Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Hamdan
- katsiran thyiban barokan fih kama
- yuhibbu waardo. Allahumma shalli
- wasallim wabarik ala sayyidina
- Muhammadin wa ala ali sayyidina
- Muhammad. masih dipancarkan dari Jalan
- Masjid Silaturahim nomor 36,
- Kalimanggis, Cibubur, Bekasi, Radio
- Silaturahim dan juga Rasil TV untuk
- Islam yang satu. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan
- akhwat yang dirahmati Allah. Senang
- sekali di pagi hari ini kami bisa
- kembali menjumpai ikhwan akhwat dalam
- program acara renungan di bawah naungan
- Al-Qur'an untuk edisi Kamis ya. sudah
- masuki hari ke 8 atau 9 di bulan Ramadan
- bertepatan juga dengan 20 ee 6 ya 26 ee
- Februari 2026. Ikhwan akhwat di
- kesempatan ini alhamdulillah guru kita
- Ustaz Husain Atatas telah hadir di
- studio. Kita akan seperti biasa menjawab
- beberapa pertanyaan yang sudah masuk dan
- juga kami mengundang juga partisipasi
- dari Ikhwan akhwat untuk sesi tanya
- tanya jawab di kesempatan pagi hari ini.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Baik, kita buka terlebih dahulu dengan
- pembacaan Quran surah al-Fatihah. Kami
- persilakan.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahman.
- Maiki yaumiddin
- iyaka na'budu wa iyyaka nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina
- an'amta alaihim
- ghairil maghdubi alaihim waladin.
- Amin. Amin. Amin ya rabbal alamin.
- Ikhwan akhwat, semoga di pagi hari ini
- dengan mengawali ee kita di kajian ini
- dengan pembacaan Quran surah Al-Fatihah,
- semoga kita mendapatkan rahmat dari
- Allah Subhanahu wa taala. Amin. Amin ya
- rabbal alamin. Afwan, Ustaz, kita
- langsung bacakan beberapa pertanyaan
- yang sudah masuk. Di antaranya yang
- pertama, asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam. Ee izin bertanya, Ustaz,
- mengenai ee fenomena yang sering terjadi
- di tengah masyarakat ini. Ee banyak umat
- ee muslim yang menggunakan gestur tangan
- menguncup di depan dada seperti posisi
- menyembah atau namaste di ee agama
- Buddha atau Hindu, Ustaz. saat menyapa
- mengucapkan terima kasih atau
- menunjukkan rasa hormat dan terutama di
- Ramadan atau Lebaran ini banyak yang
- foto bersama akhirnya tangannya
- menguncup ke atas disimpan di tengah
- dada Ustaz. Nah, ee mohon penjelasannya
- Ustaz terkait batasan tasyabuh gitu.
- sejauh mana gestur itu ee dikategorikan
- sebagai tasyabuh, menyerupai kaum
- nonmuslim yang dilarang dalam hadis Nabi
- sallallahu alaihi wasallam. Mengingat
- gestur tersebut itu sangat identik
- dengan ritual ibadah atau simbol
- keagamaan Buddha dan Hindu, Ustaz.
- Apakah ada juga alternatif yang apa
- dipakai oleh Islam gitu, Ustaz? Tradisi
- Islam. Nah, seperti itu, Ustaz. Mohon
- penjelasannya. Terima kasih.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin.
- Allahumma sholli ala
- sayyidina wa nabiyana Muhammadin
- alladziatahullahu
- rahmatan lil alamin
- waja'alahu lana uswatan hasanatan fi
- jami hayatina.
- Shawatu rabbi wasalamuhu alaihi wa ala
- alihi wasohbihi wasairina ala najihil
- qawim ila yaumiddin.
- Subhanaka la ilma lana illa ma alamtana
- innaka antal alimul hakim.
- Wala haula wala quwwata illa billahil
- aliyil adzim. Allahumma atina minika
- rahmah waimna min ladunka ilman nafi
- wfaf'na bimaamtana.
- Rabbana zidna ilman waikna bisihin. Amma
- ba'du. Ikhwan akhwat pendengar pemirsa
- radio TV silaturahmi yang dirahmati
- Allah.
- Allah Subhanahu wa taala
- melalui kitabnya memberikan tuntunan
- hidup yang amat mulia.
- Begitu pula Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam
- melalui praktik dan kehidupannya.
- melalui sunahnya memberikan contoh
- kehidupan yang benar-benar amat ideal,
- amat mulia, sempurna
- dalam segala sesuatu. Bukan hanya
- menyangkut ibadah ritual kita,
- tapi bagaimana kita mengucapkan salam
- terhadap sesama saudara kita.
- Sebagaimana salam di surga nanti
- watahiyatuhum fiha salam dalam kehidupan
- dunia juga kita mengucapkan salam
- sebagaimana Islam dinus salam agama yang
- menjaga, memelihara
- dan memperjuangkan asalam keselamatan,
- perdamaian bagi seluruh umat manusia.
- Bukan hanya bagi sekelompok manusia,
- tapi kedamaian bagi seluruh umat
- manusia. Oleh karena itu, kita dilarang
- untuk mengganggu kehormatan darah
- seseorang, hartanya, maupun
- kehormatannya,
- kecuali kalau mereka berbuat aniaya.
- Nah, kalau kita berjumpa dengan sesama
- saudara kita, sesama muslim,
- kita mengucapkan salam sambil berjabat
- tangan.
- Kalau kita berjumpa dengan seorang
- wanita yang bukan mahram kita,
- di saat dia menyapa kita, kita membalas
- salam dia, kita bisa menggunakan tangan
- kita diletakkan di dada. Sebagai
- penghormatan juga ya menerangkan
- bagaimana sesama muslim benar-benar di
- berada dalam hati. Apa dalam hati ee
- dalam hati dan jiwa mereka. Sebagaimana
- firman Allah, innamal mukminuna ikhwah.
- Sampai memberikan penghormatan
- terhadap yang tua, biasa kita
- menundukkan kepala kita sedikit ya
- sebagai penghormatan,
- sebagai gambaran dari ketawaduan.
- Kalau kita menyapa orang-orang yang
- jauh, kita biasa mengangkat tangan
- begini. Orang-orang yang jauh sambil
- salam kita mengangkat tangan seperti ini
- sebagai tanda salam kepada mereka yang
- menunjukkan juga rasa hormat kita kepada
- mereka.
- [mendengus]
- Adapun mengucupkan tangan di dada
- begini, ini merupakan tradisi
- mereka-mereka yang beragama Hindu dan
- Buddha. Mereka lakukan. Kita juga tidak
- mengganggu ya, tidak mencerca, tidak
- mencemohkan. Tapi karena ini merupakan
- bahagian dari tradisi dan ritual agama
- mereka, kita tidak melakukannya.
- Nah, dahulu biasanya laki-laki di saat
- menyapa wanita, mereka mengikuti tradisi
- orang Sunda. Bukan diletakkan begini,
- tapi begini. ya sebagai apa namanya
- bukan ke atas tapi ke depan begini
- dia tidak berjabat tangan dengan
- tidak menyentuh
- dengan wanita kalau sesama laki-laki
- mereka berjabat tangan tapi kalau
- ee bersama yang bukan muhrim mereka
- meluruskan tangan mengucupkan ke depan
- begini bukan begini
- bukan ke atas
- nah kalau dari jauh juga biasanya ya
- [berdehem]
- biasanya pada zaman dahulu mereka bisa
- mengangkat tangan atau begini juga tidak
- mengatakan begini jadi kita Sebagai
- seorang muslim terikat dengan aturan
- tuntunan agama kita dalam segala hal.
- Sampai-sampai memasuki kamar mandi,
- keluar dari kamar mandi, memasuki rumah,
- keluar dari rumah, masuk ke dalam rumah
- ibadah keluar dari dalamnya juga ya.
- Dalam tata cara kehidupan kita
- dicontohkan dengan contoh yang amat
- indah [mendengus]
- melalui kehidupan Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam dan
- juga keterangan Al-Qur'an yang menjaga
- hak-hak manusia baik kehormatan jiwanya,
- darahnya begitu pula hartanya dan
- seluruh yang menyangkut dirinya dilarang
- kita untuk mengganggu. Perbedaan agama
- tidak menghal untuk berbuat aniaya.
- tapi memerintahkan kita untuk mengajak
- manusia
- kepada Allah bil hikmah wal mauidatil
- hasanah. Jadi kita tidak dibenarkan
- mengikuti tradisi ritual agama orang
- lain atau mengikuti cara salah mereka.
- He.
- Tapi kita mengucapkan assalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh atau
- diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia
- agar mereka paham apa makna salam yang
- sebenarnya. Dan itu yang seharusnya
- dilakukan setiap muslim. Sampai dalam
- salat dimulai dengan mengagungkan Allah,
- mengangkat kedua tangan, kemudian
- ditutup dengan salam. Itu pesan dari
- salat yang harus dilakukan seorang
- muslim. Tapi apabila berkaitan dengan
- tradisi ritual agama yang lain, tidak
- dibenarkan kita mengikutinya.
- Jadi dalam tata krama pun kita terikat
- dengan aturan-aturan yang diajarkan oleh
- Allah dalam kitabnya dan dicontohkan
- oleh Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam dan dia suri tauladan
- yang sebaik-baiknya.
- Kita juga dulu menjumpai tradisi
- sebagian
- orang di saat dia berkendaraan ingin
- mengucapkan salam kepada orang. Dia
- sambil mengatakan kalau dia mengundang
- ke rumahnya dia mengatakan begini
- menggunakan bahasa isyarat maksudnya
- datang ke rumah dengan kedua tangannya
- tapi kalau dia mengucapkan salam dari
- jauh diangkat tangannya sebagai tanda
- penghormatan [mendengus]
- jauh dari kesombongan dan keangkuhan.
- Itulah dinul Islam
- yang mengajak kita untuk menjaga,
- memelihara, dan memperjuangkan
- asalam dalam kehidupan kita. Oleh karena
- itu, perang bukan merupakan apa? Bukan
- merupakan jalan utama.
- Perang hanya dilakukan pada saat
- berhadapan dengan orang-orang yang
- zalim. Wallahuam.
- Baik, Ustaz. Jadi, ini untuk menjaga
- kemurnian tauhid juga, Ustaz, ya.
- Dan juga mungkin prinsip kehati-hatian
- agar kita tadi meskipun niatnya tidak
- mengikuti ritual mereka, Ustaz.
- Iya, betul. Tetapi lama-kelama nanti
- masyarakat ya yang awam yang tidak tahu
- akhirnya menganggap ini merupakan contoh
- yang baik. Akhirnya mereka terbawa oleh
- keyakinan
- orang-orang yang berbeda dengan agama
- kita.
- J dari cara berpakaian kita kan
- diajarkan oleh Allah bagaimana kita
- menutupi aurat dengan sempurna. Bukan
- mengikuti gaya perpakaian orang yang
- tidak beriman.
- Pakaian-pakaian wanitanya membuka
- auratnya, menampakkan lekuk tubuhnya.
- Kemudian juga berpakaian dengan
- menggunakan celana pendek. Kalau ada
- orang Islam seperti ini jelas-jelasan
- dia menyerupai orang-orang yang tidak
- beriman.
- Dan Allah mengancamkan waman yusyaqiqi
- arasul m ba'di ma tabayyana lahul huda
- nuwalihi ma tawalla wuslihi jahanam
- wasat masir siapa yang menentang rasul
- setelah jelas baginya
- petunjuk Allah Taala kami akan danabi
- mukminin dan mengikuti hidup orang yang
- tidak beriman
- kami biarkan dia menempuh apa yang
- diikut
- tapi warusli Jahanam wasat mas kami akan
- dirumuskan dalam api neraka jahanam dan
- itulah seburuk-buruknya tempat kembali.
- Jadi bukan hanya kita mentaati Rasul
- dalam ibadah ritual kita, tapi cara
- hidup kita mengikuti Rasul sebagai
- sebaik-baiknya tauladan.
- Tapi banyak orang Islam tidak menyadari
- hal ini menganggap ini merupakan hal
- yang sepeleeh.
- He.
- Baik, Ustaz. Jadi ya terutama ya tadi di
- Ramadan biasanya di Idul Fitri kita
- keluarga foto bersama kan
- sambil mengatupkan atau mengucupkan
- tangan ke atas dan di tengah dada ustaz
- nanti orang beranggapan ini merupakan
- bahagian dari Islam.
- Iya padahal itu sudah lama kita juga
- melihat di agama Hindu dan Buddha Ustaz.
- Betul betul. Dari mulai kita kecil
- kadang-kadang sudah melihat hal
- tersebut. Arti kita menghormati mereka
- sebagai saudara kita sesama manusia yang
- berasal dari ayah ibu. Cuma jalan hidup
- kita dalam beragama berbeda. Jadi lakum
- dinukum kita punya identitas sendiri,
- Ustaz ya. Sebci, tidak mencerca, tidak
- melecehkan. Lakum dinukum.
- Dan banyak kita temukan orang-orang
- Buddha yang akhlaknya, pekertinya
- masyaallah luar biasa. Itu yang patut
- menjadi apa? Perhatian orang-orang yang
- beriman. Masa orang yang beriman kepada
- Allah, beriman pada rasulnya, beriman
- pada kitabnya yang merupakan pedoman
- hidup utama, akhlaknya kalah dengan
- orang-orang yang tidak seiman.
- Ini aneh luar biasa.
- Baik, Ustaz. Kita lanjutkan dengan ee
- pertanyaan lainnya. Ini ee biasanya di
- bulan Ramadan juga Ustaz ditanyakan
- Ustaz mengenai fidyah Ustaz dari seorang
- ibu.
- Eh, Ustaz Afwan, besaran fidyah e
- dibayarkan itu satu porsi makan kita
- satu kali atau tiga kali makan, Ustaz,
- dalam sehari. Syukran, Ustaz. Singkat
- saja pertanyaan.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Allah berfirman setelah menjelaskan
- kewajiban siam.
- Waadina yutiquunahu fidyatunamu
- miskinanir
- fahuairullah waumuirakum
- intuntum tamamun.
- Dan orang yang menjalani puasa dengan
- berat.
- Contohnya ibu menyusui.
- Sebagian ibu menyusui
- dalam keadaan menyusui juga dia lemah
- yang luar biasa hingga tak mampu
- berdiri. Jadi kalau dia berpuasa akan
- membahayakan dirinya maupun anaknya. Ibu
- hamil juga yang sepanjang kehamilannya
- muntah-muntah karena nyidam,
- mereka tidak bisa berpuasa. Karena bagi
- orang-orang seperti mereka ya atau orang
- tua yang sudah lanjut usia, lemah
- tubuhnya atau orang yang terkena
- penyakit yang menaun harapan untuk
- sembuhnya kecil
- Allah tetapkan bagi mereka fidyatun
- thaamu miskin. Fidyah dengan memberikan
- makan satu orang miskin.
- Nah, kalau dalam bulan puasa dengan
- sendirinya kebutuhan yang dibutuhkan
- orang miskin itu bersahur dan berbuka.
- Heeh.
- bukan sesuai dengan hari biasa. Jadi
- memberikan fidyah bagi orang miskin ya
- untuk kebutuhan puasa mereka.
- Jadi pada saat kita membantu orang yang
- berpuasa dengan memberikan makan buka
- dan makan sahur itu yang terbaik. Tapi
- kalau hanya mampu memberikan makan satu
- orang miskin pada saat berbuka
- itu merupakan hal yang makbul dapat
- diterima. Tapi kalau mau sempurna
- sebagaimana dia berbuka ya. Heeh.
- Kalau dia berpuasa, dia berbuka dan
- bersahur, maka berikan makan makan dan
- pada saat buka maupun pada saat sahur.
- Berapa yang harus diberikan sesuai
- dengan kebiasaan yang kamu makan. Jadi
- kalau orang di kampung yang kalau pagi
- makannya cuma satu gelas nasi ya, dia
- satu gelas ukurannya nasi itu dia makan
- dua kali. Biasanya di kampung Sukumi itu
- biasa jam 09.00 pagi mereka makan nanti
- jam .00 Enggak makan, malam enggak makan
- lagi. Paling nyanet.
- Nyanet.
- Nyanet arti makan nyemil-cemilan ya
- seperti rebusan-rebusan ya. Dulu sehat
- sekali ya.
- Iya.
- Jadi mereka makan dua kali dengan
- sendirinya apa yang dikeluarkan sesuai
- dengan biaya makannya.
- He.
- Paling-paling cuma berapa ribu. Betul
- enggak, Kak Rizal?
- Iya.
- Makan murah sekali kan? Tapi kalau yang
- di Jakarta sekali makan Rp50.000, dia
- harus keluar Rp50.000 sekali makan.
- Jadi kalau untuk sahur dan buka ya
- mungkin Rp100.000.00. Ibu,
- tapi kalau makannya Rp25.000 ya otomatis
- apa? Kali dua yang terbaik.
- Iya.
- Nah, orang yang bisa makan Rp50.000
- Rp100.000 per hari berarti kan punya
- kelebihan uang. He.
- Betul gak?
- Betul.
- Sekali makan mereka di restoran berapa?
- Coba lihat. Jadi orang-orang yang biasa
- makannya dengan ee biaya yang lebih
- mahal, dia keluarkan sesuai dengan apa?
- Dengan apa yang dia makan. Seperti
- contohnya kalau orang katakan ee ee
- berkebun
- dalam pertanian kurma, dia berkebun
- katakan dan buahnya adalah ajah.
- Hm.
- Yang harganya cukup mahal yang
- dikeluarkan
- dari apa yang ditanam dan dihasilkan.
- [mendengus]
- Kalau ambar ya ambar. Oleh karena itu,
- zakatul fitri berbeda-beda nilainya
- tergantung apa yang dimakan. Jadi kalau
- dia katakan menghasilkan ajwah, dia
- keluarkan katakan mabrum yang harganya
- cuma 8 riyal, enggak bisa diterima.
- Artinya kalau dia katakan makan dari
- ajah yang biasa dimakan menghasilkan
- ajah, keluarkan ajah.
- Karena ajuwa kan harganya cukup mahal
- kan, bisa sampai 80, 100 riyal,
- sedangkan mabrung cuma 8 riyal. Jadi min
- ausimun dari kebiasaan yang kalian
- makan. Jangan disamakan semua orang kaya
- miskin 3 liter set.
- H.
- Kemudian sodqatul fitri juga disesuaikan
- dengan kebutuhannya. Dimakan di setiap
- tempat Indonesia. Orang untuk berhari
- raya itu dia makan lontong, makan juga
- sayurnya, makan juga dagingnya. Nah,
- seharusnya yang dikeluarkan disesuaikan
- dengan kebutuhan.
- Kita keluarkan bersama semua keluarga.
- Ada beras,
- ada juga untuk kebutuhan ee katakan ee
- sayurnya, sem lauknya,
- untuk juga minyaknya. He
- bahan bakarnya
- supaya orang-orang miskin ini bisa
- menikmati suasana hari raya bersama yang
- kaya. Itu tujuannya.
- He.
- Maka dinamakan sodqatul fitri. Artinya
- sodqah demi membahagiakan orang-orang
- yang tidak mampu agar bisa menikmati
- suasana hari raya. Tapi kalau dikasih
- hanya beras 3 seteng jadi apa?
- H jadi bubur.
- Di dalam rumah kalau ada 10 orang atau 5
- orang anggota keluarganya. Nah,
- diberikan beras ya. Kemudian sediakan
- uangnya untuk lauk-lauknya sama bahan
- bakarnya. Kalau bisa dibagi tiga
- keluarga, empat keluarga itu lebih baik.
- Tapi yang mencukupi untuk kebutuhan
- lebarannya.
- He.
- Jadi tujuan dari sodqatul fitri itu
- adalah untuk membahagiakan alfuqara wal
- masakin agar bisa menikmati suasana hari
- raya bersama. Jadi berkaitan dengan
- fidyah tadi dia membayar untuk satu
- orang miskin buka dan sahur. Tapi kalau
- mau ditambahkan lebih dari satu orang
- faman tatawa khairon fahua khairullah.
- Kalau dia bersukarela menambahkan untuk
- dua orang, tiga orang itu akan lebih
- baik lagi.
- Nah bagi yang sehat mampu wa anasumu
- khairulakum intuntum tlamun. Kalau
- kalian di samping fidyah, tidak lama
- kemudian setelah kalian melahirkan anak,
- setelah kalian menyusui, kalian sehat,
- kalau kalian berpuasa itu akan lebih
- baik lagi.
- Tapi kalau orang yang menaun sakitnya
- ya, yang enggak ada harapan sembuh,
- enggak harus melakukan. Tapi ibu
- menyusui, ibu yang mengandung kalau dia
- berbuka kemudian dia punya kesempatan
- luas, sehat, segar, kalau ditambahkan
- puasa itu lebih baik.
- Wa antasumu kirakum. Ini dikaitkan
- dengan mereka-mereka yang berat untuk
- melakukan ibadah puasa karena sebab
- tertentu seperti menyusui
- atau katakan umpamanya ee hamil atau
- pekerja keras.
- Dia harus mencari nafkah karena tidak
- memiliki apa-apa. Tidak ada juga yang
- menanggung mereka. Kerjaan cukup berat
- di pelabuhan. mikul sana, mikul sini
- berpuasa bisa berbahaya buat dirinya.
- Dia boleh berbuka.
- H
- nanti ada kesempatan ya dia bisa apa?
- Dia bisa berpuasa.
- Jadi sebetulnya agama ini mudah.
- Yuriullah bikumul yusro wala yuridu
- bikumul usra.
- La yukallifulahu nafsan illa usa. Jadi
- jangan kita persulit agama Allah tapi
- jangan juga diremehkan.
- Begitu kita punya kesempatan, lakukan
- puasa. Jadi kalau kita kehilangan puasa
- selama 2 tahun, kurang lebih sekitar 60
- hari umpamanya
- kita masih belum bisa sama sekali apa
- tahun ini puasa karena masih menyusui.
- Tunggu sampai Anda lenggang, segar,
- sehat, Anda bisa puasa Senin Kamis
- mengantikan. H
- kalau diseling kan enggak begitu berat
- kan ya. Mudah-mudahan Allah berikan
- kemudahan buat kita semuanya.
- Baik, Ustaz. Kita lanjutkan pertanyaan
- dari Pak Maulana Yusuf. Ustaz,
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Di Jalan Pajajaran Sukabumi katanya,
- Ustaz, izin bertanya, berapa persentase
- antara hadis sahih dan hadis diif?
- Adakah hadis sahih dan hadis diif itu
- hadis diif itu mempengaruhi
- Afan, Ustaz? Saya ulang. Adakah hadis
- sahih dan hadis diif mempengaruhi
- kemajuan dan kemunduran peradaban Islam
- baik negara ataupun bangsa? Mohon arahan
- dan bimbingannya. Terima kasih, Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- [berdehem] Rabbana zidna ilman walhikna
- bisihin.
- Perlu kita pahami [berdehem] bahwa
- pedoman utama kita
- yang menjadi perjanjian antara kita
- dengan Allah adalah Al-Qur'anul Karim.
- Dan Nabi sepanjang hidupnya ya
- menerapkan dan mengamalkan Al-Qur'an.
- Oleh karena itu, sunah-sunah Nabi kita
- semua dipetik dari Al-Qur'an dan
- merupakan terapan dari Al-Qur'an. Maka
- tidak mungkin terjadi pertentangan
- antara sunah dengan Quran.
- Jadi, Islam konseptual
- secara konseptual adalah Al-Qur'an.
- Nah, aktualnya
- atau Islam aktualnya adalah apa yang
- diamalkan dari Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam.
- Jadi mungkin enggak antara konsep dan
- praktik bertentangan mungkin enggak?
- Enggak mungkin.
- Oleh karena itu, hadis-hadis, kalau
- hadis bicara hadis itu bicara mengenai
- riwayat.
- Sedangkan bicara sunah, sunah itu ya
- merupakan pengamalan nabi kita terhadap
- tuntunan Al-Qur'an. Jadi kalau kita
- meriwayatkan hadis, jangan kita katakan
- bahwa ini sunah semuanya, tapi itu baru
- riwayat. Nah, waktu kita menerima
- riwayat kita cocokkan dengan Al-Qur'an.
- Kalau sejalan dengan Al-Qur'an kita
- terima, tidak sejalan kita tolak.
- Nah, sebagai contoh Kang Riza, kalau
- orang menggambar sebuah rumah, jadi
- seorang ya menggambar rumah untuk mereka
- bangun, kira-kira pelaksana waktu
- menggambar disesuaikan dengan gambar
- gak?
- Iya,
- disesuaikan dengan gam
- dengan gambar.
- Begitu juga Rasul ya menyampaikan
- [berdehem] risalah Allah sampai Sayidah
- Aisyah mengatakan, "Kana khulu Quran."
- Akhlaknya adalah Qur
- Quran. Nah, pada masa Nabi hidup, Nabi
- melarang sahabatnya menulis hadis
- sebagaimana dalam Sahih Muslim. La
- taktuir Quran. Jangan tulis dari aku
- selain Qur
- Quran.
- Faman katabahu falyamu. Yang menulis
- hapuskan
- supaya jangan Quran bercampur dengan
- riwayat. Kalau Quran turun wahyunya
- diterima oleh Rasul kemudian ditulis.
- Kalau hadis kan orang yang menulis.
- Rasulullah enggak tahu apakah betul dia
- menulis sesuai dengan apa yang
- diucapkan.
- Apakah terjadi penyelewengan?
- Jadi hadis pada masa Nabi, pada masa
- sahabat tidak terkumpul. Pada masa
- tabiin pun belum. Baru setelah
- tabiitbiin ya pada masa itu hadis mulai
- dikumpulkan karena banyak kebohongan
- atas nama Nabi. [berdehem]
- Tapi karena bersandar pada hafalan bukan
- tulisan. Dengan sendirinya apa yang
- ditulis belum tentu sesuai dengan apa
- yang diucapkan Rasul. H. Oleh karena itu
- ulama ya bersepakat bahwa hadis-hadis
- Rasul kebanyakannya diriwayatkan
- maknanya bukan lafaznya.
- Jadi mereka mendengar dari Rasulullah
- sesuai dengan pemahaman mereka, mereka
- riwayatkan hadis tersebut. Oleh karena
- itu, hadis-hadis Rasul yang lafaznya
- serupa dan sama, Kang Rizal,
- yang sama
- lafaznya dan mutawatir hanya satu hadis.
- Itu pun masih ada perbedaan itu man
- kadaba alaiya falyatwaahu minanar.
- Riwayat yang lain masih ada tambahan
- manab alai mutaamidan itu dikenal
- sebagai satu-satunya hadis mutawatir.
- Itu hadis yang sifatnya kauli ucapan
- Rasul bukan amali.
- Tapi kalau yang amali lebih banyak.
- Contohnya semua praktik salat yang
- disepakati itu merupakan sunah amaliah.
- Tapi kalau sunah quuliyah itu ucapan
- Rasul sallallahu alaihi wasallam yang
- masuk dalam kategori mutawatir lafzi ya
- lafzi dan maknan itu man kadaba alaihi
- mutaamidan falyat maahu min. Adapun
- hadis-hadis yang terdapat baik Bukhari,
- Muslim, Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah,
- kalau orang membuka itu bukan ternyata
- satu masalah terdapat hadis ya yang
- lafaznya berbeda-beda. Di sini ada
- kemungkinan enggak salah paham,
- h
- salah mengungkapkan mungkin gak?
- Iya.
- Oleh karena itu enggak gampang-gampang
- kita menerima dari hadis, tapi cocokkan
- dengan kitab Allah. Karena Nabi perannya
- sebagai seorang rasul yang menyampaikan
- risalah Allah. Maka apa yang diucapkan
- mustahil akan apa? Akan bertentangan
- dengan Quran. Nah, dalam keluarga Nabi
- ada ketetapan.
- Jadi, keluarga Nabi dari mulai Rasul
- kemudian ee anak cucu-cucu Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- turun-menurun. Kita enggak bicara Syiah
- nih, tapi keluarga Rasul. Beda antara
- Syiah pengikut dengan keluarga Rasul.
- Keluarga Rasul bersepakat mereka
- mengatakan
- umasulillahi
- wa kalau kalian meriwayatkan dari rasul
- dan kami faiduhu ala kitabillah cocokkan
- di hadapan kitab Allah
- seperti orang menguji uang dolar ya pada
- scanner
- untuk menguji keasliannya
- dolar saja diuji emas juga diuji kan
- iya
- begitu juga riwayat ini menyangkut agama
- kita Berdusta atas nama Rasul beda
- dengan berdusta atas nama selain Rasul.
- Cocokkan di hadapan kitab Allah. Fama
- wafaqahu fahub. Yang cocok ambil. Wama
- khalafahu fatuku. Yang tidak cocok
- buang. Lianna la naquulu ma yukifu
- kitabullah. Karena kami tidak
- mengucapkan apa yang bertentangan dengan
- kitab Allah. Nah ini ucapan para
- keluarga rasul. Tapi sayangnya yang
- mengaku sebagai pengikut mereka banyak
- meriwayatkan hadis-hadis yang tidak
- sejalan dengan Quran. Akhirnya muncullah
- berbagai macam khurafat, penyimpangan.
- Begitu juga ahlusunah seharusnya
- mereka dalam menerima hadis jangan hanya
- sekedar menjumpanya di Bukhari maupun di
- Muslim.
- Kitab yang paling sahih yang tidak
- meragukan, terjamin adalah Quran. Selain
- dari itu tidak ada yang diamin sama
- sekali. Mau itu Bukhari, Muslim,
- Tirmidzi, Abu Daud. Begitu juga di
- kalangan Syiah punya beberapa referensi
- seperti umpamanya Al-Qulaini.
- Du pertiga dari hadis alkafir kula ini
- ya dinyatakan hadis-hadis yang tidak
- dapat diterima dua pertiga a bayangkan
- coba dari 16.000 hadis. Kemudian yang
- kedua man labuhul faqih oleh asaduq ini
- buku ya banyak kemiripan riwayatnya
- dengan apa yang ada pada ahlusunah. Yang
- ketiga, attahdzib. Yang keempat
- al-istibsar. Dua buku ini ditulis oleh
- At-Tusi. [mendengus]
- Jadi jangan kita menganggap apa yang
- terdapat dalam buku ini semuanya. Tidak.
- Yang cocok dengan Quran kita ambil. Yang
- tidak cocok mardudun ala qoilihi ayan.
- Kita kembalikan kepada yang mengucapkan
- siapapun dia. Jadi jangan kita utamakan
- hadis di atas Al-Qur'an.
- Kalau memang demikian dari mulai pertama
- Rasul mencatat hadis.
- Tapi sayangnya mereka lebih mengutamakan
- hadis daripada Al-Qur'an.
- Ada sebuah kisah menarik, Kang Rizal.
- [mendengus]
- Satu ee doktor di Mesir menghadiri salat
- diimami oleh seseorang.
- Si imam ini dari mulai awal salat
- membaca Al-Fatihah tanpa baca
- bismillahirrahmanirrahim. Kan perbedaan
- pendapat yang biasa.
- Akhirnya
- dokter ini bertanya,
- "Bukankah kamu tahu bahwa bismillah itu
- merupakan ayat pertama dari suratul
- fatihah?
- Kenapa kamu tidak membaca?" Dia bilang,
- "Sunah yang menyatakan hal tersebut."
- Si mengatakan, "Bagaimana kalau saya
- bacakan dalam hadis Bukhari
- ketika Anas bin Malik ditanya mengenai
- bacaan Rasul, dijawab oleh Anas, kanat
- qiraatuhu maddan."
- Maksudnya bacaannya
- dengan tepat mad-madnya.
- Kemudian dia baca
- bismillahirrahmanirrahim
- dengan keras. Itu di Bukhari ada.
- Begitu juga dalam Sahih Muslim
- dia mengatakan itu bukan dalam salat.
- Itu bukan dalam salat.
- Oleh karena itu kita lihat ya, baik itu
- Imam Syafi'i al-Arusi mereka mengatakan
- bahwa yang pertama kali menghilangkan
- basmalah dalam membaca Al-Fatihah adalah
- Muawiyah.
- Itu dalam pernyataan Imam Syafi'i
- termasuk juga alhakim fil mustadrak
- al-alusi mengatakan, "Ma awalu man asar
- bil basmalati Muawiyah."
- Satu kali Muawiyah menjadi imam, dia
- langsung membaca alhamdulillah tanpa
- membaca al-Fatihah. Pada saat rukuk dia
- tidak bertakbir. Ditegur oleh para
- sahabat.
- Asarqta am nasita. Kamu mencuri satu
- ayat dari Al-Fatihah apa? karena kamu
- lupa.
- Akhirnya berikutnya dia membaca
- bismillah.
- Jadi kalau kita perhatikan
- waktu ditanya,
- "Kamu tidak lihat kitab Allah?" Dia
- mengatakan hadis, "Bawa sunahnya sini.
- Jangan bawa Al-Qur'an.
- Karena di mata dia sunah itu atau hadis
- itu lebih utama daripada Al-Qur'an.
- [mendengus]
- Nah, kalau orang mengatakan dirinya
- sebagai ahlusunah,
- ahlusunah berarti orang yang mengamalkan
- sunah Rasul dalam hidupnya. Bukan hadis,
- ya. Karena hadis baru bentuk riwayat,
- kumpulan riwayat. Kalau sudah menjadi
- apa? Menjadi praktik rasul yang
- sebenar-benarnya baru itu sunah.
- Nah, dalam sunah rasul kan bukan hanya
- sebatas hal yang berkaitan dengan
- ritual. perlakuan kita dalam berbicara
- dengan orang. Tidak boleh kita
- mengolok-olok orang lain. Enggak boleh
- mencerca, enggak boleh mengumpat, enggak
- boleh kita memberikan julukan. Ya, dalam
- seluruh aspek kehidupan bersama keluarga
- kita, sunah Rasul bagaimana. Begitu juga
- bersama masyarakat kita sesama muslim
- atau orang-orang yang tidak beriman.
- Kita berbicara kepada mereka kalau
- mengikuti sunah Rasul yang mencakup
- seluruh aspek kehidupan kita pasti akan
- dicintai.
- Tapi kalau sunah dibatasi hanya dalam
- ritual, cara hidupnya enggak sesuai
- dengan sunah, sayang sungguh sayang.
- Saya berbeda. Saya mau baca bismillah
- pada saat baca al-Fatihah, tapi saya
- tidak mengecam orang yang tidak membaca
- bismillah. Kita doakan mudah-mudahan
- amal kita diterima. Walaupun saya punya
- argumen, mereka punya argumen.
- Ini yang diajarkan Rasul.
- Sahabat-sahabat berbeda, tapi mereka
- tidak bermusuhan. Para imam berbeda juga
- apa? Tidak bermusuhan. Kalau sekarang
- dari awal dakwah mencari permusuhan.
- H
- paling gampang menjas orang lain,
- menghakimi orang lain. [berdehem] Di
- sisi yang lain
- kalau ini merupakan ekstrem kanan, ada
- lagi ekstrem kiri.
- Agama semua dimudahkan, digampang yang
- haram halal. Ya, perintah Rasul,
- tuntunan Al-Qur'an tidak dikerjakan
- dengan alasan yang bermacam-macam. Jadi,
- yang satu keras berlebihan, yang satu
- mutamay. Tahu mutamay enggak?
- Enggak usah.
- Seperti orang yang apa? Yang menggiling
- air.
- Menggiling air sia-sia, Pak.
- Kalau gandum digiling kan ada hasilnya.
- Kalau dia seperti orang menggiling air,
- seperti membangun di atas air kan
- sia-sia, kan?
- Iya. Jadi sebaiknya kita ambil tariq
- alwasatih, jalan yang tengah.
- Wakadalika ja'alnakum ummatan
- wasat. Kita tidak mengikuti ekstrem
- kanan maupun ekstrem kiri. Kita tegas
- dalam syariat Allah Taala yang
- ditetapkan oleh Allah dan disepakati
- dari Rasul. Tapi yang berbeda pendapat
- itu kan pandangan dan ijtihad. kita
- saling menghargai, saling menghormati
- dan jangan beranggapan amal kita lebih
- baik dari orang tersebut. Karena sikap
- sombong ini akan membuat jatuhnya kita
- di hadapan Allah dan hilangnya nilai
- amal kita. Bisa aja orang lain walaupun
- dia awam lebih baik dari kita dengan
- kekhusyukan, dengan ketawaduan,
- sedangkan kita dengan kebanggaan,
- kesombongan.
- Saya merupakan pengikut sunah yang
- sebenarnya. Oleh karena itu
- saya sesalkan salah satu tokoh NU
- berilmu. Berilmu bukan tidak berilmu,
- tamat juga dari Saudi Arabia.
- Dia mengatakan, "Nahnu nahbiin ashabul
- haq."
- Kami nahbiin sebagai ashabul haq.
- Berarti yang di luarnya batil.
- Hm.
- Seharusnya seperti Mbah Hasyim Asy'ari
- yang santun.
- Kemudian juga mengajak orang kembali
- kepada Al-Qur'an. Dia berpendapat
- berbeda katakan dengan yang lain, tapi
- dihormati orang lain.
- Bagaimana
- rasa hormat di antara mereka seperti K.
- H. Ahmad Dahlan, NU-nya ya, dan
- lain-lainnya sebagaimana contoh para
- imam. Karena kalau bicara mengenai hak
- lawannya batil.
- Tapi kalau pendapat
- yaduru bainaswab wal khata di antara
- sawab dan khata. Jadi kalau seandainya
- kita menganggap benar, kita minta kepada
- Allah Taala untuk diterima tapi
- pandangan atau pekerjaan orang lain yang
- mereka anggap, kita doakan mudah-mudahan
- diterima asal hati kita tulus.
- Sama-sama.
- Satu lagi.
- Baik, Ustaz. Ini satu lagi dari ee
- pertanyaan
- sebentar Ustaz ketutup dari Pak Ramlan
- di Cengkareng Ustaz ee saya di Kapuk ee
- Cengkareng K Ustaz ingin bertanya
- mengenai hutang dengan nenek saya tetapi
- nenek saya sudah meninggal dunia di
- tahun 2018.
- Setelah itu saya mencoba mencicil dan
- yang terima itu anaknya. Dalam
- perjalanan waktu kehidupan perekonomian
- saya itu menurun drastis, Ustaz. Dan
- kelima bibik saya tersebut bilang sudah
- sepakat dengan saudara yang lain kalau
- hutang saya diikhlaskan sudah tidak
- perlu bayar lagi. Tapi dalam perjalanan
- waktu 7 tahun ada bibik saya yang bilang
- hutang saya harus dilunasin.
- Bagaimana Ustaz? Saya jadi bingung. Anak
- dari nenek saya ada enam orang. Terima
- kasih. Mohon jawabannya.
- Yang lima setuju sudah. Yang lima
- mungkin setuju, Ustaz. Nah, satu orang
- berarti kalau seandainya Iya. Dengan
- sendirinya hutang itu
- tanggungan kita.
- Hm.
- Kalau seandain kita berhutang ya
- kemudian
- yang menghutangkan kita atau ahli
- warisnya menuntut kita wajib untuk
- membayar. Nah, kalau yang lima yang
- mengikhlaskan, yang satu menuntut, maka
- kita lunasi bahagiaan dia. Katakan
- umpamanya hutangnya Rp60, ya.
- masing-masing Rp10 kalau perempuan
- semuanya ya. Nah, yang Rp10 yang menjadi
- bahagian yang keenam ini usahakan untuk
- kita lunasi.
- Insyaallah dengan niat baik Allah akan
- membantu kita melunasi hutang kita.
- Adapun yang tidak menuntut, yang
- mengikhlaskan, ya kita tidak wajib untuk
- membayar hutang kita kepada mereka.
- Mungkin bibi yang ini mungkin ekonominya
- agak susah, agak sulit, dia butuh
- mungkin. Dengan sendirinya kita bayar
- sesuai dengan apa? kewajiban kita.
- Cukup dengan satu bibi itu, Ustaz.
- Kan kalau saat yang lain mengikhlaskan.
- Iya. Jadi ee lima bagiannya sudah
- diikhlaskan. Yang satunya
- I yang satu bahagia yang menjadi hak
- dia.
- Iya.
- Kita berikan. Mudah-mudahan Allah
- Subhanahu wa taala bebaskan, sangkut
- paut kita semuanya. Karena hutang ini
- masalah yang betul-betul berat ya.
- Sampai Nabi ketika mau menyalatkan
- sahabatnya bertanya apakah dia punya
- hutang? Mereka mengatakan ada ya
- Rasulullah. di antara kalian yang mau
- menanggung hutangnya.
- Waktu mereka diam, Rasulullah langsung
- mengatakan, "Sollu ala akhikum. Salatkan
- saudara kalian."
- Nabi melakukan hal ini bukan berarti
- orang tersebut tidak diterima oleh
- Allah.
- Tapi maksudnya ke mana kalian sebagai
- saudara sesama muslim tidak peduli
- terhadap saudara kalian?
- Baik, Ustaz. Terakhir ini Ustaz satu
- lagi Ustaz. Apakah lembaga seperti Rasil
- bisa menerima zakat mal? Kata Ustaz,
- terima kasih. Ni
- rasil bisa menerima zakat mal
- yang menjadi bahagian fisabilillah
- h
- dan bahagian wal muallafati qulubuhum
- orang-orang yang boleh didekatkan ke
- dalam Islam atau sudah Islam tapi apa
- tapi mereka ee membutuhkan apa katakan
- kita berikan bantu pendekatan untuk
- melunakkan hatinya
- boleh juga saham wafir riqab ini ada
- delapan bahagian kan
- iya Ya,
- ada riqab, ada mualaf, ada fisabilillah.
- Adapun fuqara wal masakin
- rasil ya sebaiknya tidak menerima, tapi
- mereka menyalurkan kepada orang-orang
- yang butuh di lingkungan mereka. Karena
- yang lebih berhak orang yang berada pada
- lingkungan mereka. Jadi kalau mau
- memberikan saham,
- mau diberikan dari saham fisabilillah
- atau saham wal mualafati qulubuhum ini
- merupakan program dakwah atau saham
- wafir riqab. Mau diberikan tiga bagian
- boleh atau mau diberikan satu bahagian.
- Bisa saja fuqara wal masakin jumlahnya
- banyak.
- Kalau diberikan tiga bahagian, fuqara
- wal masakin akan berkurang. Jadi berikan
- mau diberikan satu saham dari delapan
- saham tersebut. Saham fisabilillah
- atau saham ya wal mualafati qulubuhum
- atau saham wafir riqab atau
- ketiga-tiganya. Yang jelas dalam hal ini
- usahakan untuk memenuhi delapan golongan
- tersebut. Kalau memang uangnya cukup,
- kalau enggak utamakan ya orang-orang
- yang membutuhkan lebih utama. Karena
- fuqara masakin mengalami kesulitan. Nah,
- kalau ada kelebihan dari fuqara masakin,
- Anda mau titipkan ke rasil sebagai
- bahagian fisabilillah. Kalau bisa tulis
- ini untuk fisabilillah.
- H
- dakwah rasil kan. Betul.
- Ini untuk mualaf supaya Rasil bisa
- gunakan untuk menarik orang-orang yang
- sudah apa? Yang sudah masuk ke dalam
- Islam atau mendidekatkan hatinya ke
- dalam Islam atau wafir riqab. Nah, wafir
- riqab ini sebetulnya bisa digunakan juga
- untuk membayar hutang.
- Firqab ini
- i
- digabungkan dengan wal garin ya untuk
- melunasi hutang orang-orang yang
- berhutang. Karena hutang ini mencekik.
- He.
- Apalagi dengan terjadi pinjol, orang
- terpaksa untuk makan, minum, enggak ada
- yang bantu, pinjol lagi. Pinjol ini
- betul-betul luar biasa. Apalagi judul
- ya.
- He.
- Dua-duanya merupakan laknat,
- merupakan penyebab kesengsaraan banyak
- orang. Karena orang kalau ditawarkan
- uang, siapa yang enggak mau?
- Iya.
- Betul. Enggak sekarang burungnya tahu
- uang, bisa ambil uang diantarkan kepada
- tuannya.
- H
- sebagai hadiah.
- Masyaallah. Demikianlah pertemuan kita
- pagi hari ini. Insyaallah mudah-mudahan
- Allah berikan solusi buat umat yang
- sedang mengalami penderitaan di Gaza.
- Agar Allah Subhanahu wa taala ee
- tentramkan hati mereka, lapangkan hidup
- mereka,
- dan menangkan perjuangan mereka
- agar Allah Subhanahu wa taala turun
- tangan membantu mereka di saat bangsa
- Arab meninggalkan mereka. Kita berharap
- insyaallah Allah gantikan bangsa Arab
- yang berpaling tidak menyambut seruan
- Allah dengan umat-umat yang baru bahkan
- dengan para malaikatnya yang turun untuk
- memberikan dukungan bagi mereka. Dan
- mudah-mudahan kita Indonesia bersama
- seluruh rakyat Indonesia orang yang
- peduli terhadap nasib orang-orang yang
- menderita termasuk nasib mustabfin yang
- hidupnya susah menderita di negeri kita.
- Kesempatan di bulan puasa mari kita
- berbagi dengan nikmat Allah. sebetulnya
- untuk kita dan bekal kita di hari akhir.
- Semoga Allah menyempurnakan ibadah puasa
- kita.
- Amin. Amin.
- Melimpahkan berkahnya untuk kita semua,
- ampunan dosa, rahmatnya. Dan Allah
- jadikan kita
- setelah usai pendidikan ujian Ramadan
- menjadi manusia-manusia
- yang Allah anugerahkan kemampuan
- mengendalikan diri terhadap syahwat dan
- hawa nafsu. Disesuaikan di tempat yang
- Allah Subhanahu wa taala ridai.
- Dijauhkan dari perbuatan keji mungkar.
- atau perbuatan-perbuatan yang bejat hina
- dinah. Jadikan kita akhlak kita
- bagaimana sebagaimana akhlak Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam para
- sahabatnya para keluarganya yang
- dimuliakan Allah. Subhanakallahumma
- wabihamdik ashadu alla ilahailla anta
- astagfiruka wa atubu ilaik walu minkum.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Terima kasih jazakullah
- kirin
- Alas yang telah memberikan ee kajian
- jawaban-jawaban dari pertanyaan Ikhwan
- Ahmad. Semoga Ikhwanat kita mendapatkan
- pelajaran dan ibrah dari
- penjelasan-penjelasan yang beliau
- sampaikan. Ikhwan akhwat, akhirnya saya
- Rizal Alhaq bersama teman-teman yang
- bertugas di pagi hari ini ada Kang Ondi
- dan juga Kang Algi undur diri. Billahi
- taufik walhidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuhikumsalam.