Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Hamdan
- kirsir thiban barokan fih kama yuhibuna
- waardo. Allahumma shalli wasallim
- wabarik ala sayyidina Muhammadin waa ali
- sayyidina Muhammad. Masih dipancarkan
- dari Jalan Masjid Silaturahim nomor 36,
- Kalimanggis, Cibur, Bekasi, Radio
- Silaturahim dan juga Rasil TV untuk
- Islam yang satu. Assalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan
- akhwat yang dirahmati Allah. Senang
- sekali di Senin pagi hari ini kami bisa
- kembali menjumpai ikhwan akhwat dalam
- program acara renungan di bawah naungan
- Al-Qur'an untuk edisi 5 Januari 2026.
- Berdatan juga dengan hari ke-16 ya di
- bulan Rajab 1447
- Hijriah. Alhamdulillah telah hadir guru
- kita Ustaz Husein Alatas yang insyaallah
- akan ee menjawab beberapa pertanyaan
- dari ikhwan akhwat yang di program
- sebelumnya belum sempat dibacakan.
- Langsung saja kita awali pertemuan ini
- dengan pembacaan ee Quran surah
- Al-Fatihah yang akan dibimbing langsung
- oleh guru kita Ustaz Ustaz. Kami
- persilakan Ustaz.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin
- arrahmanirrahim
- maiki yaumiddin
- iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqimathalladzina
- anamta
- in.
- Amin.
- Amin. Amin. Amin ya rabbal alamin.
- Ikhwanat, semoga di pagi hari ini kita
- semua mendapatkan curahan rahmat dari
- Allah subhanahu wa taala mengawali
- kajian ini dengan pembacaan Quran surah
- al-Fatihah. Selanjutnya ada beberapa
- pertanyaan yang sempat tertinggal Ustaz
- di acara Majelis Umahat ee beberapa kali
- lalu, Ustaz. Ini dari ibu-ibu peserta e
- apa yang hadir di pengajian umah
- tersebut. Di antaranya dari e Bu Hajah
- Ning, Ustaz di ujung aspal.
- ini kalau mendoakan anak-anak agar
- menjadi anak yang salehah, saleh dan
- salehah dan agar diberikan hidayah agar
- senantiasa di jalan Allah. Namun katanya
- hidayah itu kan dijemput Ustaz, bukan
- ditunggu. Nah, maka bagaimana dengan
- masalah hidayah ini, Ustaz? Demikian
- pertanyaannya, Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin
- hamdan katsiron thyiban mubarokan f kama
- yuhibuna.
- Allahumma sholli ala Muhammadin wa ali
- Muhammad.
- Allahumma atina minika rahmah waimna min
- ladunka ilman nafi bimaam.
- Rabbana zidna ilman walhikna shihin.
- Asalamualaika ya Rasulullah. Assalamu
- alaina wa ala ibadillah shihin.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah.
- Sebelum kita menjawab
- pertanyaan-pertanyaan yang masuk, kita
- akan mulai dengan renungan satu ayat.
- dari surah Az-Zumar
- yaitu ayat yang ke-42.
- Allah berfirman, "Allahu yatawaal anfusa
- hina mautiha wallati lam tamut fi
- manamiha.
- Fayumsikati qod alaihal maut waursilul
- ukhra ila ajalim musamma. Inna fi
- dzalika laayatin
- liqaumihi yatafakkarun.
- Ayat ke-42 ini
- menerangkan kepada kita dua jenis
- kematian.
- Yang pertama wafat kubra. Yang kedua
- adalah wafat sughra.
- Sesungguhnya Allah mewafatkan
- jiwa-jiwa
- yang telah ditentukan saat kematiannya.
- Begitu pula jiwa-jiwa yang tertidur pada
- saat seorang dalam keadaan tidak sadar.
- Juga Allah Subhanahu wa taala mewafatkan
- jiwanya.
- Kemudian Allah kembalikan jiwa-jiwa yang
- belum tiba saat kematiannya,
- yang belum sampai ajalnya hingga batas
- waktu yang ditetapkan Allah.
- Sesungguhnya pada yang demikian itu
- terdapat ayat-ayat tanda-tanda bagi
- mereka yang mau berpikir dan bertafakur
- dalam bahasa Arab.
- Kata tawaffa ya tawaffa itu bisa berarti
- mengambil secara sempurna.
- Bisa berarti juga ya menggenggamnya atau
- bimakna yaqbidu ya secara sempurna.
- Dan
- kata tawaffa ya tawaffa sebagaimana yang
- sudah kita pahami menunjukkan arti
- kematian. bukan datang sendiri, tapi
- Allah Subhanahu wa taala yang
- mewafatkan. Artinya mengambil jiwa-jiwa
- pada saat kematiannya.
- Begitu juga pada saat seorang tertidur.
- Sebetulnya dia berada pada wafat sughra,
- kematian yang sughra. Cuma perbedaannya
- pada saat orang meninggal dunia di
- samping jiwanya ya Allah Subhanahu wa
- taala ambil juga rohnya meninggalkan
- jasadnya
- di samping jiwanya ya rohnya juga
- meninggalkan jasadnya hingga pada saat
- itu jasad betul-betul sempurna dalam
- kematian.
- Adapun pada saat tidur Allah Subhanahu
- wa taala mengambil jiwanya hingga berada
- dalam keadaan tidak sadar.
- Sedangkan rohnya masih berada apa? Masih
- berada pada tubuhnya. Dan roh itu adalah
- rahasia kehidupan. Dalam bahasa
- Indonesia disebut nyawa. H.
- Tapi kalau jiwa ya berbeda dengan roh.
- Walaupun kehidupannya
- bergantung dengan sendirinya apa? Kepada
- ruh, tapi jiwa ya merupakan eksistensi
- yang bertanggung jawab terhadap seluruh
- perbuatan manusia.
- Jiwa-jiwa yang beriman.
- jiwa
- yang betul-betul menjaga dirinya dalam
- keadaan fitrah dengan beriman kepada
- Allah, mengerjakan amal saleh, bertakwa
- kepadanya
- dengan sendirinya berbeda dengan jiwa
- yang dibiarkan hanyut bersama nafsu,
- bersama angan-angan, bersama kecintaan
- terhadap dunia ini. Ini yang membedakan
- antara jiwa yang beriman dan jiwa yang
- tidak beriman. Jiwa yang beriman adalah
- jiwa yang tetap dijaga dalam
- kesuciannya.
- Sebagaimana firman Allah, qod aflaha man
- zakaha waqad khaoba manasaha. Sungguh
- beruntung seorang yang menjaga kesucian
- jiwanya
- dengan keimanan, dengan ketakwaan,
- dengan mengerjakan amal saleh, jiwanya
- betul-betul akan tetap seperti dalam
- keadaan pertama kali diciptakan Allah fi
- ahsani taqwim atau dalam keadaan fitrah.
- Allah berfirman dalam suratrum. Faqim
- wajhaka lidini hanifa.
- Hendaklah kamu luruskan wajah kamu.
- Hadapkan wajah kamu ke hadapan Allah.
- Ya, berjalan di atas tuntunan agamanya.
- Lalu Allah menerangkan,
- fitratallah allati fatharasa alaiha.
- Bila kamu meluruskan wajah kamu
- menghadap ke hadapan Allah dengan
- mengikuti tuntunan agamanya, maka ini
- akan membuat kamu selaras
- dengan fitrah Allah. Ketika pertama kali
- manusia diciptakan Allah sebelum dirinya
- tercemar.
- Sebelum dirinya tercemar
- oleh berbagai macam perilaku dan keadaan
- yang tidak baik.
- fitratallah allati fatarasa alaiha
- la tabdilqillah
- jadi faqim wajhakidini hanifa
- fitratallah allati fatarasa alaiha la
- tabdalqillah
- wakin aksasi yamun dan ingat tidak akan
- ada perubahan bagi ciptaan Allah
- jiwa
- yang tenggelam hanyut bersama syahwatnya
- tidak akan dapat mengubah fitrahnya.
- Oleh karena itu ya pada saat dia sadar
- dalam keadaan sendiri kembali jiwanya
- bergolak penuh keresahan, kegelisahan.
- Apabila apa? Apabila dia hidup jauh dari
- apa? Kesucian dan fitrah yang Allah
- ciptakan.
- Tapi bila dia beriman, jiwanya akan
- semakin terang. dia mengerjakan amal
- saleh ya akan betul-betul menyuburkan.
- Menyuburkan apa? Jiwanya dengan
- nilai-nilai mulia, kedekatannya kepada
- Allah subhanahu wa taala, kecintaannya
- pada amal saleh. Ini yang Allah
- gambarkan.
- Walakinnallaha habbaba ilaikumul
- iman waanahu fi qulubikum waaraha
- ilaikumul kufra wal fusuq walyan.
- Jadi orang-orang yang menjaga kesucian
- jiwanya, Allah buat mereka mencintai
- keimanan amal saleh. Allah hiasi dalam
- jiwa mereka dan membuat mereka jiji
- menjauh dari perbuatan-perbuatan
- keji dan maksiat maupun kekafiran.
- Jadi bukan Allah yang menyesatkan
- manusia ya,
- tapi perbuatan mereka yang menempatkan
- mereka di tempat yang mulia menerima
- hidayah Allah.
- atau apa? Atau mereka tempatkan dirinya
- di tempat-tempat yang jauh dari hidayah
- Allah itu kekafiran dan
- perbuatan-perbuatan ingkar.
- Jadi Allah Subhanahu wa taala ya
- mewafatkan jiwa-jiwa pada saat matinya.
- Begitu pula pada saat tidurnya.
- Lalu Allah tahan jiwa yang telah tiba
- saat ajalnya.
- Sedangkan yang belum tiba saat ajalnya
- Allah kembalikan ke tubuhnya. Berarti
- kematian ya yang masuk dalam kategori
- wafat sughara kematian kecil ini
- sebetulnya merupakan saat di mana
- manusia ya berpotensi
- untuk menghadapi kematian secara total
- kecuali dengan rahmat Allah.
- Jadi kalau seandainya orang bertanya
- tentang kemungkinan kebangkitan manusia
- dari kematian, sebetulnya setiap kali
- dia tidur di malam hari kemudian dia
- bangkit menunjukkan bagaimana kekuasaan
- Allah Subhanahu wa taala untuk
- kebangkitan dirinya. Dan dari keterangan
- ini juga merupakan bantahan terhadap
- kaum ya kaum apa? Kaum materialis yang
- beranggapan seolah-olah semua ini
- kembali kepada fungsi otak.
- Mereka tidak mengimani adanya jiwa.
- Tidak mengimani adanya ji
- jiwa.
- Jiwa. Nah, jiwa ini yang sebetulnya akan
- berdiri di hadapan Allah,
- mempertanggungjawabkan perbuatannya.
- Sedangkan jasad kita mengikuti jiwa
- kita. Apabila kita condong pada kebaikan
- ya atau condong pada keburukan dengan
- sendirinya ini yang akan menentukan
- perilaku kita. Maka Nabi mengatakan,
- "Apabila
- kalbu seseorang sehat, maka amalnya juga
- akan ikut sehat." Bila kalbu seseorang
- dalam keadaan sakit, amalnya pun juga
- apa? Akan mengalami keadaan sakit. Jadi,
- mari kita bersihkan jiwa kita dengan
- iman, dengan membiasakan diri,
- mengerjakan amal-amal saleh, melatih
- diri dengan ibadah siam, membaca
- Al-Qur'an yang akan mensucikan kembali
- jiwa kita. mengembalikannya ke dalam
- fitrahnya dan membuat dengan mudah kita
- mengerjakan amal saleh dan menjauh dari
- perbuatan buruk. Nah, ini merupakan
- jalan menuju taubat. Dan harus kita
- sadari bahwa seseorang apabila dalam
- keadaan tidur sebetulnya tidak berbeda
- dengan kematian.
- Cuma perbedaannya orang yang tidur
- rohnya masih bersemahyam dalam jasadnya,
- jiwanya meninggalkan jasad. Nah, kalau
- Allah perintahkan juga roh untuk
- meninggalkan jasad, maka tak lama
- kemudian tubuh akan dingin membeku
- dan kelak akan kembali disatukan pada
- saat hari kebangkitan nanti dan dia akan
- berdiri di hadapan Allah Subhanahu wa
- taala. Oleh karena itu yang dipanggil
- oleh Allah ya ayyatuhan nafsul mutmainah
- juga Allah jelaskan tanggung jawab
- konsekuensi dari perbuatan seseorang
- dikembalikan kepada jiwa. La
- yukallifulahu nafsan illa wushaa laha
- makasabat wa alaiha makasabat.
- Setiap perbuatan baik akan kembali
- manfaatnya manisnya kepada seseorang
- kembali kepada jiwanya. Begitu juga
- akibat buruk dari perbuatannya.
- Nah, ini sebetulnya menjelaskan kepada
- kita betapa kuasanya Allah atas diri
- kita. Baik orang yang besar,
- berpengaruh, berkedudukan, kaya raya, ya
- Allah Subhanahu wa taala
- memerintahkan
- jiwa dan rohnya meninggalkan jasad
- seseorang, tak ada seorang pun yang
- kuasa untuk menyelamatkan dirinya. Ini
- merupakan hal yang perlu kita pahami
- bahwa kehidupan ya dan mati itu bukanlah
- sepenuhnya di bawah menjelaskan bahwa
- hidup dan kematian sepenuhnya merupakan
- apa? Merupakan kekuasaan Allah Subhanahu
- wa taala.
- Dan kita juga harus mengingat bahwa
- kematian itu, tidur itu merupakan
- bahagian dari kematian.
- Dan Allah Subhanahu wa taala ingatkan
- agar kita betul-betul menjaga kesucian
- jiwa kita yang akan juga menjaga
- kebersihan amal kita dan hidup kita dan
- setiap orang bertanggung jawab atas
- pilihannya.
- Ee berkaitan dengan pertanyaan tadi
- mengenai hidayah.
- Allah Subhanahu wa taala berfirman,
- "Walladzinaadau zadahum huda." Orang
- ketika mendengarkan petunjuk dari Allah
- kemudian dia menerima ya menyambutnya
- maka Allah tambahkan hidayahnya di hati
- mereka. Sebaliknya falamma zagu
- azagallahu qulubahum. Begitu jiwa mereka
- menyeleweng, mereka ikuti hawa nafsu
- mereka, Allah Subhanahu wa taala juga
- akan apa? Akan selewengkan hati mereka
- sesuai dengan perbuatan mereka. Artinya
- Allah akan membalas manusia sesuai
- dengan pilihan dan perbuatannya.
- Sebagaimana orang kalau masuk ke dalam
- kegelapan dia akan berada dalam gelap
- gulita. H
- masuk ke dalam suasana terang benerang.
- Dia akan merasakan pandangannya
- betul-betul dalam keadaan apa? Dalam
- keadaan sempurna.
- Jadi kalau seorang memilih mengikuti
- petunjuk Allah, Allah Subhanahu wa taala
- akan terangi hidupnya, tambahkan
- hidayahnya, dekatkan kepadanya. Tapi di
- saat dia memilih untuk mengikuti setan
- dan hawa nafsunya, maka dengan
- sendirinya apa? Dia memilih kesesatan.
- Allah perlakukan sesuai dengan
- perbuatan. Ini juga makna yubiru man
- yasyaahdi
- yasya. Bukan secara semena-mena. Tapi
- Allah membalas manusia sesuai dengan
- pilihan dan perilakunya.
- Artinya setiap orang harus berusaha
- betul-betul untuk apa? Untuk
- menyambut petunjuk dan hidayah Allah.
- Begitu dia menyambut dan tidak
- mengingkarinya,
- kemudian dia mengikutinya, datanglah
- bala bantuan dari Allah. Bila orang
- berjalan menuju Allah satu jengkal,
- Allah akan menghampirinya satu hasta.
- Bila dia mendekat satu hasta, Allah akan
- mendekat kepadanya satu depan. Bila dia
- berjalan, Allah akan berlari menghampiri
- dirinya. Ini bukan berarti Allah
- berlari, tapi maksudnya rahmat Allah
- lebih cepat menjemput seseorang daripada
- dia yang mendekat kepada rahmat Allah
- Subhanahu wa taala. Ini merupakan rahmat
- yang tak terhingga dari Allah.
- Nah, doa juga bahagian dari apa? Dari
- upaya untuk menjemput hidayah.
- Baik doa dari kedua orang tua
- ya. Kemudian doa dari yang bersangkutan
- itu juga bagian dari usaha untuk
- mendapatkan hidayah. Karena hanya dengan
- amal kita, dengan usaha tanpa kita mohon
- kepada Allah Subhanahu wa taala hasilnya
- seperti orang yang bercocok tanam
- dipenuhi persyaratannya tapi Allah tidak
- membantu dirinya. H
- karena yang menanam manusia, yang
- menumbuhkan
- Allah.
- Nah, kalau Allah Subhanahu wa taala
- tidak membantu menumbuhkan
- tanaman-tanaman yang ditanam, tidak
- mungkin akan tumbuh. Betul gak? Jadi
- antara usaha dan doa karena tidak
- seluruh apa? Tidak seluruh apa?
- Tidak seluruh hasil dari amal kita
- bergantung pada usaha kita.
- Usaha kita sebetulnya tidak berarti
- dibanding dengan rahmat dan bantuan dari
- Allah. Sebagai contoh, kalau seorang
- petani katakan Kang Rizal,
- dia bercocok tanam menanam padi atau
- sayur-mayur.
- Dari mulai tanah disiapkan, kemudian
- diberikan pupuk,
- setelah itu dia mulai menandur atau
- menanam.
- Itu usaha dia kan.
- Iya.
- Tapi yang menumbuhkan
- Allah.
- Begitu juga mempersiapkan juga ee beras
- pada kantong-kantong padi. Ya, siapa?
- Allah Subhanahu wa taala. Nah,
- bandingkan atau ya Allah yang lakukan
- dengan apa yang dilakukan petani.
- Perbandingan mana yang lebih besar?
- Allah.
- Allah. Jadi kalau Allah Subhanahu wa
- taala tinggalkan petani hanya bergantung
- pada usahanya, maka semuanya akan
- sia-sia. Begitu juga orang yang menanam
- pohon durian, dia tanam, dia pupuk, dia
- siram. Pohon tersebut besar hari demi
- hari. Sampai di saat dia tidur pun si
- pohon juga apa?
- Tumbuh.
- Tumbuh. Nah, pada saat dia mengeluarkan
- bunganya kemudian menghasilkan juga apa?
- Pentil-pentil durian hingga tumbuh
- dewasa. Lalu yang memberikan aroma
- durian begitu juga rasanya yang
- bermacam-macam kan. Kemudian dibungkus
- dan dijaga dengan kulit yang begitu
- kokoh ditambah dengan duri-duri untuk
- menjaga agar tidak merusak isinya siapa
- yang melakukan
- Allah. Tidak satuun petani yang
- mengatakan bahwa saya yang menumbuhkan
- bunga tersebut kemudian melahirkan dia
- punya apa pentilnya. Sama sekali tidak.
- Jadi kenapa kita diperintahkan untuk
- berdoa dan memulai pekerjaan kita dengan
- membaca bismillahirrahmanirrahim
- agar usaha kita diiringi dengan rahmat
- Allah. Kita hanya berusaha, tapi rahmat
- Allah Subhanahu wa taala yang menentukan
- kesuksesan, keberhasilan usaha kita.
- Jadi, bismillahirrahmanirrahim bukan
- hanya doa ya, tapi mengandung makna yang
- dalam. Mohon agar Allah mengiringi
- usahanya dengan rahmat dan kasih-Nya
- yang maha pengasih lagi maha penyayang.
- Jadi, ibu berdoa betapa indahnya. Karena
- doa ibu seperti doa nabi terhadap
- umatnya. Tapi harus ada juga usaha dari
- yang bersangkutan.
- Nabi berdoa agar Allah memberikan
- hidayahnya kepada para pembuka Quraisy.
- Tapi yang menerima hidayah tidak
- semuanya. Kenapa? Karena sebagian
- walaupun tahu kebenaran menolak karena
- kesombongannya seperti iblis. Iblis
- bukan tidak tahu. Dia lebih tahu
- dibandingkan kita maupun ulama-ulama
- kita. Iya.
- Tapi karena kesombongan menghalangi
- mereka beriman. Begitu juga Abu Jahal.
- Sedangkan orang seperti Sayidina Umar
- ketika pertama dia menentang memerangi,
- tapi begitu hatinya tersadar
- langsung dia kembali menerima hidayah
- Allah Subhanahu wa taala. Begitu juga
- keadaan ya para pembuka Quraisy yang
- beriman. Mereka bukan begitu saja
- mendapatkan hidayah, tapi dimulai dari
- kesadaran dan kesiapan untuk menerima
- kebenaran.
- Tapi paman Rasul seperti Abu Lahab
- walaupun tahu kebenaran dia menolak
- karena kesombongan kebanggaannya. Hingga
- Allah
- turunkan firmannya tabbat yada Abi
- Lahabi Watab. Begitu juga putra Nabi
- Allah Nuh,
- istri Nabi Nuh, istri Nabi Allah Lud.
- Tapi sebaliknya Asia istri Firaun karena
- jiwanya terbuka menerima kebenaran Allah
- berikan dia hidayah sedangkan suaminya
- termasuk orang yang dilaknat dan dikutuk
- oleh Allah walaupun telah berulang kali
- menyaksikan ayat-ayat Allah di
- hadapannya. Dan dia berjanji untuk
- beriman bila Allah menyingkap
- berbagai macam bencana yang menimpa
- negerinya dan penduduknya.
- Jadi kita mohon agar jiwa kita ini
- selalu terbuka untuk menerima kebenaran,
- jauh dari kesombongan, kebanggaan. Maka
- jauhkan semua sikap perbuatan yang
- menunjukkan kesombongan termasuk
- flexing. Pamer bukan pamer seharusnya
- kita membantu sesama kita.
- Iya.
- Tapi dalam segala hal semuanya sekarang
- pamer. Perkawinan juga pamer, ulang
- tahun juga pa
- pamer.
- Pamer. Jadi semua kita perhatikan ini
- yang menjadi beban buat hidup kita
- karena hobi pamer.
- Kita bisa hidup sederhana membahagiakan
- kita tapi kita enggak cukup begitu. Kita
- ingin orang lihat.
- He.
- Masak sayur-mayur yang bagus masukin di
- mana?
- Instagram. [tertawa]
- Instagram. Mending dia kirimkan. Dia
- kirimkan. ya masakannya kepada
- orang-orang yang melihat ini enggak
- cuma dipamerkan, [tertawa]
- pakaian dipamerkan, tubuh dipamerkan
- padahal semua itu merupakan karunia
- Allah Subhanahu wa taala.
- Wallahuam.
- Baik, Ustaz Nah, bagaimana juga kalau
- kita sudah tadi ya memberitahu supaya
- anak kita mendapatkan hidayah atau
- kebalikannya anaknya sudah saleh
- salehah, orang tuanya belum mendapatkan
- hidayah. Artinya kan sudah di luar
- kendali kita, Ustaz. Sudah di luar
- kendali kita. Apakah kita cukup? ya
- sudah kembalikan sama Allah. Atau ada
- yang sampai mungkin stres, depresi,
- anaknya tidak tidak juga kunung kunjung
- tobat atau kebalikannya orang tuanya.
- Bagaimana, Ustaz, dengan kita ini?
- Artinya kewajiban orang tua
- mendidik anaknya,
- bahkan mempersiapkan pendidikan anaknya.
- Dari mulai anak belum lahir.
- Iya.
- ketika dia memilih istri ini juga
- menentukan
- anaknya ini ya untuk hidup dalam
- lingkungan yang baik atau tidak. Kalau
- bapaknya saleh, ibunya salehah walaupun
- tidak pasti tidak pas
- tidak pasti
- anaknya lahir dalam lingkungan yang baik
- diharapkan insyaallah si anak bisa
- tumbuh dalam kebaikan.
- Kemungkinannya besar, Ustaz, ya. Tapi
- kita harus tahu bahwa anak tersebut
- bukan robot yang kita lahirkan,
- tapi manusia yang berjiwa, yang punya
- pilihan.
- Jadi terkadang bapaknya saleh, ibunya
- salhah, anaknya justru terpengaruh oleh
- apa? Gaya hidup yang tidak baik,
- terpengaruh dengan teman-temannya.
- Akhirnya terjerumus dalam narkoba,
- terjerumus dalam perzinaan. Ya, itu
- bukan tanggung jawab orang tua kalau
- mereka sudah berusaha mendidik anak
- mereka. Terkadang dalam satu renceng ya,
- satu tangkai.
- Iya.
- Ada yang busuk.
- Ada yang bu
- busuk. Iya.
- Saya kenal ya ada beberapa orang
- yang satu ini shah thayyibah, jujur yang
- luar biasa.
- Tapi yang satu lagi ternyata
- wali iyadubillah tidak jujur. Tangannya
- juga panjang, gemar mencuri. Padahal
- berasal dari ayah ibu yang sama. H
- berasal dari ayah ibu
- yang sama.
- Yang sama.
- Artinya walaupun ayah ibunya baik
- mendidik anaknya, bukan berarti jiwa
- anak tersebut dikemudikan oleh orang
- tua. Mereka punya pilihan.
- Jadi mempersiapkan anak tersebut ya dari
- mulai belum lahir dengan memilih wanita
- yang salehah. Bukan wanita yang suka
- gaya hidup yang tidak benar. Wanita juga
- memilih suami-suami yang akan menjadi
- pendamping yang baik dan orang tua yang
- baik buat anak-anaknya.
- Mereka mendidik anak mereka. Apabila
- mereka telah mendidik mengingatkan
- ternyata si anak ya tetap menyeleweng,
- maka bebaslah tanggung jawab. He.
- Tapi kalau Bapak Ibu mengabaikan
- pendidikan anaknya, si anak menyeleweng,
- maka dengan sendirinya
- Bapak Ibu bertanggung jawab di hadapan
- Allah.
- Nah, terkadang bapak ibunya yang tidak
- beriman, maka anak yang beriman ini
- berusaha mengajak orang tuanya.
- Saya menyaksikan di satu tayangan
- Instagram,
- saya sebetulnya kurang begitu suka
- menyaksikan. Tapi kalau ada hal-hal yang
- menarik saya minta tunjukkan. Di
- antaranya
- seorang dari Brazil,
- seorang pemuda ya yang tadinya nonmuslim
- ketika dia masuk ke dalam Islam, dia
- mulai merayu ibunya untuk masuk ke dalam
- Islam.
- Si ibu di samping tertarik mendengarkan
- keterangan anaknya ketika anaknya
- mengatakan bahwa Islam menghormati Yesus
- Kristin.
- Kalau ibu masuk ke dalam Islam berarti
- ibu beriman kepada Muhammad nabi
- terakhir, saudara dari siapa?
- Yesus.
- Yesus ya. Dan beriman juga kepada Yesus.
- H.
- Kemudian ibu bertanya, "Bagaimana
- prinsip-prinsip dijelaskan?" Si ibu
- bertanya langsung spontan, "Bagaimana
- saya masuk ke dalam Islam?" Si anak
- mengatakan, "Mudah sekali. Cukup kamu
- bersaksi tiada Tuhan selain dari Allah
- dan Muhammad Rasulullah. Kamu ikuti
- tuntunan itu dengan mudah
- tanpa harus melalui pembaptisan ini itu
- dan lain sebagainya. Sibuk masuk ke
- dalam Islam tak lama kemudian dia
- meninggal dunia." Masyaallah.
- Hidayah Allah masuk ke dalam hati
- seseorang dengan mudah. Betul gak?
- Betul. Tapi ada ibu bapak anaknya ulama.
- Anaknya ula
- ulama.
- Malah yang jadi penentang paling besar
- adalah orang tuanya.
- Jadi semua ini yang menentukan adalah
- Allah.
- Dan Allah disaat menentukan bukan
- semena-mena tapi berdasarkan betul-betul
- keadilannya. Di samping keadilannya juga
- berdasarkan rahmat kasih-Nya. Allah
- memberikan kesempatan bagi hambanya
- untuk apa? Mengikuti petunjuknya. Kalau
- sudah diberikan kesempatan, diberikan
- keluasan, diberikan juga apa hidayahnya
- dia menolak, maka tugas para rasul hajat
- menyampaikan bukan memaksa.
- Bilal bisa masuk ke dalam Islam. Itu
- bukan pilihan Rasul, hidayah dari Allah.
- Begitu juga Abu Lahab ketika dia tidak
- beriman walaupun Rasul berharap pamannya
- beriman, tapi karena dia memilih untuk
- bersikap sombong, Allah sesatkan
- walaupun paman Nabinya.
- Jadi dalam memberikan hidayah atau
- menyesatkan Allah tidak dipengaruhi oleh
- apa? Oleh perasaan tidak enak seperti
- kita anak ustaz, anak kiai, orang tuanya
- berjasa. Tidak. Tapi berdasarkan
- keadilan dan rahmatnya serta
- kesabarannya
- apabila diberikan kesempatan masih
- menolak, maka tugas dari apa? Orang tua
- selesai. Begitu juga sahabat-sahabat
- orang di sekeliling kita. Jangan kita
- berpangku tangan ajak mereka juga untuk
- apa? Untuk kembali pada Allah. Bukan
- untuk mewarnai dirinya dengan warna
- sektarian.
- He
- ini yang berbahaya. Orang beranggapan
- dirinya berjuang untuk kebenaran,
- artinya untuk sunah. Ya, padahal
- sebetulnya jauh dari sunah Rasul. Karena
- bukan mengajak kepada Allah, mengajak
- kepada diri dan kelompoknya. Kalau
- enggak masuk dalam kelompoknya dimusuhi.
- Jadi yang ada pada saat ini sebetulnya
- sekte-sekta
- bukan Islam yang sebenarnya yang
- mengislamkan dirinya kepada Allah
- mengikuti sunahnya yang menaburkan
- rahmat tapi menaburkan kebencian
- terhadap orang yang tidak berada pada
- golongannya dan kefanatikan terhadap
- orang yang berada pada kelompoknya.
- Salahnya dibela, benarnya orang lain
- disalahkan. Dibenar orang lain
- disalahkan,
- salah kelompoknya dibela. ini yang
- terjadi. Nah, kita tidak ingin radio
- silaturahmi masuk dalam perangkap ini.
- Wallahuam.
- Baik, Ustaz. Kita beralih ke pertanyaan
- dari Bu Nurillah di Bogor, Ustaz.
- Terkait wafat sugro ya, Ustaz. Ini ee
- banyak orang, Ustaz, yang bermimpi
- bertemu dengan anggota keluarga yang
- sudah wafat. Nah, apakah dalam pandangan
- Islam tidur itu merupakan momen di mana
- roh orang yang hidup bisa berjumpa
- dengan roh orang yang sudah meninggal di
- alam barzakh? sejauh mana kita boleh
- mempercayai pesan yang disampaikan dalam
- mimpi tersebut juga bagaimana terkait
- mimpi bertemu Rasul. Apakah ini juga
- bisa dipercayai, Ustaz? Demikian.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Satu hari Sayidina Umar Ibnu Khattab
- radhiallahu anhu ketika berkumpul
- bersama para sahabat bertanya, "Siapa di
- antara kalian yang bisa menjelaskan
- kepada saya?
- Saya terkadang bermimpi, tapi mimpi
- tersebut bagaikan angin lalu
- tidak menjadi kenyataan.
- Tapi terkadang saya bermimpi menyaksikan
- sesuatu tidak lama kemudian menjadi
- kenyataan.
- H
- tidak lama kemudian
- jadi kenyataan.
- Sahabat pada saat tersebut
- berdiam.
- Tahu-tahu tampil Amirul Mukminin Ali ibn
- Abi Thalib Alaih Salam menjawab dengan
- membacakan ayat tadi. Allah mewafatkan
- jiwa-jiwa pada saat matinya.
- Demikian pula seseorang pada saat
- tidurnya.
- Lalu orang yang telah tiba ajalnya
- ditahan, sedangkan yang belum tiba
- ajalnya dikembalikan ke dalam tubuhnya.
- Di sini sebetulnya perlu kita pahami ya,
- bahwa manusia terbagi kepada tiga unsur
- eksistensi. Yang pertama adalah jasadnya
- yang merupakan pakaiannya,
- raganya.
- Yang kedua, jiwa. Yang ketiga, ruh. Beda
- antara jiwa dan ruh.
- He.
- Beda antara jiwa dan
- ruh.
- Roh. Ruh ini menjelaskan sirul hayah,
- rahasia kehidupan.
- Begitu manusia diciptakan oleh Allah
- Taala, Allah anugerahkan dirinya dengan
- pendengaran, penglihatan juga afidah.
- Ya, Allah tiupkan ke dalam rohnya, ke
- dalam tubuhnya. Tiupan di sini merupakan
- gambaran metafora.
- Seperti kalau seorang meniup balon yang
- tadinya tidak apa berkembang, begitu
- ditiup langsung berkembang kan.
- Nah, manusia yang tadinya dalam keadaan
- beku mati, Allah tiupkan ruh ke dalam
- tubuhnya. Ini sebagai satu bahasa
- ungkapan perumpamaan.
- Begitu Allah tiupkan rohnya langsung
- tubuhnya berdenyut ya dengan kehidupan
- jiwanya pun langsung aktif.
- Jiwanya
- aktif.
- Sedangkan jiwa ini justru apa? Pusat
- kendali manusia. Semua perasaan terdapat
- di sana.
- Nafsu terdapat di sana. Akal juga
- terdapat di sana.
- Terdapat di sana
- di sana. Nah, jiwa manusia ketika
- diciptakan pertama kali oleh Allah dalam
- keadaan suci,
- dalam keadaan lurus penuh keseimbangan.
- Laqad khalaqnal insana fi ahsani taqwim
- wa nafsin wa sawaha. Demi jiwa ketika
- diciptakan Allah pertama kali dalam
- keadaan yang penuh dengan keseimbangan.
- Tinggal tanggung jawab manusia. Q aflaha
- zaka waqa.
- Nah, pada saat seorang tidur Allah
- genggam jiwanya. He
- kesadarannya, tapi rohnya masih ada pada
- tubuhnya.
- Heeh.
- Oleh karena itu ya kita saksikan
- walaupun dia tidak sadar tapi kehidupan
- masih ada padanya.
- Nah, pada saat jiwa meninggalkan jasad,
- Allah Subhanahu wa taala tunjukkan
- bisa saja kejadian-kejadian masa akan
- datang.
- Bisa saja jiwa bertemu juga dengan apa?
- dengan jiwa-jiwa yang telah diwafatkan
- oleh Allah Subhanahu wa taala.
- Jadi bisa saja dia ketemu orang tuanya.
- He.
- Orang tuanya memperingatkan dirinya agar
- sadar kembali pada Allah.
- Ada juga yang bertemu dengan Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- sampai dalam satu hadis, man roani fil
- manam. Ya, siapa yang melihat aku dalam
- tidurku? Faqarani
- kenapa? lianitan la yatamaru bih. Karena
- setan enggak bisa sama sekali apa?
- Menyerupai
- menyerupai Rasul. Tapi dengan sendirinya
- yang dilihat betul-betul Rasulullah.
- Karena bisanya setan ya.
- He.
- Anggapan dia itu rasul padahal bukan
- rasul.
- H.
- Paham? Karena apa? Karena dari mulai
- sebelum tidur pun dia tidak menjaga sama
- sekali dirinya. Tidak berdoa kepada
- Allah subhanahu wa taala. Padahal Rasul
- menganjurkan orang untuk apa? untuk
- dalam berwudu kemudian berdoa kepada
- Allah Subhanahu wa taala agar Allah
- menjaga dirinya dari setan. Jadi pada
- saat jiwanya meninggalkan raganya, dia
- bisa melakukan perjalanan ya yang luar
- biasa betul-betul menuju kepada masa
- akan datang yang mana yang mana tubuh
- sama sekali tidak mampu melakukan.
- Ketika jiwa di jasad juga dia tidak
- mampu melakukan ya begitu jiwa ya
- meninggalkan jasad digenggam oleh Allah
- bisa saja dia menyaksikan kejadian masa
- akan datang atau dia menyaksikan satu
- peristiwa
- kemudian setahun kemudian ternyata
- menjadi kenyataan seperti yang dilihat
- dalam mimpinya.
- Iya. Iya.
- Seperti yang dilihat dalam
- mimpinya. bisa saja dia kembali ke masa
- lampau. Jadi kita harus tahu pada saat
- jiwa meninggalkan jasad maka keadaannya
- berbeda dengan jiwa dalam jasad. Jadi
- bisa saja dia menyaksikan atau
- diperlihatkan oleh Allah Subhanahu wa
- taala kejadian-kejadian yang mungkin
- terjadi. Nah, kemudian Imam Ali
- mengatakan apa? Nah, pada saat jiwa akan
- kembali ke jasad, setan mengirimkan
- mimpi-mimpi buruk.
- Hm.
- Mimpi-mimpi bu
- buruk
- buruk. Oleh karena itu Rasulullah
- mengatakan, "Bila kalian melihat mimpi
- buruk, jangan ceritakan pada seseorang
- tapi berludah ke kiri sebanyak tiga
- kali." Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Azubillahiminasyaitanirrajim.
- Setelah itu berdoa, "Allahumma inni
- azubika min syarri ma roaitu fi manami."
- Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari
- mimpi buruk yang aku lihat. Jangan
- ceritakan kepada orang,
- nanti diberikan penafsiran-penafsiran
- yang menimbulkan sugesti buruk kepada
- kita.
- Saya tadi malam mimpi gigi saya jatuh,
- Teman bilang, "Wah, bakal ada yang mati
- keluarga kamu."
- Hm.
- Saya mimpi tadi begini, "Wah, kamu bakal
- hancur usaha kamu." Akhirnya karena
- mendengarkan takwil seperti ini muncul
- sugesti di hatinya.
- Akhirnya merusak hidupnya dengan apa?
- Dengan penafsiran-penafsiran yang tidak
- benar. Karena sugesti ini berpengaruh.
- Orang kalau punya sugesti penuh harapan,
- semangat gak?
- Allah kasih mudah, berhasil kan?
- Iya.
- Tapi kalau dia tidak punya sugesti, yang
- baik malah buruk.
- Wah,
- belum apa-apa udah udah kesandung.
- Bagaimana dengan penafsir mimpi, Ustaz?
- Tukang tafsir mimpi
- ya. Kebanyakan dari mereka kan
- menafsirkan tidak ada sama sekali beban.
- Oh, iya.
- Betul gak?
- Betul.
- Asal keluar dari mulut mereka bisa
- menyenangkan, bisa juga menimbulkan
- ketakutan. Begitu ketakutan, bagaimana
- jalan keluarnya? Jalan keluarnya begini
- begini, ujung-ujungnya apa?
- Bisnis.
- Bisnis.
- Betul gak?
- Jadi kesimpulannya
- menjawab pertanyaan Ibu bahwa sebetulnya
- yang meninggalkan jasad pada saat tidur
- bukan ruh. Ruh ini merupakan rahasia
- kehidupan. Dalam Al-Qur'an tidak pernah
- roh disifati dengan sifat buruk. Enggak
- ada roh jahat.
- Hm.
- Enggak ada roh ja.
- Iya.
- Malah Jibril namanya Ruhul Amin.
- Al-Qur'an juga di antara namanya ruh.
- Wakadalika ilaika ruhan min amrina.
- Kemudian surga juga rauhun waraihan.
- Tapi kalau jiwa ini
- yang mendapatkan sifat baik atau buruk,
- mulia atau hina kembali kepada pilihan
- perbuatan ini. Karena semua pusat
- kendali di sini. Di saat dia
- dikendalikan oleh nafsunya, akal
- sehatnya akan hilang. H
- betul gak? Imannya juga akan tertahan.
- Tapi pada saat dia membiasakan dirinya
- dengan iman dan amal saleh, maka dia
- akan mengendalikan tubuhnya,
- aktivitasnya menuju ke ridaan Allah
- dengan taufik dan hidayahnya. Jadi
- kesimpulannya, Ibu, pada saat seorang
- tidur ya jiwanya meninggalkan raganya
- digenggam oleh Allah dan bisa saja Allah
- memperlihatkan juga apa
- kejadian-kejadian di masa akan datang
- atau bertemu dengan jiwa-jiwa yang telah
- kembali kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Tahu-tahu orang tuanya memberikan
- bisikan seperti seorang perempuan dalam
- mimpi anaknya
- ketika meninggal beberapa hari kemudian
- sibuk mengatakan
- harta benda, emas, perak, semua tidak
- berguna di tempat ini. Tapi yang berguna
- adalah iman dan amal saleh. Siapkan amal
- salehmu. Ini nasihat dari ibu. Dengan
- rahmat Allah, Allah pertemukan jiwa
- orangnya dengan jiwa orang tuanya.
- Betul. Bukan dia dengan usahanya, tapi
- dengan izin Allah. atau dia menyaksikan
- satu peristiwa.
- Contohnya dia menyaksikan katakan dia
- akan mengalami kejadian begini tah-tahu
- setahun kemudian mengalami kejadian
- seperti yang dilihat dalam mimpinya.
- Oleh karena itu dalam riwayat dikatakan
- bahwa mimpi itu merupakan salah satu
- bahagia dari kenabian.
- He.
- Tapi Allah tidak mengutus lagi seorang
- nabi setelah nabi kita. Tapi terkadang
- mimpi-mimpi orang-orang yang saleh ya
- itu merupakan mimpi-mimpi apa
- yang berisikan isyarat pemberitahuan
- kepada orang tersebut.
- Tapi mimpi orang-orang yang hidup
- bergelimangan syahawat wali iyadubillah
- sebagaimana refleksi perbuatannya yang
- akan disaksikan dalam mimpin juga
- hal-hal yang serupa.
- He
- betul gak?
- Betul.
- Jadi yang keluar dari tubuh bukan ruh
- tapi jiwa.
- Nah, orang yang tidur dikembalikan lagi
- jiwanya ke dalam tubuhnya. Berarti
- setiap hari kita ini mengalami kematian.
- Jadi, enggak bisa dised enggak bisa
- disepelekkan juga, Ustaz. Tidur itu,
- Ustaz. Ya,
- tidur itu merupakan karunia dari Allah
- dan juga peringatan bagi kita.
- Dan pada saat kita bangun, kita
- bersyukur alhamdulillah ya
- yang telah menghidupkan aku, alladzi
- ahyani ba'da ma amatani, yang
- menghidupkan aku setelah kematian. Dan
- sebelum tidur banyak menganjurkan untuk
- memaafkan orang-orang.
- Jelas
- menghilangkan kebencian.
- Kalau bisa kita muhasabah,
- setelah itu mohon ampun pada Allah dan
- kita memaafkan dosa-dosa orang lain
- supaya apa? Dosa kita pada orang lain
- yang belum kita sempat, Allah yang akan
- turun tangan menganggung. Allah paling
- mencintai hamba-hambanya yang berhati
- bersih. Baik, Ustaz. Terakhir, Ustaz.
- Satu lagi, Ustaz. Ya,
- silakan. Ini dari Bu Fani, Ustaz. Eh,
- ketika menghadapi anak yang sedang emosi
- dan mengeluarkan kata-kata yang
- menyakiti, bagaimana pola pikir atau
- mindset yang sebaiknya ada dalam diri
- kita, Ustaz, untuk menjaga kesabaran.
- Namun, ada kalanya ketika ibu bekerja
- sedang lelah akan sakit sekali, akan
- sulit sekali menahan diri, Ustaz. Ada
- kita memilih diam untuk menahan diri.
- Namun ketika kita diam, anak semakin
- menjadi.
- Emosinya, Ustaz. Syukuran, Ustaz. Mohon
- nasihatnya, Ustaz. Terakhir.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Rabbana zidna ilman walhikna bisolihin.
- Pada saat seorang anak
- mengucapkan kata-kata yang menyakitkan,
- yang tidak menyenangkan menunjuk sikap
- kurang ajar, anak tersebut dalam keadaan
- kesetanan.
- Kesetanan.
- Kalau kita hadapi dengan emosi kita l
- ini setannya bergembira, akhirnya kita
- masuk juga dalam apa? Perangkap setan.
- Akhirnya kita membuat diri kita
- menderita dan juga bisa saja
- menjerumuskan anak ke dalam kedurhakaan.
- He.
- Jadi cara yang paling baik ibu tidak
- meladeni ya perintahkan agar anak
- tersebut ya apa namanya apa kembali
- kepada Allah. Sadar tinggalkan.
- Nanti bila anak tersebut sudah dingin
- sadar
- pasti dia akan menyesal atas
- ucapan-ucapan yang keluar dari mulutnya.
- Kemudian si ibu bisa menghadapi dia,
- "Nak, kamu tadi tidak sadar apa yang
- kamu ucapkan.
- Masa di hadapan ibu yang mengandung
- kamu, melahirkan kamu, yang mencintai
- kamu, kamu ucapkan kata-kata seperti
- ini. Berikan kata-kata yang menyentuh
- hatinya."
- Dan banyak orang yang habis berbicara
- tidak baik pada ibunya, begitu dia
- keluar sadar
- dia menangis tersedu-sedu.
- Tapi kalau kita hadapi pada saat dia
- emosi, bisa saja setan mengendalikan si
- anak untuk melakukan perbuatan-perbuatan
- yang tidak patuh. Seperti anak yang
- membunuh orang tuanya. He.
- Hanya karena diingatkan belajar supaya
- berhenti main gadget. Bayangkan coba.
- Karena pada saat itu sedang kesurupan.
- Iya.
- Kesurupan. Bukan dia yang bekerja, bukan
- dia yang berbuat. Setan mengendalikan
- jiwanya.
- Oleh karena itu, kita harus berusaha
- bagaimana kita mengingatkan anak kita.
- Jadi, jangan hadapi anak pada saat emosi
- dengan sikap yang akan mendorong dia
- lebih emosi. Begitu juga ibu berhadapan
- dengan suami. Kalau suami lagi
- marah-marah, ibu tidak perlu dia nih.
- H
- nanti begitu dia diam baru ibu mulai
- mengingatkannya
- dengan cara-cara yang baik. Karena orang
- pada saat selesai marah, pada saat itu
- dia berada pada posisi lemah, jiwanya
- dalam kondisi lem
- lemah.
- Tapi kalau kita tanggapi ya repot.
- Begitu juga istri kalau lagi
- marah-marah, emosi apalagi terbakar
- cemburu. Jangan dihadapi dengan emosi.
- Tapi tunjukkan sikap lapang dada lego.
- Sabar. Setelah itu baru kita jelaskan
- dengan kata-kata yang lembut kalau bisa
- dan baik ya supaya apa? Dan pada sasti
- pada saat dia sadar dia akan menyesali
- ucapannya. Tapi kalau pada emosi
- orang suami bilang kamu kalau begini
- bisa terjerumus dalam api neraka. Enggak
- penting neraka asal puas. Betul enggak?
- [tertawa]
- Itu yang bicara setan. Yang bicara
- setan
- yang mengendalikan dirinya. Jadi kita
- berlindung kepada Allah dari tipu daya
- setan. Kalau peru ibu atau bapak
- berhadapan dengan situasi ini, berwudu,
- salat, doakan anak kita, jangan kita
- sumpahi. Karena kalau kita sumpahi,
- bisa-bisa sumpah kita kena pada orang
- tersebut. Demikianlah ee renungan kita
- pada pagi hari ini. Mudah-mudahan kita
- lebih prihatin apalagi di bulan Rajab
- ini. Mudah-mudahan Allah mensucikan diri
- kita. Amin. Amin ya Allahu
- anagukaum
- wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikianlah ikhwan akhwat
- redungan di bawah naungan Al-Qur'an
- bersama guru kita Ustaz Husin Alatas.
- Tadi ada renungan pemaparan terkait ee
- wafat sugro dan kubro dan juga menjawab
- beberapa pertanyaan terkait hidayah
- juga. Insyaallah ikhwanat kita dapat
- memetik tetesan-tetesan ilmu yang
- disampaikan oleh guru kita Ustaz Dus
- Atas dan juga semoga kita di hari ini
- mendapatkan keberkahannya. Selamat
- melanjutkan aktivitas di hari ini,
- Ikhwan Nawat. Semoga diberikan kemudahan
- dan kelancaran. Akhirnya saya Rizal Alhq
- dan juga teman yang bertugas ada Kang
- Ondi dan Ustaz Algi Fahrji. Undur diri.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.