Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:06 [musik] 0:08 Brail TV. 0:11 [musik] 0:16 Bismillahirrahmanirrahim. 0:17 Asalamualaikum warahmatullahi 0:19 wabarakatuh. Ikhwan akhwat 0:21 rahimakumullah. 0:22 Senang sekali hari ini bisa bersama-sama 0:24 kembali di acara psikologi keluarga 0:27 bersama Ustaz Husein Alatas dan juga 0:30 Ustaz Abu Bakar Baraja. Dan kasus yang 0:35 masuk mudah-mudahan juga memberikan 0:37 gambaran tersendiri bagi kita yang bisa 0:40 jadi sedikit banyak juga mengalami hal 0:43 yang kurang lebih sama. Tidak lupa salam 0:46 selawat kita lantunkan untuk junjungan 0:48 umat kekasih kita Muhammad Rasulullah 0:51 sallallahu alaihi wasallam. Semoga kelak 0:54 kita dipertemukan 0:57 dengan beliau di saat yang sangat kita 0:59 rindukan di yaumil akhir. Dan terima 1:03 kasih sekali lagi untuk yang selalu 1:05 bersama Radio Silaturahim yang hadir 1:08 hari ini juga lumayan banyak. 1:11 Sebelumnya kita awali bersama dengan 1:14 membaca ummul kitab. 1:17 Auzubillahim minasyaitanirrajim. 1:22 Bismillahirrahmanirrahim. 1:28 Alhamdulillahirabbil 1:31 alamin 1:33 arrahmanirrahim. 1:38 Maiki yaumiddin 1:41 iyaka na'budu wa iyyaka nasta 1:48 ihdinasirathal 1:50 mustaqim 1:52 shathalladzina 1:54 an'amta alaihim 1:58 ghairil maghdubi alaihim waladin. 2:08 Nah, baik ikhwan akhwat. Ada dua kasus 2:13 yang 2:14 bisa dibahas kali ini. Yang pertama dari 2:17 seorang anak berusia 20 tahun namanya 2:20 An. Saya bingung harus bagaimana, Ustaz? 2:24 Orang tua sering sekali bertengkar dan 2:27 ketika mereka bertengkar sering juga 2:30 melibatkan saya atau menyalahkan di 2:33 depan saya. Saya sering mendengar ibu 2:36 menangis atau ayah yang justru 2:39 marah-marah besar. Jadi saya susah 2:41 tidur, Ustaz. Susah konsentrasi di 2:44 kampus dan saya merasa seolah-olah 2:48 pertengkaran mereka disebabkan karena 2:50 saya. Tetapi saya tidak memihak karena 2:53 saya menyayangi keduanya. Pertanyaan 2:56 saya, bagaimana mengatasi rasa bersalah 2:59 dan kecemasan yang berlebihan ini? Apa 3:02 yang harus saya lakukan ketika mereka 3:05 sedang bertengkar? Bagaimana cara 3:07 melindungi kesehatan mental saya, Ustaz, 3:10 di suasana yang tidak stabil ini? Terus 3:13 kalau mereka berdua bercerai, bagaimana 3:16 saya bisa tetap berbakti kepada keduanya 3:19 tanpa melanggar ajaran agama? Terima 3:22 kasih. Kemudian kasus yang satunya 3:26 adalah dari 3:30 seorang 3:31 istri mungkin ya. Di sini saya dan suami 3:35 berasal dari latar belakang yang 3:38 berbeda, Ustaz. Suami punya interpretasi 3:41 agama yang ketat sekali. Sering merasa 3:44 bahwa saya harus patuh dan nurutin semua 3:47 keinginannya tanpa musyawarah. Apakah 3:50 terkait pendidikan anak, pekerjaan, atau 3:53 juga pergaulan yang membuat saya merasa 3:55 tertekan dan tidak berharga sebagai 3:58 individu. Kami bertengkar itu karena 4:01 perbedaan pandangan ini. Jadi, dalam 4:05 segi ee pandangan Ustaz, bagaimana 4:08 syariat tentang pembangkangan istri ini? 4:12 Bagaimana kita bisa menengahi dan 4:14 memberikan pemahaman yang moderat 4:17 mengenai hak dan kewajiban suami istri 4:21 dalam Islam agar tetap sakinah. 4:24 Terus bagaimana memperbaiki komunikasi 4:27 yang sudah sangat buruk ini? Saya capek, 4:29 Ustaz. Lelah secara mental. Bagaimana 4:33 saya bisa membangun kembali harga diri 4:35 saya dengan menegosiasikan batas-batas 4:39 yang sehat tanpa memunculkan konflik 4:42 yang lebih besar. Masyaallah. 4:49 Bismillahirrahmanirrahim. 4:50 Alhamdulillahi rabbil alamin. Allahumma 4:54 sholli ala Muhammadin wa ali Muhammad. 4:58 Allahumma atina 5:01 min ladunka rahmatan waimna min ladunka 5:04 ilman nafi bima 5:08 allahum ahdina subulam waakrijna 5:11 minadulumatian nur wahdina ilaatikal 5:16 mustaqim 5:19 asalamualaika ya rasulullah assalamu 5:22 alaina wa ala ibadillah shihinal 5:24 wasalamualaikum 5:26 warahmat warahmatullah wabarakatuh. 5:28 Waalaikumsalam warahmatullahi 5:31 wabarakatuh. 5:33 menjawab pertanyaan 5:37 pertama 5:39 itu kasus pertengkaran suami istri 5:43 dalam saat bertengkar melibatkan anak 5:46 hingga membuat anak mengalami 5:52 keadaan yang betul-betul membuat dirinya 5:55 stres 5:56 karena yang satu ayahnya, yang satu 5:59 ibunya dan Dia wajib untuk bersikap baik 6:04 pada keduanya dan dia juga mencintai 6:06 keduanya. 6:08 Oleh karena itu, orang tua seharusnya di 6:11 saat mereka bertengkar, berselisih, 6:15 seharusnya mereka tidak melibatkan anak 6:17 mereka 6:19 agar si anak ini tidak apa terpengaruh 6:22 jiwanya. 6:24 Karena perpecahan di antara mereka itu 6:26 sebetulnya 6:28 menghancurkan hatinya. 6:30 Harapan setiap anak, orang tuanya hidup 6:32 dalam keadaan harmoni. Bisa menjadi 6:35 idola kebanggaannya, 6:38 memberikan bimbingan nasihat 6:41 menjadi contoh yang baik. Tapi di saat 6:43 menyaksikan ayah ibunya bertengkar 6:47 itu dampaknya cukup berat buat 6:51 anak-anak. 6:53 Dan tidak mungkin si anak berpihak pada 6:55 ibu untuk memusuhi ayah. Tidak mungkin 6:57 juga berpihak pada siapa? Pada ayah 7:00 untuk memusuhi ibunya. 7:03 Kedua-duanya merupakan dua bola matanya. 7:08 Kalau persoalannya di luar ayah ibunya 7:10 mungkin mudah. Tapi kalau sudah 7:11 berkaitan dengan ayah ibu dengan 7:14 sendirinya 7:15 anak di sini 7:18 berat menghadapi kondisi seperti ini. 7:20 Kecuali di saat anak tersebut orang yang 7:23 berilmu, orang yang bijak yang bisa 7:26 mengingatkan ayah ibunya. 7:29 Tapi kalau tidak tanpa disadari orang 7:33 tua menghancurkan anaknya, 7:35 memberikan contoh yang tidak baik. Oleh 7:38 karena itu dalam Al-Qur'an kalau terjadi 7:41 pertentangan perselisihan di antara 7:43 suami istri 7:46 atau seorang suami ingin katakan 7:49 memberikan pendidikan pada istri, itu 7:52 seharusnya 7:54 mereka lakukan ya di antara mereka tanpa 7:58 diketahui oleh anak. 8:00 di mana Allah berfirman, 8:03 alisa bimaahu baum 8:09 wimqu min amwallatifuna 8:15 faiduhunna 8:17 wahjuruhunna fil madji 8:21 Allah tempatkan laki-laki sebagai 8:23 pengayom pelindung 8:27 yang membimbing wanita-wanita mereka 8:29 baik itu istri, anak perempuannya. 8:33 Ini merupakan tanggung jawab laki-laki 8:35 dalam hal ini. Kata qawam diambil di 8:38 kata qoim. 8:40 Fulan qoimun ala ahli artinya 8:42 bertanggung jawab untuk mengurus urusan 8:46 keluarganya. Dia yang memberikan nafkah, 8:48 dia yang menyediakan juga tempat 8:50 tinggal. 8:53 Kemudian 8:56 fasolihatu qonitatun hafidatun lil 8:59 ghaibi bima hafidullah. 9:02 Nah, wanita yang baik yang saleh itu 9:04 yang patuh kepada Allah, taat padanya 9:08 dan juga taat patuh pada suaminya 9:12 pada hal-hal yang Allah Subhanahu wa 9:15 taala ridai. Tapi kalau berkaitan dengan 9:18 apa yang diharamkan Allah, maka dalam 9:21 hal ini si istri tidak boleh mematuhi 9:24 suami. Yang harus dilakukan dia 9:26 mengingatkan suaminya. 9:29 Sebagaimana seorang anak wajib berbakti 9:32 berbuat baik pada kedua orang tuanya. 9:34 Tapi pada saat orang tuanya 9:35 memerintahkan dirinya melakukan 9:37 perbuatan yang tidak benar, dia tidak 9:39 boleh taati orang tuanya dalam hal 9:40 tersebut, tapi tetap memperlakukan orang 9:43 tuanya dengan mulia. Contoh, orang tua 9:46 memerintahkan katakan anak untuk membeli 9:49 minuman keras, anak enggak boleh 9:50 mentaati orang tuanya 9:52 dengan alasan berbakti tidak benar. 9:55 Karena tidak diboleh kita, tidak boleh 9:57 kita mentaati makhluk dalam kemaksiatan 10:00 kepada 10:01 Allah 10:01 Allah. 10:05 Jadi pada saat 10:08 ee seorang berumah tangga ada kewajiban 10:12 pada laki-laki, ada kewajiban juga pada 10:14 perempuan. 10:15 Jadi antara kewajiban dan hak penuh 10:18 keseimbangan. 10:20 Seorang laki-laki sebagaimana yang 10:21 sering kita ucapkan sebelum menuntut 10:23 haknya hendaknya jalankan kewajibannya. 10:26 Perempuan juga demikian. Sebelum dia 10:28 menuntut haknya, hendaknya dia 10:29 menjalankan kewajibannya. Hingga dengan 10:32 masing-masing menunaikan kewajibannya, 10:35 mereka akan betul-betul tumbuh dalam 10:37 suasana penuh pengertian, penghargaan, 10:41 dan juga akan menumbuhkan rasa cinta 10:43 dari buah komunikasi yang baik di antara 10:47 mereka. 10:48 Nah, wanita yang saleh ini ya yang taat 10:52 pada Allah juga taat kepada suaminya. 10:56 Ketaatan pada suami itu pada apa-apa 11:00 yang Allah Subhanahu wa taala ridai 11:02 juga. Suami juga bersikap baik, mulia 11:05 pada istrinya pada apa-apa yang Allah 11:07 Subhanahu wa taala ridai, bukan pada apa 11:10 yang diharamkan Allah. Kemudian 11:12 hafidatun lil ghaibi bima hafidallah. 11:16 Wanita yang saleh ini juga menjaga 11:18 kehormatannya. 11:20 Menjaga kehormatan suaminya pada saat 11:22 suaminya tidak ada. Dia tidak 11:24 mengizinkan laki-laki untuk masuk ke 11:26 rumahnya pada saat suaminya tidak ada. 11:29 Ya, juga menjaga harta suaminya. Nah, 11:32 pada saat dia menjaga, Allah juga akan 11:35 menjaga dirinya. Fasihat qonitatun 11:38 hafidatun lil ghaibi bima hafidallah. 11:43 Jadi, kalau orang menjaga, Allah juga 11:45 akan jaga. Tetapi kalau orang tidak 11:47 menjaga kehormatannya, 11:49 tidak menjaga apa yang mesti dijaga, 11:52 maka jangan dia menyalahkan Allah dan 11:54 mengatakan bahwa ini takdir Allah. 11:56 Tidak. Allah perlakukan kita ya dengan 12:00 perlakuan yang baik. Kita berbuat baik 12:02 satu dibalas 10 bahkan sampai 700. 12:06 Kalau kita berbuat salah dihitung hanya 12:08 satu. Jadi kalau kita mendekat kepada 12:10 Allah satu langkah, Allah akan datang 12:12 kepada kita dengan apa? dengan lebih 12:15 cepat lagi. Jadi, wanita yang menjaga 12:18 kehormatannya dirinya, Allah akan jaga 12:19 dirinya. 12:22 Wanita yang menjalankan kewajibannya, 12:23 Allah akan muliakan dirinya. Begitu juga 12:26 laki-laki juga yang menjaga 12:28 kehormatannya, ya, melaksanakan 12:31 kewajibannya, Allah Subhanahu wa taala 12:33 akan muliakan dirinya. Jadi ingatalqin 12:45 dan buatlah sesuka hatimu. Apa yang kamu 12:47 perbuat kamu akan terima balasan kamu. 12:51 Nah, setelah itu Allah mengatakan 12:52 wallati takunuzahum. 12:56 Dan apa? Dan wanita-wanita yang kalian 12:59 khawatir pembangkangan mereka. 13:03 Faiduhun. 13:04 Berikan nasihat, bacakan ayat-ayat 13:07 Allah. Ingatkan dengan ucapan-ucapan 13:11 Nabi kita. Kalau Anda enggak bisa 13:13 langsung minta orang yang terpandang, 13:15 yang terhormat, yang bijak untuk 13:17 memberikan nasihat. Apalagi kalau sesama 13:20 wanita. 13:23 Kalau tidak bisa juga wahjuruhunna fil 13:25 madaji. Artinya 13:28 kalian boikot mereka tapi dalam kamar 13:31 mereka jangan sampai keluar. 13:33 Jangan sampai ku 13:35 artinya biar keributan suami istri itu 13:37 biar dalam domain mereka jangan sampai 13:40 keluar. Nanti kalau keluar melibatkan 13:44 anak-anak, akhirnya anak-anak bisa 13:46 bersikap kurang ajar kepada yang satu. 13:49 Bisa nanti mulai bersikap tidak baik 13:51 pada ayahnya atau kepada ibunya. Ini 13:55 merupakan hal-hal yang bisa menimbulkan 13:58 dampak negatif. 14:01 Kalau seandainya sudah ditempuh cara 14:03 ini, ternyata masih 14:06 tidak berhasil. 14:09 Waftumq 14:10 baini. Kalau kalian takut terjadi 14:13 perpecahan di antara keduanya. Fabu 14:16 hakam min ahlihi waam min ahlihah. 14:20 Masing-masing mengutus utusan orang yang 14:24 bijak dari pihak laki-laki, yang bijak 14:27 dari pihak perempuan. 14:30 in islahan yihauinahuma. 14:33 Kalau kedua-duanya ingin melakukan 14:35 perbaikan, Allah berikan taufik. 14:42 Tapi kalau seandainya kedua-duanya ingin 14:44 berpisah, Allah akan memberikan ya 14:47 masing-masing ya dari karunianya dan 14:50 keutamaannya. 14:54 Jadi ditempuh cara yang bijak untuk 14:56 tidak membuat persoalannya akhirnya apa? 14:58 menyebar keluar melibatkan nanti 15:01 akhirnya intervensi orang-orang yang 15:03 salah, 15:05 orang-orang yang tidak bertanggung 15:06 jawab, berbicara akhirnya membuat 15:10 kondisi rumah tangga rusak. Nah, 15:12 sekarang banyak orang kalau menghadapi 15:14 persoalan mulai beredar di di Instagram, 15:19 di YouTube ya. Bahkan tampilan foto yang 15:23 tadinya bersama suami mulai suaminya 15:26 dihilangkan. 15:28 atau sebaliknya dan mulai jadi buah 15:31 bibir akhirnya bukan lagi domain pribadi 15:33 menjadi apa 15:36 menjadi tutur cerita di tengah-tengah 15:39 masyarakat 15:40 ini orang-orang yang menghancurkan rumah 15:43 mereka dengan tangan mereka 15:46 menghancurkan rumah tangga mereka dengan 15:48 apalagi kalau seandainya mereka punya 15:50 anak tersebut tumbuh dari nutrisi yang 15:53 tidak sehat pertengkaran, perselisihan 15:56 atau cacian makian yang laki kepada 16:00 istrinya, yang istri kepada suaminya. 16:02 Bagaimana kesan anak pada orang tua? 16:06 Kenapa dikirim putusan dari 16:09 masing-masing? Karena kalau yang 16:10 bersangkutan 16:12 terbawa emosi, dia enggak mampu 16:14 menjelaskan apa yang dia inginkan. Pihak 16:16 lain tidak paham. Kalau suami istri 16:19 ribut, itu susah untuk bisa saling 16:23 memahami. Karena apa? karena terbawa 16:24 oleh emosi. Persoalannya kecil tapi 16:28 merembet ke mana-mana. 16:30 Bahkan kesalahan-kesalahan dulu yang 16:32 tersimpan di koper dibongkar kembali. 16:34 Padahal masalahnya seperti orang punya 16:37 rumah gentengnya satu pecah bocor marah 16:40 dibongkar rumah semuanya. 16:43 Padahal cuma masalah apa? 16:44 Genteng 16:46 atau kloset rumahnya mampet. Emosi. 16:49 Akhirnya dia lakukan tindakan yang bisa 16:51 apa? 16:52 yang bisa menimbulkan kerusakan yang 16:54 lebih besar. 16:56 Jadi seharusnya masing-masing mengirim 16:59 utusan kalau memang dengan akal sehat 17:02 mereka sudah tidak bisa lagi berkumpul 17:06 bersama-sama, mereka pisah dengan cara 17:08 baik-baik. 17:10 Kalau seandai mereka mau ruju, Allah 17:12 Subhanahu wa taala perbaiki mereka. Tapi 17:14 jangan ikuti hawa nafsu. 17:17 Karena hawa nafsu ini bisa membuat kita 17:19 buta, membuat kita tuli, membuat kita 17:23 kehilangan rasa. 17:25 Akhirnya kata-kata yang keluar tidak 17:27 benar. Keputusan yang kita ambil 17:30 mendatangkan penyesalan di kemudian 17:32 hari. 17:34 Dan kita harus tahu bahwa kita bersama 17:36 pasangan kita itu Allah jadikan untuk 17:40 saling melengkapi, saling 17:41 menyempurnakan, bukan saling menjajah. 17:44 Terkadang laki-laki yang menang menjajah 17:46 istrinya. Terkadang perempuan yang 17:49 menang semena-mena menjajah suaminya. 17:52 Ini bukan lagi saling menjajah, tapi 17:55 hunna libasul lakum wa antum libasul 17:58 lakum. 17:59 Karena kita tahu bahwa laki-laki hanya 18:02 sendirian tanpa pasangan tidak sempurna. 18:04 Perempuan juga demikian. 18:07 Tapi sayang yang kita pahami terkadang 18:09 dongeng-dongeng cerita-cerita israiliyat 18:12 yang memandang perempuan ini sebagai 18:13 makhluk inferior. 18:15 Padahal ibunya kan perempuan, 18:18 istrin juga 18:20 perempuan. Dia pandang remeh perempuan 18:23 sama dengan memandang remeh ibunya. Nah, 18:26 di tradisi jahiliah dulu memang 18:28 laki-laki memandang perempuan itu 18:31 makhluk inferior. Bahkan di 18:33 tengah-tengah orang Yahudi mereka 18:34 menganggap bahwasanya perempuan yang 18:37 menyebabkan suaminya tergelincir dari 18:38 surga. 18:40 Jadi pandangan-pandangan negatif 18:42 mengenai perempuan sampai juga ee 18:44 riwayat yang beredar perempuan 18:46 diciptakan dari iga laki-laki yang 18:48 bengkok ini juga merupakan riwayat 18:50 israiliat. Quran menjelaskan ba'dukum 18:54 min ba'd. Quran juga menjelaskan 18:57 bahwasanya apa? Bahwasanya pria wanita 19:00 diciptakan dari asal usul dan entitas 19:03 yang sama. 19:05 Allah Subhanahu wa taala tidak 19:07 menjadikan 19:09 laki-laki dengan jenis kelaminnya lebih 19:11 mulia dari wanita. Juga tidak menjadikan 19:14 wanita dengan jenis kelaminnya lebih 19:16 mulia dari pria. Tapi yang paling mulia, 19:19 yang paling bertakwa. paling taat dan 19:22 paling baik dan mulia 19:25 amal-amal kebaikannya. 19:28 Jadi 19:30 ee seorang anak seharusnya tidak 19:31 dilibatkan dalam masalah ini. Dan saya 19:33 pernah mengalami 19:36 seorang ibu bertengkar dengan suaminya. 19:39 Dia bawa anaknya. 19:42 Tiap dia berbicara dia bilang sama anak, 19:44 "Betul enggak, Nak, ucapan Mama?" 19:47 Lanjutkan lagi bicara. Betul enggak, 19:48 Mak, ucapan anak? anaknya masih baru 19:50 usia mungkin 11 12 tahun. Saya bilang, 19:53 "Ini betul-betul 19:56 sikap wanita yang tidak tahu apa yang 19:59 harus dilakukan. 20:01 Wanita ini mudah menghancurkan rumahnya 20:04 dengan tangannya dan menghancurkan anak 20:06 perempuan. Akhir yang mendidik anak 20:08 perempuannya bersikap nanti kurang ajar 20:10 terhadap ayahnya." 20:13 Ini yang tidak boleh dilakukan. 20:16 Ada kita ketahui beberapa perempuan 20:20 pisah sama suaminya. Dia punya beberapa 20:22 anak tapi kalau si anak berbicara buruk 20:25 tentang ayahnya, si ibu marah luar 20:27 biasa. 20:28 Orang bertanya, "Kenapa saya tidak ingin 20:30 anak saya menjadi anak yang kurang ajar 20:32 terhadap orang tua?" Akhirnya 20:34 menghancurkan masa depannya. 20:36 Urusan saya sama suami itu antara kita 20:39 berdua. Jangan kita pengaruhi anak kita 20:43 untuk bersikap tidak hormat kepada 20:44 masing-masing. Kan indah sekali kan. 20:49 Tapi sayang sungguh sayang, manusia 20:52 zaman sekarang lebih banyak dikuasai 20:54 emosi sama egonya daripada 20:57 mempertimbangkan tanggung jawabnya juga 21:00 balasan yang Allah sediakan di hari 21:02 akhir nanti. 21:04 Jadi kesimpulannya untuk ananda kita ini 21:08 yang mengalami kebingungan, Anda tahu 21:10 kewajiban Anda sebagai seorang anak 21:13 tetap bersikap baik pada ibu, bersikap 21:16 baik pada ayah, baik pada masa mereka 21:18 rukun maupun pada masa mereka berpisah. 21:20 Jangan Anda berpihak. Tapi menyampaikan 21:24 nasihat 21:26 pada ayah atau pada ibu dengan cara yang 21:29 santun tidak dilarang dalam agama. 21:31 Seperti Nabi Ibrahim memberikan nasihat 21:32 kepada ayahnya. 21:37 Jadi tetap dengan berkata santun. Kalau 21:39 perlu bericara secara pribadi kepada 21:41 ayah. 21:42 Jelaskan dia punya undang-undang. Kita 21:45 ini betul-betul bersedih melihat ayah 21:48 bersama ibu dalam kondisi seperti ini. 21:52 Apa ayah enggak bisa pertimbangkan 21:54 juga perbaiki hubungan ini. Ayah sudah 21:57 membuahkan anak berusia lebih daripada 21:59 20 tahun. Bukan hidup baru sebulan, 2 22:02 bulan. masa bersabar menjalani kehidupan 22:06 selama 20 tahun tidak bisa bersabar 22:09 untuk apa sisa-sisa yang amat berharga 22:11 ini. 22:13 Kalau ayah berpisah belum tentu bisa 22:15 baik, bisa mendapatkan wanita lebih baik 22:17 dari ibu. Begitu juga sama ibu datang 22:19 ibunya berikan nasihat yang baik. Tapi 22:21 pada saat ibu jangan kedua-duanya 22:23 memanggil anaknya bertengkar, saling 22:25 mencaci, saling memaki, saling 22:26 menyalahkan depan anak. Ini merupakan 22:29 kesalahan yang fatal. 22:31 Jadi, Ananda kita bisa memperdengarkan 22:35 rekaman ini kepada kedua orang tua. 22:37 Berikan nasihat yang baik ya, yang indah 22:39 dan Anda kembali pada Allah. Salat, 22:43 berdoa agar Allah memberikan hidayah 22:46 kepada ayah ibu agar mengembalikan hati 22:49 mereka. Karena kita harus tahu masalah 22:51 hati itu di tangan Allah. 22:54 Kita enggak bisa mengendalikan hati 22:56 kita. Pada saat kita benci pada 22:58 seseorang, kita enggak bisa berubah. Itu 23:00 kebencian yang muncul dari mana? Hati 23:03 kita. Dan yang menguasai hati kita 23:05 adalah Allah. Oleh karena itu ada 23:08 pepatah mengatakan, "Lau kana qalbi mai 23:11 maktartu girirakum wala ritu siwakum fil 23:15 hawa badala." Kalau hati saya di tangan 23:18 saya ini, saya enggak bakal pilih orang 23:20 lain. Saya akan pilih kalian. 23:24 Tapi ternyata apa? 23:26 Ternyata hati ini justru memilih yang 23:28 menyusahkan dirinya. 23:30 Orang Tegal bilang si angel. 23:32 Angel 23:34 gelem diburu. Betul gak? 23:37 Sedangkan yang mudah, yang suka sama 23:39 kita, yang dekat dari keluarga kita 23:41 enggak repot-repot 23:43 dibilang sudah terlalu dekat perasaannya 23:45 seperti saudara sendiri. 23:48 Terkadang orang bilang, "Ini saya 23:49 tawarkan buat kamu wanita baik, cantik." 23:52 Di mata dia enggak cantik. Tapi yang dia 23:54 sukai justru wanita yang kadar karena 23:56 kecantikannya lebih apa? 23:58 lebih kurang dibandingkan. 24:01 Lalu ketika diingatkan dibilang di mata 24:03 saya dia yang terindah. Jadi kita harus 24:06 tahu bahwa hati di tangan Allah. Maka 24:08 mohon pada Allah untuk mengubah hati 24:12 ayah ibu yang tadinya sering bertengkar, 24:14 bermusuhan untuk melembutkan hati 24:16 mereka. Dan doa anak dalam hal ini 24:18 mustajab. 24:20 Doa yang mustajab. Bersikap baik pada 24:22 ayah ibu. Kalau seandai mereka mengajak 24:25 kamu untuk terlibat, katakan 24:28 saya mohon dibebaskan dari hal ini. 24:32 Karena ayah-ayah saya, ibu-ibu saya, 24:34 mana mungkin saya berpihak dalam ini. 24:37 Kalau seandainya harus dilibatkan, saya 24:39 ingin kalian berdua rujuk kembali dan 24:41 rukun. Jadi berdoa kembali kepada Allah 24:44 Taala, doakan kedua orang tua. Tapi 24:47 jangan sekali-kali Anda terlibat 24:50 berpihak ke sana maupun kemari. Berikan 24:53 kata-kata yang manis untuk keduanya. Apa 24:55 Anda ayah tidak menyesal kalau kita ini 24:58 trauma menjadi korban akibat 25:00 pertentangan di antara kalian berdua? 25:03 Hidup sebentar. Beberapa saat lagi kita 25:05 akan apa? Tinggalkan. Dan sering 25:08 laki-laki beranggapan 25:10 wanita lain di luar lebih baik daripada 25:12 istrinya. 25:14 Memang yang belum kita rasakan, belum 25:17 kita coba, kita beranggapan terkadang 25:20 apa? lebih menarik. 25:23 Tapi begitu kita coba ternyata apa? 25:27 Bisa saja istri kita yang sebelumnya 25:29 lebih baik, perempuan juga demikian. Dia 25:31 merasa dirinya masih cantik, masih 25:34 menarik, masih muda. Laki-laki di luar 25:37 mengagumi dirinya. 25:39 Begitu dia pisah dengan suaminya, dia 25:42 menikah dengan pengagumnya. Ternyata 25:44 pengagum juga sama. Seminggu, du minggu 25:47 kekagumannya hilang, dia kagum lagi 25:49 terhadap yang lain. 25:50 Masyaallah. 25:52 Tapi jaga rumah tangga kita. Mohon 25:55 perlindungan kepada Allah Subhanahu wa 25:57 taala agar dijauhkan dari tipu daya 25:59 setan dan juga kejahatan-kejahatan 26:02 dari jin dan manusia. Jadi, Anda sebagai 26:05 anak laki-laki banyak berdoa salat ya 26:09 dan jangan mau terlibat berpihak ke sana 26:13 maupun kemari. Jadilah anak yang saleh 26:16 yang taat pada Allah, taat kepada ayah, 26:18 taat kepada ibu. Hormati mereka. 26:21 Mudah-mudahan dengan sikap Anda Allah 26:23 berikan hidayah kepada ayah ibu Anda. 26:26 Nah, yang kedua 26:29 berkaitan dengan pasangan suami istri, 26:32 suaminya super ketat dalam menerapkan 26:35 tuntunan agama. 26:38 Istri diwajibkan untuk patut manut 26:42 sepenuhnya. 26:46 Saya tidak memahami yang dimaksudkan 26:48 dengan 26:50 super ketat dalam tuntunan agama ini. 26:52 Apakah yang kembali kepada syariat 26:54 Allah? Apakah hal-hal yang berbeda 26:57 pendapat? 26:59 Kalau berkaitan dengan syariat Allah, 27:02 baik suami maupun ibu tidak bisa 27:04 melakukan tawar-menawar. 27:07 Artinya suami istri kalau berkaitan 27:10 dengan syariat Allah wajib mengatakan 27:13 samna wa karena datang dari Allah kita 27:16 juga merupakan ciptaan Allah. berhutang 27:18 kepada Allah dengan hidup kita menerima 27:20 nikmat maupun karunianya. 27:25 Cuma 27:26 penyampaiannya dengan cara yang baik, 27:29 memberikan pendidikan yang baik ya untuk 27:32 tidak menyakiti ya satu sama lain. 27:35 Karena diksi ini penting. Diksi dalam 27:38 menyampaikan sesuatu itu penting sekali. 27:40 Kita memiliki kalimat thayibah untuk 27:43 kita sampaikan pada pasangan kita. bukan 27:45 lagi seperti instruksi yang disampaikan 27:48 oleh ee anggota TNI yang pangkatnya 27:52 lebih tinggi kepada yang bawah. Karena 27:54 istri kita ini pasangan kita 27:56 saling menyempurnakan satu dengan 27:58 lain 27:59 lain. Allah perintahkan waasyiruhunna 28:01 bil marruf. Allah perintahkan juga untuk 28:04 menggunakan kalimah thayibah sebagaimana 28:06 Rasul memberikan bimbingan kepada 28:08 istri-istrinya. 28:10 Jadi kalau berkaitan dengan syariat yang 28:13 pasti dari Allah, 28:15 baik ibu maupun bapak wajib untuk 28:18 menerimanya samna waana. Jangan 28:21 menganggap ini terlalu ketat. Tapi kalau 28:25 berkaitan dengan perbedaan pendapat, 28:28 coba duduk sama-sama. Laki-laki jangan 28:31 merasa lebih tinggi dari perempuan. 28:33 Perempuan jangan merasa juga apa 28:36 namanya? ee lebih inferior hingga dia 28:39 merasa dirinya ditekan. Tidak. Duduk 28:42 sama-sama musyawarah dengan cara 28:44 baik-baik. 28:46 Suami membacakan ayat-ayat Allah, sunah 28:49 nabinya, istri mendengarkan. Tapi jangan 28:52 ada kesan penindasan. Katakan pada 28:54 istri, "Saya bertanggung jawab di 28:56 hadapan Allah." Terhadap apa yang Allah 28:59 perintahkan, demikian apa yang Allah 29:02 larang. Nah, saya ingin kamu sebagai 29:04 istri membantu saya, 29:06 mendukung saya agar saya betul-betul 29:08 bisa menjalankan perintah Allah 29:10 Subhanahu wa taala. Nah, kalau ada 29:13 perbedaan pendapat dalam urusan katakan 29:16 yang berkaitan dengan ee ijtihad, ada 29:19 perbedaan interpretasi, hendaknya bisa 29:22 dirundingkan sama-sama. 29:25 Karena kita tahu bahwasanya terkadang 29:29 sesuatu yang kita paksakan pada orang 29:31 lain itu bukan bahagian dari tuntunan 29:33 agama. 29:34 Hanya merupakan perbedaan pendapat. Ya, 29:39 sebagai contohlah saya bawakan 29:40 masalah-masalah yang sepele. 29:45 Sebagian suami yang punya pendapat 29:48 bahwa membaca surah Yasin malam Jumat 29:51 itu bidah. Sedangkan istrinya suka 29:53 membaca surah Yasin yang dibacakan 29:57 ayat-ayat Allah Subhanahu wa taala. Nah, 30:00 dalam hal ini kalau suami tidak suka 30:03 jangan membaca tapi istrinya yang 30:04 membaca juga jangan apa? Jangan 30:07 dihalang-halang. Kecuali kalau melakukan 30:09 perbuatan yang mungkar secara 30:11 terang-terangan. 30:13 Atau katakan suaminya umpamanya tidak 30:16 qunut, 30:18 istrinya qunut. Gara-gara perbedaan ini, 30:21 suami istri ribut. Kamu istri saya harus 30:24 ikut cara beribadah saya. Ini cara-cara 30:27 seperti ini enggak wajar. 30:30 Tapi kalau menutupi aurat sempurna, ya 30:33 kemudian menjaga menjaga batasan 30:35 pergaulan antara laki-laki dan perempuan 30:38 itu merupakan hal yang memang diajarkan 30:40 Al-Qur'an, dicontohkan oleh Nabi dengan 30:44 sendirinya. Seorang wanita jangan 30:47 mengajukan keberatan dalam hal ini. Dan 30:50 Anda semakin terjaga kehormatan Anda, 30:52 semakin betul-betul Anda dekat dari 30:55 Allah dan pintu rahmat keberkahan juga 30:57 dibukakan. Jadi kalau mentaati sesuami 31:00 suami pada apa-apa yang Allah 31:01 perintahkan juga patuh pada apa yang 31:05 dilarang oleh Allah Taala ini bukan 31:07 hanya ketaatan pada suami tapi kepatuhan 31:10 yang paling utama kepada 31:12 Allah subhanahu wa taala. Anda menjaga 31:15 kehormatan Anda. Nah, karena pertanyaan 31:17 ini dan penjelasan yang disampaikan 31:20 tidak sempurna, kalau seandainya suami 31:24 istrimu datang langsung ya untuk ee 31:28 menyampaikan perbedaannya itu lebih 31:31 baik. Karena kita khawatir memberikan 31:34 obat salah obat karena kita belum 31:36 mendiagnosis keadaannya apa secara 31:39 jelas. Nah, kalau apa yang ibu merasa 31:42 keberatan berkaitan dengan syariat Allah 31:44 Subhanahu wa taala, ibu salah. Ibu wajib 31:48 di sini mentaati suami karena 31:50 Allah. 31:51 Tapi kalau ada hal-hal yang berbeda 31:55 karena latar belakang yang berbeda 31:56 dengan sendiri, coba duduk sama-sama 31:58 kita lihat apakah ini merupakan hal yang 32:01 harus 32:04 apakah hal yang tidak harus. Nah, kalau 32:07 Ibu lihat umpamanya suami katakan 32:10 bersikap lebih tegas lagi dalam sebagai 32:13 persoalan ibu demi keharmonian kerukunan 32:16 ibu mentaati suami. Ketaatan pada suami 32:19 dalam hal-hal yang baik juga mulia. 32:22 Dalam hal yang baik mulia 32:25 demi menjaga keutuhan rumah tangga. Dan 32:27 ibu jangan merasa seolah-olah harga diri 32:29 ibu direndahkan. Ibu tidak diberikan 32:32 kesempatan untuk berpendapat dan 32:34 berpikir. Tidak. 32:36 Oleh karena itu, alangkah indahnya 32:38 pasangan suami istri di saat istri lagi 32:41 marah, lagi emosi, suami mengulur. 32:46 Jangan sama-sama menarik. 32:48 Nah, di saat istri mengendorkan, suami 32:52 menarik, 32:53 insyaallah hubungan di antara mereka 32:54 tidak putus. 32:56 Ada suami yang sedang marah-marah, 32:58 berapi-api, istrinya diam aja bahkan 33:01 menunjukkan muka sedih. Ya, akhirnya 33:04 lama-kelamaan. 33:06 suami mulai muncul perasaan miris di 33:08 hatinya. 33:11 Nah, begitu suaminya dipelaskan, 33:14 "Mas, enggak seperti itu. 33:18 Kisahnya tuh begini begini. Kalau salah 33:20 minta maaf, kalau salah 33:23 insyaallah saya enggak ulangi lagi. Tapi 33:25 kalau seandai suami salah paham jangan 33:27 langsung dijelaskan. Pada saat dia emosi 33:30 akal sehatnya hilang. Tunggu sampai dia 33:32 reda baru jelaskan, "Mas, tadi Mas 33:36 bilang begini begini. Sebetulnya Mas 33:38 salah paham kasusnya itu begini begini 33:41 begini." Kan lebih enak kan. Begitu juga 33:44 kalau seandainya istri salah paham, 33:48 istri salah faham 33:49 paham, jangan mentang laki-laki dia 33:51 merasa dia direndahkan dengan istri 33:54 angkat suara depan dia. 33:56 Istri terkadang kalau emosi banting 33:58 pintu ini itu dan lain sebagainya keluar 34:00 kata-katanya enggak bagus bahkan bisa 34:01 mengatakan ceraikan saya. 34:04 Kalau kita hadapi saat itu sama aja api 34:06 kita berikan bensin 34:09 akhirnya yang kebakaran bukan hanya dia. 34:11 Kita ikut-ikut kobongan. 34:13 Betul kok? 34:15 Iya. Jadi 34:18 tunggu sampai dia reda ya baru apa? Baru 34:22 berikan nasihat yang baik. Saya sering 34:26 bilang kalau laki-laki istrinya keras 34:30 dia marah-marah. Jangan sekali-kali kamu 34:33 tanggapi. 34:35 Lebih baik kamu diam 34:37 sebentar akan berakhir. Tapi begitu kamu 34:40 kasih bahan bakar bisa meledak-ledak 34:42 bahkan bisa berkepanjangan. 34:45 Kalau yang susah hanya dia pasti enggak 34:48 apa-apa. Kita ikut susah juga 34:50 ujung-ujungnya. Betul gak? 34:51 Betul. 34:53 Jadi pada akhirnya kalau kita ikuti kita 34:56 menyesal tapi kalau kita bersabar ada 34:58 pepatah Arab mengatakan apa? 35:00 Asru 35:03 sabar itu persis kayak jadam murul 35:06 mazhab pahit memang rasanya hulul awak 35:09 tapi akibatnya kesudahannya apa 35:12 baik tapi ada yang manis enak tapi 35:15 setelah itu gula kita naik jantung kita 35:19 juga mulai enggak karuan betul gak jadi 35:22 jangan kita hanya melihat sesuatu senang 35:24 dan tidak senang nikmat dan tidak nikmat 35:27 terkadang yang tidak menyenangkan itu 35:29 menjadi keba kebaikan buat kita. Jadi, 35:32 saya enggak bisa bicara terlalu jauh 35:34 karena perkaranya saya juga enggak jelas 35:37 apa kira-kira yang jadi bahan perdebatan 35:40 dalam perbedaan ini. Kalau Ibu bisa ee 35:43 masukkan apa kira-kira yang menjadi 35:46 sebab perbedaan apa yang tidak 35:47 menyenangkan Ibu, insyaallah kita bisa 35:50 jawab lebih apa? Lebih jelas lagi. Atau 35:52 Ibu datang kemari sama Bapak tapi jangan 35:55 sendirian. 35:57 Karena kalau sendirian masing-masing 35:59 punya apa? 36:01 Masing-masing ya punya paling tidak apa? 36:06 Punya cara sendiri untuk membenarkan 36:09 perbuatannya 36:11 dari sudut pandang masing-masing. Nah, 36:13 kita ingin dua-duanya datang. Kita mau 36:16 dengarkan karena sudah sering sekali 36:17 laki-laki datang mengadukan urusan 36:19 istrinya. Tapi setiap kita bilang bawa 36:23 istrinya, dia enggak bawa. Jadi 36:25 tujuannya bukan untuk tahu benar salah, 36:27 tapi ingin tahu pembenaran. 36:31 Seperti kemarin di pengajian, satu 36:32 pengajian satu orang bertanya, "Ustaz, 36:35 kata ustaz, kalau seandainya istri 36:38 ee 36:39 keberatan kalau kita bantu orang tua 36:41 kita." 36:43 Kata ustaz, "Lebih baik ditukar, diganti 36:45 sama yang lain aja." Orang bilang, 36:47 "Hati-hati ya, ini tidak begitu 36:49 langsung. Berikan nasihat, berikan 36:52 peringatan, bacakan ayat Al-Qur'an, 36:55 panggil ya orang yang bisa memberikan 36:57 nasihat. Kalau dia tetap menentang 37:00 keberatan kita berbakti pada orang tua 37:02 kita baru pada saat itu apa? 37:06 Jangan begitu dengan kesempatan saya 37:08 lagi pengin tinggalkan istri saya, Ustaz 37:10 Husein ngomong begitu, "Ini enggak 37:11 benar." 37:13 Jadi harus ada apa? Tahapan. Kalau 37:16 memang istri ini menjadi penghalang kita 37:17 berbakti pada orang tua, tidak mau 37:19 mengerti, 37:21 tukar sama yang lebih baik, lebih taat 37:24 pada Allah, lebih cantik kalau perlu. 37:27 He. 37:28 Jadi tidak menimbulkan apa? 37:30 Perasaan-perasaan tidak nyaman. Karena 37:32 rata-rata perempuan yang seperti ini 37:34 wajahnya sama sekali tidak mengenakkan. 37:37 Begitu kita pandang wajahnya wali 37:39 iyazubillah yang terang menjadi gelap. 37:41 Heeh. 37:41 Begitu juga laki-laki juga kalau dia 37:45 tidak taat pada Allah, bersikap kasar, 37:49 meninggalkan salat, marah-marah, mau 37:52 menang sendiri. Subhanallah. Bagi 37:55 seorang wanita melihat laki-laki seperti 37:57 ini, Subhanallah, suasana dingin 38:01 panas, 38:03 dalam suasana terang pun gelap gulita. 38:05 Jadi, laki-laki jangan mau menang 38:07 sendiri, perempuan juga jangan mau 38:09 menang sendiri. kita kembali kepada 38:11 standar nilai yang sama. Kemudian ingat 38:14 rasa cinta itu baru akan tumbuh dengan 38:17 kalimah thayibah dan perlakuan yang 38:19 baik. Bukan dengan ancaman, bukan dengan 38:22 menggunakan teror, tapi dengan kalimah 38:24 thayyibah. Insyaallah rumah tangga kita 38:28 bisa kita bangun dengan cara yang baik 38:30 dan mulia. Ee ikhwan akhwat yang 38:32 dirahmati Allah, karena ada acara saya 38:35 pamit lebih dulu. Dan selanjutnya 38:36 insyaallah akan dilanjutkan oleh ustaz 38:40 kita, syikh Allah kita, Ustaz Abu Bakar 38:42 Baraja yang selalu senyum 38:46 membuat orang yang berselisih memandang 38:48 wajah beliau aja. Alhamdulillah Allah 38:50 Subhanahu wa taala berikan apa? 38:52 Keteduhan hatinya insyaallah. 38:54 Masyaallah. Jadi seberap pun parahnya 38:58 ketidakcocokan kita dengan pasangan, 39:00 please deh jangan didengar anak-anak 39:02 karena itu bisa menjadi nutrisi jiwa 39:06 yang paling enggak sehat gitu ya, Ustaz 39:08 ya. Sementara ee apakah yang akan kita 39:11 dengar dari paparan Ustaz Abu Bakar 39:15 Baraja? Mari kita simak. 39:16 Bismillahirrahmanirrahim. 39:19 Asalamualaikum warahmatullahi 39:22 wabarakatuh. Waalaikumsalam 39:24 warahmatullahi wabarakatuh. 39:27 Alhamdulillah, 39:30 segala puji dan syukur kita kepada Allah 39:34 yang senantiasa memberikan kepada 39:37 kehidupan kita 39:40 sampai di yaumul akhir nanti. 39:44 Begitu nikmatnya 39:46 apa yang diberikan Allah kepada 39:49 hamba-Nya. 39:52 setetes air saja 39:55 bisa mensejukkan 39:58 bagi mereka yang haus. 40:02 Itulah kehidupan dalam proses 40:07 ketika kita melihat 40:10 ada seorang anak yang sedang 40:16 memperhatikan 40:18 kedua orang tuanya. 40:22 Ketika seorang anak itu memperhatikan 40:24 kedua orang tuanya, 40:27 orang tuanya, terjadilah keributan yang 40:31 luar biasa. 40:33 Anak ini memperhatikan kedua orang 40:36 tuanya, 40:38 ingin kedua orang tuanya tidak terjadi 40:41 pertengkaran. 40:45 Tapi yang terjadi malah bertambah 40:48 bertengkar dan anak itu dari SMP, SMA 40:54 sampai kuliah melihat pertengkaran 40:58 setiap hari. 41:03 Jadi apa yang terjadi ketika dia melihat 41:05 pertengkaran, hatinya tidak tenang, 41:10 perasaannya tidak bisa dia pegang dengan 41:14 benar 41:16 sehingga mentalnya pun 41:19 berantakan. 41:24 Ketika pertengkaran itu terjadi, anak 41:28 itu hanya melihat, memperhatikan. 41:31 Dia ingin melihat bahwa ibu dan bapaknya 41:35 itu 41:37 akur, 41:39 senang, bahagia. 41:43 Tapi apa yang terjadi? 41:46 pertengkaran yang dilihatnya 41:49 mengakibatkan 41:51 mentalnya 41:53 tidak karuan. 41:57 Dengan kondisi yang seperti inilah yang 42:00 membuat anak itu akhirnya tidak karuan. 42:04 Dia mulai memberontak dirinya. 42:09 Tapi dia berpikir kalau saya memberontak 42:12 ini tidak ada gunanya. 42:16 Jadi apa yang harus dia pikirkan? Dia 42:19 tidak perlu memikirkan. 42:25 Dia tidak perlu memikirkan karena kedua 42:29 orang tuanya adalah orang tuanya, 42:32 dirinya adalah dirinya. Dia bisa 42:36 menyampaikan pesan kebaikan. Ketika 42:40 sedang ribut, kita katakan 42:44 diam, 42:45 diam. 42:48 Jadi apa yang terjadi? Anak itu 42:52 berbicara 42:54 kita clearkan. Pertama sedang ribut, 42:58 mama diam dulu, papa diam dulu. 43:03 Itu yang penting buat seorang anak yang 43:07 menghadapinya. 43:10 Jadi ketika lagi ribut kita katakan 43:14 diam, diam. 43:16 Jadi enggak perlu kita memikirkan kenapa 43:20 kok mereka ribut, kenapa kok bisa 43:23 seperti ini, kenapa itu tidak ada 43:26 gunanya kita berpikir seperti itu. 43:30 Enggak ada artinya kita berpikir seperti 43:33 itu. Yang perlu kita perhatikan 43:36 diamkan. 43:39 Jadi 43:41 bagaimana ketika dia lagi ribut? Kita 43:45 diamkan. 43:48 Kita diamkan. Jangan sampai terjadi yang 43:52 lebih dari itu. 43:56 Oke. Jadi yang pertama kita diamkan 44:01 dan ketika itu 44:05 insyaallah ketika mamanya mengatakan 44:09 enggak bisa, papanya juga bilang enggak 44:11 bisa. Dengan 44:14 keramaian ini membuat hatinya tidak 44:18 tenang. 44:20 hatinya tidak tenang. Jadi kita harus 44:23 berbuat apa? Perhatikan pada diri kita. 44:26 Perhatikan pada diri kita bahwa itu 44:30 mereka bukan saya. 44:36 Itu mereka bukan saya. Keributan itu 44:40 adalah untuk mereka bukan untuk diri 44:42 saya. Saya dilahirkan dengan kebaikan 44:46 dari Allah, bukan dengan keramaian. 44:53 Jadi, perhatikan diri kita, 44:56 tapi kita menyampaikan pesan kebaikan 45:00 dia. 45:02 Dan yang kedua itu mereka bukan saya. 45:05 Katakan kepada diri kita diri kita. Kita 45:09 ini adalah kekuatan pada diri kita. 45:13 Kenapa kok kita harus perhatian sama 45:15 mereka? Perhatikan sama mereka yang 45:19 baik-baik. 45:22 Jadi ketika lagi ramai lagi ribut itu 45:26 mereka bukan saya. 45:29 Saya adalah orang yang tenang, yang 45:32 bahagia. Itu mereka bukan saya. Ketika 45:35 kita sudah diamkan. Kalau enggak bisa ya 45:38 itu mereka bukan saya. 45:43 Itu yang kita harus perhatikan. 45:45 Perhatikan diri kita. Kita tidak perlu 45:49 memperhatikan 45:51 apa yang menjadi keributan mereka. 45:55 Kalau mereka mempermasalahkan saya, saya 45:59 menjadi keributan karena ini, karena 46:01 itu, sehingga 46:04 menjadi keributan saya. Katakan lebih 46:07 baik diam. 46:09 Apa yang membuat keributan pada diri 46:13 saya? Jangan menjadikan keributan pada 46:17 orang tua. 46:22 Ketika kita menjadikan permasalahan, 46:24 kita mau minta sesuatu, ibunya ngasih, 46:27 bapaknya tidak ngasih menjadikan 46:30 keributan. Jangan lebih baik saya tidak 46:33 inginkan 46:37 sehingga tidak menjadikan lemah. Dan 46:41 yang kedua, 46:44 bagaimana kalau mereka berpisah terus 46:47 apa yang bisa saya lakukan? Tetap 46:50 berbuat baik. 46:54 Tetap berbuat baik. Karena kita 46:58 dianjurkan untuk berbuat baik kepada 47:01 orang tua. Bagaimanapun mereka, mereka 47:05 bersama, mereka berpisah, tetap kita 47:09 berbuat baik. 47:12 Kita enggak boleh berbuat kasar. Kita 47:15 tidak boleh melakukan sesuatu yang tidak 47:17 baik. Kita tetap berbuat baik. 47:21 perbuatan baik kita ini yang akan 47:25 menjadikan kehidupan yang lebih baik. 47:30 Bagaimana dengan mereka? Mereka sudah 47:33 berpisah itu mereka bukan saya. 47:38 Perpisahan mereka adalah untuk mereka, 47:41 bukan untuk saya. Dan saya tetap menjadi 47:45 seorang ibu, menjadi seorang bapak. 47:48 Bapak menjadi bapak saya, Ibu menjadi 47:51 ibu saya 47:54 tetap enggak bisa ditukar. 47:59 Bagaimanapun terjadinya enggak bisa 48:01 ditukar 48:04 dan kita tetap berbuat baik. 48:09 Insyaallah itu yang terbaik. 48:12 Insyaallah. Dan selanjutnya yang kedua. 48:17 Yang kedua ini ada permasalahan 48:22 bagaimana seorang suami yang bersih 48:26 keras terhadap agamanya. Agama itu 48:29 keras. 48:32 Agama itu keras. Kalau yang benar, 48:35 katakan benar. Kalau yang salah, katakan 48:38 salah. itu 48:41 kalau ada yang kurang lebih sedikit 48:43 tidak ada benar dan salah. 48:50 Jadi ketika dia melakukan sesuatu yang 48:53 melanggar agama 48:55 ya kita katakan tidak boleh. Kalau suami 48:59 menegaskan tidak boleh, ya tidak boleh. 49:04 Istri mengatakan tidak boleh. 49:09 Kalau suami mengatakan 49:11 tidak pakai qunut, harus kamu enggak 49:14 pakai qunut. Si istrimu pakai qunut, 49:18 enggak ada masalah. 49:23 Tidak ada masalah. Ya sudah kamu pakai. 49:26 Ketika bersama dengan suami kamu enggak 49:28 perlu makai. Ketika suami enggak ada, 49:32 kamu salat sendiri kamu pakai qunut. 49:37 Kan ringan, 49:40 enggak jadi keributan. 49:42 Suami enggak tahu enggak ada. Dia enggak 49:45 ada kan enggak ketahuan dia pakai apa 49:47 enggak pakai. Ketika ada suami ya kita 49:50 enggak pakai qunut. 49:53 Masalah pendidikan anak. 49:58 Saya mau mensekolahkan di sekolah Islam. 50:02 si ibu atau si bapak katakan si bapak 50:05 mengatakan jangan sekolah itu tidak baik 50:08 sebaiknya sekolah di sini di mana ya 50:12 sekolah Islam juga cuman lebih keras oh 50:15 itu baik oke kita ikutin sama bapaknya 50:22 karena kita ikutkan untuk kebaikan 50:28 sama-sama sekolah 50:32 Tapi itu kan sekolahnya terlalu keras. 50:35 Harus pakai gini, harus gini. Enggak 50:36 apa-apa. Masih kecil pakai kerudung. 50:39 Misalnya TK pakai kerudung harus 50:41 dikerudungin. Ya sudah pakai kerudung. 50:44 Ketika enggak ada bapaknya, enggak ada 50:46 apa-apanya dibuka enggak ada masalah. 50:48 Kita tidak permasalahan. Tapi ketika ada 50:51 bapaknya, bapaknya mau datang, ayo pakai 50:54 kerudungnya. 50:58 Jadi, bagaimana kita mengatur seorang 51:02 istri mengatur 51:06 suami yang keras? Jadi tidak keras 51:10 karena dia baik. Karena dia orang yang 51:13 baik, menyenangkan 51:16 dan mengikuti yang benar. 51:22 Ketika qunut, dia mau pakai qunut terus 51:26 suaminya mengatakan tidak. Terus tidak 51:28 mau bingung dia enggak pakai nanti 51:31 gimana nih saya dosa. Tidak. Kita tidak 51:34 pakai pada salat subuh kita enggak pakai 51:36 qunut. Pada saat ada suami. Ketika 51:39 enggak ada suami, suami lagi pergi salat 51:41 di masjid, kita salat pakai qunut. 51:47 Pakai qunutnya enggak ada masalah. 51:51 Itu namanya 51:54 baik buat kehidupan. Nah, komunikasi 51:58 kita bagaimana? Kita tetap 52:00 berkomunikasi, 52:02 menyayangi, 52:04 memberikan kebaikan. 52:07 Artur senyuman, 52:10 berkata menyenangkan. 52:12 Akan terjadi kehidupan. Jangan kita 52:16 bertengkar. kita bertengkar bahwa enggak 52:19 boleh itu, enggak bisa itu enggak 52:21 apa-apa kan pakai qunut itu. Wah, enggak 52:24 perlu kita berpikir seperti itu. 52:31 Jadi, bagaimana kita harus mengaturnya? 52:35 Kita atur dengan kebaikan. 52:39 Insyaallah kalau kita mengatur dengan 52:43 kebaikan, maka akan jadi 52:45 kebaikan-kebaikan. 52:47 Karena perbuatan kita yang baik akan 52:49 mendatangkan kebaikan 52:54 insyaallah. 52:57 Masyaallah. Jadi kalau yang kita dengar 53:02 hari ini terkait dengan rumah tangga 53:06 beneran harus dipertimbangkan 53:09 karena biar bagaimanapun juga enggak 53:12 semua yang dikatakan suami harus 53:14 diikutin kan. [tertawa] 53:16 Dan juga kalau merasa bahwa 53:21 nutrisi buruk yang kita berikan pada 53:23 anak-anak karena pertengkaran kita 53:25 dengan pasangan, mudah-mudahan bahasan 53:28 kali ini mempersuasi kita semuanya untuk 53:31 bisa menjadi orang yang menggenggam lima 53:33 huruf S A B A R. Baik, terima kasih 53:37 Ustaz Abu Bakar Baraja dan juga Ustaz 53:39 Husein yang karena ada keperluan telah 53:42 mendahului ee keluar dari ruangan ini. 53:45 Billahi taufik wal hidayah. 53:47 Wasalamualaikum warahmatullahi 53:48 wabarakatuh. 53:49 Waalaikumsalam warahmatullahi 53:51 wabarakatuh.