Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:08 Brail TV. 0:15 Bismillahirrahmanirrahim. 0:18 Asalamualaikum warahmatullahi 0:19 wabarakatuh. Ikhwan akhwat 0:20 rahimakumullah. 0:22 Alhamdulillah ya kita bisa bersama-sama 0:24 kembali di psikologi keluarga dari Radio 0:28 Silaturahim. yang mudah-mudahan akan 0:31 mempersuasi kita, memotivasi kita untuk 0:35 bisa menjadi lebih pas banget sebagai di 0:39 rumah sebagai akun, sebagai suami, 0:41 istri, nenek ataupun juga bisa jadi 0:44 kalau ini dinikmati oleh anak-anak kita. 0:48 Mudah-mudahan semuanya sehat, bugar, 0:51 aman, terkendali. Tidak lupa salam 0:53 selawat kita lantunkan untuk junjungan 0:54 umat kekasih kita Muhammad Rasulullah 0:57 sallallahu alaihi wasallam. Semoga kelak 1:00 kita mendapatkan syafaat beliau dan 1:02 dipertemukan dengan beliau di saat yang 1:05 sangat kita rindukan di yaumil akhir. 1:09 Ikhwan akhwat, untuk pagi ini seperti 1:13 biasa Ustaz Husein dan Ustaz Abu Bakar 1:16 sudah siap untuk membahas kasus-kasus 1:19 yang masuk. 1:21 Asalamualaikum Ustaz Husein, Ustaz Abu 1:23 Bakar. 1:24 Waalaikumsalam warahmatullah. 1:26 Dan sebelum kita mulai sekali lagi 1:31 mudah-mudahan kita mendapatkan limpahan 1:33 berkah kita sama-sama membaca umul kita. 1:37 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:42 Bismillahirrahmanirrahim. 1:48 Alhamdulillahirabbil 1:52 alamin 1:55 arrahmanirrahim 1:59 maiki yaumiddin. 2:03 Iyaka na'budu wa iyyaka nasta 2:10 ihdinasirathal 2:12 mustaqimathalladzina 2:17 an'amta alaihim 2:20 ghairil maghdubi alaihim waladin. 2:30 Amin. Alhamdulillah. 2:33 Jadi, Ustaz em ikhwan akhwat, ada dua 2:37 kasus yang 2:40 akan dibahas pada kali ini 2:43 dari Bunda Salwa yang ada di Sukabumi. 2:46 Asalamualaikum, Ustaz. 2:48 Waalaikumsalam warahmatullah. 2:50 Saya berusaha mendidik anak dengan 2:52 disiplin, membatasi mereka dengan 2:55 gadget, HP, laptop. Tapi setiap kali ada 3:00 di rumah kakek atau neneknya, anak saya 3:03 ini dimanja habis-habisan. 3:05 Diberikan apa saja yang kalau di rumah 3:08 saya larang, termasuk ngasih jajanan 3:11 atau makanan yang tidak sehat. Ustaz, 3:15 akibatnya anak saya jadi membangkang. 3:17 gimana caranya memberitahu orang tua 3:20 kami untuk ee agar tidak terlalu ikut 3:25 campur di dalam pola asuh anak-anak 3:28 kami, begitu juga mertua, tapi jangan 3:32 sampai memutuskan silaturahmi. 3:35 Itu kasus yang pertama, Ustaz. Kemudian 3:37 yang kedua masih terkait dengan buah 3:39 hati nih, Ikhwan Akhwat dari Tangerang. 3:43 Asalamualaikum, Ustaz. Anak remaja saya 3:47 tiba-tiba jadi sangat tertutup. Mengunci 3:49 diri di kamar, tidak menjawab, dan kalau 3:52 ditanya ketus jawabannya, saya takut dia 3:56 terpengaruh lingkungan buruk atau dia 3:59 depresi. Kalau saya bersikap tegas, tahu 4:02 enggak, Ustaz? Dia mengancam akan pergi 4:04 dari rumah. Bagaimana pendekatan agama 4:08 untuk melembutkan hati anak-anak? Apa 4:11 langkah pertama secara psikologis untuk 4:14 menembus tembok komunikasi remaja ini, 4:17 Ustaz? Terima kasih. Ya, itu dua kasus 4:21 ikhwan akhwat yang akan dibahas pada 4:24 pagi ini. Mari kita simak dengan telinga 4:28 jiwa kita. Silakan, Ust. 4:30 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 4:33 Bismillahirrahmanirrahim. 4:36 Alhamdulillahiabbil 4:38 alamin. Allahumma sholli wasallim 4:42 wabarik ala abdika waasulika sayyidina 4:46 Muhammadin 4:47 wa alihi wasahbihi wik wasallim. 4:52 Subhanaka la ilma lana illa maamtana 4:56 innaka antal alimul hakim. Wala haula 4:59 wala quwwata illa billahil. 5:02 Alamualaika ya Rasulullah. Asalamualain. 5:07 Wasalamualaikum warahmatullahi 5:10 wabarakatuh. 5:11 Waalaikumsalam warahmatullahi 5:14 wabarakatuh. 5:16 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah. 5:18 Kembali berjumpa alhamdulillah 5:21 bersama 5:23 narasumber kita yang tidak asing lagi 5:25 Ustaz Abu Bakar. Insyaallah 5:30 pertemuan kita selalu memberikan 5:33 harapan, mencerahkan, mentalamkan, 5:36 menyibukkan, 5:38 dan dapat betul-betul memberikan manfaat 5:42 bagi ayah, ibu, maupun bagi anak-anak 5:44 kita semua, bagi pasangan, suami istri 5:49 dan kita dapat berperan aktif dalam 5:53 membawa kebaikan, beramar makruf 5:58 Sebagaimana yang Allah perintahkan 5:59 kepada kita semua karena kita merupakan 6:02 makhluk sosial. 6:04 Apabila ada satu keburukan dalam 6:07 lingkungan kita, kita biarkan maka 6:09 keburukan tersebut akan mengular 6:14 di tengah-tengah kita semuanya. Oleh 6:16 karena itu, penting sekali kita selalu 6:19 berusaha untuk menjaga yang makruf, 6:22 tetap menjadi opini masyarakat. 6:27 menjadi kebiasaan mereka, kesibukan 6:30 sehari mereka. Walaupun tidak mungkin 6:33 kita menghilangkan yang mungkar sama 6:35 sekali, tapi yang mungkar menyembunyikan 6:38 diri, tak punya keberanian untuk 6:41 menampakkan kepalanya atau mengajak 6:44 orang lain untuk ikut serta bersama 6:46 mereka. 6:49 Kita semua menyadari 6:52 bagaimana pengaruh gadget dalam 6:54 kehidupan kita. 6:56 Ternyata bukan hanya pada anak-anak yang 6:58 belum dewasa, 7:00 orang-orang tua pun kita jumpai 7:02 bagaimana mereka dipengaruhi oleh 7:05 kecanduan gadget. Suami istri berada di 7:10 ruangan yang sama, tapi ternyata suami 7:14 sibuk dengan mainannya, 7:16 istri sibuk dengan mainannya. Kalau 7:18 ingin berkomunikasi dia panggil 7:20 pasangannya tidak menjawab. Maka dia 7:23 telepon baru 7:26 dia apa? 7:28 Dia ya memberikan jawaban. Terkadang 7:31 bahkan jawabannya tidak mengenakkan. 7:33 Kamu enggak tahu saya sedang ada 7:34 pekerjaan, 7:35 saya sedang ada kesibukan. 7:38 Jadi kalau kita perhatikan bagaimana 7:41 jarak di antara anggota keluarga 7:43 masyarakat semakin berjauhan disebabkan 7:47 karena apa? Karena jej 7:50 memang kita sadari ada kebutuhan tapi 7:53 banyak bahaya. Begitu pula racun yang 7:57 disebarkan. 8:00 Oleh karena itu Allah Subhanahu wa taala 8:02 berfirman dalam surah at-Tahrim, 8:06 Allah berfirman mengingatkan kita semua. 8:10 Bukan hanya sebagian mengingatkan kita 8:12 semua 8:14 anggota keluarga ataupun masyarakat 8:18 dalam kebersamaan menjaga yang makruf, 8:21 menjaga diri kita agar tetap di atas rel 8:24 kebenaran 8:26 dan berupaya untuk menjauhi segala hal 8:30 yang akan dapat merusak kesucian, 8:33 kehormatan, demikian pula keseimbangan 8:36 hidup kita. Allah berfirman, "Ya 8:38 ayyuhalladzina amanu qu anfusakum 8:43 wahlikum." 8:45 Wahai orang-orang yang beriman, jagalah, 8:48 lindungilah diri kalian dari azab api 8:51 neraka. 8:53 Maksud ayat ini, kita melindungi anak 8:57 kita, keluarga kita, diri kita dari 9:00 perbuatan-perbuatan, perilaku, kebiasaan 9:02 yang bisa menjerumuskan kita ke dalam 9:05 api neraka. 9:08 dengan sendirinya butuh kerja sama. 9:10 Tidak mungkin suami bekerja, istri tidak 9:13 membantu atau istri peduli, prihatin, 9:17 suami tidak ikut bekerja sama. Itu 9:20 mustahil. Begitu juga tidak mungkin satu 9:23 keluarga menjaga berhati-hati, tapi 9:26 tetangga di sekitarnya tidak punya 9:28 kepedulian. 9:30 Akhirnya kita di rumah bersama anak 9:33 kita, kita mengawasi mereka. Begitu anak 9:36 kita keluar berinteraksi dengan 9:38 teman-temannya, pengaruh teman begitu 9:41 kuat. 9:42 Dan kita harus tahu jiwa manusia itu 9:47 condong pada hal-hal yang bagaimana? 9:50 Yang menyenangkan 9:52 tanpa mempertimbangkan akibatnya. Oleh 9:55 karena itu ketika Nabi Allah Yusuf 9:57 dipuji karena begitu apa? begitu kuat 10:01 mengendalikan dirinya di hadapan godaan 10:03 wanita yang memiliki kedudukan yang 10:06 cantik jelita, tapi dia lebih rela untuk 10:09 masuk ke dalam penjara daripada 10:11 mengikuti nafsu mereka. 10:14 Beliau mengatakan, "Wama ubarriu nafsi." 10:17 Bukan saya ini yang membersihkan, 10:19 mensucikan jiwa saya. 10:22 Innan nafsamaratun. 10:24 Karena jiwa manusia ini apa? condong ke 10:27 arah yang buruk. 10:29 Sebetulnya bukan condong ke arah yang 10:32 buruk secara langsung, tapi condong 10:34 kepada segala yang menyenangkan. 10:37 Condong kepada segala yang selaras 10:40 sesuai dengan hawa nafsu. Adapun 10:42 akibatnya itu jarang dipertimbangkan 10:45 oleh kebanyakan orang. 10:48 Jadi maksudnya hawa naf jiwa manusia 10:50 dicondong kepada apa saja yang 10:52 menyenangkan, yang memuaskan nafsunya, 10:55 yang memberikan dia kebebasan. 10:58 Maka dalam ayat ini diungkapkan condong 11:00 kepada keburukan. 11:04 Illa ma rahima inna rabbi gfurur rahim. 11:08 Kecuali orang yang memang apa? Masuk ke 11:11 dalam rahmat Tuhanku. 11:14 Hatinya selalu ingat Allah. 11:16 Kemudian dia memohon perlindungan kepada 11:19 Allah Subhanahu wa taala mengikuti 11:22 bimbingan petunjuknya yang menjaga 11:24 mengendalikan dirinya dari tipu daya 11:27 setan dan perangkap hawa nafsu. 11:31 Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa 11:32 taala dalam suratul Ankabut berfirman, 11:34 "Watlu ma uh uhiya ilaika min kitabik." 11:39 Bacalah, renungkanlah apa yang 11:40 diwahyukan kepadamu dari kitab Tuhan. 11:43 Waqimah dan dirikan salah. 11:49 Sesungguhnya salat akan mencegah diri 11:51 kita dari perbuatan keji dan mungkar. 11:54 Maksud mencegah di sini dengan hati kita 11:57 mengingat Allah, 11:59 kita juga selalu bersahaja di 12:02 hadapannya, memohon pertolongannya. 12:04 Allah akan lindungi kita dari setan yang 12:07 berada di tempat gelap sedangkan kita di 12:09 tempat terang. Bagaimana kita mau 12:11 menghadapi setan? Dia di tempat 12:13 gelap, kita di tempat terang. Dia 12:15 melihat kita, kita tidak melihat 12:17 dirinya. Jalan satu-satunya hanya kita 12:20 berlindung kepada yang maha tahu, yang 12:22 maha kuasa lagi maha pengasih dan 12:25 penyayang. 12:27 Jadi membaca ayat-ayat Allah membuat 12:29 wawasan kita 12:32 tercerahkan. Kita memahami tujuan hidup, 12:36 memahami apa yang harus kita lakukan 12:38 dalam hidup ini menuju jalan keselamatan 12:41 dunia maupun akhirat. Sedangkan salat 12:44 menghubungkan kita dengan yang maha 12:47 pengasih lagi maha penyayang. Yang maha 12:49 kuasa atas segala sesuatu yang maha kuat 12:54 dan setan tak berdaya sur Abu Bakar 12:57 untuk mendekati orang-orang yang hatinya 12:59 terhubung dengan Allah. 13:01 Oleh karena itu dalam surah Azzuhruf 13:03 Allah berfirman, "Wam yasyuikri 13:05 rahmanuqit lahu sitanan fahua lahu qim." 13:09 Orang begitu dia 13:13 memalingkan hatinya dari Allah. 13:17 Kata Yasu diambil dari asya yau. Orang 13:20 yang rabun. 13:22 Yang rabun walaupun melihat tapi 13:25 pandangannya bagaimana? 13:26 Rabun. 13:27 Oleh karena itu 13:30 banyak orang yang rabun digambarkan 13:32 seperti seekor himar yang Aah yang rabun 13:36 seradak seruduk ke sana kemari. Nah, 13:39 Allah gunakan kata asya ya asyu tidak 13:41 menggunakan kata buta karena gambar 13:44 lebih tepat. 13:46 Kalau orang buta 13:49 masih bisa belajar dari orang yang 13:53 memberikan pengajaran padanya. Kalau 13:56 orang rabun ini kan seradak seruduk 13:58 jalannya enggak menentu. Begitu juga 14:00 orang-orang yang lengah dari Allah, yang 14:03 rabun dari Allah, maka dalam kehidupan 14:06 dunia ini jalannya seradak seluduk. 14:09 Akhirnya mengantarkan dirinya menuju ke 14:10 mana? Ke jura. 14:13 Kami biarkan setan mengendalikan dirinya 14:16 bukan karena Allah zalim, tapi setan 14:18 bersahabat dengan jiwa yang dikuasai 14:20 hawa nafsu. Fahua lahu qarin. Ke mana 14:24 dia pergi, setan selalu mendampingi 14:26 dirinya. Oleh karena itu, berhubungan 14:28 dengan kasus yang kita hadapi, 14:32 jalan untuk betul-betul 14:35 mendidik anak kita, mengarahkan dirinya 14:38 untuk selalu betul-betul 14:43 dalam kebajikan. Pertama, jangan 14:45 lupakan. Ingatkan dirinya kepada Allah. 14:48 Bacakan ayat-ayat Allah. Kemudian cari 14:52 kesibukan yang bermanfaat buat dirinya. 14:55 berolahraga. Biasanya anak yang hobi 14:58 berolahraga agak jauh dari jajibkan 15:02 olahraga yang positif. Nah, di sini 15:04 harus ada pendampingan orang tua. Karena 15:07 pada saat dia bermain bersama 15:09 teman-teman kan mungkin saja apa? 15:12 Pergaulan dia pergaulan yang tidak sehat 15:14 dan tidak baik. Dia dengar dari apa yang 15:17 dibicarakan teman yang sedang ngetren 15:19 dan populer di saat dia tidak paham kamu 15:21 ketinggalan zaman. Betul gak? 15:24 Jadi seringkiali dia ingin bisa tampil 15:27 di hadapan temannya berbicara dengan 15:29 apa-apa yang viral. A diikuti mereka 15:32 orang tua harus mendampingi anak. 15:33 Mendampingi anak di luar, mendampingi 15:35 juga anak di sekolah, memilihkan 15:37 teman-teman lingkungan yang baik. 15:41 Kalau dia seorang gadis, 15:43 kalau bisa di samping bermain yang sehat 15:46 buat dia juga ajak orang tuanya, ajak 15:51 mengajak dirinya untuk belajar memasak, 15:56 berkreasi, berinovasi dalam hal ini. 16:00 Karena apa? Karena wanita kalau hobi ke 16:02 arah ini, subhanallah bermanfaat bahkan 16:04 sampai hari tuanya bersama suaminya. 16:07 Bahkan kalau dia ingin menjadi apa? 16:09 Orang yang bergerak dalam bidang kuliner 16:11 dengan pengalaman masa kanak-kanak itu 16:13 itu bisa menghasilkan hasil yang luar 16:15 biasa. Dan Mbak tahu orang kalau ingin 16:18 kursus membuat satu masakan itu bayarnya 16:21 mahal. 16:22 Mahal luar biasa. Tapi orang tua dengan 16:25 keahliannya ditambah juga ajak dia 16:27 membuka katakan ee bahagian masakmemasak 16:32 kan di Google ada. Betul gak? Jadi 16:35 usahakan arahkan dia ke arah yang 16:37 positif. orang tua jangan meninggalkan 16:39 dia. Jangan merasa cukup sehabis 16:41 menyusui anak, anak tersebut mulai 16:43 sekolah, orang tua bebas dari apa? 16:46 Dari ee perhatian terhadap anaknya. 16:49 Tidak. Orang tua betul-betul diserahkan 16:52 amanat untuk menjaga, untuk betul-betul 16:56 melindungi ya dan mengembangkan hal-hal 16:58 yang positif dalam dirinya. Dan ingat, 17:01 harus hati-hati dalam menghadapi apa 17:05 masa-masa puber anaknya. 17:08 Ketika nafsunya mulai tumbuh. Di sini 17:11 orang tua yang perempuan kalau bisa 17:13 ibunya memberikan bimbingan. Kalau 17:15 kasusnya khusus dalam kewan 17:18 yang laki-laki biar ayahnya berbicara. 17:20 Kalau kasusnya umum biar orang tua 17:23 laki-laki bersama ibu berbicara kepada 17:25 mereka. Berikan wasi 17:27 pengalaman-pengalaman yang mereka hadapi 17:29 sebelumnya dan ingatkan efek buruk dari 17:32 berbagai macam pengaruh di luar. Kalau 17:35 ada pendampingan orang tua yang selalu 17:38 mendampingi anaknya mengingat Allah, 17:40 tapi jangan kaku ya. Jangan kaku, jangan 17:43 juga keras, tapi secara alami bagaikan 17:46 air yang mengalir. Si anak tidak merasa 17:49 dikekang, tidak merasa dikendalikan, 17:52 tapi dia bisa menikmati bagaimana 17:55 perhatian orang tuanya yang peduli 17:57 terhadap dirinya. Dan ini juga 17:59 insyaallah berdampak positif pada saat 18:01 si wanita atau si laki-laki menjadi apa? 18:04 kepala rumah tangga atau ibu rumah 18:05 tangga, dia juga akan melakukan hal yang 18:08 sama. Karena pendidikan melalui 18:10 pengalaman 18:11 praktik yang alami dengan lemah lembut 18:15 tanpa ada kekangan ataupun tekanan ini 18:17 akan menjadi kebanggaan buat mereka. 18:19 Orang tua saya mendidik saya dengan 18:22 sebaik-baiknya sebagaimana yang 18:24 dilakukan dicontohkan oleh Nabi dan 18:26 keluarga Nabi Muhammad sallallahu alaihi 18:28 wasallam. Jadi kalau kita langsung masuk 18:30 ke kasus yang pertama tadi, 18:35 seorang ibu betul-betul 18:39 mengendalikan anaknya untuk tidak 18:42 hanyut bersama jej. Waktu dibawa ke 18:45 kakek dan neneknya, kakek neneknya 18:47 membebaskan. 18:49 Ini bukan hanya terjadi pada ibu, pada 18:51 saya juga. 18:53 Abah ibunya ketat dalam masalah jej. 18:57 Sedangkan dia datang ke hadapan saya. 18:59 Sebagai kakek nenek kita ini agak lemah 19:02 lem 19:03 lemah. 19:04 Apa yang bapak ibunya tidak kasih kita 19:06 berikan tapi kita arahkan apa yang dia 19:08 lihat. Hal-hal yang bermanfaat seperti 19:10 kisah Nabi ya hal-hal yang positif ya. 19:15 Dengan sendirinya apa yang dilihat hal 19:16 yang bermanfaat. Si kakek bisa 19:19 mendapatkan perhatian dari cucu dan 19:21 kecintaannya tapi tidak merusak cucunya. 19:25 Begitu juga orang tua di saat 19:27 betul-betul bersikap ketat, ingat, 19:29 jangan menggunakan bahasa-bahasa yang 19:31 arogan, 19:33 sikap-sikap yang kasar, tapi orang tua 19:36 kalau bisa berkomunikasi dengan anaknya, 19:39 arahkan kepada apa ee tayangan-tayangan 19:42 yang bermanfaat, yang positif dengan 19:45 cara yang baik, lemah lembut dan berikan 19:48 batas waktu. Steve Job 19:52 sebagai pemilik Apple. 19:55 Dia kan termasuk orang yang punya apa? 19:58 Kontribusi besar dalam apa? Dalam bidang 20:02 apa? Bidang jajet kan atau peralatannya. 20:05 Tapi dia membatasi anaknya. Dia batasi 20:08 anaknya 1 hari hanya 1 jam. Bayangkan 20:11 coba 1 hari hanya 1 jam. Karena 20:14 keasyikan bermain akan membuat kita 20:17 kehilangan keseriusan, kehilangan 20:19 disiplin, kehilangan juga tanggung 20:21 jawab. Dan sebelum kita mengarahkan anak 20:24 kita harus dimulai dari diri kita. 20:28 Kalau kita suami istri terpengaruh 20:31 terikat dengan jejat, ya anaknya 20:32 otomatis apa? 20:35 Kalau si Bapak Ibu mengatakan pada 20:37 masa-masa belajar kamu tidak boleh dekat 20:39 dengan jejet. Nanti kalau sudah selesai 20:41 belajar boleh mah. Boleh mah. Seperti 20:44 seorang bapak menyaksikan film yang 20:45 tidak baik. Anak kecil enggak boleh 20:47 lihat. Kalau sudah besar boleh, Pak. 20:51 ini otomatis akan apa menjadi pendidikan 20:54 yang tidak sehat, tidak baik buat anak 20:57 kita. Sebelum mendidik kejujuran pada 20:59 anak kita, bersikaplah kamu jujur. 21:02 Sebelum kamu mendidik mereka untuk punya 21:04 kepedulian, berikan kepedulian buat 21:07 anak-anak kamu menjadi bekal buat 21:08 mereka. Sebelum kamu mendidik mereka 21:11 untuk berkata baik, sopan, santun, 21:14 berikan contoh kepada mereka. 21:17 Karena apa yang mereka akan terima 21:19 tergantung kebiasaan yang didapatkan 21:21 orang tua. Jadi, Bapak, Ibu pada saat 21:25 datang ke rumah kakek nenek kalau perlu 21:27 sebelumnya komunikasikan. 21:30 Anak-anak ini tumbuh nanti kan 21:33 tergantung kebiasaan yang kita berikan. 21:36 Sekarang Abah Mama biarkan mereka 21:39 katakan dengan bebas menggunakan gadget 21:41 begitu pulang ke rumah jadi pembangkang. 21:44 Saya yakin mama dan Abbas sebagai kakek 21:47 dan nenek tidak ingin anak-anak kita 21:49 sampai terjerumus dalam hal-hal yang 21:51 tidak baik. Jadi kerja sama antara kakek 21:54 nenek bagaimana mengarahkan anak kepada 21:57 gadget yang sehat dengan waktu juga yang 22:00 terbatas. Kemudian ajak mereka bermain 22:03 di luar. Jangan hanya dalam kamar 22:05 tertutup, akhirnya bisa menimbulkan 22:07 stres, 22:09 bisa menimbulkan juga asosial yang 22:11 mengakibatkan dia tidak mampu 22:13 berinteraksi baik di rumahnya, baik 22:16 bersama temannya, maupun di pekerjaannya 22:18 nanti. 22:20 Jadi, usahakan mereka bersosial. Nanti 22:22 orang tua mengarahkan, "Ini perbuatan 22:24 kamu salah." Nah, kalau diganggu sama 22:26 teman-temannya bisa berikan pengarahan. 22:27 Kamu harus sikapi dengan cara baik. 22:29 Bukan orang tua ikut serta dalam 22:31 konflik. 22:32 Iya. 22:33 Orang tua sama orang tua ribut gara-gara 22:35 anak ribut. Tapi orang tua memberikan 22:38 petunjuk bimbingan yang sehat buat 22:40 anak-anaknya. 22:42 Jadi kalau seandainya orang tua 22:44 terlibat, 22:45 anak diberikan pendidikan yang baik pada 22:48 waktu dini, insyaallah anak tersebut 22:51 punya daya tahan menghadapi depresi, 22:53 menghadapi stres, menghadapi tekanan 22:56 baik di luar maupun dalam rumah. Oleh 22:58 karena itu, saya sering menghadapi 23:00 pengaduan dari orang tua yang anaknya 23:03 tidak mau berkomunikasi dengan orang 23:05 tua, malah mengunci diri bahkan tidak 23:08 mau makan dan dianggap orang tua itu 23:11 merupakan musuh. Nah, di sini orang tua 23:14 harus melakukan evaluasi, 23:17 harus melakukan juga muhasabah. Kenapa 23:19 anak tersebut menganggap orang tuanya 23:22 sebagai musuh? Kenapa anak tidak mau 23:24 curhat sama orang tuanya? Ada apa coba? 23:27 Jadi kalau kita ingin benahi anak kita, 23:29 kita harus betul-betul menyadari sebab 23:32 dari perilaku tersebut. Kita yakin bukan 23:35 hanya dari penyebab eksternal, tapi 23:38 kembali kepada penyebab internal. Karena 23:41 kalau seandainya dia mengalami depresi 23:42 di luar, orang tua siap menampung, 23:46 mendengarkan keluh kesah mereka, niscaya 23:48 si anak akan curhat. 23:50 Nah, kenapa sampai kcipin itu? Mungkin 23:53 Bapak, Ibu menyikapi dia dengan 23:55 sikap-sikap yang emosional. ee memandang 23:58 remeh pandangan dia, pendapat dia, tidak 24:01 mendengarkan keluh kesah dia. Saya ingat 24:03 kejadian pada masa kita kanak-kanak, 24:07 pada masa puber itu seringkiali kita 24:09 menghadapi saat-saat depresi. Maklum 24:12 dalam suasana pancarobah kan 24:14 kita suka sesuatu, suka juga sama lawan 24:17 jenis kita mulai tumbuh pada saat itu. 24:19 Ini enggak bisa dielakkan sama sekali. 24:21 Nah, pada saat itu kita mengalami 24:24 betul-betul saat yang tidak nyaman. 24:27 Kita ketemu seorang tua ditanya, "Kenapa 24:30 kamu dalam keadaan suntuk?" Dalam 24:32 keadaan stres dan depresi. Stres apa 24:34 kamu? Kamu enggak cari uang, enggak 24:36 kerja, enggak berusaha. Kita nih yang 24:39 stres menghadapi saat ini. Nah, ini 24:41 kesalahan. Stres yang dihadapi anak pada 24:44 masa puber beda dengan stres kamu. 24:48 Jadi, kita harus hadapi ada masalah apa? 24:50 Nak, coba jelaskan. Kalau seandainya si 24:52 anak curhat, orang tua mendengarkan 24:54 memberikan pengarahan solusi itu 24:57 selesai. 24:57 Selesai, 24:59 selesai. 25:01 Jangan jauh-jauh seorang anak mengeluh 25:03 pada orang tua 25:05 di sedang tertarik sama fulan. Dia baru 25:08 tamat SD atau sedang SD kelas 6. Jangan 25:11 dianggap remeh. Harus 25:15 saya tertarik sama dia. Selalu 25:17 terbayang-bayang ini. Itu wajar itu masa 25:20 puber 25:23 si orang tua tanggapi dengan baik. Kamu 25:26 sekarang enggak usah khawatir. Kamu 25:28 belajar. 25:30 Kalau nanti kamu sudah siap dewasa, bisa 25:33 lamarkan kamu kalau kamu masih suah-suka 25:35 sama dia. Jangan sampai kita hadapi apa 25:38 kamu masih kecil bicara-bicara masalah 25:40 enggak malu kamu. Jadi dipermalukan 25:43 kemudian tidak ditanggapi sama sekali. 25:45 Akhirnya mengakibatkan dia apa? 25:47 Bingung. Stres 25:47 bingung. itu perasaan bukan datang dari 25:50 luar dari dalam hatinya sebagai efek 25:53 masa-masa puber apalagi anak SMP. Betul 25:56 gak? Jadi orang tua pada kamu suka waj 26:01 tumbuh sama-sama menyukai diri suka sama 26:03 kamu ya 26:05 ayah siap melamarkan buat kamu dan kamu 26:07 harus ingat perempuan tidak pernah 26:08 menghargai laki-laki yang bodoh. 26:10 Perempuan tidak menghargai laki-laki 26:12 yang lemah. Jadi kamu harus kuat, harus 26:14 pintar. Itu jadi motivasi. 26:16 Iya. dimotivasi 26:17 dan biasanya nanti masa-masa pertumbuhan 26:20 itu akan membuat dia yang tadinya suka 26:22 gimana 26:23 berubah 26:24 dan boleh tanya kita semua ini pasti 26:26 pernah mengalami 26:27 betul 26:28 betul harus 26:29 cuma ada yang malu untuk diakan 26:33 ada yang tidak bijak dalam menanggap 26:35 jadi sebetulnya kita butuh orang-orang 26:37 pada masa-masa pancaroba itu untuk 26:39 menanggapi kita 26:41 betul betul 26:42 jadi kalau hal-hal seperti ini jangan 26:45 dianggap tamu kalau maksiat, pacara itu 26:48 tabu. Tapi kalau kita mendengarkan 26:50 curhat anak-anak kita, tanggapi dengan 26:52 positif. 26:53 Heeh. 26:54 Bahkan orang tua kalau mengatakan, 26:56 "Kalau kamu menikah bakar SMP, saya 26:58 nikahkan." Tapi jangan pacaran. Sabar, 27:00 sabar. Beberapa saat saya sering bilang 27:02 sama anak saya begitu, "Kamu SMA paling 27:05 tidak harus nikah." 27:07 Kalaupun SMP, ingat jangan pacaran, 27:09 jangan dekat-dekat dengan perempuan. 27:11 kamu siapkan diri kamu. Saya punya anak 27:14 alhamdulillah habis tamat SMA menikah 27:16 kita berikan dorongan untuk sekolah. 27:18 Begitu selesai sekolah sudah punya anak 27:19 besar-besar. 27:22 Jadi kalau seandainya kita diberikan 27:23 kelebihan oleh Allah daripada kita 27:26 foya-foya ke sana kemari mendingan 27:28 gunakan untuk mendidik anak kita, 27:30 mempersiapkan dia berumah tangga, 27:33 mendidik dia untuk menjadi orang dewasa. 27:34 Biasanya laki-laki kalau menikah 27:36 mentalnya, jiwanya beda dengan laki-laki 27:38 yang pacaran. Kalau laki-laki yang 27:40 menikah muncul tanggung jawab di 27:42 hatinya. Tapi kalau laki-laki yang 27:43 berpacaran dengan perempuan nanti ganti 27:46 sana ganti dini. Setelah berumah tangga 27:48 CLBK lagi mulai cinta lama bersemi. 27:51 Betul gak? Nah, ini banyak kejadian 27:53 seperti jadi kesimpulannya 27:56 kita dari mulai kanak-kanak dampingi 27:58 anak kita. Kalau sampai anak ibu 28:01 mengalami depresi, menutup pintu, coba 28:04 ajak diskusi. Jangan menekan, jangan 28:07 mengancam, jangan kita menyepelekan 28:10 pandangannya pada saat tersebut. Karena 28:11 dia akan menghormati, menghargai orang 28:13 yang menghargai perasaan dia pada saat 28:16 tersebut. Panggil coba ibu mau dengar 28:19 atau ayah mau dengar atau panggil orang 28:22 yang kira-kira bisa diterima. 28:25 Dan saya bukan sekali dua kali 28:27 menghadapi hal ini. Sering saya jumpai 28:30 keluh kesah orang tua. Anak-anaknya yang 28:32 pada masa puber mulai menentang, 28:35 membangkang, atau dari masa SMA masuk 28:38 kuliah. Anak saya baik, taat. Begitu 28:42 masuk kuliah ternyata sikapnya berubah. 28:44 Karena apa? Yang tadinya main di empang 28:46 yang kecil, sekarang masuk di Samudra. 28:48 Teman-temannya meracuni dia dengan 28:50 berbagai macam 28:52 toksin. Kamu ketinggalan zaman, kamu 28:56 bodoh, kamu begini. Bahkan 28:58 teman-temannya juga yang perempuan 28:59 meledek dia. Ya, Nora. Betul gak? 29:03 Betul. Betul. Dan akhirnya laki-laki 29:05 yang tadinya anteng diam di rumah 29:07 baik-baik 29:08 mulai ya setelah dicemokkan oleh 29:10 teman-teman wanitanya mulai dia mulai 29:12 condong ke arah apa? Begitu dia 29:14 melakukan perbuatan yang salah bersama 29:16 perempuan, dia akan mengalami depresi 29:18 yang besar. Jadi, enggak ada jalan illa 29:20 kecuali kita kembali kepada Allah, 29:23 mendidik anak kita untuk dekat dengan 29:25 Allah. Dan yang paling penting di 29:27 samping semua itu komunikasi yang baik 29:31 dengan anak kita. Kita arahkan mereka ke 29:33 arah yang positif untuk kembali pada 29:35 Allah. Cari kegiatan, aktivitas, 29:37 kesibukan yang bisa menyibukkan mereka 29:40 dari hal-hal yang tidak baik. 29:42 Mudah-mudahan bermanfaat. Wallahuam. 29:44 Tantangan orang tua zaman sekarang beda 29:47 banget dengan waktu 29:49 sebelum yang namanya media sosial dan 29:53 juga ee pertemanan yang terjadi seperti 29:56 sekarang ini. Dari dua kisah itu tadi 29:59 saja baru diberikan 30:03 gambaran oleh Ustaz Husein, kita merasa 30:05 e oh. Nah, apa pula kata Ustaz Abu Bakar 30:09 Baraja terkait dengan dua masalah ini? 30:12 Yuk, kita simak. 30:13 Bismillahirrahmanirrahim. 30:15 Asalamualaikum warahmatullahi 30:18 wabarakatuh. 30:21 Waalaikumsalam warahmatullahi 30:22 wabarakatuh. 30:24 Alhamdulillah nahmadu wau wasastagfir. 30:32 Alhamdulillah. 30:35 Begitu banyaknya 30:38 pujian yang kita layangkan kepada Allah. 30:42 Di saat itu pujian itu akan terus 30:47 memberikan sesuatu yang luar biasa dan 30:52 menyenangkan. 30:55 Ketika kita mengatakan 30:59 bersyukur kepada Allah, dengan 31:02 sendirinya hati dan perasaan kita selalu 31:08 beriringan 31:10 dekat dengan kekuasaan. 31:15 Apalagi dengan 31:19 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 31:23 yang di mana contoh-contoh yang 31:26 diberikan Allah itu memberikan kita akan 31:32 melakukannya. 31:35 Contoh-contoh itu memberikan kita 31:41 memberikan kita untuk melakukan 31:46 contoh-contoh 31:49 kepada siapa? Kepada Rasulullah 31:51 sallallahu alaihi wasallam. 31:55 Jadi contoh itu yang kita ikutin, 32:01 yang kita panutkan 32:03 itu contohnya. 32:09 Jadi ketika 32:11 seorang 32:13 seorang tua yang mempunyai anaknya 32:19 yang mempunyai anaknya yang mengatur 32:23 yang saat ini adalah gadget. 32:28 Kenapa kita harus atur? 32:32 Karena dia benda. Kenapa kok benda itu 32:34 kita harus atur? Enggak bisa kita atur. 32:37 Yang kita atur adalah anak kita. 32:44 Jadi, gadget itu suatu benda yang enggak 32:48 bisa diatur. 32:50 Di dalamnya berbagai macam persoalan, 32:53 berbagai macam tayangan, berbagai macam 32:56 enggak perlu kita atur karena dia 32:59 datang. 33:03 Yang kita atur siapa? anak kita. 33:09 Jadi anak kita ini kita atur 33:13 bagaimana dia bisa melihat gadget itu 33:17 tepat pada waktunya. 33:20 Ketika sekolah dia sekolah yang sekarang 33:23 sekolah pakai gadget oke pakai gadget. 33:26 Gunakan untuk sekolah. 33:30 lepas dari sekolah pergi pulang bermain 33:35 ya melakukan sesuatu tindakan tetap 33:41 jadi dia anak-anak kita ini 33:45 bermain 33:47 dengan sesuatu gerakan bukan dengan 33:51 gadget 33:54 misalnya main badminton di gadget sudah 33:59 Ada 34:01 main bola di gadget sudah ada 34:06 main apagi sudah ada di gadget 34:11 main apapun sudah ada. Terus anak kita 34:15 masuk ke situ main tidak benar. 34:19 Biarkan 34:21 gadget itu biarkan. Tapi berikan 34:26 kesempatan anak kita bermain. 34:31 Berikan kesempatan anak kita bermain. 34:36 Kalau anak-anak kita melakukan 34:40 permainan, 34:42 berikan kesempatan. Orang main bola di 34:44 rumah umur 4 tahun, 5 tahun main bola di 34:47 rumah tungang tung. Wah, enggak boleh 34:50 main bola di sini. Enggak boleh. Mau 34:52 main di mana sekarang? Sekarang lapangan 34:55 itu sudah berbagai macam. 35:01 Semuanya sudah tidak ada di dalam. Ada 35:03 yang di mana? Di rumah. Oke. Ketika dia 35:06 lagi main bola di rumah. Nah, sekarang 35:09 bagus nih tendangannya. Jangan 35:12 kencang-kencang 35:13 terus pelan pelan pelan pelan. berikan 35:17 kesempatan anak melakukan 35:21 bola, nanti main halma nanti main 35:24 congklak nanti main berbagai macam 35:29 itu. Permainan yang benar-benar yang 35:32 akan dilakukan bukan di gadget. Congklek 35:36 ada di gadget, 35:39 ular tangga ada di gadget, semua ada. 35:43 permainan-permainan 35:44 ada di gejet. Jadi dia main di gadget. 35:48 Itulah 35:49 permasalahan yang terjadi saat ini. Anak 35:54 dibiarkan 35:56 bukan diarahkan. 36:02 Mama bapaknya 36:05 bekerja terus bagaimana anaknya? 36:10 Mama sama papanya bekerja. 36:13 Terus anaknya bagaimana? Nah, kita 36:16 berikan permainan. 36:18 Kita berikan permainan. 36:22 Kita lepas. 36:26 Nanti pas pulang kamu main apa? kita 36:29 memberikan informasinya 36:32 menanyakan main apa. Oh, aku main bola, 36:35 aku main badminton, aku main ee klereng, 36:40 aku main kok banyak banget mainnya. 36:43 Karena dia mainnya di gadget, 36:47 dia bisa mengucapkan banyak permainan. 36:50 Terus kita senang 36:54 kalau dia cuman gini, aku tadi main bola 36:56 capeknya mah. 36:59 lari ke sana, lari ke sini. Benar dia. 37:03 Karena dia enggak mengatakan main bola, 37:05 main badminton, main semuanya permainan 37:08 dimainkan. 37:11 Akhirnya yang terjadi di gadget. Nah, 37:14 oleh karena itu arahkan, berikan 37:17 kesempatan, 37:19 belikan bola, berikan sesuatu. Nah, 37:23 kemudian didik anak-anak kita. kepada 37:28 sesuatu yang namanya agama. 37:33 Dari kecil, dari kecil teruskan 37:38 informasikan bahwa Allah itu ada. Allah 37:42 itu benar, Allah itu memberikan ini dari 37:46 Allah. Itu semua kalimat-kalimat kata 37:50 itu selalu dikatakan Allah. 37:54 Bukan sekarang seperti yang tadi 37:57 bagaimana menanamkan agama. Anak saya 38:00 sudah SMP, SMA. Bagaimana menanamkan 38:04 agama? Setelah SMP, SMA kita baru 38:08 berpikir agama. 38:10 Dari 0 tahun informasikan 38:15 kata-kata Allah. Allah. 38:20 Dari sini kita akan dapatkan 38:24 dan kalimat-kalimat, kata-kata 38:26 masyaallah. 38:29 Dan kata-kata yang kita keluarkan itu 38:32 adalah kata-kata yang baik, bukan 38:36 kata-kata yang tidak baik. 38:41 Pertama kali yang selalu dia dengar 38:44 kalimat-kalimat yang thayibah, yang 38:47 benar. 38:50 Kalimat-kalimat yang benar itu masuk ke 38:53 dalam pemikirannya. Kalau 38:55 kalimat-kalimat benar itu masuk pada 38:58 pikirannya sampai besar dia selalu 39:02 mencari yang benar. 39:06 Tapi selalu disalahkan tuh kamu enggak 39:09 boleh pakai kayak gitu. Jangan kayak 39:11 gitu. Harusnya begini. 39:14 Jangan pakai seperti itu. Harusnya 39:18 seperti ini. 39:20 Jangan pakai. Nah, di dalam pikirannya 39:23 dia jangan memakai. Jadi selalu 39:26 pikirannya mengatakan jangan. Jangan. 39:31 Efek dari jangan-jangan tersebut selalu 39:34 akan dicari. 39:37 Perbuatan-perbuatan yang selalu 39:39 dikatakan jangan dia akan cari. 39:44 Nah, oleh karena itu perbuatan-perbuatan 39:46 yang baik, 39:49 perbuatan-perbuatan yang benar itu kita 39:53 berikan. 39:56 Jadi, ada permainan melakukan segala 39:59 sesuatunya dengan baik. Perhatikan, 40:03 jangan menyalahkan. 40:08 Ketika anak kita salah, kita tunjukkan 40:11 yang benar, yang salah kita tidak harus 40:14 sampaikan. 40:17 Kita tunjukkan yang benar. 40:22 Misalkan dia menaruh sesuatu salah, 40:27 enggak usah kita bang. Wah, ini salah. 40:29 Kamu jangan taruh di situ, nanti pecah. 40:33 Sebaiknya kamu harus taruhnya di sini. 40:36 Enggak bisa. Oh, ngomongan sudah 40:38 disalahkan kemudian dibenarkan. Dia 40:41 bingung mana ini. 40:44 Tapi langsung gini nih kamu taruh di 40:47 sini kelihatannya lebih baik. 40:52 Ketika dia kita terletakkan yang baik, 40:55 yang salah biarkan. Karena dia tidak 40:57 akan mencari lagi yang salah. Yang salah 41:01 sudah tidak ada lagi di dalam 41:02 pikirannya. yang salah sudah tidak masuk 41:05 lagi ke dalam pikirannya. Yang benar, 41:08 yang benar itu yang masuk. Dan setelah 41:12 dia mulai besar, dia akan mencari. 41:17 Ketika dia sudah dewasa, sudah benar ee 41:20 sudah mulai masuk ke remaja, 41:24 dia mau mencari enggak bisa. Dia mencari 41:26 yang benar, dia akan selalu mencari yang 41:29 benar. Kita tunjukkan yang benar ini 41:32 arahnya. 41:34 Seperti yang tadi dikatakan jangan 41:35 pacaran 41:39 ya. Kita katakan tuh oh aku senang sama 41:43 perempuan itu. Oke. Baik. Kamu 41:47 perhatikan pelajaranmu. Insyaallah nanti 41:50 kamu akan mendapatkan. 41:54 Jadi katakan yang baik. Yang baik. 41:57 Insyaallah kata-kata yang baik ini akan 42:00 meningkatkan kebaikan-kebaikan. 42:03 kebaikan. 42:05 Apapun yang terjadi, pastikan kata-kata 42:09 yang baik ini akan meningkatkan kebaikan 42:14 insyaallah. 42:16 Oke. 42:18 Jadi, ikhwan akhwat, jadi teman, jadi 42:21 sahabat bagi anak-anak kita. Enggak 42:24 nyalahin mereka meskipun mereka salah, 42:26 tapi dengan cara yang lain luar biasa 42:28 sekali ya. Kita masih punya waktu, Ustaz 42:31 Husin bisa tambahkan terkait dengan 42:33 bagaimana menjadi orang tua yang proper 42:35 bagi buah hati kita. 42:38 Bismillahirrahmanirrahim. Rabbanaidna. 42:41 Sebagai penutup, 42:44 kalau orang tua 42:46 punya waktu banyak bersama 42:48 teman-temannya, 42:50 baik Bapak maupun Ibu, 42:53 seharusnya mereka lebih banyak 42:55 memberikan waktu mereka untuk anak-anak. 42:59 Bermain bersama anak-anak. Kelihatannya 43:02 sepele kan ibu bermain katakan mainan 43:05 bersama anak-anaknya. 43:07 Baik itu main congklak, main biasa 43:09 kebersamaan yang perlu. Si Bapak juga 43:12 tidak jaga image main bersama anak-anak 43:16 sebetulnya lebih nikmat daripada kita ya 43:20 melakukan penyegaran, kumpul bersama 43:22 teman di luar yang seringki membawa 43:25 dampak negatif ke dalam rumah. 43:29 Bapak yang sering berkumpul bersama 43:30 teman di luar, makan di luar, di samping 43:33 melakukan pemborosan, baik itu secara 43:36 materi, finansial, maupun waktu juga 43:40 mengabaikan hak-hak istri kita, 43:43 anak-anak kita di rumah. 43:45 Dan Rasul mengingatkan, wa ati kullaha 43:48 haqqin haqqah. Berikan setiap orang yang 43:50 berhak-hak. 43:52 Oleh karena itu, buat saya, saya lebih 43:54 menikmati 43:55 kalau waktu senggang kumpul bersama 43:58 istri, bersama anak-anak, bercanda 44:00 bersama mereka daripada kita melakukan 44:04 refreshing di luar. 44:07 Oleh karena itu, banyak saya dengarkan 44:09 orang-orang tua merasa jenue di rumah, 44:11 Bapak maupun Ibu. 44:14 Mereka bertanya, "Mau ke mana ya? Mau 44:16 ngapain ya?" 44:17 Sebetulnya itu pertanyaan yang 44:18 menunjukkan bahwa mereka tidak punya 44:21 tujuan yang jelas dalam hidup. Karena 44:24 waktu yang banyak ini kan bisa digunakan 44:26 untuk berbagai macam aktivitas yang 44:28 bermanfaat. 44:29 Benar. 44:29 Oleh karena itu sering kita mendengar 44:31 istilah killing timeah merupakan waktu 44:34 ini merupakan musuh 44:36 yang harus dibunuh. 44:37 Harus dibunuh. Padahal waktu itu 44:39 sebagaimana firman Allah, wal asri 44:42 innal insana lafi khusin. 44:44 Jadi coba Bapak maupun Ibu jangan 44:47 biasakan 44:49 keluyuran di luar 44:52 yang seringki 44:54 kita akhirnya membawa 44:56 persoalan-persoalan yang tidak baik ke 44:58 dalam rumah. Dan jangan biasakan juga 45:01 makan di luar kecuali sekali-sekali. 45:04 Usahakan agar anak-anak mencintai 45:07 masakan ibunya. 45:10 Bapak juga bisa apa? Bisa berkreasi 45:12 dalam hal ini. Bisa masak bersama ibu. 45:15 Jangan dianggap ini pekerjaan perempuan. 45:18 Bisa berkreasi juga ada resep yang baru. 45:21 Ajak anak-anaknya untuk masak 45:22 bersama-sama. Itu jauh lebih senang 45:25 daripada kita makan di restoran. Sudah 45:28 biayanya banyak. Sekali makan bisa R1 45:30 juta, R2 juta kan eman-eman. Mbak Uning. 45:35 Tapi kalau makan di rumah, pembantu juga 45:37 jangan lupakan. Ini pendidikan buat anak 45:39 kita. Kita makan jangan 45:41 bersenang-senang. Lupa pembantu kita, 45:43 lupa supir kita, pekerja kita, apa yang 45:45 kita nikmati 45:46 bagi untuk mereka. Ini pendidikan yang 45:49 amat praktis 45:50 buat anak-anak kita. 45:52 Dia melihat orang tuanya menghargai 45:54 orang yang bekerja bersamanya, 45:56 mereka juga akan melakukan hal yang 45:58 sama. Jangan mendidik anak kita menjadi 46:00 egois, menjadi tuan yang selalu dilayani 46:02 dan tidak menghargai kebaikan orang. 46:04 Kalau anak kita bersikap tidak baik, 46:06 ingatkan kamu 46:09 butuh kepada mereka. 46:12 Seringki kalau pada masa lebaran ibu-ibu 46:14 muda itu waduh mereka mengeluh yang luar 46:18 biasa karena pembantunya pulang ke 46:19 rumah. Bahkan anaknya seringki menangis. 46:23 Karena apa? Karena merindukan pembantu. 46:25 Si ibu marah. Memang ibu kamu itu main 46:28 tampar sana tampar sini akhirnya membuat 46:31 persoalan semakin tidak baik. Jadi 46:32 kesimpulannya 46:35 kalau kita punya waktu luang biasakan 46:37 kita isi waktu luang kita dengan 46:39 keluarga kita dengan hal-hal yang 46:40 positif atau kita bermasyarakat dalam 46:43 keadaan beramar makruf nahi mungkar dan 46:46 jaga hubungan kita dengan masjid. 46:49 Anak laki-laki kita ajak ke masjid. Itu 46:51 penting sekali buat mereka. Begitu juga 46:54 anak-anak wanita kita. ajak juga mereka 46:57 ke majelis-majelis taklim untuk 46:58 mendengarkan taklim yang baik. Dan kita 47:01 ingatkan juga para ustaz, berbicaralah 47:03 kepada masyarakat sesuai dengan umur 47:06 mereka, keadaan mereka. Bicara dengan 47:09 anak-anak beda dengan bicara dengan 47:11 orang tu 47:11 Heeh. Tu aji usahakan ada 47:14 majelis-majelis buat anak-anak kita, 47:16 buat orang tua. Jangan sampai anak kita 47:19 akhirnya menerima informasi yang salah, 47:22 yang sudah mengakar. Akhirnya 47:23 mendengarkan nasihat-nasihat yang 47:25 disampaikan oleh para ulama yang mereka 47:27 anggap tidak lagi update, akhirnya 47:29 mereka jenuh, 47:32 tidak merasa tertarik dengan agama. 47:34 Jadi kesimpulannya berikanlah setiap 47:37 orang yang berhak-haknya istri kita, 47:40 anak-anak kita, orang tua kita, tetangga 47:43 kita, dan jaga keseimbangan di antara 47:46 semuanya. Memenuhi hak orang tua jangan 47:48 sampai mengabaikan hak istri. 47:50 Memenuhi hak istri sama anak-anak jangan 47:52 mengabaikan hak orang tua. Karena mereka 47:55 masing-masing memiliki hak yang mesti 47:57 kita penuhi. Mudah-mudahan para pemirsa, 48:00 para pendengar psikologi keluarga ini 48:03 insyaallah bersama 48:06 Ustaz ee Ustaz Abu Bakar Baraja, Mbak 48:09 Nuning yang selalu membawa cahaya 48:10 insyaallah 48:11 dan radio silaturahmi yang memperat. 48:15 Semoga Allah limpahkan rahmat, 48:16 keberkahannya, ampuni dosa-dosa kita, 48:19 dan jawaban-jawaban kita menjadi solusi 48:21 yang tepat buat Bapak Ibu. Demikian pula 48:24 anak-anak kita sekalian. 48:25 Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla 48:28 ilahailla anta astagfiruka wa atubu 48:30 ilaik wu minkum wasalamualaikum 48:33 warahmatullahi wabarakatuh. 48:35 Waalaikumsalam warahmatullahi 48:36 wabarakatuh. Terima kasih Ustaz Husein, 48:39 Ustaz Abu Bakar dan ikhwan akhwat yang 48:42 bersama-sama kami. Kalau seandainya Anda 48:44 ada sesuatu yang mau ditanyakan terkait 48:46 dengan masalah di rumah dalam keluarga 48:49 bisa kirim WA ke 0811999720 48:57 ya. Nanti ee kesempatan berikutnya akan 49:01 dibahas oleh Ustaz Husein dan ee Pak Abu 49:04 Bakar Baraja. Baiklah, mudah-mudahan ee 49:07 kita semakin cerdas mencari sebab 49:10 internal terjadinya hal-hal di dalam 49:12 keluarga kita ya. Billahi taufik wal 49:14 hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi 49:16 wabarakatuh.