Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:03 [Musik] 0:05 Brail TV. 0:12 Bismillahirrahmanirrahim. 0:15 Asalamualaikum warahmatullahi 0:16 wabarakatuh. 0:17 Waalaikumsalam. 0:18 Ustaz Husein, Ustaz Abu Bakar, ikhwan 0:21 akhwat di manaun radio silaturahim bisa 0:24 disimak. Alhamdulillah ya, kita 0:26 bersama-sama kembali di acara psikologi 0:29 keluarga yang mudah-mudahan mampu 0:32 mempersuasi kita semua sesuai dengan 0:35 jalan-jalan yang memang harusnya kita 0:38 tempuh. Tidak lupa salam selawat kita 0:40 lantunkan untuk junjungan umat kekasih 0:43 kita Muhammad Rasulullah sallallahu 0:45 alaihi wasallam. Semoga kelak kita 0:47 mendapatkan syafaat beliau dan 0:49 dipertemukan di saat yang sangat kita 0:51 rindukan di yaumil akhir. Ikhwan akhwat, 0:55 kali ini sekali lagi ada dua kasus. 0:58 Nanti kita akan simak bagaimana 1:02 jalan keluar dari kasus yang kita terima 1:05 ini. Tapi sebelumnya kita akan 1:08 bersama-sama membaca ummul kitab. 1:13 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:19 Bismillahirrahmanirrahim. 1:24 Alhamdulillahirabbil 1:27 alamin 1:29 arrahmanirrahim. 1:34 Maiki yaumiddin 1:38 iyaka na'budu wa iyyaka nasta 1:44 ihdinasirathal 1:46 mustaqim 1:49 shathalladzina 1:51 an'amta alaihim 1:54 ghairil maghdubi alaihim 1:58 walad 1:58 [Musik] 2:06 Amin. Allahum amin. Jadi, Ustaz, dua 2:10 kasus yang hadir kali ini itu yang 2:14 pertama dari seorang suami. 2:17 He. 2:18 Saya penuh kesabaran dan keteguhan. Tapi 2:21 setelah 6 tahun, istri mengeluh dalam 2:25 keadaan berbagai macam. Dan saat saya 2:28 lagi tenang pun bicara saja tentang 2:32 membuat hati saya yang tidak terima 2:35 rasanya. Yang dibicarakan itu, Ustaz, 2:37 kalau enggak tetangga, teman-teman, dan 2:40 orang lain yang memperlakukannya 2:42 negatif. Jadi jujur Ustaz, saya enggak 2:45 betah kalau ngomong sama dia. Akhirnya 2:47 ya udah saya diam. Saya katakan, "Enggak 2:50 baik bicarakan orang lain yang negatif, 2:52 haram jadinya." Dia diam aja. Tapi 2:55 kemudian enggak lama dia ngomong lagi. 2:58 Dan saat ini saya diam. Ketika dia mau 3:01 ngomong, saya tinggalin dia sendirian, 3:03 Ustaz. Pertanyaan saya, Ustaz, apakah 3:06 dengan saya meninggalkan dia sendirian 3:07 itu saya salah atau bagaimana, Ustaz? 3:10 Mohon pencerahannya. Itu yang satu. 3:13 Kemudian satunya lagi, sekarang ini 3:15 banyak perbuatan yang selingkuh ya 3:17 dilakukan baik sama suami atau istri. 3:21 Suami selingkuh, istri selingkuh. 3:23 Perbuatan ini, Ustaz, dilakukan baik 3:26 pada saat masih ada suami atau istri. 3:28 Jadi, saya ini pusing deh. Saya curiga, 3:31 Ustaz. Jangan-jangan suami saya juga 3:32 selingkuh. Bagaimana, Ustaz? Mohon 3:35 pencerahannya. 3:37 Heeh. 3:42 Bismillahirrahmanirrahim. 3:43 [Musik] 3:45 Alhamdulillahiabbil 3:47 alamin. 3:48 Allahumma sholli ala Muhammadin wa ali 3:52 Muhammad. Assalamu alaika ya Rasulullah. 3:56 Wasalamu ala ahli bait thyyibin. 4:01 Wasalamu ala shahabatikal ghurril 4:04 mayamin. Wassalamu alaina waa ibadillah 4:07 shihin. Wasalamualaikum warahmatullah 4:09 wabarakatuh. 4:12 Allahumma atina minika rahmah waimna min 4:16 ladunka ilman nafi unfaana bimaam rbana 4:21 zidna ilman walhikna 4:24 amma ba'du ikhwan akhwat yang dirahmati 4:26 Allah 4:33 dengan berkembangnya 4:35 media sosial 4:38 menyebabkan hal yang tadinya hanya 4:40 terbat batas dalam lingkungan 4:43 rumah 4:44 menyebar berkembang diketahui orang 4:46 banyak. 4:48 Akhirnya 4:51 persoalan yang tadinya mudah 4:52 diselesaikan 4:55 berubah menjadi persoalan yang angel 4:59 karena sudah melibatkan orang banyak. 5:02 Dalam kehidupan rumah tangga 5:06 apabila seorang istri kesal dengan 5:09 suaminya, mulai dimasukkan di Facebook. 5:11 Foto suaminya dihilangkan, mulai dia 5:14 bertutur, bercerita yang seharusnya 5:16 menjadi rahasia rumah tangga. 5:19 Begitu juga laki-laki ternyata ketularan 5:22 penyakit yang sama. 5:25 Rupanya dia di rumah 5:28 tidak mendapatkan perhatian, cari 5:30 perhatian di luar. Mulai menceritakan 5:33 persoalan istrinya, bahkan terkadang 5:36 menyangkut orang tuanya. 5:40 Akhirnya membuat persoalan yang kecil 5:42 yang tadinya mudah untuk dipadamkan. 5:45 Hanya segala percikan api, tapi karena 5:48 apa? berada 5:51 di tengah-tengah lingkungan daun-daun 5:54 dan pohon yang kering. Akhirnya apinya 5:57 menyala dengan besar sampai-sampai 5:59 rumput yang hijau pun ikut terbakar. 6:03 Akhirnya melibatkan anak, melibatkan 6:06 juga keluarga yang jauh. 6:09 Semuanya disebabkan karena kita tidak 6:12 menjaga kerahasiaan rumah tangga yang 6:14 mesti kita jaga. 6:18 seharusnya seorang laki-laki betul-betul 6:21 ya memberikan bimbingan, tuntunan kepada 6:25 suaminya kalau cari solusi ya hendaknya 6:28 mencari solusi dengan cara yang baik ya 6:31 kalau bisa jangan bertanya di muka umum 6:34 seperti yang kita saksikan ya di 6:36 televisi. Seorang wanita menangis curhat 6:39 menceritakan suaminya. 6:41 Dengan sendirinya orang akan tahu dong 6:43 siapa suaminya. atau seorang suami 6:45 bercerita di televisi curhat mengenai 6:50 istrinya. Akhirnya orang tahu semuanya. 6:52 Apalagi orang suka iseng mau tahu siapa 6:54 sih istrinya Fulan. Tinggal buka apa? 6:57 Buka Google atau buka Facebook. Orang 7:00 men buka, "Oh, ternyata si fulan." 7:03 Akhirnya 7:05 persoalan ini yang tadinya mudah untuk 7:08 diselesaikan dengan cara yang baik, 7:11 ternyata berkembang menjadi persoalan 7:13 besar. 7:14 Nah, tadi Bapak kita bertanya, 7:16 alhamdulillah melalui melalui ee katakan 7:20 ee 7:22 psikologi keluarga kita. Kita enggak 7:24 kenal siapa beliau dan siapa keluarga. 7:26 Ini merupakan cara yang baik. 7:29 Karena terkadang apa yang kita pandang 7:31 merupakan hal yang sulit. Allah kasih. 7:33 Alhamdulillah dengan izin Allah 7:35 terpecahkan dengan mudah. 7:38 Nah, berkaitan dengan persoalan Bapak 7:40 setelah menikah 6 tahun 7:43 mulai mendengarkan dari istri hal-hal 7:46 yang tidak mengenakkan. Berarti 6 tahun 7:48 sebelumnya 7:49 biasa-biasa aja kan Mbak kan? 7:51 Heeh. 7:52 Setelah 6 tahun mulai si perempuan 7:54 mengeluhkan mungkin lingkungannya, 7:56 teman-temannya mulai melakukan hal-hal 8:00 yang tidak mengenakkan dirinya. 8:03 Di sini ada dua kemungkinan. Yang 8:05 pertama, betul-betul memang perilaku 8:07 mereka seperti itu terhadap dirinya. 8:11 Yang kedua, kembali kepada kejiwaannya. 8:14 Jiwanya dalam keadaan labil, dalam 8:16 keadaan tidak nyaman. 8:19 Akhirnya menanggapi, mendengarkan 8:20 berbagai macam tutur orang lain yang 8:22 mungkin maksudnya bukan untuk dia. 8:24 He. 8:25 Tapi dia merasa seolah-olah apa 8:28 ditujukan padanya. ini merupakan 8:31 bahagian dari gangguan jiwa yang mesti 8:34 betul-betul dihadapi dengan cara yang 8:36 bijak. 8:39 Kita pada saat kondisi jiwa kita tenang, 8:41 kita dengarkan omongan orang walaupun 8:43 enggak mengenakkan, kita anggap biasa. 8:46 Bahkan mungkin kita anggap humor atau 8:48 kita dengan besar hati mengatakan, "Ah, 8:50 mau ngapain meladani orang-orang yang 8:52 tidak berakal." 8:53 Tapi kalau jiwa kita dalam keadaan 8:55 lemah, dalam keadaan labil, Subhanallah, 8:58 kata-kata yang baik bisa kita salah 9:00 pahami. 9:03 Jadi kalau lihat kondisi istri Bapak ya 9:05 yang sedang labil seperti ini, 9:09 cara yang terbaik menghadapinya sibukkan 9:11 dengan hal-hal yang baik dan nutrisi 9:14 yang baik. Membaca Al-Qur'an 9:15 bersama-sama. 9:18 Kemudian mendengarkan tafsir ayat-ayat 9:20 Al-Qur'an ya. Contohnya membacakan 9:22 suratul hujurat. Kalau perlu biar 9:25 anak-anak yang membaca. 9:28 Bacakan juga e riwayat-riwayat dari Nabi 9:31 kita yang menerangkan bagaimana kerugian 9:35 orang-orang yang menyibukkan dirinya 9:36 dengan hal-hal seperti ini. 9:40 Ajak dia untuk apa? Untuk berzikir 9:42 kepada Allah. Dengan berzikir insyaallah 9:45 hatinya akan tenang dan tentram. Karena 9:48 Allah berfirman, "Alladzina amanu 9:51 watatmainul qulubuhum bikrillah ala 9:55 bidikrillahi 9:57 orang yang beriman 10:00 hati mereka ini hanya akan damai dengan 10:02 mengingat Allah, menyebut namanya. 10:05 Karena begitu kita menyebut nama Allah, 10:07 mengingatnya, hati kita ini langsung 10:10 berada di bawah naungan rahmat Allah." 10:12 Setan tidak gampang untuk masuk ke dalam 10:14 hati kita. Enggak gampang untuk 10:16 menimbulkan gangguan, mengaruh domba 10:19 atau menimbulkan kecurigaan yang tidak 10:21 baik. 10:25 Tapi kita lupa kepada Allah, 10:26 lama-kelamaan hati kita akan mengeras 10:29 dan menjadi sarang setan. Akhirnya apa 10:32 saja yang kita dengar, yang kita lihat 10:34 menimbulkan perasaan tidak zaman. Akhir 10:35 nutrisi yang tidak baik ini melahirkan 10:38 juga output yang tidak baik. Karena 10:40 inputnya apa? Tidak baik juga outputnya. 10:43 Mau tidak mau apa? pasti tidak baik. 10:47 Contohnya orang kalau makan pete enggak 10:49 mungkin bawa kemangi. Betul enggak? 10:53 Kalau makan pete keluar bau pete. 10:56 Jadi apa yang keluar dari kita itu 10:58 tergantung apa yang masuk. 10:59 Apa yang masuk. 11:00 Nah, itu juga berhubungan dengan hati 11:02 kita. Kalau hati kita selalu mengingat 11:04 Allah berzikir padanya, pada saat kita 11:07 mendengarkan sesuatu akan ada filter 11:10 yang memfilter apa yang kita dengar yang 11:12 positif. kita ambil, yang negatif kita 11:15 buang dan kita pasti akan menjauh untuk 11:17 membicarakan hal-hal yang seperti itu. 11:19 Karena orang yang jiwanya baik paling 11:21 tidak suka membicarakan yang tidak baik. 11:24 Iya, gitu. 11:25 Tapi kalau orang jiwanya baik, selalu 11:27 sukanya membicarakan hal yang baik, 11:29 berbaik sangka pada orang sampai orang 11:32 anggap dia ini bodoh, lugu. Karena apa? 11:34 Karena hatinya baik. Selalu apa? Berbaik 11:37 sangka pada orang lain. Bahkan di saat 11:39 orang berbuat jahil padanya apa? Mungkin 11:41 enggak begitu maksudnya. mungkin 11:43 kondisinya dalam keadaan susah. Kita 11:46 maklumi dia. Alhamdulillah kita 11:47 bersyukur pada Allah dengan nikmat yang 11:49 Allah berikan buat kita. Jadi cara yang 11:51 terbaik adalah apa? Mengajak istri bapak 11:55 untuk berzikir pada Allah, untuk membaca 11:58 Al-Qur'an, mendengarkan nasihat-nasihat 12:01 yang baik. Perlahan-lahan insyaallah 12:04 istri Bapak akan mengalami perubahan. 12:07 Dan katakan padanya, kebahagiaan rumah 12:10 tangga kita ini tergantung kita semua. 12:13 Kalau kita dekat pada Allah, ikuti 12:15 petunjuk Allah, kita akan bahagia. Tapi 12:17 kalau kita lupa kepada Allah, berarti 12:19 kita ini yang merusak kebahagiaan rumah 12:21 tangga kita. 12:23 Berikan nasihat berulang-ulang, tapi 12:25 jangan menyebuhkan. Jangan seperti orang 12:28 yang suka menyimpan persoalan dalam 12:30 koper. 12:31 Begitu kesal dibongkar semuanya. Jangan. 12:34 Jadi berikan nasihat yang baik dengan 12:36 sabar. Wammur ahlaka bisati wastobir 12:39 alaiha. Perintahkan keluarga kamu untuk 12:42 mendirikan salat dan bersabarlah. 12:46 Kalau perlu selesai Bapak salat di 12:48 masjid, Bapak berjamaah bersama istri di 12:50 rumah. Kalau dia mau bicara yang 12:52 buruk-buruk, ingatkan jangan. Akhirnya 12:54 kita melakukan perbuatan dosa yang tidak 12:57 menguntungkan kita sedikit pun. Kalau 12:59 seandainya dia mengatakan, "Teman saya 13:01 begini, kamu maklumi. Besarkan hati kamu 13:04 seperti lautan. Kotoran yang keluar dari 13:07 sungai akan menjadi jernih. 13:10 Betul gak? 13:11 Betul. 13:12 Jangan seperti apa? Seperti kumbangan 13:15 air yang tidak berjalan. Akhirnya apa 13:17 aja yang masuk, bahkan air jernih pun 13:19 berubah menjadi kotor. 13:21 Iya. 13:21 Jadi biarkan masuk ke dalam jiwa yang 13:23 besar. Kemudian yang kotor singkirkan, 13:26 kita ambil yang baik. Karena orang yang 13:27 beriman selalu memilih yang baik. 13:29 Innallaha thayyibun yuhibbu 13:33 thayiban. Allah ini thayib dan suka juga 13:36 kepada hal-hal yang thayib, yang harum, 13:38 kata-kata yang baik, perbuatan yang 13:40 baik, itu yang dipilih oleh Allah. 13:43 Itu juga yang diangkat ke sisi Allah. 13:45 Jadi, Bapak kalau memang waktu Bapak 13:47 berikan nasihat ketika dibicara yang 13:50 enggak bagus, ingatkan dengan cara yang 13:52 baik. Sibukkan ajak kepada hal-hal yang 13:55 positif. Kalau dia masih terus, Bapak 13:58 tidak perlu melada ini, keluar aja dari 14:00 rumah. 14:00 Iya. 14:01 Tinggalkan. 14:04 sampai dia merasa ya apa? Bahwa pada 14:08 saat dia melakukan hal seperti ini, 14:09 suami menjauh, anak juga mungkin 14:11 menjauh. Karena memang paling tidak 14:12 nyaman kalau kita mendengarkan hal-hal 14:14 yang buruk. Jangankan mengenai diri 14:17 kita, mengenai orang lain pun kita 14:18 enggak suka. 14:21 Oleh karena itu, mendingan kita bicara 14:23 sama anak-anak tentang lucunya anak-anak 14:26 yang lucu, tertawa, menarik daripada 14:28 kita bicarakan kejelekan orang. Buahnya 14:30 enggak ada, tapi ruginya 14:32 banyak. banyak. 14:34 Jadi sibukkan coba istri Bapak dengan 14:36 kesibukan yang baik dan positif. Mungkin 14:38 jiwa istri Bapak dalam keadaan labil, 14:40 dalam keadaan lemah, dalam keadaan rapuh 14:43 hingga mudah sekali ya, Pak. Begitu 14:45 terusik langsung muncul rasa buruk 14:48 sangka di hatinya. 14:50 Apalagi kalau semakin tua, semakin tua 14:53 ya kalau tidak dijaga dari sekarang 14:56 nanti rasa buruk sangkanya akan semakin 14:58 meningkat. 15:00 Tapi kalau seandainya Bapak selalu 15:02 ingatkan pada Allah, istri akan 15:03 mendoakan kita insyaallah. 15:05 Insyaallah 15:06 dan tidak akan muncul perasaan-perasaan 15:08 yang tidak nyaman. Nah, persoalan kedua, 15:13 persoalan perselingkuhan ini di 15:15 Indonesia luar biasa. 15:17 Kalau bicara di Barat kita enggak perlu 15:19 heranlah. He. 15:20 Saya pernah dengar sebuah kisah ketika 15:23 saya di Mesir, 15:25 seorang wanita 15:28 ya berselingkuh dengan seorang 15:30 laki-laki. 15:32 Tapi di pengadilan ternyata dibenarkan 15:34 si perempuan. Jadi si laki-laki 15:36 mengatakan, suaminya mengatakan, "Saya 15:38 akan keluar kota selama sekian hari." 15:42 Ternyata pekerjaannya selesai lebih 15:44 cepat. Dia kembali ke rumahnya dijumpai 15:46 istrinya berselingkuh. 15:47 Astagfirullah. 15:48 Si suami marah kan? Si istri mengatakan, 15:52 "Kamu berjanji pulang hari ini, kenapa 15:56 kamu datang lebih cepat?" 16:00 Jadi suaminya dianggap bersalah karena 16:02 datang lebih cepat daripada apa yang 16:04 dijanjikan hingga menemukan istrinya 16:06 berselingkuh. 16:07 Si istri mengatang, "Saya juga enggak 16:08 tahu kamu di luar apakah kamu 16:10 berselingkuh atau tidak. Saya juga 16:11 enggak usil masalah ini." Jadi, 16:12 seolah-olah masing-masing harus 16:15 memaklumi. 16:16 Heeh. 16:17 Jadi kamu itu di tengah-tengah kota ya. 16:20 Kalau di countryide baik di Eropa maupun 16:23 di Amerika kita masih jumpai di konten 16:25 rumah tangga yang setia yang rapi. Tapi 16:29 kalau di tengah-tengah kota metropolitan 16:31 dengan eh lifestyle gaya hidup yang 16:35 begitu luar biasa, sampai seorang 16:37 perempuan dia bersama boyfriend-nya, 16:40 teman laki-lakinya makan di restoran, 16:42 dia telepon kepada suaminya, minta 16:44 dibayarkan. 16:45 Heeh. 16:49 Si suami juga melakukan hal yang sama. 16:51 Artinya juga berhubungan dengan apa? 16:54 Dengan pria yang lain. Nanti sama-sama 16:55 mengerti. Apalagi kita tahu di tradisi 16:57 sebagian agama perceraian tidak 16:59 dibolehkan. 17:01 Jadi mereka tetap sebagai suami istri 17:03 statusnya. Tapi laki-laki sudah punya 17:05 hubungan dengan sekian banyak wanita. Si 17:08 perempuan juga berhubungan dengan 17:09 sebagai banyak priah. Itu dianggap 17:12 merupakan hal yang wajar. 17:15 Tapi bercerai haram hukumnya karena itu 17:17 merupakan pasangan yang dipasangkan oleh 17:19 Tuhan. 17:22 Nah, dalam Islam, Islam tidak 17:25 tidak apa? Tidak bersikap dengan sikap 17:29 yang tidak manusiawi yang tidak sesuai 17:31 dengan akal sehat. Bila pasangan rumah 17:34 tangga tidak mungkin lagi bersatu 17:36 daripada nanti si wanita terjerumus 17:38 dalam perbuatan dosa atau laki-laki 17:40 berbuat dosa, Allah izinkan mereka untuk 17:43 berpisah. 17:44 Baik dengan cara perceraian laki-laki 17:46 yang menceraikan istrinya yang tidak 17:48 merasa nyaman atau si perempuan yang 17:51 menuntut dari suaminya ya melalui apa? 17:54 Melalui proses khuluk. Dia menebus 17:57 dirinya dari suaminya seperti yang 17:59 terjadi pada masa Rasul. Seorang 18:02 perempuan datang mengatakan, "Ya 18:03 Rasulullah, inni akrahul kufro ba'dal 18:07 Islam. Saya takut setelah saya menjadi 18:09 orang muslim, saya terjerumus dalam 18:11 kekafiran. 18:13 Inni la akrahu zauji ya liukqi. Saya 18:18 enggak membenci suami saya karena 18:19 akhlaknya. 18:22 Tapi setiap kali saya melihat suami saya 18:24 berjalan di antara pria-pria, saya 18:27 temukan laki saya yang paling buruk. 18:33 Maka saya minta untuk dipisahkan agar 18:36 saya tidak berbuat dosa karena tidak 18:39 melayani dia sebagaimana mestinya. 18:41 Rasulullah bertanya, "Kamu siap gak 18:42 mengembalikan apa yang pernah diberikan 18:45 suami kamu sebagai mahar?" Kalau enggak 18:47 salah diberikan sebuah kebun. Si 18:50 perempuan mengatakan, "Saya setuju." 18:52 Akhirnya dikembalikan kebun yang 18:54 diberikan suami dipisahkan di antara 18:56 keduanya. Karena kalau tidak si 18:59 laki-laki mau menikah lagi, bagaimana? 19:02 Dan perpisahan bukan karena kejahatan 19:03 suami, tapi karena permintaan isya 19:06 proses khuluk. 19:09 Jadi Allah izinkan bahkan dalam 19:10 Al-Qur'an 19:12 wala junaha alaihima fiftadat bih. 19:15 Setelah Allah mengatakan jangan kalian 19:17 mengambil apa yang pernah kalian berikan 19:19 kepada istri kalian. Tapi kalau 19:21 seandainya ya 19:23 pihak wanita mau berpisah 19:26 karena dia takut sampai tidak mampu 19:28 melayani istrinya, Allah izinkan tapi 19:30 mengembalikan mahar yang pernah 19:32 diberikan. 19:34 Karena sebelumnya mungkin dia berpikir 19:37 yang penting punya harta laki-laki biar 19:39 jelek-jelek di hadapan dia dipoles 19:41 dengan harta kelihatan cakep. Nah, 19:43 banyak kejadian seperti ini. Perempuan 19:45 menikahi laki-laki yang kaya raya. 19:49 Akhirnya setelah dia menikah, dia merasa 19:51 apa? Ternyata kekayaan bukan 19:52 segala-galanya. 19:54 Mulai hatinya berpikir untuk 19:57 berpisah dari suaminya dan menikah 19:59 dengan pemuda yang dianggap apa? Lebih 20:01 cocok untuk dirinya. Saya pernah 20:03 mendengarkan keluhan semacam ini secara 20:05 langsung dari perempuan. Saya berusaha 20:07 berikan nasihat. Suami kamu itu peduli 20:10 sayang pada kamu. Belum tentu kamu dapat 20:12 yang muda bisa apa? 20:15 Bisa hidup berbahagia. Tapi rupanya dia 20:18 bersih keras berpisah dari suaminya 20:20 walaupun sudah punya anak. Dia merasakan 20:23 saya masih muda, saya masih cantik. Ya, 20:26 dia enggak tahu bahwa sebetulnya ikatan 20:29 rumah tangga itu bukan hanya karena 20:30 kecantikan. 20:31 Iya. 20:32 Ada yang lebih indah dari semua itu. 20:36 Kasih sayang, kecintaan, rasa rahmat, 20:39 kedekatan. Walaupun sudah kakek-kakek, 20:41 nenek-nenek, 20:42 tapi ternyata seorang laki-laki pada 20:45 usia tersebut tidak ingin jauh dari 20:47 istrinya. Istri baru keluar sedikit dia 20:49 cari, 20:51 dia panggil. Begitu juga sang istri juga 20:53 enggak bisa jauh-jauh dari suaminya. Ya, 20:55 kalau suaminya sudah tua mau keluar, si 20:57 istri cemburu, curiga. Jangan-jangan dia 20:59 mau menggilir. 21:01 Arti kita lihat bagaimana kedekatan 21:03 suami istri itu walaupun sudah tua 21:04 rentah. Ternyata kedekatan yang kembali 21:07 kepada rahmat. 21:10 Jadi berkaitan dengan perselingkuhan 21:12 kalau kita perhatikan pertama 21:15 pria dan muslim, pria dan wanita muslim 21:19 banyak dari mereka enggak menjaga 21:21 bimbingan petunjuk Allah untuk tidak 21:23 berdekatan. Khalwah berduaan dengan pria 21:27 yang bukan muhrimnya. 21:31 Kita saksikan juga pria wanita bercampur 21:33 dalam bekerja di perkantoran. 21:36 Kita tahu di perkantoran ya kita 21:38 saksikan bagaimana tidak ada pemisah di 21:41 antara laki-laki dan perempuan. Dan kita 21:44 sering menyaksikan hal-hal yang negatif 21:46 ya. di mana perempuan suka bercanda, 21:49 tepak-tepok dengan teman laki-lakinya. 21:51 Di yang penting hati saya bersih. Itu 21:53 hanya untuk menutupi kebohongan di 21:55 hatinya. Laki-laki juga berbuat yang 21:56 sama. Terkadang tanpa malu-malu seorang 21:59 perempuan yang sudah bersuami duduk di 22:01 pangkuan laki-laki 22:03 sambil mengatakan, "Yang penting hati 22:05 kita kan bersih, kita kan teman kerja 22:06 dan lain sebagainya." 22:09 Jadi akhirnya 22:11 dengan mudah setan ini apa? 22:13 menjerumuskan mereka. Karena naluri 22:17 naluri apa? Kedekatan terhadap lawan 22:20 jenis itu fitri tertanam dalam jiwa 22:22 manusia. 22:23 Kalau tidak dijaga, tidak dibatasi 22:27 seperti bensin dengan api. Seperti 22:30 bensin dengan api dengan mudah dia akan 22:32 menyala. Begitu menyala 22:35 laki-laki dan perempuan tidak berdaya. 22:36 Oleh karena itu Allah tidak mengatakan 22:37 jangan berzina tapi wala taqrabuz zina 22:40 jangan dekati perzinaan. Kemudian mulut 22:43 juga jangan sekali-kali berbicara yang 22:45 porno. 22:47 Karena terkadang pembicaraan itu lebih 22:49 berbahaya daripada apa? daripada 22:51 kenyataannya. Laki-laki bercerita 22:54 tentang hal-hal yang sifatnya apa? Ee 22:56 pribadi, perempuan juga begitu. Padahal 22:58 suami sudah bersuami masing-masing. Yang 23:00 ini bersuami, ini beristri. Cerita 23:02 seperti ini. Ini paling tidak baik. Atau 23:04 suka matanya liar menyaksikan hal-hal 23:07 yang tidak baik. Ya, akhirnya akibatnya 23:10 lama-kelamaan. Waliyadzubillah. 23:12 Dia mulai menjauh dari pasangannya 23:15 ingin mencari sesuatu yang baru. Si 23:18 laki-laki terkadang ada yang bersepakat 23:20 bersama istrinya. Bersepakat 23:25 supaya menghilangkan kejenuhan si 23:26 perempuan bisa mencari pasangan yang 23:28 lain yang laki-laki pun. Dan hal ini 23:31 sekarang marak di mana laki-laki 23:33 bertukar bertukar pasangan dengan 23:35 temannya. 23:37 Ini bukan merupakan hal yang sepele 23:39 seperti hal ini kelihatannya ada yang 23:41 mobilisasi. 23:44 Waliyadubillah. Nafsu yang dituruti 23:47 membakar diri mereka sekejap tapi 23:49 penyesalan panjang akan muncul di 23:51 hatinya. Belum lagi di hari akhirat 23:53 nanti. Oleh karena itu hendaknya 23:56 pasangan suami istri saling menjaga. 23:59 Suami menjaga istrinya. 24:02 Daripada sudah terjadi timbul 24:03 penyesalan, lebih baik menjaga sebelum 24:05 apa? menjaga istrinya untuk tidak 24:08 bergesekan dengan pria-pria yang bukan 24:10 muhrimnya, menjaga pakaian istrinya. Dan 24:13 dia juga sebelum menjaga istrinya harus 24:15 menjaga dirinya, jaga matanya, jaga 24:18 dirinya untuk tidak melakukan 24:19 perbuatan-perbuatan yang tidak patut. 24:21 Jangan dia mengumbar, merayu perempuan 24:24 ke sana ke mari, tapi kalau istrinya 24:25 diganggu, dia marah. 24:28 J kalau Anda ingin istri Anda dijaga, 24:30 keluarga dijaga, jaga diri Anda. 24:34 Perempuan juga begitu. Kalau Anda ingin 24:36 suami Anda dijaga, jaga diri Anda. Jaga 24:40 Allah pada diri Anda. Allah akan jaga 24:42 suami Anda. Oleh karena itu, Allah 24:43 berfirman dalam surah An-Nisa, 24:47 Arrialu qawamuna alanisa. 24:50 Allah jadikan laki-laki ini sebagai 24:52 pengayum, pelindung ya, yang mengurus 24:56 wanita-wanita mereka, istri maupun anak 24:59 mereka. Itu kewajiban laki-laki. 25:02 Jiwanya disesuaikan juga dengan 25:04 perannya. Karena laki-laki kalau bisa 25:06 mengayomi, bisa memberi, melindungi, 25:08 hatinya bahagia. 25:11 Perempuan sebaliknya butuh perhatian, 25:13 perlindungan. 25:15 Oleh karena itu sering ya ee para 25:18 pujangga dari Cina mengatakan laki-laki 25:21 cintanya diumpamakan bagaikan matahari 25:23 yang memberikan cahaya dan kehangatan. 25:26 Wanita bagaikan bumi yang menyerap 25:28 kehangatan dan cahaya. 25:32 Jadi laki-laki di sini ya betul-betul 25:35 apa? Betul-betul berupaya untuk menjaga 25:39 kehormatan rumah tangganya dengan 25:40 kehormatan dirinya. Nah, Al-Qur'an 25:43 menyebutkan apa? Arrialu qawamuna alisa 25:46 bimaallahu ba'ahum 25:49 dengan apa? Keutamaan yang Allah berikan 25:51 pada masing-masing. Bukan hanya 25:52 laki-laki. Perempuan diberikan keutamaan 25:55 yang sesuai dengan perannya. Laki-laki 25:56 diberikan keutamaan sesuai dengan 25:58 perannya dan enggak mungkin bisa 25:59 digantikan. Heeh. 26:01 Enggak mungkin sama sekali bisa 26:02 digantikan kecuali kalau fitrah mereka 26:04 rusak. 26:06 Laki-laki di rumah merawat anak ya 26:09 bermain bersama anak, perempuan kerja di 26:11 luar. 26:12 Heeh. 26:13 Tidak mungkin bisa apa? Bisa arti 26:17 namanya bisa harmoni di antara mereka. 26:20 Dalam arti yang sebenarnya yang ada 26:22 hanya keterpaksaan. 26:26 Kemudian fasihat 26:28 qonitatun hafidatun lil gaibi bima 26:32 hafidallah. 26:34 Maka wanita-wanita yang saleh qonitat di 26:37 samping dia taat pada Allah, dia taat 26:39 pada suami, otomatis taat pada apa-apa 26:41 yang dibenarkan dalam agama. 26:44 Bukan taat buta pada suami. Falihat 26:47 qonitatun hafidatun lil ghaib. Dia 26:50 menjaga betul-betul apa? Kehormatan 26:53 dirinya, kehormatan suaminya. Walaupun 26:55 suami ini jauh dari pandangan matanya. 26:58 Kemudian Allah sebutkan apa? Bima 26:59 hafidallah. Bima 27:01 bima hafidallah. A bihibdillah dengan 27:04 penjagaan 27:05 Allah. 27:06 Tanpa Allah menjaga enggak mungkin kita 27:08 bisa dijaga. Terang-terangan tanpa 27:11 penjagaan. Nah, bagaimana Allah menjaga 27:13 kita? Kita harus menjaga diri kita, jaga 27:16 juga apa? Pasangan kita. Begitu seorang 27:19 wanita menjaga kehormatannya, Allah akan 27:22 jaga dirinya dan orang yang dicintainya. 27:25 Begitu lagi laki menjaga kehormatannya, 27:27 Allah akan jaga dirinya juga kehormatan 27:28 istrinya 27:30 dan Allah juga akan jaga anak-anaknya. 27:32 Oleh karena itu, dalam hidup ini 27:34 hendaknya kita selalu ingat Allah, Allah 27:36 akan ingat kita. Fadkuruni 27:39 waskuruni wala takfurun. Tanpa ini 27:43 walaupun kita berusaha untuk apa? untuk 27:46 menjaga dengan penuh perhatian. Tapi 27:49 tanpa bantuan Allah, tanpa kita 27:51 mengingat Allah, 27:53 jangan harap kita akan dapat 27:56 melangsungkan kehidupan dalam kebersihan 27:58 dan kemuliaan. Allah berfirman, 28:02 "Walaula fadlullahi alaikum warahmatuhu 28:06 maaka minkum min ahadin abada." Kalau 28:08 bukan karena karunia Allah dan rahmatnya 28:12 atas kalian, tidak mungkin seorang pun 28:14 dari kalian bisa menjaga kesuciannya. 28:17 Wakinnallaha yuzakki man yasya. Tapi 28:20 Allah ya yuzakki man yasya akan 28:23 mensucikan siapa yang dikehendaki. Nabi 28:26 Yusuf ketika dia digoda oleh wanita yang 28:29 menjadi istri ayah yang mengangkatnya 28:33 langsung dia berpaling sambil mengatakan 28:35 maadallah. Dia enggak mengatakan 28:37 azubillah kepanjangan. 28:39 Maadallah artinya aku berlindung sambil 28:42 berlari bergegas-gegas. 28:46 Dan ketika dia dibersihkan dari tuduhan 28:49 yang tidak benar, 28:51 orang memuji dirinya, dia mengatakan, 28:53 "Wama ubarriu nafsi." Bukan saya yang 28:56 mensucikan diri saya. Innan nafsa 29:00 laaratum bisu. Jiwa ini punya 29:02 kecondongan terhadap hal-hal yang buruk. 29:04 illa ma rahimabbi kecuali yang dirahmati 29:07 Tuhanku. Artinya yang masuk ke dalam 29:09 rahmat Tuhanku. 29:11 Jadi baik saya, 29:14 ustaz, kiai, mana pun juga tanpa 29:17 penjagaan Allah tidak mungkin kita 29:19 terjaga. Oleh karena itu kita mohon, "Ya 29:22 Allah, jaga kami, lindungi kami, 29:24 keluarga kami. Di samping kita juga 29:26 berusaha untuk menjaga diri kita dari 29:28 hal-hal yang tidak baik. 29:31 berduaan dengan seorang wanita ya itu 29:34 walaupun walaupun apa walaupun di mata 29:37 orang ah mustahil 29:39 laki-lakinya jelek kok terjadi 29:43 hubungan selingkuh antara laki-laki yang 29:45 tidak tampan dengan perempuan yang 29:47 cantik 29:48 padahal suaminya tampan kenapa orang 29:51 mengatakan mustahil 29:53 ternyata Allah menghiasi laki-laki 29:55 tersebut di hadapan wanita yang cantik 29:56 ini mirip dengan Arjuna 29:59 walaupun kita enggak pernah Arjuna 30:01 Tapi Allah Subhanahu wa taala apa? 30:04 Karena ini orang tidak sama sekali 30:06 menjaga dirinya. Wazayyana lahumusitanu 30:09 mau ya'malun. Setan menghiasi amal buruk 30:13 mereka di mata mereka menjadi indah. 30:15 Begitu juga laki-laki walaupun tampan 30:17 dengan seorang perempuan yang 30:19 biasa-biasa aja. Kalau berduaan jauh 30:22 dari penjagaan Allah kasih subhanallah 30:25 wanita tersebut menjadi wanita yang 30:26 cantik jelita. 30:28 Oleh karena itu, Allah perintahkan kita 30:30 semuanya saling menjaga agar Allah 30:33 menjaga kita. Dan terang-terangan dari 30:35 pengalaman hidup saya sekarang sudah 30:38 lebih 60 tahun kalau hijriah 67 tahun. 30:41 Saya merasa betul hanya pada saat Allah 30:44 menjaga kita, kita mohon perlindungannya 30:47 baru kita selamat. Iya. 30:49 Dan kita manusia kan tak luput dari 30:51 dosa. 30:53 Maksiat yang mengepung kita dari segala 30:55 penjuru. Hanya dengan perlindungan Allah 30:58 baru kita akan selamat. Kek kita saja 31:01 yang ditempatkan di surga 31:04 tergoda oleh tipu daya iblis. Betul gak? 31:09 Oleh karena itu, kenapa Allah 31:10 perintahkan kita berlindung kepadanya? 31:12 Fastid billah 31:16 minit nazun fasta billah. Kalau setan 31:19 mulai goda kamu, mulai mempengaruhi 31:22 kamu, segera kamu berlindung pada Allah 31:24 subhanahu wa taala. 31:27 Dan kita jumpai bagaimana para nabi, 31:30 para keluarga rasul, orang-orang yang 31:32 saleh menjaga diri mereka dengan 31:35 sebaik-baiknya dan manfaatnya kembali 31:37 kepada kita. Nah, Ibu kalau Ibu curiga 31:41 tidak pada tempatnya juga akhirnya ibu 31:43 nih panas, 31:45 hati tidak tentram, tidur juga tidak 31:47 nyaman. 31:48 Jadi jangan kita bandingkan suami kita 31:51 dengan berbagai macam perilaku orang 31:53 yang di luar. Tapi ibu berdoa kepada 31:57 berdoa pada Allah dengan doa-doa 32:00 pembentengan ya agar Allah menjaga suami 32:03 kita, menjaga anak kita. Suami juga 32:06 berdoa dengan hal yang sama. Seperti 32:08 contoh doa kita mengatakan uidzu nafsi 32:12 wauji ya kemudian wriyati 32:16 wqib 32:18 aku ya serahkan perlindungan diriku, 32:22 pasanganku, anak keturunanku 32:25 dan semua pemberian Tuhanku kepada 32:27 siapa? Billahil ahad asamad alladzi lam 32:30 yalid walam yulad walam yakun lahu 32:32 kufuwan ahad. Kita ulangi kembali. 32:35 nafsi wauji wurriyati wqni birabbil 32:41 falaq minarri ma khalaq. 32:43 Kemudian yang ketiga, uidu nafsi wauji 32:46 wurriyati wqni birabbinas malikinas 32:50 ilahinas minaril waswasil khanas alladzi 32:53 yuwisu fiurinas minal jinnati wasas. 32:56 Saya pagi baca ini, malam juga baca, 32:59 istri juga membaca. 33:01 Dengan ini alhamdulillah Allah jaga kita 33:03 bukan kita yang menjaga diri kita 33:06 Allah 33:06 Allah yang menja 33:08 baik itu dari bisikan tipu daya setan ya 33:12 atau dari ancaman yang bermacam-macam 33:14 hingga orang atau anak kita pergi keluar 33:17 atau pasangan kita dengan doa ini kita 33:19 merasa aman karena apa? Allah yang 33:21 menjaga kita di rumah menjaga juga 33:22 mereka di luar. 33:25 Kalau kita lupa kepada Allah, tidak 33:28 berdoa kepadanya, "Ya Allah, berapa 33:30 banyak marabahi yang mengepung kita?" 33:33 Mungkin doa nanti insyaallah kita tulis 33:35 kembali ya 33:36 sama terjemahannya ya. Biar dibaca sama 33:38 Bapak Ibu supaya Ibu juga enggak gelisah 33:41 dan Ibu selalu juga apa? Ingatkan suami 33:45 untuk menjaga salatnya. Kalau perlu 33:47 menghadiri majelis taklim, jangan arisan 33:49 sana, arisan sini, kondangan sana, 33:52 kondangan sini. He 33:54 akhirnya kita terjerumus dalam tipu daya 33:58 setan. Dan saya temukan perempuan ini 34:01 walaupun baik-baik, rapi, berjilbab, 34:04 di acara kondangan kalau sudah mulai ada 34:06 musik, subhanallah. 34:08 Masyaallah, 34:08 lupa dirinya. 34:10 Bapak-bapak sudah kakek-kakek, tua-tua, 34:13 ompong-ompong sudah lemah 34:15 dengar suara musik yang kita anggap 34:17 bapak baik-baik. T apa? 34:19 Lupa diri. 34:21 masih mau bergoyang seperti anak muda. 34:23 Dia lupa tulangnya sudah rapuh. Jadi 34:26 kalau kita lihat memang bahaya sekali. 34:28 Maka lebih banyak kita anjurkan 34:30 kondangan itu pada acara nikah yang 34:32 terpisah. 34:34 Kalau acara laki perempuan 34:37 lebih baik tidak usah datang. Kirimkan 34:40 hadiah atau ucapan selamat datang 34:42 jangan. Karena kalau sudah masuk dalam 34:44 acara campur laki perempuan di sana 34:47 perempuan mulai apa? menunjukkan 34:49 hiasannya. I 34:51 mulai menampakkan auratnya. 34:54 Jadi kalau kita perhatikan sama-sama, 34:56 setan ini mengepung kita dari berbagai 34:59 macam 35:00 penjuru. 35:02 Sampai di rumah kita anak-anak kita apa 35:04 kita yang menjaga mustahil. 35:06 Iya. 35:06 Sekarang di kamar dia itu sudah 35:08 merupakan dunia dia yang terbuka keluar. 35:11 Jadi kita berdoa 35:17 kita mohon pada Allah Subhanahu wa taala 35:19 berikan nasihat-nasihat tapi yang bisa 35:21 menjaga mereka hanya Allah. Jadi ibu 35:23 jangan curiga juga tidak pada tempatnya. 35:26 Tidak semua orang berselingkuh di luar 35:28 berarti suami ibu berselingkuh kecuali 35:30 kalau ada apa? Ada tanda-tanda ke arah 35:34 tersebut. Karena curiga tidak pada 35:37 tempatnya hanya akan menyusahkan ibu. 35:38 Lebih baik ibu berdoa, 35:41 ibu juga menjaga diri ibu ya. Jangan 35:44 gampang-gampangan ibu dengan laki-laki 35:46 supaya suami ibu juga enggak 35:47 gampang-gampangan dengan 35:49 dengan perempuan dan hindari 35:52 bicara-bicara yang tidak baik. 35:55 Nah, saya perhatikan orang sekarang 35:57 kalau bicara yang porno itu enggak malu. 36:00 Betul. 36:00 Betul. Tidak malu sama sekali. 36:03 Bahkan jelas-jelasan dia sudah bersuami, 36:05 laki-laki sudah beristri. bicara 36:07 nyerempet-nyerempet ke arah seperti itu. 36:10 Nah, ini kalau sudah ke arah tersebut 36:12 berarti memang mereka menjerumuskan diri 36:14 mereka ke hal-hal yang tidak baik. 36:18 Apalagi ditelepon. Ditelepon laki-laki 36:21 kalau telepon dengan seorang wanita 36:23 harus menjaga omongannya. Jangan 36:26 sekali-kali yang menunjukkan kata-kata 36:28 merayu perempuan juga kalau bicara 36:30 dengan seorang laki-laki di suruh jangan 36:32 mendayu-dayu. Sampai Allah ingatkan 36:34 istri Rasul, "Fala takbna bilquli 36:37 fatmaadzi fi qolbihi marqulna qulan 36:40 ma'rufa." Jangan kalian di saat 36:42 berbicara, 36:44 bicara kalian dibuat lemah lembut, 36:46 mendayu-dayu. Akhirnya orang-orang yang 36:48 hatinya sakit beranggapan bahwa ini 36:51 signal membuka jalan buat diri mereka. 36:54 Jadi bicara yang datar biasa. Jangan 36:57 sekali-kali apa bicara mendayu-dayu 37:00 laki ataupun perempuan. Karena gara-gara 37:03 bicara yang tidak sama sekali terjaga 37:06 akhirnya terjadi yang tidak-tid wal 37:08 iyadubillah. 37:10 Ternyata setan ini tidak pernah 37:12 beristirahat, tidak pernah tidur. Kalau 37:15 yang satu pergi berganti 10 kalau perlu 37:17 sekalian. 37:19 Dan kita hanya bisa mengatakan 37:20 subhanakallahumma wabihamdikfirukaubu 37:24 ilaik wala haula wala quwwata illa 37:26 billahil aliilim. 37:29 Jadi ikhwan akhwat jangan duaan deh 37:33 dengan lawan jenis siapapun itu. Karena 37:36 kalau seperti yang kita simak tadi 37:41 kemungkinannya diganggu dari semua sudut 37:44 oleh satu makhluk yang ajaib tadi itu 37:47 sangat besar ya. Lantas apa pula kata 37:50 Ustaz Abu Bakar Baraja terkait dengan 37:53 dua kasus ini? Mari kita simak. 37:56 Ist. 38:01 Bismillahirrahmanirrahim. 38:04 Asalamualaikum 38:05 warahmatullahi 38:07 wabarakatuh. 38:09 Waalaikumsalam warahmatullahi 38:11 wabarakatuh. Alhamdulillah, 38:14 segala puji dan syukur kita kepada Allah 38:19 senantiasa 38:21 pujian-pujian kepada Allah dengan 38:24 berbagai macam 38:26 karena kita akan mendapatkan 38:29 memperoleh 38:30 sesuatu yang lebih dari apa yang sudah 38:33 kita ucapkan. 38:36 Ketika kita mengucapkan alhamdulillah 38:40 itu berbagai macam yang datang kepada 38:43 kita. Berbagai 38:46 kenikmatan, 38:48 keasyikan, 38:50 kesenangan, kebahagiaan. 38:53 Karena kita bersyukur kepada Allah. 38:58 Begitu juga apa yang diajarkan 39:02 oleh Rasulullah sallallahu alaihi 39:05 wasallam. 39:06 Suatu ajaran yang tetap, yang benar, 39:10 yang dari Allah yang turun kemudian kita 39:14 mempraktikkan 39:16 itu benar-benar 39:18 masyaallah benar-benar kita akan 39:21 dapatkan apa yang diajarkan Rasulullah 39:24 itu benar-benar. 39:28 Seperti misalnya kasus pertama, 39:32 seorang istri kalau berbicara selalu 39:36 negatif tentang tetangganya, 39:39 tentang temannya, tentang semua yang 39:43 dipersoalkan selalu negatif. 39:47 Tentang anak-anak juga negatif, tentang 39:51 suami juga negatif. 39:54 Jadi semua yang diperolehnya adalah 39:58 negatif. 40:00 Apa yang terjadi ketika berpikirnya 40:05 selalu negatif si istri? 40:10 Kita ketahui berbagai macam 40:13 Facebook, 40:15 Instagram, 40:16 TikTok, 40:18 WA dengan berbagai macam ini yang masuk 40:22 ke dalam pikiran kita. Apakah yang 40:26 menyenangkan itu 40:29 ada yang baik kita ambil? Tidak. yang 40:32 muncul yang banyak 40:37 berbagai macam berbagai macam tulisan 40:41 perbuatan videonya 40:44 semuanya negatif. 40:47 Dia melihat 40:49 melihat langsung dimasukkan ke dalam 40:52 pikiran negatif 40:55 memperhatikan negatif. Pembicaraan pun 40:59 akhirnya jadi negatif. 41:04 Bagaimana jadinya? 41:06 Kalau kita lihat keadaan seperti ini, 41:10 seluruh kehidupan kita dihiasi oleh 41:14 negatif. 41:17 Apa saja perkata negatif? Ada kata-kata 41:20 yang tidak baik, 41:24 pembicaraan yang serono, 41:27 yang selalu kepada hal-hal yang tidak 41:30 menyenangkan. 41:33 Itu yang negatif. 41:35 Perbuatan-perbuatan 41:37 yang lalu yang menyebabkan semua 41:40 perbuatan-perbuatan itu menjadi negatif. 41:45 Walaupun ada sedikit positifnya, 41:50 walaupun sedikit positifnya, begitu 41:53 besarnya negatif masuk ke dalam pikiran 41:57 kita. Akhirnya apa yang terjadi? 42:02 Kalau dia mau berbicara, dia selalu 42:04 negatif. Kalau mau melakukan sesuatu 42:07 selalu negatif. Itu pola dan pikirannya 42:11 negatif. 42:14 Bagaimana jadikan seorang suami yang 42:17 melihat ini? Suaminya pulang kerja 42:22 capek, dia ingin ngobrol sedikit. 42:26 Pikirannya si istri negatif, 42:29 yang dibicarakan negatif. Akhirnya si 42:32 istri, istri suami pertama mendengar 42:35 mendengar lama-lama pusing karena yang 42:39 dipikirkan negatif. 42:44 Suami itu akan menjadikan lelah, capek. 42:48 Yang dibicarakan kepada istri itu adalah 42:50 yang negatif. 42:55 Akhirnya dia tidak bisa, akhirnya dia 42:57 tidak berdaya. Maka apa yang terjadi? 43:02 pusing, kesal, marah 43:06 yang dia tidak pernah tahu ini apa. 43:12 Dia pusing, akhirnya dia diamkan. 43:16 Istrinya didiamkan, dia ngomong lagi, 43:18 negatif. Yang didiamkan bertambah sadis 43:23 yang saking baiknya dia ucapkan terus. 43:28 Apa yang terjadi pada seorang suami yang 43:31 seperti ini? Didiamkan masih ngomong. 43:35 Dia dibicarain, dia ngomong. Dia bilang 43:38 bahwa jangan lakukan itu. Itu haram, itu 43:41 enggak baik. Masih bicarakan. 43:47 Kalau sudah seperti ini, apa yang harus 43:49 dilakukan oleh si suami? 43:52 Dia diam. Enggak bisa. Dia diam tetap 43:56 dia ngomong terus negatif. Kalau dia 43:58 enggak bicara sama suami, bicara sama 44:01 orang lain selalu negatif. Akhirnya 44:04 perilakunya negatif. Lama-lama suami 44:07 pusing dia pergi. 44:12 Oke. Nah, jadi yang sang suami harus 44:16 lakukan 44:18 ketika seorang istri menyampaikan 44:21 pola-pola negatif harus tegaskan 44:24 bahwa itu tidak pernah terjadi. 44:30 Kita tegaskan 44:33 bahwa itu tidak pernah terjadi. 44:37 Ketika suami, ketika istri sedang 44:39 berbicara yang negatif, katakan itu 44:41 enggak pernah terjadi. 44:44 Kata-kata tidak pernah terjadi. Jadi apa 44:48 yang dibicarakan si istri enggak pernah 44:50 terjadi. Dia ngomong lagi, dia ngomong 44:52 itu, itu tidak pernah terjadi. Jadi 44:55 harus kita abaikan dengan kata-kata 44:59 tidak pernah terjadi. Jadi yang negatif 45:02 kita usir, kita lepaskan. 45:07 Ketika kita mengatakan itu tidak pernah 45:10 terjadi, jadi lepas. Jadi kita tidak 45:13 pernah terpikir, tidak terus terbawa. 45:19 Jadi kita jelaskan bahwa itu tidak 45:22 pernah terjadi. Dengan seperti itu, 45:25 istrinya kesal, "Udah deh, udah deh, 45:27 enggak bisa, enggak usah ngomong deh." 45:29 Dia enggak ngomong. Dia ngomong sama 45:32 anak-anak. Dia ngomong negatif kepada 45:35 anak-anak, 45:37 kepada mantu, pada mertua. 45:40 Akhirnya dia menjadi pikirannya negatif. 45:47 Kedua, ketika dia sudah mengatakan itu 45:50 tidak pernah terjadi, tegaskan 45:55 itu bukan kamu, itu bukan kamu. Jadi 45:59 kita tegaskan 46:01 bahwa apa yang kamu bicarakan itu bukan 46:04 kamu, bukan dirimu, 46:09 itu bukan kamu. Kita harus tegaskan itu 46:12 bukan diri. 46:15 Dengan tegas dia akan bilang, "Kenapa 46:17 kau itu kan bukan saya. emang bukan 46:19 saya, tapi itu bukan kamu. 46:23 Kita harus pastikan bahwa apa-apa yang 46:27 kita katakan itu bukan kamu. 46:32 Jadi menjelaskan pada dirinya agar 46:34 supaya dia memahami 46:37 insyaallah dia akan berkurang, dia akan 46:40 lelah, dia akan capek, dia akan 46:42 mengomong, "Ah, itu tidak pernah 46:44 terjadi." Mau ngomong lagi, "Itu bukan 46:46 aku." Ah, mendingan udah bicara yang 46:49 lain deh. Nanti ketemu lagi. Kita 46:51 katakan itu bukan kamu. 46:54 Dengan tegas katakan itu bukan kamu. 46:57 Dari dua persoalan ini kita hanya dua 47:00 punya poin. Itu tidak pernah terjadi, 47:02 itu bukan kamu. Itu yang kita katakan. 47:06 Kalau dia berpikir negatif, kita katakan 47:09 itu bukan kamu. Itu tidak pernah 47:11 terjadi. Dengan jelasnya ketika kita 47:14 mengatakan itu, jelas dia akan hilang. 47:19 Jadi pikiran-pikiran negatif itu akan 47:22 terhindar, 47:24 akan jauh jauh dari pikiran kita. Dia 47:27 mau menanyakan, dia mau itu tadi kamu 47:30 ingat enggak sih yang kemarin itu 47:31 terjadi? Oh, kan itu terjadi. Itu tidak 47:35 pernah terjadi loh. Itu terjadi benar. 47:38 Itu tidak pernah terjadi. Jadi katakan 47:41 saya enggak tahu apa-apa dan kita enggak 47:43 perlu ngomong. Kita katakan itu tidak 47:45 pernah terjadi. 47:47 Kalau kita enggak enggak aku enggak 47:50 dengar kamu ngomong. Makanya kamu harus 47:52 dengerin kalau saya bicara. Iya, itu kan 47:55 negatif, itu kan jelek, itu enggak baik. 47:58 Iya, ini ada yang baik. Coba kamu 48:01 perhatikan deh apa yang bisa bicarakan. 48:03 Akhirnya kita terpengaruh, maka kita 48:06 tegaskan itu tidak pernah terjadi. 48:10 Itu bukan kamu. 48:12 Jadi cukup dua poin ini. Jadi tidak 48:16 pergi ke mana-mana ke mana. Kita ngomong 48:19 sedikit, merespon sedikit maka dia akan 48:23 respon lagi, merespon lagi. Akhirnya 48:26 jadi tidak tenang. 48:30 Cukup dua. Itu tidak pernah terjadi dan 48:34 itu bukan kamu. 48:37 Oke. Dan yang kedua 48:40 ee masalah ini adalah masalah yang ee 48:44 luar biasa. Perselingkuhan. 48:49 Selingkuh ini merupakan satu pola 48:53 yang sekarang sudah terjadi secara 48:56 benar-benar. 48:58 Karena ini bukan seorang suami istri 49:01 saja. 49:03 Anak-anak yang bukan suami istri yang 49:07 pacaran, dia juga melakukan 49:10 perbuatan-perbuatan yang negatif. 49:14 Karena perbuatan-perbuatan yang negatif 49:16 itu sudah terang, 49:18 jelas, 49:21 kelihatannya, jelas. Karena sudah tidak 49:24 ada aling-aling lagi sekarang. 49:27 Mereka membicarakan, 49:29 mereka mengatakan, 49:31 mereka melakukan 49:35 tanpa malu-malu, 49:39 tanpa ada segan-segan. 49:43 Jadi perbuatannya mereka ini sesuatu 49:47 yang tidak pernah ada aling-aling. 49:52 Dia melakukan gitu dengan mudah kita 49:55 ketahui bagaimana ada orang yang bersama 49:58 dia pindah lagi ke orang lain, pindah 50:01 lagi ke orang lain dengan mudahnya 50:05 nanti ketika dia berkeluarga 50:09 begitu juga. 50:11 Nah, itu yang disebut dengan 50:13 selingkuhan. 50:16 Coba kita perhatikan 50:19 apa yang terjadi? Yang terjadi di sini 50:22 adalah kehidupan dirinya. 50:27 kehidupan dirinya yang mempunyai problem 50:31 di mana traumatik-traumatik 50:33 itu terjadi. 50:36 Ketika dia masih kecil, 50:39 dia lihat orang tuanya yang selalu 50:43 ribut, yang selalu berantem, yang selalu 50:47 berbeda pendapat yang tidak menentu. 50:54 Ketika keributan-keributan orang tua ini 50:57 terarah kepada anaknya, anaknya melihat, 51:03 "Uh, kesalnya bukan main, 51:08 sebaiknya udah lepas saja." 51:10 dan anak-anak yang lain juga seperti 51:13 itu. Itu yang terjadi. 51:20 Berbagai macam problematika yang terjadi 51:23 pada orang tua, maka munculnya pada 51:26 anak. Pada saat anak sudah mulai besar, 51:30 dia mulai melihat, "Ah, udah enggak 51:32 apa-apa. Oh, sudah enggak menjadi 51:34 masalah. Oh, jadi ini enggak menentu." 51:36 Dia selalu begitu. 51:40 Karena apa? Karena sejak kecil dia tidak 51:44 pernah melihat keharmonisan, 51:47 tidak melihat sesuatu yang menyenangkan, 51:50 tidak bisa melihat sesuatu yang indah, 51:54 yang dilihat sesuatu yang tidak baik. 51:58 Ketidakbaikan ini meningkatkan pada 52:03 semangatnya. Semangat apa? Semangat 52:06 nafsunya. Akhirnya dia bergerak. 52:09 Dan setan itu masuk 52:14 ketika dia sedang bergerak, bergerak dia 52:17 melakukan semua 52:20 image yang dia dapatkan sejak kecil, dia 52:24 selalu rekam, 52:28 dia selalu perhatikan, 52:32 dia selalu tentukan. 52:35 Keadaan inilah yang menyebabkan 52:38 anak-anak itu tidak menentu berikutnya. 52:44 Apa yang terjadi ketika itu? Dia mau 52:47 melakukan apa? Ketika dia sudah 52:50 berkeluarga, oke 52:52 berkeluarga seperti itu ya. BB dekat 52:56 sedikit, perbedaan sedikit, ya sudah 52:58 diamin. Dia akan melakukan sesuatu yang 53:01 lain. 53:04 Perbuatan-perbuatan ini karena 53:06 perbuatan-perbuatan masa lalu yang 53:10 hasilnya sekarang. 53:13 Yang hasilnya sekarang. 53:17 Oleh karena itu, coba kita perhatikan 53:20 yang sekarang ini. Coba kita perhatikan 53:25 kondisi saat ini. 53:28 Untuk apa kita melakukan sesuatu yang 53:30 tidak kita senangi. Bahwa itu tidak 53:34 menentu, 53:36 bahwa itu tidak baik, bahwa perbuatan 53:40 itu tidak menyenangkan. 53:44 sebaiknya kita tinggalkan. Nah, kita 53:48 kembalikan diri kita, kita kembalikan 53:52 proses diri kita kepada sesuatu yang 53:55 baik, 53:57 sesuatu yang menyenangkan. 54:00 Jadi, apapun yang terjadi pada orang tua 54:03 yang lalu yang begitu abaikan. kita 54:08 abaikan, kita fokus sama diri kita, kita 54:12 fokuskan diri kita bahwa kita adalah 54:16 yang terbaik. 54:18 Perhatikan. Kita adalah yang terbaik. 54:23 Masukkan pikiran kita, kita adalah yang 54:27 terbaik. Ketika kita sudah masuk kepada 54:30 proses kepada diri kita yang terbaik, di 54:33 saat itulah kita akan tenang. 54:36 Oke, insyaallah. Tunggu dulu. 54:38 Masyaallah, Ustaz. Kalau wanita perlu 54:41 mengeluarkan 30.000 kata per hari 54:43 sementara pria hanya 7.000, kecerewetan 54:46 wanita secara umum dianggap wajar untuk 54:49 mengalihkan banyaknya yang diperlukan 54:52 untuk dikeluarkan. Kalau misalnya baca 54:56 Quran gitu ada resonansinya enggak? 55:00 Memang pepatah ini cukup populer ya. 55:04 Kalau seorang wanita 55:07 mengeluarkan 30.000 kata bahkan 100.000 55:11 kata laki-laki paling hanya 10.000 kata. 55:13 Tapi ini tidak berarti apa? Tidak 55:16 berarti semua wanita seperti itu. 55:19 Ada sebagian wanita 55:22 hanya mau ikut bicara dalam hal yang 55:24 baik, positif. Dia menahan dirinya dari 55:28 pembicaraan yang 55:29 iya 55:29 tidak baik. Jadi walaupun orang di 55:31 sekelingi bicara yang tidak-tidak, dia 55:33 diam. 55:34 Tapi kalau nyeletuk, nyeletuk yang baik, 55:37 mengingatkan hingga banyak orang merasa 55:39 malu. 55:40 He 55:42 sibuk membaca Al-Qur'an, 55:44 memberikan nasihat secara objektif 55:46 walaupun terhadap orang yang dekat dia 55:48 berani memberikan sentuhan yang baik 55:50 dengan cara yang baik. Ya, ini 55:52 sebetulnya banyak wanita-wanita salihah, 55:56 banyak wanita wanita salehah di 55:58 tengah-tengah kita ini yang menyibukkan 56:01 dirinya mengaji, berzikir, 56:04 tersenyum, memberikan nasihat yang baik, 56:06 bahkan termasuk motivator. 56:09 Ada wanita-wanita ibu-ibu saya jumpai 56:13 ya. 56:14 Kalau ada orang lagi susah dagang, 56:16 enggak ada pemasukan, dia ngeluh. Dia 56:19 bilang, "Enggak usah khawatir. Ibu juga 56:21 sama 56:23 punya toko terkadang enggak ada masuk 56:26 apa-apa. Tapi ingat, kalau kita terima 56:29 sabar, datangnya nanti bakal lebih besar 56:31 lagi." Innama yasobiruna ajrahum bighir 56:35 hisab. Suami istri yang lagi mau ribut, 56:37 bercerai, dia masuk bisa merekatkan 56:40 kembali. 56:41 Memang ada wanita-wanita yang masyaallah 56:43 tabarakallah memang Allah berikan apa? 56:46 Jiwa yang besar menjaga kehormatannya. 56:49 Di mana pun dia datang selalu membawa 56:51 kebaikan. 56:53 Tapi ada juga memang wanita yang sukanya 56:56 apa? Orang yang lagi rukun 56:59 dia masuk bisa ribut. 57:01 orang yang lagi senang tertawa, begitu 57:04 dia masuk langsung batuk-batuk satu 57:05 majelis mulai gelisah karena suka bawa 57:09 hal-hal yang tidak baik. Dan ini bukan 57:11 hanya perempuan, laki-laki juga 57:13 seabrek-abrek 57:16 sukanya membawa hal-hal yang tidak 57:17 nyaman. Orang lagi tenang di bawa 57:20 berita-berita yang membuat orang 57:21 gelisah, membuat orang takut. Di set 57:23 baru ni sekarang banyak bahkan laki-laki 57:25 jadi perempuan. 57:28 Laki-laki jadi perempuan. Bahaya enggak 57:31 bahaya? 57:32 Laki-laki kalau jadi perempuan berbahaya 57:34 luar biasa. Demannya kumpul sama 57:37 perempuan cerita cerita bertutur yang 57:39 enggak bagus. 57:40 Heeh. 57:43 Jadi kalau kita perhatikan ini semua 57:45 sebetulnya merupakan penyakit yang 57:47 sedang mewabah bukan hanya wanita, tapi 57:50 laki-laki juga. Apa banyak sekarang yang 57:53 tidak menyenangkan. Padahal Rasulullah 57:55 mengatakan, "Man kaana yukmin billah wal 57:58 yaumil akhir falya khairon a liyasmut." 58:01 Orang yang beriman kepada Allah dan hari 58:03 akhirat hendaknya dia berkata yang baik 58:05 atau diam. 58:09 Terkadang ada orang sakit 58:11 begitu dengar kata-kata dari seseorang 58:13 langsung segar kembali. Padahal 58:16 penyakitnya parah. Karena apa? Karena 58:18 diberikan motivasi, 58:21 kabar gembira. yang tadinya sudah enggak 58:22 semangat jalan, bisa bangkit lagi jalan. 58:25 Insyaallah. 58:25 Tapi ada orang sehat gara-gara dengar 58:27 satu orang ngomong langsung ambruk 58:28 sakit. 58:30 Jadi antum lihat bagaimana pengaruh dari 58:32 kata-kata. 58:34 Kata-kata ini luar biasa 58:36 tanpa kita duga sama sekali. Makanya 58:39 mudah-mudahan Allah jadikan kita 58:40 orang-orang yang selalu berkata baik, 58:42 membawa kebaikan, dijauhkan dari 58:44 kata-kata yang buruk yang bisa 58:46 menimbulkan kerusakan. Allah jadikan 58:48 kita sebagai rahmat bagi orang-orang di 58:51 sekeliling kita. Sebagaimana Nabi 58:53 merupakan rahmat semesta. Bukan pembawa 58:56 rahmat, tapi beliau sendiri merupakan 58:59 rahmat bagi alam semesta. 59:01 Mudah-mudahan insyaallah Allah 59:03 senantiasa jadikan pertemuan kita ini 59:04 pertemuan yang memberikan manfaat. 59:08 Subhanakallahumma wabihamdik 59:10 ashadu alla ilahailla anta astagfiruka 59:13 wa atubu ilaih. 59:16 Alhamdulillah. Ikhwan akhwat, apa yang 59:19 di 59:21 persembahkan hari ini akan mempersuasi 59:23 kita semua. Kalau ada di antara yang 59:26 memiliki kasus-kasus tertentu, silakan 59:29 kirimkan ke WA 081199720 59:34 ya. Insyaallah di kesempatan yang akan 59:37 datang jalan keluar atau gambaran 59:40 seperti apa yang akan dibahas di acara 59:42 psikologi keluarga. Ustaz Husein, Ustaz 59:45 Abu Bakar dan semua yang bersama-sama 59:47 acara ini. Terima kasih. Billahi taufik 59:49 wal hidayah. Wasalamualaikum 59:51 warahmatullah wabarakatuh. 59:52 Alhamdulillah.