Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:11 Bismillahirrahmanirrahim. 0:13 Asalamualaikum warahmatullahi 0:14 wabarakatuh. Alhamdulillah 0:16 wasyukrulillah wikmatillah la haula wala 0:18 quata illa billah. Dipancarkan dari 0:21 Jalan Masjid Silaturahim nomor 36 0:23 Kalimanggis, Cibubur, Bekasi. Inilah 0:26 radio silaturahim dan Rasil TV untuk 0:29 Islam yang satu. Apa kabarnya Iwan Nawat 0:31 di mana pun Anda berada? Senang sekali 0:33 rasanya pada kesempatan sore hari ini 0:35 saya Fajar Hidayat bisa kembali menemani 0:38 ruang dengan Iman Ahmad semuanya dalam 0:40 program acara tausiah sore yang setiap 0:43 hari Jumat diisi oleh guru kita yaitu 0:45 Ustaz Ahmad Saleh. Dan di meja switcher 0:49 kita ditemani oleh Neza dan juga ada 0:51 Raffi dan juga dari operator ada Bang 0:53 Yusuf Sebangkit dan alhamdulillah guru 0:55 kita sudah berada di tengah-tengah kita 0:57 Iwan Naud kita sapa saja. Asalamualaikum 0:59 Ustaz. Waalaikumsalam warahmatullahi 1:02 wabarakatuh. 1:03 Gimana kabarnya hari ini, Ustaz? 1:04 Alhamdulillah lebih baikan dari 1:06 hari-hari kemarin. Alhamd ee semakin 1:09 segar dan sudah berentu alhamdulillah 1:12 semakin bersemangat. Alhamdulillah. 1:14 Masyaallah. 1:15 Alhamdulillah. Terapi masih jalan terus, 1:17 Ustaz. 1:17 Oh, terapi masih jalan. Iya. 1:19 Alhamdulillah sekarang Ustaz sudah bisa 1:20 berjalan tanpa tongkat. 1:24 Alhamdulillah. [tertawa] 1:25 Insyaallah semoga Allah terus memberikan 1:27 Ustaz kesehatan yang masing-mas. Amin. 1:28 Allah. Amin. Amin. 1:30 Dan Iwan pada kesempatan sore hari ini 1:32 guru kita Ustaz Dam Saleh masih akan 1:34 melanjutkan kajian syarah kitab Riyadus 1:37 Shihin 1:37 yang pada kesempatan sore hari ini Ustaz 1:40 akan menyampaikan temanya yaitu tentang 1:42 gibah yang diperbolehkan. 1:44 Gibah yang diperbolehkan. Ini hadis yang 1:46 pertama yang disampaikan atau hadis 1:48 ke-1532 1:51 dari secarah kitab Riyadus Shihin. 1:53 Dan bagi Wanwat yang mungkin nanti ada 1:55 pertanyaan ingin atau mengirimkan 1:57 atensinya bisa dikirimkan ke layanan 1:58 WhatsApp Prasil di 0811999720. 2:05 Nomor itu juga bisa digunakan untuk 2:06 berinteraktif Iwan Awat atau yang 2:09 menyaksikan via YouTube Rasil TV bisa 2:11 mengirimkan pertanyaannya via kolom live 2:13 chat Rasil TV. Baik, sebelum kita 2:16 mengawali kajian sore hari ini, mari 2:17 kita buka saja dengan membaca doa thabul 2:20 ilmi. Bismillahirrahmanirrahim. 2:30 Baik, tafadal Pak Ustaz. 2:32 Alhamdulillahi hamdan katsiran thyiban 2:36 mubarokan fih kama yuhibuna 2:40 waard. 2:42 Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la 2:45 syarikalah 2:47 lahul mulku walahul hamdu wahua yuhyi 2:51 wahua ala kulliin qodir. 2:54 Ikhwan dan akhwat pendengar radio 2:56 silaturahim serta pemirsa hasil visual 2:59 di mana pun berada. Alhamdulillah 3:02 kembali dipertemukan kita e dipertemukan 3:05 kembali oleh Allah meskipun di Dumai ya 3:09 untuk melanjutkan kajian kita kajian 3:12 kitab Syarhu Riyadus Shihin wal hadir 3:16 yni walanakam 3:19 sanabhas an dari membahas tentang gibah 3:24 yang diperbolehkan. 3:26 Jadi sebelum kita mengkaji 3:27 hadis-hadisnya, jadi gibah yang 3:29 diperbolehkan itu di antaranya adalah 3:33 pertama pengaduan terhadap penganiayaan. 3:37 Jadi kalau kita dianiaya terus kita mau 3:39 mengadukan ke hakim, nah maka e tidak 3:43 gibah kalau saya dipukul ee hakim sama 3:47 si fulan. Nah, gitu ya. Si fulan tuh 3:50 siapa? Si anu, si anu, si anu gitu. Nah, 3:53 itu bukan termasuk gibah. karena 3:55 pengaduan untuk mencari keadilan. 3:58 Yang kedua, meminta tolong untuk 4:00 menghilangkan kemungkaran dan menegur 4:03 orang yang berbuat maksiat. 4:06 Misalnya, saya punya guru dan e apa 4:11 namanya? Boleh dibilang guru itu adalah 4:13 orang yang bisa mencegah kemungkaran. 4:16 Maka saya saya bilang, "Aduh, Ustaz atau 4:19 Syekh ee tolonglah gimana caranya agar 4:24 kemaksiatan si Fulan bin Fulan di tempat 4:26 kami ini ee apa bisa berhenti. 4:31 Apa dia melakukan apa, kemaksiatan apa? 4:34 Jelaskan kemaksiatannya." Nah, jadi 4:37 mengadukan kepada orang yang dianggap 4:39 bisa menyelesaikan 4:42 persoalan maka bukan gibah gitu loh. Itu 4:45 ya. Jadi yang pertama pengaduan terhadap 4:48 penganiayaan. Kedua meminta tolong untuk 4:52 menghalangkan kemungkaran. Ketiga 4:54 meminta fatwa atau nasihat. Misalnya 4:58 orang ee apa namanya? Misalnya misalnya 5:01 begini. Ada orang yang diperlakukan 5:04 tidak adil oleh ayahnya, oleh ibunya, 5:07 oleh kakak-kakaknya. 5:09 Bisa saja dia mengatakan gimana ya gini 5:12 atau diganti kalimatnya. Bagaimana 5:15 pendapat Anda terhadap orang tua yang 5:18 melakukan memperlakukan anaknya begini 5:20 begini begini. Jadi tidak disebutkan ee 5:23 pelakunya itu bagus itu gitu ya. Tapi 5:27 yang jelas kan kalau minta fatwa mah 5:29 yang penting substansinya apa. Tidak 5:33 harus disebutkan bahwa yang melakukan 5:34 kezaliman terhadap dirinya adalah ibu 5:36 bapaknya, kakak-kakaknya. Tapi bagaimana 5:39 pendapat Anda jika ada orang tua yang 5:43 memperlakukan anaknya begini begini, oh 5:46 begini fatalnya. Oh gitu kan sama saja 5:49 gitu ya. Nah tetapi kalaupun dijelaskan 5:52 tidak masalah boleh gitu ya. Nah, tetapi 5:56 lebih baik karena itu masih bisa 5:57 dihindari tanpa apa namanya mengurangi 6:02 klik clear persoalan dengan 6:05 menyembunyikan nama Bapak, nama Ibu, 6:07 Kakak-kakak itu diganti dengan 6:10 seseorang. Bagaimana pendapat Anda 6:13 terhadap seseorang yang memperlakukan 6:16 anaknya atau memperlakukan adiknya 6:19 begini begini begini gitu ya. Ya, itu 6:22 yang ketiga. Yang keempat, memberi 6:24 peringatan atau nasihat kepada kaum 6:26 muslimin agar tidak terjerumus ke dalam 6:29 kejahatan. 6:31 Ah, jadi ee kaum muslimin diingatkan, 6:34 "Kamu jangan seperti si fulan toh yang 6:36 suka begini begini begini." Karena 6:38 memang dia melakukannya juga 6:40 terang-terangan. Karena terang-terangan 6:42 maka diingatkan. Kalau dia melakukannya 6:45 sembunyi-sembunyi kan berarti kita 6:47 ngorek-ngorek kesekalahan dia. Tapi 6:49 karena terang-terangan, 6:51 hati-hati kaum muslimin terhadap 6:54 perlakuan si anu yang suka begini begini 6:57 begini. Nah, itu boleh gitu ya. Heeh. 7:01 Kemudian yang kelima, orang yang 7:03 melakukan perbuatan fasik atau bidah 7:06 secara terang-terangan 7:08 seperti minum khamer di tempat umum, 7:11 merampas milik orang lain, atau meminta 7:13 dengan paksa, melakukan perkara-perkara 7:16 batil. Nah, itu karena memang sudah 7:19 terang-terangan boleh itu apa namanya ee 7:22 di ee apa namanya diperingatkan kaum 7:26 muslimin dari hal semacam itu. Yang 7:28 keenam, mengidentifikasi seseorang. 7:33 Oh, itu Pak Ahso yang pendek itu. Ah, 7:37 gitu loh. Karena misalnya dari dari 7:40 narasumber Rasil kebanyakan jangkung 7:44 tinggi orangnya. yang pendek. Ah, Pak 7:46 Aso misalnya. Oh, Pak Aso yang pendek 7:48 itu. Nah, jadi Pak Aso yang pendek itu 7:52 mengidentifikasi untuk membedakan dengan 7:54 yang lain agar jelas gitu tidak masalah 7:57 gitu ya. Oh, yang jangkung itu ya itu 8:00 bukan suatu ee gibah ya. Jadi kalau 8:03 kemarin umum larangan gibahnya sekarang 8:05 dikecualikan dengan enam persoalan tadi 8:09 ya. Oke. Baik, kita lanjut kepada ee 8:12 kajian hadis-hadisnya. 8:14 an Aisyah radhiallahu anha 8:18 anna rulan istana al nabii shallallahu 8:22 alaihi wasall faqalazanu 8:26 lahu b akhul asirah dari Aisyah 8:31 radhiallahu anha bahwa ada seorang 8:33 meminta izin kepada Nabi sallallahu 8:37 alaihi wasallam kemudian bersabda, 8:39 "Berilah izin orang itu. Ia adalah 8:42 sejahat-jahat saudara dari kabilah 8:45 tersebut. Hadis riwayat Muttaqbun alaih 8:48 atau muttafaqun alaih riwayat Bukhari 8:50 Muslim. Nah, Nabi menyebutkan si fulan 8:53 itu sejahat-jahat 8:55 saudara dari kabilah itu ya. Karena 8:58 memang zahirnya kenampak terang-terangan 9:01 dia melakukan kejahatannya. Nah, jadi ee 9:04 apa namanya ee mutiar-mutiar yang dapat 9:07 kita ambil dari hadis ini, Imam 9:10 An-Nawawi meredaksikan kebolehan gibah 9:13 terhadap orang yang melakukan kerusakan 9:16 sebagai peringatan agar kita tidak 9:19 tertipu oleh aspek kelahiran mereka. 9:24 Misalnya apa ya? 9:27 Ee ah hati-hati dengan para apa para apa 9:33 kita sebutnya ya yang membeli 9:35 tanah-tanah di pegunungan di 9:37 tempat-tempat kalian. Hati-hati. 9:40 Hati-hati itu jelas untuk apa? Untuk apa 9:42 dibangun? Jangan sampai dibabak apa 9:45 dibalak apa namanya ee apa katanya untuk 9:48 kebun kebun kayu-kayunya ditebangin 9:52 semuanya. Ternyata bukan 1 hektar 2 9:54 hektar. 9:56 berhektar-hektar 9:58 bahwa konon katanya selama 10 tahun 10:01 sekian puluh hektar 90 juta sekian puluh 10:06 juta hektar 10:10 innillahi wa inna ilaihi rojiun saya 10:12 bilang ya Allah 10:15 semoga Allah beri kesabaran kepada 10:17 mereka yang tertimpa musibah gitu ya nah 10:20 maka oleh sebab itu hati-hati nah tetapi 10:23 sekali lagi karena kita enggak punya 10:24 kekuasaan 10:26 hati-hati sudah hati-hati tapi kemudian 10:29 ke yang protes malah dikriminalisasi. 10:32 Iya 10:33 gitu. Jadi ah ya itulah ya. Pertama 10:36 berserah kepada Allah. Kita berusaha 10:39 semakin mendekatkan diri kepada Allah. 10:41 Terus usaha-usaha 10:43 ya komunikasi-komunikasi dibangun 10:45 komunikasi yang bagus antara apa 10:48 namanya? antara kita dengan orang yang 10:51 dipandang berpihak kepada rakyat yang 10:53 berpihak komunikasi terus didukung di 10:56 makanya keberpihakan itu penting tapi 10:59 hasilnya kembali serahkan kepada Allah 11:02 tapi usaha harus terus kita 11:05 usaha ya lakukan. Nah, maka saya kira 11:09 perlu ee apa namanya? Ee perlu kita 11:13 membaca jangan sampai kita buta. 11:17 Karena nanti kalau kita buta di akhirat 11:20 juga buta. Waman kana fi hadzihi a'ma 11:27 wamanana fi hadzi a'ma 11:30 wahua fil akhirati a'ma waus sabila. 11:36 Siapa yang buta di dunia, maka akan buta 11:40 di akhirat. Kalau secara tekstual, ya 11:44 kalau secara tekstual tuh memahami ayat 11:46 itu Alisra 72 itu tekstual, maka semua 11:50 yang buta di dunia di akhirat akan buta. 11:53 Abdullah Ummi Maktum ya, Abdullah ee apa 11:59 bin Ummi Maktyum itu menjadi buta kalau 12:02 pemahamannya tekstual. Tapi maksudnya 12:05 adalah barang siapa yang tidak melihat 12:10 petunjuk, 12:11 tidak menggunakan petunjuk gitu loh, 12:14 tutup mata dari petunjuk Allah di 12:17 dunianya, maka di akhirat pun dalam 12:20 keadaan bingung. Di akhirat pun dia 12:22 dalam keadaan susah, di akhirat pun dia 12:25 tidak bisa melihat jalan yang harus 12:28 ditempuh. Itu penafsirannya. 12:30 Penafsirannya berdasarkan salah satu 12:33 ayat. 12:45 Barang siapa yang berpaling dari 12:47 peringatanku, 12:51 maka baginya penghidupan yang sempit 12:55 dan kami akan kumpulkan yaumalqiamati 13:00 pada hari kiamat dalam keadaan buta. Ya, 13:03 jadi pengertian a'ma fi hadihi itu a'ma 13:07 di dua ini buta. Maksudnya berpaling 13:10 dari peringatan Allah gitu. tidak 13:13 membisa, tidak bisa membaca ayat-ayat 13:16 Allah. Padahal perintah pertama itu 13:18 iqra, membaca tulisan dan membaca ee 13:22 ayat-ayat kauniah. Jadi ayat Quraniah, 13:26 ayat kitabiah juga ayat 13:29 kauniah, gitu loh ya. Maka oleh sebab 13:32 itu harus pandai membaca, pandai 13:35 melihat. Ah nanti kemudian didapat 13:38 informasi harus bagaimana dan bagaimana 13:41 begitu ya. Heeh. 13:44 Ee kemudian eh 13:50 wa Aisyata qalat qala Rasulullahi 13:54 sallallahu alaihi wasallam maunu fulanan 13:58 wa fulananifani 13:59 mininaaian rahu albukri dari Aisyah 14:03 radhiallahu anha berkata, Rasulullah 14:04 sallallahu alaihi wasallam bersabda, 14:06 "Aku tidak mengira sedikit pun kalau 14:09 pulan dan fulan itu mengetahui sesuatu. 14:12 itu tentang agama kami. Maksudnya fulan 14:15 dan fulan disebut namanya adalah dua 14:18 orang yang diduga fasik gitu. Gitu ya. 14:24 Fasik orang fasik. Ah, enggak nyangka 14:27 ternyata dia ngerti agama juga. Nah, 14:29 padahal dia fasik gitu ya. Nah, jadi 14:31 kesimpulan atau mutiara hadis yang dapat 14:34 kita gali dari hadis kedua ini boleh 14:37 gibah terhadap orang yang berlaku 14:39 munafik agar tingkah laku mereka tidak 14:43 sama bagi orang yang tidak mengetahui 14:45 keadaan mereka. Misalnya hati-hati 14:47 sekarang itu dengan apa namanya? Dengan 14:51 orang yang mau yang mau masuk Islam. 14:54 Jadi mualaf. 14:56 Saya pernah tuh ngisi khotbah di jalan 15:02 di Kuningan Jakarta. 15:04 Kemudian ada yang mendekati saya 15:08 ee rupanya menanya DKM. Oh, itu DKM-nya 15:10 itu ya. Akhirnya dia nyampaikan ke DKM 15:14 bahwa saya mau masuki Islam gitu ya. 15:18 Masuk Islamlah ceritanya. Saya diminta 15:21 nyaksikan. 15:23 Nah, setelah itu dibuatlah surat 15:25 pernyataannya kata DKM-nya ini suratnya 15:28 bawa ke MUI setempat ya, nanti bawa lagi 15:32 ke sini. 15:34 Nah, ternyata beberapa ya Jumat kemudian 15:38 saat saya ngisi di situ lagi berarti 15:41 sudah berapa bulan? 3 bulanan lah gitu. 15:44 Ternyata dia datang lagi membawa 15:47 temannya mau masuk Islam. Kemudian oleh 15:50 DKM ditanya mana surat yang ini 15:53 rekomendasi yang ee minta tanda tangan 15:55 MUI setempat itu gitu loh. Ternyata 15:58 belum diberikan gitu loh. Ternyata 16:02 setelah sedidik-sedelidik bahwa ada 16:05 orang punya pekerjaannya jadi mualaf. 16:09 Hari ini masuk Islam di sini nanti Jumat 16:12 berikutnya di masjid mana lagi masuk 16:14 Islam. Jadi kerjaannya itu kerjaan masuk 16:17 Islam. Nah, tidak mengapa itu 16:19 diceritakan tuh hati-hati tuh sekarang 16:21 tuh sudah marak tuh sindikat e menjadi 16:26 mualaf gitu. Maka oleh sebab itu 16:29 sebaiknya Pak kaum mualaf juga ada yang 16:33 apa istilahnya bukan rekomendasi ya ada 16:35 yang membimbing, ada yang menemani, oh 16:37 saya mau masuki Islam siapa tokoh yang 16:39 dikenalnya gitu loh. Jadi jadi tidak 16:43 langsung menerima keislamannya tetapi 16:45 melalui saringan ditanya dan memang ada 16:48 sunahnya ditanya dulu kamu punya jimat. 16:50 Itu kan pertanyaan di zaman Nabi seperti 16:53 itu. Maka di zaman kita juga boleh gitu 16:56 loh ya. Heeh. Nah, jadi ee kalau seperti 17:00 itu persoalan-persoalan 17:02 yang semestinya ee dihindari tapi 17:07 kemudian dilaksanakan terang-terangan 17:09 oleh orang, maka menceritakannya bukan 17:13 gibah. Heeh. 17:16 Baik, kita lanjutkan kepada hadis 17:17 ketiga. Waan Fatimah binti Qaisin 17:22 radhiallahu anha qalat dari Fatimah 17:25 binti Qais. Semoga Allah meridainya. 17:28 Ataitun nabiya shallallahu alaihi 17:31 wasallam faqulu inna abal jahmi wa muam 17:36 khotbani. 17:38 Sesungguhnya ee apa namanya? Muawiyah 17:41 dan 17:42 Abu Jaham 17:44 mengkhitbah kepadaku, melamar kepadaku. 17:47 Jadi suungnya Abal Jaham waah 17:51 Khattabani. Jadi eh apa namanya? 17:55 khotbani. Jadi dalam bahasa Arab itu ada 17:59 khatib, 18:01 ada khatib. Kalau khatib adalah orang 18:05 yang melamar. 18:07 Kalau khatib 18:09 itu orang yang berkhotbah. 18:12 Gitu ya. Berkhotbah dengan yang 18:15 berkhitbah itu beda gitu ya. Heeh. 18:18 Faqala Rasulullah sahu alaihi wasallam. 18:20 Maka Rasul bersabda, "Amma Muawiyah 18:23 faslukun la ma lahu." Adapun Muawiyah 18:27 itu orang miskin, tidak punya harta 18:29 gitu. Wama abul Jahmi. Adapun Abu Jaham 18:32 fala yadul asiqihi, 18:36 dia adalah orang yang tidak pernah lepas 18:38 dari tongkatnya gitu. Yang selalu 18:40 menyimpan di apa namanya? Ee 18:45 ee selalu menaruh ee tongkat di 18:48 pundaknya. itu adalah kiasan bagi orang 18:52 yang suka memukul gitu. Pengertian 18:55 pertama. Yang kedua, bisa juga dia 18:58 adalah orang yang suka bepergian. Jadi 19:01 sifat kekhususannya di oleh Nabi 19:03 disebutkan. Oh, Muawiyah. Kalau Muawiyah 19:06 itu orang miskin 19:08 ya, orang miskin enggak punya harta. 19:11 Adapun Abu Jaham, dia itu adalah orang 19:14 yang tidak pernah melepaskan tongkatnya 19:16 dari pundaknya. Maksudnya bisa dipahami 19:20 apa? Melepaskan tongkat dari pundak. 19:21 Tidak pernah melepaskan tongkatnya dari 19:23 pundaknya adalah gampang memukul. 19:27 Ya. Adapun pengertian yang lain juga 19:30 adalah ee sering bepergian. 19:33 Nah, maka mutiara-mutiara hadis yang 19:37 diambil ya gitu ya. Wafi riwayat Muslim. 19:41 Adapun riwayat dari Imamal Abu Jahmiun 19:44 linisa. Ah kan gitu lebih apa gak 19:47 memukul. 19:49 Wahua tafsirun liiwayatin lauli. 19:57 Asfar e banyak be banyak bepergian. Jadi 20:01 ini tafsiran riwayat Muslim ya. Nah, 20:03 jadi mutiara-mutiara yang dapat kita 20:05 lihat adalah boleh menjelaskan kepada 20:08 laki-laki yang melamar atau wanita yang 20:10 dilamar mengenai sifat-sifat jelek 20:13 seseorang tanpa perlu menuntut-nutupi 20:17 dan hal itu tidak dianggap gibah. Kalau 20:20 kita ditanya orang, "Ustaz, menurut 20:22 Ustaz si Fulana itu gimana sih?" 20:25 yang aku tahu sebagai gurunya nih dia 20:28 itu kadang begini begini disebutkan 20:30 kejelekan. 20:32 Begitu juga ee calon mertua misalnya mau 20:37 mencarikan laki-laki ee untuk suami dari 20:41 anaknya. Kemudian nanya ke orang 20:43 sekitarnya, "Bagaimana pendapatmu 20:45 tentang si Fulan?" 20:46 He. 20:47 "Oh, jangan apalah kalau kamu nanya itu 20:50 mau dinikahkan sama putrimu." Jangan. 20:53 karena dia itu punya sifat begini begini 20:55 begini begini itu bukan gibah gitu ya. 20:58 Nah, jadi boleh saja menjelaskan 21:01 kelebihannya dan ee menjelaskan juga 21:05 kekurangannya 21:07 karena memang beresiko gitu ya. Udah 21:10 udah gini aja lah kamu ee tahan dulu, 21:13 jangan dulu ngelamar karena dia tuh 21:15 orangnya keras kepala gitu. Kalau sudah 21:17 punya mau aa saja gitu loh. Nah, maka 21:22 oleh sebab itu ee boleh dijelaskan 21:25 seperti itu ya. Karena dia misalnya 21:28 kekeh petekeh gitu loh. E maka disebut 21:32 apa namanya? Susah. Susah diatur. Kalau 21:35 sudah maunya terus. Kalau ada maunya 21:38 bagus sih enggak ada masalah. Tapi kalau 21:40 ada maunya yang jelek ah itu menjadi 21:42 persoalan. Nah, ini saya kira sebagai 21:45 pengantar untuk kajian kita pada sore 21:47 hari ini. Wasallallahu ala nabiina 21:51 Muhammadin. Wallahu aam bisawab. 21:57 Ya, demikian Iwan Nawat pemaparan materi 21:59 yang disampaikan oleh guru kita Ustaz 22:01 Ahmad Saleh yang tadi Ustaz menyampaikan 22:03 temanya yaitu tentang gibah yang 22:05 diperbolehkan. Bagi Iwanawat yang 22:07 mungkin ada pertanyaan ataupun atensi 22:09 bisa dikirimkan ke layanan berhasil di 22:12 08 22:13 [musik] 22:25 Radio Silaturahim dan Rasil TV untuk 22:28 Islam yang satu. Ikhwan awat, kita 22:29 kembali dalam program acara tausiah sore 22:32 kajian syarah kitab Riyadus Shihin 22:34 bersama guru kita Ustaz Ahmad Saleh yang 22:36 pada sore hari ini Ustaz menyampaikan 22:39 temanya yaitu tentang giibah yang 22:41 diperbolehkan. Ini hadis ke-1532 22:45 dari kitab syarah Riyadus Shihin. Dan 22:47 bagi wad kita sudah memasuki sesi tanya 22:49 jawab. Mungkin ada pertanyaan atau 22:51 atensinya bisa dikirimkan ke layanan 22:53 WhatsApp Prasil di 0811999720. 22:58 ataupun bagi wowat yang mungkin sebentar 23:01 lagi kita akan pergantian tahun di 2026 23:04 radio Rasil kembali untuk tahun ini ee 23:08 mengadakan kalender hasil untuk tahun 23:10 2026. Bagi Wan Akhwat yang mungkin ingin 23:13 memesan, ingin memiliki kalender hasil 23:16 bisa menghubungi Bank AIT ya, Iwan 23:19 Akhwat di 23:22 Bank AIT nomor kontaknya di 0812 23:28 9499 23:31 484. 23:33 Bisa menghubungi Bang Acit di 23:35 08129499484. 23:40 Untuk harganya masih Rp60.000 dan gratis 23:44 ongkir untuk Jabo Detabek. Silakan IKM 23:47 Nawat yang mungkin masih belum membeli 23:49 kalender bisa langsung menghubungi Bang 23:51 Ait. Jadi membeli kalender di Rasil bisa 23:54 sekaligus berinfak untuk dakwah Rasil 23:56 Iwan Awat. Baik seperti itu. Dan kita 23:59 kembali ke ee 24:02 TOSIA sore hari ini. Ini Ustaz sudah ada 24:04 beberapa pertanyaan yang masuk. 24:08 Pertanyaan pertama datang dari 24:12 Bapak Bapak Bapak Tejo Sukmono. 24:16 Asalamualaikum warahmatullahi 24:18 wabarakatuh, Pak Ustaz. 24:19 Waalaikumsalam warahmatullahi 24:21 wabarakatuh. 24:22 Pertanyaan pertama di luar tema, Ustaz. 24:24 Hm. I 24:25 Pak Ustaz, bagaimana bila ibu sudah 24:27 wafat dan saya merasa belum berbakti 24:30 selama hidupnya atau pernah berbuat 24:32 salah? 24:32 Dan bagaimana konkretnya bakti kita 24:35 kepada bapak kita? Apakah sama dengan 24:37 berbakti kepada ibu kita dan apalagi ibu 24:40 kita sudah wafat? Terima kasih, Pak 24:41 Ustaz, atas jawabannya. 24:42 Baik, baik. Masyaallah. Barakallahu 24:44 fikum. Semoga Allah memberkahi Anda yang 24:48 mengajukan pertanyaan dan membimbing 24:51 orang yang akan menjawabnya. 24:53 Cara berbuat baik kepada ibu yang telah 24:56 meninggal dunia. Ya, pertama konsepnya 24:59 bagaimana supaya 25:02 apa? Ibu menjadi orang yang mulia di 25:05 hadapan manusia. 25:07 Sudah barang tentu kalau mulia di 25:09 hadapan Allah dimohonkan ampun. 25:13 Allahumagfirli waliwalidaiya warhamhuma 25:16 kama rbaini shgir. Itu bagi orang tua 25:18 yang masih hidup maupun bagi orang tua 25:21 yang sudah tiada. 25:23 Kemudian ee apa namanya? Dimohonkan 25:26 ampun ya kepada Allah. Kemudian, nah 25:29 sekarang mengangkat ibu supaya di 25:32 hadapan manusia mulia. 25:36 Nah, makanya nanti para ulama akan 25:38 menemukan jadi berbuat baik atas nama 25:41 ibu. 25:43 Nah, atas nama ibu misalnya kurban Anda 25:47 sudah kurban atas nama istri Anda sudah 25:51 atas nama anak-anak Anda sudah. Padahal 25:53 sesungguhnya cukup atas nama Anda dan 25:56 keluarga. 25:58 Nah, tetapi tidak ada masalah ketika 26:01 diatasnamakan ini kurban dari Ibu 26:03 Fulana, ibunya Pak Anu 26:07 yang sudah meninggal dunia. Ah, jadi 26:10 orang, "Oh, ini kurbannya Ibu Fulanah ya 26:13 gitu loh. Oh, ini masyaallah ada orang 26:15 sudah paham. Oh, ini ee apa namanya? Ee 26:19 kurban dari anaknya Ibu Fulanah. Hm. 26:22 Masyaallah, bahagia betul itu ibu pulana 26:25 punya anak yang saleh yang berkurban ya. 26:28 Nah, gitu loh. Nah, jadi caranya kita 26:31 berbuat baik atau bersedekah 26:35 di atas namakan ibu atau Anda bisa 26:38 berbuat baik kemudian mohon kepada Allah 26:42 agar kebaikannya juga dilimpahkan kepada 26:45 ibu kita 26:47 gitu ya. Nah, itu jadi cara berbuat baik 26:50 kepada ibu yang sudah meninggal dunia 26:52 itu begitu. Nah, dihubungkan 26:55 persaudaraannya 26:57 misalnya ibu dengan kakaknya apa dengan 26:59 Bude Deule 27:03 sama Pak Lee. Nah, kita hubungkan 27:05 kembali. Jadi seakan-akan ibu kita masih 27:08 ada karena bisa jadi kata budeknya kan 27:10 mm alhamdulillah ternyata si apa namanya 27:15 dia nyebut ya nyebut nama nama ibu kita. 27:18 Si fulanah tuh ternyata masih hidup. 27:21 Masih hidup tuh karena dilanjutkan oleh 27:23 anaknya. Anaknya mengingatkan kepada 27:26 ibunya. Jadi, oh masyaallah ternyata iya 27:29 keponakanku tiap tahun apa namanya sih? 27:32 Ngasih apa namanya istilahnya apa? 27:35 Ngasih hadiah tiap tahun bahkan 6 bulan 27:39 sekali dan ngiri ngirimkan 27:42 misa disebut nama ibu kita. Bagja k 27:46 bahagia. Kamu punya anak yang saleh, 27:48 punya anak yang berbakti mengangkat 27:51 derajatmu. 27:53 Tuh gitu loh ya. Jadi begitu juga pada 27:57 teman-temannya. 27:59 Tante saya anaknya Ibu Fulana almarhum 28:03 atau Allah yarham Ibu Fulanah gitu loh. 28:07 Saya ingin menyambung silaturahmi karena 28:10 saya ingin bakti kepada ibu bapak saya. 28:12 Boleh diucapkan begitu, boleh juga 28:14 tidak. Kenalkan aja saya ini anaknya Ibu 28:17 Fulana atau saya anaknya Mbak apa ee ee 28:23 Pak Fulan, 28:25 saya ingin menyambung silaturahmi dengan 28:28 Tante atau dengan Om. Katanya Om adalah 28:31 teman apa k apa namanya sahabat ayah 28:35 saya. K. 28:36 Oh nangis tuh si omnya itu nangis. Hm. 28:40 Dinyebut bapaknya gitu. Kamu mah bahagia 28:43 banget punya anak yang bisa berbakti 28:47 mengingatkanku kepada kamu dalam itu 28:50 dalam tangisannya tuh saking bahagianya. 28:53 Hm. Iya, Nak. Terima kasih banget. Kamu 28:56 ternyata tidak melupakan sahabat ayahmu. 29:00 Kamu tidak melupakan sahabat ibumu. Nah, 29:04 gitu. Jadi gitu dihubung-hubungkan. 29:07 Nah, maka ketika sudah seperti itu 29:09 karena itu sebagai bukti atau ibu bapak 29:12 kita punya usaha yang baik, lanjutkan. 29:16 Misalnya ibu kita punya pekerjaan 29:19 nyantuni anak yatim. 29:22 Semisalnya seminggu sekali tiap hari 29:24 Jumat ibu tuh datang ke panti misalnya 29:27 gitu ya, ke panti asuhan. Nah, 29:30 dilanjutkan oleh kita. Kalau kita tahu 29:33 ibu kita selalu memberikan kepada ee 29:36 apa? penyantunan negatif kepada 29:40 orang-orang terlantar fakir miskin gitu. 29:43 Dilanjutkan itu cara baktinya. 29:46 Ah, jadi kalau apalagi Anda sudah 29:48 menyadari Anda belum bisa membahagiakan 29:51 ibu gitu loh. Nah, maka harus 29:53 betul-betul serius dicari jalannya. Nah, 29:57 bahwa kemudian bakti kepada ibu bapak 30:00 berbeda 30:01 3 banding 1. Ummuka, ummuka, ummuka wa 30:06 abuka. 3 banding 1. Jadi ibu harus 30:10 didahulukan gitu loh. Jadi kalau 30:13 dihitung porsinya, porsi ibu lebih baik, 30:15 lebih banyak. 30:17 Tapi kalau ibu sudah meninggal dunia, 30:20 maka porsinya menjadi lebih utama kepada 30:23 Bapak yang masih hidup. H 30:25 gitu loh ya. Jadi ketika Bapak masih 30:29 hidup, Ibu telah meninggal dunia, ya 30:32 tidak harus ke makam dulu, datang dulu 30:35 kepada Bapak gitu loh. Tapi sekali lagi 30:38 ada pendapat tetap ke Ibu, ke kuburan 30:40 dulu ya enggak apa-apalah saya bilang. 30:43 Ee kalau saya tidak mau ribut gitu loh. 30:45 Bahwa pemahamannya tadi 30:47 ya yang hidup didahulukan baru kemudian 30:50 yang setelah meninggal dunia gitu loh 30:53 ya. Nah, jadi sekali lagi porsinya beda 30:56 3 banding 1 kalau sama-sama hidup ya. 30:59 Kalau sama-sama sudah meninggal du jadi 31:02 sama porsinya gitu. Kemudian kalau tadi 31:05 yang sudah meninggal dunia dengan yang 31:08 masih hidup, maka yang masih hidup 31:09 didahulukan 31:11 atau mau dibarengkan enggak ada masalah 31:14 gitu ya. Nah, kemudian apa tadi? ee yang 31:16 pertama kan ee ini ke Ibu kemudian 31:20 kepada bapak ya. 31:22 Bakti kita kepada bapak kita. Apakah 31:25 sama dengan berbakti kepada ibu kita? 31:27 Heeh. Iya. Jadi tadi ya jadi kalau 31:30 sesama hidup ibu didahulukan. 31:33 Kenapa penjelasan itu harus dibedakan? 31:37 Sesungnya sama pada praktiknya sama-sama 31:40 harus dimuliakan. 31:42 Hanya ketika kita di persoalan misalnya 31:45 ibu bapak kita cerai. Nah, itu loh. Maka 31:49 ibu harus didahulukan 3 banding 1. Itu 31:53 juga kalau ibu punya anak-anaknya kaya 31:56 apa punya menantunya kaya-kaya dan 31:58 diperhatikan sementara bapak 32:01 sebatangkara 32:03 maka itu bisa didahulukan bapaknya. H 32:06 gitu. Jadi hukum itu kondisional 32:10 ya. Jadi apa namanya? Ada ulama yang 32:13 tetap saja ibu didahulukan. Mau Bapak 32:16 fakir ataupun miskin kalau meskipun 32:19 ibunya sudah ditanggung oleh 32:22 mantu-mantunya 32:23 di hidup enak tetap ibu harus 32:25 didahulukan. Ya, bagi yang berpendapat 32:28 seperti itu juga saya tidak mau ribut. 32:30 Ya sudah. Oke. Oke. Oke. Memang seperti 32:31 itu. Tapi sesungguhnya kebaikan kita itu 32:36 menjadi solusi bagi permasalahan orang 32:38 lain. Itu catatannya. 32:41 Jadi kebaikan-kebaikan kita itu harus 32:44 mampu menyelesaikan persoalan-persoalan 32:47 orang lain. Ibu kita punya masalah, 32:49 bapak kita punya masalah. Masalahnya 32:52 sama, maka dahulukan ibu dulu. 32:54 He. 32:55 Ah. Tapi kalau kemudian ibu ee seperti 32:58 tadi karena banyak mantunya yang 33:00 bertanggung jawab yang mengurusnya 33:02 sementara Bapak sebatangkara yang punya 33:05 masalah berarti di Bapak maka fokusnya 33:08 adalah bapaknya dulu gitu loh. Jadi 33:10 karena konsep infak, konsep sodqah, 33:14 konsep kebaikan itu soluter of problem, 33:18 solusi dari permasalahan gitu loh ya. 33:22 Nah, maka oleh sebab itu 33:26 maka didahulukan mana yang lebih parah, 33:29 mana yang lebih ee perlu perhatian. Nah, 33:33 bahkan di zaman sahabat itu orang mualaf 33:37 enggak dikasih tunjangan. 33:40 Meskipun di zaman Nabi mualaf itu 33:42 dikasih tunjangan. Nah, kemudian di 33:44 zaman kepimpinan Abu Bakar dikasih 33:46 tunjangan. Bahkan pernah di zaman Umar 33:50 orang mualaf itu enggak dikasih. Kata 33:53 Umar kan apakah karena masuk Islam 33:56 karena mau mengharapkan tunjangan gitu? 34:00 Tidak. Nah, jadi itulah maka hukum itu 34:04 bisa berubah 34:06 di zaman Nabi bisa berubah di zaman 34:08 sahabat atau di zaman Nabi sama. Di 34:11 zaman sahabat sama bisa jadi di zaman 34:13 tabiin bisa beda gitu loh. Oalah di 34:16 zaman Nabi sama, zaman sahabat sama, di 34:19 zaman tabiin sama, di zaman kita bisa 34:22 berbeda. 34:24 Tentu ini perlu kajian. 34:26 Kajiannya apa? Bisa beda tuh gimana? 34:29 Enak aja Nabi sudah ngasih contoh, 34:32 sahabat sudah ngasih contoh. Kok kita 34:34 bisa beda? Ah, berarti harus ada kajian 34:38 ilatnya apa? 34:41 Sirnya apa? Sir, sir itu rahasia. 34:44 Hikmahnya apa? Pensyariatan itu kalau 34:47 ditemukannya berbeda, ada penemuan baru, 34:51 maka hukum pun bisa berubah, gitu loh. 34:55 Nah, maka sikap yang diambil Nabi bisa 34:58 saja berbeda dengan sikap yang diambil 35:00 sahabat. Ah, namun bisa juga ee berbeda 35:04 dengan sikap yang diambil oleh tabiin, 35:07 bisa juga berbeda dengan sikap yang 35:10 diambil oleh kita di zaman ini dengan 35:13 catatan kita menemukan sirul syariah, 35:19 ditemukan rahasia syariatnya 35:22 gitu loh ya. Oke. Nah, jadi seperti itu 35:25 ya ee yang dapat saya jelaskan. 35:33 Ya, demikian ya, Bapak Tejo. Jadi, e 35:35 kita harus mendahulukan ibu kita sebelum 35:38 ayah kita ataupun bila keduanya masih 35:40 hidup dan kita harus melihat situasinya 35:42 mana yang lebih 35:45 diperlukan perhatian. Maka itu yang kita 35:47 prioritaskan gitu. 35:48 Iya. I 35:48 baik kita kembali ke pertanyaan Pak 35:50 Ustaz. Kita pertanyaan selanjutnya 35:52 datang dari Bapak Andi Pratama. 35:54 Heeh. 35:55 Di Jakarta. Asalamualaikum 35:56 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz. 35:58 Waalaikumsalam warahmatullahi 36:00 wabarakatuh. 36:01 Semoga Ustaz sehat selalu, Ustaz. Izin 36:04 bertanya. 36:04 Amin. Allahuma amin. Pak 36:06 Ustaz, kalau kita lagi curhat ke teman, 36:08 ke teman dekat soal masalah rumah 36:10 tangga, 36:11 terus cerita kekurangan pasangan biar 36:13 dapat solusi. Itu termasuk gibah yang 36:15 diperbolehkan tidak ya, Pak Ustaz? 36:17 Atau tetap harus 36:19 berhati-hati? 36:20 Iya. Baik. Saya akan bagi dari dua 36:23 tinjauan. dengan tinjauan pertama dibagi 36:26 lagi menjadi dua persoalan gitu loh. 36:30 Curhat tentang istri kita ke orang lain 36:35 itu ada apa namanya ee boleh saja dengan 36:40 ee dengan me mengkaburkan 36:44 istri kita. Eh, bagaimana sih pendapat 36:47 antum atau solusinya dari antum? Kalau 36:51 saya temukan ada rumah tangga di mana 36:54 istrinya begini begini begini begini 36:56 tuh. Kemudian teman kita ngasih saran, 37:00 oh sebaiknya begini begini. Nah, itu kan 37:02 tidak gibah. Karena kita menjelaskan 37:05 bukan menjelaskan istri kita 37:08 menjelaskan seolah-olah ada istri, ada 37:11 seorang istri yang punya perangai 37:14 seperti meskipun itu diilhami dengan 37:17 perangai istri kita gitu ya. Satu tuh. 37:20 Nah, yang kedua 37:24 untuk apa? 37:27 Apa nam mengadu persoalan istri kita 37:29 kepada tetap kepada orang lain. He 37:33 untuk apa? Untuk mendapatkan solusi. 37:36 Kalau solusi apa? Sejauh mana dia 37:38 tahunya persoalan istri kita? Kita juga 37:41 hanya membicarakan kepada teman kita apa 37:43 yang bisa kita potret. 37:46 Hakikat istri kita kan enggak tahu gitu 37:49 loh. Paling nanti nebak-nebak juga. Oh, 37:51 kalau menurut saya sih begini begini 37:53 begini gitu. Itu juga tergantung 37:56 pengetahuan teman kita gitu. Maka 37:58 sesungguhnya nah sekarang kepada tingkat 38:01 kedua. Maka sesungguhnya ada ulama 38:03 mengharamkan curhat. 38:08 Kenapa mengharamkan curhat? 38:11 Siapa yang menggerakkan istri kita jadi 38:13 begitu? 38:15 H 38:15 Allah 38:17 di perbuatan Allah diadukan kepada 38:20 makhluk. Eh menurut kamu gimana sih cara 38:23 menyikapi perbuatan Allah begitu 38:27 untuk solusinya? Makanya kata para ulama 38:30 haram. 38:32 Bahkan ada ulama ketika ada temannya 38:34 mengadukan persoalan seperti itu, "Pergi 38:36 sana, pergi engkau adukan perbuatan 38:39 Allah kepadaku." 38:41 Karena kan istrinya bersikap begitu, itu 38:44 kan kehendak Allah. 38:47 Siapa yang menjadikan dia ber siapa 38:49 kehendak? Siapa yang menjadikan istri 38:51 kita berbuat ini itu ini itu? Allah. 38:55 Maka kata ulama itu, "Ah, 38:58 kamu mengadukan perbuatan Allah 39:01 kepadaku." Tidak. S aku aja banyak dosa. 39:05 Udah salah soal pergi-pergi diusir gitu. 39:08 Tapi kalau kelas kita tadi caranya tidak 39:12 disebutkan istri kita ngadunya, 39:15 curhatnya. Bagaimana sih pendapat antum 39:18 atau saran dari antum jika ada apa satu 39:21 rumah tangga di mana suaminya begini, 39:24 istrinya begini. 39:26 Heeh. 39:27 Nah, gitu. Jadi kan tidak nyebutkan 39:29 istri kita gitu loh. Nah, adapun nah 39:35 adapun yang jelas-jelas gibah yang 39:37 diperbolehkan mah diadukannya kepada 39:40 Allah. 39:43 Ya Allah, istri saya masih begini. 39:45 ampuni dia ya Allah berilai berilah 39:48 hidayah kepada istriku. Tuh itu gibah 39:52 atau mengadukan pekerjaan istri kita 39:55 kepada yang menghendakinya 39:57 gitu loh. Nah maka yang seperti itu 39:59 dibolehkan. Jadi maka ada ulama yang 40:02 membolehkan ee mengadukan perbuatan 40:05 istri kita dengan harapan didapat 40:08 persoalan tapi catatannya tidak 40:11 disebutkan istri kita. disebutkan 40:14 gambaran satu keluarga gitu loh. Ah, 40:18 kemudian ada yang mengharamkan. Karena 40:21 istri kita berbuat seperti itu juga 40:23 ayyasya Allah atas kehendak Allah. Jadi 40:28 apa yang dilakukan oleh istri kita, oleh 40:30 suami kita, oleh anak-anak kita 40:32 hakikatnya itu adalah ujian dari Allah. 40:37 Nah, yang paling selamat adukan lagi 40:39 kepada Allah. 40:41 Ya Allah kan jadi ada kesimpulan doa 40:43 begitu. Ya Allah saya berlindung 40:46 kepadamu dari murkamu. 40:50 Berlindung kepada Allah dari murkanya. 40:53 Gitu loh. Ya Allah saya berlindung 40:55 kepada Engkau dari siksa Engkau. 40:59 Kesimpulannya begitu. Itu yang lebih 41:01 bagus, lebih selamat. Berlindungnya 41:04 kepada yang memiliki siksaan. 41:07 Ya Allah, saya berlindung kepada Engkau 41:10 dari murkamu. Gitu loh. Nah, jadi 41:13 seperti itu ya. Pertama, curhat kepada 41:17 manusia itu ya apalagi yang curhatnya 41:20 lawan jenis. Seorang ist seorang suami 41:23 curhat sama sahabat perempuannya. Untuk 41:26 apa? Buka-buka aib di istri kita di 41:29 hadapan perempuan lain. Nauzubillah 41:32 gitu. Ee misalnya kita ngadu sama 41:35 sahabat kita misalnya fulanah lah 41:38 fulanah istriku nih begini begini. 41:41 Menurut kamu kebiasaan perempuan tuh 41:42 gimana sih? Tetap saja meskipun tidak 41:46 ada tujuan apa-apa untuk apa 41:49 menyampaikan kekurangan istri kita 41:51 kepada perempuan lain sebagaimana 41:54 seorang perempuan ngadu kepada sahabat 41:57 lelakinya. 41:59 Mas, menurut kamu gimana ya tentang 42:02 suamiku yang begini begini begini? Eh, 42:05 ngapain pun juga ngebuka kekurangan 42:08 suami kita yang ada bahkan bisa jadi 42:11 bukan hanya solusi dikomporin bahkan 42:15 gitu ya supaya kamu cerai, supaya kamu 42:18 bisa lari ke hatiku bisa begitu. Maka 42:22 para ulama sampai mengharamkan ada yang 42:25 curhat kepada lawan jenis. Jangankan 42:29 kepada lawan jenis, kepada satu jenis 42:31 saja ee apa namanya diperingatkan untuk 42:35 tidak diungkapkan. 42:38 Demikian yang saya dapat jawab. Wallahu 42:42 aam biswab. 42:45 I. Baik. Demikian tadi dari pertanyaan 42:48 dari Bapak Andi dan ini ada apa atensi 42:52 yang senada dari Ibu Ani Cani Khudai dan 42:56 juga Ibu Retno. Alhamdulillah bisa 42:58 menyimak tausiah Ustaz Saleh pada sore 43:00 hari ini. Semoga Ustaz sehat selalu, 43:01 Ustaz. 43:02 Alhamdulillah. Amin. Allahum amin. 43:05 Bismillah. Pendengar Setia Rasil hadir 43:07 menyimak di radio atau siang sore. 43:08 Insyaallah Pak Ustaz Amad Saleh sehat 43:10 walafiat banget juga. 43:13 Insyaallah. Barakallahuikum. 43:16 Amin. Terima kasih Ibu Ani dan juga Ibu 43:18 Retno. Dan juga kita ke pertanyaan 43:20 selanjutnya. Ini datang dari 43:23 pendengar paling setia nih, Ustaz. 43:24 Paling rajin hanya ke Rasil dari Eyang 43:27 Sri ini di Cilengsi, Ustaz. 43:29 Oh, masyaallah. Iya. 43:30 I Eyang Sri. Asalamualaikum 43:32 warahmatullahi wabarakatuh. 43:34 Waalaikumsalam warahmatullahi 43:35 wabarakatuh. 43:36 Alhamdulillah Bapak Kiai sudah sehat. 43:39 Semoga khasil Bapak Kiai selalu dalam 43:41 rahmat dan rida Allah subhanahu wa 43:43 taala. Amin. 43:43 Amin. Allahum amin. 43:45 Bapak Kiai, di negara kita bencana 43:47 dibuat oleh pejabat yang penjahat. 43:50 Saudara-saudara, kita di Sumatera banyak 43:53 relawan relawan yang berusaha dengan 43:55 gigih untuk menyampaikan kebutuhan 43:57 hidup. Tapi saudara-saudara kita di Gaza 44:01 benar-benar sendiri. Musim dingin tanpa 44:03 rumah. 44:04 He. 44:05 Dan dent dan juga dentuman bom setiap 44:07 saat. Tapi saya percaya Allah pasti 44:10 menolong saudara-saudara kita di Gaza. 44:12 Amin ya rabbal alamin. Pertanyaan saya, 44:14 apakah ini gibah yang diperbolehkan 44:16 Bapak Kiai? Mohon maaf. Terima kasih. 44:18 Terima kasih, Pakar. Amin. 44:20 Baik. Iya. Ada dua pertanyaan ya. 44:23 Pertanyaan ee ee ee statement gitu loh. 44:27 Bayak Bapak bahwa yang membuat kerusakan 44:30 itu para pejabat yang durjana gitu 44:34 ya. Kalau memang terbukti tidak masalah 44:36 karena memang dirasakannya sudah banyak 44:38 orang gak bisa ditutup-tutupi. 44:40 Makanya kan ada sindiran di medsos tuh 44:44 Indonesia banjir, Thailand banjir, 44:47 Filipina banjir. Kalau di Thailand 44:50 banjirnya air, di Filipina banjirnya 44:53 air. Tapi kalau di Indonesia banjirnya 44:56 gelundungan pohon gitu. Nah, itu 44:59 sindiran. Tetapi orang yang namanya 45:02 dableg durjana 45:05 bebel tuli. 45:08 Nah, itu yang dimaksudkan 45:10 dalam surah Al-Isra tadi yang saya baca 45:12 ayat 72. Wamanana 45:15 fi hadihi a'ma wahua fil akirati a'ma 45:20 wau sabila. 45:23 Jadi dia tidak mau tahu gitu, tidak mau 45:26 melihat akibat keserakahan dia itu gitu 45:31 loh. Maka kemudian maka disebut a'ma 45:35 buta. Maka nanti di akhirat pun dia 45:38 buta. Tidak ada yang menuntun, tidak ada 45:41 yang membimbing. 45:43 Bingung dia. Nah, jadi boleh saja kalau 45:47 sudah terbukti. Ah, memang sudah 45:49 terbukti. Iya. Kalau sudah terbukti 45:51 boleh disebut pejabat durjana meskipun 45:54 tidak semuanya kan. Ada juga yang apa 45:58 yang saleh, yang jujur. Heeh. Ada juga. 46:01 Tetapi 46:02 ee saya tidak menyebut rata-rata tapi 46:05 adalah gitu loh pejabat-pejabat durjana 46:09 yang menggunakan kekuasaannya untuk 46:12 kepentingan pribadi dan golongannya. 46:14 sementara menyengsarakan orang-orang 46:17 kecil, menyengsarakan rakyat, 46:20 menyengsarakan mayoritas pendukungnya. 46:23 Bahkan 46:25 tuh kita sendiri kedu mendukung dia 46:29 karena tidak tahu persoalannya mestinya 46:31 dia mensyukuri, "Wah, ini di sini tuh 46:34 ini basic saya nih." Mestinya dipikirkan 46:38 bukan hanya untuk apa namanya memikirkan 46:42 perutnya sendiri. perut itu ee sarkasme 46:46 ya istilah-istilahnya 46:49 perut itu kekayaan 46:52 gitu loh ya. Jadi jadi bukan hanya demi 46:55 kekayaannya prid saja dengan 46:58 mengorbankan rakyat jelata. Bahkan bukan 47:01 hanya Raja Rata, orang kaya sendiri juga 47:04 kemakan hancur. 47:07 Ya, kemarin saya lihat di videonya tuh 47:09 dari apa namanya? Dari UAR ukhwah Alfat 47:13 apa? Ee UAR e Ukhwah Alfatah Rescue 47:18 dari UAR tuh saya nangis juga. Ada 47:20 seorang ibu-ibu janda. 47:23 Saya mau minta tolong gitu agar 47:26 diberesin rumah saya. 47:28 Karena saya sudah 2 minggu ini enggak 47:30 bisa beresin karena saya janda ya. Ya 47:33 Allah ya. Kemudian di di apa di video 47:37 itu diilustrasikan 47:39 relan-rewan u kemudian apa melakukan 47:42 pembersihan rumah itu. H ya Allah ya 47:45 rabbana. 47:46 Ini akibat ya yang melakukan kerusakan 47:50 siapa? Yang menerima akibatnya siapa 47:53 gitu ya. Jadi pertama boleh saja kita 47:56 mengatakan bahwa itu perbuatan 47:58 pejabat-pejabat durjana. Satu. Yang 48:03 kedua apa tadi? Yang kedua ininya lanjut 48:05 Gaza, Pak Ustaz. 48:06 Oh iya. Baik. 48:08 Di Gaza punya masalah. 48:10 Di kita juga punya masalah. 48:14 Karena dua-duanya persoalan yang harus 48:16 dituntaskan bisa dibagi dua. 48:19 Ada yang fokus di dalam negeri, ada juga 48:21 yang fokus ke keluar negeri. Kenapa? 48:25 Mereka yang sedang kedinginan saja 48:28 menggelontorkan bantuan untuk Aceh, 48:31 untuk Sumatera Utara, untuk Sumatera 48:33 Barat. Padahal mereka 48:36 saat sangat membutuhkan. He 48:39 tuh gitu loh. Maka oleh sebab itu, jadi 48:43 dibagi dua saja, dikonsentrasikan kepada 48:46 penanganan lokal atau internal. Kemudian 48:50 juga kita fokus ee ada beberapa 48:53 organisasi yang fokus mengurusi 48:57 persoalan Palestina dan kita juga harus 49:00 bergabung. Jadi tidak mungkin kita bisa 49:03 membersihkan dengan satu lidi 49:06 kita perlu banyak lidi gitu yang diikat 49:09 menjadi satu. Maka kita harus kerja sama 49:12 dengan Malaysia, kerja sama dengan ee 49:14 negara Timur Tengah, kerja sama dengan 49:17 negara-negara Eropa, ya. Jadi harus 49:20 menyatukan, mengikat diri dalam 49:23 perjuangan, 49:25 pengentasan persoalan Palestina. Begitu 49:28 juga di kita ee lembaga-lembaga 49:31 internal, lembaga-lembaga lokal tidak 49:34 bisa hanya apa namanya single fighter. 49:38 Dia harus bergabung juga saling 49:40 menguatkan dengan relawan-relawan 49:43 lainnya. Jadi nama bendera relawan itu 49:45 bukan untuk memisah-misahkan, 49:48 tapi untuk memberi tanda, oh ini visinya 49:51 ke sini loh. Penyelesaian masalah Aceh, 49:55 permasalahan Sumatera Utara, 49:57 permasalahan Sumatera Barat, gabung 49:59 saling menguatkan gitu loh. Ah, misalnya 50:02 kita punya tim membawa tim apa? Tim 50:05 kesehatan. Mereka enggak bawa tim 50:07 kesehatan, bawanya logistik. Digabung 50:10 mereka nyuplai dengan logistiknya. kita 50:12 yang bawa tim kesehatan menangani 50:15 orang-orang sakitnya. Jadi tidak merasa 50:19 satu harokah itu lebih mulia, lebih 50:22 baik. Enggak gitu loh ya. Digabung saja 50:25 ya. Ada yang ee apa namanya? Logistik 50:29 kan. Logistik juga sebanyak-banyaknya 50:31 juga terbatas. Katakanlah ng bawa 50:34 logistiknya satu kapal ya. Satu kapal 50:37 enggak seberapa gitu loh. Nah, gitu ya. 50:40 Bahkan kemudian di Mensos itu ada 50:43 seorang gubernur bawa 7 miliar. 50:47 Ya, lagi-lagi kalau dikerjakan sini 50:49 untuk 7 miliar tetap aja lama 50:52 penyelesaiannya. Memperbaiki jembatan, 50:54 memperbaiki oh masyaallah 7 miliar mah 50:58 enggak apa-apa. Nah, maka tetap harus 50:59 digabung semua apa namanya semua ee 51:03 bantuan-bantuan itu tetap harus 51:05 diakumulasi. H. 51:07 Tetapi sekali lagi jangan merasa minder 51:11 meskipun bantuannya belum seberapa gitu 51:14 loh. Yang dinilai oleh Allah kan 51:16 usahanya gitu loh ya. Jadi kita 51:19 mengucapkan terima kasih jazakumullah 51:22 khairon kepada para donatur muhsinin 51:26 yang telah berbuat baik menolong 51:28 saudara-saudara kita di Aceh, di 51:30 Sumatera Utara, Sumatera Barat dan 51:33 tempat-tempat lainnya. Begitu juga 51:35 kepada para muhsinin, para donatur, 51:38 untuk saudara-saudara kita di Gaza dan 51:41 Palestina. Semoga Allah memberkahi 51:43 setiap usahanya, memberkahi harta yang 51:46 ditinggalkannya, dan menerima harta yang 51:49 diinfakkannya atau disedekahkannya. 51:53 Gitu saya kira ya yang dapat saya 51:55 jelaskan. Wallahu aam bisawab. 52:00 Ya, Iwan Awat. Kita di sini sebagai 52:02 saudara-saudara, sebagai saudara-saudara 52:04 kita yang sedang kesusahan di sana hanya 52:06 bisa bagi yang tidak bisa berangkat ke 52:08 sana gitu ya, kita hanya bisa mendoakan 52:10 dan juga bila ada yang memiliki 52:12 kelebihan rezeki bisa mendonasikan 52:14 infaknya untuk saudara-saudara kita 52:16 menjadi korban banjir di sana. banyak 52:18 lembaga-lembaga atau 52:20 ee yang menerima bantuan itu termasuknya 52:23 Rasil ee menerima dan juga ada 52:26 alhamdulillah 52:26 Hilmi Hilal Merah Indonesia dan juga ada 52:28 KARHD 52:30 unit alfatah Rizku yang menerima donasi 52:32 dari Ikhwan Allah semua untuk 52:33 disampaikan ke saudara-saudara kita di 52:34 sana. 52:35 Iya. Alhamdulillah 52:36 dan kita kembali ke pertanyaan Pak Ustaz 52:39 ee ada atensi ini salah satunya dari 52:43 Bapak Arwin juga pendengar setia kita 52:44 Pak Ustaz. 52:45 Alhamdulillah. 52:46 Bismillahirrahmanirrahim. 52:47 Asalamualaikum. Terima kasih atas 52:48 tausiahnya, nasihat dan pencerahannya, 52:50 Pak Ustaz. 52:51 Waalaikumsalam warahmatullahi 52:52 wabarakatuh. Ya, barakallahu fikum. 52:55 Semoga Pak Ustaz dan pejuang dakwah 52:56 serta para pendengar Radio Rasil selalu 52:58 dalam keadaan sehat walafiat serta dalam 53:00 lindungan Allah subhanahu wa taala. 53:02 Amin. Allahum amin. Barakallah fikumi. 53:04 Terima kasih Bapak Arwin 67 tahun di 53:06 Lenteng Agung. 53:08 Selalu lengkap Pak Arwin tuh kalau kasih 53:09 data. [tertawa] 53:11 Alhamdulillah. Iya. Ya. 53:13 Dan juga kita kembali ke pertanyaan 53:20 eh. Wi pertanyaan dari Ibu Tini. Tausnya 53:23 sore ini live ya? Iya live Ibu Tini. 53:26 Kita sore ini siaran live bersama 53:27 [tertawa] Ustaz Saleh. Silakan bila ada 53:29 pertanyaan atau mau menelepon disilakan 53:31 Ibu. 53:32 Iya. Iya. Oke. 53:33 Dan ini pertanyaan selanjutnya datang 53:35 dari 53:38 Bapak Reza Fauzan di Bekasi. Pak Ustaz. 53:40 Asalamualaikum warahmatullahi 53:42 wabarakatuh, Pak Ustaz. 53:43 Waalaikumsalam warahmatullahi 53:45 wabarakatuh, 53:47 Pak Ustaz. Kalau kita setelah belanja 53:49 online, lalu harus memberikan review 53:51 jujur tentang toko atau produk yang suka 53:54 menipu 53:55 biar orang lain enggak kena tipu-tipu 53:57 juga. Itu boleh tidak, ya, Pak Ustaz? 54:00 Niatnya kan untuk melindungi umat, bukan 54:02 niat buruk. Terima kasih. 54:03 Iya. Baik. Transaksi itu yang paling 54:05 penting suka sama suka. Yang diperjual 54:10 belikannya halal. Itu di antaranya. Jadi 54:13 kalau misalnya kita dapat produknya 54:15 tidak sesuai berarti kita tidak suka. 54:18 Enggak apa-apa ketika record ditunjuk 54:21 ini nih yang sobek, ini nih yang salah 54:24 ukuran gitu ditunjuk enggak apa-apa dah. 54:26 Memang itu yang dikehendaki juga mereka 54:28 membolehkan seperti itu gitu loh ya. 54:31 Jadi memang nanti itu saya pernah juga 54:35 beli produk harganya e miring gitu 54:39 harganya mereka beli eh dikirim ternyata 54:42 apa namanya pakaian anak kecil padahal 54:44 yang dipesan elektronik 54:46 gitu anak kecil kemudian dikomplain sama 54:49 saya bukti waktu ini ee waktu pembukanya 54:52 di apa dibuka kemudian dikomplain 54:54 dibalikin 54:56 ternyata enggak diambil sama dia. ya, 54:59 akhirnya duit saya dikembalikan gitu 55:01 loh. Jadi, enggak apa-apa itu bukan 55:04 gibah karena mereka menghendaki juga ee 55:07 kejujuran gitu. Hanya saja kan ada orang 55:09 niatnya sudah mau curang, ada yang 55:12 memang pernah juga saya beli ee elektrik 55:15 juga harganya sekian juta kok dia 55:18 nawarkan cuma R1,5 juta. Setelah saya 55:21 pesan dia ini apa namanya? Japri 55:25 nelepon, 55:27 Pak. Karena ini saya sudah kerja sama 55:29 dengan toko online ini, maka ini khusus 55:33 untuk pembelian ini e transformnya ke 55:36 nomor ini. Saya bilang, "Dari mana saya 55:41 tahu bahwa Anda ee sudah punya hak untuk 55:45 saya transferen ke Anda?" Saya bilang, 55:48 "Ada, Pak, saya nama saya ini ini." 55:50 Terus dia saya bilang, "Dari mana saya 55:52 tahu, Pak, Anda namanya itu dan orangnya 55:54 itu nggirim foto berdua. 55:58 Saya bilang, "Jang mana ini berdua ini 56:00 orangnya? Dari mana saya bisa meyakini 56:02 dari dua orang itu nama Anda itu yang 56:05 mana?" 56:06 He. 56:07 Ah, akhirnya kemudian apa? Di-cancel 56:09 sama dia. 56:11 Ya, akhirnya kemudian kemudian dari ee 56:14 apa tokoh online-nya mengatakan karena 56:16 ada kesalahan apa kesalahan pesan maka 56:20 ini dibatalkan. 56:22 Wah, saya bilang nih ketahuan nih 56:24 nipunya tuh gitu loh. Nah, jadi 56:26 pengalaman-pengalaman itu ee jadi 56:29 hatihatilah dengan modus-modus ya. 56:32 Banyak sekali tiba-tiba saya ada yang 56:34 masuk telepon. Selamat Anda mendapatkan 56:37 hadiah ini. Lihatlah ini nomor kode ini 56:41 ada ini. Nah, saya coba diikuti itu 56:44 jejak itu saya ikuti. Nah, ternyata oh 56:47 untuk mengurus hadiah mobil ini 56:50 diperlukan uang Rp750.000 56:52 untuk ngurus-ngurus administrasi. sudah 56:55 saya tutup meskipun 750 56:59 e saya bilang nanti ah ada masalah lagi 57:03 gimana gituah. Nah, maka sekali lagi 57:06 hati-hati kepada apa namanya para 57:09 konsumen 57:11 jika menghadapi produsen-produsen 57:14 yang nakal maka ilmu-ilmu tentang 57:17 marketing harus dipahami gitu loh. Kan 57:21 tadi bisa saja banyak orang ya terjebak 57:23 juga. Oh, ini saya dari apa namanya? 57:26 Dari penjual ini. Saya sudah dapat 57:28 rekomendasi dari toko online bahwa Anda 57:32 bayarnya transfernya ke sini. 57:36 Tuh, itu japri itu bukan di situsnya, 57:39 bukan di web-nya. Ah, kalau yang bukan 57:42 di web-nya seperti itu hati-hati 57:45 gitu loh. Jitu harus betul-betul 57:46 dokumennya. Wah, banyak dokumen yang 57:48 harus dipenuhi gitu loh ya. Dan apalagi 57:52 dokumennya juga kita kalau salah 57:55 prosedur lebih baik dibatalkan meskipun 57:57 benar misalnya lebih baik dibatalkan 58:00 daripada ketipu gitu ya. Demikian saya 58:03 kira yang apa dapat saya jelaskan. Jadi 58:05 memang ketika buka open apa open bag itu 58:10 direkam aja ke misalnya kekurangannya 58:13 apa tunjukin aja. Oh ini begini ini 58:15 begini. Jadi kan ada foto, ada rekaman, 58:19 video istilahnya tuh unboxing, Ustaz. 58:21 Heeh. Unboxing ya. Betul. Unboxing, ya. 58:24 Nah, nanti ee buktikan aja 58:27 penyimpangannya ya agar itu juga ketika 58:30 dipublikasi di web-nya toko online-nya. 58:33 Nah, orang-orang pada tahu kan ada yang 58:35 kasih bintang, ada yang bintangnya sudah 58:38 5,5, ada yang baru 2,7 misalnya 58:41 macam-macam gitu loh. Nah, itu tuh juga 58:43 perlu perhatian tuh kalau nilai 58:46 bintangnya seperti itu tuh mengisyarkan 58:49 sesuatu gitu ya. Terus dilihat dari 58:52 berapa produk yang sudah dijual itu juga 58:56 pengaruh. Betul ya. Ah, baik. Demikian 58:58 yang saya bisa jawab. Wallahuam 59:02 bisawab. 59:04 Iya, Ustaz. Kita ke pertanyaan 59:06 selanjutnya datang dari Ibu Siti 59:08 Nurhalizah di Bogor, Pak Ustaz. 59:09 He. Oke. 59:10 Ini pertanyaan tentang jodoh nih, Ustaz. 59:13 Asalamualaikum, Pak Ustaz Saleh. 59:15 Waalaikumsalam warahmatullahi 59:16 wabarakatuh. 59:17 Pak Ustaz izin bertanya, Pak. ee pas 59:21 lagi minta pendapat orang tua H 59:24 atau teman buat milih jodoh. Terus 59:27 cerita kekurangan calonnya biar dapat 59:29 saran jujur itu boleh kan? Ya karena 59:31 buat kebaikan sendiri. 59:33 Oh iya boleh. Kan tadi ada contohnya 59:36 Nabi e Abu Jaham sama Muawiyah kan 59:39 melamar. Nah dijelaskan dua-duanya. 59:42 Adapun Abu Jaham adalah orang yang 59:45 senantiasa tidak lepas tongkatnya dari 59:49 pundaknya. Adapun Muawiyah orang fakir 59:52 miskin enggak punya harta. Ah tinggal 59:55 pertimbangan kita gitu loh. Lah jadi 59:58 memang data-data itu diperlukan justru 1:00:01 ya diperlukan oleh seorang calon istri 1:00:05 atau calon suami atau calon mertua gitu 1:00:09 loh. Boleh itu ya. Jadi, maka oleh sebab 1:00:12 itu kebiasaan di kita sebelum melamari 1:00:16 itu ada apa namanya? Ada nanya ke 1:00:19 gurunya, 1:00:22 "Ustaz, itu si fulana itu si fulana kan 1:00:26 murid ustaz ya?" "Iya ee dia ee apa? 1:00:29 Santri saya gitu." Menurut Ustaz gimana 1:00:32 sih? Ee dia itu Oh, dia itu orangnya 1:00:35 sabar. 1:00:36 Terus orangnya sabar, orangnya gitu 1:00:39 tekun ulet ini. Hanya saja seringki dia 1:00:44 gampang ditipu 1:00:46 karena polos. Orang sabar, orang ibar 1:00:49 kan orang jujur biasanya gampang ditipu 1:00:51 tuh. [tertawa] Ejelaskan aja. Tapi ada 1:00:54 juga oh dia mah orangnya baik, dia 1:00:57 tegas, teliti, hati-hati. Makanya ada 1:01:00 orang yang mau ngandalin itu enggak bisa 1:01:04 gitu loh. Ah, gitu. Jelaskan. sehingga 1:01:06 oh saya mantap milih di lah. Ah kemudian 1:01:10 yang ditanya itu misalnya ee si calonnya 1:01:14 itu tidak tahu 1:01:16 ya apa yang membuat ia tertarik karena 1:01:18 dia pakai cadar. 1:01:20 Nah kalau dia pakai cadar kan yang mau 1:01:23 ini kan si calon. 1:01:25 Nah ada orang yang tidak mempedulikan 1:01:28 mau cantik mau enggak pokoknya saya 1:01:30 pilih dia karena akhlaknya bagus bagus 1:01:33 itu begitu. Tapi kalau masih memikirkan 1:01:36 ketampanan dan kecantikan, maka boleh 1:01:39 rukyat. 1:01:41 Nadar. Nadar itu ee misalnya ee apa 1:01:45 namanya? Misalnya ada kita 1:01:49 diminta berkunjung ke rumahnya. Kata 1:01:51 bapaknya, "Nak, tolong berikan ini apa? 1:01:55 Susu, ya. Ah, kamu buka aja cadar enggak 1:01:58 apa-apa, gitu." Nah, ketika itu boleh 1:02:01 tuh si calonnya itu menatap, 1:02:05 ngintip gitu loh. Kok dia ketika dia 1:02:08 nyodorkan susu kan gitu sebagaimana Ibu 1:02:11 Aisyah kan. Ya Rasulullah ini apa 1:02:14 namanya? Ini susunya silakan diminum. 1:02:17 Beginilah adanya ya. Karena itu yang 1:02:19 diajarkan oleh ayahnya Abu Bakar. Nah, 1:02:22 maka kemudian Nabi melihatnya g Nah, 1:02:25 jadi nazar itu jadi ada yang masih ber 1:02:28 apa? Berpegang kepada akhlak adab 1:02:31 seperti itu. Pakai cadar maka harus 1:02:34 nzar. Tapi ada yang tidak pakai ee 1:02:38 cadar. Kalau yang sudah tidak pakai 1:02:39 cadar yang biasa akan dilihat gitu loh 1:02:42 dengan cara sembunyi-sembunyi melihatnya 1:02:45 kan gitu. Jadi yang jelas ee semua semua 1:02:49 apa jalan pasti ada konsekuensi dan 1:02:53 kelebihannya gitu ya. Baik, saya kira 1:02:56 itu yang dapat saya jelaskan. Wallahuam 1:03:00 bisawab. 1:03:02 Ya, demikian ya Ibu Tini. Eh, Ibu Tini 1:03:04 apa? Ibu Siti. Dan ini kita Ibu Tini 1:03:06 kembali WA nih, Pak Ustaz. 1:03:08 Nam. 1:03:08 Alhamdulillah, Pak Ustaz Dang Saleh 1:03:10 sudah sehat. Insyaallah sehatnya terus 1:03:12 bertambah ya, Pak Ustaz. Terima kasih. 1:03:13 Amin. Allahum amin. Barakallahu fikum. 1:03:16 Alhamdulillah. Alhamdulillah. Ibu Tini 1:03:17 Ustaz Damh sudah 3 pekan siaran live 1:03:19 kembali di Rasia. 1:03:20 Heeh. Iya. 1:03:21 Alhamdulillah. Dan kita nampaknya Oh, 1:03:25 ada telepon Pak Ustaz. 1:03:27 Oh iya ya. Sudah masih ada. 1:03:28 Bisa tolong diangkat Bang Yup. 1:03:34 Halo. 1:03:39 Asalamualaikum. 1:03:40 Waalaikumsalamumsalam. 1:03:41 Bapak Komarudin. Betul. 1:03:42 Asalamualaikum. Waalaikumsalam 1:03:44 warahmatullahi wabarakatuh. 1:03:47 Pak Kiai ya. 1:03:48 Mangga, mangga. 1:03:50 Silakan Bapak. 1:03:52 Seumpamina nganggo tongkat eta termasuk 1:03:54 sunah atanapi bidah. [tertawa] 1:03:57 Iya. Iya. Jadi mangga teras masih aya 1:04:00 deui perasanana 1:04:04 terangna deui upami abdi ngawarung 1:04:06 misalkan nya. 1:04:07 Muhun. 1:04:09 Anu anu balanja teh anu balanja teh 1:04:11 nganggo anu. 1:04:13 Oh. 1:04:13 utang. [tertawa] 1:04:16 Oh iya oke 1:04:18 masyaallah. Iya baikbaik mangga mangga. 1:04:21 E 1:04:21 atau cekapana. 1:04:23 Iya iya mangga mangga. Iya ya. 1:04:26 Hatur nuhun. Hatur nuhun. 1:04:27 Sami-sami mangga mangga ya. Jadi 1:04:29 pertanyaannya 1:04:30 serasa siapa bahasa daerah ustaz? 1:04:32 [tertawa] 1:04:33 Pertama adalah apa tadi? 1:04:36 Pertama memakai tongkat itu sunah atau 1:04:38 bidah? 1:04:38 Heeh. Memakai tongkat itu sunah apa 1:04:40 bidah? Yang kedua ee apa orang ada yang 1:04:44 belanja tentu maksudnya emak-emak hanya 1:04:47 pakai handuk sama 1:04:48 dalaman saja. 1:04:49 Dalaman saja apa boleh. Baik. pertama 1:04:55 pakai tongkat itu bukan masyru bukan 1:04:59 syariat tapi ditengarai gitu loh bahwa 1:05:03 Nabi pernah pakai tongkat gitu loh. Maka 1:05:07 kemudian ada orang menisbatkan karena 1:05:09 Nabi pernah pakai tongkat maka dihukumi 1:05:12 sunah 1:05:14 gitu ya. Jadi ada orang pakai tongkat 1:05:16 itu karena dihukumi sunah karena Nabi 1:05:18 pernah pakai tongkat. Kalau pernah itu 1:05:21 jadi sunah. Jangankan pernah, Nabi baru 1:05:25 niat saja melakukan sesuatu sudah 1:05:27 dianggap sun sunah. Tapi juga orang 1:05:31 pakai tongkat karena keperluan gitu loh 1:05:34 ya. Keperluan jaga ee jaga keamanan, 1:05:38 keperluan karena perlunya karena masalah 1:05:41 kesehatan. Maka sesungguhnya pakai 1:05:44 tongkat hukumnya mubah. boleh gitu loh. 1:05:48 Tapi kemudian ee tidak dianggap sekali 1:05:52 lagi tidak dianggap syariat gitu ya. 1:05:55 Karena begini, apa yang dilakukan Nabi 1:05:57 itu ada yang bernilai ibadah, artinya ee 1:06:02 tuntunan wahyu, syariat. Ada yang 1:06:06 ditunjukkan Nabi sebagai manusia. 1:06:09 Ada yang dilakukan Nabi seperti orang 1:06:12 Arab. Jadi, oh pakai gamis. 1:06:16 Pakai gamis itu karena Nabi orang Arab. 1:06:19 Kalau orang Eropa bisa jadi Nabi pakai 1:06:22 jaz 1:06:23 gitu loh ya. Tapi kemudian ulama 1:06:26 mengatakan karena Nabi pakai apa? Pakai 1:06:29 gamis maka sunah pakai gamis. Saya tidak 1:06:32 membantah. Hanya ada pertanyaan. Kalau 1:06:35 gitu Abu Jahal juga pengikut sunah. 1:06:39 Karena Abu Jahal pakaiannya sama dengan 1:06:42 Nabi gitu loh ya. Jadi itu 1:06:44 persoalan-persoalan 1:06:46 mohon maaf ya persoalan debat table gitu 1:06:49 loh ya. Tapi bagi saya silakan mau pakai 1:06:52 gamis silakan ya kalau dianggap ee 1:06:56 komunitasnya cocok pakai gamis gitu loh 1:06:59 ya. E tapi kalau ah saya mau pakai apa? 1:07:02 Pakai kemeja silakan pakai kemeja juga. 1:07:05 Nah itu ya. Jadi masalah tongkat begitu 1:07:08 ya. Ah jadi mubah boleh ya. Ada yang 1:07:12 mengatakan sunah bisa jadi karena 1:07:14 sunahnya dengan definisi apa yang 1:07:17 dilakukan diucapkan dan diizinkan oleh 1:07:20 Rasulullah. 1:07:21 Ah ini kan Nabi pernah kayak gitu loh. 1:07:24 Maka di ya sudah enggak apa-apa kok 1:07:26 nilainya kan terserah Allah nanti mau 1:07:28 ngasih pahala apa enggak kan terserah 1:07:30 Allah gitu. Hanya tadi 1:07:32 pandangan-pandangan keilmuannya begitu 1:07:36 ya. Jadi mubah gitu. Oke. Itu titi 1:07:38 tentang apa? Tentang tongkat. Adapun ya 1:07:42 sebaiknya sekali lagi sebaiknya ibu aduh 1:07:46 hapunten Ibu nya. Maaf ibu kalau bisa 1:07:49 aduh kalau mau belanja ke sini teh pakai 1:07:51 baik lagi nutup urat. 1:07:53 Paling tidak daerah-daerah yang sensitif 1:07:56 ditutup uratnya. Apalagi ibu kan masih 1:08:00 usia 30 tahunan. 1:08:03 Saya menduga tentu yang pakai handuk itu 1:08:06 sudah 45 tahun ke atas gitu. [tertawa] 1:08:09 E mohon maaf ya. Ini dugaan saja karena 1:08:12 kalau masih 30 tahun eh beda nilainya 1:08:15 gitulah melihat sama meskipun objeknya 1:08:18 itu tapi usia bisa mempengaruhi. 1:08:21 Iya 1:08:22 ya. Sama-sama terbuka dadanya. 1:08:26 Tapi kalau usianya sekian tahun bisa 1:08:29 ini. Nah, intinya saya lebih menekankan 1:08:31 sudah Pak sampaikan aja kepada yang 1:08:33 belanja. Ibu kalau bisa ya belanjaannya 1:08:36 pakai pakaian yang sopan. 1:08:40 Tegas sedikit enggak apa-apa pakai yang 1:08:42 sopan. Saya yang sopan itu tidak harus 1:08:44 pakaian Arab. 1:08:46 Heeh. 1:08:47 Ya, karena kan sesungguhnya di antara 1:08:49 kita kan ada yang memaknai pakaian 1:08:51 jilbab seperti yang dikenakan muslimat 1:08:55 di zaman Nabi dengan yang jilbab yang 1:09:00 kepalanya tidak pakai kerudung. 1:09:03 Kan ada dua pendapat seperti itu kan. 1:09:06 Heeh. Selama berpakaiannya pakaian 1:09:09 kesopanan 1:09:11 ya seorang cendikwan mengatakan begitu 1:09:14 maka dia sudah pakai jilbab. 1:09:17 Tapi kebanyakan ulama kita jilbab itu 1:09:22 pakai kerudung dan pakaianpakaian kurung 1:09:26 yang menutup seluruh anggota badan 1:09:29 kecuali telapak tangan dan muka. 1:09:33 Ah terjadi perdebatan tuh rameai ya. Ya 1:09:37 pakai kerudung ya pakai ini ramai 1:09:39 diperdebatkan ya. Sementara yang apa 1:09:43 yang nongkrong di Bali ah tidak dibahas, 1:09:45 tidak di ah itu mah kan sudah jelas 1:09:48 katanya. Eh iya sama-sama harus dibahas 1:09:52 kan begitu karena sama-sama 1:09:54 mengkhawatirkan. 1:09:56 Saya juga melihat ya saya tidak tahu 1:09:59 apakah dia muslimat atau tidak. Di 1:10:02 sebuah negara 1:10:04 dia ketika menuju bandara pakai jilbab 1:10:07 bahkan pakai cadar. 1:10:10 Sesampainya di bandara dibuka cadarnya, 1:10:13 dibuka kerudungnya, ganti pakai-pakaian 1:10:17 biasa. Saya tidak mengatakan seksi dulu 1:10:20 ya, Menggunakan pakaian biasa. Jadi, ada 1:10:24 orang yang menggunakan pakaian seperti 1:10:27 itu karena aturan negara. 1:10:29 Iya. 1:10:30 Tapi ada orang menggunakan pakaian itu 1:10:32 karena tuntutan keimanan. 1:10:37 Ada juga yang memang mode 1:10:40 banyak kan maf saya tidak menyatakan ini 1:10:44 tapi adalah gitu pakaian pakai pakaian 1:10:47 mode celana pakai pakai celana jin ketat 1:10:51 pakai kaos oblong ketat kemudian pakai 1:10:56 apa ditutup pakai kerudung tapi 1:10:57 kerudungnya rapi gitu loh. Nah, tetapi 1:11:01 lagi-lagi itulah pembahasan-pembahasan 1:11:03 yang memang perlu waktu ya. Jadi 1:11:06 kewajiban para ustaz untuk menjelaskan, 1:11:10 untuk menerangkan bahwa menutup aurat 1:11:13 itu sebuah kewajiban. 1:11:16 Pakai jilbab itu adalah keharusan. 1:11:20 Bagaimana pakaian jilbab itu? Nah, ini 1:11:22 yang harus dibahas gitu ya. Tapi yang 1:11:24 jelas nutup aurat itu aja ee secara 1:11:28 global nutup aurat itu kewajiban 1:11:33 gitu. Nutup urat itu kewajiban. Maka 1:11:35 oleh sebab itu, Pak, dugikeun kanu 1:11:38 belanja. Sampaikan kepada orang yang 1:11:41 belanja itu, sampaikan bak atau Bu, 1:11:45 pakai pakaian yang sopan. Baik mau 1:11:47 belanja ke sini maupun ke mana pun 1:11:50 keluar rumah pakai pakaian yang sopan. 1:11:53 Ya, gitu ya. Nah, gitu ya. Nah, itu saya 1:11:56 kira yang dapat saya jelaskan. Wallahu 1:11:59 aam biswab. 1:12:02 Demikian ya, Bapak Komarun. Harap ee 1:12:05 dikasih tahu aja pembelinya bila ada 1:12:07 yang seperti itu. 1:12:08 Iya. 1:12:08 Dan ini ada satu WA dari Ibu Ida di 1:12:10 Bekasi. Asalamualaikum. Hadir Rasil. 1:12:13 Semoga Ustaz Ahmad Saleh dan K Rasil 1:12:15 selalu sehat di rahmat. 1:12:16 Amin. Allahum amin. Barakallahu fikum. 1:12:19 Saya sudah pesan kalender hasil 2006 ke 1:12:21 Bang Ait. Terima kasih. 1:12:22 Ih. Insyaallah segera dikirim. 1:12:25 Ee mohon maaf Bapak Komar, kita sudah 1:12:28 dibatasi [tertawa] 1:12:29 waktu ya. 1:12:31 Mungkin ada kesimpulan dari seluruh. 1:12:33 Iya. Kesimpulan yang dapat dikemukakan 1:12:35 bahwa tadi ada enam alasan bolehnya kita 1:12:39 menjelaskan fakta-fakta. 1:12:42 Ya, saya tidak menyebut gibah tapi 1:12:45 menyebutkan fakta-fakta dalam keadaan 1:12:48 apa? Apa? Dalam enam keadaan ya. 1:12:51 Mudah-mudahan ee apa namanya? Kita dapat 1:12:54 memahami terhadap ee gibah atau 1:12:57 menyebutkan fakta-fakta 1:12:59 dalam enam kondisi tersebut. Demikian 1:13:03 yang dapat saya kemukakan. Wasallallahu 1:13:06 ala nabiyina Muhammadin. Wasalamualaikum 1:13:10 warahmatullahi wabarakatuh. 1:13:13 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:13:15 wabarakatuh. Jazakallah khair ustaz 1:13:16 atasnya pada sore hari ini 1:13:18 dan Iwan. Kita selalu mendoakan guru 1:13:20 kita Ustaz Am Saleh agar selalu 1:13:21 diberikan kesehatan yang 1:13:24 dari Allah Subhanahu wa taala agar bisa 1:13:26 terus memberikan ilmunya bagi kita 1:13:27 semua. Amin ya rabbal alamin. Dan juga 1:13:30 kami mengajak Iwan akhwat yang mungkin 1:13:32 ingin berkontribusi untuk perkembangan 1:13:35 berjalannya dakwah rasil bisa 1:13:37 mengirimkan infak donasinya ke melalui 1:13:40 Bank Syariah Indonesia atau BSI di nomor 1:13:42 rekening 722 1:13:46 223 1:13:48 0033 1:13:51 atas nama Yayasan Wakaf Rumah Quran 1:13:53 Silaturahim. Insyaallah di hari Jumat 1:13:55 berkah ee pahalanya dilipat gandakan 1:13:58 oleh Allah subhanahu wa taala. Dan juga 1:14:00 dari studio Ustaz Fajar Hidayat, Yusuf 1:14:03 Bangkit dan juga Neza mohon undur diri. 1:14:05 Mari kita akhiri saja kajian sore hari 1:14:07 ini dengan membaca membaca doa kafarul 1:14:09 majelis. Subhanaka Allah asadu anta 1:14:13 astagfiruka. 1:14:15 Billahi taufik walhidayah. 1:14:16 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:14:18 wabarakatuh. 1:14:19 Waalaikumsalam.