Berikutnya
- pertanyaan keempat dari Bapak Abdullah
- di Cibubur. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam. warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Jazakumullah khairan kiran, Ustaz,
- ilmunya.
- Wyakum jazakumullahu khairan kir.
- Semoga Ustaz selalu sehat selalu.
- Amin. Allahum amin.
- Ustaz, izin bertanya yang pekan lalu,
- Ustaz.
- Nam
- tentang Ustaz sudah menjelaskan tentang
- kasyaf, Ustaz. Apa yang dimaksud dengan
- kasyaf, Ustaz? Apakah kita jika
- melakukan amal saleh bisa memperoleh
- kategori kasyaf, Ustaz? Jazakumullah
- khair. Masyaallah.
- Barakallahu fikum. Kasyaf itu
- tersingkapnya tabir.
- Ya, kasyaf itu tersingkapnya tabir.
- Orang melihat sesuatu enggak ada
- apa-apa. Tapi orang yang di yang oleh
- Allah kasyafnya di apa tirainya dibuka,
- maka dia bisa melihat sesuatu.
- Nah, ini ee paling tidak saya menemukan
- ada beberapa sahabat yang kasyaf.
- kasyafnya itu dibuka gitu ya. Tirainya
- tuh yang ter tidak kan begini kita kan
- lewat kuburan kan kita enggak melihat
- apa-apa
- padahal itu kalau Anda tahu itu kalau
- kasyafnya dibuka ada orang yang sedang
- disiksa, ada yang sedang menikmati
- nikmat kubur
- tuh gitu ya. Nah, maka sekali lagi
- kasyaf itu seperti itu. Orang tidak
- melihat tapi ketika lihat, wah ini
- disiksa rupanya Nabi oleh Allah
- kasyafnya dibuka tuh ketika lewat kepada
- satu perkuburan Nabi sebentar sebentar
- kata para kepada para sahabat. Kemudian
- tiba-tiba Nabi mematahkan apa namanya
- ranting kemudian ditancapkan
- deh. Kenapa? Karena Nabi melihat ada
- orang disiksa gara-gara apa? Kencingnya
- tidak besar,
- tidak cebok. Tuh, selama ini apa
- namanya? Ranting ini masih apa? Masih
- belum kering, mudah-mudahan tidak
- disiksa. Berarti itu adalah mukjizat
- dari Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Tuh, gitu ya. Nah, maka ini
- yang kemudian di apa? Dikiaskan oleh
- orang-orang yang nadran. Nadran itu
- tabur bunga.
- Iya.
- Selama bunga ini masih apa? Masih basah.
- Nah, persoalannya begini.
- Enggak apa-apa ini saya tidak dalam
- rangka menyalahkan atau tapi paling
- tidak ada pembanding.
- Apakah itu
- yang ditancapkan oleh Nabi itu karena
- rantingnya yang basah atau karena yang
- nancepkan Nabi?
- Kan begitu. Kalau kemud Oh, ini karena
- rantingnya basah. Berarti nanti yang
- naderan, siapapun yang nadan, mau ahli
- maksiat, mau ahli taat, ada pengaruhnya.
- Tapi kalau itu dia dihentikan siksaannya
- karena Nabi yang menancapkan, berarti
- tidak semua yang nadran sama kan begitu.
- Ahli taat aja yang nadran baru didengar
- gitu loh ya. Jadi, oleh sebab itu
- makanya loh rahasia tuh seperti itu.
- Nah, maka oleh sebab itu, Ikhwan,
- ee kenapa lagi-lagi kita harus dekat
- dengan orang saleh, dengan orang baik?
- Kenapa? Karena tadi itu sesungguhnya
- simbolis-simbolis itu nanti kita
- kecipratan.
- kecifratan
- bukan hanya karena tadi ranting yang
- basah kemudian bukan hanya itu ya kan
- kecipratan itu bisa jadi ada motivasi
- saya lihat orang saleh masyaallah dah
- saleh dia meskipun hidupnya pas-pasan
- kok masih aja memuliakan tetangganya ah
- apalagi kita yang hidupnya tidak
- pas-pasan akhirnya terdorong kita
- berbagi akhirnya tuh gitu di antaranya
- itu salah satuy hikmah. Kenap? Kenapa?
- Karena sumber inspirasi orang saleh itu
- memandang wajahnya saja mengingatkan
- kita pada Allah.
- Masyaallah.
- Memindah wajahnya aja.
- Maka kemudian nanti maka tidak begitu
- salah. Mohon maaf saya memahaminya tidak
- begitu salah. Ketika ada orang mengatang
- wajah orang alim itu sebagian dari
- ibadah.
- Tentu pemahaman itu tidak let. Iya
- gitu ya. Maka banyak sekali hal-hal
- seperti tadi
- orang yang memuaskan suaminya,
- suaminya sampai puas, bahagia,
- itu lebih baik daripada dia salat sunah
- maupun puasa sunah.
- Masyaallah.
- Y gitu loh.
- Misalnya istri, seorang istri jarang
- salat sunah, jarang saum sunah. Sudah
- yang penting muaskan suami aja gitu loh.
- Selama kewajiban ditunaikan. Dan itu ada
- hadisnya.
- Tentu hadisnya itu kan ada. Apalagi
- kalau kita sudah mengenal tekstual dan
- kontekstual.
- Ah, itu wah masyaallah.
- Orang yang berselawat itu selawat itu
- sama dengan mohon ampun loh. Sama dengan
- istigfar. Istigfar sama dengan mohon
- rezeki sama mohon keturunan.
- Jadi, Oh iya ya. Jadi kalau antum mana
- dalilnya? Lah antum masukin badunanya
- dalil gitu. Oh, dalilnya bertebaran kok
- banyak sekali. Masa masih tidak paham?
- Oke. Jadi, e sebab itu maka kalau
- kemudian yang diakibatkan berhentinya
- siksaan karena Nabi yang menanamnya,
- berarti nadran pun tidak semua orang
- berfungsi
- dalam men apa? menghentikan siksaan gitu
- loh ya. Maka oleh sebab itu kenapa kita
- sangat bahagia dan senang kalau rumah
- kita dikunjungi orang-orang saleh? gitu
- loh maksudnya ya. Kenapa kita kalau ee
- walimatul arus ataupun apa ngundang
- orang-orang miskin, orang-orang saleh,
- orang-orang beriman. Kenapa? Karena tadi
- oh makna keberkahan itu nambahnya
- kebaikan, nambah manfaat, nambah-nambah
- kemuliaan itu itu hubungan-hubungannya
- gitu ya. Oke, saya kira itu saja.
- Wallahu aam bisawab.
- Wallahuam bisawab. Jazakumullah khairan
- kasiran ustaz. E demikian Bapak Abdullah
- semoga dapat menjawab. Baik Ikhwan Awat
- kita jeda dulu untuk sesi tanya jawab
- sesi pertama. Kami akan segera kembali
- tetap di radio silaturahim. Terima
- kasih.
- [Tepuk tangan]
- [Tepuk tangan]
- Alhamdulillahiabbil alamin. Terima kasih
- Wad masih bersama Radio Silaturahim.
- Saat ini Anda menyimak siaran langsung
- tausiah sore bersama Ustaz Ahmad Saleh
- dengan tema kemuliaan dan keutamaan para
- wali Allah bagian keempat.
- Sebelum kita lanjutkan pertanyaan, saya
- akan bacakan komentar dari Ikhwan
- Akhwat. Yang pertama dari Ibu Anggit.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillah, Ustaz menyimak tausiah
- sore dari Ustaz Ahmad Saleh. Matur nuwun
- tausiah sorenya, Ustaz.
- Masyaallah. Barakallahu fikum.
- Kemudian dari Bapak Anshori.
- Ustaz, alhamdulillah saya menyimak.
- Terima kasih Ustaz ilmunya tentang
- Hubaib.
- Ah, barakallahu fikum.
- Kemudian Bapak
- Baron di Betawi. Alhamdulillah Ustaz
- kami hadir dari pojok Tangerang Ustaz.
- Barakallahu fikum. Masyaallah
- Bapak Imam Pramoto Pratomo hadir pun Ibu
- Aminah. Alhamdulillah Ustaz saya
- menyimak. Terima kasih, Ustaz ilmunya.
- Barakallahu fikum.
- Kemudian
- Ibu Retno.
- Ibu Retno. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillah kami hadir menyimak taus
- tausiah sore Ustaz Ahmad Saleh.
- Jazakumullah khairan kasir Ustaz.
- Barakallahu fikum wyakum. Kemudian
- pertanyaan dari
- Ibu
- dari Ibu Ida. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz, izin bertanya.
- Ustaz, bagaimana kita mengetahui bahwa
- sesuatu itu benar atau salah, Ustaz?
- Misalnya orang yang merokok. Apa? Apakah
- orang yang merokok? Orang yang merokok
- merasa bahwa dia benar dan tidak
- bersalah. Tapi orang-orang
- lain seperti ibu-ibu maupun anak kecil
- itu merasa terzalimi? Apakah boleh kita
- berdoa
- seperti doa untuk kehancuran bagi orang
- yang merokok dengan rokoknya, Ustaz?
- Jazakumullah khairan kair.
- Masyaallah. Barakallahu fikum. Naam.
- Jadi begini.
- Misalnya saya akan mengambil dulu
- mubahalah.
- Mubahalah itu ketika
- ee masalah akidah ada yang cedera atau
- dicederai. Ah, baru mubahalah.
- Kalau perbedaan masalah furu tidak harus
- mubahalah gitu ya. Sekali lagi kalau
- masalah furu tidak harus mubahalah.
- Begitu juga tadi orang merokok gitu ya.
- apa kalau merokoknya sangat mengganggu
- disampaikan aja dulu aduh mohon maaf
- Bapak ee rokoknya bisa dimatikan enggak
- karena kami terganggu gitu loh ya.
- Apalagi kan sekarang sudah banyak
- aturan-aturannya ada khusus tempat
- merokok gitu tidak boleh lagi merokok di
- tempat umum. Nah gitu ya. Nah jadi itu
- pertama pandangan syariat.
- Kalau pandangan syariat tidak
- ditegaskan, maksudnya tidak ditegaskan
- secara literal, maka ada aturan-aturan
- hubungan sesama manusia, gitu loh. Kalau
- kemudian ada pelanggaran-pelanggaran
- atau penyimpangan-penyimpangan, ada
- komunikasi. dikomunikasikan dulu nih.
- Kalau enggak, nah maka kemudian tetapi
- sekali lagi jangan tiba-tiba mohon
- kehancuran gitu loh. Kalau tiba-tiba
- mohon kehancuran terus kita diutus, Nabi
- diutus untuk apa gitu loh. Coba kalau
- Nabi diganggu, "Ya Allah hancurkan
- umatku." Atuh nanti umatnya mana yang
- mau masuk surga? Kan begitu. Nah, maka
- sebab itu jadi ada tahapan-tahapannya.
- Pertama ya kita memaafkan. Kenapa kita
- diajarkan ikhlas, diajarkan lapang dada
- harus memaafkan? Tadi masalah-masalah
- yang sifatnya ee fariah,
- sifat-sifatnya furu, maka dimohonkan
- ampunan, dinasehati.
- Kalau yang sifat, jangankan yang
- sifatnya furu, masalah usul pun juga
- tetap ya dihadapi. Karena prinsipnya
- begini, kita berharap semua manusia itu
- masuk surga, gitulah. dasar pemikiran
- kitanya. Jadi jangan tiba-tiba didoakan
- kehancurannya didoakan masuk neraka.
- Jangan dulu gitu loh ya. Nah, makanya
- tadi kenapa kita mendoakan kehancuran
- Zionis? Karena memang sudah keterlaluan.
- Sekiranya tadi masih melakukannya
- masalah-masalah ringan masalah-masalah
- yang masih bisa dimaafkan, didoakan
- mudah-mudahan diampuni oleh Allah,
- diberikan hidayah. Kan begitu. Tapi
- kalau sudah keterlaluan boleh gitu. Nah,
- kita sebelum kepada doa boleh memohonkan
- kehancuran, maka doakan pula
- kebaikan-kebaikan buat mereka. Ya Allah,
- berilah mereka pemahaman
- bahwa merokau itu membahayakan dirinya,
- membahayakan orang sekitarnya. Bahkan
- sekarang perokok pasif itu lebih
- berbahaya.
- Perokok pasif daripada yang merokok.
- Prokok pasif tuh bukan bukan yang
- merokok.
- Bukan yang merokok. Jadi orang yang
- berada di sekitar perokok
- itu perokok pasif
- lebih bahaya.
- Lebih bahaya orang yang hamil, orang
- yang bahkan tiba-tiba loh kenapa saya
- kena TBC padahal
- enggak merokok.
- Tidak merokok tidak ini seperti itu ya.
- Perokok sendiri bisa jadi malah dia ee
- ada adaptasi ee body. Adaptasi body.
- Kemudian ya tetap aja meskipun ada
- adaptasi body ya tetap saja ya harus
- dihindari gitu ya. Jadi oleh sebab itu
- dikomunikasikan saja Bu ya. Mohon maaf
- ini atau Pak merokoknya di sana aja di
- tempat yang telah disediakan jangan di
- tempat umum. Karena di tempat umum tuh
- begini begini. Biasanya kalau orang yang
- ngerti sih insyaallah ya. Karena memang
- biasanya orang-orang dari daerah saja
- sekarang sudah ngerti. He
- kan biasanya yang tidak terima itu
- orang-orang daerah. Nah, biasanya di apa
- di sawah ngerokok bebas. Nah, ketika ke
- kota loh ada yang menegur. Wah, memang
- saya gitu. Tapi sekarang alhamdulillah
- dengan ee kita juga bersyukur dengan
- kemajuan teknologi orang lebih paham
- kepedulian kepada sesama juga sekarang
- sudah mulai tinggi gitu loh ya. Bahkan
- kemudian sekarang tidak lagi melihat
- agama.
- gitu ya. M agama ee selain muslim juga
- sekarang sudah mulai sadar kepedulian
- terhadap karena begini ee ajaran
- universal itu tidak harus atas nama
- agama.
- Tidak harus atas nama agama kalau
- universal. Begitu juga manfaat. Kan saya
- pernah mencontohkan orang sekarang
- berobat dengan bekam itu bukan hanya
- umat Islam.
- Karena bekam secara universal manfaatnya
- bisa diterima oleh semua pihak.
- Aku fungcurcur
- gitu ya. Tidak itu kan dari etnis anu
- enggak. Karena umat Islam pun juga
- merasakan manfaatnya.
- Maka kemudian tidak lagi dinisbatkan
- kepada dari mana asal-usul pengobatan
- itu karena universal. Begitu juga tadi
- ngerokok ya. meskipun dalam Islam tuh
- ada hukum-hukumnya kan gitu, tapi di
- luar Islam juga mereka sudah menyadari
- bahwa perok pasif itu bisa lebih
- berbahaya gitu ya. Jadi saya kira ini ee
- hal-hal yang bersifat universal biasanya
- sangat mudah untuk diterima gitu ya.
- Demikian Ibu yang dapat saya jelaskan.
- Wallahuam
- bisawab.
- Wallahuam bisawab. Demikian Ibu Ida
- semoga dapat menjawab.
- Komentar selanjutnya dari Ibu Siswati
- Rifai di Batam.
- Naam.
- Masyaallah, Ustaz. Jazakumullah khairan
- katsir, Ustaz.
- Jazakumullahu khairan waakum.
- Semoga Ustaz selalu sehat.
- Amin. Allahum amin.
- Bapak Abdullah Khaliq, Bapak Syaukani.
- Alhamdulillah Ustaz. Insyaallah saya
- selalu mendengar tausiah sore dari Ustaz
- Ahmad Saleh.
- Masyaallah. Barakallahu fikum
- dan ustaz-ustaz yang lain dari Rasil
- baik tausiah sore maupun tausiah pagi.
- Masyaallah.
- Ee kemudian Bapak
- sudah semua, Ustaz.
- Ibu Arfa.
- Terima kasih banyak.
- Ee baik, Ustaz. Untuk
- sebagai penutup atau tambahan Ustaz?
- Oke. Baik. Jadi begini.
- Bagaimana kita bisa menggapai
- derajat waliullah? Meskipun sekali lagi
- waliullah itu rahasia.
- Rahasia.
- Tapi yang paling pertama adalah
- setelah tauhid. Ya, setelah tauhid
- berarti segala larangan Allah dijauhi.
- Segala larangan Allah dijauhi. Segala
- perintah Allah dilaksanakan sekemampuan.
- Kemudian diawamkan, diistikamahkan.
- Misalnya
- Anda ee apa namanya? Setelah ilmu ilmu
- tentang keislaman dipahami, Anda
- mengambil satu amalan.
- Apa amalannya?
- Tahlil misalnya.
- Lailahaillallah.
- Lailahaillallah.
- Terus didawamkan
- di saat menyendiri dengan
- lailahaillallah,
- di saat ramai dengan lailahaillallah
- gitu loh. Nah, maka oleh sebab itu jadi
- dawamkan satu amalan atau selawat.
- Allahumma sholli ala sayyidina
- Muhammadin wa ala ali sayyidina
- Muhammad. Awal-awalnya cuma Allahumma
- shalli ala sayyidina Muhammad. ala
- sayyidina Muhammad di awal-awal
- nanti kalau Anda sudah istiqamah, sudah
- dawam, Anda mengucapkan Allahumma sholli
- ala sayyidina Muhammad. Lama itu
- mengucapkan selawat satu kali aja lama.
- Lama. Masyaallah. Kenapa?
- Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad.
- Kerinduan kepada Rasulullah membuncah.
- Rindu sekali.
- Ya Allah, pertemukan saya dengan
- Rasulullah, jadikan saya tetangganya di
- dalam surgamu, ya Allah. Tuh,
- itu padahalah ngucapkan selawat. Ah,
- Allahumma sholli. Maka oleh sebab itu
- ketika setelah itu setelah dawam
- istiqamah, selawatnya berbobot.
- Karena bukan hanya ucapan, bukan hanya
- Allahumma sholli ala sayyidina
- Muhammadin, tapi di balik itu ada
- kerinduan yang mendorongnya.
- Yang kedua, selawat itu juga menunjukkan
- ahlut tauhid.
- Allahumma
- yang diseru Allah subhanahu wa taala
- faqat.
- Allahumma.
- Nah, gitu ya. Maka kemudian Allahumma
- itu juga bukan ya pertama menunjukkan
- ahl tauhid. Kalau menunjukkan ahl
- tauhid, maka selawat pun bisa bermakna
- istigfar.
- Istigfar
- bisa bermakna mohon ampun.
- Tuh, ya.
- Apalagi kemudian menurut hadis, siapa
- yang berselawat kepada Nabi, kepadaku,
- kata Nabi, satu kali selawat, Allah akan
- membalasnya selawatnya 10 kali.
- Masyaallah. Dan di kitab-kitab lain
- banyak disebutkan. Siapa yang berselawat
- sehari semalam 10 kali, Allah ampuni
- dosanya. Tuh, makanya saya sebut selawat
- itu sama dengan istigfar.
- Makanya saya bilang dawamkan saja sudah
- selawat. Allahumma sholli wasallim.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- sayyidina Muhammadin wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Allahumma sholli
- wasallim. Nah, awal-awalnya begitu. Tapi
- nanti kemudian setelah itu yang terucap
- itu yang keluar dari hati sanubari.
- Rindunya ketemu Rasulullah, rindunya
- bersama Rasulullah. Tuh gitu loh.
- Rindunya
- karena ingat perjuangan Rasul, betapa
- cintanya Rasul kepada kita.
- Sampai beliau giginya patah, terluka,
- berdarah-darah
- demi kebahagiaan umatnya.
- Maka selawat sama dengan bersyukur
- kepada Allah dan berterima kasih kepada
- Rasulillah Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam wasallam.
- Tuh. Makanya kalau begitu berarti
- Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad
- bisa bermakna alhamdulillah.
- Alhamdulillah
- tuh. Masyaallah. Nah, maka saya kira ya
- sudah itu ajaalah. Masyaallah. Karena
- selawat itu Masyaallah.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- sayyidina Muhammad. Nah, belum lagi
- kemudian
- selawat sama dengan menabarkan rahmat.
- Masyaallah. Selawat itu menebarkan
- rahmat.
- Rahmat kepada diri kita, rahmat kepada
- keluarga kita, dan rahmat kepada
- teman-teman kita. Makanya Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammadin wa ala
- alihi wasohbihi ajmain.
- Tuh. Makanya saya bilang, "Sudah,
- dawamkan aja selawat."
- Jadi, oh saya mah ustaz bacanya tahlil.
- Sudah baca tahlil lailahaillallah.
- Lailahaillallah itu juga sama dengan
- istigfar.
- Loh, dari mana kok istigfar?
- Lailahaillallah tuh.
- Man la ilahaillallah jannah. Siapa yang
- ngucapkan laillah masuk surga? Nih orang
- yang memeluk Islam bacaannya apa? Kan
- asyhadu alla ilahaillallah.
- Iya.
- Ah. Maka dosa-dosa yang pernah dilakukan
- sebelum masuk Islam diampuni tidak
- diampuni.
- Maka lailahaillallah sama dengan
- istigfar. Tuh. Makanya sudahlah ini
- tahlil tahlil aja lailahaillallah.
- Tapi dengan penuh keyakinan. Betul. Maka
- memilih apapun
- selama bermuara dari Quran, selama
- bermuara dari sunah Nabi sallallahu
- alaihi wasallam sudah yakini amalkan.
- Masyaallah makanya aduh
- menarik sekali. Makanya sudah dawamkan
- ini apa namanya?
- Tahlil. Tahlilah
- berapa kali? Ribuan kali silakan.
- Semampunya. Paling tidak sehari semalam
- misalnya lailahaillallah sehari semalam
- 10 kali atau lima kali lah. Ah kalau
- lima kali dalam salat aja sudah beberapa
- kali kan begitu. Masa iya sih lima kali
- atau 10 kali tidak bisa
- yakini aja lailahaillallah
- sudah yakin kepada Allah. Baik sangka
- kepada Allah selamatkan dunia akhirat.
- Tuh gitu ya. Nah, maka oleh sebab itu
- inilah ee maknanya menggali ilmu,
- memahami ilmu itu masyaallah digali
- ketemu lagi, ketemu lagi, ketemu lagi.
- Masyaallah. Akhirnya kemudian kita baik
- sangka terus kepada Allah. Ya lah kita
- mah manusia atuh.
- ee manusia itu tempat salah dan
- lupa. Maka dengan istigfar, dengan
- lailahaillallah
- itu dibersihkan oleh Allah subhanahu wa
- taala. Nah, ini saya kira para ikhwan
- sekalian
- ee apa namanya keutamaan tentang apa
- namanya aulia Allah. Intinya adalah
- untuk bisa sampai ke derajat aulia
- meskipun sekalii lagi rahasia itu ya.
- Pertama, perkuat tauhid.
- Jauhi syirik, jauhi segala larangan
- Allah tanpa kecuali. Dan laksanakan
- perintah Allah sekemampuan
- kita. Lalu berbaik sangkalah kepada
- Allah. Allah akan senantiasa merahmati
- kita. Demikian saya kira yang dapat saya
- apa simpulkan dari uraian ini. Ee
- mudah-mudahan Allah azza wa jalla
- senantiasa membimbing kita di jalan
- ridanya sehingga kita sampai kepada
- Allah dalam keadaan Allah rida kepada
- kita dan kita pun puas dengan apa yang
- dijanjikan oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Demikian wasallallahu ala
- nabiyina Muhammadin walhamdulillahi
- rabbil alamin. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam. Jazakumullah khairan
- kiran Ustaz, asis semua ya. E ternyata
- masih ada satu pertanyaan lagi Ustaz
- untuk Jumat depan enggak apa, Ustaz?
- Oh, iya iya ya. Iya.
- Jumat depan at sekarang, Ustaz?
- Iya, iya sekarang aja. Sekarang aja.
- Jangan masih ada waktu 2 menit.
- 2 menit.
- Iya.
- Dari hamba Allah, Ustaz. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ust.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Mau bertanya, Ustaz. I.
- Kalau ada suami cerewet, tidak
- berhenti-berhenti dan selaku istri
- selalu serba salah, apakah salah jika
- saking
- marahnya dan kesalnya istri mendoakan
- semoga
- suami cepat mati? Boleh tidak, Ustaz?
- Masyaallah, ya Allah. Masyaallah. Ah,
- tuh. Kalau kalau sekedar e gitu kalau
- mohon maaf saya kalimatnya sekedar ya.
- Bagaimana
- seorang muslimat punya suami seperti
- Firaun?
- Nauzubillah.
- Aisyah toh.
- Aisyah. Apa kita dengar dalam Quran
- bahwa Aisyah, "Ya Allah hancurkanlah
- Firaun." Enggak
- dengan kesabaran dihadapinya. Tuh. Nah,
- ini juga pelajaran buat kita. Itu
- sesungguhnya ladang untuk masuk surga.
- Kalau kita sabar menghati suami seperti
- itu, kita nasihati kita artinya nasihati
- itu dalam pengertian mengingatkannya
- untuk kembali kepada Allah, begitu juga
- kita sebaliknya kalau punya istri
- cerewet
- itu juga lapangan ladang amal saleh.
- Karena hidup ini persoalan.
- Jadi kalau kita ingin masuk surga yang
- harus ngadapi ujiannya gitu loh ya. Maka
- kata para ulama salaf, aduh sekiranya
- tidak ada ujian di dunia, dengan apa
- kita bisa masuk surga? Gitu loh. Maka
- wajar punya istri cerewet, punya suami
- ngeselkan,
- itu memang persoalannya. Tinggal kita
- baik sangka kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Nah, gitu saya kira ya. Doakan
- dalam sujudnya.
- Jangan cepat-cepat minta mati. Nanti
- yang ini nyesalnya kita juga setelah
- mati suami aduh ternyata tanpa suami itu
- biasanya kedinginan ada yang
- menghangatkan sekarang musim dingin
- kedinginan kan begitu. Nah, maka oleh
- sebab itu ya tidak gampanglah untuk
- mohon ini ya ingat-ingatlah kebaikan
- meskipun satu kebaikan dari sekian
- banyak ingat-ingat iya suami saya itu
- yang menafkahi saya
- menafkahi lahir, menafkahi batin tuh
- ingat itu gitu ya. Maka kemudian doanya
- diganti bukan dengan doa yang buruk tapi
- dengan doa yang ba yang baik. Demikian
- saya kira ya. Wallahuam. Bisawab.
- Walhamdulillahiabbil
- alamin. Alhamdulillahi rabbil alamin.
- Demikian Ibu hamba Allah semoga dapat
- menjawab. Ee sebelum ditutup kami
- izinkan bacakan
- berita duk ustaz.
- Oh.
- Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.
- Segenap keluarga besar Radio Silaturahim
- AM20 turut berdukaita atas wafatnya
- Bapak Fikri Thalib.
- 63 tahun. Beliau adalah pembina radio
- silaturahim dan keluarga dari radio
- silaturahim. Wafat Jumat, 29 Agustus
- 2025 pukul 176 menit di RSPAD Jakarta
- Pusat. Insyaallah beliau wafat dalam
- keadaan husnul khatimah. Amin. Allahum
- amin.
- Allah mengampuni, merahmati, dan
- menerima segala amal baiknya serta
- menempatkannya di tempat terbaik di sisi
- Allah. Amin. Allahum amin.
- Insyaallah beliau akan disalatkan Sabtu
- besok 30 Agustus di Masjid Silaturahim
- Cibubur. Setelahnya akan dimakamkan di
- TPU Menteng Pulau Jakarta Selatan, Bad
- Zuhur. Ustaz
- eh Ustaz memudahkan Ustaz tafad Ustaz
- ya cukup seal
- wa Allahfirl.
- Demikian ikhwan akhwat.
- Kami saya Fauzi Ridwan mohon undur diri
- mohon maaf atas segala khilaf.
- Jazakumullahir katon Ustaz ilmunya.
- Saya Fauzi serta Neza dan juga Yusuf
- Subangkit mohon undur diri.
- Subhanakallahumma wabihamdika ashadu
- alla ilahailla anta astagfiruka waubu
- ilaik. Alalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.