Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:03 [musik] 0:09 [musik] 0:16 Bismillahirrahmanirrahim. 0:17 Alhamdulillahiabbil alamin. Hamdan 0:19 kirsir thiban barokan fih kama yuhibuna 0:21 waardo. Allahumma shalli wasallim 0:23 wabarik ala sayyidina Muhammadin waa ali 0:25 sayyidina Muhammad. Masih dipancarkan 0:27 dari Jalan Masjid Silaturahim nomor 36, 0:29 Kalimanggis, Cibur, Bekasi, Radio 0:31 Silaturahim dan juga Rasil TV untuk 0:33 Islam yang satu. Assalamualaikum 0:35 warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan 0:36 akhwat yang dirahmati Allah. Senang 0:37 sekali di Senin pagi hari ini kami bisa 0:40 kembali menjumpai ikhwan akhwat dalam 0:42 program acara renungan di bawah naungan 0:45 Al-Qur'an untuk edisi 5 Januari 2026. 0:50 Berdatan juga dengan hari ke-16 ya di 0:53 bulan Rajab 1447 0:55 Hijriah. Alhamdulillah telah hadir guru 0:57 kita Ustaz Husein Alatas yang insyaallah 1:00 akan ee menjawab beberapa pertanyaan 1:02 dari ikhwan akhwat yang di program 1:05 sebelumnya belum sempat dibacakan. 1:08 Langsung saja kita awali pertemuan ini 1:10 dengan pembacaan ee Quran surah 1:12 Al-Fatihah yang akan dibimbing langsung 1:14 oleh guru kita Ustaz Ustaz. Kami 1:15 persilakan Ustaz. 1:17 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:22 Bismillahirrahmanirrahim. 1:28 Alhamdulillahiabbil 1:30 alamin 1:33 arrahmanirrahim 1:37 maiki yaumiddin 1:41 iyyaka na'budu wa iyyaka nasta' 1:48 ihdinasirathal 1:50 mustaqimathalladzina 1:54 anamta 2:04 in. 2:05 Amin. 2:07 Amin. Amin. Amin ya rabbal alamin. 2:09 Ikhwanat, semoga di pagi hari ini kita 2:11 semua mendapatkan curahan rahmat dari 2:12 Allah subhanahu wa taala mengawali 2:15 kajian ini dengan pembacaan Quran surah 2:16 al-Fatihah. Selanjutnya ada beberapa 2:19 pertanyaan yang sempat tertinggal Ustaz 2:21 di acara Majelis Umahat ee beberapa kali 2:24 lalu, Ustaz. Ini dari ibu-ibu peserta e 2:27 apa yang hadir di pengajian umah 2:30 tersebut. Di antaranya dari e Bu Hajah 2:33 Ning, Ustaz di ujung aspal. 2:35 ini kalau mendoakan anak-anak agar 2:38 menjadi anak yang salehah, saleh dan 2:41 salehah dan agar diberikan hidayah agar 2:43 senantiasa di jalan Allah. Namun katanya 2:46 hidayah itu kan dijemput Ustaz, bukan 2:48 ditunggu. Nah, maka bagaimana dengan 2:51 masalah hidayah ini, Ustaz? Demikian 2:54 pertanyaannya, Ustaz. 2:56 Bismillahirrahmanirrahim. 3:00 Alhamdulillahi rabbil alamin 3:03 hamdan katsiron thyiban mubarokan f kama 3:09 yuhibuna. 3:12 Allahumma sholli ala Muhammadin wa ali 3:15 Muhammad. 3:16 Allahumma atina minika rahmah waimna min 3:20 ladunka ilman nafi bimaam. 3:26 Rabbana zidna ilman walhikna shihin. 3:33 Asalamualaika ya Rasulullah. Assalamu 3:36 alaina wa ala ibadillah shihin. 3:39 Wasalamualaikum warahmatullahi 3:42 wabarakatuh. 3:45 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah. 3:47 Sebelum kita menjawab 3:48 pertanyaan-pertanyaan yang masuk, kita 3:51 akan mulai dengan renungan satu ayat. 3:55 dari surah Az-Zumar 3:58 yaitu ayat yang ke-42. 4:03 Allah berfirman, "Allahu yatawaal anfusa 4:07 hina mautiha wallati lam tamut fi 4:12 manamiha. 4:14 Fayumsikati qod alaihal maut waursilul 4:18 ukhra ila ajalim musamma. Inna fi 4:21 dzalika laayatin 4:24 liqaumihi yatafakkarun. 4:32 Ayat ke-42 ini 4:34 menerangkan kepada kita dua jenis 4:38 kematian. 4:40 Yang pertama wafat kubra. Yang kedua 4:43 adalah wafat sughra. 4:47 Sesungguhnya Allah mewafatkan 4:50 jiwa-jiwa 4:55 yang telah ditentukan saat kematiannya. 5:00 Begitu pula jiwa-jiwa yang tertidur pada 5:03 saat seorang dalam keadaan tidak sadar. 5:08 Juga Allah Subhanahu wa taala mewafatkan 5:11 jiwanya. 5:14 Kemudian Allah kembalikan jiwa-jiwa yang 5:18 belum tiba saat kematiannya, 5:21 yang belum sampai ajalnya hingga batas 5:24 waktu yang ditetapkan Allah. 5:26 Sesungguhnya pada yang demikian itu 5:29 terdapat ayat-ayat tanda-tanda bagi 5:32 mereka yang mau berpikir dan bertafakur 5:41 dalam bahasa Arab. 5:43 Kata tawaffa ya tawaffa itu bisa berarti 5:48 mengambil secara sempurna. 5:52 Bisa berarti juga ya menggenggamnya atau 5:56 bimakna yaqbidu ya secara sempurna. 6:02 Dan 6:04 kata tawaffa ya tawaffa sebagaimana yang 6:08 sudah kita pahami menunjukkan arti 6:11 kematian. bukan datang sendiri, tapi 6:15 Allah Subhanahu wa taala yang 6:18 mewafatkan. Artinya mengambil jiwa-jiwa 6:21 pada saat kematiannya. 6:23 Begitu juga pada saat seorang tertidur. 6:27 Sebetulnya dia berada pada wafat sughra, 6:30 kematian yang sughra. Cuma perbedaannya 6:34 pada saat orang meninggal dunia di 6:37 samping jiwanya ya Allah Subhanahu wa 6:41 taala ambil juga rohnya meninggalkan 6:44 jasadnya 6:45 di samping jiwanya ya rohnya juga 6:48 meninggalkan jasadnya hingga pada saat 6:51 itu jasad betul-betul sempurna dalam 6:54 kematian. 6:57 Adapun pada saat tidur Allah Subhanahu 7:00 wa taala mengambil jiwanya hingga berada 7:03 dalam keadaan tidak sadar. 7:06 Sedangkan rohnya masih berada apa? Masih 7:09 berada pada tubuhnya. Dan roh itu adalah 7:13 rahasia kehidupan. Dalam bahasa 7:15 Indonesia disebut nyawa. H. 7:18 Tapi kalau jiwa ya berbeda dengan roh. 7:23 Walaupun kehidupannya 7:25 bergantung dengan sendirinya apa? Kepada 7:27 ruh, tapi jiwa ya merupakan eksistensi 7:33 yang bertanggung jawab terhadap seluruh 7:36 perbuatan manusia. 7:40 Jiwa-jiwa yang beriman. 7:43 jiwa 7:45 yang betul-betul menjaga dirinya dalam 7:49 keadaan fitrah dengan beriman kepada 7:51 Allah, mengerjakan amal saleh, bertakwa 7:55 kepadanya 7:57 dengan sendirinya berbeda dengan jiwa 7:59 yang dibiarkan hanyut bersama nafsu, 8:03 bersama angan-angan, bersama kecintaan 8:06 terhadap dunia ini. Ini yang membedakan 8:09 antara jiwa yang beriman dan jiwa yang 8:12 tidak beriman. Jiwa yang beriman adalah 8:15 jiwa yang tetap dijaga dalam 8:18 kesuciannya. 8:20 Sebagaimana firman Allah, qod aflaha man 8:24 zakaha waqad khaoba manasaha. Sungguh 8:27 beruntung seorang yang menjaga kesucian 8:31 jiwanya 8:33 dengan keimanan, dengan ketakwaan, 8:36 dengan mengerjakan amal saleh, jiwanya 8:38 betul-betul akan tetap seperti dalam 8:43 keadaan pertama kali diciptakan Allah fi 8:46 ahsani taqwim atau dalam keadaan fitrah. 8:52 Allah berfirman dalam suratrum. Faqim 8:55 wajhaka lidini hanifa. 8:58 Hendaklah kamu luruskan wajah kamu. 9:02 Hadapkan wajah kamu ke hadapan Allah. 9:04 Ya, berjalan di atas tuntunan agamanya. 9:08 Lalu Allah menerangkan, 9:11 fitratallah allati fatharasa alaiha. 9:15 Bila kamu meluruskan wajah kamu 9:17 menghadap ke hadapan Allah dengan 9:19 mengikuti tuntunan agamanya, maka ini 9:23 akan membuat kamu selaras 9:26 dengan fitrah Allah. Ketika pertama kali 9:29 manusia diciptakan Allah sebelum dirinya 9:32 tercemar. 9:34 Sebelum dirinya tercemar 9:35 oleh berbagai macam perilaku dan keadaan 9:39 yang tidak baik. 9:42 fitratallah allati fatarasa alaiha 9:47 la tabdilqillah 9:49 jadi faqim wajhakidini hanifa 9:54 fitratallah allati fatarasa alaiha la 9:57 tabdalqillah 9:59 wakin aksasi yamun dan ingat tidak akan 10:03 ada perubahan bagi ciptaan Allah 10:08 jiwa 10:10 yang tenggelam hanyut bersama syahwatnya 10:14 tidak akan dapat mengubah fitrahnya. 10:16 Oleh karena itu ya pada saat dia sadar 10:20 dalam keadaan sendiri kembali jiwanya 10:23 bergolak penuh keresahan, kegelisahan. 10:25 Apabila apa? Apabila dia hidup jauh dari 10:28 apa? Kesucian dan fitrah yang Allah 10:31 ciptakan. 10:33 Tapi bila dia beriman, jiwanya akan 10:35 semakin terang. dia mengerjakan amal 10:38 saleh ya akan betul-betul menyuburkan. 10:43 Menyuburkan apa? Jiwanya dengan 10:45 nilai-nilai mulia, kedekatannya kepada 10:48 Allah subhanahu wa taala, kecintaannya 10:50 pada amal saleh. Ini yang Allah 10:51 gambarkan. 10:53 Walakinnallaha habbaba ilaikumul 10:57 iman waanahu fi qulubikum waaraha 11:00 ilaikumul kufra wal fusuq walyan. 11:04 Jadi orang-orang yang menjaga kesucian 11:07 jiwanya, Allah buat mereka mencintai 11:09 keimanan amal saleh. Allah hiasi dalam 11:11 jiwa mereka dan membuat mereka jiji 11:15 menjauh dari perbuatan-perbuatan 11:18 keji dan maksiat maupun kekafiran. 11:22 Jadi bukan Allah yang menyesatkan 11:23 manusia ya, 11:26 tapi perbuatan mereka yang menempatkan 11:29 mereka di tempat yang mulia menerima 11:32 hidayah Allah. 11:33 atau apa? Atau mereka tempatkan dirinya 11:37 di tempat-tempat yang jauh dari hidayah 11:39 Allah itu kekafiran dan 11:41 perbuatan-perbuatan ingkar. 11:45 Jadi Allah Subhanahu wa taala ya 11:48 mewafatkan jiwa-jiwa pada saat matinya. 11:51 Begitu pula pada saat tidurnya. 11:54 Lalu Allah tahan jiwa yang telah tiba 11:57 saat ajalnya. 11:59 Sedangkan yang belum tiba saat ajalnya 12:01 Allah kembalikan ke tubuhnya. Berarti 12:04 kematian ya yang masuk dalam kategori 12:07 wafat sughara kematian kecil ini 12:10 sebetulnya merupakan saat di mana 12:12 manusia ya berpotensi 12:16 untuk menghadapi kematian secara total 12:19 kecuali dengan rahmat Allah. 12:22 Jadi kalau seandainya orang bertanya 12:25 tentang kemungkinan kebangkitan manusia 12:28 dari kematian, sebetulnya setiap kali 12:30 dia tidur di malam hari kemudian dia 12:32 bangkit menunjukkan bagaimana kekuasaan 12:35 Allah Subhanahu wa taala untuk 12:37 kebangkitan dirinya. Dan dari keterangan 12:39 ini juga merupakan bantahan terhadap 12:42 kaum ya kaum apa? Kaum materialis yang 12:47 beranggapan seolah-olah semua ini 12:49 kembali kepada fungsi otak. 12:52 Mereka tidak mengimani adanya jiwa. 12:54 Tidak mengimani adanya ji 12:56 jiwa. 12:56 Jiwa. Nah, jiwa ini yang sebetulnya akan 13:00 berdiri di hadapan Allah, 13:01 mempertanggungjawabkan perbuatannya. 13:04 Sedangkan jasad kita mengikuti jiwa 13:06 kita. Apabila kita condong pada kebaikan 13:10 ya atau condong pada keburukan dengan 13:14 sendirinya ini yang akan menentukan 13:16 perilaku kita. Maka Nabi mengatakan, 13:19 "Apabila 13:21 kalbu seseorang sehat, maka amalnya juga 13:24 akan ikut sehat." Bila kalbu seseorang 13:27 dalam keadaan sakit, amalnya pun juga 13:29 apa? Akan mengalami keadaan sakit. Jadi, 13:33 mari kita bersihkan jiwa kita dengan 13:35 iman, dengan membiasakan diri, 13:37 mengerjakan amal-amal saleh, melatih 13:40 diri dengan ibadah siam, membaca 13:42 Al-Qur'an yang akan mensucikan kembali 13:46 jiwa kita. mengembalikannya ke dalam 13:48 fitrahnya dan membuat dengan mudah kita 13:51 mengerjakan amal saleh dan menjauh dari 13:54 perbuatan buruk. Nah, ini merupakan 13:57 jalan menuju taubat. Dan harus kita 13:59 sadari bahwa seseorang apabila dalam 14:02 keadaan tidur sebetulnya tidak berbeda 14:05 dengan kematian. 14:07 Cuma perbedaannya orang yang tidur 14:09 rohnya masih bersemahyam dalam jasadnya, 14:13 jiwanya meninggalkan jasad. Nah, kalau 14:16 Allah perintahkan juga roh untuk 14:17 meninggalkan jasad, maka tak lama 14:20 kemudian tubuh akan dingin membeku 14:24 dan kelak akan kembali disatukan pada 14:27 saat hari kebangkitan nanti dan dia akan 14:30 berdiri di hadapan Allah Subhanahu wa 14:32 taala. Oleh karena itu yang dipanggil 14:34 oleh Allah ya ayyatuhan nafsul mutmainah 14:39 juga Allah jelaskan tanggung jawab 14:41 konsekuensi dari perbuatan seseorang 14:43 dikembalikan kepada jiwa. La 14:46 yukallifulahu nafsan illa wushaa laha 14:49 makasabat wa alaiha makasabat. 14:52 Setiap perbuatan baik akan kembali 14:55 manfaatnya manisnya kepada seseorang 14:58 kembali kepada jiwanya. Begitu juga 15:00 akibat buruk dari perbuatannya. 15:03 Nah, ini sebetulnya menjelaskan kepada 15:05 kita betapa kuasanya Allah atas diri 15:08 kita. Baik orang yang besar, 15:10 berpengaruh, berkedudukan, kaya raya, ya 15:14 Allah Subhanahu wa taala 15:17 memerintahkan 15:18 jiwa dan rohnya meninggalkan jasad 15:21 seseorang, tak ada seorang pun yang 15:22 kuasa untuk menyelamatkan dirinya. Ini 15:25 merupakan hal yang perlu kita pahami 15:29 bahwa kehidupan ya dan mati itu bukanlah 15:33 sepenuhnya di bawah menjelaskan bahwa 15:35 hidup dan kematian sepenuhnya merupakan 15:37 apa? Merupakan kekuasaan Allah Subhanahu 15:41 wa taala. 15:43 Dan kita juga harus mengingat bahwa 15:44 kematian itu, tidur itu merupakan 15:47 bahagian dari kematian. 15:49 Dan Allah Subhanahu wa taala ingatkan 15:53 agar kita betul-betul menjaga kesucian 15:56 jiwa kita yang akan juga menjaga 15:58 kebersihan amal kita dan hidup kita dan 16:02 setiap orang bertanggung jawab atas 16:03 pilihannya. 16:07 Ee berkaitan dengan pertanyaan tadi 16:09 mengenai hidayah. 16:13 Allah Subhanahu wa taala berfirman, 16:15 "Walladzinaadau zadahum huda." Orang 16:19 ketika mendengarkan petunjuk dari Allah 16:21 kemudian dia menerima ya menyambutnya 16:25 maka Allah tambahkan hidayahnya di hati 16:28 mereka. Sebaliknya falamma zagu 16:31 azagallahu qulubahum. Begitu jiwa mereka 16:35 menyeleweng, mereka ikuti hawa nafsu 16:38 mereka, Allah Subhanahu wa taala juga 16:41 akan apa? Akan selewengkan hati mereka 16:43 sesuai dengan perbuatan mereka. Artinya 16:46 Allah akan membalas manusia sesuai 16:49 dengan pilihan dan perbuatannya. 16:51 Sebagaimana orang kalau masuk ke dalam 16:53 kegelapan dia akan berada dalam gelap 16:55 gulita. H 16:57 masuk ke dalam suasana terang benerang. 17:00 Dia akan merasakan pandangannya 17:02 betul-betul dalam keadaan apa? Dalam 17:04 keadaan sempurna. 17:07 Jadi kalau seorang memilih mengikuti 17:09 petunjuk Allah, Allah Subhanahu wa taala 17:11 akan terangi hidupnya, tambahkan 17:13 hidayahnya, dekatkan kepadanya. Tapi di 17:16 saat dia memilih untuk mengikuti setan 17:18 dan hawa nafsunya, maka dengan 17:20 sendirinya apa? Dia memilih kesesatan. 17:23 Allah perlakukan sesuai dengan 17:25 perbuatan. Ini juga makna yubiru man 17:27 yasyaahdi 17:29 yasya. Bukan secara semena-mena. Tapi 17:31 Allah membalas manusia sesuai dengan 17:34 pilihan dan perilakunya. 17:37 Artinya setiap orang harus berusaha 17:41 betul-betul untuk apa? Untuk 17:44 menyambut petunjuk dan hidayah Allah. 17:46 Begitu dia menyambut dan tidak 17:48 mengingkarinya, 17:50 kemudian dia mengikutinya, datanglah 17:52 bala bantuan dari Allah. Bila orang 17:55 berjalan menuju Allah satu jengkal, 17:57 Allah akan menghampirinya satu hasta. 18:00 Bila dia mendekat satu hasta, Allah akan 18:02 mendekat kepadanya satu depan. Bila dia 18:05 berjalan, Allah akan berlari menghampiri 18:07 dirinya. Ini bukan berarti Allah 18:09 berlari, tapi maksudnya rahmat Allah 18:12 lebih cepat menjemput seseorang daripada 18:15 dia yang mendekat kepada rahmat Allah 18:17 Subhanahu wa taala. Ini merupakan rahmat 18:19 yang tak terhingga dari Allah. 18:24 Nah, doa juga bahagian dari apa? Dari 18:27 upaya untuk menjemput hidayah. 18:29 Baik doa dari kedua orang tua 18:32 ya. Kemudian doa dari yang bersangkutan 18:35 itu juga bagian dari usaha untuk 18:37 mendapatkan hidayah. Karena hanya dengan 18:38 amal kita, dengan usaha tanpa kita mohon 18:42 kepada Allah Subhanahu wa taala hasilnya 18:46 seperti orang yang bercocok tanam 18:48 dipenuhi persyaratannya tapi Allah tidak 18:50 membantu dirinya. H 18:52 karena yang menanam manusia, yang 18:53 menumbuhkan 18:54 Allah. 18:55 Nah, kalau Allah Subhanahu wa taala 18:57 tidak membantu menumbuhkan 18:59 tanaman-tanaman yang ditanam, tidak 19:00 mungkin akan tumbuh. Betul gak? Jadi 19:03 antara usaha dan doa karena tidak 19:06 seluruh apa? Tidak seluruh apa? 19:11 Tidak seluruh hasil dari amal kita 19:13 bergantung pada usaha kita. 19:17 Usaha kita sebetulnya tidak berarti 19:18 dibanding dengan rahmat dan bantuan dari 19:21 Allah. Sebagai contoh, kalau seorang 19:23 petani katakan Kang Rizal, 19:26 dia bercocok tanam menanam padi atau 19:28 sayur-mayur. 19:30 Dari mulai tanah disiapkan, kemudian 19:34 diberikan pupuk, 19:35 setelah itu dia mulai menandur atau 19:37 menanam. 19:38 Itu usaha dia kan. 19:39 Iya. 19:40 Tapi yang menumbuhkan 19:41 Allah. 19:42 Begitu juga mempersiapkan juga ee beras 19:45 pada kantong-kantong padi. Ya, siapa? 19:48 Allah Subhanahu wa taala. Nah, 19:50 bandingkan atau ya Allah yang lakukan 19:52 dengan apa yang dilakukan petani. 19:53 Perbandingan mana yang lebih besar? 19:55 Allah. 19:55 Allah. Jadi kalau Allah Subhanahu wa 19:57 taala tinggalkan petani hanya bergantung 19:59 pada usahanya, maka semuanya akan 20:01 sia-sia. Begitu juga orang yang menanam 20:04 pohon durian, dia tanam, dia pupuk, dia 20:07 siram. Pohon tersebut besar hari demi 20:10 hari. Sampai di saat dia tidur pun si 20:12 pohon juga apa? 20:14 Tumbuh. 20:15 Tumbuh. Nah, pada saat dia mengeluarkan 20:18 bunganya kemudian menghasilkan juga apa? 20:20 Pentil-pentil durian hingga tumbuh 20:23 dewasa. Lalu yang memberikan aroma 20:25 durian begitu juga rasanya yang 20:28 bermacam-macam kan. Kemudian dibungkus 20:31 dan dijaga dengan kulit yang begitu 20:33 kokoh ditambah dengan duri-duri untuk 20:34 menjaga agar tidak merusak isinya siapa 20:37 yang melakukan 20:38 Allah. Tidak satuun petani yang 20:40 mengatakan bahwa saya yang menumbuhkan 20:42 bunga tersebut kemudian melahirkan dia 20:45 punya apa pentilnya. Sama sekali tidak. 20:49 Jadi kenapa kita diperintahkan untuk 20:51 berdoa dan memulai pekerjaan kita dengan 20:54 membaca bismillahirrahmanirrahim 20:56 agar usaha kita diiringi dengan rahmat 21:00 Allah. Kita hanya berusaha, tapi rahmat 21:03 Allah Subhanahu wa taala yang menentukan 21:06 kesuksesan, keberhasilan usaha kita. 21:09 Jadi, bismillahirrahmanirrahim bukan 21:11 hanya doa ya, tapi mengandung makna yang 21:15 dalam. Mohon agar Allah mengiringi 21:18 usahanya dengan rahmat dan kasih-Nya 21:20 yang maha pengasih lagi maha penyayang. 21:23 Jadi, ibu berdoa betapa indahnya. Karena 21:26 doa ibu seperti doa nabi terhadap 21:28 umatnya. Tapi harus ada juga usaha dari 21:31 yang bersangkutan. 21:33 Nabi berdoa agar Allah memberikan 21:35 hidayahnya kepada para pembuka Quraisy. 21:39 Tapi yang menerima hidayah tidak 21:41 semuanya. Kenapa? Karena sebagian 21:44 walaupun tahu kebenaran menolak karena 21:46 kesombongannya seperti iblis. Iblis 21:48 bukan tidak tahu. Dia lebih tahu 21:50 dibandingkan kita maupun ulama-ulama 21:52 kita. Iya. 21:54 Tapi karena kesombongan menghalangi 21:56 mereka beriman. Begitu juga Abu Jahal. 21:58 Sedangkan orang seperti Sayidina Umar 22:01 ketika pertama dia menentang memerangi, 22:05 tapi begitu hatinya tersadar 22:08 langsung dia kembali menerima hidayah 22:11 Allah Subhanahu wa taala. Begitu juga 22:13 keadaan ya para pembuka Quraisy yang 22:17 beriman. Mereka bukan begitu saja 22:21 mendapatkan hidayah, tapi dimulai dari 22:23 kesadaran dan kesiapan untuk menerima 22:26 kebenaran. 22:28 Tapi paman Rasul seperti Abu Lahab 22:30 walaupun tahu kebenaran dia menolak 22:33 karena kesombongan kebanggaannya. Hingga 22:35 Allah 22:37 turunkan firmannya tabbat yada Abi 22:40 Lahabi Watab. Begitu juga putra Nabi 22:42 Allah Nuh, 22:45 istri Nabi Nuh, istri Nabi Allah Lud. 22:47 Tapi sebaliknya Asia istri Firaun karena 22:50 jiwanya terbuka menerima kebenaran Allah 22:52 berikan dia hidayah sedangkan suaminya 22:54 termasuk orang yang dilaknat dan dikutuk 22:57 oleh Allah walaupun telah berulang kali 22:59 menyaksikan ayat-ayat Allah di 23:01 hadapannya. Dan dia berjanji untuk 23:03 beriman bila Allah menyingkap 23:05 berbagai macam bencana yang menimpa 23:08 negerinya dan penduduknya. 23:10 Jadi kita mohon agar jiwa kita ini 23:13 selalu terbuka untuk menerima kebenaran, 23:15 jauh dari kesombongan, kebanggaan. Maka 23:18 jauhkan semua sikap perbuatan yang 23:22 menunjukkan kesombongan termasuk 23:23 flexing. Pamer bukan pamer seharusnya 23:26 kita membantu sesama kita. 23:28 Iya. 23:30 Tapi dalam segala hal semuanya sekarang 23:31 pamer. Perkawinan juga pamer, ulang 23:35 tahun juga pa 23:36 pamer. 23:36 Pamer. Jadi semua kita perhatikan ini 23:39 yang menjadi beban buat hidup kita 23:41 karena hobi pamer. 23:44 Kita bisa hidup sederhana membahagiakan 23:46 kita tapi kita enggak cukup begitu. Kita 23:48 ingin orang lihat. 23:49 He. 23:50 Masak sayur-mayur yang bagus masukin di 23:52 mana? 23:53 Instagram. [tertawa] 23:54 Instagram. Mending dia kirimkan. Dia 23:57 kirimkan. ya masakannya kepada 23:59 orang-orang yang melihat ini enggak 24:02 cuma dipamerkan, [tertawa] 24:03 pakaian dipamerkan, tubuh dipamerkan 24:06 padahal semua itu merupakan karunia 24:08 Allah Subhanahu wa taala. 24:09 Wallahuam. 24:11 Baik, Ustaz Nah, bagaimana juga kalau 24:13 kita sudah tadi ya memberitahu supaya 24:16 anak kita mendapatkan hidayah atau 24:18 kebalikannya anaknya sudah saleh 24:20 salehah, orang tuanya belum mendapatkan 24:22 hidayah. Artinya kan sudah di luar 24:24 kendali kita, Ustaz. Sudah di luar 24:25 kendali kita. Apakah kita cukup? ya 24:27 sudah kembalikan sama Allah. Atau ada 24:29 yang sampai mungkin stres, depresi, 24:31 anaknya tidak tidak juga kunung kunjung 24:33 tobat atau kebalikannya orang tuanya. 24:35 Bagaimana, Ustaz, dengan kita ini? 24:37 Artinya kewajiban orang tua 24:40 mendidik anaknya, 24:43 bahkan mempersiapkan pendidikan anaknya. 24:46 Dari mulai anak belum lahir. 24:48 Iya. 24:49 ketika dia memilih istri ini juga 24:51 menentukan 24:53 anaknya ini ya untuk hidup dalam 24:56 lingkungan yang baik atau tidak. Kalau 24:59 bapaknya saleh, ibunya salehah walaupun 25:03 tidak pasti tidak pas 25:05 tidak pasti 25:07 anaknya lahir dalam lingkungan yang baik 25:09 diharapkan insyaallah si anak bisa 25:11 tumbuh dalam kebaikan. 25:13 Kemungkinannya besar, Ustaz, ya. Tapi 25:14 kita harus tahu bahwa anak tersebut 25:16 bukan robot yang kita lahirkan, 25:19 tapi manusia yang berjiwa, yang punya 25:21 pilihan. 25:23 Jadi terkadang bapaknya saleh, ibunya 25:26 salhah, anaknya justru terpengaruh oleh 25:29 apa? Gaya hidup yang tidak baik, 25:31 terpengaruh dengan teman-temannya. 25:33 Akhirnya terjerumus dalam narkoba, 25:35 terjerumus dalam perzinaan. Ya, itu 25:38 bukan tanggung jawab orang tua kalau 25:40 mereka sudah berusaha mendidik anak 25:43 mereka. Terkadang dalam satu renceng ya, 25:46 satu tangkai. 25:47 Iya. 25:48 Ada yang busuk. 25:50 Ada yang bu 25:51 busuk. Iya. 25:52 Saya kenal ya ada beberapa orang 25:56 yang satu ini shah thayyibah, jujur yang 26:00 luar biasa. 26:02 Tapi yang satu lagi ternyata 26:06 wali iyadubillah tidak jujur. Tangannya 26:09 juga panjang, gemar mencuri. Padahal 26:11 berasal dari ayah ibu yang sama. H 26:14 berasal dari ayah ibu 26:15 yang sama. 26:16 Yang sama. 26:18 Artinya walaupun ayah ibunya baik 26:20 mendidik anaknya, bukan berarti jiwa 26:24 anak tersebut dikemudikan oleh orang 26:26 tua. Mereka punya pilihan. 26:27 Jadi mempersiapkan anak tersebut ya dari 26:31 mulai belum lahir dengan memilih wanita 26:33 yang salehah. Bukan wanita yang suka 26:35 gaya hidup yang tidak benar. Wanita juga 26:39 memilih suami-suami yang akan menjadi 26:42 pendamping yang baik dan orang tua yang 26:44 baik buat anak-anaknya. 26:47 Mereka mendidik anak mereka. Apabila 26:49 mereka telah mendidik mengingatkan 26:51 ternyata si anak ya tetap menyeleweng, 26:54 maka bebaslah tanggung jawab. He. 26:57 Tapi kalau Bapak Ibu mengabaikan 26:59 pendidikan anaknya, si anak menyeleweng, 27:02 maka dengan sendirinya 27:04 Bapak Ibu bertanggung jawab di hadapan 27:07 Allah. 27:09 Nah, terkadang bapak ibunya yang tidak 27:11 beriman, maka anak yang beriman ini 27:12 berusaha mengajak orang tuanya. 27:15 Saya menyaksikan di satu tayangan 27:18 Instagram, 27:22 saya sebetulnya kurang begitu suka 27:24 menyaksikan. Tapi kalau ada hal-hal yang 27:26 menarik saya minta tunjukkan. Di 27:27 antaranya 27:29 seorang dari Brazil, 27:32 seorang pemuda ya yang tadinya nonmuslim 27:36 ketika dia masuk ke dalam Islam, dia 27:38 mulai merayu ibunya untuk masuk ke dalam 27:40 Islam. 27:42 Si ibu di samping tertarik mendengarkan 27:45 keterangan anaknya ketika anaknya 27:48 mengatakan bahwa Islam menghormati Yesus 27:52 Kristin. 27:56 Kalau ibu masuk ke dalam Islam berarti 27:58 ibu beriman kepada Muhammad nabi 28:00 terakhir, saudara dari siapa? 28:02 Yesus. 28:03 Yesus ya. Dan beriman juga kepada Yesus. 28:06 H. 28:07 Kemudian ibu bertanya, "Bagaimana 28:08 prinsip-prinsip dijelaskan?" Si ibu 28:10 bertanya langsung spontan, "Bagaimana 28:12 saya masuk ke dalam Islam?" Si anak 28:15 mengatakan, "Mudah sekali. Cukup kamu 28:18 bersaksi tiada Tuhan selain dari Allah 28:21 dan Muhammad Rasulullah. Kamu ikuti 28:23 tuntunan itu dengan mudah 28:26 tanpa harus melalui pembaptisan ini itu 28:28 dan lain sebagainya. Sibuk masuk ke 28:30 dalam Islam tak lama kemudian dia 28:32 meninggal dunia." Masyaallah. 28:35 Hidayah Allah masuk ke dalam hati 28:36 seseorang dengan mudah. Betul gak? 28:39 Betul. Tapi ada ibu bapak anaknya ulama. 28:44 Anaknya ula 28:45 ulama. 28:46 Malah yang jadi penentang paling besar 28:48 adalah orang tuanya. 28:51 Jadi semua ini yang menentukan adalah 28:53 Allah. 28:54 Dan Allah disaat menentukan bukan 28:56 semena-mena tapi berdasarkan betul-betul 28:59 keadilannya. Di samping keadilannya juga 29:02 berdasarkan rahmat kasih-Nya. Allah 29:04 memberikan kesempatan bagi hambanya 29:06 untuk apa? Mengikuti petunjuknya. Kalau 29:09 sudah diberikan kesempatan, diberikan 29:11 keluasan, diberikan juga apa hidayahnya 29:14 dia menolak, maka tugas para rasul hajat 29:18 menyampaikan bukan memaksa. 29:21 Bilal bisa masuk ke dalam Islam. Itu 29:24 bukan pilihan Rasul, hidayah dari Allah. 29:27 Begitu juga Abu Lahab ketika dia tidak 29:30 beriman walaupun Rasul berharap pamannya 29:32 beriman, tapi karena dia memilih untuk 29:34 bersikap sombong, Allah sesatkan 29:36 walaupun paman Nabinya. 29:38 Jadi dalam memberikan hidayah atau 29:41 menyesatkan Allah tidak dipengaruhi oleh 29:43 apa? Oleh perasaan tidak enak seperti 29:46 kita anak ustaz, anak kiai, orang tuanya 29:48 berjasa. Tidak. Tapi berdasarkan 29:51 keadilan dan rahmatnya serta 29:54 kesabarannya 29:57 apabila diberikan kesempatan masih 29:58 menolak, maka tugas dari apa? Orang tua 30:03 selesai. Begitu juga sahabat-sahabat 30:06 orang di sekeliling kita. Jangan kita 30:08 berpangku tangan ajak mereka juga untuk 30:10 apa? Untuk kembali pada Allah. Bukan 30:13 untuk mewarnai dirinya dengan warna 30:16 sektarian. 30:17 He 30:18 ini yang berbahaya. Orang beranggapan 30:20 dirinya berjuang untuk kebenaran, 30:22 artinya untuk sunah. Ya, padahal 30:25 sebetulnya jauh dari sunah Rasul. Karena 30:27 bukan mengajak kepada Allah, mengajak 30:28 kepada diri dan kelompoknya. Kalau 30:30 enggak masuk dalam kelompoknya dimusuhi. 30:33 Jadi yang ada pada saat ini sebetulnya 30:35 sekte-sekta 30:37 bukan Islam yang sebenarnya yang 30:39 mengislamkan dirinya kepada Allah 30:41 mengikuti sunahnya yang menaburkan 30:43 rahmat tapi menaburkan kebencian 30:46 terhadap orang yang tidak berada pada 30:48 golongannya dan kefanatikan terhadap 30:51 orang yang berada pada kelompoknya. 30:53 Salahnya dibela, benarnya orang lain 30:55 disalahkan. Dibenar orang lain 30:56 disalahkan, 30:58 salah kelompoknya dibela. ini yang 30:59 terjadi. Nah, kita tidak ingin radio 31:02 silaturahmi masuk dalam perangkap ini. 31:05 Wallahuam. 31:06 Baik, Ustaz. Kita beralih ke pertanyaan 31:08 dari Bu Nurillah di Bogor, Ustaz. 31:10 Terkait wafat sugro ya, Ustaz. Ini ee 31:13 banyak orang, Ustaz, yang bermimpi 31:15 bertemu dengan anggota keluarga yang 31:17 sudah wafat. Nah, apakah dalam pandangan 31:19 Islam tidur itu merupakan momen di mana 31:22 roh orang yang hidup bisa berjumpa 31:25 dengan roh orang yang sudah meninggal di 31:28 alam barzakh? sejauh mana kita boleh 31:30 mempercayai pesan yang disampaikan dalam 31:33 mimpi tersebut juga bagaimana terkait 31:36 mimpi bertemu Rasul. Apakah ini juga 31:38 bisa dipercayai, Ustaz? Demikian. 31:41 Bismillahirrahmanirrahim. 31:45 Satu hari Sayidina Umar Ibnu Khattab 31:48 radhiallahu anhu ketika berkumpul 31:50 bersama para sahabat bertanya, "Siapa di 31:53 antara kalian yang bisa menjelaskan 31:55 kepada saya? 31:59 Saya terkadang bermimpi, tapi mimpi 32:01 tersebut bagaikan angin lalu 32:03 tidak menjadi kenyataan. 32:06 Tapi terkadang saya bermimpi menyaksikan 32:08 sesuatu tidak lama kemudian menjadi 32:11 kenyataan. 32:12 H 32:13 tidak lama kemudian 32:14 jadi kenyataan. 32:16 Sahabat pada saat tersebut 32:18 berdiam. 32:20 Tahu-tahu tampil Amirul Mukminin Ali ibn 32:24 Abi Thalib Alaih Salam menjawab dengan 32:26 membacakan ayat tadi. Allah mewafatkan 32:30 jiwa-jiwa pada saat matinya. 32:34 Demikian pula seseorang pada saat 32:36 tidurnya. 32:38 Lalu orang yang telah tiba ajalnya 32:41 ditahan, sedangkan yang belum tiba 32:44 ajalnya dikembalikan ke dalam tubuhnya. 32:49 Di sini sebetulnya perlu kita pahami ya, 32:52 bahwa manusia terbagi kepada tiga unsur 32:56 eksistensi. Yang pertama adalah jasadnya 33:00 yang merupakan pakaiannya, 33:02 raganya. 33:04 Yang kedua, jiwa. Yang ketiga, ruh. Beda 33:08 antara jiwa dan ruh. 33:09 He. 33:10 Beda antara jiwa dan 33:11 ruh. 33:12 Roh. Ruh ini menjelaskan sirul hayah, 33:15 rahasia kehidupan. 33:17 Begitu manusia diciptakan oleh Allah 33:20 Taala, Allah anugerahkan dirinya dengan 33:22 pendengaran, penglihatan juga afidah. 33:25 Ya, Allah tiupkan ke dalam rohnya, ke 33:29 dalam tubuhnya. Tiupan di sini merupakan 33:33 gambaran metafora. 33:34 Seperti kalau seorang meniup balon yang 33:36 tadinya tidak apa berkembang, begitu 33:38 ditiup langsung berkembang kan. 33:40 Nah, manusia yang tadinya dalam keadaan 33:41 beku mati, Allah tiupkan ruh ke dalam 33:45 tubuhnya. Ini sebagai satu bahasa 33:47 ungkapan perumpamaan. 33:49 Begitu Allah tiupkan rohnya langsung 33:51 tubuhnya berdenyut ya dengan kehidupan 33:55 jiwanya pun langsung aktif. 33:58 Jiwanya 33:59 aktif. 34:01 Sedangkan jiwa ini justru apa? Pusat 34:04 kendali manusia. Semua perasaan terdapat 34:07 di sana. 34:08 Nafsu terdapat di sana. Akal juga 34:11 terdapat di sana. 34:14 Terdapat di sana 34:15 di sana. Nah, jiwa manusia ketika 34:16 diciptakan pertama kali oleh Allah dalam 34:19 keadaan suci, 34:21 dalam keadaan lurus penuh keseimbangan. 34:24 Laqad khalaqnal insana fi ahsani taqwim 34:27 wa nafsin wa sawaha. Demi jiwa ketika 34:29 diciptakan Allah pertama kali dalam 34:32 keadaan yang penuh dengan keseimbangan. 34:35 Tinggal tanggung jawab manusia. Q aflaha 34:37 zaka waqa. 34:41 Nah, pada saat seorang tidur Allah 34:44 genggam jiwanya. He 34:45 kesadarannya, tapi rohnya masih ada pada 34:47 tubuhnya. 34:48 Heeh. 34:49 Oleh karena itu ya kita saksikan 34:52 walaupun dia tidak sadar tapi kehidupan 34:55 masih ada padanya. 34:57 Nah, pada saat jiwa meninggalkan jasad, 35:01 Allah Subhanahu wa taala tunjukkan 35:04 bisa saja kejadian-kejadian masa akan 35:07 datang. 35:10 Bisa saja jiwa bertemu juga dengan apa? 35:13 dengan jiwa-jiwa yang telah diwafatkan 35:15 oleh Allah Subhanahu wa taala. 35:19 Jadi bisa saja dia ketemu orang tuanya. 35:21 He. 35:21 Orang tuanya memperingatkan dirinya agar 35:23 sadar kembali pada Allah. 35:26 Ada juga yang bertemu dengan Nabi kita 35:28 Muhammad sallallahu alaihi wasallam 35:30 sampai dalam satu hadis, man roani fil 35:33 manam. Ya, siapa yang melihat aku dalam 35:37 tidurku? Faqarani 35:39 kenapa? lianitan la yatamaru bih. Karena 35:42 setan enggak bisa sama sekali apa? 35:44 Menyerupai 35:45 menyerupai Rasul. Tapi dengan sendirinya 35:48 yang dilihat betul-betul Rasulullah. 35:50 Karena bisanya setan ya. 35:52 He. 35:52 Anggapan dia itu rasul padahal bukan 35:54 rasul. 35:55 H. 35:55 Paham? Karena apa? Karena dari mulai 35:59 sebelum tidur pun dia tidak menjaga sama 36:01 sekali dirinya. Tidak berdoa kepada 36:03 Allah subhanahu wa taala. Padahal Rasul 36:06 menganjurkan orang untuk apa? untuk 36:08 dalam berwudu kemudian berdoa kepada 36:11 Allah Subhanahu wa taala agar Allah 36:13 menjaga dirinya dari setan. Jadi pada 36:15 saat jiwanya meninggalkan raganya, dia 36:17 bisa melakukan perjalanan ya yang luar 36:21 biasa betul-betul menuju kepada masa 36:23 akan datang yang mana yang mana tubuh 36:25 sama sekali tidak mampu melakukan. 36:27 Ketika jiwa di jasad juga dia tidak 36:29 mampu melakukan ya begitu jiwa ya 36:32 meninggalkan jasad digenggam oleh Allah 36:34 bisa saja dia menyaksikan kejadian masa 36:37 akan datang atau dia menyaksikan satu 36:40 peristiwa 36:42 kemudian setahun kemudian ternyata 36:44 menjadi kenyataan seperti yang dilihat 36:46 dalam mimpinya. 36:47 Iya. Iya. 36:48 Seperti yang dilihat dalam 36:49 mimpinya. bisa saja dia kembali ke masa 36:51 lampau. Jadi kita harus tahu pada saat 36:55 jiwa meninggalkan jasad maka keadaannya 36:58 berbeda dengan jiwa dalam jasad. Jadi 37:01 bisa saja dia menyaksikan atau 37:04 diperlihatkan oleh Allah Subhanahu wa 37:06 taala kejadian-kejadian yang mungkin 37:07 terjadi. Nah, kemudian Imam Ali 37:09 mengatakan apa? Nah, pada saat jiwa akan 37:11 kembali ke jasad, setan mengirimkan 37:14 mimpi-mimpi buruk. 37:16 Hm. 37:17 Mimpi-mimpi bu 37:18 buruk 37:18 buruk. Oleh karena itu Rasulullah 37:19 mengatakan, "Bila kalian melihat mimpi 37:21 buruk, jangan ceritakan pada seseorang 37:25 tapi berludah ke kiri sebanyak tiga 37:27 kali." Auzubillahiminasyaitanirrajim. 37:30 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 37:33 Azubillahiminasyaitanirrajim. 37:34 Setelah itu berdoa, "Allahumma inni 37:37 azubika min syarri ma roaitu fi manami." 37:40 Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari 37:42 mimpi buruk yang aku lihat. Jangan 37:44 ceritakan kepada orang, 37:45 nanti diberikan penafsiran-penafsiran 37:47 yang menimbulkan sugesti buruk kepada 37:49 kita. 37:50 Saya tadi malam mimpi gigi saya jatuh, 37:52 Teman bilang, "Wah, bakal ada yang mati 37:53 keluarga kamu." 37:54 Hm. 37:55 Saya mimpi tadi begini, "Wah, kamu bakal 37:58 hancur usaha kamu." Akhirnya karena 38:01 mendengarkan takwil seperti ini muncul 38:04 sugesti di hatinya. 38:06 Akhirnya merusak hidupnya dengan apa? 38:09 Dengan penafsiran-penafsiran yang tidak 38:12 benar. Karena sugesti ini berpengaruh. 38:14 Orang kalau punya sugesti penuh harapan, 38:16 semangat gak? 38:18 Allah kasih mudah, berhasil kan? 38:19 Iya. 38:19 Tapi kalau dia tidak punya sugesti, yang 38:22 baik malah buruk. 38:23 Wah, 38:24 belum apa-apa udah udah kesandung. 38:27 Bagaimana dengan penafsir mimpi, Ustaz? 38:29 Tukang tafsir mimpi 38:31 ya. Kebanyakan dari mereka kan 38:32 menafsirkan tidak ada sama sekali beban. 38:35 Oh, iya. 38:35 Betul gak? 38:36 Betul. 38:36 Asal keluar dari mulut mereka bisa 38:38 menyenangkan, bisa juga menimbulkan 38:40 ketakutan. Begitu ketakutan, bagaimana 38:42 jalan keluarnya? Jalan keluarnya begini 38:44 begini, ujung-ujungnya apa? 38:45 Bisnis. 38:46 Bisnis. 38:46 Betul gak? 38:48 Jadi kesimpulannya 38:50 menjawab pertanyaan Ibu bahwa sebetulnya 38:53 yang meninggalkan jasad pada saat tidur 38:55 bukan ruh. Ruh ini merupakan rahasia 38:58 kehidupan. Dalam Al-Qur'an tidak pernah 39:01 roh disifati dengan sifat buruk. Enggak 39:02 ada roh jahat. 39:03 Hm. 39:04 Enggak ada roh ja. 39:05 Iya. 39:06 Malah Jibril namanya Ruhul Amin. 39:08 Al-Qur'an juga di antara namanya ruh. 39:10 Wakadalika ilaika ruhan min amrina. 39:14 Kemudian surga juga rauhun waraihan. 39:17 Tapi kalau jiwa ini 39:20 yang mendapatkan sifat baik atau buruk, 39:23 mulia atau hina kembali kepada pilihan 39:26 perbuatan ini. Karena semua pusat 39:28 kendali di sini. Di saat dia 39:30 dikendalikan oleh nafsunya, akal 39:32 sehatnya akan hilang. H 39:33 betul gak? Imannya juga akan tertahan. 39:36 Tapi pada saat dia membiasakan dirinya 39:39 dengan iman dan amal saleh, maka dia 39:42 akan mengendalikan tubuhnya, 39:44 aktivitasnya menuju ke ridaan Allah 39:46 dengan taufik dan hidayahnya. Jadi 39:48 kesimpulannya, Ibu, pada saat seorang 39:50 tidur ya jiwanya meninggalkan raganya 39:53 digenggam oleh Allah dan bisa saja Allah 39:56 memperlihatkan juga apa 39:58 kejadian-kejadian di masa akan datang 40:01 atau bertemu dengan jiwa-jiwa yang telah 40:03 kembali kepada Allah Subhanahu wa taala. 40:06 Tahu-tahu orang tuanya memberikan 40:07 bisikan seperti seorang perempuan dalam 40:09 mimpi anaknya 40:10 ketika meninggal beberapa hari kemudian 40:12 sibuk mengatakan 40:14 harta benda, emas, perak, semua tidak 40:17 berguna di tempat ini. Tapi yang berguna 40:20 adalah iman dan amal saleh. Siapkan amal 40:22 salehmu. Ini nasihat dari ibu. Dengan 40:25 rahmat Allah, Allah pertemukan jiwa 40:27 orangnya dengan jiwa orang tuanya. 40:29 Betul. Bukan dia dengan usahanya, tapi 40:32 dengan izin Allah. atau dia menyaksikan 40:35 satu peristiwa. 40:37 Contohnya dia menyaksikan katakan dia 40:40 akan mengalami kejadian begini tah-tahu 40:43 setahun kemudian mengalami kejadian 40:46 seperti yang dilihat dalam mimpinya. 40:49 Oleh karena itu dalam riwayat dikatakan 40:52 bahwa mimpi itu merupakan salah satu 40:55 bahagia dari kenabian. 40:56 He. 40:57 Tapi Allah tidak mengutus lagi seorang 40:59 nabi setelah nabi kita. Tapi terkadang 41:02 mimpi-mimpi orang-orang yang saleh ya 41:04 itu merupakan mimpi-mimpi apa 41:06 yang berisikan isyarat pemberitahuan 41:08 kepada orang tersebut. 41:11 Tapi mimpi orang-orang yang hidup 41:14 bergelimangan syahawat wali iyadubillah 41:16 sebagaimana refleksi perbuatannya yang 41:19 akan disaksikan dalam mimpin juga 41:20 hal-hal yang serupa. 41:21 He 41:22 betul gak? 41:22 Betul. 41:23 Jadi yang keluar dari tubuh bukan ruh 41:26 tapi jiwa. 41:29 Nah, orang yang tidur dikembalikan lagi 41:30 jiwanya ke dalam tubuhnya. Berarti 41:32 setiap hari kita ini mengalami kematian. 41:35 Jadi, enggak bisa dised enggak bisa 41:37 disepelekkan juga, Ustaz. Tidur itu, 41:38 Ustaz. Ya, 41:39 tidur itu merupakan karunia dari Allah 41:42 dan juga peringatan bagi kita. 41:44 Dan pada saat kita bangun, kita 41:45 bersyukur alhamdulillah ya 41:48 yang telah menghidupkan aku, alladzi 41:50 ahyani ba'da ma amatani, yang 41:52 menghidupkan aku setelah kematian. Dan 41:55 sebelum tidur banyak menganjurkan untuk 41:57 memaafkan orang-orang. 41:58 Jelas 41:59 menghilangkan kebencian. 42:01 Kalau bisa kita muhasabah, 42:03 setelah itu mohon ampun pada Allah dan 42:05 kita memaafkan dosa-dosa orang lain 42:08 supaya apa? Dosa kita pada orang lain 42:09 yang belum kita sempat, Allah yang akan 42:11 turun tangan menganggung. Allah paling 42:13 mencintai hamba-hambanya yang berhati 42:15 bersih. Baik, Ustaz. Terakhir, Ustaz. 42:18 Satu lagi, Ustaz. Ya, 42:18 silakan. Ini dari Bu Fani, Ustaz. Eh, 42:21 ketika menghadapi anak yang sedang emosi 42:23 dan mengeluarkan kata-kata yang 42:25 menyakiti, bagaimana pola pikir atau 42:27 mindset yang sebaiknya ada dalam diri 42:29 kita, Ustaz, untuk menjaga kesabaran. 42:32 Namun, ada kalanya ketika ibu bekerja 42:35 sedang lelah akan sakit sekali, akan 42:39 sulit sekali menahan diri, Ustaz. Ada 42:41 kita memilih diam untuk menahan diri. 42:43 Namun ketika kita diam, anak semakin 42:45 menjadi. 42:47 Emosinya, Ustaz. Syukuran, Ustaz. Mohon 42:48 nasihatnya, Ustaz. Terakhir. 42:50 Bismillahirrahmanirrahim. 42:52 Rabbana zidna ilman walhikna bisolihin. 42:55 Pada saat seorang anak 42:58 mengucapkan kata-kata yang menyakitkan, 43:00 yang tidak menyenangkan menunjuk sikap 43:02 kurang ajar, anak tersebut dalam keadaan 43:04 kesetanan. 43:05 Kesetanan. 43:07 Kalau kita hadapi dengan emosi kita l 43:10 ini setannya bergembira, akhirnya kita 43:14 masuk juga dalam apa? Perangkap setan. 43:17 Akhirnya kita membuat diri kita 43:20 menderita dan juga bisa saja 43:22 menjerumuskan anak ke dalam kedurhakaan. 43:24 He. 43:25 Jadi cara yang paling baik ibu tidak 43:28 meladeni ya perintahkan agar anak 43:31 tersebut ya apa namanya apa kembali 43:34 kepada Allah. Sadar tinggalkan. 43:37 Nanti bila anak tersebut sudah dingin 43:39 sadar 43:40 pasti dia akan menyesal atas 43:42 ucapan-ucapan yang keluar dari mulutnya. 43:45 Kemudian si ibu bisa menghadapi dia, 43:47 "Nak, kamu tadi tidak sadar apa yang 43:49 kamu ucapkan. 43:51 Masa di hadapan ibu yang mengandung 43:54 kamu, melahirkan kamu, yang mencintai 43:56 kamu, kamu ucapkan kata-kata seperti 43:59 ini. Berikan kata-kata yang menyentuh 44:01 hatinya." 44:02 Dan banyak orang yang habis berbicara 44:04 tidak baik pada ibunya, begitu dia 44:06 keluar sadar 44:07 dia menangis tersedu-sedu. 44:09 Tapi kalau kita hadapi pada saat dia 44:11 emosi, bisa saja setan mengendalikan si 44:14 anak untuk melakukan perbuatan-perbuatan 44:16 yang tidak patuh. Seperti anak yang 44:19 membunuh orang tuanya. He. 44:20 Hanya karena diingatkan belajar supaya 44:23 berhenti main gadget. Bayangkan coba. 44:26 Karena pada saat itu sedang kesurupan. 44:28 Iya. 44:28 Kesurupan. Bukan dia yang bekerja, bukan 44:31 dia yang berbuat. Setan mengendalikan 44:33 jiwanya. 44:34 Oleh karena itu, kita harus berusaha 44:36 bagaimana kita mengingatkan anak kita. 44:39 Jadi, jangan hadapi anak pada saat emosi 44:41 dengan sikap yang akan mendorong dia 44:44 lebih emosi. Begitu juga ibu berhadapan 44:46 dengan suami. Kalau suami lagi 44:48 marah-marah, ibu tidak perlu dia nih. 44:49 H 44:50 nanti begitu dia diam baru ibu mulai 44:54 mengingatkannya 44:56 dengan cara-cara yang baik. Karena orang 44:58 pada saat selesai marah, pada saat itu 45:00 dia berada pada posisi lemah, jiwanya 45:03 dalam kondisi lem 45:04 lemah. 45:05 Tapi kalau kita tanggapi ya repot. 45:08 Begitu juga istri kalau lagi 45:09 marah-marah, emosi apalagi terbakar 45:12 cemburu. Jangan dihadapi dengan emosi. 45:16 Tapi tunjukkan sikap lapang dada lego. 45:20 Sabar. Setelah itu baru kita jelaskan 45:24 dengan kata-kata yang lembut kalau bisa 45:26 dan baik ya supaya apa? Dan pada sasti 45:30 pada saat dia sadar dia akan menyesali 45:32 ucapannya. Tapi kalau pada emosi 45:36 orang suami bilang kamu kalau begini 45:39 bisa terjerumus dalam api neraka. Enggak 45:41 penting neraka asal puas. Betul enggak? 45:43 [tertawa] 45:44 Itu yang bicara setan. Yang bicara 45:46 setan 45:46 yang mengendalikan dirinya. Jadi kita 45:49 berlindung kepada Allah dari tipu daya 45:52 setan. Kalau peru ibu atau bapak 45:53 berhadapan dengan situasi ini, berwudu, 45:56 salat, doakan anak kita, jangan kita 45:58 sumpahi. Karena kalau kita sumpahi, 46:00 bisa-bisa sumpah kita kena pada orang 46:03 tersebut. Demikianlah ee renungan kita 46:05 pada pagi hari ini. Mudah-mudahan kita 46:08 lebih prihatin apalagi di bulan Rajab 46:10 ini. Mudah-mudahan Allah mensucikan diri 46:12 kita. Amin. Amin ya Allahu 46:17 anagukaum 46:20 wasalamualaikum warahmatullahi 46:22 wabarakatuh. 46:23 Waalaikumsalam warahmatullahi 46:24 wabarakatuh. Demikianlah ikhwan akhwat 46:26 redungan di bawah naungan Al-Qur'an 46:27 bersama guru kita Ustaz Husin Alatas. 46:30 Tadi ada renungan pemaparan terkait ee 46:34 wafat sugro dan kubro dan juga menjawab 46:36 beberapa pertanyaan terkait hidayah 46:38 juga. Insyaallah ikhwanat kita dapat 46:40 memetik tetesan-tetesan ilmu yang 46:42 disampaikan oleh guru kita Ustaz Dus 46:44 Atas dan juga semoga kita di hari ini 46:46 mendapatkan keberkahannya. Selamat 46:48 melanjutkan aktivitas di hari ini, 46:50 Ikhwan Nawat. Semoga diberikan kemudahan 46:51 dan kelancaran. Akhirnya saya Rizal Alhq 46:53 dan juga teman yang bertugas ada Kang 46:55 Ondi dan Ustaz Algi Fahrji. Undur diri. 46:58 Wasalamualaikum warahmatullahi 46:59 wabarakatuh. 46:59 Waalaikumsalam.