Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillah
- wasyukrulillah wikmatillah la haula wala
- quata illa billah. Dipancarkan dari
- Jalan Masjid Silaturahim nomor 36
- Kalimanggis, Cibubur, Bekasi. Inilah
- radio silaturahim dan Rasil TV untuk
- Islam yang satu. Apa kabarnya Iwan Nawat
- di mana pun Anda berada? Senang sekali
- rasanya pada kesempatan sore hari ini
- saya Fajar Hidayat bisa kembali menemani
- ruang dengan Iman Ahmad semuanya dalam
- program acara tausiah sore yang setiap
- hari Jumat diisi oleh guru kita yaitu
- Ustaz Ahmad Saleh. Dan di meja switcher
- kita ditemani oleh Neza dan juga ada
- Raffi dan juga dari operator ada Bang
- Yusuf Sebangkit dan alhamdulillah guru
- kita sudah berada di tengah-tengah kita
- Iwan Naud kita sapa saja. Asalamualaikum
- Ustaz. Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Gimana kabarnya hari ini, Ustaz?
- Alhamdulillah lebih baikan dari
- hari-hari kemarin. Alhamd ee semakin
- segar dan sudah berentu alhamdulillah
- semakin bersemangat. Alhamdulillah.
- Masyaallah.
- Alhamdulillah. Terapi masih jalan terus,
- Ustaz.
- Oh, terapi masih jalan. Iya.
- Alhamdulillah sekarang Ustaz sudah bisa
- berjalan tanpa tongkat.
- Alhamdulillah. [tertawa]
- Insyaallah semoga Allah terus memberikan
- Ustaz kesehatan yang masing-mas. Amin.
- Allah. Amin. Amin.
- Dan Iwan pada kesempatan sore hari ini
- guru kita Ustaz Dam Saleh masih akan
- melanjutkan kajian syarah kitab Riyadus
- Shihin
- yang pada kesempatan sore hari ini Ustaz
- akan menyampaikan temanya yaitu tentang
- gibah yang diperbolehkan.
- Gibah yang diperbolehkan. Ini hadis yang
- pertama yang disampaikan atau hadis
- ke-1532
- dari secarah kitab Riyadus Shihin.
- Dan bagi Wanwat yang mungkin nanti ada
- pertanyaan ingin atau mengirimkan
- atensinya bisa dikirimkan ke layanan
- WhatsApp Prasil di 0811999720.
- Nomor itu juga bisa digunakan untuk
- berinteraktif Iwan Awat atau yang
- menyaksikan via YouTube Rasil TV bisa
- mengirimkan pertanyaannya via kolom live
- chat Rasil TV. Baik, sebelum kita
- mengawali kajian sore hari ini, mari
- kita buka saja dengan membaca doa thabul
- ilmi. Bismillahirrahmanirrahim.
- Baik, tafadal Pak Ustaz.
- Alhamdulillahi hamdan katsiran thyiban
- mubarokan fih kama yuhibuna
- waard.
- Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la
- syarikalah
- lahul mulku walahul hamdu wahua yuhyi
- wahua ala kulliin qodir.
- Ikhwan dan akhwat pendengar radio
- silaturahim serta pemirsa hasil visual
- di mana pun berada. Alhamdulillah
- kembali dipertemukan kita e dipertemukan
- kembali oleh Allah meskipun di Dumai ya
- untuk melanjutkan kajian kita kajian
- kitab Syarhu Riyadus Shihin wal hadir
- yni walanakam
- sanabhas an dari membahas tentang gibah
- yang diperbolehkan.
- Jadi sebelum kita mengkaji
- hadis-hadisnya, jadi gibah yang
- diperbolehkan itu di antaranya adalah
- pertama pengaduan terhadap penganiayaan.
- Jadi kalau kita dianiaya terus kita mau
- mengadukan ke hakim, nah maka e tidak
- gibah kalau saya dipukul ee hakim sama
- si fulan. Nah, gitu ya. Si fulan tuh
- siapa? Si anu, si anu, si anu gitu. Nah,
- itu bukan termasuk gibah. karena
- pengaduan untuk mencari keadilan.
- Yang kedua, meminta tolong untuk
- menghilangkan kemungkaran dan menegur
- orang yang berbuat maksiat.
- Misalnya, saya punya guru dan e apa
- namanya? Boleh dibilang guru itu adalah
- orang yang bisa mencegah kemungkaran.
- Maka saya saya bilang, "Aduh, Ustaz atau
- Syekh ee tolonglah gimana caranya agar
- kemaksiatan si Fulan bin Fulan di tempat
- kami ini ee apa bisa berhenti.
- Apa dia melakukan apa, kemaksiatan apa?
- Jelaskan kemaksiatannya." Nah, jadi
- mengadukan kepada orang yang dianggap
- bisa menyelesaikan
- persoalan maka bukan gibah gitu loh. Itu
- ya. Jadi yang pertama pengaduan terhadap
- penganiayaan. Kedua meminta tolong untuk
- menghalangkan kemungkaran. Ketiga
- meminta fatwa atau nasihat. Misalnya
- orang ee apa namanya? Misalnya misalnya
- begini. Ada orang yang diperlakukan
- tidak adil oleh ayahnya, oleh ibunya,
- oleh kakak-kakaknya.
- Bisa saja dia mengatakan gimana ya gini
- atau diganti kalimatnya. Bagaimana
- pendapat Anda terhadap orang tua yang
- melakukan memperlakukan anaknya begini
- begini begini. Jadi tidak disebutkan ee
- pelakunya itu bagus itu gitu ya. Tapi
- yang jelas kan kalau minta fatwa mah
- yang penting substansinya apa. Tidak
- harus disebutkan bahwa yang melakukan
- kezaliman terhadap dirinya adalah ibu
- bapaknya, kakak-kakaknya. Tapi bagaimana
- pendapat Anda jika ada orang tua yang
- memperlakukan anaknya begini begini, oh
- begini fatalnya. Oh gitu kan sama saja
- gitu ya. Nah tetapi kalaupun dijelaskan
- tidak masalah boleh gitu ya. Nah, tetapi
- lebih baik karena itu masih bisa
- dihindari tanpa apa namanya mengurangi
- klik clear persoalan dengan
- menyembunyikan nama Bapak, nama Ibu,
- Kakak-kakak itu diganti dengan
- seseorang. Bagaimana pendapat Anda
- terhadap seseorang yang memperlakukan
- anaknya atau memperlakukan adiknya
- begini begini begini gitu ya. Ya, itu
- yang ketiga. Yang keempat, memberi
- peringatan atau nasihat kepada kaum
- muslimin agar tidak terjerumus ke dalam
- kejahatan.
- Ah, jadi ee kaum muslimin diingatkan,
- "Kamu jangan seperti si fulan toh yang
- suka begini begini begini." Karena
- memang dia melakukannya juga
- terang-terangan. Karena terang-terangan
- maka diingatkan. Kalau dia melakukannya
- sembunyi-sembunyi kan berarti kita
- ngorek-ngorek kesekalahan dia. Tapi
- karena terang-terangan,
- hati-hati kaum muslimin terhadap
- perlakuan si anu yang suka begini begini
- begini. Nah, itu boleh gitu ya. Heeh.
- Kemudian yang kelima, orang yang
- melakukan perbuatan fasik atau bidah
- secara terang-terangan
- seperti minum khamer di tempat umum,
- merampas milik orang lain, atau meminta
- dengan paksa, melakukan perkara-perkara
- batil. Nah, itu karena memang sudah
- terang-terangan boleh itu apa namanya ee
- di ee apa namanya diperingatkan kaum
- muslimin dari hal semacam itu. Yang
- keenam, mengidentifikasi seseorang.
- Oh, itu Pak Ahso yang pendek itu. Ah,
- gitu loh. Karena misalnya dari dari
- narasumber Rasil kebanyakan jangkung
- tinggi orangnya. yang pendek. Ah, Pak
- Aso misalnya. Oh, Pak Aso yang pendek
- itu. Nah, jadi Pak Aso yang pendek itu
- mengidentifikasi untuk membedakan dengan
- yang lain agar jelas gitu tidak masalah
- gitu ya. Oh, yang jangkung itu ya itu
- bukan suatu ee gibah ya. Jadi kalau
- kemarin umum larangan gibahnya sekarang
- dikecualikan dengan enam persoalan tadi
- ya. Oke. Baik, kita lanjut kepada ee
- kajian hadis-hadisnya.
- an Aisyah radhiallahu anha
- anna rulan istana al nabii shallallahu
- alaihi wasall faqalazanu
- lahu b akhul asirah dari Aisyah
- radhiallahu anha bahwa ada seorang
- meminta izin kepada Nabi sallallahu
- alaihi wasallam kemudian bersabda,
- "Berilah izin orang itu. Ia adalah
- sejahat-jahat saudara dari kabilah
- tersebut. Hadis riwayat Muttaqbun alaih
- atau muttafaqun alaih riwayat Bukhari
- Muslim. Nah, Nabi menyebutkan si fulan
- itu sejahat-jahat
- saudara dari kabilah itu ya. Karena
- memang zahirnya kenampak terang-terangan
- dia melakukan kejahatannya. Nah, jadi ee
- apa namanya ee mutiar-mutiar yang dapat
- kita ambil dari hadis ini, Imam
- An-Nawawi meredaksikan kebolehan gibah
- terhadap orang yang melakukan kerusakan
- sebagai peringatan agar kita tidak
- tertipu oleh aspek kelahiran mereka.
- Misalnya apa ya?
- Ee ah hati-hati dengan para apa para apa
- kita sebutnya ya yang membeli
- tanah-tanah di pegunungan di
- tempat-tempat kalian. Hati-hati.
- Hati-hati itu jelas untuk apa? Untuk apa
- dibangun? Jangan sampai dibabak apa
- dibalak apa namanya ee apa katanya untuk
- kebun kebun kayu-kayunya ditebangin
- semuanya. Ternyata bukan 1 hektar 2
- hektar.
- berhektar-hektar
- bahwa konon katanya selama 10 tahun
- sekian puluh hektar 90 juta sekian puluh
- juta hektar
- innillahi wa inna ilaihi rojiun saya
- bilang ya Allah
- semoga Allah beri kesabaran kepada
- mereka yang tertimpa musibah gitu ya nah
- maka oleh sebab itu hati-hati nah tetapi
- sekali lagi karena kita enggak punya
- kekuasaan
- hati-hati sudah hati-hati tapi kemudian
- ke yang protes malah dikriminalisasi.
- Iya
- gitu. Jadi ah ya itulah ya. Pertama
- berserah kepada Allah. Kita berusaha
- semakin mendekatkan diri kepada Allah.
- Terus usaha-usaha
- ya komunikasi-komunikasi dibangun
- komunikasi yang bagus antara apa
- namanya? antara kita dengan orang yang
- dipandang berpihak kepada rakyat yang
- berpihak komunikasi terus didukung di
- makanya keberpihakan itu penting tapi
- hasilnya kembali serahkan kepada Allah
- tapi usaha harus terus kita
- usaha ya lakukan. Nah, maka saya kira
- perlu ee apa namanya? Ee perlu kita
- membaca jangan sampai kita buta.
- Karena nanti kalau kita buta di akhirat
- juga buta. Waman kana fi hadzihi a'ma
- wamanana fi hadzi a'ma
- wahua fil akhirati a'ma waus sabila.
- Siapa yang buta di dunia, maka akan buta
- di akhirat. Kalau secara tekstual, ya
- kalau secara tekstual tuh memahami ayat
- itu Alisra 72 itu tekstual, maka semua
- yang buta di dunia di akhirat akan buta.
- Abdullah Ummi Maktum ya, Abdullah ee apa
- bin Ummi Maktyum itu menjadi buta kalau
- pemahamannya tekstual. Tapi maksudnya
- adalah barang siapa yang tidak melihat
- petunjuk,
- tidak menggunakan petunjuk gitu loh,
- tutup mata dari petunjuk Allah di
- dunianya, maka di akhirat pun dalam
- keadaan bingung. Di akhirat pun dia
- dalam keadaan susah, di akhirat pun dia
- tidak bisa melihat jalan yang harus
- ditempuh. Itu penafsirannya.
- Penafsirannya berdasarkan salah satu
- ayat.
- Barang siapa yang berpaling dari
- peringatanku,
- maka baginya penghidupan yang sempit
- dan kami akan kumpulkan yaumalqiamati
- pada hari kiamat dalam keadaan buta. Ya,
- jadi pengertian a'ma fi hadihi itu a'ma
- di dua ini buta. Maksudnya berpaling
- dari peringatan Allah gitu. tidak
- membisa, tidak bisa membaca ayat-ayat
- Allah. Padahal perintah pertama itu
- iqra, membaca tulisan dan membaca ee
- ayat-ayat kauniah. Jadi ayat Quraniah,
- ayat kitabiah juga ayat
- kauniah, gitu loh ya. Maka oleh sebab
- itu harus pandai membaca, pandai
- melihat. Ah nanti kemudian didapat
- informasi harus bagaimana dan bagaimana
- begitu ya. Heeh.
- Ee kemudian eh
- wa Aisyata qalat qala Rasulullahi
- sallallahu alaihi wasallam maunu fulanan
- wa fulananifani
- mininaaian rahu albukri dari Aisyah
- radhiallahu anha berkata, Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam bersabda,
- "Aku tidak mengira sedikit pun kalau
- pulan dan fulan itu mengetahui sesuatu.
- itu tentang agama kami. Maksudnya fulan
- dan fulan disebut namanya adalah dua
- orang yang diduga fasik gitu. Gitu ya.
- Fasik orang fasik. Ah, enggak nyangka
- ternyata dia ngerti agama juga. Nah,
- padahal dia fasik gitu ya. Nah, jadi
- kesimpulan atau mutiara hadis yang dapat
- kita gali dari hadis kedua ini boleh
- gibah terhadap orang yang berlaku
- munafik agar tingkah laku mereka tidak
- sama bagi orang yang tidak mengetahui
- keadaan mereka. Misalnya hati-hati
- sekarang itu dengan apa namanya? Dengan
- orang yang mau yang mau masuk Islam.
- Jadi mualaf.
- Saya pernah tuh ngisi khotbah di jalan
- di Kuningan Jakarta.
- Kemudian ada yang mendekati saya
- ee rupanya menanya DKM. Oh, itu DKM-nya
- itu ya. Akhirnya dia nyampaikan ke DKM
- bahwa saya mau masuki Islam gitu ya.
- Masuk Islamlah ceritanya. Saya diminta
- nyaksikan.
- Nah, setelah itu dibuatlah surat
- pernyataannya kata DKM-nya ini suratnya
- bawa ke MUI setempat ya, nanti bawa lagi
- ke sini.
- Nah, ternyata beberapa ya Jumat kemudian
- saat saya ngisi di situ lagi berarti
- sudah berapa bulan? 3 bulanan lah gitu.
- Ternyata dia datang lagi membawa
- temannya mau masuk Islam. Kemudian oleh
- DKM ditanya mana surat yang ini
- rekomendasi yang ee minta tanda tangan
- MUI setempat itu gitu loh. Ternyata
- belum diberikan gitu loh. Ternyata
- setelah sedidik-sedelidik bahwa ada
- orang punya pekerjaannya jadi mualaf.
- Hari ini masuk Islam di sini nanti Jumat
- berikutnya di masjid mana lagi masuk
- Islam. Jadi kerjaannya itu kerjaan masuk
- Islam. Nah, tidak mengapa itu
- diceritakan tuh hati-hati tuh sekarang
- tuh sudah marak tuh sindikat e menjadi
- mualaf gitu. Maka oleh sebab itu
- sebaiknya Pak kaum mualaf juga ada yang
- apa istilahnya bukan rekomendasi ya ada
- yang membimbing, ada yang menemani, oh
- saya mau masuki Islam siapa tokoh yang
- dikenalnya gitu loh. Jadi jadi tidak
- langsung menerima keislamannya tetapi
- melalui saringan ditanya dan memang ada
- sunahnya ditanya dulu kamu punya jimat.
- Itu kan pertanyaan di zaman Nabi seperti
- itu. Maka di zaman kita juga boleh gitu
- loh ya. Heeh. Nah, jadi ee kalau seperti
- itu persoalan-persoalan
- yang semestinya ee dihindari tapi
- kemudian dilaksanakan terang-terangan
- oleh orang, maka menceritakannya bukan
- gibah. Heeh.
- Baik, kita lanjutkan kepada hadis
- ketiga. Waan Fatimah binti Qaisin
- radhiallahu anha qalat dari Fatimah
- binti Qais. Semoga Allah meridainya.
- Ataitun nabiya shallallahu alaihi
- wasallam faqulu inna abal jahmi wa muam
- khotbani.
- Sesungguhnya ee apa namanya? Muawiyah
- dan
- Abu Jaham
- mengkhitbah kepadaku, melamar kepadaku.
- Jadi suungnya Abal Jaham waah
- Khattabani. Jadi eh apa namanya?
- khotbani. Jadi dalam bahasa Arab itu ada
- khatib,
- ada khatib. Kalau khatib adalah orang
- yang melamar.
- Kalau khatib
- itu orang yang berkhotbah.
- Gitu ya. Berkhotbah dengan yang
- berkhitbah itu beda gitu ya. Heeh.
- Faqala Rasulullah sahu alaihi wasallam.
- Maka Rasul bersabda, "Amma Muawiyah
- faslukun la ma lahu." Adapun Muawiyah
- itu orang miskin, tidak punya harta
- gitu. Wama abul Jahmi. Adapun Abu Jaham
- fala yadul asiqihi,
- dia adalah orang yang tidak pernah lepas
- dari tongkatnya gitu. Yang selalu
- menyimpan di apa namanya? Ee
- ee selalu menaruh ee tongkat di
- pundaknya. itu adalah kiasan bagi orang
- yang suka memukul gitu. Pengertian
- pertama. Yang kedua, bisa juga dia
- adalah orang yang suka bepergian. Jadi
- sifat kekhususannya di oleh Nabi
- disebutkan. Oh, Muawiyah. Kalau Muawiyah
- itu orang miskin
- ya, orang miskin enggak punya harta.
- Adapun Abu Jaham, dia itu adalah orang
- yang tidak pernah melepaskan tongkatnya
- dari pundaknya. Maksudnya bisa dipahami
- apa? Melepaskan tongkat dari pundak.
- Tidak pernah melepaskan tongkatnya dari
- pundaknya adalah gampang memukul.
- Ya. Adapun pengertian yang lain juga
- adalah ee sering bepergian.
- Nah, maka mutiara-mutiara hadis yang
- diambil ya gitu ya. Wafi riwayat Muslim.
- Adapun riwayat dari Imamal Abu Jahmiun
- linisa. Ah kan gitu lebih apa gak
- memukul.
- Wahua tafsirun liiwayatin lauli.
- Asfar e banyak be banyak bepergian. Jadi
- ini tafsiran riwayat Muslim ya. Nah,
- jadi mutiara-mutiara yang dapat kita
- lihat adalah boleh menjelaskan kepada
- laki-laki yang melamar atau wanita yang
- dilamar mengenai sifat-sifat jelek
- seseorang tanpa perlu menuntut-nutupi
- dan hal itu tidak dianggap gibah. Kalau
- kita ditanya orang, "Ustaz, menurut
- Ustaz si Fulana itu gimana sih?"
- yang aku tahu sebagai gurunya nih dia
- itu kadang begini begini disebutkan
- kejelekan.
- Begitu juga ee calon mertua misalnya mau
- mencarikan laki-laki ee untuk suami dari
- anaknya. Kemudian nanya ke orang
- sekitarnya, "Bagaimana pendapatmu
- tentang si Fulan?"
- He.
- "Oh, jangan apalah kalau kamu nanya itu
- mau dinikahkan sama putrimu." Jangan.
- karena dia itu punya sifat begini begini
- begini begini itu bukan gibah gitu ya.
- Nah, jadi boleh saja menjelaskan
- kelebihannya dan ee menjelaskan juga
- kekurangannya
- karena memang beresiko gitu ya. Udah
- udah gini aja lah kamu ee tahan dulu,
- jangan dulu ngelamar karena dia tuh
- orangnya keras kepala gitu. Kalau sudah
- punya mau aa saja gitu loh. Nah, maka
- oleh sebab itu ee boleh dijelaskan
- seperti itu ya. Karena dia misalnya
- kekeh petekeh gitu loh. E maka disebut
- apa namanya? Susah. Susah diatur. Kalau
- sudah maunya terus. Kalau ada maunya
- bagus sih enggak ada masalah. Tapi kalau
- ada maunya yang jelek ah itu menjadi
- persoalan. Nah, ini saya kira sebagai
- pengantar untuk kajian kita pada sore
- hari ini. Wasallallahu ala nabiina
- Muhammadin. Wallahu aam bisawab.
- Ya, demikian Iwan Nawat pemaparan materi
- yang disampaikan oleh guru kita Ustaz
- Ahmad Saleh yang tadi Ustaz menyampaikan
- temanya yaitu tentang gibah yang
- diperbolehkan. Bagi Iwanawat yang
- mungkin ada pertanyaan ataupun atensi
- bisa dikirimkan ke layanan berhasil di
- 08
- [musik]
- Radio Silaturahim dan Rasil TV untuk
- Islam yang satu. Ikhwan awat, kita
- kembali dalam program acara tausiah sore
- kajian syarah kitab Riyadus Shihin
- bersama guru kita Ustaz Ahmad Saleh yang
- pada sore hari ini Ustaz menyampaikan
- temanya yaitu tentang giibah yang
- diperbolehkan. Ini hadis ke-1532
- dari kitab syarah Riyadus Shihin. Dan
- bagi wad kita sudah memasuki sesi tanya
- jawab. Mungkin ada pertanyaan atau
- atensinya bisa dikirimkan ke layanan
- WhatsApp Prasil di 0811999720.
- ataupun bagi wowat yang mungkin sebentar
- lagi kita akan pergantian tahun di 2026
- radio Rasil kembali untuk tahun ini ee
- mengadakan kalender hasil untuk tahun
- 2026. Bagi Wan Akhwat yang mungkin ingin
- memesan, ingin memiliki kalender hasil
- bisa menghubungi Bank AIT ya, Iwan
- Akhwat di
- Bank AIT nomor kontaknya di 0812
- 9499
- 484.
- Bisa menghubungi Bang Acit di
- 08129499484.
- Untuk harganya masih Rp60.000 dan gratis
- ongkir untuk Jabo Detabek. Silakan IKM
- Nawat yang mungkin masih belum membeli
- kalender bisa langsung menghubungi Bang
- Ait. Jadi membeli kalender di Rasil bisa
- sekaligus berinfak untuk dakwah Rasil
- Iwan Awat. Baik seperti itu. Dan kita
- kembali ke ee
- TOSIA sore hari ini. Ini Ustaz sudah ada
- beberapa pertanyaan yang masuk.
- Pertanyaan pertama datang dari
- Bapak Bapak Bapak Tejo Sukmono.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Pertanyaan pertama di luar tema, Ustaz.
- Hm. I
- Pak Ustaz, bagaimana bila ibu sudah
- wafat dan saya merasa belum berbakti
- selama hidupnya atau pernah berbuat
- salah?
- Dan bagaimana konkretnya bakti kita
- kepada bapak kita? Apakah sama dengan
- berbakti kepada ibu kita dan apalagi ibu
- kita sudah wafat? Terima kasih, Pak
- Ustaz, atas jawabannya.
- Baik, baik. Masyaallah. Barakallahu
- fikum. Semoga Allah memberkahi Anda yang
- mengajukan pertanyaan dan membimbing
- orang yang akan menjawabnya.
- Cara berbuat baik kepada ibu yang telah
- meninggal dunia. Ya, pertama konsepnya
- bagaimana supaya
- apa? Ibu menjadi orang yang mulia di
- hadapan manusia.
- Sudah barang tentu kalau mulia di
- hadapan Allah dimohonkan ampun.
- Allahumagfirli waliwalidaiya warhamhuma
- kama rbaini shgir. Itu bagi orang tua
- yang masih hidup maupun bagi orang tua
- yang sudah tiada.
- Kemudian ee apa namanya? Dimohonkan
- ampun ya kepada Allah. Kemudian, nah
- sekarang mengangkat ibu supaya di
- hadapan manusia mulia.
- Nah, makanya nanti para ulama akan
- menemukan jadi berbuat baik atas nama
- ibu.
- Nah, atas nama ibu misalnya kurban Anda
- sudah kurban atas nama istri Anda sudah
- atas nama anak-anak Anda sudah. Padahal
- sesungguhnya cukup atas nama Anda dan
- keluarga.
- Nah, tetapi tidak ada masalah ketika
- diatasnamakan ini kurban dari Ibu
- Fulana, ibunya Pak Anu
- yang sudah meninggal dunia. Ah, jadi
- orang, "Oh, ini kurbannya Ibu Fulanah ya
- gitu loh. Oh, ini masyaallah ada orang
- sudah paham. Oh, ini ee apa namanya? Ee
- kurban dari anaknya Ibu Fulanah. Hm.
- Masyaallah, bahagia betul itu ibu pulana
- punya anak yang saleh yang berkurban ya.
- Nah, gitu loh. Nah, jadi caranya kita
- berbuat baik atau bersedekah
- di atas namakan ibu atau Anda bisa
- berbuat baik kemudian mohon kepada Allah
- agar kebaikannya juga dilimpahkan kepada
- ibu kita
- gitu ya. Nah, itu jadi cara berbuat baik
- kepada ibu yang sudah meninggal dunia
- itu begitu. Nah, dihubungkan
- persaudaraannya
- misalnya ibu dengan kakaknya apa dengan
- Bude Deule
- sama Pak Lee. Nah, kita hubungkan
- kembali. Jadi seakan-akan ibu kita masih
- ada karena bisa jadi kata budeknya kan
- mm alhamdulillah ternyata si apa namanya
- dia nyebut ya nyebut nama nama ibu kita.
- Si fulanah tuh ternyata masih hidup.
- Masih hidup tuh karena dilanjutkan oleh
- anaknya. Anaknya mengingatkan kepada
- ibunya. Jadi, oh masyaallah ternyata iya
- keponakanku tiap tahun apa namanya sih?
- Ngasih apa namanya istilahnya apa?
- Ngasih hadiah tiap tahun bahkan 6 bulan
- sekali dan ngiri ngirimkan
- misa disebut nama ibu kita. Bagja k
- bahagia. Kamu punya anak yang saleh,
- punya anak yang berbakti mengangkat
- derajatmu.
- Tuh gitu loh ya. Jadi begitu juga pada
- teman-temannya.
- Tante saya anaknya Ibu Fulana almarhum
- atau Allah yarham Ibu Fulanah gitu loh.
- Saya ingin menyambung silaturahmi karena
- saya ingin bakti kepada ibu bapak saya.
- Boleh diucapkan begitu, boleh juga
- tidak. Kenalkan aja saya ini anaknya Ibu
- Fulana atau saya anaknya Mbak apa ee ee
- Pak Fulan,
- saya ingin menyambung silaturahmi dengan
- Tante atau dengan Om. Katanya Om adalah
- teman apa k apa namanya sahabat ayah
- saya. K.
- Oh nangis tuh si omnya itu nangis. Hm.
- Dinyebut bapaknya gitu. Kamu mah bahagia
- banget punya anak yang bisa berbakti
- mengingatkanku kepada kamu dalam itu
- dalam tangisannya tuh saking bahagianya.
- Hm. Iya, Nak. Terima kasih banget. Kamu
- ternyata tidak melupakan sahabat ayahmu.
- Kamu tidak melupakan sahabat ibumu. Nah,
- gitu. Jadi gitu dihubung-hubungkan.
- Nah, maka ketika sudah seperti itu
- karena itu sebagai bukti atau ibu bapak
- kita punya usaha yang baik, lanjutkan.
- Misalnya ibu kita punya pekerjaan
- nyantuni anak yatim.
- Semisalnya seminggu sekali tiap hari
- Jumat ibu tuh datang ke panti misalnya
- gitu ya, ke panti asuhan. Nah,
- dilanjutkan oleh kita. Kalau kita tahu
- ibu kita selalu memberikan kepada ee
- apa? penyantunan negatif kepada
- orang-orang terlantar fakir miskin gitu.
- Dilanjutkan itu cara baktinya.
- Ah, jadi kalau apalagi Anda sudah
- menyadari Anda belum bisa membahagiakan
- ibu gitu loh. Nah, maka harus
- betul-betul serius dicari jalannya. Nah,
- bahwa kemudian bakti kepada ibu bapak
- berbeda
- 3 banding 1. Ummuka, ummuka, ummuka wa
- abuka. 3 banding 1. Jadi ibu harus
- didahulukan gitu loh. Jadi kalau
- dihitung porsinya, porsi ibu lebih baik,
- lebih banyak.
- Tapi kalau ibu sudah meninggal dunia,
- maka porsinya menjadi lebih utama kepada
- Bapak yang masih hidup. H
- gitu loh ya. Jadi ketika Bapak masih
- hidup, Ibu telah meninggal dunia, ya
- tidak harus ke makam dulu, datang dulu
- kepada Bapak gitu loh. Tapi sekali lagi
- ada pendapat tetap ke Ibu, ke kuburan
- dulu ya enggak apa-apalah saya bilang.
- Ee kalau saya tidak mau ribut gitu loh.
- Bahwa pemahamannya tadi
- ya yang hidup didahulukan baru kemudian
- yang setelah meninggal dunia gitu loh
- ya. Nah, jadi sekali lagi porsinya beda
- 3 banding 1 kalau sama-sama hidup ya.
- Kalau sama-sama sudah meninggal du jadi
- sama porsinya gitu. Kemudian kalau tadi
- yang sudah meninggal dunia dengan yang
- masih hidup, maka yang masih hidup
- didahulukan
- atau mau dibarengkan enggak ada masalah
- gitu ya. Nah, kemudian apa tadi? ee yang
- pertama kan ee ini ke Ibu kemudian
- kepada bapak ya.
- Bakti kita kepada bapak kita. Apakah
- sama dengan berbakti kepada ibu kita?
- Heeh. Iya. Jadi tadi ya jadi kalau
- sesama hidup ibu didahulukan.
- Kenapa penjelasan itu harus dibedakan?
- Sesungnya sama pada praktiknya sama-sama
- harus dimuliakan.
- Hanya ketika kita di persoalan misalnya
- ibu bapak kita cerai. Nah, itu loh. Maka
- ibu harus didahulukan 3 banding 1. Itu
- juga kalau ibu punya anak-anaknya kaya
- apa punya menantunya kaya-kaya dan
- diperhatikan sementara bapak
- sebatangkara
- maka itu bisa didahulukan bapaknya. H
- gitu. Jadi hukum itu kondisional
- ya. Jadi apa namanya? Ada ulama yang
- tetap saja ibu didahulukan. Mau Bapak
- fakir ataupun miskin kalau meskipun
- ibunya sudah ditanggung oleh
- mantu-mantunya
- di hidup enak tetap ibu harus
- didahulukan. Ya, bagi yang berpendapat
- seperti itu juga saya tidak mau ribut.
- Ya sudah. Oke. Oke. Oke. Memang seperti
- itu. Tapi sesungguhnya kebaikan kita itu
- menjadi solusi bagi permasalahan orang
- lain. Itu catatannya.
- Jadi kebaikan-kebaikan kita itu harus
- mampu menyelesaikan persoalan-persoalan
- orang lain. Ibu kita punya masalah,
- bapak kita punya masalah. Masalahnya
- sama, maka dahulukan ibu dulu.
- He.
- Ah. Tapi kalau kemudian ibu ee seperti
- tadi karena banyak mantunya yang
- bertanggung jawab yang mengurusnya
- sementara Bapak sebatangkara yang punya
- masalah berarti di Bapak maka fokusnya
- adalah bapaknya dulu gitu loh. Jadi
- karena konsep infak, konsep sodqah,
- konsep kebaikan itu soluter of problem,
- solusi dari permasalahan gitu loh ya.
- Nah, maka oleh sebab itu
- maka didahulukan mana yang lebih parah,
- mana yang lebih ee perlu perhatian. Nah,
- bahkan di zaman sahabat itu orang mualaf
- enggak dikasih tunjangan.
- Meskipun di zaman Nabi mualaf itu
- dikasih tunjangan. Nah, kemudian di
- zaman kepimpinan Abu Bakar dikasih
- tunjangan. Bahkan pernah di zaman Umar
- orang mualaf itu enggak dikasih. Kata
- Umar kan apakah karena masuk Islam
- karena mau mengharapkan tunjangan gitu?
- Tidak. Nah, jadi itulah maka hukum itu
- bisa berubah
- di zaman Nabi bisa berubah di zaman
- sahabat atau di zaman Nabi sama. Di
- zaman sahabat sama bisa jadi di zaman
- tabiin bisa beda gitu loh. Oalah di
- zaman Nabi sama, zaman sahabat sama, di
- zaman tabiin sama, di zaman kita bisa
- berbeda.
- Tentu ini perlu kajian.
- Kajiannya apa? Bisa beda tuh gimana?
- Enak aja Nabi sudah ngasih contoh,
- sahabat sudah ngasih contoh. Kok kita
- bisa beda? Ah, berarti harus ada kajian
- ilatnya apa?
- Sirnya apa? Sir, sir itu rahasia.
- Hikmahnya apa? Pensyariatan itu kalau
- ditemukannya berbeda, ada penemuan baru,
- maka hukum pun bisa berubah, gitu loh.
- Nah, maka sikap yang diambil Nabi bisa
- saja berbeda dengan sikap yang diambil
- sahabat. Ah, namun bisa juga ee berbeda
- dengan sikap yang diambil oleh tabiin,
- bisa juga berbeda dengan sikap yang
- diambil oleh kita di zaman ini dengan
- catatan kita menemukan sirul syariah,
- ditemukan rahasia syariatnya
- gitu loh ya. Oke. Nah, jadi seperti itu
- ya ee yang dapat saya jelaskan.
- Ya, demikian ya, Bapak Tejo. Jadi, e
- kita harus mendahulukan ibu kita sebelum
- ayah kita ataupun bila keduanya masih
- hidup dan kita harus melihat situasinya
- mana yang lebih
- diperlukan perhatian. Maka itu yang kita
- prioritaskan gitu.
- Iya. I
- baik kita kembali ke pertanyaan Pak
- Ustaz. Kita pertanyaan selanjutnya
- datang dari Bapak Andi Pratama.
- Heeh.
- Di Jakarta. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Semoga Ustaz sehat selalu, Ustaz. Izin
- bertanya.
- Amin. Allahuma amin. Pak
- Ustaz, kalau kita lagi curhat ke teman,
- ke teman dekat soal masalah rumah
- tangga,
- terus cerita kekurangan pasangan biar
- dapat solusi. Itu termasuk gibah yang
- diperbolehkan tidak ya, Pak Ustaz?
- Atau tetap harus
- berhati-hati?
- Iya. Baik. Saya akan bagi dari dua
- tinjauan. dengan tinjauan pertama dibagi
- lagi menjadi dua persoalan gitu loh.
- Curhat tentang istri kita ke orang lain
- itu ada apa namanya ee boleh saja dengan
- ee dengan me mengkaburkan
- istri kita. Eh, bagaimana sih pendapat
- antum atau solusinya dari antum? Kalau
- saya temukan ada rumah tangga di mana
- istrinya begini begini begini begini
- tuh. Kemudian teman kita ngasih saran,
- oh sebaiknya begini begini. Nah, itu kan
- tidak gibah. Karena kita menjelaskan
- bukan menjelaskan istri kita
- menjelaskan seolah-olah ada istri, ada
- seorang istri yang punya perangai
- seperti meskipun itu diilhami dengan
- perangai istri kita gitu ya. Satu tuh.
- Nah, yang kedua
- untuk apa?
- Apa nam mengadu persoalan istri kita
- kepada tetap kepada orang lain. He
- untuk apa? Untuk mendapatkan solusi.
- Kalau solusi apa? Sejauh mana dia
- tahunya persoalan istri kita? Kita juga
- hanya membicarakan kepada teman kita apa
- yang bisa kita potret.
- Hakikat istri kita kan enggak tahu gitu
- loh. Paling nanti nebak-nebak juga. Oh,
- kalau menurut saya sih begini begini
- begini gitu. Itu juga tergantung
- pengetahuan teman kita gitu. Maka
- sesungguhnya nah sekarang kepada tingkat
- kedua. Maka sesungguhnya ada ulama
- mengharamkan curhat.
- Kenapa mengharamkan curhat?
- Siapa yang menggerakkan istri kita jadi
- begitu?
- H
- Allah
- di perbuatan Allah diadukan kepada
- makhluk. Eh menurut kamu gimana sih cara
- menyikapi perbuatan Allah begitu
- untuk solusinya? Makanya kata para ulama
- haram.
- Bahkan ada ulama ketika ada temannya
- mengadukan persoalan seperti itu, "Pergi
- sana, pergi engkau adukan perbuatan
- Allah kepadaku."
- Karena kan istrinya bersikap begitu, itu
- kan kehendak Allah.
- Siapa yang menjadikan dia ber siapa
- kehendak? Siapa yang menjadikan istri
- kita berbuat ini itu ini itu? Allah.
- Maka kata ulama itu, "Ah,
- kamu mengadukan perbuatan Allah
- kepadaku." Tidak. S aku aja banyak dosa.
- Udah salah soal pergi-pergi diusir gitu.
- Tapi kalau kelas kita tadi caranya tidak
- disebutkan istri kita ngadunya,
- curhatnya. Bagaimana sih pendapat antum
- atau saran dari antum jika ada apa satu
- rumah tangga di mana suaminya begini,
- istrinya begini.
- Heeh.
- Nah, gitu. Jadi kan tidak nyebutkan
- istri kita gitu loh. Nah, adapun nah
- adapun yang jelas-jelas gibah yang
- diperbolehkan mah diadukannya kepada
- Allah.
- Ya Allah, istri saya masih begini.
- ampuni dia ya Allah berilai berilah
- hidayah kepada istriku. Tuh itu gibah
- atau mengadukan pekerjaan istri kita
- kepada yang menghendakinya
- gitu loh. Nah maka yang seperti itu
- dibolehkan. Jadi maka ada ulama yang
- membolehkan ee mengadukan perbuatan
- istri kita dengan harapan didapat
- persoalan tapi catatannya tidak
- disebutkan istri kita. disebutkan
- gambaran satu keluarga gitu loh. Ah,
- kemudian ada yang mengharamkan. Karena
- istri kita berbuat seperti itu juga
- ayyasya Allah atas kehendak Allah. Jadi
- apa yang dilakukan oleh istri kita, oleh
- suami kita, oleh anak-anak kita
- hakikatnya itu adalah ujian dari Allah.
- Nah, yang paling selamat adukan lagi
- kepada Allah.
- Ya Allah kan jadi ada kesimpulan doa
- begitu. Ya Allah saya berlindung
- kepadamu dari murkamu.
- Berlindung kepada Allah dari murkanya.
- Gitu loh. Ya Allah saya berlindung
- kepada Engkau dari siksa Engkau.
- Kesimpulannya begitu. Itu yang lebih
- bagus, lebih selamat. Berlindungnya
- kepada yang memiliki siksaan.
- Ya Allah, saya berlindung kepada Engkau
- dari murkamu. Gitu loh. Nah, jadi
- seperti itu ya. Pertama, curhat kepada
- manusia itu ya apalagi yang curhatnya
- lawan jenis. Seorang ist seorang suami
- curhat sama sahabat perempuannya. Untuk
- apa? Buka-buka aib di istri kita di
- hadapan perempuan lain. Nauzubillah
- gitu. Ee misalnya kita ngadu sama
- sahabat kita misalnya fulanah lah
- fulanah istriku nih begini begini.
- Menurut kamu kebiasaan perempuan tuh
- gimana sih? Tetap saja meskipun tidak
- ada tujuan apa-apa untuk apa
- menyampaikan kekurangan istri kita
- kepada perempuan lain sebagaimana
- seorang perempuan ngadu kepada sahabat
- lelakinya.
- Mas, menurut kamu gimana ya tentang
- suamiku yang begini begini begini? Eh,
- ngapain pun juga ngebuka kekurangan
- suami kita yang ada bahkan bisa jadi
- bukan hanya solusi dikomporin bahkan
- gitu ya supaya kamu cerai, supaya kamu
- bisa lari ke hatiku bisa begitu. Maka
- para ulama sampai mengharamkan ada yang
- curhat kepada lawan jenis. Jangankan
- kepada lawan jenis, kepada satu jenis
- saja ee apa namanya diperingatkan untuk
- tidak diungkapkan.
- Demikian yang saya dapat jawab. Wallahu
- aam biswab.
- I. Baik. Demikian tadi dari pertanyaan
- dari Bapak Andi dan ini ada apa atensi
- yang senada dari Ibu Ani Cani Khudai dan
- juga Ibu Retno. Alhamdulillah bisa
- menyimak tausiah Ustaz Saleh pada sore
- hari ini. Semoga Ustaz sehat selalu,
- Ustaz.
- Alhamdulillah. Amin. Allahum amin.
- Bismillah. Pendengar Setia Rasil hadir
- menyimak di radio atau siang sore.
- Insyaallah Pak Ustaz Amad Saleh sehat
- walafiat banget juga.
- Insyaallah. Barakallahuikum.
- Amin. Terima kasih Ibu Ani dan juga Ibu
- Retno. Dan juga kita ke pertanyaan
- selanjutnya. Ini datang dari
- pendengar paling setia nih, Ustaz.
- Paling rajin hanya ke Rasil dari Eyang
- Sri ini di Cilengsi, Ustaz.
- Oh, masyaallah. Iya.
- I Eyang Sri. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillah Bapak Kiai sudah sehat.
- Semoga khasil Bapak Kiai selalu dalam
- rahmat dan rida Allah subhanahu wa
- taala. Amin.
- Amin. Allahum amin.
- Bapak Kiai, di negara kita bencana
- dibuat oleh pejabat yang penjahat.
- Saudara-saudara, kita di Sumatera banyak
- relawan relawan yang berusaha dengan
- gigih untuk menyampaikan kebutuhan
- hidup. Tapi saudara-saudara kita di Gaza
- benar-benar sendiri. Musim dingin tanpa
- rumah.
- He.
- Dan dent dan juga dentuman bom setiap
- saat. Tapi saya percaya Allah pasti
- menolong saudara-saudara kita di Gaza.
- Amin ya rabbal alamin. Pertanyaan saya,
- apakah ini gibah yang diperbolehkan
- Bapak Kiai? Mohon maaf. Terima kasih.
- Terima kasih, Pakar. Amin.
- Baik. Iya. Ada dua pertanyaan ya.
- Pertanyaan ee ee ee statement gitu loh.
- Bayak Bapak bahwa yang membuat kerusakan
- itu para pejabat yang durjana gitu
- ya. Kalau memang terbukti tidak masalah
- karena memang dirasakannya sudah banyak
- orang gak bisa ditutup-tutupi.
- Makanya kan ada sindiran di medsos tuh
- Indonesia banjir, Thailand banjir,
- Filipina banjir. Kalau di Thailand
- banjirnya air, di Filipina banjirnya
- air. Tapi kalau di Indonesia banjirnya
- gelundungan pohon gitu. Nah, itu
- sindiran. Tetapi orang yang namanya
- dableg durjana
- bebel tuli.
- Nah, itu yang dimaksudkan
- dalam surah Al-Isra tadi yang saya baca
- ayat 72. Wamanana
- fi hadihi a'ma wahua fil akirati a'ma
- wau sabila.
- Jadi dia tidak mau tahu gitu, tidak mau
- melihat akibat keserakahan dia itu gitu
- loh. Maka kemudian maka disebut a'ma
- buta. Maka nanti di akhirat pun dia
- buta. Tidak ada yang menuntun, tidak ada
- yang membimbing.
- Bingung dia. Nah, jadi boleh saja kalau
- sudah terbukti. Ah, memang sudah
- terbukti. Iya. Kalau sudah terbukti
- boleh disebut pejabat durjana meskipun
- tidak semuanya kan. Ada juga yang apa
- yang saleh, yang jujur. Heeh. Ada juga.
- Tetapi
- ee saya tidak menyebut rata-rata tapi
- adalah gitu loh pejabat-pejabat durjana
- yang menggunakan kekuasaannya untuk
- kepentingan pribadi dan golongannya.
- sementara menyengsarakan orang-orang
- kecil, menyengsarakan rakyat,
- menyengsarakan mayoritas pendukungnya.
- Bahkan
- tuh kita sendiri kedu mendukung dia
- karena tidak tahu persoalannya mestinya
- dia mensyukuri, "Wah, ini di sini tuh
- ini basic saya nih." Mestinya dipikirkan
- bukan hanya untuk apa namanya memikirkan
- perutnya sendiri. perut itu ee sarkasme
- ya istilah-istilahnya
- perut itu kekayaan
- gitu loh ya. Jadi jadi bukan hanya demi
- kekayaannya prid saja dengan
- mengorbankan rakyat jelata. Bahkan bukan
- hanya Raja Rata, orang kaya sendiri juga
- kemakan hancur.
- Ya, kemarin saya lihat di videonya tuh
- dari apa namanya? Dari UAR ukhwah Alfat
- apa? Ee UAR e Ukhwah Alfatah Rescue
- dari UAR tuh saya nangis juga. Ada
- seorang ibu-ibu janda.
- Saya mau minta tolong gitu agar
- diberesin rumah saya.
- Karena saya sudah 2 minggu ini enggak
- bisa beresin karena saya janda ya. Ya
- Allah ya. Kemudian di di apa di video
- itu diilustrasikan
- relan-rewan u kemudian apa melakukan
- pembersihan rumah itu. H ya Allah ya
- rabbana.
- Ini akibat ya yang melakukan kerusakan
- siapa? Yang menerima akibatnya siapa
- gitu ya. Jadi pertama boleh saja kita
- mengatakan bahwa itu perbuatan
- pejabat-pejabat durjana. Satu. Yang
- kedua apa tadi? Yang kedua ininya lanjut
- Gaza, Pak Ustaz.
- Oh iya. Baik.
- Di Gaza punya masalah.
- Di kita juga punya masalah.
- Karena dua-duanya persoalan yang harus
- dituntaskan bisa dibagi dua.
- Ada yang fokus di dalam negeri, ada juga
- yang fokus ke keluar negeri. Kenapa?
- Mereka yang sedang kedinginan saja
- menggelontorkan bantuan untuk Aceh,
- untuk Sumatera Utara, untuk Sumatera
- Barat. Padahal mereka
- saat sangat membutuhkan. He
- tuh gitu loh. Maka oleh sebab itu, jadi
- dibagi dua saja, dikonsentrasikan kepada
- penanganan lokal atau internal. Kemudian
- juga kita fokus ee ada beberapa
- organisasi yang fokus mengurusi
- persoalan Palestina dan kita juga harus
- bergabung. Jadi tidak mungkin kita bisa
- membersihkan dengan satu lidi
- kita perlu banyak lidi gitu yang diikat
- menjadi satu. Maka kita harus kerja sama
- dengan Malaysia, kerja sama dengan ee
- negara Timur Tengah, kerja sama dengan
- negara-negara Eropa, ya. Jadi harus
- menyatukan, mengikat diri dalam
- perjuangan,
- pengentasan persoalan Palestina. Begitu
- juga di kita ee lembaga-lembaga
- internal, lembaga-lembaga lokal tidak
- bisa hanya apa namanya single fighter.
- Dia harus bergabung juga saling
- menguatkan dengan relawan-relawan
- lainnya. Jadi nama bendera relawan itu
- bukan untuk memisah-misahkan,
- tapi untuk memberi tanda, oh ini visinya
- ke sini loh. Penyelesaian masalah Aceh,
- permasalahan Sumatera Utara,
- permasalahan Sumatera Barat, gabung
- saling menguatkan gitu loh. Ah, misalnya
- kita punya tim membawa tim apa? Tim
- kesehatan. Mereka enggak bawa tim
- kesehatan, bawanya logistik. Digabung
- mereka nyuplai dengan logistiknya. kita
- yang bawa tim kesehatan menangani
- orang-orang sakitnya. Jadi tidak merasa
- satu harokah itu lebih mulia, lebih
- baik. Enggak gitu loh ya. Digabung saja
- ya. Ada yang ee apa namanya? Logistik
- kan. Logistik juga sebanyak-banyaknya
- juga terbatas. Katakanlah ng bawa
- logistiknya satu kapal ya. Satu kapal
- enggak seberapa gitu loh. Nah, gitu ya.
- Bahkan kemudian di Mensos itu ada
- seorang gubernur bawa 7 miliar.
- Ya, lagi-lagi kalau dikerjakan sini
- untuk 7 miliar tetap aja lama
- penyelesaiannya. Memperbaiki jembatan,
- memperbaiki oh masyaallah 7 miliar mah
- enggak apa-apa. Nah, maka tetap harus
- digabung semua apa namanya semua ee
- bantuan-bantuan itu tetap harus
- diakumulasi. H.
- Tetapi sekali lagi jangan merasa minder
- meskipun bantuannya belum seberapa gitu
- loh. Yang dinilai oleh Allah kan
- usahanya gitu loh ya. Jadi kita
- mengucapkan terima kasih jazakumullah
- khairon kepada para donatur muhsinin
- yang telah berbuat baik menolong
- saudara-saudara kita di Aceh, di
- Sumatera Utara, Sumatera Barat dan
- tempat-tempat lainnya. Begitu juga
- kepada para muhsinin, para donatur,
- untuk saudara-saudara kita di Gaza dan
- Palestina. Semoga Allah memberkahi
- setiap usahanya, memberkahi harta yang
- ditinggalkannya, dan menerima harta yang
- diinfakkannya atau disedekahkannya.
- Gitu saya kira ya yang dapat saya
- jelaskan. Wallahu aam bisawab.
- Ya, Iwan Awat. Kita di sini sebagai
- saudara-saudara, sebagai saudara-saudara
- kita yang sedang kesusahan di sana hanya
- bisa bagi yang tidak bisa berangkat ke
- sana gitu ya, kita hanya bisa mendoakan
- dan juga bila ada yang memiliki
- kelebihan rezeki bisa mendonasikan
- infaknya untuk saudara-saudara kita
- menjadi korban banjir di sana. banyak
- lembaga-lembaga atau
- ee yang menerima bantuan itu termasuknya
- Rasil ee menerima dan juga ada
- alhamdulillah
- Hilmi Hilal Merah Indonesia dan juga ada
- KARHD
- unit alfatah Rizku yang menerima donasi
- dari Ikhwan Allah semua untuk
- disampaikan ke saudara-saudara kita di
- sana.
- Iya. Alhamdulillah
- dan kita kembali ke pertanyaan Pak Ustaz
- ee ada atensi ini salah satunya dari
- Bapak Arwin juga pendengar setia kita
- Pak Ustaz.
- Alhamdulillah.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum. Terima kasih atas
- tausiahnya, nasihat dan pencerahannya,
- Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ya, barakallahu fikum.
- Semoga Pak Ustaz dan pejuang dakwah
- serta para pendengar Radio Rasil selalu
- dalam keadaan sehat walafiat serta dalam
- lindungan Allah subhanahu wa taala.
- Amin. Allahum amin. Barakallah fikumi.
- Terima kasih Bapak Arwin 67 tahun di
- Lenteng Agung.
- Selalu lengkap Pak Arwin tuh kalau kasih
- data. [tertawa]
- Alhamdulillah. Iya. Ya.
- Dan juga kita kembali ke pertanyaan
- eh. Wi pertanyaan dari Ibu Tini. Tausnya
- sore ini live ya? Iya live Ibu Tini.
- Kita sore ini siaran live bersama
- [tertawa] Ustaz Saleh. Silakan bila ada
- pertanyaan atau mau menelepon disilakan
- Ibu.
- Iya. Iya. Oke.
- Dan ini pertanyaan selanjutnya datang
- dari
- Bapak Reza Fauzan di Bekasi. Pak Ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh,
- Pak Ustaz. Kalau kita setelah belanja
- online, lalu harus memberikan review
- jujur tentang toko atau produk yang suka
- menipu
- biar orang lain enggak kena tipu-tipu
- juga. Itu boleh tidak, ya, Pak Ustaz?
- Niatnya kan untuk melindungi umat, bukan
- niat buruk. Terima kasih.
- Iya. Baik. Transaksi itu yang paling
- penting suka sama suka. Yang diperjual
- belikannya halal. Itu di antaranya. Jadi
- kalau misalnya kita dapat produknya
- tidak sesuai berarti kita tidak suka.
- Enggak apa-apa ketika record ditunjuk
- ini nih yang sobek, ini nih yang salah
- ukuran gitu ditunjuk enggak apa-apa dah.
- Memang itu yang dikehendaki juga mereka
- membolehkan seperti itu gitu loh ya.
- Jadi memang nanti itu saya pernah juga
- beli produk harganya e miring gitu
- harganya mereka beli eh dikirim ternyata
- apa namanya pakaian anak kecil padahal
- yang dipesan elektronik
- gitu anak kecil kemudian dikomplain sama
- saya bukti waktu ini ee waktu pembukanya
- di apa dibuka kemudian dikomplain
- dibalikin
- ternyata enggak diambil sama dia. ya,
- akhirnya duit saya dikembalikan gitu
- loh. Jadi, enggak apa-apa itu bukan
- gibah karena mereka menghendaki juga ee
- kejujuran gitu. Hanya saja kan ada orang
- niatnya sudah mau curang, ada yang
- memang pernah juga saya beli ee elektrik
- juga harganya sekian juta kok dia
- nawarkan cuma R1,5 juta. Setelah saya
- pesan dia ini apa namanya? Japri
- nelepon,
- Pak. Karena ini saya sudah kerja sama
- dengan toko online ini, maka ini khusus
- untuk pembelian ini e transformnya ke
- nomor ini. Saya bilang, "Dari mana saya
- tahu bahwa Anda ee sudah punya hak untuk
- saya transferen ke Anda?" Saya bilang,
- "Ada, Pak, saya nama saya ini ini."
- Terus dia saya bilang, "Dari mana saya
- tahu, Pak, Anda namanya itu dan orangnya
- itu nggirim foto berdua.
- Saya bilang, "Jang mana ini berdua ini
- orangnya? Dari mana saya bisa meyakini
- dari dua orang itu nama Anda itu yang
- mana?"
- He.
- Ah, akhirnya kemudian apa? Di-cancel
- sama dia.
- Ya, akhirnya kemudian kemudian dari ee
- apa tokoh online-nya mengatakan karena
- ada kesalahan apa kesalahan pesan maka
- ini dibatalkan.
- Wah, saya bilang nih ketahuan nih
- nipunya tuh gitu loh. Nah, jadi
- pengalaman-pengalaman itu ee jadi
- hatihatilah dengan modus-modus ya.
- Banyak sekali tiba-tiba saya ada yang
- masuk telepon. Selamat Anda mendapatkan
- hadiah ini. Lihatlah ini nomor kode ini
- ada ini. Nah, saya coba diikuti itu
- jejak itu saya ikuti. Nah, ternyata oh
- untuk mengurus hadiah mobil ini
- diperlukan uang Rp750.000
- untuk ngurus-ngurus administrasi. sudah
- saya tutup meskipun 750
- e saya bilang nanti ah ada masalah lagi
- gimana gituah. Nah, maka sekali lagi
- hati-hati kepada apa namanya para
- konsumen
- jika menghadapi produsen-produsen
- yang nakal maka ilmu-ilmu tentang
- marketing harus dipahami gitu loh. Kan
- tadi bisa saja banyak orang ya terjebak
- juga. Oh, ini saya dari apa namanya?
- Dari penjual ini. Saya sudah dapat
- rekomendasi dari toko online bahwa Anda
- bayarnya transfernya ke sini.
- Tuh, itu japri itu bukan di situsnya,
- bukan di web-nya. Ah, kalau yang bukan
- di web-nya seperti itu hati-hati
- gitu loh. Jitu harus betul-betul
- dokumennya. Wah, banyak dokumen yang
- harus dipenuhi gitu loh ya. Dan apalagi
- dokumennya juga kita kalau salah
- prosedur lebih baik dibatalkan meskipun
- benar misalnya lebih baik dibatalkan
- daripada ketipu gitu ya. Demikian saya
- kira yang apa dapat saya jelaskan. Jadi
- memang ketika buka open apa open bag itu
- direkam aja ke misalnya kekurangannya
- apa tunjukin aja. Oh ini begini ini
- begini. Jadi kan ada foto, ada rekaman,
- video istilahnya tuh unboxing, Ustaz.
- Heeh. Unboxing ya. Betul. Unboxing, ya.
- Nah, nanti ee buktikan aja
- penyimpangannya ya agar itu juga ketika
- dipublikasi di web-nya toko online-nya.
- Nah, orang-orang pada tahu kan ada yang
- kasih bintang, ada yang bintangnya sudah
- 5,5, ada yang baru 2,7 misalnya
- macam-macam gitu loh. Nah, itu tuh juga
- perlu perhatian tuh kalau nilai
- bintangnya seperti itu tuh mengisyarkan
- sesuatu gitu ya. Terus dilihat dari
- berapa produk yang sudah dijual itu juga
- pengaruh. Betul ya. Ah, baik. Demikian
- yang saya bisa jawab. Wallahuam
- bisawab.
- Iya, Ustaz. Kita ke pertanyaan
- selanjutnya datang dari Ibu Siti
- Nurhalizah di Bogor, Pak Ustaz.
- He. Oke.
- Ini pertanyaan tentang jodoh nih, Ustaz.
- Asalamualaikum, Pak Ustaz Saleh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Pak Ustaz izin bertanya, Pak. ee pas
- lagi minta pendapat orang tua H
- atau teman buat milih jodoh. Terus
- cerita kekurangan calonnya biar dapat
- saran jujur itu boleh kan? Ya karena
- buat kebaikan sendiri.
- Oh iya boleh. Kan tadi ada contohnya
- Nabi e Abu Jaham sama Muawiyah kan
- melamar. Nah dijelaskan dua-duanya.
- Adapun Abu Jaham adalah orang yang
- senantiasa tidak lepas tongkatnya dari
- pundaknya. Adapun Muawiyah orang fakir
- miskin enggak punya harta. Ah tinggal
- pertimbangan kita gitu loh. Lah jadi
- memang data-data itu diperlukan justru
- ya diperlukan oleh seorang calon istri
- atau calon suami atau calon mertua gitu
- loh. Boleh itu ya. Jadi, maka oleh sebab
- itu kebiasaan di kita sebelum melamari
- itu ada apa namanya? Ada nanya ke
- gurunya,
- "Ustaz, itu si fulana itu si fulana kan
- murid ustaz ya?" "Iya ee dia ee apa?
- Santri saya gitu." Menurut Ustaz gimana
- sih? Ee dia itu Oh, dia itu orangnya
- sabar.
- Terus orangnya sabar, orangnya gitu
- tekun ulet ini. Hanya saja seringki dia
- gampang ditipu
- karena polos. Orang sabar, orang ibar
- kan orang jujur biasanya gampang ditipu
- tuh. [tertawa] Ejelaskan aja. Tapi ada
- juga oh dia mah orangnya baik, dia
- tegas, teliti, hati-hati. Makanya ada
- orang yang mau ngandalin itu enggak bisa
- gitu loh. Ah, gitu. Jelaskan. sehingga
- oh saya mantap milih di lah. Ah kemudian
- yang ditanya itu misalnya ee si calonnya
- itu tidak tahu
- ya apa yang membuat ia tertarik karena
- dia pakai cadar.
- Nah kalau dia pakai cadar kan yang mau
- ini kan si calon.
- Nah ada orang yang tidak mempedulikan
- mau cantik mau enggak pokoknya saya
- pilih dia karena akhlaknya bagus bagus
- itu begitu. Tapi kalau masih memikirkan
- ketampanan dan kecantikan, maka boleh
- rukyat.
- Nadar. Nadar itu ee misalnya ee apa
- namanya? Misalnya ada kita
- diminta berkunjung ke rumahnya. Kata
- bapaknya, "Nak, tolong berikan ini apa?
- Susu, ya. Ah, kamu buka aja cadar enggak
- apa-apa, gitu." Nah, ketika itu boleh
- tuh si calonnya itu menatap,
- ngintip gitu loh. Kok dia ketika dia
- nyodorkan susu kan gitu sebagaimana Ibu
- Aisyah kan. Ya Rasulullah ini apa
- namanya? Ini susunya silakan diminum.
- Beginilah adanya ya. Karena itu yang
- diajarkan oleh ayahnya Abu Bakar. Nah,
- maka kemudian Nabi melihatnya g Nah,
- jadi nazar itu jadi ada yang masih ber
- apa? Berpegang kepada akhlak adab
- seperti itu. Pakai cadar maka harus
- nzar. Tapi ada yang tidak pakai ee
- cadar. Kalau yang sudah tidak pakai
- cadar yang biasa akan dilihat gitu loh
- dengan cara sembunyi-sembunyi melihatnya
- kan gitu. Jadi yang jelas ee semua semua
- apa jalan pasti ada konsekuensi dan
- kelebihannya gitu ya. Baik, saya kira
- itu yang dapat saya jelaskan. Wallahuam
- bisawab.
- Ya, demikian ya Ibu Tini. Eh, Ibu Tini
- apa? Ibu Siti. Dan ini kita Ibu Tini
- kembali WA nih, Pak Ustaz.
- Nam.
- Alhamdulillah, Pak Ustaz Dang Saleh
- sudah sehat. Insyaallah sehatnya terus
- bertambah ya, Pak Ustaz. Terima kasih.
- Amin. Allahum amin. Barakallahu fikum.
- Alhamdulillah. Alhamdulillah. Ibu Tini
- Ustaz Damh sudah 3 pekan siaran live
- kembali di Rasia.
- Heeh. Iya.
- Alhamdulillah. Dan kita nampaknya Oh,
- ada telepon Pak Ustaz.
- Oh iya ya. Sudah masih ada.
- Bisa tolong diangkat Bang Yup.
- Halo.
- Asalamualaikum.
- Waalaikumsalamumsalam.
- Bapak Komarudin. Betul.
- Asalamualaikum. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Pak Kiai ya.
- Mangga, mangga.
- Silakan Bapak.
- Seumpamina nganggo tongkat eta termasuk
- sunah atanapi bidah. [tertawa]
- Iya. Iya. Jadi mangga teras masih aya
- deui perasanana
- terangna deui upami abdi ngawarung
- misalkan nya.
- Muhun.
- Anu anu balanja teh anu balanja teh
- nganggo anu.
- Oh.
- utang. [tertawa]
- Oh iya oke
- masyaallah. Iya baikbaik mangga mangga.
- E
- atau cekapana.
- Iya iya mangga mangga. Iya ya.
- Hatur nuhun. Hatur nuhun.
- Sami-sami mangga mangga ya. Jadi
- pertanyaannya
- serasa siapa bahasa daerah ustaz?
- [tertawa]
- Pertama adalah apa tadi?
- Pertama memakai tongkat itu sunah atau
- bidah?
- Heeh. Memakai tongkat itu sunah apa
- bidah? Yang kedua ee apa orang ada yang
- belanja tentu maksudnya emak-emak hanya
- pakai handuk sama
- dalaman saja.
- Dalaman saja apa boleh. Baik. pertama
- pakai tongkat itu bukan masyru bukan
- syariat tapi ditengarai gitu loh bahwa
- Nabi pernah pakai tongkat gitu loh. Maka
- kemudian ada orang menisbatkan karena
- Nabi pernah pakai tongkat maka dihukumi
- sunah
- gitu ya. Jadi ada orang pakai tongkat
- itu karena dihukumi sunah karena Nabi
- pernah pakai tongkat. Kalau pernah itu
- jadi sunah. Jangankan pernah, Nabi baru
- niat saja melakukan sesuatu sudah
- dianggap sun sunah. Tapi juga orang
- pakai tongkat karena keperluan gitu loh
- ya. Keperluan jaga ee jaga keamanan,
- keperluan karena perlunya karena masalah
- kesehatan. Maka sesungguhnya pakai
- tongkat hukumnya mubah. boleh gitu loh.
- Tapi kemudian ee tidak dianggap sekali
- lagi tidak dianggap syariat gitu ya.
- Karena begini, apa yang dilakukan Nabi
- itu ada yang bernilai ibadah, artinya ee
- tuntunan wahyu, syariat. Ada yang
- ditunjukkan Nabi sebagai manusia.
- Ada yang dilakukan Nabi seperti orang
- Arab. Jadi, oh pakai gamis.
- Pakai gamis itu karena Nabi orang Arab.
- Kalau orang Eropa bisa jadi Nabi pakai
- jaz
- gitu loh ya. Tapi kemudian ulama
- mengatakan karena Nabi pakai apa? Pakai
- gamis maka sunah pakai gamis. Saya tidak
- membantah. Hanya ada pertanyaan. Kalau
- gitu Abu Jahal juga pengikut sunah.
- Karena Abu Jahal pakaiannya sama dengan
- Nabi gitu loh ya. Jadi itu
- persoalan-persoalan
- mohon maaf ya persoalan debat table gitu
- loh ya. Tapi bagi saya silakan mau pakai
- gamis silakan ya kalau dianggap ee
- komunitasnya cocok pakai gamis gitu loh
- ya. E tapi kalau ah saya mau pakai apa?
- Pakai kemeja silakan pakai kemeja juga.
- Nah itu ya. Jadi masalah tongkat begitu
- ya. Ah jadi mubah boleh ya. Ada yang
- mengatakan sunah bisa jadi karena
- sunahnya dengan definisi apa yang
- dilakukan diucapkan dan diizinkan oleh
- Rasulullah.
- Ah ini kan Nabi pernah kayak gitu loh.
- Maka di ya sudah enggak apa-apa kok
- nilainya kan terserah Allah nanti mau
- ngasih pahala apa enggak kan terserah
- Allah gitu. Hanya tadi
- pandangan-pandangan keilmuannya begitu
- ya. Jadi mubah gitu. Oke. Itu titi
- tentang apa? Tentang tongkat. Adapun ya
- sebaiknya sekali lagi sebaiknya ibu aduh
- hapunten Ibu nya. Maaf ibu kalau bisa
- aduh kalau mau belanja ke sini teh pakai
- baik lagi nutup urat.
- Paling tidak daerah-daerah yang sensitif
- ditutup uratnya. Apalagi ibu kan masih
- usia 30 tahunan.
- Saya menduga tentu yang pakai handuk itu
- sudah 45 tahun ke atas gitu. [tertawa]
- E mohon maaf ya. Ini dugaan saja karena
- kalau masih 30 tahun eh beda nilainya
- gitulah melihat sama meskipun objeknya
- itu tapi usia bisa mempengaruhi.
- Iya
- ya. Sama-sama terbuka dadanya.
- Tapi kalau usianya sekian tahun bisa
- ini. Nah, intinya saya lebih menekankan
- sudah Pak sampaikan aja kepada yang
- belanja. Ibu kalau bisa ya belanjaannya
- pakai pakaian yang sopan.
- Tegas sedikit enggak apa-apa pakai yang
- sopan. Saya yang sopan itu tidak harus
- pakaian Arab.
- Heeh.
- Ya, karena kan sesungguhnya di antara
- kita kan ada yang memaknai pakaian
- jilbab seperti yang dikenakan muslimat
- di zaman Nabi dengan yang jilbab yang
- kepalanya tidak pakai kerudung.
- Kan ada dua pendapat seperti itu kan.
- Heeh. Selama berpakaiannya pakaian
- kesopanan
- ya seorang cendikwan mengatakan begitu
- maka dia sudah pakai jilbab.
- Tapi kebanyakan ulama kita jilbab itu
- pakai kerudung dan pakaianpakaian kurung
- yang menutup seluruh anggota badan
- kecuali telapak tangan dan muka.
- Ah terjadi perdebatan tuh rameai ya. Ya
- pakai kerudung ya pakai ini ramai
- diperdebatkan ya. Sementara yang apa
- yang nongkrong di Bali ah tidak dibahas,
- tidak di ah itu mah kan sudah jelas
- katanya. Eh iya sama-sama harus dibahas
- kan begitu karena sama-sama
- mengkhawatirkan.
- Saya juga melihat ya saya tidak tahu
- apakah dia muslimat atau tidak. Di
- sebuah negara
- dia ketika menuju bandara pakai jilbab
- bahkan pakai cadar.
- Sesampainya di bandara dibuka cadarnya,
- dibuka kerudungnya, ganti pakai-pakaian
- biasa. Saya tidak mengatakan seksi dulu
- ya, Menggunakan pakaian biasa. Jadi, ada
- orang yang menggunakan pakaian seperti
- itu karena aturan negara.
- Iya.
- Tapi ada orang menggunakan pakaian itu
- karena tuntutan keimanan.
- Ada juga yang memang mode
- banyak kan maf saya tidak menyatakan ini
- tapi adalah gitu pakaian pakai pakaian
- mode celana pakai pakai celana jin ketat
- pakai kaos oblong ketat kemudian pakai
- apa ditutup pakai kerudung tapi
- kerudungnya rapi gitu loh. Nah, tetapi
- lagi-lagi itulah pembahasan-pembahasan
- yang memang perlu waktu ya. Jadi
- kewajiban para ustaz untuk menjelaskan,
- untuk menerangkan bahwa menutup aurat
- itu sebuah kewajiban.
- Pakai jilbab itu adalah keharusan.
- Bagaimana pakaian jilbab itu? Nah, ini
- yang harus dibahas gitu ya. Tapi yang
- jelas nutup aurat itu aja ee secara
- global nutup aurat itu kewajiban
- gitu. Nutup urat itu kewajiban. Maka
- oleh sebab itu, Pak, dugikeun kanu
- belanja. Sampaikan kepada orang yang
- belanja itu, sampaikan bak atau Bu,
- pakai pakaian yang sopan. Baik mau
- belanja ke sini maupun ke mana pun
- keluar rumah pakai pakaian yang sopan.
- Ya, gitu ya. Nah, gitu ya. Nah, itu saya
- kira yang dapat saya jelaskan. Wallahu
- aam biswab.
- Demikian ya, Bapak Komarun. Harap ee
- dikasih tahu aja pembelinya bila ada
- yang seperti itu.
- Iya.
- Dan ini ada satu WA dari Ibu Ida di
- Bekasi. Asalamualaikum. Hadir Rasil.
- Semoga Ustaz Ahmad Saleh dan K Rasil
- selalu sehat di rahmat.
- Amin. Allahum amin. Barakallahu fikum.
- Saya sudah pesan kalender hasil 2006 ke
- Bang Ait. Terima kasih.
- Ih. Insyaallah segera dikirim.
- Ee mohon maaf Bapak Komar, kita sudah
- dibatasi [tertawa]
- waktu ya.
- Mungkin ada kesimpulan dari seluruh.
- Iya. Kesimpulan yang dapat dikemukakan
- bahwa tadi ada enam alasan bolehnya kita
- menjelaskan fakta-fakta.
- Ya, saya tidak menyebut gibah tapi
- menyebutkan fakta-fakta dalam keadaan
- apa? Apa? Dalam enam keadaan ya.
- Mudah-mudahan ee apa namanya? Kita dapat
- memahami terhadap ee gibah atau
- menyebutkan fakta-fakta
- dalam enam kondisi tersebut. Demikian
- yang dapat saya kemukakan. Wasallallahu
- ala nabiyina Muhammadin. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Jazakallah khair ustaz
- atasnya pada sore hari ini
- dan Iwan. Kita selalu mendoakan guru
- kita Ustaz Am Saleh agar selalu
- diberikan kesehatan yang
- dari Allah Subhanahu wa taala agar bisa
- terus memberikan ilmunya bagi kita
- semua. Amin ya rabbal alamin. Dan juga
- kami mengajak Iwan akhwat yang mungkin
- ingin berkontribusi untuk perkembangan
- berjalannya dakwah rasil bisa
- mengirimkan infak donasinya ke melalui
- Bank Syariah Indonesia atau BSI di nomor
- rekening 722
- 223
- 0033
- atas nama Yayasan Wakaf Rumah Quran
- Silaturahim. Insyaallah di hari Jumat
- berkah ee pahalanya dilipat gandakan
- oleh Allah subhanahu wa taala. Dan juga
- dari studio Ustaz Fajar Hidayat, Yusuf
- Bangkit dan juga Neza mohon undur diri.
- Mari kita akhiri saja kajian sore hari
- ini dengan membaca membaca doa kafarul
- majelis. Subhanaka Allah asadu anta
- astagfiruka.
- Billahi taufik walhidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.